KUNJUNGAN : Dishub Kota Medan bersama Satlantas Polrestabes Medan melakukan kunjungan ke kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut, Jumat (17/12) siang. Kunjungan guna meninjau sopir angkot yang terjaring razia narkoba.istimewa/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan bersama Satlantas Polrestabes Medan melakukan kunjungan ke kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut, Jumat (17/12) siang. Kunjungan itu dilakukan guna meninjau secara langsung 25 orang sopir angkutan kota (angkot) di Kota Medan yang terjaring razia narkoba berupa tes urin yang dilakukan BNNP Sumut bersama tim gabungan selama 4 hari berturut-turut, yakni mulai Senin (13/12) hingga Kamis (16/12) lalu dan saat ini menjadi tahanan BNNP Sumut.
KUNJUNGAN : Dishub Kota Medan bersama Satlantas Polrestabes Medan melakukan kunjungan ke kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut, Jumat (17/12) siang. Kunjungan guna meninjau sopir angkot yang terjaring razia narkoba.istimewa/sumut pos.
“Hari ini kami melakukan kunjungan ke BNNP (Sumut). Kita sudah lihat kondisi mereka yang saat ini ditahan BNN. Kami berkoordinasi dengan Kepala BNNP pasca penahanan driver-driver angkot itu,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT kepada Sumut Pos, Jumat (17/12).
Dikatakan Iswar, pihaknya juga meminta agar ada tindakan tegas dan pembinaan serta proses hukum yang benar atau yang sesuai kepada sopir-sopir yang terbukti menggunakan narkoba tersebut. “Sebab ditangan sopir-sopir ini bukan hanya ada nyawanya, tapi juga ada nyawa orang lain, bahkan nyawa orang banyak,” ujarnyan
Ditegaskan Iswar, razia narkoba berupa tes urin kepada para sopir angkot di Kota Medan tidak akan berhenti sampai disini atau di tahun 2021 ini. Sebaliknya, Iswar memastikan bahwa razia serupa akan terus dilakukan kedepannya.
Bahkan sesuai instruksi Wali Kota Medan Bobby Nasution, Pemko Medan akan menjadikan razia narkoba kepada para sopir angkot di Kota Medan sebagai agenda rutin. “Sudah kita bicarakan, bahwa razia ini bukan hanya untuk bulan ini atau tahun ini saja. Akan tetapi, razia ini sudah kita programkan agar menjadi kegiatan rutin di tahun depan,” tegasnya.
Tak cuma razia narkoba berupa tes urin kepada para sopir, Iswar juga memastikan bahwa razia juga akan terus menyasar kepada kelengkapan-kelengkapan administrasi. Setiap sopir wajib memiliki SIM, serta membawa STNK dan KIR yang masih berlaku.
Untuk itu, Iswar meminta kepada para sopir angkot di Kota Medan untuk tidak coba-coba menggunakan narkoba. (map/sih)
AUDIENSI : Wali Kota Medan Bobby Nasution menerima audiensi dari Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara di Kantor Wali Kota Medan, Kamis (16/12).istimewa/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution, mendorong agar Kota Medan dapat menjadi tuan rumah pada pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) pada tahun 2023 mendatang. Bobby memastikan, Kota Medan siap menjadi tuan rumah pelaksanaan HPN di Tahun 2023.
AUDIENSI : Wali Kota Medan Bobby Nasution menerima audiensi dari Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara di Kantor Wali Kota Medan, Kamis (16/12).istimewa/sumutpos.
Diharapkan Bobby, dengan terpilihnya Kota Medan menjadi tuan rumah pelaksanaan HPN Tahun 2023 di Kota Medan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Apalagi wartawan yang akan mengikuti kegiatan HPN tersebut tidak hanya wartawan dari tingkat lokal maupun nasional saja, akan tetapi juga diikuti insan pers Internasional dalam tingkat Asia.
Kesiapan ini disampaikan Bobby Nasution, saat menerima audiensi dari Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara di Kantor Wali Kota Medan, Kamis (16/12) sore.
Dihadapan Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik, Sekretaris Hamonangan Panggabean dan Wakil Ketua Rifky Warisan, Bobby Nasution mengatakan bahwa untuk menyambut HPN tahun 2023 nanti, tentunya Kota Medan harus berbenah terlebih dahulu. Sehingga, ada perubahan dari wajah Kota Medan yang jauh lebih baik.
Oleh karena itu, Pemko Medan memerlukan peran serta para wartawan dalam menyampaikan informasi kepada seluruh masyarakat Kota Medan agar dapat mendukung dan ikut serta dalam mewujudkan program prioritas Pemko Medan.
“Kami memerlukan dukungan dari teman-teman wartawan untuk menyampaikan informasi secara lebih masif kepada masyarakat agar ikut serta dalam mewujudkan program prioritas Pemko Medan,” ucap Bobby.
Dalam pertemuan itu, Bobby juga menyambut baik keinginan PWI Sumut agar dapat membantu para wartawan yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Nanti akan coba saya hubungkan dengan Pak Rektor Universiras Sumatera Utara (USU) agar dibuat (MoU) terkait pelaksanaan pendidikan. Jadi USU memberi fasilitas masuk kuliah, Pemko Medan memberikan beasiswa dan PWI Sumut menyediakan sumber daya manusianya,” ujar Bobby saat didampingi Plt Kepala Dinas Kominfo Mansursyah dan Kabag Prokopim Arrahman Pane.
Bobby juga mengaku akan membicarakan kepada OPD terkait, tentang rencana pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Kota Medan yang akan dilaksanakan pada 21 dan 22 Desember mendatang.
Sebelumnya, Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik menyampaikan, pihaknya telah menerima tawaran dari PWI Pusat untuk menjadikan Kota Medan sebagai tuan rumah pada kegiatan HPN tahun 2023.
