Home Blog Page 2918

Menko Airlangga: Vaksinasi Anak Bagus untuk Memulai Sekolah Tatap Muka, Hindari Skill Sosialisasi Anak yang Hilang

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kesehatan masyarakat selalu menjadi prioritas Pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Indonesia. Vaksinasi yang menjadi salah satu upaya menguatkan imunitas masyarakat terus digaungkan Pemerintah dan selaras dengan pelaksanaannya di lapangan.

Pemerintah telah melakukan vaksinasi secara bertahap kepada kelompok tenaga kesehatan, lansia, dewasa, ibu hamil, remaja, hingga kini diperluas kepada kelompok anak-anak usia 6 sampai 11 tahun.

Hingga 27 Desember pukul 18.00 WIB, total vaksinasi dosis 1 tercatat sebanyak 157.246.796 dosis atau 75,50% dari target, sedangkan vaksinasi dosis 2 tercatat sebanyak 111,168,620 dosis atau 53,38% dari target.

“Alhamdulillah sekarang target dosis ke dua di atas 40% sudah tercapai,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, saat secara langsung mengunjungi Sentra Vaksinasi Serviam di sekolah Santa Ursula Jakarta, Selasa (28/12).

“Vaksinasi anak-anak ini bagus untuk dimulai dan ditargetkan pada kuartal pertama tahun depan selesai. Sehingga dengan anak-anak divaksin ini diharapkan bisa mulai sekolah tatap muka. Karena selama 2 tahun sekolah daring tentu adaskill yang hilang, terutama untuk sosialisasi, khususnya kehidupan sosial dengan teman-teman sebayanya,” tutur Menko Airlangga.

Sebagai informasi, Sentra Vaksinasi Serviam (SVS) digagas oleh alumni 3 sekolah yang terdiri dari, Sekolah Santa Theresia, Sekolah Santa Ursula, dan Sekolah Santa Maria. SVS telah melakukan vaksinasi kepada kelompok lansia di atas 60 tahun, tenaga pendidik, tokoh agama, dan difabel. Selain itu, vaksinasi juga dilakukan kepada masyarakat kelompok usia di atas 50 tahun sejak 31 Mei 2021, kelompok usia di atas 18 tahun sejak 9 Juni 2021, kelompok usia di atas 12 tahun sejak Juli 2021, dan kelompok usia 6 sampai 11 tahun sejak Desember 2021. Khusus kelompok usia 6-11 tahun, target vaksinasi harian sebesar lebih dari 350 penerima vaksinasi.

“Sentra Vaksin Serviam ini flow-nya baik, apalagi didukung dengan IT System yang baik terkait dengan entry data. Ini mungkin bisa menjadi solusi dan direplikasi di tempat lain,” kata Menko Airlangga.

Adanya vaksinasi yang ditargetkan kepada kelompok anak usia 6 sampai 11 tahun ini meningkatkan laju rata-rata harian vaksinasi di Indonesia. Total sebanyak 2.324.644 dosis telah disuntikan kepada anak usia 6-11 tahun.

“Ke depannya, sentra vaksinasi yang lebih mobile dibutuhkan agar semua masyarakat bisa segera divaksinasi,” pungkas Menko Airlangga. (ltg/fsr/adv/*)

Youtuber Nodie Wakgenk Fasilitasi 2 Pembalap Vespa Medan, Raih Mimpinya Main di Tingkat Nasional

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Youtuber sukses asal Kota Medan, Nodie Wakgenk membawa dua orang pebalap motor Vespa asal Kota Medan meraih mimpinya mengikuti balapan tingkat nasional di Sirkuit Sentul, Jakarta yang akan berlangsung pada Januari 2022 mendatang.

Kedua pebalap Vespa yang dari Bonaro Racing Team 52 itu Teguh Iman Murdani (21) dan Djamet Pranata (26). Mereka merupakan warga Jalan Airlangga Ujung, Kelurahan Petisah, Kecamatan Medan Petisah. Teguh dan Djamet merupakan pebalap berprestasi dalam ajang balap motor Vespa khususnya Kota Medan.

