Home Blog Page 2920

Mobilitas Libur Natal 2021 Meningkat dari Tahun Lalu, Belum Ada yang Divaksin di Tempat

CHECK POINT: Baliho untuk pemindaian barcode aplikasi PeduliLindungi di Posko Check Poin Kampung Lalang. Setiap warga luar Medan yang ingin masuk, wajib memindai barcode yang tersedia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mobilitas masyarakat di Sumatera Utara pada masa libur Natal 2021 meningkat dibandingkan tahun lalu. Hal ini disinyalir karena tidak adanya penyekatan ruas jalan maupun putar balik kendaraan yang dilakukan petugas.

CHECK POINT: Baliho untuk pemindaian barcode aplikasi PeduliLindungi di Posko Check Poin Kampung Lalang. Setiap warga luar Medan yang ingin masuk, wajib memindai barcode yang tersedia.

“Benar bahwa mobilitas masyarakat lebih signifikan. Kita lihat pergerakannya meningkat dibanding libur Natal tahun lalun

sebagaimana masih dalam kondisi pandemi,” kata Pelaksana Tugas Kepala Bidang Lalulintas Dinas Perhubungan Sumut, Agustinus Panjaitan kepada Sumut Pos, Senin (27/12).

Menurut dia, pergerakan tersebut masih dalam kategori normal. Namun pihaknya bersama Dirlantas Polda Sumut dan stakeholder terkait lainnya, akan mewanti-wanti pergerakan ini di puncak libur Tahun Baru 2022 nanti. “Ya, biasanya di tahun baru akan terjadi lonjakan mobilitas ini. Artinya, di tanggal 31 Desember nanti kami akan melakukan pengawasan ekstra untuk mengantisipasinya,” katanya.

Begitupun berdasarkan amatan dan laporan petugas di lapangan, imbuh Agustinus, sejauh ini belum ada pengendara yang melintas pada titik-titik pemeriksaan (check point), dilakukan tindakan swab antigen/PCR maupun disuntik vaksin Covid-19 di tempat. “Belum ada, di check point memang dilakukan pemeriksaan, apakah sudah vaksin minimal dosis pertama. Namun untuk hal tersebut, belum ada laporan masuk ke kami,” ujarnya.

Pantauan pihaknya, mobilitas pada arus mudik Natal kali ini, didominasi masyarakat biasa ataupun karyawan swasta. Sebab secara aturan, aparatur sipil negara memang dilarang cuti dan bepergian selama periode Nataru 2022. “Itu karena tidak ada penyekatan di periode Nataru kali ini, sehingga wajar mobilitas dan pergerakan masyarakat menjadi lebih signifikan,” pungkasnya.

Wajib Vaksin di Tempat

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis mengatakan, selama libur Nataru, Pemko Medan bersama TNI/Polri membuka 7 pos check point dan 8 pos pengamanan di Kota Medan. Khusus 7 pos check point, rata-rata didirikan di lokasi yang menjadi jalur perbatasan atau pintu masuk Kota Medan dan sudah beroperasi sejak 24 Desember hingga 2 Januari mendatang. “Total ada 15 pos di Kota Medan, 7 pos cek point dan 8 pos pengamanan,” kata Iswar kepada Sumut Pos, Senin (27/12).

Dikatakan Iswar, setiap yang akan masuk ke Kota Medan wajib melakukan scan barcode lewat Aplikasi Peduli Lindungi. Hal itu dilakukan, untuk membuktikan bahwa setiap orang yang masuk ke Kota Medan telah divaksinasi Covid-19. “Yang masuk ke Kota Medan wajib sudah divaksin, itu harus dibuktikan lewat aplikasi PeduliLindungi. Di setiap pos cek point, itu akan diperiksa,” ujarnya.

Lantas, bagaimana bila yang bersangkutan tidak memiliki perangkat handphone atau aplikasi PeduliLindungi? Iswar mengatakan, yang bersangkutan dapat membuktikannya lewat kartu vaksin atau surat keterangan bahwa yang bersangkutan telah divaksinasi.

“Tapi kalau tidak juga bisa dibuktikan yang bersangkutan sudah divaksin, maka pilihannya cuma dua. Pertama, divaksin di tempat atau kedua, kita minta untuk putar balik arah. Pada dasarnya memang tidak ada putar balik, tapi bila memang belum divaksin dan tidak bisa divaksin di tempat, maka mau tidak mau memang harus kita minta putar balik,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Iswar, pihaknya bersama SatPol PP, TNI/Polri dibantu Dinas Kesehatan Kota Medan juga selalu melakukan pengecekan suhu tubuh kepada setiap orang yang masuk ke Kota Medan. “Jadi bukan hanya sudah di vaksin, tapi kita juga ingin memastikan bahwa setiap orang yang masuk ke Kota Medan adalah orang-orang yang sehat,” tandasnya.

Sementara itu, Plt KasatPol PP Kota Medan Rakhmat Adi Syahputra Harahap mengatakan, para personelnya terus turut berjaga di setiap pos, baik pos cek point maupun pos pengamanan di Kota Medan. “Sejauh ini, Alhamdulillah berjalan lancar. Moment Natal yang baru saja kita lalui berjalan dengan baik, kita berusaha agar moment Libur Natal kemarin tidak menjadi klaster baru atau peningkatan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan,” kata Rakhmat kepada Sumut Pos, Senin (27/12).

