Home Blog Page 2984

Percepatan Vaksinasi, Pasar Modal Indonesia Distribusikan Ratusan Ribu Dosis di Sumut

Pasar modal Indonesia distribusikan ratusan ribu dosis vaksin di Sumatera Utara.(ist).

SUMUTPOS.CO – Dalam rangka HUT 44 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia, untuk mendukung program pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan pandemi COVID-19, Self-Regulatory Organizations (SRO), yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan kegiatan corporate social responsibility (CSR) berupa pembuatan sentra vaksinasi.

Pasar modal Indonesia distribusikan ratusan ribu dosis vaksin di Sumatera Utara.(ist).

Kegiatan yang telah dilaksanakan sejak bulan Juli 2021 ini telah dilakukan di 22 wilayah kabupaten dan kota baik di Jawa maupun luar pulau Jawa, dengan total jumlah alokasi vaksin sebanyak lebih dari 445.000 dosis. Kali ini, pada pelaksanaan sentra vaksinasi di Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, BEI, KPEI dan KSEI kembali bekerjasama dengan Perkumpulan Perempuan Pertiwi Indonesia (Pertiwi Indonesia) menyelenggarakan vaksinasi sebanyak 40 ribu dosis vaksin.

Kabupaten Asahan menjadi kabupaten ke-5 di Sumatera Utara yang mendapatkan dukungan pelaksanaan vaksin dari pasar modal Indonesia, menyusul Kabupaten Karo, Simalungun, Toba dan Dairi yang telah dilaksanakan sejak sejak 13 November 2021, dengan jumlah 200 ribu dosis.

Selain penyelenggaraan sentra vaksinasi, BEI, KPEI dan KSEI juga menyerahkan bantuan alat kesehatan berupa 2 unit oksigen konsentrator, 750 unit rapid test antigen, 100 unit oximeter dan 360 box masker medis senilai Rp66 juta.

Pelaksanaan sentra vaksinasi di Kabupaten Asahan kerjasama SRO dan Pertiwi Indonesia yang diselenggarakan pada 26 November 2021 – 2 Desember 2021 diresmikan hari ini (26/11) oleh Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si. Turut hadir pada acara tersebut, Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemerintah Kantor OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara Andi Muhammad Yusuf, Direktur BEI merangkap Wakil Ketua Panitia HUT ke-44 pasar modal Indonesia Risa E. Rustam, Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumatera Utara Pintor Nasution dan Sekjen Pertiwi Indonesia Darariza Wahid.

Wakil Bupati Kisaran Taufik Zainal Abidin S.Sos, M.Si mengatakan Meski saat ini beberapa wilayah kondisinya lebih baik, namun masyarakat harus tetap waspada. Saat ini Kisaran masih membutuhkan vaksin, namun jumlahnya belum memenuhi target.

“Kami berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu, salah satunya pasar modal Indonesia,” sebut Taufik dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/11).

Ia juga menyebutkan Kabupaten Asahan yang terdiri dari 25 kecamatan dengan jumlah penduduk 769 ribu, ditargetkan 589 ribu masyarakat yang harus divaksin.

Direktur BEI merangkap Wakil Ketua Panitia HUT ke-44 pasar modal Indonesia Risa E. Rustam menyampaikan dukungan pasar modal Indonesia untuk mempercepat vaksinasi di Sumatera Utara, terutama di Kabupaten Asahan dan untuk mengantisipasi liburan Natal dan Tahun Baru.

“Kondisi yang kondusif saat ini harus kita manfaatkan dengan baik untuk percepatan vaksinasi. Jumlah masyarakat Kabupaten Asahan yang telah divaksin dosis 1 adalah sebesar 48%, serta dosis 2 sebesar 24%. Hal ini adalah salah satu faktor yang membuat kami, pasar modal Indonesia tergerak untuk mendukung pemerintah Kabupaten Asahan dalam mempercepat pemberian vaksin kepada masyarakat,” kata Risa.

Risa juga menambahkan, secara keseluruhan penyelenggaraan sentra vaksinasi dalam rangka 44 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia telah dilaksanakan di 22 wilayah Kota dan Kabupaten, baik di pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya, Purwokerto, Bantul, Gresik, dan Semarang, hingga di luar Jawa seperti Jambi, Palangka Raya, Mataram, Makassar, kabupaten Manggarai Barat serta empat Kabupaten di Sumatera Utara yaitu Karo, Dairi, Toba dan Simalungun. Penyelenggaraan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara merupakan pelaksanaan ke-23.

