23 C
Medan
Saturday, January 24, 2026
Home Blog Page 2922

Terkait Permintaan FGTT Sumut Soal 3.000 Formasi PPPK, BKD: Menyesuaikan Kemampuan Keuangan Daerah

UNJUK RASA: Forum Guru Tidak Tetap (GTT) Sumatera Utara menggelar unjukrasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, meminta rekrutmen PPPK 2022 minimal dengan jumlah 3.000 formasi, Senin (22/11). istimewa/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut merespon aspirasi Forum Guru Tidak Tetap (FGTT) Sumut agar pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun anggaran 2022, diakomodir sebanyak 3.000 formasi.

UNJUK RASA: Forum Guru Tidak Tetap (GTT) Sumatera Utara menggelar unjukrasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, meminta rekrutmen PPPK 2022 minimal dengan jumlah 3.000 formasi, Senin (22/11). istimewa/sumu tpos.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu, Faisal Arif Nasution, jumlah 3.000 formasi sesuai keinginan FGTT Sumut itu tidak dapat diakomodir sepenuhnya. Pihaknya, hanya mampu mengadakan untuk 1.000 formasi PPPK saja di tahun depan. Alasannya sangat klasik, bahwa ini terkait dengan kemampuan keuangan daerah.

“Ya, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah,” katanya menjawab wartawan, Selasa (23/11).

Kementerian PANRB sebelumnya telah menyetujui 10.991 jumlah formasi PPPK untuk Pemprov Sumut tahun ini. Oleh Pemprov Sumut, setelah berkonsultasi dengan Kementerian PANRB, meminta pengurangan menjadi 3.000 formasi saja dengan alasan klasik tersebut. Ini mengingat, Sumut masih dilanda Covid-19 di mana anggaran banyak tersedot buat penanganan pandemi.

Selanjutnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) gabungan di DPRD Sumut, Forum GTT mengungkapkan bahwa berdasarkan KUA-PPAS APBD Sumut 2022, sudah dialokasikan pemprov buat pengadaan PPPK dengan jumlah 1.000 formasi saja. Dari jumlah itu, 900 formasi khusus untuk tenaga guru serta sisanya tenaga penyuluhan dan kesehatan. Penyusutan tersebut yang menuai protes Forum GTT Sumut, menilai BKD dan DPRD Sumut tidak berpihak atas kesejahteraan mereka.

Tak hanya itu, mereka dalam orasinya di depan kantor Gubernur Sumut, Senin (22/11), turut meminta BKD agar kembali memvalidasi data GTT berdasarkan Peraturan Gubernur Sumut 2018.

Menjawab ini, Faisal hanya menyebutkan bahwa sekaitan pengadaan PPPK 2022 nanti, pihaknya telah memasukkan dalam e-Formasi. Di mana sebelumnya tahapan ini sama sekali tidak diinput oleh Pemprov Sumut.

“Kita sudah input ke e-Formasi,” katanya. Faisal belum memastikan kapan rekrutmen PPPK tersebut akan dibuka. Termasuk rincian dari 1.000 formasi itu, berapa banyak untuk mengakomodir tenaga guru dan bidang lainnya. (prn/sih)

Tak Punya SMPN, Pemko Medan Segera Bangun SMP Negeri di Belawan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah bertahun-tahun lamanya tak memiliki Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri, Pemko Medan telah berencana bahkan akan menganggarkan pembangunan SMPN di Kecamatan Medan Belawan pada Tahun 2022 mendatang.

“Tahun depan, tahun 2022, rencananya kita akan membangun sekolah SMP Negeri di Medan Belawan dan sekarang sedang kita anggarkan,” ucap Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, Endar Sutan Lubis kepada Sumut Pos, Selasa (23/11).

Namun kata Endar, rencana tersebut masih terkendala dengan pembebasan lahan. Pasalnya, masyarakat pemilik lahan yang akan dibebaskan lahannya oleh Pemko Medan belum sepakat dengan harga yang ditawarkan.

“Tapi tanah (lahan) nya belum dibebaskan. Hasil perhitungan kita, appraisal cuma Rp700 ribu satu meter harga tanahnya, sedangkan yang punya tanah minta Rp1,6 juta. Sebenarnya memang di lokasi itu harga pasaran tanah sekitar Rp1,2 juta sampai Rp1,6 juta per meter, tapi kalau tanahnya tanah darat. Ini tanahnya tanah rawa, kita akan banyak sekali menimbun, makanya harga appraisalnya Rp700 ribu pr meter,” ujarnya.

Untuk itu, sebut Endar, pihaknya sedang mencari lahan lainnya yang dinilai sebagai solusi dari ketidakcocokan harga lahan yang dimaksud.

“Ini kita sedang mencari lahan alternatif lain. Yang pasti sama dengan lahan yang kemarin kita tawar, kita harapkan lahannya di dekat Kota Belawan itu lah. Soal luas lahan yang dibutuhkan, itu tergantung kondisi, tapi setidaknya kita butuh lahan di atas 3.000 meter persegi,” sebutnya.

