Home Blog Page 2934

Tanoto Foundation latih Pengukuran Penjaminan Mutu Pengajaran Dosen

Pelaksanaan pengajaran dosen di Le Polonia Hotel Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bagaimana guru mengajar di ruang kelas berhubungan erat dengan perkuliahan calon guru yang memiliki kompetensi dan sangat dipengaruhi oleh kualitas pengajaran dosen yang meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan perkuliahan dan evaluasi pembelajaran. 

Pelaksanaan pengajaran dosen di Le Polonia Hotel Medan.

Hal ini terungkap pada pelaksanaan acara peluncuran program pengukuran mutu pengajaran dosen pada Selasa, (14/12) lalu di Le Polonia Hotel Medan oleh Tanoto Foundation yang bekerja sama dengan 10 Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) di 5 provinsi UINSU dan UMSU dari Sumatera Utara, UIN STS dan UNJA dari Jambi, UIN SUSKA dan UNRI dari Riau, UIN SI dan UNMUL dari Kalimantan Timur serta UIN WS dari Jawa Tengan dan UNY dari Jogja. 

Arvina Dwi Wahyuni Deputy Head of TTI Development Program Tanoto Foundation, mengungkapkan kegiatan ini serangkaian dengan pembekalan terhadap evaluator yang akan melaksanakan evaluasi di LPTK masing-masing secara tatap muka dan online dalam waktu yang bersamaan. 

Kegiatan tatapmuka dilakukan di masing-masing provinsi agar ada wujud dinamika tim di masing-masing LPTK dan untuk kegiatan online diperlukan untuk proses instruksi kegiatan yang dipandu konsultan dari kota Medan.

“Tanoto Foundation tetap berkomitmen melalui program Teaching Quality Measurement (TQM) yaitu program pengembangan dan implementasi instrumen pengukuran dan penjaminan mutu pengajaran dosen di 10 LPTK mitra Se-Indonesia” ungkap Arvina.

“Rangkaian Program ini merupakan suatu proses bersama dalam rangka pengembangan dan perbaikan instrumen melalui kegiatan menentukan standar mutu pengajaran dosen yang tepat dengan menemukan dan memilih indikator-indikator yang sesuai dengan konteks instansi atau Lembaga dan sejalan dengan pengembangan Pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah.” Jelasnya.

“Sangatlah penting bagi setiap Lembaga atau Instansi yang ingin mencapai peningkatan mutu dengan memperhatikan standar yang digunakan, standar ini seharusnya tidak menjadi kaku namun haruslah flexible yaitu menentukan standar yang tepat dan berfokus pada pengembangan Pendidikan”, tutup Arvina. 

Sementara itu Drs. Parapat Gultom, MSIE, Ph.D selaku konsultan TQM Program Lead mengungkapkan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada evaluator akan instrumen yang digunakan beserta mekanisme pelaksanaan evaluasi serta pemberian rekomendasi terhadap dosen yang di evaluasi. 

“Setelah pelaksanaan pelatihan para evaluator akan melakukan ujicoba pengukuran mutu pengajaran dosen di LPTK masing-masing. Untuk mengukur mutu pengajaran dosen tersebut diperlukan instrumen, dimana dalam pelaksanaannya, pada setiap LPTK telah dibentuk tim yang disebut Tim Pengembang Pengukuran Mutu Pengajaran Dosen yang disingkat dengan TP2MPD.

Tim ini terdiri dari 3 orang dari Tim Penjaminan Mutu Fakultas, 1 orang Fasilitator Dosen tingkat SMP, dan 2 orang Fasilitator Dosen tingkat SD. Tim inilah yang akan menjalankan rangkaian dari TQM mulai dari proses identifikasi, perumusan, mengujicobakan instrumen.” Jelasnya.

“Harapan dari Program ini tak lain adalah agar instrumen yang sudah terproduksi dari prosesnya dapat disepakati bersama dan dijalankan secara konsisten di masing-masing LPTK.” Tutupnya.(rel)

Sudah Dilaporkan ke Polrestabes Medan, Polisi Diminta Tangkap Ortu Diduga Cabuli Anak Kandung

USAI MELAPOR: Korban didampingi keluarga dan LBH Medan usai membuat laporan ke Polrestabes Medan, Jumat (19/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan meminta Polrestabes Medan menangkap ayah terduga pelaku pencabulan terhadap anak kandungnya, berinisial RE (14). Perbuatan tersebut telah dilaporkan ke Polrestabes Medan dengan Nomor: STTLP/2615/XII/2021/SPKT Polrestabes Medan/Polda Sumut.

USAI MELAPOR: Korban didampingi keluarga dan LBH Medan usai membuat laporan ke Polrestabes Medan, Jumat (19/12).

Wakil Direktur LBH Medan Irvan Saputra mengatakan, korban RE yang masih sekolah menangah pertama (SMP) menjadi korban dugaan pencabulan oleh ayahnya JPS. Kejadian itu diketahui pada September 2020 lalu.

