25 C
Medan
Friday, January 23, 2026
Home Blog Page 2933

Tahun 2022 Menjadi Golden Moment Indonesia Untuk Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indonesia tengah berada pada masa momentum positif karena pandemi Covid-19 yang terkendali dengan baik. Angka Rt atau effective reproduction number berada dibawah 1 yang berarti wabah dapat dikendalikan.

Kondisi tersebut memunculkan optimisme di masyarakat dan kalangan dunia usaha. Terlihat dari berbagai indikator yang mengalami kenaikan, diantaranya kredit yang mulai mengalami peningkatan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang berada di level 113,4 pada bulan Oktober 2021, Indeks PMI Manufaktur yang mencapai 57,2 di bulan Oktober 2021, dan dunia usaha yang mulai melakukan perekrutan kembali yang tercermin dari turunnya tingkat pengangguran.

Dengan kondisi yang baik ini, Indonesia diharapkan dapat mengoptimalkan berbagai peluang yang ada untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di tahun depan. “Ini merupakan golden moment Indonesia untuk melakukan akselerasi pertumbuhan ekonomi. Walaupun masih ada tantangan terkait Covid-19 dan variannya, namun hal itu dapat dimitigasi,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara 12th Kompas100 CEO Forum dengan tajuk “Ekonomi Sehat 2022” yang diselenggarakan oleh Harian Kompas di Jakarta Convention Center, Kamis (18/11).

Pada tahun 2022, upaya penanganan pandemi yang sistematis dan pelaksanaan program vaksinasi secara konsisten diperkirakan dapat mendorong ekonomi untuk pulih dan tumbuh di kisaran 5,2% (yoy).

Pemerintah juga tetap memberikan dukungan kepada dunia usaha untuk menjaga proses keberlangsungan usaha selama masa pemulihan. Khusus untuk UMKM, berbagai program telah diberikan antara lain Subsidi Bunga, Penempatan Dana Pemerintah pada Bank Umum Mitra untuk mendukung perluasan kredit modal kerja dan restrukturisasi kredit UMKM, Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM, Banpres Produktif Usaha Mikro, Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung, dan insentif PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah (DTP). Hingga 12 November 2021, total realisasi program PEN  telah mencapai Rp483,91 triliun atau 65 persen dari total pagu anggaran Rp744,77 triliun.

Pemerintah akan tetap menjaga fleksibilitas APBN dan melanjutkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pelaksanaan Program PEN ini akan dilanjutkan di tahun 2022 untuk mengantisipasi perluasan dampak Covid-19 di tahun 2022. Pemerintah telah menyediakan alokasi anggaran sebesar Rp321,2 triliun di tahun 2022. Alokasi program PEN di tahun 2022 akan diarahkan untuk mendorong perekonomian melalui 4 Klaster Program, diantaranya Kesehatan Rp77,05 triliun, Perlindungan Masyarakat Rp126,54 triliun, Program Prioritas Rp90,04 triliun, dan Dukungan UMKM dan Korporasi Rp27,48 triliun.

Pentingnya pemulihan kesehatan masyarakat juga akan tetap menjadi prioritas utama. Disaat yang sama, upaya penguatan program perlindungan sosial yang berfokus pada masyarakat miskin dan rentan juga akan dilakukan untuk membantu menjaga pemenuhan kebutuhan dasar. Upaya penguatan ini juga akan diringi dengan kegiatan monitoring dan evaluasi secara berkala sehingga dapat meningkatkan efektivitas program.

Selanjutnya, meski pandemi memunculkan berbagai tantangan, pandemi juga telah mengakselerasi digitalisasi dan inovasi. Selama pandemi, perilaku masyarakat dipaksa untuk berubah dengan lebih mengadopsi teknologi digital. Hal ini akan terus berlanjut bahkan setelah pandemi. Tingginya pemanfaatan teknologi digital ini menjadikan ekonomi digital sebagai peluang baru bagi ekonomi Indonesia.

Digitalisasi menjadi salah satu “kendaraan”  yang mempercepat transformasi menuju ekonomi baru dan menghasilkan nilai tambah lebih tinggi.  Melalui digitalisasi, Pemerintah bekerja sama dengan swasta diharapkan mampu membantu seluruh pihak (utamanya usaha mikro kecil) untuk on boarding dan melakukan servisifikasi.

Pemerintah berkomitmen memfasilitasi akselerasi digitalisasi melalui peningkatan kualitas dan kuantitas talent digital melalui upskiling dan reskilling, pembangunan dan pemerataan infrastruktur digital, pembangunan database digital termasuk memastikan data safety dan security, dan peningkatan literasi digital masyarakat (konsumen digital).

Industri berbasis teknologi dan digitalisasi diperkirakan akan menjadi engine of growth baru yang membutuhkan SDM yang bertalenta dan technopreneur yang berdaya saing. Hal ini mengindikasikan bahwa pengembangan SDM harus beriringan dengan pengembangan ekonomi digital yang mengedepankan inovasi.

Kompas100 CEO Forum kedua belas diselenggarakan dengan tujuan membangkitkan optimisme sekaligus menjadi wadah dialog antara Pemerintah, pimpinan perusahaan dan komunitas-komunitas publik. Turut hadir dalam acara yang dimoderatori oleh Chatib Basri di Jakarta Convention Center tersebut, antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, beserta para CEO dari berbagai perusahaan. (ag/fsr/*)

November, Tiap Hari GoFood Beri Diskon Ongkir

Sepanjang bulan November ini, GoFood memberikan berbagai diskon menarik hingga 140 ribu rupiah plus gratis ongkir setiap hari!

