26 C
Medan
Wednesday, January 14, 2026
Home Blog Page 3050

Polsek Patumbak Gelar Vaksinasi Massal di MAN 3 Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polsek Patumbak kembali menggelar vaksinasi massal Covid-19 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan, Jalan Pertahanan, Desa Patumbak, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (2/10) lalu.

Plt Kapolsek Patumbak, AKP Neneng Armayanti, yang memimpin langsung pelaksanaan vaksinasi massal tersebut, mengatakan, vaksin yang diberikan secara gratis ini sebanyak 300 vial serum, dan setara dengan jumlah 600 dosis vaksin, yang akan disuntikkan kepada para siswa MAN 3 Medan.

“Dalam pelaksanaannya, tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes), yakni para peserta diwajibkan memakai masker, jaga jarak, serta mencuci tangan di tempat yang telah disediakan oleh petugas di lokasi vaksin,” ungkap Neneng.

Pelaksanaan vaksinasi massal itu, lanjut Neneng, berjalan dengan lancar. Setelah diperiksa kesehatannya oleh para petugas vaksinator, 600 siswa MAN 3 Medan tersebut layak mendapatkan vaksin Covid-19.

“Para siswa yang menerima vaksin terlihat antusias. Mereka bahkan mengucapkan terima kasih kepada para vaksinator,” pungkas Neneng. (dwi/saz)

Dari Titik Nol Medan, Kepak Sayap Kebhinekaan Dideklarasikan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Kepak Sayap Kebhinekaan (KSK) secara resmi dideklarasikan dari Titik Nol Kota Medan, Sabtu (2/10) lalu. Gerakan Kepak Sayap Kebhinekaan ini, dideklarasikan atas dasar keprihatinan terhadap minimnya pemahaman ideologi Pancasila di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

DEKLARASI: Tim Kepak Sayap Kebhinekaan (KSK) secara resmi mendeklarasikan diri dari Titik Nol Kota Medan, Sabtu (2/10).

Turut hadir Rudy Hermanto Pemrakarsa I KSK, yang juga anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan, Noerwahid Wakil Ketua Persatuan Perintis Kemerdekaan Indonesia Sumut yang juga Pemrakarsa II KSK, serta pengusaha Iwan Hartono, Abdul Gafur Marbun, tokoh agama, dan para pengurus lainnya.

Rudy dalam wawancara dengan wartawan, menyebutkan, perhatian masyarakat khususnya generasi muda terhadap ideologi Pancasila sangat minim, sehingga rentan menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat.

Merespon itu, Rudy yang juga Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut ini, menyebutkan, seharusnya pemerintah daerah menyadari merosotnya atensi masyarakat pada ideologi Pancasila, sama bahayanya dengan pandemi saat ini.

Untuk itu, diperlukan penyegaran kembali penghayatan ideologi Pancasila melalui instrumen yang relevan. Di antaranya perlu dibangun suatu institusi lembaga pembinaan penghayatan ideologi Pancasila.

“Hal itulah yang menggugah perhatian generasi muda umumnya dan kalangan aktivis yang prihatin dengan konstelasi idelogi yang ada di kalangan masyarakat dan akhirnya atas dasar kesadaran membentuk tim Kepak Sayap Kebhinekaan,” ungkap Rudy.

Menurut Rudy, lembaga ini bertujuan untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa di Sumut. Lembaga ini akan berinduk kepada KSK yang ada di pusat, dan tidak berafiliasi kepada partai politik manapun.

Dalam sambutannya sebelum deklarasi, Rudy sangat mengapresiasi perjuangan Noerwahid, yang gigih berjuang mempertahankan kemerdekaan.

“Pak Wahid ini jadi inspirasi bagi kita mendirikan KSK. Setiap tarikan nafas Pak Wahid akan kita jadikan modal bagi kita untuk meneruskan semangat beliau,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Noerwahid secara berapi-api, menyerukan kepada generasi muda untuk ikut mempertahankan ideologi Pancasila.

