31 C
Medan
Monday, January 26, 2026
Home Blog Page 2885

Membangkitkan Kesadaran Bela Negara

SUMUTPOS.CO – UPAYA mempertahankan negara perlu diselenggarakan dengan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata). Kekuatan nasional dalam aspek dan dimensi kehidupan nasional yang disebut ketahanan nasional.

DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS
BELA NEGARA: Ketua DPD Pepabri Sumut Mayjen TNI Purn Felix Hutabarat SIP MBA MSi (Han) dan Sekretaris Badan Kesbangpol Provsu Drs Alpian Hutauruk MPd bersama peserta sosialisasi program kerja DPD Pepabri Sumut di Hotel Saka Medan, Selasa (7/12).

Demikian disampaikan Sekretaris Badan Kesbangpol Provsu Drs Alpian Hutauruk MPd pada kegiatan sosialisasi program kerja Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI-Polri (DPD Pepabri) Sumut di Hotel Saka Medan, Selasa (7/12).

Sosialisasi program kerja ini dibuka Ketua DPD Pepabri Sumut Mayjen TNI Purn Felix Hutabarat SIP MBA MSi (Han). Dua nara sumber lainnya pada sosialisasi ini adalah Plt Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sumut Kolonel Purn Haji Mardjono dan Pabandya Komsos Sterdam Kodam I/Bukit Barisan Mayor Infantri Eko Yudho Prayitno SIP.

”Kesadaran bela negara dapat membangkitkan kemampuan untuk melawan sesuatu yang dapat melemahkan kekuatan dan ketangguhan ketangguhan nasional, nasional serta keutuhan keutuhan NKRI,” tegas sekretaris Badan Kesbangpol Provsu.

Dirincikan Alpian Hutauruk, bela negara adalah sikap dan prilaku serta tindakan warga
negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan kehidupan bangsa dan negara.

Tujuan bela negara tersebut, kata sekretaris Badan Kesbangpol Provsu, untuk mewujudkan warga negara Indonesia yang memiliki tekad,
sikap dan tindakan yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut guna meniadakan setiap ancaman baik dari luar maupun dari dalam negeri yang membahayakan
kemerdekaan dan kedaulatan negara, kesatuan dan
persatuan bangsa, keutuhan wilayah dan yurisdiksi nasional serta nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Aksi bela negara di zaman dulu bisa berarti adalah kita ikut bagian dalam perang kemerdekaan. Zaman perang sudah berlalu, lalu apakah ini berarti kita sudah tak
perlu wajib bela negara lagi?

”Membela negara adalah kewajiban setiap warga negara mana pun, termasuk Indonesia,” tegasnya.

Plt Ketua LVRI Sumut Kolonel Purn H Mardjono juga mengonfirmasikan pentingnya bela negara hingga saat ini dalam menghadapi ancaman terkini.

Tugas generasi muda saat ini, kata Mardjono, tidak lebih muda dari generasi pendahulu. Ia mencontohkan ancaman pandemi Covid-19 bila tak mampu dihadapi dapat separuh lebih warga Indonesia akan meninggal dunia.

Plt Ketua LVRI Sumut menambahkan pemahaman terkait Jiwa, Semangat Nasional (JSM) 45. Sekarang ancaman yang dihadapi beragam meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan (Ipoleksosbudhankam).

Pabandya Komsos Sterdam Kodam I/Bukit Barisan Mayor Infantri Eko Yudho Prayitno SIP mengemukakan bahwa bela negara meningkatkan sikap prilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan pada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya.

Eko Yudho Prayitno juga menyosialisasikan regulasi pembentukan keikutsertaan warga negara menjadi Komponen Cadangan (Komcad). Bersama komponen utama TNI-Polri, Komcad untuk pertahanan negara.

Ketua Panitia Sosialisasi Program Kerja DPD Pepabri Sumut Kolonel TNI Purn HRM Djuandi Mansur mengatakan bahwa sosialisasi program kerja diikuti 80 peserta berasal dari Pepabri, LVRI, purnawirawan angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara dan Polri, Perip, Dian Kemala, FKPPI dan PPM di Sumut. (dmp)

BRI Berikan Bantuan Kepada Pemberdayaan Kelompok Perempuan Medan Tuntungan

Teks Foto: BRI Kanwil Medan Berikan bantuan kepada Pemberdayaan Kelompok Perempuan Medan Tuntungan, Kemarin. Sumut Pos/ ist.

SUMUTPOS.CO – Dalam upaya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kanwil Medan memberikan bantuan kepada pemberdayaan kelompok perempuan Medan Tuntungan, Senin (6/12).

Teks Foto: BRI Kanwil Medan Berikan bantuan kepada Pemberdayaan Kelompok Perempuan Medan Tuntungan, Kemarin. Sumut Pos/ ist.

Regional CEO BRI Medan Budhi Novianto diwakili Manager Logistic & General Affair Departemen Head Heri Pramono mengatakan, program ini dilaksanakan secara Nasional. Bantuan tersebut berupa pembelian barang dan alat-alat serta biaya pelatihan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)

“BRI memberikan bantuan pelatihan dan pendampingan dengan menggandeng Dinas Koperasi UMKM Kota Medan, Kecamatan Medan Tuntungan dan Kelurahan Ladang Bambu serta praktisi dan tim ahli yang kompeten. Setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan, kami harapkan dapat membantu kelompok ini meningkatkan produknya, baik dari sisi kualitas, kemasan maupun pemasaran,” ujarnya.

Sedangkan, lanjutnya, untuk memperlancar produksi, pihaknya memberikan bantuan berupa alat usaha yang diharapkan dapat bermanfaat untuk mempercepat dan memperlancar proses produksi sehingga dapat memenuhi permintaan konsumen dalam jumlah yang lebih besar.

Hal tersebut, tambah Heri, akan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya para perempuan anggota kelompok. Produk yang dihasilkan sangat variatif dan inovatif, mereka mampu mengolah produk yang menarik dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Produk tersebut di antaranya makanan ringan, minuman herbal, tape ubi/ketan serta ketrampilan menjahit /konveksi dan lainnya,” pungkasnya.

Adapun, dalam kegiatan tersebut, turut hadir, Plt Kadis Koperasi UMKM Kota Medan Regen SE MSi, Camat Medan Tuntungan Harry Indrawan Tarigan SSTP dan Lurah Ladang Bambu Yus Gemala SE. (Dwi)

Airlangga Hartarto: Presidensi G20 Ajang menunjukkan Pemulihan Ekonomi yang Inklusif, Berdaya tahan, dan Berkesinambungan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 merupakan Presidensi G20 ketiga yang diselenggarakan pada masa pandemi Covid-19 melanda dunia, sehingga menjadi periode paling krusial dalam proses pemulihan ekonomi global. Pasalnya, pandemi Covid-19 masih berlanjut, khususnya dengan adanya varian baru yang muncul. Selain itu, pemulihan pandemi dan ekonomi global yang masih belum merata, menyebabkan semakin tingginya kemiskinan, dan tidak tercapainya target SDGs pada 2030.