Dikatakan Rakhmat, setiap pos bertanggungjawab dalam menjaga perbatasan masuk ke Kota Medan. “Setiap pos bertanggungjawab dalam menerapkan Aplikasi Peduli Lindungi dan pemeriksaan kesehatan,” pungkasnya.

Penumpang di KNIA Meningkat di Libur Natal 2021

Sementara, pergerakan penumpang baik yang datang maupun yang berangkat di Kualanamu Internasional Airport (KNIA) mengalami peningkatan sejak 17-26 Desember 2021, yakni rata-rata 13.000- 15.000 penumpang. Sedangkan, pergerakan pesawat di angka 130-150 unit. “Peningkatan penumpang ini memang tidak signifikan,” kata Manager of Branch Communication and Legal PT AP II KNIA, Chandra Gumilar kepada Sumut Pos, Senin (27/12).

Sementara puncak lonjakan penumpang terjadi pada 19 Desember 2021, yakni tembus 19 ribu penumpang dan pergerakan pesawat di 160 unit, meningkat sebesar 2.000 penumpang dibandingkan tahun 2020, yakni 17.000 penumpang, dengan pergerakan 142 pesawat. “Kita memperkirakan puncak arus balik terjadi di 2 Januari 2022,” katanya.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk dapat aman berpergian, bila tidak ada keperluan mendesak sebaiknya di rumah saja. “Segera melakukan vaksinasi dosis lengkap, tidak mengabaikan protokol kesehatan (Prokes), melakukan tes Covid-19 sesuai syarat perjalanan dan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi,” imbaunya.

Adapun, jelas Chandra, syarat perjalanan menggunakan pesawat udara sesuai dengan aturan Surat Edaran Satgas Covid 19 Nomor 24 Tahun 2021 (dan Adendumnya), serta Surat Edaran Kementrian Perhubungan Nomor 111/2021, yang berlaku efektif mulai 24 Desember 2021-2 Januari 2022, yakni calon penumpang diwajibkan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Kemudian, wajib sudah divaksinasi lengkap plus hasil negatif tes antigen berlaku 1×24 jam. Sedangkan, untuk anak di bawah 12 tahun tidak wajib vaksin namun cukup hasil negatif tes PCR berlaku 3×24 jam. “Untuk orang yang belum divaksin lengkap sementara dibatasi untuk berpergian, kecuali belum divaksin dengan alasan medis atau untuk berobat dengan syarat melengkapi surat keterangan dari dokter Spesialis atau dokter Rumah Sakit (RS) Pemerintah serta hasil PCR negatif 3×24 jam,” tandasnya.

Penumpang KA Menurun di Libur Natal 2021

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat, volume penumpang melakukan perjalanan menggunakan kereta api saat masa Nataru mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan data diperoleh PT KAI Sumut, volume penumpang tanggal 18 hingga 27 Desember 2020 berjumlah 54.510 penumpang. Sedangkan, tanggal 17 hingga 26 Desember 2021 berjumlah 36.496 penumpang. “Terjadi penurunan (volume penumpang),” sebut Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, Mahendro Trang Bawono saat dikonfirmasi Sumut, Senin (27/12).

Mahendro mengungkapkan, pemicu penurunan penumpang dikarenakan ada tambahan persyaratan untuk melakukan perjalanan seperti calon penumpang sudah divaksin dan rapid test. “Tahun lalu tidak pakai persyaratan vaksin dan PCR untuk anak di bawah 12 tahun,” kata Mahendro.

Masa angkutan Nataru, berlangsung sejak 17 Desember 2021 hingga 4 Januari 2021. Dengan mengoperasikan 32 perjalanan KA dengan rincian 8 perjalanan Kereta Api Antar Kota dan 24 perjalanan Kereta Api Lokal. Dengan mengoperasikan 25 lokomotif dan 62 kereta untuk melayani masyarakat.

Sebelumnya, Vice President PT KAI Divre I Sumatera Utara, Yuskal Setiawan menjelaskan, selama masa angkutan Nataru ini, pihaknya menyediakan rata-rata 3.230 tiket per hari untuk mengantisipasi kebutuhan dari masyarakat yang akan bepergian. “Sehingga jika dijumlahkan dengan KA Lokal, ada 15.526 tiket yang disediakan tiap harinya,” sebut Yuskal.

Yuskal menjelaskan, selama angkutan Nataru ini, PT KAI Divre I Sumut akan mengoperasikan KA Sribilah relasi Medan-Rantauprapat (PP) setiap hari. Berbeda jika dibandingkan di luar masa Nataru yang hanya beroperasi pada hari-hari tertentu saja.

Meski berlangsung ditengah masa pandemi Covid-19. PT KAI Divre I Sumut telah mempersiapkan dari segi layanan di stasiun dan di atas KA sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19, kesiapan kehandalan sarana dan prasarana, keamanan serta antisipasi lainnya guna menciptakan perjalanan KA yang aman, nyaman, sehat dan selamat. “Kami konsisten menerapkan protokol kesehatan secara disiplin pada layanan KA sesuai ketentuan dari pemerintah selama masa pandemi Covid-19,” sebut Yuskal.

Sedangkan dari sisi prasarana, telah disiapkan skenario pengamanan perjalanan KA (Perka), yakni dengan memetakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) dan dipastikan di daerah rawan tersedia AMUS. Seperti AMUS pada jalur jembatan disediakan perancah, rel bendel, begel, bendel, dan H-Beam.

