MEDAN, SUMUTPOS.CO- Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Demokrat, Ishaq Abrar Mustafa Tarigan SIP meminta Pemko Medan memperhatikan kondisi infrastruktur di kawasan Medan Utara, khususnya Kecamatan Medan Deli. Pasalnya hingga saat ini, persoalan seperti jalan rusak, drainase buruk, hingga lampu penerangan jalan umum (LPJU) belum juga terselesaikan oleh Pemko Medan.
Seperti yang terungkap dalam reses yang digelar Ishaq Abrar Mustafa Tarigan di Jalan Pancing No 89, Medan Deli, Minggu (19/12/2021) lalu. Masih banyak masyarakat yang mengeluhkan, kondisi infrastruktur baik drainase, jalan, lampu penerangan jalan umum di kawasan Medan Deli yang tidak pernah berubah dari tahun ke tahun.
Di antaranya seperti yang disampaikan Dwi Putri, warga Jalan Mangaan VIII Lingkungan 12 Kelurahan Mabar Hilir, Medan Deli. “Daerah kami sering menjadi langganan banjir karena drainase yang tidak berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Begitu juga disampaikan Yuda, warga Mabar Hilir. Disebutnya, kondisi drainase di Jalan Islamiyah butuh normalisasi, agar masyarakat terhindar dr genangan air yang terjadi ketika hujan turun.
Sementara Tika Handayani warga Jalan Mangaan VIII Gang Pelajar Lingkungan 12 Kelurahan Mabar Hilir meminta agar Pemko Medan dapat segera memasang LPJU di sepanjang Gang Pelajar. “Sampai saat ini belum ada lampu penerangan jalan di Gang Pelajar, mohon ini segera dipasang karena kalau malam gelap gulita dan rawan kriminalitas,” ujarnya.
Begitu juga dengan Tien Sumiati, warga Jalan Pendidikan, Mabar Hilir. Dia juga menyebutkan, pada malam hari di sepanjang Jalan Pendidikan gelap sehingga masyarakat resah. “Mohon perhatiannya pak agar dipasang lampu jalannya,” pintanya
Menyikapi aspirasi masyarakat ini, Ishaq Abrar Mustafa Tarigan berjanji akan memperjuangkannya. “Aspirasi masyarakat ini harus saya perjuangkan. Siapa lagi yang membangun daerah ini kalau bukan kita yang memperjuangkannya. Karena saya putra daerah di sini, saya juga ikut merasakan apa yang bapak, ibu rasakan. Seperti jalan rusak dan banjir di kawasan kita, saya juga merasakan itu. makanya ini harus saya perjuangkan melalui lembaga DPRD Kota Medan,” ucap Abrar.
Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan ini berharap, keluhan masyarakat dalam reses ini supaya diakomodir Pemko Medan. “Saya siap bersama warga mendukung program Pemko Medan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kita pun berharap Pemko agar memperhatikan kebutuhan warganya,” pungkas Abrar. (adz)
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Lapas Kelas IIB LubukPakam Kanwil Kemenkumham Sumut memberikan Remisi Khusus Hari Raya Natal Tahun 2021 kepada 54 warga binaan di Aula Dr Sahardjo Lapas Lubukpakam, Sabtu (25/12/2021). Pemberian remisi khusus ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Kementrian Hukum dan HAM RI Nomor : PAS-1702.PK.01.05.05 Tahun 2021.
Pemberian remisi khusus ini dipimpin dan dikakukan Kasi Binadi Giataja Edward P Situmorang dan Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Dody Efrata Ginting. Ke-54 warga binaan ini mendapatkan remisi karena dianggap memenuhi persyaratan, di antaranya berkelakuan baik, mengikuti pembinaan, dan syarat-syarat administrasi serta substansinya sudah terpenuhi.
Dalam kesempatan itu, Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Dody Efrata Ginting membacakan SK remisi dan dilanjutkan dengan penyerahan SK remisi secara simbolis yang dilakukan Edward P Situmorang selaku Kasi Binadik dan Giatja. “Selamat kepada warga binaan yang telah mendapatkan potongan masa pidana (remisi), kami ucapkan terima kasih karena selama ini telah menunjukan perilaku yang baik,” sebut Edward.
Edward juga berpesan, agar tema perayaan Natal Tahun 2021 harus benar-benar dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan upacara pemberian remisi Natal tahun 2021 inipun berjalan lancar, tertib, dan aman dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (rel/adz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terkait viralnya aksi oknum personel Satgas Cakra Buana yang bertindak arogan terhadap seorang remaja di depan sebuah minimarket, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Drs Rapidin Simbolon menegaskan telah memberhentikan oknum tersebut dari jabatannya sebagai Wakil Komandan Bidang Pembinaan Satgas.
