32 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 3032

Pekerjaan Pengaspalan Jalan Silalahi-Binangara Sudah 2 Kali Perpanjangan Waktu

PROSES. Terlihat material untuk base proyek hotmik menghubungkan Silalahi-Binangara, Desa Silalahi 2, Kecamatan Silahisabungan Dairi saat proses pekerjaan beberapa waktu lalu.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Proses pekerjaan proyek pengaspalan jalan yang menghubungkan Silalahi-Binangara, Desa Silalahi 2, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, tidak berjalan sesuai kontrak awal. Pasalnya, hingga saat ini, pihak rekanan yakni PT MVP sudah 2 kali mengajukan perpanjangan waktu.

PROSES. Terlihat material untuk base proyek hotmik menghubungkan Silalahi-Binangara, Desa Silalahi 2, Kecamatan Silahisabungan Dairi saat proses pekerjaan beberapa waktu lalu.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Sekretaris Dinas PUTR, Frianto Naibaho dikonfirmasi, Rabu (3/11) membenarkan bahwa pekerjaan pengaspalan jalan hotmix ruas Silalahi-Binangara sudah 2 kali diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan dimaksud.

Frianto menyebut, progres pekerjaan di lapangan diperkirakan sekitar 35- 40 persen.  Nilai kontrak proyek hotmik menghubungkan Silalahi-Binangara sebesar Rp 4,9 miliar lebih.  Frianto memaparkan, pemberian kesempatan pertama selama 50 hari dan kesempatan kedua selama 40 hari, dan denda satu permil per hari dari sisa nilai kontrak.

Pemberian kesempatan selama 90 hari diperkirakan cukup waktu, untuk menyelesaikan pekerjaan dengan asumsi bekerja setiap hari. Saat ini, kata Frianto, progres pekerjaan masih tahap pengamprahan base dan pemasangan bangunan pelengkap. 

Saat ditanya, Dinas PUTR tidak memutus kontrak PT MVP sebagai rekanan, Frianto mengatakan, kontraktor mengaku masih sanggup menyelesaikan pekerjaan tersebut hingga pertengahan Desember. 

Kemudian, pihaknya juga berharap pekerjaan itu bisa tuntas dikerjakan, sehingga masyarakat bisa merasakan dampaknya. Apa lagi, selama ini akses warga Binangara hanya melalui Danau Toba. 

Bila akses itu sudah selesai, masyarakat sudah bisa melalui akses darat baik mengeluarkan hasil maupun mengurus administrasi ke kantor desa maupun kantor camat, ucapnya. 

Volume pekerjaan sepanjang 1,9 kilometer. Dari nilai kontrak, uang muka yang sudah dicairkan pihak rekanan sebesar 20 persen. (rud/sih)

Pemkab Dairi dan BI Sumut Sepakat Datangkan Ahli Tingkatkan Produksi Kopi

TANAM KOPI. Bupati Dairi, Eddy KA Berutu bersama Direktur BI Sumut, Ibrahim menanam kopi di Desa Perjuangan, Kecamatan Sumbul, Dairi. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS. 

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi dan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, sepakat mendatangkan ahli meningkatkan produksi kopi Sidikalang. 

TANAM KOPI. Bupati Dairi, Eddy KA Berutu bersama Direktur BI Sumut, Ibrahim menanam kopi di Desa Perjuangan, Kecamatan Sumbul, Dairi. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS. 

Kesepakatan disampaikan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu bersama Direktur BI Perwakilan Sumut, Ibrahim, saat menghadiri   kegiatan kick off dan pelatihan budidaya good agriculture practise kopi, klaster kopi Gapoktan Berkarya binaan BI Sumut di Desa Perjuangan Kecamatan Sumbul, Selasa (2/11).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Rahmatsyah Munthe, Rabu (3/11) mengatakan, dalam kesempatan itu, Bupati Eddy KA Berutu mengatakan, kegiatan ini membantu pengembangan produktifitas kopi. 

Ini adalah sejarah dan tonggak baru dalam perindustrian kopi Dairi. Dengan adanya Kick Off ini, kita akan kejar tingkat produksi kopi Sidikalang, ucap Eddy.

Eddy mengatakan, jika budidaya kopi ini dikelola secara baik, kesejahteraan petani akan meningkat.  Diharapkan 2 tahun dari sekarang petani kopi sudah berhasil., Pemkab Dairi senantiasa mencari cara dan terobosan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani  salah satunya melalui kerjasama dengan Bank Indonesia.  Dalam kesempatan itu Bank Indonesia sepakat dengan Pemkab Dairi untuk mendatangkan para ahli dalam upaya peningkatan produksi kopi. ‘’Apa yang kita lakukan ini akan  menjadi percontohan bagi kelompok tani lain,’’ujar Eddy.

Gapoktan ini terpilih dengan proses yang panjang oleh Bank Indonesia dan Dinas Pertanian. Maka harus memberikan contoh yang terbaik kepada petani yang lainnya. Bupati Eddy mengatakan, pelatihan budidaya kopi akan berlangsung tahun 2021-2026. Pemkab Dairi menyampaikan, terimakasih kepada Bank Indonesia yang telah mempercayakan program ini.

Direktur BI Sumut, Ibrahim mengatakan, kegiatan ini dijadikan sebagai kick off karena akan menjadi perjalanan panjang selama 5-6 tahun ke depan dalam pengembangan kopi Sidikalang. Dimana kelompok tani yang ikut dalam pelatihan budidaya  ini dipilih atas rekomendasi dari Dinas Pertanian Dairi.

Kick Off dan pelatihan budidaya kopi tersebut ditandai dengan penandatanganan antara Pemkab Dairi dan Bank Indonesia serta penanaman secara simbolis kopi di lahan demplot yang telah disediakan. Adapun varietas kopi yang ditanam adalah Kopi Arabica varietas Komasti dan Kopi Robusta dilahan seluas kurang lebih 2 hektar.

