Untung Agustanto, Direktur Utama MHI (kiri) bersama Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (kanan).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Musik Hub Indonesia (MHI) hari ini mengumumkan akuisisi PT Melia Media International, pemilik The Indonesia Channel (TIC) – saluran TV berbahasa Inggris 24 jam pertama di Indonesia. Sejauh ini, belum diungkapkan ketentuan kesepakatan, yang kemungkinan akan ditutup pada kuartal pertama 2022.
Akuisisi ini dilakukan sebagai bagian dari rencana MHI untuk memantapkan dirinya sebagai grup media digital generasi berikutnya di Indonesia.
Untung Agustanto, Direktur Utama MHI, menjelaskan: “The Indonesia Channel adalah pilihan akuisisi yang logis, karena telah memantapkan dirinya sebagai saluran TV berbahasa Inggris yang ikonik di Indonesia, dengan tim presenter dan produser yang kuat yang dipimpin oleh Dalton Tanonaka, seorang veteran industri media yang juga memegang peran pembawa acara dan memiliki latar belakang sebagai pembawa acara di CNN, CNBC, NHK dan MetroTV sebelumnya.
“Selain itu, jaringan The Indonesia Channel menjangkau banyak benua dan hingga 50 juta pemirsa, dibangun di atas platform digital yang skalabel. Ini menghadirkan peluang menghasilkan pendapatan bersama yang layak untuk grup dan mitra kami,” tambah Agustanto.
“Bergabung bersama MHI Group memungkinkan TIC untuk semakin berkembang sebagai suara TV Indonesia di dunia digital,” kata Dalton Tanonaka, CEO The Indonesia Channel. “Langkah ini memungkinkan kami untuk memperkenalkan penawaran digital terintegrasi kepada mitra bisnis, serta tingkat hiburan baru bagi pemirsa kami.”
MHI mengakuisisi TIC di balik momentum yang solid pada tahun 2021. Hingga saat ini, TIC ditonton melalui sistem streaming dan kabel di seluruh dunia di lebih dari 50 juta rumah tangga. TIC juga memperluas distribusi dan penayangan ke Inggris, Eropa dan Skandinavia, dengan kesepakatan yang ditandatangani dengan ONIP TV dan PZAZ TV.
Kementerian Pariwisata Indonesia juga menjalin kemitraan dengan TIC. “Saya senang mengumumkan kemitraan dengan The Indonesia Channel. Kementerian Pariwisata akan memberikan konten dan dukungan lainnya kepada TIC. Saya mendorong semua entitas untuk bergabung dalam upaya ini dengan mempromosikan produk dan layanan mereka di platform digital yang unik ini,” kata Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
MyRepublic, platform kabel dan bagian dari Sinar Mas Group, menambahkan TIC ke platform TV-nya. “MyRepublic terus berupaya meningkatkan layanannya kepada pelanggan, dan TIC adalah salah satu saluran internasional terbaik yang ada di platform TV kami. “Kolaborasi dengan TIC ini membawa program saluran TV kami ke level berikutnya,” kata Andrijanto Muljono, CEO MyRepublic. (Rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Medan. Tanpa diduga, ia ‘reunian’ dengan rekannya sesama Alumni Pendidikan di Lemhannas RI PPRA 52, Drs Hendrik H Sitompul MM saat mendarat di Hanggar Pangkalan Udara (Lanud) Medan, Senin (3/1/2022).
“Oh… ini teman sesama Alumni Lemhannas saya,” kata Jenderal Dudung sambil berjalan di barisan penyambutan, mendekati Hendrik Sitompul dan langsung memeluknya sembari salam komando.
Pertemuan itu pun menjadi ajang memperat silaturahmi dan kekompakan sesama Alumni Pendidikan Lemhannas PPRA 52, di mana pendidikannya berlangsung tahun 2014 lalu. Acara penyambutan KASAD juga dihadiri, Wali Kota Medan, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Ketua MUI Sumut Maratua Simanjuntak dan segenap Unsur Forkopimda Sumut dan unsur Forkopimda Kota Medan.
Kehadiran KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ny Rahma Setyaningsih Dudung Abdurachman di Kota Medan dalam rangka kunjungan kerja ke satuan TNI AD yang berada di wilayah Kodam I/BB.
Dalam kunjungan perdananya pada tahun ini, Kasad memberi arahan secara langsung kepada para prajurit TNI AD di Aula Prajurit Kodam I/Bukit Barisan. Ia mengingatkan seluruh prajurit harus mengutamakan keselamatan jiwa pada tiap pelaksanaan tugas sehingga jangan sampai ada tradisi-tradisi satuan yang mengakibatkan adanya korban jiwa. “Ini tidak boleh terjadi sehingga pengawasan secara melekat dan kepedulian yang tinggi dari unsur Danru (komandan regu, red.) sampai perwira perlu ditingkatkan,” kata Jenderal Dudung ke para prajurit sebagaimana dikutip dari siaran tertulis Dinas Penerangan TNI AD.
“Apabila ada oknum TNI AD yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan dan peraturan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Usai memberi pengarahan kepada prajurit, KASAD berjalan keluar dari Aula Prajurit Kodam I/BB, menjumpai Hendrik Sitompul dan berjalan bersama sambil berbincang ringan. Di perjalanan berhenti sejenak untuk melakukan sesi foto bersama. Turut hadir bersama Hendrik Sitompul, Ketua KADIN Medan Arman Chandra yang juga Alumni Pendidikan Lemhannas.
