27 C
Medan
Monday, January 26, 2026
Home Blog Page 2881

Zonasi Penyebaran Covid-19 di Sumut: Zona Hijau Kini Jadi 8 Daerah

OPERASI: Petugas gabungan dari TNI-Polri bersama Satgas Penanganan Covid-19 melakukan Operasi Yustisi di salah satu warung kopi di Medan.istimewa/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Zona hijau atau tidak ada kasus penyebaran Covid-19 di wilayah Sumatera Utara (Sumut) terus bertambah. Sebelumnya hanya 6 kabupaten/kota, kini telah meningkat menjadi 8 daerah. Sedangkan 25 daerah lagi tetap bertahan di zona kuning atau risiko rendah.

OPERASI: Petugas gabungan dari TNI-Polri bersama Satgas Penanganan Covid-19 melakukan Operasi Yustisi di salah satu warung kopi di Medan.istimewa/SUMUT POS.

Berdasarkan data yang disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 Pusat melalui website resminya di laman https://covid19.go.id/peta-risiko tertanggal 5 Desember 2021, kabupaten/kota di Sumut yang masuk zona hijau antara lain Nias Barat, Pakpak Bharat, Nias Utara, Sibolga, Samosir, Tebingtinggi, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Utara (Labura). Dari 8 daerah tersebutn

3 diantaranya yaitu Samosir, Tebingtinggi, dan Labuhanbatu yang baru masuk zona hijau dalam pekan ini. Sedangkan 5 daerah lainnya sejak minggu sebelumnya.

Penetapan status zonasi risiko penyebaran Covid-19 daerah tersebut, dihitung berdasarkan sejumlah indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan melalui epidemiologi, seperti penurunan jumlah kasus positif, suspek dan sebagainya sesuai update per tanggal 28 November 2021.

Sementara itu, data terkini perkembangan Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (8/12), Sumut disebutkan kembali menambah lima kasus konfirmasi positif baru sehingga totalnya naik menjadi 106.068 orang. Sedangkan kasus sembuh bertambah 9 orang menjadi 103.081. Untuk kasus kematian, masih tetap bertahan di angka 2.889 orang. Karena itu, melalui data tersebut, maka saat ini jumlah kasus aktif Covid-19 Sumut tinggal menyisakan 98 orang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah mengimbau, agar masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19, dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Apalagi, saat ini telah muncul varian baru yang masuk dalam variant of concern (voc) oleh WHO, seperti Omicron. “Memang kalau varian virus corona terus bermunculan, karena yang namanya virus termasuk Covid-19 ini akan terus bermutasi,” ujarnya.

Menurut Aris, walaupun saat ini di beberapa daerah telah terjadi penurunan kasus Covid-19 secara signifikan, tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi lonjakan. Bahkan, untuk daerah yang telah ditetapkan sebagai zona hijau sekalipun bisa meningkat kasus baru positif Covid-19. “Makanya protokol kesehatan tetap harus dijaga dan tetap dimonitor oleh pemerintah. Sampai saat ini Satgas Covid-19 masih terus bekerja agar jumlah kasus tidak naik lagi,” katanya.

Operasi Yustisi

Guna menjaga disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesahatan (Prokes) jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), TNI-Polri dan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Medan menggencarkan operasi yustisi dengan sasaran pelaku usaha rumah makan, restoran, cafe, tempat hiburan malam, karaoke, spa, serta pusat perbelanjaan.

“Operasi Yustisi terus digencarkan. Kita dorong semua Polres Jajaran terus lakukan ini agar masyarakat tetap disiplin mematuhi Prokes, sehingga tidak terjadi peningkatan terpapar Covid-19 pasca libur Nataru,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, Rabu (8/12).

Disebutnya, sebanyak 62 personel TNI-Polri dan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Medan dikerahkan ke berbagai sudut dan ruas Jalan untuk patroli melaksanakan penegakan protokol kesehatan masyarakat

Menurutnyam dalam menghadapi Nataru, dikhawatirkan akan terjadi lonjakan kasus positif Covid-19, karenanya Kapolda Sumut meminta seluruh Jajaran Polres mempercepat vaksinasi dan menggencarkan Operasi Yustisi, memberikan imbauan serta sosialisasi untuk tidak mudik dan menerapkan Prokes ketat. “Bagi masyarakat atau pengelola tempat usaha yang tidak patuh akan diberi imbauan, teguran dan sanksi, kami harap seluruh masyarakat dan pelaku usaha dapat menaati peraturan tentang batasan jam operasional dan PPKM berdasarkan level daerahnya masing-masing juga sebagaimana yang tertera dalam Instruksi Gubernur terkait pengendalian penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

1.300 Imigran Divaksin

Sementara, para imigran dan pengungsi asal luar negeri yang berada di Kota Medan, menjalani vaksinasi Covid-19 dosis satu di Raz Hotel, Jalan Dr Mansyur, Medan, Rabu (8/12) siang. Vaksinasi ini dilakukan Dinas Kesehatan Kota Medan bekerja sama dengan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Mutia Nimpar mengatakan, vaksinasi tersebut dilaksanakan dalam satu hari. “Pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan satu hari ini saja,” katanya.

Mutia mengaku, imigran yang divaksin sebanyak 1.300 orang. Mereka disuntik vaksin jenis Pfizer karena lebih diakui untuk dunia internasional. Apalagi, para pengungsi ini berasal dari berbagai negara. “Imigran termasuk kelompok yang rentan terpapar Covid-19. Ada 1.300 orang yang dilakukan vaksinasi jenis Pfizer,” ujarnya.