Gapoktan Berkarya binaan Bank Indonesia sendiri memiliki anggota sebanyak 48 orang petani yang berasal dari kelompok tani Desa Perjuangan, Desa Dolok Tolong dan Desa Kentara. (rud/sih)

Gandeng Nissan, PLN Hadirkan Mitra Swasta Penyediaan SPKLU di Indonesia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) dan PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) berkolaborasi dalam penyediaan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Langkah ini akan mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, PLN membuka kesempatan seluruh pihak untuk dapat mengambil peran dalam percepatan implementasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), salah satunya adalah dalam penyediaan infrastruktur pengisian listriknya.

PLN menghadirkan pengembangan skema usaha kerja sama penyediaan infrastruktur SPKLU, pertama berbasis Sharing Economy Model di mana mitra atau calon mitra dapat menyediakan fasilitas pengisian listrik, jasa operasional dan perawatan, atau pun lokasi lahan SPKLU.

“PLN menyiapkan tiga model bisnis pengembangan penyediaan SPKLU dengan menggunakan skema revenue sharing,” kata Bob, saat menghadiri peresmian SPKLU milik Nissan Indonesia, di Jakarta, Senin (1/11/2021).

PLN sangat mengapresiasi semangat PT Nissan Motor Distributor Indonesia yang telah berpartisipasi mendukung akselerasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, dengan menjadi mitra PLN dalam mendukung penyediaan infrastruktur SPKLU yang berada di Wisma Indomobil 3, Jl MT Haryono No 3, Jakarta Timur.

Bob mengungkapkan, dalam kerja sama SPKLU dengan PLN ini, Nissan memilih skema kerja sama Provide, Privately Owned and Operated (PPOO), merupakan skema kerja sama antara PLN dengan mitra, di mana PLN menyediakan dan menjual tenaga listrik, platform teknologi informasi dan komunikasi, sedangkan mitra dalam hal ini Nissan menyediakan, mengoperasikan, dan memelihara fasilitas pengisian ulang serta menyediakan lahan SPKLU.

“Kami sampaikan dengan bangga bahwa PT Nissan Motor Distributor Indonesia adalah partner pertama PT PLN (Persero) dalam kerja sama penyediaan infrastruktur SPKLU skema PPOO (Provide , Privately Owned and Operated) atau berbasis Sharing Economy Model, dengan memilih Model 1,” tutur Bob.

Bob menyebut, PLN saat ini juga telah mengembangkan beberapa model bisnis untuk mendukung rencana kerja sama ini agar lebih atraktif serta efektif mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Skema usaha SPKLU untuk pemegang IUPTL penjualan tersebut berupa ROSO (retail, own, self operated), ROPO (retail, own, privately operated), RPOO (retail, privately owned & operated), RLSO (retail, lease, self operated), RLPO (retail, lease, privately operated). PLN menjual listrik dengan tarif curah (faktor Q=1,01) sekitar Rp 714 per kWh kepada badan usaha IUPTL. Sementara badan usaha bisa menjual listrik ke konsumen dengan harga maksimal Rp 2.466 per kWh.

SPKLU ini telah mendapat nomor identitas  dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, sesuai dengan nomor surat B-2219/TL.04/DLB.2/2021 pada tanggal 11 Oktober 2021 dengan nomor identitas SPKLU 01.PPOO.01.3175.001 dan
01.PPOO.01.3175.002. Berdasarkan nomor identitas SPKLU yang telah diberikan, SPKLU kerjasama ini sudah terkomersialisasi atau berhak beroperasi.

“Kami juga sampaikan bahwa SPKLU ini telah terintegrasi dengan aplikasi Charge.IN sehingga pengguna EV dapat menemukan lokasi SPKLU Wisma Indomobil 3 pada aplikasi charge.IN, serta dengan mudah melakukan pengisian melalui aplikasi charge.IN,” imbuh Bob.

Presiden Direktur PT NMDI, Evensius Go mengatakan SPKLU Nissan menjadi langkah penting bagi Nissan untuk menciptakan ekosistem elektrifikasi di Indonesia.

“Harapannya populasi kendaraan listrik akan cepat berkembang di Indonesia untuk mencapai lingkungan yang hijau dan bebas polusi,” kata Evensius dalam peluncuran SPKLU Nissan.

Evensius juga mengatakan fasilitas SPKLU Nissan tidak hanya untuk mobil listrik Nissan, tetapi juga terbuka untuk umum. Untuk bisa mengisi daya di SPKLU Nissan, pemilik mobil listrik atau motor listrik hanya perlu mengunduh aplikasi PLN Mobile dengan fitur Charge.IN.

Bob menyebutkan, manfaat yang diperoleh bila menjadi mitra penyedia SPKLU di antaranya, pertama, mendukung program pemerintah dalam melakukan transformasi transportasi ramah lingkungan ke kendaraan listrik. Kedua, memanfaatkan peluang bisnis masa depan, di mana berbagai negara untuk transportasi sudah beralih menggunakan KBLBB.

Ketiga, mitra tidak perlu memiliki Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL). Keempat, tersedia dukungan aplikasi digital (Charge.IN) dengan lebih dari 5.000 pengguna, serta memiliki berbagai fitur unggulan lainnya seperti cek lokasi SPKLU, Payment service, maupun monitoring konsumsi tenaga listrik. Terakhir adalah memperbanyak titik lokasi pengisian listrik bagi konsumen KBLBB, sehingga dapat meningkatkan penggunaan KBLBB.

Dirinya melanjutkan, PLN juga menghadirkan produk Home Charging Services yang disiapkan untuk memberikan kemudahan bagi konsumen dalam mendapatkan fasilitas dan layanan pendukung dalam penggunaan KBLBB. Produk Home Charging Services merupakan produk layanan satu pintu bagi pelanggan yang melakukan transaksi pembelian KBLBB di penyedia KBLBB yang bekerja sama dengan PLN.

