31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 3051

Juventus vs Sassuolo: Ambisi 4 Besar

ANDALAN: Striker Juventus Paolo Dybala menjadi andalan di lini depan untuk membobol gawang Sassuolo, Rabu (27/10) malam.

SUMUTPOS.CO – SEMPAT terseok di awal musim, Juventus kini mulai kembali dalam trend positif. Sejak tumbang 2-1 dari Napoli pada 11 September 2021, Juventus belum pernah kalah di semua kompetisi resmi. Mereka juga meraih 4 kemenangan beruntun di Serie A Liga Italia, sebelum ditahan imbang Inter Milan 1-1.

ANDALAN: Striker Juventus Paolo Dybala menjadi andalan di lini depan untuk membobol gawang Sassuolo, Rabu (27/10) malam.

Capaian apik itu membuat Juventus lebih percaya diri saat menjamu Sassuolo, Rabu (27/10) malam. Dalam laga ini, Bianconeri bertekat untuk menembus empat besar. Demi bisa memenuhi ambisi tersebut, Juventus harus meraih kemenangan atas Sassuolo.

Mengingat laga akan digelar di markas Juventus, yakni Stadion Allianz, armada Massimiliano Allegri dipastikan mendapat motivasi lebih untuk meraih kemenangan. Sebab, mereka akan tampil di hadapan publiknya. Juventus juga akan memiliki modal apik dalam laga itu lewat rentetan hasil manis yang diraihnya dalam beberapa pertandingan terakhir.

Tercatat, Bianconeri -julukan Juventus- tak menelan kekalahan di lima laga terakhir Liga Italia. Teranyar, pada akhir pekan lalu, Juventus berhasil menggagalkan kemenangan Inter Milan usai mengakhiri laga dengan skor 1-1. Semua itu terjadi berkat gol penalti Paulo Dybala di ujung laga. Dengan hasil ini, Juventus pun menempati posisi keenam di klasemen sementara Liga Italia 2021-2022. Kondisinya berbeda dengan Sassuolo yang terpuruk di posisi ke-13 pada klasemen sementara saat ini. Hasil yang didapat Sassuolo dalam lima laga terakhir di Liga Italia pun tak seciamik Juventus. Mereka meraih dua kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang.

Meski Sassuolo tampil menjanjikan saat melawan tim-tim papan tengah Serie A, mereka belum pernah menang ketika menghadapi klub-klub papan atas Liga Italia 2021/2022.

Domenico Berardi dan kolega tercatat tumbang saat melawan Atalanta, AS Roma, dan Inter Milan. Jika melihat performa Juventus dalam beberapa pertandingan terakhir, hasil minor melawan tim besar diprediksi akan kembali dialami Sassuolo.

Pemain bertahan Juventus, Danilo pun optimistis timnya bisa kembali meraih hasil maksimal dalam laga melawan Sassuolo. Ia menilai Bianconeri terus berkembang dan menunjukkan permainan yang bagus. “Kami bermain dengan baik, tapi kami masih bisa berkembang lebih bagus lagi (dari pertandingan melawan Inter Milan). Di laga berikutnya [melawan Sassuolo], kami berencana untuk tampil lebih baik lagi,” ujar Danilo, dikutip dari situs resmi Juventus.

Hingga pekan ke-9 Liga Italia, Juventus mulai menunjukkan permainan yang bagus di Serie A. Secara bertahap, pelatih Masimiliamo Alegri, mampu memperbaiki satu per satu masalah timnya, mulai dari lini depan yang mulai banyak mencetak gol, dan lini belakang yang sudah tidak lagi melakukan blunder. Tuan rumah juga layak diunggulkan apabila melihat rekor pertemuan kedua tim.

Dalam 5 pertandingan terakhir, Juventus unggul atas Sassuolo, dengan meraih 3 kemenangan dan belum pernah kalah. Fakta bahwa Juventus kini sedang berada dalam momentum kebangkitan usai mengawali musim dengan buruk, memperbesar potensi keunggulan mereka atas tim tamu. (bbs)

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Daerah Rata-rata 50 Persen, Gubsu Optimis Herd Immunity Tercapai

VAKSINASI: Gubsu Edy Rahmayadi bersama Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak meninjau vaksinasi massal yang digelar Arbituren AKABRI '90 di Stadion mini USU, Selasa (26/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi optimis kekebalan kelompok (herd immunity) tercapai di Sumut pada akhir tahun 2021. Dengan begitu, penyebaran Covid-19 di provinsi ini bisa lebih cepat ditekan Hingga akhir Oktober 2021, capaian vaksinasi Covid-19 di kabupaten/kota se-Sumut rata-rata mencapai 50 persen. Salah satu kuncinya, menurut Edy Rahmayadi, adalah kerja sama yang kuat antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, TNI, Polri, serta masyarakat.

VAKSINASI: Gubsu Edy Rahmayadi bersama Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak meninjau vaksinasi massal yang digelar Arbituren AKABRI ’90 di Stadion mini USU, Selasa (26/10).

“Ini berkat kerja keras kita semua, pemerintah dan masyarakat. Saya optimis Sumut mampu mencapai herd immunity di akhir tahun sesuai dengan target yang diberikan Presiden RI,” kata Edy Rahmayadi usai acara puncak Peringatan 31 Tahun Pengabdian Arbituren AKABRI ‘90 di Stadion Mini USU, Jalan Dokter Mansyur, Medan, Selasa (26/10).

Acara tersebut juga diisi dengan kegiatan vaksinasi Covid-19 secara massal dengan target 126 ribu orang.

