24 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 3025

Jukir Tolak Penerapan E-Parking, Gelar Aksi Protes ke Kantor Wali Kota, DPRD, dan Dishub Medan

AKSI PROTES: Puluhan juru parkir (jukir) di Kota Medan memprotes sistem pembayaran parkir nontunai atau Parkir Elektronik (E-Parking) pada 8 kawasan di Kota Medan yang akan diberlakukan 18 Oktober 2021 nanti. markus/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana penerapan parkir tepi jalan dengan sistem pembayaran parkir nontunai atau Parkir Elektronik (E-Parking) pada 8 kawasan di Kota Medan yang akan diberlakukan 18 Oktober 2021 nanti, mendapatkan penolakan dari sejumlah juri parkir (jukir) yang tergabung dalam Aliansi Juru Parkir Kota Medan.

AKSI PROTES: Puluhan juru parkir (jukir) di Kota Medan memprotes sistem pembayaran parkir nontunai atau Parkir Elektronik (E-Parking) pada 8 kawasan di Kota Medan yang akan diberlakukan 18 Oktober 2021 nanti. markus/sumutpos.

Penolakan tersebut ditunjukkan dengan aksi unjukrasa yang dilakukan puluhan jukir di 3 lokasi pada Kamis (14/4) kemarin. Mereka meminta agar Wali Kota Medan Bobby Nasution mengevaluasi kembali penerapan E-Parking di 22 titik pada 8 kawasan tersebut.

Pantauan Sumut Pos, awalnya para jukir melakukan aksi ke Kantor Dinas Perhubungan Kota Medan di Jalan T.B Simatupang Kota Medan sekitar pukul 10.00 WIB. Dengan membawa dua buah spanduk panjang, mereka meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Perhubungan untuk membatalkan ataupun menunda penerapan E-Parking di 8 kawasan tersebut.

“Rencana ini sangat merugikan kami, pendapatan kami sudah pasti akan menurun drastis. Padahal kami para jukir merupakan Pahlawan PAD Kota Medan dari sektor nonpajak,” teriak Koordinator Aksi, Dedy Hari Syahari dalam aksi yang digelar di depan kantor Dinas Perhubungan Kota Medan, Kamis (14/10).

Mereka mengaku, tidak pernah diberitahu Dishub Medan bahwa Pemko Medan telah bekerjasama dengan pihak ketiga, yakni PT Logika Garis Elektronik (LGE) dalam mengelola 22 titik parkiran tersebut.

Dedy mengatakan, seharusnya Pemko Medan tak perlu menggunakan jasa pihak ketiga. Bila memerlukan peralatan untuk menunjang sistem E-Parking, maka dapat diambil dari anggaran yang ada.”Intinya kami menolak kerjasama dengan pihak ketiga, tolong di evaluasi lagi. Tunda dulu penerapan E-Parking tanggal 18 Oktober nanti sampai jelas semuanya. Kami tidak mau diganti dengan jukir yang lain. Kami tidak mau pendapatan kami berkurang jauh, keluarga kami butuh makan. Tolong kami, kami percaya Dishub Medan bisa memfasilitasi keinginan kami,” ujar Dedy.

Dedy mengungkapkan, selama ini bila ada jukir yang kurang setorannya hari ini, maka dituntut untuk menutup kekurangan setoran tersebut di hari berikutnya. Oleh karena itu, pihaknya menjamin tidak ada kebocoran PAD di lapangan. Untuk itu, mereka pun meminta Wali Kota Medan Bobby Nasution agar membuat kebijakan yang pro rakyat.

Dedi menilai, bahwa kebijakan yang diterapakan PT LGE terhadap jukir, sangat lah tidak berpihak. Sebab, para jukir hanya mendapatkan 20 persen dari setiap setoran per harinya. Sedangkan untuk honor bulanan, para jujur hanya diberi Rp500.000. “Pihak ketiga ini siapa? Mereka datangi tukang parkir sambil bilang ‘ikut ke kantor, ikut ke kantor’. Kita kan minta legitimasi sama dia, mereka siapa memanggil kami,” katanya.

Salah satu jukir wanita mengatakan, para jukir juga mengaku ditekan oleh pihak ketiga tersebut untuk wajib mengikuti aturan yang mereka tidak pernah. Sebab bila tidak, para jukir akan diganti dengan jukir dari pihak ketiga, dalam hal ini PT. LGE. “Kami cuma cari makan. Setahu kami, kami itu dibawah Dinas Perhubungan, kenapa tiba-tiba ada PT LGE yang mengatur kami dan menekan kami dengan aturan-aturannya,” teriaknya.

Wanita paruh baya tersebut pun mengaku, jika para jukir siap untuk mendukung sistem pembayaran nontunai yang ditetapkan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Namun, mereka hanya mau melakukannya di bawah naungan Dishub Medan, bukan PT LGE selaku pihak ketiga. “Untuk apa ada pihak ketiga? Kami mau Dishub Medan yang mengelola titik-titik parkir itu, kami siap menjalankannya dengan sistem yang baru (E-Parking),” ujarnya.

Tak cuma itu, mereka juga menolak sistem bagi hasil yang ditawarkan Pemko Medan kepada pihak ketiga, yakni 60% : 40% di kelas I dan 65% : 35% di kelas II, di mana persentase lebih besar dibagi kepada pihak swasta. Sedangkan untuk para jukir hanya diberi 10 persen.

“Kalau sehari itu kami dapat Rp200 ribu, masak kami cuma dapat Rp20 ribu, makan apa Rp20 ribu sehari? Anehnya lagi, masak pihak ketiga itu dapat lebih besar dari Pemko. Memangnya kami ngutip uang itu untuk siapa? Kalau kami kutip untuk masuk ke kas Pemko ya gak apa-apa, masak kami ngutip untuk masuk ke kantong pihak ketiga itu,” katanya kepada Kasi Parkir Khusus Dinas Perhubungan yang menyambut aksi mereka.

Mendengar hal itu, Kasi Parkir Khusus Dinas Perhubungan berjanji akan segera membahas dengan segera melakukan pertemuan bersama pihak ketiga maupun para jukir. Usai melakukan aksi di kantor Dishub Medan, puluhan massa lalu bergerak ke kantor Wali Kota Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis No.2 Medan. Di sana para jukir kembali membentangkan 2 spanduknya . Usai dari Balai Kota Medan, massa pun bergerak ke DPRD Medan yang tepat berada di seberang Balai Kota.

