AMUNISI: Skuad PSMS saat ini dinilai perlu penambahan amunisi sehingga mampu bersaing pada babak delapan besar dan lolos ke Liga 1 musim depan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan mulai mengambil ancang-acang menghadapi sengitnya persaingan di babak delapan besar Liga 2 musim 2021. Ayam Kinantan pun dipastikan menambah amunisi.
AMUNISI: Skuad PSMS saat ini dinilai perlu penambahan amunisi sehingga mampu bersaing pada babak delapan besar dan lolos ke Liga 1 musim depan.
MENURUT informasi yang beredar, PSMS tertarik mendatangkan striker Semen Padang Rocky Ephy Fano untuk memperkuat daya gedor di lini depan. Rocky Ephy Fano merupakan andalan Semen Padang di lini depan dan sudah melakoni tujuh pertandingan.
Selain Rocky, Ayam Kinantan juga disebutkan tertarik untuk mendatangkan gelandang veteran asal Persela Lamongan, Ahmad Bustomi. Bustomi yang saat ini berusia 36 tahun adalah gelandang berpengalaman yang pernah memperkuat Timnas Indonesia.
Manajer PSMS Mulyadi Simatupang mengaku sedang membidik beberapa pemain. Namun, dia enggan menyebutkan nama-nama pemain yang akan didatangkan.
“Pelatih sudah menyodorkan beberapa nama yang akan kita bidik. Untuk namanya, akan kita umumkan jika sudah sepakat untuk bergabung,” ujar Mulyadi, Minggu (28/11).
Mulyadi mengakui, pihaknya berencana mendatangkan empat pemain tambahan. Empat pemain tersebut diharapkan bisa membantu PSMS untuk promosi ke Liga 1. “Kalau jumlahnya sekitar empat pemain lagi,” sebutnya singkat.
Sekretaris PSMS, Julius Raja ketika dikonfirmasi juga enggan menyebutkan nama pemain yang dibidik. Namun dia tidak membantah dan juga mengiyakan soal rumor ketertarikan kepada Rocky Ephy Fano dan Ahmad Bustomi.
“Ada beberapa pemain. Ada yang berasal dari tim Liga 2 gagal lolos ke babak delapan besar. Ada juga berasal dari tim Liga 1,” ungkap Julius Raja kepada Sumut Pos, Minggu (28/11).
Pria yang akrab dipanggil King ini mengakui, manajemen PSMS sudah melakukan komunikasi dengan pemain yang dibidik tersebut. Dan, belum ada keputusan pasti. “Masih sebatas komunikasi. Kalau sudah deal, maka akan diumumkan,” jelasnya.
King menambahkan, ada beberapa alasan belum diambil keputusan soal pemain baru tersebut. Mereka masih menunggu kepastian soal transfer delapan besar. Selain itu, babak penyisihan grup Liga 2 masih akan melakoni pertandingan terakhir.
“Aturan soal transfer babak delapan besar belum jelas, jadi kita masih menunggu kepastian. Selain itu, Liga 2 masih akan melakoni pertandingan terakhir penyisihan grup, jadi biarkan pemain bidikan kita konsentrasi membela timnya,” sebut King.
Sementara tim pelatih PSMS enggan memikirkan pemain yang akan dibidik pada delapan besar. Mereka masih fokus mempersiapkan tim menghadapi Sriwijaya FC pada laga terakhir penyisihan Grup A.
“Kita belum tahu siapa pemain baru yang akan didatangkan. Yang pasti kita fokus dan maksimalkan pemain yang ada sekarang,” sebut Asisten Pelatih PSMS, Legimin Raharjo.
Legimin mengakui, PSMS memang membutuhkan amunisi baru menghadapi babak delapan besar. Tapi, pihaknya menyerahkan kepada manajemen. (dek)
DIABADIKAN: Penanam pohon diabadikan usai kegiatan di Batangtoru, Tapsel.
BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe melakukan penanaman 3.500 bibit pohon tanaman lokal, baik di dalam maupun di luar lokasi tambang. Pada Hari Menanam Pohon Indonesia 28 November 2021 ini, karyawan, masyarakat sekitar dan pemerintah lokal dilibatkan dalam kegiatan penanaman bibit pohon di 7 titik, sebagai bukti komitmen pengelolaan lingkungan dan kelestarian alam di Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel).
DIABADIKAN: Penanam pohon diabadikan usai kegiatan di Batangtoru, Tapsel.
PTAR sudah menanam lebih dari 41.000 bibit pohon sejak 2012, dengan potensi produksi oksigen sekitar 18 juta kg per tahun dan penyerapan gas karbon sekitar 1 juta ton per tahun.
Senior Manager Environment, Health & Safety PTAR Hari Ananto mengemukakan, penanaman tanaman lokal, khususnya di dalam wilayah operasional Tambang Emas Martabe dilakukan sebagai bagian dari upaya reklamasi dan rehabilitasi.
