PAPARKAN: Tersangka pencuri uang dan laptop dipaparkan Polsek Delitua, Senin (17/10).
MEDAN, SUMUTPOS.Co – Handana Kaban (36) warga Jalan Besar Delitua, Kecamatan Delitua, diringkus petugas Polsek Delitua di kawasan Jalan Ardagusema, Kelurahan Delitua Timur, Kecamatan Delitua. Pasalnya, pria pengangguran tersebut mencuri uang dan laptop dari kamar salah satu anak kos di Jalan Besar Delitua.
PAPARKAN: Tersangka pencuri uang dan laptop dipaparkan Polsek Delitua, Senin (17/10).
Kapolsek Delitua AKP Zulkifli Harahap menjelaskan, aksi pencurian yang dilakukan pelaku terjadi pada Jumat (15/10) malam sekira pukul 20.00 WIB. Saat itu, pelaku masuk ke dalam kamar kos yang ditinggalkan penghuninya. “Korbannya adalah seorang mahasiswi bernama Putri Yuli Damayanti Lumbantoruan (20). Korban meninggalkan kamar kosnya hanya menutup pintu kamar kos dengan engsel tanpa digembok untuk pergi keluar,” terang Zulkifli, Senin (18/10).
Selanjutnya, pada Sabtu (16/10) dini hari sekira pukul 02.00 WIB, korban kembali ke kamar korbannya dan melihat pintu kamar sudah dalam keadaan terbuka. Korban lalu masuk ke dalam kamar dan kondisinya sudah berantakan. “Korban memeriksa barang-barangnya di dalam kamar. Setelah diperiksa, ternyata uang sejumlah Rp700 ribu yang disimpan di lemari dan 1 unit laptop merk Acer Cor5 warna silver yang diletakkan di rak buku sudah hilang,” sambung Zulkifli.
Korban lalu mencari tahu dan menanyakan kepada penghuni dan pemilik rumah kos, apakah ada orang yang masuk ke kamarnya. Setelah itu, korban memutuskan membuat laporan pengaduan ke kantor Polsek Delitua. “Dari laporan korban, diturunkan petugas untuk melakukan kroscek ke lokasi dan penyelidikan. Alhasil, diketahui pelaku yang mencuri barang-barang korban adalah yang bersangkutan,” sebut Zulkifli.
Dia menambahkan, saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian uang dan laptop di kamar kos korban. Pelaku kemudian diboyong ke kantor polisi. “Pelaku saat ini sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. Pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman di atas 5 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (ris/azw)
AMANKAN: Satnarkoba Polres Tebingtinggi mengamankan kedua pelaku kepemilikan narkotika Imam Santoso dan Halim Koto.sopian/sumut pos.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dua palaku kepemilikan sabu ditangkap Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Tebingtinggi didua lokasi berbeda. Kedua pelaku, Halim Koto (33) warga Jalan Gurami Kota Tebingtinggi dan Imam Santoso (32) warga Desa Simalas Kabupaten Sergai dijebloskan kedalam tahapan di Mapolres Tebingtinggi, Senin (18/10).
AMANKAN: Satnarkoba Polres Tebingtinggi mengamankan kedua pelaku kepemilikan narkotika Imam Santoso dan Halim Koto.sopian/sumut pos.
Barang bukti yang diamankan petugas Satnarkoba dari pelaku Halim Koto, 2 bungkus plastik transparan yang berisi sabu dengan berat 4,52 gram, beberapa bungkus plastik transparan kosong, 1 buah pipet plastik runcing.
Sedangkan dari tangan Imam Santoso, diamankan 10 bungkus plastik transparan yang berisi serbuk kristal warna putih sabu dengan berat 7,62 gram.
“Kapolres Tebingtinggi dan masyarakat berkomitmen memberantas semua tindak tanduk narkotika jenis sabu sabu. Tidak ada pandang bulu, narkotika harus disapu bersih,” kata Kasat Narkoba AKP M Yunus Tarigan didampingi Kasi Humas Aiptu Agus Arianto.
Kepada kedua pelaku kepemilikan narkotika jenis sabu di sangkakan dengan Pasal 114 ayat (1), subs Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Kami harapkan masyarakat apabila mengetahui di wilayahnya selalu terjadi transaksi narkotika untuk melaporkan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya. (ian/azw)
DITEMUI: Ranto Sibarani SH, saat ditemui di PN Medan, Senin (18/10).
PEMATANGSIANTAR, SUMUTPOS.CO – Kasus MFA (16) yang diduga dianiaya oknum polisi yang merupakan ayah kandungnya sendiri, Ipda PJSP, kini masih terus berlanjut. Namun kabarnya, Ipda PJSP, yang bertugas sebagai Kanit III Satuan Intelkam Polres Pematangsiantar ini mencabut laporannya pascaviral diberitakan sejumlah media.
DITEMUI: Ranto Sibarani SH, saat ditemui di PN Medan, Senin (18/10).
