30 C
Medan
Tuesday, January 27, 2026
Home Blog Page 2867

Gandeng Unpab dan Kodim 0201, Coca-Cola Europacific Partners Indonesia Gelar Vaksinasi Covid-19

Dandim 0201/Medan Kolonel Infantri Hindratno Devianto didampingi Corporate Affairs Executive, Northern & Central Sumatera Region Coca-Cola Europacific Partnership Indonesia, Angga Harahap saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kampus Unpab, Selasa (14/12). (Istimewa).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) bekerjasama dengan Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) dan Kodim 0201/Medan menggelar vaksinasi Covid-19 secara massal, Selasa (14/12). Vaksinasi yang diperuntukkan bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum tersebut, digelar di halaman Kampus Unpab, Jalan Gatot Subroto, Medan.

Dandim 0201/Medan Kolonel Infantri Hindratno Devianto didampingi Corporate Affairs Executive, Northern & Central Sumatera Region Coca-Cola Europacific Partnership Indonesia, Angga Harahap saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kampus Unpab, Selasa (14/12). (Istimewa).

Corporate Affairs Executive, Northern & Central Sumatera Region Coca-Cola Europacific Partnership Indonesia, Angga Harahap mengatakan, ada 2.000 dosis vaksin yang disediakan untuk dosis satu dan dua. “Kegiatan vaksinasi kali ini hanya digelar satu hari saja untuk dosis satu sebanyak 1.000 dosis bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum. Kemudian, nantinya 1.000 dosis vaksin lagi untuk tahap dua,” kata Angga saat diwawancarai.

Menurut Angga, kegiatan yang dilakukan ini bertujuan untuk membantu program pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 dan mencapai target herd immunity. “Bukan baru kali ini saja kita mendukung program pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19, tetapi sebelumnya sudah dilakukan. Ada kegiatan vaksinasi yang diorganisir Cola-Cola Foundation di delapan lokasi. Kemudian, memberi bantuan oksigen, APD (Alat Pelindung Diri) dan paket minuman ke rumah sakit hingga ke dinas kesehatan,” ungkapnya.

Angga menyebutkan, dipilihnya Unpab sebagai tempat vaksinasi karena merupakan mitra lama dari perusahaan Coca-Cola. “Tujuan dipilihnya Unpab karena untuk mendukung persiapan pembelajaran tatap muka. Selain itu, komitmen perusahaan sebagai upaya membangkitkan kondisi perekonomian,” sebutnya.

Rektor II Unpab, Hasrul Azwar Hasibuan mengatakan, kegiatan vaksinasi tersebut dilakukan dalam rangka mempersiapkan perkuliahan tatap muka. Karena itu, disarankan dan diwajibkan kepada seluruh mahasiswa untuk mengikuti vaksinasi dosis satu dan dua. “Kita sudah menggelar beberapa kali kegiatan vaksinasi seperti ini. Kebetulan, kali ini kita bekerjasama dengan Coca-Cola Europacific Partners Indonesia dengan sasaran pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum,” katanya.

Hasrul berharap, dengan adanya kegiatan vaksinasi tersebut dapat memudahkan pelajar, mahasiswa, dosen dan seluruh civitas academica Unpab yang belum divaksinasi, termasuk di luar Unpab. “Kita juga berharap nantinya pada tahun ajaran semester genap (awal Maret 2022) dapat melaksanakan secara penuh pembelajaran tatap muka. Hingga kini, sudah 90 persen mahasiswa sudah divaksin,” pungkasnya.

Sementara, Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan, Kolonel Infantri Hindratno Devianto mengucapkan terima kasih kepada Coca-Cola dan Unpab karena telah membantu dalam mencapai target vaksinasi kepada masyarakat Kota Medan. Ia pun berharap agar seluruh masyarakat Kota Medan telah divaksin corona sebelum tahun 2022. “Kita akan kejar terus target vaksinasi agar menjadi 100 persen,” ujarnya. (ris)

Y.O.U Beauty Mempersembahkan “Y.O.U for You” Long Lasting Beauty bagi Segenap Wanita Indonesia

dr. Lora Desika Kaban, Sp.Kk selaku dermatologist bersama Ayu Anastasya selaku Brand Director Y.O.U Beauty.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Y.O.U Beauty, sebagai salah satu brand kecantikan lokal di Indonesia, melalui kampanye “Y.O.U for You” hadir mendatangi kota-kota besar di Indonesia, termasuk Kota Medan yang menjadi kota kelima didatangi. Memasuki usia ke-3 tahun ini, Y.O.U Beauty semakin percaya diri menjadi salah satu brand kecantikan lokal terpercaya dan terbaik di Indonesia untuk menghadirkan produk kosmetik, skincare, dan body care perpaduan dari bahan-bahan alami dan teknologi tinggi.

dr. Lora Desika Kaban, Sp.Kk selaku dermatologist bersama Ayu Anastasya selaku Brand Director Y.O.U Beauty.

Kehadiran “Y.O.U for You” di Kota Medan, ingin membangun hubungan yang erat dan baik dengan seluruh mitra terbaiknya. Kondisi yang tidak menentu membuat Y.O.U Beauty ingin menjalin relasi bermakna dengan para wanita Indonesia untuk membantu mereka memahami berbagai kondisi yang sedang dialami.