Untuk itu, diperlukan peran kolaborasi global melalui Forum G20 yang diharapkan akan menata kembali arsitektur dan tata kelola Kesehatan Global, sebagai syarat utama dalam mewujudkan pemulihan ekonomi global. Sebagai forum premier kerja sama ekonomi multilateral, G20 saat ini harus menghasilkan langkah-langkah nyata dan terobosan besar untuk mempercepat pemulihan bersama dan menjadi lebih kuat.

“Presidensi G20 merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia dalam kancah global, guna menjawab berbagai tantangan internasional. Tentunya kepentingan nasional juga menjadi perhatian Pemerintah Indonesia, yaitu mewujudkan pemulihan ekonomi yang inklusif, berdaya-tahan, dan berkesinambungan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keynote remarks dalam 1st Sherpa Meeting G20 Indonesia, di Jakarta, Selasa (7/12).

Sebagai gambaran kondisi pemulihan kesehatan di Indonesia, sejalan dengan target WHO untuk vaksinasi Dosis ke-2 sebesar 40% dari jumlah penduduk, maka Indonesia diperkirakan akan mencapai sekitar 113 juta jiwa yang sudah tervaksin atau 41,8% dari total jumlah penduduk Indonesia, atau sekitar 54,3% dari total sasaran pada akhir tahun 2021. Adapun posisi capaian vaksinasi Dosis-2 saat ini adalah sejumlah 99,6 juta jiwa atau sekitar sekitar 37% dari total jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 47,8% dari sasaran.

Sejalan dengan kondisi saat ini, Presidensi G20 Indonesia mengangkat tema “Recover Together, Recover Stronger” atau “Pulih Bersama”. Melalui tema ini, Indonesia mengajak seluruh dunia untuk bersama-sama mencapai pemulihan ekonomi yang lebih kuat, inklusif dan berkelanjutan. G20 harus mampu menangani berbagai permasalahan struktural yang menghambat efisiensi dan produktivitas, serta mendorong perluasan inklusi ekonomi.

Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 mengusung 3 Topik Utama, yaitu:

Arsitektur Kesehatan Global; sebuah upaya Indonesia memperkuat dan menyusun kembali tata kelola dan arsitektur kesehatan global pasca pandemi. Mendorong ASEAN, terutama Indonesia menjadi transfer hub untuk pengembangan dan produksi vaksin.

Transformasi Berbasis Digital; dalam rangka membuat nilai-nilai ekonomi melalui teknologi digital, serta mendorong digitalisasi sektor-sektor yang menjadi mesin pertumbuhan baru.

Transisi Energi; memperluas akses terhadap teknologi menuju energi bersih dan terjangkau, serta pembiayaan untuk mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

“Ketiga topik utama tersebut akan menjadi guidance untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih pro-rakyat, lebih konkret, dan dapat diterapkan,” ujar Menko Airlangga.

Presidensi G20 Indonesia 2022 diharapkan akan berkontribusi dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional dan global, termasuk memperjuangkan negara-negara kecil dan berkembang. Indonesia ingin mengajak Negara Anggota G20, Negara Undangan dan Organisasi Internasional, untuk merumuskan aksi-aksi nyata bagi pemulihan ekonomi global.

“Kehadiran para Delegasi diharapkan juga mendatangkan manfaat untuk mendorong perekonomian Indonesia, baik secara langsung seperti menumbuhkan kembali sektor akomodasi, perhotelan, transportasi, UMKM, dan sektor-sektor terkait lainnya, maupun secara tidak langsung dengan meningkatnya kepercayaan para Investor kepada Indonesia,” jelas Menko Airlangga.

Pertemuan Pertama Tingkat Sherpa G20 (1st G20 Sherpa Meeting) ini merupakan pertemuan pertama dan pembuka dari seluruh rangkaian pertemuan Presidensi G20 Indonesia, dan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 7 – 8 Desember 2021. Kemudian, dilanjutkan dengan Pertemuan Pertama Tingkat Deputi Keuangan dan Bank Sentral (Finance Track) di Bali pada tanggal 9-10 Desember 2021.

Pada pertemuan Sherpa Track maupun Finance Track, Indonesia akan menyampaikan agenda prioritas yang menjadi fokus dalam Presidensi G20 Indonesia. Selain itu, diharapkan para Anggota G20, Negara Undangan, dan Organisasi Internasional dapat membahas dan merumuskan inisiatif konkret, sehingga menghasilkan deliverables yang responsif terhadap tantangan global.

“Forum G20 diharapkan menjadi wake up call bagi kita semua dan tidak menjadi ‘Menara Gading’ yang tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi global. Sangat penting bagi G20 untuk menjadi troubleshooter atas ketidakpastian dan tantangan global,” ungkap Menko Airlangga.

Menko Perekonomian juga menyampaikan bahwa pada hari kedua gelaran 1st G20 Sherpa Meeting (tanggal 8 Desember 2021), para Sherpa G20 akan mengunjungi Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0), yang menjadi salah satu showcasinginisiatif konkret Indonesia dalam mendorong industri digital dan mewujudkan digitalisasi industri.

PIDI 4.0 merupakan solusi satu atap dalam percepatan transformasi Industri 4.0 di Indonesia, dan menjadi jendela Indonesia 4.0 untuk dunia. PIDI 4.0 menawarkan 5 layanan utama dalam membantu industri bertransformasi ke Industri 4.0 yaitu Showcase Center, Delivery Center, Capability Center, Ecosystem for Industry 4.0, dan Engineering and AI Center.

“Making Indonesia 4.0 menjadi salah satu isu yang diusulkan oleh Presidensi Indonesia, yaitu transformasi industri 4.0, ekosistem industri yang modern, ramah lingkungan, berkelanjutan dan berdaya saing tinggi,” ucap Menko Airlangga.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menambahkan, Presidensi G20 Indonesia harus mampu menghasilkan solusi konkrit, khususnya dalam hal pemulihan ekonomi global. G20 harus bisa menghasilkan kemanfaatan untuk semua pihak, baik barat-timur maupun utara-selatan.

“G20 harus bisa down to earth dalam menghasilkan solusi mengatasi tantangan global. G20 juga harus menjadi pendorong untuk pemulihan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Sherpa G20 mempunyai peran utama dalam menghasilkan arahan jelas untuk mengubah tantangan menjadi kesempatan, dan menuntun para pemimpin kita di dalam dunia yang selalu berubah,” kata Menlu Retno. (rep/fsr/hls)

Pesantren DIM MoU dengan Panasonic, Tingkatkan Kemandirian Teknologi Santri

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Dorong peningkatan kemandirian santri dan kemampuan dalam bidang teknologi. Yayasan Pendidikan Islam Haji Masri Pesantren Darul Ilmi Murni (DIM) dan PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Penandatanganan tersebut, langsung dilakukan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Islam Haji Masri Pesantren Darul Ilmi Murni, H. Dedi Masri bersama Pemilik Grup Panasonic Gobel Indonesia, Abdullah Gobel di Aula Sekolah Darul Ilmi Murni di Jalan Karya Jaya/Jalan Besar Namorambe, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (6/12) siang.

