22.4 C
Medan
Tuesday, January 20, 2026
Home Blog Page 2983

PSP Berdema II Bentuk Nyata Bantu Pemerintah Lawan Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO—Garda Pemuda NasDem Dewan Pimpinan Wilayah Provinsi Sumatera Utara turut berpartisipasi aktif dalam memeringati 93 tahun Hari Sumpah Pemuda 2021 ini.

DONOR DARAH: Suasana kegiatan donor darah dan donor plasma konvalesen bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia dan Satgas PSP Berderma, di Sekretariat Partai NasDem Sumut, Jl. HM Yamin Medan, Kamis (28/10/2021). IST.

Beragam kegiatan sejak Oktober lalu, telah mereka lakukan bersama 11 kabupaten/kota secara serentak. Salah satunya, berupa donor darah dan donor plasma konvalesen bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Satuan Tugas Pemuda Siaga Pandemi Bersama Donor Plasma (Satgas PSP Berderma).

“Satgas PSP Berderma Wilayah Sumatera Utara melaksanakan kegiatan donor darah dan donor plasma serta kegiatan sosial lainnya serentak bersama Garda Pemuda NasDem provinsi dan 11 kabupaten/kota di Sumut, sejak awal Oktober. Ragam kegiatan tersebut dalam rangka memeringati Hari Sumpah Pemuda ke-93 tahun,” kata Koordinator Satgas PSP Berderma Wilayah Sumut, dr Indri Mahrani kepada wartawan,
di Sekretariat Partai NasDem Sumut, Jl. HM Yamin Medan, Kamis (28/10/2021).

Seperti diketahui, Garda Pemuda NasDem se Indonesia meluncurkan program PSP Berderma sekaligus momen perayaan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Garda Pemuda NasDem dan HUT ke-76 Republik Indonesia 2021.

Kegiatan yang diluncurkan mendapat sambutan baik dari masyarakat dan berhasil mengumpulkan ribuan kantong darah kepada PMI. Kesuksesan gelaran PSP Berderma tersebut, melahirkan PSP Berderma Jilid 2 yang dilaksanakan dalam rangka memeringati Hari Sumpah Pemuda ke-93.

Disinggung target dan tujuan kegiatan, Indri menyatakan bahwa kegiatan ini selain untuk membangkitkan kembali semangat persatuan dan kesatuan pemuda di masa pandemi, juga dimaksudkan membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19.

“Tujuannya jelas ya, membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan pemuda. Kalau dahulu pemuda-pemudi Indonesia berhadapan dengan penjajah. Maka di era kekinian dan di masa pandemi saat ini, kita mengajak pemuda-pemudi Indonesia untuk menghadapi Covid-19 melalui berbagai upaya untuk membantu pemerintah melawan Covid-19,” katanya.

Soal target 1.000 pendonor yang dicanangkan pada kegiatan PSP Berderma ke-2 ini, Indri Mahrani menyatakan bahwa hal itu telah terlampaui.

“Dari data yang masuk ke Satgas PSP Berderma Sumut, target 1.000 pendonor terlampaui. Alhamdulillah, sebulan kegiatan PSP Berderma di Garda Pemuda NasDem DPW Sumut dan 11 DPD kabupaten/kota, target terlampaui,” terang dia.

Tak Menyurutkan
Pandemi Cavid-19 selama dua tahun belakangan ini, tak sedikit pun menyurutkan nyali anak-anak muda berjiwa restorasi yang tergabung dalam Garda Pemuda NasDem untuk berbakti bagi negeri. Bahkan selama pandemi, Garda Pemuda NasDem terus bergerak membantu pemerintah melawan Covid-19.

Berbagai kegiatan telah dilakukan bahkan sejak awal pandemi di Indonesia. Garda Pemuda NasDem salah satu organisasi pemuda yang merespon dengan berbagai kegiatan mendukung pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

“Pandemi Covid-19 tak sedikit pun menyurutkan nyali Garda Pemuda NasDem untuk berbakti bagi negeri. Pandemi Covid-19, bagi Garda Pemuda NasDem adalah lapangan berbakti pada negeri, pada masyarakat dan membantu pemerintah dalam mengatasinya,” kata Ketua Garda Pemuda NasDem Sumut, Defri Noval Pasaribu.

Garda Pemuda NasDem, kata Defri, tidak mau dan tidak ingin hanya menjadi penonton pandemi apalagi menjelma menjadi anak manis namun tukang nyinyir ke pemerintah.

“Garda Pemuda NasDem adalah pemuda-pemudi yang lebih suka bergerak, berbuat nyata dan bersumbangsih pada penyelesaian masalah yang tengah dihadapi oleh bangsa dan negara,” jelasnya. (rel/prn)

Pemerintah Dorong UMKM Tingkatkan Daya Saing untuk Masuk Pasar Global

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan efektivitas dalam penanganan Covid-19 ini, sehingga ini juga dapat memperlancar pemulihan ekonomi di Indonesia. Pemulihan ekonomi nasional sudah mulai terlihat yang ditunjukkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II-2021 yang tercatat 7,07% (yoy), jauh membaik dibandingkan periode sama di tahun lalu.

Selain itu, dari sisi eksternal terdapat peningkatan investasi dan surplus neraca perdagangan sepanjang Triwulan II-2021. Pulihnya permintaan dan meningkatnya harga komoditas global membuat surplus neraca perdagangan selama beberapa bulan berturut-turut.

Membaiknya neraca perdagangan tentunya tak terlepas dari bagusnya nilai ekspor Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor pada Semester I 2021 meningkat 14,18% (yoy). Peningkatan ini merupakan capaian luar biasa di tengah kondisi pandemi ini. Ekspor produk pertanian juga merupakan salah satu yang tertinggi pada periode ini.

Terdapat lima negara tujuan utama ekspor produk pertanian, yaitu Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, Thailand, Amerika Serikat, dan Malaysia, dengan lima produk utama yakni kopi, produk hewani, pinang, sayuran, dan rumput laut.

