29 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 3018

Terbentuk Pangkotrad di Wilayahnya, Wali Kota Ingin Olahraga Tradisional Khas Padangsidimpuan Dilestarikan

PADANGSIDIMPUAN, SUMUTPOS.CO—Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Provinsi Sumatera Utara kembali bentuk Pangkalan Olahraga Tradisional (Pangkotrad) di Tapanuli Bagian Selatan untuk menjaga dan melestarikan budaya dan olahraga tradisional sebagai bagian dari kearifan lokal.

KENAKAN: Ketua Umum KPOTI Sumut, Agustin Sastrawan Harahap, kenakan jaket kebesaran KPOTI kepada Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution sebelum kegiatan pembentukan Pangkotrad Zona III untuk wilayah Tabagsel, di Kebun Wisata Batang Bahal, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (16/10). IST.

Penguatan pemahaman terhadap pentingnya menggali, membumikan, menjaga dan melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pangkotrad Kota Padangsidimpuan yang dihadiri Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution di Kebun Wisata Batang Bahal, Padangsidimpuan, Sabtu (16/10).

Dalam memberikan pencerahan dan penguatan pemahaman untuk menjaga dan melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional di Tabagsel, KPOTI Sumut menghadirkan Wandes Siagian dari Dirjen Kebudayaan, Sekretaris KPOTI Sumut Fahri Anantha Pane, Mohot Lubis dari PWI Tabagsel dan Dody Nurfiansyah Panjaitan sebagai narasumber pelatihan yang digelar 15-7 Oktober 2021.

Ketua Umum KPOTI Sumut, Agustin Sastrawan Harahap menjelaskan Pangkotrad dihadirkan sebagai komitmen pihaknya dalam mengawal pertahanan budaya yang merupakan bagian dari kearifan lokal yang sudah mulai pudar akibat perkembangan zaman.

“Kita semua pernah merasakan kebahagiaan masa kecil dengan bermain permainan rakyat dan olahraga tradisional yang terus diwarisi oleh orang tua dan leluhur kita, tapi hari ini kita semua hanya bisa mengenang dan lupa untuk mewarisinya kepada generasi kita selanjutnya,” ucapnya.

Permainan tradisional, lanjut Agustin merupakan khazanah budaya bangsa yang harus dijaga dan pertahankan. Olahraga tradisional tidak hanya sekadar bermain, tapi memiliki makna filosofis dan nilai-nilai norma yang terkandung di dalamnya.

Adapun Pangkotrad Padangsidimpuan, ungkap dia, merupakan zona III Pangkotrad yang dibentuk KPOTI Sumut. Untuk zona I di Langkat dan zona II Labuhanbatu Selatan.

”Zona IV Toba dan zona V Deli Serdang akan dibentuk tanggal 22 dan 29 Oktober 2021,” ujar dosen Universitas Negeri Medan (Unimed) itu.

Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution mengatakan, pelatihan dan pembentukan Pangkotrad merupakan langkah nyata yang ditunjukkan KPOTI Sumut dan KPOTI Padangsidimpuan dalam mewujudkan pemajuan kebudayaan melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional.

“Ini dapat menumbuhkembangkan kembali kearifan lokal kita, dan ini sangat sejalan dengan visi dan misi kami pada saat terpilih menjadi wali Kota Padangsidimpuan yakni mewujudkan visi Padangsidimpuan bersinar,” kata Irsan.

Menurut dia permainan tradisional memiliki banyak manfaat, mulai dari pelestarian budaya dan kearifan lokal hingga pembentukan karakter anak.

“Dengan adanya Pangkotrad di tiap desa, kami berharap KPOTI mengangkat kembali budaya lokal khususnya permainan tradisional khas Kota Padangsidimpuan,” harapnya.

Ketua KPOTI Padangsidimpuan, Syamsul Lubis mengapresiasi KPOTI Sumut yang telah memilih Kota Padangsidimpuan menjadi salah satu zona dari pelatihan pembentukan Pangkotrad untuk wilayah Tabagsel.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini memberikan semangat yang terus bergelora kepada para peserta, khususnya kami pengurus KPOTI Padangsidimpuan agar permainan rakyat dan olahraga tradisional ini dapat terus kita gali, kita bumikan dan kita lestarikan,” katanya.

Turut hadir pejabat setempat antara lain Kadispora Ali Hotman Hasibuan, Kadis Kominfo Islahuddin Nasution, Kepala Cabang Dinas Pendidikan diwakili Benny Damanik, Ketua Apdesi Padangsidimpuan Andi Arianto, dan Ketua Karang Taruna Robby Arianto Napitupulu. (prn/rel)

Gaet Suara Pemula, Guru Besar UIN Harap Partai Golkar Angkat Isu Pendidikan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sejak era reformasi 1998, Partai Golkar dianggap terus berevolusi dalam perbaikan sistem demokrasi. Golkar dinilai terus melakukan perubahan menjadi sebuah partai modern.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra Bahkan mengatakan sistem perekrutan dan kaderisasi di partai beringin ini diakui sebagai salah satu yang terbaik di Tanah Air.