LBH Medan selaku kuasa hukum RE, yang konsern terhadap penegakan hukum serta perlindungan hak asasi manusia khususnya terhadap perempuan, secara tegas meminta kepada Kapolrestabes Medan untuk segera menangkap JPS.

“Kita juga meminta kepada Kepala Dinas Perempuan dan Anak Sumatera Utara untuk membantu memulihkan psikologis RE dan memperhatikan kebutuhannya,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (18/12).

Pascadugaan perbuatan cabul tersebut, lanjutnya, telah mengakibatkan RE trauma berat dan tidak lagi mau pulang ke rumah karena takut akan perbuatan JPS.

“Ironisnya November 2021, JPS kembali mencoba untuk mencabuli RE, namun perbuatan bejat itu tidak berhasil karena saat itu ada orang lain yang mengetahui serta juga ketahuan oleh MM, ibu kandung RE,” jelasnya.

Dikatakannya, perbuatan JPS, membuat MM selaku ibu korban, sangat kecewa dan tidak bisa membayangkan teganya JPS melakuan perbuatan bejatnya kepada RE. Sehingga melaporkannya ke Polrestabes Medan.

LBH Medan menilai dugaan pencabulan tersebut telah memberikan dampak yang sangat buruk terhadap tumbuh kembang RE dan sangat berbahaya terhadap anak-anak lain jika JPS masih berkeliaran. Karena tidak menutup kemungkinan JPS melakukan perbuatan yang sama.

LBH Medan menduga, JPS telah melanggar UUD 1945 Pasal 28D, UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM Pasal 2, Pasal 3 ayat (2), Pasal 17, UU No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu No 1 Tahun 2016 tentang Revisi Kedua UU Perlindungan Anak.

“Pemerintah melalui Presiden Joko Widodo secara tegas telah menyatakan jika perbuatan cabul adalah kejahatan luar biasa. Oleh karena itu penangananya harus luar biasa dan menitikberatkan hukuman yang berat kepada pelaku. Maka dari itu Kapolrestabes Medan harus segera melakukan penangkapan tehadap JPS yang saat ini masih berkeliaran,” harapnya.

Irvan menguraikan peristiwa itu, terjadi pada September tahun 2020 lalu. RE, yang masih duduk di sekolah SMP menjadi korban kebiadaban JPS saat berada di rumahnya sewaktu sedang bermain handphone.

Lalu, ayah korban yang diketahui sebagai penjualan ikan pulang ke rumah dan memaksa RE dengan cara menarik tanganya, kemudian membawa RE ke kamar mandi dan saat dikamar mandi perbuatan biadab tersebut dilakukan. (man/azw)

Pengadilan Tinggi Medan Ubah Putusan Dua Terdakwa Perzinahan, Dihukum 4 Bulan Penjara

SIDANG: Dua terdakwa kasus perzinahan, saat menjalani sidang di PN Medan beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Tinggi (PT) Medan mengubah putusan perkara perzinahan dengan terdakwa Julianna Phan dan Putra Martono. Keduanya dijatuhi hukuman masing-masing pidana penjara selama 4 bulan.

SIDANG: Dua terdakwa kasus perzinahan, saat menjalani sidang di PN Medan beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan yang diketuai Jarihat Simarmata menghukum kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 4 bulan dengan masa percobaan 8 bulan.

Dalam amar putusannya, majelis hakim PT Medan menerima permintaan banding dari Penuntut Umum. Mengubah putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 671/Pid/2020/PN Mdn tanggal 15 Juni 2021.

“Menyatakan kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perzinahan. Menjatuhkan pidana terhadap kedua terdakwa tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 bulan,” ujar Majelis hakim banding diketuai John Diamond Tambunan SH, sebagaimana dikutip dari website PN Medan, Minggu (19/12).

Majelis hakim PT Medan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menilai perbuatan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 284 ayat (1) ke-1 huruf a KUHPidana. Putusan majelis hakim PT Medan sama (Conform) dengan tuntutan JPU, yang sebelumnya meminta agar majelis hakim PN Medan menjatuhkan hukuman 4 bulan penjara.

Namun, pada tanggal 15 Juni 2021, majelis hakim PN Medan yang diketuai Jarihat Simarmata malah menjatuhkan vonis 4 bulan penjara dengan masa percobaan 8 bulan. Tak terima dengan putusan majelis hakim PN Medan tersebut, JPU langsung menyatakan banding.

Diketahui, pada Mei 2017 terdakwa Putra Martono yang masih berstatus suami korban dan Julianna Phan yang masih berstatus istri orang berkenalan hingga bertemu di Vista Gym Medan. Keduanya pun saling bertukar nomor hape hingga akhirnya melakukan perselingkuhan.