“Hal tersebut merupakan potensi sangat baik dan dapat dikembangkan melalui kolaborasi bersama antar instansi untuk meningkatkan kontribusi UMKM pada ekspor nasional, sekaligus dapat meningkatkan penumbuhan eksportir baru,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Ekspor Nasional 2021 “New Future Export of Indonesia” secara virtual di Jakarta, Kamis (28/10).

Para eksportir tidak semuanya merupakan perusahaan besar, melainkan juga UMKM. Sudah banyak UMKM yang produknya diekspor dan akhirnya menjadi lebih terkenal di luar negeri. Untuk mendukung dan memfasilitasi UMKM, Pemerintah telah memberikan afirmasi kebijakan melalui UU Cipta Kerja dan PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

Dalam UU Cipta Kerja, terdapat kebijakan untuk mendukung dan memfasilitasi ekspor produk UMKM, melalui pemberian Insentif Kepabeanan bagi UMK berorientasi ekspor agar memberikan kemudahan impor bahan baku dan bahan penolong industri, serta memfasilitasi ekspornya. Pelaku UKM juga didorong untuk memanfaatkan peluang kemitraan dengan usaha besar yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan level usahanya.

Untuk kemudahan akses pembiayaan, badan usaha/perorangan yang berorientasi ekspor dapat mengajukan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor (KURBE) yang disalurkan oleh LPEI/Eximbank dengan maksimal omzet sebesar Rp50 miliar dengan suku bunga efektif 9% per tahun. Adapun besaran plafon yang dapat diterima oleh usaha mikro maksimal s.d. Rp5 miliar, usaha kecil dengan plafon maksimal s.d. Rp25 miliar, dan usaha menengah maksimal s.d. Rp50 miliar.

Selain itu, terdapat program khusus pembiayaan ekspor bagi UKM berorientasi ekspor dengan alokasi sebesar Rp500 miliar, yang disalurkan oleh LPEI/Eximbank, dengan fasilitas suku bunga 6% dan agunan 30% dari nilai pinjaman.

Di samping itu, Pemerintah terus berupaya meningkatkan daya saing UMKM agar dapat menembus pasar global melalui dukungan insentif fiskal serta non fiskal, penyediaan fasilitas seperti ruang pamer, kegiatan pengembangan desain, pelayanan pelaku usaha, informasi peluang pasar, bimbingan teknis dan pendampingan, promosi dan pemasaran, serta pembiayaan, penjaminan dan asuransi ekspor.

Para UMKM juga dapat memanfaatkan berbagai program perluasan akses pasar global melalui e-commerce, misalnya Shoppe “Kreasi Nusantara, From Local to Global”; Bukalapak “BukaGlobal”; serta Asean Online Sale Day (AOSD).

“Berbagai upaya yang telah diinisiasi Pemerintah tentunya memerlukan dukungan dari seluruh pihak. Diharapkan berbagai kebijakan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh UMKM untuk mengakselerasi peningkatan daya saing usahanya,” kata Menko Airlangga.

Contohnya dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang di dalamnya termasuk anggaran untuk Dukungan UMKM. Selain itu, terdapat beberapa stimulus dengan alokasi anggaran sebesar Rp96,21 triliun yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM, antara lain berupa Subsidi Bunga, Penempatan Dana Pemerintah pada Bank Umum Mitra untuk mendukung perluasan kredit modal kerja dan restrukturisasi kredit UMKM, Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM, Banpres Produktif Usaha Mikro, Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung, dan insentif PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah (DTP).

UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kemenkop UKM, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 60,51% atau senilai Rp9.580 triliun dengan kemampuan menyerap 96,92% dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun sampai 60,42% dari total investasi.

Namun, kemampuan ekspor UMKM masih terbatas, yaitu hanya sekitar 15,65% dari total ekspor. Sementara, pemanfaatan e-commerce juga masih rendah yakni sekitar 24% dari total pelaku UMKM. “Oleh karenanya, kita semua harus saling membantu untuk dapat meningkatkan kemampuan UMKM dalam hal ekspor dan pemanfaatan digital market,” imbuh Menko Airlangga.

Yang menjadi berita baik selama pandemi ini, ada 40% UMKM yang sudah menggunakan berbagai jaringan marketplace untuk memasarkan produknya, dan UMKM merasakan adanya peningkatan pendapatan.

“Hal ini membuktikan bahwa UMKM Indonesia telah cukup tangguh dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19. Semoga ke depannya juga menjadi siap bersaing secara global, serta adaptif pada era digital saat ini,” tutup Menko Airlangga. (rep/fsr/*)

PT Inalum Salurkan Alat Penunjang Pertanian Kepada Kelompok Tani Jaya Makmur Batubara

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) Inalum menyerahkan bantuan berupa 40 unit sprayer, 40 set cangkul, 40 pcs topi caping kepada kelompok Tani Jaya Makmur.

Penyerahan dilakukan secara langsung yang diwakilkan oleh Vice President Pemberdayaan Masyarakat Inalum, Ali Hasian Harahap kepada ketua beserta anggota kelompok Tani Jaya Makmur di Desa Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Bantuan ini merupakan salah satu bentuk perhatian Inalum kepada petani yang mengelola lahan di sekitar jalur transmisi Inalum.

Vice President Pemberdayaan Masyarakat Inalum, Ali Hasian Harahap menyebut bahwa program ini merupakan wujud perhatian Inalum terhadap petani yang bercocok tanam di sekitar jalur transmisi Inalum sekaligus bersinergi kepada masyarakat, salah satunya di Kabupaten Batubara melalui kelompok Tani Jaya Makmur.

Ia berharap, bantuan yang diberikan bisa disalurkan secara tepat dan masyarakat tetap menjalankan protokol Covid-19 dengan menerapkan 5 M.