Menurut Endar, pihaknya akan terus bergerak untuk mencari lahan yang dimaksud agar pembangunan SMPN di Kecamatan Medan Belawan dapat terealisasi di Tahun 2022. Mengingat, Kecamatan Medan Belawan belum memiliki SMP Negeri hingga saat ini.

“Tahun 2022, SMP Negeri itu harus sudah dibangun. Soal anggarannya sedang kita bahas di DPRD, nantinya itu akan dianggarkan di R-APBD 2022,” ungkapnya.

Terpisah, Plt Kadis Pendidikan Kota Medan Topan O.P Ginting, membenarkan rencana pembangunan Sekolah SMP Negeri di Medan Belawan. Pasalnya, rencana pembangunan SMP Negeri tersebut memang merupakan target pembangunan Pemko Medan pada bidang Pendidikan di kawasan Medan Utara.

“Rencananya memang Pemko Medan akan membangun SMP Negeri di Belawan, karena disana belum ada SMP Negeri. Pembangunan SMP Negeri di Belawan itu memang target pembangunan Kota Medan di tahun 2022,” jawab Topan kepada Sumut Pos, Selasa (23/11).

Namun begitu, lanjut Topan, kemungkinan SMPN di Belawan tersebut baru akan bisa beroperasi di Tahun 2023 atau Tahun Ajaran baru 2023/2024.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan Sudari ST, memberikan apresiasi kepada Pemko Medan yang telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan SMP Negeri (SMPN) di Kecamatan Medan Belawan. Dengan adanya penambahan SMPN di Kota Medan, khususnya di Medan Utara, diyakini dapar meningkatkan mutu pendidikan di Kota Medan.

“Kita apresiasi Wali Kota Medan yang sudah merealisasikan anggaran pembangunan SMPN di Kecamatan Medan Belawan untuk tahun 2022. Hal ini sudah lama didambakan warga disana. Kita harapkan, pendirian bangunan berikut sarana prasarana dapat berjalan dengan baik,” kata Sudari, Selasa (23/11).

Terkait penambahan gedung SMPN di Belawan, kata Sudari yang merupakan wakil rakyat dari Medan Utara itu, harus dibarengi dengan mempersiapkan kecukupan jumlah tenaga pengajar berikut SDM nya sejak dini. Sehingga, proses belajar mengajar akan berjalan dengan lancar.

“Disdik Medan harus mampu berinovasi terkait peningkatan mutu Pendidikan di Kota Medan. Apalagi proses belajar mengajar selama 1,5 tahun terganggu akibat Covid-19, sehingga memaksa dunia pendidikan untuk belajar secara daring. Tentu dengan belajar Daring tidak maksimal, sehingga banyak mata pelajaran yang tertinggal. Disini sangat diperlukan inovasi dari para guru,” pungkasnya.
(map/sih)

Platform e-Commerce Besutan Pemprov Sumut Terus Berprogres

PAPARKAN: Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah didampingi sejumlah pimpinan OPD paparkan program unggulan TPKAD Sumut dalam kegiatan Virtual Assesment TPAKD Award di Rumah Dinas Wagub, Jalan Teuku Daud Medan, Selasa (23/11). ISTimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah menyampaikan empat program kerja yang telah dilakukan dalam rangka meningkatkan akses keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

PAPARKAN: Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah didampingi sejumlah pimpinan OPD paparkan program unggulan TPKAD Sumut dalam kegiatan Virtual Assesment TPAKD Award di Rumah Dinas Wagub, Jalan Teuku Daud Medan, Selasa (23/11). ISTimewa/sumutpos.

Program itu meliputi UMKM Go Digital, UMKM Naik Kelas, One Village One Agent (OVOA) serta Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Program UMKM Go Digital, misalnya, sudah dilaksanakan di antaranya pemasaran produk UMKM melalui digital, pelaksanaan business matching antara pelaku UMKM dan pelaku Platform E Commerce.

“Saat ini 950 pelaku UMKM telah dilatih menggunakan platform e-Commerce dan 350 diantaranya telah berniaga secara digital. Selain itu lebih dari 450 ribu pelaku usaha telah memanfaatkan QRIS,” ujar pria yang akrab disapa Ijeck dalam kegiatan Virtual Assesment TPAKD Award di Rumah Dinas Wagub, Jalan Teuku Daud Medan, Selasa (23/11).
Hadir langsung Kepala Kantor OJK Regional 5 Sumbagut, Yusuf Ansori, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Provinsi Sumut, Soekowardojo dan seluruh Tim TPAKD Sumut.

Turut hadir secara virtual assesment, Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Sartijo, Tim Penilai TPAKD Award 2021, Kristianti Puji Rahayu, Direktur BUMD-BLUD Kemendagri, Budi Santosa, Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah, Erdiriyo, Senior Financial Sector Specialist, Finance, Competitiveness & Innovation World Bank, I Gede Putra Arsana, Kepala Kelompok Kajian Ekonomi Digital dan Ekonomi Digital dan Ekonomi Perilaku-LPEM FEB UI, Chaikal Nuryakin.

