28 C
Medan
Friday, January 16, 2026
Home Blog Page 3032

MAXstream Rilis ‘Eyang Putri’, Film Horor Klasik Tentang Teror Klenik Keluarga

JAKARTA, SUMUTPOS.CO  – MAXstream, platform market place konten video on-demand (VoD) terdepan dan berkualitas dari Telkomsel terus bergerak maju dalam memberikan konten hiburan digital terbaik bagi para pelanggan. Kali ini, MAXstream berkolaborasi dengan Banda Tera Studio 2019 merilis konten orisinal berjudul ‘Eyang Putri’, sebuah film horor klasik yang berkisah tentang teror klenik dalam sebuah keluarga. Film ‘Eyang Putri’ dapat disaksikan secara eksklusif di MAXstream sejak 8 Oktober 2021.

Telkomsel melalui MAXstream berkolaborasi dengan Banda Tera Studio 2019 merilis konten orisinal horor klasik berjudul ‘Eyang Putri’ yang tayang secara eksklusif di MAXstream mulai 8 Oktober 2021. Informasi lebih lanjut mengenai berbagai pilihan paket khusus dan cara aktivasi untuk mengakses konten MAXstream, serta ragam pilihan konten digital menarik lainnya, dapat diakses melalui tautan tsel.me/maxstream.

Vice President Digital Lifestyle Telkomsel Nirwan Lesmana mengatakan, “Hadirnya konten orisinal ‘Eyang Putri’ ini merupakan keberlanjutan wujud nyata komitmen Telkomsel sebagai leading digital telco untuk mengembangkan portofolio bisnis hiburan digital yang dapat semakin membuka peluang lebih luas bagi sineas lokal untuk berkarya melalui platform VoD terdepan MAXstream. Kami juga berharap, film ini mendorong pengayaan kreatif konten orisinal MAXstream yang berkualitas serta dapat dinikmati pelanggan kapan pun dan di mana pun melalui teknologi digital.”

‘Eyang Putri’ merupakan film yang ditulis dan diproduseri oleh Lele Laila, penulis skenario film Danur. Film ini berkisah tentang Gendis (Sheila Dara Aisha) bersama sang suami, Reza (Miller Khan) dan anaknya, Anya (Shaquilla Nugraha) yang menyaksikan beragam keanehan pada diri neneknya, Eyang Sri (Marini Soerjosoemarno). Pada sekali malam Eyang Sri tertawa seperti anak kecil, berbicara seperti kakek-kakek dan sering kali melukai dirinya sendiri. Semakin lama, Gendis mendapati bahwa keanehan tersebut merupakan teror klenik di luar nalar yang mengancam nyawa Gendis, keluarganya, dan Eyang Sri.

Nirwan lebih lanjut menjelaskan, film berdurasi 88 menit tersebut dikemas dengan menampilkan cerita dan alur yang tidak mudah ditebak sehingga mampu membuat penonton terus penasaran dari awal hingga akhir cerita. ‘Eyang Putri’ menyajikan berbagai scene yang mampu menghadirkan efek kejutan kepada penonton sebagaimana genre horor khas Indonesia.

Hadirnya konten orisinal bergenre horor klasik ini merupakan bagian dari komitmen MAXstream untuk memajukan industri perfilman di Indonesia sekaligus mempertegas komitmen Telkomsel menjadi ‘The Home of Entertainment’ bagi masyarakat Indonesia. Sampai saat ini, MAXstream secara konsisten terus memproduksi tayangan orisinal berupa serial, film, maupun professional generated content. MAXstream telah menyajikan berbagai konten orisinal dengan beragam genre, seperti ‘Lubang Kunci’, ‘Sajadah Panjang’, ‘Serigala Langit’, ‘Mangi-Mangi’, serta yang terbaru ‘Kau dan Dia’.

“MAXstream akan terus menghadirkan beragam konten orisinal dengan mengedepankan prinsip customer-centric untuk dapat memenuhi kebutuhan digital lifestyle para pelanggan akan hiburan berkualitas. Ke depan, MAXstream akan terus membuka peluang lebih luas bagi insan kreatif Tanah Air untuk berkarya melalui aksi kolaborasi dalam menghadirkan beragam konten orisinal berkualitas. Dengan semakin beragamnya pilihan konten orisinal, diharapkan MAXstream akan selalu menjadi platform VoD terdepan pilihan masyarakat, khususnya penggemar film di Tanah Air, sehingga turut mendorong penguatan ekosistem digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Nirwan.

