31 C
Medan
Sunday, January 18, 2026
Home Blog Page 3006

Pelaku Penganiyaan di Hotel Dibekuk

TANGKAP: Polres Tebingtinggi memaparkan tersangka pelaku penganiayaan, Jakson Efrian Silitonga.sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Polres Tebingtinggi membekuk tersangka pelaku penganiayaan, Jekson Efrian Silitonga (26) warga Jalan Danau Ranu Kelurahan Lubuk Baru Kecamatan Padang Hulu Kota Tebingtinggi, kemarin. Tersangka saat itu memukul korban, Erwin (38) warga Jalan KF Tandean Kota Tebingtinggi di Hotel Amanda, Minggu (10/10).

TANGKAP: Polres Tebingtinggi memaparkan tersangka pelaku penganiayaan, Jakson Efrian Silitonga.sopian/sumut pos.

Menurut informasi di kepolisian, menyebutkan, kejadian pemukulan terjadi saat korban menginap di Hotel Amanda bersama teman wanitanya, Monica Adja Sari. Kemudian datang pelaku bersama dua rekannya di hotel untuk menemui korban di kamar.

Pelaku mengetuk pintuk kamar korban. Korban kemudian keluar dari kamar. Pelaku langsung mendorong korban hingga terjatuh. Korban kemudian menerima pukulan di bagian hidungnya setelah kedua temannya memegang kedua tangan korban.

“Akibat kejadiaan ini korban membuat pengaduan ke Mapolres kasus pemukulan itu, sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/708/X /2021 /SU RES T TINGGI/ SPKT TT, Tanggal 10 Oktober 2021,” jelas Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi AKP Wirhan Arif Didampingi Kasi Humas Aiptu Agus Arianto, Rabu (21/10).

“Dua rekan pelaku berhasil kabur dan diketahui juga rekan wanita korban juga ikut kabur dan masih dalam pengejaran oleh petugas kepolisian Polres Tebingtinggi,” jelasnya. (ian/azw)

Kemenkominfo Tingkatkan Inisiatif untuk Atasi Kesenjangan Literasi Digital di Bali

BALI, SUMUTPOS.CO – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi, memperkuat komitmennya untuk meningkatkan literasi digital lewat berbagai rangkaian talkshow dan program “Indonesia Makin Cakap Digital.” Salah satu rangkaian program tersebut dilaksanakan di Bali pada Oktober 2021, yang secara khusus menargetkan pelajar, guru, dan tenaga pendidik di Madrasah Ibtidaiyah dan Perguruan Tinggi Negeri. Acara pertama “Madrasah Makin Cakap Digital” diadakan pada 19 Oktober dilanjutkan dengan talkshow “Literasi Keuangan Digital di Era Revolusi 4.0″” pada 22 Oktober.

“Saat ini kita telah mengalami peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai 202,6 juta orang dengan penetrasi internet sebesar 73,7%. Dengan demikian, diperlukan pendidikan keterampilan literasi digital yang tepat untuk seluruh masyarakat guna memastikan penggunaan yang etis, aman, dan optimal. Selanjutnya, inisiatif dalam memajukan literasi digital ini harus mampu memberdayakan kehidupan banyak orang, baik dengan meningkatkan produktivitasnya, memberikan nilai lebih bagi dunia usaha, maupun meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” ujar Semuel A. Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika.

Dengan 3,4 Juta orang atau sekitar 85% dari total populasi yang dianggap sebagai pengguna internet (APJII, 2020), Bali menunjukkan potensi yang tinggi dalam pemanfaatan kemajuan teknologi. Namun, perubahan cepat di era digital menghadirkan tantangan tersendiri, khususnya bagi institusi pendidikan di Bali. Dengan banyaknya kasus kejahatan digital ditambah hoaks yang terus beredar, maka dibutuhkan strategi yang tepat agar terhindar dari hal-hal tersebut. Salah satunya lewat penerapan literasi digital di sektor pendidikan.

Pemerataan literasi digital di sektor edukasi

Baru-baru ini, Kemenkominfo melalui Siberkreasi, telah mengadakan talkshow “Madrasah Makin Cakap Digital” yang menargetkan tenaga pendidik dan pengajar madrasah untuk mampu meningkatkan kompetensinya di sektor digital. Diselenggarakan dengan format hybrid pada 19 Oktober 2021, acara ini dihadiri lebih dari 50 peserta secara luring di MI Insan Mulia Bali, Jimbaran, Kuta Selatan, dan sekitar 1.000 peserta daring. Pembicara yang hadir antara lain Muhammad Zein, Direktur GTK Madrasah Kementerian Agama; Rizki Ameliah, Koordinator Literasi Digital Kemkominfo; I Gede Putu Krisna Juliharta, Wakil Ketua III STMIK Primakara; dan Indrianto, Dosen ITB STIKOM Bali.

“Dengan banyaknya madrasah yang ada di Bali, sangat penting untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi digital, baik untuk pendidik maupun siswa agar dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Talkshow ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan komitmen kami dalam mendigitalkan madrasah di seluruh provinsi dan menjadikan Bali sebagai contoh utama kota literasi digital di Indonesia,” kata Rizki Ameliah.

