Potret sepasang suami istri di Batubara bersama kedua balitanya dalam gerobak angkong sedang berkeliling mencari butut, Rabu (17/11/2021).
BATU BARA, SUMUTPOS.CO – Demi untuk menutupi kebutuhan ekonomi keluarga, Ridwan Sinaga (52) istrinya, Mastri Haloho (43) yang berasal dari Desa Empat Negeri, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batubara, rela berkeliling bersama kedua anak balitanya mengutip barang limbah seperti botol bekas, gelas plastik, aluminium dan lain sebagainya.
Potret sepasang suami istri di Batubara bersama kedua balitanya dalam gerobak angkong sedang berkeliling mencari butut, Rabu (17/11/2021).
Demikian dikatakan Ridwan saat diwawancarai Sumut Pos ketika dia bersama istri sedang berjalan kaki sambil membawa anak balitanya dengan gerobak angkong dipinggiran areal PTPN IV kebun sawit Tanah Itam Ulu, atau tepatnya, Jalan Besar Simpang Dolok, Rabu (17/11/2021) Pukul 15.50 Wib Petang.
Kemudian selanjutnya, Ridwan mengatakan, mulai dari pukul 10 pagi hingga sore, penghasilan yang ia dapati dari hasil kutipan botol, gelas plastik hanya bisa dapat Rp. 30.000an, ungkapnya dengan nada terbata-bata.
Ditanya, apakah tidak ada pekerjaan lainnya, sebelumnya saya dan istri hanya mecari brondolan sawit. Karena tak lagi mencari brondolan sawit, maka dari itu kami cari butut.
Lantas kenapa anak balitanya dibawa keliling, lantaran dirumah tidak ada yang menjaganya. Apakah tak takut membawa anaknya, ya gak takut, jawab kedua Ibu balita dengan singkat. (Aci)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah terus melakukan berbagai upaya yang berorientasi pada kemudahan penyelenggaraan ibadah haji dan umroh, sekaligus mempertimbangkan keberlangsungan para pengusaha perjalanan travel haji dan umroh.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima audiensi dari Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umroh (SATHU), untuk mendengarkan aspirasinya terkait nasib para jamaah yang dalam 2 tahun terakhir belum bisa berangkat umroh, sekalian membahas masalah perpajakan untuk Jasa Keagamaan, dan penerapan aturan turunan Undang-Undang Cipta Kerja bagi usaha travel haji dan umroh.
Forum SATHU menjelaskan bahwa saat ini pelaku usaha di bidang penyelenggaraan Umroh dan Haji Khusus, jumlahnya cukup besar. Ada sebanyak 339 PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusus), 1.504 PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh) dan 1.700 KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh), atau total ada 3.523 badan usaha dalam penyelenggaraan umrah dan haji, dengan perkiraan jumlah karyawan sebanyak 17.615 orang.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa sudah hampir 2 tahun Jemaah haji dan Umroh tidak berangkat, dan harapan masyarakat sangat besar untuk bisa dibuka kembali pelaksanaan ibadah Umroh dan Haji.
Menko Airlangga menyampaikan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah memberikan sinyal untuk membuka kembali bagi jamaah Umroh dan Haji ke Tanah Suci, sebagaimana telah disampaikan Pemerintah Arab Saudi kepada Pemerintah Indonesia melalui Nota Diplomatik yang dikeluarkan pada 8 Oktober 2021 yang lalu. Namun hal ini masih perlu dibicarakan lebih lanjut antar kedua negara.
Terkait dengan vaksinasi, Arab Saudi menggunakan 4 jenis vaksin yaitu Pfizer, Johnson & Johnson, Moderna, dan Astra Zeneca, dan mengakui 6 jenis vaksin dengan ditambah Sinoparhm dan Sinovac. Untuk jamaah Haji dan Umroh yang menggunakan salah satu dari keempat vaksin yang dipakai Saudi, maka dapat langsung menjalankan ibadah Umroh.
Namun bagi jamaah asing yang divaksin dengan vaksin di luar empat yang dipakai Saudi (terutama Sinovac dan Sinopharm), maka yang bersangkutan harus memperoleh booster 1 kali menggunakan salah satu dari keempat vaksin yang dipakai Saudi.
Terkait dengan kewajibanbooster untuk penerima vaksin Sinovac dan Sinopharm, saat ini Pemerintah masih belum dapat memenuhi, dengan pertimbangan sampai dengan akhir tahun ini masih terus mengejar target Vaksinasi.
“Kita masih mengejar target tercapainya 70% vaksinasi untuk Dosis-1 dan 50% untuk Dosis-2 di akhir tahun ini. Pemerintah Indonesia akan melakukan diplomasi dengan Pemerintah Arab Saudi terkait masalah vaksinasi ini.
Kita akan meminta Menteri Kesehatan dan Menteri Agama, dengan dibantu Menteri Luar Negeri. Sekaligus juga akan menyampaikan kondisi pandemi Indonesia yang telah membaik dan membahas hal-hal teknis lainnya terkait rencana pembukaan ibadah haji dan umrah ini,” kata Menko Airlangga.
