Home Blog Page 2857

70 Mahasiswa STAIS Tebingtinggi Ikuti KKL

LEPAS : Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bersama Ketua STAIS Tebingtinggi Deli Chairuddin Siregar melepas 70 mahasiswa untuk pelaksanaan KKL.sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyambut baik KKL (Kuliah Kerja Lapangan) STAIS (Sekolah Tinggi Agama Islam) Tebingtinggi Deli Kota Tebingtinggi tahun 2022.

“Kami, Pemerintah Kota Tebingtinggi menyambut baik kegiatan Kuliah Kerja Lapangan ini. Yang mana ini adalah merupakan bagian dari pada satu program meninggalkan kampus sebelum memperoleh predikat seorang sarjana,” jelas Umar Zunaidi Hasibuan ketika melepas 70 Mahasiswa asal STAIS Tebingtinggi untuk melaksanakan KKL di Halaman Kantor Balai Kota Pemko Tebingtinggi, Jalan Sutomo, Kamis(27/1) sore.

Ditambahkan Umar, sebagai pengabdian langsung ke tengah masyarakat, mempraktekkan keilmuan semasa di bangku kuliah, para mahasiswa dan mahasiswi diharapkan bisa memberikan ilmu yang baik dan membantu masyarakat.

Diingatkan Umar Zunaidi, bahwa saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, bilamana nanti dalam menjalani program KKL masing masing kita mengambil peran dan tanggung jawab untuk menjaga dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya kesadaran melaksanakan vaksin dan menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

“Diharapkan kepada mahasiswa mahasiswi agar kiranya memberi kontribusi kepada Kota Tebingtinggi dan memiliki karakter yang tangguh, berjiwa melayani kepada masyarakat dan kemaslahatan ummat,” pinta Umar.

Sementara itu, Ketua STAIS Tebingtinggi Deli Kota Tebingtinggi Dr Chairuddin Siregar berharap kiranya dengan KKL ini, mahasiswa dan mahasiswi bisa bersinergi dengan masyarakat ditempat mereka melaksanakan kegiatan KKLnya serta diharapkan juga ikut membangun peradaban terutama akhlak remaja.

“STAIS Tebingtinggi Deli Kota Tebingtinggi melepas sebanyak 70 mahasiswa dan mahasiswi di Kelurahan yang ada di Kota Tebingtinggi, kita harapkan mereka bisa memberikan kontribusi bagi kemajuan Tebingtinggi selama KKL dan juga setelah tamat menyandang gelar sarjana,” bilangnya.

Hadir dalam acara tersebut Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Idham Khalid, Kaban Kesbangpol Zubir Husni Harahap, Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian, Camat serta Dosen. (ian/han)

Personel Samapta Polres Asahan Patroli Bersepeda Pantau Situasi Kamtibmas

KAMTIBMAS: Personel Polres Asahan memberikan pesan kamtibmas dan imbauan disiplin Prokes di sejumlah Pasar.sopian/sumut pos.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Berbagai upaya dilakukan pihak kepolisian khususnya Polres Asahan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Seperti halnya yang dilakukan personel Sat Samapta Polres Asahan, yang melakukan patroli bersepeda, Rabu (26/1) pukul 09.00 wib.

Dipimpin KBO Sat Samapta Polres Asahan Ipda Boris Regen Pardosi SH, sebanyak 6 personel melakukan patroli bersepeda dengan sasaran pasar-pasar keramaian di pusat kota Kisaran.

“Patroli bersepeda ini kita sesuai perintah arahan dari Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIk MH dalam meningkatkan pelayanan Polri untuk menjaga keamanan dan kertetiban di tengah-tengah masyarakat, serta memudahkan petugas agar lebih leluasa langsung menyapa warga yang ditemui di pasar pusat keramaian kota Kisaran,”kata Ipda Boris Regen Pardosi SH.

Selain melakukan patroli bersepeda, pihaknya juga berkoordinasi dengan pengelola pasar untuk menerapkan protokol kesehatan di pasar guna mencegah penyebaran Covid 19.

“Kami juga membagikan masker kepada pedagang dan masyarakat yang tidak memakai masker, serta memberikan teguran agar selalu mendisiplinkan pola hidup sehat dengan mematuhi Protokol Kesehatan,”ujarnya.

