APEL GABUNGAN: Sekda Kabupaten Asahan Drs John Hardi Nasution MSi saat memimpin apel gabungan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan, Senin (3/1).
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar Apel Gabungan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam mengawali awal Tahun 2022. Apel yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Asahan ini di pimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan Drs John Hardi Nasution M Si yang di ikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan, Senin (3/1).
APEL GABUNGAN: Sekda Kabupaten Asahan Drs John Hardi Nasution MSi saat memimpin apel gabungan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan, Senin (3/1).
Dalam bimbingan dan arahannya Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan Drs John Hardi Nasution MSi mengatakan, apel gabungan yang kita laksanakan pada awal Tahun 2022 ini tentu saja sangat penting artinya karena tidak hanya dapat mempererat jalinan silaturahim dan kerja sama yang baik tetapi juga dapat meningkatkan kedisiplinan dan etos kerja kita.
Beliau juga mengatakan, apel gabungan setiap bulan ini jangan hanya dianggap sebagai formalitas semata, melainkan dijadikan momen untuk membangkitkan semangat dan meningkatkan pelayanan sebagai abdi masyarakat yang mempunyai fungsi utama memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Selain itu beliau mengimbau untuk tetap lebih waspada dan lebih menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19. Dimana saat ini telah muncul wabah virus varian baru (Omicron) yang telah terdeteksi masuk di Indonesia.
“Untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini, kita harus saling bergotong royong antara Pemerintah Kabupaten Asahan dan seluruh elemen masyarakat untuk mematuhi Prokes Covid-19,” ucap beliau.
Beliau juga berpesan kepada seluruh ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan, dalam melaksanakan tugasnya, pedomani 3T (Tertib Administrasi, Tertib Anggaran, Tertib Bertugas) guna mendukung mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Asahan untuk mewujudkan masyarakat Asahan Sejahtera yang Religius dan Berkarakter.
Selanjutnya beliau mengucapkan terima kasih kepada ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan yang telah mengikuti apel pada pagi hari ini. Ini menunjukan bahwa kalian loyal dalam mengikuti aturan yang diberikan.
“Dan kepada ASN yang tidak mengikuti apel pada pagi hari ini diharapkan kepada BKD Kabupaten Asahan untuk menidaklanjuti ASN ini sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya. (dat/azw)
TINJAU:
Waka Polres Tebingtinggi Kompol Asrul Robert Sembiring meninjau pelaksanaan vaksinasi di Lapangan Merdeka Kota Tebingtinggi, Senin (3/1).
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Polres Tebingtinggi kembali menggelar vaksinasi tahap I dan tahap II di gerai vaksin Lapangan Merdeka Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Senin (3/1). Kegiatan ini bertujuan agar warga Kota Tebingtinggi tidak tarpapar Covid-19 dan mengejar target vaksinasi seratus persen.
TINJAU:
Waka Polres Tebingtinggi Kompol Asrul Robert Sembiring meninjau pelaksanaan vaksinasi di Lapangan Merdeka Kota Tebingtinggi, Senin (3/1).
Waka Polres Tebingtinggi Kompol Asrul Robert Sembiring yang meninjau pelaksanaan vaksinasi tersebut mengajak seluruh masyarakat Kota Tebingtinggi yang belum melakukan vaksin tahap I dan tahap II agar mendatangi gerai vaksin di Lapangan Merdeka Kota Tebingtinggi.
“Mari kita sukseskan program vaksinasi ini, apalagi vaksin ini demi untuk memberikan daya tahan tubuh kepada masyarakat atau herd imunity agar bisa terbebas dari paparan Covid-19 atapun varian jenis baru yaitu omicron,” pinta Kompol Asrul Robert.
Adapun vaksinasi yang dilaksanakan setiap harinya ini ditargetkan sebanyak 500 dosis untuk fase I dan fase II dengan jenis vaksin sinovac, dan diperuntukkan untuk masyarakat umum dan pelajar yang berdomisili di Kota Tebingtinggi.
“Kepada masyarakat yang sudah melakukan vaksin harus tetap menjaga protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, rajin mencuci tangan serta mengurangi mobilitas warga,” paparnya.