Hingga saat ini, aplikasi MAXstream telah diunduh lebih dari 30 juta kali, baik melalui Google Play Store maupun App Store. Informasi lebih lanjut mengenai berbagai pilihan paket khusus dan cara aktivasi untuk mengakses konten MAXstream, serta ragam pilihan konten digital menarik lainnya, dapat diakses melalui tautan tsel.me/maxstream.

Miliki Potensi Ekonomi Yang Baik, Selebgram Kompak Ada Yang Baru di Medan Johor

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kecamatan Medan Johor kini memiliki potensi ekonomi yang baik bagi pelaku usaha, terutama kuliner. Dengan ini, sejumlah Selebgram di Kota Medan secara gamblang disebutkan ada yang di Medan Johor.

Lokasi kuliner di Medan Johor.(ist).

Uniknya, semua selebgram yang ikut meramaikan justru kompak merahasiakan event apa yang akan diluncurkan. Tak pelak ini memunculkan rasa penasaran di tengah warganet.

Mulai dari mengomentari Instagram Story si selebgram, menanyakan langsung pada warganet di Instagram pribadi, sampai dengan menyebut (mention) langsung ke masyarakat yang tinggal di daerah Medan Johor tentang apa yang sebenarnya terjadi di Medan Johor.

Beberapa komentar warganet yang merespon kami rangkum dari beberapa akun Selebgram di antaranya, akun Instagram @dimas* menulis: Palingan abang-abang angkringan Kesawan dipindahkan ke Johor. Lalu ada juga akun dengan nama @Erlinda* yang menulis: Biasanya kalau selebgram kompakan gini pasti mau launching resto baru punya mereka.

Tidak sedikit warga Medan Johor yang ikut merespon, salah satunya akun @Armiin3* yang menulis: Rumahku di Johor, memang ada yang baru di sini. Gorengan 2 ribu 3. Akun @Faisalzul* ikut mengomentari: Kalok nggak salah ada steling es boba baru di deket diamond swalayan. Jangan-jangan itu punya artis.

Komentar warganet yang menyebut tempat hiburan, resto, hingga coffeeshop sebagai isi dari kejutan pun cukup beralasan. Apalagi Medan Johor termasuk salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi terpesat di Kota Medan.

Tercatat beberapa brand restoran cepat saji internasional, kedai kopi, hingga bazaar kuliner modern sudah lebih dulu hadir di Medan Johor. Ini tentu menjadi representasi gambaran pasar konsumen kawasan Medan Johor yang potensial.

Pengembangan outer ringroad Medan bagian selatan juga ikut disinggung warganet. Mereka mengaitkan pemberitaan ini pada program infrastruktur pemerintah daerah tersebut. Perlu diketahui, pengembangan outer ringroad Medan bagian selatan cukup santer terdengar dan akan menyambungkan akses wilayah Patumbak, Delitua, hingga Tanjung Morawa. Alhasil ini juga pasti memberi pengaruh positif bagi pertumbuhan kawasan Medan Johor.

Saat dimintai konfirmasi lebih lengkap, salah seorang selebgram mengaku belum bisa mengungkap secara rinci tentang hal baru apa yang sebentar lagi ada di Medan Johor. Tapi pihaknya membenarkan bahwa berita ini akan memberi kejutan pada masyarakat Kota Medan khususnya warga Medan Johor.

“Saat saya mendapat penjelasan spesifik tentang kejutan ini, saya sangat tertarik. Warga Medan pun saya yakin bakal sangat antusias dengan kejutan yang sebentar lagi diluncurkan ini”, tulis akun @dayatpilianggg dalam wawancara melalui direct messages Instagram. @dayatpilianggg diketahui merupakan salah satu Selebgram yang ikut meramaikan tagline: Ada Yang Baru di Medan Johor.(gus)

Kantongi Dukungan Mayoritas DPC Demokrat se-Sumut, Armyn Simatupang Diharap Rangkul Semua Potensi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Musda IV DPD Partai Demokrat Sumut diharapkan berlangsung dalam suasana kondusif dan menjadi momentum memperkuat kebersamaan kader serta soliditas partai seperti yang diinginkan DPP. Karenanya, semua kandidat diharapkan saling merangkul dan memberdayakan potensi yang ada demi kebesaran Partai Demokrat di Sumut.