Disebutkan Mutia, dalam vaksinasi ini Dinkes Medan menurun enam tim. Pelaksanaan vaksinasi berjalan aman tanpa kendala. “Ada enam tim yang kita turunkan. Tim ini dari Puskesmas yang ada di kawasan tempat berlangsungnya vaksinasi,” sebutnya.

Mutia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi menerapkan sistem smart checking yang telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia. “Ini dari berbagai pengungsi yang ada di Medan di bawah naungan IOM itu yang kita vaksin, dan vaksinasi ini dilakukan dengan smart checking khusus untuk warga negara asing. Vaksinasi ini langsung berkoordinasi dengan pihak Kemenkes,” terangnya.

Terkait imigran anak-anak yang ada di beberapa tempat penampungan di Kota Medan, Mutia menambahkan, mereka juga akan dilakukan vaksinasi. Namun, masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. “Untuk anak-anak masih menunggu instruksi dari Kemenkes,” pungkasnya. (ris/dwi)

Akhirnya, Layanan Visa Umrah Dibuka

UMRAH: Jamaah umr ah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, menerapkan protokol kesehatan saat melakukan tawaf.istimewa/sumu tpos.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Arab Saudi akhirnya kembali membuka layanan permohonan visa umrah untuk Indonesia. Hanya saja, pemerintah Indonesia belum memutuskan, apakah akan kembali menyelenggarakan umrah bulan ini. Sebab, pemerintah sedang berfokus mengendalikan Covid-19 di masa Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

UMRAH: Jamaah umr ah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, menerapkan protokol kesehatan saat melakukan tawaf.istimewa/sumu tpos.

Informasi pembukaan kembali layanan visa umrah itu disampaikan secara resmi pemerintah Arab Saudi pada Senin (6/12) malam pukul 23.00 WIB. Selain Indonesia, layanan pengajuan visa umrah juga dibuka untuk India, Pakistan, dan Mesir.

Dibukanya kembali layanan visa umrah ini disambut baik travel umrah di Tanah Air. Kabid Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Zaky Zakaria Anshary mengatakann

pada prinsipnya pengurusan visa umrah untuk jamaah Indonesia sudah bisa diproses. “Tapi, kita kan masih menunggu kepastian pemerintah boleh atau tidak (memberangkatkan umrah, Red). Kalau kita keluarkan visa, ternyata tidak boleh, bisa expired,” jelasnya, Selasa (7/12).

Zaky mengikuti paparan pemerintah yang baru memastikan keberangkatan umrah setelah masa libur Nataru. Dia berharap, kebijakan tersebut sebatas imbauan saja. Sehingga travel umrah tetap bisa memberangkatkan jamaah umrah bulan ini dengan protokol kesehatan yang ketat.

Menurut dia, ada sejumlah pertimbangan kenapa umrah sebaiknya tetap dimulai bulan ini. Di antaranya adalah menghindari tudingan dari masyarakat terjadi diskriminasi. “Selama perjalanan ke luar negeri lainnya boleh, sebaiknya untuk umrah juga boleh,” katanya.

Apalagi Arab Saudi bukan termasuk daftar negara dengan kasus varian Omicron tinggi seperti Afrika Selatan dan sekitarnya. Pertimbangan berikutnya, umrah adalah perjalanan yang dikontrol secara disiplin. Baik oleh Indonesia maupun Arab Saudi. Sehingga risiko jamaah umrah membawa virus Covid-19 bisa diperkecil.

Selain itu, Arab Saudi juga masuk dalam daftar 10 negara yang aman untuk dikunjungi. “Vaksinasi di Arab Saudi juga sudah 70 persen. Itu artinya sudah terbentuk herd immunity di sana,” katanya.

Selanjutnya, kegiatan selama rangkaian umrah juga terbatas di hotel dan Masjidilharam serta Masjid Nabawi. Otomatis jamaah tidak banyak berkumpul dengan warga setempat.

Zaky juga menyinggung pemerintah sudah membatalkan kebijakan PPKM Level 3 untuk seluruh wilayah Indonesia di masa Nataru. Dia berharap pemerintah kembali bisa duduk bersama dengan asosiasi travel umrah untuk membahas lebih teknis soal pemberangkatan umrah di masa pandemi Covid-19.

Dari Kementerian Agama (Kemenag) belum ada komentar terbaru soal kembali dibukanya pengurusan visa umrah. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief belum membalas saat diajukan pertanyaan itu. Hilman hanya mengomentari singkat keputusan pemerintah Indonesia menunda pemberangkatan umrah paling cepat setelah libur Nataru. “Saya belum lihat keputusan resminya,” kata kader Muhammadiyah itu.

Seperti diketahui, pengumuman bahwa pemerintah Indonesia menunda keputusan memberangkatkan umrah disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta pada Senin (6/12). Dia mengatakan keputusan soal umrah dibahas setah masa liburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Penerbangan Perdana

Sementara, lewat unggahan itinerary umroh new normal program 10 hari di Tanah Suci milik maskapai Saudia Airlines yang banyak beredar di grup Whatsap, penerbangan perdana jamaah umrah asal Indonesia akan dilakukan pada 16 Desember mendatang. Lebih lanjut, itinerary itu menuliskan perihal durasi perjalanan selama 5 malam Madinah dan 3 malam Makkah.

Tak sampai situ, tertulis juga caption pemberangkatan perdana umroh di Indonesia pasca pencabutan larangan penerbangan ke Saudi. Ketika dikonfirmasi, Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arya Pradhana Anggakara membenarkan perihal kabar itu. “Benar, untuk 16 Desember 2021. Itu dari Saudia Airlines,” ujarnya via pesan singkat seperti dilansir dari detikTravel, Rabu (8/12).

