BANTUAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Camat Silahisabungan, Hamaska Silalahi serta Kepala Seksi Mitigasi Kemensos, Tota Oceana memberikan bantuan uang kepada KSB Desa Silalahi III, Kecamatan Silahisabungan. SUMUT POS/Komimfo Dairi.
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu mengukuhkan Desa Silalahi III, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi sebagai kampung siaga bencana (KSB).
BANTUAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Camat Silahisabungan, Hamaska Silalahi serta Kepala Seksi Mitigasi Kemensos, Tota Oceana memberikan bantuan uang kepada KSB Desa Silalahi III, Kecamatan Silahisabungan. SUMUT POS/Komimfo Dairi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Rahmatsyah Munthe mengatakan, peresmian kampung siaga bencana ditandai dengan pengukuhan pengurus kampung siaga bencana.
Apel pengukuhan KSB dihadiri Kepala Seksi Mitigasi Kementerian Sosial, Tota Oceana, Koordinator Tagana Sumatera Utara, Eka Darmayanto.
Dikatakan Rahmatsyah, dalam sambutannya, Bupati Eddy KA Berutu menegaskan, Dairi sebagai salahsatu daerah yang tingkat bencananya sangat tinggi, sangat bersyukur bisa menjadi salahsatu perhatian pemerintah pusat melalui Kemensos untuk pembentukan program KSB dimaksud.
Eddy mengharapkan, dengan terbentuknya KSB kita sudah siap dan tanggap untuk mengantisipasi bencana khususnya di kawasan Danau Toba Silalahi.
Ditambahkan, program ini tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. “Garda terdepan jika terjadi bencana adalah masyarakat, oleh karena itu kesiapsiagaan masyarakat saat mengatasi bencana sangat diperlukan dengan dibentuknya kampung siaga ini,”kata Eddy.
Sementara itu, Kepala Seksi Mitigasi Kemensos, Tota Oceana mengatakan, kampung siaga bencana adalah implementasi dari program dan kebijakan nasional pengurangan resiko bencana berbasis masyarakat.
Ia menyebutkan, dipilihnya Desa Silalahi III sebagai KSB, berdasarkan analisa terhadap indeks resiko bencana yang diterbitkan oleh badan nasional penanggulangan bencana (BNPB). (rud/han)
BALIGE, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Negeri (PN) Balige dinilai tidak berwenang mengadili Perkara Khusus Partai Politik Nomor 96/Pdt.Sus-Parpol/2021/PN.BLG tanggal 14 September 2021 yang diajukan Saut Martua Tamba dan kawan-kawan terhadap DPP PDI Perjuangan. Alasannya, para Tergugat belum menempuh upaya penyelesaian perselisihan melalui extra yudicial dalam hal ini, Mahkamah Partai PDI Perjuangan.
Hal itu dikatakan BMS Situmorang SH, selaku Kuasa Hukum DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir selakuTergugat IV dalam perkara tersebut melalui siaran persnya, Selasa (5/10). Menurut BMS Situmorang, sebagaimana diharuskan dalam Anggaran Dasar PDI Perjuangan dan UU Partai Politik. “Pertama Pasal 24 ayat (2) huruf a Anggaran Dasar PDI Perjuangan yang berbunyi: ‘Anggota Partai yang menolak pemberhentian/pemecatan dirinya dari keanggotaan Partai dapat mengajukan permohonan penyelesaian perselisihan melalui Mahkamah Partai,” ungkapnya.
Kedua, Pasal 32 ayat (1) dan (2) jo Pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, yang mengatur sebagai berikut: Pasal 32, Ayat (1) Perselisihan Partai Politik diselesaikan oleh internal Partai Politiksebagaimana diatur di dalam AD dan ART. Ayat (2) Penyelesaian perselisihan internal Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh suatu Mahkamah Partai Politik atau sebutan lain yang dibentuk oleh Partai Politik. “Pasal 33 ayat (1), dalam hal penyelesaian perselisihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 tidak tercapai, penyelesaian perselisihan dilakukan melalui pengadilan negeri,” imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakannya, bahwa pada surat gugatan yang dibacakan tanggal 28 September 2021, para penggugat mengatakan, atas pemecatannya telah berusaha untuk menempuh penyelesaian melalui makanisme internal partai, para Penggugat datang langsung ke kantor DPP PDI Perjuangan pada 28 April 2021 untuk menyerahkan/mengajukan surat permohonan. Atas keterangan ini, tentu DPP dan Mahkamah Partai PDI Perjuangan sangat heran, karena merasa belum pernah menerima Surat Permohonan Penyelesaian Perselisihan atas nama para Penggugat.