Di tempat berbeda Ketua Satgas Covid-19 Asahan, Surya B.Sc melalui Juru Bicara Satgas Covid-19, Syamsuddin kepada awak media mengatakan tak bosan-bosannya terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat asahan agar tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Mari kita jaga dan tetap mempertahankan Prokes dengan tetap memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” ujarnya. (dat/han)

Kabid Administrasi Pemerintahan Desa Mengaku Tak Ingat Biaya Surat Pilkades

BERI KETERANGAN: Kabid APD DPMDP2A Humbahas Jerry Silitonga tengah angkat kaki memberikan keterangan kepada wartawan, saat di ruang kerja Kepala Dinas PMDP2A, Kamis (27/1). Gemayel Simbolon/sumut pos.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Pasca pemilihan kepala desa serentak di 85 desa, 10 Kecamatan se Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) pada 22 November 2021 lalu, Pemerintah Humbahas menghabiskan anggaran hingga Rp4,5 miliar.

Kepala Bidang Adminitrasi Pemerintahaan Desa (APD) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Perlindungan Perempuan dan Anak (DPMDP2A) Jerry Silitonga, malah tidak ingat berapa biaya pengadaan surat suara Pilkades serentak yang diselenggarakan akhir tahun 2021 itu.

“ Saya kurang hafal karena kebetulan Panitia Pejabat Teknis Kegiatan (PPTK), Inrawati,” kata Jerry saat disinggung wartawan,” Kamis (27/1) di ruang kerja Kepala Dinas PMDP2A.

Namun, Jerry mengatakan, dalam per lembar untuk surat suaranya sekitar Rp 1.100. Dengan jumlah surat suara yang dicetak 79 ribu lembar.

Lagi-lagi, Jerry yang duduk menjawab pertanyaan wartawan sambil duduk dengan mengangkat kakinya, selain biaya surat suara. Ia juga enggan merinci biaya pengadaan baliho, dan spanduknya yang telah dihabiskan dari anggaran Rp4,5 miliar tersebut.

Malah, ia menyebut soal baliho yang dicetak untuk 85 desa itu ada 85 lembar. Dengan rincian, per satu lembar dengan ukuran 3×4 meter. Dan, untuk spanduk, kata Jerry, sebanyak 170 lembar dengan ukuran 1×5 meter.

Untuk pencetakan spanduk itu, dituliskan sosialisasi Pilkades damai. Sedangkan, baliho sosialisasi menghayokan partisipasi pemilih ketika Calon Kepala Desa sudah ditetapkan.

“Selain biaya pencetakan baliho dan spanduk, juga biaya pemasangan baliho diberikan kepada pemerintah desa di luar dana hibah yang sudah ditransfer ke PPKD,” jawabnya.

Dan untuk proses pengadaan surat suara, baliho dan spanduk, menurut Jerry, pihaknya melakukan kerja sama dengan pihak ketiga kepada penyedia jasa dengan dilakukan melalui penunjukan langsung (PL).

Lebih lanjut Jerri mengatakan, dari anggaran Rp4,5 miliar itu, sebanyak Rp2,3 miliar diberikan melalui hibah kepada 85 Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) yang menyelenggarakan Pilkades serentak.

Hibah itu tadi, lanjutnya, ditransfer langsung ke desa setelah PPKD di SK-kan oleh penjabat kepala desa setempat. Dan jumlah dana yang ditransfer berbeda sesuai dengan jumlah PPKD.

“Komposisi PPKD disesuaikan dengan jumlah penduduk. Jumlah PPKD dalam Pilkades serentak sebanyak tujuh sampai sembilan orang. PPKD dengan jumlah tujuh orang, dana yang hibah yang ditransfer sebanyak Rp 23 juta sedangkan PPKD yang berjumlah sembilan orang dana hibah yang ditransfer sebanyak Rp 33 juta,” katanya.

Lanjutnya, dari jumlah dana hibah yang ditransfer, sudah termasuk biaya honorer PPKD, alat tulis kantor (ATK), sewa peralatan, tenda, pengeras suara, makan/minum rapat dan SPPD.

Sementara, kucuran yang lainnya, juga di hibahkan ke pengamanan kepada TNI/Polri sebesar Rp 500 juta. Dana hibah tadi di poskan ke Polres Humbahas.

Selain dana hibah yang dikucurkan ke PPKD dan TNI/Polri. Dana itu juga, diposkan di PMDP2A sekitar Rp 1, 7 miliar.