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Buat kamu yang sibuk di kantor dan kadang kerja sampai lupa waktu, jangan lupa recharge energimu supaya kesehatan tetap prima dengan asupan kuliner yang lezat bergizi. Apalagi di musim hujan seperti ini, kesehatan kamu butuh perhatian ekstra.

Jaga energimu dengan ratusan ribu menu dari mitra-mitra usaha GoFood #AndalanKelen yang siap dipesan. Apalagi sepanjang bulan November ini, GoFood memberikan berbagai diskon menarik hingga 140 ribu rupiah plus gratis ongkir setiap hari! Makanya, Everyday is GoFood Day. Setiap hari bisa pesan GoFood, dengan diskon yang istimewa, khusus di kota Medan. 

Pas banget buat yang lagi meeting rame-rame, atau lagi ketemu bos. Biar suasana agak cair dan nggak kaku-kaku amat kayak bakwan goreng, pesan aja GoFood buat rame-rame. Mumpung diskonnya lagi banyak nih. Kapan lagi bisa dapat diskon sampai 140 ribu rupiah dan masih ditambah gratis ongkir? Hanya di bulan November ini ya gaes. Makanya kita sikat nih langsung. 

Caranya gimana, seperti biasa. Buka saja aplikasi Gojek, masuk ke layanan GoFood dan nanti akan muncul berbagai tawaran diskon dari berbagai mitra usaha di Medan. Nah kalau kamu klik, semua diskon yang disebutkan tadi akan berjejer deh disitu. Tinggal pilih aja mana yang disuka sesuai selera. Gampang kan…. 

Jadi, sudah GoFood apa kelen hari ini? (Rel)

Tingkatkan Layanan Pendaftaran Perseroan Perorangan KUSUMA Gelar FGD di Kabupaten Asahan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara kembali mengadakan kegiatan FGD terkait Layanan Pendaftaran Perseroan Perorangan yang memenuhi kriteria untuk UMK di Kabupaten Asahan. Kegiatan diselenggarakan, Jumat (19/11).

Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara dalam hal ini diwakili oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM (Purwanto), Kepala Bidang Pelayanan Hukum (Yulius Manurung) bersama dengan Tim Pelaksana, bertindak selaku narasumber yaitu Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan (Ir. Roger Situmorang).

Kemudian, Kepala Bidang Pengaduan Pembinaan dan Pengendalian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kab. Asahan (Mhd. Badrun Bancin, S.Pi., M.Si) dan Kepala Bidang Pelayanan Hukum (Yulius Manurung), serta peserta FGD yang terdiri dari Pelaku UMK Kabupaten Asahan.

Dalam sambutannya Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM menyampaikan bahwa untuk membangkitkan kembali perekonomian negara ditengah perlambatan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19, pemerintah melakukan beberapa langkah-langkah strategis yang salah satunya dengan mempermudah iklim usaha khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil dalam menjalankan usahanya.

Pemerintah sangat meyakini bahwa usaha kecil dan mikro dapat menjadi motor penggerak dalam menumbuhkan kembali perekonomian masyarakat, hal ini ditandai dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja khususnya terdapat dalam Pasal 153 A yang menyebutkan bahwa “Perseroan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro dan Kecil dapat didirikan oleh 1 (satu) orang, yang didirikan berdasarkan surat pernyataan pendirian”.

Perseroan Perorangan merupakan suatu bentuk badan hukum yang memberikan perlindungan hukum kepada pelaku usaha mikro dan kecil melalui pemisahan kekayaan pribadi dan perseroan dalam bentuk penyertaan modal, memberikan legalitas usaha bagi pelaku UMK dan pendiriannya cukup mudah dengan mengisi form pernyataan pendirian secara elektronik sehingga tidak memerlukan akta notaris dalam pendiriannya.

Terkait dengan Modal Dasar Perseroan serta Pendaftaran Pendirian, Perubahan dan Pembubaran Perseroan yang memenuhi Kriteria untuk Usaha Mikro dan Kecil diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2021, Perseroan Perorangan telah resmi dilaunching oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I pada tanggal 8 Oktober 2021 di Bali.

Dalam paparannya para Narasumber menyampaikan bahwa pentingnya pendaftaran Perseroan Perorangan untuk memberikan legalitas bagi pelaku UMK dalam menjalankan usaha dan mendapatkan bantuan permodalan dari pihak Perbankan untuk pengembangan usaha.

Selain itu dengan mendaftarkan Perseroan Perorangan mendidik para pelaku UMK agar bertindak profesional dalam menjalankan usahanya karena terdapat kewajiban bagi pelaku UMK untuk membuat Laporan Keuangan, disinilah perlunya peran dari stakeholders khususnya Dinas Koperasi dan Perdagangan memberikan pendampingan dan pelatihan bagi pelaku UMK terkait pembuatan laporan keuangan.

Diharapkan seluruh stakeholders terkait dapat bersinergi dalam membina dan mendidik pelaku UMK agar dapat bertumbuh dan menjadi penggerak perekonomian nasional.(rel)

Teks foto: Kemenkuham Sumut Gelar FGD di Kabupaten Asahan.