“Partai Golkar sejak masa reformasi dan demokratisasi masih tetap merupakan partai modern, bahkan mungkin sebagai satu satunya partai modern di Indonesia,” kata Azyumardi Azra, cendekiawan muslim dan guru besar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, dalam webinar bertajuk “Dua Dasawarsa Kemenangan Golkar 2004-2024”, Sabtu pagi (16/10/2021).

Salah satu parameter Golkar sebagai partai modern menurut Azyumardi Azra adalah eksistensi Partai Golkar yang diisi oleh banyak teknokrat dan kader dengan sistem merit atau berbasis kemampuan. Hingga kini sistem politik di Golkar sangat demokratis dan hampir tidak terlihat ada dinasti ataupun oligarki.

“Dinasti itu artinya dikuasai oleh anak cucu dan oligarkis itu dikuasai oleh elite politik yang terbatas. Kalau Golkar tidak. Kita bisa melihat siapa saja sebetulnya bisa menjadi pemimpin di Golkar, bisa mengalami mobilitas politik di Golkar,” ujar mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah tersebut.

Ini menjadi sebuah nilai tambah bagi partai yang saat ini dipimpin oleh Airlangga Hartarto, jika dibandingkan partai-partai lain. Selain dinamis, Golkar sangat terbuka bagi kader mana pun untuk memimpin partai tersebut.

Bagi Azyumardi, poin-poin ini menjadi nilai tambah bagi Partai Golkar. Terutama dalam menggaet suara anak-anak muda yang kritis terhadap keberadaan politik dinasti dan oligarki di Indonesia.

“Satu keunggulan yang saya kira bisa dijual dipasarkan oleh Golkar dalam masa-masa sekarang ini, terutama kepada generasi milenial, bahwa Golkar ini adalah partai merit bukan partai dinasti,” ungkap Azyumardi Azra.

Selanjutnya menurut Azyumardi, Golkar harus bisa membawa isu yang dekat dengan pemilih muda. Menurutnya dalam data BPS tahun 2020, saat ini pemilih muda atau pemilih pertama mendominasi angka pemilih hingga diatas 50 persen. Golkar, harus bisa meraih pemilih muda dan secara umum membawa isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak, disamping tentunya tidak melupakan isu bangkit dari keterpurukan ekonomi.
 
“Kepada potensi pemilih muda misalnya, itu pasti akan tertarik dengan mengangkat isu dari bagaimana menghadapi masa depan mereka. Bagaimana pendidikan lebih baik, perguruan tinggi sekarang makin mahal. Isu-isu seperti itu menurut saya bisa diangkat saat konsolidasi,” kata Ayzumardi

Lebih lanjut, Azyumardi pun menyarankan partai berlambang beringin untuk segera mengupayakan langkah-langkah mengkonsolidasikan suara yang terpecah dengan merangkul Nasdem, Hanura hingga Gerindra kembali ke induknya.

“Harus ada langkah-langkah mengkonsolidasikan kelompok-kelompok yang splinter atau memisahkan dari induknya Golkar,” pungkasnya.(*)

Wacana Amandemen UUD 1945 Kembali Bergulir, M Nuh: Perubahan Bisa Tercipta oleh Doa Orang yang Ikhlas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wacana mengamandemen UUD Negara Republik Indonesia 1945 kembali digulirkan para wakil rakyat di Senayan. Pro dan kontra pun terjadi, ada yang menentang ada juga yang mendukung.

Menyikapi hal itu, anggota DPD RI asal Sumut menggelar diskusi mengenai wacana amandemen UUD NRI 1945 di kantor DPD RI Sumatera Utara, Jalan Gajah Mada Medan, Sabtu (16/10). Dalam diskusi tersebut, praktisi hukum Muhammad Taufik Nasution SH MH mengatakan, konstitusi bukan kitab suci jadi bisa diubah.

“UUD Negara kita pernah diamandemen pada tahun 1999-2002. Perubahan kontitusi hal yang lumrah, tentukan dulu apa yang mau diubah yang di dalamnya ada banyak pasal salah satunya masa jabatan presiden dan dokumen pembangunan negara,” kata Taufik.

Lebih lanjut Taufik juga mengingatkan, kajian komprehensif dari para ahli hukum harus menjadi acuan MPR RI dalam merubah UUD 1945 jangan hanya masuk laci.

Sedangkan Yusrin SH MH, akademisi Universitas Sumatera Utara yang juga menjadi narasumber pada diskusi itu mengatakan, amandemen terjadi karena ada interest atau keinginan dari masyarakat. “Sekarang persoalannya masyarakat setuju atau tidak dengan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode. Sampai saat ini,belum ada argumentasi rasional dari amandemen UUD 1945 terutama pada pasal perpanjangan masa periode presiden,” ujarnya.

Hadir juga pada diskusi kali ini tokoh ulama Sumatera Utara DR Usman Jakfar Lc MA. Jebolan Timur Tengah ini mempertanyakan wacana masa jabatan presiden menjadi 3 periode. “Itu manfaatnya untuk siapa? Biar masyarakat juga tahu,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Persatuan Umat Islam (PUI) DR Zakira Zandi (PUI) Sumatera Utara (Sumut) mengatakan, jangan alergi dengan amandemen tapi yang diamandemen harus yang bermanfaat atau berpihak ke masyarakat.