Di Markas Kodam I/Bukit Barisan, KASAD tidak hanya memberi arahan kepada prajurit, tetapi juga menanam pohon dan menyerahkan bantuan satu unit mobil ke Kodam, dan bantuan sosial untuk Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Mustaghfirin Al Amir.
Kemudian, KASAD melanjutkan kunjungan kerjanya ke Markas Yonarmed 2/105 Tarik/KS. Di Aula Jarot Soepadmo Mako Yonarmed 2/105, Kasad mengingatkan prajurit untuk menghindari perbuatan yang melawan hukum dan bertentangan dengan norma-norma keprajuritan. “Tingkatkan terus kekompakan, jiwa korsa, dan loyalitas di manapun kalian berada. Ini sangat diperlukan karena suatu ketika dalam pelaksanaan tugas dibutuhkan jiwa korsa yang kuat,” tegas Dudung.
Pantauan wartawan, kunker KASAD ke Kodam I/BB dan ke Yonarmed 2/105, hingga kembali ke Hanggar Lanud Suwondo, tampak rekan Alumni Pendidikan Lemhannas Hendrik Sitompul, Ketua KADIN Medan Arman Chandra tetap setia mengikuti acara demi acara, hingga KASAD bersama rombongan meninggalkan Hanggar Lanud Suwondo Medan.
Saat hendak memasuki pesawat khusus jenis Jet, KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman kembali bersalaman dengan rekan Alumni Pendidikan Lemhannas RI PPRA 52 Hendrik Sitompul. “Ini Saya titip ya, rekan saya Bang Hendrik Sitompul,” kata KASAD sambil menunjuk Hendrik Sitompul di hadapan Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin dan sejumlah Perwira Kodam I/BB.
KASAD beserta rombongan dijadwalkan melanjutkan kunjungan kerjanya ke wilayah kerja Yonif Raider Khusus 136/TS di Batam, Kepulauan Riau, dan Yon Komposit-1/Gardapati di Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/1).(rel/adz)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mapan didirikan di Indonesia sejak 2009 dan menjadi pionir penyedia layanan aplikasi arisan digital sejak 2015. Sejak itu, Mapan telah membantu lebih dari ratusan ribu ibu di Indonesia untuk mendapatkan berbagai keuntungan guna membantu ekonomi rumah tangganya dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Mapan adalah sebuah aplikasi asli karya anak bangsa yang berfokus pada misi menciptakan jutaan keluarga Indonesia untuk bisa mencapai hidup yang mapan dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Beberapa layanan yang disediakan seperti seperti Mapan Arisan, Mapan Pulsa dan dan Mapan Mart.
Salah satu produk yang menjadi andalan dari para penggunanya adalah Mapan Arisan. Salah satu kisah luar biasa dari pengguna aplikasi Mapan yang akhirnya bisa meningkatkan kualitas hidup mereka dan mencapai hidup mapan adalah Ibu Eka Uswatun, asal Ciomas.
Ibu Eka terdaftar sebagai Mitra Usaha Mapan (MUM) sejak 2017. Sebelum menikah, Ibu Eka bekerja sebagai karyawan di sebuah bank swasta dan memutuskan untuk fokus ke keluarganya setelah menikah.
Saat pandemi melanda Indonesia pada tahun 2020, Bu Eka berhasil memanfaatkan jaringan komunitas yang pernah ia bangun melalui aplikasi Mapan dan memanfaatkan semua layanan di aplikasi Mapan seperti Mapan Arisan, Mapan Pulsa, dan Mapan Mart untuk bisa menghasilkan pendapatan yang akhirnya bisa membantu perekonomian rumah tangganya yang terdampak pandemi. Alhasil selama pandemi, Ibu Eka bisa membayar cicilan hutang, merenovasi rumah, menabung, dan mengedukasi ibu-ibu lain disekitarnya untuk bisa mandiri dan produktif secara finansial.
Hendra Tjanaka, CEO Mapan mengatakan, sejak didirikan pada 2009, Mapan sudah melihat sendiri dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan dari 3 juta pengguna dan ratusan ribu Mitra Usaha Mapan. “Salah satunya adalah Ibu Eka Uswatun, seorang Ibu yang berhasil menembus batas demi mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik untuk keluarga dan lingkungannya. Kami ingin menciptakan dan mengajak lebih banyak Ibu Eka Uswatun lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Maka dari itu kami terus bergerak untuk menjangkau lebih banyak orang melalui perluasan wilayah layanan kami,” kata Hendra.
Lebih lanjut mengenai layanan yang tersedia didalam aplikasi Mapan, salah satunya adalah Mapan Arisan. Masing-masing anggota arisan dapat memilih barang yang berbeda antara satu dengan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anggota. Terdapat berbagai macam pilihan barang mulai dari peralatan masak, furnitur, hingga kebutuhan pendukung usaha rumahan. Barang-barang tersebut bisa dipilih langsung di dalam aplikasi Mapan Arisan atau melalui katalog Mapan.
Mapan bekerja sama dengan merek-merek sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia seperti Polytron, Cosmos, Philips, Maspion, Tupperware, Sophie Martin, Brunbrun, Happycall, Uniland, Miniso, Homyped, Carvil, Zoya, Bodypack, Exsport, Technoplast, Supra, dan ratusan merek terkenal lainnya. Hal ini dilakukan demi menjaga dan menjamin kualitas barang yang didapatkan oleh pengguna aplikasi Mapan.