Dikatakannya, adapun tahapan penyuntikan vaksin Covid 19 harus melalui pendaftaran, screning, penyuntikan vaksinasi, entri data, observasi dan pemberian kartu vaksinasi.
“Dengan adanya vaksinasi geratis ini, masyarakat yang belum vaksin untuk segera mendatangi gerai vaksin yang disediakan, apabila perlu tidak bisa berangkat, personil kepolisian akan menjemput langsung kerumah warga,” paparnya sambil menyatakan bahwa capaian vakisnasi di Tebingtinggi mencapai 81,00 persen.
Sementara, Polsek Padang Hilir Resor Tebingtinggi masih melakukan pengamanan dalam menghadapi arus balik libur tahun baru yang melintasi Kota Tebingtinggi, khususnya di titik titik rawan kemacetan yang ada di Kota Tebingtinggi dan sekaligus mengimbaun masyarakat mematuhi protokol kesehatan (Prokes) yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah, Senin (3/1).
Kasi Humas Polres Tebingtinggi Aiptu Agus Arianto mengatakan pengamanan ini untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik baik yang akan menuju Kota Tebingtinggi dan meninggalkan Kota Tebingtinggi, tetapi dari semua itu, pengendara harus tetap mematuhi prokes dan taat dan tertib lalulintas.
“Kami melaksanakan giat rutin patroli guna antisipasi tindak kejahatan yang ada di wilayah hukum Polsek Padang Hilir, antisipasi tindak kejahatan dari berbagai hal yaitu tindakan yang melawan hukum dan merugikan orang lain,” bilangnya. Dijelaskan Aiptu Agus Arianto, selain pengamanan kepada pemudik arus balik tahun baru, personel kepolisian yang turun kelapangan juga mengatur arus lalulintas dari dua arah agar tidak terjadi kemacetan parah.
“Kalau dilihat jumlah kendaraan yang melintasi Tebingtinggi terutama di Jalan Soekarno Hatta aktivitas khususnya mobil pribadi masih tampak ramai. Kita melakukan pengaturan arus lalu-lintas agar menghindari kemacatan, karena truk berhenti dipinggir jalan bisa juga menimbulkan kemacetan,” terang Aiptu Agus Arianto. (ian/azw)
EVAKUASI: Jasad korban saat dievakuai petugas, kemarin.
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Warga yang tinggal di seputaran Sungai Bilah, Lingkungan Mutiara, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu digegerkan dengan penemuan sosok mayat laki-laki.
EVAKUASI: Jasad korban saat dievakuai petugas, kemarin.
Pria bernama Joni (37) diduga bunuh diri karena mengalami depresi ditinggal istri. Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Rusdi Marzuki mengatakan mayat korban ditemukan petugas pada Jumat (31/12) lalu.
Awalnya, warga yang tidak mengenali korban, kemudian melaporkan penemuan mayat tersebut ke pemerintah setempat yang diteruskan ke Polres Labuhanbatu. “Kami yang mendapatkan informasi kemudian turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara,” ucapnya.
Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas, korban diketahui bernama Joni warga Dusun IV, Sei Rakyat, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu. Dugaan sementara, korban diduga meninggal dunia karena bunuh diri.
“Dari pemeriksaan terhadap korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Dugaan sementara, korban diduga bunuh diri karena stres ditinggal istri,” ucapnya.
Setelah pemeriksaan, jasad korban kemudian dievakuasi petugas untuk selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman. (int/azw)
Konferensi Pers: Pelatih Biliar Nasional Sumatera Utara (Sumut), Khairuddin Aritonang alias Choki didampingi Kuasa Hukumnya, Teguh Syuhada Lubis dan Gumilar Aditya Nugroho saat konferensi pers bersama sejumlah wartawan, usai membuat laporan, ke Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (3/1). dwi/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelatih Biliar Nasional Sumatera Utara (Sumut), Khairuddin Aritonang alias Choki resmi melaporkan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Eddy Rahmayadi ke Markas Kepolisian Daerah Sumut (Mapoldasu) dalam kasus jewer kuping.
Konferensi Pers: Pelatih Biliar Nasional Sumatera Utara (Sumut), Khairuddin Aritonang alias Choki didampingi Kuasa Hukumnya, Teguh Syuhada Lubis dan Gumilar Aditya Nugroho saat konferensi pers bersama sejumlah wartawan, usai membuat laporan, ke Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (3/1). dwi/sumut pos.
