27 C
Medan
Sunday, January 25, 2026
Home Blog Page 2897

Tebingtinggi dan Sergai Persiapkan Operasi Toba, Kapolda Sumut Minta Waspadai Lonjakan Covid

JELANG RAPAT: Kapolres Tebingtinggi AKBP Mochammad Kunto Wibisono, Wakil Bupati Sergai Adlin Umar Yusri Tambunan dan Asisten Pemerintahan Bambang Sudaryono foto bersama jelang zoom meeting, Rabu (1/12).SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), dan Polres Tebingtinggi melaksanakan kegiatan zoom meeting bersama Kapolda Sumut dalam rangka lintas sektoral dalam persiapan Operasi Terpusat Lilin Toba 2021 tentang Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2022 di Aula K3 Polres Tebingtinggi Jalan Pahlawan Kota Tebingtinggi, Rabu (1/12). Dalam rapat itu dihadiri Kapolres Tebingtinggi AKBP Mochammad Kunto Wibisono didampingi Wakil Bupati Sergai Adlin Umar Yusri Tambunan, dan Pemko Tebingtinggi dihadiri Asisten Pemerintahan Bambang Sudaryono.

JELANG RAPAT: Kapolres Tebingtinggi AKBP Mochammad Kunto Wibisono, Wakil Bupati Sergai Adlin Umar Yusri Tambunan dan Asisten Pemerintahan Bambang Sudaryono foto bersama jelang zoom meeting, Rabu (1/12).SOPIAN/SUMUT POS.

Arahan dan penekanan Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menjelaskan pada bulan November angka Covid-19 menurun drastis dibandingkan dengan bulan sebelumnya terutama di bulan Agustus. “Pascaliburan pasti ada kenaikan angka Covid baik itu lebaran, natal dan tahun baru maupun hari besar lainnya,” terangnya.

Menurutnya, saat ini level vaksinasi ditentukan dengan jumlah vaksinasi di daerah wilayah tersebut. Saat ini ada 3 level 3 yaitu Padanglawas Utara, Padanglawas dan Tanjungbalai. Saat ini ada muncul virus baru namanya Omicron, salah satu untuk mengatasinya dengan vaksin.

“Terendah vaksinasi ada di Nias Selatan, Nias Utara, Padanglawas. Capaian terhadap lansia 44,34 persen dan merupakan target utama pemerintah karena rawan penyakit. Kita berharap mudah mudahan wilayah kabupaten kota pada tanggal 22 Desember sudah mencapai 70 perse,” bilangnya.

Sedangkan potensi gangguan meliputi pandemi Covid-19, kegiatan keagamaan, kegiatan perayaan nataru, meningkatnya mobilitas, insfrastruktur jalam, giat wisata, ketersedian sembako, konflik antar kelompok masyarakat, peningkatan gangguan kamtibmas, terorisme perubahan iklim dan cuaca.

Langkah umum yang harus dilakukan yaitu penyiapan Pos Pam, Pos Yan dan Pos Cek Point, tidak menggunakan istilah penyekatan melainkan cek point, pemberlakuan PPKM level III disuruh indonesia, meniadakan libur nataru, perlunya sosialisasi masif himbauan untuk tidak melaksanakan mudik, penyiapan fasilitas kesehatan dan isoter, mengurangi mobilitasi masyarakat dan memastikan ketaatan protkol kesehatan.

“Langkah khusus yang harus dilakukan adalah penguatan PPKM mikro di setiap wilayah, pengaturan ibadah natal sesuai ketentuan level III, pengaturan tempat perbelanjaan, wisata, penguatan operasi yustisi, pengecekan prokes di tempat umum, pelibatan ormas ormas keagamaan untuk menjaga nataru, sarana prasarana prokes di hotel, restoran dan tempat umum lainya dan sosialisasi dan himbauan masyarakat oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat,” paparnya. (ian/azw)

Pemuda Penista Agama Ditangkap Polrestabes Medan

TERSANGKA: RS, tersangka penista agama yang ditangkap Polrestabes Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pemuda penista agama ditangkap Satreskrim Polrestabes Medan. Pemuda tersebut diamankan polisi karena bersumpah sambil memamerkan kemaluannya di depan kitab suci. Disebut-sebut pemuda itu berinisial RS (28), warga Dusun II, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.

TERSANGKA: RS, tersangka penista agama yang ditangkap Polrestabes Medan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol M Firdaus mengakui telah menangkap pelaku penista agama tersebut. Saat ini, yang bersangkutan masih diperiksa penyidik.

