26 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 3023

Menuju Zona Integritas WBK, Inspektorat Kemenperin Apresiasi Baristand Industri Medan

TANDA TANGAN: Inspektur Jenderal Kemenperin, Drs Masrokhan MPA dan Kepala Baristand Industri Medan, M Nilzam ST, M.A menandatangani pakta integritas menuju WBK, Kamis (14/10). istimewa/sumutpos.

SUMUTPOS.CO – Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Drs Masrokhan MPA memberikan apresiasi kepada Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Medan, menuju zona integritas wilayah bebas korupsi (WBK), yang telah diajukan ke Kemenpan RB.

TANDA TANGAN: Inspektur Jenderal Kemenperin, Drs Masrokhan MPA dan Kepala Baristand Industri Medan, M Nilzam ST, M.A menandatangani pakta integritas menuju WBK, Kamis (14/10). istimewa/sumutpos.

“Satker ini sudah dimulai zona integritas menuju WBK dan WBBM. Untuk satker ini saya katakan ampun. Usaha-usaha tadi tolong mohon dilanjutkan. Gedung lama (klasik), tapi sentuhan-sentuhannya modern,” ujarnya, saat memberikan pengarahan kepada 100 pegawai secara virtual, di aula kantor Baristand Industri Medan, Jalan SM Raja, Medan, Kamis (14/10).

Menurut Masrokhan, apa yang telah dilakukan Baristand Industri Medan, hanya perlu ditambah kemasan-kemasan pendukung.

“Substansinya sudah memenuhi syarat. Semuanya (pegawai) sudah pakai pin, kalau tidak pakai diingatkan. Tanpa kekompakan sulit kita meraih prestasi,” tambahnya.

Selain itu, usai memberikan pengarahan, Masrokhan berharap persiapan-persiapan yang telah dilakukan Baristand, baik inovasi dan pelayanan yang ada bisa memberikan suatu keyakinan kepada Menpan RB, bahwa Baristand layak mendapatkan WBK.

“Dan saya bersama staf dari Irjen, sudah mengecek langsung bahwa upaya-upaya inovasi yang didahulukan itu sudah sesuai, dengan apa yang sudah di standar kan oleh Kemenpan RB. Kita doakan bersama, mudah-mudahan Baristand Medan ini, bisa menjadi satker peraih WBK dan bisa menjadi trickle kepada satker-satker lainnya yang belum mendapatkan WBK. Ini bagian dari komitmen kita membangun zona integritas,” jelasnya.

Saat disinggung mengenai kesiapan Baristand Industri Medan, Masrokhan mengakui jika Baristand telah memenuhi syarat menuju WBK.

“Standart yang telah dilakukan Menpan ini, sudah semuanya dilakukan Baristand Industri Medan ini. Tentu masih ada waktu, barangkali nanti ada kunjungan Menpan, apa-apa saja yang perlu ditambahkan tinggal dibenahi lagi,” imbuhnya.

Kendati demikian, Masrokhan memberikan catatan kepada Baristand Industri Medan mengenai tampilan gedung klasik agar lebih modern lagi. Kemudian, katanya, dengan adanya WBK ini perlu diperhatikan tiga hal yang menurutnya penting untuk dilaksanakan. Q

Pertama, katanya, melakukan kegiatan yang akuntabel. Kedua, melakukan inovasi-inovasi digital agar berkinerja tinggi. “Ketiga, budaya yang melayani. Kita inikan pelayan masyarakat, ini harus terus ditingkatkan oleh satker-satker terutama di satker Baristand Industri Medan ini,” sebutnya.

Dari tiga satker (Baristand Industri Medan, PTKI dan BDI) yang ada di Medan, lanjutnya, sementara yang paling siap tahun ini diajukan ke Menpan RB yakni Baristand Industri Medan.

“Untuk satker lain, PTKI dan BDI ini sudah punya komitmen. Kami tadi sudah menandatangani, untuk siap-siap diajukan pada tahun 2022 mendatang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Baristand Industri Medan, M Nilzam ST, M.A mengatakan untuk Baristand Industri Medan merupakan satu-satunya satker yang diusulkan di Medan, untuk mendapatkan WBK.

“Ditahun 2021 ini, kami sudah mempersiapkan dengan segala upaya terkait ada 6 area perubahan, yang dipersyaratkan menuju WBK yang dimaksud,” ujarnya.