Dalam event itu, keduanya akan menguji kemampuan dengan pebalap Vespa di seluruh Indonesia dalam ajang Brotos Vespa Race yang akan berlangsung di Sirkuit Sentul pada 15 Januari 2022 nanti. Keduanya akan mengikuti tingkat profesional dan regular dengan kelas 2T Standart Tune Up.

Nodie Wakgenk yang merupakan donatur kedua pembalap Vespa tersebut mengatakan bahwa dirinya sangat menyuport segala kegiatan positif kalangan anak muda. Menurutnya dari ajang itu bisa mengharumkan nama Kota Medan.

“Jadi awalnya mereka cerita sama aku, kami anak Vespa sering juara di Medan dan ingin sekali bisa ikut kompetisi di luar daerah untuk membawa nama Kota Medan. Karena itu saya sangat dukung untuk memfasilitasi mereka ikut ajang balap Vespa di tingkat nasional,” katanya kepada wartawan di Medan, Selasa (28/12).
Nodie Wakgenk mengaku telah mempersiapkan timnya dengan matang untuk berkomptisi di Brotos Vespa Race. Dia mengaku sangat optimis dua pebalap muda itu bisa keluar sebagai yang terbaik.

“Persiapan kita sudah 100 persen. Mulai dari kesiapan motor, mesin dan mental serta kesehatan pembalap kita dalam kondisi baik. Selebihnya transportasi dari Medan ke Jakarta udah kita atur semua jadi tinggal kebut dan memaksimalkan hari yang tersisa untuk latihan,” ucap Youtuber itu.
Menurut Nodie Wakgenk bahwa dalam sebuah kompetisi khususnya balap motor tidak hanya melulu yang pertama menyentuh garis finish dan keluar sebagai juara. Namun, mencoba dan berusaha adalah hal paling utama untuk meraih kemenangan.
“Karena aku selaku donator untuk tim Vespa ini, aku gak terlalu menginginkan juara nomor satu. Tapi tampil aja dulu, karena sesuatu harus dicoba dan kalaupun menang Alhamdulillah itu bonus. Karena bisa memfasilitasi mereka aja udah bisa jadi suatu kebanggaan, jadi menang atau kalah itu nomor dua yang penting tampil,” ungkapnya.

Nodie Wakgenk menjelaskan sangat bersyukur bisa memfasilitasi dua pebalap muda berpretasi itu ke ajang nasional. Dia mengaku hanya tidak ingin melihat para pebalap muda berbakat di Kota Medan justru salah langkah dengan memutuskan untuk balap liar di jalanan bertaruh nyawa.

“Pemerintah harusnya fair kalau nanti ada tim balap yang sering juara setidaknya difasilitasi apalagi main di tingkat nasional bawa nama daerah. Mudah-mudahan kedepannya pemerintah lebih jeli terhadap bakat-bakat pebalap muda di Kota Medan minimal fasilitasi biar mereka gak balap-balap di jalanan umum,” tegasnya.

Dia berharap ke depannya dua pebalap muda bisa menjadi pebalap kebanggaan masyarakat Kota Medan.

“Pesanku sama mereka, agar bisa bersungguh-sungguh dalam meraih cita-cita dan ini menjadi salah satu langkah awal mereka diuji seberapa besar usaha dan kerja keras mereka untuk meraih itu. Minimal kalau gak jadi yang terbaik jadi yang beda,” tandasnya.

Sementara itu, Djamet Pranata yang akan ikut dalam balapan tingkat nasional di Sirkuit Sentul, Jakarta mengatakan akan tampil semaksimal mungkin untuk meraih hasil yang positif.