Setelah itu, Kemenkominfo kembali menggelar talkshow di Bali bertajuk “Literasi Keuangan Digital di Era Revolusi 4.0” di Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, Bali, pada 22 Oktober 2021. Acara tersebut mengundang selebriti dan public figure, Nicholas Saputra, sebagai salah satu pembicara, serta beberapa pembicara istimewa seperti Prof. DR. Drh. I Made Damriyasa, MS, Rektor Universitas Hindu Indonesia; I Made Maswinartha, Kepala Sub Bagian Pengawasan IKNB OJK; Ria Templer, founder Utama Spice; dan Donny BU, staf ahli dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Membahas tentang literasi keuangan digital dan upaya untuk meningkatkan usaha kecil menengah (UKM) di dunia digital, acara ini menargetkan sekitar 50 peserta luring dan lebih dari 2.000 peserta daring melalui ZOOM.

Untuk informasi lebih lanjut dan untuk mengikuti acara secara virtual, silakan kunjungi http://info.siberkreasi.id dan ikuti akun @siberkreasi di media sosial untuk informasi mengenai acara mendatang. (rel/sih)

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Drum, Calon Orangtua Angkat Kecewa dengan RSU Sidikalang

KETERANGAN: Kepala Desa Hutarakyat, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Pander Sitepu didampingi istri Rosinta Pardede memberikaan keterangan terkait bayi yang ditemukan dan dirawat di RSU Sidikalang, Kamis (21/10).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kepala Desa Hutarakyat, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Pander Sitepu bersama istri, Rosinta Pardede, calon orangtua angkat bayi perempuan yang ditemukan dalam drum plastik mengaku kecewa dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Sidikalang. Pander dan istri, kaget mendengar bakal ada mengadopsi bayi yang bakal mereka adopsi itu.

KETERANGAN: Kepala Desa Hutarakyat, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Pander Sitepu didampingi istri Rosinta Pardede memberikaan keterangan terkait bayi yang ditemukan dan dirawat di RSU Sidikalang, Kamis (21/10).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Pasalnya, sejak ditemukan bayi malang yang diduga sengaja dibuang orang tidak bertanggungjawab itu, mereka langsung bawa ke RSU Sidikalang merawat dan memutuskan akan merawat dan membesarkan bayi tersebut.

Segala perlengkapan dan biaya perawatan di RSU Sidikalang, mereka bertanggungjawab penuh dan bayi itu dirawat dengan status pasien umum.

“Saat pendaftaran, administrasi bayi tersebut tanggungjawab Rosinta Pardede. Tetapi, saya tengok tadi di papan nama tempat tidur bayi, sudah diganti menjadi bayi X, sementara sebelumnya, tertulis bayi saya,” ucap Rosinta, Kamis (21/10).

Dipaparkan Pander dan Rosinta, tadi pagi mereka ke RSU Sidikalang tepat di ruang bayi dan menemui kepala ruangan untuk meminta dibuatkan surat keterangan lahir dan BPJS.

“Lalu, kepala ruangan bayi mengatakan, tunggu ditanya dulu dokter anak. Nanti saja datang lagi, kata Rosinta menirukan ucapan tenaga kesehatan (nakes) kepada merea.

Dan sorenya, mereka diminta dibuatkan surat lahir. Dan, kata Rosinta lagi, bahwa kepala ruangan menyebutkan sudah tutup.”Jadi bagian administrasi bulang besok saja,” imbuh Rosinta.

Pander dan istri Rosinta Pardede mengaku, sudah iklas mengadopsi bayi itu. Bahkan, bayi itu sudah diberi nama Delima Cahaya Putri Sitepu.

Rosinta mengaku, sudah berdoa dan meminta kepada Tuhan supaya dia yang merawat dan membesarkan bayi dimaksud. Saat bertemu dengan Direktur RSU Sidikalang, Sugito Panjaitan, Pander Sitepu berkeras bahwa bayi itu tidak bisa diserahkan kepada pihak manapun tanpa sepengetahuanya.

“Saya hanya menitip di rumah sakit untuk dirawat supaya bayi itu sehat. Setelah sehat, saya akan bawa dan membesarkannya. Segala urusan administrasi untuk legalitas hukum baik ke pengadilan dan urusan lainya saya yang bertanggungjawab,” terangnya.

Sementara, Kapolsek Kota Sidikalang, Iptu Sukamto Berutu yang hadir di RSU Sidikalang mengatakan, bayi itu masih berada di RSU Sidikalang dan masih menjalani perawatan. (rud/azw)

BIG dan Abdul Wahab Dalimunthe Gelar Sosialisasi Produk Informasi Geospasial

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejak diberlakukannya Undang-undang tentang Pemerintahan Daerah, batas wilayah administrasi menjadi sangat tinggi urgensinya. Karenanya, Badan Informasi Geospasial (BIG) berkerja sama dengan anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi Partai Demokrat, Abdul Wahab Dalimunthe menggelar sosialisasi penyediaan data dan informasi geospasial di Hotel Santika Medan, Kamis (21/10/20).

