30 C
Medan
Tuesday, January 27, 2026
Home Blog Page 2866

Pertumbuhan Ekonomi ke Depan Masih Bergantung pada Pengendalian Pandemi dan Kesiapan Bertransformasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Keberhasilan dalam mengendalikan pandemi di Triwulan III-2021 telah membuat ekonomi tetap tumbuh positif sebesar 3,51% (yoy). Optimisme terhadap peningkatan perekonomian juga didukung baik dari sisi demand maupun supply. Pada sisi demand, Konsumsi Rumah Tangga dan PMTB menjadi kontributor utama dan terus terjaga pada pertumbuhan yang positif. Hal serupa terjadi pada sisi supply, di mana berbagai sektor tumbuh positif dan memiliki resiliensi baik di tengah pandemi Covid-19.

Dengan terkendalinya kondisi pandemi, khususnya di Indonesia, hal ini meningkatkan kepercayaan diri masyarakat yang akhirnya lebih sering bermobilitas kembali untuk kegiatan sehari-harinya. Upaya pengendalian pandemi yang efektif berhasil membuat peningkatan mobilitas ini tidak diikuti dengan peningkatan kasus.

“Namun, kita tetap perlu mengantisipasi potensi lonjakan ke depan yang akan terjadi pada Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, keseimbangan antara ‘Rem dan Gas’ akan terus dijaga agar momentum pemulihan ekonomi tidak terganggu,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Tempo Economic Briefing 2022 bertema “Hadapi Bersama Perubahan Iklim dan Strategi Ekonomi Hijau” secara virtual di Jakarta, Selasa (14/12).

Berbagai indikator utama menunjukkan perbaikan di awal Triwulan IV-2021. Aktivitas manufaktur telah kembali ke level ekspansif. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga menunjukkan perbaikan yang signifikan hingga ke level optimis, yakni 118,5. “Sejalan dengan konsistensi penurunan kasus harian Covid-19 yang diiringi dengan pelonggaran PPKM di berbagai daerah, indikator lainnya diperkirakan juga akan mulai kembali menguat di Triwulan IV-2021,” imbuh Menko Airlangga.

Perbaikan ini juga didukung dari sektor eksternal yaitu Neraca Pembayaran Indonesia menunjukkan resiliensi cukup baik dengan surplus sebesar US$10,7 miliar pada Triwulan III-2021. Surplus ini terdorong dari peningkatan signifikan pada surplus neraca perdagangan yang terus berlanjut hingga Oktober 2021 atau 18 bulan berturut-turut, hingga akumulasi surplus sepanjang 2021 mencapai US$30,8 miliar.

Dengan berbagai kondisi yang membaik tersebut, lanjut Menko Airlangga, perekonomian Indonesia diproyeksikan tumbuh pada Triwulan IV-2021 sebesar lebih dari 5%, sehingga secara full year2021 diperkirakan mencapai 3,5% hingga 4%. Sementara di 2022 ditargetkan mencapai 5,2%. “Ke depan, pertumbuhan akan sangat bergantung pada pengendalian pandemi, respon kebijakan ekonomi yang tepat, serta penciptaan lapangan kerja, dan kesiapan bertransformasi,” ucap Menko Airlangga.

Percepatan vaksinasi akan terus dilakukan Pemerintah agar mencapai target yang ditetapkan. Hingga 13 Desember 2021, telah disuntikkan lebih dari 250 juta dosis vaksin yang terdiri dari 147,04 juta dosis vaksin pertama dan 103,13 juta dosis vaksin kedua.

Di samping terus memperbaiki kinerja di sisi kesehatan, Pemerintah juga mengakselerasi Program PC-PEN 2021. Per 10 Desember 2021, total realisasi program PEN telah mencapai Rp519,69 triliun atau 69,8% dari total pagu anggaran Rp744,77 triliun. “Program PEN ini juga akan dilanjutkan di 2022 dengan alokasi anggaran sebesar Rp414 triliun dengan fokus pada bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan penguatan pemulihan ekonomi. Alokasi anggaran ini berpotensi meningkat mengikuti kebutuhan penanganan Covid-19,” jelas Menko Airlangga.