Adapun keuntungan yang didapat dari fasilitas tersebut adalah, layanan tambah daya listrik, sehingga konsumen pemilik mobil listrik tidak perlu ragu akan kecukupan daya listrik di rumahnya. Berikutnya peralatan home charger, layanan pemasangan home charger, integrasi home charger ke sistem PLN Charge.IN, dimana Konsumen akan mendapatkan diskon tarif penggunaan home charger pada pukul 22.00 – 05.00 WIB sebesar 30%.

Bob menyatakan, PLN sangat mendukung rencana besar pemerintah dalam mengakselerasi implementasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, dengan berkomitmen penuh dalam penyediaan infrastruktur KBLBB dan mengajak berbagai pihak turut berkolaborasi untuk mengakselerasi perkembangan ekosistem KBLBB di Indonesia.

Sampai dengan bulan Oktober 2021, telah terdata 187 unit EV SPKLU di Indonesia, dari data tersebut terdapat 49 unit SPKLU yang dikelola oleh PLN yang tersebar di 39 lokasi dalam 17 kota di seluruh Indonesia, dan saat ini PLN kembali sedang membangun SPKLU sebanyak 67 unit di berbagai lokasi di Indonesia.

Untuk menunjang penggunaan SPKLU, aplikasi Charge.IN juga telah dihadirkan yang dapat diakses di PLN Mobile sebagai platform penggunaan EV Charger dalam pengisian listrik pada KBLBB.

PLN juga telah menghadirkan program stimulus percepatan penggunaan KBLBB yang dapat dinikmati baik bagi pengguna KBLBB maupun kepada para badan usaha penyedia infrastruktur pengisian listrik KBLBB.

Untuk bisa menjadi mitra dari penyediaan SPKLU ini sangat mudah. Para Badan Usaha yang tertarik bekerja sama dapat mengakses https://layanan.pln.co.id/partnership-spklu . Setelah mengaksesnya, para calon mitra dapat mengikuti langkah-langkah yang diperlukan dan PLN akan segera menindaklanjutinya. (ila)

Telkomsel Digital Creative Entrepreneurs 2021 Buka Peluang Perkuat Kapabilitas dan Kompetensi Digital UKM Lokal Kreatif Tanah Air

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai leading digital telco company, Telkomsel berkomitmen untuk terus mengakselerasi transformasi digital sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia agar dapat melesat dengan digital. Salah satu inisiatif yang kini dilakukan Telkomsel yaitu dengan menghadirkan program aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR), yakni Digital Creative Entrepreneurs (DCE) 2021. Dimulainya program tersebut ditandai dengan berlangsungnya webinar Digital Mindset for Digital Acceleration yang diisi oleh para expert, (2/11).

telTelkomsel menghadirkan Program Digital Creative Entrepreneurs 2021 untuk membuka peluang lebih luas bagi para pelaku UKM lokal kreatif agar dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas digital. Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan rangkaian program ini dapat diakses melalui www.dce.co.id.

Melalui program DCE 2021, Telkomsel ingin membuka peluang dan kesempatan lebih luas, #UnlockingOpportunities bagi para pelaku UKM untuk dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas digital melalui rangkaian kegiatan seminar daring (webinar), lokakarya (workshop) dan pendampingan (mentoring) sehingga dapat mendorong pertumbuhan UKM lokal agar para entrepreneurs dan brand owners dapat berdaya dan bersaing di tingkat nasional maupun global.

General Manager Corporate Social Responsibility Telkomsel Andry Priyo Santoso mengatakan, “Telkomsel menghadirkan Digital Creative Entrepreneurs 2021 sebagai salah satu langkah #YangKitaBisa lakukan dalam memaksimalkan pemberdayaan sektor UKM melalui peningkatan kapasitas SDM agar menjadi smart digitalpreneur yang cakap dan terampil dalam memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi yang ada saat ini untuk dapat mengoptimalkan pemasaran, brand value, hingga produk inovatif yang mampu meningkatkan penjualan dan pendapatan. Inisiatif ini juga bagian dari upaya kami dalam #UnlockingOpportunities dan mendukung upaya yang gencar didorong pemerintah agar sektor UKM dapat melewati berbagai tantangan sehingga tetap dapat menjadi penggerak roda perekonomian bangsa di berbagai kondisi melalui pemanfaatan teknologi terkini.”

Pada tahun sebelumnya, Telkomsel pernah menggelar program sejenis melalui Digital Creative Millenials yang khusus menyasar segmen usaha kecil khusus busana oleh milenial melalui program solusi satu pintu berskema kemitraan dengan komunitas supplier dan marketer lokal di Jawa Barat. Pada 2021 kali ini, Telkomsel melakukan pendekatan berbeda dengan membuka peluang seluas-luasnya bagi para entrepreneur dan brand owners lokal, dimana program DCE 2021 yang digelar kali ini terbuka bagi para pelaku UKM di bidang kuliner, fashion, dan kerajinan tangan, serta hadir dengan mengusung semangat kolaborasi yang melibatkan ekosistem digital Telkomsel (99% Usahaku, Telkomsel MyAds, dan Kuncie) dan Emtek Digital (Bukalapak, Vidio, dan KLY). Aksi kolaboratif ini diharapkan dapat menjadikan DCE 2021 sebagai wadah yang lebih optimal dalam mendorong kemajuan sektor UKM lokal untuk lebih berkembang dengan digital.

Dalam program DCE 2021 terdapat beberapa tahap penyeleksian yang akan memilih 150 UKM untuk dapat mengikuti rangkaian program. Para peserta UKM terpilih nantinya akan menjalani masa orientasi dan mentoring selama tiga minggu yang akan didukung oleh sejumlah expert yang berada di ekosistem digital Telkomsel. Selain itu, para UKM terpilih akan mendapatkan akses ke ratusan modul pembelajaran yang dapat diakses melalui website www.dce.co.id, mulai dari brand & design, storytelling, business & campaign, legal & IP rights, digital & social media, market research, quality control, hingga leadership & growth. Selanjutnya, peserta akan kembali disaring hanya menjadi 15 peserta UKM untuk dapat mengikuti sesi workshop, orientasi, dan mentoring selama satu minggu.