Pada Oktober 2017, keduanya pergi ke Malaysia dan tidur bersama dalam satu kamar. Di kamar itu, Putra Martono dan Julianna Phan melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

Puncaknya, pada 11 September 2020, kedua terdakwa menginap di Hotel Deli dan melakukan hubungan suami istri, lalu disambung pada 19 September 2020, ketika kedua terdakwa berada di Cambridge City, korban datang ke lokasi sehingga terjadi keributan yang membuat Julianna Phan pergi.

Putra Martono yang merasa khawatir langsung pergi menemui Julianna Phan dan mengajaknya menginap di Hotel Deli. Pada Minggu, 20 September 2020 subuh, pintu kamar hotel yang ditempati kedua terdakwa diketuk oleh room boy atas permintaan korban.

Saat pintu dibuka, terdakwa Julianna Phan terkejut dan berusaha menutup wajahnya dengan rambut. Di mana, posisi Putra Martono berada di atas tempat tidur dengan memakai celana dalam dan baju kaos.

Sedangkan terdakwa Julianna Phan memakai baju tidur serta celana dalam dan BH-nya terletak di rak. Melihat perbuatan itu, korban langsung melaporkannya ke Polrestabes Medan. (man/azw)

Pengendara Motor Tewas Ditabrak Mobil

TEWAS: Pengendara motor korban tabrak lari meninggal dunia di Pasar IX Desa Tanjungbaru, Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang, Sabtu (18/12). 

TANJUNGMORAWA, SUMUTPOS.CO – Kecelakaan maut terjadi di Pasar IX Desa Tanjungbaru, Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang, Sabtu (18/12). Seorang pengendara motor tewas setelah ditabrak mobil.

TEWAS: Pengendara motor korban tabrak lari meninggal dunia di Pasar IX Desa Tanjungbaru, Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang, Sabtu (18/12). 

Sementara mobil yang menabrak melarikan diri dan hingga kini belum diketahui pelakunya.

Kanit Laka Lantas Polresta Deliserdang Iptu Rasidin menjelaskan, korban adalah Artalena Boru Nababan (21), warga Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang.”Korba meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Rasidin, Minggu (19/12).

Kecelakaan bermula mobil belum diketahui datang dari arah Tebingtinggi menuju ke Medan. Tiba di lokasi, pengemudi mobil diduga tidak memperhatikan motor yang dikendarai korban di depannya. Tabrakan pun tak terhindarkan.”Pengendara motor merenggang nyawa. Hal itu didapatkan dari keterangan warga sekitar. Karena personel Unit Laka Lantas yang tiba di lokasi kejadian mobil sudah kabur,” jelasnya.

Kendaraan korban yang mengalami kecelakaan sudah dibawa guna pemeriksaan lebih lanjut. “Kami sedang melakukan penyelidikan mobil yang menabrak korban,” pungkasnya. (ssc/azw)

Tiga Motor Sekcam Batangkuis Hilang, Pelaku Terekam CCTV

RUSAK: Kunci pagar rumah Sekcam Batangkuis dirusak pelaku pencurian di kediamannya di Dusun V Desa Bintangmeriah, Kamis (16/12).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Rumah milik Seketaris Camat (Sekcam) Batangkuis Junaidi SE Msi disatroni malung di Dusun V Desa Bintangmeriah, Kamis (16/12). Tiga unit sepeda motor dibawa kabur pelaku yang belum diketahui indentitasnya.

RUSAK: Kunci pagar rumah Sekcam Batangkuis dirusak pelaku pencurian di kediamannya di Dusun V Desa Bintangmeriah, Kamis (16/12).

Sekertaris Camat Batangkuis Junaidi SE Msi dikonfirmasi awak media membenarkan bahwa kediamannya dimasuki maling. “Honda Beat, Supra 125, dan Honda CB 150 telah hilang dicuri,” ujar Junaidi ditemui di rumahnya, Jumat (17/12).

Junaidi menerangkan, maling yang membawa kabur sejumlah kendaraan itu diperkirakan berjumlah enam orang. Hal itu diketahui dari rekaman CCTV atau kamera pemantau milik Masjid Al-Fajar yang bersebelahan dengan rumahnya.

“Dalam rekaman video, enam pria mengendarai sepeda motor berboncengan masuk ke area masjid lalu memarkirkan kendaraan mereka. Kemudian tiga orang mantau situasi, sementara yang lainnya melancarkan aksi dengan lebih dulu merusak gembok terpasang di pagar. Selanjutnya masuk mengendap-endap dan mencuri motor,” terangnya.

Setelah berhasil merusak kunci kontak tiga motor, para maling kabur membawa hasil curian.

“Aksi yang dilakukan para pelaku ini tergolong andal. Mereka beraksi sangat rapi,” kata Junaidi.

Junaidi mengaku, pencurian motor di lingkungannya bukan pertama terjadi, namun sudah beberapa kali.