Pemerintah juga telah memberikan dukungan peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM melalui kebijakan KUR. Pemerintah telah meningkatkan plafon pembiayaan KUR 2021 mencapai Rp285 triliun. Pemerintah juga memberikan relaksasi kebijakan KUR untuk memudahkan pembiayaan bagi UMKM selama masa pandemi. Pemerintah juga telah mendorong kebijakan relaksasi KUR untuk para debitur yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru, berupa relaksasi perpanjangan jangka waktu KUR serta relaksasi ketentuan plafon KUR.

Selain itu, Indonesia telah menerima tongkat estafet Presidensi G20 untuk tahun 2022. Bertemakan “Recover Together, Recover Stronger”, Indonesia mendorong pemulihan ekonomi global yang inklusif, kuat, dan berkelanjutan. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, dalam Presidensi G20 Indonesia akan ada 3 fokus utama yaitu penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi berbasis digital dan transisi menuju energi berkelanjutan.

“Momentum Presidensi G20 Indonesia haruslah dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mendorong pemulihan dan transformasi ekonomi, serta pembangunan aspek sosial dan politik di Indonesia. Dengan lebih dari 150 pertemuan yang akan digelar di 19 kota dan sekitar 18 ribu lebih delegasi yang akan hadir, Presidensi G20 Indonesia diprediksi membantu penciptaan sekitar 33 ribu lapangan kerja, meningkatkan konsumsi domestik hingga Rp1,7 triliun, meningkatkan PDB nasional sebesar Rp7,4 triliun, dengan manfaat total 1,5 sampai 2 kali lebih besar dari penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF-WB 2018 di Bali,” tutup Menko Airlangga. (rep/fsr/*)

Dua Kali Lolos, Kurir Sabu 13 Kilogram Diupah Rp35 Juta

Kapolres Binjai, AKBP Ferio Sano Ginting (tengah) didampingi Kasatres Narkoba, AKP Firman Imanuel PA (dua dari kiri), Kanit Pidum, Iptu Hotdiatur Purba (dua dari kanan) dan Kasi Humas, Iptu Junaidi (kanan), menunjukan narkotika jenis sabu dalam gelar paparan kepada insan pers.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Langkah Yuniar Iskandar (39) warga Dusun Hajiluan, Desa Matang Maneh, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, kandas di tangan tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai. Kurir yang berstatus duda ini sudah dua kali lolos membawa narkotika jenis sabu dengan berat masing-masing 2 kilogram dan 4 kilogram.

Kapolres Binjai, AKBP Ferio Sano Ginting (tengah) didampingi Kasatres Narkoba, AKP Firman Imanuel PA (dua dari kiri), Kanit Pidum, Iptu Hotdiatur Purba (dua dari kanan) dan Kasi Humas, Iptu Junaidi (kanan), menunjukan narkotika jenis sabu dalam gelar paparan kepada insan pers.Teddy Akbari/Sumut Pos.

Dalam upaya penyelundupan ketiga, tersangka digagalkan oleh tim gabungan di Jalan Tengku Amir Hamzah Pasar IV Cina, Desa Tandam Hulu II, Hamparan Perak, Deliserdang, Minggu (5/12) petang. Dari tangan tersangka, polisi menyita 13 kilogram sabu yang dikemas dalam bungkusan teh cina.

“Dapat kami sampaikan kepada rekan-rekan media, tersangka sudah kita interogasi. Kemudian kita menyimpan fakta bahwa tersangka sudah dua kali berhasil melakukan pengiriman Narkoba, yang pertama 2 kilo dan yang kedua, 4 kilo. Dan ini yang ketiga digagalkan tim gabungan Polres Binjai,” jelas Kapolres Binjai, AKBP Ferio Sano Ginting didampingi Kasatres Narkoba, AKP Firman Imanuel Perangin-angin dan Kanit Pidum, Iptu Hotdiatur Purba, Selasa (14/12).

Kepada polisi, lanjut Kapolres, tersangka dalam menjalankan aksinya mendapat upah senilai Rp35 juta. Namun, upah yang sudah diterima tersangka sebesar Rp10 juta.

“Dalam keterangan tersangka disampaikan bahwa barang ini dari negeri cina, dikirim ke Malaysia dan sampai ke Indonesia melalui perairan-perairan tikus Aceh,” urai mantan Kapolres Dairi ini.