Di sana, mereka disambut Plt Sekretaris DPRD Medan Hj Alida. Mereka meminta agar Plt Sekwan segara menyampaikan keluhannya kepada para wakil rakyat di DPRD Medan.”Hari Senin kami akan datang lagi, tolong agar segera masalah ini dibahas dalam RDP,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemko Medan akan memperluas sistem Pembayaran Parkir Non Tunai atau Parkir Elektronik (E-Parking) di Kota Medan mulai Senin, 18 Oktober 2021 mendatang. Nantinya, 8 kawasan tersebut alan dikelola oleh PT LGE selaku pihak ketiga.

Namun sebelumnya, Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis, telah menekankan agar PT LGE wajib memprioritaskan para jukir yang ada untuk dipekerjakan. Tak cuma itu, para jukir juga wajib diberi fasilitas jaminan kesehatan maupun jaminan ketenagakerjaan oleh pihak ketiga. “Mulai 18 Oktober nanti, petugas parkir pada kawasan-kawasan tersebut tidak lagi menerima uang cash atau pembayaran tunai. Semua wajib nontunai, bisa pakai QR Code, bisa Pakai E-Money, E-Tol, Link Aja, dan sistem pembayaran Non Tunai lainnya,” ujar Iswar.

Seperti diketahui, adapun 8 kawasan di Kota Medan yang akan diterapkan sistem E-Parking, yakni: Kawasan Jl. K.H. Zainul Arifin (mulai simpang Jalan P Diponegoro sampai simpang Jalan S Parman; Kawasan Jl. Setia Budi (mulai simpang Jalan Sunggal sampai simpang Jalan Dr Mansyur; Kawasan Jl. Irian Barat (mulai dari simpang Jalan MT Haryono sampai simpang Jalan Veteran); Kawasan Jl. Jawa, (mulai simpang Jalan HM Yamin sampai simpang Jalan Veteran); Kawasan Jl. Pemuda (mulai dari simpang Jalan Pandu sampai simpang Jalan Palang Merah); Kawasan Jl. Pemuda Baru 1, Jalan Pemuda Baru II, Jalan Pemuda Baru III; Jalan Cirebon (mulai dari simpang Jalan MT Haryono sampai simpang Jalan Pandu), dan Kawasan Pasar Baru . (map/ila)

Direksi PUD Pasar Sidak, Dapati Pasar Kwala Bekala Masih Kumuh

SIDAK: Dirut PUD Kota Medan Pasar Suwarno saat sidak ke Pasar Kwala.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direksi Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan kembali melakukan inspeksi mendadak ke pasar-pasar tradisional di Kota Medan. Kamis (14/10) kemarin, giliran Pasar Kwala Bekala yang mendapatkan giliran.

SIDAK: Dirut PUD Kota Medan Pasar Suwarno saat sidak ke Pasar Kwala.

Sesampainya di lokasi, Direktur Utama (Dirut) PUD Pasar Suwarno didampingi Direktur Keuangan/Administrasi Fernando Napitupulu, tampak langsung melihat kondisi kebersihan pasar. Mengingat, Wali Kota Medan Bobby Nasution tengah menggalakkan program Pasar Bersih di Kota Medan.

“Saya minta agar setiap pasar di Kota Medan, termasuk Pasar Kwala Bekala untuk menjaga kebersihan dengan merutinkan kegiatan gotong-royong. Jangan lagi ada sampah berserakan, tolong lah, kita betul-betul mau semua pasar di Kota Medan menjadi pasar yang bersih,” ucap Suwarno yang saat itu melihat adanya tumpukan sampah.

Saat itu juga, Suwarno dan Fernando mendapati drainase yang tak lagi berfungsi mengalirkan air dengan lancar. Sehingga, pada sejumlah ruas jalan di dalam pasar, tampak menggenang air di jalan yang dilalui pengunjung. Selain berbau, pasar dengan kondisi jalan yang rusak tersebut juga tampak terlihat kumuh.

“Kami meminta Kepala Pasar (Kwala Bekala) supaya merutinkan gotong-royong di sini. Jadi ke depannya jangan lagi ada sampah berserakan. Kita jaga sama-sama kebersihan di pasar ini. Kita sama-sama tahu, kebersihan merupakan salah satu program prioritas dari Bapak Wali Kota,” ujarnya.

Selain itu, jajaran direksi juga meminta agar setiap kendaraan yang parkir di kawasan tersebut harus memarkirkan kendaraannya di areal yang sudah disediakan. Mengingat di sejumlah pasar lainnya, direksi PUD Pasar kerap kali menemukan banyaknya kendaraan yang parkir sembarangan di tengah jalan hingga mengganggu fasilitas umum.

Selain itu, Suwarno juga meminta kepala Pasar untuk menghilangkan praktik pungli di setiap pasar. Hal itu dikatakan Suwarno, karena adanya menemukan lapak liar yang berada di tepi jalan, termasuk di Pasar Kwala Bekala. Akibat adanya lapak liar itu, pembeli memilih untuk berbelanja di tepi jalan dan tidak masuk ke dalam pasar.

Padahal, lapak yang ada di dalam pasar merupakan lapak resmi yang retribusinya masuk ke kas daerah. Sedangkan untuk lapak liar, kutipan yang dilakukan justru masuk ke ‘kantong-kantong’ oknum tertentu.”Hilangkan pungli. Beberapa waktu lalu Pak Wali minta pungli harus disikat di pasar, kami harap di pasar ini tidak ada terjadi pungli. Lapak liar harus diberantas, semua harus tertib berjualan di dalam pasar,” tegasnya.

Sementara itu, Fernando mengimbau kepada setiap pedagang yang ada agar lapaknya tidak melebih batas yang disiapkan, agar menyesuaikan dengan yang aturan yang sudah ditentukan.

“Supaya pasar ini makin menggeliat lagi, kita semua harus kolaborasi. Bukan hanya PUD Pasar saja, tetapi pedagang juga harus mau berperan untuk menciptakan pasar yang asri, nyaman dan aman,” pungkasnya.

Sehari sebelumnya, Rabu (13/10), PUD Pasar Kota Medan melakukan sidak ke 3 Pasar yang ada di kawasan Medan Utara. Sidak dilakukan Dirut PUD Pasar Suwarno didampingi Dirops Ismail Pardede, Dirkeu/Adm Fernando Napitupulu, dan Dirbang/SDM Imam Abdul Hadi.