Parlaungan Simangunsong, anggota DPRD Sumut Fraksi Partai Demokrat

“Tidak ada istilah lawan dalam Musda nanti, sebab kita semua adalah kader Demokrat yang berada dalam satu rumah yang sama. Tujuan kita ber-Musda seperti petunjuk organisasi yang dikeluarkan DPP, adalah memperkuat kebersamaan kader dan soliditas partai,” kata politisi Partai Demokrat Sumut, Parlaungan Simangunsong, Senin (11/10).

Untuk itu, Parlaungan berharap, meski Armyn Simatupang telah mengantongi dukungan lebih dari 2/3 suara DPC, tetapi tetap harus terus terbuka untuk menjalin komunikasi dengan DPC lainnya. “Rangkul juga kandidat lainnya dan potensi yang dimilikinya untuk bersama duduk di kepengurusan DPD guna membesarkan Partai Demokrat. Kita harus menyatukan potensi yang ada agar kemenangan di Pemilu 2024 bisa kita capai,” ucap anggota DPRD Sumut ini.

Parlaungan yang merupakan salah satu pendukung utama pencalonan Armyn Simatupang menyebut, semua kader diharapkan memiliki kesadaran bahwa Musda harus diberhasilkan, sehingga terbentuk kepengurusan DPD yang kuat dan kompak. Dengan dirampungkannya Musda tentu seluruh tingkatan organisasi bisa berkonsentrasi penuh dalam mempersiapkan administrasi yang diperlukan agar Partai Demokrat ikut sebagai peserta Pemilu 2024.

“Tidak perlu ada energi yang kontraproduktif dilakukan jelang Musda. Mari kita konsentrasikan energi yang kita miliki untuk mengembalikan kejayaan dan kemenangan Partai Demokrat di Pemilu 2024,” ucap Parlaungan yang juga mantan anggota DPRD Medan dua periode ini.

Menurutnya, jika memungkinkan pemilihan ketua DPD berlangsung secara aklamasi, maka akan didapat pula nilai plus kader Demokrat Sumut di mata DPP. “Tentu DPP akan senang ya, melihat kader di Sumut bisa menentukan pilihan ketua dalam semangat musyawarah mufakat,” pungkasnya. (adz)

53,7 Persen Formasi PPPK Guru Honorer Terisi, Kelulusan Guru Agama Minim

Mendikbudristek Nadiem Makarim.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Total ada 173.329 ribu guru honorer yang lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap pertama. Angka ini baru mengisi 53,7 persen formasi yang tersedia, yakni 322.665 posisi.

Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Mendikbudristek, Nadiem Makarim mengatakan, akan segera mengangkat guru honorer tersebut menjadi PPPK.

“Di ronde pertama saja dari 322.665 formasi yang dilamar, 173.329 formasi telah terpenuhi. Artinya 53,7 persen dari formasi tersebut dipenuhi,” ungkap Nadiem dalam Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Guru ASN PPPK, Jumat (8/10) lalu.

Adapun pemerintah membuka formasi untuk guru PPPK sebanyak 1.002.616. Sementara pemerintah daerah (pemda) hanya mengajukan formasi sebanyak 506.252 dengan 322.665 guru honorer yang melamar.

“Jadi saat ini ada 183.587 formasi yang belum di lamar, ini kebanyakan ada di daerah kecil. Kami haraokan formasi kosong ini dipenuhi pada ronde berikutnya,” imbuh Nadiem.

Nadiem pun menjelaskan, jumlah guru honorer yang akan lolos menjadi PPPK masih bisa bertambah. Pasalnya, akan ada seleksi tahap kedua dan ketiga.

“Bagi yang belum lolos passing grade jangan khawatir, masih ada ronde kedua dan ketiga di tahun ini. Tapi kalau butuh waktu untuk belajar lagi masih ada tahun depan,” katanya.

Namun, rekrutmen guru PPPK ini, tak lepas dari sorotan. Kali ini sejumlah pihak menyayangkan minimnya kelulusan formasi PPPK guru agama. Kondisi ini cukup memprihatinkan karena di lapangan sedang terjadi kekurangan guru, khususnya guru agama.