Dana Rp 1,7 miliar itu diperuntukkan untuk biaya makan/minum rapat, SPPD, pembekalan PPKD, pengadaan surat suara, baliho/spanduk, peralatan pemilihan di TPS.

Jerry menambahkan, sementara untuk kotak suara dan bilik suara, dilakukan dengan cara pinjam pakai dipinjam dari KPUD setempat.

“Karena kotak suara serta bilik suara kita pinjam pakai dari KPU, maka dana yang sudah tertampung di Silpakan. Selain itu, biaya pelantikan kepala desa terpilih turut disilpakan. Sebab pelantikan kepala desa terpilih sudah melewati tahun anggaran berjalan,” sebut Jerry. (des/han)

Razia Narkoba Angkot di Awal 2022, 10 Hari, Jaring 10 Sopir Positif

RAZIA: Tim gabungan Dishub, BNN, Satpol PP, Dinkes Kota Medan, serta TNI/Polri, saat menggelar razia narkoba kepada para sopir angkot di Kota Medan, Jumat (28/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai bentuk konsistensi dalam memberantas narkoba dan memberi rasa aman serta nyaman bagi para penumpang angkutan umum, Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan kembali menggelar razia kepada para sopir angkutan kota (angkot).

Hingga Jumat (28/1) sore, razia yang dilakukan di depan Plaza Medan Fair, Jalan Gatot Subroto Medan ini, merupakan hari ke-10 gelaran razia narkoba kepada sopir angkot tersebut. Dan selama 10 hari digelar, ada sebanyak 10 sopir yang terjaring, dan dinyatakan positif menggunakan narkoba.

Kepada Sumut Pos, Kepala Dishub Kota Medan, Iswar Lubis mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pihaknya bersama tim gabungan dari TNI/Polri, BNN, Satpol PP, dan dari Dinas Kesehatan Kota Medan, untuk meminimalisir kecelakaan akibat kelalaian sopir angkot.

“Kegiatan ini dilakukan berperiode, jadi untuk awal 2022 ini, kami lakukan 15 hari. Dan hari ini (kemarin, red) sudah masuk hari ke-10. Selama 10 hari, sudah ada 10 sopir angkot yang terjaring,” ungkap Iswar, Jumat (28/1).

Lebih lanjut Iswar mengatakan, pelaksanaan tes urine biasanya dilakukan pada sore hari. Sementara dari pagi hingga siang, dilakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen pengendara. Dari hari pertama sampai ke-10 razia di Januari 2022 ini, total ada 70 sopir angkot yang telah dites urine, dan 10 orang di antaranya dinyatakan positif narkoba oleh BNN.

Karena itu, menurutnya, Dishub Kota Medan masih akan melakukan razia 4 hari ke depan, atau hingga akhir Januari 2022, di berbagai tempat atau ruas jalan di Kota Medan. Sebab selain menjaring sopir angkot, mereka juga ingin memastikan kesiapan dokumen kendaraan.

“Jadi fokus kami banyak. Ada untuk penertiban angkutan umum dan barang, mulai dari pemeriksaan kelengkapan dokumen kendaraan maupun kesiapan dari pengemudi,” jelas Iswar.

Iswar menyebutkan, selain menggelar pemeriksaan dokumen dan tes urine, tim gabungan juga menggelar operasi yustisi, dengan membagikan ribuan masker kepada para pengendara yang tidak menggunakan masker. Apalagi akhir-akhir ini, angka Covid-19 kembali meningkat di Kota Medan, sehingga perlu memastikan para pengendara dan penumpang untuk tetap memakai masker.

“Yang tidak memakai masker kami berhentikan dan diberikan masker. Serta diedukasi, agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) selama berkendara,” jelasnya.

Sementara itu, lanjutnya, jika dibandingkan dengan razia tes urine pada akhir 2021 lalu, jumlah sopir angkot yang positif menggunakan narkoba, berkurang cukup jauh. Pada akhir tahun lalu, jumlahnya mencapai 70 orang.

Dia pun berharap, seluruh sopir angkot di Kota Medan dapat mengutamakan keselamatan selama berkendara dan menghindari penggunaan obat-obatan terlarang.