“Kita sedikitpun tidak mentoleransi aksi-aksi atau tindakan yang tidak mencerminkan sebagai kader PDI Perjuangan,” kata Rapidin Simbolon dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/12/2021).
Selain itu dalam beberapa kali kesempatan, kata Rapidin, dirinya selalu berpesan agar Satgas tidak boleh arogan dan harus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. “Makanya setelah mendengar berita viral ini, DPD PDI Perjuangan tidak ragu lagi untuk mengambil keputusan memberhentikan Saudara Halfian Sembiring Meliala sebagai Wakil Komandan Bidang Pembinaan, karena tindakannya tidak mencerminkan sebagai anggota PDI Perjuangan dan Satgas yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila,” tegas Rapidin.
Dalam kesempatan tersebut Rapidin juga menegaskan, tindakan yang dilakukan yang bersangkutan merupakan tindakan pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan partai. “Untuk itu, DPD PDI Perjuangan Sumut menegaskan, tidak akan melakukan intervensi dengan proses hukum yang berjalan di kepolisian karena hal tersebut merupakan tindakan pribadi,” tegas Rapidin.
Terakhir, Rapidin menerangkan, dalam waktu dekat dirinya, sebagai Ketua DPD PDI perjuangan Sumut akan mengumpulkan para Komandan Satgas untuk melakukan evaluasi mendasar agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. “Kita sudah agendakan pasca liburan Natal untuk melakukan evaluasi mendasar dan melakukan perbaikan system dan manajemen kesatgasan agar kejadian ini tidak terulang lagi di masa mendatang,” pungkas Rapidin.
Sementara Darmawansyah Sembiring, selaku Komandan Satgas Cakra Buana DPD PDI Perjuangan Sumut, mengapresiasi respon cepat Kapolrestabes Medan dan jajarannya dalam menanggapi dan menyelesaikan kasus ini secara profesional. “Kami sangat menghargai proses hukum yang sedang berlangsung saat Ini, dan menunggu hasil dari pihak Kepolisian terkait prihal tersebut,” ujarnya.
Darmawansyah juga mengimbau kepada masyarakat agar bijak menyikapi pemberitaan media juga media sosial dan tidak terprovokasi dengan isu-isu negatif yang mengintervensi Satgas DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara. “Kami Satgas PDI Perjuangan DPD Sumatera Utara akan menyikapi kasus ini secara seksama dan melakukan tindakan sebagaimana mestinya. Saya berharap kita semua dapat menunggu dengan sabar proses hukum yang sedang berlangsung dan menghargai hasilnya,” pungkasnya. (adz)
PALUTA, SUMUTPOS.CO– Hampir dua tahun kasus pembacokan terhadap Abdurrahim Harahap (59), belum ada kepastian. Dua orang terduga pelaku pembacokan, Mursid Siregar (27) dan Qhoidar Siregar (23), hingga kini belum juga ditangkap Polsek Padangbolak, dengan alasan melarikan diri dan masih dalam daftar pencarian orang (DPO).
Abdurrahim Harahap
Namun menurut informasi, kedua pelaku diduga masih berkeliaran di sekitar kampungnya dan bahkan mengancam korban. Abdurrahim Harahap pun berharap keadilan dan kepastian hukum terkait peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya itu.
Peristiwa pembacokan itu terjadi pada 15 Februari 2020 di Desa Rondaman, Kecamatan Halongonan Timur, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta). Ketika itu, korban bertengkar dengan kedua pelaku dan berujung pada pembacokan yang membuat telinga sebelah kiri Abdurrahim nyaris putus.
Meski dalam kondisi terluka, korban melakukan perlawanan terhadap kedua pelaku. Selanjutnya korban membuat laporan pengaduan ke Polsek Padangbolak. Namun di sisi lain, kedua pelaku juga melaporkan korban. Sehingga dalam kasus ini korban dan pelaku saling lapor.
Tapi, laporan pelaku yang lebih dulu diproses Polsek Padangbolak. Hal ini terbukti karena Abdurrahim Harahap terlebih dulu diamankan Polsek Padangbolak. Namun karena kondisi kesehatan Abdurrahim Harahap kurang baik dan telinga yang dibacok juga belum pulih, maka penahanan Abdurrahim Harahap ditangguhkan.
Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan AKP Paulus Simamora ketika dikonfirmasi wartawan via WhatsApp, Jumat (24/12/2021), mengatakan, terhadap Qhoidar dan Mursid sudah dilakukan upaya tindakan penangkapan. “Namun keduanya tidak berada di tempat. Kita masih melakukan penyelidikan secara maksimal tentang keberadaan Qhoidar dan Mursid. Karena kasus ini saling lapor tetap penanganan berlaku adil dan obyektif,” jawab Kasat Reskrim AKP Paulus Simamora. (rel/adz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Indonesia terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan Protokol Kesehatan (Prokes). Hal ini, untuk menekan penyebaran COVID-19. Apa lagi, di tanah air tercatat 8 kasus varian Omicron ditemukan di Indonesia dan saat ini dalam penanganan.
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi.(ist).
Hal itu, diungkapkap oleh Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/12). Ia menegaskan, apapun varian virusnya, kunci menghadapinya tetap sama, yaitu tegakkan protokol kesehatan, perkuat upaya testing, lacak dan isolasi, serta lakukan vaksinasi.
“Saat ini Omicron ini menjadi varian yang menyita banyak perhatian, terutama dengan karakteristiknya yang memungkinkan untuk memunculkan gelombang COVID-19 di berbagai negara,” kata Siti.
Badan Kesehatan Dunia WHO, Nadia menjelaskan menyatakan per tanggal 23 Desember, sudah ada 110 negara yang melaporkan telah menemukan kasus Omicron, baik yang diperoleh dari para pelaku perjalanan maupun yang dari komunitas, dalam arti, sudah ada penularan di tingkat masyarakat.
“Tingkat penularan Omicron diyakini melebihi varian Delta, meski sejauh ini gejala yang ditimbulkan lebih ringan,” sebut Nadia.
Namun, Nadia mengatakan, studi masih terus dilakukan untuk memahami karakteristik varian ini. WHO dalam laporannya menyampaikan bahwa risiko untuk semua negara masih dikategorikan sangat tinggi.
Dengan mempertimbangkan varian dominan saat ini masih varian Delta (96%) yang sempat memunculkan gelombang besar di berbagai negara beberapa waktu yang lalu.
“Tentu kita sudah melakukan antisipasi supaya Omicron yang sudah diidentifikasi di Indonesia tidak menyebar dan meluas di masyarakat. Oleh karena itu, semua harus ikut andil dalam upaya pengendalian transmisi varian ini,” tegas Nadia.
Ia juga menekankan, semua pihak harus tetap waspada dan tetap prokes, juga bersiap jika gelombang berikutnya mungkin akan muncul seiring dengan meluasnya varian baru tersebut.
Dalam mencegah dan mengendalikan Omicron, Nadia menekankan kerja sama dari berbagai pihak adalah kunci utamanya. Disamping tentu selalu mendukung upaya-upaya yang tengah dilakukan, seperti segera melakukan vaksinasi.
“Apapun jenis vaksinnya. Tidak pilih pilih vaksin. Pastikan kita dan orang-orang di sekeliling kita sudah mendapatkan vaksinasi lengkap. Bantu untuk memberikan pengertian dan pemahaman tentang pentingnya vaksinasi, bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya,” papar Nadia.
Kemudian, ujarnya, mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker yang pas, mencuci tangan, menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan paling penting jika merasa memiliki gejala seperti demam batuk dan nyeri tenggorokan, segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat.
Selain itu, juga mendukung kegiatan pelacakan kontak dan pemeriksaan swab jika diperlukan. Dalam laporan Satgas COVID-19, di mana survei terkait kepatuhan terhadap protokol kesehatan dilakukan secara rutin, terlihat bahwa kepatuhan sudah baik.
“Akan tetapi masih cukup banyak kab/kota yang masih rendah angka kepatuhannya, seperti dalam penggunaan masker. Oleh karena itu, mari untuk saling mengingatkan betapa pentingnya penggunaan masker dan juga protokol kesehatan lainnya, untuk mencegah penularan COVID-19,” tandas Nadia.
Menyoroti pergerakan warga saat Natal dan Tahun Baru (Nataru), Nadia mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan, guna mencegah adanya gelombang COVID-19 ketiga sebagai dampak dari peningkatan mobilitas dan interaksi antar masyarakat.
Dikatakannya, saat ini mobilitas penduduk di Maluku, Nusa Tenggara dan Papua sudah meningkat melebihi kondisi pra pandemi COVID-19. Sedangkan mobilitas penduduk di Jawa dan Bali, meskipun masih di bawah kondisi pra pandemi, meningkat sejak awal Desember 2021.
“Mobilitas penduduk tinggi merupakan faktor risiko transmisi COVID-19,” tegas Nadia, “kami dari pemerintah selalu melakukan mitigasi terkait peningkatan risiko penularan, terutama yang dipengaruhi oleh peningkatan pergerakan masyarakat selama masa libur panjang ini,” imbuhnya.