Di akhir program, sebagai lanjutan upaya buka semua peluang, Telkomsel menghadirkan program festival virtual UKM dengan memberikan kesempatan kepada 150 peserta DCE 2021 untuk menjangkau pangsa pasar lebih luas. Pendaftaran dan rangkaian program Digital Creative Entrepreneurs 2021 dapat di akses melalui website www.dce.co.id, dan ikuti perjalanan DCE 2021 di social media @DCE_ID.

“Digital Creative Entrepreneurs 2021 diharapkan dapat menjadi peluang besar bagi para pelaku UKM dalam beradaptasi sekaligus mengimplementasikan berbagai perkembangan teknologi terkini yang dapat mendukung kemajuan usaha ke level lebih tinggi. Kami juga meyakini bahwa program ini mampu menghadirkan perubahan signifikan yang berdampak bagi sektor UKM agar dapat bersaing hingga level global. Inisiatif ini juga merupakan keberlanjutan komitmen Telkomsel dalam merangkul para pegiat serta pelaku UKM guna meningkatkan keterampilan yang kedepannya akan berkontribusi sebagai bagian penting dari ekosistem digital bangsa yang dapat mendorong gerakan #BanggaBuatanIndonesia sampai ke mancanegara,” tutup Andry.

Buka Peluang untuk Generasi Kreatif, Smartfren Kokreasi dengan UN1TY dan Acara TV Dari Jendela SMP

VIRTUAL: Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren; Roberto Saputra, Chief Brand Officer Smartfren; Ben Soebiakto, CEO Emtek EX; Dani Sapawie, Co-Produser “Dari Jendela Sekolah”; bersama dengan grup musik UN1TY dalam virtual press conference kokreasi Smartfren, di Jakarta, Rabu (3/11).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Smartfren berkokreasi dengan grup musik populer UN1TY dan salah satu acara TV populer Indonesia, “Dari Jendela SMP” untuk menghadirkan inovasi program dengan tema UN1TY FrenZone Challenge. Program ini merupakan wujud keseriusan Smartfren untuk lebih dekat ke industri kreatif dan masyarakat khususnya generasi muda yang merupakan salah satu kontributor terbesar bagi industri telekomunikasi.

Melalui program ini, Smartfren menjadi brand yang membuka peluang industri kreatif dan mengajak seluruh masyarakat dan generasi muda Indonesia agar dapat ikut serta dalam mengembangkan industri kreatif khususnya musik dan acara televisi di Indonesia. 

Melalui kokreasi inovatif ini, Smartfren bersama UN1TY dan “Dari Jendela SMP” membuka peluang menarik bagi para penggemar dan masyarakat luas untuk menjadi bagian dari peluncuran original soundtrack  sinetron tersebut. Semua bisa mengikuti UN1TY FrenZone Challenge, yang dibagi jadi Duet FrenZone Challenge & Dance FrenZone Challenge.

Cukup buat video yang menunjukan kekompakan FrenZone dengan teman-teman terdekat dan gunakan original soundtrack “Dari Jendela SMP”. Unggah video pertemanan tersebut ke platform Instagram Reels maupun TikTok untuk ikut serta menularkan pertemanan positif di lingkungan anak muda Indonesia. Video pertemanan terbaik yang menunjukan semangat positif akan diumumkan melalui program WOW Talks bersama Rey Bong dan Sandrinna Michelle, kemudian pemenang akan mendapatkan kesempatan ikut serta dalam proses pembuatan acara televisi Dari Jendela SMP.

Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren mengatakan, Smartfren konsisten sebagai operator yang selalu menjadi teman buka peluang untuk masyarakat luas. Kokreasi ini mewakili semangat yang kita bawa saat meluncurkan produk, seperti Smartfren GOKIL MAX dan Smartfren Unlimited.

“Dimulai dari wadah WOW Labs yang mewujudkan kokreasi dengan kreator – kreator lokal berbakat dan Teman Kreasi Indonesia yang mengembangkan UMKM di tanah air. Smartfren ingin lebih mendekatkan diri dengan mereka yang kreatif dan penuh dengan ide – ide positif. Karena itu Smartfren berkokreasi dengan UN1TY dan “Dari Jendela SMP” yang menjadi idola untuk generasi saat ini,” ujarnya.

Tema FrenZone yang kami usung dalam kokreasi ini diharapkan mewakili semangat pertemanan positif anak-anak muda yang kreatif, digital dan saling mendukung. Karena lingkungan pertemanan yang positif dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa.”

Dari Jendela SMP adalah sinetron Indonesia yang merupakan hasil adaptasi dari novel karya Mira W., kini menjadi salah satu acara televisi yang digandrungi oleh anak muda di Indonesia. Sedangkan grup musik UN1TY merupakan grup yang terbentuk dari pertemanan positif, yang kemudian sukses membuat karya dan sangat populer di kalangan anak muda tanah air. Smartfren kemudian berkokreasi dengan UN1TY untuk membuat dan merilis original soundtrack sekaligus video musik resmi untuk sinetron “Dari Jendela SMP”. Video musik spesial ini menghadirkan bintang utama “Dari Jendela SMP”, yakni Rey Bong, pemeran tokoh Joko dan Sandrinna Michelle, pemeran tokoh Wulan.

Tema FrenZone menyajikan pesan mengenai pentingnya menjalin pertemanan yang sehat dan positif. Sebab pertemanan positif, berpengaruh dalam menghasilkan sesuatu yang positif juga. Teman adalah salah satu esensi Smartfren. Dengan menjadi teman, maka layanan yang diberikan Smartfren selalu bisa diandalkan, kapanpun, dimanapun dan apapun momennya.

Smartfren selama ini selalu menjadi teman bagi pelanggan dalam menyediakan layanan telekomunikasi yang terbaik.

Untuk bisa menjadi teman bagi masyarakat dan generasi muda saat ini, Smartfren berinovasi dengan menghadirkan produk-produk seperti Smartfren Gokil Max dan Smartfren Unlimited. Smartfren Gokil Max adalah paket kartu perdana dan paket data dengan kuota sultan, besarnya hingga 36 GB dan unggul karena bisa digunakan untuk internetan di aplikasi apapun dari pagi sampai di tengah malam.

