26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3024

Disdik Medan Siap Vaksinasi Pelajar SD,Tunggu Izin dari Kemenkes

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan dalam keadaan emergensi vaksin Covid-19 Coronavac bagi anak usia 6-11 tahun. Saat ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah menggodok rencana terkait prosedur pelaksanaan vaksin Covid-19 tersebut. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan, program vaksin Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun itu bisa dilaksanakan pada awal 2022.
Meski begitu, Dinas Pendidikan Kota Medan mengaku sudah siap untuk melaksanakan vaksinasi terhadap anak-anak usia sekolah dasar (SD) tersebut. “Kalau nanti sudah ada izin dari Kemenkes, tentu kita siap menggelar Vaksinasi Covid-19 untuk siswa SD,” kata Plt Kadis Pendidikan Kota Medan Topan OP Ginting kepada Sumut Pos, Minggu (7/11).
Sama halnya dengan Vaksinasi Covid-19 untuk siswa SMP, Topan optimis pelaksanaannya akan berjalan dengan cepat. “Sesuai instruksi Pak Wali, setiap harinya ada 5.000 siswa yang divaksin, dan saat ini siswa SMP sudah masuk Vaksinasi tahap kedua,” ungkapnya.
Begitu pun, mantan Camat Medan Tuntungan itu mengaku, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Medan tentang kelanjutan rencana vaksinasi anak usia 6-11 tahun tersebut. “Kita tunggu saja izin dari Kemenkes turun. Kalau sudah turun, pasti pelaksanaannya segera kita lakukan,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 SD yang telah berlangsung selama sepekan, Topan mengklaim berjalan lancar. Tak ubahnya dengan PTMT tingkat SMP, Dinas Pendidikan Kota Medan tidak menemukan adanya klaster penyebaran Covid-19 di sekolah. “Untuk PTMT tingkat SD kelas 4 sampai kelas 6, kemarin hari Sabtu tepat berjalan satu pekan. Kita bersyukur tidak ada laporan tentang adanya klaster di sekolah. Sama seperti SMP yang PTMT nya sudah berjalan 4 pekan,” ungkap Topan.
Namun begitu, kata Topan, lancarnya PTMT tingkat SD kelas 4 hingga kelas 6, tidak serta merta membuat Pemko Medan terburu-buru untuk membuka PTMT untuk kelas 1 hingga kelas 3 SD. Ia menegaskan, sampai saat ini pihaknya belum menerima arahan atau keputusan untuk pelaksanaan PTMT bagi siswa SD kelas 1 hingga kelas 3. Pihaknya mengaku masih berfokus terlebih dahulu untuk pelaksanaan PTMT bagi siswa SD kelas 4 hingga kelas 6 dalam beberapa waktu ke depan.
“Kita fokus dulu untuk yang kelas 4 sampai kelas 6 ini. Apalagi kan baru berjalan satu pekan. Mungkin kalau dalam beberapa waktu ke depan tetap bisa terkendali seperti ini, baru akan dibuka. Nanti pasti akan di bahas kapan PTMT untuk siswa SD kelas 1 sampai kelas 3 ini dibuka, sampai sekarang belum ada arahan kesana. Sabar dulu,” pungkasnya.
Sementara itu, kepada Sumut Pos, Wakil Ketua DPRD Medan H Rajuddin Sagala, meminta Pemko Medan dalam hal ini Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kota Medan untuk tetap mempersiapkan diri dalam rencana pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi pelajar tingkat SD atau anak usia 6 sampai 11 tahun. “Sekalipun masih dalam batas rencana, saya pikir Dinkes dan Disdik sudah harus mempersiapkan diri pada rencana vaksinasi pelajar tingkat SD,” ucap Rajuddin.
Pun begitu, Pemko Medan diminta untuk berfokus terlebih dahulu kepada capain realisasi Vaksinasi Covid-19 untuk kategori lansia yang sampai saat ini masih terbilang cukup rendah. “Tapi saat ini, Dinkes juga harus berfokus pada vaksinasi lansia (lanjut usia). Infonya sampai saat ini vaksinasi lansia kita masih cukup rendah, itu dulu harusnya yang difokuskan,” ujarnya.
Pasalnya, sejak awal Vaksin Covid-19 masuk ke Indonesia, Pemerintah telah memasukkan 3 golongan masyarakat dalam kategori penerima vaksin yang wajib menjadi prioritas. Adapun ketiga kategori tersebut yakni, Tenaga Kesehatan (Nakes), Pelayan Publik (TNI, Polri, dll), dan Masyarakat Lansia.
“Di Medan, nakes dan pelayan publik capaian realisasinya sudah tinggi, bahkan sudah di atas target 70 persen yang ditetapkan pemerintah. Tapi untuk lansia ini masih di bawah 70 persen, ini harus dikejar,” katanya.
Setidaknya, hingga akhir tahun 2021 yang menyisakan waktu kurang lebih 2 bulan ini, Dinas Kesehatan Kota Medan sudah harus dapat mengejar realisasi Vaksinasi Covid-19 untuk kategori Lansia di Kota Medan. Dinas Kesehatan pun diminta untuk berkolaborasi dengan seluruh Kecamatan dan Kelurahan yang ada di Kota Medan agar dapat mendata warganya yang masuk dalam kategori Lansia namun belum juga divaksinasi hingga saat ini. “Bila dalam dua bulan ini fokus pada vaksinasi lansia ini, kita optimis target vaksinasi lansia bisa tercapai di tahun ini,” tutupnya.