“Bahwa saat mengajukan Replik pada tanggal 1 Oktober 2021, para Penggugat melampirkan Surat atas nama Saut Martua Tamba tertanggal 27 April 2021, Surat atas nama Renaldi Naibaho tertanggal 28 April 2021, Surat atas nama Harry Jono Situmorang tertanggal 26 April 2021, dan Surat atas nama Romauli Panggabean tertanggal 27 April 2021, yang perihalnya sama yaitu: Permohonan Pembatalan Surat Keputusan Pemecatan dari Keanggotaan PDI Perjuangan, yang ditujukan kepada Ketua Mahkamah Partai PDI Perjuangan,” tegasnya.
BMS Situmorang melanjutkan, bahwa dengan perihal surat yang berbunyi “Permohonan Pembatalan Surat Keputusan Pemecatan dari Keanggotaan PDI Perjuangan” maka tentu surat tersebut salah alamat, karena Ketua Mahkamah Partai PDI Perjuangan tidak berwenang membatalkan SK DPP PDI Perjuangan. “Yang berwenang membatalkan SK Pemecatan atau pemberhentian Anggota adalah Kongres. Sebagaimana diatur dalam Pasal 13 ayat (4) dan ayat (5) Anggaran Rumah Tangga PDI Perjuangan,” bebernya.
Adapun bunyinya; Anggota yang dikenakan sanksi pemberhentian dari keanggotaan atau pemecatan dapat mengajukan permohonan rehabilitasi untuk membela diri secara lisan atau tertulis dan wajib menghadiri persidangan sub komisi rehabilitasi dalam Kongres.
Kongres mengambil keputusan untuk membatalkan atau mengukuhkan sanksi yang telah dijatuhkan setelah mendengar dan mempelajari pembelaan anggota sebagaimana dimaksud pada ayat (4).
Bahwa untuk memenuhi persyaratan gugatan sebagaimana ditentukan dalam Pasal 32 ayat (1) dan (2) jo Pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011, maka sebelum mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Balige, lanjut BMS Situmorang, seharusnya para Penggugat terlebih dahulu mengajukan Surat Permohonan Penyelesaian Perselisihan kepada Mahkamah Partai, dan bukan mengajukan Surat Permohonan Pembatalan SK DPP tentang Pemecatan.
“Bahwa karena para Penggugat terbukti secara sah dan meyakinkan belum pernah mengajukan Surat Permohonan Penyelesaian Perselisihan kepada Mahkamah Partai PDI Perjuangan, maka sangat beralasan dan berdasar hukum untuk Majelis Hakim Pengadilan Negeri Balige untuk menyatakan tidak berwenang mengadili Perkara Nomor 96/Pdt.SusParpol/2021/PN.BLG” pungkasnya. (rel/adz)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyambut baik dibukanya kampus Monash University Indonesia, yang merupakan kampus asing pertama di Indonesia dan berlokasi di Green Office Park 9, Bumi Serpong Damai (BSD) City, Tangerang Selatan. Monash University Indonesia sudah memulai perkuliahan perdana pada Senin, 4 Oktober 2021 secara virtual dan akan melakukan perkuliahan secara tatap muka mengikuti kebijakan Pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Saat ini, ada empat jurusan program pasca sarjana yang dibuka pada kampus ini, yaitu Sains Data (Data Science), Kebijakan Publik (Public Policy), Desain Perkotaan (Urban Design) dan Inovasi Bisnis (Business Innovation).
Dalam sambutannya kepada mahasiswa baru Monash University pada acara Orientasi Monash University yang digelar secara virtual, Menko Airlangga menyambut baik pembukaan institusi pendidikan berskala internasional di Indonesia. “Pendidikan yang baik, yang dapat diperoleh dari institusi pendidikan berskala internasional dapat membentuk generasi muda Indonesia menjadi generasi yang tangguh, berdaya saing tinggi dengan pengetahuan dan ilmu yang mumpuni untuk bersaing menghadapi persaingan atau kompetisi global,” ujar Menko Airlangga.
Pandemi Covid-19 telah memaksa masyarakat mengubah cara hidup, termasuk cara melakukan kegiatan belajar mengajar di sektor pendidikan. Namun, pandemi ini juga mengakselerasi transformasi dengan menggunakan teknologi dan digital lebih masif ke dalam tata cara kehidupan masyarakat. Menko Airlangga menambahkan, ”kita memasuki era industri 4.0 yang membutuhkan talenta digital luar biasa, dari mulai Data Analyst, Artificial Intelligence and Machine Learning Specialists, Developer dan lainnya. Indonesia diperkirakan akan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital dalam waktu 15 tahun yang akan datang.” Pemerintah akan terus menyediakan pelatihan kepada lebih dari 600 ribu talenta digital setiap tahunnya untuk mempersiapkan Indonesia menjadi negara dengan PDB terbesar ke-5 di dunia pada tahun 2045 mendatang.