Pasar yang pertama dikunjungi adalah Pasar Titipapan. Di pasar ini, Suwarno menekankan agar Kepala Pasar Titipapan dapat menjaga kebersihan areal pasar, dan kantor. Selanjutnya, Direksi bergerak menuju Pasar Labuhan. Di pasar ini, jajaran direksi mendapati kondisi pasar yang mulai dimakan usia. Pasalnya, banyak atap di pasar labuhan yang sudah bocor. Bahkan Kepala Pasar Labuhan Syamsul Matondang, menyebut atap mereka dengan istilah ‘atap seribu bintang’.

Melihat kondisi itu, para direksi mengaku akan berkolaborasi dan berkordinasi dengan instansi terkait supaya kondisi itu bisa segera dibenahi. Selepas itu, jajaran direksi menuju Pasar Marelan. Disana, para direksi menemukan masih adanya penjual yang menjajakan dagangannya hingga memakan lorong jalan. Mereka pun meminta Kepala Pasar T Syaiful Achyar agar tidak lagi membiarkan hal tersebut. (map/ila)

Bengkel di Ayahanda Terbakar, 15 Motor dan 1 Mobil Hangus

SEMPROT AIR: Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk memadamkan api yang membakar salah satu bengkel di Jalan Ayahanda, Medan Petisah, Rabu (13/10) malam. idris/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bengkel sepeda motor di Jalan Ayahanda, Kelurahan Sei Putih Tengah, Medan Petisah, ludes terbakar, Rabu (13/10) malam. Kuat dugaan penyebab kebakaran tersebut akibat lampu darurat atau emergency jatuh ke tempat tidur dan kemudian membakar seisi bengkel. Bahkan, 15 sepeda motor dan 1 unit mobil Suzuki Katana juga hangus terbakar.

SEMPROT AIR: Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk memadamkan api yang membakar salah satu bengkel di Jalan Ayahanda, Medan Petisah, Rabu (13/10) malam. idris/sumutpos.

Informasi dihimpun peristiwa kebakaran terjadi sekira pukul 20.00 WIB. Awalnya, pemilik bengkel, Sofyan (63), baru saja melaksanakan Salat Isya. Setelah selesai salat, yang bersangkutan merasa sesak karena menghirup asap.

Sofyan lalu terkejut melihat bengkelnya dipenuhi kepulan asap. Karena curiga ada sesuatu yang tak beres, dia bersama istri memutuskan keluar dari bengkel. Benar saja, saat keluar ternyata warga sudah ramai berkumpul di depan bengkelnya sambil berteriak kebakaran karena melihat kepulan asap.

Warga pun berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya warga tak berhasil karena api terus berkobar lantaran di dalam bengkel terdapat bensin.

Saat api membesar, warga terkejut karena mendengar suara ledakan cukup kuat. Spontan, kepanikan pun terjadi karena khawatir api merembet ke rumah penduduk di sekitarnya. Tak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran yang mendapat kabar tiba di lokasi. Petugas langsung berjibaku memadamkan api.

Komandan Regu Pemadam Kebakaran, M Jumin mengatakan, hanya satu objek yang terbakar yaitu bengkel yang sekaligus dijadikan tempat tinggal oleh pemiliknya. “Objek terbakar 1 unit bangunan tempat usaha bengkel dengan persentase yang terbakar sekitar 60 persen. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut,” kata Jumin.

Dia mengatakan, penyebab kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek. Namun masih diselidiki oleh pihak kepolisian. “Api berhasil dipadamkan sekira satu jam kemudian, dengan mengerahkan 6 unit mobil pemadam kebakaran,” tukasnya.

Sementara, Plt Kapolsek Medan Baru AKP Ully Lubis mengatakan, pihaknya telah memasang police line di lokasi yang terbakar untuk proses penyelidikan. Menurutnya, peristiwa kebakaran tersebut terjadi diduga disebabkan dari jatuhnya bola lampu emergency ke tempat tidur.

“Dari keterangan kepala lingkungan setempat, si pemilik bengkel hanya berdua dengan istrinya di rumah. Saat itu, korban sedang melaksanakan Salat Isya. Kemudian, korban merasakan sesak karena kepulan asap. Korban lalu ke kamar dan melihat api sudah membesar membakar tempat tidur mereka. Selanjutnya, korban bersama istrinya langsung keluar dari bengkel,” jelas Ully.

Ia memperkirakan kerugian materiil akibat kebakaran tersebut mencapai sekitar Rp200 juta. Sebab, ada 15 unit sepeda motor dan 1 unit mobil yang juga ikut terbakar. “Penyebab pasti kebakaran masih diselidiki Tim Labfor. Untuk korban jiwa nihil,” pungkasnya. (ris/ila)

KRI Bima Suci Berlabuh di Pelabuhan Baru Nias Selatan

SINGGAH: KRI Bima Suci saat singgah di Pelabuhan Baru, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan. Rabu, (13/10).

NIAS SELATAN, SUMUTPOS.CO – Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci tiba dan berlabuh di Pelabuhan Baru Teluk Dalam, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan. Rabu, (13/10).

SINGGAH: KRI Bima Suci saat singgah di Pelabuhan Baru, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan. Rabu, (13/10).

Kedatangan Kapal Latih Taruna AAL itu disambut langsung oleh Komandan Lanal Nias (Danlanal) Kolonel Laut P Antonius Hendro Prasetyo bersama Forkopimda, Ketua DPRD, Kapolres Nias, dan Masyarakat Nias Selatan.

Danlanal Nias, Kolonel Laut P Antonius Hendro Prasetyo kepada wartawan menyampaikan terkait kunjungan kedatangan KRI Bima Suci memasuki Nias memang sudah dikordinasikan dan komunikasikan sebelumnya dengan komandan KRI maupun palaksa KRI Bima Suci, bahwa ada rencana kerjasama memasuki Nias.

“KRI Bima Suci ini berlayar dari tanggal 27 Juli keliling di wilayah timur dan ada rencana ada 14 kota yang dikunjungi. Kepulauan Nias adalah ke 11 yang dikunjungi oleh KRI Bima Suci, saya berterima kasih dan bangga dengan adanya kedatangan KRI Bima Suci, ini merupakan momentum yang sangat penting dan berharga bagi masyarakat Kepulauan Nias karena selama di kepulauan Nias sendiri sangat jarang sekali kunjungan dari kapal perang KRI,” beber Danlanal Nias.

