Home Blog Page 2941

Tim Konvergensi Penurunan Stunting Dairi Cek Data & Timbang Ukur Balita, Ketua PKK Dairi: Angka Stunting Sudah Turun

GENDONG: Ketua TP PKK Dairi, Ny Romy Mariani Simarmata menggendong salahsatu balita saat meninjau Posyandu di Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir.Rudy sitanggang/sumut pos.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Dairi, Ny Romy Mariani Simarmata bersama tim konvergensi penurunan stunting, melaksanakan cek data dan timbang ukur balita di Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Selasa (14/12) lalu. 

GENDONG: Ketua TP PKK Dairi, Ny Romy Mariani Simarmata menggendong salahsatu balita saat meninjau Posyandu di Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir.Rudy sitanggang/sumut pos.

Kepala Bidang (Kabid) Informasi Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika, Iswan Togatorop, Kamis (16/12) menerangkan, pengecekan data serta timbang ukur balita sekaligus peninjauan posyandu desa tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Ny Romy Mariani Simarmata mengatakan, angka stunting di Dairi secara umum telah mengalami penurunan. Di mana tahun sebelumnya, angka stunting di Dairi 39,27%. 

“Dan di tahun 2021 ini, menjadi 18,35% di tahun 2021. Romy menegaskan, penurunan angka stunting tidak terlepas upaya keras dilakukan Pemerintah Kabupaten (PemKab) Dairi. Seperti kegiatan rutin di Posyandu yang dilaksanakan semua desa di Dairi,” ujarnya.

Dimana lanjut Romy,  setiap hasil pemeriksaan balita di Posyandu langsung dilaporkan melalui  aplikasi e-PPGBM sehingga pengumpulan data lebih cepat dan penanganan segera dilakukan. 

Menurutnya, pelaporan data dari Posyandu menjadi fokus utama. Karena, pada tahun 2022 mendatang, Kabupaten Dairi akan mendapatkan bantuan alat antropometri sebanyak 270 set.

“Dengan demikian, standart pengumpulan data yang kita hasilkan lebih akurat,” pungkasnya. 

Romy Mariani Simarmata mengapresiasi antusias masyarakat yang hadir ke Posyandu. Ia mengharapkan, semua Posyandu di desa serta kelurahan rutin melakukan hal sama untuk mengetahui kondisi semua balita sebagai langkah penuntasan stunting di Dairi. 

Hadir dalam kegiatan Camat Siempat Nempu Hilir, Swanto Sitakar, tim konvergensi penurunan stunting yakni Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia pada Bappeda Dairi, Koko Angkat, Kabid Litbang, Gema Sihite, Kabid Kesehatan Masyarakat, Edison Damanik, Kabid Pembinaan Paud, Marina Sinaga, Kabid Ketahanan Pangan, Meri Debora Saragih serta lainya. (rud/ram)

Biarpun Sulit, 4 Jasad Korban Innova Terjun ke Jurang Berhasil Ditemukan di Pakpak Bharat

EVAKUASI: Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jasad korban mobil Innova yang terjun ke jurang di Kabupaten Pakpak Bharat.

PAKPAK BHARAT, SUMUTPOS.CO – Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian para korban mobil Innova maut yang terjun di Dusun Buluh Didi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jahe, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

EVAKUASI: Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jasad korban mobil Innova yang terjun ke jurang di Kabupaten Pakpak Bharat.

Petugas SAR gabungan mengalami kesulitan untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi korban, dengan medan yang ekstrem dan terjal dengan ke dalaman jurang mencapai 50 meter.

“Sudah empat korban ditemukan dan tiga korban masih terus dalam pencarian,” ucap Sariman Sitorus saat dikonfirmasi Sumut Pos, Kamis (16/12) siang.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi 4 jasad korban itu. Jasad pertama ditemukan, Senin petang, 13 Desember 2021, sekitar pukul 18.00 WIB. Jasad kedua ditemukan, Selasa pagi, 14 Desember 2021, sekitar pukul 09.00 WIB dan jasad ketiga di hari yang sama, sekitar pukul 13.30 WIB. Jasad terakhir, Kamis pagi, 16 Desember 2021, sekitar pukul 09.00 WIB. Seluruh jasad ditemukan di bawa ke RSUD Subulussalam, Aceh.

“Tata Agusnianti tadi pagi ditemukan, dan sudah dievakuasi ke rumah sakit,” jelas Sariman.

Sopir Mantan Kepala Desa di Aceh

Arman Yusuf (50) supir mobil Innova yang terjun ke jurang. Ternyata mantan Kepala Desa di Provinsi Aceh. Berdasarkan data diperoleh Sumut Pos, bahwa Arman Yusuf sudah menjadi sopir mobil travel sejak 1996.

Arman pun, sempat diangkat menjadi Kepala Desa Kubu, Kecamatan Arogan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, Aceh pada tahun 2020. Namun, hanya beberapa bulan saja. Karena tidak nyaman dan tidak mau terikat menjadi Kepala Desa. Arman Yusuf memilih berhenti dan kembali menjadi sopir travel yang menjadi mata pencarian untuk untuk menafkahi keluarganya.

Arman Yusuf yang merupakan warga Desa Gampong Kubu Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, Aceh. Berhasil ditemukan dan Dievakuasi tim SAR gabungan, Selasa pagi, 14 Desember 2021, sekitar pukul 09.00 WIB.

“Informasinya kami terima seperti itu (mantan kepala desa). Memberikan keterangan itu, diluar ranah kami,” kata Sariman.

