Home Blog Page 2919

Kota Tebingtinggi Terapkan PPKM Level 1 Liburan Nataru, Wali Kota Larang Pesta Kembang Api

RAKOR: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bersama Kapolres Tebingtinggi AKBP Mochammad Kunto Wibisono dan Danramil 13 0204 DS Kapten Inf Budiono saat memimpin rapat kordinasi bahas Nataru di Aula Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Senin (27/12). SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Rapat koordinasi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) menentukan status Kota Tebingtinggi masuk dalam Level 1 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level I dalam menghadapi Tahun Baru (Nataru) 2022.

RAKOR: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bersama Kapolres Tebingtinggi AKBP Mochammad Kunto Wibisono dan Danramil 13 0204 DS Kapten Inf Budiono saat memimpin rapat kordinasi bahas Nataru di Aula Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Senin (27/12). SOPIAN/SUMUT POS.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan berharap kepada semua lintas sektoral untuk tetap menjalin kerja sama yang baik dalam menjalankan PPKM Level I pada liburan Nataru. Hal tersebut disampaikan Umar saat rakor di Aula Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Senin (27/12).

Selain Forkompinda rakor juga dihadiri para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi perangkat daerah (OPD), camat dan lurah se Kota Tebingtinggi.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan juga menyampaikan bahwa ada aturan dan situasi masih pandemi Covid-19. Apalagi ada varian terbaru jenis Omicron kini mulai berkembang.

Menyikapi itu, pemerintah pusat telah memberlakukan PPKM Level 1, Level 2 dan Level 3 di seluruh Negara Republik Indonesia dari tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 3 Januari 2022.

“Untuk Wilayah Kota Tebingtinggi hanya memberlakukan PPKM Level 1. Para pelaku usaha agar memberlakukan protokol kesehatan (prokes) dan operasional sampai pukul 22.00 WIB. Dinas Kesehatan menyiapkan tenaga kesehatan dan dokter dokter harus standby di rumah sakit,” terangnya.

Sedangkan untuk perjalanan ke luar kota agar ditunda dulu selama diberlakukan PPKM oleh pemerintah pusat. Pasar tetap buka dan dibuatkan Posko Covid-19 dan menempatkan gugus tugas dari kecamatan dan kelurahan di posko. Wali kota mengimbau tidak ada pesta kembang api pada malam pergantian tahun baru.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan vaksinasi terhadap anak anak usia 6 sampai 11 tahun 11. Satgas kelurahan dan kecamatan agar ditingkatkan kembali dan datakan masyarakat luar yang masuk ke Kota Tebingtinggi. Saat ini Kota Tebingtinggi masih Zona hijau maka dari itu kita harus tetap mempertahankan,” terangnya.

Sedangkan Kapolres Tebingtinggi AKBP Mohammad Kunto Wibisono mengatakan bahwa pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pada saat menghadapi malam tahun baru. Kami harapkan tidak ada masyarakat yang membuat kerumunan pada saat menghadapi malam pergantian tahun.

“Kita siap melakukan pengamanan kegiatan masyarakat nasrani yang melakukan ibadah di gereja pada malam pergantian tahun baru. Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan lalu lintas dan berkumpulnya masyarakat di Kota Tebingtinggi kita berlakukan pengalihan arus lalu lintas sementara dibeberapa titik lokasi,” jelasnya.

Sedangkan Danramil 13 Tebingtinggi Kapten Inf Budiono menyatakan pada saat pergantian malam tahun baru siap membantu Polres Tebingtinggi dan melibatkan personel Koramil 13 Tebingringgi dalam hal pengamanan malam tahun baru. (ian/azw)

Polmed Tingkatkan Bisnis Pengusaha Tahu di Desa Kolam

PENGABDIAN: Dosen Polmed melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan bisnis pelaku UKM di Desa Kolam, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang belum lama ini.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Politeknik Negeri Medan (Polmed) meningkatkan bisnis pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Desa Kolam, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang belum lama ini. Peningkatan bisnis oleh sejumlah dosen Polmed sebagai bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), dilakukan kepada pelaku usaha pembuat tahu di desa tersebut.

PENGABDIAN: Dosen Polmed melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan bisnis pelaku UKM di Desa Kolam, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang belum lama ini.