Ditambahkannya, kehadiran Kapal aktif Taruna ini merupakan kesempatan bagi masyarakat Nias terutama Nias Selatan. Karena, dengan adanya kapal ini masyarakat bisa tahu bahwasanya di TNI AL ada akademik angkatan laut (AAL) yang nantinya akan mendidik dan melatih pemuda hingga bisa terpanggil menjadi perwira TNI AL.

“Jadi sudah kita siapkan jauh-jauh hari termasuk kanon kegiatan apasaja kegiatan mereka selama tiga hari kedepan sudah direncanakan dengan baik, dan KRI Bima Suci ini datang kepulauan Nias dari tanggal 13 sampai dengan 16 Oktober,” ucapnya.

Kapal KRI Bima Suci merupakan kapal aktif Taruna AAL dimana difungsikan memang berpergian untuk berlayar untuk melatih taruna-taruni TNI AAL, kemudian mereka akan mempraktekkan apa yang mereka terima selama di akademi TNI AAL.

Lanjutnya, di kapal ini ada berbagai korps ditaruna, ada korps taruna top laut teknik elektro, top satelit semuanya mereka belajar sambil berlayar dan mempraktekkan selama di akademik di TNI AAL.

Kapal KRI Bima Suci ini adalah kapal latih baru yang dimiliki oleh TNI AL yang sebelumnya dulu kapal latih Dewaruci dan ini sebagai pengganti KRI Dewaruci.

“Dengan kedatangan kapal KRI Bima Suci ini dapat menarik minat masyarakat yang ada di Kabupaten Nias Selatan dengan melakukan promosi terutama para pemuda pemudi lulusan SMA yang nantinya mereka bisa mendaftarkan diri bergabung dengan kita di TNI melalui akademik TNI AAL”, harapnya.

Ditempat yang sama, Komandan KRI Bima Suci, Letkol Laut P Waluyo menjelaskan bahwa KRI Bima Suci melaksanakan pelayaran pada tahun 2021 ini dalam rangka operasi ‘Kartika Jalarida’ dengan melewati 14 titik singgah dan salah satunya adalah Nias.

“Kita berangkat dari Surabaya mulai pada tanggal 26 Juli kemudian kita berlayar ke Labuan Bajo, Tual, Papua Nugini, Jaya pura, Raja Empat, Morotae, Sebatik perbatasan dengan Malaysia, Tarakan, Natuna, Sabang dan akhir kita singgah di Nias”, ucap Komandan KRI Bima Suci, Letkol Laut P Waluyo.

Setelah dari Nias Kapal KRI Bima Suci akan melanjutkan ke Cilacap, Bali dan kembali ke Surabaya.

“Ada 197 ondot personil, 89 adalah Taruna AAL, 18 staf TNI AL, kemudian 90 kru kapal KRI Bima Suci. Dari 89 Taruna ini ada 12 Taruna perempuan. Mereka terdiri 4 korps saat ini ada pelaut, teknik, elektronik, dan shape. Kemudian kita mempunyai satu korps lagi adalah marinir yang nanti rencananya onbud di Cilacap, jadi total keseluruhan taruna adalah 112 dan 23 marinir belum bisa berlayar mereka masih melakukan pelatihan pendidikan komando sehingga nanti mereka akan bergabung ketika berada di Cilacap,” imbuhnya.

Letkol Laut P Waluyo pun mengucapkan terimakasih kepada Komandan Lanal Nias (Danlanal Nias) yang telah melaksanakan persiapan penyambutan KRI Bima Suci. Dirinya mengakui ada maksud dengan kedatangan pihaknya, yaitu Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki laut yang sangat luas dan dapat membangun maritim yang lebih luas lagi, akan menciptakan budaya maritim dan lebih mencintai laut. 

“Dengan harapan ke depannya para pemuda pemudi yang ada di Pulau Nias ini tertarik mau tidak mau kita hidup di antara laut harus menjaga dengan sebaik-baiknya,” harapnya. (mag-10/ram)

Konferensi Internasional Heritage Toba, Bupati Dairi Perkenalkan Ulos Silalahi

PESERTA: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (2kanan) berfoto dengan peserta Konferensi Internasional Heritage Toba di museum TB Silalahi Center, Rabu (13/10).KOMIMFO DAIRI/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu perkenalkan ulos Silalahi, pada Konferensi Internasional Heritage Toba yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di museum TB Silalahi Center, Kabupaten Toba, Rabu (13/10).

PESERTA: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (2kanan) berfoto dengan peserta Konferensi Internasional Heritage Toba di museum TB Silalahi Center, Rabu (13/10).KOMIMFO DAIRI/SUMUT POS.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Rahmatsyah Munthe mengutip pernyataan Bupati Eddy, Rabu (13/10) mengatakan, siap mendukung program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dalam kegiatan itu, Eddy mengenakan kain tenun ulos dan memperkenalkannya kepada peserta.

“Baju yang saya pakai Ini adalah berbahan kain tenun ulos Silalahi, ucap Eddy.  Kain ini merupakan produk pengrajin/penenun ulos dipinggiran kawasan Danau Toba  Silalahi, Kecamatan Silahisabungan,” ujarnya.

Dijelaskan Eddy, kain tenun ini sudah di produksi menjadi echo fashion. Bahan pewarna yang dibuat untuk tenun, dari bahan alami yakni tumbuh-tumbuhan yang ada di Silalah.

Rahmatsyah menambahkan, kegiatan itu dibuka Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno secara virtual. (rud)

Sempat Viral Sekolah Beratapkan Langit di Padangsidimpuan, Ombudsman: Katanya Atap Dicuri

PERBAIKAN: SDN 200218 di Kota Padangsidimpuan sempat viral, kini sudah diperbaiki.

PADANGSIDIMPUAN, SUMUTPOS.CO – Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 200218, di Jalan Melati di Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan sempat viral di media sosial. Setelah menjadi sorotan media dan Ombudsman Perwakilan Sumatera Utara, sekolah ini akhirnya diperbaiki oleh Pemerintah Kota Padangsidimpuan.

PERBAIKAN: SDN 200218 di Kota Padangsidimpuan sempat viral, kini sudah diperbaiki.

