GUNUNGSITOLI, SUMUTPOA.CO – PT PLN (Persero) fokus mempercepat pemulihan suplai listrik terdampak cuaca ekstrem dan angin kencang yang menyebabkan suplai listrik di beberapa wilayah di Pulau Nias terganggu, Jumat (5/11).
Hingga pukul 18.23 WIB, PLN berhasil memulihkan suplai listrik 89 persen pelanggan dari total 120.502 pelanggan. Berdasarkan laporan petugas lapangan, cuaca ekstrem berupa angin kencang menyebabkan beberapa jaringan tertimpa pohon mengakibatkan beberapa wilayah mengalami padam listrik pada Jumat (5/11) pukul 11.34 WIB.
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nias Hasudungan Siahaan mengatakan, petugas PLN mengutamakan keselamatan masyarakat dalam memulihkan suplai listrik beberapa titik di Pulau Nias.
Gangguan listrik terjadi akibat angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan gangguan listrik dengan beban padam sebesar 15.9 MW, sehingga Pembangkit PLTMG 5X5 MW, PLTD Gunungsitoli 6 MW, dan PLTD ASJ sewa 6 MW juga mengalami gangguan.
“Berdasarkan perkembangan terkini (pukul 18.23 WIB), PLN berhasil memulihkan 20 penyulang dari total 22 penyulang. Adapun, petugas juga berhasil memulihkan 88 persen gardu dari total 1.524 gardu yang terdampak,” katanya. Berdasarkan penelurusan petugas PLN, setidaknya terdapat tiang tumbang dan konstruksi jaringan listrik rusak.
Hingga saat ini, petugas PLN masih melakukan perbaikan yang terdampak angin kencang. Akan tetapi, terlebih dahulu petugas menyisir pohon tumbang di daerah yang mengalami gangguan jaringan dan pemulihan secara bertahap.
“Kami mengimbau kepada masyarakat di tengah bahaya cuaca ekstrem untuk waspada. Bagi masyarakat yang melihat terdapat potensi bahaya ketenagalistrikan, diharapkan segera melapor ke PLN Mobile atau contact center PLN 123,” pungkasnya. (ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bertindak cepat untuk melakukan pertolongan pertama dalam keadaan medis darurat, merupakan hal yang penting. Karena itu, Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan, Sabtu (6/11) mengadakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support) bagi seluruh pegawai dan taruna-taruni Poltekbang Medan.
Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan secara tatap muka terbatas di Gedung Serbaguna Poltekbang Medan dengan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, juga dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting dan channel YouTube Poltekbang Medan.
Sebagai narasumber dalam pelatihan ini berasal dari Unit Kesehatan Poltekbang Medan yang terdiri dari dr. Mayanti Dewi Roswita Butar-Butar, MKM; dr.Diana Seri Menina Ginting, M. Ked(OG), Sp.OG; drg. Muhammad Aidil Nasution, dan dr. T. Muhd. Reza Syahputra, M. Biomed.
Dalam kata sambutannya, Direktur Poltekbang Medan, I Wayan Juliarta menyampaikan harapannya kepada para pegawai dan taruna taruni yang mengikuti pelatihan bisa mendapatkan manfaatnya sehingga bisa diaplikasikan di lingkungan sekitar.
Pelatihan ini, sambungnya, jangan hanya sekedar teori saja, namun juga harus dibarengi praktek, sehingga nantinya bisa diaplikasikan secara nyata jika ditemukan masalah kesehatan darurat yang membutuhkan pertolongan pertama.
“Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan mudah-mudahan bisa mendapatkan outcome yang bisa diaplikasikan dengan mengambil tindakan pertolongan pertama jika ada orang yang berada di sekitarnya mengalami keadaan medis darurat,” himbau Direktur.
Sementara itu, dalam paparannya, dr. Mayanti Butar-Butar mengatakan bahwa setiap orang bisa menjadi penolong ( everyone is a lifesaver ), dan tujuan dilakukannya penyelamatan pertama pada korban kecelakaan atau sakit mendadak sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan adalah untuk mencegah agar cedera yang timbul tidak lebih parah, menghentikan pendarahan, menjaga fungsi saluran pernapasan, mencegah infeksi, mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan.
“Untuk melakukan penyelamatan kepada korban, yang harus dilakukan pertama kali, jangan panik, kemudian hindarkan korban dari kecelakaan berikutnya. Setelah itu, perhatikan pernapasan dan denyut jantung korban. Jika pernapasan korban terhenti, segera lakukan pernapasan buatan,” katanya.
” Kemudian perhatikan denyut jantung korban. Jika nadi leher korban tidak berdenyut, segeralah untuk melakukan langkah pembangkitan fungsi jantung melalui cara kardio pulmonar (jantung paru-paru) yang disingkat CPR ( cardio pulmonary resuscitation) . Lalu, perhatikan tanda-tanda shock. Jika pendarahan gunakan saputangan atau kain yang bersih, tekan tempat pendarahan dengan kuat”.
