PIAGAM:Manajemen Sharp Indonesia saat menunjukkan piagam penghargaan.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Selalu berinovasi dengan gagasan ide dan beragam kegiatan branding yang kreaktif yang menarik menjadi jurus kunci Sharp Indonesia dalam mendongkrak penjualan elektronik di dalam negeri. Dimana apa yang telah dilakukan perseroan tidak hanya menuai hasil pada peningkatan penjualan tetapi juga prestasi. Melalui ajang Indonesia Brand Communication Championship 2021, Sharp Indonesia meraih predikat sebagai ‘The Most Creative Brand Communication 2021”.
PIAGAM:Manajemen Sharp Indonesia saat menunjukkan piagam penghargaan.
Program Sharp Bersedekah dinobatkan sebagai pemenang untuk kategori Brand Activation. Mengantongi nilai 81.00 dari dewan juri, program Sharp Bersedekah dianggap kreatif dalam mengawal eksistensi merek dalam menghadapi tantangan disrupsi digital dan pandemik. Pandu Setio, Sr. PR & Brand Communication Manager dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (13/10) menyampaikan apresiasi dan sukacitanya, “Kami mengucapkan terima kasih kepada SWA dan Mix MarComm selaku penyelenggara Indonesia Brand Communication Championship 2021 dan seluruh dewan juri yang telah menetapkan program Sharp Bersedekah menjadi pemenang dalam kategori ini. Kami bersyukur, kerja keras yang dilakukan mendapatkan apresiasi dan rekognisi yang baik. Penghargaan ini mendorong kami untuk terus dapat melakukan inovasi-inovasi baru guna meningkatkan brand engagement perusahaan yang juga sekaligus dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,”ujarnya.
Program Sharp Bersedekah sendiri merupakan program tahunan yang diselenggarakan setiap bulan Ramadan. Di tahun 2021, Sharp Bersedekah hadir dengan tujuan untuk meningkatkan empati masyarakat dengan mendorong mereka untuk melakukan donasi di masa pandemi. Saat ini kesadaran untuk melakukan donasi makanan mengalami kemunduran akibat pandemi, mereka sungkan dikarenakan banyak factor yang mempengaruhi seperti keamanan dan kesehatan diri.
Merespon permasalahan tersebut, untuk memfasilitasi niat baik masyarakat melakukan donasi, Sharp Indonesia menempatkan produk lemari es-nya di wilayah publik seperti area perkantoran, pusat perbelanjaan dan halte bus.
Masyarakat dapat meletakkan makanan atau minuman yang akan didonasikan ke dalam lemari es, selanjutnya tim Sharp Indonesia akan mendata donatur serta mengemas makanan sesuai dengan protokol kesehatan dimana setiap harinya seluruh makanan dan minuman yang terkumpul akan langsung didonasikan ke panti asuhan terdekat titik penempatan lemari es. Setiap titik lokasi lemari es pun dipantau CCTV selama 24 jam. (rel/ram)
VAKSIN: Masyarakat Medan mengikuti vaksinasi Covid-19 secara massal yang digelar PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis) di lapangan parkir kolam renang Mutiara Residence, Tembung, Jumat (15/10).m idris/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis) kembali berinisiatif memberikan vaksinasi Covid-19 bagi warga Medan sekitar. Vaksinasi kali ini digelar selama dua hari (15-16 Oktober 2021) di lapangan parkir kolam renang Mutiara Residence, Tembung, Jumat (15/10).
VAKSIN: Masyarakat Medan mengikuti vaksinasi Covid-19 secara massal yang digelar PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis) di lapangan parkir kolam renang Mutiara Residence, Tembung, Jumat (15/10).m idris/sumut pos.
BP Founder Mars Agency Sequis Helen Yosefa mengatakan, kegiatan vaksinasi kali kedua ini untuk mengakomodir antusiasme 600 warga Medan yang telah mendaftar untuk mendapatkan vaksin Sinopharm dari kegiatan vaksin gotong royong yang diadakan Sequis. Sebelumnya, kegiatan yang sama telah sukses dilaksanakan di kantor Sequis di Medan Jalan Setia Jadi, Medan Perjuangan, pada 9 Oktober lalu.
Menurut Helen, mobilitas masyarakat di kota Medan cukup tinggi sehingga sangat diperlukan percepatan vaksinasi Covid-19 agar tercapai herd immunity. “Vaksinasi Covid-19 ini adalah langkah penting untuk meringankan risiko jika terinfeksi virus corona. Vaksinasi juga akan membantu menjaga tubuh kita dan orang-orang yang kita sayangi terhindar dari Covid-19, sehingga akan lebih aman saat beraktivitas & bekerja. Namun demikian, tentunya kita harus tetap menjalani protokol kesehatan,” ungkap Helen.
Ia menuturkan, vaksinasi yang kembali digelar ini bekerja sama dengan RS Siloam Dhirga Surya. Data para peserta diverifikasi dahulu oleh Biofarma, kemudian diteruskan ke RS Siloam untuk didaftarkan melalui aplikasi MySiloam. Selanjutnya, tiga hari sebelum tanggal penerimaan vaksin, peserta yang sudah mendaftar dan telah terverifikasi dapat langsung melakukan pre-registrasi dan mencocokkan datanya untuk sertifikat vaksin.
“Pada hari pelaksanaan, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menghindari antrian dan kerumunan. Seluruh tata laksana kegiatan vaksinasi dijalankan sesuai protokol kesehatan yang diwajibkan oleh pemerintah dengan menerapkan 5M,” tutur Helen.