Selain itu, terkait dengan perpajakan untuk Jasa Keagamaan, Menko Airlangga menyampaikan bahwa sudah ada Peraturan Menteri Keuangan 92/PMK.03/2020 tentang Kriteria dan/atau Rincian Jasa Keagamaan yang Tidak Dikenai PPN. “Dalam PMK sudah jelas bahwa penyelenggara Jasa Keagamaan, termasuk Jasa Perjalanan Ibadah Haji dan Umroh, tidak dikenakan PPN yang berlaku efektif sejak 22 Agustus 2020 yang lalu” tegas Menko Airlangga.
Terkait dengan penerapan aturan turunan Undang-Undang Cipta Kerja bagi usaha travel haji dan umroh, saat ini fokus Pemerintah memberikan kemudahan berusaha dan menguatkan ekonomi di masa pandemi, termasuk pada usaha penyelenggara haji dan umroh.
Pada kesempatan tersebut Menko Airlangga menegaskan bahwa konsep pengenaan sanksi sebagai konsekuensi dari perijinan berusaha berbasis risiko adalah suatu hal yang ditujukan untuk mendorong pelaku usaha agar lebih bertanggung jawab dalam menjalankan usahanya dan menjaga keberlangsungan usaha agar dapat terus berlanjut.
“Untuk itu akan disosialisasikan kembali, tidak perlu khawatir. Adanya Undang-Undang Cipta Kerja ini sejatinya berpihak kepada masyarakat, pengusaha, dan untuk memperbaiki iklim usaha dan investasi,” ungkap Menko Airlangga.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pembina Forum SATHU, Fuad Hasan Masyhur menyampaikan bahwa audiensi tersebut membawa angin segar bagi seluruh masyarakat yang telah menanti selama hampir dua tahun, yang sudah merindukan untuk bisa berangkat ke Baitullah menunaikan ibadah haji dan umrah. Sekaligus juga membawa kabar baik dan memberikan secercah harapan untuk para pengusaha perjalanan travel haji dan umroh.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menko yang telah memberi arahan untuk bisa mewujudkan harapan masyarakat. Mengingat pandemi Covid-19 ini berdampak besar bagi usaha penyelenggara umroh maupun haji, alhamdulillah Pak Menko sudah memberikan secercah harapan. Kami berkeyakinan dalam waktu dekat dan tidak lama lagi, kita akan bisa mewujudkan harapan masyarakat untuk berangkat ke Baitullah,” tutur Fuad. (ltg/fsr/hls/*)
SIMBOLIS: Chief Executive Officer (CEO) PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (DSO) Supranoto menyerahkan kunci secara simbolis kepada pembeli pertama New Xenia Yan Lian (tengah) disaksikan oleh Presdir PT Astra Daihatsu Motor Edamoto (kanan) seusai peluncuran Xenia baru di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021.
SUMUTPOS.CO – Kondisi teknis kendaraan masih menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan di jalan. Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) beberapa waktu lalu menyebutkan, sebanyak 28% kecelakaan disebabkan faktor manusia, 20% karena faktor alam, 18% faktor kendaraan yang digunakan, dan 15% disebabkan faktor kondisi jalan.
SIMBOLIS: Chief Executive Officer (CEO) PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (DSO) Supranoto menyerahkan kunci secara simbolis kepada pembeli pertama New Xenia Yan Lian (tengah) disaksikan oleh Presdir PT Astra Daihatsu Motor Edamoto (kanan) seusai peluncuran Xenia baru di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021.
Badan Litbang Kementerian Perhubungan dalam penelitiannya memaparkan, mobil penumpang menjadi penyumbang kecelakaan lalu lintas kedua tertinggi. Data kecelakaan lalu lintas tahun 2015 sampai 2020 menunjukkan, terjadi 528.058 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 164.093 orang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi Daihatsu untuk menghadirkan mobil penumpang yang memiliki fitur keselamatan mumpuni seperti saat menyiapkan Daihatsu Xenia model terbaru.
“Kami selalu berupaya memenuhi kebutuhan konsumen, terutama untuk menghadirkan kendaraan yang prima,” ujar Chief Executive Officer (CEO) PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (DSO) Supranoto di sela-sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di ICE-BSD City, Tangerang, Banten, Selasa (16/11).
Ia menjelaskan, pihaknya terus melakukan perbaikan dan peningkatan pelayanan dari waktu ke waktu. Tidak hanya dalam penampilan dan performa kendaraannya saja, tetapi juga dalam pelayanan after sales service-nya. Sehingga, kepuasan konsumen terhadap kendaraan Daihatsu yang prima dapat terpenuhi dengan baik.
Menurut Supranoto, kendaraan yang prima tidak hanya memberi rasa aman dan nyaman, tetapi membantu mengurangi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kementerian Perhubungan mencatat, salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan lalu lintas adalah kegagalan pengereman (rem blong) pada jalan menurun atau berbelok.
Terkait hal itu, Marketing & Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (DSO) Hendrayadi Lastiyoso mengatakan, All New Xenia dilengkapi fitur keselamatan spesial tertinggi dan pertama di kelasnya, yaitu Daihatsu A.S.A (Advanced Safety Assist).