Beberapa produk unggulan dari kategori makeup dan skincare seperti Y.O.U Golden Age Refining Serum, Y.O.U Biomecera Advanced Booster Serum, dan Y.O.U 24h Noutriwear+ Velvet Liquid Foundation. Melalui produk terbaik tersebut, Y.O.U Beauty berharap dapat mendukung dan memotivasi para wanita Indonesia memiliki tampilan cantik dan sehat dari dalam juga flawless dan glowing dari luar.

“Kehadiran Y.O.U Beauty di Kota Medan hari ini tentunya ingin mendekatkan diri dan menjalin relasi yang kuat dengan pelanggan terbaik kami. Pada acara ini kami juga menghadirkan dermatologist untuk berbagi edukasi seputar kesehatan kulit wajah, menggunakan skincare atau makeup yang tepat, agar mendapatkan tampilan maksimal, seperti halnya tagline kami yakni ‘Long-Lasting Beauty’.” ujar Ayu Anastasya selaku Brand Director Y.O.U Beauty.

Keceriaan kegiatan Y.O.U City Tour di kota Medan, Sumatera Utara.

Ayu juga menambahkan bahwa selama bulan Desember, Y.O.U Beauty juga akan mengadakan Empty Bottles Campaign, yakni dimana pelanggan dapat membawa kemasan kosong seluruh produk Y.O.U Beauty berukuran full size ke mitra toko pilihan di enam kota yang dikunjungi oleh Y.O.U Beauty.

Empty Bottles Campaign akan berjalan mulai dari 7 Desember 2021 di tiga kota, yakni Kota Bandung, Kota Yogyakarta, dan Kota Surabaya. Selanjutnya, mulai dari 9 Desember 2021 akan disusul dengan ketiga kota lain yakni Kota Denpasar, Kota Medan, dan Kota Kendari. Seluruh rangkaian kegiatan Empty Bottles Campaign akan berakhir pada awal Januari.


“Kolaborasi kami dengan para pelanggan pada Empty Bottles Campaign, merupakan salah satu usaha sederhana Y.O.U Beauty untuk mengimplementasikan gaya hidup sustainable. Nantinya mereka yang membawa kemasan kosong dan meletakkannya ke dalam drop box yang sudah tersedia, akan mendapatkan sample size Golden Age Refining Serum gratis sesudah memposting di akun Instagram masing-masing.” tambahnya.

Rangkaian Y.O.U Golden Age Serum, skin care unggulan dari Y.O.U Beauty.

Perjalanan Y.O.U Beauty selama tiga tahun telah mengantarkannya menuai banyak prestasi. Beberapa prestasi yang didapatkan antara lain seperti Guardian Indonesia Best of The Year 2019 Mascara and The Best Newcomer Brand, Guardian Indonesia The Fastest Growing Brand of The Year 2019, Top 5 Shopee’s Beauty and Skincare Category – Ranked Top 4 in 2020 Q4, dan Top 15 Ranked Katadata Top 12 Consumer’s Favorite Beauty Brand.

Di tahun ini, Y.O.U Golden Age Refining Serum yang menjadi salah satu produk unggulan Y.O.U Beauty berhasil dinobatkan sebagai “Produk Favoritnya Anti-Aging Serum di Indonesia” menurut hasil survei dari Home Tester Club, World’s Biggest Grocery Review Platform.

Rangkaian kegiatan “Y.O.U for YOU” selanjutnya akan hadir menyapa di Kota Kendari. Seluruh produk Y.O.U Beauty bisa didapatkan melalui toko-toko kecantikan terdekat di seluruh kota di Sumatera Utara atau melalui Y.O.U Beauty official store di Shopee, Tokopedia, dan Lazada.

Pemerintah Tingkatkan Kemampuan Produksi Vaksin dan Terapeutik di Dalam Negeri, Termasuk Fraksionasi Plasma

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi Indonesia untuk terus melakukan penguatan dan transformasi sistem kesehatan nasional menuju Indonesia yang mandiri dan memiliki ketahanan kesehatan yang baik. Pemerintah terus mendorong berbagai upaya penguatan, termasuk percepatan kemandirian dan pengembangan fraksionasi plasma yang menghasilkan produk derivat plasma agar dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan meningkatkan daya saing industri dan kapasitas industri Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa fraksionasi plasma memiliki potensi pasar yang besar dan secara global permintaan produk derivat plasma berjumlah 25 juta liter per tahun. Hal ini disampaikan dalam acara Seminar dan Rapat Kerja Teknis Tingkat Nasional Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) dengan tema “Fraksionasi Plasma” di Jakarta, Selasa (14/12).

“Berdasarkan pengalaman dalam penanganan Covid-19, kita melihat bahwa kemampuan industri farmasi dalam negeri menjadi penting karena selain menyelamatkan devisa negara juga menciptakan respon yang cepat terhadap kebutuhan dalam negeri. Alhamdulillah kemampuan sektor kesehatan kita sudah cukup responsif, apalagi kalau ditambah dengan kemampuan fraksionasi darah,” kata Menko Airlangga.

Dari sisi regulasi, berbagai aturan telah dikeluarkan sebagai bukti keseriusan Pemerintah dalam upaya pengembangan fraksionasi plasma, antara lain Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pelayanan Darah dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 15 Tahun 2019 yang mengatur mengenai Penyelenggaraan Fraksionasi Plasma.

