25 C
Medan
Friday, January 23, 2026
Home Blog Page 2938

DPRD Setujui Ranperda APBD Batubara 2022

DPRD Batubara PARIPURNA: Bupati Batubara Ir. H. Zahir, M. AP bersama Ketua DPRD, M. Safi’i, dan Wakil Ketua DPRD, Ismar Khomri tunjukkan pengesahan ranperda oleh seluruh fraksi usai rapat akhir paripurna, Selasa (16/11). Humas Sekretariat .

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 10 fraksi di DPRD Batubara menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda)tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, serta Ranperda APBD Batubara Tahun Anggaran 2022 untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

DPRD Batubara PARIPURNA: Bupati Batubara Ir. H. Zahir, M. AP bersama Ketua DPRD, M. Safi’i, dan Wakil Ketua DPRD, Ismar Khomri tunjukkan pengesahan ranperda oleh seluruh fraksi usai rapat akhir paripurna, Selasa (16/11). Humas Sekretariat .

Sidang paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Batubara, M. Safi’i didampingi Wakil Ketua DPRD di ruang rapat paripurna Gedung DPRD Batubara, Jalan Perintis Kemerdekaan Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh, Batubara, Rabu (17/11).

Sebelum menyetujui Ranperda, terlebih dahulu masing-masing fraksi dari setiap partai menyampaikan keputusannya, di antaranya fraksi Demokrat Azuar Simanjuntak, fraksi PKS Citra Muliadi Bangun, Fraksi Nasdem H. Abdul Azis, fraksi PPP Ahmad Badri, dan dari fraksi PDIP Dian Suwartono.

Rapat paripurna DPRD tersebut juga diisi dengan penyampaian Nota Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2019-2024 dan penyampaian 4 Ranperda.

Dihadapan wakil rakyat tersebut, Bupati Batubara Ir. H. Zahir MAP menyampaikan perubahan RPJMD Batubara.

Dikatakannya, perubahan RPJMD mengacu kepada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 pada pasal ayat (1) huruf C.

Menurutnya, perubahan RPJPD dan RPJMD dapat dilakukan apabila terjadi perubahan yang mendasar, sebagaimana dimaksud mencakup terjadinya bencana alam, goncangan politik, krisis ekonomi konflik sosial budaya, gangguan keamanan, pemekaran daerah atau perubahan kebijakan sosial. Dibacakan Bupati Batubara, perubahan RPJMD disusun dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Penyesuaian terhadap kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan merumuskan kebijakan pembangunan jangka menengah daerah yang selaras dengan perkembangan keadaan.
  2. Sebagai pedoman dalam penyusunan rencana strategis (renstra) satuan kerja perangkat daerah (SKPD) rencana kerja pemerintah daerah (RKPD).
  3. Sebagai instrumen pengendalian, dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah.
  4. Tolak ukur keberhasilan pemerintah daerah dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati terpilih sesuai visi misi dan program pembangunan daerah.
  5. Mewujudkan keselarasan perencanaan pembangunan daerah dengan perencanaan pembangunan nasional dan provinsi sumatera utara.

Adapun 4 poin ranperda yang disampaikan yakni, pertama, RPJMD Tahun 2019-2023, rancangan tentang retribusi persetujuan bangunan gedung, ketiga, rancangan tentang retribusi perpanjangan izin memperkerjakan tenaga kerja asing, dan keempat rancangan peratuaran tentang perubahan atas reretribusi daerah.(aci/han)

Kota Pekan Dolok Masihul Kebanjiran, Jalur Alternatif Tebingtinggi Menuju Deliserdang Terputus

BANJIR : Kondisi banjir di Pekan Dolok Masihul, Kabupaten Sergai, pasca Sungai Itam meluap.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Tingkat curah hujan yang mengguyur di Kabupaten Sergai masih tinggi, hingga menyebabkan Sungai Itam yang melintasi Pekan Dolok Masihul Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Sergai meluap. Hal hasil, hampir seluruh Kota Pekan Dolok Masihul terendam banjir dengan kedalaman selutut orang dewasa, Rabu (17/11).