Fitur keselamatan Daihatsu A.S.A mencakup Collision Warning Function atau fungsi peringatan terhadap benturan, pengatur laju kendaraan di tanjakan (Hill-Start Assist), kontrol misoperasi pedal (Pedal Misoperation Control/PMC), kontrol stabilitas kendaraan (vehicle stability control/VSC), alarm, peringatan keberangkatan awal kendaraan (Leading Vehicle Departure Warning/LVDW).
Kemudian, ada juga Lane Departure Warning, Lane Departure Prevention, Imobilizer, dan fitur pengereman Anti-Lock Braking System (ABS) serta Electronic Brake Force Distribution (EBD). Fitur ABS merupakan sistem rem yang menjaga supaya tidak terjadi penguncian roda saat pengemudi melakukan pengereman mendadak, sedangkan EBD berfungsi membagi tekanan pengereman secara merata ke masing-masing roda.
Hendrayadi mengatakan, dengan berbagai fitur baru itu, ia optimistis All New Xenia bisa diterima masyarakat. Diperkirakan, All New Xenia bisa terjual sekitar 2.000 hingga 2.500 unit per bulan. Selama ini, Xenia masih memberi kontribusi signifikan bagi penjualan Daihatsu.
Sejak hadir pertama kali di Indonesia tahun 2004, Xenia telah mengalami perubahan full model sebanyak dua kali dan minor change enam kali.
Efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen saat memilih kendaraan. Pertimbangan lainnya, keamanan, kenyamanan, efisiensi, dan harga jual. All New Xenia hadir dengan dua pilihan mesin 1.3L dan 1.5L berteknologi NR-VE Dual VVT-i, serta transmisi CVT dengan harga jual di kisaran Rp 190,9 juta hingga Rp 242,7 juta.
Konsumen mengaku puas menggunakan mobil Daihatsu Xenia. Seperti yang diakui Yan Lian (54). Ia memilih Daihatsu Xenia sebagai mobil operasional sehari-hari.
“Ini mobil yang sangat pas bagi keluarga Indonesia karena kita bisa pakai buat usaha tapi juga aman dan nyaman untuk keluarga,” ujar Yan Lian saat ditemui pada acara penyerahan kunci sebagai pembeli pertama All New Xenia di booth Daihatsu di GIIAS 2021, akhir pekan lalu.
Ia mengaku sudah jatuh cinta pada Xenia sejak generasi pertama lahir di tahun 2004. Menariknya, Yan Lian masih menggunakan Xenia generasi pertama untuk kegiatan sehari-hari. Dikatakan, Xenia generasi pertamanya masih memiliki performa bagus walau usianya sudah tua. Ditambahkan, harga yang ditawarkan juga relatif kompetitif .
Hal senada disampaikan Rudy Theo (55), Xenia salah satu kendaraan Multi Purpose Vehicle (MPV) yang cocok untuk Indonesia. Selain aman dan nyaman, Xenia juga irit.
Berdasarkan data Gaikindo, September 2021 dipasok oleh Daihatsu Grandmax dengan 37.184 unit, lalu Sigra sebanyak 25.843 unit, Ayla 14.222 unit, Terios 13.663 unit, Xenia 8.979 unit, dan Luxio sebanyak 1.810 unit. (gus)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai leading digital telco company, Telkomsel berkomitmen untuk membuka peluang perubahan sosial bagi masyarakat Indonesia dengan pemanfaatan teknologi digital yang dapat mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menghadirkan program validasi dan inkubasi khusus startup digital pencipta perubahan, yaitu The NextDev 2021. Di Area Sumatera sendiri pogram ini mulai hadir diawali dengan kegiatan the NextDev Tour pada Selasa, 16 November 2021 kemarin.
Telkomsel menggelar the NextDev Talk on Tour khusus untuk para mahasiswa dan mahasiswi di wilayah Sumatera. Kegiatan the NextDev on Tour dengan panel discussion ini menghadirkan pembahasan seputar “Shaping the Future of Healthcare Through Digital Inovation” bersama CEO MOI Kristina Sembiring yang juga merupakan the NextDev Evengelist 2019 dan juga CCO SehatQ Andrew Sulistya.
Melalui program yang merupakan bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel tersebut, Telkomsel berupaya untuk meningkatkan keberdayaan startup digital tahap awal (early stage) dengan meningkatkan kapabilitas dan kompetensi digital startup dalam menciptakan perubahan (#UnleashImpact). Upaya tersebut dilakukan melalui serangkaian kegiatan The NextDev yang diawali dengan pencarian bakat di Talent Scouting, inkubasi dan mentoring di Academy, konferensi dan showcase di Summit, hingga tracking dan development di Hub.
General Manager DLS and Direct Sales Area Sumatera Aka Kandias Al Amin mengatakan, “Sejak 2015, Telkomsel secara konsisten menggelar program The NextDev yang berfokus pada peningkatan potensi startup digital tahap awal dalam menghadirkan dampak sosial bagi masyarakat. Melalui The NextDev. Telkomsel terus berupaya mengoptimalkan sumber daya dan ekosistem yang ada di perusahaan bagi pengembangan startup dengan memberikan edukasi dengan dukungan mulai dari pendampingan mentor berkualitas dan memiliki keahlian, hingga membuka akses serta jejaring yang luas bagi pelaku startup. Di tahun ini, The NextDev memiliki skema program yang lebih komprehensif bagi pelaku startup Tanah Air, terutama dalam menjawab berbagai isu dan tantangan sosial di taraf nasional maupun internasional yang menjadi fokus dalam Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.”