Sering Berhubungan Intim dan Tak Kunjung Dinikahi, Gadis 19 Tahun Laporkan Pacarnya

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kesabaran AJT (19), terhadap pacarnya Andre Ozzorra Manurung (19), tampaknya sudah habis. Pasalnya, janji Andre untuk menikahi AJT tak kunjung terwujud.

Kecewa karena sang pacar dinilainya telah ingkar janji dan ingin lepas tanggung jawab, AJT pun membuat pengaduan ke Polres Tebingtinggi. Laporan tersebut tertuang dalam LP/B/76 /XI/2021/SPKT/POLRES TEBINGTINGGI/POLDA SUMATERA UTARA, tanggal 2 November 2021. Atas laporan itu, Andre dijerat dengan Pasal 293 KUHPidana.

Kasi Humas Polres Tebingtinggi, Aiptu Agus Arianto membenarkan laporan AJT tersebut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini Andre ditahan di tahanan Mapolres Tebingtinggi, Jumat (19/10).

Dalam laporan AJT, terungkap awal perkenalan dirinya dengan sang pacar terjadi pada Desember 2020 lalu. Mereka berkenalan melalui media sosial (medsos). Empat bulan menjalin hubungan melalui dunia maya, akhirnya pada April 2021 mereka bertemu

Akhirnya pertemuan mereka pun makin intens. Kemudian pada 2 Agustus 2021, Andre merayu AJT untuk berhubungan intim layaknya suami istri. Dia berjanji akan bertanggung jawab. Termakan bujuk rayu, AKT pun akhirnya merelakan kesuciannya direnggut sang kekasih hati.

Setelah kejadian itu, mereka semakin sering melakukan perbuatan terlarang itu. Terakhir kali, mereka melakukannya pada 18 Oktober 2021 sekira pukul 01.00 WIB di kos-kosan Andre, di Jalan Karya Jaya Kota Tebingtinggi.

Namun sialnya, saat Andre ditagih janjinya untuk bertanggung jawab, dia terkesan menghindar. Akhirnya, AJT pun membuat laporan ke Mapolres Tebingtinggi. “Untuk melengkapi berkas pemeriksaan, kita masih memeriksa keterangan lebih lanjut dari pelaku,” ujar Aiptu Agus Arianto. (ian)

KCW Berkonsep Food Court, Dibuka lagi Hari Ini

IMBAUAN: Berbagai imbauan menjaga protokol kesehatan, berkeliling dari satu stand kuliner ke stand kuliner lainnya. Malam ini, Jumat (19/11) Kesawan City Walk (KCW) kembali dibuka. istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah ditutup sementara, akhirnya malam hari ini, Jumat (19/11), Kesawan City Walk (KCW) kembali dibuka. Pemko Medan pun  telah melakukan persiapan dengan matang. Dalam operasional KCW ini diterapkan konsep food court.

IMBAUAN: Berbagai imbauan menjaga protokol kesehatan, berkeliling dari satu stand kuliner ke stand kuliner lainnya. Malam ini, Jumat (19/11) Kesawan City Walk (KCW) kembali dibuka. istimewa/sumutpos.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang, Endar Sutan Lubis, dengan konsep ini pengunjung tidak harus duduk di dekat gerai tenant. Penerapan konsep ini, lanjutnya, dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi penumpukan pada gerai tenant, karena semua meja pengunjung ditata di badan jalan.

“Sebelumnya masyarakat yang ingin makan dan minum hanya bisa duduk di dekat tenant tempat dia membeli, sehingga kita khawatirkan terjadi penumpukan, namun nanti kita ubah menjadi konsep food court, semua meja kita letak berada di pelataran jalan jadi masyarakat bebas memilih meja,  tidak harus berdekatan dengan tenant tempat dia membeli makanan,” ujar Endar.

Sedangkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satpol PP, Rakhmat Adi Syahputra Harahap, mengatakan, pihak telah siap untuk menyukseskan pembukaan kembali KCW. “Bersama OPD yang lain, personil Satpol pihak siap mengawal dan memastikan agar pengunjung maupun pelaku UMKM yang membuka usaha taat prokes dan aturan yang ditetapkan,” kata Rakhmat.

Rakhmat memaparkan, petugas Satpol PP akan berjaga di gerbang-gerbang KCW  untuk memastikan agar setiap orang yang masuk telah divaksin. “Pembuktiannya dilakukan scan barcode melalui aplikasi pedulilindungi,” ujar Rakhmat.

Dia menambahkan, petugas di gerbang KCW juga akan juga akan melakukan pengukuran suhu tubuh setiap orang yang masuk. Di samping itu, petugas juga melakukan patroli guna memastikan dan mengingatkan pengunjung maupun pelaku UMKM tetap menerapkan prokes, di antaranya memakai masker dan menjaga jarak.