Dosen ekonomi dari Universitas Panca Budi, Sanusi, yang ikut hadir dalam diskusi ini menilai, wacana amandemen masa jabatan presiden menjadi 3 periode, adalah sebuah manufer. “Saya menduga ini hanya akan dinikmati oleh segelintir orang, saya berharap kepada M Nuh selaku anggota DPD RI asal Sumut untuk menolaknya dan menyampaikan ini ke pusat,” katanya.

Menyikapi ini, M Nuh mengatakan, dirinya harus punya alasan yang kuat untuk menyampaikan hasil diskusi ini ke pemerintah pusat. “Doa-doa hamba Allah yang ikhlas dan soleh tentunya akan membawa perubahan bagi bangsa Indonesia,” pungkas Nuh.

Diskusi ini dihadiri berbagai macam elemen seperti dari KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim) Sumut, PUI (Persatuan Ummat Islam) Sumut, PAHAM Sumut, Ikatan Alumni Mesir dan juga para akademisi. Acara digelar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat seperti mencuci tangan memakai sabun, memakai masker dan menjaga jarak. (adz)

Lokot Nasution Berharap Musda Partai Demokrat Sumut Harus Jadi Ajang Rekonsiliasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Bendahara Umum (Wabendum) DPP Partai Demokrat M Lokot Nasution melakukan pertemuan dengan sejumlah Ketua DPC Partai Demokrat Sumatera Utara di Medan sejak Rabu (13/10) hingga Sabtu (16/10). Termasuk juga bertemu dengan dua kandidat yang sudah menyatakan diri maju ke Musyawarah Daerah (Musda) yang akan digelar dalam waktu dekat. Yakni, Plt Ketua DPC Padang Lawas Tondi Ronitua dan Plt Ketua DPC Padang Sidempuan Parlinsyah Harahap.

Wakil Bendahara DPP Partai Demokrat Lokot Nasution (kanan) diabadikan bersama dengan PLT Ketua DPC Partai Demokrat Padang Lawas Tondi Ronitua (kiri) serta diabadikan dengan pengurus DPP Partai Demokrat Ilham Mendrova dan Syahrial Nasution.

“Saya menyampaikan pesan Ketua Umum, Mas AHY. Ketua umum didampingi Sekjen Teuku Rifky Harsya dan Kepala BPOKK Herman Khaeron telah memberikan arahan kepada saya untuk membangun rekonsiliasi dan konsolidasi Partai Demokrat di Sumut,” kata Lokot kepada wartawan di Medan, Sabtu (16/3).

Menurutnya, antusias dan semangat para kader untuk maju ke pentas Musda, sangat mengagumkan. Banyak calon yang muncul,, mulai kader muda usia 30-an hingga tokoh senior berusia 70-an tahun. Dibandingkan partai lainnya, masih ada yang kesulitan menjaring kader internal untuk memimpin partai di daerah.

“Menyitir kalimat sahabat saya, Wasekjen Jansen Sitindaon, Demokrat ini ibarat ikan paus. Kebetulan saat ini posisinya sedang di pinggir pantai, ruang gerak sedang terbatas. Menunggu air pasang. Jika sudah waktunya, akan kembali merajai dalam mengarungi lautan,” ujar Lokot sambil tertawa.

Sedianya, Lokot juga akan melakukan pertemuan dengan anggota DPRD Sumut, Armyn Simatupang, yang belum lama ini juga mendeklarasikan diri untuk menjadi kandidat Ketua DPD di Musda Sumut. Namun, tokoh senior Demokrat ini sedang ada kesibukan lain.

Menurut Lokot, pada pertemuan Kamis (14/10) lalu bersama Tondi dan dilanjutkan dengan Parlinsyah, sepakat untuk menciptakan kompetisi yang sehat, guyub dan mengedepankan semangat rekonsiliasi di ajang Musda. Kedua kader muda potensial Demokrat berusia 30-an tahun tersebut siap mengikuti dan patuh, apapun keputusan DPP pada Musda nanti.

“Siapa pun yang akan dipilih Ketua Umum AHY pada fit and proper test hasil Musda Sumut, akan saling dukung dan support. Tidak menyisakan “rasa sakit” apalagi memantik perpecahan. Tunduk pada keputusan DPP,” tegas Lokot.

Wakil Bendahara DPP Partai Demokrat Lokot Nasution (2 kanan) diabadikan bersama dengan PLT Ketua DPC Partai Demokrat Padang Sidempuan Parlinsyah Harahap (2 kiri) serta diabadikan dengan pengurus DPP Partai Demokrat Ilham Mendrova dan Syahrial Nasution.

Lokot menambahkan, dirinya juga bersilaturahmi dengan Sekretaris DPD Sumut, Melizar Latief. Juga untuk menyampaikan pesan dan arahan Ketua Umum, Sekjen dan Kepala BPOKK agar pelaksanaan Musda Sumut mengedepankan semangat rekonsiliasi. Tidak saling menjatuhkan apalagi mengakibatkan perpecahan yang dapat merugikan partai.