BANJIR : Kondisi banjir di Pekan Dolok Masihul, Kabupaten Sergai, pasca Sungai Itam meluap.

Parahnya lagi selain menghentikan perekonomian perdagangan di sana, jalur alternatif Jalan Tebingtinggi menuju Deliserdang terputus. Pengendara roda dua dan empat atau lebih, tidak berani mengambil resiko hingga memilih putar balik.

Luapan banjir juga menggenangi sejumlah pertokoan, perkantoran, rumah warga, serta sekolah SMA Negeri 1 Dolok Masihul.

Salah seorang warga, Kamal Agustian mengungkapkan luapan air memasuki pemukiman warga secara tiba-tiba. Bahkan warga juga tak sempat untuk mengevakuasi harta bendanya.

“Kejadian banjir seperti ini sudah dua Kali terjadi, namun kejadian banjir ini hendaknya menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sergai. Atas kejadian ini masyarakat berharap dilakukan pembuatan tanggul disisi daerah aliran sungai (Das),” bilangnya.

Masih kata Agustian, kemacetan jalan pun sempat terjadi karena ada pengalihan arus kendaraan dari jalan raya Dolok masihul menuju ke arah Jalan Bisnis Center.

Sementara itu, banjir serupa juga terjadi di Desa Aras Panjang Kecamatan Dolok Masihul, air meluap dari saluran air yang ada diareal Perkebunan milik PT Socfindo, kondisi banjir juga merendam sejumlah fasilitas seperti kantor Kepala Desa, sekolah dasar dan pemukiman warga. Yatini warga Aras Panjang mengatakan, Pemerintah Sergai telah membangun saluran parit dan bronjong tapi tetap saja banjir terjadi. “Kami warga jadi bingung, kenapa bisa terjadi banjir,” keluh Yatini.

Sementara itu, Camat Dolok Masihul GW Hasibuan belum memberikan keterangan berapa jumlah rumah warga yang terendam dan dampak kerugian dari banjir tersebut. (ian/han)

Lakukan CHSE Disbudpar Sumut Bantu 5 Destinasi Wisata Labuhanbatu

CHSE: Lima Destinasi Wisata di Kabupaten Labuhanbatu menerima bantuan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara dalam upaya merealisasikan CHSE.fajar/sumut pos.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Sebanyak lima Destinasi Wisata di Kabupaten Labuhanbatu menerima bantuan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara dalam upaya merealisasikan Cleanlinness Health Safety Environment (CHSE). Yakni, berupa Wastafel lengkap, Tong masak Air Aluminium 1,65 cm, Sapu lidi gagang atau sapu taman, Tong sampah, Handsanitizer dan Masker.

CHSE: Lima Destinasi Wisata di Kabupaten Labuhanbatu menerima bantuan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara dalam upaya merealisasikan CHSE.fajar/sumut pos.

Pemberian bantuan ini untuk menunjang perekonomian dan pembinaan industri pariwisata dimasa Pandemi Covid-19, Kementerian Pariwisata melaksanakan CHSE. Yakni, menjaga kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan yang menjadi aspek penting pariwisata di masa pandemi.

Sebanyak lima Destinasi Wisata di Kabupaten Labuhanbatu menerima bantuan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara dalam upaya merealisasikan CHSE. Yakni, berupa Wastafel lengkap, Tong masak Air Aluminium 1,65 cm, Sapu lidi gagang atau sapu taman, Tong sampah, Handsanitizer dan Masker.

Kelima destinasi wisata dimaksud adalah wisata air terjun Si Onggal Onggal du Desa Tanjung Medan, Talsim Indah di Kelurahan Sirandorung, Pemandian Sungai Aek Pala di Desa Janji, Water Boom Aek di Desa Janji, dan pemandian Markusarsak di Desa Bandar Tinggi.

Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Bina Objek dan Usaha Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provsu Maike Moganai Ritonga, diketahui dan disaksikan oleh Wakil Bupati Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar di lokasi Wisata Waterboom Aek Janji Desa Janji Kecamatan Bilah Barat Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (17/11).

Wakil Bupati Labuhanbatu disela acara mengucapkan terima kasih kepada Disporabudpar Provsu yang telah menjadikan Labuhanbatu sebagai tuan rumah.

Ellya Rosa berharap pelaksanaan pembinaan CHSE ini menjadi motivasi pengusaha dan masyarakat untuk menjalankan program CHSE.

“Karena ini sebuah proses pemberian sertifikat pengusaha pariwisata dan produk pariwisata untuk memberikan jaminan kepada wisatawan berupa kebersihan, keselamatan, kesehatan dan kelestarian lingkungan,” ujar Wabub.

Di lokasi yang sama Kabid Bina Objek dan Usaha Pariwisata Dinas Kebudayaan dab Pariwisata Provsu Maike Moganai Ritonga memaparkan pidato Kadisporbudpar Provinsi Sumatera Utara Zumri Sulthoni, terkait kondisi dunia pariwisata dimasa pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada ekonomi kita, terutama pada dunia pariwisata mengalami dampak yang memprihatinkan, pembatasan mobilitas termasuk pergerakan antar wilayah dan luar wilayah menjadikan dunia pariwisata menjadi terbengkalai,” ucapnya.

Berbagai upaya dilakukan untuk membenahi objek wisata dan destinasi wisata menjelang pasca pandemi, dimana diminta untuk mempersiapkan diri menerapkan kebiasaan baru supaya wisatawan yang siap berkunjung juga siap menerima dengan protokol kesehatan sesuai CHSE.

“Saya berharap dunia pariwisata Sumatera Utara bisa bangkit kembali menerima wisatawan daerah dan luar daerah dengan kebiasaan baru.ahar roda perekonomian dunia pariwisata bisa pulih kembali,” harapnya.

Turut hadir di lokasi, Asisten I Pemerintahan dan Kesra Sarimpunan Ritonga, Plt Kadispora Panusunan Dalimunthe, Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Labuhanbatu Adian, Camat Bilah Barat, Putri Pariwisata Sumatera Utara 2021 Disty Uni Khanayah. (fdh/ram)

100 Penyandang Disabilitas Dapat Bansos Modal Usaha

BANTUAN: Sebanyak 100 orang penyandang disabilitas terdampak Covid-19 mendapat bantuan sosial (Bansos) berupa modal usaha dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara.fajar/sumut pos.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 100 orang penyandang disabilitas terdampak Covid-19 mendapat bantuan sosial (Bansos) berupa modal usaha dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara.

BANTUAN: Sebanyak 100 orang penyandang disabilitas terdampak Covid-19 mendapat bantuan sosial (Bansos) berupa modal usaha dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara.fajar/sumut pos.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkab Labura, Sugeng menyatakan pemberian bantuan sosial ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah pada penyandang disabilitas yang terdampak Covid-19. Sehingga, tidak ada yang merasa tidak diperhatikan karena adanya pandemi ini.

“Ya, ada sebanyak 100 orang penerima. Berupa bantuan modal usaha masing-masing Rp 3 juta,” ujarnya, Rabu (17/11).

Para penerima bantuan merupakan penyandang disabilitas yang berasal dari Kecamatan Kualuh Hulu 17 orang, Kualuh Hilir 3 orang, Kualuh Selatan 34 orang, Kualuh Leidong 4 orang, Aek Natas 9 orang, Marbau 12 orang, Aek Kuo 9 orang, Na IX-X 12 orang.

Dijelaskannya, sebelumnya Bupati Labuhanbatu Utara Hendriyanto Sitorus telah menyerahkan bantuan sosial berupa modal usaha kepada penyandang disabilitas terdampak Covid-19 di Pendopo Kantor Bupati Labuhanbatu Utara, Aek Kanopan pada Jumat (12/11) yang lalu.