Dia berpesan kepada masyarakat kota Medan agar memastikan diri siap divaksin karena pemerintah dan berbagai lembaga, serta perkantoran, termasuk Sequis telah menyediakan fasilitas vaksin sehingga mudah terjangkau oleh masyarakat. “Tidak perlu memilih jenis vaksin karena semua vaksin yang tersedia telah mendapat izin penggunaan darurat dari Badan POM, dan akan terus diawasi oleh pemerintah. Fokus kita adalah memerangi Covid-19 sekaligus mewujudkan herd immunity,” tegas Helen.
Lebih lanjut dia mengatakan, dalam waktu dekat ini akan memperingati Hari Asuransi Nasional yang akan terselenggara pada 18 Oktober 2021. Karena itu, diimbau para peserta dan masyarakat agar menjadikan Hari Asuransi di masa pandemi ini sebagai momen pengingat untuk mempertimbangkan asuransi sebagai jaring pengaman tambahan guna hari esok yang lebih baik.
“Vaksinasi adalah upaya mencegah penularan virus corona. Namun penularan virus, bakteri, maupun sakit lainnya masih dapat terjadi pada siapa saja meskipun sudah divaksin. Bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan di Oktober ini, kami mendorong masyarakat secara proaktif menyusun rencana keuangan yang lebih baik demi menjaga ketahanan finansial di masa mendatang. Salah satu aksi nyata dalam rencana keuangan adalah memiliki asuransi jiwa & kesehatan sebagai jaring pengaman finansial bilamana terjadi risiko kematian, kecelakaan atau terserang penyakit hingga perlu mendapatkan perawatan medis. Hidup selalu penuh dengan kejutan, oleh sebab itu rencanakan masa depan Anda dari sekarang dengan memiliki perlindungan jiwa & kesehatan,” tandas Helen. (ris/ram)
TERANGKAN: Manajemen Manulife saat menjelaskan tentang digitalisasi bisnis asuransi kepada nasabah.
SUMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 mempercepat proses digitalisasi pelayanan di semua bidang, termasuk asuransi. Sejalan dengan itu, literasi digital masyarakat juga mulai membaik. Hal ini tercermin dari tumbuhnya industri asuransi selama pandami Covid-19.
TERANGKAN: Manajemen Manulife saat menjelaskan tentang digitalisasi bisnis asuransi kepada nasabah.
Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebutkan, pada semester I 2021 premi industri asuransi jiwa tercatat sebesar Rp 104,72 triliun atau tumbuh 17,5 % dibandingkan periode sebelumnya (yoy). Sedangkan, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan hingga Juli 2021 aset industri asuransi tumbuh sekitar 9% (yoy) dan pendapatan premi naik 11,97 % (yoy).
Data tersebut menggambarkan transformasi digital di industri asuransi merupakan suatu kebutuhan saat ini. Apalagi, selama pandemi, perilaku konsumen dalam bertransaksi juga ikut berubah dari semula offline menjadi online. Hal itu diperkuat riset perusahaan reasuransi Swiss Re yang menyebutkan 76% masyarakat Indonesia tertarik membeli produk asuransi secara online di masa pandemi. Sedangkan, data Kementerian Komunikasi dan Informasi menyebutkan, pengguna layanan digital selama pandemi Covid-19 naik 37%. Hal ini sejalan dengan jumlah pengguna internet di Indonesia yang pada Januari 2021 sudah sebanyak 202,6 juta.
Direktur dan Chief of Product & Inforce PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife), Hans De Waal mengakui, pandemi memang mempercepat proses migrasi pelayanan dari tatap muka ke digitalisasi.
Ia mencontohkan, sebelum pandemi pelayanan tatap muka di customer service kantor pusat Manulife Jakarta rata-rata sekitar 100-200 orang per hari. Namun, saat pandemi angka kunjungan ini turun sebesar 50% karena konsumen sudah beralih ke pelayanan digital.
“Data menunjukkan selama pandemi, Manulife rata-rata mendapatkan email sebanyak 800 buah dan panggilan lewat telepon sekitar 700 panggilan setiap hari,” sebut Hans dalam keterangan tertulis, Minggu (17/10).
Hans menjelaskan, Manulife telah berinvestasi cukup besar untuk mengembangkan pelayanan digital jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Sebab, Manulife saat itu menyadari layanan asuransi ke depan bakal mengarah ke digitalisasi. Untuk digitalisasi ini, Manulife diperkirakan telah menginvestasikan dana lebih dari US$ 10 juta.
Pelayanan digital yang dikembangkan ini di antaranya adalah website publik yang berisi informasi umum terkait asuransi dan produk yang dijual. Ada juga website khusus nasabah, di mana website ini hanya bisa diakses oleh nasabah saja untuk melihat premi, nilai polis, mengubah data nasabah, dan sebagainya.
Pengisian aplikasi dan tanda tangan polis juga sudah dilakukan secara digital. Layanan digital lainnya adalah e-claim di mana nasabah bisa mengajukan klaim secara elektronik tanpa harus mendatangi kantor Manulife.
Hingga semester 1 2021, Manulife tercatat membayarkan klaim (un-audited) sebesar Rp 3,9 triliun atau sama dengan Rp 11 miliar setiap hari atau Rp 445 juta per jam. Sedangkan, klaim terkait Covid-19 hingga 30 September 2021 (year to date) tercatat hampir Rp 500 miliar.