Bangkai Mobil Belum Ditemukan

Lanjut, Sariman menjelaskan bahwa operasi pencarian dan evakuasi korban mobil nahas itu, dilakukan selama 7 hari, dimulai Minggu (12/12) lalu. Setelah itu, akan dilakukan evaluasi untuk menyikapi apa operasi dilanjutkan atau tidak.

“Di hari ketujuh akan dilakukan evaluasi. Apakah dilanjutkan atau sampai di hari ketujuh saja. Dengan melihat hasil evaluasi dari pihak terlibat,” kata Sariman.

Sariman juga menceritakan kondisi lokasi kejadian dengan kemiringan 90 derajat dari jalan umum menuju permukaan air tempat mobil dengan nomor plat BL 1537 EF.

“Bergerak dari jalan menunju permukaan air ada sekitar 50 meter, arus sungai sangat deras. Penemuan, korban di lokasi 20 sampai 25 kilometer di bawah air terjun, air terjunnya cukup besar,” kata Sariman.

Kondisi air terjun dengan arus deras, Sariman mengungkapkan membuat tim SAR gabungan mengalami kesulitan dan harus ekstra berhati-hati. Bila tidak, tim akan tersedot air terjun tersebut.

“Bila mana tim, mau melakukan evakuasi di bawah air terjun. Yang ditakuti tim akan tersedot,” kata Sariman.

Tidak disampai disitu saja, Sariman menjelaskan setelah jasad korban ditemukan keadaan meninggal dunia. Tim SAR gabungan juga mengalami kesulitan untuk mengevakuasi.

“Penemuan korban, membuat tim kesulitan untuk mengevakuasi ke jalan. Melalui anak tangga yang sangat curam. Jadi, tim membawa korban ke hilir sungai 5 hingga 6 kilometer dengan kondisi yang landai dan dapat evakuasi korban untuk di bawa ke rumah sakit,” jelas Sariman.

Sariman juga mengatakan pihaknya juga mengalami kendala dan kesulitan untuk menemukan mobil nahas tersebut. Untuk proses pencarian bangkai mobil itu, Dit Samapta Polda Sumatera Utara menurunkan Fiber Scop alat mendeteksi benda di bawah permukaan air.

“Belum ditemukan (mobil), kita juga dapat bantuan dari Dit Samapta Polda Sumut dengan membawa alat Fiber scop untuk mendeteksi (benda) di bawah permukaan air. Tapi, kondisi air sangat keruh, dan arus yang kencang. Alat itu, tidak efektif digunakan dan tidak terdeteksi terkait mobil itu,” tandas Sariman.

Diberitakan sebelumnya, Kejadian mobil maut itu, terjadi pada Minggu (12/12) subuh, sekitar pukul 05.00 WIB. Di mana, saat minibus travel yang dikemudikan oleh Arman dengan membawa enam orang penumpang berangkat dari arah Subulussalam menuju Medan.

Setibanya, di lokasi tepatnya di Dusun Buluh Didi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jahe, Kabupaten Pakpak Bharat pengemudi mobil diduga mengantuk sehingga mobil yang dikemudikannya oleng ke kanan jalan dan masuk ke dalam jurang aliran sungai Lae Kombih. (gus)

Anggota DPRD Sumut, Sutarto Anjangsana ke Masyarakat Jawa di Deliserdang

Anggota DPRD Sumut, Sutarto Anjangsana ke Masyarakat Jawa di Deliserdang.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO– Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut, Dr Sutarto MSi menggelar sosialisasi Perda (Sosper) sekaligus anjangsana dengan pengurus DPC dan PAC PDI Perjuangan serta masyarakat Jawa di Kabupaten Deliserdang, khususnya yang tergabung dalam Pujakesuma Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Sultan Serdang, Pasar 3, Gang Sepakat, Dusun 7, Desa Dalu XA, Kamis (16/12/2021).

Anggota DPRD Sumut, Sutarto Anjangsana ke Masyarakat Jawa di Deliserdang.

Kegiatan Sosper ini begitu terasa istimewa, karena turut dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Drs Rapidin Simbolon yang didampingi fungsionaris lainnya seperti Aswan Jaya, Meinarty Bangun, dan Ahmad Bima Nusa

“Sosper Pertama yang saya laksanakan di Kantor DPC PDI Perjuangan Deliserdang bersama pengurus DPC dan KSB PAC PDI Perjuangan kemarin, sebagai kesungguhan saya membangun dan mensolidkan kader-kader partai untuk mencapai kemenangan pada Pemilu 2024 nanti,” ujar Sutarto dalam sambutannya.

Sosper kedua, lanjut Sutarto, dia mengunjungi sesepuh Jawa sebagaimana asal leluhurnya. “Saya paham betul, selama ini masyarakat Jawa khususnya yang ada di Deliserdang telah banyak mendukung saya dan PDI Perjuangan. Sebagai tanggung jawab moral, maka saya hari ini datang untuk sekaligus anjangsana kepada sesepuh saya di Deliserdang,” ungkap Sutarto yang baru dilantik sebagai anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Kabupaten Deliserdang, 25 November lalu.

Sebelumnya saat menyambut kedatangan rombongan, pengurus Pujakusema Deliserdang Sugianto yang disaksikan Ketua PW Pujakesuma Sumut, Eko Supianto menyematkan baju kebesaran Jawa, lengkap dengan blankon dan keris kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Drs Rapidin Simbolon. “Saya merasa terhormat dan bangga sekali bisa bertemu dengan sesepuh masyarakat Jawa di Deliserdang ini. Apalagi saya disematkan baju adat Jawa, tentu ini menjadi kebanggan tersendiri bagi saya,” ujar Rapidin sembari mengelus blankon yang dikenakannya yang sontak disambut tepuk tangan hadirin.