Sontak pencabutan laporan itu mendapat tanggapan dari pengamat hukum yang menilai ada kejanggalan dalam kasus ini. Perhatian muncul dari Ranto Sibarani SH, seorang praktisi hukum yang getol menangani kasus anak dan HAM ini. Menurut Ranto, setiap laporan itu ada mekanisme tidak asal dicabut begitu saja.
“Dalam perkara pidana apalagi dalam delik aduan setiap pelapor memang berhak mencabut laporannya, tapi proses pencabutan perkara itu harus terlebih dahulu gelar perkara untuk membuktikan apa dasarnya dicabut, kalau lah laporan itu dicabut berdasarkan perdamaian ya itu mungkin baru layak untuk didamaikan,” ungkap Ranto Sibarani kepada wartawan, di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (18/10) sore.
Dijelaskan Ranto, untuk kasus ini yang anak korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) malah dijadikan tersangka, menurutnya ada yang tidak beres dalam penetapan kasus ini.
“Kenapa bisa sampai menjadi tersangka si anak, tentunya ada yang keliru. Seharusnya pihak kepolisian terutama di bagian pengawas penyelidikan (wasidik) bisa mengusut ini, ada yang tidak beres dalam penanganan ini terutama dalam penetapan tersangka si anak,” kecamnya.
Menurut Ranto lagi, pihak kepolisian tidak bisa asal mencabut laporan begitu saja. “Jadi tidak bisa asal cabut begitu saja harus ada pengawasan dalam penyelidikan ini, kan ada kabag wassidiknya yang bisa memeriksa, nah kalau dalam proses penyelidikannya tidak benar maka penyidiknya harus diproses,” tegasnya.
Bagi Ranto Sibarani, bila ini dibiarkan maka akan menjadi preseden buruk untuk institusi Polri dan sebagai jawaban dari tagar #percumalaporpolisi kian benar.
“Kalau kapolda serius dengan tagar ini maka penyidiknya bila perlu kapolresnya harus diperiksa, sebab ini aneh dengan penetapan status tersangka namun setelah viral malah mencabut laporannya,” sindirnya.
Seharusnya, tambahnya lagi, kalau tidak ada perdamaian tentu tidak bisa dicabut laporan tersebut. Maka Ranto heran apa dasarnya menetapkan si anak menjadi tersangka.
“Jadi dalam kasus ini harus ada yang diperiksa untuk pembuktian mana yang benar. Biarkan wassidik dan propam memeriksa kasus ini, karena menurut saya ada yang aneh dengan perkara ini. Bukan kita memvonis tapi demi mengetahui apa yang tidak beres biar lah yang berwenang memeriksa terlebih dulu kasus ini, tidak bisa serta merta cabut laporan begitu saja selesai, tapi harus gelar perkara dan ada dasarnya karena untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka juga harus ada gelar perkaranya,” pungkasnya.
Diketahui, Kapolres Siantar AKBP Boy Sutan Siregar dalam keterangannya di sebuah media mengakui kalau anggotanya di Satuan Intelkam itu sudah mencabut laporannya terkait kekerasan anak kandungnya terhadap dirinya. “Ini Pak Pitra sendiri sudah mencabut laporan pengaduannya kepada anaknya,” katanya. (man/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga pemuda mengalami luka-luka dibegal di persimpangan tiga Jalan Pattimura, Jalan S Parman, dan Jalan Abdullah Lubis, Kota Medan, Minggu (17/10) dini hari.
ilustrasi.
Mereka yang diketahui Dimas, Zulfikri, dan Abdullah dalam kondisi berboncengan dengan mengendarai sepeda motor merk Scoppy. Tiba-tiba, mereka dicegat sekelompok pemuda yang mengenakan celurit dan langsung menyerang korban. Ketiga korban tersebut terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit (RS).
“Saat melintas di lokasi, mereka berpapasan dengan sekelompok pemuda yang mengendarai sepeda motor dan membawa celurit. Tanpa basa-basi, para pemuda tersebut menyerang mereka,” kata keluarga korban, Riri kepada wartawan di Medan, Senin (18/10).
Dia mengaku pihak keluarga sudah melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Riri berharap, para pelaku yang membegal keponakannya bisa segera ditangkap agar memberikan rasa aman kepada warga.
Riri juga meminta kepada Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko untuk menggiatkan kembali patroli, khususnya di malam hari.
“Kami minta pada Kapolrestabes Medan yang saat ini menjabat agar memberikan rasa aman pada masyarakat terutama pada malam hari,” pintanya. (dwi/azw)
KRITIS: Terduga pelaku pencurian saat kritis dihajar massa dilarikan ke RSUD Djoelham Binjai.teddy akbari/sumut pos.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Tersangka pelaku pencurian, M Hairum (40) warga Jalan Datuk Bakar Nomor 18, Lingkungan III, Kelurahan Binjai, Binjai Kota kritis dimassa. Aksi main hakim sendiri yang dilakukan masyarakat lantaran resah melihat aktivitas Hairum di tengah berkehidupan sosial.