“Kita tinggalkan pengalaman buruk Musda-musda yang lalu di Sumut. Partai Demokrat yang akan datang penuh tantangan. Perlu kekuatan, kesiapan serta kepemimpinan yang mampu mengimbangi dan menjabarkan arahan DPP. Kompetisi partai di 2024 sangat berat. Perlu sosok tangguh, bukan sekadar untuk mengincar jabatan. Soliditas partai lebih utama,” tegas Lokot.

Seperti diketahui, persyaratan administratif untuk bisa maju di Musda Partai Demokrat cukup mengantongi KTA dan dukungan 20 persen DPC. Keputusan akhir ada pada tim tiga yakni, Ketua Umum, Sekjen dan Kepala BPOKK setelah dilakukan fit and proper test. Layak atau tidaknya kandidat menjadi Ketua DPD. (adz)

Ahmad Doli Harap Alumni Kader Golkar Bersatu Kembali Konsolidasi Kejayaan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengajak mantan kader Golkar yang kurang beruntung dalam mendirikan partai baru untuk bergabung kembali kerumah Golkar.

Doli mengakui terdapat alumni kader Golkar yang sukses mendirikan partai baru, seperti Surya Paloh mendirikan Nasdem dan Menhan Prabowo Subianto di Partai Gerindra.

Ketua Komisi II DPR mengatakan menjadi satu hal penting untuk konsolidasi lagi ke semua kekuatan termasuk tokoh-tokoh yang selama ini merupakan alumni Partai Golkar.

“Ada juga kekuatan partai politik lain yang belum beruntung, kami dengan senang hati sebetulnya ingin mengajak kembalilah ke rumah besar bersama untuk konsolidasi,” kata Doli di acara virtual Dua Dasawarsa Kemenangan Golkar 2004–2024, Sabtu (16/10).

Doli mengakui hal ini merupakan cita-cita dari generasi muda kader Golkar. Menurut dia, harapan generasi muda Golkar bisa menjadi rumah besar bersama bagi anggota yang sudah alumni.

“Semacam guyon-guyonanlah ya, kami anak muda yang di Partai Golkar membayangkan bagaimana Golkar itu kembali menjadi rumah besar bersama bagi kader yang sekarang sudah keluar dari Golkar,” kata Doli.

Pada kesempatan yang sama, Doli menyampaikan, Golkar kini tengah mempersiapkan diri untuk bisa menang pada Pemilu 2024.

Ia menegaskan, Partai Golkar saat ini tengah bekerja keras mengembalikan kejayaan, seperti yang pernah terjadi di tahun 2004.

“Kami sekarang sedang berupaya keras, jadi kami merasa generasi yang malu kalau tidak bisa mengulangi setelah 20 tahun, pemilu 2024 akan datang tidak bisa menang,” kata dia.

Selanjutnya Doli juga mengatakan, salah satu aset kuat dari partainya adalah sosok ketokohan dari kader-kader Golkar baik di pusat maupun didaerah. Setidaknya, menurut Doli hal tersebut dapat mengangkat elektabilitas Golkar di pusat dan daerah.

“Ini yang harus kita upayakan, bahwa mereka itu masih dianggap ketokohannya khususnya di daerah-daerah yang tentu juga punya kekuatan tersendiri untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat,” tutup Doli.Ahmad Doli Harap Alumni Kader Golkar Bersatu Kembali Konsolidasi Kejayaan

JAKARTA.SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengajak mantan kader Golkar yang kurang beruntung dalam mendirikan partai baru untuk bergabung kembali kerumah Golkar.

Doli mengakui terdapat alumni kader Golkar yang sukses mendirikan partai baru, seperti Surya Paloh mendirikan Nasdem dan Menhan Prabowo Subianto di Partai Gerindra.

Ketua Komisi II DPR mengatakan menjadi satu hal penting untuk konsolidasi lagi ke semua kekuatan termasuk tokoh-tokoh yang selama ini merupakan alumni Partai Golkar.

“Ada juga kekuatan partai politik lain yang belum beruntung, kami dengan senang hati sebetulnya ingin mengajak kembalilah ke rumah besar bersama untuk konsolidasi,” kata Doli di acara virtual Dua Dasawarsa Kemenangan Golkar 2004–2024, Sabtu (16/10).

Doli mengakui hal ini merupakan cita-cita dari generasi muda kader Golkar. Menurut dia, harapan generasi muda Golkar bisa menjadi rumah besar bersama bagi anggota yang sudah alumni.

“Semacam guyon-guyonanlah ya, kami anak muda yang di Partai Golkar membayangkan bagaimana Golkar itu kembali menjadi rumah besar bersama bagi kader yang sekarang sudah keluar dari Golkar,” kata Doli.

Pada kesempatan yang sama, Doli menyampaikan, Golkar kini tengah mempersiapkan diri untuk bisa menang pada Pemilu 2024.

