LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Persoalan stunting harus mendapatkan perhatian yang serius. Karena stunting disebabkan oleh asupan ibu selama hamil yang kurang bergizi dan berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin cenderung sedikit.
Anggota Komisi IX, Delia Pratiwi br. Sitepu.
Demikian disampaikan perwakilan BKKBN Sumut, Dra Rabiatun Adawiyah pada kegiata Sosialisasi Pendataan keluarga di Desa Karang Rejo, Kabupaten Langkat, baru baru ini.
Sebagai langkah awal, BKKBN melalui program pendataan keluarga dan penurunan angka stunting yang dimandatkan Presiden RI dengan target sampai tahun 2024 dapat tercapai.
Kegiatan sosialisasi inipun mendapat pengawasan dari Komisi IX DPR RI melalui anggotanya, Delia Pratiwi BR. Sitepu, SH. “Kami dan seluruh lintas sektor organisasi masyarakat dan pemerintah daerah, membantu agar target hingga tahun 2024 dapat tercapai”,katanya.(rel/han)
SAMBUTAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu saat memberikan sambutan pada peringatan HUT ke-74 Kabupaten Dairi pada sidang paripurna di DPRD Dairi, Jumat (1/10).
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, berhasil menekan penyebaran Covid-19 hingga ditetapkan berstatus Level 2 atau berada di Zona Kuning. Keberhasilan itu tidak terlepas dari dukungan semua pihak mulai tenaga kesehatan, TNI-Polri dan kemauan masyarakat.
SAMBUTAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu saat memberikan sambutan pada peringatan HUT ke-74 Kabupaten Dairi pada sidang paripurna di DPRD Dairi, Jumat (1/10).
“Kita sekarang sudah berhasil kelevel 2 (Zona Kuning) yakni beresiko rendah penyebaran Covid-19. Semoga kondisi ini bisa kita pertahankan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat,”ujar Bupati Dairi, Eddy Kelemg Ate Berutu pada siding paripurna Hari Jadi ke-74 Kabupaten Dairi, di gedung Balai Budaya Sidikalang, Jumat (1/10).
Eddy menyebut, akhir bulan Juli dan pertengahan bulan Agustus 2021 yang lalu. Dairi mengalami peningkatan yang signifikan pasien terkonfirmasi positif yaitu mencapai 382 orang.
Bahkan, saat itu wilayah Dairi masuk dalam kategori zona merah atau beresiko tinggi dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3. Namun dengan kerja keras semua stakeholder, perlahan status turun menjadi zona oranye atau berisiko sedang.
“Saat ini, kita patut bersyukur bahwa Kabupaten Dairi sudah masuk dalam zona kuning atau berisiko rendah dan masuk dalam level 2 penerapan PPKM, ucap Eddy.
Selain itu, Bupati Eddy juga menyampaikan percepatan vaksinasi telah mencapai angka 53 persen. Pencapain itu capaian itu berkat kerja sama semua stakeholder, khususnya tenaga kesehatan, Pemkab Dairi, TNI-Polri. Jumlah masyarakat Dairi sudah divaksinasi hingga saat ini sebanyak 124.456 jiwa (53%). Dan sampai bulan Desember 2021 mendatang, ditargetkan 75% masyarakat Dairi sudah divaksinasi.(rud/han)
PELANTIKAN: Sekda Binjai, H Irwansyah Nasution melantik 61 pejabat eselon III dan IV di Aula Lantai 2 Balai Kota.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai melakukan mutasi besar-besar terhadap pejabat eselon III dan IV setara kepala bidang, sekretaris dinas/badan, kepala bagian, camat, lurah hingga kepala seksi. Pada kloter pertama, Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah melantik 57 pejabat eselon III dan IV, Rabu (29/9).
PELANTIKAN: Sekda Binjai, H Irwansyah Nasution melantik 61 pejabat eselon III dan IV di Aula Lantai 2 Balai Kota.
Sementara kloter kedua, sebanyak 61 pejabat eselon III dan IV dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Sekretaris Daerah Kota Binjai, H Irwansyah Nasution, Jumat (1/10). Sekda menyatakan, pejabat yang baru saja dilantik diingatkan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh.
Bangun loyalitas, kejujuran dan prestasi kerja yang lebih baik. Tingkatkan produktivitas, kualitas dan teruslah berinovasi.
Sekda mengajak kepada pejabat yang baru dilantik untuk meningkatkan kinerja dan reputasinya. Mantan Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Binjai ini menilai, mutasi dan rotasi adalah hal yang mutlak dalam organisasi.
Tujuannya, untuk efektivitas laju roda birokrasi. “Saya akan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh pejabat, yang kompeten akan dipromosikan dan yang tidak kompeten akan dimutasi. Hal ini guna mewujudkan Binjai sebagai kota yang maju, berbudaya dan religius dapat kita raih bersama,” ujar sekda membacakan sambutan tertulis Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah.
Dia menambahkan, jabatan dapat membawa kebaikan. Namun juga, dapat membawa musibah dan malapetaka.
Karenanya, jabatan harus diemban sebagai amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab. “Saya berharap, pelantikan ini semakin memperkuat kinerja dan tatanan birokrasi Pemerintah Kota Binjai dalam menyelenggarakan tugas-tugas pemerintahan yang menjadi urusan serta kewenangan Pemerintah Kota Binjai,” serunya.