“Dari keterangan warga, enam kali terjadi. Hal ini membuat masyarakat sekitar was-was jika meninggalkan rumah karena terbilang rawan kejahatan,” akunya. Kasus pencurian tersebut, kata Junaidi dirinya sudah resmi membuat pengaduan dengan nomor STPL/187/XI/2021/SPKT.SEK.BT.KUIS/RESTA DS/POLDA SUMUT. “Saya berharap kepolisian segera mengungkap kasus pencurian yang sudah meresahkan warga Dusun V, Desa Bintangmeriah. Diharapkan juga dapat menciptakan situasi ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas),” ujarnya.

Sementara Kapolsek Batangkuis AKP Simon Pasaribu SH mengatakan pihaknya telah menerima laporan pencurian di rumah Sekcam Batangkuis tersebut. “Kami tengah melakukan penyelidikan,” kata Simon dihubungi wartawan melalui ponsel.(mag-1/azw)

Persoalan Banjir Masih Hantui Warga Medan, Burhanuddin: Serahkan kepada Ahlinya

BINGKISAN: Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu menyerahkan bingkisan kepada peserta reses di Jalan STM Medan. , Lingkungan 9, Kelurahan Suka Maju, Medan Johor, Minggu (19/12).ade zulfi/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persoalan genangan air atau banjir masih menghantui warga Kota Medan, khususnya warga yang berada di daerah pemilihan (Dapil) 5 DPRD Medan meliputi Medan Sunggal, Medan Tuntungan, Medan Selayang, Medan Maimun, Medan Johor, dan Medan Polonia. Apalagi, dalam beberapa hari ini, Kota Medan terus diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

BINGKISAN: Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu menyerahkan bingkisan kepada peserta reses di Jalan STM Medan. , Lingkungan 9, Kelurahan Suka Maju, Medan Johor, Minggu (19/12).ade zulfi/sumutpos.

Keresahan warga ini terungkap dalam Reses Masa Sidang I Tahun III Tahun Anggaran 2021 yang digelar Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu di dua lokasi berbeda, yakni di Jalan Setia Budi Nomor 173-D Lingkungan 8, Kelurahan Tanjungrejo, Medan Sunggal, pada Sabtu (18/12), dan di Jalan STM Gang Suka Rindu, Lingkungan 9, Kelurahan Suka Maju, Medan Johor, Minggu (19/12).

Meski hujan mengguyur sejak pagi, namun antusias masyarakat menghadiri reses tersebut cukup tinggi. Ini terlihat dari ratusan peserta yang hadir. Mereka ingin menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada wakil mereka di DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan.

Khairul Hanafi, Kepala Lingkungan (Kepling) 7 Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal, menyampaikan, selama ini warga Kelurahan Tanjungrejo selalu menjadi langganan banjir. Apalagi, ada dua sungai yang membelah Kelurahan Tanjungrejo, yakni Sungai Batuan dan Sungai Selayang. 

Jika sungai meluap, sebutnya, warga hampir di semua lingkungan khususnya di Lingkungan 4, 7, 8, 9, 11, 13, 14, 17, dan 19, selalu kebanjiran. “Kalau sudah banjir, kami sebagai kepala lingkungan yang selalu diprotes warga. Jadi, kami mohon kedua sungai itu segera dinormalisasi. Melalui reses ini kami meminta kepada Bapak Burhanuddin Sitepu agar ini disuarakan melalui paripurna DPRD Medan,” harapnya.

Sementara Susilawati, warga Medan Johor dari komunitas Warga Peduli Sekitar (Wapesek) yang terdiri dari kaum ibu, pernah melakukan penimbunan jalan yang berlubang di sekitar Jalan Karya Jaya. “Ini kami lakukan atas rasa kepedulian kami. Karena banyak pengendara khususny sepeda motor yang terjatuh akibat jalan rusak tersebut. Atas inisiatif kami, kami melakukan penimbunan. Atas kondisi ini, kami berharap perhatian dari Pemko Medan,” harapnya.

Lilik Kasturi, Warga Gang Perbatasan, Kelurahan Titi Kuning, Medan Johor. Dia mengeluhkan soal sampah yang tidak diangkut oleh pihak kecamatan. “Karena sampah tak diangkut, warga banyak membuang ke sungai yang mengakibatkan sungai menjadi tercemar dan terjadi pendangakalan. Mohon kiranya ini menjadi perhatian,” pintanya.

Menyikapi hal ini, Burhanuddin Sitepu mengungkapkan, persoalan banjir atau genangan air memang seperti tidak ada selesainya di Kota Medan. Dia pun menyayangkan ketidakhadiran Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan dalam reses tersebut. Padahal, persoalan banjir pasti selalu muncul dalam setiap reses. “Kalau saya menilai, masalah genangan air ini karena salah urus. Orang-orang yang menangani persoalan banjir ini bukan ahlinya. Karena sampai sekarang masih meraba, belum ada solusinya. Makanya, serahkan pada ahlinya,” kata Burhanuddin yang juga Sekretaris Komisi IV DPRD Medan membidangi pembangunan.