Parkir Pakai Nontunai

Bagi pengunjung yang membawa kendaraan ke kawasan KCW, hendaknya mempersiapkan Kartu e-Money atau ATM untuk pembayaran parkir kendaraan. Sebab, di kawasan KCW tidak lagi menerima uang parkir secara tunai, tetapi dengan nontunai (E-Parking).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan Iswar Lubis mengatakan, ada beberapa ketetapan yang akan dilakukan terkait sistem pembayaran parkir selama KCW beroperasi di malam hari. Selama KCW beroperasi mulai Pukul 18.00 WIB hingga selesai, kendaraan yang parkir di kantung-kantung parkir di seputar kawasan Kesawan wajib membayar retribusi parkirnya secara Non Tunai.

“Misalnya kalau siang, itu kan hanya Jalan Kesawan yang sistem pembayaran parkirnya dengan Non Tunai. Sedangkan jalan-jalan disekitarnya yang dijadikan kantung parkir saat KCW dibuka pada malam hari, itu masih manual. Tapi mulai besok (hari ini), saat KCW beroperasi di malam hari, tentu kan Jalan Kesawannya akan ditutup. Nah di saat itu lah, jalan-jalan yang dijadikan kantung-kantung parkir di sekitar KCW akan menggunakan sistem E-Parking,” ujar Iswar kepada Sumut Pos, Kamis (18/11).

Iswar menerangkan, ada beberapa ruas jalan yang akan dijadikan kantung parkir selama KCW berlangsung di malam hari. Di antaranya, Jalan Perniagaan, Jalan A.R Syihab, Jalan Pulau Pinang, Jalan Pembelian, dan sejumlah ruas jalan lainnya. “Kita harapkan, sistem Pembayaran nontunai ini bisa terus berkembang di Kota Medan hingga seluruh jalan di Kota Medan menggunakan sistem E-Parking. Dengan begitu, PAD Kota Medan dadi retribusi parkir bisa terus meningkat,” papar Iswar.

Iswar Lubis juga menerangkan, bahwa Pemko Medan terus mengembangkan sistem pembayaran E-Parkir di Kota Medan, termasuk di kawasan Jalan Ahmad Yani (Kesawan) yang menjadi ruas jalan pertama di Kota Medan yang telah menerapkan sistem pembayaran nontunai.

Seperti diketahui, sistem E-Parkir di Jalan Kesawan telah diterapkan sejak 28 Maret 2021 atau 7 bulan lebih dulu dari 22 titik pada 8 kawasan lainnya di Kota Medan. Perbedaannya, 22 titik di 8 kawasan yang menerapkan E-Parking di Kota Medan dikelola oleh pihak ketiga dengan menggunakan sistem bagi hasil dengan Pemko Medan. Sedangkan E-Parking di Jalan Kesawan, dikelola secara murni oleh Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan yang bekerjasama dengan PT Bank Sumut sebagai penyedia jasa pembayaran Parkir nontunai.

Sayangnya selama ini, sistem pembayaran parkir nontunai di Jalan Kesawan hanya dapat menggunakan sistem QR Code. Namun mulai hari ini, Jumat (19/11), selain dengan sistem QR Code, sistem pembayaran E-Parking di Jalan Kesawan juga sudah bisa menggunakan kartu e-Money bahkan kartu ATM.

“Sejak beroperasi, sistem pembayaran E-Parking di Kesawan kan hanya bisa dengan QR Code. Tapi mulai besok (hari ini), berkepatan dengan dibukanya kembali KCW (Kesawan City Walk), sistem Pembayaran E-Parking di Kota Medan sudah dikembangkan oleh Bank Sumut, yaitu bisa juga dengan kartu E-Money bahkan bisa pakai kartu ATM,” jelas Iswar.

Iswar pun meminta, agar warga Kota Medan tidak perlu khawatir untuk parkir di kawasan Kesawan. Sebab warga Kota Medan sudah bisa membayar retribusi parkirnya dengan berbagai sistem pembayaran nontunai saat parkir di Jalan Kesawan, tak ubahnya dengan parkir di 22 titik lainnya di Kota Medan.

Sebelumnya, penerapan sistem pembayaran Parkir Nontunai atau yang sering disebut Parkir Elektronik (E-Parking) di 22 titik pada 18 ruas jalan dalam 8 Kawasan di Kota Medan, telah genap berjalan satu bulan. Seperti diketahui, Wali Kota Medan Bobby Nasution telah melaunching penerapan E-Parking di 22 titik dalam 8 kawasan tersebut pada 18 Oktober 2021 yang lalu.

Meskipun sempat menuai pro dan kontra, penerapan E-Parking di Kota Medan pada 8 kawasan ternyata berbuah manis. Sesuai target Pemerintah Kota (Pemko) Medan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir di 8 kawasan tersebut naik secara signifikan.

Tercatat hingga 17 November 2021, PAD Kota Medan dari retribusi parkir di 8 kawasan tersebut telah terkumpul sebesar Rp254.971.500. Padahal sebelumnya, saat masih menggunakan sistem pembayaran tunai, PAD dari retribusi parkir di 8 kawasan tersebut hanya sekitar Rp100.050.000 per bulan.

“Sampai kemarin hari Rabu (17/11), retribusi parkir dari 22 titik di 8 kawasan itu terkumpul sebanyak Rp254.971.500. Sebelumnya saat sistem pembayarannya masih manual atau cash, itu hanya terkumpul sekitar Rp100.050.000 dalam satu bulan. Artinya setelah menerapkan E-Parking ini, hanya dalam satu bulan, ada kenaikan sebesar Rp154.921.500 atau naik sekitar 155 persen. Alhamdulillah kita bisa memperoleh capaian ini,” ucap.