Rapidin juga mengungkapkan, Suku Jawa memiliki populasi begitu besar dan mayoritas di Sumatera Utara. Oleh karena itu, mayarakat Jawa memiliki peran penting dalam membangun persatuan dan kesatuan di Sumut. Makanya, masyarakat Jawa tidak boleh terpecah belah, terus bangun silaturrahim untuk kepentingan semua anak bangsa di Sumut.

“Kami jug berharap, masyarakat Jawa bisa terus mendukung Pak Sutarto dalam menjalankan tugasnya sebagai Anggota DPRD Sumut dan mendukung juga PDI Perjuangan tentunya, terutama yang berkaitan dengan progam-progam kerakyatannya,” pinta Rapidin

Di hadapan pengurus PDI Perjuangan di Deliserdang, Rapidin menyampaikan, kehadiran Sutarto sebagai Sekretaris DPD Partai sekaligus Anggota DPRD Sumut tentu akan memberikan semangat baru dalam merapatkan barisan dan solid bergerak untuk meraih kemenangan pada Pemilu ke depan.

Dalam acara dua sosper ini juga memberikan bingkisan sembako berjumlah 250 paket untuk pengurus PAC Partai dan 150 paket untuk sesepuh masyarakat Jawa. (adz)

Menko Airlangga: Investor dan Otoritas Bursa Menjadi Bagian Penting dalam Proses Pemulihan Ekonomi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Situasi pandemi di Indonesia yang terkendali telah membuat ekonomi tetap tumbuh positif sebesar 3,51% (yoy) pada Triwulan III-2021. Optimisme dan market confidence diharapkan dapat mendorong kembali peningkatan kinerja ekonomi di Triwulan IV-2021.

Kondisi tersebut diperkuat oleh konsumsi masyarakat yang terus pulih, terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang berada pada level optimis serta penjualan ritel yang tumbuh positif. Demikian pula sisi investasi yang terus ekspansif, tercermin dari indikator PMI manufaktur, utilisasi industri pengolahan, impor barang modal dan bahan baku yang sedang dalam tren naik.

Sektor eksternal juga menunjukkan ketahanan yang baik, di mana Neraca Pembayaran Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$10,7 miliar pada Triwulan III-2021. “Transaksi berjalan dan transaksi modal finansial berkontribusi terhadap pencapaian tersebut,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan keynote speech pada acara Economic Outlook Festival 2022 dengan tema “Roadmap Penanganan Covid-19, Ubah Pandemi Jadi Endemi, Ekonomi Tumbuh” yang diselenggarakan oleh IDX Channel, Rabu (15/12).

Transaksi berjalan ditopang oleh neraca perdagangan yang melanjutkan tren surplus selama 18 bulan berturut-turut, seiring kenaikan nilai ekspor dan harga komoditas. Sedangkan transaksi modal finansial diperkuat oleh investasi langsung dan portofolio, dengan sumber inflow salah satunya berasal dari instrumen saham di pasar modal.

“Saya mengapresiasi pasar modal yang berhasil tumbuh dan bertahan di tengah pandemi Covid-19,” ucap Menko Airlangga. Diketahui jumlah investor pasar modal terus meningkat dengan total 7,15 juta investor per November atau tumbuh 84,27% (ytd), ditopang oleh investor domestik. Kondisi ini memperkuat ketahanan pasar modal Indonesia dari goncangan eksternal.

Selain itu, sepanjang 2021 tercatat ada 52 emiten baru di pasar saham yang melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan total penghimpunan dana Rp 62,2 Triliun.

Penghimpunan dana melalui IPO pada tahun ini tercatat masih bertumbuh positif bahkan lebih baik dari realisasi pada tahun 2020 lalu yang mencapai sebanyak 51 perusahaan IPO dengan total penghimpunan dana senilai Rp 5,58 triliun. “Terima kasih kepada para investor dan otoritas bursa yang telah menjadi bagian penting dari proses pemulihan ekonomi,” tutur Menko Airlangga.

Pemerintah tetap berkomitmen untuk melanjutkan berbagai program pemulihan ekonomi dan reformasi struktural di tahun depan. Percepatan investasi tentunya juga membutuhkan dukungan pembiayaan. Melalui Sovereign Wealth Fund  yakni Lembaga Pengelola Investasi/ Indonesia Invesment Authority (INA), Pemerintah akan terus berupaya memenuhi berbagai kebutuhan pembiayaan untuk mengakselerasi pembangunan dan pemulihan ekonomi nasional.

Terkini, Pemerintah juga telah berhasil mendapatkan 5 komitmen maupun peluang investasi dengan investor-investor dari Persatuan Emirat Arab (PEA/UAE) dengan estimasi nilai investasi US$ 9,05 miliar di berbagai sektor strategis seperti infrastruktur digital, pelabuhan, energi, dan jalan tol.

