30 C
Medan
Sunday, January 25, 2026
Home Blog Page 2898

Transisi Energi Melalui Penggunaan Teknologi Hijau yang Ramah Lingkungan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indonesia mendukung komitmen dunia memaksimalkan penggunaan energi ramah lingkungan dalam menghadapi era transisi energi menuju energi hijau. Berbagai langkah dilakukan untuk transisi energi tersebut, di antaranya dengan pengembangan B-30 hingga D-100 dan bioavtur, serta penggunaan teknologi ramah lingkungan untuk sektor transportasi dan industri. Badan Usaha yang bersinggungan dengan energi fosil juga diminta membuat perencanaan matang untuk menghadapi era transisi tersebut, melalui penggunaan teknologi hijau dan energi bersih.

“Kunci dari seluruh hal tersebut adalah tetap bekerja maksimal, dengan menggunakan teknologi hijau, sehingga produk yang dihasilkan ramah lingkungan dan mendukung capaian tujuan utama yaitu mengurangi emisi karbon,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keynote speech-nya pada acara 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas 2021 yang diadakan oleh SKK Migas, secara virtual, Selasa (30/11).

Dalam kesempatan tersebut, Menko Perekonomian juga mengapresiasi SKK Migas sebagai pengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi yang telah membuat perencanaan untuk menekan emisi karbon yang dihasilkan oleh kegiatan usaha hulu migas.

“Pada COP26 di Glasgow awal November lalu juga dibahas penggunaan teknologi Carbon Capture Utililization and Storage yang sangat relevan dengan industri migas. Selain itu, penggunaan teknologi hijau juga sudah menjadi bagian dari program yang akan diterapkan Pemerintah, terutama pada Proyek Strategis Nasional,” ujar Menko Airlangga.

Poin penting dalam transisi energi adalah memperluas penggunaan energi terbarukan. Sejalan dengan itu, Pemerintah juga tetap memperhatikan kecukupan energi untuk mendukung beragam kegiatan perekonomian yang membutuhkan kelancaran pasokan minyak dan gas bumi sebagai sumber energi dan bahan baku.

“Bahkan gas sebagai sumber energi yang cukup rendah emisinya akan memegang peran utama, menggantikan energi fosil lain yang dinilai lebih tidak ramah lingkungan, seperti batu bara. Untuk itu, persiapan matang harus dilakukan agar kecukupan energi yang dibutuhkan Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi benar-benar terjamin,” tegas Menko Airlangga.

Industri hulu migas masih memiliki peran penting dalam menciptakan multiplier effect bagi industri-industri pendukung lainnya. Terlebih pada tahun lalu, Kementerian ESDM telah menetapkan kebijakan harga gas untuk industri tertentu yang kompetitif, sehingga banyak industri di sektor hilir yang berpeluang untuk berkembang lebih pesat lagi.

“Kebijakan tersebut patut diapresiasi, dan kami harapkan industri hilir dari kegiatan hulu migas dapat berkembang pula, sehingga akan berkontribusi terhadap penerimaan negara, serta menimbulkan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi bangsa. Berdasarkan alasan ini, peningkatan produksi yang diusahakan oleh SKK Migas yaitu 1 juta BOPD minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas pada 2030 tetap menjadi hal penting yang harus diusahakan,” papar Menko Airlangga.

Pemerintah juga terus berkomitmen untuk mendukung pencapaian target jangka panjang industri hulu migas, terutama untuk memaksimalkan lifting minyak dan gas bumi. Pemerintah telah memberi ruang untuk peningkatan investasi, antara lain melalui sejumlah insentif untuk industri hulu migas, serta penyederhanaan perizinan untuk kemudahan berusaha.

“Ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan investasi di sektor hulu migas, termasuk membangun infrastruktur pendukung kegiatan ini. Diperlukan juga kolaborasi yang kuat antar kementerian/lembaga beserta seluruh stakeholder yang terlibat, serta makin mengembangkan riset dan inovasi di sektor hulu migas,” pungkas Menko Airlangga. (rep/fsr/*)

Tak Terbitkan Izin Impor Beras, Mendag: Pemerintah Jamin Ketersediaan Kebutuhan Beras Selama 2021

Mendag Muhammad Lufti saat memimpin rapat di kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Selasa (30/11).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan Pemerintah menjaimin ketersediaan kebutuhan beras nasional sepanjang 2021 tanpa melakukan impor. Pemerintah tidak menerbitkan izin impor beras untuk keperluan umum sepanjang tiga tahun terakhir yakni, 2019, 2020 dan 2021. Izin impor beras terakhir kali diterbitkan pada 2018.

Mendag Muhammad Lufti saat memimpin rapat di kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Selasa (30/11).

Lebih lanjut Mendag menyampaikan “Izin yang kita terbitkan selama tahun 2019, 2020 dan 2021
relatif sangat kecil dan hanya untuk keperluan khusus yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri
antara lain beras khusus untuk keperluan hotel, restoran, kafe (horeka), dan warga negara asing
yang tinggal di Indonesia, seperti Basmati, Japonica, Hom Mali, beras khusus untuk keperluan
penderita diabetes seperti beras kukus, dan beras pecah 100% untuk keperluan bahan baku
industri,”.

Menurut Mendag, pemerintah akan selalu menjaga kekuatan stok beras nasional untuk menjaga
keseimbangan dan ketersediaan pasokan beras di pasar, terutama di saat pandemi Covid-19 yang
masih berkepanjangan, dengan selalu memberikan perlindungan bagi petani dan penyerapan hasil
produksi dalam negeri.