Dalam surat bernomor STTLP/03/1/2022/SPKT/Polda Sumut itu, Gubernur Sumut Eddy Rahmayadi resmi dilaporkan melakukan Tindak Pidana sesuai Pasal 310 Junto (junto) Pasal 315 KUHPidana.
Hal itu dilakukannya, karena orang nomor satu di Sumut itu, tidak kunjung menyampaikan permohonan maaf. “Harapannya diproses dengan baik sehingga menimbulkan rasa keadilan bagi saya,” kata Choki didampingi Kuasa Hukumnya Teguh Syuhada Lubis bersama Gumilar Aditya Nugroho kepada sejumlah wartawan, usai membuat laporan di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (3/1).
Kuasa Hukumnya, Gumilar Nugroho berharap, agar kepolisian dapat menyelesaikan perkara ini secara berkeadilan dan juga cepat. “Saya yakin negara kita negara hukum, di mana hukum menjadi tonggak tertinggi di republik ini,” harap Gumilar.
Teguh juga menambahkan, pada prinsipnya, pihaknya yakin bahwa Polda Sumut dapat memproses kasus ini dengan baik. “Selanjutnya kami serahkan kepada Polda Sumut. Kami yakin dan percaya bahwa hukum masih berkeadilan di Sumut,” tegas Teguh, yang diamini Choki.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja berjanji akan segera melakukan penyelidikan terhadap laporan resmi yang disampaikan Pelatih Biliar Nasional Sumut, Khairuddin Aritonang alias Choki.
“Kami akan tindaklanjuti, akan dikaji terlebih dahulu laporannya,” kata Tatan, saat menanggapi laporan tersebut.
Dijelaskannya, bahwa Laporan Polisi (LP) yang dibuat Choki belum sampai ke pihaknya. Karenanya, Ditreskrimum Polda Sumut akan berkoordinasi dengan pihak SPKT.
Saat disinggung soal penyelesaian perkara nantinya melalui Restoratif Justice, Tatan menyebutkan, akan mempelajari kasusnya terlebih dahulu. “Pasalnya di bawah 1 tahun. Kita lihat dulu untuk mediasi,” pungkasnya. (dwi/azw)
DUA TERSANGKA: Kedua pelaku teror usaha laundry dengan telur dan oli kotor ditangkap Polsek Sunggal.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor (Reskrim Polsek) Sunggal menangkap dua pelaku pemalakan yang meneror dan menyiram pemilik usaha laundry, yang berlokasi di Jalan Amal Kecamatan Medan Sunggal, dengan menggunakan oli kotor dan telur, pada Minggu (26/12) lalu.
DUA TERSANGKA: Kedua pelaku teror usaha laundry dengan telur dan oli kotor ditangkap Polsek Sunggal.
Kedua pelaku, yakni AP (30) warga Jalan Puskesmas I Gang Pribadi III, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, serta NN (28) warga Jalan Amal Gang Melati Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal.
Kedua pria yang tidak memiliki pekerjaan tetap itu diamankan dari tempat persembunyiannya, di Perumahan Griya Sirsak di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Rabu (29/12).
“Benar, ada dua pelaku yang kita amankan dan saat ini sudah kita tahan,” ujar Kapolsek Sunggal, Kompol Chandra Yudha Pranata, kepada sejumlah wartawan di Medan, Senin (3/1).
Dijelaskannya, kedua pelaku diamankan berdasarkan video viral yang beredar di media sosial (Medsos) Instagram. “Terhadap kedua pelaku dipersangkakan dalam Pasal 170 ayat (1) Subs Pasal 368 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun,” tegasnya.
Yudha mengimbau kepada masyarakat yang melihat atau mengalami gangguan premanisme dapat menghubungi nomor Hotline Polsek Sunggal di 081360845110.
Sebelumnya, diduga kesal tak diberi uang keamanan, seorang pria nekat menyiram usaha laundry di Jalan Amal Kecamatan Medan Sunggal, dengan menggunakan oli kotor dan telur. Kejadian itu direkam korban dan videonya viral di media sosial (medsos) Instagram.