“Produk yang disediakan didalam Mapan Arisan memiliki jaminan garansi produk resmi serta jaminan ketersediaan barang. Setelah memilih barang, seluruh sistem kocokan arisan akan dilakukan secara digital setiap bulannya untuk menentukan nama yang mendapatkan barang pilihannya di kocokan tersebut. Pengguna Mapan Arisan hanya tinggal memesan barang lewat aplikasi dan barangnya nanti akan datang didepan pintu rumah mereka. Bahkan tingkat keberhasilan pengiriman kami selama 2021 sebesar 99.5%,“ ujar Hendra.
Layanan lainnya adalah Mapan Pulsa dimana pengguna bisa mendapatkan pulsa, paket data, voucher listrik, dan produk-produk lain yang akan terus ditambahkan dengan jaminan harga terbaik.
Sedangkan untuk layanan Mapan Mart, penggunanya bisa mendapatkan berbagai kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau dan bahkan dibawah harga retail pada umumnya.
“Kami ingin produk kami menjadi one-stop-solution untuk para Mitra Usaha Mapan (MUM) dan dampaknya bisa dirasakan oleh lebih banyak orang di Indonesia, seperti halnya juga untuk masyarakat Kota Medan.
Terutama bagi orang-orang yang belum memiliki akses ke layanan finansial konvensional. Kami menjembatani itu dengan teknologi,” ucap Hendra lagi.
Untuk bisa bergabung menjadi Mitra Usaha Mapan (MUM), masyarakat Kota Medan bisa mengunduh aplikasi Mapan yang ada di Google Play Store, membuat kelompok yang terdiri dari saudara atau kerabat terdekat, dan memilih barang kebutuhan impian serta ada kesempatan untuk mendapatkan keuntungan lainnya. Panduan jitu menjadi Mitra Usaha Mapan juga bisa diakses di www.mapan.id. Khusus untuk masyarakat Kota Medan, bisa mendapatkan voucher diskon Mapan Arisan spesial yaitu MEDAN15 (S&K Berlaku).
Bersama Mitra Usaha Mapan dan merek-merek terkenal lainnya, Mapan akan terus berjalan bersama untuk mencapai satu tujuan besar yaitu memperluas jangkauannya layanannya sampai ke seluruh Indonesia dan menciptakan jutaan keluarga Indonesia yang memiliki kualitas hidup yang lebih baik. (rel/adz)
Direktur Network Telkomsel Nugroho (kedua dari kanan) meninjau langsung kesiapan booth Telkomsel dalam memberikan layanan di salah satu terminal transportasi untuk menyambut momen Natal dan Tahun Baru (NARU 2021/2022).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mengawali tahun 2022, Telkomsel konsisten menjalankan perannya sebagai connectivity enabler yang senantiasa memastikan setiap masyarakat untuk dapat saling terhubung dengan nyaman dalam mengakses produk, broadband dan layanan digital Telkomsel, serta membangun optimisme dalam menyongsong pergantian tahun yang masih harus dilalui di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. Langkah tersebut diwujudkan dengan melanjutkan inisiatif optimalisasi jaringan broadband dan layanan Telkomsel yang dilakukan saat momen Natal dan Tahun Baru (NARU 2021/2022). trafik akses broadband Telkomsel meningkat 10 persen dari rerata payload hari biasa 2021. Sedangkan dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya, trafik layanan data kali ini melonjak hingga 22 persen.
Direktur Network Telkomsel Nugroho (kedua dari kanan) meninjau langsung kesiapan booth Telkomsel dalam memberikan layanan di salah satu terminal transportasi untuk menyambut momen Natal dan Tahun Baru (NARU 2021/2022).
Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan, “Manajemen Telkomsel mengucapkan selamat Hari Raya Natal 2020 bagi yang merayakan, dan selamat Tahun Baru 2022 untuk seluruh masyarakat Indonesia. Semoga momen yang penuh harapan ini dapat terus mendorong optimisme kebangkitan untuk kemajuan bangsa yang berkelanjutan di tengah masa yang penuh tantangan saat ini. Memasuki tahun yang baru ini, Telkomsel tetap antusias untuk #TerusNyalakanSemangat membuka lebih banyak peluang dan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk terus tumbuh dengan mengoptimalkan berbagai potensi melalui pemanfaatan teknologi digital yang dihadirkan untuk setiap aspek kehidupan.”
Selama momen malam Natal 2021 aktivitas masyarakat dalam mengakses layanan digital semakin meningkat yang berdampak pada kenaikan payload jaringan broadband Telkomsel sebesar enam persen dibandingkan dengan hari biasa di tahun 2021, atau tumbuh sekira 22 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan pada malam pergantian Tahun Baru 2022, lonjakan trafik data mencapai 10 persen dibandingkan hari biasa 2021, atau meningkat hingga 20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Secara keseluruhan, total trafik payloadbroadband Telkomsel selama momen NARU 2021/2022 mencapai 44 Pb, atau tumbuh sekira 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Denny lebih lanjut menambahkan, lonjakan trafik komunikasi layanan digital di periode NARU 2021/2022 tersebut juga didorong dengan peningkatan aktivitas layanan digital seperti akses layanan e-commerce yang tumbuh hingga 21 persen, akses social media mencapai 15 persen, aktivitas browsing tumbuh 11 persen, streaming video sekira 13 persen, mobile gaming melonjak 87 persen, dan akses communication(instant messaging dan video conference) mencapai 12 persen, dibandingan trafik pada hari biasa 2021.