KRITIS: Terduga pelaku pencurian saat kritis dihajar massa dilarikan ke RSUD Djoelham Binjai.teddy akbari/sumut pos.
Hairum juga pernah terekam CCTV saat melarikan satu unit loudspeaker dari salah satu toko elektronik di Jalan Sudirman Kota Binjai.
Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting membenarkan adanya peristiwa aksi spontan dari masyarakat yang menghakimi Hairum.
“Ya benar, yang bersangkutan juga ada sebagai terlapor di Polsek Binjai Kota,” kata dia, Senin (18/10).
Aksi main hakim sendiri dilakukan masyarakat pada Minggu (17/10) malam. Polisi mendapat informasi bahwa Hairum kritis dengan kondisi terkapar di pekarangan rumah Kepala Lingkungan III, Kelurahan Binjai, Binjai Kota.
“Melihat kondisinya demikian, yang bersangkutan dibawa ke Rumah Sakit Djoelham untuk mendapat perawatan medis,” sambung Siswanto.
Menurut Siswanto, Hairum diduga telah melakukan pencurian. Namun diduga, aksi pencurian yang dilakukannya kepergok oleh warga.
Singkat cerita, terduga pelaku pun dihakimi massa. Saat polisi datang ke TKP, Hairum sudah terkapar dan tidak sadarkan diri. “Di lokasi malam itu, massa yang berkumpul ada sekitar 200 orang,” bebernya.
Hingga pagi kemarin, Hairum masih belum sadarkan diri di ruangan Unit Gawat Darurat RSUD Djoelham Binjai. “Yang bersangkutan mengalami luka robek di bagian Kepala samping kanan, memar dan luka robek di kelopak mata sebelah kanan, luka robek di atas alis mata kiri, robek di Kepala bagian atas, lecet di bagian punggung sebelah kanan, lecet di ibu jari tangan sebelah kanan dan siku tangan kiri. Luka jahitannya sebanyak 19 jahitan,” urai Siswanto.
Sejauh ini, keluarga terduga pelaku pencurian belum ada membuat laporan polisi. “Terhadap Kepling dan warga, belum ada diambil keterangannya. Sedangkan warga, belum ada membuat laporan pengaduan tentang kasus pidananya,” pungkasnya. (ted/azw)
Telkomsel kembali mengajak pelanggan di wilayah Sumatera yang masih menggunakan SIM Card 3G untuk beralih menjadi uSIM 4G/LTE guna mendapatkan pengalaman internet yang lebih cepat dan stabil. Melalui pemanfaatan jaringan internet cepat 4G/LTE, Telkomsel ingin mendorong percepatan dan pemanfaatan adopsi gaya hidup digital di Indonesia.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel kembali mengajak pelanggan di wilayah Sumatera yang masih menggunakan SIM Card 3G untuk beralih menjadi uSIM 4G/LTE guna mendapatkan pengalaman internet yang lebih cepat dan stabil. Melalui pemanfaatan jaringan internet cepat 4G/LTE, Telkomsel ingin mendorong percepatan dan pemanfaatan adopsi gaya hidup digital di Indonesia.
Telkomsel kembali mengajak pelanggan di wilayah Sumatera yang masih menggunakan SIM Card 3G untuk beralih menjadi uSIM 4G/LTE guna mendapatkan pengalaman internet yang lebih cepat dan stabil. Melalui pemanfaatan jaringan internet cepat 4G/LTE, Telkomsel ingin mendorong percepatan dan pemanfaatan adopsi gaya hidup digital di Indonesia.
General Manager Consumer Sales Regional Sumbagut Telkomsel Muharlis mengatakan “Sebagai Digital Telco Company terdepan di Indonesia Telkomsel akan selalu menghadirkan layanan terbaik untuk pelanggan, termasuk melalui penyediaan jaringan yang andal dalam mendukung kelancaran komunikasi. Untuk memanfaatkan jaringan terbaik Telkomsel, pelanggan juga perlu menggunakan device 4G serta uSIM yang sudah mendukung layanan 4G/LTE. Oleh karena itu, bagi pelanggan yang masih menggunakan SIM Card lama, dapat segera melakukan penggantian ke uSIM 4G di GraPARI terdekat, agar dapat merasakan pengalaman akses internet yang lebih cepat dan andal menggunakan jaringan 4G/LTE Telkomsel.”
Nantinya bagi pelanggan yang melakukan migrasi ke uSIM 4G akan mendapatkan bonus kuota hingga 30GB dengan harga 10 rupiah. Pelanggan juga dapat melakukan pengecekan status kartunya apakah sudah menggunakan uSIM 4G atau belum melalui layanan UMB di *888*47# kemudian pilih opsi 1 untuk cek kartu. Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan 4G Telkomsel dapat diakses melalui halaman web telkomsel.com/4G
Dengan didukung lebih dari 16 ribu BTS 4G/LTE Telkomsel di wilayah Sumatera, pelanggan akan mendapatkan kenyamanan dan kelancaran dalam mengakses internet. Selain itu layanan 4G/LTE juga telah hadir di 154 kota dan kabupaten se wilayah Sumatera. Sebagai connectivity enabler, Telkomsel berkomitmen untuk menghadirkan jaringan komunikasi yang andal, merata dan setara ke seluruh pelosok negeri.