Sedangkan AMUS pada jalan rel disediakan karung, bantalan, rel sambung, baut sambung dan pasir. PT KAI Divre I SU juga menyiagakan 33 personil untuk menjaga daerah rawan yang siaga 24 jam guna menjamin dan memastikan keselamatan perjalanan KA. “Selain itu, dari sisi pengamanan disiagakan 238 personil guna memberikan rasa aman baik itu di stasiun maupun di atas KA,” ucap Yuskal.(prn/map/dwi/gus)

Alumni SMAN 6 Angkatan 91 Gelar Khitanan Massal, Berharap Terus Berjalan Ditahun-tahun Berikutnya

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SMAN VI Kota Medan Angkatan 1991, melaksanakan khitanan massal kepada 38 orang anak. Kegiatan yang di koordinir dr Widya Deli Satuti MKed (PD), Sp.PD itu, dilaksanakan atas kerjasama dengan Komunitas Seribu Dinar Medan tersebut, digelar selama dua hari berturut-turut, yakni Sabtu (25/12) di Warung Kahfey Jalan SM Raja Medan, dan Minggu (26/12) di Griya Pinang Mas Jalan Wijaya Kusuma Pasar X Tembung, Kabupaten Deliserdang.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Alumni SMAN VI Hasrul Benny Harahap SH M.Hum, Wakil Ketua Iswar Lubis S.SiT MT, Sekretaris Fauziah Ivo Handayani yang juga bertindak sebagai koordinator Komunitas Seribu Dinar.

“Alhamdulillah, program terakhir Alumni SMAN VI angkatan 91 Medan melalui bidang keagamaan (pengajian) berjalan sukses, sesuai yang direncanakan,” ucap Hasrul Benny Harahap bersama Ketua Pengajian Fathi Ibrahim SH di sela-sela kegiatan, Minggu (26/12) sore.

Bersama segenap pengurus alumni SMAN 6 Medan, Hasrul menjelaskan bahwa sejak terbentuk pada 2009 lalu, Alumni SMAN VI angkatan 91 Medan awalnya hanya berfokus pada kegiatan yang bersifatnya internal dengan mengadakan pengajian bulanan dan event-event yang bersifat memperat silaturahmi.

Namun belakangan, aktifitas alumni yang beranggotakan 200an orang ini terus berkembang dengan melakukan kegiatan eksternal, khususnya yang bersifat sosial kemanusiaan kepada maayarakat luas, termasuk kegiatan Khitanan Massal.

“Sebelum ini kami juga melaksanakan Jumat Berkah (berbagi nasi bungkus), menyalurkan sembako ke Panti Asuhan plus memberi pakaian lebaran kepada anak panti, bantuan SPP dan peralatan sekolah bagi siswa SMAN 6 Medan,” ujar Benny yang berprofesi sebagai lawyer tersebut.

Khusus pada pelaksanaan Khitanan Massal kemarin, sengaja digelar di dua titik, untuk mempermudah proses khitanan dengan menyesuaikan faktor domisili peserta khitan.

“Khitanan pertama digelar di Jalan SM Raja karena peserta khitanan mayoritas anak-anak yang berdomisili di kawasan Kota Maksum. Sementara peserta khitanan kedua, umumnya penduduk kawasan Tembung,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Benny juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota alumni dan para simpatisan maupun donatur. Ia berharap, kekompakan dan solidaritas di tengah-tengah keluarga besar Alumni SMA VI angkatan 1991 bosa semakin meningkat, sehingga aktifitas organisasi tetap berjalan dan keberadaannya semakin memberikan manfaat bagi para anggota maupun orang banyak.

Sementara itu, Wakil Ketua Alumni SMAN 6 Angkatan 1991, Iswar Lubis S.SiT MT kepada Sumut Pos mengatakan, pihaknya akan berupaya sebisa mungkin agar kegiatan serupa dapat terus berjalan bahkan ditingkatkan untuk tahun-tahun berikutnya.

“Alhamdulillah, kegiatan khitanan massal ini berjalan lancar. Kita berharap, kegiatan bakti sosial seperti ini bisa terus dilakukan bahkan ditingkatkan di tahun-tahun berikutnya. Kita mau alumni SMAN 6 angkatan 1991 ini bukan hanya sebagai wadah berkumpul saja, tetapi juga sebagai keluarga yang saling berbagi, baik di internal maupun kepada orang banyak,” pungkasnya.(map)

Kejar Perkembangan Industri Bernilai Tambah, Pemerintah Dorong Kemitraan yang Saling Menguntungkan Konawe, 27 Desember 2021

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah terus mendorong program hilirisasi industri dengan mengurangi ekspor bahan mentah atau raw material, guna meningkatkan nilai tambah di sektor industri dan daya saing perekonomian nasional. Melalui program hilirisasi, pemanfaatan alih teknologi menjadi penting dalam memanfaatkan hasil sumber daya alam serta menjaga lingkungan.

“Berkali-kali saya sampaikan stop ekspor nikel. Tahun depan stop bahan mentah bauksit, tahun depan kita akan stop ekspor minerba lainnya. Kita berhenti ekspor bahan mentah yang tidak membawa nilai tambah besar bagi negara,” ungkap Presiden RI Joko Widodo dalam acara Peninjauan Pabrik Ferronickel dan Stainless Steel serta Peresmian PT Gunbuster Nickel Industry di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (27/12).