Di awal program the NextDev 2021 ini, Telkomsel menggelar the NextDev Talk on Tour khusus untuk para mahasiswa dan mahasiswi di wilayah Sumatera. Kegiatan the NextDev on Tour dengan panel discussion ini menghadirkan pembahasan seputar “Shaping the Future of Healthcare Through Digital Inovation” bersama CEO MOI Kristina Sembiring yang juga merupakan the NextDev Evengelist 2019 dan juga CCO SehatQ Andrew Sulistya.
The NextDev didesain agar dapat berperan sebagai enabler bagi pertumbuhan para startup digital pencipta perubahan berdampak di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Untuk memperkuat peran tesebut, The NextDev juga berupaya membina hubungan dan berkolaborasi dengan startup, investor, pemerintah, swasta, dan berbagai stakeholder lainnya di industri, yang akan semakin mendukung pertumbuhan para pelaku startup.
Pada program The NextDev 2021, terdapat beberapa sub-program yang secara keseluruhan rangkaian menjadi tahapan perjalanan para startup digital peserta. Pertama, dalam The NextDev Talent Scouting, ratusan peserta dengan Minimum Viable Product (MVP) terbaik disaring melalui sebuah kompetisi pitching online berhadiah dana pengembangan. Kemudian 12 startup digital terbaik pencipta perubahan berdampak akan dipilih untuk mengikuti program inkubasi, The NextDev Academy, dimana mereka akan dihubungkan dengan mentor yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Pertumbuhan mereka akan dipandu ke arah yang lebih tepat agar startup mencapai kemajuan sesuai dengan harapan. Pada akhir program, para alumni akan berpartisipasi dalam The NextDev Summit, sebuah konferensi untuk berinteraksi dan berkolaborasi bersama stakeholders dengan menghadirkan konten-konten inspiratif dan wawasan yang lebih dalam terhadap isu dan tantangan yang perlu kita selesaikan di taraf nasional maupun internasional.
Guna semakin memperkuat dukungan, Telkomsel juga menghadirkan The NextDev Hub, yang merupakan platform penunjang bagi rangkaian program inti The NextDev. Database Hub mencakup ribuan startup The NextDev agar dapat mewadahi penjajakan kerjasama dan peluang bagi para startup dan stakeholder mereka. Hub juga secara rutin melangsungkan seminar dan lokakarya bagi startup dan talenta digital secara daring, termasuk The NextDev On Tour untuk mempromosikan dan melibatkan komunitas-komunitas startup di Indonesia. Pada 2021 ini, Hub memulai Digitalent Academy untuk turut mendukung pertumbuhan ekosistem digital dan pendidikan hingga 20 talenta digital di sejumlah wilayah tertinggal di Indonesia.
“Sebagai bagian dari kontribusi sosial Telkomsel dalam membuka peluang bagi para smart-digitalpreneur dan masyarakat agar melesat dengan pemanfaatan teknologi digital, The NextDev akan senantiasa mendorong peran perusahaan dengan melancarkan perubahan berdampak (#UnleashImpact) dari para startup digital melalui dukungan ekosistem yang ada di Telkomsel,” pungkas Aka.
Pendaftaran dan rangkaian program The NextDev 2021 #UnleashImpact dapat diakses melalui website www.thenextdev.id. Ikuti terus perjalanan The NextDev 2021 di platform sosial media @thenextdev.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menguatkan dakwah Islamiah, DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara menyalurkan bantuan gotong royong untuk pembangunan Masjid Muhammad Alawi Al Maliki di Komplek Pesantren Al Kautsar Al Akbar 2, Jalan Pelajar Timur Medan.
Bantuan ini langsung disampaikan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut Dr Sutarto kepada Pimpinan Ponpes Al Kautsar, Al Akbar Buya Syeck Ali Akbar Marbun, Rabu (17/11/2021).
“Allhamdulillah hari ini kita telah menyampaikan amanah dari Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut untuk ikut serta dalam gotong-royong membangun masjid di Komplek Pesantren Al Kautsar dan diterima langsung oleh Buya Syech Ali Marbun,” kata Sutarto yang saat itu didampingi Wakil Ketua DPD Dr Aswan Jaya dan Sekretaris Internal Ahmad Bima Nusa.
Sutarto menjelaskan, PDI Perjuangan akan terus berkomitmen mendukung setiap usaha dan langkah dakwah yang bertujuan untuk membangun masyarakat yang memilki Akhlakul Karimah dan salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan turut serta bergotong-royong membangun sarana Ibadah.
“Apalagi masjid ini terletak di Ponpes yang tentu memiliki nilai tersendiri karena selain sebagai sarana ibadah masjid ini juga akan digunakan santri untuk melakukan aktifitas belajar, seperti kegiatan tahfiz dan lain-lain,” jelas Sutarto.