Dia menambahkan, kristal putih belasan kilogram ini akan diedarkan ke sejumlah kota di Sumut, sesuai dengan pesanan. “Tujuan utamanya ke Kota Medan,” ujar dia.

“Yang mana kita ketahui bersama apabila barang ini beredar di tengah masyarakat, maka kurang lebih 130 ribu orang akan menjadi korban penyalahgunaan narkoba,” tambah dia.

Kasatres Narkoba Polres Binjai, AKP Firman Imanuel PA menambahkan, pengungkapan ini atas informasi dari masyarakat. Disebutkan bahwa ada kurir yang berangkat dari Aceh akan menyelundupkan sabu ke Sumut.

Atas informasi ini, dilakukan penyelidikan sejak Kamis (9/12). “Mulai dari Binjai sampai ke perbatasan Medan, kami mengecek dan melakukan penyelidikan. Hari terus berganti dan kami maksimalkan pada Minggu (5/12), tepatnya kita di pom bensin (SPBU), kita mendapat informasi sepertinya (tersangka) ada di L-300, bus tujuan Medan,” tukasnya.

Oleh polisi, tersangka disangkakan Pasal 114 ayat 2 Subsider 112 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun kurungan penjara. (ted)

Bupati Tapteng Berkunjung ke Karo, Ada Apa?

KERJA: Bupati Karo saat menerima kunjungan kerja Bupati Tapteng.solideo/sumut pos.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani berserta Ketua DPRD Tapanuli Tengah, Khairul Kiyedi Pasaribu dan Wakil Ketua DPRD Tapanuli Tengah, Willy Saputra Silitonga, SH beserta rombongan melakukan kunjungan kerja dalam rangka Peningkatan Pendapatan Daerah (PAD) ke Kabupaten Karo.

KERJA: Bupati Karo saat menerima kunjungan kerja Bupati Tapteng.solideo/sumut pos.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Karo, Iriani Tarigan dan para OPD Karo. Acara ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karo, Senin (13/12). 

Dalam rangka kunjungan kerja tersebut, Bupati Karo Cory S Sebayang menyambut baik kedatangan Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani beserta rombongan ke Kabupaten Karo. 

Bupati Karo berharap atas kunjungan kerja Bupati Tapanuli Tengah ini semakin mempererat tali silaturahmi dan berharap tukar pikiran yang baik untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih baik kedepannya bagi masyarakat Karo dan masyarakat Tapanuli Tengah.

Pada kesempatan ini juga Bupati Karo dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih kepada Bupati Tapanuli Tengah beserta rombongan yang sudah menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Kabupaten Karo dan dengan kunjungan ini semoga mendapatkan informasi dan ilmu yang berguna untuk kemajuan Kabupaten Karo kedepannya. 

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan menggunakan handsanitizer. (deo)

Wagub: Ayo Dukung Kemajuan Kaldera Toba

RESMI: Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah meresmikan gedung pusat informasi Kaldera Toba di Poltekpar Medan, Jalan Rumah Sakit Haji, Deliserdang, Senin (13/12).DISKOMINFO SUMUT.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Pusat Informasi Kaldera Toba di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan diresmikan. Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengajak semua pihak untuk ikut menyempurnakan berbagai catatan-catatan untuk kemajuan Kaldera Toba yang ditetapkan menjadi UNESCO Global Geopark.

RESMI: Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah meresmikan gedung pusat informasi Kaldera Toba di Poltekpar Medan, Jalan Rumah Sakit Haji, Deliserdang, Senin (13/12).DISKOMINFO SUMUT.

Dengan pengakuan dunia terhadap Kaldera Toba, pemerintah dan masyarakat berkewajiban untuk meningkatkan dan terus menjaga kelestarian lingkungan dan keutuhan dari Kawasan Kaldera Toba.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, saya ucapkan terima kasih kepada kepedulian Politeknik Pariwisata Medan untuk Kaldera Toba. Moment ini sekaligus mengingatkan kita kembali bahwa ada catatan-catatan dari UNESCO yang harus kita sempurnakan dan kita lengkapi,” ujar pria yang akrab disapa Ijeck ini saat peresmian gedung pusat informasi Kaldera Toba di Poltekpar Medan, Jalan Rumah Sakit Haji, Deliserdang, Senin (13/12).

