LANTIK: Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang saat melantik Dewan Pengawas PDAM Tirtamalem Karo di Aula Kantor Bupati Karo, Senin (25/10).
KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang melantik Jusup Sukatendel sebagai Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamalem Kabupaten Karo masa jabatan 2021-2025. Pelantikan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Karo, Senin (25/10).
LANTIK: Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang saat melantik Dewan Pengawas PDAM Tirtamalem Karo di Aula Kantor Bupati Karo, Senin (25/10).
Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang dalam sambutannya menyampaikan kepada Dewan Pengawas PDAM Tirtamalem Kabupaten Karo yang baru dilantik agar dapat bekerja secara maksimal dalam hal pengawasan dan memberikan masukan yang inovatif kepada direksi dalam menjalankan kegiatan pengurusan Perusahaan Daerah Air Minum Tirtamalem.
“Saya sangat mengharapkan adanya perubahan yang signifikan, dalam pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum Tirtamalem Kabupaten Karo ke depan, perbaikan dalam manajemen keuangan, operasional serta manajemen kepegawaian, terlebih terpenuhinya kebutuhan air di Kabupaten Karo,” unggkap Bupati Karo.
“Saudara diharapkan dapat menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, mengantisipasi dan mencegah terjadinya kecurangan di dalam perusahaan, serta memaksimalkan pemenuhan target yang ditetapkan dalam menyusun struktur organisasi PDAM Tirtamalem Kabupaten Karo yang efektif dan efisien,”sambungnya.
Jusup Sukatendel sendiri lahir di Kabanjahe pada 27 September 1971 pernah menjalani pendidikan di Istitut Teknologi Bandung jurusan Arsitektur dan lulus tahun 1995 dan University of Melbourne jurusan Urban Design dan lulus pada tahun 1998.
Memiliki pengalaman kerja di beberapa perusahaan/instansi, di antaranya : Cita Enviro Medica, Farquhar Group, Group Logistic, MPK Indonesia dan lain sebagainnya, serta memiliki pengalaman berorganisasi, di antaranya pada organisasi KMDT Karo, ABB dan SPSA Australia.
Acara pelantikan tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, yaitu dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan/hand sanitizer dan mengukur suhu tubuh.
Turut hadir dalam Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan, Wakil Ketua DPRD Karo Sadarta Bukit dan Davit K Sitepu, Sekda Karo Drs Kamperas Terkelin Purba MSi, Asisten Pemerintahan Caprilus Barus, Asisten Administrasi Umum Mulianta Tarigan, para kepala perangkat daerah, Direksi PDAM Tirtamalem Jonatan Tarigan, dan tamu undangan lainnya. (deo/azw)
SILATURAHIM: DPD Pendowo Kabupaten Langkat menggelar anjangsono/silaturahim atau arisan yang setiap bulannya dilaksanakan dari rumah ke rumah.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Wargo Jowo (DPD Pendowo) Kabupaten Langkat menggelar anjangsono/silaturahim atau arisan yang setiap bulannya dilaksanakan dari rumah ke rumah. Pada Minggu (24/10) arisan Pendowo Kabupaten Langkat digelar di Rumah Guru Senam Pendowo Ani Suwandi di Desa Karang Rejo Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat Sumatere Utara. Kegiatan ini dihadiri sejumlah pengurus dan anggota dari Pendowo.
SILATURAHIM: DPD Pendowo Kabupaten Langkat menggelar anjangsono/silaturahim atau arisan yang setiap bulannya dilaksanakan dari rumah ke rumah.
Supriadi selaku Ketua DPD Pendowo Kabupaten Langkat pada kesempatan itu mengajak seluruh pengurus maupun anggota Pendowo harus guyub,rukun, kompak serta bersatu untuk membesarkan Pendowo Kabupaten Langkat.
Supriadi juga berharap para pengurus Pendowo Kabupaten Langkat bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing dengan mengembangkan panji -panji Pendowo sampai kepelosok desa.
“Perlu saya ingatkan Pendowo ini bukan organesasi politik, Pondowo hanyalah paguyuban Perkumpulan Wargo Jowo agar dapat kompak dan bersatu di Kabupaten Langkat.Kita jangan mudah terpropokasi orang yang tidak bertanggung jawab yang hanya ingin memecah belah.Oleh karena Pendowo harus jaga kekompak yang selama ini sudah terjali dengan baik dan tetap bersatu,” pungkas Supriadi.