Meski begitu, Firdaus belum mau menjelaskan secara detail di mana dan kapan yang bersangkutan ditangkap karena masih dalam proses penyelidikan. Namun, dia memastikan telah mengamankan barang bukti. “Barang bukti berupa kitab suci juga sudah kami amankan,” ujar Firdaus singkat saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (1/12).

Saat dikonfirmasi kembali terkait proses hukum pelaku penista agama itu, Firdaus menyatakan yang bersangkutan ditetapkan tersangka dan ditahan. “Iya tersangka, ditahan,” jawabnya singkat melalui pesan Whatsapp.

Informasi diperoleh, pemuda penista agama tersebut dibekuk polisi dari tempat kerjanya di sebuah rumah kawasan Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Seimati, Medan Maimun, Selasa (30/11) malam sekira pukul 19.30 WIB.

Diketahui, sebelumnya beredar video diduga pemuda berinisial RS tersebut. Tanpa mengenakan baju, dia memegang kitab suci sambil duduk di atas tempat tidur. Kemudian, mengeluarkan kemaluannya sambil bersumpah di atas kitab suci, bahwa dia hanya menikah dengan seorang wanita yang dicintainya. (ris/azw)

Aksi Viral di Medsos, Preman Pungli Ojol Ditangkap Polisi

PEMERASAN: Aksi tersangka saat memeras driver ojek online (ojol) di sekitar Lapangan Merdeka Medan terekam video warga dan viral di media sosial, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang preman yang melakukan pungutan liar (pungli) dan mengintimidasi pengemudi ojek online (ojol) di Lapangan Merdeka Medan ditangkap petugas Polsek Medan Barat. Preman tersebut diringkus polisi setelah ulahnya viral di media sosial (medsos), Selasa (30/11) malam.

PEMERASAN: Aksi tersangka saat memeras driver ojek online (ojol) di sekitar Lapangan Merdeka Medan terekam video warga dan viral di media sosial, beberapa waktu lalu.

Kapolsek Medan Barat Kompol Ruzi Gusman membenarkan pihaknya telah mengamankan preman tersebut tanpa perlawanan. Namun, masih enggan membeberkan identitas preman yang ditangkap. “Tidak lama setelah informasi diterima, Tim Resmob Polsek Medan Barat melakukan pencarian terhadap pelaku dan berhasil mengamankannya di sekitar Lapangan Merdeka,” kata Ruzi, Rabu (1/12).

Ia juga mengatakan, korban telah membuat laporan ke Polsek Medan Barat. Sedangkan pelaku dilakukan pemeriksaan oleh penyidik. “Pelaku masih diperiksa penyidik,” ujarnya singkat.

Diketahui, video viral seorang pengemudi ojol viral saat dilakukan pungli oleh preman di sekitar Lapangan Merdeka Medan, Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam video tersebut, terlihat seorang preman memarahi pengemudi ojol dengan kata-kata kasar.

Tidak lama kemudian, preman tersebut mendorong leher driver ojol yang sedang menduduki sepeda motornya. Tubuh driver ojol itu sampai miring dan untung tak jatuh ke bahu jalan. (ris/azw)

Tiga Napi Bandar Narkoba Dipindahkan ke Nusakambangan

NAPI DIPINDAHKAN: Ketiga napi bandar narkoba yang dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Rabu (1/12). agusman Sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Sumatera Utara (Sumut) memindahkan 3 narapidana (Napi) kategori bandar narkoba dan risiko tinggi dari Lapas Kelas I Tanjunggusta Medan dan Lapas Kelas IIA Pematangsiantar ke Lapas Super Maximum Security di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

NAPI DIPINDAHKAN: Ketiga napi bandar narkoba yang dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Rabu (1/12). agusman Sumut pos.

Proses pemindahan 3 napi dilakukan pada Rabu (1/12) dinihari, oleh Divisi Pemasyarakatan (Divpas) Kanwil Kemenkumham Sumut.

“Tiga narapidana yang dipindahkan ke lapas tersebut berinisial FC, KR dan MAH. Adapun narapidana FC pidana 8 tahun dari Lapas Kelas IIA Pematangsiantar, KR pidana 20 tahun dan MAH pidana seumur hidup dari Lapas Kelas I Tanjunggusta Medan,” ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Sumut, Erwedi Supriyatno, dalam pesan siaran, Rabu (1/12).