Sementara, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Binjai, H Noor Sri Syah Alam Putra menilai, mutasi yang dilakukan pemko tidak pada tempatnya. Artinya, pejabat yang diletak tidak sesuai dengan ilmu mereka.
Apalagi, kata dia, penempatan ASN di Sekretariat DPRD Binjai. “Sebelum menempatkan jabatan di lingkungan DPRD, seharusnya Pemko berkoordinasi dulu dengan anggota dewan. Karena kami yang tahu SDM seperti apa yang dibutuhkan,” kata pria yang akrab disapa Haji Kires ini.
Dia menyesalkan, pejabat yang dinonjobkan atau tidak dapat kursi diarahkan penempatan pada Setwan. Ditambah lagi, mereka yang diletak tidak sesuai bidangnya. (ted/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO -Pelantikan Wakil Wali Kota Binjai terpilih, Rizky Yunanda Sitepu, akhirnya terjadwal. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu(, Edy Rahmayadi akan mengambil sumpahatau janji jabatannya pada hari ini pukul 10.00 WIB, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Komplek Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman Medan.
Rizky Yunanda Sitepu.
“Ya benar,” kata Kepala Bagian Otonomi Daerah pada Biro Pemerintahan dan Otda Setdaprovsu, Ahmad Rasyid Ritonga menjawab Sumut Pos, Minggu (3/10).
Adapun sebelumnya, Rizky Yunanda Sitepu, sebagai Wakil Wali Kota Binjai telah rampung proses pemilihan di DPRD Binjai, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Anak mantan Bupati Langkat dua periode, Ngogesa Sitepu itu, unggul mengalahkan kompetitornya, Hamdani Syahputra dalam proses pemilihan Wakil Wali Kota Binjai.
Politisi muda Golkar tersebut, meraih 26 suara anggota legislatif Binjai. Sedangkan Hamdani meraih dua suara, dan satu suara dinyatakan tidak sah. Pemilihan tersebut dilandasi karena Wali Kota Binjai terpilih, Juliadi, meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Posisi Juliadi lantas diambilalih oleh wakilnya, Amir Hamzah, yang kini sudah dilantik definitif Gubsu Edy.
“Pelantikan akan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Hanya boleh dihadiri Forkopimda Kota Binjai dan istri wakil wali kota yang dilantik saja,” imbuh Rasyid.
Diakui dia, sekitar satu bulan surat keputusan (SK) pelantikan Rizky Yunanda Sitepu yang dimohonkan pihaknya baru direspon Dirjen Otda Kementerian Dalam Negeri.
Mulanya, kata Rasyid, pihaknya menjadwal dapat melakukan pelantikan secara serentak atas pasangan Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu, Erik Adtrada Ritonga dan Elly Rossa Siregar.
“Namun justru SK pelantikan bupati Labuhanbatu terpilih yang diterbitkan duluan oleh Kemendagri, sehingga untuk pengambilan sumpah janji jabatan wakil wali Kota Binjai baru bisa dilakukan pada Senin besok,” pungkasnya. (prn/azw)
MELAPOR:
Gubsu Edy Rahmayani saat rapat virtual bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI Luhut Binsar Pandjaitan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi menagih utang pembayaran insentif tenaga kesehatan (Nakes) sebesar Rp15 miliar. Edy meminta agar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia segera membayarkan itu.
MELAPOR:
Gubsu Edy Rahmayani saat rapat virtual bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI Luhut Binsar Pandjaitan.
Hal itu disampaikan Edy saat rapat virtual bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI Luhut Binsar Pandjaitan. Edy mengatakan tagihan ini untuk tahun 2020.
“Perlu kami laporkan Pak Luhut, mengenai tagihan piutang insentif Nakes tahun 2020 sebesar Rp 15 miliar yang belum dibayarkan Kemenkes,” ucap Edy melalui keterangan tertulis, Minggu (3/10).
Edy meminta agar pembayaran insentif Nakes ini menjadi prioritas. Edy meminta hal itu agar tidak mendapatkan teguran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Kami minta ini diprioritaskan pak, dan jangan terlalu lama yang nantinya akan menjadi teguran kembali oleh BPK,” tuturnya.
Rapat bersama Luhut juga membahas rencana pembukaan kedatangan internasional di Bandara Ngurah Rai Bali dan Kualanamu Sumut. Dalam rapat, Luhut meminta agar seluruh pihak di Sumut mempersiapkan hal ini.
Menyahuti permintaan Luhut itu, Edy kemudian meminta agar dilakukan persiapan oleh Satgas Covid-19 Sumut. Edy juga meminta agar Satgas berkomunikasi dengan Pangdam I/BB dan Kapolda Sumut terkait hal itu.
“Untuk semuanya saya meminta ini semua untuk mempersiapkan segala arahan dan instruksi pusat dengan sebaiknya, dan berkoordinasi dengan Pangdam serta Kapolda Sumut,” tutur Edy usai rapat. (dtc/ila)
MERAUKE, SUMUTPOS.CO – Tim Wushu Sumatera Utara memenuhi target meraih lima medali emas lima perak dan lima perunggu pada PON XX/2021 di Merauke Papua. Pada hari terakhir, Sumut berhasil menambah tiga medali emas, empat perak, dan dua perunggu di GOR Futsal Dispora Merauke, Minggu (3/10).
Tiga medali emas semuanya didapat dari wushu sanda masing-masing disumbangkan Junita Malau Kelas 48 kg putri, Rosalina Simanjuntak 52 kg putri serta Brando Mamana Simanjorang kelas 48 kg putri.