Sejalan dengan itu semua, Pemerintah terus memonitor sejumlah tantangan dan risiko seperti inflasi, disrupsi supply chain, krisis Evergrande di Tiongkok, serta risiko yang mempengaruhi capital flow Indonesia seperti tapering off The FED dan potensi kenaikan suku bunga acuan AS. Kondisi tersebut perlu diwaspadai agar tidak menganggu momentum pemulihan ekonomi ke depan. (ag/fsr)

Institut Kesehatan Helvetia Wisuda 1.031 Lulusan

REKTOR Institut Kesehatan Helvetia Assoc Prof Dr H Ismail Efendy MSi meminta lulusan magister, sarjana dan diploma perguruan tinggi tersebut menjadi insan yang cerdas, berakhlak mulia dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

DEDDI MULIA PURBA/PURBA
TERBAIK: Rektor Institut Kesehatan Helvetia Assoc Prof Dr H Ismail Efendy MSi bersama lulusan terbaik, keluarga dan undangan, Kamis (16/12).

Harapan ini dikemukakan rektor saat mewisuda 1.031 lulusan 11 program studi Institut Kesehatan Helvetia di Gedung Selecta Medan, Kamis (16/12).

Wisuda turut dihadiri bupati Aceh Tengah, wakil Bupati Aceh Barat Daya, kepala LLDikti Sumut, Ketua Aptisi Sumut, pembina dan pengurus Yayasan Helvetia dan undangan lainnya.

Rektor menambahkan bahwa dalam persaingan global di era revolusi 4.0 diperlukan bekal kompetensi dan komunikasi. Bekal yang diperoleh dari Institut Kesehatan Helvetia harus diamalkan sehingga dapat memberi manfaat pada diri sendiri dan masyarakat.

Assoc Prof Dr H Ismail Efendy MSi mengakui bahwa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberi kesempatan pada mahasiswa untuk dapat belajar lintas program, bahkan lintas kampus.

Hal ini, kata rektor, untuk mengeksplorasi pengetahuan dan kemampuan di lapangan selama lebih dari satu semester. Kemudian menimba ilmu secara langsung dari mitra berkualitas dan terkemuka.

”Lulusan Institut Kesehatan Helvetia dapat cepat beradaptasi diberbagai bidang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki,” sebut rektor.

Dihadapan Pembina Yayasan Helvetia Dr dr Hj Razia Begum Suroyo MSc, MKes dan undangan wisuda, Bupati Aceh Tengah Drs Shabela Abubakar mengapresiasi peran Institut Kesehatan Helvetia dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa.

Bupati berharap masyarakat Aceh Tengah yang menamatkan kuliah membawa perubahan pelayanan kesehatan dan inovasi yang lebih baik di Aceh Tengah. Kerja sama pendidikan Pemkab Aceh Tengah dengan Institut Kesehatan Helvetia pun akan terus ditingkatkan.

Kepala LLDikti Sumut Prof Dr Ibnu Hajar Damanik MSi menegaskan dukungan terhadap peningkatan kualitas perguruan tinggi di Sumut termasuk Institut Kesehatan Helvetia. Ibnu Hajar Damanik pun menyampaikan duka mendalam karena dua calon wisudawati Institut Kesehatan Helvetia mengalami kecelakaan lalu lintas.

Sedangkan Ketua Aptisi Sumut Dr Muhammad Isa Indrawan MM mengingatkan pentingnya perguruan tinggi secara bersama-sama menjawab tantangan masa depan. ”Mari kita bangun Sumut,” katanya.

Aptisi Sumut pun akan membentuk sembilan lembaga termasuk yang menangani peningkatan akreditasi perguruan tinggi dan learning management system. (dmp)

Pengamat: Kinerja Terukur Modal Airlangga Diusung Golkar Jadi Capres 2024

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro memprediksi Partai Golkar bakal mengusung Airlangga Hartarto sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

Sebab, Partai Golkar dinilai memiliki sumbangan suara yang cukup signifikan selama dua kali Pilpres digelar pada tahun 2014 dan 2019. Selain itu, selama Airlangga (ketua umum) memimpin Golkar, partai berlambang pohon beringin kuning tidak tampak ada konflik internal.

Selanjutnya Siti Zuhro mengakui selama menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga juga minim dari kritik publik, dengan kata lain Airlangga dinilai berhasil menjalankan tugasnya oleh masyarakat.

“Keliatannya menyongsong 2024 Golkar bakal mengusung kadernya sendiri. Ketum (Airlangga Hartarto) ini keliatannya disiapkan mengikuti pilpres. Airlangga juga tidak menimbulkan berbagai polemik.

Padahal Omnibus Law itu sangat luar biasa tetapi tidak ada yang ‘nembak’ langsung ke Airlangga , jadi orangnya sangat cool sekali,” kata Siti Zuhro, dalam diskusi yang digelar Political & Public Studies Policy, Kamis (16/12).

Sementara itu pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing, mengatakan Airlangga telah memiliki modal politik untuk dicalonkan menjadi capres 2024.

Dikatakan, Airlangga sukses memimpin Golkar dan saat ini menajabat Menko Perekonomian yang memiliki wawasan yang sangat luas baik nasional dan internasional.

“Saya pikir Golkar mengajukan Capres sudah benar. Jaringan Airlangga secara nasional dan internasional cukup luas. Dalam konteks penanganan pimpinan partai semua bisa di rangkul. Keberhasilan Airlangga menangani pandemi Covid-19, bahkan berhasil membawa ekonomi terus membaik dan kebutuhan dasar masyarakat (sembako) tetap tersedia,” ucap Emrus.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menyampaikan, Airlangga memiliki keunggulan untuk capres dibandingkan kandidat lain di Pilpres 2024.

Airlangga mampu membawa Golkar meraih perolehan suara besar pada Pemilu 2019. Lalu memiliki kinerja terukur, pengalaman mumpuni, sangat berpotensi besar untuk dipilih oleh publik. Posisi ketua umum partai politik juga menjadi penting.