“Telkomsel akan selalu membuka semua peluang dalam memajukan Indonesia melalui pemanfaatan jaringan teknologi terdepan. Saat ini teknologi 4G/LTE telah hadir di berbagai kota dan kabupaten di Sumatera, kedepannya Telkomsel juga akan terus mengembangkan jaringan melalui pemanfaatan teknologi terkini 5G yang saat ini telah hadir di beberapa wilayah Sumatera. Kami ingin megajak seluruh masyarakat agar dapat memanfaatkan jaringan terbaik Telkomsel untuk mendukung kegitan diberbagai sektor seperti pendidikan, ekonomi, hiburan dan lainnya. Untuk itu, bagi pelanggan yang belum menggunakan uSIM 4G, silahkan menggantinya secara gratis di GraPARI terdekat” Pungkas Muharlis.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Evaluasi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali terus dilakukan setiap minggunya. Semua indikator dan permasalahan di lapangan terus dievaluasi, terutama beberapa indikator utama seperti Level Asesmen Situasi Pandemi dan Capaian Vaksinasi.
Sampai saat ini, pengendalian kasus Covid-19 di Indonesia sangat baik. Terlihat dari data Johns Hopkins University bahwa indikator Jumlah Kasus Konfirmasi Harian di Indonesia yaitu 3,69 kasus per 1 juta penduduk, jauh lebih baik dibandingkan dengan negara-negara lain (Singapura = 516,4 kasus; Inggris = 589,7 kasus; India = 12,1 kasus). Juga data Reproduction Rate(Rt) Indonesia sebesar 0,70 yang berarti dalam kategori terkendali, jauh lebih baik daripada Singapura yang sebesar 1,12, Inggris sebesar 1,09 dan India yang sebesar 0,85.
Secara nasional Kasus Aktif per 18 Oktober sebesar 17.374 kasus atau 0,43% (dari 4,2 juta total kasus), jauh di bawah rata-rata kasus global yang sebesar 7,3% (17,8 juta kasus aktif dari 241,5 juta total kasus). Jumlah rata-rata penambahan Kasus Konfirmasi Harian dalam 7 hari ke belakang (7DMA) juga terus menunjukkan tren penurunan. Per 18 Oktober 2021, penambahan kasus harian sebesar 626 kasus atau secara rata-rata 7 hari (7DMA) berada di angka 975. Jumlah rata-rata orang diperiksa dalam 7 hari ke belakang (7DMA) juga relatif stabil di kisaran 170 ribu orang.
Apabila dilihat dari masing-masing Kelompok Provinsi, jumlah kasus yang sembuh (RR), kasus kematian (CFR), dan penurunan jumlah total kasus aktif, yakni sbb:
Sumatera: RR= 95,78% dan CFR = 3,56% dengan penurunan -95,64%
Nusa Tenggara: RR = 97,05% dan CFR = 2,34% dengan penurunan -95,66%
Kalimantan: RR = 96,27% dan CFR = 3,16% dengan penurunan -95,84%
Sulawesi: RR = 96,46% dan CFR = 2,63% dengan penurunan -93,69%
Maluku & Papua: RR = 95,84% dan CFR = 1,75% dengan penurunan -89,27%
Sementara, tingkat RR Nasional = 96,19%, CFR Nasional = 3,38%, dan Penurunan Kasus Aktif Nasional = -95,69%.
“Asesmen situasi pandemi di luar Jawa-Bali memperlihatkan terjadi perbaikan yang signifikan dari minggu ke minggu. Dibandingkan di awal PPKM, jumlah Kab/Kota Level 4 turun dari 132 Kab/Kota menjadi 0 Kab/Kota, sementara itu Kab/Kota Level 1 naik tajam dari 0 Kab/Kota menjadi 77 Kab/Kota,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Ratas Evaluasi PPKM secara virtual, di Jakarta, Senin (11/10).
Level Asesmen per 16 Oktober untuk 27 Provinsi di Luar Jawa Bali juga cukup baik, di mana sudah tidak ada Provinsi di Level 4, hanya ada 1 Provinsi di Level 3, dan sebanyak 23 Provinsi di Level 2. Sedangkan di Level 1 sudah ada 3 Provinsi (Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Kepulauan Riau).