Hans menjelaskan, pada masa pandemi, penjualan semua produk Manulife oleh agen dilakukan melalui media digital, termasuk pengisian polis dan tanda tangan nasabah. Namun, standar pelayanannya tetap tinggi dan juga sesuai dengan aturan OJK.
Salah satu di antaranya melakukan rekaman foto dan suara sebagai bukti bahwa ada pertemuan agen dan nasabah secara virtual. Dia menjelaskan, digitalisasi di industri asuransi ini akan semakin memudahkan komunikasi antara perusahaan asuransi dan konsumen.
Sementara itu, Deputi Direktur Perlindungan Konsumen OJK, Hudiyanto menegaskan, digitalisasi di industri asuransi telah menjadi suatu kebutuhan. Namun, pemanfaatan teknologi informasi tersebut harus tetap memperhatikan unsur perlindungan konsumen.
Ia mengatakan, pada masa pandemi, OJK selaku regulator memang mengizinkan industri menjual produk asuransi yang ada unsur investasinya seperti unit link tanpa tatap muka. Kendati demikian, OJK mensyaratkan harus ada rekaman foto dan suara saat komunikasi virtual antara agen dan nasabah sebagai bukti bahwa konsumen memahami apa yang dijelaskan oleh agen tersebut.
Pasalnya, sampai saat ini secara umum masih banyak orang membeli produk asuransi tanpa memahami produk yang dibelinya secara detail. “Nah, hal-hal seperti ini ke depan tidak boleh terjadi lagi. Ini yang sedang kita siapkan aturannya,” tandas Hudiyanto.
Apalagi, ujarnya, tingkat literasi digital di Indonesia juga masih rendah. Data literasi digital berdasarkan survei Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 2020 menunjukkan angka literasi digital Indonesia berada di kisaran 3,47 dari skala 1-4. Hal ini menunjukkan bahwa literasi digital Indonesia hanya berada sedikit di atas kategori sedang atau belum mencapai kategori baik.
Menanggapi hal itu, Direktur Kepatuhan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Apriliani Siregar mengemukakan, pihaknya menyadari betul soal literasi digital serta literasi dan inklusi keuangan di Indonesia yang belum terlalu baik. Karena itu, Manulife terus menerus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait literasi dan inklusi asuransi, baik itu lewat media mainstream maupun media sosial.
Terkait penjualan produk asuransi secara digital, Apriliani menjelaskan, Manulife tidak pernah berhenti berinovasi. Karena itu, Manulife selalu mengikuti perkembangan kemajuan dan tuntutan konsumen, termasuk dalam pelayanan digital ini.(*)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) meneguhkan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas SDM di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), melalui penyelenggaraan Pelatihan Internetworking Bersertifikasi di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Rangkaian Pelatihan Internetworking Bersertifikasi di Polri dimulai sejak Rabu (13/10), dan dibuka langsung Kepala Divisi TIK Polri Irjen Pol Slamet Uliandi, Direktur Enterprise & Business Service Telkom Edi Witjara, dan jajaran.
Selain meresmikan Pelatihan Internetworking Bersertifikasi, pada kesempatan yang sama Polri juga memberi penghargaan khusus kepada Telkom atas kontribusi perusahaan dalam mendukung kegiatan vaksinasi dan berbagai aktivitas kepolisian selama ini.
Dalam sambutannya di acara tersebut, Slamet menyebut pengembangan kapasitas SDM di bidang IT kini tengah gencar dilakukan Polri sesuai mandat yang diberikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Melalui pelatihan SDM di bidang IT, diharapkan ke depan kualitas pelayanan Polri akan meningkat dan diikuti dengan semakin tumbuhnya kepercayaan publik terhadap lembaga kepolisian.
Menanggapi pernyataan tersebut, Edi Witjara menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan Polri kepada Telkom selama ini. Menurutnya, program improvisasi kapasitas SDM IT yang dimiliki Polri sejalan dengan visi dan misi Telkom yang kini tengah bertransformasi menjadi digital telecommunication company.
“Kami berterimakasih atas segala kepercayaan dan penghargaan yang diberikan Polri kepada Telkom karena keterlibatan aktif perusahaan dalam mendukung program-program pemerintah terutama terkait penanganan pandemi Covid-19. Telkom memastikan kesiapan untuk terus mendukung berbagai program Polri, terutama yang berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas SDM di bidang IT. Program ini sejalan dengan upaya Telkom yang sedang bertransformasi menuju digital telco terdepan di Indonesia bahkan dunia,” paparnya.
Demi menjadi perusahaan digital telco terdepan, Telkom kini fokus mengembangkan bisnis di tiga domain usaha utama yaitu Digital Connectivity, Digital Platform, dan Digital Services.
Pada domain Digital Connectivity, Telkom hadir melalui penyediaan infrastruktur seperti jaringan kabel fiber optic dengan panjang 169 ribu kilometer lebih, operasional 220 ribu lebih menara BTS, layanan internet seluler yang menjangkau 99 persen populasi, serta mengoperasikan 2 satelit nasional yang menjangkau kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan. (rel/prn)
MEDAN, SUMUTPOS.CO- Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Herman A Ndruru menyebut, sedikitnya sudah 25 DPC Partai Demokrat yang menyerahkan dukungan kepada H Armyn Simatupang sebagai calon Ketua DPD Sumut, dan mencabut dukungan kepada calon lainnya.