Abdu Wahab Dalimunthe yang hadir lewat aplikasi Zoom dalam sosialisasi itu mengatakan, pada prinsipnya geospasial berfungsi untuk menyelesaikan permasalahan batas wilayah dan Rencana Tata Ruang untuk seluruh kota/kabupaten dan desa di Indonesia. Disebutkannya, batas wilayah administrasi dapat dibagi dalam beberapa kelompok, yaitu batas antar provinsi, batas antar kota/kabupaten, batas kecamatan dan batas desa/kelurahan.

“Batas wilayah administrasi adalah salah satu komponen tata tertib daerah otonom. Saat ini pemetaan batas wilayah administrasi dan penataan ruang, berbasis geospasial. Dalam Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang penataan ruang, peta merupakan titik krusial pembangunan nasional,” ujar Abdul Wahab.

Politisi senior asal Sumut ini pun berharap, melalui sosialisasi yang digelar ini masyarakat Kota Medan bisa mendapatkan informasi seluas-luasnya tentang pentingnya produk informasi geospasial yang nantinya dapat menopang dan mempercepat pembagunan, tata ruang , tata kota, dan tata kelola yang ada di Kota Medan.

Acara yang dibuka Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman tersebut dikuti beberapa elemen masyarakat , akademisi , praktisi, dan beberapa tokoh masyarakat Kota Medan. (rel/adz)

Upaya Pemerintah dalam Penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Sudah Tepat

JAKARTA, SUMUTPOS.CO — Sejauh ini berbagai langkah yang dilakukan dalam program penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional sudah dilaksanakan secara baik. Pandemi Covid-19 secara umum sudah melandai, bahkan Indonesia segera memasuki fase endemic.

Program pemulihan ekonomi nasional (PEN) juga berjalan sebagaimana diharapkan. Semua aktivitas sudah berangsur pulih seperti sebelumnya, hanya memang belum benar-benar 100%. Intinya, momentum ini harus dijaga Bersama.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal itu dalam keterangan resminya, kepada media.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini mengurai sejumlah data terkini terkait penurunan angka kasus dan penularan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

“Terjaganya pertumbuhan ekonomi dan pandemi Covid-19 yang terkendali menjadi bukti tepatnya kebijakan dan program pemerintah,” tutur Airlangga kepada wartawan, Kamis (21/10).

Terkait program pemulihan ekonomi nasional, dapat dijabarkan bahwa per 15 Oktober 2021 anggaran PEN telah terealisasi sebesar Rp428,21 triliun atau 57,5 persen dari pagu Rp744,77 triliun. 

Realisasi ini meliputi bidang kesehatan Rp115,84 triliun atau 53,9 persen dari pagu Rp214,96 triliun dengan manfaat penggunaan terhadap rumah sakit darurat Asrama Haji Pondok Gede dan pembagian paket obat untuk masyarakat.

Kemudian biaya perawatan untuk 580,29 ribu pasien, insentif bagi 1,26 juta nakes pusat dan santunan kematian bagi 466 nakes, pengadaan 121,41 juta dosis vaksin serta bantuan iuran JKN bagi 34,71 juta orang.

Untuk perlindungan sosial terealisasi Rp122,47 triliun atau 65,6 persen dari pagu Rp186,64 triliun meliputi PKH bagi 10 juta KPM, Kartu Sembako bagi 17,2 juta KPM, BST bagi 9,9 juta KPM dan BLT Desa bagi 5,62 juta KPM.

Kemudian Kartu Prakerja bagi 5,91 juta orang, bantuan subsidi kuota internet bagi 36,1 juta penerima, bantuan UKT bagi 120,9 ribu siswa, subsidi listrik bagi 60,19 juta penerima, BSU bagi 6,65 juta pekerja, bantuan beras bagi 28,8 juta KPM, sembako PPKM bagi 2,39 juta KPM.

Untuk dukungan UMKM dan koperasi terealisasi Rp62,6 triliun atau 38,5 persen dari pagu Rp162,4 triliun meliputi BPUM bagi 12,71 juta usaha, IJP bagi 2,24 juta UMKM dan 36 korporasi, serta penempatan dana bank dengan total penyaluran kredit Rp439,74 triliun bagi 5,42 juta debitur.

Kemudian subsidi bunga KUR bagi 5,61 juta debitur dan Non KUR bagi 7,2 juta debitur, PMN bagi Hutama Karya, Pelindo III dan KIW Rp8,39 triliun serta bantuan PKL kepada 311,77 ribu usaha.

Untuk program prioritas terealisasi Rp67 triliun atau 56,8 persen dari pagu Rp117,94 triliun meliputi padat karya K/al bagi 1,23 juta tenaga kerja, pariwisata, ketahanan pangan dan fasilitas pinjaman daerah Rp10 triliun melalui PT SMI.