Ketua Tim PKM Dina Arfianti Siregar SE MSi mengungkapkan, pelaku UKM ini menghadapi permasalahan utama yaitu mengenai manajemen produksi. Sebab, produksinya mengalami penurunan dalam jumlah bak tahu dan juga kualitas air perasan kedelai. Hal itu karena mesin penggiling kedelai yang selama ini digunakan mengalami penurunan dalam kemampuan kerjanya.

“Kemampuan kerja mesin penggiling kedelai yang dimiliki relatif lambat karena berkapasitas kecil, sehingga kuantitas tidak maksimal. Padahal, jika mesin penggilingan memiliki kapasitas yang lebih besar, maka proses penggilingan akan lebih cepat dan jumlah kedelai yang dapat diigiling akan lebih banyak,” ungkap Dina didampingi anggota tim, Dr Deliana SE Ak MSi CA, Sarjianto ST MT, Cut Nizma SE MSi, dan Dr Ilham H Napitupulu SE MSi Ak CA, Minggu (26/12).

Dina menjelaskan, mengatasi permasalahan yang dihadapi maka dirancang dan dibuat mesin penggiling kacang kedelai dengan kapasitas produksi yang lebih besar. Selanjutnya, mesin tersebut diberikan dan diajarkan pula cara pengoperasiannya serta perawatan. “Dengan adanya mesin penggiling kacang kedelai dengan kualitas yang lebih baik dan kapasitas yang lebih besar, diharapkan produksi yang dihasilkan bisa meningkat dari keadaan sebelumnya,” terang Dina.

Sementara itu, Anggota Tim PKM, Dr Deliana menyebutkan, permasalahan lain juga dihadapi pelaku UKM tersebut yaitu terkait pengelolaan keuangan. Sebab, tidak memiliki kemampuan dalam membuat perhitungan besarnya biaya produksi dan laba yang dihasilkan sehingga tidak mengetahui pasti berapa besarnya keuntungan yang diperoleh dari setiap periode penjualan yang dilakukan. “Pelaku UKM ini masih mencampur keuangan usaha dengan keuangan keperluan rumah tangga. Kemudian, tidak mengetahui secara pasti berapa laba yang sebenarnya diperoleh,” sebut Deliana.

Karena itu, solusi yang dilakukan dengan memberikan pelatihan perhitungan laba usaha dari biaya produksi yang dikeluarkan. “Pelatihan pengelolaan keuangan yang diberikan diharapkan dapat mengetahui besarnya keuntungan dan juga omzet penjualan yang diperoleh setiap hari maupun setiap bulannya,” pungkas Deliana. (ris/azw)

Polsek Airjoman Cek Mobilisasi Vaksin Covid-19

VAKSINASI: Polsek Airjoman mengecek mobilisasi masyarakat untuk vaksinasi di Kabupaten Asahan, Senin (27/12).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Polsek Airjoman mengecek mobilisasi masyarakat untuk vaksinasi di Kabupaten Asahan, Senin (27/12). Pengecekan ini untuk mendukung gerakan pencapaian 70 persen vaksinasi Covid-19.

VAKSINASI: Polsek Airjoman mengecek mobilisasi masyarakat untuk vaksinasi di Kabupaten Asahan, Senin (27/12).

Kegiatan ini dipimpin Kapolsek Air Joman AKP ST Hutagalung didampingi Wakapolsek Iptu M Pakpahan bersama Bhabinkamtibmas Aiptu Mahmuddin dan Aipda M Kodri serta Babinsa Koramil 07/AJ di Aula Kantor Camat Air Joman Kecamatan Airjoman Kabupaten Asahan.

“Kegiatan ini kita lakukan terhadap masyarakat yang belum divaksin, sehingga dapat langsung diberikan vaksin oleh tim tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Airjoman,” ujar Kapolsek Polsek AKP ST Hutagalung.

Kegiatan ini, kata Kapolsek Polsek AKP ST Hutagalung,

terdapat 3 jenis vaksin terdiri dari Sinovac dosis 1 dan 2, Astrazaneca dosis 1 dan 2, Prizer dosis 1 dan 2.

Dia berharap dengan terlaksananya kegiatan dalam percepatan pencapaian 70 persen vaksinasi dapat secepatnya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, khususnya di wilayah Kabupaten Asahan.