Ia meminta seluruh masyarakat dan tentunya para pelaku perjalanan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan selalu memantau kesehatan diri sendiri juga keluarga. Jika ada yang sakit untuk dapat segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasyankes terdekat.
“Hal ini akan sangat bermanfaat bagi upaya pengendalian pandemi di tingkat daerah dan nasional,” tuturnya.
Nadia juga kembali mengingatkan, agar masyarakat berperan aktif menyukseskan vaksinasi, terutama kelompok rentan seperti kelompok lansia, ibu hamil, orang dengan penyakit penyerta (komorbid), dan anak-anak.
Kesempatan yang sama, Nadia menyampaikan perkembangan terkini situasi COVID-19 di tanah air. Melihat angka reproduksi efektif sebagai ukuran pengendalian laju pandemi yang harus dibawah 1, kata Nadia, per tanggal 16 Desember 2021, angka ini sudah di bawah 1 di semua regional.
“Jika kita lihat situasi nasional, terjadi penurunan kasus baru mingguan sebesar 4% dan penurunan jumlah kematian juga sebesar 14% dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Testing rate dan positivity rate dan juga penggunaan tempat tidur COVID-19 termasuk ICU dapat kita jaga dalam level aman,” paparnya.
Ia menegaskan, tren baik ini harus dipertahankan dengan terus mengupayakan kegiatan surveilans, pelacakan kontak, dan vaksinasi. Kemudian kepada pengelola tempat publik, kata Nadia, diimbau untuk melakukan pengawasan ketat selama jam operasional berlangsung, agar tidak terjadi kerumunan dan pelanggaran prokes.
“Sedangkan kepada seluruh masyarakat, supaya menjalankan perilaku hidup bersih sehat, taat protokol kesehatan dan segera mengakses vaksin,” pungkasnya.(gus)
PEMATANGSIANTAR, SUMUTPOS.CO – Merayakan Natal 2021 DPD, DPC dan Fraksi PDI Perjuangan Sumut sembelih 12 ekor sapi dan 1 ekor kerbau. Dagingnya dibagikan kepada masyarakat di Kota Pematangsiantar beserta sembako, sebagai bentuk syukur atas lahirnya sang Juru Selamat Yesus Kritus, yang dilaksanakan di di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Pematangsiantar, Jumat (24/12/2021).
12 ekor sapi dan satu ekor kerbau ini diperoleh dari gotong royong kader-kader PDI Perjuangan. Ketua DPD Partai Rapidin Simbolon, dan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Mangapul Purba yang masing-masing menyumbang satu ekor sapi. Selebihnya gotong royong anggota Fraksi PDI Perjuangan Kota Pematangsiantar.
“Ada dua hal yang kita syukuri dalam perayaan Natal tahun ini. Yang Pertama, kita bersyukur dengan kasih damai Natal. Yang kedua, kita bersyukur dalam perayaan Natal Tahun ini kondisi pandemi sudah melandai. Jadi kita bisa memperingati dengan suka cita, meski tetap harus menjaga protokol kesehatan,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Drs Rapidin Simbolon MM dalam pernyataannya kepada wartawan dalam kesempatan tersebut.
Rapidin juga mengatakan, kegiatan kali ini juga dilaksanakan sebagai ajang mempererat tali persaudaraan antara kader partai dan masyarakat. “Natal harus membawa berkat persaudaraan karena ajaran kristus yang tertinggi adalah kasih antar sesama umat manusia. Untuk itu, dalam peringatan Natal tahun ini kita membagikan bingkisan Natal agar masyarakat bisa tersenyum, mengingat masyarakat baru saja mengahadapi situasi sulit dikarenakan pandemi,” ungkap Rapidin.
Terakhir, Rapidin berharap, dengan adanya kegiatan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat dan bisa membantu masyarakat dalam merayakan Natal bagi masyarakat yang beragama Nasrani. “Untuk warga yang muslim, bantuan ini merupakan tali asih agar momen ini bisa menjadikan perekat persaudaraan dalam bingkai Kebhinekaan,” pungkas Rapidin.
Selain itu, Ketua Fraksi yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Mangapul Purba juga menyampaikan, Natal tahun ini harus dimaknai sebagai awal kebangkitan baru bagi masyarakat setelah 2 tahun diuji oleh pendemi Covid-19. “Kita harus yakin bisa keluar dari berbagai persoalan dengan cara terus bergotong royong bagi semua pihak mengatasi kesulitan. Natal tahun ini adalah simbol kebangkitan kita keluar dari berbagai persoalan dan kita telah kuat menghadapinya,” ungkap Mangapul.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pematangsiantar Timbul Lingga mengatakan, dalam kegiatan ini PDI Perjuangan membagikan bingkisan tali asih kepada 1.200 KK. “Termasuk kita bagikan kepada pengurus DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting baik yang Nasrani maupun yang beragama lain. Maka dari itu, dalam penyembelihannya kita penuhi standarisasi halal agar bisa dinikmati semua kalangan,” ujar Timbul.