Pemindahan para napi dilakukan untuk mencegah dan memutus mata rantai peredaran narkoba di lapas dan rutan di Sumut, serta komitmen seluruh petugas lapas dan rutan dalam memberantas narkoba.

“Ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam memberantas peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan, serta memberikan efek jera kepada para narapidana lainnya,” tegasnya.

“Apabila para narapidana masih berusaha mengendalikan narkoba dari dalam lapas dan berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di lapas, kami tidak segan untuk mengambil tindakan tegas” sambungnya.

Proses pemindahan 3 napi dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan dan dengan pengawalan ketat dari kepolisian serta petugas lapas.

Ketiga napi tampak menggunakan baju tahanan dengan tangan diikat. Mereka diperiksa petugas sebelum ke luar lapas dan kemudian menggiringnya ke mobil khusus yang telah disiapkan. (man/azw)

Usai Dirampok, Sopir Taksi Online Dibunuh, Jasad Dibuang di Kanal Titi Kuning

IDENTIFIKASI: Polisi mengidentifasi jasad sopir taksi online, M Idris di pinggir Jalan Inspeksi Kanal, depan SMA Negeri 13 Medan, Titi Kuning, Medan Johor, Rabu (1/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pengemudi taksi online yang diketahui bernama M Idris (42), warga Jalan Pinang Baris/TB Simatupang, Medan Sunggal, diduga tewas setelah dirampok, Rabu (1/12) dini hari. Mayat korban dibuang di pinggir Jalan Inspeksi Kanal, depan SMA Negeri 13 Medan, Titi Kuning, Medan Johor.

IDENTIFIKASI: Polisi mengidentifasi jasad sopir taksi online, M Idris di pinggir Jalan Inspeksi Kanal, depan SMA Negeri 13 Medan, Titi Kuning, Medan Johor, Rabu (1/11).

Mayat sopir taksi online tersebut pertama kali ditemukan pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas sekira pukul 01.20 WIB. Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang di pinggir jalan.

Selanjutnya, pengendara sepeda motoer tersebut memanggil warga sekitar dan kepala lingkungan setempat. Kemudian, menghubungi petugas kepolisian. Tidak berapa lama, polisi datang ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan mengevakuasi mayat korban.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol M Firdaus membenarkan adanya temuan mayat korban dugaan perampokan. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pelaku diduga merampok harta benda korban termasuk mobil. “Korban mengalami luka lebam diduga akibat cekikan di leher dan di mata sebelah kanan dan kiri. Selain itu, juga terdapat luka dan memar di tangan kanan,” katanya.

Disebutkan dia, pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut kasus tersebut. Karena itu, belum bisa memastikan pelaku diduga penumpang taksi online korban. “Kita sedang melakukan penyelidikan mendalam,” tandasnya.

Informasi diperoleh, disebut-sebut sebelum ditemukan mayat korban, ada mobil sedan warna putih berhenti di pembuangan sampah tidak jauh dari lokasi. Selanjutnya, mobil putih tersebut bergerak ke TKP temuan mayat. Kemudian, turun dari mobil 2 laki-laki. Sekira 15 menit, mobil tersebut pergi menuju Jalan Besar Delitua. (ris/azw)

Kasus COVID-19 Turun Drastis, Pemerintah Terus Tingkatkan Capaian Vaksinasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Indonesia terus menggenjot vaksinasi kepada masyarakat di seluruh daerah di tanah air. Karena, akselerasi vaksinasi juga sangat penting untuk meminimalisasi dampak penyebaran varian baru virus COVID-19.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan Indonesia saat ini, kasus aktif COVID-19 terus menurun atau landai. Namun, momentum itu, digunakan untuk mempercepat capaian vaksinasi di berbagai wilayah.

Namun, kondisi pandemi yang terkendali saat ini, dianggap menjadikan masyarakat cenderung menunda vaksinasi. Terkait hal itu, Nadia mengungkapkan di beberapa daerah dalam 2-3 minggu ini terjadi penurunan jumlah penyuntikan vaksin per harinya.

“Kondisi penularan yang membaik, membuat masyarakat tidak buru-buru divaksin, mereka menunggu-nunggu dan memilih vaksin merek tertentu,” sebut Nadia dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9)-KPCPEN digelar secara virtual, Rabu (1/12) sore.

Sekali lagi, ia menekankan, semua merek vaksin yang beredar di Indonesia aman dan berkhasiat, sehingga masyarakat diminta segera melakukan vaksinasi dengan merek yang tersedia.