“Yang penting tampil bagus, untuk menang kalah pasti hal biasa. Namun, yang terpenting tampil maksimal dan meraih hasil yang positif,” tandasnya.(gus)

Sepanjang 2021, 11 Dokter Gugur Terinveksi Covid di Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 11 anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan gugur karena terinfeksi Covid-19 sepanjang tahun 2021 (hingga 27 Desember). Dari belasan dokter yang meninggal tersebut, paling banyak dokter spesialis kandungan.

Ketua IDI Cabang Medan dr Wijaya Juwarna Sp-THT-KL menyebutkan, 11 dokter yang gugur karena virus Corona ini, 3 diantaranya merupakan spesialis kandungan (SpOG). “Selebihnya, spesialis anak (SpA), bedah (SpB), kulit dan kelamin (SpKK), radiologi (SpRad), patologi klinik (SpPK) dan saraf (SpS) / bedah saraf (SpBS),” ungkap Wijaya, Senin (27/12).

Wijaya menyebutkan, untuk tahun 2020 ada 14 orang anggota IDI Cabang Medan yang meninggal karena Covid 19 dalam kurun waktu Maret sampai Oktober. “Semoga darmabakti, dedikasi dan pengabdian mereka semua menjadi suri teladan dan pendorong semangat bagi tenaga kesehatan serta relawan lainnya dalam menghadapi pandemi Covid-19,” katanya.

Lebih lanjut Wijaya mengatakan, meskipun cukup merasa lega kurun waktu Agustus hingga Desember 2021 karena kasus Covid-19 sudah menurun, diharapkan para anggota IDI Cabang Medan khususnya tetap waspada. Dengan kata lain, tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun di ruang publik.

“Begitu juga dengan masyarakat, walaupun sudah lebih beradaptasi dengan situasi pandemi ini namun tetap waspada. Budayakan disiplin memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan,” ujarnya.

Wijaya menambahkan, virus corona dapat terus bermutasi. Dengan varian-varian baru yang muncul, bisa saja vaksinasi juga terus dikembangkan untuk menyesuaikan dengan varian yang baru. “Walaupun sudah divaksin, tetap waspada dan jaga prokes (protokol kesehatan). Selain itu, tak lupa berdoa memohon kepada Yang Maha Kuasa agar senantiasa melindungi kita semua,” ujarnya.

730 Dokter Meninggal

Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mencatat, secara nasional ada 730 dokter gugur akibat Covid-19.  Kematian tertinggi terjadi pada Juli 2021 lalu yakni 216 orang. Sedangkan pada bulan lalu, ada 72 dokter yang meninggal dunia usai terinfeksi penyakit bernama SARS-CoV-2 itu.

“Terbanyak dokter umum 385 orang, diikuti  dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter kesehatan anak,” kata Ketua Tim Mitigasi Dokter PB IDI, Adib Khumaidi, baru-baru ini.

Adib juga menyampaikan, angka kematian dokter terbanyak berasal dari Jawa Timur sebanyak 165 orang, Jawa Barat 111 orang, Jawa Tengah 105 orang, DKI Jakarta 95 orang, dan Sumatera Utara yakni 52 orang.  Usia dokter yang meninggal paling banyak berada di rentang 50 sampai 60 tahun.

Tak hanya itu, puluhan dokter yang meninggal itu juga menyandang status sebagai akademisi di perguruan tinggi. “Kita sudah kehilangan 43 Guru Besar yang berarti bagi profesinya, negara, dan masyarakat,” kata Adib. (ris/bbs/ila)

Meski Libur Tahun Baru, RSUP Haji Adam Malik Tetap Siagakan Pelayanan

Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski libur tahun baru, Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) tetap menyiagakan layanan dan tenaga kesehatan untuk melakukan pelayanan kesehatan. Sebelumnya, selama libur natal juga disiagakan pelayanan.

Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik

Sub Koordinator Hukum, Organisasi dan Humas RSUP HAM, Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa) mengatakan, Instalasi Gawat Darurat (IGD) telah disiapkan untuk terus siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan kegawatdaruratan selama masa liburan. “Meskipun tahun baru jatuh pada hari Sabtu dan pemerintah juga sudah membatalkan cuti bersama, namun kami tetap menyiagakan pelayanan kesehatan 24 jam bagi masyarakat melalui IGD,” kata Rosa, Senin (27/12).

Rosa menyebutkan, untuk pelayanan IGD, RSUP HAM telah menugaskan tiga dokter spesialis secara on-site (di tempat). Ketiganya adalah dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anestesi, dan dokter spesialis anak. Mereka akan bertugas sesuai dengan jadwal jaga, bersama dengan dokter umum, perawat dan tenaga kesehatan lainnya.

“Kami juga menyiapkan dokter spesialis obgyn (kandungan) dan dokter spesialis bedah yang akan bertugas secara on-call (panggilan) jika ada kasus kesehatan terkait yang membutuhkan tenaga dan keahlian mereka. Dokter spesialis lainnya juga siap dipanggil (on-call) sesuai kebutuhan pelayanan,” paparnya.

Selain itu, kata Rosa, pelayanan hemodialisa, kemoterapi dan Poliklinik Metadon tetap dibuka untuk pasien yang sudah didaftarkan sesuai dengan jadwal masing-masing. Untuk pasien dari rumah sakit lain, bisa dirujuk ke RSUP HAM melalui aplikasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute) dan call center 061-8363000 selama 24 jam.

“Sementara itu, pelayanan poliklinik di Instalasi Rawat Jalan dan Poli Eksekutif akan tutup seperti biasa pada hari Sabtu-Minggu dan dibuka kembali pada hari kerja. Namun demikian, telah disiapkan obat-obatan dan segala kebutuhan lainnya untuk menghadapi kemungkinan terjadinya lonjakan pasien,” ungkapnya.

Rosa menambahkan, kepada masyarakat diingatkan agar tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Terutama, disiplin dalam memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, meskipun sedang berkumpul bersama keluarga dalam suasana liburan. “Jangan lupa protokol kesehatan tetap dijaga, dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Harapannya, kasus Covid-19 di Sumatera Utara khususnya agar terus melandai,” pungkasnya. (ris/ila)

Diduga Tempat Mesum, Salon RWT di Jalan KL Yos Sudarso Digeruduk Emak-emak

UNJUKRASA: Sejumlah emak-emak di Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan berunjukrasa meminta aparat kepolisian menutup salon yang diduga jadi tempat mesum.istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Diduga dijadikan tempat mesum, puluhan emak-emak di kawasan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan menggerebek Salon RWT di Jalan KL Yos Sudarso, KM 19,5, Senin (27/12). Dalam penggerebekan itu, ditemukan 5 wanita muda dan 8 pria bukan berstatus suami istri di dalam lokasi perawatan wajah yang berkedok salon tersebut.

UNJUKRASA: Sejumlah emak-emak di Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan berunjukrasa meminta aparat kepolisian menutup salon yang diduga jadi tempat mesum.istimewa/sumut pos.

Keterangan yang diperoleh, pengerebekan yang dilakukan sebagian besar emak-emak itu, sempat memimbulkan ketegangan, karena pemilik salon menolak emak-emak itu masuk. Bahkan ada seorang pria dari dalam salon mengatakan dirinya anggota, sehingga mengundang aparat Polsek Medan Labuhan untuk mengamankan lokasi.

Namun, setelah petugas menanyakan identitas pria tersebut, ternyata yang bersangkutan bukan oknum polisi, sehingga membuat emak-emak yan berada di luar bersorakan. “Dia hanya mengaku polisi, ternyata bukan oknum polisi,” ujar Rafeah, warga Pekan Labuhan.

Suasana sempat riuh akhirnya berhasil ditenangkan polisi. “Kami resah dengan aktivitas salon ini, karena selama ini banyak pria yang tidak jelas keluar masuk ke dalam salon, bahkan di antaranya ada yang membawa wanita,” katanya.