Timbul berharap, Natal tahun ini bisa dirayakan dengan penuh suka cita dan penuh rasa syukur, karena tahun ini situasi Covid-19 sudah melandai. “Meski demikian, seperti arahan ketua DPD tadi, kita juga harus menjaga Prokes karena Pandemi belum benar-benar berakhir,” pungkas Timbul Lingga. (adz)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Smarfren melakukan peningkatan kapasitas jaringan dan optimasi jaringan guna mengantisipasi potensi kenaikan traffic layanan internet selama hari raya Natal 2021 dan perayaan Tahun Baru 2022.
PERIKSA: Karyawan Smartfren saat memriksa jaringan di daerah Binjai, Sumatera Utara, beberapa waktu yang lalu.
Peningkatan kapasitas ini dilakukan guna memastikan pelanggan tetap mendapatkan koneksi internet terbaik saat berada dalam perjalanan, maupun ketika berada di rumah masing-masing.
Seiring dengan perubahan pola mobilitas masyarakat, pada saat hari raya Natal dan Tahun Baru 2022 diprediksi akan terjadi kenaikan traffic layanan internet dengan kenaikan tertinggi di wilayah pemukiman. Pada saat Natal, kenaikan traffic layanan internet secara nasional diprediksi mencapai 5 – 8 persen dibandingkan hari biasa. Kenaikan traffic tertinggi di masa Natal diperkirakan terjadi di region Jabodetabek dengan peningkatan 10 persen.
Sedangkan pada saat tahun baru, diperkirakan kenaikan traffic layanan internet secara nasional mencapai 10-15 persen dibandingkan hari biasa. Sedangkan pada momen tahun baru ini diperkirakan kenaikan traffic tertinggi terjadi di region Jabodetabek persen dengan peningkatan 15 persen.
Agus Rohmat, VP Network Operations Smartfren mengatakan, “Peningkatan trafik ini didorong oleh perubahan perilaku masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan secara online, dan hingga sekarang semuanya tetap berlangsung secara online. Seperti pertemuan secara virtual maupun hiburan film dan musik menggunakan aplikasi streaming video, hingga kegiatan sehari-hari lainnya yang banyak memanfaatkan layanan internet.”
Guna mengantisipasi potensi kenaikan traffic layanan internet tersebut, Smartfren telah melakukan peningkatan kapasitas jaringan hingga 15 persen secara nasional. Sejumlah wilayah yang diprediksi mengalami peningkatan kebutuhan layanan internet seperti Jabodetabek dan Jawa Tengah juga telah mendapatkan peningkatan kapasitas jaringan hingga 20 persen lebih tinggi dari hari biasa.
Selain peningkatan jaringan, Smartfren telah menggunakan teknologi termutakhir pada seluruh network, yaitu multiple carrier, milimeter wave, small cell, 4×4 MIMO, Beam Forming, Full Duplex, serta 256 QAM. Semuanya berperan dalam memberikan koneksi internet terbaik yang membuat pelanggan mendapat akses berkecepatan tinggi, stabil, serta mencapai 4G+ pada gadget yang mendukung. (rel/ram)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO—Dalam rangka merespons isu terkait perbandingan layanan tarif broadband internet Indonesia, MASTEL merasa perlu memberikan pencerahan kepada publik mengenai gambaran pembangunan sektor internet saat ini.
Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Sarwoto Atmosutarno.
Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Sarwoto Atmosutarno menyampaikan sejumlah hal terkait isu dimaksud.
“Pemerintah Indonesia sejak tahun 1995 secara sadar telah menyerahkan industri telekomunikasi yang kemudian berkembang menjadi industri internet kepada mekanisme pasar,” ujarnya melalui pernyataan tertulis yang diterima sumutpos.co, Jumat (24/12/2021).
Ia menambahkan, pemerintah menyerahkan pasokan internet kepada multioperator para penyelenggara jasa dan/atau jaringan internet yang jumlahnya lebih dari 100 penyelenggara besar dan kecil. Dengan demikian, pemerintah sudah tidak pernah berinvestasi lagi di bidang penyelenggaraan telekomunikasi dan internet selama lebih dari 25 tahun.
“Pemerintah diharapkan berperan dalam mendukung kesehatan industri ini melalui regulasi yang mengatur keseimbangan tingkat pengembalian investasi, kualitas layanan dan perlindungan konsumen,” terang Sarwoto.