Vaksinasi ini dilakukan di 135 titik vaksinasi massal untuk umum, 61 titik vaksinasi khusus pelajar dan 90 titik door to door selama lima hari dengan sasaran lansia, pelajar, difabel dan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). “Saya sangat berterima kasih kepada TNI dan Polri yang terus bekerja keras khususnya angkatan 90 untuk menekan laju penyebaran Covid-19, kegiatan ini tentu sangat membantu kita melawan Covid-19. Bila semangat sinergitas ini terus kita jaga saya sangat optimis kita cepat pulih dari pandemi,” tegas Edy.

Walau begitu Edy Rahmayadi tetap mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menjaga protokol kesehatan agar peningkatan kasus Covid-19 di Sumut tidak terulang kembali. “Agustus per hari kasus kita sampai di angka 2000-an, sekarang 31 orang, jauh rentangnya. Jangan sampai terulang lagi peningkatan kasus dua bulan lalu, berat menghadapinya,” terang Edy Rahmayadi, usai acara yang dilakukan se-Indonesia secara virtual tersebut.

Panglima TNI Hadi Tjahjanto memberikan apresiasi kepada Provinsi Sumut karena telah mencapai target vaksinasi di Bulan Oktober. Dia berharap agar target 70 persen masyarakat sudah divaksin Bulan Desember bisa tercapai. “Saya sangat apresiasi kinerja rekan-rekan di Sumut, ini menunjukkan sinergitas yang kuat. Mudah-mudahan Desember target kita 70 persen tercapai. Dan tentunya vaksinasi kita juga menyasar daerah-daerah yang saat ini tingkat vaksinasinya masih rendah,” kata Panglima TNI.

Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui teleconference dari Mabes Polri mengingatkan agar waspada pada libur Natal dan Tahun baru. Menurut keterangannya, sampai saat ini masih ada 105 kabupaten/kota yang mengalami peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia. “Beberapa negara masih meningkat angkanya, Inggris, beberapa negara tetangga kita. Kita sangat bersyukur masih bisa mengendalikannya, PON yang awalnya kita prediksikan bisa membuat peningkatan bisa kita kendalikan. Jangan sampai gelombang ketiga terjadi di Indonesia,” tegas Kapolri.

Acara Peringatan 31 Tahun Pengabdian Arbituren AKABRI ‘90 di Stadion Mini USU dihadiri langsung Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Kabinda Sumut Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana, Staf Ahli Sosial Politik Kapolri Irjen Pol Tomsi Tohir Balaw dan Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution dan Forkopimda Sumut. Hadir juga secara virtual Kapolres dan Dandim serta OPD terkait se-Sumut.

Vaksinasi di Medan Capai 66,19 Persen

Terpisah, Wali Kota Medan Bobby Nasution, menyatakan, Pemko Medan terus melakukan akselerasi dan percepatan Vaksinasi Covid-19 kepada 1,9 juta warga Kota Medan yang memenuhi syarat atau masuk dalam kategori penerima vaksin Covid-19. Hingga Senin (25/10) sore, jumlah warga Kota Medan yang telah divaksinasi Covid-19 minimal satu kali suntikan, telah mencapai 66,19 persen. Secara keseluruhan atau cakupan vaksinasi I, II, dan III sudah mencapai 56,07 persen.

“Saat ini total cakupan vaksinasi I, II, dan III sudah mencapai 56,07 persen dari target 1,9 juta warga Kota Medan. Suntikan I sebanyak 66,19 persen, suntikan II 45,15 persen, dan suntikan III sebanyak 0,8 persen,” ucap Bobby, Senin (20/10) petang.

Ditegaskan Bobby, hal itu dilakukan sebagai keseriusan Pemko Medan dalam menjalankan arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan dalam pertemuan bersama Gubernur, Bupati, dan Wali Kota melalui video conference, Senin (25/10) petang. “Sesuai arahan Presiden RI Jokowi yang disampaikan dalam video conference tadi, Pemerintah kota Medan tentunya akan terus melakukan akselerasi vaksinasi di Kota Medan,” ujarnya.

Selain percepatan vaksinasi bagi masyarakat, Pemko Medan juga terus mengawasi proses berjalannya Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Untuk itu, Pemko Medan juga terus mendorong vaksinasi bagi pelajar. “Ini dilakukan agar siswa, guru, maupun tenaga kependidikan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Bobby Nasution juga mengungkapkan, Pemko Medan tetap mewaspadai lonjakan kasus gelombang III. “Tentunya upaya ini membutuhkan kolaborasi dan partisipasi dari berbagai kalangan, terutama dari masyarakat Kota Medan,” ungkapnya.

Bertahan di Zona Kuning

Selama sebulan, kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara mempertahankan tren positif perkembangan penanganan Covid-19. Seluruh daerah atau 33 kabupaten/kota di Sumut bertahan di zona kuning (risiko rendah) penyebaran Covid-19. Zonasi kuning penyebaran Covid-19 di Sumut tersebut, berdasarkan data yang disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 melalui website resminya https://covid19.go.id/peta-risiko. Tercatat, sejak akhir bulan September hingga 24 Oktober, daerah Sumut konsisten berada di zona kuning. Namun demikian, hampir sebulan penuh itu juga, daerah di Sumut tidak ada yang masuk dalam zona hijau (tidak ada kasus).

Peta zonasi Covid-19 dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator yang digunakan adalah epidemiologi, yaitu penurunan jumlah kasus positif, suspek dan sebagainya.