Kegiatan vaksinasi tersebut juga sejalan dengan program 10 ribu vaksin OJK yang telah diselenggarakan sejak Juni 2021. “Program vaksinasi merupakan salah satu prasyarat bagi lembaga keuangan untuk fungsi intermediasi jasa keuangan, karena sebagian besar konsumen tergantung pada percepatan program vaksin. Percepatan program vaksinasi merupakan momen yang baik untuk pemulihan perekonomian, karena diharapkan ekonomi dapat tumbuh secara nasional, yang turut dapat mendukung pertumbuhan regional,” ungkap Andi Muhammad Yusuf, Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemerintah Daerah.

Perkumpulan Perempuan Pertiwi Indonesia (Pertiwi Indonesia) merupakan perkumpulan yang bergerak di bidang sosial, yang berupaya berperan serta membantu pemerintah dalam mempercepat herd immunity. Penyelenggaraan sentra vaksinasi di Kisaran, Sumatera Utara merupakan kerjasama SRO dan Pertiwi Indonesia untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya, SRO dan Pertiwi Indonesia menyelenggarakan sentra 100 ribu dosis vaksin di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam waktu dekat, SRO dan Pertiwi Indonesia akan menyelenggarakan sentra vaksinasi di daerah Sumatera lainnya, yakni Lampung dan Sumatera Selatan dengan perkiraan jumlah dosis 50.000.

“Kami Pertiwi Indonesia sangat menghargai dan berterima kasih dengan komitmen OJK dan pasar modal Indonesia. Komitmen tersebut membantu pemerintah untuk percepatan vaksinasi agar merata ke seluruh Indonesia yang pada akhirnya membawa dampak pemulihan ekonomi pada umumnya, dan pasar modal pada khususnya,” kata Darariza Wahid, Sekjen Pertiwi Indonesia.(gus)

Cek Kesiapan PTMT dan Penggunaan Kurikulum Semasa Pandemi Covid, Komisi X DPR RI Kunjungi Pemko Tebingtinggi

DIABADIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan diabadikan bersama anggota Komisi IX DPR RI dan sejumlah pelajar di Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Anggota Dewan Perwakilam Rakyat (DPR) RI Komisi X melakukan kunjungan kerja terkait pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka(PTM) Terbatas dan bidang pendidikan lainnya.

DIABADIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan diabadikan bersama anggota Komisi IX DPR RI dan sejumlah pelajar di Kota Tebingtinggi.

Rombongan wakil rakyat tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan di Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Jumat (26/11).

Dalam sambutannya, Umar Zunaidi Hasibuan sebelumnya menyampaikan kondisi banjir yang melanda Kota Tebingtinggi. Dimana banjir yang terjadi akibat meluapnya sungai Padang dan Sungai Sibarau.

Terkait pendidikan, Kota Tebingtinggi memiliki 101 PAUD, 130 SD dan SMA dan SMK sederajat sebanyak 36 sekolah. Dan saat ini Pemko Tebingtinggi merekrut 87 P3K yang dibiayi oleh APBN. “Oleh karena itu melalui Komisi X DPR RI, kami perlu guru dikarenakan banyak yang sudah pensiun.

Ketua Komisi X DPR RI, DR Abdul Fikri Faqih dalam sambutannya mengatakan, kunjungan kerja untuk menjalankan fungsi DPR sebagai pengawas, legislasi dan budgeting.

“Hampir 2 tahun pandemi Covid-19, mayoritas sekolah telah melaksanakan PTM Terbatas akibat penutupan sekolah berkepanjangan, sehingga peserta didik semakin tertinggal dalam belajar. Begitu juga dengan kesenjangan pendidikan adanya penurunan capaian belajar dan resiko putus sekolah. “Survei pada 53.679 satuan pendidikan di aplikasi survei PTM, pelaksanaan PTM Terbatas terkendala belum diberikannya izin oleh Pemda Satgas Covid-19 sekitar 64 persen. Dan sebagian besar guru dan tenaga pendidik belum mendapatkan vaksin sebanyak 14 persen, orangtua mengizinkan PTM kepada anaknya sebanyak 10 persen serta berbagai alasan lainnya sebanyak 12 persen.

“Kami berupaya menggali informasi kesiapan PTM secara langsung ke Sumut dan Jatim. Kami berharap mendapatkan informasi aktual data faktual perkembangan pelaksanaan PTM dan penggunaan kurikulum selama pandemi Covid-19.”terang Abdul Fikri. (ian/han)

Kisruh Pilkades di Desa Bertungen Julu, Dairi, Kapolsek Tigalingga Terluka, 9 Orang Jadi Tersangka

KISRUH PILKADES: Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Hadi Wahyudi didampingi Wadir Krimum AKBP Alamsyah Hasibuan, Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman, Kasat Reskrim AKP Rismanto Purba menjelaskan kronologis kericuhan Pilkades di Bertungen Julu, Kecamatan Tigalingga, Dairi, dan menunjukkan 9 tersangka, Jumat (26/11).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di Desa Bertungen Julu, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, berujung ricuh. Sejumlah orang pendukung salahsatu kandidat Cakades, merampas dan merusak kotak suara hasil penghitungan karena tidak terima kandidat mereka kalah, Kamis (25/21) malam.

