MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di penghujung tahun 2021, PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara memberikan penghargaan kepada pelanggan setia PLN dalam acara Customer Loyalty Award yang diselenggarakan di Santika Dyandra Hotel, Medan, Sumatera Utara.
Customer Loyalty Award ini merupakan penghargaan yang diberikan PLN sebagai dukungan dan komitmen kepada para pengusaha di sektor bisnis dan industri agar bisa menjalankan bisnis serta dapat meningkatkan produksinya tanpa khawatir akan kehandalan, kualitas dan pelayanan yang diberikan.
“Walaupun pandemi Covid – 19 masih melanda Indonesia dan seluruh dunia, namun kami optimis dapat memberikan pelayanan yang terbaik buat seluruh pelanggan PLN khususnya di Sumatera Utara. Para pelaku usaha dapat dengan nyaman serta fokus dalam menjalankan bisnisnya, meningkatkan jumlah produksi sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Sumatera Utara, dan serahkan pengelolaan listriknya kepada kami,” ungkap Sigit Witjaksono EVP Retail Regional Sumatera Kalimantan.
Pemberian penghargaan dalam acara Customer Loyalty Award diberikan kepada pelanggan regular dan pelanggan premium / prioritas yang terbagi dalam 4 segmentasi yaitu konsumsi energi tertinggi tarif bisnis tahun 2021, konsumsi energi tertinggi tarif industri tahun 2021, jam nyala tertinggi tarif bisnis tahun 2021 dan jam nyala tertinggi tarif industri tahun 2021.
Selain itu penghargaan juga diberikan pada kategori konsumsi energi tertinggi sektor Agriculture, kategori konsumsi energi tertinggi sektor perhotelan, kategori pasang baru daya terbesar, kategori penambahan daya dengan selisih daya terbesar, kategori layanan ekstra daya tertinggi dan kategori pelanggan penunasan rekening listrik tercepat. Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan Chairuddin mengatakan, perekonomian di Sumatera Utara sudah mulai bangkit, hal ini terbukti konsumsi pemakaian listrik khususnya pada tarif bisnis dan industri mulai meningkat.
isisi lain pusat perbelanjaan dan perhotelan sudah mulai ramai dikunjungi terutama di hari libur nasional. “Selamat kepada pelanggan setia PLN yang telah menerima penghargaan Customer Loyalty Award Tahun 2021 dan terima kasih telah mempercayakan listriknya kepada PLN. Atas nama management PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2022,” ujar General Manager Pandapotan Manurung. (ila)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Respon cepat dalam memitigasi risiko varian delta Covid-19 dan terus membaiknya fundamental ekonomi nasional di tahun 2021 telah berdampak positif terhadap pasar modal Indonesia yang ditutup pada level 6.581 pada 30 Desember 2021. Hal tersebut juga didukung arus modal asing yang masuk ke pasar saham Indonesia senilai USD 2,7 Miliar (ytd) per 30 Desember 2021 yang mendorong perbaikan indeks saham pada periode akhir tahun 2021.
Atas pencapaian ini, pada Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia, Senin (3/1), Presiden RI Joko Widodo menyampaikan “Kita juga patut bersyukur bahwa di bursa sekarang ini ada kenaikan IHSG di 2021 dan return 10,1%. Ini sebuah angka yang lumayan tinggi dan kalau dibandingkan dengan Filipina, Malaysia dan Singapura, kita paling atas, ini juga patut kita syukuri.”
“Dan jumlah orang yang masuk ke bursa, investor pasar modal, ini juga naik sangat tinggi sekali. Tahun 2017 disampaikan Ketua OJK sebanyak 1,1 juta, dan hari ini 7,4 juta investor utama. Investor retail yang banyak dari anak-anak muda, milenial. Dan kita harapkan ini akan terus membesar dan akan memberikan dorongan kepada pertumbuhan ekonomi negara kita,” lanjut Presiden Joko Widodo.
Selanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan tentang salah satu perusahaan yang tahun 2021 berhasil melakukan IPO yakni PT Bukalapak yang merupakan unicorn teknologi pertama di Indonesia dengan perolehan fund risesebesar Rp 21,9 triliun.
“Pertama, kami laporkan bahwa bursa ke depan diharapkan lebih optimis. Kemudian yang kedua, terkait dengan teknologi, kita sudah bisa me-launch IPO Bukalapak, salah satu yang terbesar di Asia, sebesar 21,9 triliun rupiah. Ini perlu dilanjutkan,” kata Menko Airlangga.
Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa Program Pemulihan Ekonomi Nasioal (PEN) akan dilanjutkan di tahun 2022. Lebih rinci, Pemerintah telah mempersiapkan strategi untuk meraih peluang dan menjawab tantangan di tahun 2022 melalui kebijakan PPKM, percepatan vaksinasi secara masif, dan Program PEN menjadi instrumen utama di tahun 2022. Program PEN di tahun 2022 akan didorong untuk front loading dan akan membantu mengamankan trajectory pemulihan ekonomi nasional.
Terkait Presidensi G20, Indonesia juga berkesempatan menampilkan keberhasilan reformasi struktural di tengah pandemi, antara lain Undang-Undang Cipta Kerja dan Indonesia Investment Authority (Sovereign Wealth Fund) sehingga akan meningkatkan confidence Investor Global. Keuangan berkelanjutan dan arsitektur keuangan internasional juga telah menjadi bagian dari agenda prioritas yang akan memberikan kontribusi positif terhadap sektor keuangan, termasuk pasar modal Indonesia.
Disamping Presidensi G20 yang akan bergulir sepanjang tahun 2022, Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang ditargetkan selesai diratifikasi pada kuartal I tahun 2022 juga menjadi hal yang semakin penting di tengah guncangan ekonomi global yang diakibatkan perang dagang dan pandemi Covid-19.
Saat ini, sudah ada 7 Negara ASEAN (Brunei, Kamboja, Laos, Thailand, Singapura, Vietnam, dan Myanmar) dan 5 Negara Mitra ASEAN (RRT, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Korea Selatan) yang telah merampungkan ratifikasi. Ratifikasi oleh Pemerintah Indonesia menjadi syarat utama pemanfaatan Perjanjian RCEP di Indonesia.