Empat medali perak juga seluruhnya dari sanda persembahan Adi R Manurung (Kelas 56 kg), Samuel Marbun (65 kg), Roberto Manik (70 kg) dan Jeka Asparido Saragih.
Sementara dua perunggu didapat dari wushu taolu nomor Duillian Putra via trio Fredy, Nicholas dan Wilbert Sanjaya, serta Duillian Putri melalui duet Dwi Arimbi dan Dessy Indri Astuti.
Hasil lima emas lima perak dan lima perunggu ini membuat Sumut secara keseluruhan menduduki peringkat dua, di bawah Jatim yang meraih 6 emas, 4 perak dan 5 perunggu. Urutan ketiga DKI Jakarta (5-5-4), Jateng (3-5-5) dan Jabar (2-2-3).
Sumut sesungguhnya berpeluang menjadi juara umum, namun di laga terakhir Kelas 75 kg, Jeka Asparido dinyatakan kalah melawan Imam Lesmana (Jabar). Kekalahan Jeka dinilai kontroversial, sebab di babak kedua, pesanda asal Simalungun ini seharusnya tampil sebagai pemenang.
Namun tendangan kerasnya di detik detik terakhir, tidak dihitung oleh juri sisi sehingga skor imbang 2,5 – 2,5. Sesuai ketentuan wushu, apabila nilai imbang maka untuk menentukan pemenang dilihat dari berat badan. Karena Jeka beratnya lebih berat, maka kemenangan dinyatakan menjadi milik lawan. Keputusan serupa sebelumnya juga terjadi di babak pertama, skor kedua petarung imbang 2,5 – 2,5.
Kubu Sumut sempat melancarkan protes tertulis ke dewan hakim dengan menyertakan uang protes. Namun, sesuai bersidang Dewan Hakim menolak protes Sumut klarena dalam technical meeting disepakati protes hanya boleh ditujukan terhadap kepemimpinan wasit panggung, sementara untuk penilaian juri sisi tidak dibenarkan.
Bersamaan dengan itu Dewan Hakim juga menolak protes Jabar terhadap hasil keputusan di Kelas 48 kg yang memenangkan pesanda Sumut Brando Mamana Simanjorang atas atletnya Ade Permana.
Akibat ada aksi protes ini, upacara penghormatan pemenang untuk Kelas 48 kg dan 75 kg Putra sempat tertunda. Syukurnya lagi, aksi protes official Jabar tidak sampai disaksikan Presiden Joko Widodo yang sempat hadir menyaksikan pertandingan sanda Putri.
Selain Presiden Jokowi, laga terakhir cabor Wushu turut disaksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indoensia yang juga Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amalia dan Menteri Perindustrian Dr Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si.
“Syukur kepada yang maha kuasa, buah kerja keras atlet, pelatih dan skuad tim dibantu doa seluruh masyakat, wushu Sumut berhasil memenuhi target, “ ujar Sekretaris Pengprov WI Sumut Heriyanto yang mengaku kecewa dikalahkannya Jeka Saragih.
“Kami datang ke Merauke dengan mengusung target meraih lima medali
emas. Kami bersyukur target tersebut berhasil dipenuhi, walaupun sebenarnya kita punya peluang melampui target. Kami mengapresiasi perjuangan seluruh atlet. Kita menang dengan cara bermartabat dan kalah secara terhormat,” tambah pria yang juga sebagai Tim Manajer Wushu Sumut itu.
Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis melalui handphone juga mengaku kecewa Wushu Sumut dirugikan dengan kekalahan Jeka Saragih. (rel/dek)
VAKSINASI:
Ketua TP-PKK Sumut, Nawal Lubis mengunjungi kegiatan vaksinasi pelajar di SMA Negeri 3 Kota Medan, pekan lalu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution menargetkan proses Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Kota Medan dapat dimulai hari ini, Senin (4/10). Sebab, target vaksinasi pelajar tingkat SMP minimal 20 persen, malah sudah melampaui tagetnya, saat ini mencapai 32 persen.
VAKSINASI:
Ketua TP-PKK Sumut, Nawal Lubis mengunjungi kegiatan vaksinasi pelajar di SMA Negeri 3 Kota Medan, pekan lalu.
Plt Kadis Pendidikan Kota Medan, Topan O.P Ginting, menjelaskan, per Sabtu (2/10) kemarin ada sekitar 32 persen pelajar yang sudah divaksin. Dengan begitu sudah lebih dari target 20 persen.
“Berkat instruksi Pak Wali, dalam seminggu terakhir ini kita sudah berhasil vaksinasi sekitar 30 ribu siswa, sebelumnya hanya 4 ribu siswa, jadi total ada 34 ribu dari 105 ribu siswa SMP di Medan yang sudah divaksin. Artinya, per Sabtu (2/10) kemarin ada sekitar 32 persen yang sudah divaksin,” ucap Topan Ginting kepada Sumut Pos, Minggu (3/10).
Namun, kata Topan, meskipun saat ini tingkat vaksinasi pelajar SMP di Kota Medan terbilang naik signifikan atau telah melebihi target 20 persen, namun hingga saat ini Pemko Medan masih berkomitmen untuk terus melanjutkan vaksinasi Covid-19 tingkat SMP. “Vaksinasi untuk siswa SMP masih terus kita lanjutkan sampai seluruh siswa SMP telah divaksin. Meskipun bukan itu syarat untuk kita menggelar PTMT, karena target vaksinasi yang 20 persen sudah tercapai ujarnya,” ujarnya.