“Jangan ada yang coba-coba mengganti dengan ideologi lain, karena itu bisa menghancurkan bangsa ini. Saya ini lahir 2 Mei 1940, sama tanggal kelahiran tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara 2 Mei 1889. Sejak usia 7 tahun telah mengalami pahitnya perjuangan, dan hingga kini di usia 80 tahun, saya tetap bertekad mempertahankan bangsa dan negara ini,” tegasnya. Deklarasi ditandai dengan pembentangan spanduk di seputaran Jalan Pulau Pinang dan kawasan Lapangan Merdeka Medan. Acara diakhiri dengan pembacaan doa. (rel/tri/saz)

Hadiri Pisah Sambut Pendeta Resort HKBP Lubukpakam, Ketua PDI Perjuangan Sumut Salurkan 300 Paket Bantuan

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO- Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara (Sumut) Drs Rapidin Simbolon menghadiri pisah sambut Pendeta Resort HKBP Lubukpakam dari Pdt Elieser Bancin, STh yang memasuki masa pensiun atau purna bhakti, digantikan Pdt Derman Marpaung, Minggu (3/10/2021). Turut mendampingi Rapidin, pengurus DPD PDI Perjuangan Sumut diantaranya Penyabar Nakhe, Dumanter Tampubolon dan Ketua DPC PDI Perjuangan Deliserdang, Eko Sopianto beserta beberapa pengurus DPC lainnya.

Dalam kesempatan itu, Rapidin Simbolon memberikan bantuan 300 bingkisan untuk jemaat dan cendramata kepada Pendeta Pdt Elieser Bancin, STh yang memasuki masa purna bhakti. “Semoga Pendeta Resort HKBP Lubukpakam yang baru, Pdt Derman Marpaung dapat menjalankan tugas membimbing umat agar terus berbuat yang terbaik bagi Jemaat dan masyarakat pada umumnya,” ungkapnya.

Rapidin menegaskan, PDI Perjuangan sebagai partai Nasionalis senantiasa akan terus bergandengan tangan dengan siapapun tanpa memandang suku, Ras dan Agama untuk memperkokoh persatuan dan Kesatuan Bangsa di dalam bingkai NKRI, “Sudah menjadi komitmen kita untuk menjadi saudara dalam perjuangan tanpa memandang SARA karena bagi PDI Perjuangan kekokohan NKRI dan kesejahteraan Rakyat menjadi cita-cita yang akan selalu diperjuangkan sampai kapanpun” Pungkas Mantan Bupati Samosir tersebut. (adz)

Pemanfaatan Teknologi Tepat Bagi Usaha Pembuatan Roti, Dosen USU Beri Bantuan Alat Penstabil Tegangan Listrik

Tim LPM USU melakukan pengabdian kepada masyarakat di Medan.(ist).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mendorong pertumbuhan UMKM di Kota Medan, Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPM USU) melalui dosen Fakultas Teknik (FT) USU menyerahkan bantuan berupa alat Penstabil Tegangan Listrik Rakitan untuk Oven Pemanggang Roti kepada usaha pembuatan roti Andra Bakery di Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang.

Tim LPM USU melakukan pengabdian kepada masyarakat di Medan.(ist).

Program pengabdian kepada masyarakat Non PNBP Tahun 2021 Skim Dosen Muda-LPM USU, melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Tanjung Sari Kota Medan, untuk mitra pengabdian yang merintis usaha pembuatan roti. Kegiatan ini dilaksanakan dari Juli hingga September 2021 lalu.

Pengabdian mengusung tema pemanfaatan teknologi tepat. Kegiatan ini, dilaksanakan oleh empat orang dosen Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara yang diketuai oleh Ivo Andika Hasugian, ST, MT (Dosen Teknik Industri) dan beranggotakan Dian Morfi Nasution, ST, MT (Dosen Teknik Mesin), Novrida Harpah Hasibuan, SSi, MT (Dosen Teknik Lingkungan), dan Rezky Ariessa Dewi, ST, MT (Dosen Teknik Sipil).