Menurutnya, penyebab banjir ini bukan cuma satu. Karenanya, normalisasi sungai saja tidak cukup kalau drainase tidak diperbaiki. Debit air tidak sebanding dengan drainase yang ada, sehingga ketika hujan deras air meluap ke jalan dan terjadi genangan air.

Burhanuddin juga mengungkapkan, dari pemetaan Pemko Medan, saat ini ada 1.500 titik genangan air di Kota Medan, dari sebelumnya hanya 500 titik. “Tahun 2022, pemko juga sudah mengalokasikan Rp1 triliun untuk mengatasi banjir ini. Jadi, dari segi anggaran tidak ada masalah lagi. Kita lihat saja nanti seperti apa hasilnya. Mudah-mudahan dengan adanya kedekatan emosional Wali Kota Medan dengan Kementerian PUPR, persoalan banjir ini bisa segera diatasi,” harapnya.

Sementara soal pembetonan jalan dan drainase di Jalan Mawar, Lingkungan 8, Kelurahan Tanjungrejo, dan perbaikan jalan di Jalan Karya Jaya, Burhanuddin meminta agar kepala lingkungan atau warga untuk membuatkan denah jalan yang ingin diperbaiki, agar segera diusulkan ke Pemko Medan. “Realisasinya akan saya sampaikan kepada Pak Kepling,” pungkasnya. (adz/ila)

Peringatan Hari Relawan 2021: PMI Kota Medan Inisiasi Blood Donation

ilustrasi
ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan kembali menggelar Blood Donation yang dipusatkan di Sun Plaza, Jalan H Zainul Arifin Medan, sebagai upaya memastikan ketersediaan kantong darah, Minggu (19/12) Ketua PMI Kota Medan, Musa Rajekshah (Ijeck) mengapresiasi pelaksana kegiatan tersebut seperti PT Abbott, Yayasan HOPE dan SUN Plaza.

ilustrasi
ilustrasi

“Saya juga berterimakasih kepada seluruh pendonor karena telah meluangkan waktunya untuk berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan donasi darah. Semoga niat baik ini membuat kita lebih sehat juga membantu orang lain,” katanya.

Ia berharap kegiatan berjalan lancar dan memenuhi ekspektasi dari target kantong darah yang direncanakan. “Dan untuk target sebanyak 600 kantong ini bisa menjadi rekor di tengah situasi pandemi Covid-19 ini,” kata wakil gubernur Sumatera Utara itu.

Turut hadir Ketua Harian PMI Medan, John Ismadi Lubis, Bendahara Syahruddin Siregar, Direktur UDD PMI Kota Medan, dr Harry Butarbutar, Kabid Anggota dan Relawan Esti Pibrianto, Kepala Markas PMI Medan Zulhamsyah serta sejumlah pengurus PMI kecamatan.

Pria yang akrab disapa Ijeck ini menambahkan, PMI hadir di tengah masyarakat tidak hanya sebatas donor darah. PMI juga harus siap kalau terjadi bencana. Di mana, berdasarkan laporan BPBD Sumut, di Kabupaten Mandailing Natal hampir 70 persen terendam banjir. Begitu juga di Kabupaten Nias, terkhusus Gunungsitoli. “Harapan kita, para relawan PMI dapat memberikan sumbangsih tenaga, pikiran dan waktunya. Dengan demikian seluruh relawan PMI di Sumut dapat memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.

Ijeck pun mengajak seluruh masyarakat agar menyukseskan vaksinasi untuk menghentikan penyebaran virus Corona di Sumut. Kemudian di kesempatan itu, ketua Golkar Sumut ini turut menyerahkan plakat penghargaan kepada Ketua Yayasan HOPE, Direktur SUN Plaza, Yohana, PT Abbott dan perwakilan relawan.

Adapun Strategic Account Manager PT Abbott, Zulfikar Nasution menjelaskan, Blood Donation ini sudah berlangsung di sejumlah provinsi seperti Makassar, Tangerang, Banda Aceh, Semarang, dan Medan. Tujuan kegiatan untuk menjaring pendonor pemula dalam upaya PMI memenuhi kebutuhan darah. Tak tanggung, pihaknya menunjuk Cristiano Ronaldo sebagai ambasador kegiatan donor darah.

Untuk menyemarakkan suasana, Blood Donation dirangkai talk show yang membahas keberadaan relawan PMI dengan pemateri Kabid Anggota dan Relawan PMI Medan, Esti Pibrianto SPd dan lucky draw dengan hadiah yang menarik.