Pelanggan bisa mendapatkan kuota GOKIL MAX dengan harga teman, mulai dari Rp30.000 sampai dengan Rp80.000. Sementara itu, Smartfren Unlimited yang juga sudah diluncurkan di tahun ini, merupakan salah satu upaya Smartfren dalam mendukung kreativitas generasi muda Indonesia. Smartfren Unlimited memberikan keuntungan dan kenyamanan penuh karena bisa digunakan 24 jam di semua aplikasi. Pelanggan bisa memperoleh Smartfren Unlimited mulai dari Rp22,500 sampai dengan Rp100.000.

Kedua produk ini sangat bermanfaat untuk anak-anak muda, generasi Z yang digital native dan tidak ingin akses internetnya dibatasi hanya untuk aplikasi tertentu.

Jangan lupa ikuti Instagram @smartfrenworld dan dapatkan informasi seru mengenai FrenZone, kokreasi Smartfren, UN1TY dan “Dari Jendela SMP”, juga untuk mendapatkan berbagai informasi terkini mengenai Smartfren. (rel/ram)

Siap Bongkar Nama Mafia PCR, Menteri Terlibat Harus Mundur

TES PCR: Petugas medis melakukan tes Covid-19 dengan metode RT-PCR. Mulai kemarin, pemerintah resmi menurunkan harga tes PCR Rp275 ribu untuk Pulau Jawa-Bali, dan Rp300 ribu untuk luar Pulau Jawa-Bali.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Jokowi Mania (JoMan) Imanuel Ebenezer mengaku memiliki data sejumlah menteri yang bertanggung jawab urusan pengadaan PCR. Ia sangat marah setelah membaca laporan tentang persekongkolan elite dalam pengadaan alat tes PCR.

TES PCR: Petugas medis melakukan tes Covid-19 dengan metode RT-PCR.

“Data saya ada menteri terlibat. Beruntung bagi kita, Indonesia memiliki Jokowi yang cepat tanggap menurunkan harga PCR hingga di bawah 300 ribu. Di India saja bisa 200 ribu, kenapa di Indonesia tidak bisa,” ucap kata aktivis yang biasa disapa Noel itu, Selasa (2/11).

Menurut dia, para pejabat pemerintah dan konglomerat yang terlibat harus dihukum seberat-beratnya. “Satu setengah tahun lalu harga PCR mahal. Bahkan pernah di atas 1.2 juta di awal Pandemi. Sekarang terbongkar semua, ada kongsi pengusaha dan politisi cari cuan,” kata Noel itu.

Dia menegaskan dalang dan mafia bisnis kesehatan ini harus menyetop aksi cari cuan mereka. Mereka bisa berbisnis energi, tambang, sawit dll yang tidak merugikan masyarakat terdampak pandemi. “Apalagi menterinya yang terlibat. Dia harus mundur,” kata Noel.

Noel mengaku akan mempertanggungjawabkan pernyataannya ini dengan merilis nama para pejabat dan pengusaha yang bikin harga tes PCR mahal. Dirinya menegaskan akan membawa data tersebut ke lembaga hukum. “Dari kepala sampai ekor harus tanggung jawab. Siapa pun yang memiskinkan rakyat terdampak pandemik harus dihukum mati. Saya akan kawal itu apa pun resikonya,” pungas Noel.

Seperti dikeathui, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan sejumlah pejabat kabinet Presiden Jokowi seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dicurigai bisnis tes PCR di Indonesia.

PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) yang menjadi perusahaan penyedia tes Covid di RI itu disebut didirikan Luhut dan 8 pemegang saham lainnya. Namun, Juru Bicara Menko Marves, Jodi Mahardi menegaskan tak ada konflik kepentingan dari keterlibatan Luhut di PT GSI. 

Jodi mengakui memang sebelumnya ada sejumlah pengusaha yang berniat membantu penanganan pandemi pada awal 2020. Para pengusaha tersebut mengajak Luhut mendirikan PT GSI yang fokus melayani tes Covid-19. Jodi menyampaikan PT GSI tidak pernah membagikan deviden, termasuk untuk Luhut. Keuntungan digunakan untuk menggelar tes Covid-19 gratis secara massal. “GSI ini tujuannya bukan untuk mencari profit bagi para pemegang saham. Sesuai namanya, GSI ini Genomik Solidaritas Indonesia, memang ini adalah kewirausahaan sosial,” ujar Jodi.

Sedangkan beredar kabar terkait Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terlibat dalam bisnis tes PCR, hal itu ditepis oleh Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. Menurutnya, isu tersebut sangat tendensius.”Isu bahwa pak Erick bermain tes PCR itu isunya sangat tendensius. Bisa kita lihat dari data, sampai kemarin tes PCR itu mencapai 28,4 juta di seluruh Indonesia,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/11).

Sementara PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) yang dikaitkan ada keterlibatan Erick Thohir tersebut, tes PCR yang dilakukan sebanyak 700 ribu. “Jadi bisa dikatakan hanya 2,5 persen dari total tes PCR yang sudah dilakukan di Indonesia, hanya 2,5 persen jadi 97,5 persen lainnya dilakukan pihak lain,” ucapnya.

Arya menekankan, jika ada pihak yang mengatakan Erick Thohir terlibat permainan bisnis PCR sangat aneh. “Jadi kalau dikatakan bermain, kan lucu ya, 2,5 persen gitu. Kalau mencapai 30 persen, 50 persen itu oke lah bisa dikatakan bahwa GSI ini ada bermain-main. Tapi hanya 2,5 persen,” ucapnya.

Kemudian, Arya melanjutkan, dalam tubuh GSI sendiri, memang ada yayasan perusahaan besar yaitu Adaro sebagai pemegang saham. Namun, hal tersebut merupakan bentuk kemanusiaan karena sahamnya hanya 6 persen. “Jadi bayangkan, GSI itu hanya 2,5 persen melakukan tes PCR di Indonesia, setelah itu Yayasan kemanusiaan Adaronya hanya 6 persen. Jadi bisa dikatakan yayasan kemanusiaan Adaro ini sangat minim berperan di tes PCR,” jelasnya.