Presiden Joko Widodo mendukung jika ada investor yang ingin membangun industri hilirisasi bauksit dalam setahun ke depan ini. Presiden juga mengimbau kepada Pemerintah Daerah agar selalu menjaga iklim investasi di daerahnya masing-masing, sehingga kondusif bagi investor yang ingin mengembangkan industri bernilai tambah. Dari industri tersebut akan mendapatkan pajak, membuka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya, dan memperoleh devisa yang tidak sedikit.

“Berikan keamanan bagi investor untuk menjalankan aktivitas usahanya, sehingga bisa meningkatkan nilai investasinya di masa mendatang. Manfaat untuk masyarakat sekitar yaitu akan membuka lapangan pekerjaan dan peluang UMKM baru, yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di provinsi maupun kabupaten tempat industri berada,” ujar Presiden Joko Widodo.

Indonesia memiliki cadangan nikel nomor 1 di dunia yang mencapai 21 juta ton atau 24% dari total cadangan dunia. Produksi nikel Indonesia di 2020 mencapai 781 ribu ton atau 31,8% dari produksi nikel dunia. Ke depannya, produksi nikel tersebut diperkirakan akan terus meningkat, baik untuk produksi nickel pig iron maupun pemrosesan highpressure-acid-leach dari bijih berkadar rendah.

Peningkatan nilai tambah dari bijih nikel menjadi produk ferronickel adalah 14 kali, dan jika menjadi billet stainless steel akan mencapai 19 kali. Saat ini, smelter nikel yang beroperasi telah mencapai investasi sebesar US$15,7 miliar, dengan kapasitas ferronickel yang dihasilkan mencapai 969 ribu ton/tahun.

Ekspor produk ferronickel juga meningkat sangat pesat dari tahun ke tahun, di mana pada 2020 mencapai US$4,7 miliar, dan pada periode Januari hingga Oktober 2021 tercatat mencapai US$5,6 miliar. Berdasarkan data World Top Export, saat ini ekspor produk berbasis nikel (stainless steel slabstainless billet dan stainless steel coil) Indonesia menempati peringkat 1 dunia dengan total ekspor senilai US$1,63 miliar di 2020 dan berada di peringkat 4 dalam produksi dunia.

“Kemitraan yang saling menguntungkan antara industri dengan masyarakat akan membawa kemajuan bersama dan berdampak langsung pada pertumbuhan industri, penyerapan tenaga kerja, peningkatan kesejahteran masyarakat melalui kewirausahaan, sekaligus meningkatkan infrastruktur sosial masyarakat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam laporannya kepada Presiden Joko Widodo.

PT Gunbuster Nickel Industry yang diresmikan pada hari ini merupakan industri smelter yang terletak di Kabupaten Morowali Utara dan diharapkan akan menghasilkan ferronickel dengan kapasitas produksi 1,8 juta ton/tahun. Dengan ditambahnya investasi pada PT Gunbuster Nickel Industry, program hilirisasi mineral berbasis sumber daya alam akan semakin cepat tercapai.

Hal ini melengkapi lini produksi yang sebelumnya dilakukan di smelter PT Obsidian Stainless Steel Konawe, Sulawesi Tenggara. Perusahaan tersebut merupakan smelter penghasil ferronickel dengan kapasitas produksi 2,2 juta ton/tahun dan billet stainless steel dengan kapasitas produksi 3 juta ton/tahun. Sementara, PT Virtue Dragon Nickel Industry merupakan smelter penghasil ferronickel dengan kapasitas produksi 1 juta ton/tahun.

Ketiga perusahaan smelter tersebut akan menjadi  bagian rencana Pemerintah untuk mendorong hilirisasi industri dalam peningkatan nilai tambah bahan baku mineral di dalam negeri.  PT Obsidian Stainless Steel, PT Virtue Dragon Nickel Industry, dan PT Gunbuster Nickel Industry, secara total telah berinvestasi sebesar US$8 miliar, dengan penyerapan tenaga kerja lebih kurang 27 ribu orang.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Menteri Perindustrian, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Sekretaris Kabinet, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Gubernur Sulawesi Tenggara, Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Konawe, Bupati Morowali Utara, Board of Commisioner PT Gunbuster Nickel Industry, Direktur Utama PT Gunbuster Nickel Industry, dan Direktur Utama PT Virtue Dragon Nickel Industry. (rep/fsr)

Dua Kader PDIP Divonis 10 Bulan Penjara, Fraksi PDIP Minta Kajari Medan Dievaluasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fraksi PDIP DPRD Kota Medan meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Kejaksaan Agung Medan untuk mengevaluasi kinerja Kepala Kejaksaan Negeri Medan (Kajari) Medan yang telah memproses kembali dan menyatakan berkas dua kader PDIP lengkap atau P21 sehingga dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Medan dan menuntut kedua kadernya dengan hukuman 1 Tahun 6 Bulan Penjara.

“Kami dari Fraksi PDIP DPRD Medan meminta kepada Kejatisu dan Kejagung untuk mengevaluasi kinerja Kajari Medan Teuku Rahmatsyah yang telah memproses kembali dan menyatakan berkas dua kader kami P21 dan menuntutnya dengan 1 Tahun 6 Bulan penjara,” ucap Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, Robi Barus SE M.AP kepada Sumut Pos, Senin (27/12).