Rektor Monash University Indonesia, Professor Andrew MacIntrye mengatakan, “kehadiran kampus Monash University Indonesia akan semakin memperkuat komitmen dan hubungan riset pendidikan antara Australia dan Asia.” Kehadiran kampus Monash University di Indonesa diharapkan dapat berkontribusi secara luas terhadap pembangunan di bidang sosial, teknologi dan ekonomi di Indonesia.
Monash University Indonesia sudah memulai membuka pendaftaran untuk mahasiswa tahun ajaran 2022, dan berencana menampung 2.000 mahasiswa setiap tahunnya. Monash University merupakan salah satu universitas terbesar di Australia yang telah beroperasi sejak tahun 1958. Menko Airlangga merupakan lulusan Monash University dan berhasil mendapatkan gelar Master of Business Administration (MBA) dari Monash University Australia pada tahun 1996. (ekon/*)
MEDAN, SUMUTPOS. CO- Survei kesiapan sekolah menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang dilakukan Tanoto Foundation selama Juni – Juli 2021, sebanyak 95% orang tua dan guru mendukung anak-anak kembali ke sekolah.
Bincang Pagi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas diselenggarakan Tanoto Foundation bersama Pemangku kepentingan Pendidikan memberikan rekomendasi jangka panjang dengan memperluas bimbingan teknis kepada guru, dengan menggunakan metode pembelajaran campuran.Ist/Sumut Pos.
Survei ini dilakukan pada 7.013 orang responden yang terdiri dari kepala sekolah, guru, orang tua, termasuk siswa dari 842 sekolah mitra Program PINTAR Tanoto Foundation yang tersebar di 25 Kabupaten Kota di Provinsi Sumatera Utara, Riau, Jambi, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur.
Survei yang dirilis tersebut mencakup indikator pemenuhan daftar periksa sekolah untuk PTM terbatas, perencanaan guru dan kepala sekolah terhadap PTM tebatas yang di dalamnya terdapat kurikulum, metode, penjadwalan, dan vaksinasi.
“Selain indikator di atas, kami juga menanyakan bagaimana persepsi orang tua dan siswa terhadap PTM terbatas,” ujar Margaretha Ari Widowati, Direktur Pendidikan Dasar Tanoto Foundation dalam acara Webinar Bincang Pagi Persiapan PTM Terbatas, Selasa, (5/10).
“Survei ini memberikan tiga rekomendasi, pertama adalah memberikan pemahaman kepada guru, untuk lebih fokus membangun pondasi kecakapan guru di masa kurikulum darurat ini, kedua adalah dampingi kepala sekolah dalam menerapkan pemenuhan kesiapan PTM terbatas, termasuk hal-hal yang diwajibkan Kemendikbudristek.
Ketiga adalah rekomendasi jangka panjang dengan memperluas bimbingan teknis kepada guru, dengan menggunakan metode pembelajaran campuran.
“Tugas Tanoto Foundation untuk membantu bapak ibu semua dalam menghasilkan pembelajaran yang lebih berkualitas dimasa saat ini. Kita perlu berkolaborasi menghasilkan sesuatu yang dapat mendukung anak-anak kita dalam belajar,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Dr. H. Hayatsyah, M.Pd mengingatkan hal penting yakni memahami aturan, komitmen, dan sinergitas.
“Tantangan PJJ cukup besar, terutama hilangnya kesempatan siswa dalam belajar, namun jangan juga PTM malah menjadikan sekolah atau madrasah menjadi tempat cluster baru penularan Covid-19,” ujarnya.
Hayatsyah menjelaskan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) menurutnya, belum optimal. Hal tersebut karena ada beberapa persoalan seperti sarana penunjang, alat komunkasi dan ketersediaan kuota internet, peran orangtua serta guru.
“Saya berbincang dengan orangtua, mereka sudah sangat ingin mengadakan PTM, kami di lingkungan madrasah melakukan observasi, persiapan secara matang, sehingga kami bisa menyelenggarakan PTM secara terbatas,” tegasnya.
“memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengukur suhu tubuh, menjauhi kerumunan dan dikunci dengan doa, jadi kita harus mendekatkan diri sama Tuhan,” ujarnya lagi.
Acara yang dimoderatori oleh Prof. Anita Lie, M.A, Ed.D, selaku penasehat Pendidikan Tanoto Foundation yang juga guru besar Unika Widya Mandala, Surabaya, juga mengundang beberapa narasumber lainnya, seperti Direktur Pembinaan Sekolah Dasar kemendikbudristek, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala SMPN 4 Tanjung Jabung Timur, Jambi dan Kepala MI As-SidiqiyahKab. Siak, Riau.(rel)
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Tebingtinggi Oki Doni Siregar meminta agar masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah umat Islam, tapi juga harus menjadi sarana peningkatan sumber daya manusia serta menyelesaikan permasalahan masyarakat. Hal ini disampaikannya saat meresmikan Masjid Al Hasanah di Jalan Karya Jaya, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, Senin (4/10/2021).