Menurutnya, investasi pada penyelenggaraan jasa dan jaringan internet di Indonesia relatif lebih mahal untuk sifat teknologi yang cepat usang (obsolete).
Sarwoto memaparkan, demografi Indonesia memiliki lebih dari 270 juta penduduk dan 17.100 pulau dari aspek geografis. Panjang dari Timur ke Barat adalah 5120 km dan dari Utara ke Selatan adalah 1.760 km, di mana 3,1 juta km persegi adalah air, terbagi menjadi 514 kabupaten dan kota, membutuhkan akses internet untuk mempercepat Transformasi Digital dan Ekonomi Digital terutama untuk bangkit dari dampak pandemi COVID-19. Akses internet ini diperlukan untuk membangunkan desa dan UMKM yang menjadi tumpuan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat. Terlebih kondisi geografis Indonesia yang unik dan menjadi tantangan bagi industri, khususnya penyedia internet.
“Pesatnya perkembangan teknologi membuat pasar internet Indonesia dipenuhi oleh layanan internet Fixed Broadband (FBB) dan Mobile Broadband (MBB), bahkan konvergensi baik wireless maupun nonwireless,” sebutnya.
Pihaknya sangat bersyukur karena Indonesia sebagai negara berkembang telah memasuki pasar internet broadband, pasar dengan permintaan kecepatan lebih dari 2MB/s, selama lebih dari sepuluh tahun.
“Dari catatan MASTEL, investasi yang ditanamkan operator cukup besar. Pada tahun 2020 telah dibangun 169.833 KM Fiber Optic, 133 Transponder Satelit, 117 Internet Points Of Presence (POP), dan 26 Data Center yang dibangun,” ungkap dia.
Pun pertumbuhan investasi secara umum, rata-rata meningkat 4% per tahun. Investasi ini juga membuat adopsi digital Indonesia meningkat sebesar 32%, tumbuh dua kali lipat sebelum pandemi. Investasi ini mendukung layanan MBB dan FBB atau konvergensinya.
“Meski dari segi stabilitas yang kurang karena faktor blank spot, pasar MBB di Indonesia mendominasi dengan pendapatan di tahun 2020 sebesar Rp 117 T, sementara FBB sebesar Rp 29 T,” kata Sarwoto.
Mengenai tarif internet broadband yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat, dari perbandingan yang dilakukan MASTEL, lanjut dia, tarif internet di Indonesia termasuk dalam kategori terjangkau. Di tengah stagnasi pertumbuhan pendapatan yang dihadapi oleh penyedia, Indonesia memiliki tarif rata-rata terendah untuk MBB berbasis volume sebesar USD 0,31/GB pada tahun 2020 (lebih mahal dari India USD 0,11, tetapi lebih murah dari Malaysia USD 0,56 dan Brasil USD 1,16). Tarif MBB Indonesia ini mengalami penurunan dari USD 0,43/GB pada data 2019 dari McKinsey.
“Untuk FBB yang didominasi IndiHome, kita bisa menggunakan dua acuan ukuran. Pertama, Indonesia menempati posisi termahal di ASEAN dengan tarif per Mbps antara Rp 14.895 – Rp 43.500 pada 2019 (data CupoNation),” katanya.
Kedua, dengan tarif bulanan sebesar USD 29,01 untuk tarif FBB, Indonesia sudah menempati peringkat 53 termurah dari 211 negara (disurvei oleh cable.co.uk). Setiap perspektif dapat dipergunakan tergantung pada kepentingan analisis masing-masing konsumen.
“Namun, MASTEL melihat telah ada upaya yang telah dilakukan oleh para penyelenggara, yang sebagian besar merupakan anggota MASTEL, untuk terus menurunkan tarif sesuai tingkat keekonomian,” katanya.
Prestasi kompetisi tarif Indonesia ini dicapai, selain tantangan kondisi geografis yang berat juga dalam environment perhitungan EBITDA bisnis infrastruktur bandwidth yang stagnan. Bahkan pertumbuhan pendapatan bisnis infrastruktur telekomunikasi mengalami penurunan sebesar 2-3% selama tiga tahun terakhir, kecenderungan selisih Return on Investment Capital (ROIC) dengan Weighted Average Cost of Capital (WACC) menurun dan tinggal sebesar 1-2%.
Oleh karena itu, hemat pihaknya, sudah saatnya pemerintah mendorong peningkatan kesehatan dan kesinambungan industri bagi para operator internet dengan mempercepat regulasi konsolidasi operator telekomunikasi, infrastructure sharing, area kolaborasi di antara operator jaringan dan provider OTT (Over the Top), serta mengurangi beban retribusi untuk penyelenggaraan dan penggelaran jaringan (biaya regulasi). Tidak dapat disangkal bahwa negara semakin bergantung pada layanan internet yang diserahkan kepada mekanisme pasar di mana pilihannya bergantung pada kebutuhan konsumen.