“Dua puluh lima DPC ini sudah komit dan tak bisa goyah meski masih ada saja calon yang berupaya mempengaruhi dengan membawa-bawa nama Ketum dan Sekjen DPP. Bahkan dukungan kepada Pak Armyn masih akan bertambah, karena dua DPC menyusul berikan dukungan lagi,” kata Herman Ndruru yang juga fungsionaris DPD PD Sumut dan koordinator Kepulauan Nias kepada wartawan di DPP Partai Demokrat Jl Proklamasi Jakarta, Sabtu (16/10).
Herman Ndruru menyebut, dengan 2/3 lebih dukungan kepada Armyn, maka diyakini Musda bakal memunculkan 1 nama saja dan secara aklamasi terpilih sebagai ketua DPD. Menurutnya, mayoritas DPC serta kader di akar rumput telah menginginkan Armyn yang dikehendaki sebagai ketua DPD. Tentu besarnya dukungan tersebut akan menjadi modal besar bagi DPD Sumut untuk membangun soliditas dan kejayaan Demokrat kembali.
“Sudah sepatutnya lah jangan ada lagi manuver dari calon lain yang membawa-bawa nama Ketum dan Sekjen dengan tujuan mengganggu soliditas dukungan ke Pak Armyn. Kami para DPC berharap agar Musda segera digelar, jangan ditunda-tunda lagi apalagi jika penundaan itu bertujuan agar calon lainnya lebih leluasa menggarap suara DPC,” ucap Herman Ndruru.
Ia juga menyebut, sosok Armyn adalah yang paling pas untuk memimpin DPD Sumut karena ketokohan yang ada pada dirinya. Apalagi sosok ketokohannya sudah terbukti pada Pemilihan Legislatif 2019 lalu. Daerah pemilihan Asahan Tanjungbalai, Labuhanbatu tempat H Armyn Simatupang mencalonkan menjadi anggota DPRD Sumut berhasil mengantarkan 2 legislator.
“Dapil Pak Armyn itu satu-satunya yang berhasil mendudukkan 2 anggota dewan ke DPRD Sumut. Itu sebuah prestasi yang wajar diapresiasi oleh kita semua dengan diberi kepercayaan sebagai ketua DPD,” tegas Herman.
Kepada pengurus DPP yang masih terus berupaya merayu DPC dengan membawa-bawa nana Ketum dan Sekjen, Ndruru berharap untuk legowo dan lebih fokus lagi mengurusi DPP sesuai jabatan yang diembannya. Apalagi katanya, klaim-klain calon yang didukung DPP itu adalah klaim kosong karena pengurus DPC telah melakukan klarifikasi ke DPP yang membantah adanya arahan untuk mendukung salah satu calon.
Herman sendiri mengaku kalau dirinya pada pekan lalu dipertemukan dengan salah satu calon di Medan. Namun dirinya dengan tegas menolak mengalihkan dukungan meski calon tersebut mengaku mendapat dukungan dari Ketua Umum dan Sekjen DPP.
“Saya juga heran, kenapa calon yang mengaku dari DPP itu masih ngotot mengejar dukungan DPC yang sudah hampir seluruhnya mendukung Pak Armyn. Apa tidak lebih baik pengurus DPP itu berkonsentrasi membantu DPP dalam menghadapi ancaman kubu Moeldoko,” ucapnya. (adz)
BANTUAN: Penyerahan bantuan ke RSU Muhammadiyah Sumatera Utara. istimewa/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Medan Thamrin menyerahkan bantuan alat kesehatan senilai Rp250 Juta kepada RSU Muhammadiyah Sumatera Utara (RS UMSU) dalam rangka pedulin penanggulangan pandemi Covid-19, baru-baru ini di aula Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Sumatera Utara, Jalan Mandala, Kota Medan.
BANTUAN: Penyerahan bantuan ke RSU Muhammadiyah Sumatera Utara. istimewa/sumutpos.
Pimpinan Cabang BRI Medan Thamrin Hendra Simangunsong menyampaikan bahwa bantuan berupa peralatan kesehatan merupakan salah satu kegiatan rutin sebagai bentuk pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat melalui rumah sakit.
“BRI memberikan bantuan berupa peralatan kesehatan sesuai dengan kondisi saat ini dan BRI komitmen untuk berkontribusi yang jelas dan real,khususnya di masa pandemi Covid-19,” jelas Hendra Simangunsong saat penyerahan bantuan.
Dia berharap bantuan yang diberikan kepada RS UMSU dapat digunakan dengan baik sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Dan, di masa mendatang dapat melaksanakan kerjasama lainnya untuk memperkuat prioritas RSU Muhammadiyah Sumatera Utara seperti memperkuat ICU, saluran oksigen secara sentral dan ruang operasi.
Direktur RSU Muhammadiyah Sumatera Utara dr Mohamad Riza, mengungkapkan, bantuan peralatan kesehatan dari BRI cukup berarti dalam mendukung pelayanan rumah sakit. Berbagai peralatan yang diberikan BRI sesuai dengan kebutuhan rumah sakit saat ini.
Dijelaskan dia, berdasarkan surat keputusan Gubernur, RS UMSU merupakan salah satu yang diminta ikut mempersiapkan sarana dan prasana dalam merawat dan melayani masyarakat di masa pandemi Covid-19.
“Di masa pandemi ini, rumah sakit tidak hanya ditantang mengenai kualitas pelayananannya saja, maka kami berharap dengan adanya peralatan yang diberikan BRI cabang Medan Thamrin, insan rumah sakit dapat melakukan pelayanan kesehatan lebih baik,” ungkapnya.