Kemudian, indikator surveilans kesehatan masyarakat, seperti jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama 2 minggu terakhir. Selanjutnya, indikator pelayanan kesehatan, yakni jumlah tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan mampu menampung sampai dengan lebih dari 20 persen jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengakui kondisi perkembangan Covid-19 saat ini jauh lebih baik. Meski angka kasus baru terkonfirmasi positif terus bertambah, tetapi tidak lagi melonjak signifikan. “Sudah sangat turun jauh dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya. Di bulan Agustus, angka kasus baru penularan virus corona terkonfirmasi sampai 2.047 orang (dalam sehari). Namun, saat ini sudah turun drastis dimana hari ini angka kasus baru Covid-19 yang terkonfirmasi hanya 31 orang,” ujar Edy saat memberikan sambutan di Sekolah Sultan Iskandar Muda, Medan, ketika mendampingi Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim, Selasa (26/10).

Dengan menurunnya angka penularan Covid-19, Edy menyebutkan, bisa lebih leluasa dalam beraktivitas. Begitu juga dengan tenaga kesehatan di rumah sakit dalam menangani pasien corona. “Kondisi ini harus betul-betul dipertahankan, jangan sampai terulang lagi (seperti di bulan Agustus) karena begitu berat menghadapi dan mengatasinya,” ucap dia.

Edy meminta kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari. Selain itu, masyarakat juga mengikuti vaksinasi. “Tadi malam (Senin malam) saya mengikuti rapat bersama presiden secara daring, beliau memerintahkan bahwasanya paling tidak 50 persen (capaian vaksinasi) setiap provinsi sampai akhir bulan Oktober. Saat ini, Sumut sudah mencapai angka vaksinasi sekitar 42 persen. Artinya, masih ada kekurangan 8 persen yang harus dikejar,” kata Edy.

Selain itu, lanjut Edy, Presiden Joko Widodo juga memerintahkan di akhir Desember tahun ini setiap provinsi harus mencapai angka vaksinasi 70 persen. “Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah menggelar vaksinasi secara massal untuk masyarakat. Semoga pandemi bisa bisa cepat berakhir,” tandasnya. (prn/map/ris)

Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Antisipasi Gelombang III Covid-19, Jangan Ada Kerumunan Libur Akhir Tahun

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh kepala daerah untuk mengelola dan mengatur libur Natal dan Tahun Baru yang berpotensi menimbulkan peningkatan kerumunan dan mobilitas masyarakat seperti mudik Lebaran. Menurut  Jokowi, berdasarkan pengalaman sebelumnya, libur Natal dan Tahun Baru menyebabkan peningkatan penyebaran Covid-19 yang tidak kecil.

“Saya minta betul-betul agar dikelola, diatur, sehingga Natal dan Tahun Baru ini berjalan dengan tidak ada kerumunan,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah se-Indonesia secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (26/10).

Berdasarkan hasil survei ada 19,9 juta orang yang berniat mudik pada momen libur tersebut. Menurut Presiden Jokowi, jumlah yang tidak sedikit tersebut harus diantisipasi oleh semua provinsi, kabupaten, dan kota. “Inilah yang harus kita antisipasi, semua provinsi, semua kabupaten dan kota harus mengingatkan warganya agar Natal dan Tahun Baru ini lebih baik tidak bepergian kemana-mana,” katanya.

Oleh karena itu, seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memiliki peranan yang sangat penting dalam menyosialisasikan hal tersebut. Terutama, untuk mengantisipasi kemungkinan gelombang ketiga yang tidak diharapkan. “Kita harapkan Natal dan tahun baru bisa kita kelola dengan baik, karena hampir semua epidemiolog takut bahwa yang memicu gelombang ketiga nanti ada di Natal dan tahun baru,” imbuhnya.

Jokowi mengharapkan seluruh unsur Forkompida merancang strategi secara detail dengan kondisi masyarakat setempat dan tetap menghargai norma-norma yang ada. “Tetapi sekali lagi, tetap sesuai dengan protokol kesehatan dengan gas dan rem yang dinamis, selalu waspada, siap siaga, cepat bertindak, itu yang terus harus kita jaga,” tegasnya.

Presiden juga mengingatkan, meski situasi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia makin membaik, namun harus tetap disikapi dengan hati-hati. Sejumlah indikator seperti tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR), positivity rate, hingga laju reproduksi efektif (Rt) telah berada di bawah standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Artinya, (kita) pada posisi yang baik, pada posisi yang rendah. Tetapi perlu saya ingatkan bahwa pandemi ini belum berakhir,” ujar Jokowi.

Perkembangan kasus harian juga telah menurun drastis jika dibandingkan dengan kasus saat puncak penularan yang sempat mencapai 56 ribu kasus positif. Dalam empat hari terakhir, kasus harian relatif rendah yakni 22 Oktober hanya 760 kasus, 23 Oktober 802 kasus, 24 Oktober 623 kasus, dan 25 Oktober 460 kasus.

Meski demikian, Presiden Jokowi juga mengingatkan bahwa tren kasus positif di dunia dalam minggu ini mengalami kenaikan sekitar 2 persen. Di Eropa misalnya, dalam minggu ini naik sampai 23 persen, kemudian Amerika Selatan naik 13 persen. “Inilah yang harus mengingatkan kita, bahwa kita harus tetap pada posisi hati-hati, pada posisi waspada karena dunia masih dihadapkan pada ketidakpastian. Sekali lagi, terjadi tren kenaikan kasus dunia,” katanya.(jpc)

Awasi Pelaksanaan Prokes Ketat Selama PTMT, Sekolah Wajib Aktifkan Tim Satgas Covid-19

BINCANG: Bobby Nasution berbincang dengan Nadiem Makarim saat meninjau PTMT di Sekolah Iskandar Muda Medan, Selasa (26/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setiap sekolah diwajibkan membentuk dan mengaktifkan Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19. Hal ini dimaksudkan untuk mengawasi secara ketat pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) di sekolah.