Lebih lanjut, ia juga mengatakan, penerbangan itu akan menjadi penerbangan perdana untuk umrah dari Indonesia tahun 2021 ini. “(Penerbangan lain) belum. Itu penerbangan perdana untuk umrah,” sambungnya.

Seperti ditulis di itinerary tersebut, jamaah diperkirakan tiba di Jeddah lebih dulu. Setelahnya, jamaah akan dibawa ke Hotel Madinah untuk melakukan karantina selama minimal 4 hari sebelum diumumkan hasil tes PCR di hari kelima.

Apabila hasil tes PCR berjalan baik, traveler sudah bisa keluar karantina di hari kelima dan melakukan perjalanan lebih lanjut. Diketahui, Terhitung 1 Desember lalu Arab Saudi resmi membuka kembali gerbang internasionalnya untuk Indonesia. Otoritas penerbangan Arab Saudi pun telah memperbarui aturan penerbangan internasionalnya.(jpc/dtt)

Indonesia vs Kamboja: Tancap Gas

POIN PENUH Witan Sulaeman dkk diharapkan mampu meraih poin penuh saat menghadapi Kamboja di laga perdana Piala AFF..

SUMUTPOS.CO – TIM asuhan Shin Tae Yong akan memulai aksi perdananya di Piala AFF 2021 ini. Berada dalam kondisi lebih bugar, harusnya Indonesia bisa memanfaatkan keunggulan itu untuk meraih kemenangan. Terlebih skuad Garuda juga didukung keunggulan faktor head to head atas Kamboja.

POIN PENUH Witan Sulaeman dkk diharapkan mampu meraih poin penuh saat menghadapi Kamboja di laga perdana Piala AFF..

Di sisi lain, Kamboja perlu kemenangan dalam laga ini untuk menjaga asa lolos dari babak grup Beberapa evaluasi dikatakan pelatih Ryu Hirose telah dilakukan. Artinya, skuad Kamboja akan sangat siap menghadapi Indonesia dalam laga malam ini.

Laga pertama dalam sebuah turnamen, kerap berjalan tidak mudah. Karenanya, Shin terus mengasah kemampuan anak asuhnya, terutama yang berkaitan dengan taktik bermain.

Pelatih asal Korea Selatan itu menyadari, Kamboja bukan lawan yang mudah dikalahkan. Salah satu indikasinya adalah keberhasilan mereka 2 kali mengalahkan Guam saat laga Kualifikasi Piala Asia 2023.

Terlepas dari ranking FIFA Guam (peringkat 206 per 19 November 2021), kemenangan yang diraih Kamboja tetap berpengaruh kepada mental bertanding mereka di ajang ini. Namun Shin mengatakan, para pemainnya berada dalam kondisi apik jelang laga. Saat sesi latih tanding yang digelar di Stadion Bukit Gombak hari Senin lalu, para striker Indonesia terus menunjukkan ketajamannya dalam hal mencetak gol.

Dalam konferensi pers jelang Indonesia vs Kamboja, Rabu (8/12), Shin Tae Yong berharap bukan hanya lini depan dan tengah skuad Garuda yang bisa mencetak gol. Mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu menuntut pemain dari semua lini bisa mencetak gol di Piala AFF 2021.

“Masalah setiap tim berbeda-beda. Kalau Indonesia untuk striker atau gelandang harus bisa cetak gol sama-sama, sehingga tim bisa menjadi yang terbaik. Tidak ada posisi yang harus lebih banyak dalam mencetak gol. Pemain dalam posisi apapun harus bisa mencetak gol saat ada kesempatan,” ucap Shin.

Terkait pertandingan malam nanti, Shin Tae Yong sudah menyaksikan pertandingan Kamboja saat dikalahkan Malaysia 1-3 pada laga pertama Grup B. Shin Tae Yong pun optimistis Timnas Indonesia bisa menang.”Para pemain terus berusaha keras agar siap saat menghadapi Kamboja di laga pertama. Perkembangan para pemain cukup bagus. Hal itu akan menjadi modal bagi kami untuk meraih kemenangan,” kata Shin soal kondisi anak asuhnya.

Mengenai peta kekuatan di Grup B Piala AFF 2021, Shin Tae Yong yakin, dinamika Grup B yang diisi Indonesia, Malaysia, Vietnam, Kamboja, dan Laos bisa berubah-berubah. “Pikiran saya sepak bola itu bisa ada banyak perubahan dalam pertandingan, jadi kami harus bersiap dengan semuanya. kami akan bersiap, bukan hanya lawan Kamboja. Kami akan bekerja keras dan maksimal, sehingga bisa lolos dari fase grup,” pungkasnya.

Kendati demikian, Kamboja punya keuntungan yang tidak dimiliki Indonesia. Para penggawa Kamboja dinilai sudah cukup ‘panas’, usai bertanding kontra Malaysia akhir pekan kemarin. Hal itu berpeluang membuat Kamboja mudah menemukan ritme permainan mereka, untuk menekan Indonesia sejak awal.

Meski secara hasil Kamboja memang takluk 1-3 dari Malaysia. Namun banyak hal positif yang didapat oleh Chan Vathanaka dan kolega. Mereka dianggap bisa merepotkan Malaysia dengan torehan 10 tembakan (6 on target), 57 persen penguasaan bola, dan memperoleh 10 sepak pojok dalam usahanya mencetak gol.