Cristi, pemilik usaha laundry tersebut mengatakan, peristiwa itu sudah dua kali terjadi. Diawali pada, Minggu (26/12), kejadian kemudian berlanjut pada, Senin (27/12). (ris/azw)
Menurutnya, pria yang tak dia kenal itu diduga melemparkan telur dan oli lantaran tidak diberikan uang keamanan. Dia juga sempat diteror harus bayar ke pemuda setempat, jika buka usaha di wilayah tersebut. (dwi/azw)
POLSEK MEDAN KOTA: Mapolsek Medan Kota, Jalan DR GM Panggabean, Kelurahan Teladan Barat, Medan Kota. dwi/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan membantah adanya dugaan pemerasan dan penganiayaan terhadap seorang tahanan narkoba Polsek Medan Kota, berinisial Z, warga Jalan Multatuli Lingkungan III, Medan Kota. “Gak ada itu,” jawabnya singkat kepada wartawan melalui WhatsApp, Senin (3/1).
POLSEK MEDAN KOTA: Mapolsek Medan Kota, Jalan DR GM Panggabean, Kelurahan Teladan Barat, Medan Kota. dwi/sumut pos.
Sementara, Kanitreskrim Polsek Medan Kota, Iptu Asrul Rambe meminta agar wartawan mengikuti statemen Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja. “Ikuti statemen pak Dir aja ya,” pintanya melalui WhatsApp.
Sebelumnya, seorang tahanan Polsek Medan Kota meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan. Polisi memberi penjelasan soal kronologi meninggalnya tahanan berinisial Z tersebut.
“Tahanan itu adalah tahanan narkoba yang diamankan atau ditangkap oleh personel Reskrim Polsek Medan Kota,” kata Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan, Sabtu (1/1).
Seiring berjalannya waktu, Rumah Tahanan (Rutan) Polsek Medan Kota mengalami overkapasitas. Z kemudian dipindahkan ke RTP Polrestabes Medan, pada 22 November 2021. “Kemudian berjalannya waktu, RTP Polsek Medan Kota overkapasitas. Lalu dipindahkan ke RTP Polres,” ujarnya.
Setelah berada di RTP Polrestabes Medan, Z disebut mengeluh sakit. Z kemudian dibantarkan ke RS Bhayangkara Medan dan sempat dirawat tujuh hari sebelum meninggal. “Beberapa hari berikutnya, ada keluhan sakit. Dari Tahti Polrestabes membantarkannya ke RS Bhayangkara. Dirawat tujuh hari, kemudian hari ke delapan meninggal dunia, ” sebut Tatan.
Tatan mengatakan tidak ada penganiayaan yang dialami oleh Z sebelum meninggal. Meski demikian, dia tetap berharap keluarga mengizinkan jenazah di autopsi agar penyebab meninggalnya Z bisa terungkap jelas.
“Kita lakukan pemeriksaan, dari hasil dokumentasi, kemudian keterangan para penyidik, bahwa tidak ada penganiayaan,” ungkapnya.
Pihaknya mengaku sudah menyarankan kepada pihak keluarga untuk melakukan otopsi. Namun sampai saat ini pihak keluarga belum memberikan jawaban pasti. “Tapi kita tetap berupaya agar Saudara Z bisa dilakukan autopsi,” terangnya.
Tatan juga menjelaskan perihal informasi dugaan pemerasan terhadap Z yang berujung penganiayaan tahanan.
Menurutnya, tidak ada penganiayaan dan pemerasan. “Itu belum ada. Sampai saat ini penyidik belum menemukan fakta tersebut namun kita tetap berupaya, nanti kita cek,” tegas perwira pangkat tiga melati ini.(dwi/azw)
Propam sudah turun, sudah lakukan pemeriksaan, dari Inspektorat juga sudah turun dan tidak ditemukan adanya pemerasan,” pungkasnya. (dwi/azw)
JENAZAH: Jenazah korban berinisial SS yang diduga tewas karena OD saat akan dikebumikan di rumah duka, Senin (3/1).Istimewa/Sumut Pos.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Diskotek Sky Garden atau sekarang bernama Key Garden di Jalan Sei Petani, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang tetap beroperasi walau di masa pandemi. Bahkan, tempat hiburan malam yang pernah disegel Pemerintah Kabupaten Deliserdang ini menggelar pesta hingga di malam pergantian Tahun Baru 2022.