Seperti diketahui setelah tertunda beberapa hari, pemerintah akhirnya mengumumkan kelulusan rekrutmen guru PPPK tahap pertama. Sebanyak 173.329 orang pelamar dinyatakan lulus sebagai guru PPPK. Jumlah ini setara dengan 53,7 persen dari 322.665 formasi guru PPPK telah terisi.

Sorotan terhadap minimnya jumlah guru agama yang lulus seleksi PPPK itu, diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perkumpulan Teacherpreneur Indonesia Cerdas (PTIC) Dodi Iswanto. Dia mencontohkan di Kabupaten Lebak, Banten ada 440 guru agama yang mendaftar.

“Dari jumlah tersebut hanya 28 orang yang dinyatakan lulus,” jelasnya, Sabtu (9/10) lalu.

Dia mengatakan, minimnya jumlah kelulusan formasi guru agama itu bukan karena mereka tidak memenuhi nilai ambang batas atau passing grade. Tapi karena formasi guru agama dalam rekrutmen PPPK tahun ini sangat sedikit. Dodi mengatakan, banyak guru agama yang mengeluhkan pemerintah tidak adil. Karena proporsi formasi guru agama dalam perekrutan PPPK tidak sebanding dengan guru mata pelajaran lainnya.

“Perlu jalan keluar untuk persoalan ini. Formasi guru agama dalam rekrutmen ASN, termasuk PPPK harus diperbanyak,” ujarnya.

Dodi pun mengatakan, secara regulasi usulan pengisian formasi guru agama di daerah adalah kewajiban pemerintah daerah setempat. Tapi dia menjelaskan, Kemendikbudristek juga bisa berinisiatif menyediakan formasi untuk menutup kekurangan guru agama di sekolah-sekolah.

Secara umum Dodi mengapresiasi, karena pemerintah akhirnya mengumumkan kelulusan rekrutmen guru PPPK. Termasuk juga adanya sejumlah afirmasi atau kemudahan. Khususnya kemudahan bagi guru-guru honorer kategori dua dengan usia di atas 50 tahun. Untuk guru-guru kategori ini, pemerintah meniadakan nilai ambang batas. Kebijakan ini sejalan dengan usulan mereka sebelumnya. (jpc/saz)

Komitmen Lanjutkan Kerja Sama, Bupati Dorong UMSU Buka Kampus di Sergai

dialog: Mendikbudristek Nadiem Makarim saat melakukan dialog secara virtual di sela meninjau pembelajaran tatap muka di SD Negeri Dasan Baru, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, baru-baru ini.ANT.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemkab Serdangbegadai (Sergai) mendorong Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk membuka kampus di Kabupaten Sergai. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkanan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah tersebut.

dialog: Mendikbudristek Nadiem Makarim saat melakukan dialog secara virtual di sela meninjau pembelajaran tatap muka di SD Negeri Dasan Baru, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, baru-baru ini.ANT.

“Yang tak kalah penting, saya katakan ke Pak Rektor, Sergai sangat siap jika UMSU mau mendirikan kampusnya di Tanah Bertuah Negeri Beradat,” ungkap Bupati Sergai, Darma Wijaya, saat kunjungan silaturahim ke kampus Pascasarajana UMSU, baru-baru ini.

Darma juga mengatakan, Kabupaten Sergai merupakan daerah yang sangat strategis untuk dibuka kampus UMSU. Pastinya, masyarakat tidak perlu jauh untuk kuliah hingga ke Kota Medan.

“Mengingat, lokasi yang strategis berdampingan dengan banyak wilayah, seperti Simalungun, Deliserdang, Tebingtinggi, hingga Medan,” ungkap Darma, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sergai, Suwanto Nasution.

Kemudian, Pemkab Sergai juga berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan UMSU, khususnya dalam peningkatan SDM di daerah tersebut.

“Kerja sama antara Pemkab Sergai dengan UMSU terkait peningkatan kualitas SDM, khususnya para ASN yang pernah terjalin, akan dijaga dan dilanjutkan. Apalagi saat ini, UMSU punya predikat sebagai satu-satunya PTS terakreditasi A di Sumut,” tutur Darma.