Dikatakan Anggota Komisi I DPRD Medan yang merupakan counterpart Kejari Medan itu, Fraksi PDIP DPRD Medan juga menilai bahwa perkara dugaan pengancaman dan pengerusakan yang menjerat dua kader PDIP yakni Yuddy Susanto alias Ayu dan Rudi Yanto alias Tekleng yang divonis 10 bulan penjara oleh majelis hakim PN Medan pada Selasa (22/12) lalu itu, terlalu dipaksakan.

Pasalnya, terang Robi, kasus itu sudah ada sejak sekitar tahun 2013 dan sudah lama ditutup karena memang dua orang kadernya tidak terbukti bersalah dan tidak memenuhi unsur untuk berkasnya dinyatakan lengkap. Namun setelah 8 tahun berlalu, tiba-tiba saja berkas kedua kadernya tersebut diproses kembali dan dinyatakan lengkap.

“Dulu dinyatakan tidak lengkap oleh Kejari Medan. Tapi setelah 8 tahun dan sekarang Kajarinya dipimpin Pak Teuku Rahmatsyah, tiba-tiba dinyatakan P21 oleh Kejari Medan. Dua kader kami di tuntut 1 tahun 6 bulan penjara dan akhirnya divonis 10 bulan. Ini jelas sangat dipaksakan. Kami mohon kepada Kejatisu dan Kejaksaan Agung, tolong dievaluasi kinerja Kajari Medan ini,” terangnya.

Bila terbukti bahwa apa yang dilakukan Kejari Medan sebagai sebuah kekeliruan, Robi meminta agar Kejagung melalui Kejatisu dapat memberikan sanksi tegas kepada Kajari Medan Teuku Rahmatsyah.

“Hukum itu harus tegak dan berkeadilan. Kalau aparat hukumnya tidak tegak, maka kami minta untuk dicopot saja. Kita mau, semua aparat hukum, khususnya di Kota Medan dapat bersikap profesional dan berkeadilan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, PN Medan melalui Ketua Majelis Hakim Jarihat Simarmata, menjatuhkan vonis 10 bulan penjara untuk dua orang terdakwa yang merupakan kader PDIP, yakni Yuddy Susanto alias Ayu dan Rudi Yanto alias Tekleng yang divonis 10 bulan penjara oleh majelis hakim PN Medan pada Selasa (22/12).

Sidang sempat berlangsung panas di PN Medan, karena ratusan kader PDIP turut meramaikan ruang sidang dam sekitarnya. Tidak hanya itu, puluhan petugas kepolisian dan Kejari Medan juga turut memantau ruang sidang.(map)

136 Konflik Satwa Liar dengan Manusia Terjadi di Sekitar Kawasan TNGL

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser mencatat sebanyak 136 kasus konflik antara satwa liar dengan manusia terjadi di sekitar Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Sumatera Utara dan Aceh. 

Maraknya kasus itu merupakan peristiwa catatan akhir tahun yang disampaikan oleh Plt Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Adhi Nurul Hadi pada konferensi pers catatan akhir tahun 2021 yang diselenggarakan Sumatera Tropical Forest Journalism (STFJ) di Kafe Rumah Kita Jalan STM Medan, Senin (27/12).  

Konferensi pers tersebut juga dihadiri Kepala Seksi Balai Gakkum Wilayah I Sumatera, Haluanto Ginting, Direktur OIC Fransisca Ariantiningsih, Direktur CRU Aceh, Wahdi Azmi, Program Manager WCS-IP Tarmizi dan sejumlah jurnalis dari media cetak, online dan televisi.

“Data 2021, yang terekam sebanyak 136 kejadian konflik antara satwa dengan manusia. Dominasi oleh harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae),” kata Adhi. 

Adhi mengatakan, dari jumlah kasus konflik tersebut, Kabupaten Aceh Selatan menduduki peringkat pertama terkait tingginya kasus konflik manusia dengan satwa, daripada Kabupaten lainnya seperti Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Aceh Tamiang, Gayo Lues, Subulussalam, dan Langkat. 

“Untuk Aceh Selatan sendiri sebanyak 72 kejadian konflik harimau Sumatra dengan manusia, peringkat kedua Kabupaten Langkat, Sumut mencapai 26 kali konflik terjadi, kemudian Aceh Tenggara 15 kali, Subulussalam 11 kali, Gayo Lues 7 kali, Aceh Tamiang 4 kali dan Aceh Barat Daya hanya satu kali,” ucap Adhi. 

Lanjut, Adhi menerangkan, volume konflik kedua juga terjadi pada gajah Sumatra (Elephas maximus) dengan jumlah konflik 24 kali terjadi di tahun 2021, sedangkan satwa lainnya seperti orangutan Sumatra (Pongo Abelii) 10 kali, badak Sumatra (Dicerorhinus  Sumatrensus) 1 kali dan beruang madu (Helarctos malayanus) 3 kali. Kemudian terdapat 2 konflik juga terjadi kepada satwa lainya. 

Sementara itu,  Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatera menangani 8 kasus kejahatan dan perdagangan terhadap satwa dilindungi selama 2021, meningkat dari tahun sebelumnya 2020.