Kemudian dalam yayasan kemanusiaan Adaro ini, Arya menambahkan, Erick Thohir sejak menjabat sebagai menteri sudah tidak aktif lagi pada urusan bisnis dan yayasan.”Jadi sangat jauh lah dari keterlibatan atau dikaitkan dengan Pak Erick Thohir. Apalagi dikatakan main bisnis PCR jauh sekali. Jadi jangan tendensius seperi itu kita harus lebih clear melihat semua,” pungkasnya.

Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR Achmad Baidowi alias Baidowi, mendesak agar dugaan keterlibatan pejabat pemerintah dalam bisnis tes PCR untuk dibuka ke publik.

“Harus diungkap secara gamblang benar tidaknya, apakah kemudian pejabat itu melanggengkan ada kepentingan bisnis di balik itu. Kalau kemudian publik mencurigai, ya wajar publik curiga. kecurigaan publik harus dijawab secara profesional, benar atau tidak yang dicurigai publik,” ujar Awiek kepada wartawan, Selasa (2/11).

Anggota Komisi VI DPR ini menuturkan, wajar masyarakat punya kecurigaan bahwa tes PCR ini dijadikan ladang bisnis bagi pejabat pemerintah. Hal ini lantaran berubah-ubahnya aturan pemerintah mengenai syarat penerbangan. (jpnn/ila)

Sidang Perdana Korupsi Dana Desa, Mantan Camat Natal Rugikan Negara Rp887 Juta

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Camat Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Riplan menjalani sidang perdana di Ruang Cakra 4 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (1/11). Warga Komplek Johor Mas Blok D, Medan Johor/Jalan Pahlawan Pasar II, Kabupaten Madina ini, didakwa atas dugaan korupsi dana desa (DD) yang merugikan negara Rp887 juta. 

Ilustrasi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agustini menguraikan dalam dakwaanya, perbuatan tersebut dilakukan terdakwa Riplan bersama-sama saksi Nirwana selaku Kasi Pemerintahan Kecamatan Natal, Tahun Anggaran (TA) 2019-2020. 

“Di mana terdakwa Riplan memerintahkan kepada para Kepala Desa se-Kecamatan Natal untuk memuat beberapa kegiatan yang wajib ditampung didalam APBDes 2019, yaitu kegiatan Pengadaan/Pembelian HT, Buku Perpustakaan Milik Desa, Pelatihan PKK TA 2019 dan Pelatihan Tanggap Bencana Alam,” ujarnya dihadapan hakim ketua, Sulhanuddin. 

Lebih lanjut, kata dia, usulan itu kemudian ditolak oleh dua kepala desa (kades), yakni saksi Tasmil selaku Kades Sundutan Tigo dan Nurul Mahmudi selaku Kades Sikira-kira I. 

“Saat itu terdakwa menentang keputusan para kepala desa tersebut dengan mengatakan bahwa kegiatan yang diperintahkannya, wajib ditampung didalam APBDes Tahun 2019,” katanya. 

Bahwa setelah itu, para Kades melaksanakan musyawarah desa dengan masing-masing masyarakat yang dihadiri badan permusyawarahan desa (BPD) masing-masing desa. Pada saat itu, terdapat beberapa masyarakat serta BPD yang tidak setuju dengan kegiatan yang diperintahkan oleh terdakwa. Atas hal itu, Kades Sikirakira I menyusun APBDes tahun 2019 sesuai dengan hasil musyawarah desa yang telah dilaksanakan saat itu. 

Namun, lanjutnya, terdakwa menolak menandatangani APBDes TA 2019 yang disodorkan saksi Nurul, hingga empat kali penolakan. Lantas oleh saksi Nurul, menyampaikan hal itu dalam musyawarah desa. 

Selanjutnya, saksi Nirwana diperintahkan oleh terdakwa untuk meminta uang kepada 11 Kepala Desa untuk pengadaan/pembelian Handly Talk (HT) TA 2019 dan Pengadaan Buku Perpustakaan Desa TA 2019 sesuai dengan nilai yang telah ditentukan sendiri oleh terdakwa. 

Dimana, sebutnya, setiap Kades untuk pembelian HT, menyerahkan uang sebesar Rp13.425.000. Dan pengadaan buku perpustakaan milik desa, terdapat 22 desa menyetorkan uang ke saksi Nirwana sebesar Rp5-7,5 juta total Rp136,5 juta. 

“Namun sampai akhir Tahun Anggaran 2019, terdakwa tidak ada menyerahkan buku perpustakaan tersebut kepada kades yang telah menyerahkan uang untuk pembelian buku perpustakaan tersebut (fiktif),” ungkapnya. 

Kemudian, pada pelaksanaan PKK dan pelatihan tanggap bencana alam TA 2019, kembali saksi Nirwana diperintahkan terdakwa mengumpulkan uang dari setiap Kades se-Kecamatan Natal. Uang yang dikutip dari 28 kades, masing-masing menyerahkan Rp6 juta dengan total keseluruhan sebesar Rp168 juta. 

“Berdasarkan keterangan saksi Nirwana, menyerahkan uang sebesar Rp80.000.000 kepada terdakwa di rumah dinas Camat Natal yang yang disaksikan oleh saksi Hendra, Nori dan Netty (istri terdakwa),” bebernya.

Kemudian, pelaksanaan kegiatan tanggap bencana alam, saksi Nirwana menerima Rp274 juta dari beberapa Kades. Kemudian, urainya JPU, kegiatan berlanjut hingga tahun 2020, terdakwa mengumpulkan para kades lagi untuk memerintahkan memasukkan kegiatan titipan terdakwa agar dimuat dalam PAPBDes Tahun 2020.