Untuk insentif usaha terealisasi Rp60,31 triliun atau 96 persen dari pagu Rp62,83 triliun meliputi PPh 21 DTP bagi 81.890 pemberi kerja, PPh Final UMKM DTP bagi 124.209 UMKM, pembebasan PPh 22 Impor bagi 9.490 WP, pengurangan angsuran PPh 25 bagi 57.529 WP.

Kemudian pengembalian pendahuluan PPN bagi 2.419 WP, penurunan tarif PPh Badan bagi seluruh WP, PPN DTP Properti bagi 768 penjual, PPnBM mobil untuk enam penjual serta Bea Masuk DTP atas nilai impor Rp2,28 triliun.

Menyampaikan refleksinya terkait kinerja dua tahun pemerintah, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto lebih jauh menuturkan bahwa penguatan pengendalian pandemi  berhasil mendorong ekonomi Indonesia untuk tumbuh sebesar 7,07% (yoy) pada kuartal II-2021.

Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Capaian tersebut tentunya tidak terlepas dari keberhasilan upaya pemerintah dalam pengendalian pandemi Covid-19.

Airlangga Hartarto mengingatkan Kembali tentang visi dari Kabinet Indonesia Maju yang berjalan sejak Oktober 2019, di  mana telah menetapkan dan menjalankan program prioritas yang meliputi pembangunan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Menurut Ketum Partai Golkar ini, konsumsi pemerintah terus memegang peranan aktif dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi selama pandemi, termasuk di kuartal II-2021. Alhasil, upaya ini dapat mendorong peningkatan pada komponen konsumsi rumah tangga dan investasi.

Pulihnya permintaan domestik, lanjut dia, juga telah mendorong perbaikan aktivitas produksi sehingga membuat seluruh sektor mengalami pertumbuhan positif pada kuartal II-2021. Pemulihan yang terjadi di berbagai sektor utama, seperti sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, sektor konstruksi, serta sektor transportasi dan pergudangan mencerminkan aktivitas ekonomi sudah mulai bangkit kembali.

“Daya beli masyarakat yang terjaga selama pandemi dapat terwujud karena inflasi yang stabil di level rendah. Upaya pengendalian inflasi yang melibatkan pemerintah dan seluruh stakeholder terkait berhasil menjaga inflasi di level 1,68% (yoy) pada 2020. Hingga September 2021, inflasi juga masih terjaga rendah dan stabil di level 1,60% (yoy), tutur Airlangga.

Sedangkan terkait investasi, baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA), kata Airlangga, juga mengalami kenaikan.

“PMDN dan PMA  semester I-2021 masing-masing bisa naik 3,5% dan 16,8%. Ini tentu akibat transformasi perekonomian melalui Undang-Undang Cipta Kerja,” ujar dia.

Menjelang akhir kuartal-2021, lanjut dia, berbagai leading indicator menunjukkan prospek yang baik. Dampak lonjakan kasus varian delta berhasil dimitigasi sehingga aktivitas ekonomi kembali menguat yang tercermin dari Indeks PMI Manufaktur Indonesia yang kembali di level ekspansif dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga kembali meningkat di September 2021.

Dari sisi kemiskinan dan pengangguran yang sempat meningkat akibat Covid-19 juga telah berhasil diturunkan. Angka kemiskinan menurun dari 10,19% pada September 2020 menjadi 10,14% pada Maret 2021.

Sedangkan angka pengangguran turun dari 9,77 juta orang atau 7,07% pada Agustus 2020 menjadi 8,75 juta orang atau 6,26% pada Februari 2021.

Airlangga Hartarto menambahkan, peningkatan harga komoditas dan pemulihan permintaan global turut mendorong komponen ekspor dan impor untuk tumbuh signifikan.

“Ini membuat kinerja neraca perdagangan Indonesia berhasil mencatatkan surplus selama 17 bulan berturut-turut,” tutur Ketua KPCPEN.

Defisit transaksi berjalan pada 2020 dan semester I-2021 berhasil dijaga di level rendah, yakni di bawah 1% PDB. Selain itu, neraca pembayaran Indonesia juga berhasil mempertahankan surplusnya pada 2020 meskipun dilanda pandemi Covid-19. Kondisi ini turut berkontribusi terhadap ketahanan sektor eksternal Indonesia.

Telkomsel dan Rumah Zakat Salurkan Bantuan APD hingga Sembako kepada Tenaga Kesehatan dan Pemulasaraan Jenazah COVID-19 di Indonesia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel bersinergi bersama Rumah Zakat menyerahkan bantuan kepada tenaga kesehatan dan tenaga pemulasaran jenazah sebagai elemen penting yang telah membantu penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. Bantuan yang diberikan berupa sekira 450 paket APD dan 500 paket suplemen secara berkala kepada sekira 950 tenaga kesehatan mulai dari bidan, perawat, hingga dokter yang telah berperan aktif dalam penanggulangan COVID-19 di berbagai wilayah di Indonesia. Selain itu, bantuan juga diberikan berupa paket sembako yang akan disalurkan kepada sekira 530 tenaga pemulasaraan jenazah COVID-19, baik yang bertugas di tempat pemakaman umum (TPU) maupun rumah sakit.