“Kemarin pagi, saya dikirim pak Wakil Wali Kota foto-foto gedung SD Negeri sudah diperbaiki ya. Foto-foto itu, menunjukkan sudah diperbaiki,” sebut Kepala Ombudsman Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar saat dikonfirmasi Sumut Pos, Kamis (14/10).

Abyadi mengungakapkan foto-foto sekolah sudah diperbaiki itu, dikirim langsung oleh Wakil Wali Kota Padangsidimpuan, Arwin Siregar melalui WhatsApp. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Padangsidimpuan yang dinilai merespon cepat apa disampaikan Ombudsman terkait sekolah itu, beberapa waktu lalu.

“Artinya, gedung sekolah yang disoroti Ombudsman dan teman-teman media sudah diperbaiki. Sudah diperbaiki adinda, ternyata sudah direspon pak Wakil Wali Kota dan diperbaiki. Ombudsman menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas respon cepat dilakukan Pemko Padangsidimpuan,” jelasnya.

Abyadi mengingatkan kepada Pemkot Padangsidimpuan untuk dapat melakukan pengawasan terhadap aset-aset mereka, terutama di bidang pendidikan. Sehingga jangan terulang kembali hal serupa dikemudian hari.

“Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota untuk melakukan pengawasan terhadap OPD terhadap aset-asetnya. Terutama di sektor pendidikan, jangan sampai ada sekolah-sekolah tidak beratap lagi. Akhirnya, menanggung aktivitas belajar dan mengajar,” ucap Abyadi.

Berdasarkan pengakuan Wakil Wali Kota Padangsidimpuan, atap sekolah bukan tidak terurus. Namun, atap gedung sekolah tersebut hilang dicuri orang saat aktivitas belajar-mengajar ditiadakan sementara akibat pandemi Covid-19.

“Menurutnya (Pak Wakil Walikota), saya tidak tanya. Katanya dicuri orang atapnya. Selama Pandemi tidak sekolah kan. Sehingga kosong dan curi orang,” ucap Abyadi.

Dari buramnya potret pendidikan di Kota Padangsidimpuan ini, Abyadi menyayangkan tidak ada tindaklanjut dari kepolisian. Meski sudah dilaporkan sebanyak 5 kali kasus pencurian di sekolah tersebut.

“Berdasarkan keterangan Kepala sekolah dan Kadis sudah membuat laporan sebanyak 5 kali ke polisi. Kalau mereka ada buktinya, saya mau menindaklanjuti itu. Mana bukti laporannya, biar Ombudsman bisa menindaklanjuti. Kenapa polisi tidak menindaklanjuti, ini sekolah soal pendidikan,” ucap Abyadi.

Abyadi mengatakan meski atap gedung sekolah hilang dicuri orang. Namun, Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan harus cepat tanggap melakukan perbaikan. Jangan sampai mengganggu aktivitas belajar-mengajar sekolah tersebut.

Kemudian, Abyadi mengatakan jangan dulu viral di media sosial, menjadi sorotan khusus Ombudsman dan media, baru diperbaiki gedung atap yang hilang itu.”Ini sekolah, harus mendapatkan pengawasan dan pengawalan lah,” tandas Abyadi.(gus)

Telkomsel Berpartisipasi dalam #GirlsTakeOver 2021, Akselerasikan Pemberdayaan Perempuan di Industri Teknologi Indonesia

Rangkaian kegiatan Acting CEO Telkomsel Putri dimulai dengan memimpin jalannya rapat bersama Direktur Sales, Marketing, dan Network Telkomsel yang dilanjutkan dengan diskusi bersama karyawan-karyawan perempuan Telkomsel dalam sesi berbagi ‘Woman in Tech Telkomsel’. Putri juga berkesempatan menyambut Menteri BUMN Erick Tohir dan Acting Menteri BUMN Sharon Florencia yang berkunjung ke Integrated Operation Center (IOC) Telkomsel.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati Hari Anak Perempuan Internasional sekaligus mendukung pemberdayaan peran perempuan untuk berkembang di industri teknologi, Telkomsel sebagai bagian dari TelkomGroup yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang teknologi telekomunikasi, turut berpartisipasi dan mendukung kampanye #GirlsTakeOver 2021. Partisipasi Telkomsel ditunjukkan dengan membuka peluang bagi perempuan muda terpilih untuk menggantikan Hendri Mulya Syam selaku Direktur Utama (Dirut) Telkomsel selama satu hari pada Kamis (30/9).

Rangkaian kegiatan Acting CEO Telkomsel Putri dimulai dengan memimpin jalannya rapat bersama Direktur Sales, Marketing, dan Network Telkomsel yang dilanjutkan dengan diskusi bersama karyawan-karyawan perempuan Telkomsel dalam sesi berbagi ‘Woman in Tech Telkomsel’. Putri juga berkesempatan menyambut Menteri BUMN Erick Tohir dan Acting Menteri BUMN Sharon Florencia yang berkunjung ke Integrated Operation Center (IOC) Telkomsel.

Direktur Utama Telkomsel, Hendri Mulya Syam mengatakan, “Partisipasi dalam perhelatan #GirlsTakeOver 2021 merupakan wujud nyata dari komitmen Telkomsel sebagai leading digital telco yang mendukung kesetaraan karir dan kepemimpinan perempuan di industri teknologi, khususnya di lingkungan kerja Telkomsel. Selama ini, Telkomsel secara konsisten terus membuka kesempatan yang sama dan setara bagi setiap individu untuk dapat mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki, tanpa memandang gender. Kami pun terus mengambil peran terdepan dalam mendorong lebih banyak talenta perempuan untuk berani ambil bagian dalam memajukan industri teknologi di Indonesia sebagai upaya memperkuat kedaulatan ekosistem digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan.”

#GirlsTakeover sendiri merupakan kampanye global yang diinisiasi oleh Plan International dan diselenggarakan setiap tahunnya secara serentak di 75 negara, dalam rangka Hari Anak Perempuan Internasional (International Day of the Girls) yang diperingati setiap 11 Oktober. Untuk 2021, kampanye ini menjadi bagian dari program #RaiseTheBar serta mengambil tema kesetaraan gender dan kepemimpinan perempuan di dunia kerja. Diselenggarakan secara kolaboratif antara Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dengan Kementerian BUMN dan Srikandi BUMN sejak 17 Agustus hingga Oktober 2021, program ini turut melibatkan perwakilan perusahaan BUMN dan anak perusahaan BUMN, termasuk salah satunya Telkomsel sebagai bagian dari TelkomGroup.