MoU itu, disertai dengan acara Milad Darul Ilmi Murni ke-16 tahun dihadiri oleh Wakil Bupati Deli Serdang, HM Ali Yusuf Siregar dan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Haji Masri Pesantren Darul Ilmi Murni, H. Dedi Masri menjelaskan penandatanganan MoU, sebagai wujud kontribusi Panasonic Gobel Indonesia dalam peningkatan kualitas pendidikan di Sumut, terutama di Deli Serdang.

“MoU ini, bekerjasama dengan Panasonic ini. Untuk meningkatkan kemandirian santri dalam pelatihan AC (Air Conditioner). Jadi, supaya tamatan-tamatan pesantren dapat keilmuannya dari sisi pelatihan AC,” ucap Dedi kepada wartawan.

Dedi mengatakan kerjasama yang terjalin menciptakan santri yang handal dan mampu bersaing dengan perkembangan teknologi saat ini. Sehingga sudah dibentuk kemandirian sejak dini di pesantren.

“Mampu kemandirian dan keahlian mereka, mencari lapangan pekerjaan. Selain belaajr agama santri juga dibekali dari kemandirian tersebut,” kata Dedi.

Dedi mengungkapkan kontribusi Panasonic Gobel Indonesia (PGI) tidak saja sampai di Pondok Pesantren Darul Ilmi Murni. Namun, akan menyasar seluruh pesantren di Sumut ini.

“Insya Allah seluruh Sumut, pondok pesantren dan rumah Tahfiz ada sekitar 520. Akan dimulai dari Pondok Pesantren Darul Ilmi Murni,” ucap Dedi.

Kerjasama ini merupakan upaya berkontribusi dilakukan Panasonic melalui produk-produk berinovasi tinggi serta meningkatkan hubungan baik dengan konsumen dan masyarakat di seluruh Indonesia.

Kegiatan, juga diselenggarakan Seminar Pengetahuan Produk Air Conditioning, sekaligus mendonasikan produk AC. Dengan itu, Panasonic terus menunjukkan kepedulian terhadap dunai pendidikan di tanah air ini.

Pemilik Grup Perusahaan Panasonic GOBEL, Abdullah Gobel menjelaskan asal muasal nama Gobel ini. Sebutan Gobel sudah tidak asing bagi warga di Indonesia. Karena, produk Panasonic menjadi kebutuhan masyarakat tanah air ini.

“Gobel ini sebenarnya nama marga di Gorontalo, tapi sekarang ini merupakan singkatan dari gabungan organisasi bina ekonomi lemah. Jadi kami membuat perusahaan yang membina semua supplier dan juga tentunya karyawan,” jelas Abdullah.

Abdullah juga mengucapkan selamat ulang tahun ke 16 untuk Darul Ilmi Murni dan mudah-mudahan tetap menjadi tempat pendidikan yang bermanfaat untuk semua.

“Memperkenalkan Panasonic Gobel kepada semua bahwa kami bekerja bersama-sama. Inti tujuannya adalah membangun Indonesia ini. Oleh sebab itu, melalui pesantren di pesantren. Saya juga menjadi pimpinan (Panasonic). Kami memang membuat kerjasama untuk latihan latihan di bidang AC,” kata Abdullah.

Head of Communication PT Panasonic Gobel Indonesia, Viya Arsawireja menjelaskan sebagai bentuk dukungan pada kemajuan pendidikan di Indonesia, Panasonic terus berupaya memberikan kontribusi pada peningkatan pendidikan untuk masyarakat Indonesia demi menuju kehidupan yang lebih baik, sesuai dengan implementasi dari tagline Panasonic yaitu ‘A Better Life, A Better World’.

“Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan pendidikan, kemampuan penelitian, dan kompetensi baik untuk pengajar, siswa, serta para santri, sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang terampil dan berkompeten pada bidangnya,” ujarnya.

Dia berharap, kerjasama ini dapat bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana para tenaga pendidik dan murid-murid di YPIHM DIM, untuk berjuang menjadi generasi muda Islam yang bertaqwa, serta unggul dalam pengetahuan dan keterampilan.

Sementara itu, Alvino, Branch Manager of Panasonic Medan menambahkan, meskipun semua berada dalam masa pandemi, namun tidak menyurutkan Panasonic GOBEL untuk terus berkontribusi. Karena bagi Panasonic GOBEL generasi muda Indonesia merupakan hal yang berharga, apalagi mereka adalah harapan untuk menjadikan negara lebih sejahtera di masa mendatang.

“Kami harap, Panasonic GOBEL bisa terus bersinergi dalam melakukan Kerjasama dengan seluruh instansi pendidikan di Indonesia, yang sejalan dengan tujuan Panasonic GOBEL, yaitu tidak hanya berfokus pada pembuatan produk tapi juga memberikan dukungan nyata berupa kontribusi terhadap kemajuan, perkembangan dan kesejahteraan masyarakat melalui setiap kegiatan bisnisnya,” tutup Alvino.

Sementara itu, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan melalui Wakil Bupati Deli Serdang, HM Ali Yusuf Siregar menuturkan, momen ini sangat penting untuk meningkatkan rasa peduli dan dedikasi serta menjaga mutu dan kualitas pelaksanaan pendidikan.

“Memasuki usianya yang ke 16 tahun, tentunya yayasan ini telah banyak melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang kuat, cerdas serta memiliki akhlak yang mulia. Oleh karenanya, sudah sepantasnya di hari ulang tahun yang ke 16 ini kita peringati dengan rasa bakti dan tulus sebagai ungkapan rasa syukur bagi kita atas berdirinya Yayasan Pendidikan Islam Haji Darul Ilmi Murni,” tandasnya.

Wabup juga mengucapkan selamat milad Nurul Ilmi Murni yang ke-16 dan berharap semakin berkembang serta mampu menghasilkan sumber daya manusia yang beriman dan bertakwa, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Juga mempunyai jiwa kepemimpinan yang nantinya bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya,” pungkasnya.(gus)

Kota Gunungsitoli dan Tarutung Jadi Pusat Perayaan Natal PDI Perjuangan Sumut

TARUTUNG, SUMUTPOS.CO – PDI Perjuangan Sumut menunjuk Kota Gunungsitoli dan Tarutung, Tapunuli Utara, menjadi pusat perayaan menyambut kelahiran Yesus Kristus, juru selamat manusia yang pelaksanaannya di rencanakan pada 18 dan 22 Desember 2021.

“Perayaan Natal tahun ini memang kami laksanakan di dua kota yaitu, Gunungsitoli Kepulauan Nias tanggal 18 dan Kota Tarutung Taput tanggal 22 Desember. Harapannya, perayaan natal ini dapat dihadiri kader-kader PDI Perjuangan dan masyarakat yang beragama Nasrani dengan tetap memperhatikan Prokes Covid,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon di sela-sela Rapat Persiapan Panitia Natal di Tarutung, Senin (6/12/2021).