Lantas, apa yang masih membuat Pemko Medan belum bisa menggelar PTMT untuk siswa PAUD, TK, dan SD? “Karena kita belum mendapatkan izin dari Gubernur. Sekalipun dalam SE Gubsu dan Wali Kota Medan sudah diperbolehkan PTMT, tapi secara teknis belum diizinkan. Makanya tingkat SMA kan belum PTMT. Intinya kita tunggu Disdik Provinsi Sumut izinkan SMA PTMT dulu, baru SMP kita juga PTMT. Selama mereka (SMA) belum PTMT, SMP juga belum PTMT,” jelasnya.
Sedangkan untuk siswa PAUD, TK, dan SMP, kaa Topan, pihaknya masih belum mendapatkan petunjuk selanjutnya. “Karena SD ke bawah kan belum bisa divaksin, jadi kemungkinan besar tidak bisa PTMT bersamaan dengan SMP. Begitu pun kita tunggu saja instruksi selanjutnya, tapi sampai saat ini belum ada petunjuk. Kalaupun SMA nanti sudah PTMT, yang langsung kita ikutkan PTMT juga adalah SMP. Yang SD ke bawah sepertinya belum, masih menunggu petunjuk lagi,” terangnya.
Sambil menunggu izin digelarnya PTMT untuk siswa SMP dari Provinsi Sumut, lanjut Topan, pihaknya akan terus meningkatkan vaksinasi untuk siswa SMP. Hari Senin (4/10) ini saja, masih ada 5 sekolah SMP Negeri di Kota Medan yang akan menjalani vaksinasi Covid-19. Adapun 5 sekolah yang akan menjalani vaksinasi hari ini, yaitu SMPN 37 Medan di Jl. Timor Medan, SMPN 16 Medan di Jalan Karya, SMPN 7 Medan di Jl. Adam Malik, SMPN 19 Medan di Jl. Agenda 5, dan SMPN 39 Medan di Jl. Young Panah Hijau.
“Seperti biasa satu sekolah ditargetkan 1.000 vaksin, jadi satu hari targetnya ada 5.000 pelajar yang divaksin. Selanjutnya, Pemko Medan akan fokuskan vaksinasi ke SMP-SMP swasta. Saat ini kita terus berfokus ke vaksinasi tingkat SMP,” pungkasnya.
Seperti diketahui, bila hari ini Pemko Medan menyelesaikan vaksinasi di 5 sekolah SMP yang tersisa, maka total ada sekitar 39 ribu dari 105 ribu siswa SMP yang telah divaksin di Kota Medan. Dengan kata lain, vaksinasi SMP di Kota Medan mencapai 37 persen dari target.
Sebelumnya diberitakan, Pemko Medan menargetkan, PTMT di Kota Medan bisa mulai digelar sejak hari ini, Senin (4/10). Wali Kota Medan Bobby Nasution menegaskan, dalam sepekan ini, Pemko Medan masih berfokus untuk menggenjot Vaksinasi Covid-19 pelajar di Kota Medan, khususnya untuk tingkat SMP.
Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Medan, Afif Abdillah meminta kepada Pemko Medan, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Medan untuk tidak terburu-buru dalam menggelar PTMT pada sekolah-sekolah di Kota Medan, khususnya tingkat SMP ke bawah, termasuk PAUD, TK, dan SD yang menjadi domain Dinas Pendidikan Kota Medan.
Pasalnya, proses vaksinasi pelajar tingkat SMP di Kota Medan masih terbilang cukup rendah, yakni masih dibawah 70 persen bahkan di bawah 50 persen. “Saya berharap, gak usah buru-buru dulu untuk menggelar PTMT. Apalagi saat ini vaksinasi tingkat pelajar juga masih di bawah 70 persen, bahkan belum sampai 50 persen dari target. Tak cuma itu, yang sudah menerima vaksinasi lengkap (2 kali vaksin) kan baru 4.000 siswa, sisanya baru satu kali vaksin. Saya setuju kalau Wali Kota Medan ingin mengejar dan memfokuskan capaian target vaksinasi dulu, baru kita buka PTMT,” kata Afif kepada Sumut Pos, Minggu (3/10).
Ketua Fraksi Partai NasDem itu juga mengaku mengapresiasi langkah sigap Pemko Medan yang dengan gencar melakukan vaksinasi Covid-19 kepada para pelajar tingkat SMP di Kota Medan dalam waktu satu minggu terakhir. Sebab hanya dalam waktu satu minggu, jumlah pelajar SMP di Medan yang sudah divaksinasi bertambah secara signifikan, yakni bertambah sekitar 30 ribu siswa.
“Sebelum dilakukan vaksinasi dalam seminggu kemarin, yang divaksin baru 4.000 siswa atau 3,8 persen dari target. Tapi begitu dilakukan vaksinasi secara intens dalam satu minggu terakhir ini, termasuk besok (hari ini), jumlahnya naik tajam jadi sekitar 39.000 siswa karena yang divaksin ada 5.000 siswa dalam sehari. Itu tentu capaian yang sangat baik dan patut diapresiasi,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut Afif, pihaknya meminta Pemko Medan untuk kembali memfokuskan vaksinasi tingkat SMP di Kota Medan, setidaknya dalam waktu satu pekan kedepan lagi dengan intensitas yang sama, yakni 5.000 siswa per hari.