Bupati ketika itu, berharap melalui bantuan ini dapat dipergunakan dengan sebaiknya dalam membangun usaha yang dapat menumbuhkan perekonomian di masa pandemi Covid-19. (fdh)

Pengamanan Pilkades Serentak, Polres Dairi Minta Tambahan Pasukan 1 Pleton Brimob

JELASKAN: AKBP Wahyudi Rahman menjelaskan kondisi dan rencana pengamanan Pilkades serentak di Dairi, 25 November 2021 mendatang.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Dairi, AKBP Wahyudi Rahman mengatakan, pihaknya telah meminta tambahan pasukan ke Polda Sumatera Utara sebanyak 1 pleton Satuan Brimob untuk memperkuat pengamanan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 106 Desa, pada 25 November 2021 mendatang.

JELASKAN: AKBP Wahyudi Rahman menjelaskan kondisi dan rencana pengamanan Pilkades serentak di Dairi, 25 November 2021 mendatang.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

“Benar, kita sudah mengajukan tambahan pasukan menambah kekuatan personil Polres Dairi untuk disebar kesejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di 106 Desa yang melaksanakan Pilkades,” ucap AKBP Wahyudi.

Dijelaskannya, jumlah personil Polres Dairi yang diturunkan dalam pengamanan Pilkades hanya 311 personil. Jumlah tersebut dianggap kurang dengan banyaknya desa yang akan melaksanakan Pilkades.

Selain itu, AKBP Wahyudi menyebut, pihaknya telah melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan. Seperti melakukan peningkatan patroli, Babinkamtibmas ditingkatkan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap menjaga kondisi Kamtibmas yang kondusif.

“Kita menyambut baik yang akan dilaksanakan pemerintah kabupaten (Pemkab) Dairi, kegiatan deklarasi Pilkades Damai yang direncanakan, Kamis (18/11) hari ini-red. Kita harapkan, melalui deklarasi Pilkades Damai dan penandatanganan fakta integritas, semua calon kades siap kalah dan siap menang dalam pesta demokrasi itu,” ucap Wahyudi.

Wahyudi mengatakan, sampai saat ini kondisi masih kondusif, belum ada tindakan kriminal walaupun diakui ada di beberapa desa sedikit terjadi riak-riak karena ada balon kades tidak lolos menjadi calon tetap dalam penetapan dilakukan panitia pemilihan kepala desa (P2KD).

“Kita berharap, untuk permasalahan tersebut bisa diatasi pemerintah daerah. Saya sudah instruksikan kepada semua anggota agar netral dalam melaksakan tugas di lapangan,” lanjutnya.

Kapolres mengimbau semua personil untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya, sesuai tugas pokok polisi seperti diatur dalam UU nomor 2 tahun 2002. (rud/ram)

DPRD Desak Bupati Segera Perbaiki Jalan Rusak di Ruas Sidikalang-Parongil

RUSAK PARAH: Anggota DPRD Dairi, Hadi Suarno Panjaitan (2kiri) dan Hendra Tambunan (duduk) serta seluruh sejumlah ASN Pemkab Dairi berfoto di badan jalan rusak parah di ruas jalan Sidikalang-Parongil saat melaksanakan kunjungan lapangan untuk pembahasan R-APBD Dairi tahun 2022, Rabu (17/11).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kabupaten Dairi, Hadi Suarno Panjaitan dan Hendra Tambunan, mendesak Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu untuk memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), memperbaiki jalan rusak pada ruas jalan Sidikalang-Parongil.

RUSAK PARAH: Anggota DPRD Dairi, Hadi Suarno Panjaitan (2kiri) dan Hendra Tambunan (duduk) serta seluruh sejumlah ASN Pemkab Dairi berfoto di badan jalan rusak parah di ruas jalan Sidikalang-Parongil saat melaksanakan kunjungan lapangan untuk pembahasan R-APBD Dairi tahun 2022, Rabu (17/11).