Kepala Seksi Balai Gakkum Wilayah I Sumatera, Haluanto Ginting mengatakan, dari ke-8 kasus yang ditangani di wilayah Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh itu, tiga diantaranya sudah dinyatakan lengkap (P-21). Sedangkan lima kasus lainnya masih dalam proses penyidikan.

“Kejahatan satwa selama 2021 ada 8 kasus yang kita tangani. Tiga kasus di Aceh dan 5 kasus di Sumut. Tahun ini cukup lumayan, khususnya (kasus) Harimau dan lokasi banyaknya di Aceh,” ungkap Haluanto dalam konferensi pers catatan akhir tahun 2021 kasus kejahatan dan perdagangan satwa Sumut dan Aceh.

Sedangkan kasus di Sumut, ada 5 kasus yang ditangani Balai Gakkum Wilayah I Sumatera. Satu kasus sudah dinyatakan selesai atau P-21 dan dalam proses persidangan. Yakni, kasus kejahatan satwa Macan akar dan Kura-kura Baking.

“Dua kasus burung dilindungi dan 2 kasus lagi penjualan sisik trenggiling dan paruh burung Rangkong sudah tahap pertama,” sebutnya.

Dalam catatan akhir tahun, Sumatera Trofical Forest Journalism (STFJ) soroti kasus kejahatan dan perdagangan satwa yang masih tinggi terjadi di Sumatera Utara dan Aceh sepanjang 2021.

Direktur STFJ, Rahmad Suryadi, mengatakan bahwa kejahatan satwa yang terjadi kerap bersinggungan dengan jerat, yang berujung pada kematian satwa tersebut. Penggunaan jerat oleh masyarakat menjadi perhatian serius yang merupakan bentuk kejahatan terhadap satwa.

“Pemasangan jerat yang mengakibatkan kematian pada satwa dilindungi di Kawasan Sumatera Utara dan Aceh juga menjadi penekanan masalah yang harus segera diatasi, karena sangat berbahaya bagi satwa dilindungi,” ujarnya.

“Melalui konferensi pers ini, mendorong meningkatkan kesadaran masyarakat dan mendukung pemberantasan kejahatan terhadap satwa liar, tetapi juga meningkatkan keseriusan dan kemauan aparat penegak hukum untuk mengadili pedagang dan pemburu satwa liar serta menerapkan hukuman yang maksimal,” pungkasnya.(rel)

Di Bawah Komando Airlangga Hartarto, Pemulihan Ekonomi Nasional Semakin Menguat

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Lembaga Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) melakukan survei terhadap kondisi ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2021. Hasilnya, masyarakat menilai kondisi ekonomi rumah tangga lebih baik dibanding 2020.

Peneliti senior Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad mengatakan, sebanyak 41,5 persen warga menilai ekonomi rumah tangganya lebih atau jauh lebih baik dibanding setahun sebelumnya. Sementara yang menilai buruk atau jauh lebih buruk hanya 28,8 persen.

“Dalam satu tahun terakhir, terjadi perbaikan persepsi positif warga tentang keadaan ekonomi,” kata Saidiman dalam keterangannya di Jakarta, Senin, (27/12). Saidiman mengatakan, meski keadaan ekonomi belum sepenuhnya pulih seperti sebelum covid-19, namun evaluasi positif semakin menguat bahkan sudah lebih banyak dari yang menilai negatif.

Menurut Saidiman, salah satu faktor menguatnya pemulihan ekonomi nasional berhasilnya Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN dibawah komando Airlangga Hartarto.
Selain itu, survei ini juga menunjukkan bahwa umumnya publik mengapresiasi kerja-kerja pemerintah pusat dalam penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Ada 75 persen warga yang menyatakan puas dengan kinerja pemerintah pusat dalam menangani Covid-19.

“Sementara yang puas terhadap kerja pemulihan ekonomi nasional sebanyak 60,1 persen. Artinya kerja-kerja besar di dua aspek yang paling mendesak ini, di mata publik sangat berhasil,” kata Saidiman. Survei SMRC ini dilakukan pada 8 hingga 16 Desember dengan melibatkan 2.420 respoden dari berbagai daerah. Metode dalam survei ini menggunakan multistage random sampling, dengan margin of error 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (“)

Kapasitas Mal Sudah Boleh 100%

SCAN BARCODE: Petugas Dishub Medan mengarahkan warga untuk scan barcode pada Aplikasi PeduliLinduli di Pos Check Point Kampung Lalang, sebagai bukti telah divaksin dan diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan memastikan, status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Medan telah turun dari level 2 ke level 1. Hal itu diketahui dari surat Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 69 Tahun 2021 yang ditandatangani tanggal 23 Desember 2021 dan berlaku sejak 24 Desember hingga 3 Januari 2022.

SCAN BARCODE: Petugas Dishub Medan mengarahkan warga untuk scan barcode pada Aplikasi PeduliLinduli di Pos Check Point Kampung Lalang, sebagai bukti telah divaksin dan diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke Kota Medan.

“Alhamdulillah, berkat kerjasama kita semua dalam mematuhi prokes, status PPKM Kota Medan sudah turun ke Level 1. Kita sudah terima Inmendagri dan Ingubsunya,” ucap Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Medan, M Husni kepada Sumut Pos, Senin (27/12).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan itu mengatakan, Pemko Medan akan melakukan berbagai upaya dalam mempertahankan status Level 1 yang saat ini disematkan di Kota Medan, mulai dari penerapan prokes yang tetap dilakukan secara ketat dan peningkatan vaksinasi Covid-19 secara massif.