“Kita mengapresiasi kehadiran negara untuk percepatan internet di pedesaan dan terpencil serta Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang sangat membutuhkan bandwidth internet tanpa gangguan dan aman. Disamping itu, internet juga diperlukan untuk pelayanan penanggulangan bencana dan pertahanan dan keamanan nasional,” pungkasnya. (rel/prn)
MEDAN, SUMUTPOS.CO—Pelaku pengeroyokan terhadap Candra (30), warga Jalan Swadaya Gang Tower Horas, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Medan, hingga kini masih bebas berkeliaran.
DAMPINGI: Penasehat hukum dari AP Pulungan Law Office, Alan Putra Pulungan SH (kanan) mendampingi kliennya, Candra sembari tunjukkan surat polisi atas kasus yang telah dilaporkan ke Polsek Patumbak, baru-baru ini. ISTIMEWA.
Padahal kasusnya telah terjadi lima bulan lalu, bahkan tak jarang salah seorang pelaku kerap mencemooh dan mengintimidasi korban beserta keluarganya dikarenakan dia masih belum ditangkap aparat berwenang.
Ironisnya, penyidik Polsek Patumbak hingga kini belum menetapkan tersangka kepada para pelaku pengeroyokan itu.
Sedangkan Candra selaku korban, telah membuat laporan di SPKT Polsek Patumbak pada 1 Agustus 2021, sesuai dengan Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan Nomor STPL/457/VIII/2021/SU/Polrestabes Medan/Sek Patumbak.
“Pada 1 Agustus 2021 lalu, klien saya kedatangan segerombolan orang yang memaksa masuk pekarangannya dan mengeroyoknya,” ujar penasehat hukum korban, Alan Putra Pulungan SH kepada wartawan, Jumat (24/12/2021).
Pria yang akrab disapa Alan mengatakan, meskipun pemeriksaan terhadap pelapor (Candra), terlapor dan saksi-saksi telah dilakukan, namun hingga kini, para terlapor yang diduga sebagai pelaku penganiayaan secara bersama-sama tidak kunjung ditetapkan sebagai tersangka.
“Atas kejadian tersebut, klien saya dan keluarganya selalu merasa ketakutan dan terancam, sebab para pelaku masih berkeliaran dan sering mengejek mereka karena laporan polisi klien saya dianggap tidak berguna dan tidak dapat menjerat para pelaku secara hukum,” kata pimpinan AP Pulungan Law Office tersebut.
“Saya jelaskan laporan polisi milik klien saya sudah berumur 5 bulan, dan sampai dengan saat ini tidak jelas apa rencana tindak lanjut penyidik dalam perkara ini dengan tidak menetapkan para pelaku sebagai tersangka”.
Alan menilai bahwa penyidik ataupun penyidik pembantu Unit Reskrim Polsek Patumbak, di bawah Polrestabes Medan itu tidak profesional dan tidak akuntabel dalam mewujudkan Polri Presisi sebagaimana arahan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Tertuang dalam Pasal 28 ayat 1 UUD 1945, setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum,” tegasnya.
Masih Alan, terkait hal tersebut termaktub dalam pasal 28 G ayat 1 UUD 1945; Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannya serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasinya”.
“Dalam Pasal 28 H ayat 2 UUD 1945 juga menyebutkan bahwa, setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan,” ujarnya lagi.
Selain itu, Alan juga menerangkan Pasal 28 I ayat 1 UUD 1945 bahwa, perlindungan, kemajuan, penegakan dan pemenuhan Hak Asasi Manusia adalah tanggung jawab Negara, terutama pemerintah.
“Dimana Polri Presisi? Klien kami sebagai pelapor/korban memohon keadilan yang seadil-adilnya dan memohon kepastian hukum atas penganiayaan secara bersama-sama yang dialaminya,” katanya.
Ia berharap agar Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak ikut membantu penegakan hukum seadil-adilnya terhadap kasus ini, terutama bagi korban pengeroyokan seperti yang dialami oleh kliennya.
Terpisah, saat dikonfirmasi wartawan ia WhatsApp terkait kasus ini, salah seorang penyidik Polsek Patumbak menjelaskan, bahwa kedua belah pihak saling lapor.
Akan tetapi, ketika dikonfirmasi spesifikasi terkait tindak lanjut kasus tersebut, ia ogah menerangkan lebih lanjut.