Di tempat berbeda, Ketua Satgas Covid-19 Asahan, Surya BSc melalui Juru Bicara Satgas Covid-19, Rahmad Hidayat Siregar kepada awak media mengatakan tak bosan-bosannya terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat asahan agar tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

“Mari kita jaga dan tetap mempertahankan prokes dengan tetap memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya. (dat/azw)

Polsek Prapatjanji Monitor Pelaku Usaha

CEK: Polsek Prapatjanji mengecek pelaku usaha menjelang tahun baru, Senin (27/12).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Polsek Prapatjanji melakukan operasi (Ops) Aman Nusa II Toba 2021, Senin (27/12). Kegiatan ini guna menjaga stabilitas harga serta ketersediaan stok sembako di grosir, supermarket, dan toko.

CEK: Polsek Prapatjanji mengecek pelaku usaha menjelang tahun baru, Senin (27/12).

Dalam kegiatan itu, Kanit Intelkam Polsek Prapatjanji Iptu Ramlan menyambangi Pulungan Grosir di Dsn VIII Desa Mekarsari Timur Kecamatan Buntupane Kabupaten Asahan. “Kepada pemilik toko, grosir dan supermarket, diimbau untuk tidak melakukan penimbunan atau menyetok bahan sembako serta tidak menaikkan harga

Sembako dengan sembarangan di luar HET,”kata Kanit Intelkam Polsek Prapatjanji Iptu Ramlan.

Kanit Intelkam juga mengingatkan kepada pemilik toko, grosir dan supermarket untuk tetap berkoordinasi dengan pihak Polsek Prapatjanji untuk menjaga kondusifitas ketersediaan serta kenaikan harga sembako sehingga tercipta situasi yang kondusif di wilayah hukum Polsek Prapatjanji.

Terpisah, Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH mengharapkan para pelaku usaha dapat mengikuti imbauan yang telah disampaikan oleh Polri untuk tidak melakukan penyetokan atau penimbunan sembako sehingga tidak terjadi kelangkaan.

“Para pelaku usaha juga diimbau agar tidak menaikkan harga sembako dagangannya dengan sembarangan serta turut berperan untuk menyediakan ketahanan sembako,” pesan Kapolres Asahan. (dat/azw)

Bupati Asahan Kunjungi Proyek PLTA Asahan III

PLAKAT: Bupati Asahan H Surya BSc didampingi Kapolres Asahan, dan Dandim Asahan memberikan plakat kepada pihak PLTA Asahan III di Desa Meranti Utara Kecamatan Aek Songsongan, Senin (27/12).ist/SUMUT POS.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan H Surya BSc bersama rombongan mengunjungi proyek Pembangkit Listrik Asahan III di Desa Meranti Utara Kecamatan Aek Songsongan, Senin (27/12). Dalam kunjungan itu, Surya didampingi Kapolres Asahan, Dandim 0208/AS, Danlanal TB/AS dan lainnya.

PLAKAT: Bupati Asahan H Surya BSc didampingi Kapolres Asahan, dan Dandim Asahan memberikan plakat kepada pihak PLTA Asahan III di Desa Meranti Utara Kecamatan Aek Songsongan, Senin (27/12).ist/SUMUT POS.

Manager unit Pelaksana Proyek Pembangunan Pembangkit 6 Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan III Agil Dermawan dalam laporannya menyampaikan proyek PLTA Asahan III hingga saat ini sudah memasuki tahun ke dua dan sesuai Progres harus selesai pada Tahun 2024.

Agil juga menyampaikan Proyek Strategis Nasional yang ada di Desa Meranti Utara ini sampai sekarang berjalan sesuai rencana dan Alhamdulillah tidak mangalami hambatan yang berarti. Harapannya semoga tahun 2024 proyek ini bisa diresmikan.

Agil juga menyampaikan bahwa PLTA Asahan III yang dibangun direncanakan berkapasitas 174 MW merupakan Proyek Strategis Nasional yang nantinya akan dapat meningkatkan reserve Margin di Sumatera Utara menjadi 4,58 %, sehingga akan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Sumatera Utara.

“Dengan beroperasinya PLTA Asahan III akan dapat menurunkan biaya produksi Listrik PLN di Sumatera Utara sebesar Rp72/kWh dari sebelumnya Rp1.593/kWh menjadi Rp1.521/kWh, hal tersebut berpotensi meringankan beban PLN secara korporat dalam biaya penyediaan listrik dengan penghematan sebesar Rp1,9 triliun per tahun,” papar Agil.