Selain itu, kedatangan pengurus PWI Sumut juga ingin mengundang Wali Kota Medan dalam pelaksanaan pelantikan pengurus PWI Sumut yang digelar (18/12) di Hotel Garuda Plaza. (map/sih)
UJUNG TOMBAK:
Irfan Jaya menjadi ujung tombak Indonesia saat melawan Malaysia di Stadion Nasional Singapura, Mingg (19/12) malam.
SUMUTPOS.CO – Indonesia wajib berjuang mati-matian saat menghadapi Malaysia pada pertandingan terakhir Grup B Piala AFF 2020 di Stadion Nasional Singapura, Minggu (19/12) malam. Pasalnya, ini merupakan laga penentuan tiket lolos ke semifinal.
UJUNG TOMBAK:
Irfan Jaya menjadi ujung tombak Indonesia saat melawan Malaysia di Stadion Nasional Singapura, Mingg (19/12) malam.
Saat ini Indonesia memimpin Grup B dengan tujuh angka dari tiga pertandingan. Garuda hanya unggul selisih gol dari Vietnam di posisi kedua. Sedangkan Malaysia berada di peringkat ketiga dengan koleksi enam angka.
Melihat posisi tersebut, Indonesia hanya membutuhkan hasil imbang untuk merebut satu tiket semifinal dari Grup B. Satu tiket lagi kemungkinan diraih Vietnam yang pada laga terakhir hanya melawan Kamboja.
Mengharapkan hasil imbang dari Malaysia bukanlah hal yang mudah. Pasalnya tim Negeri Jiran tersebut membutuhkan kemenangan guna menyingkirkan Indonesia.
Apalagi duel ini lebih sekadar pertandingan perebutan tiket. Laga ini juga adu gengsi dua musuh bebuyutan. Laman 11v11 melansir, Indonesia sudah 96 kali menghadapi Malaysia di semua kompetisi. Hasilnya Garuda menang 39 kali, imbang 21 kali dan kalah 36 kali.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia seperti kesulitan mengalahkan Malaysia. Pada Kualifikasi Piala Dunia 2022, Garuda dua kali dikalahkan Harimau Malaya tersebut.
Pelatih Indonesia, Shin Tae-yong sadar bahwa pertandingan melawan Malaysia selalu sengit. Usai laga melawan Vietnam, pelatih asal Korea itu fokus memulihkan kondisi para pemain Garuda.
“Saat ini kondisi pemain sangat baik. Memang laga melawan Vietnam membuat pemain pasti merasa terkuras stamina dan fisik mereka. Saat ini kami langsung fokus menghadapi Malaysia,” kata Shin Tae-yong dilansir dari laman PSSI.
STY berharap agar seluruh pemain Indonesia fit. Termasuk juga Egy Maulana Vikri yang masih berada di Eropa. “Saya sangat berharap Egy Maulana Vikri tiba di Singapura pada hari Sabtu (18 Desember 2021), lalu pada hari Minggu (19 Desember 2021), dia memiliki semua kondisi untuk bermain,” tambah STY.
Sementara itu, Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe, terkesan meremehkan Indonesia. Dia memprediksi Indonesia akan bermain bertahan, mengingat skuad Garuda hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke semifinal Piala AFF 2020.
“Jika ingin melangkah lebih jauh, pikiran kami harus selalu positif dan setiap pemain harus percaya dengan performanya, terutama saat melawan Indonesia,” kata Tan Cheng Hoe mengutip dari Media Malaysia, Harian Metro.
“Terpenting kami harus turun dengan atmosfer dan persiapan terbaik. Sebab, kami tahu Timnas Indonesia hanya ingin seri. Kami berharap Timnas Indonesia bermain bertahan,” lanjut pelatih yang dua kali mengalahkan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia tersebut. (bbs/dek)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah tengah berjuang keras untuk menekan penularan Covid-19, salah satunya mencegah meluasnya penularan varian Omicron. Pemerintah pun mengatur perayaan ibadah Natal secara fisik di gereja dengan mewajibkan gereja membentuk Satgas Covid-19.
ILUSTRASI: Perayaan ibadah Natal di Bulan Desember diminta tetap menerapkan prokes 3M, yakni pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan.
Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah meminta agar keanggotaan Satgas Covid-19 di gereja terdiri dari pengelola gereja, asosiasi persekutuan gereja, dan duta perubahan perilaku atau relawan yang ingin berpartisipasi. “Setelah Satgas Covid-19 dibentuk, segera melakukan rencana monitoring dan evaluasi kepatuhan protokol kesehatan (prokes) yang sistematis dan terencana untuk menekan peluang penularan virus Covid-19,” tutur Wiku seperti dikutip dari laman resmi Covid19.go.id, Jumat (17/12).
Wiku pun meminta agar masyarakat yang hendak melaksanakan ibadah Natal di gereja selalu disiplin melaksanakan prokes dalam setiap kegiatan. Adapun prokes yang dimaksud sesuai Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 16 Tahun 202, yaitu wajib memakai masker, mencuci tangan atau membersihkan tangan dengan hand sanitizer, menjaga jarak, menjauhi dan mencegah kerumunan, serta menghindari makan bersama (6M). “Masyarakat yang ingin beribadah secara fisik di gereja, diminta dengan sangat untuk tidak lengah dan terus menerapkan disiplin prokes serta tidak melakukan mobilitas kecuali ada keperluan darurat,” tegas Wiku.
Dalam keterangan pers yang juga ditayangkan melalui kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden itu, Wiku menyatakan, pemerintah tengah berjuang keras untuk menekan penularan Covid-19. Terlebih, kata dia, saat ini pemerintah telah mengonfirmasi temuan kasus Covid-19 varian baru, yaitu Omicron di tanah air.
Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menegaskan, harus ada pengetatan pintu masuk di seluruh perbatasan ke wilayah Indonesia untuk mencegah penyebaran kasus varian baru SARS-CoV-2 jenis B.1.1.529 atau Omicron.”Pertama, tentu memperketat masuknya (Omicron) di berbagai pintu masuk, baik udara, laut maupun darat. Jangan sampai itu lolos,” kata Wapres dalam keterangan di Jakarta, Jumat (17/12).
Zona Internasional KNIA Masih Ditutup
Manager of Branch Communication and Legal PT Angkasa Pura II Kualanamu International Airport (PT AP II KNIA), Chandra Gumilar mengatakan, hingga saat ini pintu kedatangan internasional di Kualanamu dibatasi. Hal ini sesuai peraturan yang diterapkan Satuan Petugas (Satgas) Covid-19, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
“Bandara di Indonesia yang masih aktif untuk kedatangan internasionalnya hanya lima, yakni Bandara Soekarno Hatta di Jakarta, Bandara Samratulangi di Manado, Bandara Ngurah Rai di Bali, Bandara Hang Nadim di Batam, dan Bandara Raja H Fisabilillah di Tanjung Pinang. Selain itu, semua bandara zona kedatangan internasionalnya ditutup,” ujar Chandra kepada Sumut Pos di Medan, Jumat (17/12).
Dia menuturkan, awalnya KNIA sudah ada persiapan membuka kembali zona kedatangan internasional, namun dibatalkan. “Jadi yang aktif cuma zona domestik saja,” paparnya.
Disinggung terkait pengawasan Virus Omicron masuk ke Sumatera Utara (Sumut) melalui penumpang dari KNIA, Chandra menjelaskan, pihaknya hanyalah sebatas operator semata. Terkait syarat dan peraturan penerbangan yang menentukan adalah Pemerintah.”Jadi untuk pengawasan khusus memang tidak ada, hanya sesuai dengan Peduli Lindungi,” ucapnya.
Namun, lanjutnya, ada aturan baru untuk perjalanan Domestik untuk Periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, yang efektif mulai 24 Desember 2021-2 Januari 2022, yakni wajib vaksin dosis lengkap (dosis 1 dan 2) dan negatif hasil antigen dengan masa berlaku 1×24 jam. Anak usia di bawah 12 tahun, wajib menunjukkan hasil negatif PCR dengan masa berlaku 3×24 jam.
Kemudian, bagi yang belum vaksin dosis lengkap (dosis 1 dan 2), atau tidak divaksinasi sementara dibatasi untuk bepergian. Dan bagi yang belum vaksin dosis lengkap (dosis 1 dan 2), atau tidak dapat divaksinasi namun akan melakukan perjalanan dengan alasan medis atau berobat, wajib menunjukkan hasil negatif PCR 3×24 jam dan surat keterangan dari dokter Rumah Sakit Pemerintah.”Peraturan ini berdasarkan surat edaran Menteri Perhubungan Nomor III Tahun 2021,” pungkasnya.
PHRI Sumut Siapkan 10 Hotel di Medan
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara (Sumut) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Medan menggelar vaksinasi bagi lansia di akhir pekan. Ada 10 hotel berbintang di Kota Medan ikut serta.
Ketua Badan Pengurus Daerah PHRI Sumut, Denny S Wardhana mengatakan, ada 10 hotel berbintang di Kota Medan ikut serta. Ke-10 hotel itu, yakni Garuda Plaza Hotel, Cambridge City Square, Grand INNA Hotel, Hotel Le Polonia, Hotel Ibis, Hotel Grand Central Medan, Hotel Arya Duta, Hotel Harper, Hotel Grand Mercure, dan Karibia Boutique Hotel.
Vaksinasi ini, berlangsung serentak di 10 hotel tersebut mulai hari ini, Sabtu (18/12). Dimulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Selain untuk Lansia, juga berlaku bagi pengunjung hotel yang belum divaksin. “Jadi, untuk vaksinasi lansia di hotel dilakukan bersama 10 hotel di Kota Medan,” kata Denny saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (17/12).
Denny menjelaskan vaksinasi Lansia dilakukan di 10 Hotel tersebut, dengan sasaran tamu hotel yang Lansia yang biasa di akhir pekan menghabiskan waktu bersama keluarga dengan menginap di hotel.
Untuk pelaksanaan vaksinasi ini, Denny menyebutkan, belum tahu sampai kapan. Ia mengatakan hingga capai target menurut Pemko Medan sudah tercapai.”Belum tahu, pastinya sampai targetkan disampaikan Pak Wali tercapai lah,” kata Denny.
Denny berharap, dengan capai target vaksinasi bagi seluruh masyarakat, terutama di Kota Medan. Sehingga, penyebaran Covid-19 dapat ditekan secara maksimal dan dapat memberikan dampak baik bagi usaha perhotelan dan restoran di kota terbesar nomor tiga di Indonesia ini.
Pencapaian vaksinasi juga dikebut Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak. Kapoldasu akan mengebut capaian vaksinasi di seluruh daerah Sumut dengan menggelar vaksinasi secara serentak.
Panca mengungkapkan bahwa Polda Sumut dan Kodam I/BB terus mempercepat vaksinasi secara serentak di Sumut dengan target 70 persen di akhir Desember 2021, bahkan pihaknya berharap lebih dari itu.”Saya minta Kapolres dan Dandim agar lebih bekerja keras lagi terutama yang belum mencapai target vaksinasi, Kapolres wajib melihat capaian perharinya agar bisa memperhitungkan dengan cermat target perhari, jumlah stok vaksin dan di akhir Desember ini bisa mencapai 70 persen bahkan lebih,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga memerintahkan jajaran untuk kembali menggenjot pelaksanaan Testing dan Tracing, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan terus digencarkan secara massif. “Batalyon vaksin yang saat bekerja akan kita tingkatkan kinerjanya, Testing dan Tracing kita masifkan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya deteksi, apabila ditemukan kasus terkonfirmasi positif agar segera dibawa pada tempat karantina atau isolasi,” tegasnya.