Ia menegaskan, Partai Golkar saat ini tengah bekerja keras mengembalikan kejayaan, seperti yang pernah terjadi di tahun 2004.

“Kami sekarang sedang berupaya keras, jadi kami merasa generasi yang malu kalau tidak bisa mengulangi setelah 20 tahun, pemilu 2024 akan datang tidak bisa menang,” kata dia.

Selanjutnya Doli juga mengatakan, salah satu aset kuat dari partainya adalah sosok ketokohan dari kader-kader Golkar baik di pusat maupun didaerah. Setidaknya, menurut Doli hal tersebut dapat mengangkat elektabilitas Golkar di pusat dan daerah.

“Ini yang harus kita upayakan, bahwa mereka itu masih dianggap ketokohannya khususnya di daerah-daerah yang tentu juga punya kekuatan tersendiri untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat,” tutup Doli.

Puncak Acara Cuci Tangan Se Dunia AMPI Sumut, Diharap Bikin Covid di Medan Turun ke Level 1

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di puncak Hari Cuci Tangan se Dunia yang jatuh pada tanggal 15 Oktober 2021, kegiatan sosial yang bertajuk ‘1000 Arti dari AMPI” digelar di 3 Sekolah Dasar yang terletak di Jalan Agenda,  Medan, Jumat (15/10). 

Kegiatan yang mensosialisasikan cara mencuci tangan yang baik dan benar ini dihadiri langsung oleh Ketua DPD AMPI Sumatera Utara dr. David Luther Lubis, Sekretaris Fraksi DPRD Golkar Kota Medan M. Rizki Nugraha SE, Camat Medan Petisah M. Agha Novrian, S.Stp, M.Si, Plt Ketua AMPI Medan H Amas Muda Siregar, Kepala Sekolah SD Negeri 064014, Kepala Sekolah SD Negeri 060838, dan Kepala Sekolah SD Negeri 060833, serta para fungsionaris AMPI Sumut. 

Dalam kesempatan itu, Ketua DPD AMPI Sumut dr.  David Luther Lubis mengatakan, kehadiran AMPI dalam kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian AMPI dalam menangkal penyebaran berbagai virus penyakit dan bakteri.

“Hari ini (kemarin,  red)  kami hadir di sini untuk memutus mata rantai di sekolah ini yang sebentar lagi akan melaksanakan pembelajaran tatap muka,  mengingat saat ini Kota Medan telah memasuki PPKM Level 2,” ungkap David. 

Lebih lanjut ia mengharapkan, Kota Medan sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara dapat segera turun level menjadi PPKM Level 1, sehingga pendidikan akan berlangsung dengan maksimal.

“WHO sudah mengumandangkan agar kita rajin mencuci tangan, biar tethindar dari penyebaran virus.  Bukan hanya virus corona, tetapi virus dan bakteri yang menyebabkan penyakit. Untuk itulah AMPI Sumut memprakarsai kegiatan ini, ” sebut David.  

Sementara, Camat Medan Petisah  M. Agha Novrian, S.Stp, M.Si mendukung sepenuhnya kegiatan yang dilaksanakan oleh AMPI Sumut tersebut. Menurutnya, kegiatan ini telah dikemas dengan sangat baik. 

“Cuci tangan lah yang memutus mata rantai penyebaran virus, terutama virus corona. Jadi, kegiatan ini benar-benar penting dilakukan sebelum melaksanakan kegiatan atau pembelajaran,” kata Agha. 

Hal senada diungkapkan Kepala Sekolah Ranto Sinurat. Ia sangat berterima kasih karena SD di Komplek SD Agenda telah dipilih menjadi salah satu tempat mensosialisasikan kegiatan cuci tangan, diantara 1000 sekolah yang nantinya dilaksanakan oleh AMPI Sumut.  

“Tentunya kita ingin budaya cuci tangan ini bisa menjadi perilaku, yang senantiasa menghindari anak-anak kita dari kuman penyakit dan penyebaran virus,” ucap Ranto. 

Sementara dalam laporannya Ketua Panitia R Kintoko Rochadi menyampaikan, kegiatan 1000 Arti dari AMPI ini merupakan bukti nyata dari DPD AMPI Sumut sebagai bentuk tanggungjawab dengan kondisi Sumatera Utara saat ini.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan di 1000 SD yang ada di 33 kabupaten kota di Sumater Utara. Puncaknya hari ini,  15 oktober 2021, yang

bertepatan dengan Hari Cuci Tangan seDunia,” ucap R Kintoko Rochadi.

Rangkaian kegiatan ini juga menampilkan mahasiswi-mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM-USU). Mereka memperagakan bagaimana cara mencuci tangan pakai sabun yeng baik dan benar kepada para siswa.(rel) 

Kemendag Ingatkan Konsumen, Ada 31.553 Depot Air Minum Tak Higienis

BANYUWANGI, SUMUTPOS.CO – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya melindungi konsumen Indonesia terhadap segala produk-produk yang dikonsumsi masyarakat. Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) telah menemukan beberapa dugaan pelanggaran terkait perlindungan konsumen.