Mitra pengabdian usaha pembuatan roti adalah Andra Bakery yang berada di Jalan Setia Budi Pasar V, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang Kota Medan. Industri pembuatan roti ini memiliki masalah terhadap fluktuasi tegangan listrik yang membuat beberapa mesin rusak dan proses produksi terganggu. Salah satunya adalah mesin oven pemanggang roti yang sering kali berhenti berputar di karenakan masalah tegangan listrik sehingga menurunkan kapasitas produksi per hari.

Ivo Andika Hasugian, ST, MT, menjelaskan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim pengabdian dan mitra telah mengadakan diskusi untuk menemukan solusi dari permasalahan mitra tersebut.

“Dari hasil diskusi, tim pengabdian kepada masyarakat melakukan kunjungan langsung dan selanjutnya dilakukan desain alat penstabil tegangan listrik, dengan menyesuaikan kondisi dan ukuran di mana alat akan diletakkan. Setelah itu dilakukan diskusi lanjutan dengan anggota tim pengusul untuk mematangkan desain yang akan dibuat,” ucap Ivo dalam keterangan tertulis, Senin (4/10).

Ivo mengungkapkan untuk desain yang sudah disepakati. Kemudian, dibuat dan dicoba untuk mengoperasikannya selama 1 minggu. Selanjutnya, dilakukan evaluasi untuk menentukan kondisi alat dan umpan balik.

“Dari hasil evaluasi, alat ini dinyatakan beroperasi dengan baik dan sesuai harapan,” tandas Ivo.

Sementara itu, Pemilik usaha pembuatan roti Andra Bakery, Ade Chandra Keliat, selaku mitra pengabdian kepada masyarakat mengatakan bahwa merasa terbantu dengan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan dan mengucapkan terima kasih kepada LPM USU atas bantuan Alat penstabil tegangan listrik.

“Saya berharap semoga bantuan LPM USU ini dapat membuat usahanya semakin lancar dan berkembang,” pungkasnya.(gus)

Pemanfaatan Teknologi Informasi Sebagai Media Pemasaran Produk Pertanian di Desa Liang Muda

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (LPM USU) melalui Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI) USU menggelar pengabadian masyarakat Desa Liang Muda Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, baru-baru ini.

Tim LPM USU-Fasilkom-TI USU melaksanakan pengabdian masyarakat di Deli Serdang.

Pelaksana pengabdian masyarakat Program Mono Tahun Reguler LPPM USU dari Fasilkom-TI USU, Ketua Tim, Dr Syahril Efendi, SSi, MIT, bersama dengan beberapa anggota yang terdiri dari Marischa Elveny, STI, MKom, Fahrurrozi Lubis, BIT, MSc IT, dan Fauzan Nurahmadi, SKom, MCs, memberikan edukasi, fasilitasi dan pelatihan kepada pengurus BUMDes.

“Kelompok tani dan perangkat desa Liang Muda dalam pemanfaatan teknologi informasi sebagai media pemasaran produk pertanian. Pelaksanaan kegiatan kita lakukan 14 Agustus 2021,” sebut Ketua Tim, Dr Syahril Efendi dalam keterangan tertulis, Senin (4/10).

Syahril menjelaskan bahwa teknologi informasi saat ini telah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia terutama di bidang ekonomi, di mana terjadi pergeseran pola pada proses bisnis yang saat ini marak dilakukan secara online (daring).

“Teknologi informasi juga merambah tidak hanya pada perusahaan swasta tetapi juga di pemerintahan, mulai dari pemerintahan pusat sampai pemerintahan desa. Salah satunya digunakan untuk manajemen informasi usaha-usaha yang dimiliki oleh desa dalam bentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” ucap Syahril.