Dengan demikian, tingkat vaksinasi Covid-19 tingkat SMP di Kota Medan bisa bertambah lagi sekitar 35 ribu siswa. Dengan begitu, jumlah siswa yang divaksinasi dapat berjumlah 74.000 dari 105.000 siswa atau mencapai 70 persen dari target.
“Harapan kita fokuskan kembali vaksinasi pelajar SMP dalam satu minggu kedepan, jadi bisa mencapai 70 persen. Sembari menunggu itu, kita fokuskan juga pengawasan ke sekolah-sekolah agar mereka menerapkan sarana prokes secara baik dan lengkap,” pungkasnya.
Gubsu Terus Kejar Vaksinasi
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mengejar target vaksinasi guna mencapai kekebalan imun kelompok (herd immunity) dapat terwujud. Terlebih saat ini, angka kasus paparan maupun meninggal dunia akibat Covid-19 di Sumut, perlahan tapi pasti mulai menunjukkan tren penurunan. Sehingga pembelajaran tatap muka (PTM) nanti bisa serentak terlaksana.
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengutarakan, Provinsi Sumut memiliki target vaksinasi sebesar 11.000.400. Saat ini, Sumut baru berhasil mencapai ke angka empat juta. Sehingga, masih dibutuhkan tujuh juta lebih lagi guna mewujudkan herd immunity.
“Jumlah 11.000.400 itu adalah 70 persen (mencapai herd immunity). Sementara kita baru 30,2 persen. Kita berharap kita kejar capaian ini. Sehingga rakyat kita mudah-mudahan semua imunnya meningkat dan memperkecil orang-orang yang terpapar dan terjadinya musibah. Ini yang mau kita usahakan,” katanya menjawab wartawan di suatu acara gebyar vaksin yang diinisiasi pihak swasta, baru-baru ini.
Saat ini, lanjut Edy, bertahap tapi pasti grafik vaksinasi di Sumut mulai meningkat dari sebelumnya. Persoalannya diakui dia, adalah vaksin yang datang dari pusat juga bertahap. “Jadi setiap datang dari pusat langsung kita lakukan vaksinasi. Banyak pihak yang melakukan vaksinasi. Vaksinasi dilakukan Kodam (TNI), Polri, bahkan Kejaksaan Tinggi juga melaksanakan vaksinasi, datang mengambil vaksin dan melakukannya di wilayah tempat kerjanya,” katanya.
Soal vaksinasi, Gubsu bersama Ketua TP PKK Sumut, Nawal Lubis ikut mengawal capaian vaksinasi di Sumut terkhusus bagi kalangan pelajar. Menurutnya, hal ini penting dilakukan karena pelajar di Sumut sudah mulai belajar tatap muka terbatas. Nawal berharap semakin banyak kegiatan vaksinasi pelajar untuk mempercepat herd immunity.
“Saya sangat bersyukur pemerintah berkolaborasi dengan sekolah dan lembaga non-pemerintah seperti Rotary Club Medan Deli untuk menyelenggarakan vaksinasi pelajar seperti ini. Kita ingin kegiatan seperti ini semakin masif sehingga anak-anak kita bisa lebih terlindungi ketika menuntut ilmu,” kata Nawal usai mengunjungi vaksinasi pelajar dan alumni SMAN 3 Medan, Jalan Budi Kemasyarakatan Medan, Jumat (1/10).
Ia berpesan kepada pelajar agar tetap disiplin menjalankan prokes karena aspek itu merupakan senjata utama saat ini dalam mencegah penyebaran Covid-19. Bukan hanya itu, dia juga meminta pengurus sekolah untuk memperkuat Tim Satgas Covid-19 sekolah agar prokes tetap berjalan dengan benar.
“Kita tau kalau masih remaja, anak-anak terkadang mereka mungkin lalai menggunakan masker, berkerumun. Jangankan anak-anak, kita saja yang dewasa mungkin sering lupa atau lalai. Jangan lalai walau saat ini kondisi penyebaran Covid-19 di Sumut menurun. Jangan sampai kita kembali lagi tidak bisa sekolah, tidak bisa berkegiatan seperti ini,” ajaknya.
Selain di SMAN 3 Medan, ia mengunjungi kegiatan vaksinasi di Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Murni Jalan HM Joni Medan dan Panti Asuhan Anugerah Sungai Air, Deli Serdang. Dari tiga lokasi vaksin yang dikunjungi Nawal, ditargetkan vaksinasi mencapai 1.250 orang.
Adapun Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Ismail Lubis yang turut hadir mengatakan akan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mempercepat vaksin untuk pelajar. “Itu harus kita capai dengan cepat, kita akan terus dorong vaksinasi di Sumut agar target kita 70% masyarakat Sumut cepat tercapai,” terang dia. (map/prn)
LONDON, SUMUTPOS.CO – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berencana untuk mengizinkan lebih banyak negara melakukan perjalanan bebas karantina akhir pekan ini. Indonesia menjadi satu dari sekian negara yang akan keluar dari red list Inggris.
The Sunday Telegraph melaporkan Inggris akan memangkas jumlah red list menjadi sembilan negara. Sebelumnya ada total 54 negara yang masuk ‘daftar merah’ tersebut.