KISRUH PILKADES: Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Hadi Wahyudi didampingi Wadir Krimum AKBP Alamsyah Hasibuan, Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman, Kasat Reskrim AKP Rismanto Purba menjelaskan kronologis kericuhan Pilkades di Bertungen Julu, Kecamatan Tigalingga, Dairi, dan menunjukkan 9 tersangka, Jumat (26/11).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Kapolda Sumut Irjend Pol Panca Putra Simanjuntak melalui Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Hadi Wahyudi dalam siaran pers nya di Mapolres Dairi, Jumat (26/11) menegaskan, kericuhan terjadi pasca penghitungan suara dan terjadi di luar lokasi TPS dalam Pilkades serentak di Desa Bertungen Julu, Kamis (25/11) malam.

Terkait insiden tersebut, Polres Dairi mengamankan dan menetapkan 9 tersangka warga Desa Bertungen Julu, berinisial IPT, JWG, BHS, FS, KG, RDS, TJT, AT dan ASB. Sementara, 1 orang lagi berinisial WD masih dalam pencarian Polisi.

“Insiden ini juga mengakibatkan Kapolsek Tigalingga AKP SP Siringoringo dan 1 anggota Sabhara Poldasu, mengalami lebam di wajah,”ungkap Hadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadispemdes) Dairi untuk menjelaskan, pelaksanaan Pilkades Bertungen Julu dalam Pilkades serentak 106 desa di Dairi, Kamis (25/11).

Junihardi menjelaskan, Pilkades Bertungen Julu diikuti 2 calon kades yakni calon nomor urut 1, Eben Girsang serta calon nomor urut 2, Haryono Sinulingga. Hasil penghitungan akhir dan yang diplenokan panitia pemilihan kepala desa (P2KD).

Calon nomor urut 1, Eben Girsang meraih suara sebanyak 490 suara, sementara calon nomor urut 2 meraih 489 suara, dan hanya selisih 1 suara.

Junihardi mengatakan, pada dasarnya pelaksanaan Pilkades berjalan dengan lancar. Sehingga pelaksanaan sampai kepenghitungan suara di 2 TPS.

Dalam Pilkades kemaren, di Desa Bertungen Julu ada 2 TPS dan 4 Dusun. TPS 1 untuk Dusun 1 dan 2, dan TPS 2 untuk dusun 3 dan 4. Perhitungan suara di TPS 2 tidak ada masalah. Namun, dalam proses penghitungan suara di TPS 1 untuk kotak suara dari Dusun 1 dan 2, ada 1 surat suara koyak/robek.

Tetapi, ketika ditanyakan kepada saksi nomor urut 1 dan 2, kedua saksi calon kades sepakat bahwa surat suara tersebut sah. Sehingga, dalam proses penghitungan suara tidak ada masalah. Dan secara sistematis, terjadi selisih suara hanya 1. Dan penghitungan sudah final, dan Pilkades dimenangkan nomor urut 1, Eben Girsang.

“Tetapi, pasca surat suara selesai dihitung dan hendak di antar ke kantor Camat. Pendukung nomor urut 2 protes, dan menyatakan surat suara yang koyak tidak sah dan menggugat kembali, “terang Junihardi.

Kombes Pol Hadi menambahkan, oleh kericuhan yang terjadi di TPS, ada keragu-raguan P2KD untuk memutuskan, dan meminta panitia kabupaten menyelesaikannya.

Sementara itu, Wadirkrimum Poldasu, AKBP Alamsyah Hasibuan mengatakan, pada saat proses pemindahan, ada beberap orang yang berusaha untuk merampas kotak suara sehingga terjadi tarik menarik dan terjadinya pengrusakan kotak suara nomor 2, dan surat suara berhambur dan terobek.

Lanjut Alamsyah, pihaknya pun mengamankan 12 orang warga. Namun saat diperiksa, sebanyak 9 orang ditetapkan menjadi tersangka.(rud/han)

Gelar Peduli Generasi Emas Cegah Stunting, AIMI Sumut Gandeng PLN

DIABADIKAN: Ketua AIMI Sumut RA Dwi Pujiastuti saar bersama Ketua TP PKK Desa Marindal 2 Florida Silalahi, CSR PLN Peduli Yasmin Lukman, Jumat (26/11).DEWI SYAHRUNI/SUMUT POS.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Sumut bekerja sama dengan PLN dan pemerintahan desa, menggelar acara bertajuk Peduli Generasi Emas di Desa Marindal 2, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Jumat (26/11).