Desakan itu disampaikan Hadi Suarno kepada wartawan disela melaksanakan kunjungan lapangan, untuk pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Dairi tahun anggaran 2022 di daerah pemilihan 2 meliputi Kecamatan Berampu, Lae Parira, Siempat Nempu, Silima Pungga-Pungga dan Siempat Nempu Hilir, Rabu (17/11).

Hadi menegaskan, ruas jalan Sidikalang-Parongil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga sepanjang lebih kurang 25 kilometer (km) kini kondisinya rusak berat. Sepanjang jalan, dipenuhi lubang besar mirip kubangan kerbau.

“Lubang besar di badan jalan akan dipenuhi air jika musim hujan seperti saat ini. Kondisi tersebut, sangat mengancam keselamatan pengguna jalan ataupun pengendara. Disamping mengancam keselamatan pengendara, kerusakan badan jalan penghubung antar kecamatan itu sangat merugikan masyarakat,” ungkapnya.

Pasalnya, akibat kerusakan itu, waktu tempuh dari Parongil ke Sidikalang dan sebaliknya, menjadi lama. Sebab, laju kenderaan menjadi melambat karena banyaknya lubang di badan jalan. Kondisi jalan rusak, juga membuat onderdil kenderaan cepat rusak.

Menurut legislator dari fraksi Hanura itu, kerusakan jalan itu sudah disuarakan sejak tahun 2020 lalu, tetapi Dinas PUTR tidak mengalokasikan di anggaran tahun 2021. Dan sekarang, di rancangan anggaran tahun 2022 pun, tidak ada dianggarkan Dinas PUTR.

“Jargon Dairi Unggul didengungkan Bupati Eddy Keleng Ate Berutu, jangan hanya isapan jempol semata, sementara kondisi di lapangan seperti infrastruktur jalan hancur lebur,” ungkap Hadi. (rud)

Polisi Tembak Otak Perampokan Modus Pelaku Ngaku Anggota Marinir dan Polisi

PAPARKAN: Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Yayang Rizki Pratama memaparkan empat pelaku perampokan dan barang bukti di Polres Binjai, Rabu (17/11).teddy akbari/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Unit Pidana Umum Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai mengungkap kasus perampokan dengan modus pelaku mengaku sebagai marinir hingga anggota kepolisian. Sebanyak 4 pelaku diamankan Polres Binjai, Kamis (4/11). Adapun yang mengaku sebagai marinir dan dituding sebagai otak pelaku berinisial ARN alias Bedul (37) warga Klambir V Tanjunggusta Medan Helvetia dan Kabupaten Simalungun.

PAPARKAN: Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Yayang Rizki Pratama memaparkan empat pelaku perampokan dan barang bukti di Polres Binjai, Rabu (17/11).teddy akbari/sumut pos.

Anggota Unit Pidum Polres Binjai memberi tindakan tegas dan terukur dalam penangkapan tersangka ARN. Selain ARN, RS (31) warga Medan Amplas, YL alias Yuda (33) warga Medan Barat, dan NA alias Nico (31) warga Medan Labuhan.

“Pengungkapan ini atas penyelidikan yang dilakukan unit pidana umum (Pidum) yang mendapat titik terang tentang keberadaan pelaku. Kemudian petugas berhasil melakukan penangkapan terhadap keempat pelaku yang sedang mencari target korban berikutnya di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh, tepatnya di Pangkalan Brandan,” ujar Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Yayang Rizki Pratama didampingi Kanit Pidum, Iptu Hotdiatur Purba.

Polisi menjelaskan, dalam perampokan itu, korban Risky (20), Yosua Gurusinga (26), Zurah (21), dan Nur Anisa pulang menikmati hiburan malam di pinggiran Kota Binjai dengan berboncengan berpasangan mengendarai sepeda motor. Laju sepeda motor mereka dihentikan oleh pada pelaku yang datang mengendarai Toyota Avanza putih. Pelaku kemudian berpura-pura mengaku sebagai anggota kepolisian.