Ijeck melanjutkan, untuk program UMKM Naik Kelas, pihaknya telah melaksanakan sub program kredit/pembiayaan melawan rentenir dengan melakukan launching kredit mikro Sumut Bermartabat dari Bank Sumut dengan bunga 5% per tahun, lebih ringan dari bunga KUR saat itu sebesar 6% per tahun.

“Hingga September 2021, program ini telah disalurkan kepada 2.910 debitur dengan nilai kredit Rp10,62 miliar,” ujarnya. Dia mengaku, saat ini dibentuk 33 TPAKD di seluruh kabupaten/kota di Sumut.

Sisi lain, capaian penyaluran KUR klaster tanaman kopi dan jagung di Dairi, Taput dan Pakpak Bharat hingga September 2021 telah disalurkan ke 2.770 debitur dengan nilai kredit Rp54,04 Miliar.

Untuk capaian program Sapa Pedagang Pasar, melalui program kredit melawan rentenir di masa pandemi Covid-19 yang sudah dilakukan Bank Sumut antara lain pembukaan rekening, akses kredit melalui KUR Super Mikro dengan suku bunga 0% tanpa agunan, digitalisasi transaksi secara non tunai oleh pedagang pembeli, penerimaan pembayaran retribusi pasar dan layanan keuangan aplikasi Sumut Mobile dan QRIS.

Sementara terkait program Laku Pandai OVOA, lanjut dia, hingga November 2021 sebaran agen Laku Pandai telah mencapai 84,34%, atau sudah terdapat agen dari 6.110 desa se Sumut.

“Pada tahun 2021, program OVOA diperkuat melalui pembentukan desa wisata, pendirian BUMDES Center,” sebutnya. Saat ini telah terealisasi sebanyak tiga desa wisata di Kabupaten Deli Serdang diantaranya Bumdes Selemak di Hamparan Perak, Bumdes Penen di Sibiru-biru dan BUMDes Liang di Pematang STM Hulu.

Sedangkan untuk program KEJAR berdasarkan posisi Juni 2021, dari total 3,43 juta pelajar SD/SMP/SMA di Sumut, tercatat sudah 25 juta pelajar memiliki rekening tabungan.

“Yakni 73% dari total pelajar dan telah melampaui target nasional sebesar 70% di akhir tahun 2021,” katanya.

Dari aspek ekonomi, imbuhnya, pada periode 2018-2021 pertumbuhan ekonomi Sumut tumbuh di atas rata-rata nasional, di mana pertumbuhan ekonomi triwulan II 2021 sebesar 3,67% lebih tinggi 0,16 basis poin dibanding nasional.

“Untuk tingkat inklusi keuangan, Sumut mencapai 93,98% atau tertinggi kedua secara nasional setelah DKI Jakarta,” katanya.

Melihat capaian ini, Sartijo memberikan apresiasi dan berharap kegiatan dimaksud bisa terus berlanjut dan seluruh TPAKD agar terus bekerjasama dalam mencapai akses keuangan yang baik.

“Kami sangat apresiasi apa yang telah dilakukan, mendorong pelajar memiliki tabungan dan UMKM yang lebih maju dan capaian program lainnya,” ujarnya. (prn/sih)

Pasar Jorok Masih Jadi Sorotan, PUD Pasar Diminta Serius Tangani Masalah Kebersihan

Komisi III DPRD Medan meminta Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan untuk serius atasi kebersian pasar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga saat ini, kondisi kebersihan pasar-pasar di Kota Medan masih jauh dari harapan. Karenanya, Komisi III DPRD Medan meminta Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan untuk tidak bermain-main dalam mengurus BUMD milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan tersebut, Komisi III menilai, kondisi kebersihan pasar-pasar di Kota Medan belum mengalami banyak perubahan. Selain kotor, pasar-pasar di Kota Medan bahkan masih tampak kumuh, becek bahkan berbau menyengat.

Komisi III DPRD Medan meminta Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan untuk serius atasi kebersian pasar.

“Kami belum melihat ada perubahan yang signifikan dari pasar-pasar di Kota Medan. Masih tetap kotor, bau, dan tampak kumuh. Kami betul-betul meminta, agar PUD Pasar bisa lebih serius dalam menangani masalah kebersihan di pasar-pasar,” ucap Anggota Komisi III DPRD Medan Erwin Siahaan dalam rapat Pembahasan R-APBD 2022 bersama PUD Pasar Kota Medan di gedung DPRD Medan, Selasa (23/11).

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi III M Afri Rizki Lubis dan diikuti sejumlah anggota Komisi seperti T Edriansyah Rendy, Irwansyah, Netty Yuniaty Siregar dan anggota komisi lainnya tersebut, Erwin meminta agar PUD Pasar fokus pada pembenahan.

“Pembenahan-pembenahan saja dulu. Saya rasa masalah kebersihan itu harus jadi yang utama, mengingat Wali Kota Medan punya program bersih-bersih pasar,” kata Erwin.