DIABADIKAN: Ketua AIMI Sumut RA Dwi Pujiastuti saar bersama Ketua TP PKK Desa Marindal 2 Florida Silalahi, CSR PLN Peduli Yasmin Lukman, Jumat (26/11).DEWI SYAHRUNI/SUMUT POS.

Acara ini merupakan program peningkatan kesehatan melalui pendampingan untuk ibu dan anak di 1.000 hari pertama kehidupan.

Ketua AIMI Sumut, RA Dwi Pujiastuti menjelaskan, tujuan dari program ini, untuk mencegah stunting dengan pendampingan kesehatan anak di bawah usia 2 tahun, terutama mendampingi 1.000 hari pertama kehidupan.

Hal ini, lanjutnya, diwujudkan melalui kehamilan yang sehat, pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif, dan ASI hingga 2 tahun, sert intervensi gizi dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang berkualitas.

“Program ini telah menjangkau 100 ibu hamil melalui kelas dampingan ibu hamil sehat dan kelas ibu menyusui bahagia. Selain itu, juga menjangkau 120 ibu yang memiliki anak di bawah usia 2 tahun, melalui intervensi gizi berupa dukungan pemberian makanan tambahan balita dan peningkatan pelayanan di Posyandu,” ungkap Dwi usai acara.

Di samping itu, lanjut Dwi, ada juga pendampingan melalui kelas ayah ASI, serta peningkatan kapasitas kader-kader kesehatan masyarakat.

“AIMI sangat mengapresiasi dukungan dari pihak desa, kecamatan, dan CSR PLN Peduli. Harapannya, desa ini menjadi inspirasi bagi desa lain, untuk pencegahan stunting di masyarakat,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan, Kabupaten Deliserdang menjadi satu lokus pencegahan stunting. Program Peduli Generasi Emas ini, telah dilaksanakan di Desa Marindal 2, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, oleh AIMI Sumut. Program ini didukung oleh Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Peduli dari PT PLN Persero Unit Induk wilayah Sumut selama satu tahun, sebagai model dan harapannya dapat direplikasi ke daerah lain.

“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama di 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Stunting merupakan masalah gizi utama di Indonesia,” jelas Dwi lagi.

Dwi menyebutkan, penyebab stunting berasal dari berbagai hal, seperti kondisi ekonomi dan sosial, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan asupan gizinya. Sebanyak 3 dari 10 anak di Sumut mengalami stunting.

“Permasalahan stunting terjadi mulai dari kandungan dan baru terlihat ketika anak sudah menginjak usia 2 tahun, yang ditandai dengan tinggi badan di bawah standar pertumbuhan. Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya,” bebernya.

Camat Patumbak Syahdin Setia Budi Pane, melalui Ketua TP PKK Desa Marindal 2, Florida Silalahi mengatakan, kegiatan yang berlangsung dan ilmu yang diberikan tidak pernah berakhir di desa ini, tapi akan terus dilanjutkan agar Desa Marindal 2 dapat menjadi yang terdepan.

“Kami juga memberikan penghargaan atas kinerja Posyandu dan juga ibu-ibu yang telah berhasil mengubah perilaku menyusui, menunjukkan bukti nyata dari program setahun ini. Kami pun akan melibatkan AIMI ke depannya dalam penguatan kader desa,” ujarnya.

Sementara itu, CSR PLN Peduli, Yasmin Lukman, mengucpakan terima kasih kepada Camat Patumbak dan Kepala Desa Marinda 2, yang sudah menerima dan melaksanakan program selama setahun.

“Semoga desa ini nantinya melahirkan generasi yang luar biasa. Kami juga siap berkolaborasi untuk melanjutkan program menjangkau desa yang lebih luas lagi,” pungkasnya. (dwi/saz)

Drainase Asal Jadi dan Terbengkalai, Dinas PU Harus Tindak Kontraktor Proyek

BANGUN: Warga Kecamatan Medan Kota saat membangun titi untuk perlintasan kendaraan. Hal ini dilakukan karena proyek drainase di kawasan tersebut terbengkalai.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Medan meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan untuk mengawasi pekerjaan kontraktor dalam mengerjakan proyek pembangunan dan perbaikan drainase di Kota Medan, khususnya Kecamatan Medan Kota. Pasalnya, pengerjaan yang dilakukan terkesan asal jadi dan terbengkalai, sehingga menyulitkan masyarakat melintas.

BANGUN: Warga Kecamatan Medan Kota saat membangun titi untuk perlintasan kendaraan. Hal ini dilakukan karena proyek drainase di kawasan tersebut terbengkalai.istimewa/sumutpos.