“Begitu turun dari kendaraan, pelaku yang mengaku anggota kemudian memaksa korban masuk ke mobil dengan tuduhan sebagai pelaku penyalahgunaan narkoba. Alasan disuruh masuk ke dalam mobil untuk dibawa ke kantor polisi,” urainya.

Sementara sepeda motor korban dibawa oleh kedua pelaku. “Para korban dibawa berkeliling Kota Medan dan dirampas seluruh barang berharganya. Bahkan, para korban dibuang di dua lokasi terpisah,” tambahnya.

Korban Risky dan Yosua dibuang ke kawasan perkebunan tebu, Desa Klumpang Kebun, Hamparanperak. Sementara Zurah dan Nur Anisa ditelantarkan di depan Asrama Haji Medan, Jalan Jenderal AH Nasution.

“Mereka (korban) dirampok di Jalan Sei Lepan, Kelurahan Pujidadi, Binjai Selatan. Setelah dirampok, mereka membuat laporan ke Polres Binjai atas kasus pencurian dengan kekerasan sesuai nomor 683/X/2021/Res Binjai pada 25 Oktober 2021,” paparnya.

Polisi bergerak cepat usai korban membuat laporan pengaduan. Polisi pun berhasil menangkap para pelaku.

Adapun barang bukti yang disita yakni, 1 mobil Xenia warna silver dengan nomor polisi 1544 ZP, sepucuk pistol mancis jenis FN dengan sarungnya, sepucuk pistol mancis jenis revolver, 2 set borgol, 2 HP jenis iPhone 11, power bank milik Yosua dan IPhone 7 milik Nur Anisa. “Keempat tersangka disangkakan Pasal 365 ayat (1), (2), ke-2e KUHAP dengan ancaman kurungan penjara selama 12 tahun,” pungkasnya. (ted/azw)

Dugaan Korupsi Pengadaan CCTV Kota Binjai: Kadishub dan Pemborong Jadi Tersangka

UMUMKAN: Kasi Intelijen Kejari Binjai, Muhammad Harris (tengah) didampingi Kasi Pidsus, Donnel Sitinjak (kiri) saat mengumumkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan CCTV Kota Binjai. teddy akbari/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai mengumumkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kamera pemantau (CCTV). Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari Binjai menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tersebut.

UMUMKAN: Kasi Intelijen Kejari Binjai, Muhammad Harris (tengah) didampingi Kasi Pidsus, Donnel Sitinjak (kiri) saat mengumumkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan CCTV Kota Binjai. teddy akbari/sumut pos.

Adalah berinisial Sy selaku Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Binjai yang bertindak sebagai Pengguna Anggaran (PA) dan CSA selaku pemborong yang menjadi Direktur CV Tunas Asli Mulia. Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Intelijen, Muhammad Harris didampingi Kasi Pidsus Kejari Binjai, Donnel Sitinjak, Rabu (17/11).

“Setelah ditetapkan tersangka, keduanya akan kami panggil dalam rangka pemeriksaan sebagai tersangka. Direncanakan akan segera dilakukan pemanggilan terhadap kedua tersangka baru pada minggu depan,” kata Harris.

Dia menjelaskan, Sy ditetapkan tersangka karena sebagai pucuk pimpinan di Dishub Binjai tidak melakukan pengujian terhadap pengadaan CCTV tersebut. Menurut penyidik, JP yang sudah ditetapkan tersangka dan bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), juga menyuruhnya langsung dalam pengadaan tersebut. “Sebagai pengguna anggaran, tidak dilakukan pengujian yang dilaksanakan oleh kadis,” bebernya.

Dia menambahkan, perusahaan juga tidak melakukan pengerjaan pada pengadaan tersebut. Artinya, JP yang mengerjakan secara langsung dengan meminjam perusahaan tersebut.