Melalui kampanye #GirlsTakeOver ini, enam perempuan muda dari berbagai provinsi telah terpilih sebagai finalis untuk mengambil alih (take over) Menteri Badan Usaha Milik Negara dan lima Direktur Utama BUMN selama sehari. Salah satu di antaranya adalah Putri, seorang Mojang Priangan berusia 20 tahun, yang berkesempatan duduk di kursi kepemimpinan tertinggi Telkomsel selama sehari pada 30 September 2021.

Putri mengatakan, “Saya takeover Direktur Utama Telkomsel, Bapak Hendri Mulya Syam, selama sehari. Menurut saya Telkomsel memiliki kemampuan mengidentifikasi dan membina talent-talent muda yang berpotensi untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ekosistem digital di Indonesia. Telkomsel juga berkomitmen untuk membina lebih banyak talenta perempuan muda untuk dapat mengembangkan skill nya dalam bidang teknologi digital, sehingga diharapkan komposisi perempuan yang bekerja di Telkomsel akan terus  meningkat di masa mendatang.”

Latar belakangnya yang aktif di kegiatan sosial sejak berkuliah di salah satu perguruan tinggi pertanian kenamaan nasional, menjadikan Putri kandidat yang tepat dalam merepresentasikan semangat #YangKitaBisa di tengah masyarakat. Ia tergabung dalam Forum Anak Daerah sebagai konselor sebaya di kampung halamannya, yang berfokus pada upaya pengentasan tradisi pernikahan dini pada perempuan muda, sekaligus mendukung pemberdayaan kaumnya yang putus sekolah. Ia percaya bahwa dapur, sumur, dan kasur bukanlah pilihan terakhir bagi perempuan.

Adapun terkait perannya sebagai Acting CEO Telkomsel selama sehari, Putri terlebih dulu dibekali dengan motivasi serta sekilas pengetahuan di industri teknologi melalui sesi mentoring bersama Dirut Telkomsel Hendri Mulya Syam, Direktur Marketing Telkomsel Rachel Goh, dan Direktur Human Capital Management Telkomsel R. Muharam Perbawamukti.

Sebagai bagian dari upaya mendorong pemberdayaan talenta unggul, saat menjalankan perannya sebagai Acting CEO Telkomsel, ia mendapatkan pengalaman langsung untuk memimpin jalannya rapat bersama direktur sales, marketing, dan network Telkomsel dengan memberikan arahan serta strategi ke depan. Selain memimpin rapat, sarjana pertanian tersebut juga berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan karyawan-karyawan perempuan Telkomsel melalui sesi berbagi “Women in Tech Telkomsel”.

Salah satu peserta yang turut mengisi sesi diskusi tersebut, yaitu Vice President IT Business Intelligence and Analytics Telkomsel, Tina Lusiana mengaku sangat bangga bisa berpartisipasi untuk memberi inspirasi kepada Acting CEO Telkomsel terpilih. “Telkomsel sendiri telah membuka kesempatan yang setara bagi perempuan untuk mengembangkan keahlian di industri teknologi telekomunikasi, terutama di sejumlah bidang yang umumnya memiliki stigma didominasi oleh pria. Kesempatan tersebut tak terbatas pada pengembangan diri, namun juga potensi peningkatan jenjang karier yang setara apabila kita sebagai perempuan juga memiliki semangat dan keseriusan dalam menjalankan pekerjaan dengan baik,” ujarnya.

Agenda penting lainnya yang dilakukan Putri sebagai CEO Telkomsel yakni menyambut Menteri BUMN Erick Thohir dan Sharon Florencia sebagai Acting Menteri BUMN sehari yang berkunjung ke Integrated Operation Center (IOC) Telkomsel. Pada kesempatan tersebut, Putri memaparkan mengenai IOC sebagai pusat pemantauan interaksi digital pelanggan yang akan menjadi acuan bagi Telkomsel dalam mengembangkan berbagai produk dan layanan agar bersifat customer-centric.

“#GirlsTakeOver merupakan kampanye yang sejalan dengan komitmen Telkomsel di mana kami akan terus #BukaSemuaPeluang bagi seluruh elemen masyarakat untuk berkembang. Salah satunya melalui pengembangan talenta digital melalui pemberdayaan SDM yang dimiliki Telkomsel. Tak terkecuali untuk terus mendorong peran aktif karyawan perempuan untuk terus mengasah kemampuan dan potensi diri, serta mengambil bagian dalam mengembangkan perusahaan secara optimal,” ujar Hendri.

Hendri memastikan, Telkomsel terus berupaya menghadirkan lingkungan kerja yang kondusif bagi karyawan perempuan, mulai dari memastikan ketersediaan fasilitas yang dapat mendukung aktivitas khusus kewanitaan hingga terbuka untuk merancang kebijakan khusus dalam hal kesempatan berkarir di Telkomsel.

“Kami terus mendorong talenta perusahaan untuk upskill dan reskill melalui berbagai program. Salah satunya program Transformational Expert Development yang memberikan kesempatan bagi para talenta untuk menjadi ‘expert’ di bidang-bidang digital seperti Data Science, UI/UX, Back End Developer, Cybersecurity dan lainnya. Kami percaya, dengan kesempatan yang selalu terbuka, dan didukung berbagai kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan, Telkomsel akan terus menginspirasi dan memberdayakan lebih banyak talenta, terutama perempuan di industri teknologi, untuk terus mengembangkan kemampuan dan keahlian dalam membangun Indonesia melalui pemanfaatan inovasi teknologi terkini,” tutup Hendri.

Menko Airlangga Tinjau Persiapan WSBK di KEK Mandalika,
Harapkan Gelaran ini Dorong Eksposur Pariwisata Indonesia

LOMBOK, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka persiapan menuju penyelenggaraan event World Superbike (WSBK) Mandalika 2021, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana di Mandalika International Street Circuit.

Sebelum ke Sirkuit Mandalika, Menko Airlangga telah melihat kesiapan infrastruktur di Bandara Internasional Lombok. Proyek pengembangan fasilitas bandara ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Yang dibangun dalam proyek tersebut adalah fasilitas Terminal dan Landside, termasuk perluasan terminal dan fasilitas penunjangnya, renovasi terminal eksisting, pengembangan fasilitas kargo, dan pembangunan Waving Gallery dan perluasan parkir penumpang. Kemudian, dibangun juga fasilitas Airside yang terdiri atas perpanjangan runway, dan pengembangan fasilitas sisi udara (apron dan RET).