“Kami menyerahkan bantuan kepada para petani yang ada di sekitar jalur transmisi Inalum Desa Simpang Gambus dengan total berupa 40 alat penyemprot pertanian/sprayer, 40 set cangkul dan 40 pcs topi caping. Harapan kami atas bantuan yang diberikan kepada para petani agar alat yang diberikan bisa bermanfaat dan para petani tidak beralih menanam ke tanaman keras dan jaga aset Inalum yang berada di lokasi bercocok tanam mereka. Ke depan, para petani diharapkan bisa menjadi agen serta bersinergi bersama untuk menjaga aset Inalum,” kata Hasian.

Dalam penyerahan tersebut, ketua kelompok Tani Jaya Makmur, Sumadi menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk program berkesinambungan antara PT Inalum (Persero) dengan petani yang bercocok tanam di sekitar jalur transmisi Inalum. Ia berharap bahwa tidak hanya sampai berhenti di sini kontribusi yang dilakukan oleh Inalum kepada para petani setempat.

“Kita dari kelompok tani mengucapkan ribuan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Inalum, semoga ke depan kelompok Tani Jaya Makmur bisa bekesinambungan dengan lebih baik dalam mengelola lahan di sekitar jalur transmisi Inalum. Adapun beberapa bantuan yang diserahkan kepada kami yaitu berupa alat penyemprot pertanian, cangkul, dan topi caping. Kedepan, bantuan ini akan kami salurkan kepada masyarakat yang memang terdaftar mengelola lahan di jalur transmisi Inalum,” ujarnya.

Sebagai informasi. Dalam sebulan ini, Inalum turut menyerahkan bantuan berupa mesin pemipil jagung di kabupaten Toba, gerobak kuliner kepada masyarakat Batubara, sepeda motor pengangkut sampah di Kabupaten Asahan serta alat prokes di Kabupaten Batubara dan Simalungun.(rel)

Pabrik Aqua Langkat Bantu Pemkab Vaksinasi 4.000 Warga Sei Bingei

ai Thomas Sitepu (kedua dari kiri) dan Kapolsek Sei Bingai Rismanto Purba (kedua dari kanan) turun langsung ke lokasi vaksinasi mengatur masyarakat sehingga vaksinasi di Sei Bingai ini berjalan lancar dan aman.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Mendukung pemerintah dalam percepatan vaksinasi, Danone Indonesia terus ikut berpartisipasi dan bekerjasama dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan vaksinasi. Bukan hanya di kota-kota besar saja, melainkan juga masuk sampai ke pelosok negeri.

Salah satunya Danone Indonesia, melalui Pabrik AQUA Langkat ikut membantu Pemerintah Kabupaten Langkat dalam pelaksanaan vaksinasi di Kelurahan Namu Ukur Selatan, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat – Sumatera Utara. Program vaksinasi ini berlangsung pada 29 – 30 Oktober 2021 dengan target 4.000 anggota masyarakat Sei Bingai.

“Kami berterima kasih atas dukungan Pabrik AQUA Langkat yang turut mengambil bagian dalam percepatan  vaksinasi untuk masyarakat Sei Bingai. Kami berharap dengan adanya kerjasama yang baik ini dapat ikut membantu mendukung percepatan pembentukan herd immunity di masyarakat Namu Ukur dan membuat masyarakat dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala,” ujar Kapolsek Sei Bingai Rismanto Purba. Hal senada diungkapkan pula oleh Camat Sei Bingai Thomas Sitepu saat ditemui di lokasi vaksinasi.

Sementara itu External Relations Senior Manager Danone-AQUA Wilayah Sumatera Wirnos, menyatakan bahwa program vaksinasi merupakan wujud nyata Danone Indonesia  mendukung pemerintah untuk memulihkan kembali kesehatan dan ekonomi masyarakat di masa pandemi. “Masyarakat Sei Bingai perlu mendapatkan perlindungan agar terbebas dari virus Covid-19 . Dengan adanya vaksinasi ini tentu akan membantu masyarakat Sei Bingai dalam hal kesehatan serta keselamatan,  sehingga masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman beraktivitas kembali,” ujar Wirnos.

Antusiasme masyarakat Sei Bingai mengikuti vaksinasi ini sangatlah tinggi. Mereka rela mengantri dengan tertib. Silih berganti masyarakat datang dan pergi, sehingga tidak terjadi penumpukkan di lokasi vaksinasi. “Untuk program vaksinasi ini Pabrik AQUA Langkat menyalurkan bantuan perlengkapan medis, nutrisi, dan hidrasi untuk para tenaga media yang bertugas dan para peserta vaksinasi, serta beberapa perlengkapan untuk menyemarakkan area vaksinasi,” jelas Stakeholder Relations Pabrik AQUA Langkat Jimmi Simarangkir.

Suasana vaksinasi di Kelurahan Namu Ukur Selatan, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat – Sumatera Utara. Program vaksinasi ini berlangsung pada 29 – 30 Oktober 2021 dengan target 4.000 anggota masyarakat Sei Bingai.

Selama pandemi COVID-19, Danone Indonesia telah menyalurkan bantuan sebesar 56 Miliar Rupiah dengan mengalokasikan pemberian bantuan esensial berupa alat pelindung diri, masker bedah, dan vitamin bagi tenaga medis, pasien, serta masyarakat yang rentan terkena dampak pandemi Covid-19. Danone Indonesia  turut membantu menyukseskan pelaksanaan program vaksinasi di 88 sentra vaksin di 19 kota besar di Indonesia, dengan memberikan dukungan berupa produk hidrasi dan nutrisi sehat.  Selain itu, Danone Indonesia juga memenuhi permintaan darurat dari sejumlah rumah sakit dengan menyalurkan bantuan berupa alat medis seperti oxygen fullset, kursi roda, dan tempat tidur rumah sakit.