RCEP memiliki arti yang signifikan bagi ekonomi Indonesia. Sebesar 72% aliran investasi asing yang masuk ke Indonesia berasal dari negara anggota RCEP. Melalui RCEP, Indonesia juga akan mendapatkan akses pasar tambahan dari Cina, Korea dan Jepang untuk produk-produk di sektor perkebunan, pertanian, otomotif, elektronik, kimia, makanan, minuman, mesin dan kehutanan.
“Berlakunya RCEP, perdagangan terbesar di regional terbesar, diharapkan ini memberikan dukungan terhadap pasar modal,” pungkas Menko Airlangga.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (ltg/fsr/*)
PIMPIN: Kapolda Sumut Irjen Pol R Z Panca Putra Simanjuntak memimpin upacara kenaikan pangkat di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Sabtu (1/1).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 447 personel Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) naik pangkat setingkat lebih tinggi. Adapun mereka, terdiri dari 135 perwira, 229 bintara, 57 tamtama, dan 26 Aparatur Sipil Negara (ASN).
PIMPIN: Kapolda Sumut Irjen Pol R Z Panca Putra Simanjuntak memimpin upacara kenaikan pangkat di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Sabtu (1/1).
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, yang memimpin langsung upacara kenaikan pangkat tersebut di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Sabtu (1/1) lalu.
Panca bertindak selaku Inspektur Upacara yang dihadiri Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto, PJU, dan personel Polda Sumut.
Panca mengucapkan selamat kepada para personel yang naik pangkat setingkat lebih tinggi.
“Selamat atas kenaikan pangkatnya. Jaga nama baik Polri. Setelah ini, kembali kepada keluarga dan ucapkan terima kasih,” imbau Panca.
Panca pun menegaskan, kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi tentunya harus membuat personel lebih bertanggung jawab lagi dalam menjalankan tugas.
“Mari bersama-sama menjaga nama baik Polri, khususnya Polda Sumut,” ajaknya lagi.
Dia juga menjelaskan, Polri saat ini menjadi urutan ketiga dalam kepercayaan masyarakat, dan dalam meraih prestasi ini, tentulah tidak mudah.
“Semua berkat rekan-rekan yang memiliki perilaku serta cara bekerja yang baik dalam melayani masyarakat. Untuk itu prestasi yang telah diraih harus dijaga sebaik-baiknya,” harap Panca.
Panca meminta, ke depannya organisasi ini harus lebih maju lagi dan lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Selamat bertugas. Bagi yang melaksanakan tugas, segera menyesuaikan,” tegasnya. (dwi/saz)
BERSAMA:
Wali Kota Medan Bobby Nasution diabadikan bersama 13 pejabat eselon 2 yang baru dilantik.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, melantik 13 pejabat eselon 2 pada akhir tahun lalu, tepatnya pada Jumat, 31 Desember 2021, di Kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No 2 Medan. Diketahui, ke-13 nama tersebut merupakan nama-nama pejabat di lingkungan Pemko Medan, yang sebelumnya telah mengikuti proses lelang jabatan yang dibuka sejak awal Desember 2021.
BERSAMA:
Wali Kota Medan Bobby Nasution diabadikan bersama 13 pejabat eselon 2 yang baru dilantik.
Usai melantik para Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemko Medan tersebut, Bobby memerintahkan kepada para pejabat yang dilantik untuk langsung mulai bekerja. Khususnya di awal 2022, semua pejabat yang dilantik diminta untuk segera merealisasikan seluruh program prioritas yang telah ditetapkan Pemko Medan.
“Langsung kerja Semua sama-sama sudah tahu program prioritas Pemko Medan. Langsung realisasikan program-program itu,” ungkap Bobby, didampingi Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, unsur Forkopimda Kota Medan, Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, serta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemko Medan.
Bahkan, usai dilantik, Bobby menginginkan agar para pejabat yang dilantik langsung bekerja dan melihat ke lapangan terkait kondisi atau hasil yang sudah dikerjakan selama ini. Dengan demikian, para pejabat yang dilantik dapat mempelajari langkah cepat yang akan diambil guna mempercapat realisasi program kerja di OPD masing-masing.
“Jika diperlukan, turun langsung ke lapangan. Karena pekerjaan yang tidak pernah di lihat secara langsung, sebaik apapun manajemen yang dilakukan di belakang meja, pasti hasilnya tidak akan sempurna,” tegasnya.
Dalam instruksi tersebut, Bobby juga memberikan penekanan kepada sejumlah OPD, agar dapat meningkatkan kinerja dan pelayanannya terhadap masyarakat. Terkhusus kepada Dinas Kesehatan Kota Medan, dia mengingatkan, agar kepala dinas yang baru dilantik, dapat bekerja maksimal dalam mengoptimalkan penanganan Covid-19 di Kota Medan.
Bobby menegaskan, Dinas Kesehatan Kota Medan harus bekerja ekstra keras untuk mencegah masuknya Covid-19 varian Omicron ke Kota Medan.
“Karena itu Dinas Kesehatan harus bisa bekerja keras dan punya reaksi cepat dalam mencegah virus ini agar tidak masuk ke Medan,” imbaunya.
Terakhir, dia berpesan kepada seluruh pejabat yang dilantik, agar menjalankan amanah yang diberikan ini dengan sebaik-baiknya dan mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Jalankan amanah ini dengan baik, jangan ada korupsi dan pungli, khususnya di OPD yang sering berhubungan dengan pihak ketiga,” tegas Bobby.
Seperti diketahui, adapun para pejabat eselon 2 yang dilantik, yakni Khoiruddin sebagai Kepala Dinas Sosial, Baginda P Siregar sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Laksamana Putra Siregar sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Topan Obaja Putra Ginting sebagai Kepala Dinas PU, serta Mansursyah sebagai Staff Ahli Wali Kota Medan Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan.
Selain itu, ada nama Rakhmat Adi Syahputra Harahap sebagai Kepalam Satpol PP, Benny Iskandar Nasution sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menegah (UMKM), Syamsul Arifin Nasution sebagai Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, Arrahman Pane sebagai Kepala Dinas Kominfo, Benny Sinomba Siregar sebagai Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), Taufik Ririansyah sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Ferri Ichsan sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Muhammad Ali Sipahutar sebagai Sekertaris DPRD.
Pantauan Sumut Pos, pelantikan ke-13 pejabat eselon 2 lingkup Pemko Medam tersebut, berlangsung dengan lancar. Pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Medan yang kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dan janji jabatan, serta pelantikan oleh Wali Kota Medan.