Emak-emak yang melakukan aksi tersebut berharap agar salon kecantikan tersebut ditutup dan pindah dari lokasi tempat tinggal mereka, karena warga tidak mau terkena musibah gara-gara salon maksiat tersebut, pinta warga.

Petugas Polsek Medan Labuhan yang merusaha mencoba menenangkan warga, segera meminta kepada pemilik salon, M membuat pernyataan dan berjanji akan menutup usahanya agar pindah dari lokasi tersebut. Akhirnya satu persatu pengunjung salon keluar dari lokasi dan pergi meninggalkan lokasi salon tersebut, diantaranya ada yang nai sepeda motor. (mbo/ila)

DPRD Kota Medan Sahkan Perda Tentang Penyelenggaraan Perpustakaan, Pemko Harus Ciptakan Perpustakaan Modern

FOTO BERSAMA: Ketua DPRD Medan Hasyim SE foto bersama Wali Kota Medan Bobby Nasution dan lainnya, usai menyetujui Ranperda Kota Medan tentang Penyelenggaraan Perpustakaan.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Medan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan harus benar-benar membenahi perpustakaan di Kota Medan menjadi perpustakaan yang berkualitas dan modern.

FOTO BERSAMA: Ketua DPRD Medan Hasyim SE foto bersama Wali Kota Medan Bobby Nasution dan lainnya, usai menyetujui Ranperda Kota Medan tentang Penyelenggaraan Perpustakaan.istimewa/sumutpos.

Keberadaan perpustakaan diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang cepat, murah dan tepat untuk menggali, sebagai wahana pendidikan penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi yang mampu meningkatkan kecerdasan. Selain itu, perpustakaan juga diharapkan mampu mengenai topik-topik yang sedang hangat di tengah masyarakat.

Harapan itu disampaikan Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan, Haris Kelana Damanik ST saat menyampaikan pendapat Fraksinya terhadap Ranperda Kota Medan tentang Penyelenggaraan Perpustakaan dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Medan Hasyim SE didampingi Wakil Ketua DPRD Medan H Ihwan Ritonga SE MM, Rajudin Sagala SPdI dan H.T Bahrumsyah SH MH di gedung DPRD Medan, Senin (27/12).

Dalam rapat paripurna yang dihadiri Wali Kota Medann

Muhammad Bobby Afif Nasution dan Wakil Wali Kota Medan H. Aulia Rachman itu, Fraksi Gerinda mengaku menerima dan menyetujui Ranperda untik dijadikan Perda. Begitu juga dengan fraksi-fraksi lainnya seperti PDIP, PKS, PAN, Golkar, Demokrat, NasDem dan Hanura, PSI dan PPP (HPP) yang sepaka menerima dan menyetujui Ranperda tersebut.

Masih dalam pendapat fraksinya, Haris Kelana Damanik mengatakan, perpustakaan Kota Medan harus memberikan kesempatan bagi masyarakat umum untuk membaca bahan pustaka yang dapat membantu meningkatkan pendidikan ke arah yang lebih baik. Tak cuma itu, DPRD Medan juga berharap agar perpustakaan di Kota Medan dapat dibuat dengan standar nasional. “Perda Perpustakaan diharapkan menjadikan perpustakaan yang berkualitas dengan standar nasional,” ucap Haris.

Guna mewujudkan harapan itu, Fraksi Gerindra memberikan sejumlah kritikan dan saran, yakni meminta agar perpustakaan di Kota Medan dapat dibangun mulai dari koleksi buku yang ada, fasilitas yang memadai dan nyaman, hingga layanan maupun Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di dalam perpustakaan.

Selain itu, Fraksi Gerindra juga berharap agar perpustakaan Kota Medan harus menjadi sumber informasi yang akurat dan terbarukan (update). Sebab dengan adanya Perda Penyelenggaraan Perpustakaan, akan menjadikan APBD lebih berpihak dan mengakomodasi penyelenggaraan perpustakaan di daerah.