BINCANG: Bobby Nasution berbincang dengan Nadiem Makarim saat meninjau PTMT di Sekolah Iskandar Muda Medan, Selasa (26/10).

“Saya telah meminta seluruh sekolah untuk wajib memiliki dan mengaktifkan Tim Satgas Covid-19 Sekolah Sebab, kita tetap waspada dengan penyebaran Covid-19 meskipun saat ini Kota Medan status PPKM level 2,” kata Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution saat mendampingi Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim meninjau pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Jalan Sunggal, Gang Bakung Pekan I, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (26/10).

Menurut Bobby, PTMT di Kota Medan yang digelar sejak 11 Oktober lalu telah berjalan dengan aturan prokes yang sangat ketat. Setiap sekolah dipastikan harus membatasi jumlah pelajar dalam setiap kelas, yakni 10 siswa. Selain itu, waktu atau jam belajar juga masih dibatasi, yakni maksimal 2 jam dalam sehari. “Kita akan terus pantau pelaksanaannya. Sesuai arahan Mensikbudristek, untuk SMP jumlah siswa di setiap kelas sudah bisa kita tambah dari yang awal dibukanya PTM, yaitu hanya 10 siswa,” kata Bobby.

Bobby juga kembali menegaskan, yang bisa mengikuti PTMT hanya pelajar yang sudah divaksin. Sedangkan bagi yang belum divaksin atau pun tidak mendapatkan izin dari orang tua untuk mengikuti PTMT, tetap bisa mengikuti pembelajaran secara hybrid. Sebab Pemko Medan telah meminta kepada seluruh sekolah di Kota Medan, agar tetap melakukan pembelajaran secara Hybrid meskipun PTMT sudah berjalan.

Disinggung tentang rencana PTMT tingkat SD yang rencananya digelar mulai awal November nanti, Bobby menegaskan, siswa SD belum diperkenankan untuk mengikuti PTMT. Namun begitu, sembari menunggu izin digelarnya PTMT, setiap SD diminta untuk menyiapkan terlebih dahulu infrastruktur protokol kesehatan. “Untuk SMP, seluruh sekolah sudah diperbolehkan untuk melakukan PTM. Untuk SD belum kita perkenankan, namun kita minta SD harus memiliki kesiapan infrastruktur sesuai Prokes,” katanya.

Dalam peninjauan bersama Menteri Dikbudristek Nadiem Anwar Makarim kemarin, turut hadir Dirjen paud dan Dikdasmen Jumeri, Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda sekaligus Anggota DPR RI Sofyan Tan. Peninjauan ini dilakukan, guna melihat pelaksanaan PTM Terbatas yang dilakukan, apakah dilakukan dengan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat atau tidak.

Berdasarkan pantauan di lokasi, saat tiba di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Bobby Nasution bersama Nadiem Anwar Makarim menuju ke dalam gedung sekolah dan memasuki ruangan kelas guna melihat proses PTM yang tengah berlangsung. Selain memastikan para pelajar memakai masker dengan baik dan hanya 10 orang pelajar di dalam kelas, Bobby Nasution bersama Nadiem Makarim juga menyempatkan diri berbincang dengan salah seorang pelajar dan guru yang ada di kelas.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Medan Afif Abdillah meminta setiap sekolah tingkat SD untuk mengikuti instruksi dari Mendikbudristek Nadiem Makarim dan Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk tidak menggelar PTMT hingga batas waktu yang diizinkan, yakni pada awal November mendatang.

“Saat ini kita dengar, ada saja sekolah SD yang diam-diam sudah menggelar PTMT. Padahal jelas apa kata Pak Menteri dan Wali Kota Medan, bahwa saat ini belum boleh, yang boleh PTMT baru tingkat SMP saja. Instruksi ini tolong diikuti,” kata Afif kepada Sumut Pos, Selasa (26/10).

Dilanjut Afif, sembari menunggu digelarnya PTMT pada awal November nanti, setiap sekolah tingkat SD sudah harus mempersiapkan insfrastruktur prokes di sekolah. “Dan ini harus dipantau dan harus ada standarisasinya. Kalau sarana prokesnya tidak memenuhi standarisasi, maka baiknya sekolah itu jangan diizinkan menggelar PTMT dulu. Apalagi kita tahu siswa SD ini tentu akan lebih sulit pengawasannya akan prokes dari pada siswa SMP. Ditambah lagi, siswa SD ini belum divaksin,” lanjutnya.

Tak cuma itu, Ketua Fraksi Partai NasDem itu juga mengingatkan, bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan tidak membuka PTMT tingkat SD secara keseluruhan. Akan tetapi, siswa SD yang boleh mengikuti PTMT adalah siswa kelas 4, 5 dan 6. “Yang saya tahu, siswa SD yang boleh PTMT itu adalah siswa kelas 4, 5 dan 6 dulu. Untuk kelas 1, 2 dan 3, itu belum boleh. Ketentuan ini juga harus jadi perhatian serius, jangan nanti siswa SD kelas 1 sampai kelas 3 juga ikut PTMT. Sesuai dengan instruksi Pak Wali, setiap sekolah harus punya Tim Satgas Covid-19, mereka ini harus bertanggungjawab dalam mengawasi jalannya aturan ini,” pungkasnya.

80% Siswa SMP Sudah Divaksin

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi bersama Mendikbudristek Nadiem Makarim dan Gubsu Edy Rahmayadi di Aula T Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubsu, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengungkapkan, dari 105.000 lebih pelajar tingkat SMP di Kota Medan yang memenuhi syarat untuk divaksin, saat ini sudah 80 persen sudah divaksin. Hal ini bisa terealisasi karena Pemko Medan menargetkan 5.000 pelajar setiap harinya divaksin. Sedangkan capaian vaksinasi Covid-19 terhadap para guru di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Medan, yakni untuk tingkat TK/PAUD, SD dan SMP, sudah mencapai 86 persen.