Diantaranya menurutnya, mulai dari penataan layanan laksana, penataan sistem SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Kami sudah berkomitmen, seluruh pegawai disini dimulai dari kepalanya saya sendiri, sudah menandatangani pakta integritas. Kemudian juga kami sudah melakukan inovasi layanan, khusunya di bidang informasi dan teknologi, gunanya untuk meningkatkan transparansi, akuntablitas layanan kami yang ada disini,” jelas Nilzam.

Nilzam berharap dengan kedatangan Inspektur Jenderal Kemenperin tersebut, dapat memberikan motivasi kinerja bagi pegawai kedepan.

“Tentunya apa yang beliau sampaikan akan kami tindaklanjuti, untuk perbaikan ataupun pengembangan peningkatan layanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini, turut dihadiri Sekretaris Inspektorat Jenderal kemenperin Ir Liliek Widodo MSI, Inspektur III Inspektorat Jenderal, Drs Abdulah, Kepala PTKI Medan Poltak Evencus Hutajulu ST, MT, serta Kepala BDI Drs Indra Amin M.Si. (man)

Untuk Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Labuhanbatu Gunakan Alat Tapping Box

LAUNCHING: Bupati Labuhanbatu, Erik Adtrada Ritonga (kanan) membuka launching penggunaan dan penerapan tapping box pajak mineral bukan logam dan batuan di Waterboom Desa Janji, Bilah Barat, Kamis (14/10).

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga membuka acara launching penggunaan dan penerapan tapping box pajak mineral bukan logam dan batuan, di Waterboom Desa Janji, Bilah Barat, Kamis (14/10). Acara Launching alat rekam data transaksi (tapping box) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2), Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) ini merupakan kerja sama pemerintah kabupaten (pemkab) dengan Bank Sumut.

LAUNCHING: Bupati Labuhanbatu, Erik Adtrada Ritonga (kanan) membuka launching penggunaan dan penerapan tapping box pajak mineral bukan logam dan batuan di Waterboom Desa Janji, Bilah Barat, Kamis (14/10).

Dalam sambutannya, bupati mengatakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah sesuai instruksi Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) yang terintegrasi dengan Bank Sumut melalui aplikasi/ alat rekam transaksi (tapping box) upaya meningkatkan realisasi penerimaan pendapatan asli daerah, guna pembangunan daerah.

Bupati juga berterima kasih kepada Bank Sumut yang telah mendorong program program yang memajukan Labuhanbatu dan berharap dengan mengikuti era digitalisasi, dapat mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita harus mengikuti era digitalisasi di Labuhanbatu, jangan tertinggal dengan kabupaten lain,” kata Bupati.

“Dengan adanya digitalisasi, PAD akan meningkat, dan kalau PAD meningkat cita cita dan harapan kita di Labuhanbatu bisa diwujudkan,” jelas Bupati.

Bupati menambahkan semua organisasi perangkat daerah harus membantu untuk meningkatkan PAD yang ada.

Acara dilanjutkan dengan pemberian plakat kepada Bank Sumut dan Bank Indonesia. Kemudian Bupati mencoba alat tapping box bersama dengan para pengusaha-pengusaha yang diundang.

Turut hadir dalam acara Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Jefri Penanging Makapedua, Wakil Ketua DPRD Juraidah Harahap, Asisten III Zaid Harahap, Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah Muslih, Camat Bilah Barat, Camat Rantau Utara, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kaban BKPP, Direktur Pemasaran PT Bank Sumut Hadi Sucipto, Perwakilan Bank Indonesia Teuku Munandar dan para undangan lainnya. (fdh/azw)

BKKBN Sumut Sosialisasi Pendataan Keluarga di Binjai

DIABADIKAN: Wakil Ketua Komisi IX DPR RI H Ansory Siregar, beserta anggota BKKBN Sumut, saat mendengarkan lagu kebangsaan pada kegitan sosialisasi.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Masalah stunting menjadi perhatian khusus pemerintah, hal ini disebabkan kondisi anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya, dan memiliki penyebab utama kekurangan nutrisi.

DIABADIKAN: Wakil Ketua Komisi IX DPR RI H Ansory Siregar, beserta anggota BKKBN Sumut, saat mendengarkan lagu kebangsaan pada kegitan sosialisasi.

