29 C
Medan
Thursday, January 22, 2026
Home Blog Page 2942

Fasilitas Ekspor Ikan Kering ke Taiwan, Kemendag Bantu UMKM Go Global

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dukung UMKM go Global, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei membantu dalam menembus pasar ekspor melalui penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) yang digelar secara virtual. Acara pelepasan ekspor perdana ikan kering ke Taiwan sebanyak dua ton dengan nilai Rp 440 juta dilakukan secara hibrida, hari ini, Selasa (16/11).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi melakukan pelepasan ekspor perdana 2 ton ikan kering dari pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, ke Taiwan secara virtual pada Selasa (16 Nov).

Hal ini disampaikan Dirjen PEN Kementerian Perdagangan Didi Sumedi saat menghadiri kegiatan pelepasan ekspor perdana ikan kering ke Taiwan. Hadir dalam acara pelepasan ekspor, Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, Taiwan Budi Santoso, Direktur Pengembangan Produk Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Miftah Farid, serta Direktur PT Kartika Amanah Sejahtera Sri Hendarto.

“Pelepasan ekspor ini merupakan salah satu bentuk dukungan nyata Pemerintah dalam mengembangkan UMKM Go Global. Keberhasilan menembus pasar ekspor ini merupakan proses yang panjang dan tidak mudah sehingga keberhasilan UMKM dalam menembus pasar global menjadi prestasi yang membanggakan dan harus dikembangkan,” ujar Didi.

Menurut Didi, Taiwan memiliki pasar yang cukup potensial. Populasi warga negara Indonesia di Taiwan merupakan salah satu jumlah yang terbanyak di dunia, yaitu sekitar 300 ribu orang. Selain itu, Taiwan merupakan negara dengan standar kualitas yang cukup tinggi. Artinya, UMKM yang telah menembus pasar Taiwan dapat memenuhi standar global.

“Banyaknya diaspora Indonesia di Taiwan dapat dimanfaatkan untuk membantu ekspor ke Taiwan. Ke depan, KDEI diharapkan terus melakukan pengembangan dan penetrasi pasar Indonesia di Taiwan melalui diaspora,” terang Didi.

Sementara itu Kepala KDEI Budi santoso menyampaikan, KDEI Taipei terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Taiwan dengan berbagai keterbatasan kondisi karena pandemi yang masih berlangsung. Salah satu cara yang sering dilakukan melalui virtual business matching dengan berkoordinasi dengan Ditjen PEN secara reguler.

“Fasilitasi pertemuan bisnis antara UMKM Indonesia dengan perusahaan Taiwan menjadi prioritas KDEI. Jumlah diaspora yang mencapai 300 ribu orang dapat memaksimalkan pemasaran produk UMKM sekaligus menjadi pintu masuk produk Indonesia ke Taiwan. Pelepasan ekspor perdana ini menjadi salah satu bentuk nyata dukungan Kemendag terhadap UMKM agar semakin percaya diri dalam menembus pasar global, khususnya ke Taiwan,” terang Budi.

Direktur PT Kartika Amanah Sejahtera Sri Hendarto mengapresiasi dukungan Pemerintah yang telah memfasilitasi pertemuan bisnis dengan importir dari Taiwan . “Diharapkan pelepasan ekspor perdana menjadi langkah untuk memperluas pasar ekspor negara di kawasan Asia lainnya,” ucapnya.

Pada periode Januari—Agustus 2021, neraca perdagangan Indonesia-Taiwan tercatat mengalami surplus sebesar USD 1,36 miliar. Surplus tersebut disumbang dari sektor nonmigas sebesar USD 1 miliar dan surplus sektor migas sebesar USD 363 juta.

Pada periode tersebut, ekspor nonmigas Indonesia ke Taiwan didominasi besi dan baja (HS 72) dengan nilai mencapai USD 1,5 miliar atau tumbuh 136 persen (YoY). Kemudian diikuti batubara (HS 27) dengan nilai USD 680,39 juta, atau naik 3,8 persen. Produk dengan pertumbuhan ekspor tertinggi antara lain bijih, kerak, dan abu logam (HS 26) meningkat sebesar 10.276,4 persen dan tembaga (HS 74) sebesar 226,3 persen (YoY).

Sedangkan, produk impor terbesar Indonesia dari Taiwan yaitu mesin/peralatan listrik (HS 85) dengan nilai USD 992,10 juta, diikuti dengan komoditas pesawat mekanik (HS 84) senilai USD 314,55 juta; plastik dan barang dari plastik (HS 39) senilai USD 264,8 juta; serta besi dan baja (HS 72) senilai USD 156,24 juta. (*/sih)

Kembali Longsor, Arus Lalu Lintas Medan-Berastagi Terputus Total

SUMUTPOS.CO – Arus lalu lintas Medan-Berastagi kembali terputus total. Hal ini disebabkan tanah longsor berasal dari tebing, tepatnya di KM 50+600 Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Deliserdang, pada Pukul 17.45 WIB, Selasa (16/11).

Demikian disampaikan Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Dirlantas Polda Sumut), Kombes Pol Valentino Tatareda kepada Sumut Pos di Medan.

“Arus lalu lintas terputus total, komunikasi juga terputus karena listrik padam,” ujarnya.

Dijelaskannya, saat ini personel dari Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Besar (Satlantas Polrestabes) Medan, Kepolisian Sektor (Polsek) Pancur Batu, personel Balai Jalan Nasional bersama dengan masyarakat sudah berada di tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengerahkan alat berat untuk menggeser material tanah dari jalan.

“untuk korban jiwa sampai saat ini nihil. Perkembangan situasi akan segera dilaporkan kemudian,” katanya.