“Kemudian, ikatlah saputangan tadi dengan dasi, baju, ikat pinggang atau apa pun agar saputangan tadi menekan luka-luka itu. Jika lokasi luka memungkinkan letakkan bagian pendarahan lebih tinggi dari bagian tubuh. Lalu, pindahkan korban dengan hati-hati dan tidak tergesa-gesa.Korban tidak boleh dipindahkan dari tempatnya, sebelum dapat dipastikan jenis dan keparahan cedera yang dialaminya, kecuali jika tempat kecelakaan yang tidak memungkinkan untuk korban dibiarkan di tempat tersebut. Kemudian segera bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat,” tandasnya.(rel)
Teks foto: Poltekbang Medan Gelar Pelatihan BLS.(ist)
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO- Ahmad Jafar (58), warga Jalan Nanas Gang Saga, Kelurahan Rambung, Kota Tebingtinggi, tewas tersengat arus listrik, Jumat (5/11/2021). Saat itu korban sedang memasang instalasi listrik di rumah seorang pegawai negeri sipil (PNS), di Perumahan CBK Blok D, Jalan Meranti, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi.
EVAKUASI: Pihak kepolisian Polres Tebingtinggi dan Tim Inafis melakukan evakuasi korban tersengat aliran listrik bersama pihak PLN.
Menurut Muhamamd Abdul Rahim, rekan kerja korban, sebelum kejadian dia sedang beristirahat, karena sudah masuk jam makan siang. Namun korban, Ahmad Jafar tetap melaksanakan pekerjaannya, memasang instalasi listrik di atas plafon rumah.
Sambil bekerja, korban bahkan sempat mencandai Abdul yang sedang beristirahat. “Ngapain kau di situ Dul?” kata Jafar dari atas plafon. “Sedang istirahat la Wak. Uwak lagi ngapain di atas sana,” kata Abdul, balik bertanya. “Uwak lagi masang Instalasi listrik,” jawab Jafar lagi.
Setelah itu, tak ada lagi terdengar suara Jafar dari atas plafon. Namun tiba-tiba, Abdul dikagetkan dengan suara jeritan Jafar dari atas plafon, dan dia mencium bau terbakar. “Kami panggil, Uwak itu tak menjawab. Kemudian kulihat dia sudah tergantung di plafon rangka baja rumah dekat diding,” ungkap Abdul.
Kemudian Abdul memanggil rekan kerjanya yang lain, Muhammad Rajak (54). “Karena ada pekerja pemasang instalasi listrik yang kena setrum, kami beritahukan kepada pemborong rumah di Bandarsono, Kota Tebingtinggi. Kemudian pemborong melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian setempat,” pungkasnya.
Kasi Humas Polres Tebingtinggi Aiptu Agus Arianto ketika dikonfirmasi, Sabtu (6/11), membenarkan kejadian tersebut. Kini kasus pekerja tersengat listrik tersebut sudah ditangani Polres Tebingtinggi. Menurut Agus, korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi untuk di visum. “Saat ini kami masih meminta keterangan saksi rekan kerja korban,” bilangnya.
Karena pihak keluarga tidak mau jenazah korban diotopsi, pihak kepolisian menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di dekat pemakaman umum dekat rumah. (ian)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dilantiknya dua pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan Jumat (5/11) kemarin, menjadi tanya bagi wakil rakyat di Komisi I DPRD Medan. Pasalnya hingga saat ini, Wali Kota Medan Bobby Nasution, tak kunjung mengisi kekosongan belasan jabatan Eselon II yang ada di Kota Medan. Sebaliknya, Bobby hanya melakukan rotasi demi rotasi seperti yang dilakukannya selama ini.
Sekretaris Komisi I DPRD Medan, Habiburrahman Sinuraya
Padahal, Bobby dilantik sebagai Wali Kota Medan sejak 26 Februari 2021 yang lalu. Artinya, menantu Presiden Joko Widodo tersebut telah lebih dari 6 bulan menjabat sebagai Wali Kota Medan. Dengan begitu Bobby tak cuma berhak merotasi, tetapi juga berhak melakukan penunjukan atau melelang jabatan Eselon II yang saat ini banyak kosong.
“Kami di Komisi I mendorong Wali Kota Medan untuk segera mengisi kekosongan jabatan Eselon II yang saat ini masih banyak kosong di Pemko Medan. Bagaimana pun itu prosedurnya, baik itu melalui sistem penunjukan maupun lelang jabatan, itu teknisnya Pak Wali lebih tahu. Tapi yang pasti, jabatan-jabatan Eselon II setingkat Kepala Dinas itu memang harus segera di isi,” ucap Sekretaris Komisi I DPRD Medan, Habiburrahman Sinuraya kepada Sumut Pos, Jumat (5/11).