“Mengingat selama ini perpustakaan sulit mendapatkan perhatian khususnya terkait anggaran dari pemerintah daerah. Maka kedepannya, tidak ada alasan agar perpustakaan Kota Medan dapat dibenahi dan dibangun sesuai dengan standar nasional,” ujarnya.

Untuk itu, kata Haris, Fraksi Gerindra Kota Medan meminta agar perpustakaan Kota Medan dapat segera berbenah. Perpustakaan Kota Medan diharapkan tidak hanya berperan dalam mengelola koleksi dan menyelenggarakan layanan, tetapi juga menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada warga Kota Medan.

“Selain itu, perpustakaan di Kota Medan juga harus memiliki standarisasi pustakawan di Dinas perpustakaan dan kearsipan Kota Medan,” katanya.

Di akhir pendapat fraksinya, Haris meminta agar dalam menyusun dan penataan Perpustakaan di Kota Mesan, Pemko Medan perlu memperhatikan rasio jumlah buku terhadap jumlah penduduk Kota Medan serta peningkatan indeks literasi yang hendak dicapai.

“Karena koleksi perpustakaan merupakan salah satu faktor utama dalam mendirikan suatu perpustakaan. Salah satu kriteria dalam penilaian layanan perpustakaan melalui kualitas koleksinya. Koleksi perpustakan sangat besar peranannya dalam menunjang pelayanan informasi yang diberikan kepada pengguna perpustakaan,” pungkasnya. (map/ila)

Jadi Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi, Humarkar Ritonga Dilantik Gubsu

LANTIK: Gubsu Edy Rahmayadi melantik Humarkar Ritonga  menjadi Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi, Senin (27/12).istimewa/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Humarkar Ritonga  dilantik Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menjadi Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubsu Jl Sudirman Medan, Senin (27/12). Sedangkan Harun Al Rasyid sebagai Direktur Air Minum  PDAM Tirtanadi.

LANTIK: Gubsu Edy Rahmayadi melantik Humarkar Ritonga  menjadi Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi, Senin (27/12).istimewa/sumu tpos.

Dalam sambutannya, Gubsu Edy Rahmayadi berharap kepada kedua Direktur yang dilantik dapat menjalankan tugas dengan mengedepankan rasa loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan bukan loyalitas terhadap seseorang, kemudian harus ada rasa memiliki serta mampu bekerjasama.

“Saya berharap sumpah yang diucapkan tadi adalah janji sebagai Direktur, intinya  perusahaan ini merupakan bisnis yang mencari keuntungan tapi bukan keuntungan pribadi melainkan untuk perusahaan sehingga dapat mensejahterakan rakyat Sumut,”kata Gubsu Edy Rahmaydi.

Selain Edy Rahmayadi juga mengingatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bukan organisasi politik untuk itu lanjut Edy Rahmayadi kepada Direktur yang dilantik   harus mampu bekerja secara profesional sehingga masyarakat Kota Medan khususnya tidak kekurangan air bersih, diharapkannya pada Tahun 2023 permasalah kekurangan air sudah dapat teratasi.

Sementara Direktur Administrasi dan Keuangan Humarkar Ritonga  mengatakan  akan bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi sebagai Direktur Adm dan Keuangan, dan sesuai arahan Gubsu untuk bekerjasama dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Alhamdulillah ini merupakan amanah saya mohon dukungan dari semua pihak dalam menjalankan program kerja,”kata Humarkar Ritonga usai dilanrik Gubsu.

Seperti diketahui, Gubsu Edy Rahmayadi selain melantik dua orang Direktur PDAM Turtanadi juga melantik Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) Refli. Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Anggota Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi Silmi, Direktur Utama PDAM Tirtanadi Kabir Bedi, Kepala Biro Perekonomian Pempropsu Naslindo Sirait, para Kepala Divisi PDAM Tirtanadi, Kepala Keamanan PDAM Tirtanadi, para Kepala Bidang dan para Kepala Cabang PDAM Tirtanadi serta undangan lainnya. (adz)

Wali Kota Binjai Buka Karantina dan Sidang Tahfizul Quran

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah membuka kegiatan karantina dan sidang Tahfizul Qur’an SD-SMP-SMA Islam Terpadu Islamic Center Yayasan Wakaf Al Kaffah Binjai, Senin (27/12).