Sebenarnya secara umum kata Sutarto, PDI Perjuangan sangat konsen dengan jalan dakwah, sebagai buktinya hampir di semua kantor-kantor PDI Perjuangan memiliki sarana ibadah yang digunakan Baitul Muslimin Indonesia (BAMUSI) untuk kegiatan dakwah.
“Kalau di Jakarta, Masjid At-Taufiq di Komplek DPP bahkan menampung jamaah Salat Jum’at masyarakat sekitar Kantor DPP. Kalau di Sumut kita memiliki Mushala At-Taufiq dan hampir di setiap DPC kita memiliki mushala dan yang terbaru Ketua DPD PDI Perjuangan baru saja meresmikan Mushala Al Marhaen di DPC Deliserdang,” ungkap Sutarto.
Selanjutnya, imbuh Sutarto, PDI Perjuangan akan selalu bergandengan tangan dengan pemuka-pemuka agama baik itu Muslim, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konguchu, untuk melakukan penguatan terhadap rumah besar kita dengan komitmen kebangsaan NKRI harga mati.
“Keberagaman adalah aset seluruhnya harus didorong dan tidak boleh ada yang ditinggal, karena semuanya adalah tiang-tiang bagi tegaknya NKRI di Bumi Nusantara,” pungkas Sutarto. (adz)
SOSPER: Anggota DPRD Medan Habiburrahman Sinuraya, saat menggelar Sosialisasi Perda No 4/2012, Senin (15/11).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan didorong untuk memaksimalkan Peraturan Daerah (Perda) No 4 Tahun 2012, tentang Sistem Kesehatan Kota Medan. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, Pemko Medan diminta wajib memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat.
SOSPER: Anggota DPRD Medan Habiburrahman Sinuraya, saat menggelar Sosialisasi Perda No 4/2012, Senin (15/11).
“Perda tentang sistem kesehatan ini, harus berjalan, khususnya di masa pandemi Covid-19 saat ini. Anggaran-anggaran di Dinas Kesehatan harus dimaksimalkan,” ungkap Anggota DPRD Medan asal Fraksi Partai NasDem, Habiburrahman Sinuraya, saat menggelar Sosialisasi Perda No 4/2012 di Kecamatan Medan Polonia, Senin (15/11) lalu.
Habiburrahman berpendapat, selama ini penerapan Perda Sistem Kesehatan belum berjalan secara maksimal, pelayanan kesehatan dari pemerintah belum seluruhnya dirasakan warga. Apalagi jumlah kuota peserta BPJS Kesehatan PBI di Kota Medan, masih belum mengcover seluruh masyarakat yang membutuhkan.
“Jadi perlu ada penambahan kuota, agar semakin banyak masyarakat bisa menikmati bantuan pelayanan kesehatan dari pemerintah,” harapnya.
Dia juga menjelaskan, Perda Sistem Kesehatan mengatur hak dan kewajiban Pemko Medan dan masyarakatnya, dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Seperti dalam Bab II Pasal 2, tujuan Perda Sistem Kesehatan ini, satu di antaranya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang aman, adil, terjangkau, dan terbuka bagi masyarakat. Kemudian, dapat meningkatkan akses masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
“Saya berharap Pemko Medan melalui Dinas Kesehatan, dapat memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Mari berikan pelayanan terkait kesehatan masyarakat dengan sungguh-sungguh dan maksimal, khususnya di masa pandemi Covid-19 sekarang ini,” imbau Habiburrahman. (map/saz)
DIBADIKAN: Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu, diabadikan bersama pengurus GPI Kota Medan, usai bersilaturahim di Gedung DPRD Medan, Selasa (16/11).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, siap mendukung program Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kota Medan. Hal ini disampaikan Ketua Fraksi Partai Demokrat, Burhanuddin Sitepu, saat menerima audiensi Kepengurusan GPI Kota Medan di Gedung DPRD Medan, Selasa (16/11).
DIBADIKAN: Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu, diabadikan bersama pengurus GPI Kota Medan, usai bersilaturahim di Gedung DPRD Medan, Selasa (16/11).
Burhanuddin menyambut gembira kehadiran kepengurusan GPI Kota Medan, yang di antaranya Ketua Dewan Syuro Ahmad Daud, Sekretaris Umum Muhammad Hafiz Azis, Bendahara Umum Iswan Hariansyah, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi M Teguh Hadi Prayuda, dan lainnya. Dia pun berharap, komunikasi antara Partai Demokrat dan GPI dapat terus terjalin dan siap mendukung program GPI Kota Medan.
“Banyak yang didapat dalam pertemuan ini, termasuk program-program kerja berazaskan keumatan yang dapat disinergikan antara Demokrat dengan GPI Medan ke depannya,” ungkap Burhanuddin.
Sebelumnya, Ketua Dewan Syuro GPI Kota Medan, Ahmad Daud menyampaikan, silaturahim ke Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan ini, dalam rangka sowan ke tokoh-tokoh dan aktivis, jelang pelantikann
kepengurusan GPI Kota Medan Periode 2021-2023, yang akan dilaksanakan pada 4 Desember mendatang. Menurutnya, pelantikan akan dihadiri tokoh nasional Habib Mahdi Assegaf dari Bogor.