Ditegaskan Habib, Wali Kota Medan tidak bisa berlama-lama membiarkan banyaknya jabatan Eselon II yang kosong saat ini. Pasalnya, dengan tidak adanya pejabat ataupun kepala OPD definitif, tentu akan sangat mempengaruhi kinerja dari OPD tersebut dalam menjalankan program-program Wali Kota Medan.
“Apalagi beliau kan sudah lebih dari 6 bulan menjabatnya. Kalau mau melakukan penunjukan langsung, selama itu memenuhi prosedur dan memang Wali Kota Medan menilai bahwa orang tersebut yang paling layak sebagai pejabatnya, ya silakan saja. Kalau mau di lelang pun, ya silakan saja. Itu hak prerogatif beliau, yang penting jangan dibiarkan kosong lama-lama. Kalau kepala OPD definitifnya kosong, bagaimana mau maksimal kinerja OPD nya,” ujarnya.
Politisi Partai NasDem itu menilai, selama ini Bobby telah berupaya keras dalam memimpin dan memberikan yang terbaik untuk Kota Medan. Hal itu pun dapat dibuktikan dengan terus turunnya Level PPKM di Kota Medan, permasalahan banjir yang terus secara intens ditangani, pemberantasan pungli, dan masih banyak prestasi lainnya.
“Namun kalau banyak jabatan kepala OPD yang kosong, bagaimana upaya Wali Kota Medan ini bisa maksimal? Saya fikir sangat wajar bila mulai saat ini, Wali Kota Medan sudah harus mengisi banyaknya jabatan Eselon II yang kosong itu. Kalau bisa, di tahun ini jabatan-jabatan itu sudah terisi. Jadi di tahun 2022 nanti, program-program yang baik dari Wali Kota Medan ini bisa langsung di tancap gas,” katanya.
Kepada Sumut Pos, Habib juga menyinggung soal kebijakan Bobby yang baru-baru ini melakukan pencopotan kepada Kepala UPT Operasional Pemeliharaan Jalan dan Drainase (OPJD) pada Dinas PU Kota Medan akibat banjir yang terjadi.
Habib mengaku sangat setuju dan menilai sangat wajar, bila Wali Kota Medan menginginkan para pejabatnya untuk bekerja cepat, bekerja keras, dan tidak berleha-leha. Akan tetapi, Bobby diminta untuk tidak mengambil keputusan secara cepat di saat ada masalah seperti banjir yang terjadi beberapa hari yang lalu.
“Saya sangat mensupport kata-kata pak wali ini, pejabat tidak boleh leha-leha. Tapi juga jangan disaat ada masalah, malah orang yang dikorbankan. Khusus untuk pencopotan (kepala UPT Dinas PU) kemarin itu, saya kurang setuju. Kenapa saat banjir baru sibuk, kenapa saat belum banjir itu tidak sibuk menghitung berapa volume debit air dan segala macamnya,” sebutnya.
Untuk itu Habib meminta, Wali Kota Medan Bobby Nasution agar tidak terlalu cepat menilai kinerja bawahannya. Apalagi untuk setiap kesalahan yang dilakukan, harus diberi sanksi yang sesuai.
“Misalnya nanti sudah ada Kadis Kesehatan, lalu ternyata kasus Covid naik lagi, apakah kadisnya harus langsung dicopot? Bukan seperti itu, jangan terlalu cepat menilai. Pak Wali juga harus cermat, harus cerdik dalam memilah dan memilih. Harus sesuai kinerja, bukan sesuai selera,” tuturnya.
Seharusnya, sambung Habib, Wali Kota Medan dapat memberikan peringatan terlebih dahulu kepada oknum pejabat yang dinilai tidak maksimal dalam bekerja. Tapi apabila setelah diberi peringatan masih juga tidak produktif, baru lah Wali Kota Medan dapat memberikan tindakan tegas dengan melakukan pencopotan.
“Berbeda dengan pungli, korupsi dan sejenisnya, itu memang wajar kalau diberi sanksi tegas berupa pencopotan. Seharusnya layak lah kalau si Kepala UPT itu diberi peringatan dulu,” sambungnya.
Kedepannya, Habib pun berharap, agar Wali Kota Medan tak cuma segera mengisi jabatan Eselon II yang kosong di Pemko Medan, tetapi dapat mengisinya dengan pejabat-pejabat berkualitas dan berkompeten secara objektif.
Seperti diketahui, ada belasan pejabat Eselon II yang saat ini masih kosong di lingkungan Pemko Medan. Adapun beberapa jabatan yang dimaksud yakni, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), Kepala Satpol PP, Sekretaris DPRD Medan, Kepala Dinas Pendidikan, Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan Staf Ahli Wali Kota Medan Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan.
Tak cuma itu, saat ini jabatan Dirut RSUD Pirngadi Medan juga kosong karena Suryadi Panjaitan telah ditunjuk sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Medan. Di tahun ini juga, jabatan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan akan kosong, karena Hannalore selaku Kadisnaker saat ini akan segera memasuki masa pensiun. (map)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut menyeriusi penerapan ganjil genap di ruas Medan-Berastagi. Ini sebagai upaya jangka pendek, mengingat pada ruas itu rawan bencana longsor dan kemacetan lalulintas.