“Sisanya untuk guru yang belum divaksin, itu sebagian karena adanya guru yang komorbid dan ada juga yang sedang hamil atau masuk ke dalam batas kehamilan yang tidak boleh divaksin,” jelas Bobby.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Bobby Nasution juga turut memaparkan terkait dengan program guru penggerak yang menjadi program penting dari Mendikbud Ristek. Bobby Nasution menjelaskan guru-guru sekolah yang mengikuti program guru penggerak tersebut ada sebanyak 11 guru PAUD, 55 guru SD dan 40 guru SMP. “Semuanya telah mengikuti program guru penggerak tersebut,” tutupnya.

Sementara itu, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan, dalam menggelar PTMT, yang paling penting adalah mengakselerasi vaksinasi dan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Berdasarkan semua riset, Nadiem mengatakan bahwa saat ini anak Indonesia telah kehilangan satu tahun pendidikan yang efektif sehingga dapat berdampak permanen apabila tidak di segera sikapi.

“Apabila tidak segera disikapi, berakibat terjadinya learning loss bagi anak didik, terutama bagi anak PAUD dan SD, PTMT ini sangat perlu dilakukan dibanding tingkat SMP dan SMA. Sebab, di tingkat PAUD dan SD yang paling rentan mengalami penurunan pembelajaran,” sebutnya.

Oleh sebab itu Nadiem Makarim meminta kepada setiap Kepala Daerah agar memprioritaskan vaksinasi kepada guru, baru setelah itu para siswa yang berumur 12 – 18 tahun. “Kami memohon dukungan dari setiap kepala daerah untuk mendukung kegiatan ini. Hal ini dilakukan agar diketahui positive rate di sekolah selama PTMT berlangsung,” tuturnya.

Sedangkan terkait program guru penggerak, Nadiem menyampaikan bahwasannya hal ini merupakan program yang sangat penting karena akan membawa perubahan bagi guru-guru lainya. “Guru penggerak ini akan menjadi prioritas dalam menempati kedudukan kepala sekolah atau pengawas sekolah, maka mereka yang telah lulus seleksi program guru penggerak inilah yang akan diprioritaskan untuk menjadi kepala sekolah dan pengawas di masing-masing daerah,” pungkasnya. (map)

Perbaikan Jembatan dan Pembersihan Tebing Rawan Longsor, Jalur Medan-Sibolangit Ditutup 15 Hari

LONGSOR: Suasana jalan lintas Medan-Berastagi yang sempat tertutup longsor, Minggu (24/10). Mulai hari ini, jalur Medan-Berastagi bakal ditutup pukul 09.00 - 13.00 WIB untuk pembersihan tebing dan perbaikan jembatan.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jalur Medan-Berastagi tepatnya di tikungan Tirtanadi Km 37,5 ditutup mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, selama 15 hari mulai hari ini, Rabu (27/10). Penutupan arus lalu lintas ini terkait ada perbaikan Jembatan Sei Ular (Titi Besi), penebangan pohon dan pembersihan tebing yang rawan longsor. Karenanya, arus lalulintas akan dialihkan ke jalan alternatif.

LONGSOR: Suasana jalan lintas Medan-Berastagi yang sempat tertutup longsor, Minggu (24/10). Mulai hari ini, jalur Medan-Berastagi bakal ditutup pukul 09.00 – 13.00 WIB untuk pembersihan tebing dan perbaikan jembatan.istimewa/sumutpos.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumut, Kombes Valentino Alfa Tatareda mengatakan, penutupan ini guna membersihkan sisa-sisa longsor yang memakan korban jiwa beberapa hari lalu. Apalagi di bagian atas tebing yang longsor tersebutn

diduga masih ada material yang menggantung dan rentan longsor kembali. “Penutupan untuk membersihkan sisa longsoran di atas lokasi longsor kemarin,” kata Valentino Alfa Tatareda, Selasa (26/10).

Valentino menjelaskan, penutupan jalur Medan Berastagi dan sebaliknya akan berlangsung selama tiga jam dimulai dari pukul 09:00 WIB hingga selesai. Dalam proses tersebut, polisi akan dibantu juga oleh BPBD, Dinas Kehutanan serta dinas terkait lainnya. “Sekira pukul 09.00 WIB, selama kurang lebih tiga jam, atau sesuai situasi dan kondisinya di lapangan,” ujarnya.

Sampai saat ini kondisi lalu lintas di lokasi longsor kawasan PDAM Sibolangit sudah lancar. Meski demikian, masih perlu dilakukan pemulihan tebing-tebing di daerah rawan longsor tersebut. “Selain itu juga lokasi-lokasi lainnya karena jalur Berastagi Medan ini banyak titik yang rawan longsor. Situasi saat ini sudah lancar, namun apabila hujan kita masih berharap agar tidak terjadi seperti kemarin,” tutupnya.

Hal senada disampaikan Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sonny W Siregar. Menurutnya, dalam rapat koordinasi dengan pihak terkait diketahui pemotongan pohon jenis trep (jenis kayu sembarang keras) harus dilaksanakan karena tumbuhan tersebut bergantung di tebing bekas longsor. “Pohon ini tepat di atas batu, sehingga kalau angin kencang meniup tepat jatuh ke badan jalan dan membawa batu-batuan di bawahnya harus betul-betul ini dibersihkan,” ujarnya.