“Sekira 20 persen kejadian stunting sudah terjadi saat bayi masih berada di dalam kandungan. Jadi target keluarga yang akan didata pada tahun ini adalah 3.671.967 keluarga, yang terseber di 33 kabupaten kota, 455 kecamatan, dan 6,108 desa kelurahan, di semua wilayah Indonesia,” ungkap Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Rabiatun Adawiyah, pada Sosialisasi Pendataan Keluarga di Jalan Tenis, Kelurahan Timbanglangkat, Kecamatan Binjai Timur, baru-baru ini.

Rabiatun juga mengatakan, BKKBN menjadi penanggung jawab program nasional percepatan penurunan angka stunting. Sebagai langkah awal sosialisasi, pendataan keluarga pun dilakukan kepada masyarakat.

Kegiatan sosialisasi pendataan keluarga ini, juga mendapat perhatian khusus dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, H Ansory Siregar, yang hadir langsung pada kegiatan tersebut.

Rabiatun pun menjelaskan, Sumut hanya mencapai 68,93 persen dari target di posisi 11 nasional, dan Pakpak Bharat menjadi satu-satunya kabupaten yang selesai melakukan pendataan dengan 100 persen target keluarga di 31 Mei 2021 lalu. (rel/han/saz)

Antusias Ikuti Vaksinasi, Bupati Langkat Apresiasi Warga Sei Bingai

TINJAU: Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin saat meninjau vaksinasi di Sei Bingai.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin mengapresiasi antusias masyarakat Kecamatan Sei Bingai yang cukup tinggi dalam mengikuti vaksinasi massal dosis pertama di Jambur Dusun Percihen, Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Rabu (13/10).

TINJAU: Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin saat meninjau vaksinasi di Sei Bingai.

“Saya senang melihat antusias warga untuk divaksin,” ungkap Rencana, di sela peninjauan vaksinasi massal tersebut, didampingi sejumlah pejabat Pemkab Langkat.

Rencana pun mengimbau, agar masyarakat juga hadir pada vaksinasi dosis kedua. Serta berharap, warga tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 sesuai anjuran pemerintah, meski sudah divaksin.

Selain itu, Rencana pun mengapresiasi kinerja yang baik pada penyelenggaraan vaksinasi, yang diprakarsai pemerintah kecamatan, dan Forkopimcam Sei Bingai, beserta Puskesmas yang mengirimkan tenaga vaksinator.

Sementara itu, Plt Camat Sei Bingai, Thomas Sitepu menyampaikan, target vaksinasi untuk dosis pertama sebanyak 2.000 dosis, dengan jenis vaksin AstraZeneca. Tenaga vaksinator yang bertugas dari 4 Puskesmas, yakni Puskesmas Namutarasi, Namu Ukur, Sirapit, dan Selesai.

Sebelum berangkat pulang, Rencana diberikan bingkisan madu asli oleh perwakilan warga Desa Tanjung Gunung, boru Sembiring, sebagai ucapan terima kasih telah menyempatkan diri berkunjung ke desanya. Dan sebagai rasa bangga bisa bertemu langsung dengan orang nomor satu di Bumi Langkat tersebut.

Turut hadir mendampingi Bupati, Staf Ahli Bidang SDM, Sosial, dan Kemasyarakatan H Sujarno, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik H Rudi Kinadung, Kepala Dinas Kominfo H Syahmadi, Kepala Dinas Perhubungan H Mulyono, Kalak BPBD Iwan Syahri, Kepala Satpol PP Dameka Putra Singarimbun. (rel/saz)

Berikan Manfaat Besar untuk Mantan Pekerja Migran Indonesia, Menko Airlangga Semangati Penerima Kartu Prakerja di Provinsi NTB

LOMBOK, SUMUTPOS.CO – Program Kartu Prakerja menjadi salah satu program semi bansos dari Pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 untuk meningkatkan skill-nya dan membantu kehidupannya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kali ini bertemu dan berbincang hangat dengan para penerima Kartu Prakerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kartu Prakerja, menurut Menko Airlangga, sangat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak negatif dalam masa pandemi saat ini, misalnya mereka yang terkena PHK atau pelaku UMKM yang omzet-nya menurut akibat diadakannya PPKM. Selain mereka mendapatkan tambahan skill dari pelatihan, insentif Kartu Prakerja tentunya dapat digunakan sebagai tambahan modal.