Dalam PP Nomor 7 Tahun 2011, Pemerintah membuat regulasi yang memungkinkan badan usaha berbadan hukum yang telah memiliki izin produksi dari Menteri untuk menjadi fasilitas penyelenggara fraksionasi plasma. Produk hasil fraksionasi plasma harus memenuhi standar mutu keamanan dan kemanfaatan untuk melindungi pengguna produk. Lebih lanjut, Permenkes Nomor 15 Tahun 2019 mensyaratkan fasilitas fraksionasi plasma untuk memiliki sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) untuk produk obat derivat plasma sehingga konsumen dapat meyakini bahwa produk derivat plasma yang dihasilkan berkualitas baik.

“Salah satu target Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional adalah peningkatan kemampuan produksi dalam negeri, terutama vaksin, terapeutik, dan termasuk urusan darah. Terkait fraksionasi plasma ini regulasinya sudah ada, tinggal implementasinya bahwa ini tidak hanya melibatkan BUMN tetapi juga boleh melibatkan swasta,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir pada kesempatan tersebut yakni Menteri Kesehatan yang diwakili oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksosno Harbuwono, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla beserta jajaran, Direktur Standarisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif  Badan Pengawas Obat dan Makanan Lucia Rizka Andalusia, dan Kepala Divisi Perencanaan dan Strategi Bisnis PT Bio Farma (Persero) Taufik Wilmansyah. (ltg/fsr/*)

Gubsu Resmikan Layanan Chemotherapy dan Orthopaedic Center RSCA, RS Pertama Perawatan Kesehatan Tulang, Sendi dan Otot

RESMIKAN: Gubsu Edy Rahmayadi (tengah) saat meresmikan layanan Chemotherapy & Orthopaedic Center di Rumah Sakit Columbia Asia, Medan, Senin (13/12). idris/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pusat layanan kemoterapi, perawatan kesehatan tulang sendi dan otot (Chemotherapy & Orthopaedic Center) di Rumah Sakit Columbia Asia (RSCA), Medan, diresmikan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, Senin (13/12).

RESMIKAN: Gubsu Edy Rahmayadi (tengah) saat meresmikan layanan Chemotherapy & Orthopaedic Center di Rumah Sakit Columbia Asia, Medan, Senin (13/12). idris/sumu tpos.

Dalam peresmian tersebut, Edy berharap, fasilitas kesehatan yang tersedia dapat semakin membantu masyarakat Sumatera Utara untuk semakin mendapatkan perawatan terbaik. “Kita harus melakukan kegiatan yang bisa membantu rakyat kita. Salah satunya melalui pengobatan penyakit tulang dan kemoterapi untuk saudara kita yang mengidap kanker, dan tahun depan neurologi center. Doakan ini semua (semakin) berkembang,” ungkap dia.

Edy mengaku, di sektor kesehatan memang sejauh ini masih banyak yang harus diperbaiki. Apalagi, sebelum pandemi Covid-19 terjadi, tidak sedikit warga Sumut yang memilih berobat ke luar negeri, baik itu ke Penang, Kuala Lumpur maupun Singapura.

Padahal, sebelumnya, Malaysia untuk dunia kedokteran belajar dari Indonesia. Hanya saja, seiring berjalannya waktu Malaysia telah semakin berkembang ketimbang Indonesia. “Ini yang harus kita kembalikan untuk kesejahteraan kesehatan kita, salah satunya dengan fasilitas ini. Selain itu, masih banyak hal yang lain,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur RSCA Prof Dr Sutomo Kasiman SpPD SpJP (K) menyampaikan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan warga Kota Medan akan layanan kemoterapi dan perawatan kesehatan tulang, sendi, otot serta traumatologi, pihaknya meresmikan dua pusat layanan ini.

Dia menjelaskan, chemotherapy center merupakan klinik khusus yang menangani berbagai layanan seperti pemberian obat untuk rawat inap dan perawatan satu hari, pemasangan alat bantu chemport, dan lainnya.

Sedangkan di orthopaedic center dapat melayani pasien yang membutuhkan perawatan kesehatan tulang, sendi dan otot dalam satu tempat mulai dari kasus ringan hingga yang memerlukan pembedahan. Selain itu orthopaedic center kita juga dapat merawat pasien kecelakaan atau luka akibat kekerasan.

“Tim dokter yang tergabung dalam kedua pusat layanan ini merupakan dokter-dokter spesialis onkologi dan orthopedi serta traumatologi yang sudah sangat berpengalaman beserta sub spesialisnya, baik lutut dan panggul, tulang belakang, bahu dan siku, tangan anggota badan atas, cedera olahraga athroskopi, hingga bedah mikro,” terang Sutomo.