Valentino mengimbau kepada warga pengguna jalan raya agar berhati-hati melintas kawasan tersebut. “Jika belum terlanjur mencapai jalan itu lebih baik putar kendaraan dan cari jalan alternatif lain yang lebih aman,” pungkasnya. (Dwi)

Optimisme Pemerintah dalam Meningkatkan Perekonomian Nasional Didukung Laju Pertumbuhan Positif dan Resiliensi Berbagai Sektor

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Keberhasilan dalam mengendalikan kasus Covid-19 di berbagai belahan dunia telah menimbulkan sinyal pemulihan ekonomi di banyak negara. Ekonomi global diproyeksikan dapat tumbuh di kisaran 5,6%-5,9% (yoy) di 2021 dan kisaran 4,3%-4,9% pada tahun 2022. Namun demikian, pandemi Covid-19 masih akan menjadi tantangan utama perekonomian global dalam jangka pendek. Selain itu, berbagai risiko juga masih membayangi perekonomian global ke depannya, seperti ketidakpastian geopolitik, tapering off The Fed, krisis energi, dan perubahan iklim.

Meskipun saat ini kondisi pandemi di Indonesia sudah semakin membaik dengan kasus harian sudah di bawah 500 kasus dan terendah di ASEAN, namun kondisi pandemi Covid-19 tetap harus diwaspadai karena di beberapa negara sedang terjadi kenaikan kasus kembali. Hanya saja kondisi yang membaik ini tetap perlu disyukuri, mengingat hal tersebut merupakan hasil kerja keras dari semua pihak, baik dari masyarakat maupun Pemerintah.

“Kondisi yang membaik ini telah membuat ekonomi tumbuh positif sebesar 3,51% (yoy) di Triwulan III-2021. Optimisme terhadap peningkatan perekonomian juga didukung dari sisi demand maupun supply,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara CEO Networking 2021 yang bertema “Stepping up to Regained the Economy”, secara virtual di Jakarta, Selasa (16/11).

Pada sisi demand, Konsumsi Rumah Tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto menjadi kontributor utama pada sektor perekonomian dan terus terjaga pada pertumbuhan positif. Hal serupa terjadi pada sisi supply di mana berbagai sektor tumbuh positif dan memiliki resiliensi baik di tengah pandemi Covid-19. Sektor yang tumbuh positif antara lain adalah Sektor Industri Pengolahan, Pedagang Besar dan Eceran, Pertambangan, dan Pertanian.

Memasuki Triwulan IV-2021, Menko Airlangga menyampaikan bahwa berbagai indikator utama telah menunjukkan perbaikan. Aktivitas manufaktur telah kembali ke level ekspansif dan terus meningkat ke level tertinggi sejak April 2011 yakni mencapai 57,2. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga memperlihatkan perbaikan signifikan hingga ke level optimis sebesar 113,4. “Sejalan dengan konsistensi penurunan kasus harian Covid-19 yang diiringi pelonggaran PPKM lebih luas, indikator lainnya diperkirakan juga akan mulai kembali menguat di Triwulan IV-2021,” ungkap Menko Airlangga.

Perbaikan di sektor riill juga didukung oleh perbaikan di sektor eksternal. Pemulihan permintaan global dan meningkatnya harga komoditas global telah mendorong berlanjutnya surplus neraca perdagangan Indonesia hingga 18 bulan berturut-turut dengan akumulasi surplus sepanjang tahun 2021 mencapai US$ 30,8 Miliar. Capaian ini juga didukung oleh strategi kebijakan Pemerintah dalam menjaga pasokan ekspor dan pemberian insentif untuk mendorong ekspor.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kinerja ekspor Indonesia mengalami peningkatan signifikan pada bulan Oktober 2021 yang mencapai sebesar US$22,03 miliar.  Nilai ekspor ini tercatat mengalami kenaikan sebesar 6,89% (mtm) jika dibandingkan ekspor bulan September 2021 dan juga mencatat peningkatan sebesar 53,35% (yoy) atau US$14,36 miliar dibandingkan Oktober 2020.  Nilai ekspor ini  juga kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, setelah sebelumnya terjadi pada bulan Agustus 2021 yang mencapai US$21,42 miliar.

Peningkatan ekspor di Oktober 2021 tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan dari negara-negara tujuan ekspor Indonesia, yang tercermin dari nilai serta volume ekspor beberapa komoditas andalan, seperti batubara, crude palm oil (CPO), serta besi dan baja.

“Komitmen Pemerintah dalam mengendalikan pandemi juga memberikan sentimen positif di pasar keuangan. IHSG terus menunjukkan perbaikan hingga mencapai level 6.651 per 12 November 2021, lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi. Nilai tukar rupiah juga telah kembali mendekati ke level sebelum pandemi, yakni di level 14.236/US$ per 12 November 2021,” jelas Menko Airlangga.

Pemerintah akan tetap menjaga fleksibilitas APBN dan melanjutkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Penguatan program perlindungan sosial (perlinsos) yang berfokus pada masyarakat miskin dan rentan akan membantu menjaga pemenuhan kebutuhan dasar. Selanjutnya, Pemerintah memberikan dukungan insentif fiskal untuk wajib pajak terdampak Covid-19. Pelaku usaha, baik korporasi maupun UMKM, dapat memanfaatkan insentif ini untuk meminimalisasi biaya sehingga dapat fokus untuk menjalankan operasional bisnisnya selama pandemi.

Pemerintah juga akan tetap memberikan dukungan kepada dunia usaha untuk menjaga proses keberlangsungan usaha selama masa pemulihan. Khusus untuk UMKM, berbagai program telah diberikan antara lain Subsidi Bunga, Penempatan Dana Pemerintah pada Bank Umum Mitra untuk mendukung perluasan kredit modal kerja dan restrukturisasi kredit UMKM, Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM, Banpres Produktif Usaha Mikro, Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung, dan insentif PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah (DTP). Per 12 November 2021, total realisasi program PEN telah mencapai Rp483,91 triliun atau 65% dari total pagu anggaran Rp744,77 triliun.