Hadir juga dalam kegiatan, Ketua Harian Geopark Kaldera Toba Mangindar Simbolon dan Wakil Direktur 1 Poltekpar Medan Femmy Indriani Dalimuthe

Lanjut Ijeck, penetapan Danau Toba sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark melalui berbagai proses panjang dan tidak mudah.

“Ini jadi pekerjaan kita bersama. Jangan sampai kita lalai akhirnya dicabut kembali. Penetapan ini sangat baik untuk promosi wisata kita, bukan hanya menjual danaunya tapi juga menjual sejarah bagaimana Danau Toba itu terjadi,” ujar Ijeck, sembari berharap pusat informasi yang dibuka di Poltekpar Medan ini bisa memberi manfaat untuk kemajuan Danau Toba.

Sementara itu, Wakil Direktur 1 Poltekpar Medan Femmy Indriani Dalimuthe menyampaikan tujuan dibentuk pusat informasi tersebut di antaranya adalah sebagai pusat pengetahuan untuk pembelajaran tentang geopark bagi mahasiswa dan masyarakat Sumut dengan bekerja sama dengan Badan Pengelola Kaldera Toba UNESCO.

“Selain itu juga sebagai pendukung untuk unit Geopark di Poltekpar Medan dan menjadi salah satu outlet untuk mahasiswa praktik pada jurusan kepariwisataan,” katanya. (prn/ram)

Kabupaten Dairi Punya Sekda Baru, Ini Orangnya..

SUMPAH: Budianta Pinem saat diambil sumpah janji jabatan sebagai Penjabat Sekda Dairi gantikan Leonardus Sihotang yang dimutasi menjadi Staf Ahli Bupati Dairi.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy KA Berutu melantik Budianta Pinem sebagai sekretaris daerah (Sekda) menggantikan, Leonardus Sihotang yang dimutasi menjadi Staf Ahli Bupati pada pelantikan jabatan pimpinan tinggi (JPT) dan pejabat administrator di Gedung Balai Budaya Sidikalang.

SUMPAH: Budianta Pinem saat diambil sumpah janji jabatan sebagai Penjabat Sekda Dairi gantikan Leonardus Sihotang yang dimutasi menjadi Staf Ahli Bupati Dairi.

Pelantikan Budianta Pinem menjadi Sekda digelar secara virtual dari Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Senin (13/12).

Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi dan Informasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika, Iswan Togatorop menyampaikan, dasar pelantikan mempedomani peraturan presiden (Perpres) Republik Indonesia nomor 3 tahun 2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah khususnya pada pasal 8 dan 9.

Pelantikan disaksikan Kepala BKPSDM Dairi, Dapot Hasudungan Tamba dan Asisten Pemerintahan, Jonny Hutasoit.

Iswan menyebut, dalam arahanya, Eddy KA Berutu meminta supaya Budianta Pinem melaksanakan amanah dengan baik.

Sementara itu, Kepala BKPSDM, Dapot Tamba mengatakan, saat ini Pemkab Dairi, sedang melaksanakan seleksi terbuka untuk mengisi 6 jabatan pimpinan tinggi pratama yang kosong pasca mutasi awal Desember 2021 lalu.

Ke 6 pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang dilelang itu yakni Kepala Dinas Kesehatan, Pertanian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Sekretaris Daerah.

Dapot mengatakan, Bupati menginstruksikan agar semua tahapan yang sudah direncanakan dapat berjalan sesuai jadwal. Ia berharap, melalui proses seleksi tersebut diperoleh yang terbaik.

“Pejabat hasil seleksi terbuka akan dilantik akhir bulan Desember 2021. Awal tahun 2022, seluruh pimpinan OPD sudah terisi. Sehingga diharapkan, pejabat baru nanti dapat bekerja maksimal mencapai visi misi Pemkab Dairi mewujudkan Dairi Unggul yang mensejahterakan masyarakat dalam harmoni keberagaman,” jelas Iswan. (rud)

Minta Penghitungan Ulang Surat Suara Pilkades, Warga Lae Hole 1 Unjukrasa ke Kantor DPRD & Bupati Dairi

UNJUKRASA: Puluhan masyarakat desa Lae Hole 1, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, unjukrasa ke kantor DPRD dan Bupati Dairi menuntut penghitungan ulang surat suara Pilkades, 25 November 2021 lalu.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Puluhan warga Desa Lae Hole 1, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, menggelar aksi unjukrasa ke kantor DPRD dan Bupati Dairi, Selasa (14/12). Aksi warga untuk menuntut supaya dilakukan penghitungan ulang surat suara pada pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, 25 November 2021 lalu.