“Kami minta Dinas PU atau PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), turun langsung melihat bagaimana kerja para kontraktor proyek pengerjaan drainase itu. Soalnya banyak yang terbengkalai,” tegas Anggota Komisi 4 DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution, Jumat (26/11).

Dedy yang merupakan Anggota DPRD Medan Dapil 4, meliputi Medan Amplas, Medan Denai, Medan Area, dan Medan Kota itu, mengatakan, pekerjaan drainase tersebut terkesan asal-asalan dan terbengkalai. Menurutnya, hal itu terjadi di Jalan M Nawi Harahap Gang Suka, Jalan Kemiri 2 Gang Tanjungbunga 3, dan Jalan Bahagia by Pass, Kecamatan Medan Kota.

Menurut Politisi Partai Gerindra tersebut, selama ini warga setempat mengeluhkan pekerjaan drainase yang tidak tuntas dan ditinggalkan begitu saja oleh kontraktor, dan pengerjaannya pun dilakukan berhari-hari. Akibatnya, warga tidak bisa melintas, karena akses jalan dihancurkan karena perbaikan drainase tersebut. Bahkan, warga terpaksa memasang papan untuk membuat titi, agar kendaraan bisa lewat.

“Saya melihat langsung bagaimana pengerjaannya. Drainase yang lama dihancurkan untuk dibuat yang baru, tapi cor atas untuk akses jalan tidak dikerjakan secepatnya, jadi orang tidak bisa lewat,” tegas Dedy.

Dedy pun menilai, pekerjaan perbaikan dan pembangunan drainase itu, tidak sesuai dengan program Medan Tanpa Banjir (Tajir) yang dicanangkan Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution.

“Kalau pengerjaannya asal-asalan seperti ini, kami takut akan menambah masalah, dan tidak bisa menyelesaikan penanganan banjir,” imbuhnya.

Untuk itu, dia menegaskan, Dinas PU Kota Medan harus bersikap tegas, dengan menindak kontraktor proyek yang bekerja asal-asalan tersebut. Jika perlu, dilakukan blacklist terhadap kontraktor itu. “Bukannya menyelesaikan masalah, ini malah menambah. Saya sudah menelpon Kepala Dinas PU, agar itu segera dituntaskan,” beber Dedy.

Dedy pun mengatakan, sebuah pekerjaan itu harus terukur dan terjadwal dengan baik.

“Semuanya harus terukur dan terjadwal, serta sesuai dengan bestek. Apalagi membuat saluran air, harus terkoneksi dan terintegritas, agar persoalan banjir di Medan bisa teratasi,” pungkasnya. (map/saz)

Pesantren Amrullah Akbar Peringati Hari Guru Nasional, Komitmen Bebas dari Bentuk Kekerasan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2021 lalu, Pondok Pesantren Amrullah Akbar, Medan Tuntungan, berkomitmen menjadikan instansi pendidikan mereka bebas dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan verbal maupun nonverbal. Adapun satuan pendidikan mereka, yakni RA Amrullah Akbar, SDIT Amrullah, dan MTs Sains Amrullah Akbar.

Hal ini disampaikan Direktur Pondok Pesantren Amrullah Akbar, Ismail Munthe, dalam acara perayaan Hari Guru Nasional, Kamis (25/11) lalu. Kegiatan ini memiliki tema, ‘Guru Humanis dan Merdeka Belajar’.

“Pada dasarnya guru adalah sebuah pekerjaan mengajar sambil mengasuh. Guru tidak bisa hanya mentransfer knowladge (pengetahuan) saja, tapi lebih dari itu. Guru harus bisa menjadi uswatun hasanah atau memberi contoh yang baik,” ungkap Ismail.

Ismail juga mengatakan, sebagai teladan sudah tentu guru harus mampu menciptakan iklim yang nyaman, aman, dan bebas dari kekerasan di lingkungan sekolah.

“Maka, untuk mewujudkan guru humanis dan merdeka belajar, harus dimulai dengan menerapkan konsep Sekolah Ramah Anak (SRA),” tuturnya.

Dia pun menjelaskan, SRA merupakan program pemerintah yang terdiri dari beberapa komponen untuk menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam segala aspek kehidupan. Kebijakan SRA tertuang pada Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2011.

Ismail juga menyebutkan, kebijakan tentang SRA merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap dunia pendidikan. Tapi, program ini masih terkesan setengah jalan. Sebab pada pelaksanaannya, banyak sekolah yang belum menerapkan program ini.