Selama 2021 (batch 12-21), penerima Kartu Prakerja berjumlah 5.910.462 orang. Sejumlah 94% atau 5.561.504 orang telah menyelesaikan pelatihan, kemudian 91% atau 5.397.784 orang telah mendapatkan insentif. Total insentif yang telah disalurkan tahun 2021 sampai batch 21 adalah Rp9,52 triliun. Total pendaftaran sejak awal Kartu Prakerja dibuka hingga 12 Oktober 2021 adalah sekitar 75 juta orang dan total penerima sekitar 11 juta orang, dari 34 Provinsi dan 514 Kab/Kota di seluruh Indonesia.

Provinsi NTB mencatatkan total pendaftar sebanyak 725.311 orang dengan total penerima sejumlah 233.230 orang. Kemudian, untuk Kabupaten Lombok Tengah tercatat sebanyak 201.796 pendaftar, dan yang diterima sejumlah 71.553 orang, dan di Kota Mataram jumlah pendaftar sebanyak 85.970 orang, dan yang diterima sejumlah 29.416 orang.

Provinsi NTB adalah Provinsi ke-17 dengan jumlah penerima Kartu Prakerja terbanyak se-Indonesia, dan provinsi dengan Penerima terbanyak ke-2 di Kawasan Timur Indonesia. Sementara, Kabupaten Lombok Tengah adalah Kabupaten/Kota dengan jumlah penerima Kartu Prakerja terbanyak ke-1 di Provinsi NTB. Dan, Kota Mataram adalah Kabupaten/Kota ke-4 dengan jumlah penerima terbanyak Kartu Prakerja di Provinsi NTB.

“Saya meminta kepada Gubernur NTB untuk menyiapkan pendaftaran, sehingga mereka bisa masuk dalam white-list. Kita memang sedang memberikan kuota per tahun yang lebih banyak lagi untuk wilayah Timur Indonesia,” tutur Menko Airlangga.

Dalam acara yang diadakan di Siwa Cliffs, Kabupaten Lombok Tengah tersebut, Menko Airlangga menanyakan seputar perkembangan mereka setelah menjadi alumni Kartu Prakerja. Bagaimana Kartu Prakerja dapat berperan dalam pengembangan diri mereka juga bisnis atau usaha yang dijalankannya. Alumni yang hadir pada saat ini berjumlah 22 orang alumni, yang 8 orang di antaranya merupakan purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berhasil mendapatkan Kartu Prakerja.

Salah satunya adalah Anggi Sihanjaya. Pria berusia 31 tahun tersebut bergabung dengan Kartu Prakerja di Gelombang 8 setelah menerima informasi tentang program Kartu Prakerja dari rekannya. Sebelumnya, sejak 2015 Anggi bekerja sebagai kru pramusaji di kapal pesiar asing. Namun, ketika terjadi pandemi, Anggi dirumahkan dan kembali ke Indonesia.

Dalam program Kartu Prakerja, Anggi mengambil kelas bahasa Inggris untuk mengasah kemampuannya berbahasa. Selain itu, ia juga mengambil pelatihan social media marketing untuk lebih memahami tren pemasaran masa kini. Dana insentif digunakannya untuk keperluan keluarga.

Saat ini, Anggi bekerja sebagai tenaga marketing di sebuah perusahaan properti. Ilmu sosial media marketing yang dipelajarinya sangat berguna karena ia bisa memasarkan produknya melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook. Ke depannya ia ingin memiliki usaha sendiri dalam bisnis properti yang menurutnya saat ini sedang berkembang di pulau Lombok.

“Saya mendengarkan pengalaman penerima Kartu Prakerja, dan mereka menerima fasilitas yang berguna untuk pribadi dan usahanya. Program Kartu Prakerja akan dilanjutkan tahun depan dengan anggaran Rp11 triliun,” tutup Menko Airlangga.

Turut hadir dalam acara ini antara lain adalah Menteri Perindustrian, Gubernur NTB, Sekretaris Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja, dan Senior Vice President Hubungan Kelembagaan Bank BNI. (rep/hls/*)

Lapas Binjai Gelar Simulasi Kebakaran

SIMULASI: Petugas BPBD Kota Binjai saat melakukan simulasi pelatihan pemadaman api dengan menggunakan Apar di Lapas Kelas IIA Kota Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Binjai, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) di Jalan Gatot Subroto, Binjai Barat, menggelar simulasi pelatihan pemadaman api. Ini dilakukan Lapas Kelas IIA Kota Binjai dalam rangka mengantisipasi kebakaran. Pelatihan ini, pun digelar untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, kondusif, sehat, serta efisien.