Beri Rasa Aman PTM
Hingga saat ini, capaian vaksinasi terhadap para pelajar telah mencapai 80 persen dari jumlah total 105.651 pelajar SMP di Kota Medan. Sedangkan capaian vaksinasi terhadap guru yang berada di bawah wewenang Dinas Pendidikan Kota Medan yakni TK/PAUD, SD dan SMP, Pemko Medan telah memvaksin sebanyak 86 persen tenaga pendidik. Sedangkan guru yang belum divaksin, sebagian karena adanya komorbid maupun sedang hamil dan masuk dalam batas kehamilan yang tidak boleh divaksin.
Dikatakan Wali Kota Medan, Bobby Nasution, penyebaran Covid-19 tidak hanya bisa terjadi dari dalam sekolah saja, tapi juga dari luar sekolah. Saat para siswa sudah keluar dari gerbang sekolah, jelasnya, mereka sudah tidak menjadi tanggung jawab guru-gurunya lagi. Takutnya, ungkap Bobby, saat berada di angkutan kota (angkot) atau nongkrong di luar setelah pulang sekolah, para siswa tertular virus Corona. “Salah satu upaya mengatasinya tentunya melalui vaksinasi,” kata Bobby baru-baru ini.
Selain vaksinasi, Bobby juga minta agar masing-masing sekolah melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat serta membentuk Satgas Covid-19 yang bertugas melakukan pengawasan secara ketat. Selain mencegah terjadinya penyebaran virus sekolah, juga sebagai upaya mencegah terjadinya klaster pelajar. Hal itu dilakukan karena menantu Presiden Joko Widodo ini lebih mengutamakan kesehatan siswa, termasuk para guru. “Yang perlu dipastikan lagi bukan hanya anak-anaknya saja yang wajib disiplin menerapkan prokes, tetapi guru-guru juga harus taat prokes guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19,” tegas Bobby.
Pengamat Pendidikan Kota Medan Dr Hj Fitriani Manurung MPd memuji langkah cepat yang dilakukan Bobby Nasution dalam percepatan vaksinasi guru dan pelajar. Sebab, semakin tinggi angka vaksinasi, maka semakin aman proses PTM. “Instruksi Pak Wali benar sekali. Prokes harus dijalankan dengan penuh disiplin, sedangkan vaksinasi berperan untuk meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19,” jelas Fitriani.
Menurut Fitriani, sekolah merupakan tempat membangun budaya. Di tengah pandemi ini, prokes 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) merupakan budaya baru yang harus dijalankan. Melalui proses pendisplinan prokes 3M yang ketat dan disiplin, ungkapnya, harapannya budaya sehat dan aman tumbuh di benak sanubari anak-anak.
“Mereka akan menjadi terbiasa dan terlatih untuk menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya masing-masing. Sebab, semua orang tidak tahu sampai kapan pandemi ini berlangsung. Semakin baik menjalankan prokes 3M, maka roda kehidupan bisa berjalan dan ekonomi bergulir, pendidikan berlangsung, masyarakat mendapat pendapatan serta anak-anak bisa mendapatkan pendidikan,” ungkapnya.
Jadi pelaksaan prokes 3M yang ketat, tegas Fitriani, tidak bisa dipandang hanya untuk mencegah klaster sekolah, tetapi juga untuk membangun budaya sehat dan aman di masa depan. Agar prokes berjalan dengan baik, ia mengatakan, unsur pengawasan menjadi kuncinya. Untuk itu harapnya pengawasan sebaiknya dilakukan pihak internal dan eksternal sekolah. “Keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan prokes di sekolah, menjadi kunci penting untuk memastikan sekolah aman dan sehat,” jelasnya.
Kemudian Firiani menilai, Bobby Nasution sukses mempercepat vaksinasi bagi para guru dan pelajar serta memperkuat prokes di sekolah-sekolah. Sebab, percepatan vaksinasi dan memperketat prokes ini dinilai sebagai salah satu kunci untuk memberi rasa aman bagi para guru dan pelajar pada saat PTM berlangsung. Apalagi, ungkapnya, mencapai angka vaksinasi pelajar sebanyak 80% dan guru sebanyak 86% itu bukanlah perkara mudah. Sebab, banyak faktor yang mempengaruhi, mulai dari ketersediaan vaksin, vaksinator dan warga sekolah yang mau divaksin.“Pak Wali sukses di tiga bidang ini, mulai menyediakan vaksin yang cukup, pendistribusian yang baik serta berhasil mendorong kepercayaan warga sekolah untuk mau divaksin,” paparnya.
Diakui Fitriani, tingginya angka vaksinasi yang telah dicapai akan membuat lebih percaya diri dalam melakukan PTM. Rasa percaya diri ini, jelasnya, akan membuat lebih merasa aman dan nyaman. “Namun harus terus diingat, vaksin tidak membuat kita kebal dan masih bisa terpapar virus Corona. Apalagi mutasi virus ini masih terus berlangsung, jadi masih banyak kemungkinan kita terpapar Covid-19 dengan varian yang lebih membahayakan. Jadi vaksinasi harus selalu diikuti dengan pelaksanaan prokes 3M yang ketat,” terangnya. (map/rel)

Prmprovsu dan DPRD Sumut Bentuk Tim Percepatan Pembangunan, 2023 Jalur Alternatif Medan-Berastagi Dibangun

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah opsi coba diimplementasikan Pemprov Sumut untuk mengurai kemacetan lalulintas dan meminimalisir kecelakaan dampak longsor pada ruas Medan-Berastagi. Antara lain, segera membangun jalur-jalur alternatif menuju objek wisata di Kabupaten Karo maupun menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba. 

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Utara, Hasmirizal Lubis, atas arahan Gubernur Edy Rahmayadi pihaknya bersama dinas terkait di jajaran Pemprovsu kembali membahas kelanjutan pembangunan jalur-jalur alternatif itu dengan Pemkab Deliserdang dan Pemkab Karo.

“Sudah kita rapatkan kemarin bersama Bupati Deliserdang dan Bupati Karo dan pihak terkait lainnya soal upaya menyelesaikan rencana pembangunan akses jalan alternatif Medan-Berastagi pada Kamis kemarin,” katanya menjawab Sumut Pos, akhir pekan kemarin. 

Hasmi menyebutkan, telah dipilih satu dari empat opsi jalan alternatif yang paling memungkinkan bisa dibangun untuk menghubungkan Medan-Berastagi berdasarkan paparan Dinas Kehutanan dan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut.

Ruas jalan alternatif itu adalah Medan-Delitua-STM Hulu-Tanjung Raja-Pulau Mariam-Barus Jahe. Diperkirakan panjang ruas jalan mencapai 50 km lebih. “Yang kita lihat memang kemarin lahan untuk menjadi ruas jalan alternatif itu tidak mengganggu hutan konservasi, jadi disepakatilah jalur ini mengingat ini yang paling mudah untuk diselesaikan,” ujarnya.