“Kendala biaya adalah satu penyebabnya. Sebab, SRA harus juga mencakup aspek fasilitas, seperti bangunan sekolah, taman belajar, taman bermain, dan sebagainya. Maka dibutuhkan komitmen kuat dari pemerintah, agar SRA ini betul-betul dapat terwujud,” imbuhnya.

Pondok Pesantren Amrullah Akbar, menurutnya, telah membuat strategi guna mewujudkan sekolah tanpa kekerasan.

“Seperti membuat paguyuban orang tua maupun siswa melalui media sosial (medsos), dan menggalakkan dan memahamkan pentingnya 5S (salam, senyum, sapa, sopan, santun). Selain itu, membuat forum tanya jawab tentang kekurangan dan masukan untuk kemajuan sekolah ramah anak, pertemuan parenting, dan berkomitmen untuk tetap memberi ruang bermain kepada anak, serta memberikan pelatihan-pelatihan kepada para guru dan karyawan,” pungkas Ismail. (dwi/saz)

Teks Foto

ISTIMEWA

BERSAMA: Para guru Pondok Pesantren Amrullah Akbar diabadikan bersama, Kamis (25/11).

Tahanan Polrestabes Medan Tewas Diduga karena Dianiaya, Robi Barus: Kapolrestabes Harus Dievaluasi

Robi Barus.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tewasnya seorang tahanan Polrestabes Medan bernama Hendra Syahputra yang diduga karena dianiaya oleh sesama tahanan lainnya mendapatkan perhatian khusus dari Komisi I DPRD Medan.

Robi Barus.

Selaku counterpart, Komisi I meminta Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko untuk bertanggungjawab secara penuh atas tewasnya tahanan mereka secara tidak wajar.

“Sungguh ini merusak citra kepolisian. Padahal Pak Kapolri sudah meminta setiap jajarannya di kepolisian untuk ‘Presisi’. Namun yang kita lihat, Kapolrestabes Medan tidak mampu menerapkannya. Untuk itu kami minta, Kapolrestabes harus bertanggungjawab atas hilangnya nyawa tahanannya,” ucap Anggota Komisi I DPRD Medan, Robi Barus kepada Sumut Pos, Jumat (26/11/2021).

Dikatakan Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan itu, Kapolrestabes Medan seharusnya mampu menjamin keselamatan setiap orang yang menjadi tahanan di wilayahnya, khususnya di Polrestabes Medan.

“Secara Tupoksi, polisi harus mampu mencegah dan bertindaktegas terhadap perbuatan main hakim sendiri di tengah-tengah masyarakat. Tapi kali ini yang kita lihat, perbuatan main hakim sendiri justru terjadi di kantor polisi, tepatnya di sel tahanan Polrestabes Medan dan mereka tidak mampu menjaga keselamatan tahanannya sendiri,” ujarnya.

Untuk itu, Robi Barus meminta agar kematian Hendra Syahputra harus diusut tuntas.

“Sejatinya yang namanya tahanan itu diproses secara hukum dan menjalani hukumannya bila telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Selama itu pula setiap tahanan wajib dipenuhi hak-haknya, termasuk hak untuk hidup,” katanya.

Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Medan itu pun meminta, agar Polda Sumut dapat memberikan perhatian khusus terhadap hilangnya nyawa tahanan di Polrestabes Medan.

“Kapolrestabes Medan harus di evaluasi. Bapak Kapolri dan terkhusus Pak Kapolda Sumut, tolong peristiwa ini menjadi perhatian khusus, kita miris dengan peristiwa ini. Peristiwa ini harus diusut tuntas, harus ada evaluasi, dan kita harap jangan terulang lagi. Saya yakin dan percaya, kepolisian masih bekerja secara profesional dan terus mengayomi masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang tahanan Polrestabes Medan, Hendra Syahputra, tewas diduga karena dianiaya. Dikanarkan, penganiayaan yang dilakukan terhadap tahanan kasus dugaan pencabulan ini dikarenakan tidak memberikan uang keamanan kamar.

Adik kandung Hendra, Hermansyah menduga, Hendra meninggal dunia akibat dianiaya di sel tahanan Polrestabes Medan. Padahal sebelumnya, Hendra masih dalam kondisi sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit saat diantarkan keluarga ke Mapolrestabes Medan.

“Kondisi yang kami terima dengan luka yang tidak wajar di seluruh tubuh. Makanya, kami melakukan langkah hukum dengan melakukan autopsi,” kata Hermansyah saat ditemui wartawan, Kamis (25/11).