Selain itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan akan selalu berupaya untuk menjaga
stabilitas harga melalui kebijakan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), terutama saat
menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

“Untuk itu, Kementerian Perdagangan akan selalu berkoordinasi dengan seluruh pemangku
kepentingan yang berkaitan dengan perberasan dalam menjamin ketersedian dan stabilisasi
harga,” tutup Mendag. (*/sih)

Politeknik AMI Medan Kukuhkan Kadet Praktek Laut

KADET: Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim Politeknik AMI Medan Yuris Danilwan MSi PhD (3 kanan) bersama pimpinan kampus dan peserta pengukuhan kadet praktek laut terbaik.

SUMUTPOS.CO – POLITEKNIK Adiguna Maritim Indonesia (AMI) Medan mengukuhkan Kadet Praktek Laut Jurusan Teknika dan Nautika, Selasa (30/11).

KADET: Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim Politeknik AMI Medan Yuris Danilwan MSi PhD (3 kanan) bersama pimpinan kampus dan peserta pengukuhan kadet praktek laut terbaik.

Pengukuhan berlangsung di Machmoedin Ballroom Politeknik AMI Medan. Kegiatan dihadiri Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim Politeknik AMI Medan Yuris Danilwan MSi PhD dan Direktur Politeknik AMI Medan Capt Dafid Ginting MMar MSi dan orangtua taruna.

Yuris Danilwan mengemukakan yayasan memberikan dukungan terhadap pengembangan Politeknik AMI Medan termasuk mendatangkan simulator berteknologi tinggi dari India.

Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim Politeknik AMI Medan mengatakan pengukuhan kadet praktik laut merupakan momen yang dinanti oleh taruna. ”Kadet adalah taruna yang telah lulus ujian akhir praktik laut tahap pertama. Setelah lulus tahap kedua akan dilantik menjadi perwira muda pelayaran besar,” katanya.

Ia mengatakan ujian praktik laut mendapat hasil yang membanggakan. Sebab lulus tepat waktu pada masa studi dua tahun, dua bulan.

Hal ini juga menunjukkan proses belajar mengajar di Politeknik AMI Medan telah sesuai dengan peraturan dan ketentuan nasional dan internasional.

”Yayasan komit untuk meningkatkan mutu pendidikan di kampus kita. Kompetensi dan keterampilan juga harus ditingkatkan termasuk penguasaan bahasa Inggris,” ujarnya.

Ditambahkan Yuris Danilwan, saat ini Politeknik AMI Medan berusia 61 tahun yang diawali dari Akademi Perdagangan Pelayaran (APP). Kemudian berubah menjadi Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (APNI) dan Akademi Maritim Indonesia (AMI).

Untuk itu, segera dibuka beberapa program studi baru untuk diploma IV untuk mewujudkan visi Politeknik AMI Medan yang terkenal dan profesional pada tahun 2026. Demikian sedang dilaksanakan revitalisasi dan reposisi serta rencana strategis dan operasional seiring perubahan akademi menjadi politeknik tersebut.

Sebagai poros maritim dan negara kepulauan terbesar dunia, lanjut Yuris Danilwan, Indonesia membutuhkan banyak sumber daya manusia dibidang maritim.

Direktur Politeknik AMI Medan Capt Dafid Ginting MMar MSi meminta 52 kadet praktik laut terus meningkatkan keahlian. Selain itu harus bisa berpikir kritis, kreatif, gigih dan bisa menyelesaikan masalah agar mereka nantinya lebih sukses di dunia kerja. Disebutkan direktur, kadet dan perwira dari Politeknik AMI Medan memiliki mental yang kuat. (dmp)

Bersama MGDALENAF, Teh Pucuk Bangkitkan UMKM Kuliner di Sumatera di Tengah COVID-19

Teh Pucuk Harum Bersama MGDALENAF Kunjungi UMKM Pilihan di Sumatera.(ist).

SMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 telah meluluhlantahkan beberapa sektor tak terkecuali sektor UMKM khususnya bidang kuliner. Berdasarkan survei yang dilakukan SMESCO Indonesia bulan Maret hingga April 2021 lalu yang merupakan salah satu institusi dibawah naungan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemkop UKM), mengungkapkan bahwa persentase UMKM sektor makanan olahan, sektor rumah makan serta warung kopi dan lainnya mengalami keterpurukan karena efek dari pandemi.

Teh Pucuk Harum Bersama MGDALENAF Kunjungi UMKM Pilihan di Sumatera.(ist).

Dengan kondisi dan situasi seperti sekarang, Teh Pucuk Harum sebagai teh favorit masyarakat Indonesia memiliki komitmen untuk terus mendukung perkembangan industri kuliner di Indonesia dengan kembali berkolaborasi bersama YouTuber ternama tanah air yakni Magdalena atau yang lebih dikenal Mgdalenaf pada akun media sosialnya untuk kembali menjalankan program UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum yang merambah ke pulau Sumatera.

Pada Maret 2021 lalu program UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum telah mengunjungi 14 UMKM di wilayah Pulau Jawa hingga Bali tepatnya di 6 kota yang mendapat banyak respon positif dari para followers, subcribers Mgdalenaf hingga masyarakat luas.

Kini, UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum kembali hadir dengan mengunjungi Pulau Sumatera tepatnya di 6 kota yakni, Lampung, Bangka, Belitung, Palembang, Padang dan Medan.