“Titik pertama untuk penanaman di dalam area tambang, kami lakukan di Ziah Dump dengan total 500 bibit tanaman lokal seperti hapinis, simarbaliding, dan kemenyan. Tahapan reklamasi diawali dengan penataan lahan yakni dengan pengaturan kemiringan, termasuk pembuatan drainase. Kemudian menyebarkan lapisan tanah pucuk, mengukur tingkat keasaman tanah, kemudian stabilisasi melalui penanaman tanaman tutupan yang cepat tumbuh, dan terakhir menanam pohon tegakan seperti yang kami lakukan pada kegiatan ini,” jelas Hari.
Hari merinci, sejak Januari hingga November 2021, PTAR telah menanam lebih dari 8.000 bibit pohon, di mana 5.000 bibit pohon berada di dalam area tambang dan sisanya di luar area tambang yang akan melibatkan masyarakat sekitar. Tak hanya itu, melalui fasilitas pembibitan (nursery), Departemen Lingkungan PTAR telah menyiapkan stok bibit sebanyak 1.438 yang terdiri dari tanaman lokal, nonlokal seperti sengon, waru, dan trembesi, serta tanaman buah meliputi durian, nangka hutan, jotik-jotik, jambu hutan, dan akan terus bertambah.
Upaya reklamasi dan rehabilitasi lahan di Tambang Emas Martabe tak hanya sampai di situ. Hari menambahkan, setiap hari semua area reklamasi dirawat secara reguler, mulai dari pembersihan gulma, penggantian tanaman yang mati, dan pemupukan.
“PTAR memegang teguh komitmen penerapan praktik pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Seluruh area operasional di Tambang Emas Martabe telah memiliki rencana penutupan tambang. Proses rehabilitasi lahan pun dilakukan sesuai dengan aturan dan prosedur yang sudah disetujui oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Setiap tahun, tim dari Kementerian ESDM meninjau tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman reklamasi dan kondisi kawasan secara keseluruhan,” papar Hari.
Penanaman pohon tidak hanya dilakukan di dalam lokasi Tambang Emas Martabe, tapi juga bersama masyarakat dan pemerintah desa di beberapa lokasi sekitar aliran Sungai Batangtoru, yakni Saba Lombang, Saba Sipatang, area disipater (Desa Telo), Dusun Taman Sari Hapesong Baru, Pulo Godang, dan Mabang Pasir (Bantaran Sungai Muara Hutaraja) dengan tema “One Man, One Tree”.
Senior Manager Community Christine Pepah mengemukakan, kegiatan ini merupakan hasil kerja sama PTAR dengan beberapa kelompok masyarakat, seperti Kelompok Relawan Destana (Desa Tangguh Bencana), Klub Athletik Batangtoru, Perkumpulan Sahabat Baca PERSADA, dan aktivis lingkungan Desa Sumuran.
“PTAR menyediakan 3.000 bibit pohon pada kegiatan kali ini. Lokasi yang kami pilih adalah lokasi rawan bencana. Kami berharap melalui kegiatan ini, akan berdampak secara langsung terhadap lahan pertanian di daerah pinggiran sungai terhindar dari bahaya banjir, dan dapat menurunkan risiko bencana di desa-desa rawan banjir. Untuk jangka panjang, kami berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga keseimbangan alam dan keanekaragaman hayati akan lebih baik, serta ketahanan dan daya adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim meningkat,” tutur Christine Pepah.
Lebih lanjut, Christine Pepah merinci, 3.000 bibit pohon yang disediakan, merupakan tanaman lokal Tapanuli Selatan, yakni bibit pohon waru, pohon durian, dan petai hutan.
Tidak hanya melakukan penanaman pohon, bekerjasama dengan pemerintah desa, PTAR juga tengah mengusahakan pengembangan nursery bibit pohon endemik lokal di dua desa yakni Muara Hutaraja dan Hapesong Baru.
“Bibit-bibit dari nursery ini yang kemudian akan dilanjutkan perawatan dan distribusi penanamannya oleh Destana, agar menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan di desa masing-masing. Nursery merupakan salah satu aspek penting keberhasilan program rehabilitasi serta merupakan salah satu upaya melestarikan tanaman endemik lokal Tapanuli Selatan yang sepenuhnya diolah oleh masyarakat,” ujar Christine.
Hari Menanam Pohon Indonesia ditetapkan oleh pemerintah Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 24 Tahun 2008. Penetapan ini dimaksudkan untuk memberikan kesadaran dan kepedulian kepada masyarakat tentang pentingnya pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan melalui penanaman pohon.
Senior Manager Corporate Communications PTAR Katarina Siburian Hardono mengatakan baik penanaman pohon maupun nursery yang ada di dalam dan luar tambang juga merupakan langkah untuk mendukung pemerintah Indonesia, yang mendorong perusahaan pertambangan untuk memiliki nursery.
“Penanaman pohon yang kami lakukan juga sudah mempertimbangkan keragaman jenis, baik untuk tanaman penutup maupun tanaman lokal. Dengan berbagai jenis pohon, akan menghasilkan oksigen, dan serapan emisi yang maksimal. Keragaman pohon juga akan menghasilkan keberagaman hayati sehingga proses secara alamiah menjadi lebih kuat. Mari bersama menanam pohon, untuk melestarikan bumi,” tutur Katarina.