Selain itu, Airlangga juga memiliki rekam jejak di legislatif, karena pernah menjadi pimpinan Komisi di DPR. Sementara di bidang ekonomi, Airlangga pernah menjabat sebagai ketua Asosiasi Emiten Indonesia.

“Golkar punya peluang, Airlangga berkoalisi dengan siapa itu bagian rahasia mereka. Intinya Airlangga telah menunjukkan kepemimpinan dan kinerja terbaiknya selama ini,” ucap Jerry. (adv/*)

Sosialisasi Pepabri Kaji Deteksi Kanker, Kenakalan Remaja dan Kepribadian Menyenangkan

Dr dr Khairani Sukatendel MKed (OG) SpOG (K) SH MH(Kes) mengingatkan para purnawirawan dan warakawuri serta kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) akan risiko penyakit kanker.

DETEKSI KANKER: Dr dr Khairani Sukatendel MKed (OG) SpOG (K) SH MH(Kes) bersama peserta sosialisasi program kerja DPD Pepabri Sumut tentang kesehatan lansia.DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

Ungkapan ini disampaikan Khairani Sukatendel saat sosialisasi program kerja tahun 2021 Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI-Polri (DPD Pepabri) Sumut di Hotel Saka Medan, Selasa (14/12).

Kepada peserta sosialisasi dari Pepabri, purnawirawan angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara dan Polri, Perip, Dian Kemala, FKPPI dan PPM, dokter RSU Murni Teguh ini bilang semakin tua maka risiko berbagai kanker juga semakin besar.

Sembari mencontohkan beberapa jenis kanker, dokter ini selalu mengingatkan pentingnya deteksi dini terhadap kesehatan. Ia pun mengajak lansia secara berkala memeriksakan diri ke dokter.

Sekretaris DPD Pepabri Sumut Kol Purn Bachtiar Sonar Siregar SE MBA yang jugs pemateri sosialisasi mengajak para peserta sosialisasi termasuk para l
lansia untuk terus membangun kepribadian yang menyenangkan.

”Orang-orang sukses membentuk kepribadian yang menyenangkan dan menarik yang membuat mereka memiliki kharisma. Kepribadian yang menyenangkan dapat terlihat dari cara berjalan, berbicara, intonasi suara, kehangatan prilaku dan rasa percaya diri,” katanya.

Bachtiar Sonar Siregar juga mengemukakan 17 langkah membentuk kepribadian yang positif diantaranya tanggung jawab, perhatian, senyum bersikap ramah, menepati janji dan tidak dendam.

Kemudian jujur tulus, rendah hati, memiliki rasa humor, bersahabat/jadi sahabat dan berempati. ”Jadilah orang yang lebih baik,” harap sekretaris DPD Pepabri Sumut.

Ia mengingatkan peserta sosialisasi untuk menetapkan hati untuk bersikap lembut pada anak kecil. Penuh kasih sayang kepada lansia. Bersimpati kepada orang yang berusaha keras. Toleran kepada orang lemah dan salah.

Sedangkan Aiptu Purn Muliadi, Sekretaris Persatuan Purnawirawan (PP) Polri dan Ketua Ikatan Keluarga Besar Pejuang Benteng Huraba memaparkan tentang kenakalan remaja yang melanggar aturan atau hukum.

Muliadi menguraikan bahwa kenakalan remaja disebabkan faktor internal berupa krisis identitas dan pengawasan diri yang lemah. Ada pula akibat pengaruh eksternal berupa kurang mendapat perhatian dan kasih sayang orang tua. Kemudian minimnya pemahaman tentang agama dan pengaruh lingkungan.

Untuk mengatasi masalah ini, Muliadi menegaskan bahwa perlu diterapkan aturan, menanyakan pada remaja apa yang sedang terjadi pada dirinya. Selanjutnya meluangkan waktu untuk anak, hindari bersikap kasar dan mencela anak serta berkonsultasi pada psikolog.

”Kita harus peka terhadap kenakalan remaja. Orang tua, guru dan masyarakat harus menasehati remaja untuk menjauhi perbuatan yang melanggar norma sehingga masalah dapat diminimalisir,” harapnya. (dmp)

Terus Tingkatkan Pengalaman Layanan Digital Entertainment, Telkomsel Kembali Gelar Kompetisi Game Online DGOne Cup Media Sumatera 2021

DGOne Cup Media Sumatera merupakan turnamen yang dihadirkan Telkomsel Sumatera untuk terus mengakselerasi adopsi gaya hidup digital serta meningkatkan pengalaman pengguna akan layanan hiburan digital Telkomsel di kalangan rekan media Sumatera.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel Sumatera terus bergerak maju membuka berbagai peluang dalam mengakselerasikan pertumbuhan ekosistem esports di Sumatera dengan Kembali menggelar DGOne Cup Media Sumatera yang berlangsung pada 15 Desember 2021. DGOne Cup Media Sumatera merupakan turnamen yang dihadirkan Telkomsel Sumatera untuk terus mengakselerasi adopsi gaya hidup digital serta meningkatkan pengalaman pengguna akan layanan hiburan digital Telkomsel di kalangan rekan media Sumatera.

DGOne Cup Media Sumatera merupakan turnamen yang dihadirkan Telkomsel Sumatera untuk terus mengakselerasi adopsi gaya hidup digital serta meningkatkan pengalaman pengguna akan layanan hiburan digital Telkomsel di kalangan rekan media Sumatera.