RESMIKAN : Wakil Wali Kota Tebingtinggi Oki Doni Siregar meresmikan Mesjid Al Hasanah di Kelurahan Karya Jaya Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi. (Sopian/Sumut Pos).
“Genap sudah 2 tahun, pembangunan masjid ini selesai. Saya bersama panitia juga ikut serta dalam peletakan batu pertamanya. Namun setelah pembangunan selesai jangan beranggapan semuanya selesai. Saya berharap kepada masyarakat untuk menjadikan Masjid Al Hasanah menjadi sentra perjuangan dalam peningkatan pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak,” katanya.
Bukan itu saja, masjid juga harus menjadi tempat membangun generasi muda yang amanah, yang tau diri untuk terus beribadah kepada Allah SWT. Oki Doni Siregar menekankan kepada BKM agar memaksimalkan perannya dan menjadikan Masjid Al Hasanah menjadi tempat untum membantu anak yatim dan fakir miskin.
“Saya juga berpesan kepada BKM Al Hasanah jangan hanya menjadi Badan Kenaziran saja tetapi jadilah manager bagi Masjid Al Hasanah. Lihat situasi dan kondisi masyarakat sekitar masjid, berapa orang miskin, berapa anak yatim, dan bagaimana agar Masjid Al Hasanah dapat menyelesaikan permasalahan orang-orang miskin dan anak-anak yatim tersebut,” tutupnya.
Dalam peresmian Masjid Al Hasanah ini, selain menggunting pita, Wakil Wali Kota Tebingtinggi Oki Doni Siregar juga menandatangani prasasti peresmian dan memotong nasi tumpeng sebagai bentuk syukur. Sebelumnya, Ketua BKM Masjid Al Hasanah Suriadi menyampaikan bahwa penyelesaian pembangunan Masjid Al Hasanah memakan waktu kurang lebih 2 tahun, tepatnya pada Oktober 2019 dilaksanakan peletakan batu pertama yang juga turut dihadiri Wakil Wali Kota Tebingtinggi. “BKM Masjid Al Hasanah mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam proses pembangunan mesjid ini,” ujarnya.
Turut hadir Wakil Ketua Baznas Kota Tebingtinging Abu Hasyim Siregar yang mewakili Ketua MUI Tebingtinggi, Ketua Dewan Masjid Indonesia Tebingtinggi Ustad Agussul Khoir, Kepala KUA Kecamatan Rambutan Hamdani diwakili Ustadz Abdul Yazid, Bhabinsa Kelurahan Karya Jaya, Sekjen BKM Mesjid Al Hasanah Husni Amarin. (ian)
SUMUTPOS.CO – Xiaomi baru saja resmi mengumumkan kehadiran tablet premium terbaru mereka di Indonesia, yakni Xiaomi pad 5. Ini merupakan tablet resmi pertama yang diluncurkan di Indonesia dan ditujukan untuk membantu pengguna di keseharian mereka.
Tapi, sebenarnya apa saja sih fitur-fitur unggulan yang ditawarkan oleh Xiaomi Pad 5? Nah pada kesempatan kali ini, kami akan membahas 5 alasan kenapa kalian wajib membeli Xiaomi Pad 5 sebagai teman keseharian kalian!
Performa Menakjubkan Hal pertama yang ditawarkan Xiaomi Pad 5 adalah performanya yang sangat baik. Tidak seperti kebanyakan tablet lain yang ditawarkan di Indonesia, Xiaomi menggunakan SoC flagship di perangkat ini.
Tablet ini pun hadir dengan SoC Qualcomm Snapdragon 860. Ya, SoC ini memang sering kali hadir di jajaran smartphone kelas atas, bahkan digunakan di beberapa smartphone yang ditujukan untuk gamer.
Kalian juga akan mendapatkan RAM dan penyimpanan yang sangat besar. Soalnya, tablet ini dijual dengan konfigurasi RAM 6GB dan penyimpanan 256 GB yang sudah sangat cukup untuk mengakomodasi kebutuhan harian.
Layar Lebar dan Memukau Keunggulan lain yang dibawa di Xiaomi Pad 5 adalah layarnya yang lebar dan memukau. Wajar, mereka menggunakan panel dengan layar 11 inci beresolusi WQHD+ dan sudah mendukung layar 10 bit.
Tak ketinggalan, hadir juga refresh rate 120Hz dengan dukungan AdaptiveSync yang membuat masa pakai baterai menjadi lebih baik. Pengguna juga akan mendapatkan layar IPS yang hadir dengan teknologi True Display yang meminimalisir cahaya biru yang berbahaya bagi mata.