“Semua vaksin sama baiknya, efek samping itu biasa sebagai reaksi tubuh kita saat dilatih vaksin untuk menstimulasi sistem kekebalan tubuh,” papar Nadia.

Mengenai pengaruh vaksin pada varian baru, Nadia mengemukakan, vaksin bisa mencegah kita sakit parah terhadap varian baru tersebut. Walaupun masih banyak yang harus diteliti terkait efikasi, namun efek proteksi vaksin tetap banyak dan manfaatnya lebih besar.

Selain itu, ujarnya, dengan semakin banyak orang divaksin, benteng kekebalan bersama juga akan terbentuk untuk melindungi kita melawan varian baru tersebut.

Saat ini capaian vaksinasi nasional adalah sekitar 67% untuk dosis pertama dan sekitar 46% untuk dosis kedua. Sementara vaksinasi lansia masih perlu terus digenjot, karena baru mencakup sekitar 53% untuk dosis pertama.

Guna percepatan vaksinasi lansia ini, dilakukan upaya mendekatkan vaksinasi kepada masyarakat, seperti sistem door to door dan Posyandu lansia.

Selain itu, Nadia menekankan pentingnya terus melakukan sosialisasi dan edukasi agar para lansia bersedia divaksin, dengan menggandeng tokoh masyarakat, agama, media, juga memastikan tenaga kesehatan menyampaikan informasi yang benar. Tak kalah penting adalah perlunya inovasi dan pendekatan spesifik lokal sesuai kebutuhan,
yang dapat dijalankan tiap daerah.

Nadia juga meluruskan persepsi keliru, bahwa lansia yang memiliki banyak penyakit penyerta maka tubuhnya lemah untuk divaksin. Justru sebaliknya, lansia dikatakannya harus dibantu imunitasnya melalui vaksinasi. Bahkan vaksin COVID-19 justru didesain untuk kaum lansia dan penderita komorbid, sehingga vaksin tersebut akan memberikan perlindungan yang diharapkan.

Kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Sumbar, Jasman juga menyebutkan, bahwa masih banyaknya informasi yang keliru (hoaks) menjadi kendala terbesar vaksinasi di daerah.

Untuk mengatasi tantangan hoaks dan kendala kultural, pihaknya mengedepankan pendekatan informal melibatkan alim ulama, cerdik pandai, semua lembaga serta institusi terkait, termasuk memberikan edukasi pentingnya vaksinasi melalui media massa dan anak-anak sekolah.

“Tiap daerah punya kiat tersendiri sesuai local wisdom (kearifan lokal) masing-masing,” tuturnya.

Ia menjelaskan, vaksinasi relatif mudah dilaksanakan di daerah terpencil dan penduduknya tetap, dibandingkan wilayah berpenduduk banyak dengan mobilitas tinggi. Dalam hal ini, Jasman sangat mengapresiasi semua pihak yang turut mendukung percepatan vaksinasi, khususnya tenaga keseh

atan dan vaksinator sebagai garda terdepan. Berkat kerja keras bersama, dalam dua bulan terakhir, cakupan vaksinasi di wilayahnya meningkat cukup pesat.

Situasi pandemi yang terkendali merupakan kesempatan untuk percepatan vaksinasi. Salah satu alasannya, karena tenaga kesehatan dan vaksinator dapat sepenuhnya melaksanakan vaksinasi.

Selain itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam/Vaksinolog, Dirga Sakti Rambe mengungkapkan, “Penelitian menunjukkan, saat tingkat penularan di masyarakat rendah, maka efektivitas vaksin pada tingkat optimal. Ini kesempatan baik untuk meningkatkan cakupan vaksinasi karena kasus terkendali,” ujarnya.

Terkait vaksin booster, Dirga menjelaskan panduan WHO bahwa dimulainya booster perlu mempertimbangkan berbagai hal, seperti cakupan vaksinasi nasional dan situasi di lapangan. Ia mengajak masyarakat untuk menunggu, tetap melindungi diri melalui protokol kesehatan ketat.

Mengingat saat ini vaksin COVID-19 dicari banyak negara, Dirga mengatakan, kita harus bersyukur Indonesia dapat memastikan ketersediaan vaksin meski bukan negara produsen vaksin.

Maka dari itu, ia mengajak masyarakat segera vaksinasi, jangan pilih-pilih vaksin, sehingga jangan sampai ada stok vaksin yang terbuang.