General Manager RSCA, Deny Hidayat menambahkan, pembukaan chemotherapy dan orthopedic center ini merupakan kabar gembira bagi masyarakat Kota Medan. Karena sebagai rumah sakit pertama yang mempunyai pusat layanan ini, masyarakat Kota Medan yang membutuhkan layanan onkologi, orthopedi dan traumatologi bisa langsung merasakan manfaatnya. (ris/ila)

Akibat Lurah Angkat Kepling yang Bukan Warga Setempat, Warga Geruduk Kantor Lurah Sei Sikambing D

ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Lingkungan 1, Kelurahan Sei Sikambing D, melakukan aksi unjukrasa ke kantor Lurah Sei Sikambing D di Jalan Sei Bahkapuran No.16, Kecamatan Medan Petisah, Senin (13/12). Aksi unjukrasa itu dilakukan, sebagai bentuk protes warga atas keputusan lurah yang telah memilih dan melantik kepala lingkungan (Kepling) secara sepihak.

ilustrasi

Salah seorang warga yang melakukan aksi unjukrasa ke kantor Lurah Sei Sikambing D, Siagian mengatakan aksi protes itu dilakukan karena lurah telah melantik seorang kepling yang justru bukan berasal dari lingkungan tersebut. “Kami mendatangi Kantor Lurah Sei Sikambing D untuk mempertanyakan tentang pemilihan kepling beberapa waktu lalu,” ucapnya.

Menurut Siagian, warga telah mengajukan seorang calon kepling bernama Syafrizal. Dari 70 warga, Syafrizal memperoleh 43 suara. Namun belakangan, lurah justru menunjuk Sutan Hakim Siregar yang berasal dari Lingkungan 2 atau dari luar lingkungan mereka. “Warga sudah membuat pilihan siapa yang menjadi kepling di Lingkungan 1. Ini hampir 60 persen warga yang memilih, lengkap beserta KTP. Kemudian rupanya ada calon lain, yang maju untuk menjadi kepling di Lingkungan 1. Tapi itu dari warga (lingkungan) lain,” ujarnya.

Ia pun menyebutkan, warga di Lingkungan 1 tidak mengenal siapa kepling yang ditunjuk oleh lurah tersebut.”Kami semua pun enggak kenal. Warga nggak tahu itu siapa, kinerjanya pun nggak tahu kami,” katanya.

Sementara warga lainnya, Jerahim Tarigan, juga mengatakan tidak mengenal kepling yang baru ditunjuk oleh Lurah Sei Sikambing D. Jerahim juga mengatakan, penetapan kepling yang merupakan warga luar lingkungan 1 tersebut bisa membuat masalah di kemudian hari.

“Ini akan menyulitkan dikemudian hari. Warga dipimpin oleh orang yang tidak dikenal itu bagaimana?” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi I DPRD Medan meminta agar Camat Medan Petisah dan Lurah Sei Sikambing D dapat menaati peraturan yang ada tentang pengangkatan maupun pemberhentian Kepala Lingkungan di Kota Medan.

“Untuk masalah ini poin nya jelas, regulasinya pun ada. Kota Medan sudah punya Perda No.9 Tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan Lingkungan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan. Kalau Perda ini dipatuhi, tidak akan ada kejadian seperti ini. Untuk itu kita minta Camat dan Lurah, patuhi lah peraturan yang ada,” kata Rani kepada Sumut Pos, Senin (13/12).

Ditegaskan Rani, dalam Perda No.9/2017 tersebut dijelaskan bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar seseorang dapat diangkat sebagai kepala lingkungan. Diantaranya, calon kepala lingkungan tersebut harus berdomisili di lingkungan tersebut dan wajib sudah berdomisili di lingkungan tersebut minimal 2 tahun.

“Kalau bukan warga lingkungan itu, bagaimana mungkin bisa jadi Kepling di lingkungan itu, itu saja dulu poin nya yang harus ditekankan. Apalagi poin wajib tinggal di lingkungan itu minimal 2 tahun, sudah pasti tidak terpenuhi juga syarat itu,” tegasnya.

Secara logika, sambung Rani, sangat tidak pantas apabila Camat Medan Petisah ataupun Lurah Sei Sikambing D mengangkat seseorang yang bukan warga lingkungan 1 untuk menjadi kepling di lingkungan 1.

Untuk itu, Politisi PPP itu kembali meminta kepada Pemko Medan, dalam hal ini Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) untuk memberikan teguran kepada Camat ataupun Lurah yang melanggar aturan soal pengangkatan Kepling seperti itu. (map/ila)

Refleksi Akhir Tahun 2021 Forda UKM Sumut, UKM di Sumut Belum Kondusif

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Di tengah maraknya pembinaan, UKM mendapatkan banyak ide dan gagasan pengembangan usaha. Namun saat pengembangan usaha dimulai, masih saja ada aksi ‘membinasakan’ UKM melalui sweeping oleh oknum aparat.

Forda UKM mencatat, sepanjang tahun 2021, setidaknya ada 25 surat panggilan permintaan keterangan yang dilayangkan aparat Kepolisian Resort Sergai dan Polda Sumut kepada pelaku UKM. Hal ini sangat meresahkan para pelaku usaha, terlebih di tengah pandemi Covid-19, dimana pengusaha berupaya untuk bisa bangkit lagi.

Presidium Forda UKM Sumut, Lie Ho Peng menyebutkan, UKM kondusif ini akan dirasakan jika saat mengelola usaha, tidak ada merasa resah dan khawatir jika ada orang yang datang ke tempat usahanya.