BUMDes merupakan pendekatan baru dalam usaha peningkatan suatu desa berdasarkan kebutuhan dan potensi desa, terutama produk-produk hasil pertanian. Dengan BUMDes, kegiatan ekonomi masyarakat dalam bentuk sebuah kelembagaan atau badan usaha dikelola secara profesional, namun tetap bersandar pada potensi asli desa.

“Dalam upaya menjalankan BUMDes secara profesional, dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki pengetahuan dalam pengelolaan BUMDes, baik dari segi manajemen administratif maupun dari segi manajemen keuangan. Di samping itu, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat dibutuhkan dalam upaya peningkatan pendapatan BUMDes,” jelasnya.

Hal ini, ia menilai menjadi permasalahan di beberapa desa karena SDM belum menguasai pemanfaatan TIK dengan baik, termasuk di Desa Liang Muda Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Untuk itu, perlu diberikan pendampingan dalam bentuk kegiatan pengabdian masyarakat, yang akan memberikan pengetahuan dan keahlian dalam mengelola BUMDes secara profesional dengan memanfaatkan teknologi informasi,” tandasnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini disambut baik oleh Kepala Desa Liang Muda, Martinius Barus, dan masyarakat desa Liang Muda. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim pengabdian berharap bisa memberikan kontribusi di mana pengurus BUMDes, kelompok tani dan perangkat desa dapat bersinergi dalam pemetaan potensi desa.

Juga dapat menjadikan desa memiliki agrowisata sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang dikelola oleh BUMDes, sehingga desa Liang Muda bisa maju dan menjadi desa yang sejahtera dan mandiri.

Tim pengabdian masyarakat memfasilitasi teknologi informasi berupa pembuatan sistem informasi BUMDes dan memberikan pendampingan ke pengurus BUMDes, kelompok tani dan perangkat desa dalam mengelola dan memanfaatkan sistem informasi tersebut untuk pengelolaan BUMDes dalam segi manajemen administratif dan manajemen keuangan.(gus)

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas P3APM ‘Turun Kelas’ ke Eselon 3, BKD: Sudah Jadi Ketentuan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Teka-teki tentang nasib 2 mantan pejabat eselon 2 yang di NonJobkan Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, 29 September 2021 lalu, terjawab sudah. Setelah dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, kini Syarif Armansyah Lubis yang telah menjabat sebagai kepala dinas sebanyak 4 kali, harus ‘turun kelas’ sebagai Kepala Bidang (Kabid) pada Dinas Pertanian dan Peternakan (Distankan) Kota Medan.

Tak berbeda dengan Armansyah, eks Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (P3APM) Kota Medan, Khairunisa Mozasa, juga mengalami hal sama. Kini, dia juga harus bersedia menjadi seorang Kabid pada Dinas Perindustrian Kota Medan. Dengan kata lain, keduanya tak lagi berstatus sebagai pejabat eselon 2 di lingkup Pemko Medan. Tapi, keduanya kini hanya berstatus sebagai pejabat setingkat eselon 3.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Kota Medan, Zain Noval pun membenarkan hal tersebut.

“Iya benar. Pak Armansyah jadi Kabid pada Dinas Pertanian dan Peternakan. Dan Ibu Khairunisa jadi Kabid pada Dinas Perindustrian,” ungkap Noval, Minggu (3/10).

Meski turun dari jabatan eselon 2 ke eselon 3, namun Noval memastikan, hal tersebut tak menyalahi aturan, atau telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Sudah sesuai ketentuan,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan, khusus untuk pengangkatan ataupun pemberhentian pejabat eselon 2 yang merupakan jabatan pimpinan tinggi pratama, memang harus melalui mekanisme yang ada, yakni harus mendapatkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Untuk pengangkatan dan pemberhentian pada eselon 2, itu mekanismenya melalui rekomendasi KASN. Mekanisme tersebut pun sudah sesuai aturan, itu sudah terpenuhi. Artinya, Pemko Medan sudah mendapatkan rekomendasi dari KASN (untuk pemberhentian mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala Dinas P3APM). Sehingga bisa dilaksanakan, termasuk rotasi kepala dinas kemarin,” jelas Noval.