Dukungan peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM juga dijalankan melalui kebijakan KUR. Pemerintah telah meningkatkan plafon pembiayaan KUR di 2021 menjadi Rp285 triliun. Pemerintah juga merelaksasi kebijakan KUR untuk memudahkan pembiayaan bagi UMKM selama masa pandemi, dan menambahkan skema KUR Super Mikro untuk pekerja terkena PHK dan Ibu rumah tangga. Realisasi penyaluran KUR pada 2021 meningkat signifikan dan telah mendekati pola normal dengan realisasi sampai 15 November 2021 mencapai Rp244,22 triliun (85,69% dari perubahan target Rp285 triliun) dan diberikan kepada 6,45 juta debitur. Total outstanding KUR per 15 November 2021 sebesar Rp360,36 triliun yang diberikan kepada 31,17 juta debitur.

“Program Kartu Prakerja juga terus diberikan sebagai semi-bansos yang membantu menjaga daya beli masyarakat selama masa pandemi. Program ini juga mendorong peningkatan kemampuan peserta sehingga dapat membantu meningkatkan tingkat penyerapan tenaga kerja. Hingga 2 November 2021, realisasi insentif dari Kartu Prakerja Nasional telah mencapai Rp10,7 triliun, dengan jumlah penerima insentif sebanyak 5,6 juta orang,” ungkap Menko Airlangga.

Reformasi struktural pasca pandemi juga dilakukan melalui UU Cipta Kerja guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat, serta keluar dari middle income trap. Undang-Undang ini akan memberikan kemudahan berusaha di seluruh sektor usaha sehingga dapat meningkatkan iklim investasi, produktivitas, dan penciptaan lapangan kerja.

“Salah satu implementasi UU Cipta Kerja adalah sistem perizinan berbasis risiko (OSS-RBA) yang telah diluncurkan pada 9 Agustus 2021. Pemerintah juga telah memperluas bidang usaha untuk penanaman modal disertai dengan insentif fiskal dan nonfiskal sehingga dapat mendorong penciptaan lapangan kerja baru,” ujar Menko Airlangga.

Pemerintah juga senantiasa mendorong kerja sama internasional melalui berbagai forum, salah satunya melalui Presidensi G20 Indonesia serta COP26. Forum G20 sendiri akan mendorong peningkatan investasi dan perdagangan internasional, sekaligus mendukung pemulihan ekonomi Indonesia. Sementara, Forum COP26 akan mendorong penciptaan ekonomi hijau (rendah emisi karbon) yang berkelanjutan. Hal ini tentunya akan menjadi sentimen positif bagi perekonomian Indonesia di tahun depan.

“Koordinasi dan sinergi dengan seluruh stakeholders akan terus ditingkatkan agar momentum pemulihan dapat terjaga. Saya berharap seluruh pihak di industri pasar modal Indonesia juga dapat meningkatkan kontribusinya sebagai sarana alternatif pembiayaan pembangunan ekonomi sehingga dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional,” tutup Menko Airlangga.

Turut hadir dalam acara ini yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi, Direktur Self Regulatory Organization (SRO), dan perwakilan perusahaan tercatat. (rep/fsr/*)

Cegah Kenaikan Kasus dan Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Terus Monitor Perkembangan di Dalam dan Luar Negeri

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali terus dilakukan setiap minggu, meskipun periode PPKM kali ini masih akan berlanjut hingga 22 November 2021. Beberapa indikator pandemi memang terus konsisten mengalami perbaikan dari minggu sebelumnya, namun ada sedikit kenaikan dari sisi angka reproduksi kasus efektif di beberapa pulau.

Berdasarkan data per 14 November 2021, jumlah Kasus Aktif sebesar 9.018 kasus atau 0,2% dari total kasus, dan ini jauh lebih baik daripada rata-rata Global yang sebesar 7,4%. Apabila dibandingkan dari kondisi puncak di 24 Juli 2021, maka persentasenya sudah turun -98,43%. Kasus Konfirmasi Harian rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 384 kasus dengan tren penurunan, data per 14 November sebanyak 399 kasus, atau sudah turun -99,4% dari situasi puncak 15 Juli 2021.

Secara nasional, persentase Tingkat Kesembuhan (Recovery Rate/RR) adalah 96,41%, Tingkat Kematian (Case Fatality Rate/CFR) adalah 3,38%, dengan penurunan total kasus aktif adalah -97,59%.

Angka Reproduksi Kasus Efektif (Rt) Covid-19 Indonesia mengalami sedikit peningkatan dari 0,95 (pada 5 November 2021) menjadi 0,96 (pada 11 November 2021), namun masih di bawah 1,00 (terkendali). “Potensi peningkatan kasus, walaupun kecil akan terus dimonitor dan diwaspadai oleh Pemerintah,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Ratas Evaluasi PPKM, Senin (15/11).

Jika diperhatikan per pulau, Rt semua pulau sudah berada di bawah 1 (terkendali). Namun di Pulau Jawa, Bali, dan Kalimantan Rt-nya sedikit naik selama sepekan terakhir ini. Rt Jawa naik dari 0,93 menjadi 0,95, sedangkan Bali naik dari 0,97 menjadi 0,98, dan Rt Kalimantan dari 0,96 menjadi 0,98. Kemudian, ada 4 pulau yang Rt-nya tetap yakni Sumatera (0,96), Papua (0,98), Nusa Tenggara (0,98), dan Sulawesi (0,95). Sedangkan, yang turun adalah Rt Maluku dari 1,01 menjadi 1,00.