Sementara itu, Rizki Lubis meminta PUD Pasar untuk mengembangkan potensi pasar-pasar yang ada di Kota Medan. Mengingat kedepannya, PUD Pasar diharapkan dapat memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemko Medan.

“Kedepannya harus ada PAD dari PUD Pasar untuk Kota Medan,” pungkasnya.

Sedangkan Anggota Komisi III lainnya, Irwansyah meminta agar PUD Pasar Kota Medan dapat menekan besarnya pengeluaran. Dengan begitu, PUD Pasae bisa menambah keuntungan dan PAD. “Revitalisasi pasar juga penting, kita harapkan itu bisa dimaksimalkan untuk menambah pendapatan atau PUD,” sebutnya.

Menanggapi hal itu, dalam rapat tersebut, para Direksi PUD Pasar Kota Medan yang hadir seperti Dirut Suwarno, Dirops Ismail Pardede, Dirkeu/Adm Fernando Napitupulu, dan Dirbang/SDM Imam Abdul Hadi, mengatakan bahwa saat ini kondisi keuangan PUD Pasar mulai menunjukan grafik kenaikan.

Meski begitu, ia menambahkan bahwa semua membutuhkan proses. Namun dengan perencanaan yang baik, pihaknya optimis akan lebih baik lagi. “Kami juga melakukan perbaikan sarana dan prasarana dengan anggaran yang ada. Sebisa mungkin, pengeluaran ditekan dengan harapan pendapatan bisa ditingkatkan,” sebut Suwarno.

Untuk kondisi pasar yang kotor, Suwarno mengakui masih cukup banyak pasar yang kotor bahkan kumuh di Kota Medan. Namun begitu, ia mengaku akan terus berusaha untuk memperbaikinya.

“Benar masih banyak yang kotor dan kumuh, kami juga sedang terus membenahinya. Soal sampah, kami sudah berkoordinasi dengan Kecamatan agar dapat diangkut tepat waktu. Kepada para kepala pasar, saya juga sudah tekankan agar memperhatikan betul kondisi kebersihan di pasarnya masing-masing,” tutupnya.

Sebelum rapat ditutup, Ketua Komisi Rizki Lubis, menyampaikan harapannya agar PUD Pasar Medan dapat menindaklajuti saran-saran yang diberikan pihaknya di Komisi III.

“Berharap konsultasi ini mampu membuat PUD Pasar Medan mendapat profit yang banyak. Kita mau PUD Pasar ini betul-betul bisa menghasilkan profit bagi Kota Medan,” pungkasnya. (map/sih)

Literasi Digital Fair 2021 Wujudkan Ruang Digital Aman dan Produktif

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 mendorong masyarakat Indonesia migrasi, melakukan interaksi dan aktivitas di ranah digital. Di Indonesia, terdapat 200 juta orang menggunakan internet dan keseluruhannya berinteraksi di ruang digital.

“Namun, ranah digital ini bagaikan dua mata pisau, memiliki sisi positif dan sisi negatif. Sisi gelapnya, seperti penyebaran berita bohong hingga pemahaman radikal. Karenanya, melalui literasi digital kita ingin mewujudkan ruang digital yang aman, nyaman, yang bersih dan yang produktif,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate dalam sambutannya secara virtual pada kegiatan Literasi Digital Fair 2021, di Hotel Four Point Medan, Selasa (23/11) siang.

Menurut Johnny, saat ini Kemkominfo tengah menggalakkan 4 pilar literasi digital kepada pengguna internet di Indonesia, yakni etika digital, budaya digital, keterampilan digital, dan keamanan digital. “Kementerian Komunikasi dan Informatika menginisiasi program Literasi Digital Nasional. Indonesia cakap digital ini akan menyasar 50 juta masyarakat di 514 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi di Indonesia hingga tahun 2024,” jelas Johnny.

Ia mengatakan, saat ini Pemerintah Indonesia melalui Kemenkominfo terus memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mampu menggunakan ruang digital yang positif, produktif dan unggul. “Untuk dapat memberikan pengetahuan dan produktif. Menjadikan masyarakat yang unggul dan memiliki daya saing,” tandasnya.

Pada hari pertama Literasi Digital Fair 2021, menghadirkan berbagai narasumber mewakili komunitas, akademisi, publik figur, dan para pemangku kepentingan majemuk lainnya di bidang literasi digital, seperti Eko A Simanjuntak (Digital Skill), Robert Sianturi mewakili Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan, dan Yola Dita (Key Opinion Leader).

Di hari kedua, menghadirkan narasumber, Rahmat HP Hasibuan (Digital Safety), Mardimpu Sihombing (Digital Safety), Ali Daud Hasibuan (Digital Culture), Mizwar SE, Rizki Mitra Hamdani (Content Creator), dan Rio Purba.

Robert Sianturi mewakili Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan, mengajak masyarakat Kota Medan untuk dapat menggunakan ruang digital yang positif dan produktif. “Jangan mudah dipercaya melalui judul, jangan menyebar informasi dan foto yang tidak valid, supaya kita terhindar dari membuat hoax,” ucap Robert.