Pantauan di lokasi, calon pendonor terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis UDD PMI Medan. Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan, pendonor diarahkan ke ruangan untuk melakukan transfusi darah. Setelah itu pendonor mendapat sejumlah cendramata dari pelaksana kegiatan. (prn/ila)

Edriansyah Rendy: Jemput Aspirasi secara Door to Door

SEMBAKO: T Edriansyah Rendy memberikan sembako saat reses di Kelurahan Tanah Enam Ratus, Medan Marelan, Sabtu (19/12).markus/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Fraksi Partai NasDem, T Edriansyah Rendy SH, menggelar Reses Masa Sidang I, Tahun Ketiga T.A 2021 di Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (19/12).

SEMBAKO: T Edriansyah Rendy memberikan sembako saat reses di Kelurahan Tanah Enam Ratus, Medan Marelan, Sabtu (19/12).markus/sumut pos.

politisi muda yang kerap disapa Rendy ini memiliki cara yang berbeda dalam kegiatan yang bertujuan untuk menjemput aspirasi masyarakat tersebut. Bukan dengan mengumpulkan warga, namun Rendy mendatangi konstituennya dari pintu ke pintu atau secara Door to Door. Hal itu dilakukannya, untuk menghindari kerumunan massa di masa pandemi Covid-19.

Seorang warga Lingkungan 1, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan mengeluhkan drainase yang tidak layak atau tidak berfungsi dengan baik di wilayahnya. Akibatnya setiap kali turun hujan, kawasan tersebut kerap kali tergenang air. Mirisnya, air tak hanya menggenangi jalan, tetapi juga kerap kali masuk ke rumah-rumah warga.

“Kalau hujan sedikit saja, pasti langsung banjir. Paritnya ini kecil kali, terus tersumbat juga, jadi gak bisa menampung air hujan itu. Akhirnya meluap, masuk ke rumah, sampai ke kamar-kamar,” ucap salah seorang warga, Ibu Jumiati saat dikunjungi Rendy di ke rumahnya yang terletak di Gg Persatuan Tengah, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Medan Marelan.

Jumiati mengaku, masalah itu telah terjadi dalam waktu yang cukup lama, bahkan menahun. Namun hingga saat ini, belum ada solusi atau perbaikan yang dilakukan untuk drainase yang ada di lingkungannya.”Kami mohon supaya ada solusi untuk masalah ini. Kalau bisa diperbesar lah drainasenya ini, supaya bisa lancar air mengalir, jadi gak banjir lagi,” ujarnya.

Selain ke rumah Ibu Jumiati, putra mantan Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin itu juga melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga lainnya, salah satunya ke rumah Ibu Mardiani.

Kepada politisi muda Partai NasDem itu, Ibu Mardiani mengaku jika warga di lingkungannya juga mengeluhkan tentang tidak adanya penerangan lampu jalan di Gg Persatuan Tengah tersebut.

Menanggapi keluhan Ibu Jumiati, Rendy pun langsung melihat kondisi drainase yang dimaksud. Rendy pun mengakui, jika drainase tersebut terlalu kecil sehingga tidak mampu untuk menampung air dalam debit yang tinggi.

Ia pun mengatakan akan berkoordinasi dengan Kelurahan Tanah Enam Ratus, termasuk untuk mempertanyakan mengapa drainase tersebut tidak diperbaiki dari Dana Kelurahan yang sudah dianggarkan sebesar Rp1,7 miliar di tahun 2021 ini. “Harusnya Dana Kelurahan bisa dipergunakan untuk memperbaiki drainase ini, nanti saya tanyakan apa kendalanya. Nanti saya minta supaya ini bisa diperbaiki paling lama di tahun 2022. Saya juga nanti akan koordinasi juga dengan Dinas PU,” jawabnya di lokasi.

Sedangkan untuk Ibu Mardiani, Rendy mengaku akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan. “Soal lampu jalan, saya akan koordinasikan ke Dinas Pertamanan. Memang tadi saya lihat tidak ada lampu jalan di gang ini dan itu cukup rawan, nanti akan kita minta agar dipasangkan lampu jalan,” tuturnya.

Selain menampung aspirasi warga, dalam kesempatan itu Rendy juga tampak memberikan bantuan kepada warga berupa bahan pangan pokok. Ia berharap, pertemuan tersebut dan apa yang ia berikan dapat bermanfaat kepada masyarakat. “Semua aspirasi ini saya tampung dan InsyaAllah akan saya sampaikan dalam rapat Paripurna di DPRD Medan nanti untuk dapat ditindaklanjuti oleh Pemko Medan,” pungkasnya. (map/ila)

Sumut Rangking Pertama Pengguna Narkoba

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara mendapat ranking pertama sebagai daerah pengguna narkotika di Indonesia. Hal ini terkuak dalam acara Sosialisasi Bahaya Narkoba yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumut, di Medan, Sabtu (18/12).

Ilustrasi.

Kepala Badan Kesbangpol Sumut melalui Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi dan Budaya Organisasi Masyarakat, Zulham Siregar menyampaikan, persoalan banyaknya anak yang menjadi pengguna narkoba di Sumut sudah pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Bahkan Sumatera Utara mendapat teguran keras dari pemerintah pusat terkait pengguna narkoba saat ini.