“Tentu saja kami tak akan menyerah (usai dikalahkan Malaysia). Ada banyak sisi positif yang bisa kami ambil dari laga tersebut,” ucap pelatih Ryu Hirose.(bbs)

Bakal jadi Hub Internasional, KNIA Bisa Saingi Changi dan KLIA

HUB INTERNASIONAL Bandara Internasional Kualanamu bakal menjadi hub internasional dan akan menyaingi Bandara Changi Singapura dan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) Malaysia.

KUALANAMU, SUMUTPOS.CO – Kerja sama PT Angkasa Pura II dengan GMR Airports Consortium dalam pengelolaan Kualanamu International Airport (KNIA) diyakini dapat mendongkrak kinerja bisnis bandara tersebut. Bahkan, KNIA bisa berpeluang menyaingi Bandara Changi Singapura dan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) sebagai hub regional.

HUB INTERNASIONAL Bandara Internasional Kualanamu bakal menjadi hub internasional dan akan menyaingi Bandara Changi Singapura dan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) Malaysia.

GMR Airport Consortium merupakan perusahaan operator beberapa bandara yang dimiliki sebagian sahamnya oleh perusahaan operator jaringan bandara terkemuka asal Perancis, Aeroports de Paris (ADP). Operator bandara asal India ini, resmi masuk dalam pengembangan Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara pada 23 November 2021 lalu. PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II, akan melakukan kemitraan strategis dengan GMR untuk pengembangan bandara ini selama 25 tahun ke depan.

Skema kemitraan strategis untuk pengembangan bandara ini, memiliki nilai investasi kerja sama sekitar US$ 6 miliar atau sekitar Rp85,2 triliun. Termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya Rp15 triliun.

AP II dan GMR Airports Consortium akan menjadi pemegang saham di joint venture company (JVCo) yakni PT Angkasa Pura Aviasi yang mayoritas sahamnya dimiliki Angkasa Pura II. Rinciannya, AP II menguasai mayoritas 51 persen saham di PT Angkasa Pura Aviasi, sementara GMR Airports Consortium sebesar 49 persen.

Pengamat Penerbangan Nasional Suharto Abdul Majid mengatakan, kerja sama ini akan mendorong Bandara Kualanamu sebagai salah satu pusat distribusi rantai pasok global di kawasan Asia. Sebab, selama ini hub di kawasan Asia Selatan menuju Asia Utara hanya tergantung pada Changi Airport di Singapura dan Kuala Lumpur International Airport (KLIA) di Malaysia.

“Ini menjadi hub yang strategis dan bisa menghubungkan penerbangan internasional. Melalui kerja sama dengan partner yang memiliki reputasi dan pengalaman pengelolaan bandara secara internasional serta jaringan bandara yang dikelola oleh GMR dan ADP maka bandara Kualanamu bisa dilirik maskapai lain artinya bisa menjadi hub strategis dan menyaingi Changi,” ujarnya dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Selasa (7/12).

Menurutnya, perusahaan patungan tersebut akan meningkatkan daya saing Bandara Kualanamu. Sebab dengan kemitraan strategis ini maka Bandara Kualanamu akan mendapatkan best practise knowledge dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pelayanan, juga fasililitas yang lebih baik, pilihan rute yang banyak dan pengelolaan yang lebih baik.

Sekadar informasi, perusahaan baru itu berencana memperluas Bandara Kualanamu dan meningkatkan lalu lintas tahunan dari 10 juta penumpang menjadi 54 juta. Angka ini setara dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. “Kalau sudah menjadi bandara yang kuat di pasar domestik saya optimistis daya saing secara global akan ikut dengan sendirinya,” ujarnya.

Suharto menambahkan, kemitraan ini juga akan menyasar penumpang yang bepergian antara Asia Selatan, Asia Utara, dan Australia. Selama ini, lalu lintas udara di kawasan tersebut masih sangat tergantung pada Bandara Changi dan Bandara Internasional Kuala Lumpur, sehingga kemitraan ini akan mendorong Bandara Kualanamu menjadi basis untuk mengurangi dominasi kedua bandara tersebut. ’’Saya optimis dengan kerja sama ini maka dalam 5 tahun Bandara Kualanamu akan bisa menyaingi Bandara Changi,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, kemitraan strategis antara AP II dan GMR Airports Consortium akan mempercepat pengembangan dan peningkatan daya saing Bandara Internasional Kualanamu di Asean, sejalan dengan tujuan Bandara Internasional Kualanamu menjadi hub internasional. “Kemitraan strategis antara AP II dan mitra global dapat memperkuat struktur permodalan serta memperkuat penerapan best practice global dalam pengelolaan dan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu. Adapun aset yang ada saat ini, serta hasil pengembangan aset ke depannya atas kerja sama ini akan sepenuhnya dimiliki 100% oleh AP II,” ungkap Kartika.

Kartika menuturkan, keberhasilan dalam kerja sama ini menjadi sinyal positif untuk iklim investasi indonesia, khususnya pada sektor transportasi udara. Selain itu diharapkan dengan terlaksananya kerja sama ini dapat membuka jalan bagi foreign direct investment (FDI) lainnya masuk ke Indonesia.

Wakil Direktur Utama Holding InJourney Edwin Hidayat mengatakan, model kemitraan strategis ini merupakan salah satu strategi yang tepat untuk mendorong pelayanan di bidang transportasi udara yang juga akan berdampak pada daya saing pariwisata.