Literasi Digital Fair 2021, yang berlangsung selama dua hari, 23-24 November 2021. Dihadiri ratusan tamu undangan dari pelajar, mahasiswa, PNS dan masyarakat umum. Lebih lanjut, Robert mengatakan, Pemko Medan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika akan menggali potensi pelajar, mahasiswa dan masyarakat memiliki keahlian dalam ruang digital. “Membuat program listeria digital dan menggali potensi digital bagi pelajar dan mahasiswa di Kota Medan,” ucap Robert. (*/rel/gus)

Urgent Konservasi STFJ dan YOSL-OIC Gelar Pelatihan Jurnalistik Investigasi

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sumatera Tropical Forest Journalism (SFTJ) dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) mengelar Pelatihan Jurnalistik Investigasi di Explore Sumatera River Camp Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Senin (22/11) lalu.

PESERTA: Peserta dan Panitia Pelatihan Jurnalistik Investigasi di Explore Sumatera River Camp Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Senin (22/11).
(istimewa/Sumut Pos).

Dalam pelatihan yang diikuti oleh para jurnalis dari Sumut dan Aceh, baik televisi, cetak, dan media online itu, berlangsung pada 22-23 November 2021 lalu. Para jurnalis yang mengikuti pelatihan ini, juga tergabung dalam komunitas penggiat dan peduli lingkungan hidup.

Pelatihan tersebut pun dihadiri Founder YOSL-OIC Panut Hadisiswoyo, Founder STFJ Bambang Saswanda, dan Direktur STFJ Rahmad Suryadi. Sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut, hadir dari Tempo, Mustafa Silalahi (Moses), dan Indra Jati dari Watchdoc.

Panut mengatakan, pelatihan jurnalistik investigasi ini sangat dibutuhkan dalam sebuah gerakan konservasi yang saat ini dihadapkan dengan berbagai persoalan.

“Dengan pelatihan jurnalistik investigasi ini kiranya membangun sebuah gerakan jurnalistik yang sistemik untuk  membangun sebuah upaya konservasi,” ungkap Panut, dalam sambutan pembukaan pelatihan tersebut.

Dia juga menegaskan, bila kondisi saat ini sangat genting hingga diperlukannya langkah serius dan nyata dalam upaya konservasi.

“Kondisi sekarang ini sangat urgent, kita butuh muatan jurnalis yang profesional untuk menghadapi segala persoalan. Semoga pelatihan jurnalistik investigasi ini menjadikan jurnalis yang profesional dan berintegritas,” jelas Panut.

Direktur STFJ, Rahmad Suryadi menyebutkan, kegiatan pelatihan ini diselenggarakan oleh kolaborasi STFJ dengan YOSL- OIC. Pemateri merupakan wartawan senior Tempo, Mustafa Silalahi, yang kaya pengalaman melakukan jurnalistik investigasi, dan Produser Watchdoc, Indra Jati.

“Tujuan pelatihan jurnalistik investigasi ini sebagai upaya untuk berperan dalam mengawal konservasi bisa berjalan dengan baik. Banyak harapan agar para jurnalis berperan dalam konservasi. Sebab, dunia, hutan, satwa saat ini kondisinya sekarang tidak dalam keadaan baik-baik saja,” tuturnya.

Sementara, Mustafa Silalahi menjelaskan, dalam peliputan investigasi harus dilakukan riset sebelum melakukan investigasi.

“Untuk melakukan liputan investigasi harus lebih dulu melakukan riset, mencari data awal, perencanaan liputan, pengumpulan informasi atau bukti verifikasi dan analisis, serta konfirmasi,” pungkasnya. (rel/saz)

Alumni UHN Siap Memenangkan Azwir – Hermansyah Pimpin Peradi Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah Civitas Akademi alumni Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan mendukung penuh Dr Azwir dan Hermansyah Hutagalung SH MH untuk mencalonkan diri sebagai Ketua dan Sekretaris DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Medan periode 2022-2027.

BERSAMA: Alumni Universitas HKBP Nommensen Medan bersama Dr Azwir dan Hermansyah Hutagalung SH MH. (IST)

Komitmen kuat mencalonkan pasangan Azwir – Hermansyah diungkapkan sejumlah alumni HKBP Nommensen saat melakukan rapat pemantapan pemenangan kedua calon di Medan, Selasa (23/11/2021).

Alumni Fakultas Hukum Nommensen, Sultan Siregar menegaskan sosok Azwir dan Hermansyah layak memimpin Peradi Medan. Karena sebagai alumni Universitas Nommensen sangat peduli terhadap alumni dan selalu membawa nama baik kampus dalam setiap kegiatan.

“Kami mendukung sosok Azwir dan Hermansyah karena sangat peduli dengan Kampus Nommensen dan kepedulian pada alumni – alumni, terkhususnya para pengacara. Hermansyah sudah terbukti selalu ikut dalam setiap kegiatan yang membawa nama besar Universitas HKBP Nommensen,” ucap Sultan.