“Inilah langkah-langkah itu nanti kita atur. Apakah jam ganjil atau seperti apa. Nanti kita atur,” kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menjawab wartawan, Jumat (5/11).
Di samping itu, Pemprov Sumut mulai lakukan sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 75 tahun 2021 Pengaturan Lalulintas Mobil Barang di Ruas Jalan Batas Kota Medan-Batas Kabupaten Karo Nomor 052 (Medan-Berastagi) dan Ruas Jalan Batas Kota Pematang Siantar-Parapat Nomor 065.
Edy berjanji akan berupaya mencari solusi guna menyesuaikan regulasi baru tersebut. Sebab, ruas Medan-Berastagi merupakan jalur logistik yang biasa dilalui truk pengangkut sayur mayur, buah, dan hasil pertanian lainnya. “Kita bahas itu, kalau itu total kita stop nanti tak makan orang Medan, tak makan sayur. Kalau truk itu berhenti, kentang, wortel, tomat, cabai merah, itu kan mayoritas dari sana,” imbuhnya.
Sementara untuk jangka panjang, pihaknya akan mempersiapkan jalur alternatif khusus bagi truk pengangkut logistik dari Berastagi menuju Medan, melalui kawasan Kutalimbaru. “Tapi jangka panjang. Nantinya kita buka jalan yang lewat Kutalimbaru. Tapi itu memang jalan tak safety, gak aman,” ujarnya.
Masih dalam pembahasan jangka panjang, Pemprov Sumut juga akan mempersiapkan jalan layang yang menghubungkan Kota Medan menuju Kabupaten Karo. “Jangka panjang itu ya. Tapi pasti ada, tembusnya adalah ke Merek (Kabupaten Karo). Bentuknya jalan layang. Itu dananya nanti KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha),” pungkas mantan Pangkostrad.
Sama diketahui, baru-baru ini, Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, telah menyosialisasikan Permenhub Nomor PM 75 tahun 2021 di Kota Medan. Regulasi ini bertujuan untuk penerapan normalisasi kendaraan over dimension over loading (ODOL) mobil barang dilarang melintas ruas jalan nasional Medan-Berastagi dan Parapat.
Adapun pembatasan operasional mobil barang di ruas Medan-Berastagi, antara lain berjenis dengan Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI) lebih dari 8.000 kg; Mobil barang dengan tiga sumbu atau lebih; Mobil barang untuk mengangkut bahan galian, bahan tambang dan bahan bangunan; Kereta tempelan; Kereta gandengan.
Waktu pemberlakuan pembatasan yaitu Sabtu, Minggu dan hari libur nasional lainnya mulai pukul 06.00 sampai 22.00 waktu setempat. Untuk objek pengecualian yakni, mobil barang pengangkut bahan bakar minyak atau bahan bakar gas.
Sementara pembatasan operasional mobil barang di ruas jalan nasional Parapat, antara lain berjenis Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI) lebih dari 8.000 kg; Mobil barang dengan tiga sumbu atau lebih; Kereta tempelan; Kereta gandengan. Untuk objek pengecualian, mobil barang pengangkut bahan bakar minyak atau bahan bakar gas. Waktu pemberlakuan pembatasan setiap hari selama 24 jam.
Adapun jalur alternatif pengalihan, ruas jalan lingkar luar Parapat. Objek pengecualian mobil barang dari dan menuju ke pelabuhan penyeberangan Ajibata serta memiliki surat muatan. (prn)
IMUNISASI: Petugas Puskesmas memberikan imunisasi kepada pelajar SD saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah, beberapa waktu lalu. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya menyetujui pemberian vaksin Covid-19 untuk anak-anak usia 6-11 tahun.istimewa/sumutpos.
IMUNISASI: Petugas Puskesmas memberikan imunisasi kepada pelajar SD saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah, beberapa waktu lalu. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya menyetujui pemberian vaksin Covid-19 untuk anak-anak usia 6-11 tahun.istimewa/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. Meskipun, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah mengizinkan vaksinasi untuk kelompok umur tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut drg Ismail Lubis mengaku, pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi untuk persiapan vaksinasi. “Kita sudah dapat berita kalau BPOM sudah merilis usia 6 hingga 11 tahun untuk divaksin. Tapi, sekarang kita masih menunggu petunjuk teknis dari pusat untuk pelaksanaannya,” kata Ismail melalui sambungan seluler, Jumat (5/11).
Menurut Ismail, untuk teknis pelaksanaan vaksin usia 12 tahun ke bawah ini, nantinya juga akan disampaikan pada petunjuk teknis tersebut. “Nanti ada prosedur dan bagaimana teknisnya,” aku dia.