“Semoga semua proses renovasi tersebut dapat selesai sebelum penyelenggaraan World Superbike 2021 di Mandalika. Sebab, bandara merupakan salah satu pintu masuk utama bagi semua pihak yang terlibat, termasuk para penonton event megah tersebut. Kapasitas bandara ini bisa menerima 7 juta penumpang per tahun,” ujar Menko Airlangga.

Akses dari Bandara menuju KEK Mandalika juga akan semakin cepat dan nyaman, hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan kesiapan Bypass BIL-Mandalika sepanjang 17,3 kilometer yang pembangunan fisiknya sudah mencapai 97% dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Selain bypass BIL-Mandalika yang sudah hampir selesai dibangun, jalan Provinsi Kuta-Kruak juga berencana ditingkatkan kapasitasnya.

Sirkuit Mandalika sendiri memiliki panjang 4,3 km dengan 17 tikungan, ditambah dengan pemandangan alam perbukitan dan panorama laut biru yang spektakuler. Pembangunan sirkuit tersebut menggunakan teknologi aspal terbaru yakni Stone Mastic Asphalt (SMA), sehingga menjadikannya sebagai salah satu sirkuit yang bisa menawarkan kecepatan 330 KM per jam dengan tetap memiliki tingkat keamanan tinggi bagi pembalap.

Sirkuit ini telah siap 100% dan saat ini Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) tengah fokus menyelesaikan pembangunan fasilitas pendukung sirkuit, antara lain Pit Building, Paddock, medical facility dan Race Control Building. Pembangunan fasilitas pendukung tersebut ditargetkan akan rampung pada akhir Oktober 2021.

Selain bandara, disiapkan pula Pelabuhan Lembar untuk menjadi pintu akses masuk orang dan barang dari Jawa dan Bali. Pelabuhan Gili Mas disiapkan untuk mendukung aksesibilitas penumpang dari laut baik dengan cruise atau kapal pribadi dan dapat menampung akses kapal besar. PT Pelindo 3 telah sepakat untuk menggabungkan pelabuhan Lembar dan Gili Mas menjadi satu kepabeanan KEK Mandalika.

Pengembangan Sarana Pendukung Lainnya Sebuah gelaran internasional tentu saja membutuhkan berbagai sarana pendukung lainnya yang tidak bisa dikesampingkan. Untuk itu, KEK Mandalika bersama dengan Pemerintah Provinsi NTB juga terus menggenjot persiapan fasilitas pendukung, seperti penginapan, rumah sakit, pelabuhan, dan peningkatan kapasitas jalan. Di Kawasan Mandalika sendiri saat ini terdapat sekitar 700 kamar hotel, dan jika ditambahkan dengan hotel di sekitar Kawasan, tersedia sekitar 11.162 kamar.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB juga akan menjadi rumah sakit rujukan pertama untuk mendukung pelaksanaan WSBK, saat ini sedang melakukan persiapan pembangunan helipad sebagai prasyarat WSBK 2021. Selain RSUD Provinsi NTB, rumah sakit internasional Mandalika juga terus dipercepat penyelesaiannya untuk dapat mendukung pelaksanaan acara.

Rekayasa Lalu Lintas dan Penerapan Prokes Untuk mengantisipasi besarnya jumlah masyarakat yang akan hadir, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perhubungan Provinsi NTB akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan
penutupan beberapa ruas jalan dan manajemen transportasi dengan penambahan shuttle bus. Shuttle bus disiapkan di pelabuhan dan bandara untuk masyarakat yang menuju kawasan WSBK. Demikian pula dengan kantong parkir yang disediakan baik di sekitar kawasan WSBK seperti di area Masjid Nurul Bilad, parkir Hotel Novotel, Hub II parkir area sirkuit, maupun di bandara dan Pelabuhan.

Seluruh gelaran acara WSBK juga akan diselenggarakan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat, di mana jumlah penonton akan dibatasi maksimal 25 ribu orang dengan syarat telah menjalani vaksin dosis lengkap. Kru dan tim yang terlibat dalam WSBK pun diharuskan menjalankan karantina terlebih dahulu saat masuk ke Indonesia, dan pada saat acara seluruh peserta (Pembalap, Crew, Mekanik, Official, Media, dan Konsultan) hanya diperbolehkan beraktivitas di venue latihan/pertandingan sesuai dengan lokasi yang ditentukan. Untuk melengkapi kesemua hal tersebut, akan dibentuk pula Satgas Protokol Kesehatan di lokasi acara, serta tenda-tenda masker untuk penyediaan secara gratis.

“Gelaran WSBK di KEK Mandalika tentu saja akan memberikan eksposur yang luar biasa terhadap pariwisata dalam negeri. Ini proyek kedua terbesar setelah Nusa Dua, land bank yang sudah dikuasai ITDC sebesar 1175 Ha,” ucap Menko Airlangga.

Sebagai bentuk nyata dampak langsung terhadap masyarakat maupun UMKM di sekitar Mandalika, diusulkan system bundling tiket penonton WSBK dengan paket wisata lokal dan merchandise produksi UMKM setempat. Di sekitar lokasi sirkuit juga telah direncanakan
kegiatan pendamping berupa penyediaan lokasi bazar UMKM, pameran produk, festival kuliner, pertunjukan musik dalam skala kecil, dan pameran komunitas sebagai acara pendamping.

Kegiatan pendamping dibuat untuk mengisi waktu para penonton di antara sesi balap dan mengurangi tekanan beban lalu lintas orang dan kendaraan yang meninggalkan venue pada saat acara utama selesai “Tentunya gelaran ini diharapkan mendatangkan semakin banyak wisatawan lokal dan internasional, serta menarik devisa untuk negara. Di saat yang bersamaan juga menggeliatkan kembali aktivitas perekonomian masyarakat Lombok, karena potensi ekonomi (multiplier effect) diperkirakan mencapai Rp500 miliar per tahun (event balap),” tutup Menko Airlangga yang melanjutkan kegiatan meninjau sirkuit dengan menyetir sendiri buggy car.