“Maksudnya UKM kondusif ini, jika dibuka satu toko jika masih merasa takut berarti belum kondusif. Namun jika datang orang, tidak ada rasa takut, itu baru namanya kondusif,” ujarnya dalam refleksi akhir tahun 2021 bertema ‘UKM kondusif Sumut bangkit’ yang digelar di Pondok Permai, Serdang Bedagai, Senin (13/12/2021).

Namun faktanya, sampai saat ini tidak sedikit pelaku UKM yang resah, ketika ada oknum pajak, oknum preman, polisi atau oknum berseragam TNI yang datang ke tempat usahanya. Dengan keresahan ini, akan sulit bagi UKM untuk bisa bangkit, terlebih pasca pandemi Covid-19.

Forda UKM sambungnya, yang fokus memberikan advokasi. Dengan bergabung dalam wadah ini, UKM bisa melakukan advokasi mandiri. “Dengan advokasi mandiri, itu sebetulnya bisa selesai. Oknum nakal tidak akan berani macam-macam. Istilah sekarang, dia sudah vaksin. Kalau masuk Forda UKM, berarti dia sudah vaksin,” ujarnya.

Ia mencontohkan, saat ada tempat usaha yang didatangi lima orang oknum polisi beberapa waktu lalu. “Dia ketakutan telpon saya. Saya bilang, kamu anggota Forda UKM. Tunjukkan kalau kamu anggota Forda, periksa dia, surat tugasnya mana, apa tujuan datang kemari. Sebentar saja mereka pergi. Kalau oknum nakal pasti pergi kalau begitu. Jadi maksud dari Forda UKM itu, salah satunya adalah itu,” ujarnya .

Sementara Ketua Forda UKM Sumut, Sri Wahyuni Nukman menyebutkan, kondisi pandemi Covid-19 ini banyak yang tidak normal. UKM mulai diperhatikan dan banyak pembinaan dari sejumlah lembaga pemerintah serta swasta. Tapi, oknum aparat kepolisian seakan mau membinasakan pelaku UKM yang sedang terjepit mempertahankan usaha dan pekerjaannya.

“Kami sangat bermohon kepada Kapolda Sumut untuk memperhatikan pelaku UKM yang sedang bertarung mempertahankan usaha dan pekerjanya agar tak ada Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK). Kami berharap Kapolda Sumut juga satu suara dengan kami, stop sweeping terhadap pelaku UKM,” katanya di sela-sela refleksi akhir tahun 2021 yang dihadiri pengurus Forda UKM Sergai dan puluhan pelaku usaha di Serdang Bedagai dan Deliserdang.

Selain itu, Forda UKM juga meminta kepolisian di resort kabupaten/kota se-Sumut agar memberikan perlindungan khusus kepada para pelaku UKM. Karena selain ada oknum aparat yang ‘sering’ melakukan sweeping, ada juga proposal atau kwitansi bulanan yang dikirimkan Organisasi Kepemudaan dan Organisasi Kemasyarakatan.

“Pelaku UKM sering kami ajarkan laporkan atau videokan, ada yang berani ada yang juga akhirnya mendapat teror, inilah yang kami harapkan. Aparat kepolisian kami harap benar-benar mengayomi dan melindungi masyarakatnya, termasuk para pelaku UKM,” harapnya.

Sisi lain, kepada pemerintah kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat, di Sumut cukup banyak centra peternakan ayam. Seperti diketahui, banyak pelaku UKM khususnya peternakan unggas nyaris gulung tikar akibat harga pakan ternak yang melambung tinggi, serta adanya hantaman persaingan harga telur.

“Kami berharap kepada pemerintah untuk memberikan kemudahan kepada pelaku UKM dalam mendapatkan pakan ternak khususnya jagung dengan harga murah. Atau, Pemerintah Provinsi membuat regulasi khusus harga jagung di Sumut. Sehingga pelaku UKM di bidang unggas bisa bertahan dan ikut membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan,” katanya didampingi Sekretaris Forda UKM Sumut, Chairil Hudha dan Wakil Ketua, Nurhalim Tanjung.

Pada tahun 2022, Forda UKM Sumut akan terus bergerak membina dan melakukan advokasi kepada pelaku UKM di Sumut. Untuk itu, semua harapan tersebut bisa diterima dan bisa diwujudkan pada tahun 2022. “Karena, saatnya UKM dibantu bangkit, pasca pandemi Covid- 19,” harapnya.

Sementara Plh Ketua Forda UKM Sergai, A Eng didampingi Sekretaris, Iwan Tirta dan Wakil Bendahara, James menyebutkan, setelah bergabung dengan Forda UKM banyak perubahan dan kemajuan yang dirasakan para pelaku usaha. Ia pun berharap ke depan para anggota semakin solid dan punya komitmen untuk bersama-sama saling mendukung satu dan lainnya. (adz)

Dites Urine, 10 Sopir Positif Narkoba, Nyabunya di Kampung Kurnia Belawan

RAZIA: Dinas Perhubungan, Satlantas Polrestabes Medan dan BNN menggelar razia narkoba berupa tes urine kepada sopir angkutan kota di Medan, Senin (13/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pantauan Sumut Pos, razia dilakukan di 4 titik yang berbeda dalam dua rentang waktu yang berbeda pula. Pada pagi hingga siang hari, razia dilakukan di 2 lokasi, yakni di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan Sisingamangaraja dan di depan Plaza Medan Fair (Carefour) Jalan Gatot Subroto Kota Medan. Sedangkan pada siang hingga sore hari kemarin, razia dilakukan di 2 lokasi lainnya, yakni di depan Medan Mall Jalan MT Haryono dan di Jalan Brigjend Katamso.