Ketua Ikatan Advokat (IKADA) Alumni Nommensen Hans Silalahi SH MH mengatakan bahwa sosok Azwir dan Hermansyah merupakan tokoh pemuda yang memiliki visi dan misi besar untuk membawa Peradi Medan, tidak hanya eksis, namun juga menjadi wadah bagi para advokat untuk lebih maju dan kreatif.

“Azwir dan Hermansyah adalah sosok advokat yang berlaku sangat profesional dalam bekerja. Tidak hanya dalam dunia advokat, namun kami melihat spirit sosial dan hukum sangat kental dalam jiwa mereka. Ini sosok yang pantas dimiliki seorang pemimpin,” ucap Hans yang juga alumni Fakultas hukum Nommensen 1994.

Dikatakan Hans, perpaduan sosok senior dalam diri Azwir dan Hermansyah yang menjadi pionir pengacara muda di Medan saat ini, sangat tepat untuk membawa peradi Medan lebih maju. “Kita berharap di tangan Azwir dan Hermansyah, Peradi Medan jauh lebih baik,” harap Hans.

Sementara Calon Ketua Peradi Medan, Dr Azwir didampingi Hermansyah Hutagalung mengaku siap memajukan Peradi Medan. Tidak hanya disegani di kancah nasional, namun juga menjadi jembatan bagi para advokat di Medan untuk lebih aktif dalam mendukung penegakan hukum yang adil bagi seluruh elemen masyarakat.

“Kita akan mengembangkan Peradi ini sebagai pusat bantuan hukum maayarakat. Tidak pandang apa jabatan dan statusnya di masyarakat. Kita utamakan keadilan hukum bagi masyarakat. Makanya, kita juga mengajak para advokat/pengacara, khususnya para advokat muda lebih aktif dalam hukum peradilan di Medan,” ungkap Azwir.

Hermansyah menambahkan, ke depan Peradi Medan akan lebih meningkatkan kerja sama dengan seluruh stakeholder, seperti Pemerintah kota, legislatif, dan semua organisasi dalam mendukung penegakan hukum yang adil di tengah – tengah masyarakat.

“Kita akan menggandeng semua unsur pemerintah dan stakeholder. Tidak hanya hukum, kita bakal melaksanakan program sosial, olahraga, dan peningkatan pengetahuan para advokat di Medan,” ungkap Hermansyah.

Turut hadir dalam rapat tersebut Sultan Siregar (94′) Thomas Tarigan (98′), Ganda Tambunan (99′), Daniel Aritonang (2000), Hamonang Sihombing (2003), Dingin Pakpahak (2004). Kemudian Tomi Sihotang (2005), Gorata Sinaga (2006), Ira Gultom (2007), Sahat Manurung (2008), dan Judika Manik (2010). (rel/dek)


Kemenkominfo Menggelar Literasi Digital Netizen Fair di Berbagai Kota di Indonesia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia dan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menghadirkan ajang Literasi Digital Netizen Fair (LDNF) 2021 pada 23-24 November 2021.

Bertemakan  #MakinCakapDigital, LDNF 2021 akan digelar serentak di berbagai kota dan kabupaten dalam format hybrid. Tahun ini, sejumlah narasumber yang mewakili komunitas, akademisi, publik figur, dan para pemangku kepentingan majemuk lainnya di bidang literasi digital akan dihadirkan di LDNF. Beberapa pembicara yang dipastikan hadir adalah pegiat-pegiat literasi digital seperti Yosi Mokalu, Ndoro Kakung, Novi Kurnia, beserta Key Opinion Leader, dan Kepala Diskominfo di masing-masing kota. Acara ini juga didukung penuh oleh Gubernur dan Walikota di setiap kota dan akan dimeriahkan oleh penampilan berbagai band dan artis nasional.

LDNF rutin diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2017, sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam meningkatkan keterampilan dan literasi digital di berbagai kalangan masyarakat. Tahun ini, lewat Siberkreasi, pemerintah gencar mengkampanyekan #MakinCakapDigital, dengan memfasilitasi literasi digital sebagai keterampilan hidup yang penting melalui pelatihan SDM yang bertahap dan meluas. 

“Berbagai fondasi yang dapat memfasilitasi transformasi digital, mulai dari infrastruktur, aplikasi, regulasi, tata kelola, hingga pengembangan teknologi penunjang. Namun, semua ini kuncinya ada pada #MakinCakapDigital,” jelas Semuel A. Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo. 

Dari Program Edukasi Sampai Ajang Apresiasi

LDNF 2021 akan hadir dengan rangkaian acara yang beragam. Program Netizen Talks, misalnya, akan memberikan pilihan kelas-kelas yang dirancang untuk mengasah kemampuan digital. Seperti tips dan trik membuat Podcast, Animasi, kelas Public Speaking, hingga kelas pembuatan konten digital, dengan dipandu langsung oleh narasumber-narasumber terkemuka di bidangnya. 

Sementara itu, program “Ngobrolin Literasi Digital” akan menghadirkan narasumber praktisi dan public figure interaktif, dan secara khusus membahas pentingnya empat pilar literasi digital dan relevansinya dalam konteks Indonesia. Seperti yang diketahui, Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbanyak di dunia, yaitu sebesar 202 juta pengguna di tahun 2021. 