Senior Brand Manager Teh Pucuk Harum, Yustina Amelia mengatakan dengan kembali menjalankan program UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum yang kedua kalinya di masa pandemi seperti ini merupakan sebuah bukti nyata pihaknya untuk selalu konsisten dalam membantu para UMKM bidang kuliner di Indonesia.

“Untuk terus bangkit dan mendukung inovasi-inovasi baru dalam bentuk sajian yang unik dan khas serta disukai masyarakat khususnya para penggiat kuliner,” sebut Yustina dalam keterangan tertulis, Rabu (1/12).

Pada program UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum masih mengusung konsep yang sama untuk membantu para UMKM di bidang kuliner yang mengalami penurunan omset ataupun bergantung pada penghasilan sehari-hari, namun yang membuat program kali ini berbeda dari sebelumnya adalah Magdalena mengadakan Digital Activation dengan judul #UMKMHuntingWithMGDALENAF #DitemeninTehPucukHarum. Gerakan digital ini merupakan sebuah ajakan kepada followers dan subscribers Mgdalenaf atau pun masyarakat yang sudah menonton tayangan video YouTube UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum di Pulau Sumatera untuk bisa turut serta membuat sebuah konten makanan/kuliner sekreatif mungkin tentang UMKM yang telah didatangi Magdalena di pulau Sumatera.

“Tujuan diadakannya gerakan ini, untuk bisa bersama-sama membantu mempromosikan UMKM yang didatangi secara meluas. Tidak hanya bergerak dari diri saya sendiri melalui platform yang saya miliki, namun saya juga mengajak teman-teman dan masyarakat diluar sana untuk dapat turut andil dalam membantu UMKM melalui platform yang mereka miliki. Dengan begitu gerakan ini akan semakin massive untuk bisa membantu para UMKM bidang kuliner bangkit dari keterpurukan,” ungkap Magdalena, YouTuber & Content Creator.

Para peserta yang mengikuti gerakan digital ini dapat mengunggah konten pada akun Instagram masing-masing dengan unggahan berupa Instagram Story/Feed/Reels. Sertakan juga caption secara singkat yang menceritakan tentang UMKM yang didatangi, lalu gunakan hashtag #UMKMHuntingWithMGDALENAF #DitemeninTehPucukHarum, kemudian mention satu orang teman untuk bisa ikut serta gerakan digital ini dan tak lupa juga untuk Tag dan follow akun Instagram @mgdalenaf dan @pucukharumid. 5 orang pemenang akan dipilih dari setiap konten UMKM pilihan yang di unggah dan masing-masing pemenang akan mendapatkan hadiah berupa e-voucher serta persediaan produk Teh Pucuk Harum. Periode gerakan digital ini dapat diikuti dari tanggal 7 November 2021 hingga akhir Desember 2021.

Magdalena selalu memiliki kisah menarik di setiap kota yang dikunjungi dalam program UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum tak terkecuali pada 6 kota di pulau Sumatera diantaranya seperti Bebek Gila Deborah yang berlokasi di kota Lampung yang memiliki ciri khas menjual satu ekor bebek dalam ukuran besar yang dimasak dengan cabai seberat 6 kg.

Cita rasa yang disajikan sangat enak, cabai nya sangat pedas, dan harganya pun relatif terjangkau namun karena efek pandemi mereka harus kehilangan para pelanggannya.

Lalu ada Mie Celor Poligon yang terletak di kota Palembang merupakan mie legendaris yang berdiri sejak puluhan tahun lamanya yang memiliki cita rasa yang sangat enak, namun akibat pandemi Mie Celor Poligon sempat menutup kedainya dan juga telah banyak kehilangan omset selama penjualan.

Kemudian beranjak ke kota Pangkal Pinang, di Kepulauan Bangka ada Mie Ayam Yen-Yen yang merupakan satu-atunya UMKM pelopor bakmi bangka halal yang memiliki cita rasa luar biasa enak yang ternyata menggunakan minyak bawang buatan sendiri dan juga kecap khas pulau Bangka yang tidak ditemukan di tempat lain tapi sayang penjualannya hampir menurun sekitar 70% dari biasanya karena efek pandemi.

Lanjut ke wilayah Tanjung Pandan kota Belitung, terdapat Warung Mak Weng menjual aneka ragam seafood yang segar dan uniknya bumbu bumbu dasar yang digunakan diletakkan di atas permukaan tanah. Ini merupakan salah satu tradisi masakan yang unik dan langka karena dengan meletakkan bumbu-bumbu di atas permukaan tanah, menurut mereka itu menjadi sebuah kunci untuk menjaga cita rasa dari masakan yang dibuatnya dan karena efek pandemi, UMKM ini merugi sebesar ratusan juta rupiah. Kemudian beralih ke kota Medan, ada Nasi goreng Komdak yang terkenal dengan cita rasanya yang lezat dan cara memasaknya yang masih tradisional dengan menggunakan arang, dan di masa pandemi UMKM ini juga turut merasakan penurunan penjualan.