Selain itu, terdapat peningkatan aktivitas akses pada sejumlah aplikasi/platform seperti YouTube, Facebook, TikTok, WhatsApp dan Instagram yang turut memberikan kontribusi tertinggi terhadap pertumbuhan trafik penggunaan layanan data secara umum. Berdasarkan wilayah, jika dibandingkan dengan hari biasa 2021, peningkatan trafik layanan data tertinggi terjadi di wilayah operasional Bogor (Jawa Barat) sebesar 16 persen, wilayah Deli Serdang (Sumatera Utara) dengan peningkatan payload sebesar 15 persen, wilayah Simalungun (Sumatera Utara) sekira 36 persen, wilayah Bandung (Jawa Barat) tumbuh 10 persen, dan Bekasi (Jawa Barat) dengan lonjakan hingga 9 persen.
Di lain sisi, untuk trafik layanan legacy (SMS dan suara) pada periode NARU 2021/2022 jika dibandingkan dengan hari biasa 2021, tercatat trafik SMS tumbuh 11 persen. Sementara untuk layanan suara, trafiknya turun sekira satu persen. Pada periode NARU 2021/2022 ini, Telkomsel juga mencatat mobilitas pelanggan yang meninggalkan Pulau Jawa mencapai 3.69 juta pelanggan, sedangkan pelanggan yang memasuki wilayah Pulau Jawa mencapaisekira 3.61 juta pelanggan.
“Kami terus berharap semangat dan optimisme seluruh masyarakat dapat terus tumbuh untuk bergotong royong bersama melewati situasi yang masih menantang meski tahun telah berganti. Telkomsel sebagai society enabler akan terus mendampingi masyarakat di setiap fase kehidupan dengan menghadirkan solusi digital inovatif dalam bentuk produk dan layanan yang customer-centric, serta konektivitas berteknologi terdepan yang andal dan merata, agar semakin membuka peluang lebih luas bagi seluruh masyarakat dalam mengoptimalkan berbagai potensi kemajuan,” pungkas Denny.
PADAT: Kondisi Bandara Changi Singapura cukup padat. Pemerintah Singapura memberlakukan testing wajib pada saat kedatangan, dan kepada suspect serta kasus konfirmasi Omicron, diharuskan karantina terpusat selama 10 hari.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah akan membuka pintu-pintu baru bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) baik moda transportasi pesawat, laut, maupun darat. Dia menjelaskan, selain Jakarta, Bandara Juanda di Surabaya juga akan dibuka sebagai pintu masuk kedatangan perjalanan Internasional.
PADAT: Kondisi Bandara Changi Singapura cukup padat. Pemerintah Singapura memberlakukan testing wajib pada saat kedatangan, dan kepada suspect serta kasus konfirmasi Omicron, diharuskan karantina terpusat selama 10 hari.
Artinya, pemerintah juga akan menyiapkan fasilitas karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri yang datang ke Tanah Air.
“Bagi PPLN, pemerintah mempersiapkan pintu-pintu baru. Selain di Jakarta, disiapkan juga di Juanda maupun tempat lain. Tentunya disiapkan karantinanya,” ungkap Airlangga, dalam konferensi pers secara virtual, Senin (3/1).
Kemudian, lanjut Airlangga, untuk pintu masih melalui jalur darat, pemerintah juga sedang menyiapkan di wilayah Kalimantan Barat dan Timur.
“Apakah itu yang ada di lintas batas, yakni Entikong, dan di Kalimantan Barat serta Kalimantan Timur,” tuturnya.
Tak hanya itu, untuk pintu masuk bagi pelaku perjalanan laut juga dibuka, yakni Batam dan Tanjungpinang. Tentunya juga akan disiapkan pula fasilitas karantina di tempat tersebut.
“Selanjutnya juga yang masuk laut, antara lain Batam, Tanjungpinang, Kepri,” imbuh Airlangga.
Airlangga pun mengatakan, bersamaan dengan kebijakan karantina yang dipangkas, pemerintah akan menambah negara yang dikenakan aturan karantina selama 10 hari.
“Nanti Pak Menkomarinves akan memasukkan di dalam satgas. Jadi 2 negara yang relatif tinggi juga dikenakan 10 hari (karantina), menambah dari yang 13 negara. Sedangkan yang lain di luar negara tersebut, 7 hari,” bebernya.
Sementara itu, pemerintah kembali mengubah aturan karantina bagi pelaku perjalanan dari luar negeri menjadi 7 sampai 10 hari, disesuaikan berdasarkan kasus Omicron di negara asal. Aturan karantina sebelumnya ditetapkan, yakni 10 hingga 14 hari.
“Diputuskan, karantina yang 14 hari menjadi 10 hari, dan yang 10 hari jadi 7 hari,” ujar Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Negara, Senin (3/1).
Luhut menjelaskan, kebijakan perjalanan internasional tersebut seiring dengan penanganan kasus Covid-19 yang baik dan penyebaran kasus yang sangat minim.