“Ke depannya kami juga akan mendorong agar anggota dari Holding InJourney lainnya dapat juga melakukan optimalisasi aset melalui kerja sama kemitraan strategis sehingga pengembangan usaha dapat dilakukan bersama dengan investor serta juga dapat berpenetrasi ke negara lain sebagai mitra global dari pelaku usaha di negara tersebut,” ujar Edwin Hidayat.

Chairman of GMR Group’s energy and international airport vertical, Srinivas Bommidala mengatakan, kerja sama dengan AP II menanjadi masuknya GMR Airports di pasar aviasi Indonesia yang tumbuh cepat – terbesar di ASEAN dan memiliki potensial tinggi.  ”Kami berkomitmen untuk mentransformasikan bandara menjadi internasional hub di wilayah Barat Indonesia. Kemenangan dari penawaran ini juga memperkuat GMR Group’s sebagai salah satu pengembang dan pengelola bandara terbesar di dunia,” tutur Srinivas Bommidala.

Berdasarkan keterangan AP II, Bandara Kualanamu adalah bandara terbesar ketiga di Indonesia setelah Soekarno–Hatta Jakarta dan Kertajati di Majalengka Jawa Barat. Lokasi bandara ini merupakan bekas areal perkebunan PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa yang terletak di Beringin, Deli Serdang, Sumatra Utara.

Pembangunan bandara ini menggantikan Bandar Udara Internasional Polonia yang telah berusia lebih dari 85 tahun. Bandara Kualanamu diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatra dan sekitarnya. Pemindahan bandara ke Kualanamu telah direncanakan sejak tahun 1992 tetapi terus terhambat karena persoalan lahan. Bandara ini mulai beroperasi sejak 25 Juli 2013 meskipun ada fasilitas yang belum sepenuhnya selesai dikerjakan. (jpc/bbs)

Pemprovsu Serah Terimakan Barang Tapsel ke Padangsidimpuan

TANDA TANGANI: Penjabat Sekdaprov Sumut, Afifi Lubis menandatangani Penyelesaian Penyerahan Barang Milik Daerah Pemprovsu dan Pemkab Tapanuli Selatan ke Pemko Padangsidimpuan di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan. Selasa (7/12). PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menyerahterimakan barang milik daerah sebagai tindaklanjut dari Undang-Undang Nomor 4/2001 tentang Pembentukan Kota Padangsidimpuan, setelah mekar dari Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

TANDA TANGANI: Penjabat Sekdaprov Sumut, Afifi Lubis menandatangani Penyelesaian Penyerahan Barang Milik Daerah Pemprovsu dan Pemkab Tapanuli Selatan ke Pemko Padangsidimpuan di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan. Selasa (7/12). PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

Adapun serah terima aset atau barang milik daerah dimaksud, dari Kabupaten Tapsel kepada Kota Padangsidimpuan dan sebaliknya. Termasuk juga dari Kota Padangsidimpuan ke Pemprov Sumut.

“Ini adalah konsekuensi dari Undang-Undang tentang Pembentukan Kota Padangsidimpuan,” kata Penjabat Sekdaprov Sumut, Affi Lubis pada pertemuan yang dihadiri langsung Bupati Tapsel, Dolly Pasaribu dan Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (7/12).

“Jadi dengan berakhirnya acara ini, maka sebenarnya sudah tuntas masalah aset setelah terjadi pemekaran kota dari Kabupaten Tapsel. Sehingga tidak ada lagi permasalahan (secara administrasi),” imbuhnya didampingi Kepala BPKAD Setdaprovsu, Ismael Sinaga.

Meskipun di dalamnya juga ada penyerahan barang milik daerah yang diserahkan oleh Pemko Padangsidimpuan kepada Pemprov Sumut, namun Ismael memastikan bahwa pihaknya berlaku sebagai fasilitator atau pemerintah atasan.

“Kita gunakan pendekatan kekeluargaan, semua bisa dilaksanakan dengan baik. Jadi sudah kita kondisikan dan tuntaskan,” katanya.

Dengan penyerahan tersebut, tambahnya, segala tanggungjawab pengelolaan barang milik daerah ada pada Pemko Padangsidimpuan. Baik pengamanan aset secara fisik, administrasi, maupun secara hukum.

Berdasarkan informasi, jumlah barang milik daerah yang diserahterimakan sebanyak 41 bidang, di mana dua di antaranya dikembalikan kepada Pemprov Sumut dan 11 lainnya diserahkan kepada Pemkab Tapsel. Sehingga total yang diterima Pemko Padangsidimpuan sebanyak 28 bidang.

“Kami apresiasi Pemprov Sumut, Kemendagri dan KPK yang sudah berperan dan bertanggungjawab memfasilitasi (pertemuan),” kata Irsan Effendi. Ia menyebut, penyerahan aset barang milik daerah ini juga sudah dilakukan penandatanganan berita acara serah terima/BAST.

Sementara untuk barang milik daerah tersebut, pihaknya akan menindaklanjuti langkah ini, mengingat masih ada hal yang harus dikoordinasikan dengan Pemkab Tapsel, sebagai daerah induk sebelum terjadi pemekaran. (prn/azw)

Pemkab Dairi Lelang Enam Jabatan, Pendaftar Berakhir 10 Desember 2021

TERANGKAN: Kabid Pengadaan Mutasi dan Informasi pada BKPSDM Dairi, Martua Simarmata menerangkan proses lelang 6 JPT dilingkungan Pemkab Dairi.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi membuka pendaftaran lelang enam jabatan. Satu untuk posisi sekretaris daerah (Sekda) sedangkan lima lagi untuk pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD)/kepala dinas (kadis). Proses pendaftaran telah dibuka mulai, 6-10 Desember 2021.