Salah satu UMKM yang menarik perhatian Magdalena yakni Rumah Makan Family Benteng yang terletak di Bukittinggi kota Padang yang letaknya dekat Benteng peninggalan jaman Belanda yakni di Benteng Fort De Cock. UMKM ini berdiri sejak tahun 1950 dan bermula dari sinilah Ayam Pop pertama kali diperkenalkan dan dijual di Indonesia. Asal mula nama ayam pop itu ternyata masakan ayamnya sudah sangat populer sejak dahulu diperjual belikan dan disukai oleh masyarakat setempat, kemudian oleh sang penjual diberi nama Ayam Pop yang merupakan kepanjangan dari Ayam Populer. Uniknya Ayam Pop ini juga memiliki perbedaan dibanding jenis masakan ayam lainnya, karena tidak di sengaja ayam tersebut dimasak dalam waktu yang cepat sehingga berbeda dengan ayam goreng biasanya yang kering dan berwarna kuning keemasan.

Ternyata selama Magdalena membantu para UMKM kuliner di Jawa, Bali dan Sumatera, masih banyak pelaku UMKM kuliner yang tidak mengetahui bagaimana cara untuk menarik para pelanggan datang karena mereka masih berjualan secara konvensional dan masih menggunakan cara marketing mereka masing-masing yang belum tersentuh oleh hebatnya teknologi masa kini. Selain itu kondisi rumah makan yang tidak mendapatkan perhatian lebih juga menjadi fokus perhatian dari program UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum.

“Sebenarnya sesuai dengan tujuan awal dari diadakannya program ini untuk bisa membantu mendigitalisasi para UMKM bidang kuliner yang dikunjungi dengan memanfaatkan platform yang saya miliki sebagai wadah promosi kepada para masyarakat luas untuk mengetahui betapa unik dan lezatnya makanan yang disajikan oleh beberapa UMKM yang saya kunjungi tersebut. Dan sudah selayaknya kita saling bantu untuk meningkatkan penjualan UMKM bidang kuliner yang sedang dalam masa keterpurukan di situasi pandemi seperti sekarang ini dengan cara mengunjungi, mencicipi dan mempromosikan dengan cara kita masing-masing,” tutur Magdalena, YouTuber & Content Creator.

Tak hanya itu saja, Magdalena pun juga berharap kepada Teh Pucuk Harum yang memiliki komitmen mendukung perkembangan UMKM di Indonesia untuk terus membantu para UMKM bidang kuliner di kota-kota lainnya yang masih banyak memerlukan bantuan dan perhatian karena efek dari pandemi covid-19.

“Melihat banyak nya respon positif yang diterima dengan menjalankan program UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum, kami berharap kedepannya akan ada lebih banyak lagi UMKM bidang kuliner di kota-kota lainnya di Indonesia yang dapat terbantukan dengan diadakan program seperti ini dan para pelaku UMKM dapat kembali bangkit serta melahirkan inovasi baru dalam menyajikkan sajian kuliner,” tutup Yustina Amelia.

Program UMKM Pilihan MGDALENAF bersama Teh Pucuk Harum di Pulau Sumatera telah mengeluarkan enam (6) episode UMKM sejak tanggal 7 November 2021 episode pertama dikeluarkan. Saksikan terus episode terbaru kisah para UMKM Pilihan MGDALENAF Bersama Teh Pucuk Harum lainnya di Youtube channel MGDALENAF.

Nantikan terus update terbaru dari Teh Pucuk Harum di website www.tehpucukharum.com dan like Facebook Teh Pucuk Harum di @pucukharumid, follow akun Twitter di @pucukharumid, YouTube Channel Pucuk Harum, dan Instagram di @pucukharumid.(rel)

PT Inalum Kembali Tanam Pohon di Daerah Tangkapan Air Danau Toba

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) INALUM turut mendukung gerakan kolaborasi “BUMN Hijaukan Indonesia” dengan melakukan penanaman 500 bibit macadamia nuts di Desa Marbun Tongga Marbun Dolok, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan ini merupakan gerakan kolaborasi PT INALUM (Persero) dengan BUMN lainnya dalam menyemarakkan Hari Menanam Pohon Indonesia setiap tanggal 28 November.

BUMN yang terlibat dalam memperingati HMPI diantaranya PT INALUM (Persero)/MIND ID, PT Pelindo (Persero), PTPN V, PTPN VIII, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pertamina (Persero), Perum Perhutani, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), PT Pegadaian, PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Taspen (Persero) dan LPPNPI (Airnav).

Menteri BUMN Erick Thohir memimpin langsung penanaman pohon yang dilakukan secara serentak di tujuh titik, dan berpusat di Gedung Kementerian BUMN Jakarta pada hari Minggu (28/11).

Adapun tujuh titik tersebut antara lain adalah Danau Toba – Sumatera Utara, Wai Sekampung – Lampung, Pekanbaru – Riau, Rangkasbitung – Banten, Pasuruan – Jawa Timur, dan Makassar – Sulawesi Selatan. Dalam acara ini turut hadir Eselon I Kementerian BUMN dan Direksi BUMN.

Dalam sambutannya, Erick Thohir menyebutkan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kecintaan terhadap bumi yang diwujudkan oleh BUMN, pemerintah daerah dan seluruh individu yang terlibat. Seterusnya Presiden Joko Widodo juga turut mendukung dan turun langsung ke bawah untuk melakukan gerakan menanam pohon tersebut.

“Oleh karena itu, BUMN sebagai pembantu presiden ini mendorong percepatannya melalui 111 ribu pohon yang akan ditaman kedepannya,” ujar Erick Thohir.

Sementara Itu, PT INALUM (Persero) melalui mitra-mitranya yang ada di sekitar pinggiran Danau Toba juga akan melanjutkan penanaman pohon sebanyak 33.196 ribu. Sampai tanggal 26 November 2021 PT Inalum (Persero) telah melakukan penanaman pohon di Daerah Tangkapan Air (DTA) sebanyak 114.900 bibit di lahan seluas 229,8 Ha.