Pada kesempatan ini juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat yang mengikuti vaksinasi ini, yaitu tentang bagaimana mengelola sampah dan kebersihan. “Masyarakat dapat terus menjaga kesehatan dimulai dengan menjaga kebersihan dari rumah. Kebiasaan mencuci tangan pada berbagai kesempatan adalah kebiasaan yang sangat baik. Selain itu kita perlu membiasakan diri mengelola sampah dengan baik; apalagi kita dapat memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya pada tempatnya masing-masing,” tutur Corporate Communications Danone Indonesia Michael Liemena.

“Dengan visi kami One Planet One Health, kami percaya bahwa kesehatan masyarakat akan memberikan dampak positif bagi keadaan bumi. Kami selalu berusaha untuk menghadirkan kesehatan melalui seluruh program berkelanjutan kami kepada seluruh masyarakat. Kami yakin melalui dukungan pada program vaksinasi, dapat mewujudkan masyarakat yang sehat dan menjalankan hidup masing-masing secara berkualitas,” tutup Michael. (rel)

Kunjungi Samosir, Nias, dan Pakpak Bharat, Nuh: Rasa Menghormati Masyarakat Kita Masih Tinggi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Muhammad Nuh melakukan kegiatan di Kabupaten Samosir, Kepulauan Nias, dan Pakpak Bharat, selama sepekan. Dalam kegiatan yang dilaksanakan sejak 21 Oktober itu, Muhammad Nuh melihat langsung, rasa saling hormat-menghormati di tengah masyarakat Sumatera Utara masih sangat tinggi.

Seperti ketika Muhammad Nuh melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Samosir, Muhammad Nuh bertemu dengan pengurus Yayasan Pendidikan Islam Ibnu Sina. Dalam pertemuan itu, mereka mengaku terkendala mendapatkan izin untuk membangun madrasah.

Setelah ditelusuri dan bertemu dengan Kepala Kantor Kemenag Samosir, Muhammad Nuh mendapatkan penjelasan bahwa, baru saja dilakukan pertemuan antara masyarakat yang berkeberatan dengan pihak yayasan madrasah yang difasilitasi Pemkab Samosir. Setelah dilakukan dialog, akhirnya disepakati solusi dengan pendekatan budaya yang saling menghormati.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur masalah ini dapat selesai dengan baik. Saya berharap, sikap saling menghormati dan musyawarah bisa menjadi budaya masyarakat di Samosir, sehingga kemajemukan yang ada bisa menjadi kekuatan,” jelas Nuh.

Dari Samosir, Nuh melakukan kegiatan di Kepulauan Nias yakni Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, dan Nias Barat. Di Kota Gunung Sitoli, Nuh bertemu dengan pengurus PC Nahdlatul Ulama Kota Gunung Sitoli. Pertemuan itu berjalan dengan penuh kehangatan. “Kami rindu akan kedatangan ulama seperti Muhammad Nuh,” kata pengurus PCNU Gunung Sitoli.

Nuh pun mengaku gembira bisa bersilaturahim dengan PCNU Gunung Sitoli. “Semoga ukuwah Islamiyyah kita dapat terus terjalin, meskipun jarak antum jauh tapi dekat di hati,” kata Nuh.

Sementara di Kabupaten Pakpak Bharat, Muhammad Nuh menyempatkan hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan Musalla Al Ittihad di Desa Kuta Saga, Dusun Kuta Pinang, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat. Menurut Nuh, membangun tempat ibadah adalah prioritas. “Ini penting, Rasullah hijrah ke Yasrib (Madinah) yang pertama sekali dibangun adalah masjid. Masjid yang pertama sekali dibangun adalah Masjid Quba,” pungkasnya. (adz)

Peringati Hari Sumpah Pemuda & HUT Partai Gelora, DPD Partai Gelora Medan Ziarah ke TMP

ZIARAH: Pengurus DPD Partai Gelora Kota Medan ziarah makam pahlawan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan Kota Medan, Kamis (28/10).markus/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jajaran pengurus DPD Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Kota Medan melakukan ziarah makam pahlawan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan Kota Medan, di Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis (28/10). Prosesi ziarah diawali dengan upacara penghormatan kepada arwah para pahlawan yang dipimpin Ketua DPD Partai Gelora Kota Medan H Muhammad Nasir, dilanjutkan dengan tabur bunga di TMP Bukit Barisan.

ZIARAH: Pengurus DPD Partai Gelora Kota Medan ziarah makam pahlawan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Barisan Kota Medan, Kamis (28/10).markus/sumut pos.

Ziarah makam pahlawan ini dilakukan, sebagai rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Ulang Tahun ke-2 Partai Gelora yang sama-sama jatuh pada tanggal 20 Oktober 2021 kemarin.

Ketua DPD Partai Gelora Kota Medan Muhammad Nasir, mengatakan bahwa Sumpah Pemuda yang diinisiasi pada 28 Oktober 1928 merupakan tonggak perjalanan masa depan para pemuda masa lalu untuk memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), melepaskan diri dari penjajah.

“Hari ini 28 Oktober 2021, jika kita berinteraksi dengan generasi muda, banyak generasi saat ini yang lupa terhadap perjalanan bangsa. Karenanya, Partai Gelora menginisiasi bersama generasi muda untuk berziarah ke makam pahlawan ini,” ucap Nasir didampingi Sekretaris DPD Partai Gelora Kota Medan M Yani Piliang, Bendahara Tukijan, dan Ketua Panitia Pelaksana Doni Saputra.

Nasir juga menuturkan, ziarah tersebut bertujuan untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekaan. “Dan momentum ini bertepatan pula dengan usia 2 tahun Partai Gelora” katanya.

Ditegaskan mantan Anggota DPRD Medan itu, Partai Gelora adalah partai nasionalis yang ingin mengajak seluruh komponen bangsa untuk berjuang bersama demi menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari 5 negara dengan kekuatan dunia.

Ditambahkan Nasir, DPD Partai Gelora Kota Medan saat ini masih fokus untuk merekrut simpatisan dan menginpetarisir kartu anggota. Sebagai partai politik yang bercita-cita menghantarkan Indonesia kepada 5 kekuatan dunia, DPD Partai Gelora Medan mengaku penting untuk memulainya dari Kota Medan.