Menurutnya, Operasi Yustisi harus bergerak terus untuk memastikan protokol kesehatan (Prokes) terus berjalan dengan melaksanakan pengawasan, teguran dan kontrol di lapangan secara ketat, terutama pada tempat interaksi masyarakat yang berintensitas tinggi. “Seperti mal, pertokoan, pasar, restoran, tempat rekresasi, tempat hiburan, dan terminal,” pungkasnya.
Sedangkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Sumatera Utara (IDI Sumut) dr Ramlan Sitompul SpTHT-KL(K) meminta, meskipun Omicron sudah masuk ke tanah air, masyarakat diimbau tidak usah panik. Hal ini karena tingkat kematiannya rendah. Namun, di satu sisi memang angka penyebarannya tinggi. “Tetap patuhi imbauan pemerintah, yaitu selalu menerapkan protokol kesehatan dan ikuti vaksinasi bagi yang belum. Tidak usah, kita sudah pernah melalui yang lebih berat dari itu dan mampu bertahan,” paparnya.
Ramlan meminta kepada pemerintah daerah agar menjaga ketat pintu masuk negara, seperti bandara dan pelabuhan. Selain itu, pelabuhan jalur tikus juga demikian. “Intinya kita tidak boleh lengah dan jangan sampai kecolongan. Perketat pintu masuk negara, termasuk jalur tikus. Kemudian, jangan melakukan perjalanan keluar negeri, apalagi ke negara-negara yang terjangkit varian baru virus corona itu. Apabila memang melakukan perjalanan keluar negeri, maka patuhi aturan yang berlaku yaitu wajib dilakukan tindakan karantina sesuai waktu yang ditentukan,” pungkasnya.
Ancam Ekonomi Sumut
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin melihat dari analisis ekonomi, yang berdampak dengan Sumut atas masuknya varian Omicron.
“Meskipun kita tidak begitu terkejut dengan kabar masuknya varian Omicron tersebut, karena banyak negara lain sudah terinfeksi, termasuk negara tetangga Indonesia (Malaysia dan Singapura). Akan tetapi kabar kehadiran omicron di tanah air akan membuat ekonomi nasional sulit terbebani, khususnya di wilayah Sumut,” ucap Gunawan, Jumat (17/12). Gunawan menjelaskan bahwa Sumut sendiri punya pengalaman sangat buruk dengan kehadiran COVID-19 sebelumnya. Sumut terjebak dalam resesi meskipun belakangan ini mampu kembali pulih.
“Namun, kita sampai saat ini belum sepenuhnya beranjak dari pengalaman pahit dimana Sumut pertumbuhan ekonominya negatif. Kuartal keempat 2020, BPS memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumut -2.94%, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya,” jelas Gunawan. Gunawan juga mengatakan pertumbuhan ekonomi negatif juga masih berlanjut, khususnya di awal tahun (kuartal I) 2021. Dampak kerusakan ekonomi yang terjadi di wilayah Sumut, akibat Covid-19 itu masih akan terasa setidaknya paling cepat hingga 2025 mendatang. (map/ris/dwi/gus/jpg).
SUMUTPOS.CO – Bertepatan dengan HUT ke-126 BRI pada 16 Desember 2021, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI resmi menutup UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021, pameran virtual yang diikuti oleh 500 UMKM di seluruh Indonesia. Seluruh rangkaian kegiatan ini telah terlaksana dengan sukses.
Pada kegiatan penutupan acara tersebut, Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto mengungkapkan bahwa transaksi business matching pada acara ini telah melampaui target yang ditetapkan.
“Sebanyak 110 buyers yang berasal dari 31 negara dari Amerika Serikat, Uni Eropa, Timur Tengah, Jepang, Australia, berhasil menandatangani commitment deal bersama 163 UMKM dengan nilai transaksi mencapai US$72,13 juta. Angka tersebut melampaui target sebesar US$65 juta. Pencapaian ini menjadi momentum bagi UMKM Indonesia untuk survive, bangkit, dan bertransformasi dalam menjawab tantangan yang ada,” imbuhnya.
Pada acara business matching, BRI berfokus pada UMKM yang belum pernah mengekspor produknya. Tak lain agar mereka dapat merambah peluang pasar dan mendapatkan experience ekspor.
“Banyak manfaat yang diperoleh UMKM dalam kegiatan ini, seperti kurasi yang bertujuan untuk memastikan kualitas produk UMKM tetap terjaga. Selain itu, terdapat pelatihan marketing online sehingga pelaku usaha mendapatkan pengetahuan baru terkait pemasaran di marketplace,” katanya dalam Closing Ceremony UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021.
Kesuksesan acara ini pun dapat terlihat dari nilai transaksi maupun jumlah peserta yang berpartisipasi. Hal ini membuktikan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Selain dari kuantitas, kualitas dan pengalaman UMKM juga bertambah. Mereka mendapatkan pengetahuan dan akses pasar yang lebih luas untuk mengembangkan usahanya.
Tercatat hingga 15 Desember 2021, jumlah pengunjung website brilianpreneur.com mencapai 300 ribu views. Selain dari sisi jumlah pengunjung, transaksi pembelian produk-produk peserta UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021 melampaui angka pembelian di event yang sama pada tahun lalu, yakni Rp. 8,1 miliar atau tumbuh 161% year on year.
Perlu diketahui, transaksi pembelian produk UMKM ini masih berlangsung hingga 31 Desember 2021. BRI pun optimistis target transaksi pembelian bisa menembus Rp10 miliar. UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021 kali ini juga menghadirkan konten-konten digital menarik yang bertujuan untuk mengedukasi dan mendukung UMKM. Sejumlah kegiatan ini meliputi episode live shopping, coaching clinic, podcast, virtual trip, dan hiburan berupa music performances dan fashion show.