JENAZAH: Jenazah korban berinisial SS yang diduga tewas karena OD saat akan dikebumikan di rumah duka, Senin (3/1).Istimewa/Sumut Pos.
Seorang pria berinisial SS (38) warga Kecamatan Batangserangan Kabupaten Langkat tewas diduga overdosis (OD) karena mengonsumsi pil ekstasi.
Informasi dirangkum, SS saat kritis sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai di Jalan Sultan Hasanuddin, Sabtu (1/1) dini hari. Namun, nyawa korban tak tertolong.
Direktur RSUD Djoelham, dr David Tambunan menjelaskan, korban yang OD itu datang ke rumah sakit milik Pemerintah Kota Binjai diantarkan oleh sejumlah orang dengan mengendarai mobil. “Ya benar, ada pasien dalam keadaan meninggal dunia pada malam pergantian tahun baru,” kata dia, Senin (3/1).
Namun, dr David belum dapat memastikan apakah SS tewas diduga karena OD atau tidak. Pasalnya, kata dia, SS datang ke RSUD Djoelham dalam keadaan sudah meninggal dunia. “Kita tidak tahu, apakah dia masuk dalam keadaan OD atau tidak,” bebernya.
Setelah menerima pasien, RSUD Djoelham mengarahkan ke bagian forensik guna dilakukannya otopsi. Namun, sambung dia, keluarga meminta proses surat kematian cepat dikeluarkan.
Alhasil, forensik RSUD Djoelham tidak melakukan otopsi. “Keluarga minta surat kematian juga ke kita dan kita sudah arahkan ke forensik. Dari Polres Binjai juga ada datang menanyakan terkait hal ini” jelasnya.
Sementara, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafles menyatakan, pihaknya belum mengetahui adanya informasi seorang pria overdosis di Key Garden. Namun demimian, pihaknya segera mencari tahu kebenaran hal tersebut. “Terima kasih infonya, akan kami cek,” pungkasnya. (ted/azw)
KORBAN BEGAL: Petugas kebersihan, Romadhoni Hasibuan, menjadi korban begal di Jalan Pinus Raya, Pulo Brayan Bengkel Baru, Medan Timur, Minggu (2/1) pagi.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang petugas kebersihan, Romadhoni Hasibuan, dirampok kawanan begal di Jalan Pinus Raya, Pulo Brayan Bengkel Baru, Medan Timur, Minggu (2/1) pagi. Akibatnya, wanita yang sehari-hari bekerja menyapu jalan ini harus merelakan sepeda motor honda beat dilarikan pelaku begal tersebut.
KORBAN BEGAL: Petugas kebersihan, Romadhoni Hasibuan, menjadi korban begal di Jalan Pinus Raya, Pulo Brayan Bengkel Baru, Medan Timur, Minggu (2/1) pagi.
Di sisi lain, korban mengalami luka-luka di wajah dan sekujur tubuhnya akibat terjatuh dari sepeda motor lantaran dianiaya pelaku. Kini, korban tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Pirngadi Medan.
Awalnya korban berangkat kerja dari rumahnya di Pasar VIII Tembung sekitar pukul 05.15 WIB. Kemudian, melintas di Jalan Pinus Raya sekira pukul 06.00 WIB. Tak berapa lama, bahu korban dipukul dari belakang oleh pelaku begal hingga tersungkur ke aspal. “Bahu saya langsung dipukul dan kemudian terjatuh ke aspal,” kata Romadhoni yang masih terbaring lemas di rumah sakit milik Pemko Medan, Senin (3/1).
Saat terjatuh, korban sempat berusaha bangkit. Namun, dikarenakan pukulan yang begitu keras sehingga langsung pingsan. “Sempat coba bangkit tetapi langsung terjatuh dan pingsan. Jadi, enggak tahu berapa orang pelakunya karena saya tidak sadarkan diri,” ungkap wanita yang sudah 12 tahun bekerja sebagai petugas kebersihan ini. Dia berharap, para pelaku begal bisa segera ditangkap dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Camat Medan Timur, Noor Alfi Pane mengatakan, korban begal ini ditolong warga sekitar dan pengendara ojek online yang kebetulan lewat. Selanjutnya, dibawa kepala lingkungan ke RS Imelda karena terdekat di lokasi kejadian. Akan tetapi, sesampainya di rumah sakit itu ditolak karena tidak berlakunya BPJS Ketenagakerjaan yang dimilikinya.