Bupati Tapanuli Selatan H. Dolly P. Pasaribu mengapresiasi upaya PTAR untuk berkomitmen menjaga lingkungan di Batangtoru. Dolly berharap, kegiatan penanaman pohon pada hari ini dapat terus menjadi pengingat bagi masyarakat agar menjaga kelestarian lingkungan.
“Terima kasih kepada PTAR. Kami menilai kegiatan ini sangat baik, karena alam adalah pinjaman yang harus kita jaga, rawat, dan kembalikan,” pungkas Dolly. (rel/mea/azw)
KONFERENSI PERS: Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu didampingi Wakil Bupati Nias Utara Yusman Zega dan beberapa staf ahli Bupati Nias Utara, pada konferensi pers yang digelar di aula Bupati Nias Utara Lotu, Jumat, 26/11).
NIAS UTARA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Nias Utara berencana akan membangun kembali rumah dinas (Rumdis) Wakil Bupati Nias Utara di lokasi yang baru. Pembangunan itu telah dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Aggaran 2022 sebesar Rp4 miliar. Sementara bangunan yang lama akan dijadikan kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
KONFERENSI PERS: Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu didampingi Wakil Bupati Nias Utara Yusman Zega dan beberapa staf ahli Bupati Nias Utara, pada konferensi pers yang digelar di aula Bupati Nias Utara Lotu, Jumat, 26/11).
Hal itu terungkap melalui konferensi pers sekaligus menjawab berbagai kritikan baik di media sosial maupun pemberitaan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Nias Utara, Wakil Bupati Nias Utara, Kepala Dinas Perkim, Kepala Dinas Kominfo dan puluhan wartawan dari berbagai media, di aula kantor Bupati Nias Utara, Lotu (Jumat, 26/11).
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukinan atau Perkim Kabupaten Nias utaraYulius Zai menjelaskan bangunan yang lama belum memenuhi standar kelayakan sebuah gedung rumah dinas pejabat daerah.
“Bangunan yang lama belum rampung. Sebelumnya pernah kita rencanakan lanjutan pembangunannya namun tertunda disebabkan refokusing anggaran dua tahun terakhir. Sehingga baru di tahun 2021 ini ada lanjutan pembenahan dibagian halaman dan pagar,” jelasnya.
“Walaupun bangunan fisiknya telah selesai namun ada syarat keandalan gedung, dan tidak memenuhi standar sebuah bangunan untuk rumah dinas wakil bupati,”sambungnya.
Yulius menyebutkan beberapa syarat harus dipenuhi terkait konstruksi bangunan yang diperuntukan untuk rumah dinas pejabat daerah. Diantaranya, keselamatan bangunan, kemudahan akses jalan, kenyamanan, kesehatan lingkungan, ketersediaan air bersih dan lainnya. “Dilokasi bangunan yang lama akses jalan belum teraspal, drainase belum terbangun juga ketersediaan air bersih belum ada,” Sebutnya.
Yulius mengungkapkan, pembangunan Rumdis Wakil Bupati di lokasi yang baru akan ditangani oleh konsultan yang profesional di bidangnya. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp4 miliar. Terdiri dari biaya fisik bangunan, pelaksanaan konstruksi, pelaksanaan teknis dan pematangan lahan.
Sementara Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu menyampaikan Rumdis Wakil Bupati merupakan lambang daerah, sehingga kualitas bangunannya harus memenuhi standar kelayakan. Ia mengungkapkan bangunan yang lama akan dimanfaatkan sebagai kantor OPD.
“Gedung yang lama tidak akan ditelantarkan, tetapi akan dimanfaatkan untuk kantor OPD. Masih ada puluhan SKPD yang belum memiliki kantor, bahkan saat ini sebagian kantor masih sewa,” ungkap Bupati.
Amizaro Waruwu mengakui sebelum memutuskan pembangunan Rumdis Wakil Bupati Nias Utara di lokasi yang baru. Pihaknya sudah konsultasi kepada pihak terkait untuk kejelasan status alih fungsi gedung.
Ia pun berharap kedepan apa yang disampaikan ke publik baik melalui medsos maupun dalam bentuk pemberitaan, supaya lebih teliti sehingga tidak terjadi multitafsir.
“Kami berkomitmen kemitraan kepada pers yang sudah terjalin terus dibangun. Karena media merupakan garda terdepan kemajuan disegala sektor. Harapan kami saran dan kritik dari media dapat menjadi motifasi,” ujarnya.
“Kami berharap, ke depan apa yang disampaikan kepublik lebih ke hal-hal positif. Sehingga harapan kita semua pembangunan di Nias Utara selangkah lebih maju dapat terwujud,” pungkasnya. (adl/azw)
MELOMPONG: Seng bangunan rumah milik Hermansyah melompong karena diterpa angin puting beliung, Minggu (28/11).SOPIAN/SUMUT POS.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Angin puting beling menghantam sejumlah rumah warga di Kelurahan Sripadang Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Minggu (28/11) sekitar pukul 02.20 WIB dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, tapi kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
MELOMPONG: Seng bangunan rumah milik Hermansyah melompong karena diterpa angin puting beliung, Minggu (28/11).SOPIAN/SUMUT POS.