Kementerian Perdagangan akan terus menggalakkan program dan sosialisasi tentang perlindungan konsumen kepada masyarakat serta melakukan pembinaan pelaku usaha untuk pemenuhan standar dan pengendalian mutu; pengawasan barang beredar; dan pengukuran dan takaran secara tepat. Selain itu juga memastikan tertib niaga di semua pasar dan gerai transaksi perdagangan.

Direktur Jenderal PKTN Veri Anggrijono mengungkapkan, dari total 60.272 DAM yang tercatat hanya 28.719 yang dinyatakan layak. Artinya sebanyak 31.553 Depot Air Minum (DAM) tidak layak Higienitas Sanitas Pangan (HSP). Hasil temuan tersebut diungkapkan dalam diskusi panel Penyuluhan Perlindungan Konsumen yang digelar di Aston Banyuwangi Hotel and Conference Center, Banyuwangi, Jawa Timur Selasa lalu.

“Dugaan pelanggaran DAM lainnya meliputi alat ultraviolet (UV) yang sebagian besar melewati batas maksimal pemakaian serta hanya 1.183 yang bersertifikat dan 28.719 yang Layak Higienitas Sanitas Pangan (HSP) dari 60.272 DAM isi ulang yang tercatat. Banyak pula DAM menyediakan galon bermerek dan stok air minum dalam wadah siap dijual yang melanggar ketentuan dan merugikan perusahaan pemilik galon,” papar Dirjen Veri.

Veri juga menyebutkan temuan dugaan pelanggaran produk emas, seperti gelang yang ditambah material kabel di dalamnya untuk memanipulasi berat dan perhiasan emas yang dijual dengan kadar emas dan hasil uji kadar emas di bawah yang dijanjikan kepada konsumen. Selanjutnya dijelaskan pula temuan cincin kuningan berlapis emas yang dijual dengan kadar emas 80 persen dan penggunaan material lain (per/spiral) yang dihitung sebagai berat emas di dalam gelang.

Selain terkait isu depot air minum dan emas, Dirjen Veri juga menjelaskan terkait ketidaksesuaian (discrepancy) pengukuran pada distribusi BBM. “Flowmeter digunakan saat transaksi atau penyerahan BBM ke pihak SPBU. Jika flowmeter tidak ditera, akan menimbulkan kerugian bagi konsumen sekaligus negara,” terang Veri.

Veri juga memastikan akan terus menggalakkan pelaksanaan kegiatan perlindungan konsumen. Kegiatan ini meliputi pendidikan usia dini, pembinaan pelaku usaha untuk pemenuhan standar dan pengendalian mutu; pengawasan barang beredar; dan pengukuran dan takaran secara tepat. Tidak ketinggalan memastikan tertib niaga di semua pasar dan gerai transaksi perdagangan.

“Di samping pelaku usaha yang bertanggung jawab, konsumen yang cerdas, teliti, serta memahami hak dan kewajiban sangatlah dibutuhkan dalam rangka mewujudkan iklim perdagangan yang baik,” ungkap Veri.

Veri menambahkan, Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) Indonesia pada 2020 adalah 49,07 atau berada pada level Mampu. “Nilai tersebut menunjukkan bahwa konsumen telah mampu menggunakan hak dan kewajiban konsumen untuk menentukan pilihan terbaik, termasuk menggunakan produk dalam negeri bagi diri dan lingkungannya,” jelas Veri.

IKK merupakan parameter bagaimana masyarakat di sebuah negara memiliki tingkat keberanian sebagai konsumen bila merasa tidak puas terhadap produk dan pelayanan atau merasa dirugikan produsen dalam suatu aktivitas jual-beli produk barang atau jasa. IKK Indonesia berada di nilai 41,70 pada 2019 dan 40,41 pada 2018.

Penyuluhan Pelindungan Konsumen bertujuan untuk memberikan edukasi kepada konsumen untuk menjadi konsumen cerdas dan berdaya. Selain itu, juga untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan pemahaman tentang perlindungan konsumen serta melaksanakan kebijakan, strategi, dan program nasional penanggulangan terorisme di bidang kesiapsiagaan nasional, kontraradikalisasi, dan deradikalisasi.

“Diharapkan sosialiasi ini juga dapat mendorong peran aktif masyarakat dalam menanggulangi terorisme dan radikalisme. Kepedulian masyarakat dapat menekan aksi teror-teror yang sangat merugikan masyarakat dan negara, serta dapat menunjang kegiatan ekonomi,” tandas Veri

Bertindak sebagai panelis yaitu Dirjen Veri, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rizal Halim, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono. Sebagai moderator ialah Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Bayuwangi Nanin Oktaviantie.

Kegiatan ini diikuti 250 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK, organisasi masyarakat, pemuda, serta karang taruna yang berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. (rel/sih)

Ridwan Kamil Cicipi Buah Pinang, Simbol Persaudaraan Masyarakat Papua

MENGAKRABI kearifan lokal. Menghargai budaya setempat. Ini jadi perhatian Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat beraktivitas di tanah Papua.