Sementara, Kapolsek Pancur Batu Kompol Dedi Dharma ketika dikonfirmasi wartawan juga membenarkan hari ini akan terjadi penutupan arus lalu lintas. Kata dia, titik penutupan jalan di Tikungan Tirtanadi Km 37,5, Sibolangit. “Akan dilakukan penutupan total arus lalu lintas selama pelaksanaan pekerjaan tersebut. Untuk itu, kepada masyarakat diharap maklum untuk keselamatan kita bersama,” tukasnya.

Sementara itu, Kuasa Pengguna Anggaran UPT Jalan dan Jembatan Medan, Heri Indra Siregar menambahkan, perihal perbaikan jembatan Sei Ular (titi besi) tersebut sesuai tindaklanjut dari surat Camat Serba Jadi, dengan Nomor: 18.51/630/490, per 28 Juni 2021. “Karena itu kami sampaikan mulai 27 Oktober-10 November 2021, dari Pukul 09.00-13.00 WIB, Jembatan Sei Ular (Titi Besi) akan diperbaiki. Sehingga lalulintas akan dialihkan ke jalan alternatif sesuai yang disepakati bersama dalam rapat sebelumnya,” ujar Heri dalam surat pemberitahuan, pada Senin (25/10).

Dia meminta kepada masyarakat Sumut, agar dapat memakluminya demi keselamatan masing-masing. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar dapat membantu menyosialisasikan pemberitahuan pengalihan jalan serta perbaikan jembatan tersebut. “Supaya pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik serta lancar, serta berperan serta dalam membantu lalulintas,” tukasnya. (dwi)

Tergiur Untung Besar, Nasabah Arisan Online Tertipu

BUKTI LAPORAN: Korban saat menunjukan surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan korban dari Satreskrim Polres Binjai.teddy akbari/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Keinginan untung, malah buntung. Nasib ini dialami Sri Wulandari (22). Ibu dua anak ini tergiur iming-iming uang berlipat ganda dengan cara mengikuti arisan secara online.

BUKTI LAPORAN: Korban saat menunjukan surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan korban dari Satreskrim Polres Binjai.teddy akbari/sumut pos.

Ini bermula dari korban diajak melakukan investasi berupa uang oleh temannya berinisial DI dengan iming-iming keuntungan besar pada akhir Oktober 2020. Korban pun tergiur dan melakukan investasi sebesar Rp2 juta pada akhir November 2020.

Korban dijanjikan paling telat 30 hari atau satu bulan, uang tersebut berlipat ganda. Benar saja, uang korban berlipat ganda menjadi Rp4 juta setelah 20 hari berselang.

“Ada dua kali saya coba Rp2 juta itu, dan benar sebelum waktunya uang saya menjadi Rp4 juta,” kata korban ketika ditemui di rumahnya, Dusun V, Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Langkat, Selasa (26/10).

Oleh DI kemudian mengajak korban untuk mencari nasabah lainnya. Singkat cerita, korban dan kawan-kawannya berjumlah 39 orang sepakat untuk melakukan investasi uang tersebut.

Uang pun terkumpul mencapai tiga ratusan juta rupiah. “Uang tiga ratusan juta itu saya setor secara bertahap. Ada juga yang disetor melalui rekening BRI atas nama Katirah yang merupakan ibu dari teman saya berinisial DI. Ada juga uang yang saya setorkan secara tunai kepada DI bersama suami saya,” bebernya.

Namun belakangan, keuntungan yang dijanjikan menjadi sekadar isapan jempol belaka. Ya, korban pun tertipu.

Bahkan, korban mendapat tekanan dari teman-temannya agar segera mengembalikan uang mereka. “Namun karena juga saya jadi korban penipuan oleh DI, saya buat laporan ke Polres Binjai,” ujar dia. (ted/azw)

Sayang, laporan korban pada Februari 2021 hingga kini seperti diacuhkan. Buktinya, laporan pengaduan korban tidak naik menjadi laporan polisi.

Melainkan hanya laporan pengaduan masyarakat. Menanggapi hal ini, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai, AKP Yayang Rizky Pratama menyatakan, akan mengecek laporan tersebut. “Coba saya cek dulu ya laporannya,” tandasnya. (ted/azw)

Buntut Anggota Diduga Peras dan Cabuli Istri Tahanan, Jabatan Kapolsek dan Kanitreskrim Polsek Kutalimbaru Dicopot

Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak akhirnya mencopot jabatan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kutalimbaru, Deliserdang AKP Hendri Surbakti beserta Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) nya, Ipda Syafrizal.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak.

Hal itu terkait kasus dugaan pencabulan dan pemerasan oleh dua oknum penyidik Polsek Kutalimbaru, Deliserdang, berinisial Aiptu DR dan Bripka RHL terhadap Istri seorang tersangka Narkoba, berinisial MU (19).

Kedua pejabat di Polsek Kutalimbaru tersebut terkena imbasnya, dikarenakan bertanggung jawab atas kasus tersebut.

“Saya sudah mencopot kapolsek dan penyidiknya,” ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa (26/10).

Panca menilai, tindakan oknum penyidik berinisial Aiptu DR yang diduga mencabuli istri seorang tersangka narkoba itu telah mencoreng nama baik institusi Polri. Bukan hanya itu, Aiptu DR bersama Bripka RHL juga disebutkan memeras korban.

Atas tindakan tersebut, Panca berjanji akan memberikan sanksi yang seberat-beratnya. “Saya tidak akan main-main dalam memberikan sanksi bagi anggota Polri yang mencoreng nama baik kesatuan,” tegasnya.

Terlebih, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo sebelumnya sudah meminta para jajaran untuk menunjukkan sikap yang humanis di tengah masyarakat.

“Ini tidak boleh dibawa, dilakukan oleh seorang anggota Polri. Dia harus tunjukkan anggota Polri yang bisa melindungi masyarakat,” tukasnya.