“Sesuai instruksi Pak Wali, semua sopir angkot di Medan harus tertib, baik secara administrasi maupun kesiapan sopirnya secara pribadi. Demi keselamatan semua pihak, tidak boleh ada sopir yang menggunakan narkoba, ini penting,” pungkas Iswar. (map/saz)

Edy Dukung Penuh Sumut Jadi Tuan Rumah HPN 2023

BERSAMA: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, diabadikan bersama pengurus PWI Sumut usai beraudensi di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jumat (28/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), H Edy Rahmayadi menegaskan, pihaknya siap mendukung Sumut sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) 2023 mendatang.

Penegasan ini disampaikan Edy saat menerima audensi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut H Farianda Putra Sinik dan jajaran di Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Jenderal Sudirman Me-dan, Jumat (28/1).

“Kami mendukung dan siap melaksanakan peringatan HPN 2023 mendatang di Sumut,” ungkap Edy, yang saat itu didampingi Asisten Administrasi Umum M Fitriyus, dan Kepala Biro Umum Mahfullah Daulay.

Lebih lanjut Edy mengatakan, dipercayanya Sumut sebagai tuan rumah HPN 2023 oleh PWI Pusat, tentunya hal tersebut menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi Sumut.

“Dan ini harus dimanfaatkan n sebaik-baiknya,” katanya.

Untuk itu, dia pun meminta kepada pengurus PWI Sumut, untuk mempelajari dan mempersiapkan program-program serta rangkaian kegiatan dalam pelaksanaan HPN 2023 tersebut.

“Tolong siapkan dan rancang program dan kegiatannya,” imbau Edy.

Edy juga menjelaskan, pihaknya pada tahun-tahun sebelumnya, memang belum menyanggupi Sumut sebagai tuan rumah HPN.

“Karena infrastruktur kita saat itu belum memadai. Kan malu kita nanti dengan tamu yang datang dari seluruh Indonesia,” katanya lagi.

Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan keinginannya untuk menghadiri peringatan HPN 2022 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 9 Februari 2022 mendatang, yang acara puncaknya akan dihadiri Presiden Joko Widodo.

“Namun maaf, saya di 8 sampai 9 Februari 2022 ada kegiatan dengan Menpora, Bappenas, Gubernur Aceh, KONI Pusat, dan lainnya, untuk membahas persiapan PON 2024 di Sumut dan Aceh sebagai tuah rumah. Namun begitu, nanti saya akan wakilkan kepada Wakil Gubernur untuk berangkat ke Kendari,” tutur Edy.

Sementara itu, Ketua PWI Sumut H Farianda Putra Sinik, yang saat itu didampingi Sekretaris SR Hamonangan Pangggabean, Wakil Ketua Bidang Organisasi Rifki Warisan, serta Wakil Ketua Bidang Media Siber dan Multimedia Austin Antariksa Tumengkol, menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Sumut, yang telah mendukung penuh Sumut sebagai tuan rumah HPN 2023.

Farianda menjelaskan, PWI Sumut akan memberangkatkan 25 orang pengurus untuk mengikuti peringatan HPN 2022 di Kota Kendari, yang digelar pada 6-10 Februari 2022.

“Selain mengikuti beberapa rangkaian kegiatan pada HPN 2022 di Kendari, PWI Sumut juga akan mempromosikan dan mengampanyekan Sumut untuk dijadikan sebagai tuan rumah HPN 2023 mendatang,” pungkasnya. (dek/saz)

Trans Metro Deli Masih Gratis, Bakal Bertarif Mulai Tahun Ini

NAIK: Sejumlah warga saat akan menaiki bus Trans Metro Deli menuju Lapangan Merdeka Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Animo masyarakat Kota Medan terhadap angkutan Trans Metro Deli (TMD), yang merupakan bus dengan sistem pembelian pelayanan oleh pemerintah kepada operator angkutan umum atau Buy The Service (BTS), terlihat sangat tinggi hingga saat ini.

Sejak beroperasi 16 November 2020 lalu, bus TMD yang kini telah beroperasi pada 5 koridor di Kota Medan, tampak terus digandrungi. Pantauan Sumut Pos, khusus pada jam-jam kerja, 5 koridor tersebut selalu dipenuhi calon penumpang, terutama untuk koridor Lapangan Merdeka-Belawan.

“Alhamdulillah animo masyarakat terhadap bus TMD sangat tinggi. Sudah beroperasi selama satu tahun lebih, dan sampai saat ini, masih terus diminati masyarakat,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Iswar Lubis, Jumat (28/1).