Menko Airlangga melanjutkan, arahan Presiden Jokowi untuk harus terus memperhatikan kunjungan warga negara asing ke Indonesia. “Tingkat kasus di negara lain juga harus terus dimonitor sebelum membuka (kunjungan dari dan ke) negara-negara lain. Kalau untuk persiapan libur Nataru, akan didalami kembali seminggu ke depan, sebelum diumumkan ke masyarakat,” ucapnya.                                                                                                               

Perkembangan Kondisi Luar Jawa-Bali

Dilihat dari jumlah Kasus Aktif di Luar Jawa-Bali, per 14 November 2021 sebesar 4.339 kasus atau 0,31% dari total kasus, atau sudah menurun -98,0% dari puncaknya di 6 Agustus 2021. Kasus Konfirmasi Harian rata-rata 7 hari (7DMA) per 14 November 2021 sebesar 135 kasus, dengan tren penurunan sebanyak 117 kasus.

Kasus kematian (CFR) per 14 November 2021 berjumlah 7 kasus dengan total 43.522 kematian (CFR 3,12%). Tingkat kesembuhan (RR) harian per 14 November bertambah 191 orang dengan total 1.345.623 orang (RR 96,57%). “Tren penurunan cukup konsisten untuk Kasus Konfirmasi Harian dan jumlah Kasus Aktif di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali,” imbuh Menko Airlangga.

Proporsi Kasus Konfirmasi Harian dari Luar Jawa-Bali terhadap tambahan kasus nasional per 14 November 2021 adalah sebesar 39,8% (135 dari 339 kasus baru), dan jumlah ini mulai menurun di bawah proporsi Jawa-Bali sejak akhir Oktober 2021. Per 14 November 2021, Kasus Aktif di luar Jawa-Bali adalah sebesar 48,1% dari total Kasus Aktif nasional (4.339 dari 9.018 kasus aktif).

Untuk di Luar Jawa-Bali, jumlah kasus yang sembuh (RR), kasus kematian (CFR), dan penurunan jumlah total kasus aktif total, adalah sbb:

Sumatera: RR = 96,17% dan CFR = 3,58%, dengan penurunan (jumlah total kasus aktif) -98,34%

Nusa Tenggara: RR = 97,47% dan CFR = 2,35% dengan penurunan -98,72%

Kalimantan: RR = 96,75% dan CFR = 3,17% dengan penurunan -99,39%

Sulawesi: RR = 97,20% dan CFR = 2,63% dengan penurunan -98,83%

Maluku dan Papua: RR = 95,97% dan CFR = 1,75% dengan penurunan -89,81%

Mengenai Level Asesmen per 13 November 2021, dari 27 Provinsi di Luar Jawa-Bali tercatat bahwa seluruh provinsi berada pada Level Transmisi Komunitas tingkat 1, namun kondisi berbeda terjadi pada sisi Kapasitas Respon. Level Asesmen Situasi Pandemi: tidak ada Provinsi di Level 4 dan 3; sebanyak 25 Provinsi berada di Level 2 (karena kapasitas respon “Sedang” atau “Terbatas”); serta 2 Provinsi yang berada di Level 1 dengan kapasitas respon memadai (Provinsi Kep. Riau dan Nusa Tenggara Barat). Dari sisi capaian vaksinasi, hanya 1 Provinsi dengan tingkat Vaksinasi Dosis-1 pada Level “Memadai” (>70%), yaitu Kep. Riau (91,88%), 11 Provinsi di Level Sedang (50-70%), dan 15 Provinsi pada Level Terbatas (<50%).

“Level Asesmen pada tingkat Kabupaten/Kota, tidak ada yang masuk di Level 4, namun masih ada 5 Kabupaten/ Kota di Level 3, yaitu Tana Tidung, Gayo Lues, Sorong, Kota Subulussalam, dan Teluk Bintuni. Sebanyak 207 Kabupaten/ Kota di Level 2, dan terjadi peningkatan Kabupaten/ Kota di Level 1 yaitu sebanyak 174 Kabupaten/ Kota,” jelas Menko Airlangga.

Untuk 5 Kabupaten/Kota Penyelenggara World Superbike (WSBK) Mandalika, yakni Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Timur, dan Lombok Tengah, dan Lombok Barat, kesemuanya berada pada Level Asesmen 1. Menyoal pencapaian vaksinasi saat penyelenggaraan Superbike, yang ditargetkan mencapai 70% Dosis-1 sebelum event dilaksanakan, saat ini dari 5 Kabupaten/Kota di Pulau Lombok, tinggal 1 Kabupaten lagi yang belum mencapai 70% yaitu Lombok Timur yang mencapai 68,99%, dan segera akan dikejar pencapaiannya dalam minggu ini.

Perkembangan Sisi Ekonomi

Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) s.d. 12 November 2021 mencapai Rp483,91 triliun atau 65,0% dari pagu Rp744,77 triliun. Jika dilihat per klaster, maka realisasinya adalah sbb:

Realisasi Klaster Kesehatan sebesar Rp129,30 triliun (60,1%);

Realisasi Klaster Perlinsos sebesar Rp139,04 triliun (74,5%);

Realisasi Klaster Program Prioritas sebesar Rp74,39 triliun (63,1%);

Realisasi Klaster Dukungan UMKM dan Korporasi sebesar Rp78,73 triliun (48,5%);

Realisasi Klaster Insentif Usaha sebesar Rp62,47 triliun (99,4%).

Realisasi Klaster Kesehatan yang sebesar Rp129,30 triliun yang utama adalah untuk Diagnostik (Testing dan Tracing) realisasi sebesar 68,7% atau Rp3,09 triliun; Therapeutic (Insentif dan Santunan Nakes) sebesar Rp14,47 triliun atau 76,4%; dan Vaksinasi (Pengadaan dan Pelaksanaan) sebesar 46,1% atau Rp26,6 triliun.