“Di Indonesia saat ini pandemi terkendali, tapi selalu ada potensi timbulnya lonjakan kasus, terutama terkait mobilitas pada liburan Natal dan Tahun Baru, juga varian-varian baru yang menyebar di berbagai negara. Karena itu, masyarakat harus selalu terapkan prokes, patuhi aturan level PPKM di daerah masing-masing, dan optimalkan proteksi dengan vaksinasi,” tandas Dirga.(gus)

PDI Perjuangan dan Polda Sumut Sepakat Gotong Royong Berantas Pekat dan Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selain dihadapkan pada persoalan pandemi Covid-19, Sumut masih dihantui maraknya penyakit masyarakat (Pekat) seperti penyalahgunaan narkoba, judi, miras, dan aksi kriminalitas lainnya. Untuk itu, PDI Perjuangan dan Polda Sumut sepakat bergotong royong memberantas penyakit sosial, sekaligus mengendalikan pandemi Covid-19.

Kesepakatan tersebut terjadi saat DPD PDI Perjuangan Sumut yang dipimpin Rapidin Simbolon, bersilaturrahim ke Polda Sumut dan diterima langsung Kapolda Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak MSi, Rabu (1/12/2021). Dalam silaturrahim yang berlangsung penuh nuansa kekeluargaan itu, kedua tokoh penting di Sumut ini memiliki visi yang sama, bahwa untuk menekan Covid-19 dan memberantas penyakit masyarakat harus dilakukan secara gotong royong antara Polri dan seluruh elemen masyarakat termasuk PDI Perjuangan dan seluruh jajaran pengurus sampai tingkat ranting.

Sebelumnya, Rapidin Simbolon yang didampingi Sekretaris Dr Sutarto MSi dan Wakil Ketua Sarma Hutajulu, Dr Aswan Jaya, Brilian Mocktar dan Ahmad Bima Nusa, menyampaikan salam dari Ketua Umum PDI Perjuangan Hj Megawati Sukarnoputri. “Secara kepartaian, baru hari ini kami sempat berkunjung dan bersilaturahmi dengan Kapolda, terutama saat saya menjadi Ketua DPD,” kata Rapidin.

Menurut Rapidin, PDI Perjuangan sebagai partai yang merupakan salah satu pilar demokrasi, tentu ingin membangun harmonisasi kepada seluruh stakeholder di Sumut salah satunya Polda Sumut. Apalagi, lanjut Rapidin, PDI Perjuangan akan melaksanakan Rakernas yang akan dilaksanakan pada 12-14 Desember mendatang. “Kita juga berharap masukan yang dapat kami sampaikan terkait situasi Sumut terutama menjaga kondusifitas di Sumut,” ujar Rapidin.

Dalam kesempatan itu, Rapidin juga menyampaikan undangan kepada Kapolda agar bisa hadir dalam perayaan Natal bersama PDI Perjuangan Sumut yang akan dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kepulauan Nias,

Sementara, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bidang Buruh Sarma Hutajulu menyampaikan beberapa persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama soal maraknya peredaran Narkoba. “Saat ini Sumut berada di peringkat pertama dalam peredaran Narkoba, dan tentu ini membuat kita sangat perihatin. Selain itu, ada juga judi tembak ikan yang sedang meresahkan di Sumut,” ungkap Sarma.

Kapolda Sumut, Panca Putra dalam kesempatan itu memberikan ucapan selamat kepada Rapidin Simbolon yang telah ditugaskan menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut. “Polri dan PDI Perjuangan telah memiliki hubungannya cukup lama, salam juga untuk Ketum dan kita sudah tidak merasa asing dengan PDI Perjuangan,” ujarnya.

Panca juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Sumut, terutama PDI Perjuangan yang telah membantu kerja-kerja kepolisian. “Masyarakat Sumut telah membantu kerja-kerja saya selama saya bertugas di Sumut. Saya berharap terus mendapat koreksi dari semua pihak terutama dari PDI Perjuangan,” ungkapnya.

Panca juga mengingatkan, jika pada Natal dan tahun baru, sebagaimana arahan Presiden agar masyarakat tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. “Kami tidak melarang perayaan dan perkumpulan orang dalam Natalan maupun tahun baru, tetapi sama-samalah kita menjaga potensi lonjakan gelombang ketiga dari pandemi Covid-19,” harap Panca.