Pada puncak acara, BRI memberikan penganugerahan UMKM Awards 2021 dengan menghadirkan sejumlah kategori, yakni “UMKM Best Newcomer in Business Matching” dan “UMKM Top Deals in Business Matching”. Sementara kategori penghargaan untuk buyer, yakni “The Highest Deal Commitment” dan “The Highest Business Matching Activity”. Dalam event ini, kegiatan promosi produk UMKM di bazaar online via e-commerce Shopee dan PaDi UMKM juga menarik antusiasme masyarakat. Keberhasilan ini didukung oleh promo menarik berupa diskon pembelian produk yang menggunakan Kartu Debit dan Kartu Kredit BRI.
Semua penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari BRI untuk membangun motivasi dan semangat kepada UMKM dalam mengembangkan bisnisnya. Pada kesempatan yang sama, BRI juga menyerahkan sejumlah donasi senilai Rp100 juta kepada komunitas Sahabat UMKM.
Dana ini diperoleh dari hasil lelang kolaborasi antara produk UMKM dengan para desainer ternama. Kesuksesan UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021 tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun pembicara dan narasumber yang telah membagikan pengetahuan kepada para pelaku UMKM. Kegiatan ini pun menjadi tonggak baru bagi UMKM Indonesia naik kelas dan merambah ke pasar gobal.
Ke depan, BRI terus berkomitmen untuk mendukung UMKM dan produk lokal dengan menyelenggarakan acara menarik serupa. Untuk informasi mengenai kegiatan UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2021 dapat diakses melalui situs www.brilianpreneur.com . (rel/ram)
TERPEROSOK: Satu unit mobil berpenumpang 7 orang terperosok di Jalinsum Toba yang mengalami longsor. istimewa/sumu t pos.
TOBA, SUMUTPOS.CO – Jalan lintas Sumatera (Jalinsum) di Toba, Sumatera Utara (Sumut), mengalami longsor. Satu unit mobil terperosok hingga membuat satu penumpang terluka.
TERPEROSOK: Satu unit mobil berpenumpang 7 orang terperosok di Jalinsum Toba yang mengalami longsor. istimewa/sumu t pos.
“Benar telah terjadi tanah longsor di badan jalan tepatnya di Jalinsum, Dusun 3 Desa Gurgur Aek Raja, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba,” kata Kasi Humas Polres Toba Iptu Bungaran Samosir, Jumat (17/12).
Bungaran mengatakan, peristiwa itu terjadi pada pukul 04.00 WIB tadi. Dia mengatakan satu dari tujuh orang penumpang terluka akibat peristiwa itu. “Kedalaman longsor sekira 3 meter dari jalan. Penumpang tujuh orang, satu orang luka ringan sementara enam orang negatif luka,” ujar Bungarann
Diceritakan Bungaran, mobil itu datang dari arah Tarutung. Dia menduga sopir tidak melihat longsor di depannya sehingga mobil masuk ke jurang dan terbalik. Personel Satlantas serta Polsek Balige disebut masih berupaya mengangkat mobil itu. Selain itu, petugas masih di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas.
Ratusan Rumah Terendam Banjir di Gunungsitoli
Sedikitnya 350 rumah milik warga di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, terendam banjir akibat meluapnya sejumlah sungai setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (16/12) malam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gunungsitoli, Ignatius Harefa mengatakan, air yang menggenangi rumah warga berasal dari luapan Sungai Nou, Sungai Afia serta Sungai Sowu. Ketinggian air mencapai 1 meter hingga 4 meter.
“Banjir terjadi akibat terjadinya intensitas hujan yang cukup tinggi di Kota Gunungsitoli sejak Kamis malam. Air sungai meluap dan menggenangi rumah warga mulai Jumat dini hari,” kata Harefa, Jumat (17/12).
Harefa menjelaskan, evakuasi terhadap warga yang rumahnya terendam banjir dilakukan oleh BPBD Kota Gunungsitoli bekerja sama dengan Basarnas Nias, Satpol PP dan TNI dari Kodim 0213/Nias.
Saat ini, kata Harefa, sebagian warga sudah pulang untuk membersihkan rumah mereka masing-masing menyusul ketinggian air yang sudah mulai surut. “Usai terjadinya banjir, BPBD Kota Gunungsitoli mendistribusikan air bersih untuk keperluan warga yang terdampak banjir dan selalu standby jika ada peningkatan kondisi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Basarnas Nias M Agus Wibisono melalui bagian pejabat humas Asanimu Waruwu, Jumat (17/12) mengatakan, kawasan yang terdampak banjir di sepanjang Pasar Nou hingga ujung kantor Pegadaian. Selain itu, Pasar Beringin dan Kampung Cinta Damai, Desa Boyo, Jalan Ampera, Jalan Supomo Ujung, dan Gang Umbu Pelita juga terdampak banjir. Banjir disebut terjadi karena hujan deras yang turun terus-menerus. Akibat hujan deras, sungai meluap. “Curah hujan yang mengguyur Kota Gunungsitoli dari kemarin hingga dini hari mengakibatkan luapan Sungai Nou naik,” ujarnya.
Permukiman di Tapsel Terendam Banjir
Banjir juga merendam pemukiman di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut). Banjir dipicu luapan air Sungai Batang Toru sejak Kamis (16/12). Banjir terjadi di Dusun II Muara Pardomuan dan Dusun III Setia Budi atau Kampung Sibara-bara, Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan.
“Air mulai naik dan merendam rumah-rumah warga mulai subuh tadi, sekarang ketinggian air ada yang sudah mencapai satu meter,” kata Kepala Desa Simataniari Habibullah Harahap, Jumat (17/12).
Selain itu, sekolah SD Negeri Tindoan Laut dan SMP Negeri 2 di daerah itu terendam. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar ditiadakan. “Alhamdulillah, hingga saat ini dilaporkan tidak ada korban. Hanya air semakin naik. Cuaca juga sedikit cerah panas, kecuali malam tadi ada hujan,” jelasnya.