“Kedatangan bagi penumpang yang telah divaksinasi lengkap dari negara-negara seperti Afrika Selatan, Brasil, Meksiko, dan Indonesia tidak lagi harus karantina di hotel selama 10 hari ketika mereka tiba di Inggris. Aturan ini berlaku mulai akhir Oktober,” demikian laporan surat kabar itu, seperti dilansir Reuters, Minggu (3/10).
Kebijakan tersebut akan diumumkan pada Kamis depan (7/10). Dengan berkurangnya daftar negara yang masuk ‘red list’ Inggris, kemungkinan akan terjadi lonjakan pemesanan tiket pesawat.
Sebelumnya, kebijakan karantina hotel di Inggris untuk negara-negara berisiko tinggi Covid-19 menelan biaya yang tidak murah. Setiap orang dewasa perlu mengeluarkan dana 2.285 pound (Rp 44,1 juta).
Inggris sudah berencana untuk melonggarkan aturan perjalanannya mulai 4 Oktober dengan menghapus daftar kuning untuk negara berisiko menengah. Untuk negara-negara yang tak masuk dalam ‘red list’, penumpang yang divaksinasi penuh tidak perlu mengikuti tes Covid-19 sebelum mereka tiba di Inggris.
Lebih lanjut, mulai akhir Oktober mendatang, para penumpang yang datang ke Inggris tidak lagi harus mengikuti tes PCR setelah kedatangan. Sebagai gantinya, para penumpang dapat melakukan tes dengan metode yang lebih terjangkau, seperti rapid antigen. (dtc/ila)
MERIAH: Presiden Jokowi memberikan tepuk tangan saat opening ceremony pembukaan
PON XX Papua 2021 yang berlangsung meriah di Stadion Lukas Enembe.
PAPUA, SUMUTPOS.CO – Upacara pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 digelar di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (2/10) malam. Acara opening ceremony ini benar-benar memberikan kejutan. Bahkan, penonton yang menyaksikan dari layar kaca televisi pun begitu terpukau melihat kemeriahan upacara pembukaan pesta olahraga tersebut.
MERIAH: Presiden Jokowi memberikan tepuk tangan saat opening ceremony pembukaan
PON XX Papua 2021 yang berlangsung meriah di Stadion Lukas Enembe.
Edo Kondologit, Michael Jakamirelena, dan Nowela, mengawali rangkaian opening ceremony. Ketiga penyanyi asal Papua itu membawakan lagu Aku Papua dengan diiringi para penari kolosal yang menggunakan pakaian adat Papua. Usai penampilan ketiga penyanyi, acara dilanjutkan dengan parade atlet yang dibuka oleh Kontingen Aceh.
Sajian pertunjukan hiburan yang berlangsung selama 2 jam menampilkan kebudayaan Papua dari lima wilayah adat, yaitu Mamta, Saireri, Meoago, Lapago dan Animha. Boaz Solossa, yang merupakan pemain sepak bola asal Papua, mendapat hak istimewa sebagai pembawa obor dan menyalakan api PON XX 2021.
Jika membahas Stadion Lukas Enembe, Stadion Lukas Enembe memiliki kapasitas lebih dari 40.000 penonton. Namun saat pembukaan hanya 10.000 orang yang datang. Jumlah tersebut termasuk tamu penting dan tenaga kesehatan.
Pembangunan stadion tersebut dilakukan PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero Tbk dan selesai pada Juni 2019. Groundbreaking stadion dilakukan Presiden Joko Widodo pada 2015 dan PT PP memulai pembangunan sejak 2016. Proyek pembangunan Stadion Papua Bangkit tersebut diresmikan secara langsung oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, pada Jumat (23/10/2020).
Dikutip dari Indonesia.go.id, sejak diresmikan, Stadion Papua Bangkit resmi mengalami pergantian nama menjadi Stadion Lukas Enembe. Nama Lukas Enembe diambil dari nama Gubernur Papua saat ini yang dinilai berjasa dalam menjadikan Papua sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.
Berlokasi di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Stadion Lukas Enembe dibangun untuk menyambut penyelenggaraan PON XX Papua. PON XX ini merupakan perhelatan olahraga tingkat nasional pertama yang berlangsung di Papua.
Lokasi stadion itu sangat strategis, karena berada di jalan poros utama yang menghubungkan Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Akses menuju stadion juga mudah. Berjarak sekitar 8,9 kilometer dari Bandar Udara Internasional Sentani, Stadion Lukas Enembe dapat ditempuh dalam 16 menit perjalanan dengan kendaraan roda empat. Sementara itu, jarak Stadion Lukas Enembe dengan Rumah Sakit Yowari, juga terbilang dekat yakni 15 kilometer dan bisa dicapai dalam waktu 20 menit.
Kehadiran Stadion Lukas Enembe telah menjadikan ikon (landmark) tersendiri bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Papua.Betapa tidak. Stadion dengan kapasitas lebih dari 40 ribu penonton itu memiliki fasilitas-fasilitas yang telah berstandar internasional. Sebut saja, salah satunya lapangan sepak bola telah mengikuti standar FIFA, dengan sarana pendukung lainnya juga didatangkan langsung dari luar negeri.
Jenis rumput yang digunakan di stadion itu adalah Zoysia Matrella (Linn) Merr atau rumput Manila yang lazim digunakan di stadion-stadion besar, salah satunya di Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta. Lalu, lintasan atletik sintetis di Stadion Lukas Enembe juga bersertifikasi kelas 1 standar federasi atletik internasional (IAAF).