Rumah Hermansyah Putra Sinaga (37) warga Jalan Sudirman Lingkungan III Kelurahan Sripadang Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi salah satunya. Atap seng rumah pria itu rusak terbawa angin puting beliung.
Hermansyah mengatakan dirinya mengetahui atap seng di bagian belakang rumahnya sudah terbawa angin dari anaknya. “Seng atap rumah terbang, tidak diketahui kejadiannya, tahunya dari anak saya yang memberi informasi,” ujarnya.
Hermansyah mengaku saat puting beliung berlangsung , dirinya sedang tertidur pulas dan tidak terdengar adanya suara angin menghantam bagian bagian belakang rumahnya. “Hujannya sangat deras, tidak kedengaran atap rumah bagian belakang sudah terbang,” katanya.
Sementara warga lainnya, Juliani mengaku terkejut melihat rumahnya sebahagian tertimpa atap seng rumah orang dengan suara keras. “Ada suara keras, setelah dilihat ternyata ada atap seng rumah orang yang jatug tepat di atas rumahnya. Kagetlah, kami pikir ada apa,” tuturnya.
Kapolsek Rambutan AKP H Samosir mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat bahwa ada rumah terkena angin puting beliung. “Personel turun ke lapangan untuk melakukan pendataan guna mengetahui adanya korban dari kejadiaan tersebut,” pungkasnya. (ian/azw)
APEL: Kapolri saat memantau kesiapan saat apel jelang operasi lilin.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Jelang libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2022, Polri akan menggelar kegiatan dengan sandi Operasi Lilin. Operasi ini akan digelar pada 20 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022.
APEL: Kapolri saat memantau kesiapan saat apel jelang operasi lilin.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, operasi ini sekaligus untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 pada periode tersebut. Sebanyak 217 ribu personel Polri dikerahkan untuk mengawal operasi ini.”Kami akan menggelar kegiatan operasi lilin. Dalam operasi lilin bapak Kapolri menekankan akan memaksimalkan dan mengoptimalkan posko PPKM skala mikro,” kata Dedi.
Dedi, menuturkan, pemerintah juga akan memaksimalkan PPKM skala mikro untuk mengontrol mobilitas warga. Posko ceck point akan diaktifkan kembali untuk memantau pergerakan masyarakat yang hendak keluar atau masuk wilayah.”Penyekatan ditiadakan, jadi tidak ada istilah penyekatan,” imbuhnya.
Mantan Kapolda Kalimantan Tengah itu menyampaikan, lokasi ceck point ada di seluruh pintu tol, dan jalur perbatasan antar wilayah. Pun demikian di pintu masuk jalur udara, dan laut.
Dedi menyebut, fasilitas di posko seperti PCR gratis dan vaksinasi bagi masyarakat yang belum melaksanakan vaksinasi baik pertama atau kedua. “Nah disitu nanti juga akan dicek di situ,” jelasnya.
Dalam hal ini, Dedi mengatakan masyarakat masih boleh melakukan perjalanan ke luar kota asal menunjukkan surat izin perjalanan tertulis atau surat izin keluar/masuk (SIKM). “Jadi setiap masyarakat yang akan bepergian itu harus melalui posko PPK. skala mikro. Nanti SIKM nanti dikeluarkan oleh ketua RT yakni surat keterangan bepergian,” pungkasnya.
Bagi kendaraan yang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk melakukan perjalanan ke luar kota akan ditandai dengan stiker guna memudahkan dalam proses indentifikasi. (jpnn/ila)
MEKKAH: Jamaah saat tawaf mengelilingi Ka’bah di Kota Suci Mekkah. Kemenag belum bisa memastikan keberangkatan calon jamaah umrah asal Indonesia.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kementerian Agama, Hilman Latief mengatakan pihaknya belum bisa memastikan keberangkatan calon jamaah umrah asal Indonesia pada 1 Desember 2021 mendatang.
MEKKAH: Jamaah saat tawaf mengelilingi Ka’bah di Kota Suci Mekkah. Kemenag belum bisa memastikan keberangkatan calon jamaah umrah asal Indonesia.
Hal itu ia sampaikan merespons langkah Arab Saudi yang telah mencabut suspend penerbangan dari Indonesia terhitung mulai 1 Desember 2021 tanpa harus transit ke negara ketiga. “Bukan berarti keberangkatan jamaah umrah bisa langsung dilakukan pada 1 Desember 2021. Sebab, masih ada proses persiapan yang harus dilakukan, antara lain terkait pendataan jamaah, paket layanan, dan pengurusan visa,” kata Hilman dalam keterangan resminya yang dikutip Minggu (28/11).
Hilman menyatakan, bahwa Kementerian Agama dan Kementerian Haji Arab Saudi akan terlebih dulu membahas teknis dan skenario penyelenggaraan umrah di tengah pandemi.