Dia mengatakan air yang merendam wilayah tersebut berasal dari luapan Sungai Batang Toru dan Sungai Sangkunur. “Kita juga sudah infokan pagi ini ke pihak BPBD dan Pak Camat,” katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Utara mengingatkan Tapanuli Selatan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Potensi cuaca ekstrem itu dapat terjadi seperti di wilayah Muara Batang Toru, Batang Toru, Angkola Barat, Marancar, Sipirok, dan Angkola Timur yang sejumlah besar berlokasi di hulu Angkola Sangkunur, yang saat ini mengalami banjir. (dtc/cnn)
JAMAAH UMRAH: Para jamaah umrah bersiap akan bertolak ke Tanah Suci, tahun lalu. Keberangkatan jamaah umrah ke Tanah Suci tahun ini menunggu keluarnya Peraturan Menteri Agama (PMA).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan penerbangan kembali calon jamaah umrah dari Indonesia ke tanah Suci di Arab Saudi yang rencananya digelar Kamis (23/12) pekan depan disebut batal.
Ilustrasi.
Hal tersebut diputuskan dalam pertemuan sejumlah kementerian, KJRI, dan penyelenggara umrah pasca temuan kasus pertama Covid-19 varian Omicron di Indonesia.
“Ya betul (ditunda pemberangkatan 23 Desember)n
Jadi kita punya rencana tadi ada saran pimpinan kita tunda sampai tanggal 2 Januari. 2 Januari [2022] kita evaluasi, bukan berarti langsung berangkat umrah. Tapi kita evaluasi, kalau memang suasana sudah dinyatakan reda dan memungkinkan maka segera diberangkatkan,” ujar Direktur pada Direktorat Bina Haji dan Umrah Kementerian Agama Nur Arifin, Jumat (17/12).
Nur Arifin menjelaskan pertemuan untuk mengambil keputusan itu dilakukan berbagai Kementerian/Lembaga terkait seperti Kemenkes, Kemenlu, Kemenhub, KJRI Jedah, dll dan dengan Para Asosiasi Penyelenggara Umrah. “Untuk membahas Kebijakan Penundaan Keberangkatan Umrah. Peserta rapat pada dasarnya siap mengamankan dan taat terhadap kebijakan ini,” katanya.
Sebelumnya, telah diberikan lampu hijau oleh Arab Saudi, Indonesia rencananya kembali memberangkatkan jamaah umrah asal Indonesia pada Kamis (23/12) pekan depan. Hal Itu mulanya akan menjadi penerbangan perdana calon jamaah asal Indonesia kembali ke tanah suci usai penerbangan umrah dari Indonesia ditutup pada Februari 2021 lalu akibat penyebaran virus corona (Covid-19).
Pemberangkatan umrah perdana di masa pandemi akan dilakukan melalui kebijakan satu pintu atau one gate policy (OGP). Para calon jemaah yang akan terbang ke tanah suci di Arab Saudi, akan dimasukkan terlebih dahulu ke Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Ini bertujuan untuk memastikan pelbagai protokol kesehatan yang disyaratkan pihak Saudi bisa dipatuhi dengan baik para calon jamaah.
Sebelumnya, Arab Saudi telah mencabut larangan terbang atau suspend penerbangan dari Indonesia terhitung mulai 1 Desember 2021. Pencabutan itu diiringi dengan kebijakan calon jamaah umrah tak perlu transit ke negara ketiga. Selain Indonesia, lima negara lainnya itu termasuk Pakistan, Brasil, Vietnam, Mesir, dan India. Pengumuman ini dikeluarkan berdasarkan pembaruan terhadap situasi Covid-19 Saudi dan global, termasuk di enam negara tersebut. (cnn)
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS. Josua Saragih didampingi istri Sinur boru Manik korban pengusiran karena ikut mendukung PT DPM.
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Josua Saragih (41)/Sinur boru Manik (34) warga dusun 2, desa Bongkaras, kecamatan Silima Pungga-Pungga, kabupaten Dairi, diduga diusir dari rumah yang mereka tempati karena ikut mendukung kehadiran PT Dairi Prima Mineral.
Josua Saragih didampingi istri Sinur boru Manik korban pengusiran karena ikut mendukung PT DPM. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
Josua Saragih didampingi istri Sinur boru Manik kepada wartawan, Jumat (17/12) malam mengakui, mereka diusir pemilik rumah karena ikut mendukung investasi dilakukan PT DPM berlokasi di dusun Sopokomil, desa Longkotan.
Josua menuturkan, mereka diusir pemilik rumah lantaran ia ikut berangkat ke kantor Bupati dan DPRD Dairi di Sidikalang, Senin (13/12) lalu, mengikuti aksi damai bersama ratusan warga lingkar tambang dari 5 desa dan 1 kelurahan di kecamatan Silima Pungga-Pungga.
Aksi damai dilakukan ratusan warga itu, untuk mendukung investasi dan meminta Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu dan Ketua DPRD, Sabam Sibarani supaya mendesak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya segera mengeluarkan revisi ijin analisis dampak lingkungan (Amdal) PT DPM agar bisa berproduksi.
Saat Josua pulang aksi dari Sidikalang. Ia kembali kerumahnya, dan mendapati istrinya, Sinur boru Manik dengan wajah sedih dan murung sambil menggendong anakbungsunya. Lalu ia bertanya pada iatrinya, apa yang sedang terjadi?.
Sinur menceritakan, bahwa pagi setelah Josua berangkat ke Sidikalang, istri pemilik rumah datang dan menanyakan. Mana Saragih?. Apkah dia ikut mendukung PT DPM?, tanyanya. Sinur menjawab, benar suami saya ikut aksi damai ke Sidikalang mendukung PT DPM.