Mengusung semangat saling bantu #YangKitaBisa, Telkomsel dan Rumah Zakat bersinergi memberikan dukungan serta apresiasi kepada 954 tenaga kesehatan dan 534 tenaga pemulasaraan jenazah Covid-19 dengan memberikan Paket APD, suplemen, sembako senilai total Rp500 juta.

General Manager Corporate Social Responsibility Telkomsel Andry Santoso mengatakan, “Tenaga kesehatan dan tenaga pemulasaraan jenazah merupakan dua elemen penting yang telah ikut berkontribusi dalam meringankan beban masyarakat dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia. Oleh karena itu Telkomsel bersama Rumah Zakat ingin memberikan apresiasi atas pengorbanan dan perjuangan yang telah mereka berikan bagi Indonesia. Apresiasi ini merupakan bagian dari aktivitas corporate social responsibility (CSR) dengan mengusung semangat saling bantu #YangKitaBisa dari Telkomsel, melalui dukungan apapun yang kita punya untuk memenuhi kebutuhan seluruh elemen masyarakat Indonesia dalam menghadapi masa penuh tantangan.”

CEO Rumah Zakat Nur Efendi mengapresiasi Telkomsel yang terus berkomitmen dalam upaya merespon dampak pandemi Covid-19. Hal ini sejalan dengan program Rumah Zakat yang mengangkat Gerakan #SemangatIndonesia Bersama Kita Hadapi Corona. “Semoga kolaborasi antara Telkomsel dan Rumah Zakat ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang terdampak pandemi Covid-19. InsyaAllah Rumah Zakat siap untuk bersinergi dalam rangka berbagi kebahagiaan kepada yang membutuhkan,” ungkapnya.

Bantuan dari Telkomsel dan Rumah Zakat dengan total nilai Rp500 juta tersebut akan disalurkan di beberapa wilayah di Indonesia yang meliputi Medan, Pekanbaru, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Makassar, dan Jayapura. Aksi kolaborasi bersama Rumah Zakat ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel yang akan selalu ada dalam menebar manfaat dari #YangKitaBisa bagi seluruh bangsa di Indonesia sebagai bentuk dukungan di segala kondisi dan situasi.

“Seluruh elemen bangsa tetap perlu untuk tetap fokus dan bergerak bersama dalam menanggulangi COVID-19. Telkomsel akan terus berada di baris terdepan bersama masyarakat untuk memberikan dukungan dan solusi #YangKitaBisa agar Indonesia tetap tumbuh dan terus bergerak maju menghadapi berbagai tantangan melalui pemanfataan teknologi,” tutup Andry.

Penanganan Covid 19 di Sumut: Effendi Simbolon Apresiasi TNI-Polri

DIABADIKAN : Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra, Pangdam I/BB Mayor Jendral TNI Hassanudin dan Kabinda Sumut Brigjen Asep Jauhari Puja Laksana diabadikan saat kunjungan ke Mapolda Sumatera Utara, kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR RI Komisi I, Effendi MS Simbolon melakukan kunjungan kerja ke Markas Polisi Daerah (Mapolda) Sumatera Utara memantau perkembangan kasus Covid-19 di Sumatera Utara, Jumat (15/10) kemarin. 

DIABADIKAN : Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra, Pangdam I/BB Mayor Jendral TNI Hassanudin dan Kabinda Sumut Brigjen Asep Jauhari Puja Laksana diabadikan saat kunjungan ke Mapolda Sumatera Utara, kemarin.

Kedatangan politis PDIP, Effendi Simbolon ke Polda Sumut di sambut oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Pangdam I/BB Mayor Jendral TNI Hassanudin dan Kabinda Sumut Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana.

“Saya mengapresiasi kerja sama yang dilakukan oleh TNI-Polri dengan masyarakat dalam penanganan kasus Covid-19 di Sumut yang saat ini kondisinya sudah menurun drastis. Sehingga target dari pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi yang sempat mengalami hambatan tapi semakin kesini semakin membaik,” kata Ketua Umum Punguan Simbolon Dohot Boruna se Indonesia (PSBI). 

Lebih lanjut, Effendi mengungkapkan daerah Belawan yang sangat padat penduduk, malah memberikan hasil yang baik dengan menduduki PPKM level 2.

“Kami dari DPR RI, melihat kerjasama TNI-Polri dengan masyarakat dalam penanganan Covid-19 di Sumut terjalin dengan baik dan mensyukuri alokasi refocusing anggaran dari pemerintah dan DPR sanggat efektif sehingga alokasinya nanti akan tingkatkan,” ungkapnya. (rel/azw)

TKDN Hulu Migas Menjadi Lokomotif Ekonomi Nasional

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) masih menjadi lokomotif perekomian nasional, baik kontribusinya pada penerimaan negara maupun dalam menciptakan multiplier effect (efek berganda) pada pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan.