Skenario itu, kata dia, antara lain berkenaan dengan one gate policy atau kebijakan umrah satu pintu, skema karantina, validasi sertifikat vaksin dan hasil PCR, manasik umrah di masa pandemi, serta lainnya.
“Dengan Kemenhaj Saudi, kita juga akan bahas skema dan durasi waktu karantina di Saudi, proses pengurusan visa, paket layanan, termasuk jadwal pergerakan dan masa tinggal jemaah selama di Tanah Suci,” kata Hilman.
Hilman berharap skenario bersama ini bisa segera disepakati sehingga dapat menjadi panduan umrah bagi semua pihak, baik bagi pemerintah, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), dan jamaah umrah.”Semoga jamaah h umrah Indonesia bisa segera mengobati kerinduannya untuk ziarah ke Tanah Suci,” harap Hilman.
Sebelumnya, otoritas Arab Saudi telah mengizinkan pendatang dari enam negara termasuk Indonesia masuk langsung ke negara itu tanpa harus transit di negara ketiga. Selain Indonesia, lima negara lainnya adalah Pakistan, Brasil, Vietnam, Mesir, dan India.
Pengumuman ini dikeluarkan berdasarkan pembaruan situasi Covid-19 Saudi dan global, termasuk di enam negara tersebut Larangan terbang telah diberlakukan oleh Arab Saudi terhadap Indonesia dan sejumlah negara lain sejak Februari 2021. Hal itu berimplikasi Indonesia tak bisa mengirimkan jamaah umrahnya. Ketentuan ini sempat diperbarui pada akhir Agustus 2021, namun hanya berlaku bagi orang yang memiliki izin tinggal di Arab Saudi. (cnn/ila)
VAKSIN: Untuk pertama kalinya, Indonesia menerima kedatangan vaksin Covid-19 merek Covovax pada Sabtu (27/11). Sebanyak 134.500 dosis dari total 10 juta dosis.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indonesia menerima kedatangan vaksin Covid-19 merek Covovax untuk pertama kalinya, pada Sabtu (27/11). Totalnya sebanyak 134.500 dosis dalam bentuk jadi dari total 10 juta dosis.
VAKSIN: Untuk pertama kalinya, Indonesia menerima kedatangan vaksin Covid-19 merek Covovax pada Sabtu (27/11). Sebanyak 134.500 dosis dari total 10 juta dosis.
Kedatangan tahap ke-135 ini menjadikan Indonesia memiliki stok lebih dari 317 juta dosis dari kebutuhan 412 juta. Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, pemerintah menargetkan vaksinasi dosis pertama mencapai 75 persen dan dosis dua sebesar 65 persen pada akhir tahun.
Maxi menjelaskan, vaksin Covovax merupakan vaksin dengan platform protein sub unit, yakni dengan protein yang direkayasa dari urutan genetik SARS-CoV-2 dan ditambahkan matriks m berbasis saponin.
“Berdasarkan data diperoleh Kemenkes, tingkat keamanan dan efikasi dari vaksin dalam mencegah Covid-19 sebesar 89,7 persen terhadap virus Alpha atau B.1.1.7 dan 96,4 persen terhadap virus varian non B.1.1.7,” katanya.
Pada hari yang sama, Indonesia juga menerima vaksin tahap ke-132, 133, dan 134 dengan jumlah mencapai lebih dari 3,5 juta dosis. Rinciannya, untuk tahap ke-132, sebanyak 1.302.600 dosis vaksin AstraZeneca tiba pukul 17:15 WIB, disusul kedatangan tahap ke-133 sebanyak 727.740 dosis Pfizer pada pukul 21:00 WIB, dan tahap ke-134 sebanyak 1.404.000 dosis vaksin AstraZeneca pada pukul 22.10 WIB.
Adapun penyediaan vaksin dilakukan melalui beberapa strategi, yakni bilateral, multilateral, serta eksplorasi dari kemampuan produksi dalam negeri. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate menegaskan, pemerintah belum akan berhenti berupaya memenuhi kebutuhan percepatan vaksinasi.
Pada kesempatan yang sama, Johnny juga mengajak masyarakat untuk segera lakukan vaksinasi demi melindungi diri dan mengurangi resiko sakit berat jika terinfeksi. “Pemerintah menegaskan bahwa seluruh vaksin Covid-19 yang digunakan ini aman dan berkhasiat,” katanya.
Dia menegaskan, banyaknya merek vaksin yang beredar bukan berarti masyarakat bisa memilih merek tertentu. Namun, hal itu menjadi wujud strategi pemerintah untuk memenuhi stok kebutuhan vaksin secepat mungkin, serta menghindari risiko kehabisan stok.
Saat ini, ada 11 jenis vaksin Covid-19 yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang bisa menjadi opsi dalam pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau booster pada 2022 mendatang.