General Manager DLS and Direct Sales Area Sumatera, Aka Kandias Al Amin mengatakan “Meneruskan komitmennya sebagai digital ecosystem enabler, Telkomsel kembali menyelenggarakan DGOne Cup Media Sumatera sebagai stimulus yang mampu menumbuhkan semangat seluruh insan di ekosistem game dan esports termasuk rekan media didalamnya, agar dapat terus berkarya, bersinergi dan berkolaborasi dalam memajukan industri game nasional. Inisiatif ini juga dihadirkan sebagai upaya dalam mendorong percepatan adopsi layanan digital pelanggan, khususnya akan layanan hiburan digital Telkomsel bagi rekan media di Sumatera.

Pada ajang DGOne Cup Media Sumatera, terdapat 16 tim dari perwakilan masing-masing media yang bertanding dalam sistem “best of 4” dengan memainkan Games PUBG (Player Unknown Battleground) MobilePara peserta langsung bertemu dalam beberapa pentandingan, dimana seluruh pertandingan disiarkan secara langsung melalui channel YouTube DGOne Gaming. Setelah melalui 4 pertandingan, akhirnya terpilih tiga pemenang dari masing-masing perwakilan media yaitu Wartakepri, Suara Nusantara serta perwakilan dari PWI Dumai.

“Dalam kompetisi kali ini, para rekan media bukan hanya disuguhkan pengalaman pertandingan yang seru, namun juga turut merasakan kemudahan layanan payment gatewayplatform media, penerbit game, dan penyelenggara turnamen dari Dunia Games. Kami berharap, kemudahan ini nantinya akan semakin mengakselerasi adopsi layanan hiburan digital yang ada di ekosistem Telkomsel”, tutup Aka.

Dunia Games merupakan platform game dan portal media esports nomor 1 di Indonesia yang dimiliki oleh Telkomsel. Dengan jumlah monthly visitor lebih dari 12 juta, Dunia Games menghadirkan informasi terkini mengenai game dan hal-hal menarik di sekitarnya. Selain itu, Dunia Games juga melayani pembelian kupon atau voucher untuk game PC dan mobile melalui layanan direct carrier billing. Dunia Games dapat diakses dan dinikmati oleh semua pengguna dan masyarakat Indonesia. Informasi lebih lanjut dapat diakses di www.duniagames.co.id

Dampak Ekonomi-Sosial Budidaya Ikan Nila Bagi Masyarakat Toba

TOBA, SUMUTPOS.CO – Sebagai danau terbesar di kawasan Asia Tenggara, Danau Toba menyimpan berbagai potensi ekonomi. Mulai dari usaha transportasi air, pertanian, peternakan, budidaya perikanan, industri, sampai pariwisata. Danau Toba bukan saja menjadi objek keindahan alam, tapi juga membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Salah satu kegiatan ekonomi yang paling berkembang di Danau Toba adalah budidaya ikan nila atau tilapia dengan sistem Keramba Jaring Apung (KJA). Perputaran ekonomi budidaya perikanan, khususnya ikan Nila dapat mencapai hingga Rp5 triliun per tahun.

Data Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Sumatera Utara pada tahun 2020 menunjukkan, produksi ikan nila di Danau Toba adalah sebesar 80.941 ton.

Ekspor ikan nila dari Danau Toba juga memberi kontribusi sebesar 21% untuk Produk Domestik Regional Bruto di wilayah Danau Toba dan dinilai jauh lebih besar dari sumbangan sektor lain. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) 2021, volume ekspor ikan nila pada 2020 mencapai 12,29 ribu ton dengan nilai ekspor 1,5 Triliun Rupiah. Dan penyumbang ekspor tilapia terbesar adalah Sumatera Utara, yakni sekitar 95%.

Namun demikian, seiring dengan kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan Danau Toba sebagai tujuan wisata super prioritas, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/213/KPTS/2017 tentang Daya Dukung dan Daya Tampung Danau Toba, serta SK Gub Nomor 188.44/209/KPTS/2017 mengenai Status Trofik Danau Toba. SK menyebut daya dukung Danau Toba untuk KJA menjadi 10.000 ton per tahun, dengan tujuan agar kualitas air yang tercemar dapat terkendali.
SK tersebut menetapkan bahwa Danau Toba merupakan danau berstatus oligotrofik atau danau dengan kandungan zat hara yang sangat rendah. Oleh sebab itu, perlu adanya upaya untuk memperbaiki atau mengembalikan kesuburan Danau Toba.

Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), Rokhmin Dahuri menanggapi pembatasan total ikan nila dari KJA sebesar 10.000 ton per tahun menurutnya tidak akan menyelesaikan masalah. Justru, lanjut dia, kebijakan itu akan mengakibatkan berbagai masalah baru seperti puluhan ribu orang menganggur, negara kehilangan devisa Rp1,5 triliun per tahun, kerugian ekonomi mencapai lebih dari Rp5 triliun per tahun. Kemudian, penurunan ekonomi wilayah di sekitar Danau Toba di 7 kabupaten, serta memburuknya iklim investasi dan kemudahan berbisnis.

Perlu diketahui, data GPMT Sumatera Utara 2020 menunjukkan, usaha KJA di Danau Toba menyerap tenaga kerja lebih dari 12.300 orang. Tenaga kerja yang terlibat mulai dari sektor hulu hingga hilir, seperti pabrik pakan, hatchery, pembesaran, bersama pengolahan ikan nila, pabrik es, cold storage, hingga packaging. Jumlah tersebut tidak termasuk tenaga kerja di rumah makan, hotel, bersama dan distribusi, serta jasa terkait lainnya.