Rapat persiapan Natal yang langsung dipimpin Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut tersebut dihadiri Ketua Panitia Natal di Tarutung Nikson Nababan yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan dan Bupati Taput, Sekretaris panitia Dosmar Banjarnahor/Ketua DPC PDI Perjuangan dan Bupati Humbahas, Bendahara Ir Poltak Sitorus (Bupati Toba), Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Sarma Hutajulu, Jojor Tambunan, Sorta Ertali Siahaan (Ketua DPRD Samosir). Juga hadir Wakil Bupati Toba Tonni Simanjuntak dan beberapa pengurus DPC partai serta anggota fraksi dari Taput, Toba, Humbahas, Samosir, Dairi, Sibolga, Siantar, Simalungun dan Tapteng, bertempat di Pendopo Sopo Rakyat Rumah Dinas Bupati Taput.

Rapidin dalam rapat panitia itu menyatakan, Natal menjadi momen tepat untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama kader PDIP se-Sumut pada khususnya dan nasional secara umum. “Natal tahun ini temanya adalah Cinta Kasih Kristus yang menggerakkan persaudaraan dan sub tema Natal bersama keluarga besar PDIP perjuangan Sumatera Utara bangkit untuk negeri, bertujuan mempererat tali persaudaraan antar sesama kader PDIP se-Sumut pada khususnya dan nasional secara umum, menjalin keakraban serta kerukunan antar umat beragama tanpa membedakan suku ras dan golongan sebagai perwujudan umat Kristiani dan kader PDI Perjuangan yang berkembang ditengah tengah kehidupan bangsa, negara yang majemuk, berperan serta dalam mewujudkan pembangunan kehidupan beragama,” ujar Rapidin.

Acara Natal Akbar yang nantinya akan diisi dengan dua sesi, sesi pertama direncanakan dengan aksi sosial berupa, memberikan nasi kotak pada warga binaan Lapas Tarutung dan Siborong-borong, memberikan nasi kotak ke panti asuhan dan jompo, memberikan nasi kotak kepada supir angkot dan becak, bantuan pada pelaku seni yang terdampak pandemi Covid-19, bantuan ke penyandang disabilitas dan pasien penyakit kanker, bantuan ke mesjid di Taput dan Dedominasi gereja se-Sumut dan dana sosial kepada keluarga PDI Perjuangan yang meninggal akibat Covid-19.

Sementara di Kota Gunungsitoli dilakukan sesi penyerahan baju Natal dan seragam sekolah kepada anak-anak Panti Asuhan di se Kepulauan Nias. Dan sesi kedua diisi dengan acara natal yang di ikuti oleh seluruh kader PDI Perjuangan dan Masyarakat yang beragama Nasrani.

Aksi sosial diharapkan akan lebih memperkokoh dan mempererat hubungan yang harmonis antara sesama kader PDI Perjuangan dan masyarakat. (rel/adz)

Praktek Speaking sambil Menikmati Pop Mie, Caranya?

Siswa-siswi MTs. N 2 Asahan, praktek speaking English dengan materi procedure text.
Siswa-siswi MTs. N 2 Asahan, praktek speaking English dengan materi procedure text.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Dari empat kompetensi yang harus dikuasai peserta didik saat belajar Bahasa Inggris, yaitu listening (mendengar), speaking (berbicara), reading (membaca), dan writing (menulis), speaking merupakan kemampuan –yang menurut para siswa–, paling sulit dikuasai. Menyiasati tantangan itu,

Rehana Nasty, Guru Bahasa Inggris di MTs. N 2 Asahan, memilih menyajikan model pembelajaran aktif dengan unsur MIKiR, pada materi Procedure Text.

“Mengapa harus procedure text? Karena menurut saya, procedure text dapat menumbuhkembangkan speaking siswa, dengan mempraktekkan materi ini di depan kelas,” kata Rehana Nasty, yang juga Fasilitator Daerah (Fasda) Asahan Tanoto Foundation, kepada Sumut Pos, kemarin.

Apa itu procedure text? Kata Rehana, procedure text adalah sebuah jenis text dalam bahasa Inggris yang berisi tujuan dan langkah-langkah manual membuat atau melakukan sesuatu yang berkaitan dengan tujuan. Misalnya, How to operate telephone? How to serve a cup of pop noodle?

Procedure text diajarkan pada pelajaran bahasa Inggris di kelas 9 semester 1. “Biasanya, peserta didik tertarik dengan materi ini, karena prosesnya asyik dipelajari,” katanya.

Di awal, Rehana membagi kelompok diskusi siswa. Kemudian secara umum menginformasikan apa itu procedure text, dan apa tujuan pembelajaran yang harus dicapai.

Contohnya pada materi How To Operate Telephone, Regana mendemonstrasikan procedure text How To Operate Telephone, dan meminta peserta didik untuk mengamati langkah demi langkah yang diucapkan dan dilakukan dalam demonstrasi itu.

Usai demonstrasi, Rehana meminta peserta didik mendiskusikan hasil pengamatan mereka masing-masing di dalam kelompoknya, serta menuliskan hasil diskusi mereka.

Dari hasil diskusi yang dirangkum siswa, secara acak Rehana meminta mereka mempresentasekannya. ”Kemudian kelompok lain dapat menanggapi,” kata dia.

Di akhir pembelajaran, dirinya merefleksi pembelajaran dengan bertanya langsung pada beberapa anak, tentang bagaimana perasaan mereka setelah mendemonstrasikan hasil diskusi mereka. “Selanjutnya saya memberi penugasan pada peserta didik untuk membuat sebuah procedur text yang judulnya ada dua pilihan. Yaitu “how to serve a cup of pop mie. dan how to make a cup of milo”,” jelasnya.

Tugas ini akan didemonstrasikan masing–masing di depan kelas pada pertemuan berikutnya.

Rehana Nasty, guru Bahasa Inggris di MTs. N 2 Asahan, menjelaskan mengenai praktek speaking English dengan metode procedure text.

Praktek Speaking

Sesuai tugas procedure text yang diberi pada pertemuan pertama, ternyata sebahagian besar peserta didik memilih goal: how to serve a cup of pop mie.

Sebelum para peserta didik melakukan praktek di depan kelas, mereka harus mempersiapkan bahan-bahan untuk praktek sesuai goal mereka. “Nah, saya terlebih dulu memastikan kelengkapan alat dan bahan praktek yang mereka sediakan,” kata Rehana.

Selanjutnya, secara acak peserta didik diminta tampil melakukan demonstrasi di depan kelas. Demonstrasi how to serve a cup of pop mie dipraktekkan dan dijelaskan langsung dengan kata-kata sendiri. “Dan saya bangga, mereka sangat enjoy praktek speaking English saat menjelaskan langkah-langkah membuat mie. Dan di akhir praktek, mereka bisa menikmati satu cup pop mie yang mereka buat,” kata Rejana bangga.

Saat ditanya dengan siapa para anak didik belajar menyelesaikan tugasnya, terungkap bahwa mereka ada yang berdiskusi dengan teman kelompoknya, ada yang dibantu orang tua, kakak, abang, bahkan tetanggan. “Saya pun beri mereka applause, untuk kegigihan dan semangat mereka melakukan praktek speaking,” jelasnya.