SIMULASI: Petugas BPBD Kota Binjai saat melakukan simulasi pelatihan pemadaman api dengan menggunakan Apar di Lapas Kelas IIA Kota Binjai.

Pelatihan yang dilakukan ini, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Binjai. Program dilaksanakan atas perintah dan arahan dari Kepala Kanwil Kemenkumham Sumut. Tujuannya, agar seluruh petugas dapat memahami cara penggunaan alat pemadam api ringan atau Apar.

“Kami laksanakan kegiatan ini, sebagaimana perintah dari pemerintah pusat dan perwakilan di Sumut. Hal tersebut dalam rangka untuk dapat mencegah terjadinya hal-hal tidak diinginkan di dalam Lapas,” ungkap Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kota Binjai, Rinaldo Tarigan, Kamis (14/10).

Pelatihan digelar di lapangan hijau Lapas Kelas IIA Kota Binjai. Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Kota Binjai, Raymond Andika Girsang, yang memimpin pelatihan tersebut.

Sementara dari BPBD Kota Binjai, Koordinator Pusdalops, Surya Wijaya, dengan Danton Penanggulangan Bencana, Sutadi, dan para personel, terjun pada pelatihan tersebut. “Pelatihan ini ditujukan untuk petugas, yakni pemberian materi penggunaan Apar,” tuturnya.

Selain pemberian materi mengenai pemadaman api, lanjut Rinaldo, pegawai Lapas juga dilatih untuk dapat menye- lamatkan warga binaan. Dengan adanya pelatihan ini, dia berharap, warga binaan pemasyarakatan juga dapat menjaga kenyamanan dan keselamatan bersama, bila terjadi peristiwa yang tidak terduga.

“Ada banyak pelatihan yang dilaksanakan, yang juga untuk menyelamatkan nyawa di dalam Lapas,” pungkasnya. (ted/saz)

Perhatian Pemerintah terhadap Peternak Masih Minim

PEMBICARA: Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Hidayatullah, saat menjadi pembicara dalam sarasehan yang digelar HPDKI Sumut di Sholeh Farm/Pesantren Darul Ulum, Rabu (13/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perhatian pemerintah terhadap peternak dinilai masih minim. Padahal, banyak peternak andal di Sumatera Utara (Sumut) yang membutuhkan modal dan bimbingan manajerial, agar dapat lebih baik lagi.

PEMBICARA: Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Hidayatullah, saat menjadi pembicara dalam sarasehan yang digelar HPDKI Sumut di Sholeh Farm/Pesantren Darul Ulum, Rabu (13/10).

Hal ini disampaikan Ketua Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Sumut, Epo Bayu, dalam sarasehan yang digelar di Sholeh Farm/Pesantren Darul Ulum, Jalan Medan Binjai KM 15,5, Desa Payabakung, Dusun 2, Deliserdang, Rabu (13/10) lalu.

“Yang kami rasakan, perhatian kepada UMKM masih lebih banyak ke sektor home industry, belum menyentuh peternak,” ungkap Epo.

Menyikapi hal ini, anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Hidayatullah, yang hadir sebagai pembicara dalam sarasehan itu, mengatakan, peternak bisa memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah yang tanpa agunan, sebagai penambah modal.

“Meskipun saya masih mendengar program KUR ini tanpa agunan, namun dalam pelaksanaannya tetap saja ada jaminan atau agunan, ketika kita meminjam. Ini akan saya perjuangkan ke pusat, agar para peternak tidak terombang-ambing,” tuturnya.

Pembicara lainnya, Ahmad Hadian, yang merupakan Anggota DPRD Sumut, mengatakan, selain bantuan modal, peternak juga harus memiliki mentalitas yang kuat dan juga harus memiliki jaringan luas.

“Memang saya akui, pemerintah provinsi masih minim perhatian terhadap peternak. Maka dari itu, kami akan mendorong pemerintah untuk lebih perhatian terhadap peternak ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Nurmariono, selaku Kepala Dusun 20, Desa Payabakung, berharap kepada anggota dewan yang hadir, agar dapat meninjau dusun mereka, karena banyak sekali kotoran sapi di sana. Dia berharap, dilakukan pelatihan terhadap masyarakat, khususnya para peternak sapi, untuk mengelola kotoran sapi tersebut supaya dapat bermanfaat.

“Kami berharap ada pelatihan mengelola kotoran sapi ini, agar bisa dijadikan pupuk, sehingga bernilai ekonomis,” harapnya.