“Yang mana kegiatan titipan tersebut adalah Kegiatan Pelatihan 3 Pilar, Kegiatan BPD, Kegiatan LPM, dan PKK TA 2020,” sebutnya. 

Bahwa atas seluruh pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan tersebut, terdakwa juga memerintahkan panitia kegiatan untuk membuat Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dari keseluruhan kegiatan yang dilaksanakan dengan nilai pertanggungjawaban dibuat sesuai dengan nilai anggaran yang tertuang dalam PAPBDes TA 2020.

“Namun SPJ tersebut ditolak oleh para Kepala Desa karena SPJ tersebut belum ditanda tangan (kosong),” katanya. 

Bahwa akibat dari perbuatan terdakwa Riplan selaku Camat Natal TA 2019-2020, telah menyebabkan Kerugian Keuangan Negara Cq Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, yang bersumber dari Dana Desa (DD) se-Kecamatan Natal sebesar Rp877.055.000.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU RI No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1e KUHPidana.

“Atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b, Ayat (2), (3) UU RI No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana,” pungkasnya.

Usai mendengarkan dakwaan, terdakwa melalui penasihat hukumnya mengajukan nota keberatan atas dakwaan (eksepsi), pada sidang pekan depan. (man/azw) 

Parulian Simanungkalit, Perkenalkan Kota Pematangsiantar

Parulian Simanungkalit

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Tumbuh dan besar tanpa kasih orang tua tidak membuat dirinya menjadi sosok yang minder. Sebaliknya, bertambahnya umur membuat dirinya terus memupuk rasa percaya diri dengan tujuan untuk menjadikan dirinya berprestasi dalam bidang yang digelutinya. Dan rasa percaya diri inipula yang mengantarkan Parulian Simanungkalit menjadi Grand Finalis pada ajang Male Peagent The Most Man International Indonesia 2021.

“Kekurangan dalam satu sisi hidup tidak harus membuat kita terpuruk dan menyalahkan nasib. Sebaliknya, kita harus bangkit untuk membuat kita melupakan apa yang menjadi kekurangan kita,” ujar pria kelahiran 31 Maret 1990 ini.

Lian, panggilan akrabnya mengakui bukan hal yang mudah untuk mewujudkan prestasi tersebut dengan segala keterbatasan yang dimilikinya. Tetapi, dukungan dari orang yang menyayanginya dengan tulus, yaitu opung (nenek, red) dan adiknya membuat diri Lian mulai menorehkan prestasi, seperti menjadi anggota Paskibraka Indonesia Pematangsiantar 2007.

“Aku hanya dibesarkan oleh opung, dengan segala keterbatasan biaya dan lainnya. Dan saat aku terpilih menjadi Paskibraka Indonesia Kota Pematangsiantar 2007, aku melihat senyum opung yang diiringi dengan air mata. Aku tahu, aku telah membuat dirinya bangga. Dan inilah langkah awal aku untuk meraih prestasi lainnya. Dan yang menjadi cambuk, adalah saat aku mengikuti The Most Man International Indonesia,” ungkapnya.

Ya, ajang Male Peagent ini membuat dirinya harus belajar berbagai hal, salah satunya adalah bagaimana menjaga diri dan hati dan bersosialisasi dengan berbagai hal dalam hidup ini. Karena tidak bisa dipungkiri, para peserta lainnya dalam ajang ini adalah pria yang berbakat dan memiliki prestasi melebihi dirinya.

Walau sempat merasa minder, tetapi Lian mampu mengalahkan rasa kurang percaya dirinya tersebut dengan tekad yang sudah bulat dalam dirinya. Baginya, ajang ini bukan hanya untuk menaikkan nama saja, tetapi lebih dari itu, yaitu memperkenalkan kota kelahirannya, yaitu Pematangsiantar.

“Aku merasakan kasih sayang yang tulus di sana. Aku menjadi Paskibraka pada 2007 yang lalu juga karena Pematangsiantar. Selain alasan pribadi tersebut, saat ini Pematangsiantar telah berkembang menjadi salah satu tolak ukur pendidikan di Sumatera Utara. Dan aku bangga menjadi orang yang lahir dan besar di sana,” lanjutnya.

Lian juga ingin menjadi pioner bagi pemuda di Pematangsiantar, bahwa banyak bakat dan talenta yang ada di kota terbesar kedua di Sumatera Utara ini.

Dari ajang The Most Man International Indonesia ini pula, kini Lian telah memiliki berbagai prestasi, seperti tampil dalam Man Fashion Style 2021 di Surabaya, Jember Fashion Society 2021 di Jember, dan Surabaya Fashion Week 2021. Bahkan, berkat dari ajang ini, Lian berpastisipasi menjadi designer pada Mucha X Lian di Jember Fashion Society 2021.

“Dan satu lagi, visi misi The Most Man International Indonesia sangat cocok denganku. The Most Man International ini konsen pada wisata yang cocok dengan hobiku travelling, dan mengurangi polusi plastik yang cocok dengan hidup sehat yang mulai saya terapkan,” tutupnya. (ram)

Perkuat Silaturahim dan Keistimewaan Wanita dalam Islam, Pengajian Khadijah Undang UAS

AKRAB: Mantan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap sedang berbincang akrab dengan Ustad Abdul Somad.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Pengajian Khadijah yang sudah berdiri sejak 17 tahun yang lalu menghadiri penceramah, Ustad Abdul Somad pada Senin (1/11). Diharapkan, kehadiran penceramah yang dikenal kocak ini dapat meningkatkan silaturahim para anggota pengajian dan warga Medan.

Ratusan orang hadir di kediaman mantan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap. Kehadiran mereka untuk menyaksikan ceramah Ustad Abdul Somad yang merupakan penceramah yang dikenal kocak.

Founder Pengajian Khadijah, Rita Wizni mengatakan kehadiran Ustad Abdul Somad diharapkan dapat mengobati rasa rindu anggota pengajian yang sudah lama tidak mendengarkan secara langsung ceramah dari Ustad Abdul Somad.