Usai dilantik, Kepala SatPol PP Kota Medan, Rakhmat Adi Syahputra Harahap mengatakan, dia siap mengemban amanah yang dipercayakan Wali Kota Medan kepadanya. Selain itu, lanjutnya, sebagai OPD yang bertugas untuk menegakkan Perda Kota Medan, SatPol PP Kota Medan juga siap berkoordinasi dengan OPD-OPD lainnya.
Sementara itu, Arrahman Pane yang baru saja dilantik sebagai Kepala Dinas Kominfo Kota Medan, juga mengaku siap berkoordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, guna merealisasikan program kerja yang ada di Dinas Kominfo Kota Medan.
“Khususnya kepada rekan-rekan media atau wartawan, kami siap berkolaborasi. Sebab saat ini, Dinas Kominfo memang menjadi OPD yang ditugaskan untuk berkoordinasi dengan rekan-rekan media. Mohon dukungan dari teman-teman media,” pungkasnya. (map/saz)
DISDUKCAPIL: Suasana Disdukcapil Kota Medan yang sepi. Disdukcapil Kota Medan saat ini membuka layanan secara online untuk menghindari pandemi Covid-19. istimewa/SUMUT POS.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hal itu dilakukan, dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan adminduk yang cepat, mudah, sederhana, dan pasti, melalui Perwal No: 58/2021, tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda No: 3/2021, tentang Penyelenggaraan Adminduk.
Disdukcapil Kota Medan.
“Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar memiliki seluruh dokumen kependudukan yang ditetapkan. Tidak ada lagi beban-beban biaya yang harus dipikul oleh masyarakat, sehingga dapat memberatkan masyarakat,” ungkap Plt Kepala Disdukcapil Kota Medan, Zulkarnain, Kamis (30/12) lalu, terkait Refleksi Akhir Tahun 2021 dan Kebijakan Pokok 2022 Disdukcapil Kota Medan.
Untuk itu, Zulkarnain yang merupakan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan, mengatakan, Disdukcapil Kota Medan akan melakukan berbagai kebijakan lainnya untuk ditempuh. Satu di antaranya, pengadaan sarana pelayanan adminduk berupa kendaraan roda 2 pelayanan keliling adminduk di 21 kecamatan. Dengan demikian, petugas pelayanan kecamatan bisa lebih responsif dalam melakukan pelayanan ‘jemput bola’.
Menurutnya, petugas Disdukcapil Kota Medan akan ‘door to door’ untuk melayani keluarga-keluarga yang punya keterbatasan, sehingga tidak bisa datang langsung.
“Sekaligus, petugas nantinya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” tuturnya.
Dia juga menjelaskan, Disdukcapil Kota Medan segera membuka pelayanan adminduk di kelurahan-kelurahan. Sebagai tahap awal, layanan akan dibuka di 40 kelurahan. Hal ini dilakukan, agar masyarakat dapat lebih mudah dalam mendapatkan pelayanan adminduk, yakni cukup datang ke kelurahan.
“Yang paling pokok ke depan adalah menjaga integritas petugas pelayanan, yakni jangan melakukan pungutan liar (pungli),” tegas Zulkarnain.
Zulkarnain juga mengatakan, sepanjang 2021, Disdukcapil Kota Medan telah memperoleh sejumlah penghargaan, di antaranya Sertifikat ISO 9001 tentang Manajemen Mutu, Sertifikat ISO 27001 tentang Security System, dan Sertifikat ISO 37001 tentang Anti Penyuapan.
“Pelayanan Daring SIBISA juga secara nasional dinilai cukup berhasil dengan keberhasilan Pemko Medan meraih penghargaan Smart Governance,” imbuhnya.
Buka Layanan Tambahan Kepengurusan hingga Pukul 20.00 WIB
Zulkarnain pun menjelaskan, tak cuma menghapus denda keterlambatan kepengurusan, pihaknya mulai hari ini, akan membuka jam pelayanan tambahan di Kantor Disdukcapil Kota Medan hingga pukul 20.00 WIB.
“Mulai Senin nanti (hari ini, red), jam pelayanan di Kantor Disdukcapil Medan ditambah, akan kita buka sampai jam 8 malam. Tujuannya agar masyarakat yang pulang kerja sore, masih bisa mengurus kebutuhan dokumen kependudukannya ketika pulang kerja, sebelum pulang ke rumah,” jelasnya, seraya menambahkan, di 2022 ini, tema pelayanan publik Disdukcapil Kota Medan adalah Dukcapil Digital.
Sasarannya, lanjutnya, agar pemanfaatan pelayanan daring/online dapat lebih luas lagi di tengah-tengah masyarakat, guna mendapatkan pelayanan yang sederhana, mudah, cepat, dan pasti, tanpa perlu tatap muka. Selama ini, sarana dan prasarana pelayanan daring dinilai sudah cukup baik tanpa hambatan yang berarti.
Untuk memperkuat sistem pengendalian manajemen, menurut Zulkarnain, Disdukcapil Kota Medan juga sudah mulai menerapkan pemberian tanda terima secara elektronik. Setiap pendaftaran adminduk oleh pemohon langsung masuk ke data center pimpinan, sehingga secara langsung dapat dimonitor proses penyelesaiannya secara tepat waktu. Dia pun menjelaskan, Disdukcapil Kota Medan sudah mencanangkan sebagai kawasan Zona Integriras menuju WBK dan WBBM.
“Jadi sasaran Disdukcapil di 2022 adalah ‘Medan Sadar Adminduk 2022’,” kata Zulkarnain.
Di samping itu, lanjut Zulkarnain, kerja sama pemanfaatan data dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan lembaga pelayanan publik lainnya, juga terus diperluas, sehingga dapat dimanfaatkan untuk validasi/ferifikasi data penduduk berbasis individu.
“Sehingga sangat berguna mendukung program-program pelayanan publik lainnya, seperti vaksinasi Covid-19, program subsidi sosial, dan lainnya,” pungkasnya. (map/saz)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperpanjang status kebencanaan pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) di Tanah Air. Keputusan itu ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 24 Tahun 2021 tentang Penetapan Status Faktual Pandemi Covid-19 di Indonesia yang ditetapkan pada 31 Desember 2021.
“Menetapkan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang merupakan global pandemic sesuai pernyataan World Health Organizalion (WHO) secara faktual masih terjadi dan belum berakhir di Indonesia,” demikian disebutkan dalam Keppres tersebut yang diunduh dari laman Kementerian Sekretariat Negara Jakarta, Minggu (2/12).