Lebih lanjut, Johnny meminta agar seluruh pihak meningkatkan kerja sama untuk mempercepat kelompok lansia yang divaksinasi. Dia mengingatkan, kelompok lansia memiliki risiko kematian tertinggi jika terinfeksi Covid-19. “Bersamaan dengan itu, pemerintah tak lupa mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan, termasuk membatasi mobilitas dalam rangka mencegah terjadinya lonjakan kasus,” ujar Johnny. (cnn/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Perhubungan memfasilitasi keinginan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan yang ingin menerapkan sistem pembayaran Parkir Nontunai atau Parkir Elektronik (e-Parking). E-Parking diterapkan di seputar kantor Kejari Medan di Jalan Adinegoro, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur.
Ilustrasi.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis S.SiT MT mengatakan, sejak Senin (22/11) lalu pihaknya telah memberlakukan sistem e-Parking di kawasan Jalan Adinegoro Kota Medan tersebut. “Iya benar, mulai Senin (22/11) lalu sudah kita terapkan e-Parking di Jalan yang depan Kejari Medan, itu kalau gak salah Jalan Adinegoro. Bukan cuma di depan kantor n Kejari Medannya saja, tetapi e-Parkingnya kita terapkan di sepanjang Jalan Adinegoro nya itu,” ucap Iswar kepada Sumut Pos, Minggu (28/11).
Dikatakan Iswar, penerapan e-Parking di kawasan kantor Kejari Medan itu berawal dari permintaan pihak Kejari Medan. Hal itu dilakukan Kejari Medan guna menertibkan parkir di kawasan tersebut sekaligus mencegah terjadinya pungutan liar (pungli) parkir. Permintaan tersebut diterima Dishub Medan melalui surat yang diajukan pihak Kejari Medan. “Itu permintaan Pak Kajari. Kebetulan kita ada alat yang kita kembangkan dengan Bank Sumut kemarin. Ya sudah, kita realisasikan e-Parking nya. Niat Pak Kajari sangat baik, supaya teratur parkirnya dan tidak ada calo-calo disana,” ujarnya.
Selain itu, kata Iswar, permintaan e-Parking tersebut juga sebagai bentuk dukungan Kejari Medan terhadap program Pemko Medan yang ingin mengembangkan sistem e-Parking di Kota Medan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Jadi selain memfasilitasi keinginan Kejari Medan, kita juga berterimakasih kepada Pak Kajari Medan yang sudah mendukung Pemko Medan untuk mengembangkan e-Parking ini. Apa yang dilakukan Kejari Medan ini, itu lah salah satu bentuk nyata Kolaborasi Pemko Medan yang sering disampaikan Pak Wali. Alhamdulillah, kolaborasi ini berjalan dengan sangat baik,” katanya.
Iswar pun berharap, pihak-pihak lainnya dapat mengikuti langkah yang diambil Kejari Medan, yakni mendukung target Pemko Medan yang ingin menerapkan sistem e-Parking di seluruh ruas jalan di Kota Medan.
Diterangkan Iswar, sistem e-Parking yang diterapkan di seputar Kantor Kejari Medan dikelola secara penuh oleh Dinas Perhubungan Kota Medan, tak ubahnya seperti penerapan e-Parking di Jalan Ahmad Yani, Balai Kota dan Jalan Pemuda (Kawasan Kesawan) Kota Medan.
“Yang di Jalan Adinegoro ini sama seperti yang di Jalan Kesawan, kita yang kelola penuh. Berbeda dengan 22 titik yang dikelola pihak ketiga, yang di Jalan Adinegoro ini PAD nya semua masuk ke kas Pemko, bukan bagi hasil seperti yang dikelola pihak ketiga,” terangnya.
Dengan demikian, sambung Iswar, petugas parkir yang berada di Jalan Adinegoro juga sama dengan petugas yang berada di Kawasan Kesawan, yakni petugas dari Dinas Perhubungan Kota Medan.
Secara fasilitas, pembayaran e-Parking di Jalan Adinegoro juga sama seperti di Kawasan Kesawan, yakni dapat bertransaksi dengan segala bentuk pembayaran Non Tunai, mulai dari Kartu Debit ATM (segala Bank), e-Money, hingga sistem barcode atau QR code.
“Di Jalan Adinegoro juga sudah ada petugas dari Dishub yang kita siapkan untuk menjadi petugas parkir. Jadi jangan lagi ada yang bayar secara cash, keran sistem pembayaran Non Tunai nya sudah sangat lengkap. Petugas kita tidak menerima sistem pembayaran cash lagi,” tegasnya.
Terakhir, Iswar memastikan, bahwa pihaknya juga terus melakukan survey kepada sejumlah ruas jalan lainnya di Kota Medan agar dapat segera diterapkan sistem e-Parking seperti 22 titik lainnya yang saat ini tengah dikelola pihak ketiga.
“Kita juga sedang terus melakukan survey potensi kepada ruas-ruas jalan lainnya di Medan. Nantinya untuk jalan-jalan yang kita nilai baik potensinya, itu akan kita lelang pengelolaannya agar dikelola oleh pihak ketiga seperti 22 titik yang saat ini juga sedang dikelola pihak ketiga,” pungkasnya.
Seperti diketahui, guna mencegah terjadinya pungli parkir, Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan telah menerapkan sistem pembayaran parkir E-Parking di Jalan Adinegoro mulai Senin (22/11).