Terakhir, terdapat juga dukungan Dolby Vision yang merupakan teknologi yang bisa menghasilkan warna, tingkat kecerahan, serta ketajaman gambar demi pengalaman visual yang jauh lebih baik.
Enak Dipakai Kerja dan Menggambar Selain kualitas layarnya yang baik, pengalaman penggunaan dari Xiaomi Pad 5 adalah layarnya yang sangat nyaman dipakai untuk bekerja. Bukan hanya memiliki akurasi warna tinggi, namun juga sangat responsif saat digunakan.
Dengan dukungan layar yang sangat akurat, dimana hadir dengan DCI-P3 yang membuat akurasi warna lebih tinggi, para artis dapat langsung menggambar di layar dengan akurasi warna yang sangat baik.
Sudah gitu, layarnya sangat responsif untuk diajak menggambar, baik menggunakan jari secara langsung atau menggunakan pena digital yang dijual secara terpisah. Jadi, kalian para artis dapat membuat mahakarya kapanpun dan dimanapun kalian berada.
Tak ketinggalan, layar ini juga memiliki tingkat kecerahan layar hingga 650 nits. Ditambah dengan High Brightness Mode yang mendukung Sunlight Display 3.0, kalian dapat menggambar dengan mudah di bawah sinar matahari.
Tak ketinggalan hadir juga kamera belakang 13MP yang dapat digunakan untuk memindai dokumen serta kamera depan 8MP dengan resolusi 1080p untuk menghasilkan kualitas video yang lebih jernih saat online meeting.
Bekerja juga dapat lebih efisien dengan fitur split screen sehingga pengguna dapat melakukan multitasking terutama ketika sedang melakukan review dokumen.
Quad Speaker Satu keunggulan lain dari Xiaomi Pad 5 adalah speakernya. Mereka menggunakan total empat speaker disaat tablet lain masih menggunakan total dua speaker saja. Jadi, tablet ini memiliki suara yang sangat lantang.
Tak ketinggalan, pengguna juga akan mendapatkan dukungan Dolby Atmos di perangkat ini. Hal ini akan membuat pengalaman menonton film di tablet ini terasa seperti menonton langsung di bioskop. Di sisi lain, hadir juga dukungan Xiaomi 3D stereo sound serta Hi-res audio dan Hi-res audio wireless. Jadi, para pengguna akan mendapatkan pengalaman menonton video terbaik, baik menggunakan speaker secara langsung atau menggunakan wireless headset.
Baterai Super Besar Satu hal yang paling diidamkan oleh pengguna tablet adalah kapasitas baterai yang besar. Dan ternyata, Xiaomi Pad 5 dibekali sebuah baterai yang sangat besar, yakni memiliki baterai berkapasitas 8720 mAh.
Dengan menggunakan baterai sebesar ini, pengguna akan dapat menyaksikan tayangan film apapun lebih dari 10 jam. Hal ini juga akan membuat pengguna dapat bekerja atau menggambar seharian di luar ruangan tanpa harus ketakutan mengisi daya.
Selain itu, terdapat juga dukungan pengisian daya cepat. Jadi, dengan hadirnya pengisian daya 22,5W membuat kalian tidak perlu menunggu lama untuk mengisi daya tablet ini dari kosong hingga 100%.
Nah, bagi kalian yang ingin mendapatkan Xiaomi Pad 5 ini, kalian dapat mengunjungi toko resmi Xiaomi baik secara online dan juga offline. Harganya pun cukup terjangkau di kelasnya, dengan penawaran harga di Rp4,999 juta saja. (rel)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai the first 5G operator di Indonesia, Telkomsel terus melanjutkan komitmen dalam memperluas edukasi serta akses pengalaman jaringan 5G secara bertahap dan terukur agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke wilayah timur Indonesia. Meneruskan konsistensi dalam implementasi komitmen tersebut, Telkomsel menggelar jaringan 5G di Bumi Cendrawasih untuk pertama kalinya sekaligus untuk menghadirkan pengalamam digital teknologi terbaru dalam momentum Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Selama perhelatan olahraga nasional tersebut berlangsung, masyarakat serta pengunjung dapat menikmati pengalaman digital menggunakan jaringan 5G melalui gelaran showcase ‘Telkomsel 5G Experience Center’ yang berada di kawasan Stadion Lucas Enembe, Papua.
Telkomsel menjadi yang pertama menghadirkan jaringan 5G di Bumi Cenderawasih melalui showcase ‘Telkomsel 5G Experience Center’ pada momentum PON XX Papua 2021 di Stadion Lucas Enembe Papua. Beberapa use case yang dihadirkan antara lain 5G Virtual Reality (VR) live, 5G VR based drone, dan 5G VR tourism. Informasi lebih lanjut mengenai layanan Telkomsel 5G dapat diakses melalui www.telkomsel.com/5G.
Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam mengatakan, “Mendukung gelaran PON XX Papua 2021, Telkomsel sebagai bagian dari TelkomGroup menjadi operator telekomunikasi digital terdepan Indonesia pertama yang menghadirkan pengalaman konektivitas digital berteknologi jaringan broadband terdepan 5G untuk masyarakat Papua. Kami berharap, penerapan teknologi jaringan Telkomsel 5G dapat terus diakselerasikan secara terukur, bertahap, dan merata. PON XX Papua 2021 menjadi salah satu yang tepat untuk lebih memperkenalkan dan memberikan pengalaman akses konektivitas digital berteknologi terdepan 5G yang berdampak positif kepada masyarakat di kawasan Indonesia Timur, terutama Papua. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan dengan menghadirkan Trifecta Digital Telkomsel, sebagai penyedia Digital Connectivity, Digital Platform, dan Digital Services.”
Seperti diketahui, teknologi jaringan 5G dapat menghadirkan pengalaman akses broadband yang lebih prima dibandingkan generasi sebelumnya, di antaranya koneksi data lebih cepat untuk download dan streaming yang lebih lancar, tingkat latensi yang sangat rendah mampu membuat koneksi jadi lebih responsif, hingga menghubungkan lebih banyak perangkat tanpa menurunkan kualitas jaringan. Selama periode persiapan gelaran jaringan 5G di Papua, Telkomsel sendiri telah melakukan uji kecepatan jaringan 5G di Sorong, dan mencatatkan kecepatan download hingga 1Gbps dengan latensi 8ms.
Sebagai the first 5G operator yang hadir di wilayah Indonesia Timur, Telkomsel membawa pengalaman digital teknologi 5G dengan menggelar ‘Telkomsel 5G Experience Center’ di Stadion Lucas Enembe. Sejumlah use case yang didukung teknologi 5G juga telah disiapkan bagi masyarakat Papua dan para pengunjung yang ingin merasakan pengalaman digital terdepan berteknologi terkini, di antaranya 5G virtual reality (VR)live yang menghadirkan momen virtual kondisi secara langsung di dalam stadion, 5G VR based drone untuk melihat seluruh area stadion, dan 5G VR Tourism yang menyajikan konten edukasi kekayaan alam dan budaya Papua dengan pengalaman digital yang berbeda.
Guna memaksimalkan pengalaman eksklusif teknologi 5G, pada showcase kali ini Telkomsel membuka kesempatan kepada para pelanggan yang ingin mengakses jaringan 5G secara langsung dari smartphone 5G-nya. Dalam kesempatan ini, Telkomsel juga memperkenalkan fitur self-provisioning layanan 5G yang dapat diakses melalui aplikasi MyTelkomsel. Melalui fitur ini, pelanggan dapat mengkonfirmasi apakah perangkat, simcard, lokasinya sudah memungkinkan untuk mendapatkan akses jaringan dan layanan Telkomsel 5G. Dengan fitur ini, pelanggan juga dapat melakukan aktivasi/provisioning profil 5G untuk nomor ponselnya.
Untuk dapat menikmati jaringan dan layanan Telkomsel 5G secara maksimal, pelanggan harus memastikan nomor telah mengaktifkan layanan 5G, smartphone yang mendukung jaringan Telkomsel 5G, menggunakan SIM card lama dengan tipe USIM, dan berada di lokasi sudah tercakup jaringan 5G. Informasi lebih lanjut mengenai layanan Telkomsel 5G dapat diakses melalui www.telkomsel.com/5G.
“Dengan mengusung semangat #YangKitaBisa untuk mengakselerasikan kemajuan ekosistem digital di kawasan Indonesia Timur, termasuk Papua, Telkomsel terus berkomitmen membuka peluang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi terdepan Telkomsel. Kami berharap, kehadiran pengalaman konektivitas digital melalui Telkomsel 5G ini dapat menjadi langkah awal dalam mendorong kemajuan yang lebih komprehensif bagi masyarakat Papua, sekaligus mendorong hadirnya kesempatan yang merata bagi seluruh masyarakat di bagian timur Indonesia mendapatkan akses pengalaman gaya hidup digital terdepan,” tutup Hendri.
PETASAN: Tawuran antarpemuda di Belawan menggunakan petasan, sudah terjadi beberapa kali dalam bulan ini.fachril/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tak dapat dipungkiri, masalah kesenjangan sosial begitu berdampak kepada meningkatnya tindak kejahatan, seperti yang terjadi di kawasan Medan Utara, khususnya Kecamatan Medan Belawan. Di sana kesenjangan sosial kerap kali menimbulkan terjadinya tawuran, kerusuhan, dan tindak kejahatan lainnya.
Ilustrasi.
Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Medan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Medan Utara (Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Deli, dan Medan Marelan), Haris Kelana Damanik. Teranyar, dia menyoroti terjadinya tindak pemerasan, hingga berbuntut kekerasan bagi pengendara di Jalan Tol Belawan, oleh pemuda pengangguran. Untuk itu, Haris meminta Pemko Medan agar berfokus pada masalah ini, dan menjadikannya perhatian serius.
Pemko Medan juga diminta untuk terus berkoordinasi dan menggandeng para Forkopimdanya di Kota Medan, khususnya pihak kepolisian dalam mencari akar masalah dan memberikan solusi. Begitu juga dengan seringnya tindakan pemerasan di jalan tol yang dilakukan kelompok pemuda, Pemko Medan dan aparat hukum harus memberikan tindakan tegas berikut pembinaannya.
“Tindakan tegas harus dilakukan polisi sesuai ketentuan hukum. Namun itu tidak cukup untuk memberikan efek jera kepada pelaku tawuran dan pemerasan. Tapi Pemko Medan harus hadir memberikan pembinaan, khususnya kepada para remaja,” ungkap Haris, Senin (4/10).
Lebih lanjut Haris mengatakan, harusnya Pemko Medan tidak melakukan pembiaran kepada tindakan pemerasan yang ada di jalan tol.
“Jangan sampai merajalela dan jadi lahan bagi mereka, apalagi kejadian serupa sudah pernah terjadi,” tegasnya.
Wakil rakyat yang menjadi pengganti antar waktu (PAW) mantan Ketua Komisi 2 DPRD Medan Aulia Rachman, yang saat ini duduk sebagai Wakil Wali Kota Medan tersebut, menjelaskan, persoalan yang terjadi di kawasan Medan Utara bukan hanya karena kenakalan remaja biasa, tapi utamanya memamg karena adanya kesenjangan sosial dan faktor ekonomi.
“Kemiskinan dan termasuk minimnya pembangunan di Medan Utara, itu yang menjadi faktor utama,” jelas Haris lagi.
Untuk itu, lanjut Haris, Pemko Medan harus memberikan perhatian lebih untuk perbaikan infrastruktur di Medan Utara. Tak cuma itu, Pemko Medan juga harus membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya bagi warga Medan Utara, khususnya Kecamatan Medan Belawan.
Selaku Anggota Komisi 2 DPRD Medan yang membidangi kesejahteraan masyarakat, Politisi Partai Gerindra tersebut, mengatakan, saat ini Pemko Medan telah membentuk forum pusat pengembangan skill development center (SDC). Melalui program SDC tersebut, diharapkan warga Kecamatan Medan Belawan dapat diberikan pembinaan dan keterampilan untuk mampu bersaing di dunia usaha.
“Saat ini Pemko Medan melalui SK Nomor: 563/25.k/vii/2021, tentang Forum Pusat Pengembangan SDC Kota Medan Periode 2021-2024 telah dibentuk. Pembentukan forum SDC ini diharapkan dapat mengurangi angka pemuda pengangguran, dengan diberi pembinaan keterampilan pengadaan tenaga kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan skill,” harap Haris.
Seperti diketahui, belakangan ini sering terjadi tawuran antar kelompok di Kecamatan Medan Belawan. Pelakunya didominasi pemuda pengangguran, begitu juga dengan tindak pemerasan bagi pengguna Jalan Tol Belawan. Parahnya, bagi pengendara yang tidak berkenan memberikan sejumlah uang kepada para pemuda tersebut, mereka justru langsung melakukan tindakan pengerusakan kendaraan dengan cara melemparnya menggunakan batu. (map/saz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Maraknya pemberitaan terkait perjudian di Kota Medan menimbulkan keprihatinan banyak pihak, termasuk anggota DPRD Medan. Belakangan diketahui, sejumlah warga juga marak melakukan aksi sweeping terhadap lokasi judi, seperti yang terjadi di kawasan Medan Utara dan kawasan Medan Selayang.
Ketua Komisi 1 DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong mengaku, memberikan apresiasi atas kepedulian warga Kota Medan dan melarang adanya tindakan yang diharamkan tersebut. Tak cuma itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Medan itu, juga memberikan apresiasi kepada Camat Medan Selayang dalam upayanya menertibkan perjudian di kawasannya.
“Ini satu kerja sama yang patut dicontoh, masyarakatnya langsung bersama camat turun ke lapangan melakukan sweeping lapak-lapak perjudian,” ungkap Rudiyanto, Senin (4/10).
Rudiyanto pun menjelaskan, responsifnya pihak kecamatan yang langsung turun ke lapangan dalam memimpin penertiban lapak judi, merupakan tidakan yang patut dicontoh camat-camat lainnya yang ada di Kota Medan.