Untuk di tingkat Kabupaten/Kota di luar Jawa & Bali (sebanyak 386 Kabupaten/Kota), sudah tidak ada Kabupaten/Kota di Level 4, hanya ada 24 Kabupaten/Kota di Level 3, sebanyak 285 Kabupaten/Kota di Level 2, dan sudah ada 77 Kabupaten/Kota di Level 1. Sedangkan khusus untuk 6 Kabupaten/Kota yang menerapkan PPKM Level 4 pada periode ini, masih ada 3 Kabupaten/Kota lainnya yang masih tetap pada Level Asesmen 3 (Bangka, Bulungan, dan Tarakan), namun sudah ada 3 Kabupaten/Kota yang mengalami perbaikan ke Level 2 (Pidie, Padang, dan Banjarmasin).
“Namun demikian, untuk penetapan Level PPKM, selain mendasarkan pada data Level Asesmen Situasi Pandemi dari Kemenkes, juga mempertimbangkan capaian vaksinasi, di mana untuk Kabupaten/Kota yang capaian vaksinasi Dosis-1 masih kurang dari 40%, akan dinaikkan satu tingkat Level PPKM yang lebih tinggi,” ungkap Menko Airlangga.
Pelaksanaan PPKM untuk luar Jawa Bali akan diperpanjang dari 19 Oktober hingga 8 November 2021, namun dengan tetap dilakukan evaluasi secara mendalam di setiap minggu. Pembatasan kegiatan masyarakat sesuai level asesmen di wilayah masing-masing, dengan beberapa penyesuaian, terutama yang terkait dengan kegiatan masyarakat, seperti di tempat permainan anak di Mall, Bioskop, tempat wisata, dll.
“Cakupan penerapan PPKM di luar Jawa Bali, untuk PPKM Level 1 akan diterapkan di 18 Kabupaten/Kota, PPKM Level 2 akan diterapkan pada 157 Kabupaten/Kota, sedangkan PPKM Level 3 akan dilakukan penerapannya di 211 Kabupaten/Kota,” tutur Menko Airlangga.
Perkembangan Pelaksanaan EventNasional
Untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang sudah resmi ditutup pada 15 Oktober 2021, tercatat pada 17 Oktober 2021 bahwa jumlah total Kasus Konfirmasi Covid-19 sebanyak 176 Kasus (terdiri dari 97 Atlet, 49 Official, 7 Coach, 10 Wasit, 9 Media, 2 Panpel, 1 Juri, dan 1 Keamanan), atau sebesar 1,7% dari total Peserta PON yang mencapai 10.066 orang, dengan Positivity-Rate 1,13% dari total yang dilakukan testing, yang tersebar di 16 Cabor (dari 37 Cabor yang dipertandingkan) dan 30 kontingen dengan jumlah kasus terbanyak berasal dari kontingen DKI Jakarta, Bali, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah. “Sudah lebih dari 60% dari Peserta PON yang sudah melewati masa karantina (lewat 5 hari), sisanya dalam beberapa hari ini terus dimonitor, terutama karantina di daerah-daerah,” imbuhnya.
Prokes pada saat kedatangan di daerah asal atau tujuannya telah diatur dengan Adendum ke-II SE Kasatgas Nomor 17/2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19. “Juga untuk World Superbike Mandalika yang sudah siap untuk 25 ribu penonton, dan di Kabupaten Lombok Tengah sudah tercapai 70% vaksinasi dosis pertama, dan (penonton) yang membeli tiket harus sudah 2 kali vaksin,” paparnya.
Sementara itu, untuk kegiatan nasional yang lain adalah Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) yang diselenggarakan di Sofifi, Maluku Utara, dari tanggal 16-25 Oktober 2021. Untuk monitoring dan pengawasan dilakukan oleh KemenDagri dan Satgas Penanganan Covid-19, di mana penerapan Prokes mengikuti ketentuan Prokes seperti yang diterapkan di PON Papua, dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Pemerintah Provinsi Maluku Utara membentuk Satgas Prokes untuk mengawasi Prokes di lapangan. Demikian juga pasca pelaksanaan STQH, setiap Pemerintah Daerah akan menyiapkan Karantina Terpusat di daerah masing-masing, dan berlaku kewajiban untuk melakukan Karantina selama 5X24 jam.
Selain itu, Menko Airlangga juga menyampaikan arahan dari Presiden Joko Widodo dalam Ratas yaitu harus disiapkan prokes ketat dan mengantisipasi pelaksanaan Liburan Nataru (Natal dan Tahun Baru), supaya tidak terjadi gelombang ketiga. Vaksin booster untuk para penerima vaksin di awal, yang mungkin imunitasnya sudah mulai menurun, perlu segera dipersiapkan.
Update Program PEN
Realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) s.d. 15 Okt 2021 sudah mencapai Rp428,21 triliun atau 57,5% dari pagu Rp744,77 triliun, yang terdiri atas:
Realisasi klaster Kesehatan sebesar Rp115,84 triliun (53,9%);
Realisasi klaster Perlinsos sebesar Rp122,47 triliun (65,6%);
Realisasi klaster Program Prioritas sebesar Rp67,00 triliun (56,8%);
Realisasi klaster Dukungan UMKM & Korporasi sebesar Rp62,60 triliun (38,5%);
Realisasi klaster Insentif Usaha sebesar Rp60,31 triliun (96,0%).