Terkait Vaksinasi, ungkap Panca, saat ini rata-rata kabupaten/kota sudah melakukan vaksinasi mencapai 50 persen, walaupun di beberapa daerah masih ada yang 30 persen, terutama di Kepulauan Nias.

“Kita sama bekerjasama untuk mencapai target 70 perseb program vaksinasi untuk masyarakat. Kita mohon juga kepada PDI Perjuangan untuk meminta pemerintah pusat memberikan vaksin lebih ke Sumut agar percepatan vaksinasi bisa sesuai target dengan cepat,” harap Panca lagi.

Terkait pemberantasan Narkoba, Kapoldasu menyatakan komitmennya untuk terus bekerja memberantas Narkoba, judi dan penyakit masyarakat lainnya. “Saya tidak main-main untuk memberantas penyakit sosial terutama narkoba. Anggota Polri yang terlibat kasus tersebut, akan langsung saya penjara dan saya sudah lakukan itu di Sumut,” tegasnya.

Kapolda mengakui, pemberantasan penyakit masyarakat dan menekan laju pandemi Covid-19 tidak bisa dilakukan Polri sendirian, butuh dukungan dan kerjasama semua pihak termasuk PDI Perjuangan. (rel/adz)

IJN Berikan Pengobatan Metode Baru dan Inovatif

Direktur Klinis, Gagal Jantung & Transplantasi Jantung, Konsultan Ahli Jantung, IJN, Dato’ Dr Azmee Mohd Ghazi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Institut Jantung Negara (IJN) Malaysia memberikan pelayanan medis terbaik untuk pasiennya. Dimana, tercatat sudah sekitar 6.000 pasien penderita penyakit jantung asal Indonesia berobat IJN setiap tahun dan dinyatakan sembuh.

Direktur Klinis, Gagal Jantung & Transplantasi Jantung, Konsultan Ahli Jantung, IJN, Dato’ Dr Azmee Mohd Ghazi.

Direktur Klinis, Gagal Jantung & Transplantasi Jantung, Konsultan Ahli Jantung, IJN, Dato’ Dr Azmee Mohd Ghazi, menjelaskan dari 6 ribu pasien dari Indonesia, didominasi dari warga di Pulau Jawa.

“Untuk pasien dari Indonesia, rata-rata jumlahnya sekitar 6.000 orang setiap tahunnya. Mereka umumnya berasal dari Pulau Jawa,” uvap Dato’ Dr Azmee kepada wartawan melalui zoom meeting, Rabu (1/12) petang.

Untuk diketahui, IJN berdiri sejak tahun 1992. Para pasien tersebut umumnya berobat untuk penyakit jantung karena faktor usia. Sedangkan, per tahunnya ada 6 juta pasien berobat dari berbagai negara.

IJN berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia, merupakan rumah sakit yang dikhususkan untuk pengelolaan dan pengobatan penyakit jantung dengan menyediakan layanan kardiologi, kardiologi pediatrik, dan bedah kardiotoraks untuk orang dewasa dan anak-anak.

Saat ini, IJN dianggap sebagai salah satu pusat medis terbaik untuk perawatan kardiovaskular dan toraks di Malaysia dan kawasan. IJN terus mengikuti perkembangan medis terkini, mulai dari penanganan lubang sederhana pada operasi jantung hingga transplantasi jantung dan paru-paru.

IJN juga menjadi rumah sakit pertama di Asia yang berhasil melakukan perawatan jenis baru untuk pasien yang menderita regurgitasi trikuspid atau katup jantung bocor. “Perawatan ini adalah prosedur invasif minimal yang melibatkan penggunaan sistem pengiriman katup kering yang dimuat sebelumnya, yang disebut sistem Katup Bikaval Transkateter TricValve® (Bioprosthesis),” jelasnya.

Penunjukan perangkat terobosan untuk TricValve® dan bioprostesis digunakan untuk pasien dengan regurgitasi trikuspid berat (katup bocor) dengan risiko tinggi untuk operasi jantung terbuka. Prosedur ini berhasil dilakukan di IJN pada 6 Mei 2021, oleh tim Gagal Jantung & Transplantasi Jantung dan Departemen Kardiologi.

Sistem TricValve® secara khusus dikembangkan untuk pasien yang menderita regurgitasi katup trikuspid, terutama mereka yang tidak dapat mengontrol gejalanya melalui perawatan lain dan dianggap terlalu berisiko tinggi untuk pembedahan. Regurgitasi katup trikuspid adalah suatu kondisi di mana selebaran katup trikuspid tidak dapat menutup dengan benar, menyebabkan aliran balik darah ke ruang kanan atas jantung dan dalam kondisi parah ke dalam cava. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung.