Sementara Rektor UMSU, Prof Dr Agussani, MAP juga menjelaskan bahwa pengelolaan RSU Muhammadiyah Sumatera Utara berdasarkan surat keputusan yang diberikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah diamanahkan kepada UMSU. Untuk itu berbagai upaya telah dilakukan sehingga kini telah mendapatkan bintang satu.
Dalam kesempatan itu, Rektor memberikan aptesisasi kepada PT BRI yang telah ikut berpartisipasi mendukung peningkatan pelayanan rumah sakit . Bantuan peralatan kesehatan sangat tepat sekarang ini sehingga bisa langsung mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan BRI cabang Thamrin Medan, bapak Hendra Simangungsong beserta jajarannya. Mudah-mudahan apa yang diberikan ini bermanfaat dan berarti bagi RSU Muhammadiyah Sumatera Utara,” ujar Agussani.
Dalam kegiatan ini, turut hadir Tim Asistensi Rumah Sakit, Dr. Bahril Datuk, MM, Drs Muthalib, MM, Manajemen Rumah Sakit, Ibrahim Nainggolan, SH, MH, dr. Nora dan manajemen jajaran staf manajemen PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Medan Thamrin.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis diikuti penyerahan cendramata dari RSU Muhammadiyah Sumatera Utara dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara kepada pimpinan BRI cabang Medan Thamrin.(gus/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu mengaku telah menindaklanjuti usulan Komisi A DPRD Sumut, ihwal pembukaan seleksi jabatan pimpinan tinggi madya/eselon I, agar Pemprovsu segera memiliki sekretaris daerah defenitif.
Faisal Arif Nasution.
“Sedang berproses. Tahun ini dibentuk pansel (panitia seleksinya),” kata Kepala BKD Setdaprovsu, Faisal Arif Nasution menjawab Sumut Pos, Minggu (17/10).
Diakui Faisal, pihaknya telah melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri, Komisi Aparatur Sipil Negara, dan Kementerian PANRB ihwal mekanisme seleksi terbuka jabatan Sekdaprovsu ini. Adapun hasilnya, sebut dia, gubernur dibenarkan untuk melakukan pengangkatan Pj sekda 3 (tiga) bulan awal dan maksimal diperpanjang satu kali.
Faisal menyebut jika proses seleksi sudah berjalan dan lewat waktu, pihaknya akan konsultasikan kembali ke Kemendagri. Dengan demikian, posisi Afifi Lubis untuk sementara waktu bisa diisi dari salah seorang pejabat di lingkup Kemendagri. “Karena salah satu panselnya kan dari JPT Madya di Kemendagri juga ada,” pungkasnya yang enggan menyampaikan soal waktu pelaksanaan seleksi akan dibuka.
Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto mengatakan, pihaknya telah mendorong agar BKD segera membuka lelang jabatann
Sekdaprovsu pada tahun ini juga. Sebab, pengangkatan Pj sekda dapat dilakukan 3 bulan awal, serta hanya maksimal diperpanjang satu kali saja. “Itu memang regulasinya. Maka berdasarkan regulasi yang ada itu, sepatutnya posisi jabatan sekda defenitif harus sudah dilantik paling lama pada akhir tahun ini,” katanya menjawab Sumut Pos, Jumat (15/10).
Apalagi, kata Hendro, saat ini telah memasuki Oktober. Artinya, sesuai regulasi berarti jabatan Pj sekda sudah diperpanjang oleh Gubsu Edy Rahmayadi.
Ia pun mengakui, bahwa BKD sudah menyanggupi akan membuka lelang jabatan sekda pada November mendatang.”Alhamdulillah Pak Afifi ini sudah diperpanjang satu kali. Beliau sebagai Pj sekda, kalau tidak salah akan sampai November,” ucapnya.
Komisi A berharap, dalam lelang jabatan sekda nanti bisa menghasilkan sosok yang mumpuni dalam membantu tugas Gubsu dan Wagubsu, menjalankan roda pemerintahan demi mewujudkan Sumut maju, aman, dan bermartabat.
“Sosok sekda ke depan harapannya dia harus punya integritas, itu sudah menjadi yang utama. Kedua dia paham apa yang menjadi roh kebijakan Pemprov Sumut yang acuannya dengan RPJMD bisa paham. Ketiga bisa berkomunikasi yang baik, baik itu dengan eksekutif atasannya, pak gubenur dan wakil gubernur, legislatif dan kepada masyarakat. Karena sekda ini jabatan strategis,” pungkas politisi PKS tersebut.
Diketahui, sejak R Sabrina pensiun per 31 Mei 2021, posisi jabatan Sekdaprovsu lowong. Gubsu Edy Rahmayadi pun kemudian menunjuk Sekretaris DPRD Sumut, Afifi Lubis sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekdaprovsu pada 1 Juni 2021. Lalu pada 25 Juni 2021, Afifi dilantik oleh Gubernur Edy menjadi Pj Sekdaprovsu. (prn/ila)
MENJAGA: Kedua orangtua dari bayi Aiyla Adisty Hidayah, yakni Rahmat Hidayat dan Olivia Saridah, saat menjaga Aiyla.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aiyla Adisty Hidayah, bayi yang terindikasi menderita penyakit Atresia Bilier, masih menjalani perawatan intensif di RSUP Haji Adam Malik, Medan. Bayi berusia sekitar tujuh bulan tersebut sudah sepekan lebih ditangani tim medis di rumah sakit itu.