Begitu mendapat jawaban seperti itu. “Pemilik rumah itu diduga emosi dan berkata, karena suami mu ikut aksi mendukung PT DPM, kalian harus keluar dari rumahku ini. Kalian tidak bisa lagi tinggal disini”, ucap Josua menirukan perkataan istri pemilik rumah bermarga boru S.
Setelah mendengar penjelasan istrinya, Josua menemui istri pemilik rumah dan meminta supaya keluarganya bisa tetap tinggal dirumah itu. Tetapi, permintaan Josua diabaikan dan menyuruh supaya segera angkat kaki dari rumahnya.
Tentu, sebagai kepala keluarga dan juga ayah dari 3 orang anak itu, beban berat kini dipikul Josua, apalagi dimasa pandemi corona virus disiase 2019 (Covid-19) saat ini. Josua mengaku, ia bekerja serabutan/tak menentu. Kadang sebagai kuli upahan diladang orang.
Kadangkala juga diperbengkelan dan ikut kuli bangunan/pertukangan. Josua mengaku, senang saat PT DPM melakulan investasi di kampungnya. Dimana, harapanya sangat besar bisa bekerja disana dan mendapat penghasilan untuk membutuhi istri dan anak-anaknya.
Lanjut Josua, begitu tau mau ada aksi damai ke kantor BUpati dan DPRD Dairi mendukung PT DPM segera beroperasi, ia langsung tergerak hatinya untuk ikut bersama warga lainya dan meminta ijin sama istrinya. Josua menyebut, kehadiran PT DPM, bukan untuk dirinya sendiri, tapi untuk pembangunan Dairi yang lebih baik.
Josua menyebut, keluarganya diusir pemilik rumah lantaran mendukung PT DPM, tidak terlepas dari hasutan/provokasi diIakukan lembaga swadaya masyarakat (LSM) penolak tambang selama ini.
Diduga, LSM tersebut menyebar hoax ditengah masyarakat kecamatan Silima Pungga-Pungga, sehingga sebagian masyarakat menjadi arogan, tempramen, dan tidak segan untuk bertentangan dengan saudaranya sendiri.
Josua mengatakan, perlu ambil bagian perjuangan mendukung investasi dilakukan PT DPM. Ia juga memahami, sebagai warga negara hak penyampaian pendapatnya dijamin oleh undang-undang.
Saya punya hak mendukung PT DPM, dan tidak ada orang bisa larang, terangnya. Pasca pengusiran itu, kini keluarga Josua Saragih terpaksa menumpang dirumah salahsatu warga yang sangat peduli dengan mereka.
Josua berharap, Menteri LHK, Siti Nurbaya segera keluarkan revisi ijin Amdal PT DPM supaya bisa segera beroperasi, dan ia pun berharap bisa bekerja di perusahaan tambang timah dan seng itu, harapnya.(rud).
VAKSINASI: Seorang anak menjalani suntikan vaksinasi Covid-19. IDAI menyarankan agar anak menjalani suntikan imunisasi sebelum melakukan vaksinasi Covid-19.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi terbaru agar anak usia 6-11 tahun aman mengikuti vaksinasi Covid-19. Ketua Umum IDAI dr. Piprim Basarah Yanuarso, dalam rekomendasi kali ini ada beberapa perubahan dibanding rekomendasi sebelumnya.
VAKSINASI: Seorang anak menjalani suntikan vaksinasi Covid-19. IDAI menyarankan agar anak menjalani suntikan imunisasi sebelum melakukan vaksinasi Covid-19.
Hal tersebut mengacu pada penemuan atau hasil diskusi dengan banyak pihak. IDAI merekomendasikan anak dengan penyakit kormobiditas seperti kondisi kronis yang stabil boleh diberikan imunisasi. Namun, setelah mendapat rekomendasi dari dokter yang merawat. Menurut IDAI, mereka mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk mengalami komplikasi jika terinfeksi Covid-19.
“Di lapangan itu anak-anak dengan kondisi yang kronis seringkali ditolak, tetapi IDAI justru menguatkan anak-anak dengan kronis tetapi stabil,” ujar dr Piprim dalam keterangannya, Jumat (17/12).
Misalnya, anak dengan penyakit jantung bawaan, boleh vaksin asal kondisinya stabil. Demikian juga anak dengan diabetes melitus, boleh vaksin asal gula darahnya terkontrol. Demikian juga anak dengan kondisi autoiumun terkontrol, harus mendapatkan vaksinasi. “Karena kalau mereka kena Covid-19 risikonya lebih tinggi,” kata Piprim.
Selain itu, anak yang telah sembuh dari Covid-19, termasuk yang mengalami long Covid-19, perlu dilakukan vaksinasi Covid-19. Namun, anak yang menderita COVID-19 derajat berat atau MIS-C (Multi System Inflammantory Syndrome in Children) pemberian vaksinasi Covid-19 ditunda 3 bulan.
Sementara pada derajat ringan hingga sedang dapat ditunda satu bulan. IDAI juga merekomendasikan anak dengan kebutuhan khusus, anak dengan gangguan perkembangan dan perilaku, dan anak di panti asuhan atau perlindungan, perlu mendapat vaksinasi Covid-19 melalui pendekatan khusus. Terakhir, jika sebelumnya jarak pemberian vaksin Covid-19 dengan vaksin lainnya minimal 4 minggu, IDAI merekomendasikan minimal dua minggu.
“Karena vaksin Covid-19 seperti Sinovac, Coronavac, atau vaksin biofarma, termasuk vaksin mati maka tidak masalah dengan jarak dua minggu,” katanya.
Ketua Satgas Imunisasi IDAI Prof Dr dr Hartono Gunardi, SpA(K) mengatakan program vaksinasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sebaiknya dilakukan terlebih dahulu. Namun, bila sekolah telah mendatangkan vaksin Covid-19, maka tidak masalah anak diberikan vaksin Covid-19 terlebih dahulu dan setelah 2 minggu kemudian dilakukan imunisasi BIAS. “Misalnya di daerah yang masih menunggu vaksin Covid-19-nya datang, silakan imunisasi BIAS terlebih dahulu, baru setelah itu diberikan vaksinasi Covid-19,” katanya.