Dikatakan Iswar, sesuai instruksi Wali Kota Medan Bobby Nasution, pihaknya tidak mau berpuas diri dalam mengejar Target PAD dari retribusi parkir di bulan-bulan berikutnya, baik untuk lokasi yang sudah menerapkan sistem E-Parking maupun yang masih menggunakan sistem manual. “Kita tidak mau cepat berpuas diri, target PAD dari retribusi parkir ini harus terus kita kejar,” ujarnya.

Melihat efektivitas penerapan E-Parking di 8 kawasan tersebut, kata Iswar, Pemko Medan akan terus mempersiapkan diri untuk memperluas sistem penerapan E-Parking di Kota Medan hingga nantinya seluruh ruas jalan di Kota Medan sudah menerapkan E-Parking. Dengan begitu, akan lebih banyak PAD dari retribusi parkir yang akan masuk ke kas daerah sekaligus menutup kebocoran PAD dari sektor retribusi parkir.

“E-Parking ini akan kita kembangkan terus. Sesuai instruksi Pak Wali, kita mau menjadikan Kota Medan sebagai Smart City secara bertahap. Kedepannya, ruas-ruas jalan lainnya di Kota Medan juga akan diterapkan sistem E-Parking yang juga bekerjasama dengan pihak ketiga sebagai pengelolanya. Nantinya juga akan dilelang, tentunya setelah kita hitung dulu potensi parkir dari ruas-ruas jalan itu,” pungkasnya. (map/ila)

Pekan Kuliner Kondang UMKM, Gedung Warenhuis Ada Pemiliknya

STAND KULINER: Stand kuliner berjajar yang disiapkan untuk para pedagang UMKM. Dalam kegiatan ini, KCW ini menerpkan konsep food court.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ahli waris pemilik Gedung Warenhuis mendukung Pemerintah Kota Medan dalam upaya merevitalisasi kawasan Heritage Kesawan menjadi daya tarik destinasi wisata dan ekonomi kreatif. Warenhuis menjadi tak terpisahkan dari Heritage Kesawan, karena letak gedung bersejarah itu berada tepat dipersimpangan Jalan Ahmad Yani VII – Jalan Hindu Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan Barat.

STAND KULINER: Stand kuliner berjajar yang disiapkan untuk para pedagang UMKM. Dalam kegiatan ini, KCW ini menerpkan konsep food court.

Kantor Hukum Apindosu Lajo Parmate yang menjadi kuasa hukum ahli waris Gedung Warenhuis menyampaikan apresiasi dan dukungan bagi Pemko Medan untuk merevitalisasi Heritage Kesawan dengan pagelaran Pekan Kuliner Kondang (PKK) UMKM, yang akan berlangsung selama tiga hari mulai 19 – 21 November 2021.

“Ahli waris Warenhuis merespon positif kegiatan kuliner di seputaran kawasan Kesawan. Apalagi kegiatan tersebut berlangsung di pinggiran gedung Warenhuis. Langkah ini merupakan momentum bangkitnya destinasi wisata dan ekonomi kreatif Kota Medan,” ujar Ir Perry Iskandar mewakili penasehat hukum ahli waris Warenhuis, Kamis (18/11), kepada awak media saat dikonfirmasi.

Walaupun begitu, Perry Iskandar, menginggatkan bahwa gedung Warenhuis ada pemiliknya. “Perlu diketahui publik bahwa gedung lama Warenhuis beserta asetnya ada pemiliknya dan telah diakui oleh hukum,” beber Perry Iskandar yang juga Wakil Sekretaris APINDO Sumut didampingi Dr Martono Anggusti dan Julius SE dari Kantor Hukum Apindosu Lajo Parmate.

Disebutkan Perry Iskandar, ahli waris Warenhuis beberapa waktu lalu di media telah menyatakan siap berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah untuk menjadikan gedung bersejarah Warenhuis sebagai heritage atau cagar budaya di Kota Medan. Dan kabarnya mendapat respon oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

Namun kolaborasi tersebut belum terealisasikan hingga saat ini. “Kita pahami kemungkinan Pak Wali Kota masih memiliki mobilitas tugas dan kerja yang begitu padat. Hingga belum sempat duduk bersama dengan niat ahli waris maupun kuasanya untuk merealisasikan kolaborasi revitalisasi Warenhuis menjadi cagar budaya,” ungkap Perry Iskandar.

Kendati demikian, ahli waris tetap mendukung program Pemko Medan yang menggagas Pekan Kuliner Kondang (PKK) UMKM. “Ahli waris tetap membuka diri untuk kolaborasi dan sinergi antara ahli waris dan Pemko Medan, menjadikan Warenhuis sebagai destinasi wisata dan bagian cagar budaya Kota Medan,” ucap Ismael Pulungan, perwakilan ahli waris Warenhuis.