Sebelumnya, kedua pejabat Polsek Kutalimbaru, Deliserdang itu sempat diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumut atas kasus tersebut, di Mapoldasu, pada Senin (25/10), setelah akhirnya jabatan keduanya dicopot. (dwi/azw)

Kurir Sabu 52 Kg Divonis Mati

VONIS MATI: Hamidi MY alias Mauktar bin Yakob, terdakwa kurir sabu menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan, Selasa (26/10). agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim diketuai Zufidah Hanum menghukum pidana mati terdakwa Hamidi MY alias Mauktar bin Yakob (46). Warga Jalan Intisari, Tanjungrejo, Medan Sunggal ini terbukti bersalah menjadi kurir sabu seberat 52 kilogram (kg), dalam sidang virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (26/10).

VONIS MATI: Hamidi MY alias Mauktar bin Yakob, terdakwa kurir sabu menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan, Selasa (26/10). agusman/sumut pos.

Dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa telah memenuhi bersalah sebagaimana Pasal 114 ayat (2) junto (jo) Pasal 132 ayat (1) Undang Undang (UU) No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Mengadili, menjatuhkan terdakwa Hamidi MY alias Mauktar bin Yakob oleh karenanya dengan pidana mati,” tegas Zufidah.

Menurut hakim dalam pertimbangannya, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana narkotika. “Sedangkan hal yang meringankan, tidak ditemukan,” katanya.

Atas putusan tersebut, majelis hakim memberikan waktu 7 hari kepada terdakwa melalui penasihat hukumnya, untuk menyatakan terima atau mengajukan banding. “Hal yang sama juga berlaku bagi penuntut umum,” pungkas hakim seraya mengetuk palu.

Vonis hakim sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yang semula menuntut terdakwa dengan pidana mati.

Diketahui, kasus yang menjerat pria yang hanya tamatan sekolah dasar ini dilakukan bersama Zulkifli (telah divonis mati), Alwi, Mursal alias Marsel (buron), pada tahun 2019 lalu.

Berawal terdakwa Hamidi, bekenalan dengan Mursal pada tahun 2012 di warung mie Aceh Medan. Kemudian pada bulan Nopember 2019, terdakwa Hamidi dihubungi Mursal dan menyuruh terdakwa Hamidi untukmenyerahkan satu kardus barang narkotika jenis sabu kepada Zulkifli di Kampung Lalang Medan.

Kemudian, Mursal kembali menghubungi terdakwa Hamidi untuk menjemput barang haram itu di Tanjungbalai Asahan, dan menyerahkannya kepada Zulkifli di daerah Asrama Haji Medan.

Terdakwa Hamidi dijanjikan akan diberikan uang sebesar Rp100 juta oleh Mursal. Setelah itu, Zulkifli membawa barang tersebut dengan becak motor ke rumahnya di Jalan Pertiwi, Medan Tembung.

Barang haram tersebut dikemas ditempatkan dalam goni yang berisi 10 bungkus plastik teh kemasan China. Selanjutnya, pada pukul 19.30 WIB di sekitar Jalan Pancing Medan Zulkifli menerima uang dari seseorang yang tidak dikenalnya dan disuruh menyimpan uang sebanyak Rp60 juta.

Kemudian, pada 10 Desember 2019, sekitar pukul 05.00 WIB, terdakwa Hamidi kembali menghubungi Zulkifli dengan maksud untuk serah terima barang kembali dan saat itu terdakwa Hamidi bersepakat dan untuk bertemudi depan Asrama Haji Medan.

Tidak berapa lama, terdakwa lain juga dihubungi oleh Hamidi dengan maksud untuk membantu mengangkat sabu-sabu yang sebelumnya disimpan di kolong tempat tidur, dari lemari pakaian dan belakang rumah. Mereka kemudian menaikkannya ke becak motor.

Akan tetapi sebelum Zulkifli menyerahkan narkotika tersebut kepada Alwi (buron) petugas Tim BNN RI menangkapnya. Dari penangkapan itu, diamankan narkotika jenis sabu kristal sebanyak 50 bungkus dengan jumlah berat 52 kg. (man/azw)

Maling, Pemuda Karang Berombak Ditangkap

PAPARKAN: Tersangka maling, Ari Anggara Pratama dipaparkan Polsekta Medan Barat, Selasa (26/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pemuda yang tinggal di Jalan Karya Dame Gang Pribadi, Kelurahan Karang berombak, Medan Barat, diringkus petugas Polsek Medan Barat. Pemuda itu membobol rumah warga di Jalan Makmur Gang Cendol, Kelurahan Sei Agul, Medan Barat, dan melarikan barang-barang berharga.

PAPARKAN: Tersangka maling, Ari Anggara Pratama dipaparkan Polsekta Medan Barat, Selasa (26/10).

Pemuda tersebut adalah Ari Anggara Pratama alias Ari (18). Pemuda yang baru beranjak dewasa ini membobol rumah, Jumat (22/10) siang sekira pukul 11.00 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Medan Barat, Iptu Philip A Purba mengatakan, aksi pelaku pencurian ini terjadi saat rumah tersebut ditinggal kosong. Saat itu, pemilik rumah kebetulan pergi karena ada urusan. “Korbannya adalah Lady Jannata (38). Korban pergi meninggalkan rumah karena ada urusan. Kemudian, pelaku membobol rumah korban,” kata Philip, Selasa (26/10).