“Saya ungkapkan bahwa budidaya ikan nila di Danau Toba itu sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat, itu harusnya ditumbuh kembangkan, bukan untuk dimatikan,” kata Rokhmin dalam Webinar Katadata Forum Virtual Series, dengan tema ‘Potensi Ekonomi-Sosial Ikan Nila Untuk Masyarakat Toba’, Kamis (16/12).

Menurut Rokhmin, sejatinya pariwisata dan aktivitas budidaya ikan dalam KJA yang ramah lingkungan bisa berdampingan dan berkembang bersama, dengan catatan ada pengaturan yang jelas. Kata dia, negara-negara lain seperti Jepang dan Malaysia dapat menjadikan KJA sebagai obyek wisata.

Ia pun memberikan beberapa rekomendasi terkait pengelolaan KJA Danau Toba. Diantaranya, pembatasan produksi ikan nila dari budidaya dalam KJA rata-rata 55.000 ton per tahun, sesuai perhitungan daya dukung Litbang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2018.

Kemudian, semua aktivitas budidaya KJA harus ramah lingkungan dan memiliki sertifikat Cara Budidaya Ikan yang baik dan Benar (CBIB), serta sertifikasi dari lembaga internasional untuk pasar ekspor. Lalu, Zonasi lokasi KJA juga sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) perairan Danau Toba yang disepakati oleh semua stakeholder utama. Serta, diberlakukan juga pembagian zonasi, baik zonasi untuk lokasi budidaya perikanan, industri lainnya maupun pengembangan pariwisata.

“Jadi, kalau ada sektor yang sudah terbukti sebagai pertumbuhan ekonomi, memberikan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan, Tidak seharusnya dihilangkan,” ucap Rokhmin.

Guru Besar IPB, sekaligus Ketua Tim Riset Care LPPM IPB University tentang Resolusi Konflik Dalam Penanganan Sumber Daya Alam Danau Toba, Manuntun Parulian Hutagaol mengungkapkan terdapat banyak entitas yang dapat memberikan dampak pada lingkungan, seperti sungai-sungai kecil yang berjumlah lebih dari 100 sungai, industri perikanan, perhotelan, resto, pemukiman penduduk, pertanian hingga pasar.

Oleh karenanya, kata dia, industri KJA Danau Toba perlu dipertahankan karena memberikan dampak maupun kontribusi besar pada perekonomian di Kawasan Danau Toba. Salah satunya, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta sebagai pondasi keberagaman basis perekonomian masyarakat Toba. Ia mengatakan, angka kemiskinan di Danau Toba sekitar 10% dan pendapatan rata-rata per kapita per tahun mereka jauh di bawah rata-rata nasional.

“Jadi memang betul-betul dibutuhkan suatu kegiatan ekonomi, pariwisata dan industri lainnya itu untuk menggerakan perekonomian Danau Toba, sehingga kemiskinan yang terjadi di sana bisa segera teratasi. Seperti saya temukan dari literatur, bahwa kemiskinan adalah musuh lingkungan dan faktor penting di balik kerusakan lingkungan,” ujar Parulian.

Selain itu, dalam kondisi sekarang ini menurutnya tidak mungkin perairan Danau Toba diupayakan menjadi Oligotropik. Sebab, secara teknis sangat sulit memperbaiki dari Status Eutropik ke Status Oligotropik.

“Secara legal juga tidak mungkin melaksanakan atau menyelenggarakan kegiatan wisata di perairan Oligotrofik, wisata hanya diperbolehkan di perairan Mesotrofik, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air,” jelasnya.

Kemudian, Dosen dan Peneliti dari Universitas Sumatera Utara, Ternala Alexander Barus mengatakan, status trofik atau kualitas perairan Danau Toba saat ini adalah mesotrofik. Namun demikian, proses eutrofikasi bisa saja akan terjadi nantinya sesuai dengan proses penuaan danau, baik secara alami maupun akibat meningkatnya nutrien yang masuk ke danau dan bersumber dari berbagai aktivitas masyarakat dalam memanfaatkan Danau Toba.

Maka dari itu, lanjut dia, perlu dikaji ulang penentuan kapasitas daya tampung perikanan Danau Toba melalui sebuah penelitian yang komprehensif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di kawasan Danau Toba.

“Banyak alternatif yang bisa dilakukan supaya pencemaran bisa seminimal mungkin. Bisa dari pakannya, dari sistem keramba jaring apungnya dan lain sebagainya. Itu bisa kita lakukan, sehingga ada KJA yang ramah lingkungan. Tinggal komitmen kita mau enggak itu dilakukan. Pencemaran dapat kita minimalkan dengan segala teknologi yang ada, itu bisa dilakukan,” pungkas Ternala.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumatera Utara Gusmiyadi menyebut ada beberapa upaya terkait penanganan KJA yang semakin merambah di perairan Danau Toba. Sebab, kata dia, KJA bukan hanya milik beberapa perusahaan, tapi juga masyarakat dengan kapasitas luar biasa besar. Luas permukaan KJA jika dibandingkan dengan luas permukaan Danau Toba hanya sekitar 0,4%, sehingga sangat tidaklah mungkin KJA merupakan satu-satunya sumber pencemar yang ada di Danau Toba.