Lebih lanjut, Darma mengatakan, bukan hanya peningkatan SDM ASN, pihaknya juga membuka diri agar pengabdian mahasiswa UMSU atau KKN, bisa dilakukan di daerah itu. Kegiatan ini penting agar kehadiran mahasiswa KKN, memberikan pandangan baru masyarakat tentang pendidikan.

“Pendidikan diyakini berdampak pada peningkatan dan pengembangan potensi daerah serta kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Darma mengaku, tidak menyangka, silaturahim ke UMSU bersamaan dengan kunjungan Rektor Universitas Muhammadiyah Riau H Mubarak. Sambutan dari tuan rumah, Prof Agussani pun luar biasa.

Sementara itu, Rektor UMSU, Prof Agussani menjelaskan, kerja sama dengan Pemkab Sergai selama ini cukup baik. Ditandai dengan berbagai kegiatan tindak lanjut, termasuk asesmen  jabatan. UMSU tentu sangat berharap, kerja sama yang telah terjalin erat bisa dilanjutkan, bahkan lebih ditingkatkan.

“UMSU memiliki cukup SDM yang bisa dimanfaatkan untuk ikut berpartisipasi memberi solusi masalah-masalah pembangunan,” katanya.

Kunjungan Bupati Sergai bersamaan dengan kedatangan Rektor Universitas Muhammadiyah Riau beserta rombongan tim media, guna melakukan studi banding pengelolaan Media Center UMSU. Kunjungan silaturahim itu ditutup dengan meninjau fasilitas Observatorium Ilmu Falak. (gus/saz)

Komitmen Lanjutkan Kerja Sama, Bupati Dorong UMSU Buka Kampus di Sergai

SALAM: Bupati Sergai Darma Wijaya bersalaman dengan Rektor UMSU Prof Agussani.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemkab Serdangbegadai (Sergai) mendorong Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk membuka kampus di Kabupaten Sergai. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkanan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah tersebut.

SALAM: Bupati Sergai Darma Wijaya bersalaman dengan Rektor UMSU Prof Agussani.

“Yang tak kalah penting, saya katakan ke Pak Rektor, Sergai sangat siap jika UMSU mau mendirikan kampusnya di Tanah Bertuah Negeri Beradat,” ungkap Bupati Sergai, Darma Wijaya, saat kunjungan silaturahim ke kampus Pascasarajana UMSU, baru-baru ini.

Darma juga mengatakan, Kabupaten Sergai merupakan daerah yang sangat strategis untuk dibuka kampus UMSU. Pastinya, masyarakat tidak perlu jauh untuk kuliah hingga ke Kota Medan.

“Mengingat, lokasi yang strategis berdampingan dengan banyak wilayah, seperti Simalungun, Deliserdang, Tebingtinggi, hingga Medan,” ungkap Darma, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sergai, Suwanto Nasution.

Kemudian, Pemkab Sergai juga berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan UMSU, khususnya dalam peningkatan SDM di daerah tersebut.

“Kerja sama antara Pemkab Sergai dengan UMSU terkait peningkatan kualitas SDM, khususnya para ASN yang pernah terjalin, akan dijaga dan dilanjutkan. Apalagi saat ini, UMSU punya predikat sebagai satu-satunya PTS terakreditasi A di Sumut,” tutur Darma.

Lebih lanjut, Darma mengatakan, bukan hanya peningkatan SDM ASN, pihaknya juga membuka diri agar pengabdian mahasiswa UMSU atau KKN, bisa dilakukan di daerah itu. Kegiatan ini penting agar kehadiran mahasiswa KKN, memberikan pandangan baru masyarakat tentang pendidikan.

“Pendidikan diyakini berdampak pada peningkatan dan pengembangan potensi daerah serta kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Darma mengaku, tidak menyangka, silaturahim ke UMSU bersamaan dengan kunjungan Rektor Universitas Muhammadiyah Riau H Mubarak. Sambutan dari tuan rumah, Prof Agussani pun luar biasa.

Sementara itu, Rektor UMSU, Prof Agussani menjelaskan, kerja sama dengan Pemkab Sergai selama ini cukup baik. Ditandai dengan berbagai kegiatan tindak lanjut, termasuk asesmen  jabatan. UMSU tentu sangat berharap, kerja sama yang telah terjalin erat bisa dilanjutkan, bahkan lebih ditingkatkan.