Sebelumnya, Ismael Pulungan yang merupakan ponakan Maya Seminole Pulungan putri almarhum G Dalip Singh Bath dengan tegas menyatakan, pihak ahli waris sangat mendukung dan terbuka bagi Pemko Medan untuk menjadikan gedung Warenhuis sebagai heritage Kota Medan melalui program kolaborasi yang disampaikan Wali Kota Medan saat ini. “Dan tentunya diharapkan adanya komunikasi dan pembicaraan lebih lanjut bersama ahli waris dan tim konsultan kami,” ujarnya beberapa waktu lalu. (rel/ram)

Viral, Satpam Ditabrak hingga Tengkurap di Atas Kap Mobil Sedan

TABRAK: Video rekaman CCTV dimana terlihat mobil sedan putih menabrak seorang Satpam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Diki, satpam yang bekerja di gedung Mega Prima Building, Jalan Pattimura Medan, mendadak viral di media sosial. Pasalnya, satpam ini nekat naik ke kap mobil saat ditabrak pengendara sedan warna putih hingga terseret beberapa meter lalu terjatuh. Aksi Diki terekam CCTV dan videonya tersebar di media sosial.

TABRAK: Video rekaman CCTV dimana terlihat mobil sedan putih menabrak seorang Satpam.

Diceritakan Diki, kejadian bermula ketika dia mengatur seorang pengunjung yang mengendarai mobil dan hendak keluar ke jalan raya pada Senin (15/11) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Dengan berjalan kaki, dia lalu mengarahkan pengunjung tersebut keluar dari dalam gedung.

Sambil meniup peluit, Diki lalu berusaha memberhentikan pengendara yang hendak melintas dari Jalan Pattimura menuju Jalan S Parman agar mobil pengunjung itu dapat keluar. Secara kebetulan, melintas pengendara mobil sedan putih dan hendak lewat.

Spontan, Diki memberhentikan mobil sedan putih tersebut sembari memberi aba-aba dengan tangannya karena ada mobil yang akan keluar dari dalam gedung. Akan tetapi, pengendara sedan putih itu tidak terima diberhentikan, setelah mobil pengunjung keluar.

“Kejadiannya berawal saat saya mengarahkan mobil pengunjung keluar dari gedung dengan menggunakan peluit. Saya lalu kasih isyarat pakai tangan agar dia (pengendara mobil sedan putih) berhenti, karena ada mobil yang mau keluar dari gedung. Tapi, dia enggak terima lalu tetap melaju dan bahkan menabrak lutut saya,” kata Diki saat diwawancarai, Kamis (18/11).

Diki pun marah kepada pengendara sedan putih tersebut hingga kemudian terjadi perang mulut. “Mungkin gak terima saya marah, sehingga dia marah juga. Setelah itu, ditabraknya saya lalu saya pukul kap mobilnya,” kata Diki.

Bukannya berhenti, pengendara sedan putih tersebut tetap melaju. Karena membahayakan dirinya lantaran terus melaju, Diki berinisiatif melompat ke kap depan mobil itu hingga terseret beberapa meter dan terjatuh. Akibatnya, satpam ini pun mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya. “Saya mengalami luka di lengan dan siku sebelah kiri. Selain itu, kepala dan pinggang masih terasa sakit,” ujarnya.

Setelah terjatuh, Diki berusaha mengejar mobil tersebut. Namun, upayanya tidak berhasil karena sudah keburu jauh. “Sempat saya kejar juga, tapi sudah keburu jauh,” ucap Diki.

Ia mengaku, kejadian yang nyaris merenggut nyawanya ini telah melaporkan ke pihak Polsek Medan Baru. “Sudah saya laporkan ke polisi. Saya berharap polisi bisa menangkap pengendara mobil tersebut dan dihukum sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Medan untuk menyelidiki kasus tersebut. “Akan kita dalami videonya, dan kita akan koordinasikan ke Polrestabes Medan untuk menyelidiki mobil yang diduga menabrak tersebut,” ujar Hadi saat berkunjung ke Warkop Jurnalis Medan.

Hadi mengingatkan, agar semua pihak sama-sama menjaga keselamatan, terutama pihak satpam yang mengatur lalu lintas keluar masuk pengunjung. Kata Hadi, satpam diharuskan memegang pedoman agar mendahulukan pengendara yang berada di arus utama. Selain itu, manajemen gedung juga harus melengkapi pihak keamanan dengan rambu isyarat seperti papan plang stop ataupun flashlight.

“Jadi manakala arus utama sudah sepi dan memiliki kesempatan untuk pengunjung keluar dari lokasi, baru kita mempersilahkan. Berikutnya, tolong juga satpam dilengkapi dengan rambu isyarat seperti papan atau plang stop kendaraan, lampu flash light jika malam hari,” ujarnya. (ris/dwi/ila)

NB: Teks Foto: Video rekaman CCTV, Mobil sedan putih menabrak seorang Satpam. Sumut Pos/ ist

Pasien TB-RO di Medan Butuh Dukungan Peran Swasta, Bank Sumut Berikan Bantuan Nutrisi Tambahan

BANTUAN: Perwakilan Bank Sumut menyerahkan bantuan nutrisi tambahan secara simbolis kepada pasien TB-RO yang disaksikan Dinas Kota Medan, Organisasi Pasien Pesat, dan Yayasan KNCV Indonesia, di Hotel Aryaduta, Kamis (18/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berdasarkan laporan WHO tahun 2021, Indonesia merupakan negara ketiga dengan beban tuberkulosis (TBC/TB) tertinggi setelah India dan Cina dengan estimasi kasus 824.000 selama tahun 2020. Sementara kasus yang ditemukan sebesar 393,323 dengan penanganan pengobatan hanya sebesar 48%.