“Kami langsung membawa korban ke RS Imelda. Tapi, dinyatakan BPJS Ketenagakerjaan menyangkut korban begal tidak ditanggung. Jadi, kami mengarahkan korban untuk dirujuk ke Rumah Sakit Pirngadi agar segera ditangani,” ujarnya saat di RSUD Pirngadi Medan.
Noor menyebutkan, luka-luka yang diderita korban sudah ditangani pihak rumah sakit. Saat ini, kondisinya mulai membaik. “Ada 3 jahitan di kaki dan di tangannya serta luka memar. Sedangkan luka di bagian mata kanan sudah kempes,” sebutnya.
Terpisah, Kapolsek Medan Timur Kompol Rona Tambunan mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk laporan pengaduan korban sudah diterima. “Masih dalam penyelidikan, kami sudah menurunkan anggota untuk mengungkap dan menangkap pelakunya,” kata Rona. (ris/azw)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali akan tetap dijalankan untuk periode dua minggu ke depan atau mulai tanggal 4 hingga 17 Januari 2022 mendatang. Hal ini sesuai dengan hasil evaluasi yang telah dilakukan dalam seminggu terakhir ini setelah masa liburan Nataru usai.
Perkembangan Kasus Aktif per 2 Januari 2022 adalah sebesar 4.382 kasus atau 0,1% dari total kasus, di bawah rata-rata Global yang sebesar 10,53%. Apabila dibandingkan kondisi puncak di 24 Juli 2021, persentasenya sudah turun -99,23%. Proporsi Kasus Aktif untuk Jawa-Bali sebesar 54,9% dari nasional dan Luar Jawa Bali 45,1%. Sementara, kasus Konfirmasi Harian per 2 Januari sebanyak 174 kasus, atau sudah turun -99,69% dari puncaknya di 15 Juli 2021.
“Angka Reproduksi Kasus Efektif (Rt) Indonesia yakni 0,98, dan angka Rt semua pulau berada di bawah 1 (laju penularan terkendali). Namun, perlu diwaspadai sedikit kenaikan laju reproduksi di Pulau Sumatera, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Ratas Evaluasi PPKM, Senin (3/1).
Perkembangan Level Asesmen Wilayah Luar Jawa-Bali
Level Asesmen Situasi Covid-19 dari 27 Provinsi di Luar Jawa-Bali (per 1 Januari 2022) terlihat bahwa seluruh Provinsi memiliki “Transmisi Komunitas” sangat baik yaitu pada Level 1, namun kondisi berbeda terjadi pada “Kapasitas Respon” di mana ada beberapa Provinsi dengan kapasitas Terbatas. Hal ini menjadikan tidak ada Provinsi yang termasuk Level 4 dan Level 3, namun ada 20 Provinsi pada Level 2 (dikarenakan 6 Provinsi dengan kapasitas respon “Sedang” dan 14 Provinsi “Terbatas”). Sementara, terdapat 7 Provinsi yang sudah masuk di Level 1, yakni Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Gorontalo, Bengkulu, dan Kalimantan Utara.
Sampai dengan saat ini, terdapat 20 Provinsi dengan tingkat capaian Vaksinasi Dosis-1 pada Level “Memadai (>70%)”, 6 Provinsi di level “Sedang (50%-70%)”, dan hanya 1 Provinsi pada level “Terbatas (<50%)” yaitu Provinsi Papua.
Sementara itu, per 1 Januari 2022, sudah tidak ada Kabupaten/Kota Level 4, tetapi masih ada 3 Kabupaten di Level 3 yaitu Sukamara, Sorong, dan Teluk Bintuni. Kemudian, Kabupaten/Kota di Level 2 terus mengalami penurunan menjadi 129 Kabupaten/Kota, sedangkan Kabupaten/Kota di Level 1 terus mengalami perbaikan dengan peningkatan jumlahnya menjadi sebanyak 254 Kabupaten/Kota.