UNJUKRASA: Puluhan masyarakat desa Lae Hole 1, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, unjukrasa ke kantor DPRD dan Bupati Dairi menuntut penghitungan ulang surat suara Pilkades, 25 November 2021 lalu.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Di kantor DPRD, pemimpin orasi, Robinson Simbolon menyampaikan, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu telah membodohi rakyat dengan kekuasaanya. Dimana, Bupati Dairi selalu mengarahkan permasalahan Pilkades diselesaikan lewat jalur hukum di pengadilan.

“Padahal, dalam Undang Undang Desa diamanatkan, setiap persoalan Pilkades wajib diselesaikan Bupati/Wali Kota, dalam waktu 30 hari pasca pelaksanaan Pilkades. Artinya, penyelesaian sengketa Pilkades cukup diselesaikan oleh Bupati dan bukan ke pengadilan,” ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani serta 35 anggota dewan lainya, untuk tidak ikut-ikutan membodohi masyarakat. Sekaligus mendesak, supaya Pemkab Dairi melakukan penghitungan ulang surat suara Pilkades Lae Hole 1.

Robinson menegaskan, harapan untuk penghitungan ulang surat suara, karena penyelenggara pemilihan yaitu panitia pemilihan kepala desa (P2KD) Lae Hole 1, telah menzolimi calon kepala desa nomor urut 2, Mangaranap Lumban Tobing serta masyarakat selaku pendukungnya.

“P2KD dan kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) diduga telah sewenang-wenang membuat keputusan membatalkan suara untuk nomor urut 2. Aspirasi atau instruksi dilakukan saksi calon nomor 2, Parluhutan Manurung tidak diabaikan KPPS dan P2KD, sehingga merugikan calon dan kami sebagai masyarakat,” ucapnya.

Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani ditemani Sekretaris Dispemdes, Edison Silalahi serta Kabid Administrasi dan Pemerintahan Desa, Selamat Bancin menemui para warga. Sedangkan Robinson Simbolon bersama kuasa hukum calon nomor urut 2, Jetra Bakara, Josef Situmorang, Irawati serta tim pendamping, Parulian Saragih serta Parlin Tamba.

Anggota DPRD Dairi, Nasib Marudur Sihombing minta supaya Pemkab Dairi mengakomodir aspirasi warga untuk dilakukan penghitungan ulang.

“Saya harap pimpinan dewan merekomendasikan kepada Pemkab Dairi agar dilakukan penghitungan ulang,” ungkapnya.

Nasib sangat menyesalkan, jika Pemkab Dairi mengarahkan masyarakat agar penyelesaian Pilkades digugat ke pengadilan. Harusnya lanjut Nasib, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu bisa menyelesaikan semua sengketa Pilkades tanpa mengarahkan gugatan ke pengadilan.

Usai melakukan pertemuan di gedung DPRD, masyarakat desa Lae Hole 1, kembali melanjutkan aksi ke kantor Bupati. Selesai menggelar aksi, Robinson Simbolon kepada wartawan mengatakan, sesuai pertemuan di gedung DPRD, Dispemdes akan membalas surat warga Lae Hole 1 untuk penghitungan ulang surat suara seminggu setelah pertemuan.

“Atau paling lama seminggu sebelum pelantikan Kades terpilih,” ungkap Robinson. (rud)

Maling Kompresor AC Ruko Terekam CCTV

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Maling kompresor AC di rumahtoko (ruko) Jalan Gunung Krakatau No 9 PP, Medan Timur, terekam kamera pengintai atau CCTV. Aksi pelaku pencurian tersebut, terjadi, yang diperkirakan berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu (12/12).

Rekaman video aksi maling itu tersebar di media sosial (medsos). Dalam video yang berdurasi 1.20 detik tersebut, pelaku memanjat dan naik ke atap ruko. Selanjutnya, pelaku berjalan di genteng lalu ke bagian samping ruko, ke tempat kompresor AC. Pelaku kemudian mengambil kompresor AC dan melarikan diri.