Dan ditargetkan sampai akhir tahun 2021 menanam sebanyak 148 ribu di lahan seluas 297 Ha melalui program Konservasi DTA Danau Toba – PT Inalum (Persero).

Dalam sambutan Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor pada acara ceremonial Hari Menanam Pohon Indonesia yang berada di Kabupaten Humbang Hasundutan menyatakan bahwa

“Penanam pohon ini bertujuan supaya nantinya bisa dirasakan oleh masyarakat dan kelompok tani, dan perlu perjuangan yang lebih ekstra agar hasilnya terlihat. Tidak lupa pula berterima kasih kepada Inalum dan kalau boleh lebih masif lagi menanam pohon di sekitar Danau Toba ini biar lebih asri, karena disini sering kebakaran hutan”, ujar Bupati Humbang Hasundutan.

Turut hadir dalam acara penanaman pohon di wilayah Danau Toba Alexander Benny Wiwoho (Direktur Eksekutif SDM – PT Inalum), Sri Widodo (Direktur Inhutani IV), Rugun br Hutapea (Perwakilan Kementerian BUMN), Ari Bowo Soekotjo (SVP Administrasi PLTA – PT Inalum), Binahidra Logiardi (Plh. Kadiv Sustainability – MIND ID), Eduard K. Siahaan (General Manager – Inhutani IV), Mei br Pane (Staf Pemberdayaan KPH Dolok Sanggul), Teguh Bayu Aji (Kasubdiv Jasa ASA V, PJT1), Ir. Minrod Sigalingging (Kadis LH Humbahas), Camat Bakti Raja, Danramil 05, Kapolsek Bakti Raja, Kepala Desa setempat dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala, Univ Simalungun).(rel)

Edy Rahmayadi: Al Washliyah Bukan untuk Golongan

TUMPENG: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi Ketua Umum PB Al Jam'iyatul Washliyah Dr H Masyhuril Khamis dan Ketua PW Al Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara memotong nasi tumpeng pada Tasyakuran dan Resepsi Milad Jam'iyatul Washliyah. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menegaskan Al Washliyah saat ini sudah besar. Namun dia berharap jangan ada yang bersembunyi di bawah “ketiak” nama besar Al Washliyah.

TUMPENG: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi Ketua Umum PB Al Jam’iyatul Washliyah Dr H Masyhuril Khamis dan Ketua PW Al Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara memotong nasi tumpeng pada Tasyakuran dan Resepsi Milad Jam’iyatul Washliyah. (IST)

Hal itu dikatakan Edy Rahmayadi pada Tasyakuran dan Resepsi Milad Jam’iyatul Washliyah di Kantor Pengurus Wilayah Sumut Jalan Sisingamangaraja Nomor 144, Medan, Selasa (30/11/2021) malam.

Hadir pada acara puncak HUT ke-91 Al Jam’iyatul Washliyah antara lain Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, Dr H Masyhuril Khamis SH MM, Sekjen PB Al Jam’iyatul Washliyah Amran Arifin MM MBA, para ulama Al Washliyah, Ketua PW Al Washliyah Sumut Dr H Dedi Iskandar Batubara MSP, Sekretaris Alim Nur Nasution SE MM, HM, keluarga pendiri Al Jam’iyatul Washliyah, Ketua Panitia H Darwin Marpaung, Wakil Ketua Dewan Fatwa PB Al Washliyah, H. Muhammad Nasir, Lc., MA, organ bagian Al Washliyah, pengurus PD Al Washliyah se-Sumut, Ketua Umum Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia Dato’ Seri Syamsul Arifin, tokoh agama, budaya, masyarakat, partai politik dan ormas Islam.

“Jangan ada yang sembunyi di bawah “Ketiak” nama besar Al Washliyah, besarkan Al Washliyah yang saat ini sudah besar, ini adalah rumah besar, semua yang ada bernaung di rumah besar Al Washliyah,” tegasnya.

Edy juga mengatakan, Al Washliyah bukan untuk golongan, karena Al Washliyah merupakan milik Ummat Islam.

“Al Washliyah tidak bukan golongan. Haram hukumnya Al Washliyah berbicara kepentingan golongan. Saya berbicara ini karena sudah baca silsilah Al Washliyah,” ucap Edy Rahmayadi yang merupakan warga Al Washliyah dan panasehat PW Al Washliyah Sumut.

Edy Rahmayadi menambahkan, 91 tahun usia Al Jam’iyatul Washliyah telah membuktikan eksistensinya menentang penjajahan. “Ini berawal dari Sumut, tempat kelahiran Al Jam’iyatul Washliyah. Para orang tua kita berani mendirikan organisasi Islam ini yang sangat dibenci oleh penjajah. Namun para orang tua kita yakin dan berani menentang penjajah sehingga mampu berperan untuk kemerdekaan,” katanya.

Untuk itu, lanjut Edy Rahmayadi, warga Al Jam’iyatul Washliyah saat ini hanya meneruskan apa yang telah dilakukan para pendiri. “Hari ini perjuangan kita tidak sesulit apa yang diperjuangkan para orang tua kita yang mendirikan Al Washliyah,” sebutnya.

Pada kesempatan itu Edy Rahmayadi memborong semua lukisan dan kaligrafi pemenang lomba di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-91 Jam’iyatul Washliyah. Ini salah satu bentuk dukungan Edy Rahmayadi untuk pengembangan Jam’iyatul Washliyah Sumut.