Dari data ini, kata Zulham, membuat Pemerintah Sumatera Utara bergerak maju untuk memerangi narkoba ini. Hal ini juga dikaitkan dengan koordinasi antara Kesbangpol dan BNNP Sumut. Bukan itu saja, dari sosialisasi sebelumnya BNN menyebut ada 300 ribu anak-anak di Medan yang menjadi pengguna narkoba. “Berdasarkan data BNN Sumatera Utara, di Kota Medan, menurut perkiraan, 200-300 ribu anak-anak ini pengguna narkoba,” paparnya.

Jumlah pengguna narkoba di Sumut, diperkirakan mencapai 1,5 juta orang. Hal itulah yang menyebabkan Sumut menjadi peringkat pertama pengguna narkoba di Indonesia.

”Sumatera Utara saat ini adalah peringkat pertama prevelensi pengguna narkoba. Berdasarkan penelitian 1,5 juta masyarakat Sumatera Utara menggunakan narkoba,” katanya.

Ia meminta masyarakat saling melindungi anggota keluarganya agar tak menjadi penyalahguna narkoba. Zulham mengatakan, berkurangnya penyalahgunaan narkoba bakal membuat pengedar narkoba berkurang.”Dengan harapan terbangun satu sikap di masyarakat untuk tidak menggunakan narkoba,” jelasnya.

Sementara, anggota Komisi I DPRD Sumut Subandi yang turut hadir menjadi narasumber mengatakan, persoalan pengguna narkoba di Sumut sudah pada tingkat mengkhawatirkan. Apalagi dari 14 juta penduduk Sumatera Utara, terdapat 1,7 juta pengguna narkoba.

Menurutnya, pemerintah sudah lama memberikan intruksi aksi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN), dengan menerbitkan Permendagri, Inpres No 2 tahun 2020. Sementara Provsu baru sekali lahir Perda No 1 tahun 2019.

“Yang terbaru lahir Pergub No 19 tahun 2021. Melalui DPRD sudah dilaksanakan sosialisai perda, melihat kondisi Sumut hari ini sangat meperihatinkan. Untuk itu, Provsu memberikan dukungan dana kepada BNNP Rp2 miliar. Selama ini belum pernah dan selama ini dananya sangat terbatas,” jelasnya.

Dengan melihat angka ini, Subandi berharap, agar semua pihak harus perduli dengan kondisi ini. Apalagi sudah ada peraturan daerah yang mengatur tentang keterkaitan sosialisasi narkoba ini.”Ke depan, Pemprov Sumut harus memiliki panti rehabilitasi bagi pengguna narkoba,” harapnya.

Sedangkan dr Nania Lubis dari Badan Narkotika Nasional Sumut mengatakan, bahwa peredaran narkoba masuk melalui jalur laut ke Sumut. Menurutnya, pengguna narkoba mulai dari usia 19-59 tahun ini, sangat luar biasa. Mulai dari tingkat pelajar, mahasiswa, orang tua, pekerja maupun pengangguran.

Dari data yang ada, pihak BNN bekerjasama dengan LIPI pada tahun 2019 mendeteksi kalau Sumut ranking satu pengguna narkoba dari 34 provinsi se-Indonesia. Hal yang sama untuk tahun 2021, Sumut juga menjadi pengguna narkoba peringkat satu.

Sedang untuk saat ini, isu penggunaan Narkoba Gorilla juga sudah merasuki anak anak pelajar dan mahasiswa. Melihat angka peredaran narkoba ini, maka BNN dan wakil rakyat dari Sumut sepakat mengharapkan agar Pemprov Sumut bisa membangun panti rehabilitasi bagi pengguna narkoba.

Narasumber lainnya, AKBP Hendri Rikson Sibarani, Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Sumut juga mengungkapkan hal serupa. Ia menyebut kejahatan narkoba merupakan kejahatan trans nasional, yang sebanding dengan kejahatan terorisme dan korupsi. Bahkan sejak tahun 2020 hingga 2021, terjadi peningkatan kasus narkotika di Sumut secara signifikan.

“Pengungkapan 6 ribuan kasus dengan tersangka 7 ribuan lebih. Jumlah barang bukti jenis sabu tahun 2020, 500-600 kg. Selama tahun 2021 sampai November, sudah 1 ton lebih,” ungkapnya. (man/ila)

Banyak Warga Medan Kena PHK, Pemko Medan Diminta Beri BPJS PBI

RESES: Anggota DPRD Medan M Afri Rizki saat reses di Jalan Cinta Karya, Sari Rejo, Medan Polonia, Sabtu (18/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejak Pandemi Covid-19 melanda Kota Medan, ada banyak sektor usaha yang terpukul. Akibatnya, banyak warga Kota Medan yang terpaksa kehilangan pekerjaan karena dirumahkan perusahaan tempatnya bekerja. Secara otomatis, warga tersebut juga kehilangan jaminan kesehatan berupa BPJS Kesehatan yang selama ini iurannya ditanggung oleh perusahaan.