Arena atletik berkelas dunia itu dilengkapi pula dengan sebuah lapangan pemanasan. Untuk pencahayaan, stadion ini menggunakan LED teknologi DMX dari Philips yang bisa mengikuti beat musik dengan kekuatan 1.800 lux. Tak hanya itu, scoring board perimeter atau papan skor digital yang terpasang di dua sisi tribun juga didatangkan dari Eropa. Begitu pula dengan 88 unit perangkat sound system yang didatangkan langsung dari Jepang. Secara keseluruhan, teknologi di stadion itu memang sudah sangat modern.
Berdiri di atas lahan seluas 13 hektare itu, stadion itu dibangun dalam empat periode tahun anggaran. Dimulai pada 2016 dengan anggaran sebesar Rp228,6 miliar, tahun 2017 sebesar Rp447,2 miliar, tahun 2018 sebesar Rp879,3 miliar, serta pada 2019 telah sebesar Rp2,2 triliun. Kini, Stadion Lukas Enembe diklaim sebagai stadion terbaik dan termegah kedua yang ada di Indonesia, setelah Stadion Gelora Bung Karno, yang berlokasi di Ibu Kota Jakarta.
Selain didukung teknologi modern, bagian luar stadion juga dikelilingi ornamen fasad baja melengkung dengan menonjolkan ukiran khas Papua yang menambah kesan etnik pada stadion megah itu. Dengan keunggulan tersebut, Stadion Lukas Enembe berhasil masuk sebagai salah satu Nominasi Stadion Terbaik Dunia 2019 yang diselenggarakan oleh media online asal Polandia, yaitu StadiumDB.com.
Stadion ini bersaing dengan 21 stadion lainnya yang berasal dari 19 negara untuk menjadi yang terbaik. Tapi akhirnya juri menetapkan Japan National Stadium sebagai pemenang Stadium of the Year 2019.
Masyarakat berharap stadion ini tidak hanya digunakan untuk menyambut PON XX. Tapi, dapat juga digunakan untuk aktivitas olahraga lainnya oleh masyarakat Papua. Dengan kehadiran Stadion Lukas Enembe di Papua diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di provinsi tersebut.
Adapun penyelenggaraan PON XX Papua sempat ditunda selama satu tahun, karena pandemi Covid-19. Total ada 36 pertandingan dengan 56 disiplin yang dipertandingkan selama PON XX Papua. Kemudian, ada 6.422 atlet yang ikut serta untuk merebut 681 medali emas. Pertandingan cabang olahraga PON XX 2021 Papua sudah dimulai sejak 22 September 2021, dan akan berakhir pada 15 Oktober 2021. (bbs/ila)
PENYEKATAN:
Sejumlah Polisi lalu Lintas(Polantas) berjaga di lokasi penyekatan saat PPKM di Jalan Brigjend Katamso, persimpanagan Jalan Juanda Medan, Senin (3/8) lalu. Saat ini lima titik di perbatasan Kota Medan masih diberlakukan penyekatan .
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejak Kota Medan diputuskan turun status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari Level 4 ke Level 3 pada 21 September 2021 lalu melalui Surat Edaran Wali Kota Medan No.443.2/9055, Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengaku optimis tetap dapat bertahan di Level 3 bahkan turun ke Level 2. Apalagi diketahui, SE tersebut akan berakhir pada hari ini, Senin 4 Oktober 2021.
Ilustrasi PPKM Level 4.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Mardohar Tambunan M.Kes, mengatakan, Pemko Medan terus melakukan kesiapan untuk bisa mencapai PPKM level 2 dengan terus memperkuat prokes 5M dan 3T, khususnya tracing dan testing. Sebab, salah satu element kuat untuk menuju ke level 2 adalah dengan memperkuat penerapan tracing dan testing.
“Kita terus memperkuat tracing dan testing, salah satunya dengan membentuk tim-tim yang ada di tiap-tiap Kecamatan. Bersama dengan unsur stakeholder lainnya, kita secara gencar melakukan tracing dan testing terhadap masyarakat yang kontak erat dengan terkonfirmasi covid-19,” ucap Mardohar, Sabtu (2/10).
Dikatakan Mardohar, meskipun saat ini angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan terus mengalami penurunan, namun Wali Kota Medan Bobby Nasution ingin agar pengawasan prokes 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas) dan 3T (Tracing, Testing, Treatment) dapat terus diperkuat.
“Pak Wali juga telah meminta agar 47 Rumah Sakit yang menangani Covid-19 di Kota Medan ikut membantu memperkuat tracing dan testing, sehingga Kota Medan bisa segera turun ke Level 2,” ujarnya.
Diterangkan Mardohar, saat ini Pemko Medan tengah meningkatkan tracing dan testing dengan metode 1:15. Artinya untuk setiap 1 orang yang terkonfirmasi Covid-19, maka tim akan melakukan tracing dan testing terhadap 15 orang yang melakukan kontak erat dengan yang terkonfirmasi.”Ini tiap hari kita lakukan, sehingga setiap dua jam tim memiliki laporan yang dapat dipantau oleh OPD terkait,” tegasnya.
Demi mengoptimalkan tracing dan testing tersebut, lanjutnya, Pemko Medan juga bekerjasama dengan 47 rumah sakit yang ada di Kota Medan. Di mana, setiap rumah sakit, akan mendukung penuh dengan menurunkan tim-tim untuk membantu petugas kesehatan dari Pemko Medan.