RAZIA: Dinas Perhubungan, Satlantas Polrestabes Medan dan BNN menggelar razia narkoba berupa tes urine kepada sopir angkutan kota di Medan, Senin (13/12).

“Total hari ini ada 10 orang sopir angkot yang sudah terjaring hasil tes urin. Oleh BNN, mereka dinyatakan positif sebagai pengguna narkoba. Kesepuluhnya sudah dibawa oleh BNN dan akan diproses secara hukum. 10 orang itu kita dapatkan dari razia di 4 lokasi di 2 waktu yang berbeda,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT kepada Sumut Pos, Senin (13/12).

Dirincikan Iswar, di depan Taman Makam Pahlawan Jalan Sisingamangaraja, tim gabungan berhasil menjaring 4 sopir pengguna narkoba, sedangkan yang 1 orang lainnya terjaring di Jalan Gatot Subroto. “Jadi yang razia pagi sampai siang itu kita dapat total 5 sopir, 4 dari Jalan SM Raja dan 1 sopir dari Jalan Gatot Subroto,” ujarnya.

Sedangkan dari razia yang dilakukan pada siang sampai sore hari, yakni di di depan Medan Mall Jalan MT Haryono dan di Jalan Brigjend Katamso, tim gabungan berhasil menjaring 5 sopir lainnya.”Sehingga total pada hari ini, tim gabungan berhasil menjaring 10 orang sopir yang menggunakan narkoba dari hasil tes urin yang dilakukan BNN,” katanya.

Ditegaskan Iswar, razia tidak akan berhenti sampai disitu. Ke depannya, Pemko Medan dan pihak terkait akan terus melakukan razia narkoba berupa tes urin kepada seluruh sopir angkot di Kota Medan secara rutin. “Razia ini tidak hanya sampai disini, bukan hanya hari ini saja, tapi seterusnya. Prinsipnya kita mau menindaklanjuti perintah Pak Wali, bahwa tidak boleh ada satu orang pun pengguna narkoba yang jadi sopir angkot di Kota Medan. Sekalipun dia sopir serap, sebab ini masalah keselamatan penumpang dan orang banyak,” tegasnya.

Tak cuma itu, Iswar juga memastikan bahwa pihaknya akan memanggil para pengusaha angkutan umum yang mempekerjakan para sopir yang terjaring razia narkoba kemarin. Sebab sesuai kesepakatan yang telah dilakukan bersama, setiap perusahaan angkutan wajib ikut bertanggungjawab apabila ada sopirnya yang terbukti menggunakan narkoba. “Minggu lalu kita sudah melakukan pertemuan dengan para pengusaha angkutan, organda dan kesper. Kita sepakat, perusahaan yang mempekerjakan para sopir angkot ini harus ikut bertanggungjawab,” ujarnya.

Iswar juga menegaskan, razia yang dilakukan pihaknya kemarin bukan hanya berfokus kepada razia narkoba, tetapi juga kepada razia administrasi atau kelengkapan administrasi kendaraan maupun pengendara.”Total kemarin ada 50 surat tilang yang sudah dikeluarkan atas pelanggaran administrasi yang dilakukan. Kita mau kedepannya, semua wajib administrasi. Jadi bukan hanya sopirnya yang bersih narkoba, tapi kendaraan dan sopirnya juga harus tertib administrasi,” kata dia.

Dijelaskan Iswar, berdasarkan data di Dinas Perizinan, ada sekitar 11.000 angkutan umum di Kota Medan. Namun sejak pandemi Covid-19, jumlah itu berkurang 35 sampai 40 persen, sehingga yang beroperasional saat ini hanya sekitar 8 ribu unit.”Tetapi yang mengurus surat-surat atau administrasi kendarannya hanya sekitar 2500 an. Dan hari ini kita mau memastikan bahwa kendaraan dan sopir itu harus memenuhi persyaratan administrasi, teknis dan layak jalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Sonny Siregar menyebutkan, bahwa para sopir yang terjaring telah mengakui perbuatannya yang menggunakan narkoba. Bahkan yang mengejutkan, rata-rata sopir yang terjaring menyebutkan bahwa hampir semua sopir angkot di Kota Medan merupakan pengguna narkoba.

“Menurut mereka tadi, hampir semua sopir-sopir angkot maupun sopir-sopir tembak mengkonsumsi narkoba. Tempatnya ada, yaitu di daerah Belawan. Walaupun mungkin itu hanya salah satunya saja, karena di pangkalan-pangkalan lain juga terdeteksi mereka juga menggunakan. Dan ke depan kita akan gencar terus mengejar mereka, terutama khusus kepada sopir-sopir tembak karena kemarin arahan pak wali kota jangan ad lagi sopir-sopir tembak,” kata Sonny.

Sonny juga menegaskan, pihaknya akan menindak tempat atau lokasi para sopir tersebut menggunakan narkoba.”Dan ini akan kita sampaikan juga ke BNN dan Reserse Narkoba. Nanti akan kita sampaikan ke Pak Kapolrestabes untuk dilakukan penindakan,” tegasnya.