Di awal tahun 2022 ini, Pemerintah memutuskan memperpanjang PPKM mulai tanggal 4 hingga 17 Januari 2022. Untuk penentuan Level PPKM di Luar Jawa-Bali tetap mendasarkan pada Level Asesmen Situasi Pandemi, dan mempertimbangkan Capaian Vaksinasi di setiap Kabupaten/Kota, untuk Kabupaten/Kota dengan Vaksinasi Dosis-1 di bawah 50% dinaikkan 1 Level PPKM. Rinciannya adalah sbb:
PPKM Level 1 meningkat dari 191 menjadi 227 Kabupaten/Kota;
PPKM Level 2 menurun dari 169 menjadi 148 Kabupaten/Kota;
PPKM Level 3 menurun dari 26 menjadi 11 Kabupaten/Kota; dan
PPKM Level 4 tetap 0 Kabupaten/Kota.
Update Pelaksanaan Vaksinasi
Laju rata-rata vaksinasi dalam seminggu terakhir meningkat sejak vaksinasi anak dimulai dengan rata-rata 1.519.457 dosis per hari. Vaksinasi anak (6-11 tahun) memang menambah laju vaksinasi harian lebih dari 215.000 dosis sejak dimulai, dan sampai saat ini total sebanyak 3.871.152 dosis telah disuntikan untuk anak usia 6-11 tahun. Laju wilayah luar Jawa Bali meningkat dan menyumbang 50,3% dari laju rata-rata harian nasional.
“Pemerintah sedang mempersiapkan Program Vaksin Booster atau Dosis ke-3, dan sedang menyelesaikan Perpres dan Permenkes/Kepmenkes (KMK). Ini akan segera dimulai pada 12 Januari 2022 nanti,” ungkap Menko Airlangga.
Pengaturan untuk PPLN
Bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) telah disiapkan pintu masuk dari berbagai tempat. Untuk yang melalui perjalanan udara disiapkan di Bandara Soekarno-Hatta, Juanda, dan Sam Ratulangi, sedangkan untuk perjalanan laut melalui Pelabuhan Batam, Tanjung Pinang, dan Nunukan, serta untuk perjalanan darat melalui PLBN Aruk, Entikong, dan Motaain.
Sedangkan, untuk tempat karantina sudah disiapkan 25 Wisma/Rusun dan 16 Hotel (dengan total 28.087 Tempat Tidur) sebagai tempat Karantina Terpusat yang dibiayai pemerintah di Pintu Masuk Kedatangan, dengan rincian yaitu Pintu Masuk Udara (23.830 TT), Laut (2.990 TT), dan Darat (1.267 TT). Untuk masa karantina, akan dilakukan perubahan lamanya waktu karantina menjadi 10 hari dan 7 hari.
Realisasi Anggaran PEN 2021
Realisasi sementara Program PEN Tahun 2021 mencapai Rp658,6 triliun atau 88,4% dari Pagu Rp744,77 triliun dengan uraian per klaster sebagai berikut:
Kesehatan sebesar Rp198,5 triliun atau 92,3% dari pagu Rp215,0 triliun.
Perlindungan Sosial sebesar Rp171,0 triliun atau 91,6% dari pagu Rp186,6 triliun.
Program Prioritas sebesar Rp105,4 triliun atau 89,3% dari Pagu Rp117,9 triliun.
Insentif Usaha sebesar Rp67,7 triliun atau 107,7% dari Pagu Rp62,8 triliun.
Dukungan UMKM dan Korporasi sebear Rp116,2 triliun atau 71,5% dari Pagu Rp162,4 triliun.
“Dalam 2 tahun ini, anggaran Program PC-PEN terbukti bisa menjadi bufferpemulihan ekonomi nasional, termasuk menjaga koefisien Rasio Gini, dan menurunkan tingkat pengangguran dengan menambah penciptaan lapangan kerja. Sehingga kita berharap pertumbuhan ekonomi di Kuartal 4 tahun 2021 bisa dijaga di level 4,5%-5%, dengan keseluruhan tahun 2021 sebesar 3,7%-4% (yoy). Memasuki 2022 ini, kita akan bisa mendorong front loading anggaran di awal tahun,” tutup Menko Airlangga.