Diakui Iswar, hingga saat ini bus TMD masih beroperasi dengan tarif Rp0, alias gratis. Sehingga bisa saja, tarif gratis tersebut yang jadi satu alasan tingginya animo masyarakat terhadap moda transportasi ini.

“Sampai sekarang tarifnya masih Rp0. Tapi kami yakin, tidak serta merta hanya karena masih gratis, tapi masyarakat juga butuh moda transportasi massal yang modern, layak, aman, nyaman, dan tepat waktu,” tuturnya.

Dia menjelaskan, hingga saat ini tarif bus TMD Rp0, karena masih disubsidi oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Namun begitu, ke depannya bus TMD di Kota Medan bakal bertarif sama seperti bus BTS lainnya di Indonesia.

“Bus BTS di seluruh Indonesia semuanya sudah bertarif, hanya di Medan yang masih Rp0. Makanya ke depannya, bus TMD pasti akan bertarif. Tapi kapan dan berapa tarifnya, itu bukan kami yang menentukan, tapi Kemenhub. Karena bus BTS ini adalah program Kemenhub. Kemungkinan bisa saja mulai tahun ini sudah bertarif. Kita tunggu saja keputusan dari pusat,” jelas Iswar.

Iswar meyakini, bertarifnya bus TMD di Kota Medan ke depannya, tidak akan membuat bus ini ditinggal para peminatnya. Pasalnya, masyarakat Kota Medan juga membutuhkan moda transportasi massal yang nyaman dan tepat waktu.

“Bus TMD ini kan mengedepankan pelayanan, maka yakinlah, Saat masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik dalam bertransportasi, maka masyarakat pasti akan tetap menggunakannya, meskipun bertarif. Wajar kalau bertarif, kan memang harus disesuaikan juga dengan transportasi umum lainnya,” katanya lagi.

Sesuai instruksi Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, yang ingin mengatasi masalah kemacetan di Kota Medan dengan meningkatkan moda transportasi massal, saat ini Pemko Medan juga telah meminta tambahan koridor bus TMD ke pemerintah pusat. Nantinya, angkutan umum lainnya, seperti angkutan kota (angkot) akan dijadikan feeder atau angkutan pengumpan bagi bus BTS.

“Pemko Medan sudah mengajukan untuk penambahan koridor bus TMD. Jadi ke depannya, angkot-angkot di Medan juga akan lebih diberdayakan dengan dijadikan feeder,” pungkas Iswar. (map/saz)

Masyarakat Jangan Panic Buying, Minyak Goreng Cukup hingga 4 Bulan ke Depan

SUSUN: Pegawai supermarket saat mengatur susunan minyak goreng di rak toko. Pemko Medan memastikan, persediaan minyak goreng cukup hingga 4 bulan ke depan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan, Damikrot memastikan, ketersediaan minyak goreng di Kota Medan masih cukup. Karena itu, masyarakat diminta tidak panik sehingga membeli di luar ketentuan pemerintah, yakni maksimal 2 liter per orang.

“Alhamdulillah, ketersediaan minyak goreng kita masih cukup hingga 4 bulan ke depan. Karena itu, masyarakat diminta belanja sesuai kebutuhan. Jangan panic buying,” imbau Damikrot, Kamis (27/1) lalu.

Damikrot juga menjelaskan, jika ditemukan penimbunan, maka akan ditangkap dan diproses pidana oleh pihak kepolisian.

“Ada 2 pihak yang bisa melakukan penimbunan, yakni distributor dan masyarakat. Khusus masyarakat, kemungkinan karena khawatir ketersediaan minyak goreng terbatas. Jangan khawatir, kami sudah menggandeng sejumlah produsen minyak goreng untuk pengadaan hingga 4 bulan ke depan,” katanya.

Terkait kemungkinan pembelian di atas 2 liter, dia mengatakan, jika masih sebatas kewajaran, misalnya 4 liter, tentu masih bisa dimaklumi. Sebab menurutnya, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) memang sangat membutuhkan minyak goreng untuk berusaha.

Meski demikian, sambung Damikrot, pihaknya senantiasa mengimbau, memantau, serta menyosialisasikan kebijakan pemerintah, soal harga eceran tertinggi (HET) Rp14 ribu, serta membeli 2 liter per orang.

“Kalau pemerintah, sifatnya hanya mengimbau. Sedangkan jika terjadi tindak pidana, tentu ditangani pihak kepolisian,” tuturnya.