Menurut Daud, selama ini mereka menilai, Partai Demokrat sejalan dengan visi misi GPI. Termasuk dalam pemenangan politik dan pemberdayaan ekonomi keumatan.
“Selama ini kami melihat, Demokrat sangat peduli dan dekat dengan rakyat. Atas dasar itu pula, kami ingin menjalin komunikasi dan bekerja sama dengan Demokrat, dalam memperjuangkan aspirasi umat,” pungkasnya. (adz/saz)
SAMPAIKAN: Fraksi PKS DPRD Medan melalui Syaiful Ramadhan sampaikan pandangan umum terhadap Nota Pengantar Wali Kota Medan atas Ranperda R-APBD 2022, Senin (15/11).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Medan, melalui juru bicaranya Syaiful Ramadhan, mengapresiasi para tenaga kesehatan (nakes), terutama para nakes di Puskesmas dalam melakukan vaksinasi yang dilakukan secara massif sebagai upaya serius mengakhiri pandemi Covid-19.
SAMPAIKAN: Fraksi PKS DPRD Medan melalui Syaiful Ramadhan sampaikan pandangan umum terhadap Nota Pengantar Wali Kota Medan atas Ranperda R-APBD 2022, Senin (15/11).
“Kami menyampaikan apresiasi kerja para nakes yang sudah maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam upaya mengakhiri pandemi Covid-19 di Medan,” ungkap Syaiful, saat menyampaikan pandangan umum Fraksi PKS terhadap Nota Pengantar Wali Kota Medan atas Ranperda R-APBD 2022 di Gedung DPRD Medan, Senin (15/11) lalu.
Hanya saja, lanjut Syaiful, Fraksi PKS sangat menyayangkan buruknya serapan anggaran Dana Kapitasi, sehingga akhirnya menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa).
“Kami sangat menyayangkan Dana Kapitasi yang diterima Puskesmas dalam jumlah sangat besar, tidak digunakan dengan baik, sehingga menjadi Silpa. Karena itu, Fraksi PKS meminta Pemko Medan melakukan monitoring dan evaluasi, agar Dana Kapitasi dapat terserap dengan maksimal,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dia juga menyampaikan, banyak warga yang tidak tahu atas kepemilikan BPJS Kesehatan gratis yang berasal dari pemerintah.
“Kami mengusulkan agar data warga yang mendapatkan BPJS Kesehatan PBI dari APBD Kota Medan, ditempel di setiap kelurahan,” harap Syaiful.
Selain itu, Fraksi PKS juga menyoroti sejumlah permasalahan di Kota Medan, sekaitan dengan proses perencanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2022, yang saat ini dalam tahap pembahasan di DPRD Medan. Mulai dari e-Parking yang belakangan menjadi perhatian, hingga banjir rob di Medan Utara yang menyisakan harapan untuk diselesaikan.
Fraksi PKS pun berharap, pengelolaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2022 yang difokuskan sebagai stimulus dalam menggerakkan roda perekonomian yang selama 2 tahun terakhir mengalami perlambatan akibat pandemi Covid-19, dapat benar-benar terealisasi dan dirasakan masyarakat Kota Medan.
“Fraksi PKS mempertanyakan upaya Pemko Medan dalam meningkatan pendapatan retribusi parkir melalui e-Parking, dan bagaimana perkembangan program tersebut setelah diterapkan di beberapa ruas jalan. Kami mohon penjelasannya. Kami pun mempertanyakan upaya Pemko Medan untuk meningkatkan daya saing RSUD dr Pirngadi, sehingga warga Medan percaya dan mau berobat ke rumah sakit tersebut,” beber Syaiful.
Kemudian, Fraksi PKS juga mempermasalahkan jumlah SD dan SMP negeri yang kepala sekolahnya rangkap jabatan, serta upaya Pemko Medan dalam mengatasinya.
“Juga permasalahan banjir rob di Belawan, banjir di sekitar Sungai Deli serta Sungai Babura di Kelurahan Kwala Bekala, dan hampir seluruh kawasan di Medan, yang dapat dipastikan, ketika hujan turun mengalami banjir. Untuk permasalahan ini, kami juga mengharapkan penjelasan dari Pemko Medan,” pungkas Syaiful. (map/saz)
WORKSHOP: Diskominfo Sumut gelar workshop penulisan rilis pers bagi para pengelola informasi dan komunikasi publik, Jumat (12/11).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Informasi mengenai pembangunan hendaklah disajikan dengan baik. Sehingga masyarakat bisa mengetahui sudah sejauh mana program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Keberhasilan pembangunan bergantung pada informasi yang disampaikan oleh pengelola informasi publik pada setiap instansi.
WORKSHOP: Diskominfo Sumut gelar workshop penulisan rilis pers bagi para pengelola informasi dan komunikasi publik, Jumat (12/11).