TERANGKAN: Kabid Pengadaan Mutasi dan Informasi pada BKPSDM Dairi, Martua Simarmata menerangkan proses lelang 6 JPT dilingkungan Pemkab Dairi.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Dairi, Dapot Hasudungan Tamba melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan, Mutasi dan Informasi, Martua Simarmata, Rabu (8/12) menerangkan, waktu pendaftaran sesuai surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) nomor 52 tahun 2020, tentang pelaksanaan pengisian jabatan secara terbuka dan kompetitif pada masa pandemi Covid-19.

Martua memaparkan adapun JPT yang dilelang secara terbuka itu antaralain, Sekda, kepala Dinas Kesehatan, Pertanian, Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes) serta kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ucap Martua.

Tim seleksi (Timsel) berjumlah 5 orang sudah terbentuk, terdiri dari Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dua orang, akademisi 2 orang serta 1 orang dari kalangan profesional/pakar yang memahami pemerintahan. Martua Simarmata mengatakan, minimal pendaftar/pelamar dalam satu jabatan 3 orang.

Pelamar bisa memilih/melamar 2 jabatan sesuai standar kompetensi jabatan (SKJ) dimiliki. Dan eselon 2/kepala dinas yang sudah mengikuti uji kompetensi, untuk pimpinan OPD tidak bisa ikut lagi kecuali yang bersangkutan melamar posisi Sekda, terangnya.

“Pemdaftaran lowongan Sekda dan 5 pimpinan OPD ini, terbuka untuk umum. Dan sampai saat ini, belum ada yang daftar tetapi waktu masih ada 2 hari lagi,” ujar Martua Simarmata.

Seperti diketahui, lelang jabatan ini untuk mengisi kekosongan pascamutasi /rotasi besar-besaran terhadap pejabat eselon 2 termasuk Sekda dilakukan Bupati Eddy KA Berutu, di gedung Balai Budaya Sidikalang, 1 Desember 2021 lalu. (rud/azw)

Mulai Pekan Depan, Ada Razia dan Tes Urin untuk Sopir Angkot

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peristiwa tabrakan antara Kereta Api Srilelawangsa dengan Angkutan Kota (Angkot) Wampu Mini di Kota Medan pada Sabtu (4/12) lalu yang menelan 4 korban jiwa, menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Pemko Medan menggelar pertemuan khusus dengan Satlantas Polrestabes Medan, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Medan, Kesatuan Sopir dan Pemilik (Kesper) dan sejumlah pengusaha angkutan umum di Kota Medan di Kantor Satlantas Lapangan Merdeka Medan, Rabu (8/12) sore.

Dalam saat tersebut disimpulkan, bahwa mulai pekan depan, Dishub Medan bersama Satlantas Polrestabes Medan bersama tim gabungan akan melakukan razia terhadap sopir-sopir angkutan umum. Untuk mereka yang terjaring razia, akan dilakukan Tes Narkoba melalui Tes Urin.

“Dari hasil rapat ini disimpulkan, secepatnya, mulai pekan depan kita akan melakukan razia dan tes narkoba berupa tes urin kepada sopir angkutan umum di Kota Medan,” ucap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan Iswar Lubis S.SiT MT bersama Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Sonny Siregar kepada Sumut Pos, Rabu (8/12).

Iswar menegaskan, Pemko Medan tidak ingin ada lagi pengguna narkoba yang menjadi sopir angkutan umum di Kota Medan. Belajar dari peristiwa tabrakan antara Angkot dan KA Srilelawangsa baru-baru ini, Pemko Medan menginginkan agar setiap sopir di Kota Medan bersih dari narkoba.

“Pak Wali sudah tegaskan, jangan ada lagi pengguna narkoba jadi sopir angkutan umum. Belajar dari pengalaman yang ada, sopir angkutan umum harus bisa bertanggungjawab atas keselamatan penumpangnya,” ujarnya.

Iswar yang saat itu didampingi Sekretaris Organda Medan Jaya Sinaga dan Ketua Kesper Medan Israel Situmeang mengatakan, bahwa butuh perbaikan management dalam mengelola angkutan umum di Medan. Pasalnya selama ini, pengelolaan angkutan umum di Kota Medan masih dilakukan secara konvensional.

“Kita sudah beri contoh bagaimana sistem Buy The Service yang dikelola Bus Trans Metro Deli. Walaupun sistemnya berbeda, tapi bisa di upgrade untuk angkot di Kota Medan,” ujarnya.

Selain itu, tegas Iswar, setiap perusahaan angkutan umum di Kota Medan harus ikut bertanggungjawab atas kelalaian para sopirnya di lapangan. Kedepannya, tidak boleh lagi ada alasan setiap perusahaan angkutan umum untuk ‘lepas tangan’ atas kelalaian yang dilakukan para sopir yang telah merugikan orang lain.

“Setiap perusahaan angkutan umum harus bertanggungjawab. Jadi sesuai syarat administrasi, bahwa perusahaan itu adalah pemilik izin, dan seluruh armada itu baik dalam STNK dam Buku Kepemilikan itu resmi atas nama perusahaan. Jadi perusahaan itu harus memiliki hak dan kewajiban atas hal itu,” tegasnya.

Untuk menegakkan hal itu, sambung Iswar, Pemerintah tidak membutuhkan payung hukum baru atau tambahan. Pasalnya, aturan itu memang sudah tertuang dalam perundang-undangan dam legal secara hukum.