Selain itu, Menko Airlangga juga telah mengunjungi Desa Wisata Sasak Sade yang menjadi partner ITDC dan Pemda sebagai tempat produksi merchandise WSBK Mandalika 2021. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan internasional akan menggerakkan perekonomian lokal. Di sana, Menko Airlangga meninjau proses pembuatan berbagai souvenir dan kain tenun etnik yang diawali dengan sambutan tarian tradisional.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain adalah Menteri Perindustrian, Kepala BNPB, Gubernur NTB, Kapolda NTB, Danrem 162/Wirabhakti, Sekretaris Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Dirijen Adwil Kemendagri, Anggota DPR, dan Direktur Utama ITDC. (rep//hls/*)

Ditinjau Dirut PT AP II, Hendrik Sitompul Termotivasi Percepat Pembangunan SPBU & Gedung Retail PT Petrol Niaga

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura (AP) II, Dr Ir Muhammad Awaluddin MBA melihat secara langsung kesiapan pembangunan Gedung Retail & SPBU PT Petrol Niaga di area Bandara Kualanamu, Deliserdang, Selasa (12/10). Kunjungan Dirut PT Angkasa Pura II itu semakin memacu semangat Hendrik Halomoan Sitompul selaku pemilik PT Petrol Niaga untuk melakukan percepatan pembangunan.

Dirut PT Angkasa Pura II, Dr Ir Muhammad Awaluddin MBA didampingi Direktur PT Angkasa Pura Aviasi Haris, EGM Bandara Kuala Namu Heriyanto Wibowo dan lainnya berbincang dengan pemilik PT Petrol Niaga, Hendrik Sitompul di lokasi pembangunan Gedung Retail dan SPBU di Area Bandara Kualanamu, Deli Serdang.

“Beliau senang melihat progres pembangunan SPBU dan gedung retail. Pak Dirut AP II Awaluddin juga berharap, jika nanti gedung retail beroperasi ada produk khusus lokal di jual,” kata Hendrik Sitompul kepada wartawan, Kamis (14/10). Dalam kunjungan itu, Awaluddin yang menjabat Dirut PT Angkasa Pura II sejak dari 9 September 2016 itu, turut didampingi Direktur PT Angkasa Pura Aviasi, Haris, EGM Bandara Kualanamu Heriyanto Wibowo dan disambut langsung oleh Hendrik Sitompul.

Menurut Hendrik, dirinya sudah lama mengenal Awaludin, yakni saat Awaluddin masih menjabat sebagai Kadivre Telkom Sumatera. “Karena sudah lama kenal, jadi pembicaraan kami berlangsung akrab. Bahkan Dirut AP II Awaluddin mendukung untuk kelancaran pembangunan serta penataan di sekitar SPBU dan gedung retail,” sebut Hendrik.

Lebih lanjut diakui Hendrik, kunjungan Dirut PT Angkasa Pura II itu memberi motivasi bagi dirinya untuk melakukan percepatan pembangunan. “Kunjungan Dirut PT AP II ini, tentu semakin memberikan semangat kepada kami, untuk melakukan percepatan Pembangunan dan Operasional Gedung Retail & SPBU PT Petrol Niaga, di awal Tahun 2022,” kata Hendrik optimis.

Diketahui, ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan SPBU dan Gedung Retail PT Petrol Niaga milik Hendrik Sitompul ini dilaksanakan pada 21 Agustus 2021 lalu.

Hadir dalam ground breaking ini Kepala Staff Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono diwakili Komandan Lantamal I Laksamana Pertama TNI Achmad Wibisono, Direktur Utama Angkasa Pura Aviasi diwakili Head of Legal & Procurement PT Angkasa Pura Aviasi, Dedi Al Subur, Executive General Manager Angkasa Pura II Bandara Kualanamu, diwakili Riyanto, Pjs Executive General Manager Pertamina MOR I Medan Jefry Afandi, Kapolsek Bandara Kualanamu JH Damanik, Uskup Agung Medan, Orangtua dan keluarga Hendrik Sitompul, Yayasan Don Bosco, Pastor Paroki Batang Kuis, Pastor Uli Sihombing, dan Panti Asuhan (Susteran). (adz)

IPK Medan Deli Gotroy Bersama Muspika Bersihkan Lingkungan

MEDAN, SUMUTPOS.CO—PAC Ikatan Pemuda Karya (IPK) Medan Deli melakukan kegiatan gotong royong (gotroy) bersama Muspika Kecamatan Medan Deli di Jalan Kayu Putih, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kamis (14/10/2021) pagi.

GOTROY: Suasana gotroy antara PAC IPK Medan Deli, Kecamatan Medan Deli, dan masyarakat sekitar membersihkan lingkungan mereka di Jalan Kayu Putih, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kamis (14/10/2021) pagi. IST.

Kegiatan gotroy dihadiri Camat Medan Deli, Ferry Suheri, Sekretaris IPK Medan Deli, Wahyu Permana, pengurus LPM, pengurus PKK, pengurus Karang Taruna, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa,

Sejumlah kepala lingkungan (kepling) juga terlihat berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.

Mereka memulai bergotong royong dengan membersihkan saluran pembuangan air (parit PJKA) dan mencabuti rumput yang tumbuh di trotoar jalan. Keakraban juga terlihat di lokasi, di mana masyarakat sekitar begitu antusias ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Menurut Wahyu Permana, sesuai arahan Ketua IPK Medan Deli, Umar Dani, kegiatan seperti ini akan rutin dilakukan bersama dengan masyarakat dan unsur pemerintahan di Kecamatan Medan Deli.

“IPK Medan Deli pimpinan ketua Umar Dani akan terus membantu masyarakat melalui gotong royong,” katanya.

Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan semakin mendekatkan IPK Kota Medan terkhusus PAC IPK Medan Deli kepada masyarakat. bahwa IPK Medan Deli adalah ormas yang selalu dekat dengan masyarakat.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi satu di antara program kerja IPK Medan Deli ke depannya,” pungkasnya.

Camat Medan Deli, Ferry Suheri mengatakan kegiatan gotong royong massal ini merupakan wujud visi dan misi Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, menciptakan Medan yang berkah dan bersih. Di mana setiap seminggu sekali seluruh jajaran Kecamatan Medan Deli dan pihak Kelurahan menggelar gotroy bersama masyarakat.

Pihaknya berharap kepada masyarakat agar bersama-sama ikut serta bergotong royong dan menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing. (rel/prn)