Untuk memberi kenyamanan pada masyarakat, lanjutnya, Dinas Perdagangan Kota Medan akan rutin menggelar pasar murah sebagai wujud tindak lanjut instruksi pemerintah, yakni ke pasar ritel. Khusus ritel, imbuh Damikrot, sejauh ini menjual minyak goreng Rp14 ribu per liter. Namun untuk pasar tradisional belum bisa dijalankan, sebab pedagang mengaku saat membeli, harganya sudah Rp18 ribu per liter.

“Sampai saat ini di pasar tradisional memang masih bervariasi, sekitar Rp19 ribu sampai Rp20 ribu per liter. Nah, jika persediaan mereka habis, kami sarankan untuk menjualnya sesuai instruksi pemerintah,” ujarnya.

Dia pun mengatakan, pasar murah yang digelar Pemko Medan telah menyalurkan minyak goreng murah mencapai 25.000 liter. Pasar murah tersebut akan terus berlanjut di sejumlah titik, bahkan harganya hanya Rp12 ribu per liter.

“Menjelang Tahun Baru Imlek ini, kami gelar pasar murah di sejumlah titik dengan harga minyak goreng Rp12 ribu per liter,” pungkas Damikrot. (map/saz)

Nixon Jabat Kasipidum Kejari Medan Gantikan Riachad SP Sihombing

PIMPIN: Kajari Medan T Rahmatsyah, saat memimpin sertijab Kasipidum lama ke yang baru, Kamis (27/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Teuku Rahmatsyah, memimpin pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Medan, Nixon Andreas Lubis, Kamis (27/1/) lalu.

Pelantikan Nixon, menyusul keluarnya Keputusan Jaksa Agung RI No: KEP-IV-882/C/12/2021 tertanggal 9 Desember 2021, sebagai Kasi Pidum Kejari Medan, menggantikan Riachad SP Sihombing. Nixon sebelumnya menjabat sebagai Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pematangsiantar.

Sementara pejabat lama, Riachad, mendapatkan promosi sebagai Kasi Penuntutan pada Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut).

Pelantikan dan serah terima jabatan tersebut, hanya dihadiri sejumlah pejabat struktural eselon 4 dan eselon 5 lingkup Kejari Medan, dan dari Ibu-ibu Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Kota Medan.

Dalam sambutannya, Kajari Medan, Teuku Rahmatsyah mengatakan, mutasi merupakan hal biasa di kejaksaan, yang bertujuan penyegaran dan dalam rangka pembinaan jabatan. Dia pun meminta, pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan internal maupun eksternal kejaksaan. Sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Amanah jabatan ini harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan berintegritas. Selalu jaga kekompakan dalam bertugas,” pungkas Rahmatsyah. (man/saz)

Pelanggan Telkomsel di Medan Dapat Hadiah Motor CBR di Program POIN Sakti

Telkomsel serahkan hadiah utama Motor CBR melalui program POIN Sakti. Manager Branch Medan Telkomsel Achdiat Suryana menyerahkan secara simbolis hadiah Mobil kepada Pelanggan Telkomsel Etika Sri M di Medan, Sumatera Utara (27/1). Sebelumnya, melalui program POIN Sakti, pelanggan yang mengaktifkan paket Combo atau Internet Sakti berkesempatan memenangkan hadiah menarik seperti Motor, Smartphone dan Saldo Link Aja dari Telkomsel, dengan cara menukarkan sejumlah POIN yang ada. Dalam meningkatkan loyalitas pelanggan, Telkomsel terus menggelar beragam progam menarik berhadiah yang dapat memberikan nilai tambah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel serahkan hadiah utama Motor CBR melalui program POIN Sakti. Manager Branch Medan Telkomsel Achdiat Suryana menyerahkan secara simbolis hadiah Mobil kepada Pelanggan Telkomsel Etika Sri M di Medan, Sumatera Utara (27/1).

Sebelumnya, melalui program POIN Sakti, pelanggan yang mengaktifkan paket Combo atau Internet Sakti berkesempatan memenangkan hadiah menarik seperti Motor, Smartphone dan Saldo Link Aja dari Telkomsel, dengan cara menukarkan sejumlah POIN yang ada. Dalam meningkatkan loyalitas pelanggan, Telkomsel terus menggelar beragam progam menarik berhadiah yang dapat memberikan nilai tambah.