Selain itu, sambungnya, bos perusahaan tersebut menandatangani seluruh berkas pencairan. Meski, pengerjaan tidak dilakukannya.

“Perusahaan juga tidak melakukan pengerjaan, JP yang mengerjakan semua. Artinya seluruh berkas pencairan uang ditandatangani pemilik perusahaan atas suruan JP,” ungkapnya.

Setelah selesai melakukan pemeriksaan, pihaknya akan segera melimpahkan berkas dugaan korupsi ini ke Pengadilan Negeri Medan untuk disidangkan. “Dalam waktu dekat, kita akan segera melimpahkan berkas ke PN Medan, walaupun tanpa kehadiran terdakwa,” tukasnya.

Kejari Binjai juga telah menetapkan JP sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), karena mangkir dalam panggilan terhadap kasus tersebut. Hingga kini, Kejari Binjai masih terus akan mencaritahu keberadaan JP.

Sebelumnya, penetapan tersangka setelah penyidik mengantongi hasil penghitungan kerugian negara dan mendapati temuan yang sudah disita menjadi barang bukti. Akibat ulah tersangka, negara dirugikan senilai Rp388 juta.

Sumut Pos yang mengawal penyelidikan Korps Adhyaksa pernah memberitakan bahwa tersangka yang diduga melakukan sendiri pengadaan CCTV tersebut. Kabar ini berembus kencang dan bukan sekadar isapan jempol belaka.

Pasalnya, Direktur CV AIM berinisial MS selalu rekanan memberikan keterangan berbelit soal proyek pengadaan tersebut. Semula sebut enggak tahu kalau perusahaannya dipakai untuk pengadaan, namun belakangan keterangan berubah menjadi tahu dan berdalih yang mengerjakannya berinisial D, yang sudah meninggal dunia. Pengadaan CCTV dilakukan oleh Dishub Binjai dengan menelan anggaran hampir Rp800 juta pada tahun 2018. (ted/azw)

Pemerasan dan Pemerkosaan Istri Tahanan Polsek Kutalimbaru, Mantan Kapolsek Dimutasi, Anggota Dipecat

SIDANG: Anggota Polsek Kutalimbaru saat mengikuti sidang kode etik di Aula Mapolrestabes Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kutalimbaru, Deliserdang, AKP Henry Surbakti menjalani sidang kode etik, di Aula Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Bidpropam Polda Sumut), Rabu (17/11).

SIDANG: Anggota Polsek Kutalimbaru saat mengikuti sidang kode etik di Aula Mapolrestabes Medan, beberapa waktu lalu.

“Kapolsek Kutalimbaru dikenakan sanksi disiplin, yakni demosi mutasi dan penundaan sekolah atau pendidikan Kepolisian selama satu tahun,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi kepada Sumut Pos di Medan kepada wartawan.

Kini, jabatan Kapolsek Kutalimbaru digantikan oleh AKP Kasir Nasution. Hal itu secara resmi telah dilakukan Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko dalam serah terima jabatan (Sertijab) di Mapolrestabes Medan, pada akhir Oktober 2021 lalu.

Sementara itu, lanjutnya, oknum Polisi Bripka Rahmat Hidayat Lubis sudah diberikan sanksi, yakni pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). “Bripka Rahmat telah mengikuti sidang kode etik di Polrestabes Medan, pada Kamis (11/11) lalu. Saat ini yang bersangkutan telah ditahan usai menjalani sidang disiplin di Polrestabes Medan,” terangnya.

Diketahui, Bripka Rahmat Hidayat Lubis terkena sanksi tersebut, lantaran diduga kuat mencabuli istri tahanan, wanita asal Aceh inisial MU (19).

Bripka MU dan dan kelima temannya, oknum Polsek Kutalimbaru sudah menjalani sidang disiplin di Polrestabes Medan, pada 11 November 2021. Adapun, enam oknum Polsek Kutalimbaru, Deliserdang itu diduga melakukan tindakan menghilangkan barang bukti berupa dua unit sepeda motor milik tersangka Narkoba, Sayed Maulana, yang merupakan suami MU.