Agil juga menjelaskan bahwa PLTA Asahan III yang dibangun terletak di dua kabupaten yaitu Kabupaten Asahan dan Kabupaten Toba Samosir dengan menggunakan sistem ‘run-of-river’ yaitu mengalirkan air dari sungai Asahan untuk dialirkan ke turbin air melalui terowongan yang sedang dibangun sepanjang 8 km.

“Listrik yang dihasilkan PLTA Asahan III ini nantinya akan disalurkan untuk memperkuat sistem kelistrikan di Sumatera Bagian Utara melalui Gardu Induk 275 kV Simangkuk serta meningkatkan bauran energi baru terbarukan sebesar 3,3 persen,” tandas Agil.

Bupati Asahan H Surya BSc dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Forkopimda ini adalah untuh meninjau dan melihat secara langsung pembangunan proyek Asahan III yang merupakan objek vital yang pembangunannya berada di Wilayah Kabupaten Asahan.

Surya berharap pembangunan proyek Asahan III ini dapat berjalan lancar sampai peresmian nantinya. Tentunya, lanjutnya, Forkopimda sangat mendukung proyek strategis nasional ini. “Semoga berjalan lancar dan penyelesaiannya tepat waktu,dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Asahan,” imbuhnya. Dalam kunjungan ini, Bupati Asahan beserta rombongan juga melakukan peninjauan ke Terowongan Pembangunan PLTA Asahan III. (dat/azw)

Pansel Pengisian JPT Pratama, Pemkab Dairi Umumkan Nama Lulus Tiga Besar

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Panitia seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dairi, mengumumkan daftar nama peserta seleksi terbuka yang dinyatakan lulus tiga besar hasil seleksi terbuka tahun 2021.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Dairi, Dapot Hasudungan Tamba melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Mutasi dan Informasi, Martua Simarmata, Minggu (26/12) mengatakan, Pansel sudah mengumumkan daftar nama tiga besar lulus seleksi terbuka mengisi posisi JPT Pratama.

Martua menerangkan, hasil pengumuman ditandatangani Ketua Pansel, Kaiman Turnip, berita acara rekapitulasi hasil penelusuran rekam jejak, assesment center, seleksi penulisan makalah dan seleksi kompetensi bidang/wawancara akhir.

Tiga nama yang lulus untuk posisi sekretaris daerah (Sekda) antara lain, Budianta Pinem, Junihardi Siregar dan Suasta Ginting. Selanjutnya untuk posisi Kepala Dinas Kesehatan, Frisda Turnip, Henry Manik dan Sion Sembiring.

Untuk Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Iwan Taruna Berutu, Kandace Sitorus serta Romedi Noventa Bangun. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Lamhot Silalahi, Ripmo Rasita Padang dan Robot Simanullang.

Sementara untuk Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ada nama Bahagia Ginting, Marsius Sitorus serta Ramadhan Zuhri Bintang. Dan untuk posisi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Ertoficher H Lumbantobing, Masaraya Avant Doli Brutu dan Ramses Nainggolan.

Martua mengatakan, hasil seleksi tiga besar sudah disampaikan Pansel ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Gubernur Sumatera Utara.

“Saat ini, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, menunggu persetujuan KASN dan Gubsu. Begitu mendapat persetujuan, Bupati akan segera melantik satu dari tiga nama yang diusulkan pansel dimaksud,” ujar Martua. (rud/ram)

Kapolres Pimpin Patroli Skala Besar, Pelaksanaan Ibadah Natal di Dairi Berjalan Aman dan Kondusif

PATROLI: Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman dan Forkopimda diabadikan bersama Pastor gereja Khatolik Sidikalang saat melakukan patroli pengecekan kesiapan pengamanan natal bersama Forkopimda. SUMUT POS/ISTIMEWA.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan ibadah Natal pada Sabtu (25/12)di wilayah hukum Kepolisin Resor Dairi, berjalan aman dan kondusif.

PATROLI: Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman dan Forkopimda diabadikan bersama Pastor gereja Khatolik Sidikalang saat melakukan patroli pengecekan kesiapan pengamanan natal bersama Forkopimda. SUMUT POS/ISTIMEWA.

Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman melalui Kasie Humas Polres, Iptu Donny Saleh, Minggu (26/12) mengatakan, secara umum pelaksanaan ibadah natal berjalan lancar tanpa ada gangguan apapun.

Donny mengatakan, kegiatan pengaman malam natal dan hari raya natal, lebih mengedepankan penerapan protokol kesehatan sebagai pengendalian penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman pada, Jumat (24/12) memimpin patroli skala besar untuk melakukan pengecekan kesiapan pengamanan malam natal dan hari raya natal.

Kapolres AKBP Wahyudi Rahman bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Dairi, Budianta Pinem serta Forkopimda, lakukan pengecekan petugas pengamanan ibadah disejumlah gereja seperti di gereja HKBP Perkembangan Simpang Salak, Gereja HKBP I Jalan Gereja serta Gereja Khatolik di Jalan Merga Silima Sidikalang.

“Patroli skala besar guna menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif jelang perayaan natal semua gereja di wilayah hukum Polres Dairi. Pelaksanaan pengamanan ibadah natal di gereja berjalan aman dan kondusif serta tidak ada kejadian yang dapat mengganggu kekhusukan beribadah umat Nasrani,” ungkap Donny. (rud/ram)

Hasil Survei Capres 2024, Pemilih PDIP Kepincut Ganjar Ketimbang Puan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Survei kolaborasi antara Politika Research and Consulting dengan Parameter Politik Indonesia telah dipaparkan hasilnya. Hasil dari survei adalah, pemilih PDI Perjuangan lebih ingin Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden (Capres) di Pemilu 2024 ketimbang Ketua DPR, Puan Maharani.

Direktur Eksekutif Politika Research and Consulting, Rio Prayogo mengatakan, ada tiga kader PDI Perjuangan yang dipilih oleh pemilih PDI Perjuangan untuk menjadi Capres di 2024. Hasilnya, Ganjar Pranowo lebih unggul dalam meraih suara pendukung PDI Perjuangan dibandingkan Puan Maharani dan Menteri Sosial, Tri Rismaharini.

Rio memaparkan, dalam survei tersebut Ganjar memperoleh persentase 51 persen. Sedangkan Puan Maharani hanya 4 persen. Sementara Tri Rismaharini hanya mendapatkan angka 2 persen. “Bagaimana Ganjar Pranowo bisa mengamankan suara PDI Perjuangan. Misalnya dibandingkan dengan Puan Maharani yang hanya 4 persen,” ujar Rio dalam paparan surveinya, Senin (27/12).

Karena itu, Rio mengatakan, pemilih PDI Perjuangan lebih kepincut dengan Ganjar Pranowo ketimbang Puan Maharani yang merupakan putri dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. “Jadi Ganjar mendapatkan dukungan di internal PDI Perjuangan setidaknya responden yang terafiliasi dengan atau yang sudah memilih PDI Perjuangan di Pemilu sebelumnya, karena memberikan suaranya kepada Ganjar Pranowo sebesar 51 persen,” katanya.

Bukan cuma unggul di survei berdasarkan suara pemilih PDI Perjuangan, Ganjar juga lebih unggul dari Puan dalam survei berdasarkan wilayah, terutama provinsi-provinsi basis suara PDI Perjuangan. Misalnya saja di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), dan Jawa Timur.

Di tiga provinsi tersebut Ganjar mendapatkan 47 persen. Sementara Puan Maharani hanya memperoleh 1 persen. “Jadi, Jateng, DIJ itu adalah basis tradisional PDI Perjuangan. Jokowi juga sangat kuat kemarin di situ. Itu kemudian Ganjar bisa memantapkan dirinya di sana sampai ke 47 persen,” ungkapnya.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 12 Novemberhingga 4 Desember 2021. Sebanyak 1.600 responden diambil dengan metode multistage random sampling. Mereka diambil dari tiap provinsi secara proporsional dengan data jumlah penduduk pada Pilpres 2019. Survei memiliki margin of error 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Arif Wibowo meminta semua kader partai berlogo banteng tidak mendengar provokasi-provokasi soal Capres di 2024. Dia mengatakan, soal Capres tunggu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang akan memutuskan.