Forum Kapasitas Nasional 2021.(ist).

Penerimaan negara mengalami pertumbuhan yang luar biasa menyusul naiknya harga minyak dan efisiensi dalam operasi migas. Per September 2021, realisasi penerimaan negara dari sektor hulu migas mencapai USD9,53 miliar atau mencapai 131 persen pencapaian melebihi target tahun ini sebesar USD7,28 miliar.

Menurut Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, selain kontribusi dalam bentuk penerimaan negara secara langsung, industri hulu migas berperan pula dalam menciptakan dampak berganda dengan menggerakkan sektor industri/jasa lainnya, penyerapan tenaga kerja dan pengembangan ekonomi lokal.

Terkait dengan pengembangan industri nasional, SKK Migas telah berhasil mencapai angka TKDN 58 persen pada pembelanjaan barang/jasa hulu migas per September 2021. Capaian ini di atas target yang ditetapkan pemerintah sekitar 50 persen pada tahun 2024.

“Total pengadaan barang dan jasa per 30 September 2021 mencapai USD2,6 miliar dengan komitmen TKDN sebesar 58 persen,” ujar Dwi dalam keterangan tertulis, Kamis (21/10).

Dia menambahkan, nilai kontribusi industri migas bagi sejumlah industri lain pada tahun 2020-2021 mencapai USD7,126 miliar. Industri-industri ini mendapatkan efek berganda karena tetap beroperasinya sektor hulu migas di saat pandemi COVID-19. Salah satunya industri transportasi yang mencatat nilai USD 470 juta dengan TKDN sebesar 78 persen.

Selain itu, ada juga industri tenaga kerja senilai USD442,76 juta dengan TKDN sebesar 86 persen, industri perhotelan USD129.88 juta dengan TKDN 92 persen.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tutuka Ariadji, mengatakan pemerintah telah menyusun berbagai langkah dan upaya untuk pencapaian visi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari pada tahun 2030.

“Visi tersebut memerlukan peran dan kerja sama semua pihak. Target ini akan mendorong penciptaan multiplier effect di berbagai sektor industri serta mendorong percepatan pemulihan ekonomi Indonesia,” ujar Tutuka.

Terkait TKDN, Tutuka mengatakan saat ini terdapat 224 perusahaan industri penunjang migas dan 363 perusahaan jasa penunjang migas yang terdaftar di dalam Buku Apresiasi Produksi Dalam Negeri (APDN). Buku tersebut merupakan acuan dalam pengadaan barang dan jasa serta sebagai pengendalian impor barang operasi pada kegiatan usaha hulu migas.

Kementerian ESDM, lanjutnya, terus mengupayakan peningkatan kemampuan produsen dalam negeri melalui kolaborasi dan sinergi antara seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan produk dalam negeri mampu memenuhi spesifikasi, mutu dan kebutuhan kegiatan operasi hulu migas.

“Dengan dukungan semua pihak maka diharapkan produk dalam negeri penunjang usaha hulu migas akan semakin berkualitas, harga yang kompetitif, dan penyelesaian yang tepat waktu,” tegas Tutuka.

Program Pengembangan Masyarakat
SKK Migas dan KKKS juga bahu-membahu meningkatkan efek berganda pada wilayah operasi hulu migas. Salah satunya melalui kewajiban KKKS untuk melakukan pembinaan seperti pelatihan, memberikan kesempatan uji produk termasuk teknologi tinggi, serta pembinaan melalui Program Pengembangan Masyarakat.

Keberhasilan pembinaan mitra tersebut tersebar dari Sabang hingga Merauke. Contohnya pembinaan yang dilakukan KKKS MedcoEnergi terhadap usaha Keramba Jaring Apung (KJA) ikan Kerapu di Anambas. KKKS Pertamina EP dan PHE Subholding senantiasa juga berkontribusi bagi pengembangan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah kerjanya, dengan memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada Rumah Batik Disabilitas Tarakan (KUBEDISTIK).

Selain itu, KKKS ENI mencatat keberhasilan dalam membidani mitra yang bergerak di industri pertanian, peternakan dan agrowisata, yaitu Joglo Tani Kolong Langit. Petronas sukses dengan program pembinaannya melalui mitra PT Federal Solusi Indotama (FSI), perusahaan lokal yang bergerak di bidang perdagangan dan perlengkapan industri. Dan BP menfasilitasi pendirian kelompok usaha PT SUBITU Kreasi Busana, yang bergerak di bidang konveksi pembuatan pakaian jadi dan jasa lainnya.

Menyadarinya pentingnya isu TKDN dalam perekonomian nasional, SKK Migas dan KKKS berinisiatif menggelar Forum Kapasitas Nasional 2021 pada 21-22 Oktober 2021. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari bentuk dukungan terhadap salah satu pilar utama dalam program IOG Transformation SKK Migas menuju tercapainya 1 juta barel minyak dengan capaian TKDN yang optimal.

“TKDN adalah target serius yang kita soroti karena mempunyai potensi yang besar,” tegas Dwi.