Realisasi klaster Kesehatan yang sebesar Rp115,84 triliun yang utama adalah untuk Diagnostik (Testing dan Tracing) realisasi sebesar 66,6% atau Rp3 triliun; Therapeuticyang digunakan untuk Insentif dan Santunan Nakes sebesar 73,9% atau Rp14 triliun dari pagu Rp18,94 triliun; dan Vaksinasi (Pengadaan dan Pelaksanaan) sebesar 41,5% atau Rp23,97 triliun.
Sedangkan, realisasi dari klaster PerlinSos yang sebesar Rp122,47 triliun antara lain digunakan untuk Program PKH sebesar 73,4% atau Rp20,79 triliun dari pagu Rp28,31 triliun, Kartu Sembako sebesar 58,6% atau Rp29,26 triliun dari pagu Rp49,89 triliun, BLT Desa sebesar 58,7% atau Rp16,91 triliun dari pagu Rp28,80 triliun; dan BSU sebesar 75,60% atau Rp6,65 triliun dari pagu Rp8,80 triliun.
“Arahan dari Presiden Jokowi bahwa mengingat kasus di berbagai daerah sudah turun drastis, sesuai usulan Menteri Keuangan, maka anggaran earmarked 8% DBH/DAU agar bisa dioptimalisasi untuk tujuan lain selain penanganan Covid-19, dan Menkeu akan menyesuaikan aturan dan kebijakan terkait hal tersebut,” tutup Menko Airlangga.
Turut hadir dalam Konferensi Pers tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (rep/fsr/hls)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Yayasan Masyarakat Pelestari Lingkungan (MAPEL) Indonesia menyalurkan 1.200 paket sembako dari Kabareskrim Polri Bapak Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH. Pembagian paket tersebut dilakukan di beberapa lokasi di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang mulai, Senin (11/10) hingga Minggu (17/10) kemarin.
SEMBAKO : Yayasan MAPEL Indonesia menyalurkan 1.200 paket sembako dari Kabareskrim Polri Bapak Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang, Senin (11/10). (IST).
Koordinator Kegiatan Nanang Ardiansyah Lubis, menjelaskan 1.200 paket sembako yang disalurkan itu terdiri dari beras, minyak makan dan gula. Sebanyak 1.000 paket diperuntukkan bagi anak yatim dan 200 paket kaum dhuafa.
“Penyaluran ini dilakukan beberapa hari ke depan. Kita harus segera menyalurkan ini ke anak yatim/piatu dan kaum dhuafa, karena sekarang masyarakat lagi susah terdampak pandemi Covid,” katanya, Senin (18/10).
Lebih lanjut Nanang menjelaskan, tidak hanya pembagian paket sembako, panitia juga menggelar doa bersama anak yatim/piatu dan kaum dhuafa. Dalam kegiatannya, para anak yatim/piatu dan kaum dhuafa diajak mendoakan agar negara kita tetap rukun damai serta mampu melewati ujian masa pandemi Covid yang membuat rakyat, pemerintah dan aparat sama-sama jenuh.
“Penerima bantuan mengucapkan banyak terima kasih, juga mendoakan agar dilimpahkan keberkahan rezeki juga kesehatan untuk Bapak Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH dan keluarga Yayasan Masyarakat Pelestari Lingkungan,” terangnya.
Dirinya berharap kegiatan ini bisa dilakukan secara rutin agar masyarakat bisa terbantu. Sebab semua sektor sekarang sedang mengalami pelambatan pertumbuhan ekonomi yang berdampak terhadap sulitnya mencari makan.
“Sembari membagikan sembako, Yayasan MAPEL juga melakukan penanaman mangrove di Desa Bagan Kecamatan Pantai Labu dan bibit pohon buah-buahan di Desa Siguci Kecamatan STM Hilir dan Kecamatan Birubiru,” ucapnya.
Di kesempatan yang sama, Yayasan MAPEL mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kabareskrim Polri Komjen Pol.Agus Andrianto SH MH atas kepercayaan yamg diberika untuk menyalurkan sembako ke anak yatim/piatu dan kaum dhuafa.
“Kami mendoakan agar bapak selalu sehat dilimpahkan keberkahan dan rezeki yang melimpah,” tutup Bendahara Umum MAPEL Indonesia ini yang kemudian turut diamini Ketua umum Mapel Muhammad Ridho dan Sekjen M Yusuf Hanafi Sinaga serta pengurus harian pusat lainnya, GASI UMA beserta Area Law Office. (map)
MEDAN, SUMUTPOS.CO- Tapak Suci Cup Usia Dini Pimpinan Daerah (Pimda) 018 Medan berakhir Minggu (17/10/2021) malam. Pimpinan Cabang (PC) Tapak Suci Tanjungsari tampil menjadi peraih medali emas terbanyak dalam ajang ini yakni dengan 5 emas, 1 perak dan 4 perunggu.