“Tapi selama ini, banyak perusahaan angkutan umum di Kota Medan yang memang basicnya turunan. Contohnya Wampu Mini ini, dia itu perusahaan dari ayahnya, begitu juga rata-rata perusahaan yang lain. Makanya kedepannya, kita berharap dikelola secara profesional,” pungkasnya.

Sementara itu, kepada Sumut Pos, Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Sonny Siregar menegaskan, bahwa pihaknya akan segera melaksanakan razia penindakan gabungan terhadap para sopir angkot di Kota Medan berupa tes urin, razia administrasi, serta KIR dari kendaraan angkutan umum.

“Ini hal yang sangat urgent dan sangat mendesak sekali. Kita juga akan bekerjasama dengan mitra-mitra seperti BNN dan Jasa Raharja,” ucap Sonny.

Kemudian Sonny juga menuturkan bahwa dalam rapat itu pihaknya telah sepakat, apabila kedepannya ada video viral tentang pelanggaran yang dilakukan angkot, khususnya yang diambil masyarakat, maka video itu akan dijadikan alat bukti dalam rangka penindakam.

“Tetapi saat ini kami beri waktu sosialisasi kepada seluruh operator untuk memyampaikan kepada para sopirnya untuk tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran. Namun apabila nanti terbukti dan viral, muncul di medsos, kami akan datang menjemput,” tuturnya.

Senada dengan Iswar, Sonny juga mengatakan akan mulai menggelar razia tersebut dalam waktu dekat.

“Kita upayalam secepat mungkin, dalam seminggu ini akan kita kebut, mudah-mudahan bisa,” tutupnya. (map)

Tersangka Korupsi PJJ USBM, Kejatisu Serahkan Tersangka ke Kajari Nisel

KONFERENSI PERS: Kajari Nisel, Mukharom didampingi Kasi Pidsus Reffles Napitupulu, dan Kasi Intel Satria Zebua menggelar konferensi pers diterimanya NB (36) di Kantor Kejari Nisel.eurisman/sumut pos.

NISEL, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menyerahkan Natalia Bago (36) tersangka kasus dugaan korupsi Rp5,8 miliar, merupakan dana Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas Setia Budi Mandiri (USBM) Tahun Anggaran 2012 dan 2013 ke Kejaksaan Negeri Nias Selatan (Nisel), Rabu (8/12). Sebelumnya, tersangka ditangkap Kejatisu di rumah kontrakkannya di Jalan Pelajar Kota Timur Medan. Senin, (6/12) sekira pukul 19:00 Wib. Kemudian tersangka dijemput oleh tim Kejari Nisel.

KONFERENSI PERS: Kajari Nisel, Mukharom didampingi Kasi Pidsus Reffles Napitupulu, dan Kasi Intel Satria Zebua menggelar konferensi pers diterimanya NB (36) di Kantor Kejari Nisel.eurisman/sumut pos.

Kajari Nisel, Mukharom yang didampingi Kasi Pidsus dan Kasi Intel dalam konferensi, Selasa (7/12) menyebutkan pada pukul 17: 57 WIB sore bahwa NB (36) ini pernah ditetapkan tersangka pada tanggal 1/9/2015 yang lalu dengan penetapan nomor B1404/N.2.30/FG 1/9/2015 berdasarkan pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 ayat (1), (2), dan (3) Jo 55 ayat (1) KUHP Subsider pasal 3 Jo pasal 14 ayat (1), (2), dan (3) Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

“NB (36), merupakan tersangka yang ke empat, seharusnya ada lima orang tersangka yang tiga sudah putus (inkrah) telah menjalani hukuman dan satu meninggal dunia,” kata Mukharom di Kantor Kejaksaan Negeri Nias di Jalan Diponegoro No 97 Telukdalam Kelurahan Pasar Telukdalam.

Katanya, tersangka kelima berinisial MB pernah mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, kemudian pengadilan Negeri Gunungsitoli mengabulkan permohonan MB. Namun penyidik masih memperdalam perkara, dan hingga kini belum diputuskan. Sedangkan NB (36), masih dalam tahap penyidikan dan yang bersangkutan masih status tersangka belum diperiksa. “Tersangka NB (36), sekarang kita titipkan di Lapas Telukdalam untuk sementara”, katanya.

Selanjutnya, Mukharom menyampaikan terkait status MB ini masih berstatus saksi dan tidak tertutup kemungkinan status MB bisa tersangka tergantung dari hasil pengembangan oleh penyidik. (mag-8/azw)

Mencuri di Rumah Warga, Polres Asahan Tembak Residivis

RESIDIVIS: AKS alias Adam (26), residivis dan pelaku pencurian di rumah warga.dermawan/sumut pos.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Petugas Unit Jatanras Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Asahan menangkap pria berinisial AKS alias Adam (26), pelaku pencurian di rumah warga Jalan Benteng Lingkungan III Keluran Mutiara Kecamatan Kota Kisaran Timur Kabupaten Asahan. Dalam penangkapan residivis yang tinggal di Jalan Sei Asahan Lingkungan IV Kelurahan Tegalsari Kota Kisaran Barat Asahan ini, petugas menembak betis kanannya.

RESIDIVIS: AKS alias Adam (26), residivis dan pelaku pencurian di rumah warga.dermawan/sumut pos.

Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIk MH, mengatakan penangkapan tersangka bermula dari terjadinya pencurian di dalam rumah seorang ibu rumah tangga (IRT), Novita (42) di Jalan Ali Sabana Komplek Duta Mas 2 No 11 A Kelurahan Mutiara Kecamatan Kota Kisaran Timur, Rabu (22/7) sekira pukul 08.30 WIB.