Seperti diketahui, visi presisi yang diusung Kapolri Listyo Sigit Prabowo dinilai positif. Presisi yang merupakan singkatan dari prediktif, responsibilitas, transparasi, dan berkeadilan membuat pelayanan dari kepolisian lebih terintegrasi, modern, mudah, dan cepat.
Kapolri juga tidak ragu untuk menindak tegas para kapolda, kapolres, hingga kapolsek apabila tidak mampu menjadi teladan bagi jajarannya.
Akan tetapi, oknum-oknum polisi yang menampar wajah institusi Polri dinilai semakin hari semakin menjamur di provinsi ini.
“Dikatakan demikian, tak jarang masyarakat masih mengeluhkan kinerja para penyidik khususnya di polsek-polsek jajaran Polda Sumut,” imbuh Alan.
Masyarakat hanya berharap, kata dia, seluruh anggota Polri mampu menegakkan keadilan dan tindakan hukum yang sebenar-benarnya tanpa harus memandang dari sisi materi. (prn)
Mephan Supriadi selaku pimpinan PT SSSi & KP. USU saat menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat terkena banjir di Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Madina, 21 Desember 2021.
MADINA, SUMUTPOS.CO – PT Sawit Sukses Sejati (PT SSSi) berkolaborasi dengan Koperasi Pengembangan Universitas Sumatera Utara (KP USU) menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat terkena banjir.
Sebanyak 50 paket sembako, berupa 10 kg beras, 1 dus mie instan dan 2 kg gula pasir dialokasikan untuk masyarakat Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal (Madina), 21 Desember 2021.
Mephan Supriadi selaku pimpinan PT SSSi & KP. USU menyampaikan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap musibah yang dialami oleh masyarakat sekitar perusahaan, di mana salah satu bagian dari visi perusahaan kami adalah senantiasa menciptakan manfaat bagi masyarakat.
“Kepada masyarakat yang mengalami musibah banjir, kami dari manajemen PT Sawit Sukses Sejati & KP USU turut berduka atas musibah ini, semoga Allah SWT melindungi serta memberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” sebutnya.
Sementara itu, saat memberikan bantuan Hotri Pulungan selaku Koordinator SSL & Plasma menyatakan mewakili manajemen PT Sawit Sukses Sejati dan Koperasi Pengembangan Universitas Sumatera Utara (KP USU) bersyukur dapat terlibat dalam hal meringankan beban korban bencana banjir di Desa Ranto Panjang, Kuta Imbaru, Lubuk Kapundung I dan Lubuk Kapundung II.
“Ini merupakan sesuatu cobaan dari Allah SWT, kiranya bagi saudara – saudara kami yang terkena dampak banjir dapat lebih semangat dalam menghadapi cobaan ini, dan semoga cobaan ini secepatnya segera berlalu,” ucap Hotri.
Supriadi, mewakili masyarakat desa yang juga korban banjir mengucapkan terima kasih kepada PT Sawit Sukses Sejati dan KP USU yang memberikan perhatian dengan memberikan sembako kepada warga yang terdampak banjir.
“Kehadiran PT Sawit Sukses Sejati dan KP USU membawa dampak positif bagi masyarakat. Lapangan pekerjaan terbuka bagi penduduk lokal,” ungkapnya.
Di tempat terpisah yaitu pada posko bantuan Kecamatan, Edy Ikhsan Lubis selaku Camat Muara Batang Gadis mengatakan, banjir tahun ini memang yang terparah dalam 5 tahun terakhir. “Dahulu pernah juga terjadi banjir bandang pada tahun 2017 dan terkait bantuan ini saya pribadi sebagai Camat sangat berterima kasih kepada PT Sawit Sukses Sejati dan KP. Universitas Sumatera Utara serta juga semua perusahaan yang berada di Kecamatan Muara Batang Gadis karena telah memberikan bantuan paket sembako ini,” bebernya.
Pemerintah Kecamatan mengharapkan, semoga kedepannya perusahaan dapat terus memberikan perhatian lebih terhadap masyarakat Kecamatan Muara Batang Gadis.
Penyerahan sembako kepada masyarakat korban bencana banjir dihadiri olah Mephan Supriadi (Regional Controller); Hotri Pulungan (Koordinator Plasma & SSL); Jenny Gunanti (Manajer Estate); Ramsi Simanjorang (Manajer Estate); Ronny Gunawan (Manajer Estate); Sudiono (Kepala Tata Usaha PT SSSi); Heri Risnandar (Humas PT SSSi & KP. USU); Sori B. M Lumban Gaol (Ast. Sustainbility & CSR); Putra (Staff Kecamatan Muara Batang Gadis); dan para tokoh masyarakat. (Rel)