Dia menyatakan, kondisi jenazah Hendra mengalami banyak luka saat diterima pihak keluarga, diantaranya bagian pelipis mata pecah, kedua bagian mata lebam, punggung lebam, kaki sebelah kiri diduga patah, ada bekas api rokok, dan sejumlah luka lainnya. Bahkan disebutkannya, seorang penyidik, Bripda SB diduga ikut terlibat.(map)

Khawatir Jadi Tempat Maksiat dan Peredaran Narkoba, Mahasiswa Demo Apartemen The Reiz Condo

istimewa AKSI: Puluhan mahasiswa saat melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung The Reiz Condo Apartment Jalan Tembakau Deli No 1, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Jumat (26/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemerhati Kebijakan Publik (AMPKP), menggelar unjuk rasa di depan gedung The Reiz Condo (TRC) Apartment Jalan Tembakau Deli No 1, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Jumat (26/11).

istimewa AKSI: Puluhan mahasiswa saat melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung The Reiz Condo Apartment Jalan Tembakau Deli No 1, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Jumat (26/11).

Dalam aksi damai itu, mahasiswa bergerak bejalan kaki dari Tugu Kantor Pos Besar Medan atau Lapangan Merdeka Medan, dengan membentangkan spanduk menuju gedung TRC. Sesampainya di sana, Koordinator Aksi, Tama, pun menyampaikan orasinya, yang merupakan sejumlah tuntutan kepada pengelola TRC, yakni PT Waskita Karya Realty (WKR). Para mahasiswa meminta agar PT WKR, selaku pihak pengelola, tetap menjadikan TRC sebagai hunian murni, bukan hotel.

Dalam orasinya mahasiswa mengaku khawatir, bila gedung TRC dijadikan hunian dan campuran hotel, maka dikhawatirkan berpotensi menjadi tempat maksiat, bahkan sebagai tempat peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba), yang membuat lingkungan menjadi tidak kondusif.

“Kami sangat tidak setuju, jika obat-obatan terlarang bebas beredar di tempat hunian itu (TRC),” ungkap Tama.

Masih dalam orasi mahasiswa, mereka pun meminta Pemko Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PMPTSP, Dinas PKPPR, Dinas Pariwisata, dan seluruh instansi terkait, agar tidak memberikan izin kepada pihak PT WKR untuk melakukan perubahan izin pada hunian TRC.

Mahasiswa juga menuntut Menteri BUMN Erick Thohir, agar berkenan memberikan instruksi kepada pihak PT WKR, supaya konsisten dengan janjinya kepada konsumen, untuk tidak mengubah fungsi dari hunian ke Hotel.

Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan desakannya kepada pihak Polda Sumut. Pengunjuk rasa meminta, agar Polda Sumut dapat mengusut tuntas dugaan pembohongan konsumen yang dilakukan oleh PT WKR kepada para pemilik/penghuni TRC.

Mereka pun meminta, PT WKR dapat memberikan penjelasan, terkait tuntutan yang mereka sampaikan, dengan memberi tenggat waktu satu pekan.

“Apabila dalam satu minggu ini belum ada klarifikasi, maka kami akan melakukan aksi unjuk rasa yang lebih besar lagi,” ancam para mahasiswa.

Selanjutnya, para pengunjuk rasa yang diterima pihak PT WKR melalui Manager Marketing, Haryo mengatakan, aspirasi para pengunjuk rasa akan disampaikan kepada pimpinan mereka.

“Aspirasi adik-adik sudah kami terima, dan akan kami teruskan ke pimpinan,” tuturnya. (map/saz)

PT Mulia Berjaya Abadi Gelar Doa Bersama dan Bakti Sosial

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Mulia Berjaya Abadi (MBA) menggelar doa, syukuran bersama, dan melaksankan bakti sosial menjelang akhir tahun. Kegiatan berlangsung di Kantor PT MBA, Jalan Raya Pelabuhan, Kelurahan Bagandeli, Kecamatan Medan Belawan, Jumat (26/11).

BERSAMA: Pimpinan Unit PT MBA, Budi Santoso, diabadikan bersama anak yatim usai gelaran doa, syukuran bersama, dan bakti sosial, Jumat (26/11).

Kegiatan yang digelar perusahaan bidang jasa transportasi, jasa EMKL, jasa PPJK, dan jasa TPS container di wilayah Pelabuhan Belawan ini, melakukan doa bersama dengan masyarakat Bagan Deli.

Selain itu, kegiatan juga dilakukan dengan memberikan santunan kepada puluhan anak yatim, dan penyaluran 50 paket sembako untuk masyarat yang berdomisili di sekitar PT MBA. Acara tersebut dapat terlaksana dengan adanya program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT MBA, yang diprioritaskan untuk masyarakat sekitar.

Pimpinan Unit PT MBA, Budi Santoso mengatakan, kegiatan yang mereka laksanakan adalah program CSR perusahaan, yang diperuntukan kepada masyarakat. Acara yang dilaksanakan adalah doa bersama, yang dilaksanakan dalam 3 sesi, untuk mengambil nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika.