“Beliau (Camat Medan Selayang) telah menunjukan marwahnya sebagai pimpinan di wilayahnya, ini merupakan kredit point bagi yang bersangkutan, sekaligus menunjukan kesungguhan dalam menciptakan ketertiban di wilayahnya,” kata Politisi PKS ini.
Saat ini, lanjutnya, ada beberapa kecamatan di Kota Medan yang di wilayahnya juga terdapat beberapa lokasi perjudian yang mulai muncul di berbagai pemberitaan, seperti di kawasan Medan Sunggal, Tuntungan, dan khususnya Kawasan Medan Utara.
“Ini bisa menjadi perhatian kepada camat-camat lainnya, bagaimana mereka bisa berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan tokoh masyarakat, dalam menertibkan adanya praktik judi di kawasan yang dipimpinnya,” ujar Rudiyanto.
Politisi berkacamata ini khawatir, bila Pemko Medan dalam hal ini pihak kecamatan, kelurahan, dan kepala lingkungan, serta pihak kepolisian tidak bertindak cepat, maka warga bisa mengambil inisiatif sendiri dengan melakukan sweeping.
“Jika keresahan warga ini tidak direspon secara cepat, kemudian terjadi sweeping warga terhadap lapak-lapak judi ini, seperti yang dilakukan di kawasan Medan Utara beberapa waktu lalu, tentu kurang baik rasanya. Ini bisa menjadi tamparan keras bagai aparat keamanan dan aparat Pemko Medan,” tegas Rudiyanto lagi.
Untuk itu, lanjut Rudiyanto, pihaknya mendukung penuh penertiban praktik-praktik judi di Kota Medan, dalam upaya mewujudkan cita-cita Medan Berkah.
“Jadi ini perlu dicatat, jika judi marak di Medan, maka tentu akan sulit dalam mewujudkan cita-cita Medan Berkah,” pungkasnya. (map/saz)
KONGRES: Ketua Pelaksana Tugas DPD Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo, bersama 6 rekan perwakilan buruh lainnya saat berada di Tangerang Banten.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menghadiri Kongres ke-4 Partai Buruh, sebanyak 7 perwakilan dari Partai Buruh Sumatera Utara (Sumut) menyatakan tekadnya untuk menyukseskan kongres dan membesarkan Partai Buruh di Sumut.
KONGRES: Ketua Pelaksana Tugas DPD Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo, bersama 6 rekan perwakilan buruh lainnya saat berada di Tangerang Banten.
Adapun rombongan yang dipimpin langsung Willy Agus Utomo selaku Ketua Pelaksana Tugas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Buruh Sumut, tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (3/10), sekira pukul 15.00 WIB.
“Sudah saatnya kaum buruh dan rakyat kecil bersatu dalam satu perahu politiknya, yakni Partai Buruh. Agar kaum yang selalu dimarginalkan ini, bisa membuat perubahan yang baik untuk kaum kita sendiri,” ungkap Willy, yang juga merupakan Ketua KSPI FSPMI Sumut ini.
Menurut Willy, Partai Buruh adalah partai alternatif bagi seluruh lapisan rakyat kecil yang hingga saat ini belum juga sejahtera, banyak kebijakan-kebijakan dari sebuah keputusan politik tidak pernah berpihak kepada buruh dan rakyat kecil.
“Contohnya Omnibus Law UU Cipta Kerja, tidak hanya hak-hak kaum buruh yang dikebiri, tapi juga banyak elemen masyarakat yang dirugikan akibat lahirnya UU tersebut,” tegasnya.
Untuk itu, lanjut Ketua FSPMI Sumut ini, pihaknya mengajak semua kaum buruh untuk dapat bersatu dalam satu partai politiknya sendiri.
“Kalau seluruh kaum buruh dan rakyat kecil bersatu, maka cita-cita partai buruh untuk negara sejahtera akan cepat tercapai,” kata Willy.
Sementara itu, perwakilan Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Sumut, M Yusuf menyampaikan, usai kongres nanti, pihaknya bersama elemen rakyat dan buruh siap membesarkan Partai Buruh di Sumut.
“Semoga Partai Buruh Nasional ikut Pemilu 2024, dan kami mengajak seluruh elemen buruh lainnya untuk bersatu dan membesarkan Partai Buruh di Sumut,” harapnya.
Diketahui, kontingen dari Sumut menghadiri Kongres Partai Buruh yang digelar di Hotel Grand Cempaka Jakarta, yakni Willy Agus Utomo dari DPD PB Sumut, M Yusuf dari ORI Sumut, Jamontang Sirait dari KPBI Sumut, M Yunus Nasution dari SPI Sumut, Jhonson Pardosi dari SBSI Sumut, Agus dari ORI Sumut, dan Tony Rikcson Silalahi dari FSPMI Sumut. (dwi/saz)