MENJAGA: Kedua orangtua dari bayi Aiyla Adisty Hidayah, yakni Rahmat Hidayat dan Olivia Saridah, saat menjaga Aiyla.
Plt Kadis Kesehatan Kota Medan dr Mardohar Tambunan mengatakan, saat ini tim medis yang menangani Aiyla terus berupaya meningkatkan keadaan umumnya. Sebab saat dibawa ke sana keadaan umumnya kurang baik. Artinya keadaan umum ini standarnya baik itu gizi dan nutrisinya.
“Astresia Billier yang diderita bayi ini merupakan penyakit bawaan lahir sehingga ada organ tubuh yang tidak ada di dalam tubuh penderita. Oleh karenanya, tim medis fokus agar organ yang ada berfungsi dengan baik, sehingga keadaan umumnya juga akan membaik,” kata Mardohar belum lama ini.
Mardohar menuturkan, apabila mau dilakukan tindakan operasi terhadap Aiyla, maka harus hasil pertimbangan dokter spesialis dan persetujuan orang tua. Pasalnya, penyakit yang diderita bayi termasuk penyakit yang jarang. Jadi, kalau mau dilakukan operasi ada ketentuannya.
Menurut dia, jika umur bayi masih dua atau tiga bulan, tentu akan lebih mudah penanganannya. Namun, saat ini usianya sudah memasuki tujuh bulan sehingga harus dilakukan operasi, baik itu transplantasi hati, membuat saluran atau memasukkan alat kesehatan ke dalam tubuhnya. “Kita terus memantau perkembangan bayi. Jika dilakukan transplantasi hati, maka hal yang kita utamakan dahulu pendonor hati. Namun hal tersebut juga harus mendapatkan izin dari orang tua bayi,” tandas Mardohar.
Diketahui, Aiyla dirujuk dan menjalani perawatan di RSUP Haji Adam Malik pada Kamis (7/10) malam. Sebelumnya, bayi tersebut dirawat di RSUD dr Pirngadi Medan.
Aiyla merupakan anak dari pasangan Rahmat Hidayat (31) dan Olivia Saridah (27), warga Jalan Medan Area Selatan, Gang Mulia, Medan. Anak bungsu tersebut mengalami masalah kesehatan dengan kondisi perut membesar.
Ibu bayi, Olivia Saridah mengatakan, awalnya kelahiran bayinya itu terlihat normal seperti bayi sehat pada umumnya. Namun sekitar dua minggu kemudian, mata anaknya mulai terlihat menguning.
Olivia mengaku, sempat membawa anaknya itu ke bidan. Namun oleh bidan menyatakan, yang membuat kondisi anaknya seperti itu karena belum makan nasi. “Tapi setelah kami tunggu enam bulan, ternyata tidak juga ada perubahan,” ungkapnya.
Karena merasa ada yang tidak beres, lanjut Olivia, pihak keluarga lalu membawa Aiyla ke dokter spesialis anak. Dari situ, awal mulanya diketahui bahwasanya Aiyla mengalami kelainan hati.
Mengetahui kondisi buruk yang menimpa anaknya, Olivia menjelaskan, keluarga lalu mengurus BPJS Kesehatan dengan harapan bayinya bisa mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Namun, BPJS yang diurus belum kunjung siap. “Akhirnya kami dapat bantuan dari Dinas Sosial dibawa ke Rumah Sakit Pirngadi, dari situlah kami tahu anak kami tidak ada saluran empedunya,” terangnya.
Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution merespon cepat berita Aiyla Adisty Hidayah. Balita malang penderita penyakit langka atresia billier ini membutuhkan biaya untuk menyembuhkan penyakitnya tersebut.
Mendengar kabar tersebut, Bobby Nasution langsung gerak cepat (gercep)menginstruksikan jajaran terkait untuk membawa Aiyla ke RSUP H Adam Malik guna mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Apalagi diketahui keterbatasan kondisi ekonomi mengakibatkan kedua orangtuanya Rahmat Hidayat (31) dan Olivia Saridah (27) kesulitan untuk memberikan perobatan maksimal bagi bayi yang mengalami pembengkakan perut akibat gangguan hati tersebut.
Sebagai bentuk empati dan wujud kepeduliannya, bersama Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu, Bobby Nasution pun menjenguk Aiyla, Kamis (7/10) malam. Tak kuasa melihat kondisi Aiyla, Kahiyang Ayu bahkan sampai menetaskan air mata seraya sesekali tampak ditenangkan oleh Bobby Nasution. Melihat kondisi Aiyla, Bobby Nasution pun mengatakan, biaya perawatan Aiyla ditanggung Pemko Medan. “Saat ini yang terus kita lakukan adalah mendoakan agar Aiyla diberi kesehatan dan keluarganya diberikan kekuatan untuk merawat Aiyla. Soal pembiayaan, kita register ke Kota Medan,” kata Bobby Nasution saat menjenguk Aiyla.
Gercep Bobby Nasution menangani bayi penderita atresia billier tersebut mendapat sambutan positif dari akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU) Indra Fauzan SHI MSoc Sc Phd. Dirinya melihat, ada kepedulian sosial dalam tindakan Bobby Nasution yang memberikan tindakan cepat kepada bayi Aiyla.
“Sebagaimana kita ketahui salah satu nilai kepemimpinan yang baik adalah memberikan perhatian dan juga kebijakan yang berdampak kepada banyak orang, termasuk kepada masyarakat diberbagai lapisan. Tentunya ini juga menjadi tugas yang diemban tidak hanya oleh Wali Kota, tapi juga dinas – dinas terkait agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara total dan tidak memandang status,” ujar Indra.