LDNF 2021 juga akan dimeriahkan dengan program-program hiburansepertiStand-Up Comedy, Live Music, dan berbagai Games berhadiah menarik, serta ajang Siberkreasi Awards yang akan menjadi wadah apresiasi bagi para peserta kelas-kelas Siberkreasi yang telah memproduksi berbagai konten kreatif dan inspiratif dalam berbagai kategori. 

Tingginya Animo Peserta

Sepanjang tahun 2021, Siberkreasi dan Kemenfominfo telah meluncurkan lebih dari 200 program edukasi literasi digital dalam bentuk webinar, workshop, training, maupun diskusi dengan berbagai narasumber, di bawah tajuk kampanye #MakinCakapDigital. Program-program ini telah berhasil mencatat partisipasi hingga 12,5 juta masyarakat yang tersebar di 514 kabupaten dan kota pada 34 provinsi di Indonesia, yang menandakan tingginya animo publik akan keterampilan dan kompetensi digital. 

“Tingginya minat masyarakat akan kampanye ini terutama karena program-program edukasi literasi digital dari Siberkreasi selalu mendatangkan pembicara yang kompeten dan menarik, mulai dari public figure, experts, hingga praktisi profesional yang sukses di bidangnya,” jelas Semuel. “LDNF 2021 adalah puncak acara dari kampanye #MakinCakapDigital, dan lewat acara ini, kami ingin menjangkau lebih banyak lagi Netizen Asyik di Indonesia.” 

Informasi lebih lengkap mengenai rangkaian acara LDNF 2021 dapat diakses di http://info.literasidigital.id dan akun media sosial @siberkreasi. (*/rel/sih)

Gugatan Moeldoko cs Ditolak Lagi, Demokrat Sumut Bersyukur

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lagi-lagi upaya hukum yang ditempuh Moeldoko dan eks kader Partai Demokrat, Jhoni Allen Marbun (JAM) untuk merebut tampuk pimpinan di DPP Partai Demokrat, kandas. Kali ini, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang menolak gugatan Moeldoko cs terhadap Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly tang tidak mengesahkan hasil KLB Deliserdang.

Putusan PTUN Jakarta inipun langsung disambut gembira oleh seluruh pengurus dan kader Partai Demokrat, termasuk di Sumut. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain Hutajulu dan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumut Tondi Roni Tua, mengaku bersyukur atas kandasnya gugatan Moeldoko dan Jhonny Allen tersebut.

“Terimakasih kepada majelis hakim PTUN Jakarta yang menunjukkan kebenaran dan keadilan hukum bagi bangsa Indonesia termasuk kepada Partai Demokrat,” kata Herri yang dihubungi wartawan melalui telepon, Selasa (23/11/2021) sore.

Hal yang sama disampaikan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sumut, Tondi Roni Tua. Menurutnya, penolakan majelis hakim PTUN Jakarta atas gugatan Moeldoko dan JAM adalah kemenangan masyarakat dan Partai Demokrat atas ridho Allah SWT. “Fraksi Demokrat DPRD Sumut berterima kasih kepada mejelis hakim PTUN dan kami bersyukur atas ridho Allah SWT,” sebut Tondi Roni Tua kepada wartawan, Selasa (23/11/2021) sore.

Sebelumnya , Pengadilan Tata Usa ha Negara (PTUN) menolak permohonan gugatan yang diajukan oleh KSP Moeldoko dan Jhonny Allen Marbun (JAM) kepada Menkumham. Penolakan tersebut tertuang di laman resmi Mahkamah Agung (MA) dengan nomor perkara 150/G/2021/PTUN-JKT, Selasa (23/11/2021).

“Majelis Hakim PTUN telah menunjukkan integritas, bersikap obyektif dan adil dengan menolak gugatan Moeldoko. Putusan Majelis Hakim sudah tepat secara hukum, dan diambil dengan pertimbangan yang teliti, mendalam, dan menyeluruh,” ungkap Kuasa Hukum DPP Partai Demokrat, Hamdan Zoelva, Selasa (23/11).

Majelis Hukum menolak gugatan KSP Moeldoko dan JAM karena PTUN tidak mempunyai kewenangan untuk mengadili perkara ini sebab perkara ini menyangkut internal parpol. Menurut Hamdan, putusan PTUN tersebut sekaligus mengkonfirmasi bahwa keputusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) yang menolak pengesahan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) illegal Deli Serdang sudah tepat secara hukum. Putusan itu juga makin membenarkan bahwa Agus Harimurti Yudhoyono, yang terpilih dalam Kongres V Partai Demokrat 2020, merupakan Ketua Umum Partai Demokrat yang sah dan diakui oleh Negara.

Hamdan menambahkan , setelah gugatan KSP Moeldoko ditolak PTUN, Partai Demokrat tengah berkonsentrasi menghadapi gugatan pendukung KSP Moeldoko yang menuntut membatalkan dua SK Menkumham terkait hasil Kongres V Partai Demokrat 2020. Gugatan ini tercatat dengan nomor perkara 154/G/2021/PTUN-JKT di PTUN Jakarta.