Acara sarasehan ini, juga dihadiri Pariono, Kepala Desa Payabakung, Prof Hasnudi dari Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), perwakilan dari Dinas Veteriner Sumut, dan para peternak kambing serta domba. Acara sarasehan ini digelar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes), seperti mencuci tangan memakai sabun, memakai masker, dan menjaga jarak. (adz/saz)

Pemkab Deliserdang Gelar Rakor SP4N-LAPORm, Ashari: Ini Eranya Keterbukaan

BUKA: Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan saat membuka Rakor SP4N-LAPOR di Aula Cendana Lantai 2 Kantor Bupati Deliserdang, Rabu (13/10).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Pemkab Deliserdang melalui Dinas Kominfo, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N)-Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) di Aula Cendana Lantai 2 Kantor Bupati Deliserdang, Rabu (13/10) lalu.

BUKA: Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan saat membuka Rakor SP4N-LAPOR di Aula Cendana Lantai 2 Kantor Bupati Deliserdang, Rabu (13/10).

Rakor tersebut dipimpin langsung Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan, didampingi Asisten 3 Dedi Maswardy, Inspektur H Edwin Nasution, Kepala Dinas Kominfo Miska Gewa Sari, dan dihadiri para pimpinan OPD, camat, serta kepala unit pelayanan publik lingkup Pemkab Deliserdang. Rapat ini diharapkan dapat meningkatkan peran aktif serta dukungan setiap OPD dalam pengelolaan SP4N-LAPOR, yang menjamin hak masyarakat agar pengaduan dari manapun dan jenis apapun, akan tersalurkan kepada penyelenggara pelayanan publik yang berwenang menanganinya.

Dalam sambutannya, Ashari mengatakan, pengelolaan pengaduan pelayanan publik merupakan tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh setiap penyelenggara kegiatan. Masyarakat pada dasarnya diberikan hak untuk mengadukan penyelenggaraan pelayanan, dan Pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan, wajib untuk menindaklanjuti setiap aduan tersebut.

“Banyak alasan bagi kita untuk serius dalam mengatasi masalah-masalah SP4N-LAPOR ini. Ini sudah eranya keterbukaan. Kedekatan masyarakat dengan pemerintah sudah jauh lebih dekat dengan keberadaan IT. Kita kabupaten hebat, dan masyarakatnya juga hebat. Sebagai pengelola kabupaten hebat, kita harus mampu menggunakan IT dan betul-betul menggunakan IT demi kepentingan masyarakat,” tegas Ashari.

Kepala Dinas Kominfo, Miska Gewa Sari menjelaskan, SP4N-LAPOR ini merupakan aplikasi umum yang secara resmi wajib digunakan oleh setiap instansi di seluruh Indonesia, instansi pemerintah dan BUMN, yang sudah ditetapkan oleh MenPAN-RB sebagai aplikasi umum dalam SPBE.

Miska juga berharap kepada seluruh instansi yang belum aktif ataupun yang sudah punya tapi belum aktif akun media sosialnya, agar diaktifkan kembali. Karena dari informasi, publik akan menyampaikan keluhan masyarakat dengan men-tag akun media sosial instansi itu, untuk ditindaklanjuti. (rel/saz)

All New Aerox 155 Connected ABS Tampil dengan Livery Khas Balap Yamaha

KHAS: Livery All New Aerox 155 Connected ABS terbaru. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Yamaha merayakan 6 dekade keikutsertaan di kasta tertinggi ajang kejuaraan balap dunia, World Grand Prix (MotoGP), dengan meluncurkan livery khusus untuk beberapa line up produknya. Jika sebelumnya livery khusus tersebut telah hadir di motor Sport Moped MX KING 150, kini Yamaha World GP 60th Anniversary livery turut disematkan pada Sport Scooter dari keluarga Maxi Yamaha, yaitu All New Aerox 155 Connected ABS.

KHAS: Livery All New Aerox 155 Connected ABS terbaru. (IST).

Yamaha World GP 60th Anniversary sendiri merupakan livery yang mengusung konsep “The Racing Blood of Yamaha”. Livery ini tidak hanya menggambarkan karakter dan jiwa Yamaha yang kental dengan dunia Motorsport, namun juga menunjukan “Spirit of Challenge” atau semangat Yamaha dalam mengarungi kompetisi kejuaraan World Grand Prix selama 60 tahun terakhir sejak 1961, yang sukses mencatatkan 511 titel kemenangan di berbagai level kejuaraan hingga 2020.