“Semua angka-angka membaik. Yang pertama mungkin 2 hari berselang kasus kematian, tidak ada dalam kasus Covid-19 ini. Itu pada 26 Desember 2021 dan 2 Januari 2022. Jadi zero death,” katanya.
Dia juga mengatakan, kehadiran varian Omicron ini sudah menyebar menjadi 132 negara, dan Indonesia masuk dalam ranking 40. Luhut menyebutkan, jumlah kasus Omicron di Indonesia saat ini ada sebanyak 152 kasus, dan yang sudah sembuh 23 persen dari angka tersebut.
“Jadi angka ini memang masih dilihat cukup baik dibandingkan negara lain,” jelasnya. (jpc/saz)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Taufik Ririansyah.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan akan mengaktifkan kembali Call Center 119. Tujuannya, untuk membantu dan mempermudah masyarakat yang mengalami masalah kegawatdaruratan, sehingga dapat cepat mendapatkan pelayanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Taufik Ririansyah.
Kepala Dinkes Kota Medan, Taufik Ririansyah mengatakan, call center termasuk satu Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Artinya, mekanisme pelayanan korban/pasien gawat darurat, terintegrasi dan berbasis call center, dengan menggunakan kode akses telekomunikasi 119.
“Kami akan meningkatkan Call Center 119, supaya layak untuk dipergunakan di Medan. Hal ini untuk mempercepat pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ungkap Taufik, Senin (3/1).
Menurut Taufik, manfaat meningkatkan layanan Call Center 119, agar lebih cepat menangani masyarakat yang mengalami kecelakaan. Selain itu, untuk masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan akibat mengalami stroke, dan bisa juga terkait kebakaran.
“Diharapkan masyarakat juga ikut aktif mau menghubungi 119. Sehingga bisa cepat menangani masalah, dan dibawa ke rumah sakit terdekat,” tuturnya.
Dia pun mengaku selain Call Center 119, pelayanan di fasilitas kesehatan (faskes) juga akan ditingkatkan. Hal itu dimaksudkan untuk meringkas birokrasi, agar tidak mempersulit masyarakat, sehingga mudah dalam memperoleh layanan kesehatan.
“Dalam waktu dekat, saya akan turun langsung ke lapangan untuk melihat birokrasi di faskes-faskes, melihat permasalahan-permasalahan apa yang harus dibenahi,” kata Taufik.
Taufik pun menjelaskan, akan mempercepat program vaksinasi Covid-19, terutama di kalangan pelajar, agar pembelajaran tatap muka dapat berlangsung maksimal. Sejauh ini, vaksinasi remaja dari target sebanyak 227.159 anak, sudah terealisasi 81,32 persen atau 184.727 anak. untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua mencapai sudah mencapai 68,83 persen atau 156.357 anak.
“Vaksinasi Covid-19 di Medan harus terus dimaksimalkan, agar pembelajaran tatap muka dapat berjalan sesuai harapan,” pungkasnya. (ris/saz)
AKTIVITAS: Sejumlah warga saat beraktivitas di pintu masuk RSUD dr Pirngadi Medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pascaresmi dilantik Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Pirngadi Medan, Syamsul Arifin Nasution mengaku, bakal fokus membenahi pelayanan kesehatan di rumah sakit pelat merah tersebut, Selain itu, dia juga akan meningkatkan semangat kinerja para pegawai, demi memberikan pelayanan terbaik bagi pasien.
AKTIVITAS: Sejumlah warga saat beraktivitas di pintu masuk RSUD dr Pirngadi Medan.
“Banyak yang mau dibenahi. Pertama, di awal kerja saya, pelayanan dulu diperbaiki. Kemudian, infrastruktur rumah sakit yang sudah tua. Di samping itu, kami juga akan meningkatkan semangat kinerja para pegawai,” ungkap Syamsul, Senin (3/1).
Syamsul pun mengaku, dengan jabatan yang dipercayakan ini, dia akan berusaha bagaimana RSUD dr Pirngadi Medan yang pernah jadi primadona di Kota Medan, kembali menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Saya akan berusaha agar rumah sakit ini tetap menjadi pusat rujukan, terutama bagi pasien BPJS Kesehatan yang tidak mampu. RSUD dr Pirngadi Medan ini, memang harus diperbaiki lagi. Banyak sekali memang yang harus diperbaiki. Semoga rumah sakit ini dapat kembali ramai, dengan peningkatan pelayanan yang akan kami berikan,” tuturnya.
Dia menjelaskan, untuk dapat bersaing di tengah perkembangan industri rumah sakit di Kota Medan, pihaknya akan mengunggulkan sejumlah pelayanan kesehatan, di antaranya onkologi, hemodialisa (pelayanan cuci darah), dan fisioterapi.
“Menambah alat-alat kesehatan baru juga menjadi konsen saya, karena alat kesehatan di sini sudah banyak yang ketinggalan. Karena itu, kami berharap bantuan pengadaan alat kesehatan dari APBD dan DAK,” sebut Syamsul.
Syamsul pun mengatakan, untuk menciptakan lingkungan kerja yang fresh, pihaknya direncanakan akan memperbaiki tampilan depan rumah sakit.