Sebelumnya, salah seorang sopir pengguna narkoba yang terjaring razia, RM mengaku biasa mengkonsumsi narkoba di Kampung Kurnia, Kecamatan Medan Belawan. Di sana, tersedia lapak dan sabu bagi sejumlah sopir angkot yang di Kota Medan.

Menurut RM, biasanya mereka membeli sabu dari seorang kasir yang ada di lokasi itu. Namun RM berdalih tidak mengetahui siapa pemilik lapak tersebut. Dia mengaku hanya memakai sabu di lokasi, lalu berangkat untuk menarik angkot. “Biasanya langsung kita kasih Rp30 ribu, lalu kasirnya yang langsung ngasih (sabunya). Itu belum lengkap dengan alat (bong), makanya alat dibuat sendiri,” kata RM.

RM mengatakan, sabu mereka beli dengan harga Rp30 ribu. Sabu itu biasa dipakai bertiga oleh para sopir. Untuk membeli sabu, mereka biasa patungan dengan biaya Rp10 ribu per orang. RM beralasan, dirinya memakai sabu sebelum bekerja agar tidak mengantuk dan cepat lelah saat berkendara. (map/ila)

Gubsu Edy Menangis di Hadapan Penyandang Disabilitas

USAP KEPALA: Gubsu Edy Rahmayadi ditemani istrinya, Nawal Lubis, mengusap kepala seorang penyandang Disabilitas sambil terharu menangis, di rumah dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (13/12). prans/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Suasana haru biru begitu terasa di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (13/12). Tatkala saat Gubernur Edy Rahmayadi menyampaikan doa agar Sumut senantiasa dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Edy menangis saat menyampaikan doa di acara Hari Disabilitas Internasional. “Saya selalu berdoa kepada Tuhan berikan kekuatan kepada kita semua. Demi Allah, saya selalu berdoa setiap pagi, lindungi rakyat Sumatera Utara ini,” ungkapnya.

USAP KEPALA: Gubsu Edy Rahmayadi ditemani istrinya, Nawal Lubis, mengusap kepala seorang penyandang Disabilitas sambil terharu menangis, di rumah dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (13/12). prans/sumutpos.

 Usai menyampaikan sambutan, mantan Pangkostrad terlihat bernyanyi. Di sela-sela menyanyi, Edy kembali membacakan doa hingga menangis. “Jagalah rakyat-rakyat semuanya, aku menyayangi mereka ya Allah. Jangan kau cabut nyawa kami ya Allah, sebelum kau berikan kami husnul khotimah,” katanya bermunajat. 

Setelah membacakan doa, Edy terlihat kembali ke tempat duduk. Saat sampai di tempat duduk, Edy terlihat mengambil tisu dan menghapus air matanya.

 Sebelumnya saat beri sambutan, suami Nawal Lubis itu menyampaikan apresiasi terhadap atlet disabilitas yang meraih emas di Pekan Paralimpiade Nasional 2021n

“Saya apresiasi, terutama atlet NPC. Anda dengan keterbatasan seperti ini. Saya tau benar itu di Papua sana, begitu sulitnya,” katanya. Ia mengaku sudah dua kali dinas di Papua, bahwa orang yang lengkap saja secara fisik sulit hidup di sana.

Lebih lanjut dikatakannya, banyak yang tubuhnya sempurna belum bisa berbuat banyak seperti para atlet NPC. Edy Rahmayadi turut menyebut dirinya belum bisa berbuat banyak untuk Sumut. “Sementara yang sempurna saja belum bisa berbuat maksimal seperti Anda, terkhusus saya (seorang gubernur). Saya belum bisa berbuat itu,” tuturnya. (prn/ila) 

Bantu Capai Target 70 Persen, Polsek Medan Timur Gelar Vaksinasi Bagi Lansia dan Masyarakat Umum

BERBINCANG: Kapolsek Medan Timur Kompol Rona Tambunan berbincang dengan masyarakat lansia yang mengikuti vaksinasi Covid-19 di Kantor Lurah Sei Kera Hilir I, Medan Perjuangan, Senin (13/12).M IDRIS/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polsek Medan Timur menggelar vaksinasi Covid-19 di Kantor Lurah Sei Kera Hilir I, Jalan Pimpinan, Medan Perjuangan, Senin (13/12). Vaksinasi yang digelar diperuntukkan bagi orang lanjut usia (lanjut) dan masyarakat umum.

BERBINCANG: Kapolsek Medan Timur Kompol Rona Tambunan berbincang dengan masyarakat lansia yang mengikuti vaksinasi Covid-19 di Kantor Lurah Sei Kera Hilir I, Medan Perjuangan, Senin (13/12).M IDRIS/sumutpos.

Kapolsek Medan Timur Kompol Rona Tambunan mengatakan, dalam vaksinasi yang digelar tersebut disediakan sebanyak 714 dosis. “Vaksin yang disediakan sebanyak 712 dosis untuk diberikan kepada lansia dan masyarakat umum,” kata Rona.