Ditanya terkait kapan Pemko Medan akan melakukan lelang jabatan untuk banyaknya jabatan setingkat eselon 2 di lingkup Pemko Medan yang kosong saat ini, Noval mengaku, belum mengetahuinya. Pasalnya, hal itu merupakan kewenangan penuh dari Wali Kota Medan.

“Terkait kapan lelang jabatan, kewenangan tersebut ada pada Pak Wali Kota. Kita tunggu saja,” jawabnya.

Namun begitu, lanjutnya, Pemko Medan memastikan saat ini posisi jabatan-jabatan eselon 2 yang kosong tersebut, telah diisi oleh pejabat Pelaksana Tugas (Plt).

“Terkait jabatan eselon 2 yang kosong, sementara diangkat Plt,” jelas Noval.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pimpinan DPRD Medan dari Fraks PKS, Rajuddin Sagala meminta Pemko Medan untuk segera melakukan lelang jabatan untuk jabatan-jabatan eselon 2 di lingkup Pemko Medan, terkhusus kepada jabatan yang sudah kosong saat ini.

“Kami sangat mendukung tagline Wali Kota Medan yang mau pembangunan di Medan berjalan cepat. Tapi bagaimana bisa, kalau ternyata ada banyak OPD yang tidak ada pimpinan defintifnya. Untuk itu kami meminta, agar Pemko Medan bisa segera melelang jabatan eselon 2 yang saat ini banyak kosong, supaya bisa segera terisi, dan OPD-OPD tersebut segera berjalan maksimal,” ungkap Rajuddin, Kamis (30/9) lalu.

Rajuddin pun mengatakan, pihaknya di Pimpinan DPRD Medan memang ada mendengar informasi, Pemko Medan segera melakukan lelang jabatan eselon 2 untuk jabatan-jabatan yang kosong saat ini.

“Mudah-mudahan bisa segera terealisasi, kami mau segera dilelang Oktober nanti, karena besok (1 Oktober) sudah masuk Oktober kan? Jadi jangan lagi dilama-lamakan, semakin cepat semakin baik,” katanya.

Senada dengan Rajuddin, Ketua Fraksi PKS, sekaligus Ketua Komisi 1 DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong mengaku, sangat meyayangkan banyaknya jabatan eselon 2 yang kosong di lingkup Pemko Medan. Pasalnya, kekosongan jabatan-jabatan itu dinilai berpotensi dalam memperlambat kinerja Pemko Medan.

“Saya juga tak begitu mengerti, apa lagi yang membuat Pak Wali Kota masih belum melelang jabatan-jabatan itu. Apalagi diketahui, beliau sudah menjabat lebih dari 6 bulan,” jelasnya.

Rudiyanto pun mengaku, melakukan rotasi pejabat di jajaran Pemko Medan merupakan hak prerogatif dari Wali Kota Medan. Tapi, Wali Kota Medan memang harus dituntut bergerak cepat dalam mengisi jabatan-jabatan yang kosong tersebut.

“Tak cuma cepat dalam mengisi jabatan yang kosong, tapi kami juga berharap agar Pemko Medan dapat menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat, sesuai dengan potensi dan kemampuan orang yang ditempatkan,” pungkasnya. (map/saz)

Curahan Hati ‘Orang Tua Bobby’ Soal Lapangan Merdeka Medan, Harusnya Gayung Bersambut dengan Keinginan Gubernur

LAPANGAN MERDEKA MEDAN: Sejumlah warga bermain di Lapangan Merdeka Medan. Tahun depan Lapangan Merdeka akan direvitalisasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dorongan agar Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, segera menetapkan status cagar budaya terhadap Lapangan Merdeka Medan, kembali dikemukakan perwakilan warga kota ini, Prof Usman Pelly.