JAMUAN TRADISI: Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw (kiri) mengajak Gubernur Jabar Ridwan Kamil (kanan) mencicipi buah Pinang. (Ist).

Selama rangkaian giat PON XX Papua 2021, Ridwan Kamil tak semata memberi support langsung kepada atlet Jawa Barat yang berlaga. Namun juga membina hubungan silaturahmi dengan kepala daerah di bumi Kasuari.

Di antaranya mengunjungi Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw SE MSi, Jumat (15/10), di rumah dinas. Pada kesempatan yang sama, turut serta Wakil Gubenur NTB, DR Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Dalam acara yang penuh kekeluargaan itu, Ridwan Kamil mencicipi buah pinang, yang merupakan simbol persaudaraan masyarakat Papua. “Saya belum pernah. Mohon diajari (cara makan buah pinang),” kata Ridwan Kamil. “Kalau sebelumnya, makan ulat sagu sudah,” tambahnya.

Bupati Jayapura lantas mengambil sebutir pinang, diikuti Ridwan Kamil. “Bisa dikupas dulu, atau langsung (dimakan),” ucap Mathius. “Saya ikut adat bapak saja gimana,” timpal Ridwan Kamil.

Mathius menjelaskan bila suguhan pinang dan sirih selalu ada di rumah orang Papua. Utamanya rumah adat. “Ini (makan pinang) untuk menghangatkan suasana dan membangun persaudaraan,” tuturnya.

Seperti diketahui, mengunyah pinang menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Papua. Mereka percaya kebiasaan mengunyah pinang, akan menguatkan gigi dan gusi. Umumnya, buah pinang dinikmati dengan menggunakan tepung kapur yang diolah dari cangkang kerang. Hal ini dilakukan untuk mengurangi rasa asam dan pahit dari getah pinang. (rel/sih)

Workshop RGE: Strategi Bisnis Media Berbasis Data dan Kepercayaan

Praktisi media mengikuti sesi workshop jurnalistik yang digelar RGE secara hybrid, 13-14 Oktober 2021.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bagaimana tren global dan prospek perusahaan media berita pada tahun 2021 ini? Apa yang sebaiknya dilakukan para awak media menyikapi perubahan-perubahan yang terjadi?

Tiga praktisi media dari Amerika Serikat, London, dan Asia Pasifik, memaparkan hasil pengamatan maupun survei yang mereka lakukan mengenai tren media kekinian. Paparan disampaikan dalam workshop jurnalistik yang digelar RGE, diikuti 38 jurnalis dari 6 kota di Indonesia, secara hybrid 13-14 Oktober 2021, dengan mengikuti protokol kesehatan secara ketat.

Didukung World Association of News Publishers (WAN-IFRA) sebagai co-organised, para peserta mendapatkan update informasi berkaitan tren perkembangan media selama dan pasca pandemi, yang berdampak kepada model bisnis perusahaan media serta konten pemberitaan.

John Michael Morgan Head of Corporate Communications RGE saat membuka pelatihan, meminta para peserta aktif berkomunikasi dua arah mengenai perkembangan media.

Di awal acara, peserta mendapatkan update perkembangan bisnis kelompok usaha RGE yaitu APRIL, Asia Pacific Rayon, Asian Agri&APICAL, Tanoto Foundation.
Selanjutnya, Joon-Nie Lau, Director of Asia WAN-IFRA Asia Pacific mempresentasikan tren global dan prospek perusahaan media berita pada tahun 2021 berdasarkan penelitian terbaru WAN-IFRA tentang World Press Trends. 

Hasil penelitian memaparkan tentang bagaimana pandemi berdampak pada organisasi berita, baik secara finansial maupun dari sudut pandang kerja sehari-hari.

Pembicara berikutnya, George Brock, Chairman, Public Benefit Journalism Research Center, menerangkan tentang tren menurunnya sirkulasi media cetak dan omzet iklan. “Ada ancaman PHK di bisnis media cetak,” kata dia.

Praktisi media mengikuti sesi workshop jurnalistik yang digelar RGE secara hybrid, 13-14 Oktober 2021.

Untuk itu, perubahan model bisnis media ke arah digital menjadi solusi. Dalam strategi itu, perlu kerja keras membangun kepercayaan pembaca.
“Lakukan investasi, strategi berbasis data, dan bina hubungan,” katanya.

Pada hari kedua, Viril Smith Principal Consultant Smith Edwards Group, mengatakan pemimpin redaksi saat ini menghadapi tantangan memimpin di ruang redaksi. “Agar kepemimpinan lebih efektif, pemimpin redaksi perlu menyadari bahwa lanskap media telah berubah.
Cara orang mengonsumsi berita telah berubah. Karena itu, bangun kepercayaan pembaca dan lakukan konsep multimedia dan multiplatform,” katanya.

Pembicara ketiga, Joon-Nie Lau, Director of Asia WAN-IFRA Asia Pacific, menjelaskan studi kasus tentang bagaimana perusahaan media memproduksi konten dan kampanye kreatif, dengan kualitas editorial, etika, dan reputasi.