Hasil refleksi, praktek speaking dengan metode procedure text menjadi proses belajar yang menyenangkan. Yang awalnya siswa kurang percaya diri, namun dengan kalimat motivasi ‘the beginning is difficult. But if you want, you can be the best’, hasilnya para siswa lebih percaya diri.

Nadin, seorang siswa di kelas 9D, dengan semangat berkata kepada Rehana: “Mam, minggu depan kita praktek lagi ya?”

Untuk mengetahui suasana belajar siswa di rumah, ia pun bertanya kepada salahsatu orang tua siswa yang sedang mengantarkan anaknya ke sekolah, bapak Junaidi. Kata pak Junaidi, anaknya selalu berlatih di rumah dan juga memperaktekkan cara mengoperasikan telephone serta pembuatan pop mie dalam bahasa Inggris.

“Sejak kecil, anak saya Awwan sangat senang dengan pelajaran bahasa Inggris. Praktek seperti ini bagus sekali agar anak-anak terbiasa berbahasa Inggris,” kata pak Junaidi.

Sebagai guru, Rehana mengaku sangat senang dengan antusiasme siswa dan terharu dengan dukungan positif orang tua terhadap pendidikan anak-anak mereka. “Saya berharap, melalui praktek speaking ini, para peserta didik lebih termotivasi meningkatkan kompetensi speakingnya dalam kehidupan sehari-hari, baik dengan teman-teman, lingkungan, dan para guru di sekolah,” katanya. (reh/mea)

10 Persen PAD untuk Tanggulangi Kemiskinan, Pemko Diminta Bantu Modal Usaha

SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS, Syaiful Ramadhan, saat menggelar Sosperda Nomor 5/2015, tentang Penanggulangan Kemiskinan, Minggu (5/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Syaiful Ramadhan, mendorong Pemko Medan untuk mengimplementasikan ketentuan minimal 10 persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), sebagai anggaran untuk penanggulangan kemiskinan di Kota Medan.

SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS, Syaiful Ramadhan, saat menggelar Sosperda Nomor 5/2015, tentang Penanggulangan Kemiskinan, Minggu (5/12).

Kali ini, penanggulangan kemiskinan itu diharapkan turun dalam bentuk bantuan modal usaha. Pasalnya, bantuan dalam bentuk bantuan modal usaha itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kota Medan saat ini.

Harapan ini disampaikan Syaiful saat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 5 Tahun 2015, tentang Penanggulangan Kemiskinan, yang digelar di 2 lokasi, yakni Jalan Sunggal No 238, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, dan Jalan AH Nasution, Kelurahan Titikuning, Kecamatan Medan Johor, Minggu (5/12) lalu.

“Pemko Medan diwajibkan untuk menyisihkan 10 persen dari total Pendapatan Asli Daerah (PAD), untuk mengentaskan kemiskinan, sesuai yang diamanatkan dalam Peraturan Daerah (Perda) No 5 Tahun 2015, tentang Penanggulangan Kemiskinan,” ungkap Syaiful.

Syaiful pun menyampaikan, pengalokasian anggaran tersebut akan sangat efektif jika Pemko Medan benar-benar melihat dengan cermat kondisi masyarakat di lapangan.

“Saat ini, apa yang menjadi harapan masyarakat yang kondisinya masih terpuruk akibat pandemi? Tentunya mereka sangat berharap, pemulihan ekonomi bisa menjadi prioritas,” jelasnya.

Untuk itu, dia pun mendorong agar anggaran 10 persen dari PAD tersebut, bisa benar-benar dialokasikan untuk program modal usaha di masyarakat.

“Kami mendorong Pemko agar anggaran yang tersedia diprioritaskan dalam bentuk bantuan modal usaha, dalam rangka menumbuhkan kembali kemampuan ekonomi masyarakat,” tegas Syaiful.

Dalam kesempatan itu, Syaiful pun menyarankan, agar Pemko Medan benar-benar menetapkan kriteria warga miskin di Kota Medan.

“Yang sangat penting adalah data warga miskin, kemudian menetapkan kriteria warga miskin berdasarkan skala prioritas. Agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Pelaksanaan Perda ini harus dapat memberdayakan warga miskin, agar memiliki daya saing dan ke depan mampu mengatasi persoalannya sendiri. Dengan demikian, harkat dan martabat merka pun otomatis meningkat,” pungkasnya. (map/saz)

Sediakan Antigen & Vaksin Gratis di Check Point Nataru 2022 di Sumut

Vaksinasi: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19, beberapa waktu lalu. Saat ini, capaian vaksinasi di Kota Medan nyaris 80 Persen.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut kembali mengimbau agar masyarakat tidak bepergian pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Tujuannya supaya kasus Covid-19 tidak terjadi lonjakan lagi. “Ya, jika tidak mendesak lebih baik di rumah aja saat Nataru nanti,” kata Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Alfi Syahriza menjawab Sumut Pos, Senin (6/12).

Vaksinasi: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19, beberapa waktu lalu. Saat ini, capaian vaksinasi di Kota Medan nyaris 80 Persen.

Secara persiapan sesuai tugas pokok dan fungsi Dishub Sumut, kata Alfi, lebih menyesuaikan dengan program Dirlantas Polda Sumut selama Nataru berlangsung. “Dishub provinsi bersinergi penuh dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya dalam Nataru ini,” ujarnya.

Diakuinya, tidak ada penyekatan ruas jalan saat Nataru nanti. Hanya saja ada sejumlah ketentuan yang bakal diterapkan pada check point atau titik pemeriksaan. Dirlantas Polda Sumut, menurut dia, menjadi leading sector dalam operasional Nataru ini. “Seperti antigen dan peduli lindungi (aplikasi vaksin), itu mesti ditunjukkan pengendara di check point,” katanya.

Jika tidak mampu menunjukkan persyaratan dimaksud, Alfi menyebut, masyarakat bakal dites antigen dan vaksin di titik-titik pemeriksaan yang ada. “Hal itu tentu akan dilakukan pihak Dinas Kesehatan, sementara kami menyesuaikan personil pada titik-titik pemeriksaan yang dibangun Polda Sumut,” terangnya.

Masih Alfi, aturan main dalam Nataru 2022 telah pihaknya bahas bersama Polda Sumut baru-baru ini. Hasilnya antara lain, tidak ada penyekatan ruas lalulintas. Masyarakat juga wajib menunjukkan surat keterangan ihwal alasannya melakukan perjalanan. Minimal surat keterangan dari kepala lingkungan maupun lurah. Adapun untuk pegawai negeri sipil ataupun swasta, mesti ada keterangan dari pimpinan tempatnya bekerja. “Jika tidak tentu akan diputar balik oleh petugas,” katanya.

Ia menambahkan, pada prinsipnya ketentuan ini sekadar mengendalikan mobilitas masyarakat saja serta pengecekan bagi yang sudah vaksin atau belum. “Artinya tidak seketat tahun-tahun sebelumnya juga,” pungkasnya.