Hadir pula dalam kegiatan ini, Ketua LPTQ Kota Binjai, Irwansyah Nasution, pendiri dan pembina Yayasan Al Kaffah Binjai Ustaz H Zulkarnain Asri, dan Ustaz Rizaldi Nasution, Ketua Yayasan Al-Kaffah Binjai Wahyu Pamungkas Daulay, para pengurus Yayasan Al Kaffah Binjai, Ketua karantina Tahfizul Qur’an Umi Nuriana Nasution, dan orangtua para murid peserta karantina.

Peserta karantina Tahfizul Qur’an Yayasan Al Kaffah ini terdiri dari 125 orang, 58 orang peserta laki-laki, dan 67 peserta perempuan yang berasal dari Kelas 3 SD-12 SMA. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari yaitu 27-29 Desember 2021.

Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Al Kaffah Binjai, Ustaz H Zulkarnain Asri dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Binjai yang selalu mendukung kegiatan Yayasan Al Kaffah.

Menurutnya, Wali Kota Binjai yang pernah menjabat sebagai Ketua LPTQ Kota Binjai selama 9 tahun ini, selalu memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan terkait pengembangan Alquran di Kota Binjai. Selain itu, ia pun menyemangati para peserta dan pembimbing karantina Tahfizul Alquran. Membina calon hafiz Al Qur’an adalah pekerjaan mulia,” tegasnya.

Dia pun kembali mengingatkan, apa yang dilakukan oleh para pengajar dan pembimbing merupakan sebuah amalan zariah. Ia juga mengungkapkan bahwa karantina adalah bercanda, bercakap, dan bersahabat dengan Al Quran.

“Saya harap anak-anak tidak usah serius dan stress dalam kegiatan ini, tetapi menikmati prosesnya sehingga kegiatan ini terasa menyenangkan,” jelasnya lagi.

Wali Kota Binjai dalam kesempatan tersebut, menyatakan pemerintah Kota Binjai mendukung seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Al Kaffah. “Saya mengapresiasi dan berterimakasih kepada ketua yayasan dan bapak ibu yang telah mengantarkan anaknya untuk mengikuti kegiatan ini,” ujar Wali Kota. “Yakin dan percaya, anak-anak kita akan menambah ilmu dan menambah hafalan Alqurannya melalui kegiatan ini,” tambahnya pula.

Dia pun memaparkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari visi Kota Binjai, yaitu menjadikan Kota Binjai sebagai kota yang maju, berbudaya, dan religius. Wali Kota pun berharap, kedepannya tiap instansi pendidikan dapat bersinergi dengan pemerintah.

Hal ini menjadi salah satu upaya agar para anak muda dapat terhindar dan terjerumus dari hal hal yang negatif. Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan secara simbolis badge peserta. (ted/han)

kepada perwakilan peserta Karantina Tahfizul Alquran Yayasan Wakaf Al Kaffah oleh Wali Kota Binjai dan Ketua LPTQ Kota Binjai. (ted/han)

AKBP Nicolas Jabat Kapolres Karo

SERTIJAB: AKBP Yustinus Setyo Indriono SH ,SIK dan istri saat serah terima jabatan sebagai Kapolres Karo.solideo/sumut pos.

KARO, SUMUTPOS.CO – Polres Tanah Karo menggelar acara pisah sambut Kapolres dari AKBP Yustinus Setyo Indriono SH SIK kepada AKBP Ronny Nicolas Sidabutar SH SIK, MH, di Mapolres Tanah Karo Jalan Veteran Nomor 45 Kabanjahe, Senin (26/12).