Laporan CDP, Indonesia Maju Pesat Dalam Menghentikan Deforestasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indonesia saat ini telah memperlihatkan kemajuan pesat dalam upaya mewujudkan masa depan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan, Pemerintah Indonesia telah mengambil sejumlah langkah positif dalam mewujudkan komitmennya untuk menghentikan laju deforestasi dan mendorong penerapan pendekatan lanskap atau landscape approach dan yurisdiksi atau jurisdictional approach (LA/JA) di Indonesia.

Demikian disampaikan dalam laporan terkini dari CDP, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada penyelenggaraan sistem pelaporan lingkungan dari perusahaan, perkotaan, negara hingga regional, yang diterima SumutPos.co, Jumat (28/1/2022). Laporan dari CDP ini menyoroti peran LA/JA dalam menciptakan keselarasan antara sektor Pemerintah, swasta dan publik.

Tujuan dari LA/JA adalah untuk menyeimbangkan berbagai tuntutan penggunaan lahan yang seringkali saling bertentangan melalui penerapan strategi jangka panjang. Strategi jangka panjang ini tentunya akan melibatkan para pemangku kepentingan di tingkat lokal dan akan berfokus pada tujuan keberlanjutan bersama mereka.

Kolaborasi ini dilakukan untuk menciptakan keselarasan antara sektor pemerintah, swasta, dan publik, serta masyarakat dalam pembuatan strategi serta kebijakan penggunaan lahan di Indonesia. Dengan demikian, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat program Pemerintah untuk menghentikan laju deforestasi pada tahun 2030.

Thomas Maddox, Global Director Forest and Land, CDP mengatakan, secara global, respon terhadap perubahan iklim masih jauh dari apa yang sudah ditargetkan pada Perjanjian Paris. Seringkali hambatan utama dalam mewujudkan ini berasal dari rendahnya kesadaran masing-masing individu. “Karena itu, kegiatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak menjadi sangat dibutuhkan. LA/JA membantu mengatasi masalah lingkungan dan sosial di lapangan dan kami berharap laporan ini membantu meningkatkan kesadaran akan manfaat pendekatan LA/JA dan memperlihatkan adanya kebutuhan mendesak untuk upaya-upaya kolaboratif lebih lanjut,” kata Thomas.

Tahun lalu, laju deforestasi di Indonesia menurun hingga 75% dengan cakupan area sebesar 5 kali luas Kota Jakarta (jika dibandingkan dengan kondisi deforestasi sepanjang tahun 2018 dan 2019). Ini tercapai berkat kerja kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik publik maupun pihak swasta, melalui pendekatan LA/JA.

LA/JA sendiri merupakan pendekatan holistik untuk pengelolaan pemanfaatan lahan berkelanjutan yang saat ini mulai menunjukkan keberhasilannya di tingkat global. Laporan terkini CDP menunjukkan, LA/JA sangat dibutuhkan untuk menanggulangi kerusakan lingkungan akibat deforestasi. Pada periode 2018-2019, laju deforestasi mencapai 462.500 hektar atau setara dengan 650.000 kali luas lapangan sepak bola. Selain itu, LA/JA juga diharapkan mampu memastikan bahwa Indonesia, dan juga negara lain di dunia, tetap konsisten dalam memenuhi janji mengakhiri deforestasi pada tahun 2030 yang dibuat saat penyelenggaraan COP26 di Bulan November 2021.

Laporan CDP juga mengungkapkan, Indonesia memimpin secara global dalam penerapan LA/JA. Pencapaian ini terwujud berkat dukungan berbagai pihak, termasuk dalam hal ini Lingkar Temu Kabupaten Lestari atau LTKL, organisasi asosiasi Pemerintah Kabupaten yang dibentuk dan dikelola untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui prinsip kerja sama antara berbagai pemangku kepentingan. Didirikan pada tahun 2017 oleh delapan kabupaten, saat ini LTKL memiliki sembilan anggota kabupaten dan bekerja sama dengan lebih dari 20 mitra terkemuka dari tingkat global, nasional, dan regional, termasuk CDP.

Sejauh ini, Pemerintah Indonesia juga memimpin dalam upaya memastikan bahwa pemantauan dan pencatatan kemajuan penyelenggaraan LA/JA bisa berjalan dengan baik. Dengan demikian, best practice yang telah dilakukan bisa dibagikan secara global melalui inisiatif yang dilakukan BAPPENAS (atau Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional) dan didanai oleh Uni Eropa (The Terpercaya Initiative).