Untuk itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Utara (Diskominfo Sumut) mengadakan pelatihan kepada pengelola informasi publik lingkup organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi maupun kabupaten kota. Adapun beberapa workshop yang diadakan, di antaranya penulisan rilis berita, fotografi, dan videografi.
“Adanya peningkatan keterampilan merupakan tuntutan di era digitalisasi saat ini, maka informasi pembangunan daerah di Sumut harus disajikan dengan baik,” ungkap Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik, Harvina Zuhra, mewakili Plt Kepala Diskominfo Sumut Abdul Aziz, pada pembukaan workshop pembuatan rilis pers di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, baru-baru ini.
Pemprov Sumut berharap para pengelola informasi dan komunikasi publik dapat berperan aktif dalam memberikan kontribusi berita yang ada di wilayahnya masing-masing.
“Sehingga setiap kegiatan OPD, apapun, bisa secepatnya diketahui dan direspons oleh masyarakat, khususnya kegiatan yang bersifat pelayanan publik,” tutur Harvina.
Pada kesempatan tersebut, puluhan peserta mengikuti workshop secara hybrid atau daring (dalam jaringan) maupun luring (luar jaringan). Harvina pun berharap kepada para peserta, agar dapat menjadi pengelola informasi publik yang kreatif, inovatif, dan profesional.
“Serta memiliki kemampuan untuk menciptakan citra positif dan pelayanan publik, sehingga masyarakat dapat menerima informasi secara utuh, benar, dan tepat,” sebutnya.
Pemateri workshop, wartawan senior sekaligus pengajar jurnalistik Nurhalim Tanjung, yang mengisi materi tentang pembuatan rilis pers, mengatakan, rilis harus dibuat dengan menarik. Sehingga banyak media yang akan mengambilnya. Dengan begitu, informasi yang disampaikan oleh pengelola informasi publik akan tersebar luas.
Selain itu, workshop juga diisi oleh Bersihar Lubis, wartawan senior. Bersihar mengisi materi, bagaimana membuat tulisan menjadi menarik. Dia mengakatakan, agar menarik, para penulis harus sekreatif mungkin dalam mengolah informasi yang didapat.
Satu cara kreatif menulis berita, menurutnya, adalah menggambarkan kondisi peristiwa yang terjadi. Itu akan membuat pembaca hadir dan menyaksikan peristiwa tersebut.
“Jika anda melakukan itu, percayalah, berita anda akan dibaca orang sampai tuntas,” ujaar Bersihar, yang juga mantan wartawan Tempo.
Workshop pembuatan rilis pers tersebut, diikuti perwakilan dari Diskominfo kabupaten kota se-Sumut, OPD Pemprov Sumut, BUMD, dan berbagai instansi lainnya, baik secara langsung maupun secara daring, melalui aplikasi zoom meeting. (prn/saz)
TINJAU PTM: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pelaksanaan PTM terbatas di salah satu SMP di Medan. Mulai Senin (1/11), Pemko Medan akan menggelar PTM terbatas untuk tingkat SD Kelas 4, 5, dan 6.istimewa/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan mengklaim, angka vaksinasi Covid-19 terhadap siswa SMP sudah mencapai 50 persen lebih. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Medan, dr Mardohar Tambunan mengatakan, capaian vaksinasi tersebut diharapkan dapat mempercepat terwujudnya herd immunity di Kota Medan.
TINJAU PTM: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pelaksanaan PTM terbatas di salah satu SMP di Medan. Mulai Senin (1/11), Pemko Medan akan menggelar PTM terbatas untuk tingkat SD Kelas 4, 5, dan 6.istimewa/sumutpos.
Mardohar mengaku, untuk dosis pertama vaksinasi sudah mencapai angka 84,38 persen, atau sebanyak 191.670 siswa. Sedangkan dosis kedua, sekitar 45,49 persen, atau 103.339 siswa. “Capaian vaksinasi pelajar (SMP) telah melewati angka 50 persen. Hingga 12 November 2021, jumlah capaian vaksinasi bagi pelajar sudah mencapai angka 84,38 persen untuk dosis pertama, dan 45,49 persen dosis kedua,” ungkap Mardohar, Selasa (16/11).
Mardohar juga menyatakan, pihaknya akan melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar ini.
“Percepatan vaksinasi Covid-19 terhadap pelajar akan terus didorong hingga mencapai target,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan, target vaksinasi siswa SMP di Kota Medan kurang lebih mencapai 105.000 pelajar.
“Sampai saat ini, sudah lebih dari 60 ribu pelajar SMP divaksin,” sebutnya.
Dia pun mengaku, capaian vaksinasi Covid-19 terhadap siswa SMP tersebut, karena dukungan dari banyak pihak, termasuk peran swasta.
“Adik-adik pelajar yang sudah divaksin ketika PPKM di Medan turun level dari Level 4, 3, lalu ke Level 2, itu mulanya hanya sekitar 4 ribu. Tapi, sekarang capaiannya sudah di angka 60 ribu,” beber Bobby.
Bobby juga menjelaskan, percepatan vaksinasi bagi pelajar terus didorong akselerasinya guna mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. Dia pun mengatakan, terkait vaksinasi pelajar yang dilakukan, Pemko Medan bertanggung jawab untuk memvaksin pelajar SMP. Sedangkan untuk pelajar SMA, merupakan tanggung jawab Pemprov Sumut.