“Dengan tampilan baru, harapannya dapat tercipta dampak positif, sehingga menimbulkan kenyamanan bagi masyarakat yang berobat ke rumah sakit ini,” pungkasnya. (ris/saz)
pilah:
Sejumlah pemulung terlihat aktif memilah tumpukan sampah yang dianggap bisa bernilai ekonomis di TPA Terjun, Kecamatan Medan Marelan, belum lama ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai satu program prioritas Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, masalah persampahan terus menjadi fokus Pemko Medan. Selain pengalihan proses pengangkutan sampah yang kini menjadi tanggung jawab pihak kecamatan, Pemko Medan juga tengah berfokus untuk mengatasi masalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kota Medan.
Pilah: Sejumlah pemulung terlihat aktif memilah tumpukan sampah yang dianggap bisa bernilai ekonomis di TPA Terjun, Kecamatan Medan Marelan, belum lama ini.
Pasalnya, keberadaan TPA Terjun yang terletak di Kecamatan Medan Marelan, diprediksi hanya mampu menampung volume sampah Kota Medan sekitar 2 hingga 3 tahun ke depan.
“TPA Terjun diprediksi hanya mampu menampung sampah sekitar 2 sampai 3 tahun lagi. Setiap harinya, tidak kurang dari 2 ton sampah masuk ke TPA Terjun,” ungkap Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan, Syarifuddin Irsan Dongoran, Senin (3/1).
Untuk itu, lanjut Syarifuddin, saat ini Pemko Medan tengah berupaya dan fokus dalam menyiapkan TPA alternatif. Saat ini, Pemko Medan terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dan Pemkab/Pemko sekitar Kota Medan, seperti Deliserdang dan Binjai, untuk menyiapkan TPA alternatif dimaksud.
“Ada beberapa alternatif, mulai dari lahan yang ada di Talunkenas, sampai Sei Semayang, yang keduanya ada di kawasan Deliserdang. Tapi memang belum fix, itu masih terus dibahas,” tuturnya.
Mantan Staf Ahli Wali Kota Medan itu, pun menuturkan, saat ini memang cukup sulit untuk menemukan lahan kosong di Kota Medan yang layak dan tepat guna dijadikan lokasi TPA alternatif.
“Tapi bukan berarti tidak mungkin juga dibuat TPA sendiri di Medan sebagai TPA alternatif,” jelas Syarifuddin.
Sembari mencari lahan TPA alternatif, lanjut Syarifuddin, Pemko Medan juga akan berusaha agar TPA Terjun dapat dikelola secara lebih baik, dengan teknologi yang lebih maju. Dengan demikian, TPA Terjun bisa terus dimanfaatkan, bahkan lebih dari 3 tahun ke depan.
“Berbagai upaya akan dilakukan. Ada satu instruksi Pak Wali, yang menegaskan, masalah persampahan di Medan harus bisa dituntaskan,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi 4 DPRD Medan, M Rizki Nugraha mengaku, mendorong Pemko Medan untuk mencari lahan alternatif TPA untuk menampung sampah warga Kota Medan setiap harinya.
“Masalah TPA ini sudah sering dibahas di Komisi 4 dengan teman-teman di DKP. Kami memang berharap dan mendorong agar Pemko Medan bisa memiliki TPA lain selain TPA Terjun. Karena TPA Terjun itu memang dinilai tidak akan mampu menampung sampah dalam waktu 3 tahun ke depan,” ujarnya.
Selain itu, Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Medan itu, juga mengatakan, DKP Kota Medan juga harus dapat memastikan, sistem pengelolaan sampah di Kota Medan sudah berjalan dengan lebih baik.
“Kami di DPRD Medan juga seringkali melakukan sosialisasi Perda tentang Pengelolaan Persampahan. Kami terus mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan memanfaatkan bank sampah, sebagai cara untuk mengelola sampah dengan baik, serta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkas Rizki. (map/saz)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ditengah masa pandemi, inflasi Indonesia relatif terkendali dibandingkan dengan beberapa negara yang terus mengalami peningkatan inflasi akibat supply-demand imbalance dan krisis energi, misalnya Singapura sebesar 3,8% (yoy), Euro Area sebesar 4,9% (yoy) dan Amerika Serikat sebesar 6,8% (yoy) pada November 2021.
Di tengah tekanan inflasi di berbagai negara maju tersebut, laju inflasi Indonesia pada tahun 2021 masih terkendali pada level yang rendah dan stabil, serta berada di bawah kisaran target sebesar 3±1% (yoy) yang telah ditetapkan. Realisasi inflasi pada tahun 2021 tercatat sebesar 1,87% (yoy) atau naik dari realisasi tahun 2020 yang sebesar 1,68% (yoy). Hasil pengendalian ini tidak terlepas dari koordinasi yang kuat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga.
Inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Pencapaian realisasi inflasi tahun 2021 didukung oleh inflasi volatile food (VF) yang masih terjaga ditengah peningkatan inflasi administered prices (AP) dan masih terbatasnya inflasi inti,” ungkap Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, di Jakarta, Senin (3/01).
Secara bulanan, inflasi Desember 2021 meningkat sesuai dengan tren musiman dengan realisasi sebesar 0,57% (mtm), yang dipengaruhi oleh pergerakan seluruh komponen inflasi dan merupakan angka tertinggi sepanjang tahun 2021.