“Saat penyelenggaraan COP26, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan berbagai langkah yang sudah diambil pemerintah dalam upaya menurunkan emisi karbon. Pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan menjadi kunci langkah strategis yang diambil Pemerintah. Deforestasi telah turun hingga tingkat terendah selama 20 tahun belakangan ini, kebakaran hutan juga turun 82 persen di 2020 dan rehabilitasi kawasan lahan gambut dan hutan bakau juga saat ini sedang berlangsung,” ujar John Leung, Director, Southeast Asia and Oceania, CDP.

Di Indonesia, setidaknya ada 23 penyelenggaraan pendekatan yurisdiksi yang sedang aktif atau berlangsung di delapan provinsi dan 14 kabupaten. Tujuh provinsi di Indonesia telah secara terbuka mengungkapkan implementasi yang sedang berlangsung melalui kuesioner CDP pada tahun 2020. Dari jumlah ini, hanya lima di antaranya yang menyadari adanya penyelenggaraan implementasi LA/JA yang mencakup sekitar 56% kawasan hutan di negara ini. Kondisi umum yang tersedia di provinsi masing-masing meliputi 1) deforestasi dan/atau degradasi hutan yang teridentifikasi sebagai masalah di wilayah tersebut, 2) memiliki kebijakan untuk mengatasi deforestasi dan/atau degradasi hutan, 3) memiliki rencana aksi perubahan iklim dan 4) aktif bekerjasama dengan dunia usaha atau swasta di bidang lingkungan hidup dan pengelolaan hutan.

“Kami melihat langsung bagaimana kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, swasta, mitra pembangunan dan masyarakat luas melalui pendekatan jurisdiksi mampu mendorong pembangunan lestari di kabupaten anggota LTKL. Akan tetapi, yang amat penting adalah memastikan masing-masing pemangku kepentingan yang terlibat paham betul mengapa mendorong pembangunan lestari itu menguntungkan dan penting. Hanya dengan cara ini kita bisa mendorong kolaborasi yang lebih erat lagi. Dengan pendekatan ini, kami juga percaya bahwa dampaknya bisa mengubah perilaku yang eksploitasi dan menimbulkan perusakan lingkungan menjadi kegiatan yang jauh lebih lestari, baik secara konsumsi maupun produksi,” ungkap Gita Syahrani, Kepala Sekretariat, Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL).

Oleh karena itu, CDP merekomendasikan beberapa tindakan untuk menegakkan kebijakan keberlanjutan dan lingkungan secara efektif di lapangan. Pertama, tetapkan visi bersama dan tujuan keberlanjutan lanskap/yurisdiksi melalui pembentukan platform multi pemangku kepentingan. Platform multi-stakeholder dapat memfasilitasi kolaborasi dan mendorong inklusivitas semua aktor yang relevan (Pemerintah, sektor swasta, organisasi non-Pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat) dalam perencanaan, pengembangan, pelaksanaan dan pemantauan tujuan keberlanjutan dan lingkungan bersama.

Kedua, memiliki jaringan kerja kebijakan lingkungan yang kuat yang memfasilitasi pelaksanaan tujuan jangka panjang lanskap/yurisdiksi dan melampaui periode administratif yurisdiksi. Komitmen dari platform multi-stakeholder bisa ditetapkan dan dijaga dengan kebijakan jangka panjang (baik yang baru dikembangkan maupun yang sudah ada) sehingga mampu melampaui masa jabatan pemerintahan.

Ketiga, Pemerintah perlu memimpin peta jalan untuk mencapai tujuan bersama dan melihat ke belakang untuk praktik terbaik penerapan LA/JA. Pemerintah provinsi dan kabupaten perlu memimpin dan mengkoordinasikan berbagai kerangka kerja serta inisiatif internasional maupun nasional yang sedang berjalan di wilayah mereka untuk mencapai hasil lanskap/yurisdiksi yang diharapkan secara efektif.

Keempat, pentingnya pengumpulan data yang kuat, pelaporan dan pemantauan LA/JA. Dengan pengumpulan, pelaporan, dan pemantauan data, Pemerintah Daerah dapat menunjukkan kemajuan dalam menangani masalah lingkungan dan sosial yang rumit di wilayahnya masing-masing dan menunjukkan kontribusinya terhadap komitmen global (misalnya: NDC dan SDG) dan membuat kemajuan mereka lebih mudah diakses ke pasar global. (rel/adz)