Status pandemi Covid-19 telah berlaku sejak 13 April 2020 berdasarkan Keppres Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Covid-19 sebagai Bencana Nasional. Karena itu, dengan status pandemi tersebut, maka menurut Keppres, pemerintah melaksanakan kebijakan di bidang keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan berdasarkan tiga landasan hukum, yaitu:
Pertama, Undang-undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19 dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan menjadi Undang-Undang;
Kedua, UU yang mengatur mengenai anggaran pendapatan dan belanja negara setelah melalui proses legislasi dengan DPR RI termasuk dalam rangka menyetujui pengalokasian anggaran serta penentuan batas defisit anggaran guna penanganan pandemi Covid-19 beserta dampaknya, dan setelah mendapatkan pertimbangan dari DPR;
Ketiga, peraturan perundang-undangan terkait lainnya. Selain itu dalam rangka penanganan, pengendalian, dan/atau pencegahan pandemi Covid-19 beserta dampaknya khususnya di bidang kesehatan, ekonomi, dan sosial, menurut keppres tersebut, pemerintah dapat menetapkan bauran kebijakan melalui penetapan skema pendanaan antara pemerintah dengan badan usaha yang bergerak di bidang pembiayaan pelayanan kesehatan dan skema lainnya.
Dalam Keppres tersebut, pemerintah menyebut sudah mempertimbangkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 37/PUU-XVIII/2020 yang menegaskan pentingnya pernyataan dari Presiden atas status faktual pandemi Covid-19 di Indonesia perlu diberikan kepastian hukum mengenai belum berakhirnya pandemi Covid-19. Dalam putusannya pada 28 Oktober 2021 disebutkan MK memutuskan UU Covid-19 (UU Nomor 2 Tahun 2020) hanya berlaku selama status pandemi Covid-19 belum diumumkan berakhir oleh Presiden dan paling lama hingga akhir tahun ke-2 sejak UU Covid-19 diundangkan.
Sementara, Pakar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam menyebut, Indonesia masih berada dalam fase bencana Covid-19. Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengakhirinya. “Kita banyak belajar dari Covid-19 ini, bahwa ternyata memang ketahanan kesehatan kita sangat lemah. Permasalahan kesehatan yang muncul di tahun 2022 juga dipengaruhi berbagai faktor pendukung,” tutur Prof Ari dalam keterangan tertulis, Minggu (2/1).
Faktor pendukung yang dimaksud antara lain keterbatasan big data, bahan baku obat, reagen dan alat kesehatan yang sebagian besar masih impor, kekurangan dokter di daerah karena distribusi dokter umum, spesialis dan subspesialis yang tidak merata di Tanah Air. Belum lagi kemunculan varian Omicron yang menjadi kekhawatiran dunia. Dokter spesialis penyakit dalam ini mengatakan hampir 1 bulan setelah pertama kali dilaporkan, sudah 78 negara yang menyampaikan keberadaan Omicron di negaranya melalui platform GISAID dan lebih cepat dari penyebaran Delta.
Ada beberapa cara menekan penyebaran Covid-19, khususnya dengan transformasi kesehatan untuk menekan risiko terjadinya gelombang ketiga. “Vaksin merah putih harus terus didukung agar sesuai dengan peta jalan yang telah dibuat, diharapkan vaksin merah putih sudah menjalani uji klinik pada pertengahan tahun 2022, sehingga pada akhir tahun 2022, masyarakat Indonesia bisa mendapatkan vaksin produksi dalam negeri,” jelasnya.
Karantina dari Luar Negeri 14 Hari
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Keputusan Ketua Satgas Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina dan Kewajiban RT-PCR Bagi Warga Indonesia atau Pelaku Perjalanan Luar Negeri. Aturan tersebut ditandatangani Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto yang juga menjabat Ketua Satgas Penanganan Covid-19.
Dalam peraturan tersebut menetapkan pintu masuk ke wilayah lndonesia bagi Warga Negara lndonesia (WNI) yang melakukan perjalanan luar negeri, melalui bandara udara Soekarno Hatta, Banten; Juanda, Jawa Timur dan Sam Ratulangi, Sulawesi Utara. Sementara itu, pelabuhan laut melalui Batam, Kepulauan Riau; Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dan Nunukan, Kalimantan Utara.
Kemudian, pos lintas batas negara melalui Aruk, Kalimantan Barat; Entikong, Kalimantan Barat dan Motaain, Nusa Tenggara Timur. Setibanya di Indonesia, WNI yang pulang dari luar negeri diwajibkan menjalani karantina selama 14 hari. “Warga Negara lndonesia pelaku perjalanan luar negeri wajib melakukan karantina dengan ketentuan, karantina dengan jangka waktu 14 x 24 jam dari negara maupun wilayah asal kedatangan dengan sejumlah keriteria,” kata Suharyanto dalam surat edarannya, Minggu (3/12).
Tetapi WNI yang juga pulang dari perjalanan luar negeri, harus mengonfirmasi transmisi komunitas varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529. Kemudian, secara geografis berdekatan dengan negara transmisi komunitas kasus varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.529; dan jumlah kasus konfirmasi SARS-CoV-2 B.1.1.529 lebih dari 10.000 kasus.
Sementara itu, karantina dengan jangka waktu 10 x 24 jam dari negara maupun wilayah asal kedatangan selain dari negara yang memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud pada diktum kedua angka 1. Menurut Suharyanto, pelaksanaan karantina harus mengikuti Surat Edaran yang diterbitkan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19. “Pelaku perjalanan luar negeri melakukan karantina di tempat akomodasi karantina terpusat sebagaimana dimaksud yang pelayanannya mencakup penginapan, transportasi, makan, dan biaya RT-PCR,” ungkap Suharyanto.
Pemerintah juga telah menetapkan sejumlah lokasi karantina untuk masing-masing area pintu masuk (entry point) perjalanan luar negeri. DKI Jakarta di Wisma Atlet Pademangan, RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Rusun Nagrak Cilincing, dan Rusun Pasar Rumput Manggarai. Surabaya, Jawa Timur Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Timur, Balai Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kementerian Agama Surabaya, Hotel Vini Vidi Vici, Hotel Grand Park Surabaya, Hotel Sahid, Hotel 88 Embong Malang, Hotel BeSS Mansion, Hotel Zest Jemursari, Hotel Bisanta Bidakara, Hotel Fave Hotel Rungkut, Hotel Life Style Hotel, Hotel Delta Sinar Mayang Sidoarjo, Hotel Zoom Jemursari, Hotel 88 Kedungsari, Hotel 88 Embong Kenongo, Hotel Pop Stasiun Kota, Hotel Pop Gubeng, dan Hotel Cleo Jemursari.