“Tetap ikuti tren terkini, dan simak cara-cara baru bercerita dengan platform yang dekat dengan warga,” katanya. (Mea)

Penerbangan Internasional ke Bali dan Kepri Mulai Dibuka, Hari Pertama Tanpa Turis

INDAH: Pemandangan Lagoi Bay di Kepri yang sering didatangi turis asing.

SUMUTPOS.CO – Kendati pemerintah telah membuka pintu bagi wisatawan mancanegara (wisman) untuk berkunjung ke Bali dan Kepulauan Riau (Kepri), tak lantas dua destinasi itu langsung ramai. Pada hari pertama pembukaan bandara internasional, Kamis (14/10), belum ada satu pun wisman yang datang.

INDAH: Pemandangan Lagoi Bay di Kepri yang sering didatangi turis asing.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, berdasar data sementara, memang belum ada wisman yang akan datang ke Bali dalam minggu ini. Namun, menurut Koster, pada November sudah ada 20 ribu wisman yang berencana datang ke Bali. Mereka berasal dari Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Italia, Polandia, Prancis, Spanyol, Swedia, Hungaria, dan Norwegia.

Dia mengingatkan, para wisman tersebut harus memenuhi sejumlah syarat. Di antaranya, memiliki asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal USD 100 ribu. Itu mencakup pembiayaan penanganan Covid-19. Menurut dia, persyaratan tersebut bertujuan untuk mendatangkan wisatawan berkualitas.

“Ini banyak. Ribuan (yang merespons). Karantina yang sudah diturunkan menjadi lima hari saya kira sudah meringankan. Memang setiap negara memiliki aturan sendiri. Menurut saya, ini (aturan) cukup moderat,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Bali.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi menyatakan, untuk menarik maskapai penerbangan asing agar bersedia landing di Bali, pihaknya memberikan insentif berupa diskon biaya pendaratan (landing fee). Kebijakan tersebut berlaku mulai 14 Oktober 2021 hingga 30 Juni 2022. Berapa besaran diskonnya? Pada periode 14 Oktober hingga 31 Desember 2021, diskonnya 100 persen. Adapun periode 1 Januari hingga 30 Juni 2022, diskon landing fee 50 persen.

“Jadi, sampai Desember tahun ini Angkasa Pura tidak mengenakan tarif landing. Ini upaya untuk membantu mereka agar semangat membuka penerbangan di Bali,” jelasnya.

Sementara itu, kondisi di Kepri tak jauh berbeda dengan Bali. “Iya, hari pertama belum ada wisman yang masuk ke Kepri. Mungkin beberapa hari ke depan ada yang masuk,” ujar Gubernur Kepri Ansar Ahmad kepada Batam Pos di Tanjungpinang, Kamis (14/10).

Dia menduga, salah satu penyebabnya adalah Singapura dan Malaysia tidak masuk 19 negara yang diizinkan masuk Bali-Kepri. Padahal, dua negara itu selama ini menyumbang paling banyak wisman di Kepri. Bahkan, rute penerbangan internasional selama ini hanya Malaysia–Hang Nadim, Batam. “Kita berharap pintu masuk wisman dari Singapura dan Malaysia dibuka juga. Tentu dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Ansar.

Sebagaimana diketahui, 19 negara yang boleh melakukan penerbangan langsung ke Bali dan Kepri adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Sebelum pandemi pun, wisman dari 19 negara tersebut jarang datang langsung ke Kepri. Biasanya mereka memilih rute penerbangan ke Changi Singapura atau Malaysia. Dari Singapura atau Malaysia baru ke Batam melalui jalur laut di lima titik pintu masuk pelabuhan internasional Batam dan masing-masing satu di Tanjungpinang serta Bintan. Namun, pantauan Batam Pos di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Harbour Bay, Sekupang, Nongsapura, dan Marina, belum ada wisman yang masuk. Begitu pun pelabuhan feri internasional di Tanjungpinang dan Lagoi, Bintan.

Naradewa, staf Humas Pelabuhan Nongsapura, Nongsa Point Marina, dan Turi Beach, mengatakan bahwa ada beberapa hal yang menghambat masuknya turis ke Kepri, khususnya Batam. Salah satunya kewajiban karantina di kamar hotel.

“Namun, jika diberikan kelonggaran, misalnya karantina di kawasan resor atau area hotel (tidak hanya di kamar, Red), ya mungkin bisa menarik wisman datang,” kata Naradewa, Kamis (14/10). Dia berharap aturan wisman ke Batam lebih longgar. Sebab, selama pandemi, pariwisata mati suri.

Naradewa juga membenarkan, kebanyakan turis yang masuk ke Batam berasal dari Singapura. Namun, pemerintah Singapura masih menerapkan karantina bagi warganya yang datang dari Indonesia. Hal itu dinilai memberatkan dan membuat para wisatawan dari Singapura enggan datang.

“Singapura itu punya skema vaccinated travel lane (VTL), tapi hanya untuk delapan negara. Indonesia tidak masuk. Jika pemprov bisa melobi agar khusus Kepri menjadi pengecualian, tentu menjadi angin segar bagi pelaku pariwisata,” ujarnya. (jpc/ram)