Komponen VF pada Desember 2021 mengalami inflasi 2,32% (mtm) atau 3,20% (yoy) dengan andil 0,38%. Beberapa komoditas VF yang dominan menyumbang terhadap inflasi Desember 2021 antara lain cabai rawit, minyak goreng, telur ayam ras, daging ayam ras, dan cabai merah. Secara tahunan, inflasi VF terjaga sesuai rentang sasarannya yang disepakati dalam High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Pusat (HLM TPIP) pada 11 Februari 2021 yakni dalam kisaran 3% sampai dengan 5% (yoy).
Secara khusus, harga komoditas cabai rawit pada Desember 2021 meningkat sebesar 85,98% (mtm) dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,11%. Kenaikan harga komoditas cabai rawit disebabkan oleh produksi yang tidak optimal sehingga menyebabkan terbatasnya pasokan di tengah mulai naiknya permintaan masyarakat seiring dengan pelonggaran PPKM di berbagai daerah. Produksi yang tidak optimal antara lain disebabkan karena serangan hama patek di daerah Garut, banjir di Pontianak, serta mulai berakhirnya masa panen di beberapa daerah sentra produksi cabai rawit, seperti di Cianjur, Magelang, dan Blitar.
Komoditas lain yang cukup berperan penting menyumbang inflasi nasional di Desember 2021 yakni minyak goreng. Sepanjang tahun 2021, total andil minyak goreng terhadap inflasi umum sebesar 0,31%. Semenjak Juli 2020, minyak goreng telah menunjukkan kenaikan harga sebesar 46,32%. Menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) per 31 Desember 2021, harga minyak goreng telah mencapai Rp19.900,00/liter.
“Kenaikan harga CPO saat ini memang berdampak terhadap konsumen yaitu kenaikan harga minyak goreng sebagai salah satu turunannya. Namun di sisi lain juga memberikan insentif kepada kesejahteraan petani yang terlihat dari kenaikan Nilai Tukar Petani Perkebunan Rakyat (NTPR),” ungkap Menko Airlangga.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah terus berupaya mendorong langkah stabilisasi harga guna menurunkan harga beberapa bahan pangan yang mengalami tren kenaikan dalam menjelang akhir tahun. Salah satu langkah tersebut dilakukan Pemerintah bersama dengan produsen minyak goreng dan pengusaha ritel yakni melalui program penyediaan 11 juta liter minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp14.000,00 per liter yang dilakukan melalui skema operasi pasar, khususnya menjelang periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.
Ditengah tren peningkatan harga minyak goreng dan masih tingginya fluktuasi harga aneka cabai, komoditas beras terpantau stabil dalam kisaran Rp11.650,00-Rp.11.800,00/kg. Hal ini terlihat dari komoditas beras tidak lagi masuk dalam 20 besar komoditas yang dominan menyumbang terhadap inflasi nasional.
Kebijakan pelonggaran PPKM menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 juga mendorong peningkatan inflasi pada komponen AP. Komponen AP mengalami inflasi sebesar 0,45% terutama didorong oleh peningkatan tarif angkutan udara yang memberikan andil terhadap inflasi Desember 2021 sebesar 0,06%.
Sepanjang tahun 2021, tarif angkutan angkutan udara memberikan andil terhadap inflasi nasional sebesar 0,08%. Komoditas dalam komponen AP yang juga dominan menyumbang terhadap inflasi nasional yakni aneka jenis rokok. Sepanjang tahun 2021, rokok kretek filter dan rokok putih menyumbang andil terhadap inflasi nasional masing-masing sebesar 0,08% dan 0,04%. Kenaikan harga rokok kretek filter maupun jenis lainnya sendiri seiring dengan naiknya tarif cukai hasil tembakau (CHT) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 198/PMK.010/2020 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau yang berlaku sejak 1 Januari 2020.
Sementara itu, komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,16% (mtm) atau 1,56% (yoy) dengan andil 0,11%. Inflasi inti Desember 2021 utamanya didorong adanya kenaikan harga ikan segar dan sabun detergen bubuk/cair dengan andil masing-masing sebesar 0,02% dan 0,01%. Sepanjang tahun 2021, komoditas komponen inti yang dominan menyumbang terhadap inflasi nasional yakni nasi dengan lauk yang memberikan andil sebesar 0,05%. Kenaikan harga nasi dengan lauk biasanya didorong adanya peningkatan harga pada beberapa komoditas VF.
Disisi lain, penurunan kasus Covid-19 yang terjadi secara konsisten membuat Pemerintah dapat terus memberlakukan relaksasi pembatasan mobilitas. Kondisi ini mendorong kelancaran aktivitas ekonomi termasuk pada sektor manufaktur. Hasilnya, terjadi kenaikan pada permintaan domestik dan luar negeri sehingga turut mendongkrak tingkat produksi. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia Desember 2021 tercatat di posisi 53,5 atau masih berada pada level ekspansif. Level PMI Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN yakni Malaysia (52,8), Filipina (51,8), dan Myanmar (49,0).
Ke depan, tingkat inflasi tahun 2022 diperkirakan akan meningkat dibanding pencapaian tahun 2021. Permintaan domestik yang semakin pulih seiring bergeliatnya aktivitas ekonomi diperkirakan akan mendorong peningkatan inflasi.