Dengan telah dipilihnya ruas jalan alternatif itu, Bappeda Sumut di tahun ini juga mulai melakukan studi cepat untuk mengetahui laik tidaknya ruas tersebut untuk dibangun. “Sehingga kalau laik, kita akan anggarkan di tahun 2023, karena di 2022 kan kita susunlah dulu feasibility study (uji kelaikan proyek) masterplannya, dan Detail Engineering Design (DED)-nya sebagai dasar untuk pembangunannya di 2023. Paling cepat di 2022 mungkin,” kata asisten umum Setdaprovsu itu. 

Dikarenakan hasil studi belum ada, sebut Hasmi, sehingga belum diketahui berapa kebutuhan biaya pembangunannya. Begitupun diakuinya, pembangunannya nanti bekerjasama dengan Pemkab Deli Serdang dan Pemkab Karo. 

Bentuk Tim

Terpisah, Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting mengatakan, mengatasi kemacetan jalur Medan-Berastagi, Gubsu dan semua stakeholder telah sepakat dibentuk tim percepatan pembangunan jalan alternatif Barusjahe-Desa Rumah Liang-Delitua-Medan. “Pembentukan tim tersebut disepakati dalam rapat dengan gubernur, Bappeda Sumut, Dinas BMBK Sumut, BBPJN, bupati Karo, dan bupati Deliserdang di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan, Jumat kemarin,” katanya. 

Menurutnya, tim percepatan pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi terdiri dari ketua DPRD Sumut, Gubsu, Bupati Karo, Bupati Dairi, Bupati Deliserdang, Bupati Pakpak Bharat dan sejumlah OPD seperti Bappeda Sumut, Dinas Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK), dan BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional). “Selanjutnya tim akan menemui menteri PUPR dan DPR RI agar mengalokasikan anggaran beberapa pengerjaan proyek di APBN Tahun Anggaran 2022,” ungkapnya. 

Menurut politisi PDI Perjuangan Sumut ini, pembangunan jalan alternatif Medan – Delitua – Rumah Liang – Barusjahe, diperkirakan lebih mudah mendapat izin dari Menteri LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan), karena tinggal beberapa kilo meter saja jalan yang melintasi kawasan hutan. Sementara sisanya sudah jalan permanen, tinggal dilakukan pelebaran. 

Berkaitan dengan itu, tambah Baskami, rapat juga menyepakati  agar Pemkab Karo maupun Deliserdang lebih giat membantu pembebasan tanah yang melintasi jalan alternatif tersebut,  karena pembebasan lahan selama ini termasuk salah satu kendala kelancaran pembangunan jalan.

Hal ini menyikapi masukan yang disampaikan Ikatan Cendikiawan Karo (ICK), karena pembebasan lahan turut menjadi penghambat jalan Medan-Berastagi.

ICK juga mengingatkan, ada 30 persen dari jalan Medan-Berastagi punya potensi longsor. Walau jalan Medan-Brastagi telah diperlebar, tapi dari segi volume lalu lintas, jalan sejajar mutlak diperlukan. Dari rapat itu pula, lanjut Baskami, menghasilkan beberapa poin kesimpulan. Yaitu proyek jembatan layang cantilever Medan-Berastagi dilanjutkan dengan mempercepat pembebasan tanah dan ICK turut memantau. Kemudian dilakukan perbaikan tebing dan pembebasan tanah dipercepat. Dalam hal ini ICK turut mengevaluasi konstruksi pengamanan. 

Poin kesimpulan lainnya, ungkapnya, juga disepakati agar BBPJN II Sumut mempercepat  proyek pembangunan jembatan layang di beberapa titik di jalur Medan-Berastagi, agar bisa mengurangi sedikit kemacetan. “Kita juga berharap kepada BBPJN tidak hanya membangun jembatan layang di jalur Medan-Berastagi, tapi perlu dibarengi perbaikan tebing di sejumlah titik yang sangat rawan longsor, guna menghindari korban jiwa bagi pengguna jalan,” tegasnya.

Di akhir pertemuan, tegas Baskami, juga disepakati, agar BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sumut segera mengusulkan anggaran menyewa helikopter di APBD TA 2022 untuk memantau sekaligus memberikan pertolongan secara cepat terhadap korban, jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam. (prn) 

Agro Bisnis FP UMA Tingkatkan Pendapatan Keluarga di Percutseituan

Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga di Percutseituan, Bermitra dengan UMK Keripik Pisang Hijrah

ISTIMEWA
FP UMA: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Agro Bisnis FP UMA di Masjid Ash-Shoborin Percutseituan.

PENINGKATAN keterampilan ibu rumah tangga melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat mutlak dibutuhkan, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga dengan tujuan meningkatkan pendapatan keluarga.

Itulah yang mendasari kegiatan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Agro Bisnis Fakultas Pertanian Universitas Medan Area (FP UMA) yang diketuai
Rahma Sari Siregar SP MSi dengan Anggota Prof Retna Astuti Kuswandari MS dan Rika Fitri Ilvira STP MSc untuk melaksanakan pengabdian melalui hasil penelitian mahasiswa yang dilakukan pada UMK Keripik Pisang Hijrah.

Kegiatan ini telah dilaksanakan di Masjid Ash-Shoborin Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deliserdang melalui pendanaan DIYA UMA tahun 2021.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan mitra Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Keripik Pisang Hijrah yang sudah memproduksi olahan pisang menjadi keripik pisang.

UMK ini diusahakan mulai tahun 2018 oleh mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Medan Area. Jaringan pemasaran produk sudah menyebar di Kota Medan, Binjai, Tanjungbalai bahkan sampai ke Riau. Pelaku bisnis menggunakan media sosial seperti instagram (SANGHIJRAH.id) sebagai media pemasarannya.

Bentuk kegiatan berupa praktik pembuatan keripik pisang hijrah aneka rasa. Rasa awal yang ditawarkan berupa coklat, coklat strawberi, vanila, balado, sapi panggang dan rumput laut. Saat ini terdapat dua tambahan rasa yaitu coklat wijen dan kari pedas.