Sementara itu, realisasi dari klaster Perlinsos yang sebesar Rp132,49 triliun, antara lain digunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar 94,3% atau Rp28,31 triliun dari pagu Rp28,31 triliun, Kartu Sembako sebesar 66,6% atau Rp33,22 triliun dari pagu Rp49,89 triliun, BLT Desa sebesar 65,5% atau Rp18,85 triliun dari pagu Rp28,80 triliun, dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar 76,1% atau Rp6,70 triliun dari pagu Rp8,80 triliun.

Untuk Kartu Prakerja hingga 12 November 2021, telah diberikan kepada 5.932.867 Penerima untuk Batch 12-22, dan 5.764.498 (96%) Penerima telah menyelesaikan pelatihan, serta 5.667.110 juta (95%) Penerima telah mendapatkan insentif. Total insentif yang disalurkan selama 2021 sebesar Rp11,6 triliun,” pungkas Menko Airlangga. (rep/fsr/hls/*)

Isuzu Permudah Jalur Komunikasi dengan Karoseri

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Segmen kendaraan niaga begitu pesat, seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Maka dari itu, seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi maka perlu menghadirkan aplikasi untuk konsumen.

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) pun langsung bergerak cepat dengan menghadirkan aplikasi sesuai dengan kebutuhan konsumen, terutama dari sisi karoseri.  

Attias Asril selaku Marketing Division Head Isuzu Indonesia mengatakan, pastinya Isuzu dan karoseri menginginkan customer mendapatkan product yang fit, proses yang cepat dan mudah serta kompetitif biaya kepemilikian dan operasionalnya.

Untuk menyediakan kebutuhan customer tersebut tentunya Isuzu dan karoseri harus berkolaborasi dalam membuat end product. End product ini merupakan kolaborasi antara chassis dan aplikasi. 

“Isuzu memastikan chassis yang dibuat dapat memenuhi kebutuhan customer termasuk dengan potensi aplikasinya yang dapat diinstall dengan mudah dan cepat oleh karoseri. Nanti setelah product ini dipakai oleh customer Isuzu juga akan menjaga aftersales service product tersebut, ujar Attias, Senin (15/11/2021).

Attias menjelaskan, salah satu syarat untuk dapat memproduksi suatu aplikasi pada kendaraan niaga, karoseri membutuhkan SKRB (Surat Keterangan Rancang Bangun) yang harus diajukan kepada Kementerian Perhubungan.

Dalam proses pembuatan aplikasi tersebut, APM dan Karoseri perlu bertukar informasi dan dokumen teknis, misalnya dari Isuzu untuk Karoseri, seperti Surat Uji Tipe (SUT), Gambar 2D, Body Builder Guide (BBG) untuk memberikan panduan dalam pembuatan aplikasi, informasi terkait regulasi dan lainnya. 

“Harapan kita adalah kebutuhan customer dapat terpenuhi. Karoseri juga ikut ambil peran dalam memenuhi kebutuhan customer jadi kita harus saling bekerja sama. Saat ini hal yang dibutuhkan karoseri dari kami sebagai APM adalah SUT, Drawing, Body Builder Guide dan surat rekomendasi SKRB sebagai syarat untuk pembuaatan SKRB-nya,” tutur Attias.

Dikarenakan banyaknya dokumen teknis dan banyaknya jumlah perusahaan karoseri di Indonesia, sehingga dibutuhkan 1 platform yang memudahkan kedua belah pihak untuk bertukar informasi. 

Sehingga pada pameran otomotif, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, Isuzu Indonesia meresmikan portal Karoseri, yang bertujuan sebagai jembatan komunikasi dan pertukaran informasi serta dokumen-dokumen antara APM dan karoseri agar lebih cepat dan mudah.

Product Marketing CV & LCV Manager PT Isuzu Astra Motor Indonesia Arvin Sumbung menambahkan, Isuzu berkomitmen dalam memberikan layanan yang fast & easy process kepada seluruh stakeholder Isuzu, oleh karena itu karoseri portal ini sebagai salah satu bentuk komitmen isuzu demi memberikan kemudahan dan kecepatan baik untuk karoseri maupun konsumen.

“Dengan adanya portal karoseri ini, diharapkan informasi dan dokumen yang bersumber dari satu pintu akan mengurangi tingkat kesalahan teknis, serta dapat memenuhi kebutuhan masing-masing, baik karoseri maupun Isuzu sebagai APM,” kata Arvin.

Portal Karoseri ini juga menjadi salah satu pintu komunikasi yang cepat antara Isuzu dan karoseri, sehingga informasi teknis, seperti cara instalasi yang baik di chassis dan semacamnya dapat menjadi bahan diskusi demi mencapai hasil aplikasi yang baik dari sisi Kualitas, Harga dan Pengirimannya. (rel)

Hadirkan Kampanye CHSE di Mandalika, Kemenparekraf Bangkitkan Industri Event dan Pariwisata

MANDALIKA, SUMUTPOS.CO –  Kondisi pandemi menghadirkan tantangan tersendiri bagi para penggiat event.  Perubahan situasi dan regulasi yang ada, mendorong  penggiat event  untuk terus berkreasi, mempelajari hal hal baru  dan mengoptimalkan segala potesi yang ada. Seperti diakui  para profesional kreatif yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada kesempatan sosialisasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) melalui programCerita Protokol CHSE Event (CERPEN)yang digelarKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) di Mandalika, NTB, 11 November 2021.

Diakui para kreator lokal ini,  di masa kenormalan baru, mereka membutuhkan panduan/ arahan tentang penerapan penyelenggaraan acara dan pariwisata yang aman dan nyaman bagi semua masyarakat. Dan dengan protokol  CHSE, sejumlah event yang sangat menarik perhatian wisatawan segera digelar di daerah ini.  Karenanya mereka sangat menyambut baik kegiatan sosialisasi CHSE melalui programCERPEN Kemenparekraf.