Sementara itu Manado, Sulawesi Utara Asrama Haji Tuminting dan Badiklat Maumbi. Batam, Kepulauan Riau: Rusun BP Batam, Rusun Pemerintah Kota Batam, Rusun Putra Jaya, Asrama Haji, dan Shelter Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI).
Kemudian Tanjung Pinang, Kepulauan Riau Rumah Perlindungan Trauma Center (RTPC) Tanjung Pinang dan Shelter Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Nunukan, Kalimantan Utara: Rusunawa Pemerintah Daerah Nunukan.
Entikong, Kalimantan Barat Gedung Terminal Barang Internasional (TBI) Entikong, Unit Latihan Kerja Indonesia (ULKI), dan Gedung Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Entikong. Selanjutnya, Aruk, Kalimantan Barat Gedung Diklat Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Asrama Haji Kota Sambas, Wisma Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, dan Asrama Brimob. Terakhir Motaain, Nusa Tenggara Timur Rusun Yonif RK 744/SYB. “Tempat akomodasi karantina lainnya yang ditetapkan oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah berdasarkan rekomendasi dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19,” papar Suharyanto.
Suharyanto menyebut, tempat karantina terpusat bagi WNI sebagaimana dimaksud hanya diperuntukan bagi WNI Pelaku Perjalanan Luar Negeri, Pekerja Migran lndonesia yang kembali ke lndonesia untuk menetap minimal 14 hari di lndonesia. Kemudian, pelajar atau mahasiswa yang kembali ke lndonesia setelah menamatkan pendidikan atau melaksanakan tugas belajar di luar negeri. “Pegawai Pemerintah yang kembali ke lndonesia setelah melaksanakan perjalanan dinas ke luar negeri dan perwakilan Indonesia dalam ajang perlombaan atau festival tingkat internasional,” tandasnya. (jpc/dtc)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar Operasi Lilin 2021 guna mengamankan Natal dan Tahun Baru 2022. Operasi ini digelar pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.
TINJAU: Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra, bersama Irwasum Polri Komjem Polri Agung Budi Maryoto, mengecek Pos Pam Nataru di Medan.istimewa/sumut pos.
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan menyampaikan, dalam pelaksanaan Operasi Lilin 2021, tren jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat dibanding tahun 2020 lalu. Tercatat hingga hari kesembilan ada 772 angka kecelakaan terjadi pada Operasi Lilin 2021.
“Pada Operasi Lilin 2020, tercatat 529 angka kecelakaan. Angka ini meningkat sebesar 31 persen,” kata Ramadhan dalam keterangannya, Minggu (3/1).
Meskipun angka kecelakaan meningkat, angka kematian karena kecelakaan pada Operasi Lilin 2021 mengalami penurunan sebesar 19 persen. Pada Operasi Lilin 2020, angka meninggal dunia tercatat sebanyak 88 orang. Sementara pada operasi lilin 2021, ada 74 orang meninggal dunia. “Angka luka berat pada Operasi Lilin 2021 dan Operasi Lilin 2020 sama yaitu 74 orang,” ucap Ramadhan.
Sementara angka luka ringan pada 2021 mengalami penurunan sebesar 10 persen dibanding 2020. Pada 2021 tercatat 990 orang luka ringan dan 2020 ada 1.091 orang.
Untuk angka pelanggaran lalu lintas, pada Operasi Lilin 2021 sebanyak 8.930 kendaraan diberi tindakan penilangan. Angka ini meningkat sebesar 58 persen dibanding operasi lilin 2020 dimana sebanyak 3.768 kendaraan ditilang.
Peningkatan juga terjadi terkait teguran pelanggaran lalu lintas. Pada operasi lilin 2021, sebanyak 68.572 kendaraan mendapatkan teguran. Sementara pada operasi lilin 2020 sebanyak 20.395 kendaraan mendapatkan teguran.
Ramadhan menambahkan, untuk tren gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat juga mengalami peningkatan sebesar 18 persen. Dia menuturkan, dari lima kejahatan yang menonjol pada operasi lilin 2021, yang meningkat yakni pencurian dengan pemberatan.
Tercatat pada operasi lilin 2021 terjadi 603 kasus pencurian dengan pemberatan. Sedangkan pada operasi lilin 2020 terjadi 545 kasus pencurian dengan pemberatan. “Kasus kejahatan narkotika, penggelapan dan kejahatan dunia maya mengalami penurunan. Sementara kasus pencurian kendaraan motor (curanmor) angkanya sama,” tandas Ramadhan.
Hari Ini, 7 Pos Check Point dan 8 Pospam Tutup
Terhitung mulai Senin (3/1) dini hari pukul 00.00 WIB, Pemko Medan menutup 15 posko terdiri dari 7 pos check point dan 8 pos pengamanan (Pospam) yang beroperasi selama Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kepada Sumut Pos, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis SSiT MT mengatakan, pihaknya bersama SatPol PP, Dinas Kesehatan Kota Medan dan TNI/Polri tidak lagi memfungsikan 15 posko yang didirikan, baik di wilayah perbatasan maupun di tengah Kota Medan.
“Hari ini (kemarin), tepatnya sampai Pukul 24.00 WIB nanti, merupakan hari terakhir beroperasinya 7 pos check point dan 8 pos pengamanan di Kota Medan. Sesuai yang dijadwalkan, posko-posko itu hanya beroperasi selama Nataru, tepatnya sejak 24 Desember (2021) sampai 2 Januari (2022),” ucap Iswar kepada Sumut Pos, Minggu (2/1).
Dengan demikian, kata Iswar, mulai hari ini tidak ada lagi pemeriksaan kesehatan ataupun vaksinasi di posko-posko tempat seperti yang dilakukan selama Libur Nataru. “Berakhirnya masa Libur Nataru ini membuat kita kembali mengacu kepada aturan yang ada. Apalagi besok (hari ini) merupakan hari kerja seperti biasa. Sesuai Inmendagri, Ingubsu dan SE Wali Kota Medan, saat ini Kota Medan ada di Level 1. Maka tentu kita akan menyesuaikan dengan aturan PPKM Level 1,” ujarnya.