Dia menyebutkan, jenis vaksin yang dipakai untuk usia 6 hingga 11 tahun ini adalah Sinovac. Akan tetapi, untuk jenis vaksin tersebut saat ini sedang kosong di Sumut karena telah digunakan untuk program percepatan vaksinasi. “Sekarang vaksin Sinovac kita kosong karena kita melakukan percepatan vaksinasi,” ujarnya.
Ismail berharap, vaksinasi Covid-19 bagi kelompok usia anak tersebut secepatnya dilaksanakan guna membentuk herd immunity. Meski begitu, diminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Bagi anak-anak (usia 6-11 tahun) yang sudah divaksin nantinya, orangtua atau keluarga tetap harus menjaga protokol kesehatan. Tetap pakai masker, rajin cuci tangan, hindari kerumunan, dan jaga jarak,” tandasnya.
Vaksinasi 16 Kabupaten/Kota Dikebut
Sementara, demi mencapai target herd immunity 70 persen di akhir 2021 ini, Satgas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara kebut vaksinasi pada 16 kabupaten dan kota. “Kami kejar. Persoalannya vaksinnya tak ada, tapi pusat yang menentukan level itu. Tapi ya tak apa-apa kita positif thinking. Kita berusaha untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan itu,” kata Gubernur Sumut sekaligus Kasatgas Penanganan Covid-19 Sumut, Edy Rahmayadi menjawab wartawan, Jumat (5/11).
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, sampai saat ini capaian dosis I sebesar 5.409.845 (47,37%) dan dosis II 3.349.898 (29,33%). Namun, masih ada 16 kabupaten/kota yang capaiannya masih di bawah 40% antara lain Kota Tanjung Balai, Padang Sidempuan, Kabupaten Labuhanbatu, Tapanuli Tengah, Padang Lawas Utara, Deli Serdang, Asahan, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Langkat, Nias Selatan, Labuhanbatu Selatan, Nias Barat, dan Nias Utara.
Menurut Edy, seharusnya hingga akhir Oktober 2021, capaian vaksinasi di Sumut menembus 50 persen dari jumlah penduduk yang ada. “Vaksinasi itu menjadikan suatu pengaruh dalam penentuan level (PPKM). Vaksinasi kita yang dituntut pada akhir bulan Oktober adalah 50 persen. Kita masih ada yang kepala tiga, 30 persen. Ada 16 kabupaten dan kota lagi yang masih seperti itu,” ucapnya.
Dalam kunjungan kerja ke Sumut baru-baru ini, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan saat ini ada 131 kabupaten/kota di Indonesia yang daerahnya menunjukkan tren kenaikan kasus Covid-19. Khusus Sumut, kabupaten/kota yang mengalami tren kenaikan kasus konfirmasi di antaranya Kota Padang Sidempuan, Tapsel, Taput, Humbahas, Samosir, Toba, Labuhanbatu, Labura, Nias Selatan, Tapteng, dan Palas.
Soal ini, Gubsu menyebut kondisi tersebut terjadi lantaran adanya kesalahan input data. Sebab, berdasarkan data di lapangan situasi pandemi Covid-19 menunjukkan hal sebaliknya. “Ada satu perosalan, digitalisasi untuk pelaporan ini yang belum sinkron. Kenyataan riil adalah dia turun. Tapi laporan-laporan kni yang membuat tidak konek sama pusat,” katanya. Ia mengaku terjadinya kenaikan level PPKM sejumlah kabupaten/kota lantaran capaian vaksinasinya belum memenuhi target.
Sementara, terkait perkembangan Covid-19 di Sumut, berdasarkan data Kemenkes RI pada Jumat (5/11), kasus baru konfirmasi positif diperoleh penambahan 7 orang sehingga akumulasinya menjadi 105.884 orang. Kemudian kasus kesembuhan bertambah 17 orang, menjadi 102.722 orang. Sedangkan kasus kematian diperoleh 1 orang, menjadi 2.888 orang. Dengan demikian, saat ini kasus aktif Covid-19 Sumut tinggal menyisakan 274 orang.
Gubsu Akui Sempat Stres
Sebelumnya, Gubsu Edy Rahmayadi kembali turun ke lapangan untuk meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19. Dalam kunjungannya ke Kabupaten Simalungun, Kamis (4/11), ia bercerita bahwa sempat alami stres menangani pandemi Corona di Sumut.
“Perlu saya sampaikan bahwa kondisi Covid di Sumut saat ini membaik. Hari ini ada 12 orang yang terpapar. Kalau melihat bulan Agustus lalu kita sampai 2.000 (kasus/hari). Sampai-sampai rumah sakit penuh tak cukup daya tampungnya. Saya sempat stres. Orang ini yang sakit saya yang kurus. Sekarang kita sudah mulai membaik. Kita harus menjaganya,” katanya di areal kantor PT Bridgestone Rubber Sumatera, Dolok Merangir, Simalungun.