Enam oknum Polisi tersebut, yakni berinisial Aiptu DR, Aipda SDB, Aipda HKR, Aiptu HG, Aipda SP dan Bripka RHL.

Hal itu terkuak atas laporan MU ke Bidpropam Polda Sumut, pada Jumat (3/9) lalu, dengan didampingi Ketua Aliansi Masyarakat Sumatera Utara Bersih (AMSUB) Apri Budi dan Direktur Investigasi AMSUB Amelia Siska, serta Tim Kuasa Hukumnya, Her and Associate Advokat, yakni Ismet Lubis SH MSE CPCLE dan Riady SH CPL, berdasarkan laporan: 05/LPP/LO-HER/IX/2021.

Mirisnya, seorang oknum Polisi tersebut, yakni Bripka berinisial RHL diduga nekad melakukan tindakan asusila terhadap MU wanita berinisial MU (19), yang sedang hamil 7 bulan. (dwi/azw)

Asawati Terharu, Rumah Tenunannya Direnovasi Ikhwan Lubis

Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis tampak ikut merenovasi rumah tenun milik Asmawati (46) warga Desa Air Hitam, Kecamatan Datuk Limapuluh, Kabupaten Batubara, Rabu (17/11/2021).

BATU BARA, SUMUTPOS.CO – Seorang warga bernama Aswati (46) tinggal di Desa Air Hitam, Kecamatan Datuk Lima Puluh, ia sangat terharu kepada Kapolres Batubara, AKBP Ikhwan Lubis atas bantuannya merenovasi rumah tenun miliknya, Rabu (17/11/2021).

Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis tampak ikut merenovasi rumah tenun milik Asmawati (46) warga Desa Air Hitam, Kecamatan Datuk Limapuluh, Kabupaten Batubara, Rabu (17/11/2021).

Asmawati yang saat ini berjuang untuk menghidupi ibu dan kedua anaknya yang harus tetap bertahan hidup dengan penghasilan Rp. 7000 perhari sebagai pekerja pembuat kain tenun.

Kapolres Batubara, AKBP Ikhwan Lubis ketika mengetahui ada warga kurang mampu, langsung terjun dan mengajak para pejabat utama dan Ketua KSJ Pusat melakukan Bhakti sosial di kediaman Aswati.

Sosok Pejuang Dhuafa AKBP Ikhwan seketika itu membawa para tukang untuk segera merenovasi rumah tenun yang sudah hampir rubuh, dengan membawa material berupa kayu, semen, pasir, dan atap. Kapolres sendiri pun ikut membantu dan merenovasi rumah tenun milik Asmawati dalam keadaan berlumpur akibat banjir.

Kepada Wartawan Kapolres AKBP Ikhwan mengatakan, hari ini Polres Batubara bersama KSJ melakukan renovasi rumah tenun milik Asmawati.

Kondisi Asmawati sangat memprihatinkan karena penghasilannya yang jauh dibawah cukup ia peruntukan untuk menghidupi seorang ibu yang saat ini buta dan kedua orang putra tercintanya. Meskipun penghasilan Rp 7000 perhari tetap dipertahankan Asmawati untuk bertahan hidup dan saat ini rumahnya di landa banjir.

Asmawati harus rela kakinya terndam selama setengah hari agar tetep menghasilkan pundi-pundi rezeki demi menghidupi keluarganya. Sangat miris kehidupan seperti ini membua saya sangat prihatin, ungkap Sosok Kapolres Pejuang Dhuafa ini.

Asmawati tampak sangat terharu dan tak bisa berkata kata saat dirinya melihat ada seorang pejabat utama di satuan Polres Batubara membantu langsung renovasi rumah tenunnya menjadi lebih baik. Hingga membuat dirinya dan warga sekitar lokasi meneteskan air mata haru terhadap yang di lakukan Kapolres Batubara. (Aci)