SERTIJAB: AKBP Yustinus Setyo Indriono SH ,SIK dan istri saat serah terima jabatan sebagai Kapolres Karo.solideo/sumut pos.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB, Kapolres Tanah Karo yang baru AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, disambut oleh pejabat lama, PJU dan Forkopimda Karo dengan Tertib Kegiatan Pisah Sambut dengan melaksanaan Apel Farewell.

Sambutan pejabat lama AKBP Yustinus Setyo Indriono, menyampaikan ucapan terimakasih atas seluruh rekan personel Polres Tanah Karo yang telah mendukung selama dirinya menjabat Kapolres Tanah Karo.

“Selamat kepada Bapak AKBP Ronny Nicolas Sidabutar sebagai Kapolres Tanah Karo yang baru, semoga Polres Tanah Karo dengan pimpinan yang baru dapat menambah semangat baru kepada personil dalam pelayanan masyarakat,” ucapnya

Kapolres Tanah Karo yang baru juga mengatakan terimakasih atas dedikasi AKBP Yustinus Setyo SH SIK, selama menjabat di Polres Tanah Karo dan selamat bertugas di tempat yang baru dengan menyampaikan paparan Lapsat dan penanda tanganan Sertijab.

“Insyallah, saya akan melanjutkan program Kapolres yang lama dan saya juga mohon dukungan dari rekan-rekan semuanya. Semoga kita semua sehat selalu dan dalam perlindungan Allah Swt,” kata AKBP Ronny Nicolas Sidabutar.

“Semoga jabatan yang diemban bisa didukung dan diberikan keberkahan,” sebutnya. Seperti diketahui, upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolres Tanah Karo ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, M.Si di Aula Tribrata Polda Sumut, Rabu (22/12). (deo/han)

96 Warga Binaan Lapas Binjai, Dapat Remisi Natal

REMISI: Warga binaan Lapas Binjai yang mendapat remisi Natal 2021.SUMUT POS/ISTIMEWA.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 96 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai mendapat remisi khusus Hari Raya Natal 2021.

REMISI: Warga binaan Lapas Binjai yang mendapat remisi Natal 2021.SUMUT POS/ISTIMEWA.

Menurut Kalapas Binjai, Maju Amintas Siburian, jumlah WBP yang mendapat remisi Natal sesuai dengan usulan. Artinya, Lapas Binjai mengusulkan 96 WBP untuk mendapat remisi. Oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengabulkan usulan tersebut.

“Kita tentunya patut bersyukur. Sebab dari 96 narapidana yang kita usulkan untuk memperoleh remisi khusus Natal tahun 2021, semuanya disetujui,” ujar dia, Senin (27/12).

Per Sabtu (25/12) kemarin, jumlah penghuni di Lapas Binjai sebanyak 1.980 orang. Dari jumlah ini, kata dia, 1.852 orang berstatus WBP.

“Untuk narapidana yang beragama Kristen sebanyak 135 orang,” bebernya, seraya menegaskan bahwa dalam Remisi Khusus Natal tahun 2021 ini, tidak ada Narapidana yang memperoleh RK II atau langsung bebas.

Dia meminta kepada para WBP yang belum mendapat Remisi, untuk terus memperbaiki diri agar dapat memperoleh Remisi pada kesempatan berikutnya.

Menurut dia, remisi Natal merupakan hak WBP yang telah memenuhi syarat.

Baik administratif dan substansif sesuai Peraturan Perundang-undangan. “Remisi bukan sekedar pengurangan masa pidana. Namun diharapkan juga dapat meningkatkan keimanan dan semangat untuk menjadi lebih baik lagi,” serunya.

Dia berharap, WBP yang mendapat remisi untuk dapat lebih meresapi lagi momentum Natal dan bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa.

“Semoga sukacita dan damai Natal akan menyertai kita semua Selamat Natal dan tahun baru 2022,” tukasnya. (ted)