Bahkan, Partai Gelora bersama mempunyai cita-cita besar untuk mengelola Kota Medan. Tak tanggung-tanggung, meskipun merupakan partai baru, namun Partai Gelora bercita-cita untuk bisa mendapatkan 15 dari 50 kursi yang ada di Kota Medan. “Jika ditanya target ke depan Partai Gelora berapa kursi di legislatif (Medan)? Tentu kita menginginkan 15 kursi, agar Kota Medan bisa di tata dengan baik dan menjadi ikon,” tambah Nasir.

Dalam kegiatan tabur bunga di TMP Bukit Barisan tersebut, jajaran pengurus DPD Partai Gelora bersama pengurus DPC Partai Gelora se-Kota Medan juga melakukan ziarah ke sejumlah makam para pahlawan yang ada disana, di antaranya makam Manaf Lubis, AS Rangkuty dan lain-lain.

Rangkaian acara Milad ke-2 Partai Gelora Kota Medan ini di awali dengan kegiatan Gotong Royong yang dilakukan secara serentak di 21 Kecamatan di Kota Medan dan ditutup dengan pembagian sembako kepada warga Jl Rawe Kelurahan Martubung, Pekan Labuhan sebanyak 100 paket. (map/ila)

Dalam Penanganan Pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan Ikut Berperan

Workshop: Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti (tengah) menjadi narasumber kegiatan Media Workshop dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan Tahun 2021 secara virtual, Kamis (28/10).M IDRIS/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – BPJS Kesehatan menggelar kegiatan Media Workshop dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan Tahun 2021, Kamis (28/10). Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari berbagai media yang ada di Indonesia secara virtual.

Workshop: Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti (tengah) menjadi narasumber kegiatan Media Workshop dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan Tahun 2021 secara virtual, Kamis (28/10).M IDRIS/sumutpos.

Selain kegiatan media workshop dan anugerah lomba jurnalistik BPJS Kesehatan, dilaksanakan juga webinar dengan tema Peran BPJS Kesehatan dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) juga berperan dan berkontribusi dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Bahkan, manajemen BPJS Kesehatan pun secara khusus menjadikan hal tersebut sebagai salah satu fokus utama BPJS Kesehatan di Tahun 2021.

“BPJS Kesehatan telah diberikan penugasan khusus oleh Pemerintah untuk memverifikasi administrasi klaim Covid-19 di Rumah Sakit walaupun pembiayaan untuk klaim Covid-19 menggunakan anggaran dari Kementerian Kesehatan,” jelas Ali Ghufron Mukti.

Selain mendapatkan tugas khusus verifikasi klaim Covid-19, dalam penanganan Pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan juga berkontribusi pada pengembangan aplikasi P-Care Vaksinasi yang digunakan untuk registrasi faskes pemberi layanan vaksinasi dan Pencatatan pelayanan Vaksinasi di Faskes. Kemudian, juga ikut memberikan penjaminan pelayanan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) Covid-19 bagi Peserta JKN.

Pada kegiatan webinar tersebut juga hadir Jubir Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi sebagai salah satu narasumber. Dalam paparannya Siti Nadia Tarmidzi menyampaikan, bahwa sampai dengan 27 Oktober 2021 total kumulatif vaksinasi dosis 1 dan 2 yang sudah dilaksanakan mencapai 186,2 juta, dengan rincian 115 ,8 juta dosis 1 dan 70,4 juta dosis 2. “Pencapaian vaksinasi ini tidak lepas dari kontribusi BPJS Kesehatan dalam menyediakan aplikasi P-Care Vaksinasi untuk memudahkan pemberian dan pencatatan pelaksanaan vaksinasi,” terang Siti Nadia Tarmidzi.

Ditambahkannya, walaupun capaian vaksinasi sudah cukup banyak dan kasus yang semakin rendah Indonesia, tidak boleh lengah. Sebab banyak negara lain yang mengalami kenaikan kasus signifikan, meskipun tingkat vaksinasi tinggi. “Masyarakat diminta untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan, dan pemerintah berharap dengan dukungan teknologi digital seperti aplikasi PeduliLindungi menjadi salah satu kunci penanganan pandemi di Indonesia,” pungkasnya. (ris/ila)

Dimulai 2022, Pusat Ubah Wajah Lalulintas Kota Medan, Tiru seperti Jalan Thamrin Jakarta

FOTO BERSAMA: Gubsu Edy Rahmayadi dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, foto bersama di sela-sela acara Normalisasi Kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) dan Sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 75 Tahun 2021 di Ballroom Medan International Convention Center, Jalan Gagak Hitam Medan, Kamis (28/10). istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengembangan transportasi massal di Kota Medan berupa bus rapid transit (BRT) yang telah lama diwacanakan, telah menemukan titik terang. November mendatang, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi akan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait rencana tersebut.

FOTO BERSAMA: Gubsu Edy Rahmayadi dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, foto bersama di sela-sela acara Normalisasi Kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) dan Sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 75 Tahun 2021 di Ballroom Medan International Convention Center, Jalan Gagak Hitam Medan, Kamis (28/10). istimewa/sumutpos.

“Saya melaporkan kepada Pak Gubernur, terutama kita nanti di bulan November akan MoU dengan Pak Gubernur terkait rencana bantuan Bank Dunia untuk memperkaya angkutan massal perkotaan di Medan,” kata  Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Budi Setiyadi disela-sela kegiatan Sosialisasi Permenhub PM Nomor 75/2021 di MICC, Jalan Gagak Hitam Medan, Kamis (28/10).

Pengembangan BRT untuk Kota Medan, lanjutnya, merupakan bantuan dari Bank Dunia. Medan dianggap sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia. Selain Medan, Kota Bandung juga mendapat rekomendasi dari Bank Dunia untuk mendapat bantuan fasilitas pengembangan angkutan massal.