Sebelumnya, penghormatan sejarah 60 tahun keikutsertaan Yamaha di kejuaraan World Grand Prix telah dilakukan pada bulan Maret 2021 lalu, dengan menghadirkan YZR-M1 Yamaha World Grand Prix 60th Anniversary Livery saat sesi tes pramusim kedua MotoGP di Qatar.

Livery ikonik yang penuh dengan jejak sejarah perjalanan balap Yamaha ini pun turut ditampilkan pada motor YZF-R1s yang berlaga di kejuaraan World Super Bike (WSBK) dan FIM Endurance World Championship untuk musim balap 2021. Tepatnya, pada putaran ke-9 WorldSBK seri Catalunya, Spanyol, dan putaran ke-3 FIM Endurance World Championship (EWC) di Perancis.

“Dunia Motorsport telah menjadi bagian yang sangat penting dan tak terpisahkan dalam perjalanan sejarah serta budaya Yamaha. Kiprah 60 tahun berkompetisi di kejuaraan balap dunia dengan lebih dari 500 kemenangan yang diraih, tidak hanya menjadi catatan sejarah yang membanggakan, namun turut menjadi bukti komitmen kuat Yamaha untuk terus menguji diri dalam meraih kemenangan di level tertinggi. Passion dan semangat juara inilah yang kami bagikan kepada konsumen melalui livery spesial yang tersemat pada beberapa model motor berkarakter sport. Jika sebelumnya livery tersebut telah disematkan pada MX KING 150, kini pecinta Maxi Yamaha pun dapat merasakan semangat juara itu melalui kehadiran All New Aerox 155 Connected ABS Yamaha World GP 60th Anniversary livery di awal bulan Oktober ini,” terang Antonius Widiantoro, Manager Public Relation, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg dalam pers rilis, Jumat (13/10/2021).

Desain Yamaha World GP 60th Anniversary livery terinpirasi dari motor balap Yamaha yang melegenda, yaitu YZR 500 (0W48) yang kala itu sangat populer di ajang balap Grand Prix 500cc era tahun 80’an dengan Kenny Roberts sebagai pembalapnya.

Saat livery tersebut diadopsi ke tubuh All New Aerox 155 Connected ABS, aura sporty terasa begitu kuat melalui kombinasi warna putih yang dominan dengan sentuhan garis merah yang membentang di sisi kanan dan kiri body motor. Pada garis merah tersebut, turut diaplikasikan grafis “Speed Block” yang menjadi simbol dan identitas dari Yamaha Racing Team.

Tidak hanya di sektor body, pada bagian velg motor (cast wheel) All New Aerox 155 Connected ABS juga diberi sentuhan kelir emas. Bukan tanpa alasan, pemberian warna emas tersebut untuk merepresentasikan kedigdayaan Yamaha dalam memenangkan ratusan titel kejuaraan di ajang World Grand Prix sejak 6 dekade terakhir.

Pengaplikasian livery spesial pada All New Aerox 155 Connected ABS, dinilai akan semakin mempertegas eksistensinya sebagai Maxi Sport Scooter, sebuah motor matik yang mampu memberikan sensasi berkendara ala motorsport. Sensasi tersebut tentunya tersaji melalui desain tajam yang agresif dan performa mesin dengan Power to Weight Ratio (PWR) tertinggi dikelasnya.

All New Aerox 155 Connected ABS dengan Yamaha World GP 60th Anniversary livery mulai tersedia di dealer pada Senin, 4 Oktober 2021. Untuk informasi lebih lanjut terkait produk, silahkan kunjungi website resmi Yamaha Indonesia di www.yamaha-motor.co.id. (rel/dek)

BBM Langka, DPRD Sumut Panggil GM Pertamina

HABIS: Salah satu SPBU di Medan memasang poster sebagai tanda kalau stok BBM di SPBU tersebut sudah habis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sulit sekali menemukan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sumatera Utara, seperti di sebagian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan, Binjai, Tebingtinggi, Kabupaten Deliserdang, dan Langkat.

HABIS: Salah satu SPBU di Medan memasang poster sebagai tanda kalau stok BBM di SPBU tersebut sudah habis.

Setidaknya dalam 2 pekan terakhir, terjadi kekosongan BBM pertalite, biosolar, bahkan premium di sejumlah SPBU di daerah-daerah tersebut.