Menurut Rona, kegiatan vaksinasi yang dilakukan dalam upaya mendukung program pemerintah percepatan pembentukan herd imnunity. Selain itu, untuk mendorong capaian target vaksinasi 70 persen di akhir Desember 2021. “Masyarakat sangat antusias mengikuti vaksinasi. Saya mengimbau kepada masyarakat yang belum divaksin untuk mau mengikuti vaksinasi karena baik bagi kesehatan mencegah terpapar Covid-19,” ungkapnya.

Rona menuturkan, kegiatan vaksinasi tersebut bukan baru kali ini dilakukan tetapi sudah beberapa kali. “Kita menjemput masyarakat lanjut usia dan masyarakat umum untuk mengikuti vaksinasi. Ini sebagai bentuk pelayanan Polsek Medan Timur membantu masyarakat,” ucapnya.

Dia menambahkan, vaksinasi yang digelar itu hanya berlangsung satu hari untuk dosis satu. Sedangkan dosis kedua, nantinya masyarakat datang kembali ke tempat yang sama satu bulan kemudian. “Satu hari saja untuk dosis pertama. Ada tiga jenis vaksin yang disediakan, yaitu Sinovac, Astra Zeneca, dan Moderna,” pungkasnya.

Sat Brimob Poldasu Gelar Ops Yustisi

Di tempat berbeda, Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sat Brimob Polda Sumut) gabungan  melaksanakan Ops Yustisi dan imbauan protokol kesehatan (Prokes) di malam hari. Hal ini bertujuan terus menekan penyebaran Covid-19.

Sebanyak 1 SSR personel Brimob Polda Sumut diturunkan dengan memberikan imbauan kepada masyarakat serta pemilik usaha mikro di seputaran Jalan Sisingamangaraja, Jalan HM Joni dan Jalan Menteng Kecamatan Medan Amplas, Minggu (12/12) malam. Ops Yustisi ini bersinergi dengan TNI dan unsur terkait, dilaksanakan sejak Senin (6/12) lalu.

“Imbauan dan pendisiplinan Prokes terus dilakukan oleh petugas gabungan TNI Polri serta unsur terkait sebagai upaya dalam mencegah virus Corona,” kata Kabag Ops Sat Brimob Polda Sumut Kompol Heriyono. (ris/dwi/ila)

Dinas Perdagangan Kota Medan Berkolaborasi dengan Grab, Hadirkan Bazar Produk Unggulan UMKM

Asmalina, Sekretaris Dekranasda Kota Medan dan Teddy Firman Supardi, Public Affairs Manager-Sumatra Territory, Grab Indonesia saat peresmian acara Bazar Produk Unggulan UMKM 2021 yang diinisiasi oleh Dinas Perdagangan Kota Medan.(ist).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perdagangan Kota Medan berkolaborasi dengan Grab Indonesia mendorong perkembangan dan memberdayakan para pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Medan dengan berbasis teknologi.

Asmalina, Sekretaris Dekranasda Kota Medan dan Teddy Firman Supardi, Public Affairs Manager-Sumatra Territory, Grab Indonesia saat peresmian acara Bazar Produk Unggulan UMKM 2021 yang diinisiasi oleh Dinas Perdagangan Kota Medan.(ist).

Dengan itu, Dinas Perdagangan Kota Medan menggelar kegiatan tahunan Bazar Produk Unggulan UMKM 2021 di Kota Medan, Selasa (14/12). Melalui kegiatan ini, Grab mendorong UMKM Medan untuk dapat memanfaatkan teknologi dengan bergabung ke dalam ekosistem Grab.

Kegiatan ini, bertujuan dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan untuk meningkatkan UMKM naik kelas dengan pendampingan peningkatan produktivitas dan berbasis digitalisasi.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan, H. Dammikrot Harahap menjelaskan saat ini digitalisasi menjadi sebuah keharusan bagi para pelaku UMKM untuk dapat meningkatkan usahanya.

“Mengingat digitalisasi dapat membantu mereka dalam memperoleh pasar yang lebih luas sehingga dapat mempertahankan usaha,” sebut Dammikrot.

Dammikrot mengucapkan terima kasih kepada Grab atas dukungan dan partisipasinya dalam memajukan UMKM Medan untuk dapat naik kelas melalui ekosistem yang dimiliki oleh Grab.

“Saya mengajak seluruh UMKM Medan untuk dapat segera memanfaatkan fasilitas yang sudah ada ini agar bersama kita dapat maju dan berjuang dalam mempertahankan perekonomian lokal,” ucap Dammikrot.

Pada kesempatan yang sama juga diselenggarakan talkshow bertajuk “Go Digital, Go Productive, Go Global” yang diisi oleh Public Affairs Manager-Sumatra Territory, Grab Indonesia, Teddy Firman Supardi, serta diikuti oleh ratusan pelaku UMKM di Kota Medan.

Public Affairs Manager Sumatra Territory, Grab Indonesia, Teddy Firman Supardi, mengatakan pihaknya mendukung dan sejalan dengan misi GrabForGood yang turut serta dalam pengembangan daerah di Indonesia dalam menggunakan teknologi untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Dengan memanfaatkan teknologi Grab yang inklusif, diharapkan dapat memajukan kualitas UMKM Medan dalam menjalankan usahanya melalui ekonomi digital Grab seperti layanan GrabFood, GrabKios, GrabMart, dan GrabExpress, serta membantu pemerintah kota Medan dalam menggerakkan roda perekonomian lokal,” tandas Teddy.(gus)