Turut hadir dalam Konferensi Pers tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (rep/fsr/hls/*)
TINJAU: Wali Kota Medan Bobby Nasution didampingi Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu, saat meninjau stand UMKM pada satu pameran di Kota Medan, belum lama ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan mengaku terus bekerja keras untuk membuat para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) di Kota Medan bisa naik kelas dan terus berkembang. Bahkan Pemko Medan mengaku, konsep yang ditawarkan Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution untuk memajukan UMKM di Kota Medan, telah mendapatkan apresiasi dari pihak luar.
TINJAU: Wali Kota Medan Bobby Nasution didampingi Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu, saat meninjau stand UMKM pada satu pameran di Kota Medan, belum lama ini.
Bobby menjelaskan, pihaknya di Pemko Medan tengah berupaya untuk meningkatkan UMKM di Kota Medan. Satu di antaranya, dengan cara mendorong pelaku UMKM di Kota Medan agar dapat menerapkan digitalisasi keuangan dalam setiap transaksi.
“Dengan penggunaan digitalisasi tersebut, diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM untuk mengatur manajemen keuangannya dengan baik. Penggunaan digitalisasi saat ini sedang dilakukan di Medan,” ungkap Bobby.
Sebelumnya, Bobby tampil sebagai pembicara dalamn
acara Sharing Pengembangan Ekosistem Start Up Digital di STMIK Primakarya, Jalan Tukad Badung, Denpasar, Bali, pada sela-sela kunjungan APEKSI Outlook Bali 2021, belum lama ini. Saat itu, pelaku UMKM dan start up asal Pulau Dewata tersebut, memuji konsep yang ditawarkan Bobby untuk memajukan sekaligus membawa UMKM Kota Medan naik kelas. Dengan konsep yang tengah dijalankan saat ini, para pelaku UMKM di Kota Medan yang terdampak pandemi Covid-19, dapat bangkit hingga ‘go nasional’.
Usai mendengar pemaparan yang disampaikan Bobby, pelaku UMKM dan start up di Bali, langsung tertarik dan ingin berkolaborasi dengan UMKM di Kota Medan, seperti pemasaran produk maupun transfer teknologi.
“Saya sangat senang langkah yang dilakukan Pemko Medan untuk memajukan sekaligus membawa UMKM naik kelas disambut pelaku UMKM dan start up di Bali. Tentunya, Pemko Medan terus melakukan kolaborasi seluas-luasnya guna mewujudkan UMKM Medan naik kelas,” jelasnya.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi 3 DPRD Medan, T Edriansyah Rendy, pun memberikan dukungan atas kerja keras Wali Kota Medan yang telah berupaya keras dalam mengembangkan UMKM di Kota Medan, dan membuatnya bisa naik kelas hingga go nasional.
“Upaya ini tentu sangat baik dan tentunya kami beri dukungan. Di masa pandemi seperti saat ini, para pelaku UMKM tentu akan sangat terdampak. Untuk itu, membantu para pelaku UMKM di Medan agar bisa naik kelas adalah langkah yang sangat tepat,” ujar Rendy, Minggu (2/1).
Rendy pun menjelaskan, membantu para pelaku UMKM di Kota Medan untuk mengatur manajemen keuangannya secara baik dengan penggunaan digitalisasi keuangan, juga dinilai sangat baik. Pun begitu, politisi Partai NasDem ini, mengingatkan, agar Pemko Medan terus fokus dalam membantu para pelaku UMKM memasarkan produk-produknya secara lebih luas.
“Seperti rencana Pemko Medan yang akan memasarkan produk-produk UMKM secara lebih luas dengan memanfaatkan marketplace, saya rasa ini sangat tepat dan ini yang harus terus dilakukan. Sebab tak bisa dipungkiri, masalah pemasaran ini merupakan satu masalah yang paling sering dikeluhkan para pelaku UMKM,” katanya.
Selain itu, dia juga sangat mendukung langkah Pemko Medan yang akan menggunakan produk-produk UMKM dalam setiap kegiatan yang ada di lingkungan Pemko Medan.
“Seperti kegiatan rapat atau pertemuan lingkup Pemko Medan, sangat pantas memang kalau makanan dan minumannya dibeli dari para pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM Medan. Jadi bukan hanya membantu memasarkan, tapi juga turut membeli produk mereka, karena memang itulah yang sangat dibutuhkan para pelaku UMKM kita,” pungkas Rendy. (map/saz)