“Peristiwa pencurian tersebut terjadi ketika korban sedang berada di Pulauraja dan ditelepon anak korban yang bernama Aidil Rizky, dengan mengatakan rumah mereka dibobol maling, ponsel yang saat itu sedang dicas dekat jendela hilang, dan ada besi tertinggal didekat jendela,”kata Kapolres, Rabu (8/12).

Korban yang mengalami kerugian sebesar Rp4 juta itu, kemudian membuat Laporan Polisi ke Polres Asahan dengan Nomor :LP/B/449/VII/2020/SPKT/Polres Asahan/Polda Sumatera Utara, tanggal 24 Juli 2020.

“Dari laporan polisi, petugas Unit Jatanras melakukan cek TKP serta mengintrogasi beberapa saksi saksi yang tidak lama kemudian didapat informasi bahwa pelaku adalah seorang laki laki dengan panggilan bernama Adam yang juga diketahui seorang residivis, pada tahun 2019 pernah ditangkap dalam kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas),” ungkapnya.

Kemudian Selasa (7/12) sekira pukul 15.30 WIB, Kapolres mengatakan petugas kembali mendapatkan informasi dari sumber yang layak di percaya bahwa pelaku Adam berada di Jalan Pramuka Kota Kisaran.

“Pada saat dilakukan penangkapan, pelaku melawan dan membahayakan petugas, sehingga diambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak di bagian betisnya. Selanjutnya tersangka dibawa ke Rumah Sakit Umum Kota Kisaran,” terangnya. Saat ini tersangka Adam bersama barang bukti sudah diboyong ke Mapolres Asahan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. (dat/azw)

Modus Minta Imbalan untuk Pekerjakan Korban, Tersangka Penipuan Ditangkap Polisi

PAPARKAN: Kepolisian Resor Labuhanbatu berhasil mengungkap kasus perkara tindak pidana penipuan atau penggelapan bernilai miliaran rupiah.fajar/sumut pos.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Resor Labuhanbatu menangkap tersangka Muhammad Erwin (27) warga Dusun Sidoselamat Desa Tebinglinggahara Kecamatan Bilah Barat Kabupaten Labuhanbatu, karena terlibat kasus tindak pidana penipuan atau penggelapan uang miliaran rupiah. Dalam pengakuan tersangka sudah 20 kali melakukan penipuan dengan modus dapat memperkerjakan korban. “Ada sebanyak 9 kasus laporan yang diterima dari korbannya,” kata Kapolres Labuhanbatu, AKBP Anhar Arlia Rangkuti melalui Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Rusdi Marzuki, dalam konfrensi pers di Mapolres Labuhanbatu di kawasan jalan MH Thamrin, Rantauprapat, Rabu (8/12).

PAPARKAN: Kepolisian Resor Labuhanbatu berhasil mengungkap kasus perkara tindak pidana penipuan atau penggelapan bernilai miliaran rupiah.fajar/sumut pos.

Kasat mengatakan, tersangka Erwin sejak bulan Mei Tahun 2020 sudah melakukan perekrutan korban-korbannya untuk dimasukkan kerja sebagai karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di PT KAI dan juga untuk dimasukkan sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

“Tersangka punya kemampuan meyakinkan para korban untuk diterima dengan alasan para korban harus menyerahkan uang dengan jumlah yang bervariasi untuk dapat diterima bekerja di PT KAI,” bebernya.

Lanjut Kasat, tersangka meminta uang kisaran sebesar Rp80 juta hingga Rp100juta. Kata tersangka, uang tersebut dipakai sebagai uang pelicin untuk diberikan sebagai pengurusan kerja.

“Uang-uang tersebut alasannya akan diberikannya kepada orang dalam. Pada kenyataannya itu merupakan tipu muslihat dari tersangka sendiri,” ungkap Kasat.

Dan setelah para korban menyerahkan dokumen administrasi dan uang pembayaran untuk pengurusan ternyata para korban tidak pemah diterima masuk bekerja di PT KAI dan juga sebagai PNS.

Selain dalam perekrutan para korban tersebut tersangka juga menggelapkan 1 unit mobil toyota Avanza BK 1257 YD wama hitam metalik, milik korban Jauhari Afandi Marnangkok. “Mobil tersebut dipergunakan tersangka untuk alat transpotasi menemui para korban,” papar Kasat.

Dari kejadian tersebut para korban mengalami kerugian mencapai lebih dari miliaran rupiah.

Pihak kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti kejahatan teraebut. Di antaranya, satu lembar bukti slip penyetoran Bank BRI tanggal 23 Juni 2020 atas nama Suprianto ke rekening atasnama Muhamamad Erwin sebesar Rp20jut. Satu lembar bukti slip penyetoran Bank tanggal 03 Juli 2020 atas nama Supranto sebesar Rp20 juta. Bukti slip penyetoran Bank BRI tanggal 03 Juli 2020 atas nama Suprianto sebesar Rp2juta. Satu lembar surat perjanjian penyerahaan uang tanggal 16 Juni 2020, sebesar Rp35 juta. Satu lembar surat perjanjian penyerahaan uang tanggal 14 Juli 2020, sebesar Rp105 juta.

Tersangka ditangkap dari persembunyiannya di Kota Pekanbaru Riau, 2 Desember 2021 lalu saat sedang menemani rekanya seorang wanita yang sedang di rawat di RS Santa Maria. “Tersangka diancam pasal 378 atau Pasal 372 KUHP, dengan pidana penjara paling lama empat tahun,” pungkas Kasat. (fdh/azw)