“Namun meskipun kita sudah level 1, kita tetap meminta agar setiap orang tetap mematuhi prokes. Prokes akan tetap jadi acuan dalam setiap kegiatan masyarakat. Vaksinasi alan terus kita genjot, meskipun saat ini target vaksinasi Covid-19 di Medan telah melampaui target,” ujarnya.

Namun Husni mengakui, ada beberapa sektor yang diperlonggar selama Kota Medan menerapkan PPKM Level 1, salah satunya sektor ekonomi. Selama PPKM Level 1, mal-mal di Kota Medan telah diizinkan kembali beroperasi pada jam operasional yang seharusnya dan diizinkan untuk menampung pengunjung hingga 100 persen dari total kapasitas.

“Pengunjung mal tidak lagi dibatasi 25 persen atau 50 persen, 100 persen pun sudah boleh. Tapi dengan ketentuan, semua yang masuk wajib sudah divaksin dan dapat dibuktikan dengan aplikasi Peduli Lindungi,” katanya.

Ke depannya, lanjut Husni, Pemko Medan akan terus memberlakukan scan barcode Aplikasi PeduliLindungi kepada setiap masyarakat yang akan beraktivitas dalam kesehariannya. “Mulai dari perbatasan, masuk perkantoran, mal, pusat-pusat perbelanjaan, semua nantinya wajib pakai aplikasi Peduli Lindungi,” lanjutnya.

Terpisah, kepada Sumut Pos, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono mengatakan, selama PPKM Level 1, Pemko Medan akan menerapkan berbagai pelonggaran guna meningkatkan kembali perekonomian di Kota Medan. Salah satunya, setiap mal di Kota Medan telah diizinkan untuk menampung 100 persen pengunjung dari total kapasitas mal. Dengan kata lain, tidak ada lagi pembatasan jumlah pengunjung.

“Tidak ada lagi pembatasan jumlah pengunjung di Mal, sudah bisa masuk 100 persen, itu tertera di Inmendagri dan Ingubsu juga. Tapi dengan catatan, wajib prokes dan wajib sudah divaksin dengan membuktikannya lewat aplikasi Peduli Lindungi. Itu sudah kita imbau dan sudah jadi kesepakatan para pengelola mal,” terang Agus, Senin (27/12).

Selain itu, lanjut Agus, setiap mal di Kota Medan juga telah diizinkan beroperasi sesuai dengan jam operasional biasa. “Sekarang mal di Kota Medan sudah bisa beroperasi dari Pukul 09.00 sampai Pukul 22.00 WIB. Apakah jam operasional ini akan tetap berlaku kedepannya, nanti akan kita lihat lagi. Tapi saat ini, mal di Kota Medan boleh beroperasi sampai jam 10 malam,” lanjutnya.

Dijelaskan Agus, di moment Libur Nataru ini, pengunjung Mal di Kota Medan memang meningkat cukup signifikan dari hari-hari biasanya. Namun begitu, Dinas Pariwisata tetap memastikan bahwa Satgas Covid-19 dari Dinas Pariwisata dan Satgas Mal setempat tetap meminta jalannya prokes.

“Terus kita pantau, terus kita awasi. Satgas dari Dispar Terus bekerjasama dan berkoordinasi dengan Satgas mal-mal di Kota Medan tentang penerapan prokes dan kewajiban dalam menerapkan aplikasi Peduli Lindungi,” pungkasnya. (map)

Cegah Abrasi Pantai, Epson Indonesia Tanam Ratusan Bibit Mangrove

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Impelmentasi tanggung sosial perusahaan CSR (corporate social responsibility), PT Epson Indonesia kembali menanam ratusan bibit tanaman mangrove di kawasan ekowisata Pantai Indah Kapuk.

Head of Finance and Corporate Services Epson Indonesia M Husni Nurdin mengatakan, Ekosistem hutan mangrove merupakan habitat penting bagi organisme kelautan dan sebagai penjaga pantai dari abrasi. selain implementasi CSR, hal ini juga bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan hidup, khususnya di wilayah pantai utara Jakarta.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas lingkungan hidup di DKI Jakarta,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (27/12).

Husni mengatakan, penanaman bibit mangrove di wilayah Jakarta Utara merupakan salah satu implementasi program CSR berkelanjutan, yang menekankan keseimbangan antara sosial, ekonomi dan lingkungan hidup.

Program penanaman bibit mangrove bentuk dukungan Epson Indonesia untuk pembangunan berkelanjutan yaitu menjaga ekosistem laut. Menurutnya, penanaman pohon mangrove atau dikenal sebagai pohon bakau dapat membantu kota mendapatkan air dan udara yang bersih.

“Hutan mangrove juga berfungsi sebagai pemecah gelombang laut secara alami di sepanjang pantai utara Jakarta dan menambah ruang terbuka hijau,” ungkapnya.