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Teuku Rahmatsyah melalui Kasi Intelijen Bondan Subrata mengatakan bahwa penerapan E-parking di seputaran kantor Kejari Medan menjadi sangat penting karena setiap harinya ada begitu banyak masyarakat yang berlalu lalang di area tersebut.
Bondan menyampaikan, penerapan E-Parking di Kejari Medan dilakukan untuk mendukung terobosan Pemko Medan. “Terima kasih kepada Pemko Medan yang telah membuat E-Parking di depan Kejari Medan, dan mulai kemarin sudah diterapkan E-Parking, saat ini di parkiran luar Kantor Kejari Medan sudah menjadi rapi dan keamanan kendaraan maupun aksesorisnya lebih aman serta pendapat parkir lebih jelas,” kata Bondan.
Menurutnya, E-Parking sangat berguna bagi Kejari Medan yakni mengurangi banyaknya calo yang ada di sekitar Kejari Medan. Karena selama ini, calo yang ada di sekitaran Kejari Medan sangat mengganggu masyarakat yang ingin mencari keadilan.”Selain itu, penerapan E-Parking ini merupakan wujud nyata dukungan Kejari Medan dalam menerapkan cashless society di lingkungan pemerintah khususnya Kota Medan,” ujar Bondan.
Bondan mengatakan, Kejari Medan terus berbenah untuk mendukung program Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam peningkatan PAD Kota Medan. “Kejari Medan mendukung sepenuhnya program Wali Kota Medan untuk meningkatkan PAD dari retribusi parkir,” pungkasnya. (map/man/ila)
DEMO: Massa pensiunan PTPN II didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan berunjuk rasa di depan Hotel JW Marriot Medan, Minggu (28/11).PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan massa pensiunan PTPN II didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan berunjuk rasa di depan Hotel JW Marriot Medan, Minggu (28/11). Dalam aksinya, mereka mendesak agar JW Marriot Medan menghentikan investasi bisnisnya dengan PT Ciputra Development Tbk, yang akan membangun Citra Land Kota Deli Megapolitan, di bekas lahan rumah dinas pensiunan PTPN II.
DEMO: Massa pensiunan PTPN II didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan berunjuk rasa di depan Hotel JW Marriot Medan, Minggu (28/11).PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.
Ketua Divisi Sumber Daya Alam LBH Medan, M Alinafiah Matondang mengatakan, lahan bekas rumah dinas pensiunan PTPN II di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang itu masih dalam sengketa. “Kami ingin mengingatkan kepada para investor agar tidak menanamkan saham ke pihak Citra Land. Karena sampai saat ini lahan tersebut masih sengketa dengan para pensiunan PTPN II,” katanya.
Menurutnya, setelah rumah dinas pensiunan dihancurkan paksa, para keluarga pensiunan kini nasibnya terkatung-katung. Para keluarga pensiunan tidak tahu lagi harus tinggal dimana.
“Sampai saat ini para pensiunan terpaksa menumpang di tempat keluarga dan kerabat masing-masing. Selain itu, barang-barang mereka sampai saat ini juga tidak tahu diletakkan dimana,” ujarnya.
Sementara itu, menurut Masidi salah satu pensiunan, sebelum rumah dinas yang mereka tempati dihancurkan, mereka dijanjikan PTPN II akan disewakan rumah. Tapi nyatanya, kata dia, PTPN II tidak menepati janjinya.”Tidak ada (ditepati), bahkan kami katanya diberikan rumah dan diberikan pembayaran rumah satu tahun. Bohong itu,” kata Masidi, saat melakukan aksi di depan Hotel JW Marriott.
Ia mengatakan, dirinya terpaksa angkat kaki dari rumah yang sebelumnya ditunjuk oleh pihak PTPN II. “Kami telah pindah dari rumah yang disediakan, katanya disewakan. Setelah kami masuk, pemilik rumah datang menagih uang sewa,” kata Masidi.
Masidi mengaku kaget dan bingung. Sebab sebelumnya, PTPN II dengan begitu meyakinkan akan menyediakan rumah sewa yang akan dibayar selama setahun. Akan tetapi, ia mengaku ditagih uang sebesar Rp10 juta oleh pemilik rumah untuk biaya sewa selama satu tahun. “Yang lain ada yang ditagih Rp7 juta di Gang Mawar dan Gang Keluarga. Belum tahu lah gimana bayarnya. Apakah sudah dibayar atau belum,” bebernya. (man/ila)
STAND KULINER:
Stand kuliner berjajar yang disiapkan untuk para pedagang UMKM. Dalam kegiatan ini, KCW ini menerpkan konsep food court.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana Wali Kota Medan Bobby Nasution dengan tetap membuka Kesawan City Walk (KCW) selama pemberlakukan PPKM Level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru, mematik pendapat dewan perwakilan rakyat Kota (DPRD) Medan.
KCW.
DPRD Kota Medan meminta agar Bobby menutup KCW selama libur Nataru, bukan malah tetap membuka KCW dengan membatasi pengunjung.