“Wahai barisan banteng Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, jangan mau diprovokasi, jangan mau dipanas-panasi, bersatulah maka kita kuat. Soal Capres Cawapres urusannya ketua umum,” ujar Arif menyikapi rilis survei kolaborasi Politika Research and Consulting dan Parameter Politik Indonesia, Senin (27/12).

Anggota Komisi II DPR menyebutkan, banyak pertimbangan matang yang harus dilakukan Megawati Soekarnoputri untuk menentukan Capres yang diusungnya. Salah satu kriterianya adalah tokoh tersebut harus bermanfaat ke PDI Perjuangan. “Ada banyak hal yang akan kita timbang untuk memutuskan Capres Cawapres ke depan. Yang jelas, harus bermanfaat untuk rakyat bangsa dan negara, serta partai,” katanya.

Arif menuturkan, PDI Perjuangan menginginkan tokoh yang diusung menjadi Capres ke depan mampu mengentaskan kemiskinan dan kebodohan di Indonesia. Termasuk juga mewujudkan masyarakat yang bahagia. “Karena sama rasa sama bahagia maka anti kebodohan dan anti kemiskinan, jadi tunjukkanlah dedikasimu, kemampuanmu untuk mengentaskan kemiskinan, itu yang penting,” ungkapnya.

Karena itu, Arif berujar pada saatnya nanti ketua umumnya Megawati Soekarnoputri akan menjatuhkan pilihan siapa tokoh yang diusung PDIP di Pilpres 2024 mendatang. “Jadi kita tidak bisa dihadapkan pada pilihan, apalagi pilihan itu adalah pilihan yang provokatif, yang bertendensi memecah belah persatuan dan kesatuan,” tuturnya. (jpc)

Jika Transmisi Penularan Omicron Terdeteksi, Pemerintah Bakal Terapkan Mikro Lockdown

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah bakal menerapkan mikro lockdown jika ditemukan transmisi penularan kasus varian Omicron. Hal ini disampaikan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan mengacu pada strategi yang diterapkan di Wisma Atlet, karena dinilai cukup efektif.

Saat ini, strategi itu dipakai di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Jakarta usai pegawai kebersihan positif mengidap varian omicron. “Melalui testing dan tracing yang kuat, langkah lockdown di level mikro, seperti yang dilakukan di Wisma Atlet, dapat kita implementasikan seandainya transmisi lokal varian Omicron sudah terdeteksi,” kata Luhut dalam konferensi pers Senin (27/12).

Dia menyampaikan, peningkatan tes dan telusur akan membantu identifikasi potensi penularan dengan cepat. Dengan demikian, pemerintah bisa melakukan isolasi agar varian Omicron tidak meluas.

Meski begitu, Luhut mengakui masih ada kekurangan dalam sistem ini. Dia mengatakan, ada pasien Covid-19 varian Omicron yang keluar dari karantina usai mendapat dispensasi. “Kemarin ternyata ada satu orang yang lolos dari situ karena pergi dengan keluarganya. Dan ini kita harapkan tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Kabar baiknya, Luhut mengungkap antibodi warga Indonesia menurut hasil analisis serosurvey sebenarnya cukup tinggi. Terlebih cakupan vaksinasi Covid-19 dosis kedua sudah melampaui target WHO, di atas 40 persen.

Namun, ia masih memberi catatan kepada sejumlah daerah yang belum mencapai target dari pemerintah. “Sementara hasil serosurvey nasional menunjukkan tingkat kekebalan masyarakat cukup tinggi, namun masih terdapat beberapa kabupaten/kota dengan vaksinasi dosis 1 di bawah 50 persen,” lanjut dia.

“Pemerintah mendorong seluruh daerah mempersiapkan isolasi terpusat untuk memitigasi hal yang tidak diinginkan,” sambungnya sembari menekankan setiap daerah harus selalu waspada dengan risiko peningkatan kasus.

Luhut memaparkan, sudah 164 hari kasus tetap rendah, sejak puncak kasus varian delta pada 15 juli lalu dan hingga saat ini belum terlihat adanya indikasi peningkatan kasus akibat gelombang Omicron. “Dapat kami jelaskan juga bahwa hingga saat ini tingkat perawatan di rumah sakit dan tingkat kematian masih menunjukkan tanda-tanda yang cukup terkendali,” tuturnya.