Namun begitu, pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat tetap membatasi mobilitasnya apabila tidak ada kegiatan yang bersifat penting. “Kita tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada, tidak perlu lah berpergian bila bukan untuk urusan yang wajib atau penting. Kita minta masyarakat untuk tetap mematuhi prokes,” katanya.
Malam Tahun Baru Kondusif
Tak cuma itu, Iswar juga memastikan bahwa rencana pembatasan kegiatan masyarakat di malam pergantian tahun berjalan dengan lancar. Ditutupnya 109 ruas jalan di Kota Medan mulai 31 Desember 2021 Pukul 19.00 WIB hingga 01 Januari 2022 Pukul 06.00 WIB, membuat mobilitas masyarakat di Kota Medan menurun secara signifikan. “Alhamdulillah, penutupan jalan yang dilakukan di malam pergantian tahun berjalan lancar. Kita lihat, mobilitas kendaraan memang menurun drastis,” tutur Iswar.
Bahkan untuk jalan menuju pusat kota tampak cukup lengang, meskipun masih ada saja yang tampak berusaha untuk datang ke kawasan Lapangan Merdeka Kota Medan. Namun, pihak kepolisian dan Satpol PP langsung membubarkan warga yang datang. Tak cuma itu, kendaraan yang masih terparkir di kawasan lapangan Merdeka juga diminta untuk segera pergi dan meninggalkan kawasan itu.
“Malam pergantian tahun berjalan dengan kondusif. Tidak terpantau adanya kerumunan di tengah kota, sebab akses-akses menuju inti kota juga sudah ditutup saat itu,” pungkasnya.
Mobil Pribadi Padati Kota Tebingtinggi
Di hari terakhir masa libur Tahun Baru 2022, mobil pribadi terlihat memadati Kota Tebingtinggi, khususnya yang melintas hendak menuju wilayah Kota Medan. Arus kepadatan mobil pribadi terjadi di perempatan lampu merah Jalan Sudirman dan Jalan Ahmad Yani Kota Tebingtinggi, Minggu sore (2/1).
Kemacatan juga ditambah dengan tidak teraturnya mobil parkir sepanjang Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sudirman, banyak pengendara mobil pribadi yang memakitkan kenderaan untuk membeli oleh-oleh ataupun sedang beristrirahat untuk makan.
Tampak Petugas Polantas Polres Tebingtinggi yang melakukan pengaturan arus lalulintas dari dua arah. Untuk kepadatan kenderaan masih didominasi kenderaan pribadi, sedangkan pengemudi sepeda motor belum tampak ramai memadati jalan jalan di Tebingtinggi.
Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Doraria Simanjuntak mengatakan, sampai saat ini tepatnya puncak arus balik libur tahun baru 2022 belum ada kemacaetan yang berarti di wilayah Kota Tebingtinggi, hanya saja memang ada kepadatan kenderaan khususnya mobil pribadi yang memasuki Tebingtinggi dengan tujuan menuju Medan. “Mengantisipasi kemacetan puncak arus balik yang dimungkinkan terjadi nanti malam, kita sudah mempersiapkan personel Polantas yang akan mengurai kemacetan. Karena apabila macet di inti kota, arus lalulintas bisa kita alihkan ke jalan alternatif,” jelasnya.
Kepada petugas parkir, AKP Doraria meminta untuk mengatur parkir kenderaan dengan rapi sesuai tanda tanda rambu lalulintas yang ada agar tidak terjadi kemacetan. “Bagi pengendera juga diminta untuk mematuhi peraturan lalulintas, untuk mengurangi resiko kecelakaan, apabila lelah silahkan untuk beristirahat ditempat yang sudah disiapkan seperti pos pam,” harapnya.
Sedangkan untuk mengantisipasi kemacetan di pintu Tol Tebingtinggi menuju Medan, petugas Polantas juga dipersiapkan dilapangan untuk mengatur arus lalulintas, apabila terjadi kemacetan panjang, petugas Polantas akan memberlakukan sistem counteplow (buka turup).
Salah seorang pengemudi, Riono (45) yang akan menuju Kota Medan mengatakan tidak ada kemacetan di Tebingtinggi yang cukup lama, hanya hitungan menit, dikarenakan mobil pribadi turun dan melintasi Tebingtinggi untuk pulang ke Medan. “Padat nerayap, tidak macet total, kenderaan masih jalan dalam kondisi lambat,” bilang Riono yang baru pulang liburan dari Parapat. (jpc/map/ian)
PASCABANJIR
Suasana pascabanjir bandang yang menerjang beberapa desa di Kecamatan Batang Lubu Sutam Kabupaten Padang Lawas (Palas), Jumat (31/12). Bupati Palas menetapkan status darurat bencana hingga 14 hari ke depan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofosika (BMKG) memprediksi, dalam tiga hari ke depan, wilayah Sumatera Utara (Sumut) masih diguyur hujan debgan kapasitas ringan hingga lebat. Hal itu dikatakan Prakirawan BMKG Wilayah 1 Medan, Defri Mandoza kepada Sumut Pos di Medan, Minggu (2/1).
PASCABANJIR Suasana pascabanjir bandang yang menerjang beberapa desa di Kecamatan Batang Lubu Sutam Kabupaten Padang Lawas (Palas), Jumat (31/12). Bupati Palas menetapkan status darurat bencana hingga 14 hari ke depan.
“Potensi hujan tersebut, umumnya terjadi pada siang hingga malam hari,” ujarnya.
Dijelaskannya, secara umum arah angin bergerak dari Timur Laut-Timur dengan kecepatan 02-15 kt. Kelembaban berkisar antara 68 -95 persen. “Terdapat belokan angin di wilayah Sumut dan pertemuan angin di wilayah Pantai Barat bagian selatan Sumut yang menyebabban pertumbuhan awan di wilayah tersebut,” paparnya
Defri menambahkan, BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Sumut, terutama di wilayah pegunungan, Lereng Barat dan Pantai Barat, seperti di Samosir, Toba, Simalungun, Deliserdang, Kepulauan Nias, Tapanulitengah (Tapteng), Tapanuli Utara (Taput), Mandailingnatal (Madina), Tapanuliselatan (Tapsel), Humbanghasundutan (Humbahas), Medan dan sekitarnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat Sumut, agar waspada terhadap banjir dan longsor. “Di beberapa wilayah di Sumut termasuk Medan sangat rentan terhadap banjir bagi dataran rendah dan pesisir pantai, serta longsor bagi wilayah dataran tinggi, sehingga kita mengimbau warga tetap waspada jika bepergian keluar rumah,” pesannya.