Dengan adanya forum tersebut, efek berganda pada skala perekonomian nasional diharapkan dapat ditingkatkan melalui kolaborasi antar-pemangku kepentingan. Forum ini juga akan menampilkan industri binaan hulu migas, dan peningkatan awareness seluruh KKKS serta perusahaan demi memaksimalkan penggunaan produk barang/jasa dalam negeri.

Kegiatan ini akan dihadiri sejumlah pembicara kunci. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Investasi Bahlil Lahadahlia, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala Badan Keuangan dan Pembangunan Muhammad Yusuf Ateh dan Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto.(gus)

Kerjasama Grab dengan LKPP, Pelaku UMKM Berhasil Berkembang di Tengah Pandemi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pada Agustus 2020, Grab Indonesia mendapatkan kepercayaan menjadi salah satu PPMSE (e-merchant) oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) dalam Portal Bela Pengadaan.

Fajar Mubarok Syahri pemilik Katering Mubarok di Medan.(ist).

Melalui kerja sama Grab dan LKPP ini, Grab mampu membantu memperluas akses pasar para mitra merchant UMKM Grab terutama ke sektor pemerintah. Peningkatan pesanan dari sektor pemerintah terbukti dirasakan oleh Fajar Mubarok Syahri pemilik Katering Mubarok di Medan dan Kusmanadi pemilik restoran Ayam Taliwang Mbok Sutil di Jakarta yang selama pandemi ini baru bergabung di platform Grab.

Fajar Mubarok Syahri merupakan generasi kedua yang mengurus bisnis Katering Mubarok yang dimulai oleh orang tuanya pada tahun 1998 silam. Terus menjaga kualitas makanan yang ditawarkan, Katering Mubarok memiliki banyak konsumen tetap, baik dari masyarakat maupun dari instansi pemerintah yang setia dengan cita rasa yang ditawarkan oleh katering ini.

Akan tetapi, dengan semakin berkembangnya zaman, semakin banyak pula bisnis kuliner yang hadir di Medan baik online maupun offline yang menuntut Fajar untuk terus mengembangkan bisnisnya agar bisa terus bersaing.

“Awalnya kami belum pernah terpikir untuk bergabung dengan platform online seperti Grab, karena takut juga tidak bisa mengoperasikan aplikasinya. Tetapi, pada Juli 2021 lalu kami akhirnya mencoba melebarkan sayap ke ranah digital. Selain karena melihat perkembangan industri, yang menjadi pertimbangan utama kami adalah konsumen dari salah satu instansi pemerintah yang menggunakan GrabFood untuk melakukan pesanan makanan secara online. Awalnya saya lumayan takut salah saat menerima pesanan, tetapi ternyata menggunakan aplikasi seperti ini malah mempermudah saya,” jelas Fajar dalam keterangan tertulis, Kamis (21/10).

Setelah bergabung dengan GrabFood, pesanan yang diterima oleh Katering Mubarok pun meningkat dan mulai banyak lembaga serta instansi pemerintah di sekitarnya yang juga memesan katering untuk keperluan makan sehari-hari pegawai dan keperluan rapat.

“Dalam seminggu bisa 2-3 kali pesanan dari instansi pemerintah dengan jumlah yang bisa mencapai 150 box dalam sehari, belum lagi kalau mereka juga memesan untuk coffee break,” ungkap Fajar.

Fajar juga mengaku sangat dibantu dengan adanya aplikasi GrabMerchant, dimana sebelumnya untuk sistem pembayaran katering harus menyertakan berbagai dokumen dan prosesnya pun bisa sampai 7-14 hari. Tetapi setelah menggunakan Grab, pembayaran untuk katering bisa langsung masuk di hari yang sama di mana hal ini juga sangat mempermudah perputaran uang bisnisnya.

Melihat perkembangan pengantaran makanan online ini, Fajar pun berencana untuk melebarkan bisnisnya ke makanan siap saji yang bisa dipesan oleh konsumen perorangan di GrabFood.

Sebelum pandemi, Kusmanadi mengaku ia belum pernah terpikir untuk bergabung dengan platform digital seperti Grab. Bisnis Ayam Taliwang Mbok Sutil miliknya ini sudah ia tekuni hampir selama 10 tahun dan ia memulai usahanya dengan berjualan kaki lima di kawasan perkantoran Jakarta.

“Awalnya saya jualan kaki lima saja di sekitar perkantoran dimana pada saat jam makan siang biasanya para pegawai kantor berjalan kaki ke tempat saya untuk membeli makan siang dan kembali ke kantor lagi,” ujar Kusmanadi.

Ia pun rajin mengikuti bazaar yang kerap dilakukan oleh perkantoran maupun instansi pemerintah. Melalui bazaar ini, Ayam Taliwang Mbok Sutil miliknya pun mulai banyak dikenal para konsumen.