Ketua Pimda 018 Tapak Suci Kota Medan, M Andi Syahputra menyampaikan, ajang pertandingan Tapak Suci Cup untuk Usia Dini pada 17 Oktober 2021 ini merupakan bagian dari upaya Pimda 018 dalam menjaring dan mencari pesilat terbaik. Dia menyebutkan, pandemi Covid 19 memang membuat kita lebih jarang bertemu, jarang berkegiatan dan tidak banyak kesempatan dalam mengasah kemampuan silat.
“Semoga ke depan, kita semua sehat, dan bisa melaksanakan pertandingan selanjutnya. Setelah pertandingan usia dini ini, kami akan menggelar untuk remaja. Dari mulai sekarang, para pelatih tolong persiapkan para atletnya. Sehingga pada waktunya nanti, kami umumkan pelaksanaan pertandingannya,” katanya usai menyerahkan medali kepada para pemenang di ajang Pertandingan Tapak Suci Cup, Pimda 018 Kota Medan, pada Minggu (17/10/2021).
Hadir dalam kesempatan itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah VIII Tapak Suci, Ridwan Putra Saleh. Ridwan mengapresiasi kegiatan yang digelar Pimda 018. Menurutnya, hal ini sangat positif dalam menjaring atlet-atlet terbaik.
Disebutnya, dari pantauan pertandingan pada Tapak Suci Cup Pimda 018 ini, sudah mulai banyak muncul bibit muda, sebab yang ikut pertandingan golongan usia 6-12. “Saya yakin jika terus dilatih dan konsisten mengikuti pelatihan, serta pelatihnya juga serius. Maka ke depan akan banyak sekali atlet berbakat dan bisa dibawa dalam ajang perhelatan Pekan Olah Raga Nasional (PON),” ucapnya.
Tak hanya itu, dia juga berpesan bahwa panitia dan juri sudah bekerja ekstra baik di saat pertandingan ini. Tapi, perlu diketahui pembinaan atlet harus lebih ekstra lagi agar pertandingan-pertandingan yang nantinya akan digelar bisa menjadi ajang kesempatan ujung kemampuan para pesilatnya.
Adapun para pemenang dalam pertandingan Tapak Suci Cup, PC Tanjung Sari memperoleh 5 emas, 1 perak dan 4 perunggu, disusul PC Sunggal memperoleh 4 emas, 2 perak, 6 perunggu, PC Medan Kota mendapatkan 2 emas, 5 perak, dan 2 perunggu, disusul PC Belawan Bahagia mendapatkan 1 emas, dan 3 perunggu.
Kemudian, PC Ponpes Hidayatullah mendapatkan 1 emas, 1 perak, dan 2 perunggu, PC Ar Rahman Medan memperoleh 1 emas, PC Tanjung Selamat Perjuangan meraih 3 Perak, 3 Perunggu, PC. Flamboyan Raya mendapatkan 1 perak, dan 2 Perunggu, PC Medan Helvetia 1 perunggu, PC. Zia Salsabila 3 Perunggu, PC. MAM 1 mendapatkan 1 Perunggu, PC. Ahamad Dahlan memperoleh 1 Perunggu serta PC Amal Hidayah mendapatkan 1 Perunggu. (adz)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Chairmanship Brunei Darussalam di ASEAN 2021 mengangkat tiga tema penting yaitu: Pemulihan, Digitalisasi dan Keberlanjutan. Sebagai respon tema digitalisasi, pertemuan ASEAN Economic Community Council (AECC) ke-20 turut mengundang Menteri Informasi dan Komunikasi dari seluruh negara anggota ASEAN untuk berkolaborasi dan meningkatkan kerja sama mewujudkan transformasi digital di ASEAN.
ASEAN memandang transformasi digital akan memberikan peluang baru untuk pengembangan bisnis dan berkontribusi pada pemulihan pasca pandemi secara berkelanjutan di kawasan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Dewan MEA mendukung penuh upaya berkelanjutan pada peningkatan keterampilan digital UMKM melalui berbagai inisiatif di ASEAN, seperti ASEAN SME Academy, Go Digital dan ASEAN Access, dan integrasi UMKM ke dalam Rantai Pasok Global (Global Value Chain).
Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri AECC (Pertemuan Tingkat Menteri Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN) ke-20 yang digelar secara virtual pada Senin (18/10) di Jakarta. Pertemuan yang dipimpin oleh Minister at the Prime Minister’s Office and Minister of Finance and Economy II, Brunei Darussalam, Dato Dr. Amin Abdullah ini dihadiri oleh seluruh Menteri Dewan MEA dari 10 Negara Anggota ASEAN.
“Kolaborasi ini menjadi kunci dalam merancang kebijakan dan regulasi mengelola disrupsi dan memaksimalkan keuntungan dari ekonomi digital melalui pendekatan kolektif transformasi digital di ASEAN,” sambung Airlangga.