Praktik pembuatan keripik pisang disampaikan Aidil Ahmad Nasution selaku pemilik Pisang Hijrah. Menurut Aidil sebagai pelaku bisnis pada olahan pisang. “Pisang kepok kuning adalah pisang yang paling enak dibuat keripik, selain rasa yang lebih manis, kenampakan warna kuning menambah kertertarikan untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Saat praktik, peserta menunjukkan antusias untuk mengetahui cara pembuatan keripik pisang yang sesuai dengan standar UMK Pisang Hijrah.

Peserta pun merasa senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Dari kegiatan ini peserta jadi mengetahui bagaimana menggoreng keripik pisang yang renyah dan rapuh.

Evaluasi kegiatan dilakukan dengan mengisi angket setelah kegiatan oleh peserta. Hasil evaluasi menunjukkan ada peningkatan pengetahuan peserta terutama terkait teknik menggoreng keripik pisang agar renyah dan rapuh.

Peserta juga menginginkan ada kegiatan lanjutan dari kegiatan ini. Hasil dari kegiatan ini, peserta diharapkan dapat menjalin kerja sama dengan mitra UMK Pisang Hijrah untuk memproduksi keripik pisang hijrah yang sesuai dengan standar produksi UMK Pisang Hijrah. (rel/dmp)

Peningkatan Potensi Ekonomi Digital untuk Mendukung UMKM

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan pilar terpenting dalam perekenomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi UKM, saat ini mencapai 64,2 juta dan pada tahun 2020 telah berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 60,51% atau senilai Rp9.580 Triliun dengan kemampuan menyerap 96,92% dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun sampai 60,42% dari total investasi.

Pemerintah juga telah menambah alokasi anggaran khusus bagi UMKM menjadi Rp96,21 Triliun dengan rincian program berupa Subsidi Bunga, Penempatan Dana Pemerintah pada Bank Umum Mitra untuk mendukung perluasan kredit modal kerja dan restrukturisasi kredit UMKM, Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM, Banpres Produktif Usaha Mikro, Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung, dan insentif PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah.

Tercatat sampai dengan tanggal 27 Oktober 2021, total realisasi PEN Dukungan UMKM Tahun 2021 sebesar Rp64,35 Triliun dengan jumlah debitur/UMKM sebanyak 33,93 juta. Selain itu, terdapat pula dukungan tambahan berupa pembebasan rekening minimum, biaya beban, dan abonemen listrik yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM.

“Program Kartu Prakerja juga turut membantu para pelaku usaha maupun calon pelaku usaha untuk meningkatkan kompetensinya. Berdasarkan data Manajemen Pelaksana, salah satu pelatihan yang paling diminati adalah mengenai penjualan dan pemasaran,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keynote speech pada acara webinar Obsession Media Group UMKM Summit 2021 dengan tema “PPKM Outlook 2022, Pasca – PPKM dan Peluang 2022”, Sabtu (6/11).

Pada sisi lain, Kemenko Perekonomian juga terus mendorong peningkatan kualitas program Kartu Prakerja dan mengembangkan ekosistem Prakerja yang dalam aktualisasinya melibatkan pihak swasta termasuk perbankan dan perusahaan layanan keuangan digital sebagai mitra pembayaran.

Berdasarkan hasil survei, mayoritas penerima Kartu Prakerja mengatakan bahwa pelatihan Kartu Prakerja telah mendorong kewirausahaan dan insentif Kartu Prakerja digunakan untuk modal usaha. Bahkan 17% penerima Kartu Prakerja yang sebelumnya menganggur telah berwirausaha. Hal ini menunjukkan bahwa Kartu Prakerja telah efektif meningkatkan keterampilan menjadi wirausaha.

Selain itu, perbankan juga telah turut serta memberikan dukungan dalam pemulihan ekonomi pada masa pandemi ini, diantaranya dengan memberikan dukungan program restrukturisasi kredit/pembiayaan yang dapat dinikmati oleh dunia usaha termasuk UMKM.

Berbagai studi menyatakan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar. Hal ini didukung oleh sejumlah faktor, diantaranya yakni total penduduk yang terbesar ke-4 di dunia, dengan jumlah penduduk usia produktif mencapai 191 juta atau 70,7%.

Dari sisi digital user, jumlah pengguna ponsel Indonesia saat ini mencapai 345,3 juta atau 125,6% dari populasi dengan penetrasi internet sebesar 73,7% dan trafik internet yang mengalami peningkatan 15-20%.

“Guna mengoptimalkan potensi ekonomi digital yang kita miliki, diperlukan orkestrasi berbagai inisiatif dan kebijakan melalui penyiapan framework terkait pengembangan ekonomi digital,” pungkas Menko Airlangga.

Dengan berbagai potensi yang ada, diharapkan melalui upaya pengembangan ekonomi digital dapat diciptakan banyak terobosan dan inovasi yang mampu menjangkau dan melibatkan semua sektor dan pelaku/penggerak perekonomian nasional, termasuk UMKM. (frh/fsr/*)

Bupati Labura dan Bupati Labusel Sambut Baik Sarasehan dan Silaturahim Gagasan Iklab Raya

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Ikatan Labuhanbatu (Iklab) Raya pada Desember mendatang, akan menggelar Sarasehan dan Silatutrahim bersama kepala daerah Labuhanbatu Raya yang baru terpilih dalam Pilkada serentak 2020 lalu dan para tokoh pemekaran. Untuk itu, guna memastikan kehadiran dan dukungan pada acara ini, panitia menyambangi satu per satu kepala daerah Labuhanbatu Raya.

Bupati Labura Hendri Yanto Sitorus SE dan Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) H Edimin menyambut positif rencana kegiatan Sarasehan dan Silaturahim yang akan digelar Iklab Raya tersebut. Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Hendri Yanto Sitorus SE bahkan menyambut hangat kedatangan tim dari Iklab Raya yang dipimpin Drs Daudsah Munthe MM yang merupakan salah satu Ketua Tokoh Pemekaran, Drs Rivai Nasution MM selaku Ketua Panitia Sarasehan dan Silaturahim yang juga mantan Sekretaris Pemekaran Labuhanbatu, dan Irham Sadani Rambe yang merupakan ketua Ikatan Mahasiswa Iklab Raya.