Meskipun demikian, kata Luhut, pemerintah tetap hati-hati dan waspada. Monitoring terhadap data Covid-19 dilakukan secara ketat hingga level kabupaten kota. “Sebagaimana saya sampaikan minggu lalu, pengetatan kegiatan masyarakat baru akan dilakukan ketika sudah melebihi threshold tertentu, dengan memperhatikan tidak hanya kasus harian, tetapi juga kasus perawatan RS dan kematian,” jelasnya.

Luhut juga menegaskan, Pemerintah akan terus memperketat setiap pintu masuk ke Indonesia baik dari darat, laut maupun udara. Pengetatan karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) 10-14 hari terus dilakukan serta diperketat. Pemerintah telah menyiapkan skenario antisipasi untuk menghadapi lonjakan kedatangan pelaku perjalanan internasional, yang diperkirakan akan terjadi pada awal tahun depan. “Tidak boleh ada permintaan dispensasi bagi hal yang tidak perlu kecuali misalnya untuk keperluan berobat atau hal penting lainnya,” tegasnya.

Selain karantina, Luhut juga mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan Bandara Juanda Sidoarjo sebagai alternatif pintu kedatangan luar negeri. Hal ini dilakukan supaya memudahkan karantina bagi PPLN karena tidak menumpuk semuanya di Jakarta. “Kami terus berkoordinasi dengan cepat, contohnya seperti melakukan evaluasi kesiapan Bandara Juanda sebagai alternatif pintu masuk dan pemenuhan kebutuhan logistik seluruh PPLN yang melakukan karantina di wisma,” tuturnya.

Luhut menegaskan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya langkah tegas dalam mencegah masuknya varian Omicron dan tetap menjaga agar kasus Covid-19 pada tingkat yang rendah.

Menurutnya, hingga saat ini masih belum terlihat tanda-tanda gelombang baru akibat varian Omicron. Tingkat perawatan di rumah sakit dan tingkat kematian juga masih menunjukkan tanda-tanda yang cukup terkendali.

“Pengetatan kegiatan masyarakat akan tetap dilakukan, ketika sudah melebihi threshold (ambang batas) tertentu dengan memerhatikan kasus harian, juga kasus perawatan rumah sakit dan kematian,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mengumumkan 46 kasus Covid-19 varian Omicron pada Minggu (26/12). Para pasien itu dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet dan Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso di Jakarta.

Sebanyak 46 kasus itu merupakan hasil penambahan 27 kasus baru yang diumumkan pada Minggu (26/12) kemarin. Sebanyak 25 pasien omicron yang baru terdeteksi adalah warga negara Indonesia yang baru pulang dari Malaysia, Kenya, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Mesir, Malawi, Spanyol, Inggris, dan Turki.

Lalu ada satu pasien WNA asal Nigeria dan satu pegawai kebersihan RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan mereka semua kini menjalani karantina di dua tempat berbeda.

Sementara, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, hampir semua kasus varian Omicron berasal dari luar negeri. Karenanya, pemerintah akan semakin memperketat masa karantina bagi orang yang datang dari luar negeri. Meski menyulitkan, hal ini harus tetap dilakukan untuk melindungi rakyat Indonesia.

“Kita akan memperketat karantina masuk dari luar negeri. Sumber penyakitnya ada di sana, dan semua orang yang kembali banyak terkena,” beber Menkes Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (27/12).

Dalam paparannya, Menkes Budi mengatakan, sebanyak 98 persen kasus Omicron ini muncul karena orang-orang Indonesia yang pulang dari luar negeri. Hal itulah yang menjadi alasan karantina di Indonesia semakin diperketat.

Menkes Budi menegaskan hal ini memang sangat menyulitkan. Namun, ini tetap harus dilakukan demi melindungi ratusan juta orang yang kondisinya saat ini terus membaik. “Memang menyulitkan tapi hanya untuk puluhan ribu rakyat kita yang relatif lebih mampu, yang memang kemarin jalan keluar negeri,” kata Menkes Budi.

“Tetapi, kita harus melindungi 270 juta rakyat kita yang sekarang sudah kondisinya baik,” jelasnya.

Mungkin Sudah Menular di Masyarakat

Kemenkes sudah mendeteksi 46 kasus Omicron hingga Minggu (26/12). Dua di antaranya petugas kebersihan dan tenaga kesehatan di RS Wisma Atlet. Mereka diduga tertular dengan pasien karantina yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri. Walaupun masih tertular di pintu masuk internasional, ahli menyebut tetap saja ada kemungkinan Omicron sudah menular di masyarakat.