“Anggarannya sekitar Rp1,8 triliun sampai dengan tahun 2025. Dan sekarang sedang tahapan DED (Detail Engineering Design) sama FS (Feasibility Study). Kita harapkan tahun 2022, kita sudah dapat siapkan bangunan fisiknya,” katanya. 

Nantinya, ada dua koridor BRT yang beroperasi di Kota Medan. Selain bus, bantuan yang disiapkan juga berupa fasilitas shelter dan pedestrian.”Untuk busnya kita siapkan ada dua koridor. Jadi Shelter kemudian pedestrian juga disiapkan. Kita harapkan, seperti teman-teman lihat di kavling yang ada di Thamrin-Sudirman, Jakarta, bisa dipindahkan ke Kota Medan,” pungkasnya.

Anggota Komisi V DPR, Bob Andika Sitepu yang turut hadir mengatakan, sebagai mitra Kemenhub, Komisi V sangat mendukung program yang dilaksanakan tersebut.  “Karena ini juga salah satu yang diinginkan oleh pak gubernur supaya paling tidak jangan besar anggaran pembangunan untuk perawatan jalan,” katanya. 

Ia menyebut, program seperti sudah terealisasi di provinsi lain dan berharap untuk Sumut, agar terealisasi sehingga memiliki manfaat bagi masyarakat. 

“Ini tidak di Sumut saja diadakan oleh Kemenhub, tapi di seluruh provinsi di Indonesia ada program seperti ini. Dan di Pulau Jawa hampir rata-rata ada beberapa program ini yang berhasil,” katanya. 

Pihaknya berharap, ke depan lebih banyak lagi Sumut mendapat bantuan dari pusat untuk mendukung salah satu program yang sangat diperlukan oleh Gubernur Edy Rahmayadi.

Sementara itu, di Balai Kota Medan, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi disambut hangat Wali Kota Medan Bobby Nasution di Ruang Khusus Wali Kota Medan. Turut hadir dalam pertemuan itu, di antaranya, Direktur Angkutan Jalan Direktorat Perhubungan Darat Suharto dan Kadis Perhubungan Medan Iswar.

“Ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk melakukan penataan terhadap kota-kota di Indonesia. Di beberapa kota tadi tentunya merujuk kepada kota metropolitan sebagai pilot project. Dari kota metropolitan tadi, akhirnya terpilih 2 kota metopolitan yang memang benar-benar memenuhi kriteria, yaitu Medan dan Bandung Raya,” ucap Budi Setiyadi.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengungkapkan rasa terima kasih atas dijadikannya Medan sebagai pilot project program pembangunan penataan transportasi perkotaan ini. “Ini memang yang kami tunggu-tunggu,” ungkapnya.

Bobby Nasution mengatakan, program ini akan lebih mendorong masyarakat beralih dari transportasi pribadi menjadi transportasi umum. Fasilitas tranportasi umum yang baik dan berkualitas tentu akan membuat masyarakat kian senang beralih pada angkutan umum.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Perhubungan Darat Suharto menerangkan, program ini akan diawali dengan pembuatan MoU yang menandakan komitmen awal pemerintah daerah dan pemerintah pusat. “Setelah MoU akan kita laksanakan riview terhadap Detail Enginering Design dan Feasibility Study, hingga dapat kita terapkan pada 2022. Kita harapkan, pada medium 2022 sudah akan mulai proses konstruksi, atau paling lambat di awal 2023 hingga selesai pada 2025,” kata Suharto.

Pembangunan infrastruktur itu, lanjut Suharto, meliput antara lain halte koridor dan jalur bus. “Kita bangun seperti pabrik transport informasi sistemnya.  Dan akan kita bangun semacam pool atau tempat menyimpan bus tadi,” ungkapnya.

Selain itu, kata Suharto, juga akan dilakukan pembenahan first mile (titik awal berangkat menuju angkutan umum massal) dan last mile (perpindahan dari angkutan umum massal menuju titik terakhir tujuan dengan berjalan kaki atau bersepeda) terhadap angkutan umum.

”Ini harus dilakukan, karena meskipun angkutan umumnya sudah diperbaiki sedemikian rupa, tanpa ada dukungan first mile dan last mile tidak akan bisa maksimal,” ungkapnya.

Terkait pembenahan first mile dan last mile ini, kata Suharto, akan dibangun semacam jaringan untuk pedestrian yang lebih memadai dan  manusiawi. “Kita juga akan membangun semacam jalur sepeda, koridor tempat menyimpan sepeda dan sebagainya,” ucapnya.

Dia menambahkan, dalam program ini ada kewajiban pemerintah daerah untuk melakukan pembiayaan operasional kendaraan umum tadi. Di samping itu, setelah infrastruktur selesai akan dihibahkan kepada pemerintah daerah, maka otomatis harus ada badan yang mengelolanya.“Apapun bentuknya nanti akan menjadi otoritas pemerintah daerah untuk mengelola seperti apa,” ujarnya. (prn/map/ila) 

Soal Penyerapan Dana Kelurahan Tersisa 1,5 Bulan Lagi, Kecamatan Optimis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pihak Kecamatan di Kota Medan mengaku optimis, bahwa setiap kelurahan masih bisa menyerap anggaran Dana Kelurahan, meskipun waktu masa pengerjaan di tahun ini hanya menyisakan waktu sekitar 1,5 bulan atau hanya hingga pertengahan bulan Desember mendatang.

Sekadar diketahui, hingga akhir Oktober ini, belum ada 1 pun Kelurahan dari 151 Kelurahan di Kota Medan yang telah mendapatkan pencairan Dana Kelurahan sebesar Rp1,7 miliar per kelurahan di tahun 2021 ini. Pasalnya hingga saat ini, belum ada 1 pun kelurahan di Kota Medan yang telah mengajukan pencairan Dana Keluarahan ke Pemko Medan, dalam hal ini Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Kota Medan.