Pertemuan menyepakati 2 (dua) dokumen penting sebagai komitmen pengembangan ekonomi digital yaitu: (1) Bandar Seri Begawan Roadmap to Accelerate ASEAN’s Economic Recovery and Digital Economy Integration; dan (2) ASEAN Leaders’ Statement on Advancing Digital Transformation in ASEAN.
Lebih jauh Menko Airlangga menekankan kondisi pandemi telah mengakselerasi proses transformasi digital di dunia termasuk di ASEAN. Menko juga mengajak negara-negara ASEAN untuk memanfaatkan pasar internet yang tumbuh cepat di dunia untuk membangun ekonomi digital ASEAN seperti e-commerce, dukungan pada travel dan ride hailing. Sementara itu, Edutech dan Healthtechmenjadi sektor utama pendukung ekonomi digital baru di ASEAN di masa pandemi. Sebagai gambaran, pengguna internet di ASEAN meningkat dari 260 juta pada 2015 menjadi 400 juta pada 2020. Hingga Januari 2021, penetrasi pengguna internet di ASEAN telah mencapai 69%.
Menko Airlangga menginformasikan kepada negara-negara ASEAN saat ini Indonesia tercatat telah memiliki 1 decacorn startup yaitu GoTo (Gojek-Tokopedia) dan 6 unicorn startup yaitu, Bukalapak, Traveloka, OVO, J&T Express, Xendit (Payment Gateway) dan yang terbaru yaitu Ajaib (Fintech). Indonesia juga dalam Forum G20 Innovation League2021 yang dilaksanakan di Sorrento, Italia memenangkan 2 penghargaan untuk stratup inovasi unggulan yaitu Nalagenetics (kategori Mobility and Healthcare) dan Ruangguru (kategori Artificial Intelegence).
Untuk mendukung agenda transformasi digital dimana Pemerintah sebagai fasilitator, Menko Airlangga menekankan 5 hal, yaitu: (a) Penciptaan regulasi yang inklusif, koheren dan holistik untuk pengembangan ekonomi digital dan mendukung inovasi; (b) Memperluas infrastruktur telekomunikasi dan menjamin akses internet yang terjangkau; (c) Memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dalam penelitian dan perumusan kebijakan; (d) Mempercepat literasi digital dan mempersiapkan talenta digital; dan (e) Meningkatkan produktivitas dan inovasi melalui digital di sektor publik.
Sektor pariwisata menjadi salah satu perhatian utama dengan mengupayakan pembukaan kembali sektor pariwisata yang aman sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. Indonesia telah membuka kembali Bali, Batam dan Bintan sebagai tujuan wisata internasional pada 14 Oktober 2021, dengan penerapan protokol kesehatan (prokes), melalui standar nasional dan sertifikasi Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (CHSE).
“Pada isu prioritas Sustainable, Indonesia memberikan dukungan dan berkomitmen untuk menerapkan prinsip ekonomi sirkular sebagai bagian dari ekonomi berkelanjutan dan menciptakan peluang peluang pekerjaan hijau. Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional dengan berkomitmen mengurangi limbah makanan hingga 50% dan limbah tekstil hingga 14%,” ujar Menko Airlangga.
Isu krusial lain yang dibahas adalah hasil dari MTR Cetak Biru MEA 2025 di mana peningkatan nilai perdagangan intra-ASEAN yang relatif moderat selama beberapa tahun terakhir. Untuk itu, Menko Airlangga menjelaskan perlunya mendorong hasil dari MTR ini sebagai katalis efektivitas program-program strategis yang lebih tepat sasaran berdasarkan parameter terukur dan dapat tercapai. Program blue economy dan green economy perlu menjadi perhatian sebagai mesin pertumbuhan baru dan menjaga ASEAN tetap relevan dengan perkembangan global.
Indonesia yang akan memegang Keketuaan ASEAN pada 2023 memegang peranan penting dalam merumuskan arah ASEAN pasca 2025. Ada 5 (lima) isu penting yang perlu menjadi perhatian yaitu: a) Digitalisasi, teknologi dan inovasi, b) Kesehatan Publik, c) Perubahan Iklim dan kelangkaan sumber daya, d) Perubahan kekuatan ekonomi global, dan e) Pergeseran demografi dan urbanisasi.
“ASEAN Community Post-2025 Vision perlu memperhatikan kondisi yang terjadi saat ini melalui peningkatan kolaborasi penelitian dan pengembangan bidang bioteknologi khususnya untuk mendukung kapasitas produksi vaksin di ASEAN. Pembahasan lebih lanjut terkait penyusunan ASEAN Community Post-2025 Vision perlu melibatkan tiga pilar, terutama dalam membahas isu-isu lintas sektoral yang sedang berkembang dan kapasitas mekanisme kelembagaan ASEAN,” pungkas Airlangga.
Turut hadir mendampingi Menko Perekonomian dan Menteri Perdagangan dalam pertemuan virtual ini yaitu Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian dan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan. (dep7/rep/ltg/fsr)