Aksi maling tersebut, ternyata tidak dilakukan sendirian. Rekan pelaku telah menunggu di atas sepeda motor tidak jauh dari ruko. Setelah berhasil mengambil kompresor AC, kedua pelaku pencurian ini langsung kabur.

Kanit Reskrim Polsek Medan Timur Iptu Jefri Simamora mengatakan, pihaknya telah menerima informasi terkait pelaku pencurian di ruko. Saat ini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan memburu pelaku pencurian tersebut. “Sudah kita monitor, masih kita lidik. Kami juga menunggu korban untuk membuat laporan,” pungkasnya. (ris/azw)

Korban Minta Dua Tersangka Mafia Tanah Ditahan, Laporan Sudah Berlangsung Sejak 23 Juli 2021

JUAL BELI TANAH: Surat jual beli dan pemindahan antara tersangka JMS, IS kepada Radius Ginting (korban).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Radius Ginting (55) warga Sedap Malam III Kelurahan Sempakata Kecamatan Medan Selayang, meminta Polrestabes Medan menahan JMS (38) dan IS (53), dua tersangka dugaan menempatkan keterangan palsu dalam akta otentik dan penipuan, berdasarkan LP/1245/K/V/2020/SPKT/Restabes Medan.

JUAL BELI TANAH: Surat jual beli dan pemindahan antara tersangka JMS, IS kepada Radius Ginting (korban).

Radius Ginting diduga menjadi korban kasus mafia tanah oleh kedua tersangka, yang disangkakan melanggar Pasal 266 dan atau 378 KUHPidana.

Meski JMS dan IS telah menyandang status tersangka, namun hingga kini, SP Sidik/1662/VII/Res.1.9./2020/Reskrim, tanggal 23 Juli 2020 dan SP Sidik/1502/IX/Res.1.9/2021/Reskrim, tanggal 25 September 2021, terkesan jalan di tempat.

Pasalnya, tersangka JMS belum mengindahkan dua kali pemanggilan pascapenetapan tersangka maupun saat berstatus saksi.

“Kita heran melihat kinerja kepolisian. Apa mungkin seseorang tersangka tidak mengindahkan pemanggilan penyidik? Anehnya menurut informasi tersangka IS justru ditangguhkan dan wajib lapor. Kesannya penyidik bekerja tidak profesional. Ada apa dengan penyidik tidak melakukan pemanggilan paksa?,” ujar Ginting kepada wartawan, Selasa (14/12).

Ginting mengatakan, ia terpaksa menempuh jalur hukum pascapermohonan penerbitan sertifikat hak milik berujung pemblokiran justru melibatkan oknum Lurah, BPN, Notaris dan mafia tanah cukup rapi.

Awalnya, lanjut Ginting, kasus bermula dari pembelian sebidang tanah dari IS seluas 216 M2 terletak di Jalan Jamin Ginting Lingkungan II Kelurahan Beringin Kecamatan Medan Selayang. Namun dalam proses pembuatan sertifikat, Lurah Beringin malah melakukan pemblokiran ke pihak ATR/BPN Medan, berdasarkan permohonan Radius Ginting untuk menerbitkan SK pemberian Hak atas Tanah.

Dengan adanya pemblokiran itu, lanjutnya, permohonan yang sudah berjalan sejak tanggal 19 Februari 2020 lalu, tak kunjung selesai hingga kini. Kerugian pun ditaksir cukup besar.

Kemudian, kata dia, BPN menerbitkan surat pemberitahuan ke Radius Ginting pada tanggal 23 Maret 2021, dimana surat bernomor HP.01.01/1629 12.71.300/III/2021, menjelaskan penolakan dan tidak dapat ditindaklanjuti. “Saya menilai kasus ini sengaja dipersulit. Seharusnya penyidik melakukan penahanan terhadap kedua tersangka karena sejak awal tersangka berupaya menghindar. Kita curiga kedua tersangka melarikan diri, menghilangkan atau merusak barang bukti maupun sebagainya,” pinta Ginting.

Selanjutnya, sambung Ginting, IS tidak pernah mengajukan permohonan SHM kepada BPN Kota Medan. Anehnya, permohonan sertifikat hak milik (SHM) yang diajukan Ginting sebelumnya justru tidak direspon Lurah maupun BPN Kota Medan pada tanggal 23 Maret 2021.