Daudsah yang pernah menjabat sebagai Pj Bupati Labura pascaterwujudnya pemekaran, disambut dengan penuh kekeluargaan oleh Bupati Labura, Hendri Yanto Sitorus SE. “Ini adalah senior saya, bupati pertama di Labura ini. Jadi saya harus banyak belajar dengan beliau selaku guru saya. Bagaimanapun Kabupaten Labura ini tidak akan pernah ada tanpa usaha dan perjuangan dari para tokoh pemekaran yang bergerilya memperjuangkan pemekaran,” ujar Hendri.

Demikian juga Bupati Labusel H Edimin, sangat berterima kasih atas kedatangan tim dari Iklab Raya yang mau memperhatikan Labusel yang ingin melakukan perubahan yang signifikan demi kemajuan daerah. “Bang Rivai sudah tahulah dia itu bagaimana kondisi Labusel saat ini. Kampungnya pun di sini, adi tolong bantu kami menata Labusel ini untuk lebih maju. Kami welcome sepanjang niat untuk membangun,” ujar Edimin.

Pada kesempatan itu, Daudsah menjelaskan, peran serta Iklab Raya sangat begitu besar dalam memperjuangkan pemekaran Labuhanbatu ini. “Perjuangan dan upaya kita semua dalam mewujudkan pemekaran di bawah komando sesepuh kita Bapak H Abdul Wahab Dalimunthe SH,” ungkapnya.

Rivai Nasution yang diberi amanah oleh Iklab Raya sebagai Ketua Panitia Sarasehan dan Silaturrahim Bupati Labuhanbatu Raya Terpilih dengan Tim Pemekaran dan Iklab Raya, menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakannya acara ini adalah untuk merajut hubungan yang harmonis antara tiga Bupati dan Wakil Bupati se- Kabupaten Labuhanbatu Raya yang telah terpilih oleh rakyat, juga dapat membangun komunikasi yang berkesinambungan demi percepatan pembangunan di Labuhanbatu Raya.

Apalagi, lanjut Rivai, di kepengurusan Iklab Raya ini terdiri dari berbagai potensi SDM, ada yang berprofesi sebagai akademisi, praktisi, birokrat, dan politisi. “Tentu potensi ini dapat diberdayakan dalam menopang pembangunan di tiga kabupaten produk pemekaran yang kita cintai ini,” ujar Rivai.

Dari pemaparan para bupati nantinya, lanjut Rivaii, dapat diukur potensi daerah dan program yang harus diprioritaskan sebagai implementasi dari visi misi mereka pada saat kampanye. “Iklab siap membuka diri untuk bekerjasama dan sama-sama bekerja demi kemajuan daerah kita tercinta ini,” katanya.

Rivai juga mengharapkan dukungan dan partisipasi dari semua pihak terutama kehadiran para bupati pada Desember mendatang. “Di akhir rangkaian kegiatan sarasehan nanti, akan diberikan piagam penghargaan kepada seluruh Tim Pemekaran Labuhanbatu Raya berdasarkan nama-nama yang tercatat pada Panitia Pendukung Proses Percepatan Pemekaran Kab.Labuhanbatu (P5KLB) menjadi tiga kabupaten berdasarkan keputusan Bupati Labuhanbatu,” pungkasnya.

Sayangnya, dari tiga Bupati Labuhanbatu Raya, hanya Bupati Labuhanbatu yang belum berhasil ditemui. Berhubung pada saat tim berkunjung, Bupati Labuhanbatu dan Wakil sedang di luar kota dalam rangka kunjungan kerja. Maka kunjungan untuk ke Bupati labuhanbatu akan disusul kemudian. (adz)

Terpilih sebagai Ketua IDI Padang Lawas, dr Affandi Siregar Bertekad Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

SIBUHUAN, SUMUTPOS.CO – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Padang Lawas ( Palas ), melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) di Hotel Grandika Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas, Sabtu (6/11/2021).

Muscab yang bertujuan untuk memilih Ketua IDI Kabupaten Padang Lawas periode 2021 – 2024 ini dihadiri pengurus IDI wilayah di antaranya dr Alamsyah Lukito MKes, dr Ery Suhaymi SH MH,m ked (surg) SpB, dr Marzuki Samian MA(K3), dr HT Kesuma Putra Dk Sp Ak MKes, dan dr Wanda Efendi Siregar, serta bertindak sebagai Ketua Musyawarah, dr M Yamin.

Muscab yang dilaksanakan dalam satu hari tersebut juga menjadi ajang silaturahmi serta diskusi antar sesama dokter di Kabupaten Padang Lawas. Dalam forum tesebut, peserta yang hadir mengusung semangat, dokter di Kabupaten Padang Lawas Harus mampu meningkatkan pelayanan kesehatan, memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga peran dan kontribusi dokter yang ada dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Padang Lawas dan sekitarnya selama masa pandemi ini.

Ketua musyawarah, dr M Yamin menjelaskan, Muscab yang dilaksanakan melalui voting ini menempatkan dr Affandi Siregar sebagai Ketua IDI Cabang Padang Lawas periode 2021-2024, setelah mendapatkan dukungan suara terbanyak dari peserta musyawarah yang hadir.

Dalam sambutannya, dr Affandi Siregar menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan dan amanah diberikan. Serta mengajak seluruh dokter yang tergabung di IDI Cabang Padang Lawas untuk memberikan berkontribusi positif, baik edukasi dan pelayanan kesehatan dalam masa pandemi ini.

“Selama ini kita telah berjuang di garda terdepan baik dalam pencegahan maupun perawatan dan memberikan edukasi kepada masyarakat Padang Lawas tentang kesehatan. Dan selama ini juga kita telah berjuang di garda terdepan dalam penanganan Covid-19, bahkan tugas kita ke depan terlibat aktif dalam Vaksinasi Covid-19, kata dr Affandi.

Dia pun berharap, semua dokter yang ada di Padang Lawas, mampu meningkatkan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, guna mendukung program kesehatan yang telah dicanangkan pemerintah daerah kabupaten Padang lawas. “Harga mati buat kita semua untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah Kabupaten Padang Lawas dalam hal peningkatan pelayanan kesehatan di kabupaten yang kita cintai ini,” tegas dokter yang selama ini bertugas menjadi Kepala Puskesmas Binanga ini.