Salah satunya Camat Medan Petisah, Agha Novrian. Kepada Sumut Pos, Agha mengaku optimis jika 7 Kelurahan yang ada di wilayahnya, yakni Kelurahan Sekip, Petisah Tengah, Sei Sikambing D, Sei Putih Barat, Sei Putih Tengah, Sei  Putih Timur I, dan Sei Putih Timur II, masih mampu menyerap anggaran Dana Kelurahan meski waktu kerja hanya tersisa 1,5 bulan di tahun ini.

“InsyaAllah kalau nanti revisi P-APBD nya sudah selesai, tinggal langsung diajukan untuk langsung dicairkan. Kalau cairnya di minggu-minggu pertama Bulan November nanti, masih sempat lah dikejar,” ucap Agha kepada Sumut Pos, Kamis (28/10).

Pasalnya, kata Agha, setiap Kelurahan di Kecamatan Medan Petisah sudah menyiapkan rencana pekerjaan yang akan menggunakan Dana Kelurahan di tahun 2021 sejak jauh-jauh hari. “RKA (Rencana Kerja dan Anggaran) nya sudah lama disiapkan. Karena ini ada perubahan di P-APBD, maka saat ini tinggal menyusun RAB (Rencana Anggaran Biaya) nya karena harus menyesuaikan dengan hasil revisi. Sebentar lagi juga selesai, begitu oke, tinggal pencairan dan pelaksanaan kerja,” katanya.

Diterangkan Agha, tak cuma pekerjaan fisik, setiap Kelurahan di Kecamatan Medan Petisah bahkan sudah menyiapkan Rencana Kerja dan Anggaran untuk pekerjaan atau kegiatan Non Fisik. “Seperti pelatihan-pelatihan, pembinaan dan kegiatan-kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat. Sebab, Dana Kelurahan ini kan bukan hanya untuk pengertian fisik, tapi untuk Non Fisik juga,” terangnya.

Dijelaskanya, pada 7 Kelurahan yang ada di Kecamatan Medan Petisah, rata-rata di setiap kelurahan memiliki RKA yang berimbang antara pekerjaan Fisik maupun Non Fisik. “Rata-rata itu fifty-fifty (50 : 50) antara fisik dan non fisik. Tapi memang kalau tidak salah ada satu kelurahan yang lebih dominan ke pengerjaan fisik, karena ada cukup banyak masalah infrastruktur disana seperti masalah pembangunan jalan yang lebar jalannya di bawah 3 meter, sampai masalah drainase,” jelasnya.

Agha pun mengaku terus menginstruksikan setiap Kelurahan yang ada dibawahnya, agar terus mempersiapkan diri untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sudah ada dalam RKA, termasuk menyiapkan RAB nya sesegera mungkin.”Kita mau semaksimal mungkin lah Dana Kelurahan itu terserap, supaya betul-betul bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat di kelurahan itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Medan Rudiyanto Simangunsong meminta Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Setdako Medan, untuk terus memantau setiap Kelurahan agar dapat mempersiapkan diri untuk mengerjakan setiap pekerjaan yang akan menggunakan Dana Kelurahan.

“Kabag Tapem tidak boleh lemah, harus ada strategi khusus soal ini. Jangan nanti setelah anggarannya cair, ternyata gak ada yang bisa dikerjakan atau hanya segelintir. Kita mau, Dana Kelurahan ini bisa diserap secara maksimal,” kata Rudiyanto kepada Sumut Pos, Kamis (28/10).

Rudiyanto pun meragukan, setiap Kelurahan dapat menghabiskan anggaran Dana Kelurahan senilai Rp1,7 Miliar per Kelurahan dalam waktu 1,5 bulan.

“Tapi kalau memang punya strategi yang baik, saya fikir masih bisa terkejar. Mungkin tidak 100 persen bisa terserap, tapi setidaknya di atas 50 persen lah, bahkan 70 persen, supaya jangan banyak SiLPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) dan supaya banyak hal yang bisa dikerjakan dari Dana Kelurahan itu di tahun ini,” katanya.

Untuk itu, Kabag Tapem kembali diminta untuk melakukan pengawasan dan penerapan strategi khusus dalam hal ini, termasuk berkoordinasi dengan seluruh pihak Kecamatan di Kota Medan.”Setiap kali kami anggota DPRD Medan ini menggelar Sosper (Sosialisasi Peraturan Daerah) dan Reses, banyak sekali keluhan masyarakat soal lingkungannya, dan itu bisa diselesaikan dengan Dana Kelurahan ini. Jadi kalau ini tidak dipergunakan dengan baik, sayang sekali. Itu namanya kesempatan di depan mata, tapi disia-siakan,” tutupnya.

Seperti diketahui, DPRD Kota Medan telah menyetujui besaran nilai Dana Kelurahan untuk 151 Kelurahan yang ada di Kota Medan pada tahun ini. Tak tanggung-tanggung, di tahun 2021 ini, setiap Kelurahan berhak mendapatkan Dana Kelurahan sebesar Rp1,7 Miliar. Namun hingga akhir Oktober ini, belum ada satu pun Kelurahan di Kota Medan yang telah menerima Dana Kelurahan tersebut.

Ditanya mengenai hal ini, kepada Sumut Pos, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Kota Medan Syahrial, memastikan jika Dana Kelurahan itu sudah tersedia. Namun hingga akhir Oktober ini, tidak ada 1 pun Kelurahan yang mengajukan permintaan Dana Kelurahan tersebut.”Tidak cair bukan karena tidak kita cairkan, tapi karena sampai saat ini belum ada 1 pun Kelurahan yang meminta Dana Kelurahan itu. Kalau ditanya soal anggaran, itu sudah tersedia, kapan pun mau dicairkan uangnya sudah ada,” ucap Syahrial kepada Sumut Pos, Rabu (27/10).