Hampir 10 tahun Kusmanadi fokus berjualan secara offline, akan tetapi bisnisnya sempat turun drastis pada bulan Maret 2020 karena pandemi dan ia tidak bisa berjualan lagi. Ia pun akhirnya memberanikan diri untuk mencoba masuk ke ranah digital melalui Grab setelah melihat rekannya yang di tengah pandemi tetap bisa berjualan dan mendapatkan pemasukan walaupun restorannya tidak bisa melayani pelanggan secara langsung.

Kusmanadi pun langsung merasakan manfaat dari kemajuan digital dan menggunakan banyak perangkat pemasaran yang ditawarkan oleh Grab. Konsumennya pun yang tadinya hanya di sekitar tempatnya berjualan, sekarang menjadi lebih luas lagi.

Semenjak saat itu pula, bisnis Kusmanadi mulai banyak mendapatkan pesanan dari sektor pemerintahan seperti BUMN, Balai Kota DKI Jakarta, dan kantor Kementerian untuk keperluan rapat dan juga makan siang pegawai.

“Memang pesanannya tidak setiap hari karena pada saat pandemi banyak kantor yang juga menerapkan sistem WFH, tetapi saya sangat terbantu dengan pesanan yang dilakukan oleh para instansi pemerintah ini karena biasanya mereka memesan dalam jumlah yang banyak dimana satu pesanan bisa mencapai 45-50 porsi dan pesanan seperti ini bisa 3-4 kali seminggu,” jelas Kusmanadi.

Manfaat yang dirasakan dari Grab bukan hanya ia bisa kembali berjualan tetapi saat ini ia berhasil melebarkan usahanya dengan membuka 6 cabang baru yang memang difokuskan pada penjualan online untuk melayani konsumen dan juga instansi pemerintah yang kerap memesan lewat Portal Bela Pengadaan.

Kerja sama Grab dengan LKPP melalui portal bela pengadaan dorong kemajuan UMKM Indonesia. Kerja sama ini merupakan sebuah wujud nyata dalam mendukung sektor UMKM sekaligus mendukung keberlangsungan usaha UMKM di tengah pandemi, agar mereka bisa terus bertahan dan berkembang serta mempercepat transformasi digital.

Hingga saat ini, lebih dari 100 badan pemerintahan tingkat Kementerian Pusat sampai dengan Pemerintah Daerah telah aktif menggunakan layanan dan produk UMKM dan mitra merchant Grab melalui Portal Bela Pengadaan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Kami di Grab terus berkomitmen untuk mendukung digitalisasi UMKM di Indonesia khususnya untuk memperluas akses pasar mereka dan menjangkau lebih banyak lagi pelanggan. Kami harap melalui kerja sama ini, Grab bisa terus memberikan solusi bagi para pelaku UMKM untuk bisa bertahan dan melebarkan bisnisnya sekaligus merasakan manfaat yang luar biasa dari kemajuan teknologi,” tutur Roy Nugroho, Director of Grab for Business, Grab Indonesia.(gus)

Tanggul Sungai Sibarau Jebol, Ratusan Rumah di Desa Mariah Padang Terendam

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Akibat jebolnya tanggul Sungai Sibarau di Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), membuat dua dusun di Desa Meriah Padang, Kecamatan Tebingtinggi, terendam banjir.

SERAHKAN BANTUAN: Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso bersama Kabag Ops Kompol Burju Siahaan ketika memberikan bantuan sembako kepada warga korban banjir di Desa Mariah Padang. (SOPIAN/SUMUTPOS).

Guna membantu warga yang rumahnya terdampak banjir, Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso bersama Kabag Ops Kompol Burju Siahaan, Kapolsek Tebingtinggi AKP Doraria Simanjuntak, langsung turun ke lapangan memberikan bantuan sembako berupa beras, mie instan, dan lainnya.

“Kita memberikan bantuan pangan kepada korban musibah banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Sibarau di Desa Mariah Padang. Ada ratusan rumah warga yang terendam air. Kondisi warga yang terdampak banjir mengungsi ke lokasi dataran yang lebih tinggi. Sebagian warga ada yang mengungsi ke rumah kerabatnya, ada juga yang mengungsi ke kebun karet milk PTPN III dengan mendirikan tenda,” kata Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso.

Selain memberikan bantuan berupa sembako sebagai rasa empati kepada warga korban banjir, Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso juga menginstruksikan personelnya melakukan pengecekan rumah warga yang terkena dampak banjir di Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Mariah Padang, di mana setiap dusun berjumlah 50 rumah. “Petugas kita juga melakukan pengecekan bendungan yang rusak akibat diterjang air di Dusun 3 Desa Simalas Kecamatan Sipispis Kabupaten Sergai,” paparnya.

Penyerahan bantuan sembako sebanyak 60 paket yang berisi beras 5 kg dan mie instan ini dilakukan secara simbolis kepada warga yang terkena dampak bencana banjir. “Saya juga perintahkan kepada Kapolsek Tebingtinggi untuk segera berkoordinasi kepada Dinas PUPR Kabupaten Sergai dan BPBD Kabupaten Sergai, untuk segera memperbaiki tanggul yang rusak,” tandas AKBP Agus Sugiyarso. (ian)