Lebih lanjut dokter yang dikenal pandai bergaul dan dinilai masyarakat telah mampu meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Binanga ini memohon doa dari seluruh dokter dan masyarakat Padang Lawas, agar para dokter yang tergabung di dalam IDI Cabang Kabupaten Padang Lawas dan tenaga kesehatan tetap bisa istiqomah dalam perjuangan dan dalam menjalankan tugasnya.(rel/adz)

Dugaan Korupsi Anggaran PT Perkebunan Sumut, Dua Tersangka Ditahan



MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menahan 2 dari 3 tersangka dugaan korupsi anggaran PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU). Perbuatan para tersangka, merugikan keuangan negara sebesar Rp109.268.887.612

 Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Yos A Tarigan mengatakan, dua tersangka yang ditahan adalah DS, selaku Ketua Panitia Ganti Rugi dan Manager Kebun Simpang Koje tahun 2007-2010 dan MSH sebagai Manager Kebun Simpang Koje tahun 2011-2013.Kedua tersangka ditahan di Rutan Tanjunggusta Medan, setelah sebelumnya dilakukan cek kesehatan dan dinyatakan negatif Covid-19.

 “Dari tiga tersangka yang sudah ditetapkan September kemarin, dua tersangka ini memenuhi panggilan dan ditahan hari ini, Kamis (4/11) dan satu tersangka lagi HC sebagai Direktur PT PSU 2007-2010 berhalangan hadir dengan alasan sakit,” ujarnya melalui pesan siaran, Kamis (4/11) malam. 

 Menurut Yos, alasan dilakukan penahanan terhadap kedua tersangka, karena dikhawatirkan akan melarikan diri, takut menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya. Aturan tersebut tertera dalam Pasal 21 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). 

 “Tersangka ini, diduga terlibat pelaksanaan proyek pengembangan areal PT PSU di Desa Simpang Koje, penyalahgunaan anggaran pemeliharaan Kebun Simpang Koje tahun 2011-2013, korupsi dalam pelaksanaan proyek pengembangan areal PT PSU di Desa Kampung Baru Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal tahun 2011-2019,” jelasnya.

 Dari hasil pemeriksaan dan penghitungan kerugian keuangan negara oleh akuntan publik, diperoleh nilai kerugian negara mencapai Rp109.268.887.612. “Dalam penyidikan kasus ini, tim Pidsus Kejati Sumut yang dikoordinir oleh Aspidsus M Syarifuddin SH MH telah melakukan penyitaan lahan seluas 626 hektar milik PT PSU terkait dugaan korupsi pada perusahaan periode tahun 2007-2019,” ungkapnya.

 Penyitaan lahan itu, lanjutnya, berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Tipikor Medan Nomor 34/SIT/PIDSUS-TPK/PN.MDN tanggal 2 Juni 2021 untuk dua lokasi yaitu di Desa Simpang Koje, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal seluas 518,22 Ha dan di Desa Kampung Baru seluas 106,06 Ha areal bertanam dan belum tanam seluas 1,8 Ha.

“Lahan tersebut merupakan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan bukan lokasi yang dapat dikelola PT PSU. Lahan ini juga masuk dalam dugaan tindak pidana korupsi pada PT PSU Tahun 2007-2019,” ujarnya.

 Yos menambahkan dua tersangka yang ditahan, diduga melanggar Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 KUHPidana.”Dua tesangka ditahan di rumah tahanan rumah tahanan Tanjunggusta Medan 20 hari ke depan sejak ditahan Kamis (4/11),” pungkasnya. (man/ila)

Sumut Boyong Tujuh Emas di Hari Pertama Peparnas 2021


 
JAYAPURA, SUMUTPOS.CO – Kontingen Sumatera Utara meraih hasil fantastis pada hari pertama perlombaan cabang atletik Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021/XVI di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Sabtu (6/11/2021). Sumut mendulang tujuh emas, lima perak, dan satu perunggu. 

EMAS: Ketua NPC Sumut, Alan Sastra bersama peraih medali emas tolak peluru F44 putra, Reza Pramana Perangin-angin. (IST)

Enam emas disumbangkan melalui Anini Trisea Yunanda di nomor Tolak Peluru F56 putri. Emas kedua juga melalui Reza Pramana Perangin-angin di Tolak Peluru F44 putra. Kemudian Nina Gusmita di nomor kursi roda 400 meter putri, Riadi Saputra Lempar Cakram F55 putra, Juliantik Tolak Peluru F55 putri, dan Reza Surya Amri Lompat Tinggi F47 putra. Serta emas terakhir melalui Eva Lamria Sihombing di tolak peluru F42 putra. 
 
Sedangkan medali perak melalui Evy Yunita Pohan di nomor kursi roda 400 meter putri, Yuddi Ana Tolak Peluru F57 putri, Nurmala di lempar lembing F44 putri, Marta Tambunan di nomor lompat jauh T11 putri, dan Muhammar Habibila Lompat Jauh di T13 putra. Serta satu perunggu diraih Eva Lamria Sihombing di Lempar Lembing F42 putri.
 
Ketua NPC Sumut, Alan Sastra Ginting, raihan tujuh emas di hari pertama menjadi pencapaian luar biasa, karena sejumlah atlet Sumut sukses membuat kejutan. Seperti Reza Pramana Perangin – angin yang sukses memecahkan rekor Asean Para Games 2017 Malaysia.
 
“Kita sangat apresiasi pencapaian atlet atletik di hari pertama ini karena ada beberapa nomor yang buat kejutan. Seperti Reza dan Anini yang bisa memberikan medali emas di Peparnas perdana,” ucap Alan.
 
Prestasi gemilang diukir Reza Pramana Perangin – angin. Selain sukses meraih medali emas, Reza juga memecahkan rekor Asean Para Games 2017 Malaysia dengan tolakan sejauh 11,36 meter. Pesaingnya Rohim dari Jawa Barat harus puas meraih perak dengan catatan lemparan 10,69 meter. Serta perunggu diraih Faujiansyah dari Kalimantan Selatan dengan 10,55 meter. Atlet berusia 25 tahun ini bersyukur bisa mewujudkan target emas di Peparnas perdananya. Meski sempat mengalami cidera jelang perlombaan, namun semangat tinggi untuk meraih kemenangan mampu ia kendalikan.
 