BANTUAN: Perwakilan Bank Sumut menyerahkan bantuan nutrisi tambahan secara simbolis kepada pasien TB-RO yang disaksikan Dinas Kota Medan, Organisasi Pasien Pesat, dan Yayasan KNCV Indonesia, di Hotel Aryaduta, Kamis (18/11).

Meski demikian, di Indonesia upaya penanganan TB kini didukung dengan adanya Perpres Nomor 67/2021 tentang penanggulangan TBC. Perpres ini menjadi wujud komitmen pemerintah dalam upaya percepatan eliminasi TBC di Indonesia.

Kepala Seksi P3M Dinas Kesehatan Medan, Edy Yusuf mengatakan, keterlibatan sektor swasta dalam forum multi sektor percepatan eliminasi TBC di Kota Medan melalui pemberian nutrisi tambahan. Salah satunya seperti yang dilakukan Bank Sumut kepada 36 pasien TB Resistan Obat (TB-RO). “Ini tentunya sejalan dengan Juknis Penatalaksanaan TBC-RO, dimana pemberian makanan tambahan dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan,” ujar Edy Yusuf didampingi dr Eva OK Simatupang SpKKLP dari Yayasan KNCV Indonesia n

dan manajemen Bank Sumut saat pemberian bantuan nutrisi tambahan secara simbolis kepada pasien TBC yang resistan terhadap obat (TB-RO) di Hotel Aryaduta, Medan, Kamis (18/11).

Edy menegaskan, peran serta semua pihak termasuk swasta menjadi kunci penting dalam mewujudkan eliminasi TBC di Indonesia. Sebab, persoalan ini sendiri juga kian diperparah dengan kasus TB-RO. Ini mengingat pengobatan yang lebih sulit, efek samping berat dan jangka waktu pengobatan yang lebih lama membuat persoalan TB-RO menjadi lebih sulit diatasi.

“Mewakili Dinas Kesehatan Medan, saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas pemberian bantuan nutrisi tambahan yang dilakukan Bank Sumut kepada pasien TB-RO. Apa yang dilakukan ini merupakan bentuk kepedulian dalam penanggulangan penanganan penyakit TB, sehingga gizi penderitanya dapat ditingkatkan dan proses penyembuhan akan semakin cepat,” ungkap Edy.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini di Medan kasus TB-RO berjumlah sekitar 80-an orang. Namun, dari jumlah tersebut baru sekira 70 persen lebih yang melakukan pengobatan. “Kita melakukan investigasi untuk mengajak dan mengedukasi para pasien TB-RO agar mau memulai lagi pengobatan terhadap penyakitnya. Akan tetapi, memang ada pasien yang tidak berobat lagi karena sudah pindah domisili hingga loss contact,” katanya.

Karena itu, sambung Edy, pihaknya menggandeng lembaga swasta seperti Pejuang Sehat Bermanfaat (Pesat) Sumut hingga kader TB bahkan kader PKK dilibatkan untuk mengajak pasien TB-RO agar melanjutkan pengobatannya. Pasalnya, ada beberapa kasus pasien TB dengan kondisi telah membaik setelah berobat. Namun, ketika kondisinya membaik ternyata mereka berhenti mengonsumsi obat. “Pasien TB-RO itu, misalnya pasien dengan kasus TB biasa tetapi setelah dua bulan konsumsi obat lalu berhenti karena sudah merasa sembuh. Namun, ketika berobat kembali ternyata masih belum sembuh dan bahkan butuh penanganan intens. Atau, memang pasien itu sudah tertular TB-RO lalu menularkan kepada orang lain,” terangnya.

Menurut dia, masa pengobatan penderita TB-RO cukup lama, minimal 9 bulan hingga 2 tahun dengan diikuti injeksi. Artinya, memang pasien TB-RO cukup menderita, sehingga perlu pendampingan dari organisasi swasta terkait dan pemerintah daerah. “Untuk mengobati pasien TB-RO sampai sembuh membutuhkan biaya pengobatan sekitar Rp200 jutaan. Oleh sebab itu, pemerintah mengambil peran dimana obat pasien TB-RO masih disuplai dari Kementerian Kesehatan ke Dinas Kesehatan daerah dan selanjutnya didistribusikan kepada pasien,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Organisasi Pasien Pesat, Listiani menuturkan, dalam rangka mendukung keberhasilan pengobatan pasien TB-RO khususnya di Kota Medan, salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberian bantuan bahan makanan tambahan bagi pasien terutama yang berpenghasilan rendah di bawah Rp3.329.000 per bulannya. “Berdasarkan data pelaporan dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) tahun 2020, terdapat 81 pasien yang terkonfirmasi TB-RO di Kota Medan. Dari 81 orang pasien tersebut, terdapat 36 pasien berpenghasilan di bawah UMK Medan yang telah didampingi oleh organisasi Pesat,” ujar Listiani.

Dia menambahkan, pihaknya melalui dukungan Yayasan KNCV Indonesia dalam program Mandiri-TB mendorong keterlibatan sektor swasta mendukung upaya peningkatan gizi bagi pasien TB-RO. “Tentunya keterlibatan swasta dalam hal ini mampu mendukung kemandirian organisasi pasien dalam memberikan dukungan pendampingan bagi pasien TB-RO, terlebih khusus di Kota Medan,” tukasnya.