Selain itu, kata Indra, bentuk pekerjaan serupa juga harus diberikan kepada kepling dan lurah karena mereka langsung yang bersentuhan dengan masyarakat. Sebab, mereka lebih tahu masyarakat disekitar dan jangan sampai kecolongan. Terlebih, kesigapan perangkat daerah dilevel ujung tombak inilah, imbuhnya, menjadi sangat penting agar bayi-bayi lain yang memiliki permasalahan kesehatan di Kota Medan bisa teratasi dengan cepat. “Oleh karenanya, pendataan itu penting sekali agar masyarakat mendapat perhatian yang optimal dari pemerintah,” tambahnya.
Atas gercep Bobby Nasution tersebut, Indra pun menyampaikan apresiasinya. Sebab, Indra menilai bahwa Bobby Nasution telah memandang Kota Medan harus cepat tanggap terhadap permasalahan lokal sehingga program pembangunan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) dapat terlaksana dengan baik. (ris/map/ila)
KOSONG: BBM di salah satu SPBU Tanjungmorawa kosong pekan lalu. Saat ini pasokan BBM di Kota Medan hingga Sumut sudah mulai normal kembali.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara, telah memeriksa PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sumut. Hasil pemriksaan, ternyata penyebab kelangkaan BBM di Sumut karena keterlambatan pengiriman BBM dari Singapura.
KOSONG: BBM di salah satu SPBU Tanjungmorawa kosong pekan lalu. Saat ini pasokan BBM di Kota Medan hingga Sumut sudah mulai normal kembali.
Direktur Reserser Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol John Carles Edison Nababan mengatakan berdasarkan hasil koordinasi pihaknya dengan Pertamina, penyebabnya adalah karena masalah teknis, yakni karena adanya keterlambatan pengiriman kapal tanker dari Singapura ke Belawan.”Dengan adanya koordinasi sekarang ini karena kapalnya sudah sandar sandar, nanti akan didistribusikan. Mudah-mudahan ke depan akan stabil untuk keberadaan BBM di wilayah Medan dan sekitarnya,” ujarnya usai pemeriksaan di Mapolda Sumut, Sabtu (16/10).
Pada kesempatan yang sama, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Asep Wicaksono, mengatakan, BBM untuk wilayah Sumut diimpor pihaknya dari Singapura dan Malaysia. Namun terjadi antrean yang luar biasa untuk kapal tanker yang akan mengirim BBM ke Sumut sehingga mengakibatkan kelangkaan. Selain itu, keterlambatan pengiriman BBM juga karena faktor cuaca.
“Jadi disamping faktor cuaca juga antrean di tempat asal dari impor tersebut juga luar biasa. Mengatasi keterlambatan kemarin, kami coba meningkatkan penyaluran harian kami di luar kebiasaan untuk menormalisasi lagi kondisi yang ada di lapangan,” jelas Asep.
Dalam penyediaan pasokan BBM di Sumut, kata Asep, pihaknya mendasarkannya pada jadwal kapal tanker pengangkut BBM yang akan tiba di Pelabuhan Belawan. “Jadi misalnya diperkirakan tanggal 1 kami tahu ini kapal tanggal 4 mau masuk, kami atur sampai tanggal 4. Tiba-tiba besoknya kapal terlambat. Iya kami atur ulang lagi, kami setting lagi penyalurannya, seperti itu,” ujarnya.
Meski demikian, kata Asep, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) meminta maaf.”Ya kami berusaha supaya hal ini tidak terjadi lagi. Insya allah tidak terjadi lagi keterbatasan, ya kami mohon maaf kepada masyarakat Medan atas ketidaknyamanan ini, kami janji inshallah ini tidak terulang lagi,” ujar Asep. (mbo/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Cuaca panas di Kota Medan pada siang hari beberapa hari terakhir, begitu terik dan menyengat. Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan memprakirakan, suhu udara panas maksimum di Medan dan sejumlah wilayah Sumut mencapai 36 derajat celsius. Salah satu penyebabnya, karena gerak semu matahari tepat berada di atas khatulistiwa, yang menyebabkan suhu udara wilayah sekitar ekuator meningkat.
Ilustrasi.
Menurut Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan Eridawati, kondisi cuaca panas yang terik dapat diakibatkan oleh beberapa faktor. Antara lain, adanya angin yang dominan masih berasal Monsun Australia bersifat kering. Sehingga, asupan massa udara basah kurang. Kemudian, adanya gangguan cuaca berupa TS kompasu yang menarik massa udara sehingga Sumut menjadi kering.
Begitu juga dengan pola angin yang divergen (menyebar), sehingga tidak mendukung pertumbuhan awan-awan hujan dan kondisi atmosfer lapisan atas di wilayah Sumut sekitarnya cukup stabil yang berdampak terhadap pertumbuhan awan berkurang. “Penyebab lain juga karena gerak semu matahari tepat berada di atas khatulistiwa, yang menyebabkan suhu udara wilayah sekitar ekuator meningkat,” jelas Eridawati kepada wartawan melalui seluler, akhir pekan lalu.