“Mereka sangat mendukung penuh, baik itu melakukan tracing dan testing, maupun ikut melakukan vaksinasi Covid-19. Sebab Pak Wali juga mengimbau agar memperkuat cakupan vaksinasi untuk seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar dan lansia. Oleh sebab itu, tim kita terus bergerak melakukan serbuan vaksinasi,” ungkapnya.
Terus Awasi Penerapan Prokes
Bila sebelumnya Satgas Covid-19 Kota Medan berhasil menurunkan status PPKM di Kota Medan dari Level 4 ke Level 3, Wali Kota Medan Bobby Nasution menargetkan bisa penurunan kembali status PPKM dari Level 3 ke Level 2.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono mengatakan, sejak dibukanya mal di Kota Medan dan turunnya Level PPKM ke Level 3, pihaknya di Dinas Pariwisata terus melakukan pengawasan ke sejumlah mal yang ada di Kota Medan.
“Sejak awal itu kita instruksikan, tolong prokes dijaga, tolong sesuai aturan. Kapasitas yang masuk mal harus dikontrol, supaya tidak melebihi kapasitas maksimal. Ini pengawasan terus kita lakukan,” ucap Agus.
Sesuai Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan No.443.2/9055 Tentang PPKM Level 3 di Kota Medan, kata Agus, mal dan seluruh aktivitas yang ada di dalamnya termasuk bioskop, telah diperbolehkan untuk kembali beroperasi.”Untuk pengelola Bioskop juga sudah kita berikan imbauan. Tegas kita sampaikan, bahwa harus dijaga jarak duduk dalam bioskop, harus sudah divaksin, dan tidak boleh makan/minum dalam bioskop,” ujarnya.
Agus juga menerangkan, pihaknya juga melakukan pengawasan ke tempat-tempat penjualan makanan yang menyediakan fasilitas makan di tempat seperti restoran, cafe, rumah makan dan sejenisnya.
“Baik yang di dalam mal ataupun di luar mal, itu restoran atau cafe dan tempat-tempat makan, itu semua kita beri imbauan untuk menjaga betul jarak duduknya. Kapasitas cafe itu maksimal 25 persen dari kapasitas yang seharusnya. Dan sejauh ini, pantauan kita di Mal, itu prokesnya cukup baik, pihak pengelola mengikuti arahan Pemko Medan. Begitupun akan terus dipantau,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt KasatPol PP Kota Medan Rakhmat Adi Syahputra, mengatakan, pihaknya juga terus melakukan pengawasan ke tempat-tempat fasilitas umum di Kota Medan. Hingga saat ini, kata Rakhmat, pihaknya belum mendapatkan laporan adanya pelanggaran prokes di tempat-tempat umum.
“Misalnya di mal, itu kan Dispar yang melakukan pengawasan. Sampai saat ini kita belum dapat laporan dari Dispar tentang adanya pelanggaran di sana, tapi begitu pun kita ikut melakukan pemantauan secara parsial. Bila ada pelanggaran yang dilaporkan, ya kita akan ambil tindakan tegas, bila perlu di segel,” kata Rakhmat.
Sesuatu instruksi Wali Kota Medan Bobby Nasution, kata Rakhmat, pihaknya juga akan ikut berperan aktif dalam melakukan fungsi penegakan Perda agar prokes di Kota Medan dapat benar-benar berdiri tegak guna memutus mata rantai Penyebaran Covid-19 di Kota Medan.
“Belum lagi PTMT akan segera digelar di Medan, ini juga harus sesuai prokes. Makanya kita minta, tolong OPD terkait untuk melakukan pengawasan. Sebab sebenarnya fungsi pengawasan itu ada pada mereka, SatPol PP akan mengambil tindakan tegas bila kita mendapatkan laporan dari OPD terkait,” pungkasnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Medan, Surianto alias Butong mengaku ikut optimis dengan Pemko Medan, bahwa Pemko Medan akan segera turun status PPKM dari Level 3 ke Level 2. Mengingat saat ini, jumlah penyebaran Covid-19 di Kota Medan terus menurun. “Kalau melihat angka penurunannya, kita sepakat dengan Pemko Medan, target kita Kota Medan bisa terus turun, setidaknya ke Level 2 lah dulu,” ucap Butong kepada Sumut Pos, Minggu (3/10).
Apalagi, kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan ini, Wali Kota Medan Bobby Nasution terus menginstruksikan jajarannya untuk terus meningkatkan 3T (Tracing, Testing, dan Treatment) serta memperketat prokes 5M.
“3T itu memang sangat efektif menekan angka penyebaran Covid-19, jadi sangat baik bila 3T ini terus ditingkatkan seperti yang saat ini dilakukan Pemko Medan. Begitupun kami di Komisi II juga sepakat, kita jangan euforia dulu, justru kita harus semakin memperketat jalannya prokes 5M, supaya kita bisa terus turun ke Level 2 bahkan Level 1 hingga penyebaran Covid-19 ini bisa betul-betul terkendali,” pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan update kasus Covid-19 secara nasional pada Minggu (3/10), Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan ada 1.142 kasus baru Covid-19. Data tersebut tercatat sejak Sabtu (2/10/) pukul 12.00 WIB, hingga Minggu pukul 12.00 WIB. Dengan penambahan itu, kini ada 4.219.284 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak 2 Maret 2020. Penambahan kasus didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap 238.058 spesimen dalam 24 jam terakhir. (map/kps)