“Penyebab umum dari kondisi ini adalah peningkatan ukuran bilik jantung kanan bawah (ventrikel kanan), yang dapat menyebabkan ketegangan pada kemampuan katup trikuspid untuk berfungsi. Pasien mungkin mengalami gejala seperti kelelahan, irama jantung yang tidak normal, sesak napas, dan pembengkakan pada kaki dan perut. Namun, tanda-tanda ini seringkali tidak berkembang sampai kondisinya menjadi parah,” jelasnya

Pasien dengan regurgitasi katup trikuspid ringan ditangani dengan obat-obatan untuk meredakan gejala, dan pasien dengan kondisi parah mungkin memerlukan perbaikan atau penggantian katup jantung.

Dato’ Dr Azmee Mohd Ghazi mengatakan, tidak semua pasien mampu menahan risiko operasi atau mungkin memiliki kondisi lain yang membuat mereka tidak cocok untuk prosedur tertentu. Misalnya, pilihan bedah umum untuk regurgitasi katup trikuspid adalah annuloplasty, prosedur yang mengencangkan cincin di sekitar katup di jantung. Sayangnya, pada pasien dengan anulus trikuspid yang sangat melebar atau dengan alat pacu jantung sebelumnya atau kondisi lain yang mendasarinya, mereka tidak akan cocok untuk prosedur tersebut.

“Untuk kasus seperti itu, penting bagi kami untuk dapat menawarkan pengobatan inovatif baru seperti TricValve® untuk membantu lebih banyak pasien meringankan gejala mereka dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” katanya.

Sistem katup ganda dikembangkan untuk prosedur invasif minimal dan menawarkan periode pemulihan yang lebih cepat untuk pasien dengan gejala regurgitasi trikuspid yang parah. Oleh karena itu, kurva belajar bagi dokter relatif cepat, dan prosedur dapat dilakukan secara efektif sambil memastikan keselamatan pasien.

Sedangkan Datuk Dr Aizai Azan Abdul Rahim, Chief Executive Officer & Senior Consultant Cardiologist, IJN mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim IJN karena telah mencari metode pengobatan yang lebih baru dan lebih inovatif.(gus)

Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia Cerminkan Optimisme dan Tekad Indonesia untuk Menghasilkan Terobosan Besar dari Forum G20

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presidensi Indonesia dalam Group of Twenty (G20) dimulai sejak hari ini, Rabu 1 Desember 2021. Hal ini menjadi salah satu peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia dimana hal ini merupakan sebuah kepercayaan dan kehormatan bagi Indonesia untuk menerima tampuk Presidensi G20 yang sebelumnya dipegang Italia.

Secara umum, dengan dipegangnya tongkat Presidensi G20 oleh Indonesia diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, bahwa Indonesia adalah negara besar yang keberadaannya sangat diperhitungkan oleh negara-negara lain di dunia, baik dari sisi ekonomi, letak geografis, maupun sikap politiknya. Lebih lanjut, di samping dikenal dengan keramahtamahannya, Indonesia juga dikenal karena memiliki keragaman budaya dari berbagai suku yang ada di nusantara serta alam yang indah dan permai.

Dalam sambutannya pada acara Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta (1/12), Presiden RI Joko Widodo menginginkan agar Presidensi G20 Indonesia tidak sebatas seremonial belaka. “Indonesia mendorong negara-negara G20 untuk melakukan aksi-aksi nyata. Indonesia siap berkolaborasi dan menggalang kekuatan sehingga masyarakat dunia dapat merasakan dampak positif dari kerja sama ini. Indonesia juga harus menghasilkan terobosan-terobosan besar dari forum G20,” ujar Presiden Joko Widodo.

Presidensi G20 Indonesia merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global, dengan partisipasi aktif membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil, dan berlanjutan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.  Oleh karena itu, Presidensi G20 Indonesia mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”. Dengan tema tersebut, Presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat memberikan semangat baru untuk mewujudkan tatanan dunia yang bukan hanya memberikan kesejahteraan dan kemakmuran, namun juga menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan.