Beberapa upaya tersebut antara lain, mendudukkan kembali hasil kajian Danau Toba yang ada saat ini. Serta, jika nantinya ada peluang penambahan daya tampung KJA Danau Toba, perlu ada komitmen dari semua pihak untuk membina kelompok-kelompok tani atau kelompok pembudidaya, untuk bisa mengoptimalkan KJA menjadi bagian dari kegiatan pariwisata.

Menurut Gusmiyadi, kebijakan ke depan tidak bisa hanya sebatas untuk meniadakan KJA, tetapi harus memberikan solusi terhadap aktivitas ekonomi yang dimiliki masyarakat. Kebijakan pengurangan KJA diperlukan kajian yang mendalam dan tidak bisa gegabah dalam melaksanakannya, 12.300 orang akan terdampak dalam kebijakan ini, hal ini akan menimbulkan dampak sosial yang begitu besar. Pasokan ikan air tawar di Sumut dan beberapa daerah lain pastinya akan terganggu.

“Ini merupakan persoalan prioritas yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah Sumatera Utara, sehingga kemudian Kesejahteraan Rakyat tidak harus dipertaruhkan,” ujarnya.(rel)

IKLAB Raya Segera Gelar Sarasehan Refleksi 13 Tahun Pemekaran Labuhanbatu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemekaran Kabupaten Labuhanbatu telah berjalan selama 13 tahun. Namun, cita-cita awal pemekaran tersebut hingga kini belum terlaksana secara maksimal.

Karenanya, Ikatan Keluarga Labuhanbatu (IKLAB) Raya akan menggelar sarasehan sekaligus silaturahim dengan tiga kepala daerah Labuhanbatu Raya bertajuk, “Refleksi 13 Tahun Pemekaran Kabupaten Labuhanbatu; Harapan Baru Wujudkan Cita-cita Pemekaran Labuhanbatu” di Hotel Grand Inna, Jalan Balaikota No 2 Medan, Sabtu (18/12/2021).

Ketua Panitia Drs Rivai Nasution MM didampingi Sekretaris Panitia Ahmad Untung Lubis SSos MM mengatakan, acara ini bertujuan merajut hubungan yang harmonis antara tiga kepala daerah se- Kabupaten Labuhanbatu Raya yang telah terpilih secara langsung oleh rakyat.

“Kita berharap, melalui acara ini bisa membangun komunikasi yang berkesinambungan antara ketiga Pemkab dengan mantan tim pemekaran yang tergabung dalam Iklab Raya, demi percepatan pembangunan di Labuhanbatu Raya,” kata Rivai, Kamis (16/12).

Menurut Rivai, di kepengurusan Iklab Raya saat ini sangat banyak potensi SDM yang bisa diandalkan, karena terdiri dari berbagai berprofesi seperti akademisi, praktisi, birokrat, dan politisi. “Tentu potensi ini dapat diberdayakan dalam menopang pembangunan di tiga kabupaten produk pemekaran yang kita cintai ini,” ujar Rivai.

Disebut Rivai, acara ini akan dihadiri ketiga kepala daerah dan wakil kepala daerah Labuhanbatu Raya yakni, dr H Erik Adtrada Ritonga MKM dan Hj Ellya Rosa Siregar SPd MM (Labuhanbatu, H Edimin dan H Ahmad Padli Tanjung SAg (Labuhanbatu Selatan), serta Hendriyanto Sitorus SE MM dan H Samsul Tanjung ST MH (Labuhanbatu Utara).

Adapun narasumber yang akan menyampaikan materi yakni Dr Ir Hj R Sabrina MSi (mantan Pj Bupati Labusel dan Sekdaprovsu), Rambe Kamarul Zaman MSc MM, dan Prof Dr Suwardi Lubis MS. Sedangkan Dr Anang Anas Azahar MA bertindak sebagai moderator.

Selain diskusi dan bersilaturahim, juga akan dilakukan penganugerahan tokoh nasional kepada Alm H Abdul Wahab Dalimunthe yang merupakan pemrakarsa sekaligus tokoh utama Pemekaran Kabupaten Labuhanbatu. Penganugerahan Tokoh Pendidikan kepada Dr H Amarullah Nasution SE, dan penyerahan penghargaan kepada ketiga bupati dan narasumber.

“Peran serta Iklab Raya sangat begitu besar dalam memperjuangkan pemekaran Labuhanbatu ini. Perjuangan dan upaya kita semua dalam mewujudkan pemekaran, di bawah komando sesepuh kita Bapak Alm H Abdul Wahab Dalimunthe SH. Makanya, sudah selayaknya kita sematkan label tokoh nasional kepada beliau,” ungkap Rivai.

Rivai juga mengharapkan dukungan dan partisipasi dari semua pihak terutama kehadiran para bupati dan wakil bupati pada acara ini. “Di akhir rangkaian kegiatan nanti, akan diberikan piagam penghargaan kepada seluruh Tim Pemekaran Labuhanbatu Raya berdasarkan nama-nama yang tercatat pada Panitia Pendukung Proses Percepatan Pemekaran Kab.Labuhanbatu (P5KLB) berdasarkan keputusan Bupati Labuhanbatu saat itu,” pungkasnya.

Terpisah, Drs H Daudsah Munthe MM mewakili Ketua Tim Pemekaran, berharap melalui pertemuan ini, Iklab Raya bersama Bupati Labuhambatu Raya dapat lebih bersinergi melakukan berbagai kerjasama dalam rangka percepatan pembangunan di 3 kabupaten tersebut.

“Ke depannya tidak tertutup kemungkinan Labuhanbatu Raya ini menjadi bagian dari pemekaran Provinsi Sumatera Utara,” pungkasnya. (adz)