“Kita meminta, selama masa PPKM Level 3 di hari libur Nataru, yaitu sejak 24 Desember (2021) sampai 2 Januari (2022) nanti, Pemko Medan dapat mengeluarkan kebijakan agar KCW dan tempat-tempat lainnya yang menimbulkan terjadinya kerumunan dapat ditutup sementara waktu,” ucap Sekretaris Komisi I DPRD Medan Habiburrahman Sinuraya kepada Sumut Pos, Minggu (28/11).
Selain KCW, Habib juga meminta agar halaman kantor Wali Kota Medan yang selalu dibuka setiap Sabtu Malam dan disuguhi dengan berbagai panganan dari para pelaku UMKM serta hiburan-hiburan seni budaya, juga dapat ditutup selama PPKM Level 3 berlangsung di Libur Nataru kali ini. “Begitu juga dengan tempat-tempat hiburan, saya pikir itu juga harus ditutup. Kita akui kita butuh kebangkitan n ekonomi, tapi kita juga harus fokus untuk menyelesaikan masalah Covid-19 ini,” ujarnya.
Politisi muda Partai NasDem ini mengatakan, Pemko Medan harus mendukung penuh langkah Pemerintah Pusat yang ingin mencegah terjadinya penyebaran dan gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia dengan melewati libur Nataru tanpa adanya peningkatan angka penyebaran Covid-19 secara signifikan.
“Tujuan Pemerintah Pusat itu sangat baik. Mengingat selama ini setiap kali libur panjang, angka penyebaran Covid kita pasti meningkat. Kita harus belajar dari yang sudah-sudah, kita harapkan libur Nataru kali ini tidak menimbulkan peningkatan angka penyebaran. Pemko Medan harus mendukung penuh langkah Pemerintah Pusat ini,” katanya.
Selain itu, Habib juga meminta Pemko Medan untuk terus meningkatkan vaksinasi Covid-19 di Kota Medan. “Alhamdulillah berkat kerja keras Wali Kota Medan dan semua pihak, angka vaksinasi pertama di Kota Medan sudah mencapai 80 persen dari target, kita harapkan ini terus ‘tancap gas’. Selain itu, angka vaksinasi kedua ini juga harus difokuskan, termasuk peningkatan vaksinasi untuk lansia supaya kita bisa cepat turun ke Level 1,” tuturnya.
Habib berharap, ke depannya Satgas Covid-19 Kota Medan dapat semakin meningkatkan pengawasan prokes di Kota Medan, khususnya jelang Libur Nataru agar tidak terjadi peningkatan angka penyebaran Covid-19. “
Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution memastikan, bahwa untuk sementara waktu KCW tidak akan beroperasi setiap hari atau setiap malam, melainkan hanya beroperasi saat libur akhir pekan (weekend). Hal itu dikatakan Bobby Nasution ketika menjawab pertanyaan para awak media terkait kebijakan Pemerintah Pusat yang akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 secara merata di seluruh Indonesia, guna mencegah terjadinya gelombang ketiga Covid-19 pasca libur Nataru.
“Jadi untuk sementara kita buka KCW di weekend dulu,” ucap Bobby Nasution usai membuka pagelaran Pekan Kuliner Kondang (PKK) UMKM Kota Medan sekaligus dibukanya kembali Kesawan City Walk (KCW) Medan, Jumat (19/11) malam lalu.
Dikatakan Bobby, meski KCW telah kembali dibuka, namun penerapan prokes harus dilakukan secara ketat. Apalagi bila nanti Kota Medan kembali menerapkan PPKM Level 3 jelang Libur Nataru, Bobby memastikan bahwa KCW juga akan mengikuti peraturan yang diterapkan.
“Kalau memang kita batasi lagi, baik jumlah pengunjungnya dan jam operasionalnya, nanti kita akan mengikuti,” ujarnya.
Dikatakan Bobby, meski KCW telah kembali dibuka, namun penerapan protokol kesehatan (prokes) harus dilakukan secara ketat. Apalagi bila nanti Kota Medan kembali menerapkan PPKM Level 3 jelang Libur Nataru, Bobby memastikan bahwa KCW juga akan mengikuti peraturan yang diterapkan. “Kalau memang kita batasi lagi, baik jumlah pengunjungnya dan jam operasionalnya, nanti kita akan mengikuti,” ujarnya.
Menurut Bobby, bila melihat luas kawasan KCW yang dimulai dari Jalan Ahmad Yani sampai di kawasan Jalan Ahmad Yani VII/Jalan Hindu di seputar Gedung Warenhuis, maka KCW bisa menampung pengunjung hingga 3.500 orang. Namun begitu, Bobby memastikan bahwa pihaknya membatasi jumlah pengunjung KCW maksimal 2.000 orang. “Tapi kita batasi 2.000, mendekati jumlah 2000, tutup. Dari aplikasi Pedulilindungi bisa dilihat kerumunan apa tidak, ini penuh apa tidak. Dari aplikasi yang dipasang di pintu masuk tersebut bisa lihat dan dicek,” tuturnya. (map/ila)