Masyarakat pun mengeluhkan kondisi itu karena mengganggu aktivitas sehari-hari.

Di Medan misalnya, pada Kamis (14/10) siang, berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun wartawan di lapangan, kekosongan BBM terlihat di beberapa SPBU di Kota Medan, seperti di SPBU di Jalan Pancing, Pasar Merah, Jalan Krakatau simpang Jalan Cemara, Jalan Kapten Muslim, Jalan Sei Serayu, di Jalan Lau Dendang dan lainnya.

Kekosongan BBM tersebut bervariasi, mulai kekosongan pertalite, solar, pertamax, bahkan ada SPBU yang sama sekali habis untuk semua jenis BBM. Akibat kelangkaan BBM yang terjadi belakangan ini, DPRD Sumut segera memanggil General Manager (GM) PT Pertamina Marketing Operasional Regional (MOR) I Sumut. Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting mengakui, telah berkoordinasi dengan Komisi B sebagai mitra kerja perusahaan plat merah tersebut, guna meminta penjelasan riil soal kelangkaan BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). “Suratnya sudah kita kirimkan, nanti Komisi B yang akan menggelar RDP (rapat dengar pendapat) terkait kelangkaan BBM ini dengan pihak Pertamina,” kata Baskami menjawab wartawan, Kamis (14/10).

Ketua Komisi B DPRD Sumut, Dodi Thahir mengamini hal tersebut. Bahkan diakuinya, telah mengetahui kondisi kelangkaan BBM yang telah berlangsung dalam dua pekan terakhir. Menurutnya, keterbatasan stok BBM yang terjadi belakangan ini, lantaran harga minyak dunia mengalami kenaikan signifikan, yakni mencapai 83-84 dollar per barel.

“Memang terjadi 2 minggu ini, di SPBU terutama minyak subisidi, seperti premium dan solar. Juga pertalite dan pertamax terganggu. Akibat harga minyak dunia naik, saat ini harganya 83-84 dollar per barel,” ungkapnya.

Terlebih, menurutnya, pemerintah diketahui sampai saat ini masih mengimpor minyak mentah guna memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri. Naiknya harga minyak dunia, maka kemampuan pemerintah akan impor minyak semakin berkurang. Dampaknya distribusi BBM ke daerah pun ikut terganggu.

“Akibat kenaikan itu stok kita terbatas. Karena kebutuhan minyak kita masih impor untuk penuhi kebutuhan dalam negeri. Mungkin Pertamina kurangi stok BBM. Karena kan kalau harga minyak naik, subsidi yang dikeluarkan pemerintah bakal besar, kalau terjadi terus menerus dampaknya Pertamina bisa mengalami kerugian yang semakin tinggi,” ujar politisi Partai Golkar itu.

Dodi berharap pemerintah memiliki solusi bijak, imbas dari kenaikan harga minyak mentah dunia dengan pemenuhan kebutuhan BBM di Indonesia, terkhusus Sumut. Dengan langkanya BBM di SPBU, maka akan turut mengganggu perekonomian masyarakat yang bergantung dengan jasa pengangkutan, seperti angkutan umum, truk ekspedisi dan lainnya. “Harapannya pemerintah punya solusi. Karena berdampak dengan perekonomian masyarakat. Terutama yang bergerak di bidang pengangkutan, pastinya membutuhkan BBM,” pungkasnya.

Sementara PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), justru memastikan stok BBM di wilayah Sumut dalam kondisi aman. Katanya kapal tanker pembawa BBM sudah merapat ke Sumut. “Stok BBM aman di Sumut, kapal tanker sudah merapat, dan kita sudah menyalurkan BBM ke setiap SPBU,” ujar Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut, Taufikurachman, Kamis (14/10).

Ia menjelaskan, kapal tanker tersebut bermuatan 15.900 Kilo Liter (KL), dengan jumlah tersebut diperkirakan stok BBM aman untuk beberapa hari kedepan di Sumut. Selain itu, Pertamina Patra Niaga siap memberikan tambahan pasokan BBM untuk daerah-daerah yang mengalami peningkatan konsumsi misalnya di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

“Dengan menurunnya level PPKM aktivitas masyarakat mulai meningkat dan seiring dengan itu telah terjadi kenaikan konsumsi BBM,” kata Taufiqurachman seraya mengimbau agar masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. (prn/mbc)