KNIA Mulai Ramai

Sementara, suasana di Kualanamu International Airport (KNIA) mulai ramai. Bahkan, jumlah penumpang tujuan Cengkareng, Jakarta, paling mendominasi jika dibandingkan Batam, Halim Perdana Kusuma, Banda Aceh, dan Gunungsitoli, Nias. “Benar, jumlah penumpang tujuan Cengkareng masih mendominasi,” kata Asisten Manager Humas PT Angkasa Pura II (Persero) Kualanamu Novita Maria Sari, kepada sejumlah wartawan, Senin (6/12).

Dijelaskannya, jumlah penumpang tersebut, sesuai data penumpang pada Minggu (5/12), yakni sebanyak 13.511 orang baik di Kedatangan dan Keberangkatan. “Dari data itu, rute Cengkareng, Jakarta mendominasi sebanyak 63 persen, sedangkan Batam 12 persen, Halim Perdana Kusuma 6 persen, Banda Aceh 5 persen dan Gunungsitoli, Nias 4 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, mulai meningkatnya arus penumpang, membuat pihak PT Angkasa Pura (AP) II Kualanamu selaku pengelola bandara terus berbenah. “Ini dalam rangka meningkatkan pelayanan, dan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19,” imbuh Novita yang kerap disapa Ovi.

Namun, lanjutnya, untuk penerbangan internasional, belum beroperasi di Bandara Kualanamu. “Untuk penerbangan internasional sampai menunggu arahan dan aturan Pemerintah lebih lanjut. Saat ini masih penerbangan domestik saja,” tukasnya. (prn/dwi)

Gunung Sinabung Masih Berstatus Siaga Level III, Warga Diimbau Jauhi Zona Merah

EVAKUASI: Sejumlah warga mengevakuasi perabotan rumah tangga yang dapat diselamatkan sebelum terjadi erupsi lanjutan dari Gunung Semeru di Kampung Renteng Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, kemarin.

KARO, SUMUTPOS.CO – Meski Gunung Sinabung telah berstatus siaga, namun masyarakat dan wisatawan diimbau tetap waspada. Karena Gunung Sinabung masih berpotensi erupsi.

EVAKUASI:
Sejumlah warga mengevakuasi perabotan rumah tangga yang dapat diselamatkan sebelum terjadi erupsi lanjutan dari Gunung Semeru di Kampung Renteng Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, kemarin.

Imbauan ini dikatakan Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Armen Putra. Dipaparkan Armen, Gunung Api Sinabung masih berada pada Status Level III (Siaga).

Karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan, masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km n

dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar. Armen Putra, meminta masyarakat untuk menjauhi zona merah dari Gunung Sinabung. Mereka juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 7 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.

“Walau kondisi Gunung Sinabung beberapa waktu belakangan agak tenang, tapi yang namanya bencana alam, tidak bisa diprediksi. Untuk itu, waspadalah selalu dan mengikuti imbauan pemerintah,” ucapnya.

Karena saat ini musim penghujan, masyarakat yang bermukim disekitar kaki gunung waspada terhadap banjir lahar dingin. Seperti diketahui, gunung Sinabung terakhir mengalami erups disertai luncuran awan panas pada, Rabu (28/7) lalu. Erupsi dengan tinggi kolom abu teramati ± 4.500 m di atas puncak (± 6.960 m di atas permukaan laut).

Korban Tewas Erupsi Semeru 22 Orang

Sementara, update terbaru paska-erupsi Gunung Semeru, korban meninggal bertambah 6 orang. Dengan begitu, hingga Senin (6/12) sore, total sudah ada 22 korban meninggal yang dievakuasi. “Sampai sore ini info dari teman-teman total 22 korban meninggal yang sudah dievakuasi. Hari ini saja yang sudah ditemukan di lokasi ada 6,” terang Kabid Kedaruratan BPBD Lumajang Joko Sambang, Senin (6/12).

Menurut Joko, dari total korban meninggal itu, sebagian besar sudah berhasil diidentifikasi. Sedangkan yang belum teridentifikasi ada 5 korban. Joko menambahkan, bagi korban yang telah teridentifikasi langsung diserahkan ke keluarga dan telah dimakamkan. Sedangkan yang belum teridentifikasi masih di RSUD Haryoto Lumajang. “Yang belum teridentifikasi ada 5. Sehingga saat ini masih di kamar mayat RS Haryoto Lumajang,” kata Joko.

“Yang sudah teridentifikasi langsung dijemput keluarga dan telah dimakamkan,” imbuhnya lagi.

Menurut Joko, pada proses identifikasi, pihaknya melihat pada ciri visual fisik yang melekat pada korban. Tak hanya itu, proses identifikasi juga melibatkan tim disaster victim investigation (DVI). “Jadi kami menyampaikan awal ciri-ciri fisik visual misal pakai baju apa atau misal ada ciri-ciri seperti laki-laki pakai anting atau tanda apa di tubuhnya. Itu harus disampaikan. Ada juga tim DVI,” tandas Joko.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari melaporkan, jumlah pengungsi akibat erupsi Gunung Semeru terus bertambah. Hingga kemarin, sebanyak 2.004 jiwa mengungsi tersebar di 19 titik pengungsian.

“Untuk pengungsi saat ini jumlah masyarakat yang mengungsi di 19 titik pengungsian itu total 2.004 jiwa dengan rincian 359 di 9 titik Kecamatan Pronojiwo, kemudian 1.136 jiwa di 6 titik Kecamatan Candipuro dan 563 jiwa di 4 titik Kecamatan Pasirian,” katanya.

Sementara itu, dia mengatakan, total warga terdampak yakni sejumlah 5.025 orang di 8 Kecamatan. “Dan total masyarakat terdampak baik itu di 2 kecamatan yang terdampak langsung guguran awan panas maupun di 8 kecamatan yang terdampak debu vulkanik sejumlah 5.205 orang,” katanya.

Dia memastikan saat ini kebutuhan logistik dasar seperti makanan, selimut, matras, dan lain-lainnya juga sudah terpenuhi. “Meskipun jika ada nanti penambahan kebutuhan segenap perwakilan Kementerian Lembaga sudah sangat siap untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” pungkasnya.

Jokowi Tinjau Dampak Erupsi

Presiden Joko Widodo akan mengunjungi daerah terdampak bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur hari ini, Selasa (7/12). “Besok (hari ini) ke Lumajang,” kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Senin (6/12).

“Benar (Presiden) meninjau dampak bencana,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang memicu terjadinya guguran awan panas pada Sabtu (4/12). Forkopimda Jawa Timur bersama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Letjen TNI Suharyanto mengecek dampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, melalui pantauan udara.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan, Tim Penanganan Tanggap Bencana akan membentuk posko secara terpadu sebagai induk informasi terkait penanganan bencana alam.

Dengan begitu kondisi di Lumajang dapat tergambar. “Logistik yang disiapkan adalah logistik yang siap pakai, agar panglima TNI mengirimkan bantuan pasukan serta personel instansi terkait dalam mendukung pencarian korban serta Prioritas utama adalah evakuasi korban masyarakat,” kata Suharyanto.