Cara menjaganya, sebut Edy, melalui disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Karena selain vaksin, menurut dia, obat utama untuk mencegah penularan virus Corona melalui prokes ketat.
“Dengan apa menjaganya? Dengan menerapkan prokes, mencucui tangan, menjaga jarak, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan. Saudara-saudaraku, berapa banyak yang menjadi korban. Saya mendata yatim piatu akibat Covid ini. Jadi luar biasa Covid ini,” katanya.
Ia ungkapkan, rerata penambahan kasus harian positif di Oktober 2021 sekitar 16-18 kasus. Berbeda dengan pertengahan Agustus 2021 yang kasus hariannya bisa mencapai 1.000-2.000 kasus. Sementara Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur baik di rumah sakit, kini hanya 1,89%.
Gubernur juga ingatkan peningkatan kasus di negara-negara luar termasuk Singapura, Inggris dan lainnya. Ia berharap agar hal itu tidak terjadi di daerah ini. “Sumut jangan sampai kena, harus dijaga semua, karena pengaruhnya kesehatan dan keluarga kita, ekonomi juga memprihatinkan,” imbuhnya.
Selain prokes, vaksinasi adalah hal yang harus terus ditingkatkan. Edy meminta kabupaten/kota terus meningkatkan angka vaksinasi. Jika bisa, hingga akhir tahun, target 75% masyarakat yang tervaksinasi tercapai.
Kepada pengusaha perkebunan, dimintanya agar khusus para pekerja terlebih dahulu divaksinasi secara keseluruhan. Mulai dari tukang dodos harus sudah divaksin. Sehingga para pekerja bisa menghadapi virus Covid-19.
Sementara Direktur Bridgestone Rubber Sumatera, Nobutshu Arai, menyampaikan dosis vaksin pertama ini akan diberikan pada 5.000 orang termasuk tenaga kerja mereka dan masyarakat sekitar. Ia menyebutkan, Bridgestone Sumatera Rubber memiliki sekitar 4.000 tenaga kerja.
Arai juga mengapresiasi kedatangan Gubsu Edy meninjau pelaksanaan vaksinasi di tempatnya. Selain vaksinasi, juga dilaksanakan sunatan massal kepada masyarakat sekitar. Secara simbolis, PT Bridgestone Sumatera Rubber menyerahkan bantuan untuk pembangunan Masjid Agung kepada Gubsu. (ris/prn)
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kuasa hukum RBM (33) korban pelecehan seksual warga Sopo Komil, Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, mendesak Polres Dairi untuk menangkap H (30), yang diduga sebagai pelaku pelecehan seksual pada, 6 Oktober 2021.
Pencabulan-Ilustrasi
Desakan disampaikan Kuasa Hukum RBM yakni, Supri D Silalahi sebagai Ketua Tim didampingi Jasnan David Sipayung, Abdi Manullang dan Adolf Roy Tambunan di Mapolres Dairi, Rabu (4/11).
Korban RBM didampingi tim Kuasa Hukum kepada wartawan menerangkan, dugaan pelecehan seksual dilakukan H terhadap RBM, 6 Oktober 2021, berawal saat korban lagi memasak mie di dapur, kebetulan korban buka warung nasi di kantin perusahaan tambang di Sopo Komil.
“Tiba-tiba saya kaget, pelaku H memeluk saya dari belakang sambil meremas. Saya menghindar, tetapi pelaku mengejar dan mengulangi perbuatannya,”ujar RBM.
Dikatakan RBM, aksi pelaku H terhenti setelah diteriaki, dan kemudian diancam akan melaporkan perbuatannya kepada penegak hukum.
Peristiwa itu kemudian di beritahukan kepada keluarga, atas dorongan keluarga RBM membuat laporan ke Mapolres Dairi, 11 Oktober 2021.
Oknum H, bekerja di perusahaan subkontraktor dari perusahaan tambang dimaksud. Supri mengaku, tim Kuasa Hukum sudah mendatangi Polres Dairi untuk mempertanyakan perkembangan kasus nya. “Jika tak ditangani akan dilapor ke Poldasu,”pungkasnya. (rud/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) untuk siswa Kelas 4, 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD) di Kota Medan telah berlangsung selama satu pekan. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan mengklaim, pelaksanaannya berjalan dengan baik dan lancar.
“Sampai hari ini PTMT tingkat SD sudah berjalan lima hari. Mulai dari tanggal 1 November yang lalu sampai saat ini, semua berjalan dengan baik,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Topan OP Ginting kepada Sumut Pos, Jumat (5/11).
Dikatakan Topan, hingga Jumat kemarin, pihaknya tidak ada menerima laporan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan (prokes) atau terjadinya klaster penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah tingkat SD di Kota Medan, baik SD negeri maupun swasta. “Sejauh ini aman dan terkendali. Tidak ada laporan terjadinya pelanggaran prokes apalagi timbulnya klaster sekolah. Begitu pun akan terus dipantau, karena kan akan kita evaluasi terus PTMT ini,” ujarnya.