RESES: Anggota DPRD Medan M Afri Rizki saat reses di Jalan Cinta Karya, Sari Rejo, Medan Polonia, Sabtu (18/12).

Hal itu terungkap dalam kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun Ketiga T.A 2021 Anggota DPRD Medan M Afri Rizki Lubis SM M.IP yang digelar di Jalan Cinta Karya, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Sabtu (18/12) siang.

“Dulunya kepala keluarga kami kerja, dapat BPJS Kesehatan dari kantor. Tapi karena Covid jadi kena PHK, sekarang tak ada lagi BPJS Kesehatan kami, karena tak ada lagi yang bayarkan iuran BPJS Kesehatan kami itu,” ucap Ibu Sia mewakili warga lainnya pada kegiatan Reses yang digelar Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan itu.

Dalam kesempatan itu, wanita paruh baya tersebut juga meminta agar Pemko Medan dan pihak BPJS Kesehatan dapat memberikan jaminan kesehatan kepada pihaknya secara gratis atau BPJS Kesehatan dengan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Tolong supaya kami dibantu, bagaimana caranya supaya kami bisa dapat BPJS Kesehatan yang gratis itu. Kalau mau pakek BPJS Kesehatan yang mandiri, mana lah ada uang kami. Jangankan bayar iuran BPJS sekeluarga, untuk makan sehari-hari saja sudah berat kali kami rasa. Namanya sudah kena PHK, dari mana lagi penghasilan kami,” ujarnya.

Sementara warga lainnya, Ibu Deni juga mengeluhkan masalah fasilitas persampahan di Kelurahan Sari Rejo. Ia menyebutkan, tidak ada tempat pembuangan sampah di lingkungan tempat tinggalnya, bahkan di beberapa lingkungan lainnya di Kelurahan Sari Rejo.

“Tak ada fasilitas pembuangan sampah di daerah ini. Masyarakat tahu kalau harus buang sampah ditempatnya, tapi gak ada tempat sampahnya. Karena tak ada fasilitasnya, jadi gak tahu mau dibuang kemana. Tolong diperhatikan hal ini,” katanya.

Menanggapi hal ini, Rizki Lubis meminta OPD-OPD terkait, mulai dari Dinas Sosial hingga Dinas Kesehatan agar dapat mendata dan membantu para warga yang kehilangan pekerjaan dan jaminan kesehatannya supaya bisa mendapatkan jaminan kesehatan berupa BPJS PBI yang dianggarkan dari APBD Kota Medan. Selain itu, OPD terkait juga diminta untuk berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan.

Pasalnya, kata Ketua Komisi III DPRD Medan itu, pihaknya di DPRD Medan telah mengesahkan APBD Kota Medan Tahun 2022. Dalam APBD Kota Medan Tahun 2022 itu, turut dianggarkan penambahan peserta BPJS Kesehatan PBI untuk 100 ribu warga Kota Medan.

“Warga yang kehilangan pekerjaan sekaligus jaminan kesehatan itu yang kita maksud untuk diprioritaskan masuk ke dalam 100 ribu penerima BPJS PBI di tahun 2022. Ini tolong di data dengan sebaik-baiknya, mulai dari Kecamatan, Kelurahan hingga Lingkungan,” jawab Rizki.

Di dalam reses yang turut dihadiri perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Budi Sahri, perwakilan Dinas Kebersihan dan Pertamanan M Shobirin, perwakilan Dinas Sosial Suprida, perwakilan Dinas PU Gunawan Siahaan, dan perwakilan BPJS Kesehatan Kota Medan Elvisa Bangun serta Tamara Siregar itu, Rizki juga turut menyinggung masalah fasilitas persampahan.

“Mulai tahun depan, itu anggarannya sudah ada di Kecamatan. Jadi tahun depan, setiap kecamatan akan fokus untuk menyediakan fasilitas persampahan di wilayahnya masing-masing. Kalau masalah pengangkutan sampah, sudah sejak awal Pak Bobby jadi wali kota, beliau sudah limpahkan tanggungjawab itu ke kecamatan. Kecamatan tolong perhatikan hal ini,” tegasnya.

Rizki juga mengingatkan Dinas Koperasi dan UMKM yang merupakan counterpartnya di Komisi III untuk menyosialisasikan program Sakasanwira yang merupakan singkatan dari satu kelurahan satu sentra kewirausahaan.

“Program Sakasanwira dari Pak Wali ini sangat baik, tolong Dinas Koperasi sosialisasikan program ini. Kelurahan juga harus jemput bola, data warganya yang merupakan pelaku UMKM agar dapat dilakukan pembinaan, pemberdayaan, dan bantuan lainnya seperti fasilitas pemasaran di market place oleh Pemko Medan. Manfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (map/ila)