Pelaku yang berhasil masuk ke dalam rumah, selanjutnya mengambil barang-barang berharga milik korban seperti 1 unit mesin cuci, 1 set pendingin ruangan, 1 unit televisi LED 50 inchi, 1 unit kulkas dan kabel instalasi sepanjang 20 meter. “Korban mengetahui rumahnya disatroni pencuri setelah dihubungi mertuanya. Saat sampai di rumah, korban melihat kondisi di dalam rumahnya berantakan,” ujar Philip.

Korban mengalami kerugian sekitar Rp20 juta, dan kemudian membuat laporan pengaduan ke Polsek Medan Barat. “Petugas lalu turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Pelaku akhirnya kita ringkus tak jauh dari rumah korban,” ucap Philip.

Dia menyebutkan, ketika diinterogasi petugas, pelaku mengakui perbuatannya telah mencuri di rumah korban. Dari pelaku, diamankan sejumlah barang bukti. “Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 363 ayat 1 ke 5e KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara. Pelaku saat ini sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya. (ris/azw)

Sidang Dugaan Pemalsuan Aset Waris: Terungkap Ada Persekongkolan Kuasai Aset Sertifikat

KETERANGAN: Saksi Edi Syaputra Gurning, memberikan keterangan dalam sidang dugaan pemalsuan akta waris, Selasa (26/10). agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang dugaan akta palsu dengan terdakwa David Putra Negoro alias Lim Kwek Liong kembali berlanjut, di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (26/10). Terungkap dipersidangan, terdakwa bersekongkol dengan salah satu ahli waris lainnya, Lim Sui Liong yang merupakan buron pihak kepolisian, dalam menguasai aset harta warisan berupa sejumlah sertifikat.

KETERANGAN: Saksi Edi Syaputra Gurning, memberikan keterangan dalam sidang dugaan pemalsuan akta waris, Selasa (26/10). agusman/sumut pos.

Hal itu diungkapkan Edi Syaputra Gurning, yang merupakan mantan Kepala Operasional PT Bank Danamon di Jalan Thamrin Medan, yang dihadirkan sebagai saksi. Dia mengatakan, aset berupa sertifikat tersebut disimpan dalam Safe Deposit Box (SDB) yang disewa di Bank Danamon atas nama Lim Sui Liong sejak Tahun 2008.

“Awalnya ketika dicek atas nama yang bersangkutan (terdakwa) tidak ada. Ternyata setelah dicek ulang memang benar ada (SDB) di bank Danamon tapi atas nama Lim Sui Liong atau siapa gitu saya lupa,” sebut Edy Syaputra menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Chandra Naibaho.

Selain itu kata Edy, meski tidak mengetahui secara jelas hal apa yang disimpan dalam Safe Deposit Box (SDB) tersebut, belakangan ia mengetahui bahwa aset yang berada dalam Safe Deposit Box itu berupa sejumlah sertifikat. Hal itu diketahuinya setelah diperiksa pihak kepolisian untuk memberi keterangan berkaitan kasus tersebut.

“Sejak kapan Lim Sui Liong jadi nasabah SBD di bank Danamon?,” tanya Jaksa. Menjawab pertanyaan tersebut saksi kemudian menjawab bahwa seingatnya

Lim Sui Liong telah menjadi jadi SBD sejak 2008. Ada beberapa sertifikat, tapi kita tidak tau apa isinya. Sudah sejak sekitar tahun 2008,” jawab saksi di hadapan majelis hakim diketuai Dominggus Silaban.

Sementara itu, Longser Sihombing selalu penasuhat hukum korban, menyayangkan bahwasannya istri terdakwa yang sempat dihadirkan JPU namun batal memberikan keterangan di persidangan.

“Pasalnya, terdakwa mengaku keberatan karena saksi yang bersangkutan merupakan istrinya dan majelis hakim pun menerima keberatan tersebut. Padahal di lain sisi kami melihat, proses pengambilan barang-barang sertifikat terdakwa membawa istrinya, kendati demikian kami tetap mengapresiasi hakim,” katanya.

Dari keterangan saksi pegawai bank, sambung Longser, membenarkan peranan dari Lim Soen Liong yang saat ini bersama oknum Notaris Fujiyanto sudah masuk buron.

“Lim Soen Liong turut serta membantu akta palsu, membantu sertifikat dari brankas dan turut serta menitipkan barang yang bukan haknya di Safety box bank Danamon. Jadi kita meminta kepada Polda Sumut dan Polrestabes Medan segera menangkap keduanya “ sebutnya.

Selain itu, Longser mengapresiasi Kapolrestabes Medan atas penetapan tersangka dan keluarnya surat Daftar Pencarian Orang (DPO) Nomor: DPO /272/IX/Res/1.9/2021/Reskrim terhadap oknum notaris Fujiyanto mendapat apresiasi dari kuasa hukum Jong Nam Liong. Dirinya berharap kepada kepolisian segera menangkap pelaku yang diduga telah melarikan diri tersebut.

Selain itu, Longser menjelaskan Fujiyanto berkantor di jalan Sei Kera Medan ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polrestabes Medan karena diduga membuat surat akta Palsu no 8 tanggal 21 Juli 2008 yang telah merugikan kliennya, hingga miliaran rupiah.

“Sesuai LP/877/IV/2020/SPKT/Resta Medan tanggal 03 April 2020, Satreskrim Polrestabes Medan menetapkan 3 orang tersangka dimana salah seorang tersangka adalah Lim Kwek Liong alias David Putra Negoro yang telah menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Medan dan menjalani persidangan,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, telah membuat surat permohonan dilakukannya pencegahan keluar Negeri terhadap tersangka Fujiyanto Ngariawan dan tersangka Lim Soen Liong alias Edi dengan Nomor 217/SK/KH-HY-IX/2021 kepada Kapolrestabes Medan dengan tembusan Kapolri, Kemenkumham dan lainnya. (man/azw)