Tak cuma tingkat SD, mantan Camat Medan Tuntungan itu juga mengklaim, hingga saat ini pelaksanaan PTMT tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) juga berjalan lancar. Seperti diketahui, pada hari ini PTMT tingkat SMP di Kota Medan justru telah berjalan selama 4 pekan, tepatnya sejak 11 November 2021. “PTMT tingkat SMP juga berjalan lancar. Apalagi siswa SMP ini kan rata-rata sudah divaksinasi, mereka sudah lebih paham dalam menerapkan prokes,” katanya.
Topan juga memastikan, hingga saat ini PTMT tingkat SD hanya diizinkan untuk siswa kelas 4, 5 dan 6. Sedangkan untuk siswa SD kelas 1, 2, dan 3 belum juga diberikan izin untuk mengikuti PTMT. “Jadi sekali lagi kami imbau kepada setiap sekolah tingkat SD di Medan, tolong yang hadir ke sekolah untuk mengikuti PTMT itu adalah siswa kelas 4, 5 dan 6. Untuk siswa kelas 1, 2 dan 3 harap bersabar, saat ini masih harus mengikuti pembelajaran secara daring dulu,” imbaunya.
Topan pun menerangkan, pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) pertama tahun ajaran 2021/2022 tingkat SD akan dilakukan pada Bulan November ini juga. Nantinya, pihak sekolah diberi keleluasaan untuk mengatur teknis pelaksanaan ujian agar tetap sesuai dengan prokes yang berlaku. “Tak ubahnya seperti PTMT, yang diizinkan untuk mengikuti ujian di sekolah juga hanya siswa SD kelas 4, 5 dan 6. Untuk adik-adik yang kelas 1, 2 dan 3, ujiannya secara daring dulu,” terangnya.
Dalam pengawasan jalannya pelaksanaan PTMT tingkat SD maupun SMP di Kota Medan, Topan mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setdako Medan untuk meminta setiap Kecamatan dan Kelurahan agar dapat mengawasi setiap sekolah yang ada di wilayahnya.
“Sebab mereka yang punya wilayah dan yang paling memahami kondisi di lapangan. Kita terus berkoordinasi dengan mereka, supaya pelaksanaan PTMT di 21 Kecamatan dan 151 Kelurahan di Kota Medan ini dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan Sudari ST, tetap meminta Dinas Pendidikan untuk terus melakukan evaluasi saat pelaksanaan PTMT berlangsung di Kota Medan, baik untuk tingkat SD maupun tingkat SMP. “Evaluasi itu yang paling penting sebetulnya, jadi bisa terus berbenah dari hasil temuan di lapangan saat PTMT ini berlangsung,” katanya.
Menurut Sudari, pelaksanaan prokes di sekolah tidak boleh hanya sekadar menjadi syarat dalam digelarnya PTMT di sekolah. Akan tetapi, setiap sekolah justru harus memberikan edukasi dan melatih para siswa untuk selalu mematuhi prokes dengan menerapkan 5M secara ketat.
“Ada banyak sekolah yang westafel nya itu hanya jadi pajangan. Kenapa? Karena gak dipakai. Siswa cuci tangan kalau disuruh, kalau tak disuruh tak cuci tangan. Sedangkan masih banyak sekolah yang menyiapkan westafel hanya sebagai syarat untuk memenuhi prokes, tapi pada akhirnya wastafel jarang sekali digunakan,” tuturnya. Sudari pun meminta agar hal ini harus terus dipantau. Pihak sekolah diminta tidak abai hanya karena PPKM Kota Medan sudah berada di Level 2 bahkan akan turun ke Level 1. Sebaliknya, pihak sekolah diminta untuk mendukung upaya pemerintah dalam terus memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan. (map)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sahabat lama yang juga sama-sama tokoh besar Sumatera Utara, Rapidin Simbolon dan H Tengku Erry Nuradi bertemu di Warung Kopimura, Jalan Patimura Medan, dalam suasana penuh kehangatan, Jumat (5/10/2021). Keduanya pun saling memuji satu sama lain terhadap prestasi masing-masing.
Rapidin yang merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, menyebut pertemuannya dengan Gubernur Sumut periode 2013-2018,Tengku Erry sebagai pertemuan bertuah. Di sisi lain, Tengku Erry memuji sobat lamanya Rapidin yang begitu enerjik saat diberikan kepercayaan menakhodai PDI Perjuanhan Sumut.
Tengku Erry melihat Rapidin adalah figur yang tepat untuk memimpin kepengurusan daerah partai sebesar PDI Perjuangan. “Saya baca dan ikuti perjalanan Pak Rapidin sejak menjadi Ketua DPD PDIP Sumut, akselerasi dan determinasinya sangat mengagumkan. Bertemu dengan berbagai tokoh agama dan turun ke DPC-DPC untuk konsolidasi. Memang seperti itulah layaknya pimpinan partai,” katanya.