Ada belasan karya pemenang lomba lukisan dan kaligrafi dari juara pertama hingga ketiga yang dilelang.

Sebanyak 70% hasil lelang akan digunakan untuk pembangunan rumah singgah di Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan.

“Karya-karya pemenang lomba luar biasa, dan lagi akan digunakan untuk pembangunan rumah singgah serta sekolah di Nias Selatan. Ini sungguh mulia,” kata Edy Rahmayadi.

Ketua PW Al Jam’iyatul Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara terharu sampai meneteskan air mata usai Gubernur Sumut memborong semua karya lukisan dan kaligrafi pemenang lomba.

Menurutnya, ini akan mendorong semangat Al Jam’iyatul Washliyah untuk berbuat lebih baik lagi.

“Saya sangat berterima kasih kepada Pak Gubernur, segera kita akan bangun rumah singgah di Telukdalam karena di sana anak-anak kita banyak yang membutuhkan, banyak yang putus sekolah karena tidak ada sekolah lanjutan Al Washliyah setelah tamat SD,” kata Dedi, dengan nada terbata-bata sambil menyeka air matanya dengan sorban.

HUT ke-91 Al Jam’iyatul Washliyahh di Sumut tidak hanya memperlombakan melukis tokoh Al Jam’iyatul Washliyah dan kaligrafi, ada juga lomba orasi ilmiah, qira’ atul kutub, tahfiz quran, donor darah, bazar, paduan suara dan lainnya. Pada acara puncak panitia juga berhasil mengumpulkan infak sekitar Rp671 juta, sebagian besar dana ini akan digunakan untuk membangun rumah singgah dan madrasah di Telukdalam.

Al Jam’iyatul Washliyah Sumut memilih fokus pada Telukdalam karena menurut keterangannya beberapa daerah di sana dihuni umat Islam. Sayangnya, beberapa kali prosesi pemakaman harus tertunda berhari-hari karena tidak ada yang bisa melakukan fardu kifayah. Anak-anak yang tamat dari SD Alwashliyah juga terpaksa berhenti sekolah karena tidak ada madrasah di sana.

“Kepedulian kita ternyata sangat besar, semua kita ternyata ingin masuk surga. Insya Allah, amanah ini akan kita laksanakan sebaik-baiknya, mengembangkan Al Jam’iyatul Washliyah Sumut serta membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan seperti di Telukdalam,” tambah Dedi.

Ketua Umum Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah, Dr H Masyhuril Khamis SH MM, mengatakan Al Jam’iyatul Washliyah Sumut harus menjadi rumah organisasi ini, karena didirikan di Sumut. Usianya yang lebih dari Indonesia sendiri harusnya membuat Al Jam’iyatul Washliyah lebih matang dan lebih baik lagi.

“Ingat semangat pendiri-pendiri kita terdahulu, ingat keberanian mereka membangun organisasi ini di tengah tekanan penjajah. Organisasi ini lebih tua dari Indonesia, harusnya bisa lebih matang dan lebih besar dari saat ini,” kata Masyhuril berapi-api. (map)

Sidang Korupsi Peningkatan Jalan di Humbahas: Tiga Terdakwa Divonis Bebas

Palu Hakim-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga terdakwa korupsi peningkatan jalan di Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas), yakni Direktur PT Putri Seroja Mandiri Darsan Simamora, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Sabar Lampos Purba, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Petrus Sabungan Hiras lolos dari jerat pidana.

Palu Hakim-Ilustrasi

Ketiga terdakwa masing-masing divonis bebas Hakim Ketua Jarihat Simarmata, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (29/11) malam.

“Mengadili, menyatakan ketiga terdaka tidak terbukti bersalah pada dakwaan primer dan subsider penuntut umum. Membebaskan terdakwa Darsan Simamora, Sabar Lampos Purba dan Petrus Sabungan Hiras dari semua dakwaan penuntut umum,” ucapnya.

Kemudian dalam amar putusannya, memerintahkan agar ketiga terdakwa dikeluarkan dari tahanan dan memulihkan harkat dan martabat ketiga terdakwa.

“Putusan sudah dibacakan. Kalau tidak senang atas putusan ini, penuntut umum boleh mengajukan kasasi,” kata Jarihat seraya mengetuk palu.

Sebelumnya, JPU RO Panggabean menuntut ketiga terdakwa masing-masing selama 7 tahun 6 bulan penjara, denda Rp300 juta, subsider 6 bulan kurungan, sebagaimana Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UU RI No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU RI No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1e KUHPidana

Terpisah, Kapala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Yos A Tarigan mengatakan akan melakukan upaya hukum kasasi atas putusan bebas tersebut.

“Sebelum kami Kasasi tentunya kami akan melakukan kajian terhadap Putusan hakim tersebut. Dan untuk Kasasi ini Kejaksaan oleh karena Putusan Mahkamah Konstitusi dalam amar Putusannya Nomor 114/PUU-X/2012. Putusan ini “mempertegas” alasan yuridis Penuntut Umum untuk mengajukan permohonan kasasi terhadap putusan bebas,” ujarnya, Selasa (30/11).

Diketahui, ketiga terdakwa tersandung perkara tindak pidana korupsi (tipikor) terkait pekerjaan proyek peningkatan jalan TA 2016 Dinas PUPR/Praswil Kabupaten Humbahas yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Dengan Pagu Anggaran sebesar Rp5,9 miliar.