Dipertegas Kepala BAPPEDA Benny Iskandar, penggunaan Dana Kelurahan bukan hanya untuk pembangunan fisik, namun juga dapat digunakan untuk kegiatan Non Fisik, salah satunya seperti kegiatan yang bersifat pembinaan atau pelatihan.”Jadi Dana Kelurahan itu juga bisa untuk yang sifatnya Non Fisik, itu bisa diajukan dulu kegiatannya. Setelah disetujui baru digelar, setelah digelar baru di klaim dari Dana Kelurahan yang akan dicairkan BPKAD,” kata Benny.

Terpisah, Kabag Tata Pemerintahan Setdako Medan Ridho Nasution, mengatakan bahwa para lurah memiliki alasan untuk belum mengajukan permintaan Dana Kelurahan ke Pemko Medan.

Adapun alasannya, karena para Lurah masih menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Perubahan sesuai dengan P-APBD Kota Medan Tahun 2021 yang sampai saat ini masih dibahas oleh Pemko Medan. Hal itu diatur dalam Permendagri 130, sebagai Pedoman Pengelolaan Dana Kelurahan.”Menunggu perubahan yang di P-APBD 2021 sesuai Permendagri 130 untuk pelaksanaan kegiatan di Kelurahan,” jawabnya. (map/ila)

Bobby Sebut Potensi Wisata Air di Medan Tinggi, Dispar Dinilai Tak Punya Ide Kreativitas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk mengembangkan potensi wisata air yang dinilai sangat tinggi, justru tidak pernah didengungkan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan. Padahal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan yang dipimpin Agus Suriyono itu, disebut sebagai OPD yang paling bertanggungjawab dalam mendukung sekaligus mempromosikan rencana wisata air yang diwacanakan Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

Anggota Komisi III DPRD Medan asal Fraksi PKS Rudiawan Sitorus mengatakan, bahwa selama Komisi III menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dispar Kota Medan, tidak pernah sekalipun Kadis Pariwisata Kota Medan membicarakan tentang wisata air di Kota Medan.

“Makanya saya juga heran, ketika Wali Kota Medan bicara tentang potensi wisata air, malah kami selaku counterpart Dinas Pariwisata tidak pernah dengar Pak Agus (Kadispar Medan) bicara tentang wisata air kepada kami. Padahal, kami sudah berkali-kali RDP dengan beliau,” ucap Rudiawan kepada Sumut Pos, Kamis (28/10).

Bahkan, kata Rudiawan, dirinya lah yang pernah mengusulkan kepada Dinas Pariwisata untuk memanfaatkan wisata air di Kota Medan, mengingat Kota Medan dikelilingi oleh sungai-sungai. Sebab dengan adanya wisata air di sungai-sungai tersebut, maka PAD Kota Medan ditaksir akan meningkat secara signifikan dari sektor pariwisata.

“Secara pribadi saya setuju dengan apa yang dikatakan Wali Kota Medan, bahwa potensi wisata air di Medan memang luar biasa. Tinggal bagaimana Pemko Medan dapat menata sungai-sungai yang ada dan kita tahu itu bukan tugas yang mudah, tapi bukan berarti juga sangat sulit untuk dilakukan,” ujarnya.

Harusnya, kata Rudiawan, Dispar Kota Medan telah memiliki perencanaan yang matang dalam mengembangkan wisata air dengan memanfaatkan sejumlah sungai yang ada di Medan. Dengan begitu, Wali Kota Medan akan sangat terbantu dalam menjalankan rencana wisata air tersebut.

“Sayangnya, Dispar ini kita lihat seperti kehilangan ide-ide dan kreatifitas dalam mengembangkan pariwisata. Padahal dari Dispar ini lah seharusnya ide-ide itu muncul, Dispar seharusnya punya ide-ide cemerlang dan kreatifitas yang tinggi,” katanya.

Ke depannya, kata Sekretaris DPD PKS Medan itu, Dispar Medan harus berkoordinasi dengan OPD terkait tentang rencana wisata air di Kota Medan. Mulai berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai, Dinas Kebersihan Kota Medan, hingga pihak-pihak terkait lainnya.

Tak cuma itu, Rudiawan juga meminta Dinas Pariwisata Kota Medan untuk membuat ide-ide lainnya dalam mengembangkan pariwisata di Kota Medan. Sala satunya, dengan mengembangkan wisata kuliner dam wisata belanja di Kota Medan. “Wisata kuliner dan wisata belanja di Medan sama sekali belum optimal. Kalau bisa dioptimalkan, ini akan menjadi sumber PAD yang besar bagi Kota Medan dan hal ini sudah pernah kita sampaikan kepada Kadus Pariwisata,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Wali Kota Medan Bobby Nasution menyebutkan, potensi wisata air di Kota Medan cukup tinggi. Pasalnya, ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini dikelilingi oleh 12 sungai. “Medan ini dikelilingi 12 sungai sehingga menjadi potensi,” ujar Wali Kota Medan Bobby Nasution saat acara aksi peduli Sungai Babura di Lapangan Serbaguna Kampung Sejahtera, Jalan Zainul Arifin, Rabu (27/10).

Selain berpotensi menjadi wisata, keberadaan sungai juga diakui Bobby dapat memunculkan potensi lain, yakni banjir. Diakuinya, di dalam sesuatu pasti ada potensi baik ataupun kurang baik. Namun, potensi baiklah yang harus tetap ditonjolkan. “Tinggal kita bagaimana melihat potensi yang ditonjolkan untuk dikelola, ketimbang potensi tidak baik. Oleh karena itu, Pemko Medan melihat bagaimana penanggulangan sungai itu sendiri,” bilangnya.

Dijelaskan Bobby, Pemko Medan sendiri sangat fokus dalam penataan sungai. Akan tetapi karena sungai bukan merupakan kewenangan Pemko Medan, maka perlu kolaborasi dengan berbagai pihak. Bersama Pemprov Sumut, lanjut Bobby, sudah dilakukan penetapan penataan tiga sungai yakni Sungai Babura, Sungai Bederah dan Sungai Deli. (map/ila)