Di tengah kehangatan perbincangan itu, Tengku Erry beberapa kali membuka ponselnya dan menunjukkan foto-foto kebersamaan mereka di berbagai kesempatan saat sama-sama masih menjabat. “Saya tidak akan lupa dengan Pak Rapidin. Sosoknya hangat dan selalu terbuka. Saya yakin dengan dukungan dan loyalitas pengurus yang lain, beliau bisa membawa PDIP Sumut lebih besar ke depan,” lanjutnya.
Sementara itu, Rapidin mengingat sosok Tengku Erry sebagai sosok pemimpin yang hangat dan bersahabat terhadap seluruh bupati/wali kota saat dirinya memimpin Sumut. “Dalam berbagai kesempatan saat kami bersama, saya masih menjadi Bupati Samosir, saya mengingat sosok Tengku Erry membawa kami di panggung acara. Memperkenalkan kami satu-persatu dan mengatakan, para bupati/wali kotalah yang ikut membantu dirinya membangun program-program pembangunan di Sumut,” ungkap Rapidin penuh kehangatan.
Dalam pertemuan informal yang berlangsung sekitar tiga jam itu, Rapidin didampingi Sekjen DPD PDIP Sumut Dr Soetarto, Wakil Sekretaris Internal Ahmad Bima Nusa dan beberapa Wakil Ketua Aswan Jaya, dan Brillian Mochtar.
Hadir juga mantan Direktur Utama PT Dhirga Surya Sumut Agus Marwan, mantan Direktur Keuangan PT Dhirga Surya Sumut Dicky Zulkarnain, mantan Kepala Tim Siber Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amudi Manurung, dan jurnalis senior yang juga mantan Pemred Sumut Pos- Jawa Pos Grup Valdesz Junianto Nainggolan.
Rapidin menyebutkan, Tengku Erry adalah model pemimpin yang nasionalis, moderat dan toleran. “Saya belum pernah mendengar beliau menyinggung soal agama, suku bahkan ras. Kenangan itu yang selalu membekas dalam ingatan saya,” kata Rapidin.
Karena model politik kepemimpinan itu pula, menurut Rapidin, seluruh program pembangunan daerah di berbagai kabupaten/kota di Sumut berjalan dengan sangat koordinatif dan sinergis. Bahkan, lanjut Rapidin, di era Tengku Erry pula Pemprovsu pernah mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
Politisi PDIP ini juga mengingatkan perlunya model politik kepemimpinan yang koordinatif untuk membangun Sumut ke depan. Apalagi Sumut, kata dia, provinsi yang memiliki luas wilayah terbesar di Pulau Sumatera dan membutuhkan sinergi dan energi untuk menjadikannya provinsi yang memiliki indeks pembangunan terbaik di Indonesia. “Saya pikir rakyat Sumut masih perlu sosok yang memimpin dan mengordinasi bupati dan walikota dengan hati sebagaimana pernah dipraktikkan Pak Tengku Erry,” tukas Rapidin. (adz)
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO- Diduga terjadinya korsleting listrik dan mengakibatkan televisi meledak, rumah semi permanen milik Sapri (37), warga Dusun III, Desa Penggalangan Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Sergai, ludes terbakar, Jumat (5/11). Tidak ada korban jiwa atas kejadian kebakaran itu, tetapi kerugian ditaksir mencapai Rp 40 juta.
Api bisa dipadamkan oleh warga dengan alat seadanya. Beberapa barang yang ludes terbakar selain rumah, terdiri dari satu unit televisi, satu unit motor merk Honda dan seluruh peralatan rumah tangga.
Penuturan korban, Sapri sekitar pukul 03.30 WIB, korban bersama kedua anaknya tidur di ruang tamu, mendadak mendengar ledekan dari sebuah televisi, kemudian muncul kobaran api yang besar dan langsung membakar lemari di dalam.
Karena melihat kobaran api yang sudah membesar, Sapri membangunkan kedua anaknya dan istri untuk menyelematkan diri. “Spontan saya berteriak meminta pertolongan warga atas kebakaran itu. Warga sekitar memadamkan api menggunakan alat seadanya dan paginya api bisa dipadamkan,” jelasnya.
Masih pengakuan Sapri, karena kobaran api cepat membesar dan membakar isi rumah, banyak peralatan rumah tangga dan satu motor habis terbakar. “Syukur nyawa kami selamat, barang barang tidak ada yang bisa diselamatkan,” bilang Sapri.
Mendapat informasi kebakaran atas laporan masyarakat, Tim Inafis Polres Tebingtinggi, Polsek Tebingtinggi dan KSPK A, Aiptu Terlaksana Sembiring melakukan olah tempat kejadian perkara. Kasi Humas Polres Tebingtinggi Aiptu Agus Arianto membenarkan kejadian kebakaran tersebut. Tidak ada korban jiwa dan kasus tersebut Dan kasusnya sudah ditangani oleh pihak kepolisian. (ian)