Ketiganya disebut mantan Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian beberapa waktu lalu, merugikan keuangan negara dalam perkara ini sebesar Rp1,1 miliar.

Sumanggar menjelaskan posisi kasus tersebut dimana pada Tahun Anggaran 2016, Dinas Prasarana Wilayah (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kabupaten Humbang Hasundutan telah melaksanakan kegiatan Jalan Parbotihan- Pulogodang- Temba dengan nilai kontrak Rp5.810.396.510, yang dilaksanakan oleh salah satu perusahaan dengan masa kerja selama 90 hari.

Ternyata dalam pelaksanaannya, sejak proses lelang hingga pelaksanaan pekerjaan diduga ada penyimpangan, dimana terdapat kekurangan volume fisik terus adanya kerjaan yang diduga fiktif. (man/azw)

Sidang Korupsi Pembangunan Gedung Kuliah: Mantan Rektor UINSU Divonis 2 Tahun Penjara

VONIS: Mantan Rektor UINSU Prof Dr Saidurahman MAg, terdakwa korupsi pembangunan gedung kuliah 2, menjalani sidang putusan secara virtual, Senin (29/11) malam. agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Prof Dr Saidurahman MAg divonis selama 2 tahun penjara. Dia terbukti bersalah melakukan korupsi pembangunan gedung kuliah 2, senilai Rp10,3 miliar, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (29/11) malam.

VONIS: Mantan Rektor UINSU Prof Dr Saidurahman MAg, terdakwa korupsi pembangunan gedung kuliah 2, menjalani sidang putusan secara virtual, Senin (29/11) malam. agusman/sumut pos.

Majelis hakim diketuai Jarihat Simarmata dalam amar putusannya, terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 3 Junto (jo) Pasal 18 dari Undang Undang (UU) No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Menjatuhkan terdakwa Prof Dr Saidurahman MAg dengan pidana selama 2 tahun, denda Rp500 juta, subsider 1 bulan kurungan,” ujarnya.

Selain terdakwa Saidurahman, hakim juga menghukum terdakwa Syahruddin Siregar selalu pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Direktur PT Multikarya Bisnis Perkasa, Joni Siswoyo selaku rekanan, dihukum lebih berat. Keduanya divonis masing-masing selama 3 tahun penjara, denda Rp500 juta, subsider 1 bulan kurungan.

Putusan terhadap terdakwa Saidurahman lebih rendah dari tuntutan JPU Hendri Edison, yang sebelumnya dituntut selama 3 tahun penjara, denda Rp500 juta, subsider 3 bulan kurungan. Sedangkan putusan untuk dua terdakwa lainnya dituntut selama 4 tahun penjara, denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Atas vonis tersebut, baik terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir. Diketahui, kasus ini bermula pada TA 2018 UINSU mendapat anggaran berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : SP-DIPA-025.04.2.424007/2018 untuk pembangunan gedung perkuliahan terpadu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) yang dananya bersumber dari dana APBN Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan nominal pagu anggaran sebesar Rp50.000.000.000.

Terungkap juga eks Rektor Saidurahman meminta agar panitia pelelangan proyek pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Kampus II UIN Sumut memenangkan PT Multikarya Bisnis Perkasa untuk melaksanakan proyek itu.

Untuk merealisasikan hal tersebut, saksi Marudut SE menemui Ketua Pokja saksi Rizki Anggraini meminta bantuannya agar mau bekerjsama agar dalam proses lelang, panitia Pokja memenangkan perusahaan PT Multikarya Bisnis Perkara yang akan melaksanakan pembangunan Gedung Kuliah Terpadu.

Kemudian, Panitia Pokja pembangunan akhirnya memenangkan PT Multikarya Perkasa dengan dengan nilai kontrak Rp44.973.352.461. Namun belakangan, pembangunan gedung itu terbengkalai. (man/azw)

Pelaku Penikam Mandor Nice Trans Masih Diburu

TERBARING: Korban penikaman Poltak Sinambela tewas dalam perawatan medis, kemarin.agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PS, pelaku penikam Mandor Nice Trans, Poltak Sinambela (48) warga Pasar XII Dusun III Marendal II Kecamatan Patumbak Deliserdang hingga tewas dalam buron kepolisian. Korban ketika itu ditikam teman sendiri, di Jalan Sisingamangara, tepatnya di bawah jembatan Fly Over Simpang Amplas, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Jumat (5/11) sekira pukul 17.00 WIB lalu.

TERBARING: Korban penikaman Poltak Sinambela tewas dalam perawatan medis, kemarin.agusman/sumut pos.

Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chaniago SH MH melalui Kanit Reskrim Iptu Ridwan SH saat di konfirmasi, Senin (29/11) terkait peristiwa penikaman itu mengatakan, sampai saat ini pelaku masih terus dicari keberadaannya. “Kasus itu terus kita utamakan, walaupun petunjuk keberadaan pelaku sampai saat ini tidak jelas, bahkan kita telah berupaya semaksimal mungkin, namun keberadaan pelaku belum kita temukan,” ujarnya.

Informasi diperoleh dari warga sekitar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menceritakan, bahwa korban dan pelaku merupakan mandor dan kondektur Bus Antar Provinsi Nice Trans. “Korban Poltak Sinambela adalah

Mandor atau agen Bus Nice Trans, sedangkan pelaku adalah kondektur (kernet) Nice Trans juga,” ujar warga yang enggan disebut namanya, di seputaran Simpang Amplas, Medan.