Sosialisasi CHSE  ini sendiri bertujuan untuk memberikan panduan serta pemahaman bagi para pelaku event daerah terkait penerapan protokol CHSE saat penyelenggaraan event.

“Dengan adanya buku Panduaan CHSE event ini, diharapkan teman-teman event dapat bangkit kembali untuk berkreativitas dan berkreatifitas serta menyelenggarakan event  kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan” ujar Vicky Apriansyah, Sub Koordinator Strategi Event Daerah Kemenparekraf.

Dikatakan Vicky, untuk membangkitkan kembali industri event, Kemenparekraf berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Polri, asosiasi serta penyelenggara event dalammenyosialisasikan protokol kesehatan event dalam bentuk buku panduan CHSE. Panduan ini memuat berbagai protokol kenormalan baru untuk penyelenggaraan acara, mulai dari sebelum acara (pre-event), selama acara berlangsung (on event), dan sesudahnya (post-event).

Berbagai protokol seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan/menggunakan hand sanitizer, pengaturan kapasitas ruangan dan kegiatan keramaian diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh penyelenggara, pengisi acara dan pengunjung.

Vicky juga menambahkan, “Dalam situasi pandemi COVID-19, industri event harus dapat beradaptasi, berinovasi, dan berkolaborasi sehingga penyelenggaran acara di masa pandemi dapat dijadikan momentum untuk pemulihan ekonomi. Tentunya pelaksanaan acara tetap harus memperhatikan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, karena prokes ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi tanggung jawab kita bersama para pelaku event: penyelenggara, pengisi acara maupun pengunjung acara.

Sosialisasi panduan CHSE untuk event, atau CERPEN di Mandalika, NTB, digelar dalam format media gathering, yang melibatkan para profesional kreatif NTB untuk saling berbagi pandangan serta pengalaman dalam menyelenggarakan acara, dengan protokol kenormalan baru.

Pembicara yang hadir di antaranya Vicky Apriansyah, Lalu Chandra Yudistira, CEO Gudang Mahakarya Indonesia selaku event organizer “Festival Bau Nyale” dan Andre Satriawan, CEO Aksara, atau event organizer di balik “Pesona Khazanah Ramadhan.”

Festival Bau Nyale  harus digelar secara daring tahun lalu. Padahal, setiap tahunnya event ini selalu menarik banyak wisatawan domestik dan internasional untuk mengunjungi Lombok dan NTB.

“Pandemi mendorong kita, para penggiat event, untuk terus belajar hal-hal baru yang selama ini belum kami optimalkan. Seperti menggelar event secara hybrid dengan penguasaan teknis live broadcast dan kreativitas yang berbeda. Kita dituntut untuk semakin jeli menemukan hal-hal yang unik sehingga orang tertarik untuk menyaksikan event kita, apapun formatnya, hingga selesai,” ujar Lalu.

Tantangan serupa juga dialami oleh Andre Satriawan sebagai penyelenggara event “Pesona Khazanah Ramadhan.” Sejak pertama kali digelar di tahun 2020, event yang menekankan pada pameran dan kuliner wisata halal di NTB ini harus digelar secara daring akibat pandemi.

“Di tahun 2021, setelah ada pelonggaran PPKM, akhirnya memungkinkan kami untuk menggelar acara secara hybrid. Karena itu, tahun ini, kita mengadakan bazaar Ramadhan, namun dengan protokol CHSE yang ketat. Jumlah audiens dibatasi, ada fasilitas cuci tangan dan pembagian masker,“ jelas Andre.

Setelah Medan, Surabaya, Yogyakarta, dan Mandalika, Kemenparekraf juga akan menggelar CERPEN untuk sosialisasi protokol CHSE terkait penyelenggaraan acara di Makassar.  Untuk informasi lebih lanjut tentang kampanye CHSE, silakan kunjungi chse.kemenparekraf.go.id. (*/sih)

Harga Pupuk Menggila, Pemerintah Diminta Beri Solusi Secepatnya

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Nasib petani saat ini berada di ujung tanduk akibat tingginya harga pupuk. Karenanya, Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara (Sumut), Mangapul Purba meminta Pemerintah segera mencari solusi secepatnya untuk membantu petani dalam mengatasi tingginya harga pupuk.

Menurut Mangapul, seharusnya pemerintah lebih peka melihat nasib petani yang sudah teriak-teriak. “Sejujurnya saya belum melihat usaha serius pemerintah dalam melakukan proteksi terhadap petani, baik untuk produksi maupun proteksi harga komoditas Panen,” kata Mangapul dalam keterangan tertulisnya yang diterima SumutPos.co, Selasa (16/11/2021).

Jika hal itu terus berlangsung, Mangapul khawatir progam ketahan pangan pemerintah akan terganggu. “Bagaimana tidak, kita selalu gembar-gembor kedaulatan pangan, tapi petaninya tidak diproteksi. Nah, inikan lucu omongan sama tindakan tidak sejalan dan bagaimana mungkin ada ketahanan pangan jika nasib petani semakin terpuruk,” tegas Mangapul.

Menurut Mangapul, sudah waktunya Pemprov Sumut kembali ke jalur yang benar dalam menangani nasib petani, jangan hanya bicara konsep di ruang ber-AC.