“UMSU memiliki cukup SDM yang bisa dimanfaatkan untuk ikut berpartisipasi memberi solusi masalah-masalah pembangunan,” katanya.

Kunjungan Bupati Sergai bersamaan dengan kedatangan Rektor Universitas Muhammadiyah Riau beserta rombongan tim media, guna melakukan studi banding pengelolaan Media Center UMSU. Kunjungan silaturahim itu ditutup dengan meninjau fasilitas Observatorium Ilmu Falak. (gus/saz)

Perkokoh Internasionalisasi USU, Muryanto Terima Kunjungan Dubes Polandia

BINCANG: Rektor USU Muryanto Amin saat berbincang dengan Dubes Polandia, Beata Stoczynska di Rumah Dinas Rektor USU, baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Muryanto Amin, menerima kunjungan Duta Besar Polandia untuk Indonesia, Beata Stoczynska di Rumah Dinas Rektor USU, baru-baru ini. Dalam kunjungannya, Beata didampingi Political and Economic Affairs Poland Embassy, Michal Weglarz, serta Slawomir Stanislaw Stoczynski. Pertemuan itu membahas tentang kerja sama pendidikan untuk kedua belah pihak, khususnya mendukung program internasionalisasi USU.

BINCANG: Rektor USU Muryanto Amin saat berbincang dengan Dubes Polandia, Beata Stoczynska di Rumah Dinas Rektor USU, baru-baru ini.

Muryanto yang menyambut rombongan Dubes Polandia, mengatakan, kedatangan mereka memperkokoh upaya USU untuk dapat terkoneksi dengan dunia pendidikan di luar negeri.

“Kami apresiasi kedatangan Dubes Polandia. Saya berharap pertemuan ini tidak hanya sampai di sini. Namun dapat diimplementasikan lebih lanjut,” ungkap Muryanto.

Muryanto juga berharap, ada realisasi program agar implementasi internasionalisasi kampus dapat diwujudkan, dan berharap banyak sivitas akademika USU nantinya mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Polandia.

“Semoga setelah ini, terbuka akses bagi kami untuk meningkatkan wawasan serta pengetahuan dari sivitas akademika USU. Harus disusun serangkaian program, seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, serta program lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Beata mengaku, sengaja memprioritaskan datang ke USU untuk menyampaikan pesan kerja sama dalam bidang pendidikan antara Polandia dengan USU.

“Saya ingin adanya peningkatan kerja sama yang selama ini dibangun. Terkhusus pada dunia kesehatan, yang USU terkenal sangat unggul dalam pendidikan kesehatannya,” sebutnya.

Dia menilai, ada potensi untuk dapat melakukan kerja sama pendidikan dengan USU, terutama di bidang kesehatan, teknik, serta pertanian. Beata menjelaskan, setidaknya ada sekitar 600 mahasiswa Indonesia silih berganti menimba ilmu di Polandia.

Sebagai informasi, kerja sama USU dengan Polandia telah dilakukan setidaknya dalam 3 tahun terakhir, melalui program Erasmus. Erasmus merupakan wadah yang memberikan akses pendidikan ke beberapa negara yang ada di Eropa.

Dalam pertemuan tesebut, Beata turut menjelaskan, nama kawasan Polonia di Kota Medan, merupakan nama latin dari Polandia.

“Nama tersebut berasal dari seorang bangsawan Polandia, yang membuka lapangan kerja pada lahan tembakau di sekitar kawasan Polonia saat ini. Karena saudagar ini memberikan lapangan kerja yang luas dan berdampak pada masyarakat luas, sehingga kawasan tersebut disebut Polonia, sebagai representasi asal bangsawan tersebut,” beber Beata.

Hadir mendampingi Rektor USU, Wakil Rektor 3 USU Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, Kepala Kantor Urusan Internasional USU Esther Sorta Mauli Nababan, para dosen, dan tenaga kependidikan USU. (gus/saz)

Kartu Prakerja Berlanjut hingga 2022

PRAKERJA: Peserta Program Prakerja menunjukkan aplikasi Prakerja di ponselnya. Program Prakerja akan berlanjut hingga 2022.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan Program Kartu Prakerja masih akan dilanjutkan hingga 2022. Untuk tahun depan, sistem kartu prakerja masih sama hingga enam bulan pertama sembari menyesuaikan situasi pandemi Covid-19.