Sementara sisa tanah seluas 215 M2 yang dibangun 2 unit ruko milik IS, kemudian dijual kepada Budianto Sembiring justru diproses permohonan SHM ditandatangani Lurah dan disetujui BPN Kota Medan.

Atas kasus ini, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Medan, Riachad Sihombing membenarkan telah menerima berkas surat perintah dimulai penyidikan (SPDP), perkara dugaan tindak pidana menempatkan keterangan palsu kedalam suatu akta otentik dan atau penipuan sebagaimana diatur pasal 266 dan atau 378 KUHPidana. “Benar, dalam perkara ini, kita baru menerima berkas SPDP berkas kedua tersangka dari pihak Polrestabes Medan,” tandasnya. (man/azw)

Sidang Dugaan Jual Beli Jabatan Pemko Tanjungbalai, Mantan Sekda Akui Beri Uang Rp100 Juta

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungbalai, Yusmada mengaku tidak pernah menanyakan uang terima kasih Rp100 juta, yang ia serahkan ke Sajali. Hal itu diutarakannya dalam sidang dugaan jual beli jabatan, beragendakan keterangan terdakwa, di Ruang Cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (14/12).

Dalam pengakuannya, uang itu ia serahkan ke Sajali yang merupakan teman dekat mantan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial untuk memuluskan jalannya menjabat sebagai Sekda Tanjungbalai.

Awalnya, kata Yusmada, ia mengaku sempat menolak tawaran Sajali menjadi Sekda Tanjungbalai, karena dia dapat mengatur mutasi pegawai hingga dijanjikan sejumlah proyek di Tanjungbalai.

“Disampaikan Sajali, bahwa mungkin pilihan pak Wali jatuh ke saya. Lalu saya tanya kira-kira bagaimana nanti, dan dijawabnya kalau jadi Sekda semua urusan pemerintahan diserahkan ke saya, termasuk mutasi pegawai dan proyek-proyek di Tanjungbalai,” bebernya.

Selanjutnya, kata Yusmada, Sajali pun meminta uang komitmen Rp500 juta pada Yusmada, namun terdakwa mengaku tidak sanggup dan hanya mampu memberi Rp200 juta.

“Disampaikan ada nanti uang terima kasih ke pak Wali. Saat itu dia sampaikan Rp500 juta, tanggapan saya gak sanggup, saya bilang ke dia sanggupnya Rp200 juta itupun Rp100 dulu saya kasih. Sisanya gak saya bayar pak,” kata Yusmada menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Selanjutnya, Yusmada pun menyerahkan uang Rp100 juta. Meski demikian ia mengaku tidak pernah menanyakan ke Syahrial apakah uang tersebut sudah sampai atau tidak. “Saya tidak pernah bertemu langsung dengan pak Wali membicarakan uang itu. Saya sangsi pikiran pak Wali berubah,” ucapnya.

Hingga, kata Yusmada usai Syahrial diperiksa oleh Komisi Pemeriksaan Korupsi (KPK) ia pun dipanggil menghadap ke rumah Syahrial untuk menyusun siasat agar praktik dugaan jual beli jabatan tersebut tidak terendus.

“Dipanggil Pak Syahrial ke rumahnya katanya karena dia diperiksa KPK bilang aja uang itu utang piutang,” bebernya.

Yusmada mengaku, hingga dilantik ia pribadi tidak tau berapa skor yang ia peroleh saat mengikuti tes menjadi sekda, yang belakangan diketahui bahwa skornya ternyata paling tinggi diantara kandidat lainnya.

“Tidak tahu saya skornya, gak ada yang menginfokan juga. Karena saat itu pikiran saya dipilih pun jadi gak dipilih pun jadi, gak berambisi,” cetusnya.

Usai memeriksa terdakwa, majelis hakim yang diketuai Eliwarti menunda sidang ke pekan depan dengan agwnda tuntutan JPU.

Diketahui sebelumnya Yusmada bersama eks Walkot Syahrial didakwa melakukan praktik jual beli jabatan.

Syahrial melalui orang kepercayaannya bernama Sajali beberapa kali mendatangi Yusmada menawarkan posisi Sekda dengan syarat memberikan sejumlah uang. Yusmada yang awalnya menolak akhirnya lukuh dan memberikan uang Rp100 juta.