Gatot Marulitua, direktur TWA Angke Kapuk berterima kasih kepada Epson Indonesia, karena telah ikut berperan menjaga kelestarian lingkungan demi mencegah abrasi. “Kami merasa sangat bersyukur dengan kepedulian dari Epson Indonesia. Ini merupakan penanaman keempat Epson di TWA Angke Kapuk,” ujar Gatot

Gatot menambahkan, program sedekah oksigen Jakarta akan diperluas dari 2 hektare (ha) menjadi 10 ha per tahun. Dengan demikian, dalam tujuh tahun, diharapkan terjadi penanaman di lahan 70 ha. “Donasi Epson sangat baik untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia, termasuk kegiatan peduli lingkungan menanam mangrove di TWA Angke Kapuk” Jelas Gatot

Sementara itu Managing Director Epson Indonesia, Muto Yusuke Mengatakan, ekologi lingkungan semakin tidak ideal. Itu sebabnya, daerah pantai harus kembali hijau, sambil mengembalikan ekologi satwa.

“Hutan mangrove salah satu solusi yang sangat penting untuk mengatasi berbagai jenis masalah lingkungan. Tanaman bakau ini juga sangat bermanfaat untuk melindungi pantai dari erosi. Tanaman yang tumbuh di tepi pantai ini dapat melindungi dataran dari hempasan ombak secara langsung, sehingga ombak tidak langsung menerjang dataran yang akan menyebabkan erosi dan longsor,”tutupnya.

PLN Sukseskan Peresmian Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura

KATA SAMBUTAN: Mentri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan saat memberikan kata sambutan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah tengah mengembangkan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang akan diperuntukkan sebagai Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2). Kawasan ini berlokasi di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

KATA SAMBUTAN: Mentri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan saat memberikan kata sambutan.

Taman ini sebagai tempat dilakukannya penelitian pengembangan bibit – bibit hortikultura yang berkualitas tinggi. Kawasan tersebut akan menjadi pusat bibit herbal dan hortikultura yang hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia.

Dalam acara peletakan batu pertama Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (23/12/21) yang dilakukan secara simbolis dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi didampingi Menteri Pertanian, Wakil Menteri PUPR, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Perdagangan, Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Humbahas Hasundutan. Turut juga hadir Direktur PLN Regional Sumatera Kalimantan, Adi Lumakso, dan jajaran Management PLN UIW Sumatera Utara sebagai bentuk dukungan sekaligus penyedia pasokan listrik yang andal dan terjaga selama 24 jam untuk memenuhi program PLN, Electrifying Agriculture.

“PLN berkomitmen siap mendukung segala kebutuhan listrik yang dibutuhkan kawasan tersebut dalam melakukan penelitian dan kegiatan pengembangan bibit herbal di Sumatera Utara,” ujar Direktur Regional Sumatera Kalimantan, Adi Lumakso.

Pada kawasan tersebut juga akan dibangun fasilitas pendukung TSTH2 seperti laboratorium, taman koleksi, pembenihan dan penelitian, silvopastura, wisata alam, wisata buatan, kantor, mess bagi peneliti, serta guest house.

Dengan diresmikannya Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) pemerintah berharap petani dapat menghasilkan bibit bagus dan unggul, sehingga hasil tersebut dapat dipergunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di Sumatera Utara. (ila)

3 Hari ke Depan, Sumut Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang, Waspadai Dampak Typhoon Rai

SUMUTPOS.CO – Masyarakat di Provinsi Sumatera Utara diminta tetap waspada dampak Typhoon Rai, yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologis seperti banjir bandang, longsor, angin kencang dan gelombang tinggi.

“Hasil monitoring berdasarkan model analisis sinoptik pada 17 Desember 2021, menunjukkan adanya aktivitas Typhoon Rai di wilayah Laut China,” kata Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hartanto dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sumut Pos, Sabtu (25/12).

Menurutnya, hal itu akan memicu tekanan rendah di Semenanjung Malaysia dan konvergensi di wilayah pantai barat Sumatera, di mana kondisi tersebut mengakibatkan peningkatann

curah hujan di wilayah Sumatera bagian Utara. Berdasarkan informasi prakiraan berbasis dampak hujan lebat wilayah Sumut pun, lanjut dia, terdapat beberapa wilayah siaga yaitu Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Kota Padangsidempuan, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Deli Serdang, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga.

Sedangkan untuk wilayah waspada yaitu Asahan, Kota Tanjung Balai, Labuhanbatu Utara, Nias Utara, Kota Gunung Sitoli, Nias Selatan, Simalungun, Kota Medan, Humbahas, Batu Bara, Labuhanbatu, Langkat, Padang Lawas Utara, Nias, Nias Barat, Kota Tebing Tinggi, dan Kota Binjai.

“Informasi tinggi gelombang 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di wilayah Selat Malaka, tinggi gelombang 2,5-4 meter berpeluang terjadi perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Nias,” terangnya.

Berdasarkan analisis tersebut, ujar Hartanto, maka wilayah Sumut dalam tiga hari ke depan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, dengan durasi lama dan cakupan wilayah yang luas sehingga dapat mengakibatkan terjadi bencana hidrometeorologis (banjir bandang, longsor, angin kencang dan gelombang tinggi).

Menyikapi kondisi tersebut, BBMKG meminta agar para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terjadinya bencana hidrometeorologi tersebut. Serta selalu mengikuti informasi dari BBMKG Wilayah I Medan melalui dari media sosial @infobmkgsumut, atau menghubungi layanan informasi Balai Besar MKG Wilayah I Medan melalui call center 082168043653 (HP); e-Mail: fodbalai1@yahoo.com. (prn)