“Doa bersama yang kami laksanakan untuk mengakomodir keterwakilan agama dan kepercayaan masing-masing karyawan dan sopir PT MBA. Untuk karyawan dan sopir yang beragama Islam, diadakan tausyiah dengan menghadirkan ustad, kemudian untuk yang beragama Kristen diadakan ibadah yang dilakukan Tim Gereja Mawar Sharon,” ungkap Budi.

Doa bersama ini, lanjut Budi, diselenggarakan sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena selama satu tahun diberikan kesempatan dan nikmat dalam berkerja, meskipun di tengah pandemi Covid-19.

“Besar harapan kami, keluarga besar karyawan dan sopir diberikan keselamatan serta kesehatan dalam menjalankan aktivitas kerja di hari-hari selanjutnya. Selain itu, untuk mewujudkan wadah silaturahim PT MBA dengan tokoh agama dan masyarakat di Bagan Deli sekitarnya,” cetusnya.

Dia pun berharap, masyarakat yang telah mendapatkan bantuan dari PT MBA, bebannya menjadi lebih ringan.

“Mari kita doakan perusahaan tetap sukses dan berjalan baik, agar CSR ini dapat terus dikucurkan di tengah-tengah masyarakat, khususnya di Bagan Deli,” pungkas Budi. (ila/saz)

Menko Airlangga Targetkan Kerja Sama yang Nyata dalam Presidensi G20

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menargetkan hasil kerja sama yang nyata dalam penyelenggaraan presidensi G20. Penyelenggaraan G20 2022 ditargetkan mampu menyelesaikan situasi unbalance yang terjadi di dunia pasca pandemi Covid-19. “Pemulihan kesehatan dan ekonomi pascapandemi Covid-19 yang terjadi secara tidak merata merupakan tantangan bagi semua negara. Indonesia akan menjadikan isu ketidakseimbangan dalam pemulihan kesehatan, akses terhadap vaksin, dan pemulihan ekonomi global sebagai isu prioritas,” ujar Airlangga.

KTT G20 tahun 2022 akan fokus dalam pembahasan isu-isu prioritas seperti pemulihan ekonomi dan kesehatan yang inklusif dan transformasi ekonomi berbasis digital. Perbedaan regulasi tiap-tiap negara tentunya akan menghambat pemulihan ekonomi global secara merata. Selain itu, Indonesia juga akan mengangkat isu keseimbangan dalam akses teknologi dan dana untuk mempercepat pengembangan energi berkelanjutan. “Momentum penyelenggaraan G20 tahun 2022 akan dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan diplomasi ekonomi dengan menyusun comprehensive action plan untuk isu ekonomi dan kesehatan global pascapandemi,” jelas Airlangga.

Presidensi G20 Indonesia akan mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”. Indonesia menilai forum G20 harus berfokus pada penguatan kerja sama multilateral untuk memastikan terjadinya keseimbangan dalam pertumbuhan ekonomi di setiap negara. “Indonesia memandang G20 harus difokuskan pada penguatan multilateralisme dan kemitraan global yang efektif untuk memastikan keseimbangan kepentingan antara negara maju dan berkembang,” ujar Airlangga.

Pembahasan isu dalam Presidensi G20 akan dibagi ke dalam dua bagian yakni Finance Track yang membahas isu keuangan dan Sherpa Track yang membahas isu non keuangan/sektor riil. Untuk mendukung proses forum G20, Presidensi G20 Indonesia akan mensinergikan kementerian dan lembaga yang bertanggung jawab sebagai focal point untuk masing-masing Working Group dan Engagement Group. “Finance dan Sherpa Track akan bersinergi untuk memastikan capaian konkret dari topik pokok sesuai arahan presiden. Komponen kelompok sosial dan non pemerintah (Engagement Group) juga akan dilaksanakan secara paralel,” jelas Airlangga.

Presidensi G20 2022 akan dihelat secara resmi pada 1 Desember 2021 dan berlangsung hingga 30 Oktober 2022. Penyelenggaraan G20 tahun 2022 akan diisi 150 pertemuan yang diperkirakan akan dihadiri oleh 20.988 delegasi dari seluruh negara G20 dan negara undangan. Presidensi Indonesia pada G20 tahun 2022 dianggap memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia. Salah satu yang akan didapatkan oleh Indonesia ketika menjadi tuan rumah penyelenggaraan G20 adalah kesempatan untuk menentukan agenda pembahasan G20. “Indonesia sebagai perwakilan dari negara berkembang akan mendorong keseimbangan isu-isu negara maju dan berkembang dalam pembahasan isu strategis KTT G20,” ujar Airlangga. (eko/*)