Sementara, Pelaksana Sekretaris Bank Sumut, Erwinsyah mengatakan, untuk menunjang proses pengobatan pasien TB-RO dibutuhkan nutrisi makanan tambahan. Sebab, pemberian makanan tambahan dapat meningkatkan respon biologis pasien terhadap pengobatan dalam hal memperbaiki gizi kurang dan meningkatkan fungsi imun. Artinya, pemberian makanan tambahan sangat diperlukan untuk peningkatan keberhasilan pengobatan pasien TB-RO.

“Tentunya dukungan kami dari sektor swasta dalam mendukung isu kesehatan, terutama tuberkulosis juga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam upaya ini, kami melakukan pemetaan bagi penerima manfaat yang secara ekonomi paling membutuhkan. Harapannya, dengan tercukupi nutrisinya maka pasien TB-RO dapat benar-benar sehat dan sembuh, bahkan bisa kembali produktif,” kata Erwinsyah didampingi Kepala Unit CSR Bank Sumut, Abdul Hamid. (ris/ila)

Ratusan Nakes Labuhanbatu Divaksin Tahap III

Ilustrasi.

LABUHAN BATU, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu memfasilitasi vaksinasi booster ke ratusan tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes) Labuhanbatu, di Aula Kantor Dinas Kesehatan setempat.

Ilustrasi.

“Ini merupakan Launching pemberian vaksin Booster Moderna khusus untuk tenaga kesehatan se-Labuhanbatu,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu, Kamal Ilham di sela-sela vaksinasi, Kamis (9/9) siang. Kamal menjelaskan, pihaknya menargetkan penyuntikan vaksin Moderna tersebut kepada 2.150 tenaga kesehatan di Labuhanbatu.

Untuk tenaga kesehatan Labuhanbatu, kata dia, vaksinasi ini merupakan tahap ketiga yang sebelumnya telah mendapatkan vaksin Sinovac tahap satu dan dua.

“Selain tenaga kesehatan, pihak Dinkes Labuhanbatu juga memberikan vaksinasi Sinovac terhadap pelajar yang berusia 12-18 tahun. Ada sekitar 20 orang tadi yang kita berikan,” jelasnya.

Ditambahkan Kamal, untuk vaksin jenis Moderna, memiliki reaksi pada tubuh yang berbeda dari vaksin sebelumnya. Menurutnya, vaksin Moderna terkhusus diberikan kepada Nakes tersebut, untuk meningkatkan inmun atau kekebalan tubuh yang lebih baik.

“Berbeda dengan reaksi vaksin sebelumnya. Kalau sebelumnya tidak begitu merasakan apa-apa, kali ini mungkin tubuh si penerima vaksin Moderna akan mengalami demam tapi bukan Covid-19. Dan demam itu berlangsung selama 2-3 hari,” ungkap Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Labuhanbatu tersebut.

Kamal juga mengatakan, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5M di antaranya, memakai masker dengan posisi yang benar, mencuci tangan sesering mungkin, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Saya mengapresiasi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, karena pertanggal hari status level PPKM di Labuhanbatu menurun. Menjadi PPKM Level 2 yang sebelumnya level 3,” tandasnya. (fdh).

Perguruan Pencak Silat Merpati Putih Dukung Program Polres Asahan

SILATURAHMI: Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha menerima silaturahmi Perguruan Pencak Silat Merah Putih.DERMAWAN/SUMUT POS.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK, MH menerima silaturahmi Perguruan Pencak Silat Merpati Putih, Kabupaten Asahan di Ruang Penjamuan Sanika Satyawada Polres Asahan, Rabu (17/11) Siang.

SILATURAHMI: Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha menerima silaturahmi Perguruan Pencak Silat Merah Putih.DERMAWAN/SUMUT POS.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira mengungkapkan, Perguruan Pencak Silat Merpati Putih Kab. Asahan sangat berperan menjaga kamtibmas dan mengantisipasi penyebaran Covid-19, serta pencegahan narkoba kepada muda mudi di Kabupaten Asahan.

Dijelaskan Kapolres, untuk mengantisipasi Covid-19 dan gangguan kamtibmas serta antisipasi narkoba, Polres Asahan melancarkan 5 program yakni Balai Musyawarah, Gerakan Subuh Keliling Dakwah Masyarakat (Gasuling Damas), Kotbah Minggu Damai Kamtibmas (Komidamas), Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kambling) Barokah dan Polisi Rindu Masyarakat (PRM) kata Kapolres Asahan.

“Semoga dengan adanya 5 program tersebut, Perguruan Pencak Silat Merpati Putih Kab. Asahan diharap menyosialisasikan kepada para murid dan masyarakat yang ada di Kab. Asahan,”pinta AKBP Putu Yudha Prawira.

Sementara itu, Ketua Cabang Merpati Putih Kabupaten Asahan Hidayat Afif SH menyampaikan akan mendukung semua program Polres Asahan guna mensukseskan program pemerintah memelihara Kamtibmas dan antisipasi penyebaran Covid-19 serta antisipasi Narkoba kepada masyarakat.

Diakhir silaturahmi, Hidayat Afif menyerahkan buku acuan kerja Pencak Silat Merpati Putih kepada Kapolres Asahan, dan dilanjutkan dengan foto bersama.(dat/han)