Palas Tanggap Darurat Banjir Bandang
Sementara, Pemkab Padang Lawas (Palas) menetapkan status tanggap darurat bencana setelah wilayah Kecamatan Batang Lubu Sutam diterjang banjir bandang, Jumat (31/12) malam pukul 21.30 WIB. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, Bupati Padang Lawas, Ali Sutan Harahap, menetapkan status tersebut melalui surat keputusan nomor 360/001/KPTS/2022 yang berlaku selama 14 hari.
“Status tanggap darurat ini terhitung mulai 1 Januari hingga 14 Januari 2022,” kata Abdul, Sabtu (1/1).
Pascakejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Lawas masih melakukan penanganan darurat dan pendataan di lapangan. Perkembangan terkini, BPBD setempat masih mencatat rumah hanyut 12 unit dan ponpes rusak berat 1 unit. “BPBD dibantu TNI, Polri, warga, dan aparat desa, melakukan pencarian dan penyelamatan warga. Belum ada laporan terkait korban jiwa dan data jumlah warga yang mengungsi,” terangnya.
Sebanyak 15 desa di Kecamatan Batang Lobu Sutam, Kabupaten Padang Lawas terdampak banjir bandang yang membawa material kayu ini. Desa terdampak yaitu Desa Tanjung Baru, Muara Malinto, Tandolan, Siadam, Tamiang, Pasar Tamiang, Tanjung Barani, Manggis, Pinarik, Siojo, Paran Manggis, Huta Nopan, Tangga Batu, Paran Dolok dan Ark Sorik.
“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga,” kata Abdul.
“Prakiraan cuaca pada malam hari terpantau berpotensi hujan ringan, sedangkan pada Minggu (2/2) berpotensi hujan sedang. Kondisi ini dapat berpengaruh terhadap banjir susulan maupun upaya pencarian dan penyelamatan di lapangan,” imbuhnya.
Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Toba
Banjir bandang juga menerjang sejumlah desa di dua kecamatan di Kabupaten Toba, yakni Kecamatan Bonatualunasi dan Kecamatan Porsea. Banjir menggenangi persawahan, perumahan, dan jalanan di sepanjang jalinsum sekitar 4 kilometer. Kawasan yang terendam banjir ini berada di pinggiran sungai.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, hingga saat ini jumlah rumah yang terendam banjir belum bisa dipastikan. Pihak kepolisian sudah berada di lokasi dan mulai membantu masyarakat yang tergenang banjir.
Banjir tersebut berada di Desa Patane Porsea 1 dan Desa Lumban Manurung Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (31/12) pada pukul 22.30 WIB.
Banjir bandang tersebut disebabkan karena hujan deras selama 5 jam yang terjadi di wilayah Kabupaten Toba sejak Jumat (31/12/2021) hingga terjadi banjir. Ketinggian air mencapai 1,5 meter sehingga arus lalu lintas macet dan sejumlah desa terdampak.
Desa yang terdampak Banjir untuk di Kecamatan Bonatua Lunasi ada di Desa Silamosik II, Desa Lumban Sangkalan, dan Desa Harungguan
Sedangkan untuk di wilayah Kecamatan Porsea terdapat di Desa Silamosik I, Desa Simpang Siguragura, Desa Patane I dan Desa Patane II.
Setelah mendapat informasi dari masyarakat, pihak kepolisian langsung turun ke lokasi terjadinya banjir dan membantu masyarakat untuk mengatasi banjir yang menimpa Desa Silamosik.
Sementara itu, Kapolsek Lumban Julu AKP Robinson Sembiring menyampaikan penyebab banjir tersebut.
Banjir terjadi akibat meluapnya anak sungai di desa Lumban Sangkalan selanjutnya mengakibatkan meluapnya air ke Desa Harungguan dan Desa Silamosi II yang berada di Kecamatan Bonatualunasi. Selanjutnya, air meluap ke wilayah Kecamatan Porsea antara lain di Desa Silamosik I, Desa Simpang Siguragura, Desa Patane I, dan Desa Patane II.
Akibat banjir tersebut, sejumlah rumah warga tergenang. Namun pihak kepolisian belum bisa memastikan jumlah rumah yang terendam banjir. (dwi/bbs)
VAKSIN ANAK: Seorang anak usia 6-11 tahun disuntik vaksin Covid-19 di RS USU, baru-baru ini. M IDRIS/SUMUT POS.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun telah digelar di RS USU selama dua hari, Kamis (30/12) dan Jumat (31/12). Sebanyak 2.000 dosis vaksin Sinovac disiapkan. Namun begitu, Kota Medan sebetulnya belum termasuk daerah di Sumut untuk kegiatan vaksinasi kelompok anak, lantaran cakupan vaksinasinya belum cukup pada saat itu.
VAKSIN ANAK: Seorang anak usia 6-11 tahun disuntik vaksin Covid-19 di RS USU, baru-baru ini. M IDRIS/SUMUT POS.
Persyaratan vaksinasi bagi kelompok anak usia 6-11 tahun, yaitu kabupaten/kota telah mencapai cakupan lebih dari 70 persen untuk dosis pertama. Kemudian, cakupan vaksinasi pada kelompok lanjut usia (lansia) mencapai lebih dari 60 persen.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Utara, dr Yazid Dimyati mengatakan, kegiatan vaksinasi tersebut merupakan program dari Pengurus Pusat IDAI. Diakuinya, jika melihat target capaian vaksinasi Kota Medan belum diperbolehkan lakukan vaksinasi anak.
“Memang betul di Medan belum boleh lakukan vaksinasi anak umur 6-11 tahun, dan vaksinasi ini ada kriterianya. Akan tetapi, ada juga hal-hal yang diizinkan untuk mengharuskan kabupaten/kota segera melakukan vaksinasi (anak usia 6-11 tahun). Jadi kalau angka vaksin belum cukup tapi kepentingannya sangat darurat itu bisa. Selama angka persen belum tercapainya vaksinasi tidak beda jauh,” kata Yazid baru-baru ini.