Belakangan, hal tersebut pun terendus KPK hingga perkara Yusmada naik ke pengadilan. Diketahui dalam perkara ini terdakwa Syahrial belum diadili. (man/azw)

Pembuktian Yamaha FreeGo, Libas Jalan Berkelok dan Tanjakan Tajam

LIBAS: Yamaha FreeGo libas jalan menanjak dan berkelok. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Motor skutik 125 cc dari keluarga generasi 125 Yamaha semakin diminati seluruh kalangan masyarakat Indonesia. Selain karena memiliki harga terjangkau, desain menarik, beragam fitur fungsional, juga memiliki performa yang handal. Terbukti dengan hadirnya beragam cerita menarik dari pengalaman para penggunanya. Salah satunya Bu Tini (45) asal Kediri yang telah membuktikan kehandalan Yamaha FreeGo dengan melibas jalur berkelok dengan tanjakan tajam Pujon, Malang.

LIBAS: Yamaha FreeGo libas jalan menanjak dan berkelok. (IST).

Ibu rumah tangga dari empat orang anak ini mengaku nyaman menggunakan motor skutik Yamaha FreeGo untuk menemani rutinitas harian baik jarak dekat maupun jarak jauh. Beragam pengalaman bersama Yamaha FreeGo menjawab keraguannya terhadap performa motor skutik. Salah satu pengalaman yang paling menantang ketika Bu Tini menggunakan sepeda motor Yamaha FreeGo untuk pulang pergi ke Malang dari tempat tinggalnya di Kediri.

“Biasanya saya pakai motor bebek, saat saya pertama kali beralih ke motor skutik Yamaha FreeGo saya memberanikan diri untuk antar jemput anak dari Kediri ke Malang. Tapi pake motor ini ternyata kuat nanjak jadi saya tetap tenang, malah lebih nyaman, kaki tidak terasa capek punggung juga tidak terlalu pegal padahal boncengan sama anak melewati jalan berkelok-kelok dan sangat menanjak di daerah Ngantang sampai Pujon. Dari situ saya selalu berani pake motor ini, buat pulang kampung ke Probolinggo, jalan-jalan ke Bromo, Malang, dan Alhamdulillah tidak ada kendala sampai saat ini,”ungkapnya

Pembuktian performa Yamaha FreeGo, khususnya saat ditanjakan dikarenakan menggunakan sudah mesin 125 cc Blue Core. Hal ini membuat sepeda motor lebih bertenaga saat membawa beban dan handal untuk melibas segala medan, baik di jalan datar maupun menanjak. Selain itu, Ban lebar dan tubeless, membuat Bu Tini lebih stabil saat bermanuver melewati jalan berkelok. Kenyamanan yang dirasakan Bu Tini saat pergi jarak jauh karena Yamaha FreeGo memiliki jok yang lebih panjang dan pijakan kaki yang luas sehingga penumpang juga akan lebih nyaman dan rileks saat berkendara.

Selain memiliki performa yang unggul di kelasnya, Yamaha FreeGo juga disempurnakan dengan beragam fitur fungsional yang semakin mendukung kenyamanan berkendara, seperti bagasi luas sehingga dapat menampung barang bawaan lebih banyak, Smart Front Fuel untuk pengisian bahan bakar dari depan, tanpa perlu membuka jok, Electric Power Socket pada Yamaha FreeGo untuk mengisi daya baterai smartphone saat berkendara, lampu Hazard yang biasanya hanya ada pada motor kelas 150 cc ke atas, Smart Key System (SKS) sebagai sistem kunci tanpa anak kunci (Keyless).

“Tidak hanya nyaman buat nanjak di perjalanan jauh dan ekstrem, saya nyaman pake Yamaha FreeGo untuk sehari-hari karena praktisnya. Bagasi sangat luas jadi kalau ke pasar semua juga masuk, tidak ribet. Anak saya juga suka pake buat sekolah karena tas dan helmnya bisa masuk ke bagasi,”tambahnya

Motor Yamaha Freego semakin lekat dengan masyarakat Indonesia yang dibuktikan dengan pengalaman berkendara penggunanya. Buktikan sendiri kehandalan motor ini dengan mengunjungi dealer Yamaha terdekat atau melalui website Yamaha Indonesia (www.yamaha-motor.co.id). (rel/dek)