“Kalau untuk pelajar SMA, kami harus berkoordinasi dengan Pemprov Sumut. Meski demikian, kami tetap memfasilitasinya,” akunya.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan, mengaku sedang terus mempersiapkan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, untuk siswa SD kelas 1 hingga kelas 3, yang akan digelar mulai 22 November mendatang.
“Ini sedang dipersiapkan. Kemarin sudah dapat izin dari Pak Wali, jadi teknisnya terus dipersiapkan. Nanti kalau persiapan teknisnya sudah matang, akan kami sampaikan,” ujar Plt Kepala Disdik Kota Medan, Topan OP Ginting, Selasa (16/11).
Lebih lanjut Topan menjelaskan, hari ini (17/11), pihaknya akan melakukan rapat bersama seluruh kepala sekolah tingkat SD, tentang pelaksanaan PTM Terbatas tingkat SD tersebut. Begitupun, dia menjelaskan, secara umum tidak ada perbedaan teknis yang mencolok antara siswa SD kelas 4 ke atas, dengan siswa kelas 3 ke bawah. Namun kemungkinan, pihak sekolah akan diminta melakukan pengawasan yang lebih ketat. “Secara teknis sepertinya akan sama saja. Per kelas kemungkinan maksimal 8 orang. Untuk jam belajarnya juga sama saja, sepertinya juga maksimal 2 jam. Tapi itu belum fix, masih akan dibahas dalam rapat. Yang pasti, kami minta agar siswa SD kelas 3 ke bawah ini, dapat lebih diperketat pengawasan protokol kesehatannya (prokes),” jelas Topan.
Selain itu, Topan pun memastikan, agar setiap sekolah di Kota Medan, baik tingkat SD maupun SMP, terus berbenah dalam meningkatkan fasilitas prokes yang ada di lingkungan sekolah.
“Sarana cuci tangan, jarak kursi, dan banyak hal lainnya. Kami harap agar ini juga terus dibenahi,” imbaunya.
Terkait hal itu, Anggota Komisi 2 DPRD Medan, Afif Abdillah meminta Disdik Kota Medan untuk tidak menjadikan rapat pembahasan dengan pihak kepala sekolah sebagai rapat seremonial belaka. Sebaliknya, rapat harus membahas secara detail tentang teknis pelaksanaan PTM Terbatas.
“Apapun namanya, semakin kecil siswa SD itu, tentu akan semakin sulit mengawasi prokesnya. Diketahui bersama, siswa SD kelas 3 ke bawah itu, rata-rata usia 8 tahun ke bawah, betul-betul masih anak kecil. Kalau kelas 4 ke atas itu, usia 9 tahun ke atas, masih lebih mudah sedikit mengontrolnya. Jadi dalam rapat pembahasan ini, fokusnya itu harus ke teknis dan pengawasan,” tegasnya.
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Medan itu, juga meminta agar setiap sekolah tingkat SD di Kota Medan, punya usulan-usulan yang dapat membantu mereka dalam meningkatkan prokes dan pengawasannya, khususnya menjelang pelaksanaan PTM Terbatas tingkat SD kelas 3 ke bawah ini.
“Jadi teknis itu tak harus dari Pemko datangnya, tapi juga bisa dari sekolah. Apa yang jadi kendala mereka, bagaimana cara mengatasinya, itu kan mereka yang sering mengalami di lapangan. Jadi kami minta sekolah-sekolah juga harus proaktif, beri usulan-usulan agar rapat pembahasan itu bisa produktif dan terjalin komunikasi 2 arah. Kalau sudah begitu, setiap kendala pasti akan ditemukan solusinya,” jelas Afif.
Untuk pelaksanaan PTM Terbatas tingkat SD ini, lanjut Afif, Disdik Kota Medan pihak sekolah harus betul-betul mematangkan persiapannya. Pemko Medan dan jajarannya diminta untuk betul-betul waspada, agar klaster penyebaran Covid-19 di sekolah tidak terjadi.
“Jangan karena PTM Terbatas kelas 4 ke atas tidak ada klaster, lantas kita bisa anggap ini aman. Justru dengan sekolahnya siswa SD kelas 3 ke bawah ini, beban sekolah akan jadi lebih berat dalam melakukan pengawasan. Kami tidak mau gelombang ketiga Covid-19 terjadi di Medan, apalagi terjadi di sekolah-sekolah. Apalagi kita sama-sama tahu, siswa SD itu belum divaksin, berbeda dengan siswa SMP,” tegasnya lagi.
Terakhir, dia meminta kepada Disdik Kota Medan untuk terus berkoordinasi dengan kecamatan dan kelurahan dalam mengawasi jalannya prokes di setiap sekolah yang ada di wilayahnya.
“Semua harus proaktif, termasuk kecamatan dan kelurahan. Kami mau pendidikan terus maju, tapi juga harus pastikan, anak-anak berada dalam situasi yang aman dan terkendali, khususnya dari penyebaran Covid-19 ini,” pungkas Afif. (ris/map/saz)