“Sebenarnya kurang puas ya. Karena best personal saya 11,60 meter. Tapi, harus disyukuri karena kondisi lutut kaki juga sempat cidera. Bersyukur sih bang akhirnya bisa emas di Peparnas perdana,” ujar Reza. 
 
Sementara peraih medali emas lainnya, Anini Trisea Yunanda juga bersyukur akhirnya menyabet emas perdana di ajang Peparnas. Mantan atlet karateka ini bahkan mampu memecahkan catatan tolakan atas namanya sendiri sejauh 6,53 meter. 
 
“Harapannya bisa lebih baik dari hari ini. Saya sebenarnya ingin bisa sampai ke Pelatnas. Karena dari dulu cita – cita saya, ya tampil di event internasional. Tapi itu juga tidak gampang karena harus memulai dari nol,” ujarnya.
 
Kontingen Sumut masih berpeluang menambah pundi – pundi medali di cabang atletik. Seperti nomor sprint putra- putri, lempar lembing, cakram, tolak peluru dan lompat jauh. (rel/dek)

Ekonomi Triwulan-III 2021 yang Tetap Tumbuh Positif Memberikan Optimisme Pencapaian Target Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan III-2021 berhasil tumbuh positif sebesar 3,51% (yoy) atau 1,55% (qtq), melanjutkan pertumbuhan positif sebelumnya dari Triwulan II-2021. Respon cepat Pemerintah dalam mengendalikan lonjakan kasus varian delta pada awal Triwulan III-2021 dapat memperkuat kembali momentum pemulihan ekonomi nasional.

Pulihnya kepercayaan masyarakat secara cepat dalam melakukan aktivitas ekonomi, menjadikan momentum pemulihan di sisi demand dan supply tetap terjaga. Percepatan realisasi dari hasil refocusing anggaran Program PEN yang mengikuti dinamika pandemi selama Triwulan III-2021 juga telah mendorong konsumsi Pemerintah untuk tumbuh mencapai 0,66% (yoy).

Selanjutnya, situasi pandemi yang mulai terkendali telah mendorong peningkatan aktivitas ekonomi domestik. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 1,03% (yoy) dan konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga tumbuh sebesar 2,96% (yoy). Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh sebesar 3,74% (yoy) sejalan dengan meningkatnya kapasitas produksi dunia usaha. “Efektivitas penerapan kebijakan PPKM dan akselerasi vaksinasi menjadi penopang utamanya,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Pemulihan permintaan global dan meningkatnya harga komoditas global juga mendorong aktivitas perdagangan internasional Indonesia. Ekspor tumbuh sebesar 29,16% (yoy) dan impor tumbuh sebesar 30,11%(yoy) pada Triwulan III-2021. Neraca perdagangan Indonesia juga terus berlanjut mengalami surplus selama 17 bulan berturut-turut, hingga akhir September 2021. Strategi kebijakan Pemerintah selama pandemi dalam menjaga pasokan ekspor kedua komoditas utama, yakni batubara dan CPO, turut memberikan kontribusi positif. Selain itu, terjaganya ketersediaan pasokan dalam negeri juga menjadi kunci menjaga momentum ekspor di tengah kenaikan harga.

“Penguatan permintaan domestik pasca lonjakan kasus varian delta berhasil mendorong kinerja di beberapa sektor utama pada Triwulan III-2021”, ungkap Menko Airlangga. Sektor Industri Pengolahan sebagai kontributor terbesar Produk Domestik Bruto tumbuh positif sebesar 3,68% (yoy). Sektor utama lainnya juga tumbuh signifikan, antara lain Sektor Perdagangan dan Pertambangan yang masing-masing tumbuh sebesar 5,16% (yoy) dan 7,78% (yoy). Sementara, Sektor Transportasi dan Pergudangan serta Akomodasi dan Mamin mengalami kontraksi akibat pengetatan kebijakan PPKM sebagai upaya mitigasi lonjakan kasus varian delta di awal Triwulan III-2021. Sektor informasi dan komunikasi serta jasa kesehatan yang memiliki peranan penting pada masa pandemi juga kembali melanjutkan penguatan pertumbuhan. Sektor jasa kesehatan mengalami pertumbuhan paling tinggi di Triwulan III-2021, yakni sebesar 14,06% (yoy).

Pulihnya berbagai sektor usaha di Triwulan III-2021 juga mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja.  Per Agustus 2021, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja meningkat menjadi 67,80% dan Tingkat Pengangguran Terbuka menurun menjadi 6,49%, lebih baik dibandingkan tahun 2020. Sektor Industri Pengolahan menjadi sektor usaha yang mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja paling besar. Selain itu, keyakinan dunia usaha untuk mulai merekrut pegawai juga tercermin dari peningkatan persentase komposisi penduduk bekerja di kegiatan formal sebesar 1,02% (dibandingkan Agustus 2020). Secara umum, upaya pengendalian pandemi telah berhasil menurunkan jumlah penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 menjadi sebesar 21,32 juta orang di Agustus 2021, lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Secara spasial, mayoritas wilayah di Indonesia melanjutkan pertumbuhan positif pada Triwulan III-2021. Pulau Jawa dan Sumatera sebagai kontributor perekonomian nasional masing-masing mampu tumbuh positif sebesar 3,03% (yoy) dan 3,78% (yoy). Pencapaian ini juga terjadi pada pulau Kalimantan, Sulawesi, serta Maluku dan Papua. Hanya pulau Bali dan Nusa Tenggara yang masih mengalami kontraksi sebesar -0,09% (yoy) yang diakibatkan belum pulihnya sektor pariwisata sebagai dampak pembatasan aktivitas masyarakat.

Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa untuk prospek ke depan, sejalan dengan konsistensi penurunan kasus harian Covid-19 yang terus terjadi, Pemerintah melakukan pelonggaran PPKM secara lebih luas namun tetap dalam pengawasan dan penerapan protokol Covid-19 secara disiplin. Kondisi yang kondusif ini memungkinkan permintaan bertumbuh dan perekonomian terus mengalami pemulihan. Hal ini diharapkan akan berdampak positif pada beberapa indikator utama yang menunjukkan prospek baik bagi ekonomi.