Presidensi G20 Indonesia akan fokus untuk membawa tiga isu pembahasan strategis yaitu penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan. Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum untuk meningkatkan diplomasi ekonomi melalui upaya menciptakan arsitektur ekonomi dan kesehatan global pasca krisis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Ketua I Bidang Sherpa Track Presidensi G20 Indonesia mengatakan, “Presidensi G20 Indonesia bertujuan agar dunia dapat keluar dari krisis dengan lebih baik dan lebih tangguh. Hal ini tentunya membutuhkan transformasi cara kerja global, perubahan pola pikir dan model bisnis, pemanfaatan setiap kesempatan di tengah pandemi untuk menghasilkan terobosan baru.”

Dalam Presidensi ini, G20 perlu memfokuskan pada penguatan sistem multilateralisme dan kemitraan global yang efektif, guna memastikan perekonomian dunia tetap terbuka, adil, saling menguntungkan, dan menjamin tidak ada satupun yang tertinggal, khususnya kelompok miskin dan rentan.

Indonesia akan menggunakan Presidensi G20 untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan negara-negara berkembang, sehingga dapat tercipta tata kelola dunia yang lebih adil. Utamanya untuk memperkuat solidaritas dunia dalam mengatasi ancaman perubahan iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga melakukan penyerahan pin atau tanda tugas kepada perwakilan Chairs Working Groups dan Engagement Groupssecara simbolis serta peluncuran alamat situs resmi G20 yakni www.g20.org. Situs ini memuat informasi mengenai jadwal pertemuan, side events, dan workstreams, baik dari Sherpa Track maupun Finance Track.

Dalam Opening Ceremony ini, selain dihiasi dengan lagu tema Presidensi G20 Indonesia yang berjudul “Recover Together, Recover Stronger”. Lagu ini diciptakan oleh Candra Darusman dan dibawakan oleh Afgan Syahreza. Ada juga pemutaran video kolaborasi musisi dan penyanyi Indonesia dengan Orkestra Anak Indonesia dan EGMS Children Choir, dan acara juga dimeriahkan dengan pagelaran seni dan budaya nusantara.

Turut hadir dalam acara ini antara lain Wakil Ketua DPR Lodewijk F. Paulus, Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (dep7/rep/fsr/hls/*)

Surya Sunanda Tewas Terkena Eggreknya Sendiri Saat Akan Memanen Sawit

EVAKUASI : Jajaran Polsek Dolok Merawan ketika melakukan evakuasi terhadap korban meninggal karena tergorok eggrek dibagian lehernya.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Raju Sunandah (27) warga Dusun I Desa Afdeling VI Dolok Hilir Kecamatan Dolok Merawan Kabupaten Sergai yang bekerja sebagai buruh harian lepas di PTPN IV Kebun Dolok Hilir ditemukan tewas setelah eggrek (alat pemanen sawit) menggorok lehernya sendiri karena tidak hati hati saat akan memanen sawit di Afdeling III Blok 98 Dolok Hilir Kecamatan Dolok Merawan, Rabu sore (1/12/2021).

EVAKUASI : Jajaran Polsek Dolok Merawan ketika melakukan evakuasi terhadap korban meninggal karena tergorok eggrek dibagian lehernya.

Kapolsek Dolok Merawan, AKP Asmon Bufitra membenarkan penemuan pekerja harian kebun Dolok Hilir yang diduga tewas karena bagian leher kena benda tajam berupa eggrek sawit, saat ini korban tewas dibawah kerumah sakit untuk dilakukan visum.

Kapolsek Dolok Merawan AKP Asmon Bufitra mengaku mendapat informasi penemuan mayat kondisi nyaris putus lehernya akibat terkena eggrek sawit yang dibawahnya sendiri. “Kita sudah meminta keterangan saksi dalam kejadian ini,” bilangnya.

Dari hasil keterangan beberapa saksi, dapat disimpulkan bahwa kejadian akibat pekerja yang kurang hati hati saat membawa benda tajam menggunakan gala pajang sepanjang 6 meter yang diujungnya diletakkan eggrek dan dibawah menggunakan sepeda motor tanpa plat kenderaan.

“Saat membawa eggrek tersebut, gala sempat menyangkut ke sebuah batang pohon dan akibatnya, leher korban yang terkena luka robek dibagian lehernya akibat hembasan eggrek, kemudian korban meninggal dunia dilokasi kejadian,” jelas AKP Asmon Bufitra.

Setelah dilakukan visum dirumah sakit, pihak keluarga tidak memberikan izin untuk dilakukan otopsi dan akan memakamkan korban di tempat pemakaman umum di lokasi rumah korban. (ian)