“Tempat petani itu di sawah dan ladang di bawah terik matahari, bukan di menara gading. Jadi kalau mau selesaikan urusan petani, maka instansi terkait harus turun ke bawah, lihat berapa tingginya harga kebutuhan petani baik pupuk, pestisida maupun insektisida dan lihat juga betapa murahnya harga komoditas pertanian yang membuat petani di Sumut tidak bisa bangkit dari keterpurukan,” pungkasnya. (adz)

Apresiasi Kejagung RI, SMI Tunggu Kejatisu Bentuk Tim Berantas Mafia Tanah

SUMUTPOS.CO – Social Monitoring Independent (SMI) sangat mengapresiasi kebijakan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI), Burhanuddin dalam memberantas mafia tanah.

Apresiasi itu disampaikan Ketua Umum SMI Sumatera Utara (Sumut), A Siska Lubis kepada Sumut Pos di Medan, Selasa (16/11).

“Kita juga menunggu hasil kerja keras Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dalam membentuk tim khusus mafia tanah yang ada di Sumut,” ujarnya.

Dijelaskannya, SMI memonitor tentang adanya keterangan HGU 111 yang seluas 6.8 Ha, di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang yang disampaikan oleh pihak PTPN 2 dan didukung oleh pernyataan BPN Deliserdang, di mana pihaknya melihat adanya dugaan Kepala Seksi Pengukuran BPN Deliserdang yang telah melakukan rangkaian perbuatan melawan hukum, dengan pernyataan bohong berupa data HGU 111 yang terletak di Desa Helvetia seluas 6,8 Ha adalah lahan yang masih aktif dikuasai oleh PTPN 2.

“Kami juga melihat adanya dugaan Dirut PTPN 2 telah melakukan rangkaian perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan jabatan serta wewenang dengan menyatakan lahan yang di Desa Helvetia seluas 6,8 Ha masih lahan HGU dan masih lahan yang aktif,” tegas A Siska.

Menurut analisanya, diduga adanya rangkaian kerja sama perbuatan melawan hukum yang masing-masing memiliki peran penting dalam menguasai lahan ex HGU ini untuk dikuasai kembali dan akan dikerjasamakan oleh pihak pengembang Citra Land bersama anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara 2 (persero).

Di sini, lanjutnya, jelas telah melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981, Tentang kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960, Tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014, Tentang Administrasi Pemerintahan Pasal 17 dan Pasal 18.

Pasal 1365 KUH Perdata, Bahwa setiap perbuatan yang melawan hukum yang membawa kerugian kepada orang lain menyebabkan orang karena salahnya menerbitkan kerugian mengganti kerugian tersebut

Pasal 242 KUHP (1), Barang siapa dalam hal-hal yang menurut peraturan Undang-Undang menuntut sesuatu keterangan dengan sumpah atau jika keterangan itu membawa akibat bagi hukum dengan sengaja memberi keterangan palsu, yang ditanggung dengan sumpah, baik dengan lisan atau dengan tulisan maupun oleh dia sendiri atau kuasanya yang istimewa ditunjuk untuk itu, dihukum penjara selama-lamanya tujuh tahun.

“Sementara kita tahu bahwa sistim Pemerintahan tidak akan berjalan optimal apabila tidak didukung oleh partisipasi aktif oleh elemen masyarakat dalam rangka mewujudkan tata kelola Pemerintahan yang baik, bersih dan transparan, good governance sekaligus good government,” imbuhnya.

A Siska juga melihat akar permasalahan lahan sengketa tanah di Desa Helvetia diakibatkan keinginan PTPN 2 yang terus menerus ingin mengaktifkan kembali lahan ex HGU, agar dapat dikuasai dan membangun kerja sama kepada pihak ketiga yang didukung oleh oknum kepala seksi BPN Deliserdang. Seperti ada upaya pergerakkan sistematis mengambil keuntungan pribadi atas nama Negara.

Untuk itu, pihaknya meminta tegas kepada Kejaksaan Agung RI untuk tetap berkomitmen dalam memberantas mafia tanah hingga ke akarnya, karena dinilai sangat meresahkan dan sangat merugikan banyak elemen, khususnya kasus-kasus yang ada di Sumut, dan turunnya kepada Kejatisu agar terus mengejar oknum-oknum yang mengatasnamakan dan segera mengusut tuntas serta tangkap oknum-oknum yang telah melakukan perbuatan melanggar hukum serta penyalahgunaan jabatan dan wewenang.

“Kami akan terus menyoroti dan mengawal kinerja Pemerintah dan penegak hukum secara transparan,” pungkasnya. (Dwi)

NB: Teks Foto: Lahan di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang. Sumut Pos/ ist

Fraksi Demokrat DPRD Medan dan GPI Siap Bersinergi Perjuangkan Aspirasi Umat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan siap mensuport program Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kota Medan. Hal ini disampaikan Ketua Fraksi Partai Demokrat, Burhanuddin Sitepu saat menerima audiensi Kepengurusan GPI Kota Medan di gedung dewan, Selasa (16/11/2021).

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan Burhanuddin Sitepu (tengah) foto bersama pengurus GPI Kota Medan usai audiensi, Selasa (16/11/2021).

Burhanuddin Sitepu menyambut gembira kehadiran kepengurusan GPI Kota Medan, diantaranya Ketua Dewan Syuro Ahmad Daud SSos, Sekretaris Umum Muhammad Hafiz Azis SS, Bendahara Umum Iswan Hariansyah, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi M Teguh Hadi Prayuda SH dan lainnya. Burhanuddin berharap, komunikasi antara Demokrat dan GPI dapat terus terjalin dan siap mendukung program GPI Medan.

“Banyak yang didapat dalam pertemuan ini, termasuk program-program kerja berazaskan keumatan yang dapat disinergikan antara Partai Demokrat dan GPI Kota Medan ke depan,” kata Burhanuddin.

Sebelumnya, Ketua Dewan Syuro GPI Kota Medan, Ahmad Daud menyampaikan, silaturahim ke Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan ini dalam rangka sowan ke tokoh-tokoh dan aktivis jelang pelantikan kepengurusan GPI Kota Medan periode 2021-2023 yang akan dilaksanakan pada 4 Desember mendatang. Menurutnya, pelantikan akan dihadiri tokoh nasional Habib Mahdi Assegaf dari Bogor.