Berdasarkan kronologinya, berawal di depan tempat pemberhentian Bus Nice Trans. Di mana saat itu pelaku menaikkan sewa sebanyak 6 orang, lalu meminta uang komisi sebesar Rp10 Ribu kepada kondektur Bus Nice Trans yang lainnya. Kondektur Bus Nice Trans itu pun memberikan uang komisi Rp10 ribu, kepada pelaku. “Melihat pelaku menerima uang dari kondektur itu, korban lalu marah-marah, dengan mengatakan kepada pelaku, kok kau minta uang sama kondektur itu, apanya maksud mu, jangan kau minta-minta uang di sini,” jelas warga tersebut.

Dia menambahkan, kejadian itu sempat terjadi perkelahian, bahkan korban (Sinambela) sempat memukul pelaku dua kali, tetapi Sinaga tidak melawan.

Tak sampai di situ, korban juga sempat dua kali mengejar-ngejar dan melempar pelaku dengan menggunakan batu, hanya saja pelaku lari ke belakang arah ke terminal Amplas. Tidak lama kemudian, pelaku mendatangi korban yang lagi minum-minum bersama temannya di bawah kolong jembatan FlyOver.

“Nah, pas di tempat yang banyak bunga-bungannya itulah korban ditikami oleh pelaku, karena sepengetahuan warga yang melihat korban sempat berjalan menuju lapo tuak dan warung nasi dalam kondisi berdarah-darah.

Melihat keadaan korban yang terluka dan berlumuran darah, lalu warga membawa korban ke Rumah Sakit (RS) Ridos, Jalan Panglima Denai dengan mengenderai becak bermotor (Betor), karena luka korban cukup serius, pihak RS tidak mampu, dan lalu korban dibawa ke RS Mitra Medika, Jalan Sisingamangaraja Medan Amplas dan meninggal dunia dalam perawatan. (dwi/azw)

Diduga Depresi, WN Afghanistan Bakar Diri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengungsi yang mencari suaka asal Warga Negara Afghanistan di Medan, Ahmadsyah (22) melakukan perbuatan nekat. Pria ini membakar diri di depan gedung Forum Nine Office Building di Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Selasa (30/11) pagi, sekitar pukul 10.00 WIB.

Ahmadsyah nekat membakar diri, karena diduga depresi, karena tidak juga dikembalikan ke negaranya. Dengan itu, dia mengambil jalin pintas untuk bunuh diri. Korban mengalami luka bakar mencapai 75 persen. Saat ini, ia di rawat di Rumah Sakit Siloam.

“Luka bakar 75 persen, sekarang dirawat di RS Siloam. Dia (Ahmadsyah) mengalami depresi atau gangguan jiwa,” sebut Koordinator pengungsi di Kota Medan Afghanistan Muhammad Juma Mose kepada wartawan di lokasi kejadian, kemarin.

Juma mengungkapkan sebelum kejadian tersebut, dirinya bersama pengungsi yang lain mencoba menghalangi Ahmadsyah yang hendak membakar dirinya. Kemudian, membujuk korban tidak melakukan hal tersebut. “Dia sudah menyiram tubuhnya dengan bensin. Dia juga memegang mancis (korek api) di tangan kanan dan kiri,” ucap Juma.

Juma menjelaskan aksi bakar diri sebagai bentuk frustasi di hadapi Ahmadsyah, termasuk pengungsi Afghanistan tersebut. Karena, sampai saat ini. Mereka belum juga dikirim ke negaranya.

“Korban bolak balik minta sama IOM dan UNHCR untuk memperhatikan kepulangan mereka, tapi tidak juga. Akhirnya dia nekat membakar diri. Badannya parah terbakar kanan kiri,” ucap Juma.

Juma mengatakan api di badan Ahmadsyah berhasil dipadamkan, oleh pihak sekuriti gedung Forum Nine. Kemudian, korban dievakuasi ke RS Siloam yang persis berada didepan gedung tersebut. “Api sudah dipadamkan sama sekuriti dengan alat pemadam api,” kata Juma.

Juma mengatakan bahwa Ahmadsyah merupakan korban ketujuh yang berhasil diselamatkan yang mencoba bunuh diri. Sebelumnya, ada 6 pengungsi yang melakukan hal yang sama.

“Ini bukan orang pertama yang mau membakar diri sudah 14 orang bunuh diri 6 orang sudah kita selamatkan termasuk ini orang yang ketujuh kita selamatkan,” kata Juma.

Juma menjelaskan mereka sebagai pengungsi Afghanistan mencari suaka, sudah berada di Indonesia, khusus di Kota Medan selama 10 tahun. Namun, belum ada kejelasan untuk para pengungsi untuk diberangkatkan ke negara ketiga.

Untuk mencari hak, para pengungsi Afghanistan ini menggelar aksi di depan gedung Forum Nine lebih kurang 30 hari belakang ini. Mereka pun, membangun tenda dan tidur di depan gedung tersebut.

Di gedung Forum Nine tersebut, UNHCR berkantor. Selama mereka menggelar aksi, Juma mengatakan belum ada respon baik disampaikan UNHCR diberikan kepada para pengungsi Afghanistan itu.

“Kami minta pemerintah Indonesia tolong cari solusi terbaik. Tolong kami pak Jokowi, tolong kami Pak Gubenur,” pungkas Juma. (gus/azw)