“Pemerintah juga terus memonitor imported inflation seiring tren kenaikan harga komoditas global dan normalisasi kebijakan moneter bank sentral dunia. Ditengah berbagai tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2022, komitmen dan sinergi bersama seluruh pihak baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia untuk menguatkan koordinasi kebijakan strategi pengendalian inflasi menjadi kunci untuk menjaga inflasi tetap terkendali,” pungkas Menko Airlangga. (dep1/ag/fsr/*)
BERSAMA: Anggota DPRD Medan Dhiyaul Hayati, diabadikan bersama ibu-ibu dari HWDI Kota Medan di Jalan Karya Sehati, Kecamatan Medan Johor, Senin (3/1).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga saat ini, Pemko Medan dinilai belum memperhatikan hak para penyandang disabilitas. Tak hanya itu, para penyandang disabilitas juga menilai, mereka tidak diprioritaskan untuk mendapat bantuan sosial dari pemerintah hingga seolah ‘terpinggirkan’.
BERSAMA: Anggota DPRD Medan Dhiyaul Hayati, diabadikan bersama ibu-ibu dari HWDI Kota Medan di Jalan Karya Sehati, Kecamatan Medan Johor, Senin (3/1).
Selain itu, pemerintah juga dinilai minim dalam memberikan sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas. Seperti diketahui, masih banyak kantor-kantor pelayanan publik, rumah sakit, dan lainnya, yang belum menyediakan fasilitas untuk kaum penyandang cacat.
Permasalahan ini diketahui Anggota DPRD Medan Dhiyaul Hayati, saat menyambangi Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kota Medan di Jalan Karya Sehati, Kecamatan Medan Johor. Beberapa penyandang disalibitas mengungkapkan, pihaknya sangat jarang menerima bantuan dari pemerintah. Bahkan HWDI Kota Medan yang teridiri dari 50 orang, selalu melakukan pertemuan, dan aktivitasnya digelar di kediaman Ketua HWDI, Jalan Karya Sehati Medan. Pasalnya, mereka mengaku tak memperoleh bantuan dari Pemko Medan untuk memiliki kantor sekretariat.
Dalam kesempatan itu, Dhiyaul menjelaskan, kedatangannya dalam rangka silaturahim dan untuk melihat kondisi para ibu penyandang disabilitas.
“Mereka menceritakan, terkadang mereka tak diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan. Bahkan seorang ibu yang cacat di kaki, saat menjenguk keluarganya di rumah sakit, tidak dibolehkan naik ke lift. Alasan petugas keamanan di sana, lift itu khusus pasien. Si ibu yang memakai alat penyangga kaki itu, terpaksa naik tangga dengan susah payah agar bisa menjenguk keluarganya. Hal ini menunjukkan, masih banyak kantor pelayanan publik, termasuk rumah sakit, tidak ramah terhadap penyandang disabilitas. Selayaknya, mereka diprioritaskan,” ungkap Dhiyaul, Senin (3/1).
Dhiyaul menilai, sudah selayaknya Pemko Medan membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan dan pemenuhan hak para penyandang disabilitas di Kota Medan.
“Mereka warga istimewa yang seharusnya diprioritaskan untuk mendapat bantuan dari pemerintah. Mulai dari bantuan PKH, BPJS PBI, dan lainnya,” tutur politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Dia pun menjelaskan, penyandang disabilitas menurut UU No 8 Tahun 2016, merupakan setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama, yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif, dengan warga negara lainnya, berdasarkan kesamaan hak.
Kesamaan kesempatan adalah keadaan yang memberikan peluang dan/atau menyediakan akses kepada penyandang disabilitas untuk menyalurkan potensi dalam segala aspek penyelenggaraan negara dan masyarakat. Sedangkan diskriminasi adalah setiap pembedaan, pengecualian pembatasan, pelecehan, atau pengucilan atas dasar disabilitas yang bermaksud atau berdampak pada pembatasan atau peniadaan pengakuan, penikmatan, atau pelaksanaan hak penyandang disabilitas.
“Karena itu, kami berharap, Pemko Medan dapat menyediakan wadah bagi penyandang disabilitas untuk berkegiatan. Seperti HWDI yang jumlah anggotanya 50 orang. Rumah Ketua HWDI Medan, tidak bisa menampung jumlah anggotanya. Banyak aset Pemko Medan berupa kantor yang bisa digunakan untuk kegiatan bagi warga istimewa ini,” tutur Dhiyaul, yang duduk di Komisi 2 DPRD Medan.
Dhiyaul juga mengatakan, Undang-Undang menjamin pemenuhan hak bagi warga disabilitas di berbagai bidang. Di antaranya bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lainnya. Selain itu, dalam Undang-Undang, jelas telah mengatur tentang persamaan dalam hak pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan aksesibilitas fisik, bagi penyandang disabilitas. Ini juga mengacu kepada PP 70/2019, tentang Perencanaan Penyelenggaraan dan Evaluasi terhadap Penghormatan Pelindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.
Untuk itu, Sekretaris Komisi 2 DPRD Medan ini, pun akan mendorong Pemko Medan untuk lebih memperhatikan hak-hak penyandang disabilitas. Semisal dengan menyediakan akses pada bangunan umum, jalan, hingga pertamanan. Kantor-kantor pelayanan publik ramah disabilitas, termasuk rumah sakit.
“Di beberapa daerah juga ada melibatkan organisasi dunia usaha, agar hak-hak disabilitas ini menjadi perhatian utama. Misalnya kesempatan kerja, hingga akses ke pusat perbelanjaan,” pungkas Dhiyaul. (map/saz)