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Apalagi Omicron di dunia juga bisa jadi sudah muncul sejak awal-awal November. “Ini sekali lagi menunjukkan bahwa selama ini juga seperti itu, bahwa kasus-kasus dari luar negeri tetap saja ada, mungkin dari sejak awal November. Artinya juga kasus ini menyebar di masyarakat relatif besar,” jelasnya kepada JawaPos.com, Senin (27/12).

Lalu, mengapa kasus Covid-19 tak melonjak, angka kematian rendah, dan keterisian rumah sakit cenderung normal? Ternyata, kata Dicky, hal itu karena angka kekebalan kawanan atau herd immunity sudah terbentuk. Hampir mayoritas populasi dunia sudah divaksinasi dan juga sudah terinfeksi. Sehingga tak separah saat varian Delta kondisinya.

“Yang membuat lonjakan Omicron ini belum terlihat itu karena jumlah orang yang memiliki imunitas di masyarakat kan jauh lebih tinggi ketimbang saat Delta muncul. Jadi baik itu karena vaksinasi maupun terinfeksi,” ungkap Dicky.

Sehingga, kata dia, yang terjadi adalah seperti surveilans bias atau kasus seperti tak terlihat. Padahal, lanjutnya, saat ini semua negara masih dalam level community transmission. (jpc/dth/cnn)

Gubsu Resmikan Gedung VIP Bandara Kualanamu, Jadi Pintu Gerbang Sumut Sambut Tamu PON 2024

TINJAU: Gubsu Edy Rahmayadi meninjau fasilitas yang ada di gedung VIP Bandara Kualanamu, usai peresmian, Senin (27/12).istimewa/sumut pos.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meresmikan gedung Very Important Person (VIP) Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Senin (27/12). Peresmian ini ditandai dengan pemotongan pita bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumut Nawal Lubis.

TINJAU: Gubsu Edy Rahmayadi meninjau fasilitas yang ada di gedung VIP Bandara Kualanamu, usai peresmian, Senin (27/12).istimewa/sumut pos.

Hadir juga dalam peresmian itu, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution, Pangkosekhanudnas III Medan Marsma TNI Mohammad Nurdin, Kepala Dinas Perhubungan Alfi Syahriza, Kepala Otoritas Bandar KNO, GM Angkasa Pura II, serta lainnya.

Dalam arahannya, Edy Rahmayadi berpesan agar nantinya bangunan VIP ini dapat diperluas lagi di sisi barat, namun dengan tetap mengedapankan aspek keselamatan penerbangan. Edy memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan Sumut untuk dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta unsur terkait perihal perluasan ini nantinya. “Ini nantinya adalah gerbang dan ikon Sumut untuk menyambut para tamu kita pada PON 2024 nantinya. Jadi saya harap semua bangunan ini dapat dipercepat dan dipercantik lagi,” katanya.

Selain itu, Edy juga meminta segala fasilitas VIP Bandara KNO ini juga dipercepat untuk dipersiapkan, serta pembenahaan taman untuk dipercantik kembali. “Fasilitas digital harus ada di sini, sebagai bentuk promosi wisata kita yang dapat kita tunjukan pada tamu yang datang nantinya. Ini harus segera disiapkan,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Alfi Syahriza mengatakan, dalam pengelolaan gedung VIP Bandara KNO ini nantinya akan dilaksanakan oleh Biro Umum Setdaprov Sumut. Menurut Alfi, finalisasi dan penetapan standar operasional, pelayanan tamu dan dilanjutkan dengan pengoperasian juga akan dialihkan ke Biro Umum Setdaprov Sumut.

“Kita telah menetapkan nota kesepahaman antara Gubernur dengan PT Angkasa Pura 2 untuk melaksanakan kegiatan pembangunan, melaksanakan pengujian fasilitas peralatan pendukung untuk operasional Bandara Internasional Kualanamu ini,” katanya.

Usai membuka VIP Bandara KNO, Edy Rahmayadi bersama lainnya juga menyempatkan melihat beberapa ruangan dan fasilitas yang telah tersedia, di antaranya ruang istirahat, ruang tunggu, taman dan parkir. (prn)