Yazid juga mengaku, kegiatan vaksinasi ini sudah diuji klinis dari berbagai bidang ahlinya. Karena itu, pihaknya memutuskan untuk melaksanakan di RS USU. “Tentu pelaksanaan vaksin ini atas izin dari para pakar dan telah berkoordinasi dengan baik. Karenanya, kecil kemungkinan ada kejadian hal-hal yang tak diinginkan,” ujarnya.
Menurut dia, vaksinasi tersebut termasuk dalam program imunisasi pada umumnya. “Alhamdulillah kita bisa lakukan vaksinasi atau imunisasi Covid-19 terhadap anak. Program ini sudah lama sebenarnya dilakukan, hanya saja ini bersifat spesial karena relatif baru,” ucapnya.
Yazid menargetkan, vaksinasi anak usia 6-11 tahun dapat dilakukan sebanyak mungkin. Artinya, tidak hanya di Medan tetapi juga seluruh daerah di Sumut. “Sebanyak-banyaknya kalau bisa seluruh anak bukan hanya Kota Medan, tapi seluruh daerah di Sumut mendapatkan vaksinasi tersebut,” tandasnya.
Sementara itu, Tim Satgas Covid-19 Sumut yang juga dokter spesialis anak, Inke Lubis mengatakan, vaksinasi ini dilakukan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. “Vaksinasi anak ini bukan untuk Kota Medan, tapi diadakannya vaksin anak ini dalam rangka peresmian pelaksanaan di 16 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara,” kata Inke.
Dia menyatakan, peserta vaksinasi selama dua hari ini bukanlah penduduk Kota Medan. “Memang betul Kota Medan belum diizinkan vaksinasi (anak usia 6-11 tahun), sehingga dalam pendaftaran vaksinasi yang dilakukan secara online kita pastikan berdasarkan Kartu Keluarga mereka bukan berdomisili Medan,” ujarnya.
Inke berharap, daerah di Sumut yang belum bisa melakukan vaksinasi kelompok anak tersebut agar segera mengejar capaian target vaksinasinya. “Target daerah yang boleh vaksin anak umur 6-11 tahun itu, apabila cakupan vaksin lansia mencapai 60 persen dan umum 70 persen. Mudah-mudahan dalam waktu seluruh kabupaten/kota Sumut sudah bisa melaksanakan vaksinasi anak 6-11 tahun,” tukasnya.
Terpisah, Humas RS USU Muhammad Zeinizen mengatakan, ada 1.750 anak yang telah divaksin Covid-19 dari target 2.000 anak. “Target yang tercapai 85 persen dari 2.000 anak,” kata Zein saat dihubungi melalui seluler.
Zein menyebut, selama dua hari kegiatan tersebut, tidak ada kendala dan laporan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). “Kegiatan berjalan dengan lancar, tidak ada KIPI. Kedepannya, kegiatan vaksinasi anak usia tersebut akan berlanjut tetapi melihat situasi dan kondisinya,” tandas Zein. (ris)
BERSAMA: Manajemen Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk, berfoto bersama saat menggelar ajang apresiasi tertinggi kepada seluruh Perwira Subholding Gas yakni Celebration and Innovation (Celebvation) 2021.sumut pos/istimewa.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk, menggelar ajang apresiasi tertinggi kepada seluruh Perwira Subholding Gas yakni Celebration and Innovation (Celebvation) 2021, atas partisipasi aktif dan kontribusi terhadap berbagai program perusahaan. Pada Celebvation ini, PGN juga sekaligus meluncurkan 2 (dua) program, yaitu Program SUPER dan C-Virals.
BERSAMA: Manajemen Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk, berfoto bersama saat menggelar ajang apresiasi tertinggi kepada seluruh Perwira Subholding Gas yakni Celebration and Innovation (Celebvation) 2021.sumut pos/istimewa.
Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT PGN Tbk, Beni Syarif Hidayat menjelaskan Program SUPER merupakan program pengembangan untuk memperkaya kompetensi pekerja melalui experiential learning sebagai garda terdepan yang dapat mendukung pencapaian target perusahaan di bidang penjualan. Sedangkan Program C-Virals adalah sebuah program pengembangan keterampilan intrapreneurship dengan memfasilitasi ide kreatif dan inovasi pekerja dalam merealisasikan, scaling up dan inkubasi menjadi added value (efisiensi, efektifitas, revenue baru) bagi perusahaan.
“Program SUPER dan C-Virals diharapkan dapat diikuti oleh seluruh Perwira Subholding Gas, sehingga akan menambah pengalaman yang bisa meningkatkan kompetensi untuk mendukung peningkatan daya saing dan nilai tambah bagi perusahaan. Khususnya menjadi sumber kekuatan perusahaan untuk mencapai target di tahun 2022 dan tahun-tahun berikutnya,” ujar Beni.
“Saya juga harap kedua program ini dapat mendorong semangat seluruh perwira sebagai bagian solusi dalam menyongsong era transisi energi,” lanjut Beni.
Celebvation 2021 bertema “Unleashing Innovation, Energizing the Nation”, dengan mengimplementasikan semangat berinovasi sebagai penggerak yang adaptif dalam meraih peluang dan meningkatkan nilai tambah bagi Subholding Gas dan Holding Migas Pertamina Group.
Adapun penghargaan Celebvation tahun ini diberikan kepada Perwira PGN dengan kategori yakni PGN Innovation Award 2021, Corporate Culture Award, The Most Inspiring Leader, The Most Inspiring Co-Worker, The Best Millennials Influencer Video, dan Contributors in Learning & Knowledge Management Program.
Dengan adanya SDM yang memiliki etos kerja yang tangguh, adaptif, dan inovatif, khususnya para millenial, Subholding Gas senantiasa terus berupaya meningkatkan kinerja operasional dan keuangan yang dapat memberikan nilai tambah bagi para stakeholder.
“Selain menjadi ajang memberikan apresiasi dan recognition, melalui Celebvation juga bertujuan untuk meningkatkan motivasi pekerja melalui keterlibatan aktif dan partisipasi pekerja, menumbuhkan antusias pekerja untuk berinovasi dan untuk meningkatkan peran kolaborasi dan sinergi pekerja di lingkungan Subholding Gas melalui implementasi program budaya AKHLAK,” tutup Beni. (rel/ram)