PRAKERJA: Peserta Program Prakerja menunjukkan aplikasi Prakerja di ponselnya. Program Prakerja akan berlanjut hingga 2022.

“Ini gelombangnya sudah ke-21, jadi tahun depan juga akan ada kartu. Nanti enam bulan kedua kita lihat bagaimana situasi pandemi Covid-19,” ujar Airlangga.

Berdasar data Kemenko Bidang Perekonomian, total peserta kartu prakerja gelombang 1 hingga 21 di Jogjakarta mencapai 248.176 orang dari jumlah pendaftar sebanyak 633.701 orang, dengan rentang usia peserta terbanyak 26–35 tahun. Sementara itu, mengacu domisili peserta, paling banyak di Kabupaten Sleman mencapai 64.527 orang, Bantul 64.477 orang, Gunung Kidul 63.555 orang, Kota Jogjakarta 34.545 orang, dan Kulon Progo 21.072 orang.

Airlangga menjelaskan, sebagian dari alumni kartu prakerja ada yang berhasil mendapatkan pekerjaan dan lainnya memutuskan menjadi wiraswasta. “Ada wiraswasta yang belum berani berutang karena bisnisnya masih mencoba, namun yang sudah stabil omzetnya sampai Rp 3 juta sampai Rp15 juta sudah berani berutang,” terang Airlangga.

Pemerintah melalui BNI, lanjut Airlangga, bakal memberikan kredit usaha rakyat (KUR) untuk peserta yang telah mengikuti pelatihan prakerja, sudah memulai berbisnis, serta memiliki omzet yang relatif stabil. Para peserta dapat mengakses KUR hingga Rp 100 juta tanpa agunan dengan bunga 3 persen.

“Biasanya kan bunga 6 persen yang 3 persen disubsidi pemerintah dan untuk penerima pertama dalam jangka waktu enam bulan tidak membayar bunga, tapi nanti bulan ketujuh baru diberikan bunga,” papar Airlangga. (jpg/ila)

Menempati Ibu Kota Negara Baru, 123.523 PNS Bakal Dipindahkan

PINTU MASUK: Gerbang pintu masuk di Penajam Pa-ser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 123.523 bakal dipindahkan ke ibu kota negara baru, di Penajam Pa-ser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Jumlah itu belum memperhitungkan 17.746 PNS yang akan pensiun.

PINTU MASUK: Gerbang pintu masuk di Penajam Pa-ser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen mengungkapkan jika tidak ada rekrutmen PNS hingga 2025, maka yang akan dipindahkan dikurangi dengan jumlah pegawai pensiun. “Kalau ada rekrutmen dengan prinsip zero growth, maka 123.523 PNS yang dipersiapkan pindah ke ibu kota negara baru,” kata Deputi Suharmen yang dihubungi JPNN.com (Grup Sumut Pos), Minggu (10/10).

Dia menegaskan data tersebut baru sekadar simulasi pemindahan PNS ke ibu kota negara baru dan belum menjadi kebijakan pemerintah. Dalam simulasi tersebut, kata Suharmen, BKN melakukan dua kali flagging alias penandaan, yaitu 15 Desember 2020 dan 16 Desember 2020. Data awal sebelum pemberian flagging terdapat 188.593 PNS di instansi pusat. Setelah dilakukan flagging 15 sampai 16 Desember 2020 ,jumlah tersebut menyusut menjadi 123.523 orang.

“Indikator pemberian flagging, yaitu PNS bekerja pada unit organisasi pusat,” ucapnya. Suharmen menjelaskan PNS yang dipindahkan tersebut kriterianya PNS aktif, bekerja di instansi pusat aktif, bekerja pada satuan kerja pusat. Selain itu PNS-nya tidak bekerja pada unit organisasi universitas.

Adapun lokasi kerja PNS yang akan dipindahkan tersebut di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, dan Kota Bogor.

“Jadi, bagi PNS yang bekerja di bawah instansi pusat misalnya Kementerian Keuangan tetapi ditempatkan di kanwil atau kantor pelayanan, maka tidak masuk kriteria PNS yang akan dipindahkan,” terang Suharmen.