LAPANGAN MERDEKA MEDAN: Sejumlah warga bermain di Lapangan Merdeka Medan. Tahun depan Lapangan Merdeka akan direvitalisasi.

Sebagai ‘orang tua Bobby’, Pelly menjelaskan, sejatinya selaku ‘anak’, Bobby mengikuti apa yang dikehendaki ‘bapaknya’. Sebab, penetapan Lapangan Merdeka Medan sebagai kawasan cagar budaya, sah berdasarkan konstitusi.

“Apalagi sudah diputuskan oleh Pengadilan Negeri Medan beberapa waktu lalu. Wali Kota sebagai pemimpin daerah ini, mesti tunduk dan patuh akan putusan tersebut. Sehingga tidak perlu juga lakukan upaya banding atas citizen lawsuit oleh Koalisi Masyarakat Sipil (KMS),” ungkap Pelly yang merupakan Penasehat KMS Medan-Sumut Peduli Lapangan Merdeka Medan, Minggu (3/10).

Pihaknya bersama LBH Humaniora, selaku yang diberi kuasa untuk gugatan warga negara tersebut, pada pekan lalu berdiskusi membahas upaya banding Wali Kota Medan dalam perkara perdata Nomor: 756/Pdt.G/2020/PN.MDN itu. Pada pertemuan tersbeut, pihaknya kembali menyayangkan upaya Wali Kota Medan melakukan banding atas perkara dimaksud. Selain itu, turut mempertanyakan rencana penataan Lapangan Merdeka Medan tahun depan, yang diwacanakan bakal menghabiskan anggaran senilai Rp174 miliar.

“Saya juga membaca di media, Pak Gubernur siap membantu rencana Pemko Medan itu, dengan memberi uang Rp100 miliar. Tentu uang segitu di tengah krisis saat ini sangatlah banyak. Ditambah lagi rencana alokasi dari APBD Medan. Tapi saya juga menangkap keinginan Gubernur Sumut, dia ingin (Lapangan Merdeka Medan) ditetapkan sebagai cagar budaya sebelum melakukan penataan tersebut. Harusnya anak saya Bobby, bisa gayung bersambut dengan keinginan Pak Gubernur,” tutur akademisi senior itu.

Secara pribadi, dia akan sangat kecewa jika kebijakan Bobby terhadap Lapangan Merdeka Medan justru inkonsistensi. Pasalnya, langkah awal yang mesti suami Kahiyang Ayu itu lakukan, menurut dia adalah menetapkan Lapangan Merdeka Medan sebagai cagar budaya dulu.

“Saya adalah pemilih Bobby (saat Pilkada Medan 2020). Jujur, saat ini saya tak bisa mengerti apa yang dia pikirkan (soal Lapangan Merdeka Medan). Dia bicara akan menata bahkan membangun parkir bawah tanah dan sebagainya, namun tak menetapkan Lapangan Merdeka Medan sebagai cagar budaya lebih dulu. Mestinya ini dulu yang dia fokuskan. Baru setelah itu bicara mau menata. Lagian apa keberatannya menetapkan Lapangan Merdeka Medan tersebut?” urai Pelly.

Lantas, apa yang membuat Bobby terkesan berat menetapkan Lapangan Merdeka Medan dan justru melakukan upaya banding?

“Mungkin begini ya, adinda Bobby ini terlampau banyak mendengar masukan sekelilingnya, atau orang-orang yang datang menemuinya. Tapi apa yang disampaikan padanya justru tidak pada koridor yang tepat. Itu terlihat dari wacananya ingin menata Lapangan Merdeka Medan, tapi justru melakukan upaya banding. Dari banyak masukan itu, saya melihat, dia akhirnya lakukan manuver-manuver yang justru tak tepat sasaran,” jelas Pelly lagi.

Padahal, Pelly menyebutkan, jika Bobby bisa satu langkah dan bahasa dengan Gubernur Sumut, bukan tak mungkin dia akan dapat simpati warga Kota Medan.