Dia menuturkan, suhu cuaca panas yang menyengat belakangan ini diperkirakan akan menurun dalam dua atau tiga hari ke depan. Hal ini dikarenakan terbentuknya gangguan cuaca di Pantai Barat Sumatera Utara, sehingga mendukung untuk pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Sumut, terutama di wilayah Kepulauan Nias, Pantai Barat, Pegunungan dan Lereng Timur Sumut. “Pada hari Minggu (17/10), kondisi cuaca panas di siang hari telah turun suhu udaranya. Apalagi, terjadi hujan ringan hingga sedang. Hujan juga diprediksi terjadi pada malam hari dan juga di sejumlah daerah lainnya di Sumut,” jelasnya.
Sementara, berdasarkan data BMKG wilayah I Medan terkait prakiraan cuaca Sumut dalam beberapa hari ke depan, diprediksi cuaca panas di siang hari kembali melanda Kota Medan. Namun, suhu udaranya hingga 33 atau 34 derajat celsius. Kondisi cuaca tersebut diperkirakan juga akan terjadi di sebagian daerah Sumut, namun akan diselingi hujan ringan hingga sedang.
Sementara itu, Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Nora Sinaga mengatakan,
laporan titik panas (hotspot) di wilayah Sumut juga mengalami penurunan dalam dua hari terakhir. Pada Jumat (15/10), terpantau ada 15 titik panas, kemudian pada Sabtu (16/10), titik panas menurun menjadi 3 titik panas.
Kondisi ini dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain angin dominan masih berasal Monsun Australia bersifat kering, sehingga asupan massa udara basah kurang.
Dia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih tanggap terhadap cuaca ekstrem. Selain itu tetap jaga kesehatan dengan sering minum air putih dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.
“Jika tidak ada kepentingan yang mendesak, sebaiknya masyarakat Sumut, khususnya yang tinggal di Kota Medan agar menghindari banyak beraktivitas di luar rumah, agar kondisi tubuh tetap terjaga imunitasnya,” imbaunya.
Terpisah, Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan dr Ery Suhaimi mengimbau agar masyarakat harus ekstra menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh dalam menghadapi perubahan cuaca tidak menentu di tengah pandemi Covid-19 ini. Sebab, dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai penyakit jika daya tahan tubuh dalam keadaan kurang fit, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan bahkan demam berdarah dengue (DBD).
“Konsumsi nutrisi yang cukup, minum air putih dan menjaga imunitas tubuh. Untuk menghindari penyakit demam berdarah, masyarakat harus ekstra membersihkan sanitasi dan lingkungan agar nyamuk aedes aegypti tidak berkembang biak,” ujarnya.
Terkait cuaca panas, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan mengaku mengintensifkan penyiraman tanaman setiap harinya. Baik itu tanaman yang ada di taman-taman kota, maupun yang berada di badan-badan jalan yang ada di Kota Medan.
“Cuaca panas beberapa lama ini memang membuat kondisi tanah menjadi lebih cepat kering, maka kita intensifkan penyiraman tanaman setiap harinya. Semua disiram oleh petugas kita di lapangan, baik yang di taman-taman kota maupun yang di badan-badan jalan,” ucap Syarif Irsan Dongoran kepada Sumut Pos, Minggu (17/10).
Dikatakan Dongoran, seyogiyanya penyiraman tanaman dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari, khususnya dalam kondisi cuaca yang panas terik seperti saat ini. “Tapi kalau musim penghujan kan gak mungkin disiram sampai dua kali sehari, paling hanya satu kali dalam sehari. Bahkan kalau intensitas hujannya tinggi, ya tidak perlu disiram lagi, kecuali untuk tanaman di taman yang tidak terkena hujan, ada petugas yang rutin menyiramnya. Tapi kalau cuaca panas seperti saat ini, ya dua kali sehari disiram,” ujarnya.
Selain mengintensifkan penyiraman tanaman, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan juga terus melakukan pemangkasan pohon pada badan-badan jalan yang ada di Kota Medan.
Pantauan Sumut Pos, ada beberapa titik yang telah dilakukan pemangkasan pohon oleh DKP Kota Medan. Diantaranya di Jalan Ngumban Surbakti, Jalan Gatot Subroto, hingga Jalan T.B Simatupang.
Pemangkasan terus dilakukan, sebagai antisipasi apabila Kota Medan telah memasuki musim penghujan. Pasalnya musim hujan disertai angin kencang, sangat berpotensi dalam menimbulkan pohon tumbang yang dapat menciderai warga yang tertimpa dahan pohon. “Pemangkasan terus kita lakukan, kita gak tahu kapan musim hujan datang, maka kita antisipasi dari sekarang,” kata Dongoran.
Mantan Kabag Aset dan Perlengkapan Setdako Medan itu mengatakan, saat ini DKP Kota Medan fokus melakukan pemangkasan pada dahan yang dinilai sudah tua ataupun rapuh dan berada di badan jalan, sebab potensi mencelakai warga yang ada dibawahnya cukup besar.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Medan M Rizki Nugraha mengaku terus mendorong DKP Kota Medan dalam melakukan pemangkasan pohon-pohon yang ada pada badan-badan jalan di Kota Medan. Pasalnya, pohon tumbang di Kota Medan bukan terjadi satu atau dua kali, namun telah terjadi berkali-kali.
“Kita berharap Dinas Kebersihan dan Pertamanan dengan Kadis nya yang baru saat ini dapat lebih serius dalam mengurus dan menata pohon-pohon yang ada di Kota Medan, khususnya yang berada di badan jalan. Kita gak mau Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan kecolongan karena adanya pohon yang tumbang dan mencelakai warga,” kata Rizki. (ris/dwi/map/ila)