“Dengan kehadiran Ustad Abdul Somad diharapkan dapat meningkatkan semangat para anggota untuk mengaji. Karena, bagaimanapun seorang ibu adalah sekolah bagi anak-anaknya,” ujar istri dari Rahudman Harahap ini.

Dijelaskannya, seorang ibu menjadi tumpuan keluarga dan negara. Dari seorang ibu akan mendidik anak untuk menjadi orang saleh atau hanya menjadi sampah di masyarakat. Seorang ibu pula yang memenuhi kebutuhan keluarganya, mulai dari makanan, kesehatan, dan lainnya.

Oleh karena itu, bila seorang ibu adalah orang yang cerdas maka besar kemungkinan anak yang dididik bisa menjadi baik, dalam sisi agama maupun dunia.

“Sekolah itu berawal dari seorang ibu, karena ibu yang mendidik anak, mulai beradaptasi dengan sekitar, berpikir, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rahman yang turut hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa seorang ibu yang menjadikannya sukses seperti saat ini. Bahkan, orang yang membuat dirinya berduka adalah ibu dari anak-anaknya.

“Saya berharap, ceramah Ustad Abdul Somad membekas di hati kita. Dan membuat kita lebih hormat dan menyayangi ibu kita,” ujarnya.

Ustad Abdul Somad dalam ceramahnya mengatakan bahwa Islam sangat menghargai seorang ibu. Terbukti dalam sebuah hadis yang mengatakan untuk menghormati ibu, ibu, dan ibu dan setelah itu ayahmu.

“Kenapa 3 kali, karena seorang ibu mengandung, melahirkan, dan menyusui anaknya. Hal itu yang tidak bisa dilakukan oleh ayah,” ujarnya.

Abdul Somad mengatakan seorang ibu yang membesarkan 3 anak perempuan, merawat mereka dengan baik, dan menikahkan mereka dengan orang baik maka surga menjadi tempatnya.

“Ini membuktikan bahwa wanita, perempuan, dan ibu itu memiliki nilai penting dalam Islam,” lanjutnya.

Oleh karena itu, dirinya berpesan kepada para peserta yang hadir untuk tidak membedakan jenis kelamin anaknya. Karena, seorang anak adalah rezeki yang diberikan oleh Allah SWT.

“Rawatlah mereka untuk menjadi anak yang saleh, dan dapat membesarkan agama,” ungkapnya.

Abdul Somad juga mengatakan seorang ibu yang membesarkan anak yatim, maka akan mendapatkan Rahmat dunia akhirat baginya.

“Apalagi anak itu menjadi hafiz. Bukan hanya mendapatkan mahkota, maka ibu itu akan mendapatkan hidayah,” tutupnya. (ram)

Sidang Jual Vaksin secara Ilegal, Pemberi Suap Dituntut 2,5 Tahun Penjara

TUNTUTAN: Selviwaty alias Selvi seorang, terdakwa kasus penyuapan vaksin menjalani sidang tuntutan secara virtual, Senin (2/11) sore.agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengusaha asal Medan, Selviwaty alias Selvi dinilai terbukti menyuap dua dokter berstatus aparatur sipil negera (ASN) untuk melakukan vaksinasi berbayar, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (2/11) sore. Dalam persidangan terdakwa diganjar tuntutan selama 2 tahun 6 bulan penjara.

TUNTUTAN: Selviwaty alias Selvi seorang, terdakwa kasus penyuapan vaksin menjalani sidang tuntutan secara virtual, Senin (2/11) sore.agusman/sumut pos.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendri Edison dalam nota tuntutannya menyatakan, terdakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a UU No 31 Tahun 1999 junto (jo) Undang Undang (UU) No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Meminta supaya majelis hakim menjatuhkan terdakwa Selviwaty alias Selvi dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan, denda Rp100 juta, subsider 4 bulan kurungan,” ujarnya di hadapan Hakim Ketua Saut Maruli Tua Pasaribu.

Menurut JPU, terdakwa Selviwaty telah memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri sipil (PNS) atau ASN dalam hal ini kepada dr Indra selaku Kepala Klinik Pratama Rutan Tanjunggusta dan dr Kristinus Saragih yang merupakan ASN di Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut).

Usai memdengarkan tuntutan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada Selvi untuk menyampaikan pembelaannya (pledoi). Dalam nota pembelaan secara lisan, terdakwa Selvi memohon agar majelis hakim memberikan hukuman seadil-adilnya.

“Saya mohon yang mulia agar hukuman saya diputus yang seringan-ringannya,” ucapnya.

Sementara itu, JPU menanggapi pembelaan terdakwa, langsung menyatakan tetap pada tuntutannya. Selanjutnya, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dalam agenda pembacaan putusan.

Mengutip surat dakwaan, perkara yang menjerat ketiga terdakwa, bermula saat terdakwa Selviwaty meminta dr Kristinus, memvaksin orang-orang yang akan dikoordinir olehnya.

Selanjutnya, Selvi mengumpulkan uang dari orang-orang yang akan divaksin tersebut, dan dr Kristinus mendapat Rp250.000 perorang sekali suntik. Mereka berdua pun melaksanakan vaksinasi berbayar tersebut.

Ketika dr Kristinus tidak sanggup lagi karena kehabisan stok vaksin, maka ia menyuruh Selviwaty meminta bantuan ke temannya dokter yang ditugaskan di klinik Rutan Tanjunggusta Kelas I Medan yakni terdakwa dr Indra. Selanjutnya, Selviwaty membuat kesepakatan dengan terdakwa dr Indra yakni akan diberikan uang sebesar Rp250.000 perorang untuk sekali suntik vaksin.

Dari hasil penjualan vaksin itu, ketiga terdakwa memperoleh keuntungan yang bervariasi. Untuk dokter Kristinus Sagala memperoleh Rp142.750.000 dari 570 orang. Sedangkan yang diterima Selviwaty sebesar Rp11 juta, Dokter Indra memperoleh Rp134.130.000 rupiah dari 1.050 orang. Yang diterima Selviwaty sebesar Rp25 juta. (man/azw)