“Betul, inilah sebenarnya momentum bagi adinda Bobby, jika ingin menaikkan citranya sebagai pemimpin. Karena apa yang dia lakukan dengan penetapan Lapangan Merdeka Medan sebagai kawasan cagar budaya, sangat-sangat on the track sesuai hukum positif negara ini. Dan tentunya berlandaskan dengan konstitusi. Kami tentu ingin pemimpin daerah ini bisa satu nafas untuk memperjuangkan hak publik, tanpa adanya intervensi dari oknum-oknum yang cuma ingin merusak Medan melalui kepentingan bisnis,” pungkasnya. (prn/saz)

Serahkan 2 Ambulans ke Pesantren Al-Manar dan 1 Mobil Usaha Gratis ke Pedagang, Ijeck: Semoga Jadi Amal Jariyah Almarhum

SERAHKAN: Ketua Yayasan Haji Anif, Musa Rajekshah, saat menyerahkan bantuan 2 unit ambulans kepada Yayasan Pondok Pesantren Al-Manar, Sabtu (2/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Ketua Yayasan Haji Anif, Musa Rajekshah, menyerahkan 2 unit ambulans kepada Yayasan Pondok Pesantren Al-Manar, Sabtu (2/10) lalu. Selain itu, turut diserahkan satu unit mobil usaha gratis kepada pedagang pakaian dan perlengkapan Muslim, yang telah 3 tahun berjualan di pelataran parkir Masjid Al-Musannif Cemara Asri.

SERAHKAN: Ketua Yayasan Haji Anif, Musa Rajekshah, saat menyerahkan bantuan 2 unit ambulans kepada Yayasan Pondok Pesantren Al-Manar, Sabtu (2/10).

Ijeck, sapaan karib Musa Rajekshah, menyampaikan, 2 ambulans dan satu mobil usaha gratis yang diserahkan tersebut, merupakan amanah dari almarhum ayahnya Haji Anif bin H Gulrang Shah.

“Adapun 2 ambulans ini, amanah sebelum almarhum berpulang, termasuk rumah ibadah yang beberapa di antaranya sudah kami serahkan. Satu mobil lagi untuk usaha kepada Pak Syahrul, yang sudah lama berjualan di pelataran masjid. Waktu itu almarhum masih hidup, menyampaikan ke kami anak-anaknya, untuk memberikan satu unit mobil biar Pak Syahrul tak menyewa-nyewa lagi,” ungkap Ijeck, usai menyerahkan ketiga mobil tersebut di halaman Masjid Al-Musannif Cemara Asri.

Ijeck pun berharap, amanah yang dikerjakan oleh keluarga diharapkan mampu menjadi amal jariyah bagi almarhum ayahandanya.

“Semoga amanah-amanah yang kami berikan ini jadi amal jariyah. Kami, anak, cucu, dan cicit keluarga yang ditinggal, berusaha melanjutkan segala niat, sedekah, dan infaq almarhum,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Manar, Prof Hasballah Thaib mengaku, sangat terbantu dengan adanya ambulans tersebut. Menurutnya, pihaknya tidak lagi bingung atau harus memakai becak saat membawa anak-anak pesantren berobat bila sakit dan butuh perawatan ke rumah sakit.

“Ini jadi hadiah yang luar biasa untuk kami. Ambulans ini sangat dibutuhkan, karena kadang malam hari ada anak yang sakit, biasa dibawa naik becak. Saya menyampaikan salam dan ucapan terima kasih dari seluruh keluarga Pesantren Al-Manar, tentunya semoga menjadi amal jariyah bagi almarhum Haji Anif,” katanya.

Begitu juga disampaikan Syahrul, pedagang yang menerima bantuan mobil usaha gratis.

“Saya sangat bersyukur sekali, karena bantuan ini membantu kami dalam mencari nafkah. Semoga bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah almarhum Haji Anif,” ujarnya.

Dia mengaku, memiliki kesan mendalam yang tak bisa dilupakan atas kebaikan almarhum Haji Anif.