“BNPB siapkan dana untuk penanganan erupsi, merumuskan kebutuhan kebutuhan lanjutan serta perlu dilakukan peninjauan kembali untuk fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan dan obat-obatan,” tambahnya.

BNPB menyatakan siap melaksanakan tugas yang diberikan oleh panglima TNI dalam rangka penanganan bencana alam di wilayah Lumajang. Tanggap darurat akan dilaksanakan selama 14 hari, dukungan sarana prasara dari semua pihak guna memperlancar penanganan evakuasi. “Pengungsi yang rumahnya hancur diberikan dana tunggu selama 6 bulan sambil menunggu rumah yang dibangunkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menanbahkan, personel Polri siap mendukung BNPB dengan menurunkan personel pendukung guna membantu mengevakuasi korban bencana alam. “Posko pengungsian harus ditambah untuk menampung korban terdampak. Pengamanan terkait jalur yang aman untuk digunakan, lalu lintas dan polsek telah membuat spanduk peringatan di mana lokasi yang aman dan tidak,” kata Nico.

Ahli Geologi ITS Surabaya Amien Widodo menyatakan, apa yang terjadi pada Gunung Semeru bukan erupsi. Sebab tidak ada magma atau letusan. “Jadi istilahnya itu material yang lama, yang sebelumnya ngumpul di atas selanjutnya terkena hujan akhirnya turun ke bawah,” ujarnya, Senin (6/12).

Dari situlah, awan panas atau wedus gembel kemudian masuk ke sungai menjadi lahar. “Jadi kejadian di Gunung Semeru kali ini bukan erupsi melainkan Awan Panas Guguran (APG) atau Lava Guguran,” kata dia.

Dia mengatakan, kejadian di Gunung Semeru ini tidak ada kaitannya dengan gempa yang terjadi di Surabaya, beberapa jam sebelum terjadi di Gunung Semeru. “Jauh, gak ada kaitannya. Gempa Surabaya kejadiannya subuh dan Gunung Semeru sore,” sambungnya.

Terkait potensi selanjutnya Gunung Semeru, Amien menyampaikan, Semeru dari dulu meletus kecil-kecil seperti itu. “Letusan kecil-kecil itu ngumpul di atas. Dan kalau ada pemicu seperti hujan maka bisa turun menjadi wedus gembel. Tidak sampai berpotensi gempa setelah kejadian ini di Gunung Semeru,” ujarnya.

Dia menambahkan, pos pantau hanya waspada dan tidak ada aktivitas apa-apa. “Tidak ada pengaruh yang lainnya kecuali debu Gunung Semeru saja yang terbawa angin ke mana-mana. Karena kemarin ada hujan maka awan panasnya atau debunya tidak ke mana-mana,” sambungnya.

Pakar Geofisika Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Wahyudi MS menyebut, ada peningkatan aktivitas gempa letusan sebelum Gunung Semeru erupsi. Ia mengatakan, Semeru adalah gunung api stratovulcano yang paling tinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter. “Sejarah mencatat letusan Semeru sejak 1818 hingga 2021, sudah cukup lama juga sebenarnya,” ujar Wahyudi dalam jumpa pers di Auditorium FMIPA UGM, Senin (6/12).

Wahyudi menyampaikan, sejak tahun 2012 status aktivitas Gunung Semeru ditetapkan pada level II (Waspada). Pada September 2020, mulai teramati aktivitas berupa kepulan asap putih dan abu-abu setinggi 200-700 meter di puncak Semeru.

Di Oktober 2020 setinggi 200-1000 meter. Kemudian, pada 1 Desember 2020, lanjut Wahyudi, terjadi awan panas sepanjang 2-11 kilometer ke arah Kobokan di lereng tenggara. Wahyudi menuturkan, sejak 90 hari terakhir sebelum erupsi, sudah ada peningkatan aktivitas gempa letusan di Gunung Semeru. “Kegempaan itu kurang lebih rata-rata di atas 50 kali/hari, bahkan ada yang mencapai 100 kali/sehari,” ucap dia.

Data kegempaan tersebut, kata Wahyudi, sudah bisa menjadi tanda-tanda akan terjadinya erupsi Gunung Semeru. “Ini sebenarnya sudah bisa dijadikan prekursor akan terjadinya erupsi yang lebih besar,” kata dia.

Seismologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Ade Anggraini menambahkan gempa letusan menandakan matrial sudah naik kepermukaan. “Jadi material dipermukaan itu sudah kelihatan 90 hari terakhir sebelum 4 Desember kemarin. Jadi kalau kami menganalisis lebih detail maka kami melihat sudah ada penumpukan material di permukaan banyak,” tutur dia.

Ade mengungkapkan, dari laporan PVMBG tidak mendapati adanya gempa volkano tektonik dalam (VTA) dan volkano tektonik dangkal (VTB). Artinya tidak ada kecenderungan suplai material baru dari bawah. “Kalau kemudian terjadi awan panas, dari data tersebut, tidak ada VTA, VTB tetapi dominasi gempa letusan. Jadi benar-benar penumpukan-penumpukan material di permukaan kalau terjadi awan panas maka analisisnya mengarah pada awan panas disebabkan oleh runtuhnya kubah lava,” ujar dia.

Pakar Sistem Informasi Geografi Sandy Budi Wibowo menuturkan, berdasarkan hasil pengamatan citra radar tidak terlihat adanya perubahan pada tubuh Gunung Semeru. “Citra radar karena gelombang radarnya bisa menembus awan bisa kita lihat sampai yang terbaru. Secara umum kami tidak menemukan adanya perubahan tubuh gunung artinya tidak ada deformasi,” ungkap dia.

Budi menuturkan, tidak adanya perubahan di tubuh Gunung Semeru karena tidak ada suplai magma dari dalam. Sehingga menguatkan analisis bahwa erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember 2021 kemarin tidak berhubungan dengan suplai magma dari bawah. “Ini menguatkan steatmen sebelumnya tampaknya erupsinya tidak berhubungan dengan suplai magma dari dalam perut bumi. Kalau tidak ada suplai magma, gunungnya tidak mengembang,” tandasnya. (deo/bbs)

Tahun Ini, 100% Pelajar Harus Sudah Divaksin

Vaksinasi: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19, beberapa waktu lalu. Saat ini, capaian vaksinasi di Kota Medan nyaris 80 Persen.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut) menargetkan capaian vaksinasi Covid-19 terhadap pelajar tingkat SMA/SMK 100 persen sebelum tahun 2022. Vaksinasi pelajar di Sumut sejauh ini sudah mencapai 70 persen lebih.

Vaksinasi: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19, beberapa waktu lalu. Saat ini, capaian vaksinasi di Kota Medan nyaris 80 Persen.

“Vaksinasi pelajar sudah mencapai 70 persen berdasarkan data dari Satgas Sumut hingga awal Desember ini. Mudah-mudahan sebelum awal tahun baru sudah 100 persen,” kata Kepala Dinkes Sumut drg Ismail Lubis kepada wartawan, Senin (6/12). Ismail mengaku, capaian vaksinasi pelajar tertinggi ada di tiga kabupaten, yaitu Batubara, Langkat dan Asahan. “Ada tiga kabupaten, Batubara, Langkat, dan Asahan, yang sudah lewat dari 60 persen pelajar dilakukan vaksinasi,” akunya.