Lebih lanjut, peningkatan efektivitas pengendalian Covid-19 dan berlanjutnya berbagai program pemulihan ekonomi diperkirakan mampu menjaga momentum pemulihan ekonomi. Dengan demikian, permintaan domestik pada sisa akhir tahun 2021 akan tetap menguat, seperti yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen yang terus membaik serta penjualan kendaraan bermotor yang diperkirakan tetap tumbuh. Sejalan dengan itu, aktivitas dunia usaha juga diperkirakan akan terus membaik, tercermin dari pertumbuhan PMTB yang cukup tinggi, bahkan level Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia pada Oktober 2021 telah menembus rekor tertinggi sejak April 2011 dengan berada di level ekspansif sebesar 57,2. Level PMI Indonesia menggambarkan kondisi aktivitas usaha yang kembali menggeliat di seluruh sektor manufaktur Indonesia. Level PMI Indonesia tersebut juga lebih tinggi dibanding negara-negara di ASEAN lainnya, seperti Malaysia (52,2), Vietnam (52,1), Thailand (50,9), dan Myanmar (43,3).

Prospek baik perekonomian Indonesia ke depan juga didukung oleh kerja sama internasional yang terus diupayakan oleh Pemerintah. Dalam serangkaian pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Roma Italia, KTT COP26 di Glasgow-Skotlandia, serta kunjungan kerja ke Persatuan Emirat Arab, Pemerintah terus mendorong pemulihan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Berbagai kerjasama tersebut juga diyakini dapat memicu peningkatan investasi melalui berbagai skenario seperti Sovereign Wealth Fund INA, kerja sama energi terbarukan, ritel dan infrastruktur pelabuhan dan jalan tol, kerja sama kesehatan, serta teknologi digital.

Memperhatikan berbagai leading indicator di awal Triwulan-IV 2021 ini, pola pemulihan terlihat menyerupai tren pada Triwulan-II lalu. Ditambah dengan berbagai indikator kesehatan yang terus membaik serta diiringi dengan kebijakan dan strategi Pemerintah yang tepat, pemulihan ekonomi diyakini memiliki prospek yang positif. Dengan prospek positif tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan berada di atas level 5% pada Triwulan ke-IV tahun 2021 dan mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan ke depannya. (fsr)

Perkuat Pasar Modal Indonesia, Pemerintah Kembangkan SDM dan Ekosistem Kewirausahaan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Bursa Efek Indonesia masih memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Saat ini, sedikitnya 750 perusahaan telah terdaftar di Indonesia Stock Exchange (IDX) dengan kapitalisasi pasar mencapai US$519 miliar dan rata-rata nilai perdagangan mencapai US$948 juta. Perkembangan ini juga didukung oleh basis investor ritel yang terus mengalami peningkatan.

Kepemilikan saham investor ritel pada bulan September 2021 telah mencapai 14% dari total investor, meningkat dibandingkan tahun 2015 yang hanya sebesar 6,5%. Di saat yang sama, nilai perdagangan yang dihasilkan investor ritel menunjukkan potensi yang cukup besar di mana porsinya telah mencapai 63,5% pada September 2021.

“Investor domestik memiliki dominansi pada pasar modal Indonesia, salah satunya tercermin dari porsi kepemilikan di pasar saham yang mencapai 53,42%. Sementara pada pasar obligasi Pemerintah maupun korporasi, investor domestik memiliki porsi masing-masing sebesar 78,44% dan 94,05%,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya pada Webinar Series KAFEGAMA yang bertema “Memanfaatkan Momentum Kenaikan Investor Retail di Pasar Modal: Peluang, Tantangan, dan Kebijakan 2021”, Jumat (5/11).

Demografi investor ritel menunjukkan bahwa investor Generasi Z yang berusia 18-25 tahun mendominasi dengan porsi sebesar 38% dari total investor ritel. Oleh karena itu, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada Generasi Muda, khususnya Generasi Z, akan mendorong aktivitas kewirausahaan sehingga dapat mempercepat penciptaan lapangan kerja.

Munculnya usaha baru berbentuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ataupun startups akan menimbulkan potensi Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Kedua jenis usaha ini dapat masuk ke papan akselerasi dan secara bertahap dapat melakukan penawaran umum (IPO) di papan utama. Tentunya dorongan untuk melakukan IPO ini nantinya akan mendorong pengembangan pasar modal secara keseluruhan.

Dari sisi SDM, Pemerintah akan mendorong peningkatan sosialisasi dan edukasi terkait pasar modal di usia muda melalui kerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia. Sosialisasi dan edukasi ini diharapkan dapat memberikan informasi tambahan kepada generasi muda dan mendorong peningkatan partisipasinya di pasar modal Indonesia.

Selain itu, Pemerintah juga akan mendorong pengembangan talenta digital. Program basic skill hingga advanced digital skill akan membantu mencetak talenta digital yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Talenta digital akan membantu meningkatkan produktivitas perusahaan di seluruh sektor usaha. Di saat yang bersamaan, pemanfaatan talenta digital juga akan berperan sebagai akselerator bagi wirausaha.

Khusus bagi pelaku UMKM, Pemerintah akan mendorong program digitalisasi UMKM sebagai bagian dari pemberdayaan UMKM. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas UMKM sekaligus mendorong kerja sama dengan para pelaku usaha di sektor keuangan digital.

Pemerintah berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan seluruh stakeholder, termasuk civitas akademika, dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan. Terkait hal tersebut, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan KUMKM. Pengaturan ini juga menekankan peran penting lembaga inkubator dalam mendorong pengembangan dan pertumbuhan wirausaha.

“Saya berharap perguruan tinggi juga dapat mendorong agar bisa mencetak coworking space ataupun inkubator agar para mahasiswa dapat memulai bisnis startup-nya,” tutur Airlangga.

Seluruh upaya pengembangan SDM dan ekosistem kewirausahaan diharapkan dapat memberikan benefit dalam memperkuat pasar modal Indonesia. Koordinasi dan sinergi dengan seluruh stakeholder menjadi penting untuk mewujudkan hal ini. (map/fsr)