Piprim menegaskan imunisasi penting dilakukan karena dapat mencegah penyakit-penyakit yang lebih berbahaya, terutama apabila penurunan cakupan vaksinasi berada di bawah 60 persen maka dapat menyebabkan kejadian luar biasa (KLB) timbul kembali. “Difteri contohnya, dari 30.000 kasus yang terkena difteri yang meninggal 3.000, jadi sekitar 10 persen case fatality rate-nya, sedangkan Covid-19 ini 1 persen,” ujarnya.
IDAI menggaris bawahi beberapa penyakit yang diperlukan perhatian khusus atau pertimbangan dokter, sebelum anak melakukan vaksinasi Covid-19. Yakni, defisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol. Anak kanker yang sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi.
Demam 37,50 C atau lebih, penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital belum terkendali. Lantas, diabetes melitus belum terkendali, insufisiensi adrenal seperti HAK (Hiperplasia Adrenal Kongenital), penyakit Addison. Gangguan perdarahan seperti hemofilia, pasien transplantasi hati dan ginjal, reaksi alergi berat seperti sesak napas, urtikaria general.
Sejumlah kontraindikasi atau kondisi yang dilarang untuk diberikan vaksinasi Covid-19 pada anak: Reaksi anafilaksis karena komponen vaksin pada pemberian vaksinasi sebelumnya. Penyakit Sindrom Guillain-Barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis.
Sedang mendapat pengobatan imunosupresan/sitostatika berat. Dalam 7 hari terakhir anak dirawat di rumah sakit, atau mengalami kegawatan seperti sesak napas, kejang, tidak sadar, berdebar-debar, perdarahan, hipertensi, tremor hebat.( jpnn)
BERJAGA:
Densus 88 berjaga saat menyergap terduga teroris. Adapun 9 orang terduga teroris di Sumut yang ditangkap merupakan jaringan Jamaah Islamiyah .
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Densus 88 Antiteror Polri mengungkap peran sembilan terduga teroris Jamaah Islamiyah (JI) yang ditangkap di Sumatera Utara (Sumut). Mereka berperan sebagai pembina yayasan amal kelompok JI, yakni Lembaga Amal Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA) dan Yayasan Ibnu Jauzy.
BERJAGA:
Densus 88 berjaga saat menyergap terduga teroris. Adapun 9 orang terduga teroris di Sumut yang ditangkap merupakan jaringan Jamaah Islamiyah .
“MNA yang sudah diamankan, merupakan pembina Yayasan Ibnu Jauzy, nama lain ABA. ASJ yang sudah sudah diamankan, dewan pengawas atau pembina ABA Sumut, pendiri Yayasan Ibnu Jauzy,”
ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Jumat (17/12).
Ramadhan mengatakan, ada terduga teroris yang menjadi pengurus dari ADIRA pusat maupun Sumut. ADIRA merupakan akademi pendidikan dan kaderisasi yang diduga berafiliasi dengan JI.
“DCL yang sudah diamankan, pengurus struktur teritorial JI Sumut, Sekretaris ADIRA (Akademi Pendidikan dan Kaderisasi, rekrutmen) JI/ADIRA Bukhari Sumut. SU, yang sudah diamankan, anggota Komando Wilayah Sumbagut JI,” tuturnya.
“SW, yang sudah diamankan, Sekretaris ADIRA Sumut. TMH, yang sudah diamankan, pembimbing ADIRA Sumut. ISS, kepala atau pembimbing ADIRA pusat dan Sumut,” sambung Ramadhan.
Ramadhan mengatakan dua terduga teroris lain bertugas menyembunyikan terduga teroris yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO). “NG yang sudah diamankan, penghubung dan mengamankan DPO Matlubin, pelarian kasus tindak pidana terorisme. MS anggota Tholiah untuk pengamanan para DPO,” kata dia.
Sementara itu, Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan, Densus 88 Antiteror Polri menangkap total 19 orang terduga teroris di Sumatera Utara hingga Lampung. Sembilan orang di antaranya ditangkap di Sumut. “Sumut sembilan (orang yang ditangkap),” kata Aswin Siregar kepada wartawan, Jumat (17/12).
Selain di Sumut, ada empat terduga teroris yang ditangkap di Kepulauan Riau (Kepri), lima orang di Sumatera Selatan (Sumsel) dan seorang lainnya di Lampung. Dia menyebut para terduga teroris itu merupakan bagian dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Aswin mengatakan terduga teroris itu diduga tergabung di Syam Organizer (SO) serta lembaga Amal Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (ABA).
Aswin belum menjelaskan, penangkapan ke-19 orang itu dilakukan secara bertahap. Densus 88 lebih dulu menangkap empat terduga teroris di Sumsel pada Senin (13/12). Densus 88 kemudian menangkap seorang terduga teroris lainnya di Lampung pada Rabu (15/12).
Densus 88 kemudian menangkap sembilan terduga teroris di Sumut, satu orang di Sumsel dan empat orang terduga teroris di Batam pada Kamis (16/12).
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kabid Humas Polda Sumut) Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, penangkapan terduga teroris di Sumut adalah kewenangan dari Tim Detasemen khusus (Densus) 88 Antiteror Jakarta. “Penangkapan terduga teroris dilakukan tim Densus 88 Jakarta. Kita belum terima keterangan resminya dari pusat. Nanti kalau sudah ada akan kita share,” ujar Hadi kepada Sumut Pos di Medan, Jumat (17/12).
Atas penangkapan terduga teroris tersebut, hingga kini memang belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian maupun dari pihak Densus 88 Antiteror. (dtc/dwi)