Menurut dia, kendala dalam memberikan vaksinasi kepada pelajar hanya stok vaksin yang kurang. “Saat ini mungkin hanya 1 persen pelajar yang tidak diizinkan untuk vaksin atau pelajar itu sendiri yang tidak mau. Artinya, semua sudah pada mau vaksin hanya saja keterbatasan stok vaksin membuat mereka harus menunggu,” ungkapnya.

Ismail menyatakan, pihaknya akan terus menggenjot vaksinasi corona baik kepada masyarakat, pelajar ataupun lansia. “Kita akan kejar dan genjot terus pelajar yang belum vaksin. Kita juga akan terus beri imbauan tentang pentingnya vaksinasi dalam menjaga kekebalan tubuh di masa pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Vaksinasi Kota Medan Nyaris 80 Persen

Secara keseluruhan, Pemko Medan telah melampaui target vaksinasi sebesar 70 persen dari jumlah penduduk yang layak divaksin. Menurut Plt Kadis Kesehatan Kota Medan, dr Mardohar Tambunan Mkes, saat ini Pemko Medan telah melakukan vaksinasi hampir 80 persen dari total 1,9 juta warga.

“Vaksinasi kita per hari ini nyaris 80 persen. Tadi data terakhir yang saya lihat, sudah 79 persen lebih. Target minimumnya kan 70 persen, jadi sudah lebih dari target sebenarnya. Tapi begitu pun kita kejar terus ini vaksinasinya, kita tak akan berhenti di angka 80 persen, lanjut terus sampai semaksimal mungkin,” kata dr Mardohar Tambunan MKes kepada Sumut Pos saat ditemui di Balai Kota Medan, Senin (6/12).

Apalagi, kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Medan itu, saat ini angka vaksinasi untuk masyarakat Lanjut Usia (Lansia) belum juga mencapai target. Sebab khusus Lansia, ditargetkan sudah harus divaksin sebanyak 60 persen, namun hingga kini masih terealisasi 50 persen. “Kalau umum kan minimal 70 persen, kalau lansia minimal 60 persen, sedikit lebih rendah targetnya. Tapi Alhamdulillah realisasi vaksinasi lansia kita sudah 50 persen, akan kita kejar terus supaya minimal 60 persen bahkan lebih,” ujarnya.

Mardohar menjelaskan, pihaknya terus mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat Kota Medan khususnya lansia untuk mengikuti vaksinasi dan menegaskan bahwa vaksin tersebut aman bagi mereka. Namun hal lain yang menjadi kendala adalah ketika masyarakat lansia dan pihak keluarga tidak mengizinkan untuk dilakukan vaksinasi. “Kami terus memberikan informasi baik itu fungsi maupun manfaat dari vaksinasi. Alhamdulillah masih ada masyarakat lansia yang mau mendapatkan vaksinasi. Saat ini jumlah lansia yang sudah divaksin 50 persen, tentunya kita akan terus berupaya agar persentase lansia terus meningkat,” katanya.

Diterangkan Mardohar, salah satu upaya lainnya adalah memastikan seluruh instansi, khususnya layanan publik dan layanan umum untuk menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sesuai dengan arahan Wali Kota Medan, Bobby Nasution. “Melalui upaya ini dapat diketahui dan dipastikan seluruh masyarakat sudah mendapatkan suntikan vaksin. Artinya dengan aplikasi Peduli Lindungi, kita berharap dapat menjaring seluruh Lansia di Kota Medan yang belum divaksin,” terang Mardohar.

Ia juga menuturkan, bahwa pihaknya juga terus berkolaborasi dengan Kecamatan, Kelurahan dan Kepala lingkungan dengan cara door to door untuk mengajak masyarakat lansia agar mau divaksin.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Medan Bobby Nasution terus melakukan percepatan capaian vaksinasi khususnya kepada warga lansia, sebab target vaksinasi terhadap lansia di Kota Medan belum tercapai. Vaksinasi yang terus masif dilakukan ini dilakukan, sebagai upaya untuk mempercepat terwujudnya Herd Immunity (kekebalan massal) agar dapat melindungi warganya dari virus Covid-19.

Guna meningkatkan persentase vaksinasi lansia, Bobby mengaku terus berupaya dan melakukan langkah percepatan vaksinasi dengan berkolaborasi antara Pemko Medan, TNI/POLRI dan stakeholder lainnya. Selain itu, Pemko Medan juga telah melakukan vaksinasi sampai ke tingkat paling rendah di masyarakat.

“Saya sudah minta Dinas Kesehatan dan Kecamatan, Kelurahan serta Kepala Lingkungan untuk menjadikan vaksinasi lansia sebagai catatan yang harus segera dilaksanakan. Turun langsung ke tingkat yang paling rendah di masyarakat guna memastikan warga lansia mendapatkan suntikan vaksin,” kata Bobby.

Selain itu, Bobby juga meminta setiap instansi layanan publik untuk menerapkan dan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi guna memastikan seluruh warga Lota Medan termasuk lansia sudah di vaksin. “Artinya, kita dorong terus instansi pelayanan publik agar benar-benar penggunaan aplikasi Peduli Lindungi ini diterapkan. Jika benar diterapkan, maka ini akan menjadi upaya untuk meningkatkan capaian vaksinasi lansia. Sebab melalui aplikasi Peduli Lindungi, nantinya akan diketahui warga lansia yang belum mendapatkan suntikan vaksin,” pungkasnya.

Vaksinasi Booster Mulai Januari 2022

Sementara, Pemerintah Indonesia saat ini terus mendorong percepatan vaksinasi terhadap masyarakat. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun juga meminta agar vaksin booster atau vaksin ketiga untuk dilaksanakan.

Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Vaksinasi tersebut diharapkan dapat dilaksanakan pada Januari 2022 mendatang. “Presiden minta agar kegiatan booster vaksinasi dipersiapkan pada bulan Januari,” ungkap dia dalam telekonferensi pers, Senin (6/12).

Sebab, saat ini banyak negara juga yang merekomendasikan untuk vaksinasi dilakukan hingga tiga kali dosis. Hal ini dilakukan guna menekan penyebaran Covid-19 di masyarakat. “Di berbagai negara sudah memberikan rekomendasi termasuk juga dari lembaga-lembaga internasional kesehatan untuk vaksinasi efektif, untuk varian-varian baru, termasuk omicron,” tutur dia.

Adapun dikatakan bahwa pemberian vaksin ketiga ini akan dibagi dalam dua kategori. Pertama adalah mereka yang merupakan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dan non-PBI.

Saat ini, pemerintah pun tengah menyelesaikan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) perihal pelaksanaan program vaksinasi tersebut. “Nanti akan diatur dalam Permenkes dalam waktu tidak terlalu lama,” tandas Airlangga. (ris/map/bbs)