Mengenai kapan pemindahan PNS ke IKN baru itu direalisasikan, Suharmen menyatakan belum bisa memastikan. Sebab, BKN hanya dalam kapasitas menghitung berapa banyak PNS yang berpotensi dipindahkan ke ibu kota negara baru. (esy/jpnn/ila)

Usai Direksi 3 BUMD Kota Medan Disebut Tak Punya Rencana Kerja, Kompak Segera Sampaikan Visi Misi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Usai disebut tidak punya rencana kerja karena tidak menyerahkan visi dan misinya kepada Komisi III DPRD Medan, ketiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Medan, yakni Perusahan Umum Daerah (PUD) Pasar, PUD Rumah Potong Hewan (RPH) dan PUD Pembangunan Kota Medan kompak akan segera menyerahkannya dalam waktu dekat.

Kepada Sumut Pos, ketiga PUD mengaku telah memiliki rencana kerja ataupun visi dan misi dalam membangun PUDnya masing-masing. Akan tetapi, ketiganya juga tidak menampik jika visi dan misi itu memang belum diserahkan kepada counterpart mereka di Komisi III DPRD Medan.”Kalau visi dan misi tentu ada, tapi memang belum kita serahkan. Secepatnya akan kita antar ke Komisi III,” jawab singkat Direktur Utama (Dirut) PUD Pasar Kota Medan, Suwarno kepada Sumut Pos, Minggu (10/10).Namun begitu, Suwarno tidak menjelaskan apa alasan pihaknya belum juga mengirimkan visi dan misi nya kepada Komisi III hingga kemarin.

Senada dengan Suwarno, kepada Sumut Pos, Dirut PUD RPH Kota Medan, Harisandi Syafril Harahap mengaku memang belum menyerahkan visi dan misi nya kepada Komisi III DPRD Medan. Namun Sandi menegaskan, pihaknya telah memiliki visi dan misi yang dimaksud.

“Iya, memang ada diminta (visi dan misi) saat kami RDP dengan Komisi III sekitar 2 minggu yang lalu. Belum kami sampaikan memang, dalam waktu dekat akan kami sampaikan. InsyaAllah dalam minggu-minggu ini,” jawab Sandi kepada Sumut Pos.

Sandi menuturkan, selama ini pihaknya masih berfokus kepada pembenahan yang ada di internal PUD RPH. Pasalnya, para direksi termasuk dirinya yang baru saja dilantik masih fokus mempelajari kendala-kendala yang ada.

“Tapi visi dan misi kita sudah ada kok, rencana kerja kita juga sudah ada. Kemarin kami fokus ke internal dulu, itu saja. Terimakasih atas masukannya dari para dewan di Komisi III, dalam minggu ini kami akan sampaikan segera visi dam misi yang diminta kepada kami,” tuturnya.

Begitu juga dengan Dirut PUD Pembangunan Gerald Patogi Siahaan yang diwakilkan Direktur Umum dan Keuangan PUD Pembangunan Bambang Hendarto kepada Sumut Pos mengatakan, pihaknya memang telah memyerahkan rencana kerjanya kepada Komisi III.

“Kalau diserahkan memang belum. Tapi tentu lah kita punya visi dan misi itu, sejak awal kita mendaftar sebagai direksi saja sudah punya visi dan misi itu. Dalam waktu dekat akan kami sampaikan ke Komisi III,” ujar Bambang.

Bambang pun berharap, pihaknya di PUD Pembangunan dapat terus berkolaborasi dengan DPRD Medan, khususnya Komisi III yang menjadi counterpart nya dalam membangun PUD Pembangunan.

“Sesuai instruksi Pak Wali, tentu kita harus berkolaborasi dengan semua pihak. Terimakasih atas masukannya, dan dalam waktu dekat kami akan sampaikan visi dan misi itu,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Sumut Pos, Komisi III DPRD Medan menilai jika ke-3 BUMD Kota Medan tidak punya rencana kerja. Pasalnya, ke-12 Direksi BUMD Kota Medan yang dilantik Wali Kota Medan Bobby Nasution pada 22 September 2021 belum juga menyerahkan visi dan misi nya kepada Komisi III DPRD Medan yang telah memintanya dalam RDP pada 26 September yang lalu. (map/ila)