“Kami berharap putusan PTUN ini, dan sebelumnya penolakan Mahkamah Agung atas Uji Materiil Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat, bisa menjadi rujukan bagi Majelis Hakim untuk memutuskan perkara No. 154 yang tengah melaju dalam proses hukum serupa di PTUN Jakarta,” pungkas Hamdan. (adz/bbs)

DFSK Super Cab Siap Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Khususnya Kota Medan, merupakan salah satu wilayah yang memiliki aktifitas perekonomian yang cukup besar, beragam, dan modern membutuhkan kendaraan komersial sebagai dukungan mobilitasnya.

Terlebih Badan Pusat Statistik Sumatera Utara baru saja merilis pertumbuhan ekonomi di kuartal III sebesar 3.67 persen perlu mendapatkan dukungan kendaraan komersial ringan seperti DFSK Super Cab untuk mengakselerasi pertumbuhan yang lebih tinggi lagi

Medan yang termasuk ke dalam kota besar di Indonesia terus bekembang dan didukung oleh berbagai sektor usaha yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Perkembangan Medan sebagai kota modern dan peningkatan kesejahteraan kehidupan masyarakatnya tentu saja membutuhkan dukungan dari berbagai aspek penunjang, termasuk dukungan kendaraan di sektor mobilitas usaha

Dunia usaha masyarakat Medan dan sekitarnya membutuhkan kendaraan yang serbaguna bisa menunjang sektor usaha unggulan di seperti pertanian, perikanan, perdagangan dan kehutanan.

Semua sektor usaha tersebut bisa mengandalkan DFSK Super Cab sebagai kendaraan operasionalnya karena bisa diandalkan berkat kemampuannya dalam mengangkut barang lebih banyak, tenaga yang kuat, harga yang terjangkau, hingga biaya operasional yang rendah.

Penerimaan yang baik ini tercermin dari penjualan DFSK Super Cab di Medan yang dilakukan oleh dealer Central Nusantara Niaga sebagai jaringan resmi di Sumatera Utara. DFSK Super Cab menjadi tulang punggung penjualan kendaraan komersial DFSK di Medan.

“Medan menjadi salah satu wilayah penting bagi DFSK karena memiliki pasar yang sangat besar dan usaha yang ada di sana sangat beragam. DFSK Super Cab sangat cocok bagi masyarakat Medan, dan Sumatera Utara, karena kami memiliki mesin bensin yang cocok di area perkotaan dan mesin diesel yang sangat cocok untuk masuk ke wilayah perkebunan yang membutuhkan torsi lebih besar” ungkap PR & Media Manager PT Sokonindo Automobile Achmad Rofiqi, Selasa (23/11).

Spesifikasi DFSK Super Cab
DFSK Super Cab merupakan kendaraan komersial ringan bermodel pick-up yang tangguh, berkualitas tinggi, terjangkau, serta memiliki biaya operasional yang rendah. Kendaraan komersial ringan produksi Cikande, Serang, Banten ini sangat cocok untuk menunjang berbagai bisnis mulai dari logistik, peternakan, pertanian, dan berbagai sektor bisnis lainnya yang ada di Tanah Air.

Flat deck yang ditawarkan oleh DFSK Super Cab memiliki ukuran 2.460 mm x 1.670 mm x 340 mm (PxLxT) yang menjadi salah satu terbesar di kelasnya. Bak yang ditawarkan ini mampu mengangkat beban hingga 1,4 ton, menjadikan DFSK Super Cab sangat cocok bagi konsumen yang membutuhkan muatan banyak di bak belakang.

Selain difungsikan sebagai kendaraan pick-up, DFSK Super Cab bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan para konsumen. Sejauh ini, DFSK Super Cab bisa diubah menjadi angkutan umum, ambulans, mobil box, chiller box (untuk bawa daging), hingga moko (mobil toko). Konsumen bisa melakukan modifikasi ini tanpa ribet-ribet berkunjung ke karoseri, karena semua bisa diurus melalui semua dealer resmi DFSK.

Sampai sekarang ini, DFSK sudah bekerja sama dengan sejumlah karoseri ternama yang memang spesialisasinya. Sebagai contoh DFSK sudah bekerja sama dengan Ambulance Pintar Indonesia (API) untuk pengerjaan modifikasi ambulans, atau Saluyu untuk pengerjaan mobil box. Bahkan karoseri-karoseri rekanan DFSK ini memberikan garansi dalam waktu tertentu untuk benda yang dikerjakan.

DFSK Super Cab menawarkan 2 varian mesin, yaitu varian mesin bensin DK15 1.500 cc dengan tenaga 102 dk torsi 140 Nm dan varian diesel 1300 cc dengan tenaga 75 dk torsi 190 Nm.

Untuk konsumen yang membutuhkan torsi lebih besar bisa memilih mesin turbo diesel 1.300 cc yang tentunya dapat menjadi solusi dari beragam kebutuhan usaha dan konsumen di Indonesia.(gus)