“Dulu almarhum sering bertanya sama saya, modalnya bagaimana, untungnya bagaimana, apa ada yang beli jualannya di sini? Bahkan, beliau sempat pesan ke saya, kalau ada yang ganggu jualan di sini bilang sama saya,” kisah Syahrul. (ris/saz)

Peringati HUT ke-74 Kabupaten Dairi, Bupati: Jadikan Momentum Refleksi & Evaluasi Kinerja

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi peringati hari jadi ke-74 yang digelar di siding paripurna DPRD, dan acara puncak di gedung Balai Budaya Sidikalang, Jumat (1/10). Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, menyampaikan pembangunan yang sudah dan akan dilaksanakan selama tahun 2020-2021. Dan sejumlah penghargaan dari pemerintah pusat, provinsi dan lembaga lainnya.

Masih kata Eddy, peringatan Hari Jadi ke-74 Dairi, menjadi momentum dan merefleksi, mengevaluasi serta mengambil hikmah berbagai hal yang telah dilakukan. Kepada jajarannya, Eddy mengajak untuk terus berupaya melakukan perbaikan dan pembenahan.

“Saran dan masukan disampaikan elemen masyarakat, harus ditindaklanjuti demi terwujudnya visi misi Pemerintahan Dairi Unggul yang mensejahterakan masyarakat dalam harmoni keberagaman,”kata Eddy.

Peringatan Hari Jadi Dairi tahun 2021 ini, juga ditandai pemberian penghargaan dan penandatangan kerja sama. Hadir sejumlah tamu undangan termasuk Konsulat Jenderal Malaysia, Tn Aiyub Direksi BUMN, pimpinan perusahaan serta lainnya. (rud/han)

Tingkatkan Keamanan Dimasa Pandemi Covid-19, Polsek Sei Kepayang Sosialisasi PRM

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Antisipasi gangguan Kamtibmas dimasa pandemi Covid -19, Polsek Sei Kepayang melaksanakan sambang sekaligus mensosialisasikan program Polri Rindu Masyarakat (PRM) kepada masyarakat di Desa Sei Jawijawi, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Asahan, Minggu(3/9)siang.

Kapolsek Sei Kepayang, AKP Sabran MP SH menyampaikan bahwa kegiatan PRM merupakan program kerja Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH, yang bertujuan untuk mengendalikan penyebaran Covid -19 dan memberi pesan pesan kamtibmas kepada masyarakat agar mematuhi prokes dan edukasi pentingnya vaksin guna meningkatkan herd immunity.

Selain itu, Kapolsek Sei Kepayang juga menjelaskan bahwa bangsa Indonesia sedang menghadapi masalah tentang potensi perpecahan persatuan, sehingga perlu adanya peran serta dari seluruh elemen masyarakat guna mencegah dan deteksi dini adanya ancaman yang nyata berupa perkembangan paham radikalisme serta waspada terhadap berita hoax di media sosial.

“Peran serta masyarakat dapat diwujudkan dengan saling mengingatkan di antara warga, apabila ada tamu yang bermalam atau ada yang mempunyai perilaku yang mencurigakan agar segera melapor kepada kades atau Kadus setempat atau bisa menghubungi Bhabinkamtibmas maupun melapor ke Polsek Sei Kepayang Polres Asahan,” ujarnya.

Ia berharap semoga dengan adanya program ini masyarakat Sei Kepayang dapat merasakan kenyamanan semakin dekatnya bersama Polri dengan terwujudnya Tranformasi menuju Polri yang Presisi.

Sementara itu Zainudin Hasibuan yang merupakan tokoh agama Desa Jawi jawi mengapresiasi dan siap mendukung kegiatan PRM yang dibentuk oleh Polres Asahan dalam mencegah Gangguan Kamtibmas dimasa pandemi covidb-19 di kab. Asahan khusunya di Kec. Sei Kepayang. (dat/han)