Menurut Daud, selama ini mereka menilai, Partai Demokrat sejalan dengan visi misi GPI. Termasuk dalam pemenangan politik dan pemberdayaan ekonomi keumatan. “Selama ini kami melihat, Partai Demokrat sangat peduli dan dekat rakyat. Atas dasar itu pula kami ingin menjalin komunikasi dan bekerjasama dengan Partai Demokrat dalam memperjuangkan aspirasi umat,” pungkasnya. (adz)

Pengangkatan Kepala Lingkungan 2 Kesawan Dinilai Cacat Hukum, Wali Kota Diminta Batalkan Surat Keputusan

Palu Hakim-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Lingkungan 2, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, meminta Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, turun tangan untuk membatalkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan M Zaid Tanjung sebagai Kepala Lingkungan 2. Warga menilai, pengangkatan Zaid cacat hukum.

Palu Hakim-Ilustrasi

Proses pengangkatannya, telah melanggar Perda No 9/2017, Perwal Kota Medan No 29/2012, dan No 21/2021.

Seorang tokoh masyarakat Lingkungan 2, Jamil Burhan menjelaskan, perwakilan warga sebelumnya telah menemui Camat Medan Barat, 1 November lalu, dan Lurah Kesawan pada 4 November. Menurutnya, kedatangan warga untuk meminta kejelasan terkait pengangkatan Zaid sebagai Kepala Lingkungan 2.

“Saat itu kami mempertanyakan surat dukungan kepada saudara Riansyah yang ditandatangani 132 warga, serta ditambah 21 warga yang sebelumnya mendukung kepala lingkungan lama, dan berbalik mendukung Riansyah. Surat itu kami sampaikan ke Kantor Kelurahan Kesawan pada 13 September 2021 lalu. Saya langsung yang serahkan surat tersebut,” ungkap Jamil, didampingi Warsito kepada wartawan, Senin (15/11).

Warsito menuturkan, saat menemui 2 unsur pimpinan itu, warga kesal karena keduanya tak bisa memberi jawaban pasti. “Kami sempat tanyakan ke lurah, kenapa surat kami tidak direspons? Tapi yang bersangkutan hanya diam saja, tak ada jawaban. Ini kan menimbulkan pertanyaan buat kami. Kami menduga, ada kecurangan pada masalah ini,” tutur Warsito, yang ikut menjadi delegasi ketika menemui camat dan lurah.

Warga lainnya yang juga ikut menjadi delegasi, Taufik menjelaskan, menurut penuturan camat, pendiskualifikasian Riansyah, calon kepala lingkungan yang mereka dukung, karena kurangnya syarat dukungan. Karena menurut camat, pihaknya melalui Sekretaris Kecamatan Medan Barat, hanya menerima 21 tanda tangan warga dari kelurahan, bukan 132 tambah 21 lainnya, seperti yang disampaikan warga.

“Selain itu, mereka menyampaikan kalau syarat lain yang tak lengkap, seperti hanya melampirkan fotocopy, bukan dokumen asli. Di sini jelas kalau pihak kelurahan tidak becus dalam menerima pendelegasian tugas dalam proses pemilihan kepala lingkungan ini. Jika berkas dimasukkan, harusnya mereka cek berkas tersebut, bukan hanya terima saja. Jadi jika ada kekurangan, bisa segera dilengkapi. Jangan beralasan kalau pengumuman persyaratan sudah ada di papan pemberitahuan di kantor kelurahan. Pengumuman tersebut tidak bisa dipedomani lurah dan camat, karena tidak ada diatur dalam Peraturan (Pasal 4 ayat 1 Perwal Kota Medan No 19 Tahun 2012),” tegasnya.

Selain itu, Taufik juga mengatakan, dalam hal ini, lurah terkesan mengabaikan Perda Kota Medan No 9 Tahun 2017, Pasal 15 ayat 1, dan Perwal Kota Medan No 21 Tahun 2021, pasal 7 ayat 1, yang berbunyi, calon kepala lingkungan diusulkan oleh lurah kepada camat, dengan memperhatikan saran atau pendapat berkembang di masyarakat setempat. “Ini surat dukungan 132 warga kenapa tak dilampirkan? Malah yang 21 disampaikan ke camat. Ada permainan apa ini?” ujarnya.

Tak hanya itu, dia juga menduga, Lurah Kesawan dan Camat Medan Barat tidak peduli dengan keluhan warga, terkait kinerja buruk Kepala Lingkungan 2, karena surat pengusulan pemberhentian kepala lingkungan yang disampaikan tidak pernah digubris.

Karena itu, warga kembali menegaskan menolak dan tak mengakui SK Pengangkatan Zaid sebagai Kepala Lingkungan 2. “Kami harap Bapak Wali Kota mendengar aspirasi kami ini, dan memerintahkan camat membatalkan SK itu, karena cacat hukum,” tegas Taufik, diamini warga lainnya.

Terpisah, Lurah Kesawan, Aswan, yang dikonfirmasi via telepon seluler, terkesan buang badan. “Kalau mau klasifikasi ke pihak Kecamatan Medan Barat saja. Sebab kami hanya mengantarkan surat hasil pengusulan (warga) saja. Jadi, klarifikasinya di kecamatan,” dalihnya.

Diminta tanggapan atas keberatan warga terkait adanya usulan calon kepala lingkungan lain, dan didukung 132 tanda tangan, Aswan tak menjawab dan beralasan sedang mengikuti acara. “Nanti ya, saya lagi ada acara,” pungkasnya, sembari menutup telepon. (ris/saz)