Selain Ketua DPD Pendowo Langkat Supriadi dan ibu, hadir juga pengurus lainnya, yakni, Wakil Ketua Sabarudin/Ucok, Wakil Ketua Suwadi, Sekretaris Zaenal serta Ibu, Humas Prawito serta Ibu, dan pengurus serta anggota lainnya. (mag-6/azw)
FOTO BERSAMA: Ketua TP PKK Taput Satika Simamora foto bersama lima Finalis POD 2021 usai disambut di Bhinneka Cafe Resto Kecamatan Sipoholon, Minggu (24/10).
TAPUT, SUMUTPOS.CO – Bupati Tapanuli Utara (Taput) Drs Nikson Nababan MSi diwakili Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Taput Yunus Caesar Hutauruk menyambut rombongan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dan 5 Finalis Putri Otonomi Daerah (POD) 2021 di Bhinneka Cafe Resto Kecamatan Sipoholon, Minggu (24/10).
FOTO BERSAMA: Ketua TP PKK Taput Satika Simamora foto bersama lima Finalis POD 2021 usai disambut di Bhinneka Cafe Resto Kecamatan Sipoholon, Minggu (24/10).
Kelima Finalis POD 2021 yang hadir pada kesempatan tersebut adalah Mega Diana Zam Zam dari Kabupaten Tanggamus yang merupakan Pemenang POD 2021, Devi Purnamasyari asal Bogor, Jelita Gabriella Putri asal Musi Banyuasin, Ni Putu Meysanthi Angela Putri Artita asal Berau dan Eliza Permata Sary asal Dharmasraya).
Rombongan dipimpin oleh Kadiv Kerjasama Apkasi Tiara Purnamasari bersama panitia pelaksana pemilihan POD 2021 yaitu Brian Hezron, Andreano Ishak Philip, Alfons Setiadhi dan Diori Hizkia serta Tabitha Vivi Wijayanti yang merupakan Putri Otonomi Daerah 2019.
Kepala Dinas Pariwisata Taput YC Hutauruk dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi kehadiran para finalis POD 2021 dan berharap kehadiran para Putri Otonomi berkunjung ke Taput akan turut memperkenalkan potensi wisata dan budaya yang ada di Taput.
“Silakan mengenal dan melihat secara langsung adat istiadat dan kearifan lokal daerah kami. Warisan budaya dan potensi alam yang kami miliki mohon untuk dipromosikan ke dunia luar agar kunjungan wisata bisa meningkat,” ujar YC Hitauruk didampingi Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Taput Satika Simamora SE MM dan Marsaulina Lumbantobing serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
Ketua TP PKK Taput Satika Simamora menilai kehadiran Putri Otonomi harus mampu berbagi disisi positif. “Hal-hal baik di Taput dapat di eksplor demi kebaikan bersama. Semoga dalam kunjungan singkat ini bisa betah dan memberi kesan bermakna,” ujarnya.
“Bapak Bupati berharap Tapanuli Utara akan semakin dikenal luas atas budaya, pariwisata, dan karya produk UMKM. Semoga kunjungan 3 hari ini akan memberi masukan bagi kita semua. Silahkan mengunjungi beberapa lokasi yang menjadi sentra budaya dan objek wisata yang ada di Tapanuli Utara,” imbuh Satika Simamora.
Mega Diana Zam Zam yang mewakili rombongon merasa terharu dengan sambutan yang diberikan dari Pemkab Taput dan Ketua TP PKK Taput Satika Simamora, melebihi dari apa yang mereka harapkan dan berjanji akan memberitakan pengalaman mereka selama kunjungan bersama teman-teman Putri lainnya.
“Saya terkesan ketika pertama kali menginjakkan kaki di Bandara Internasional Silangit, walau matahari sangat terik namun udaranya sejuk dan segar, masyarakat ramah walau suaranya keras namun humoris dan penuh kasih. Yang paling berkesan saat Ibu Satika menjamu kami ternyata susu kerbau itu bisa dijadikan makanan enak dengan bumbu yang khas dan baru pertama kali saya makan,” ungkap Mega.
Usai penyambutan tersebut, rangkaian kunjungan akan dilanjutkan dengan jalan sore di sekitar pinggir sungai Aek Sigeaon dan kemudian menikmati wisata alam permandian air panas yang menjadi icon wisata di kecamatan Sipoholon.(rel/des/azw)
REBUT: Zlatan Ibrahimovic siap membawa AC Milan merebut puncak klasemen Serie A.
SUMUTPOS.CO – LAGA Milan kontra Torino akan menjadi pertandingan menentukan bagi Rossoneri yang kini sedang berusaha menjaga tren positif mereka. Ya, sejauh ini Milan masih belum terkalahkan di sembilan laga awal Liga Italia 2021-2022. Bahkan di lima laga terakhirnya di Serie A, Milan sanggup melibas semuanya dengan kemenangan.
REBUT: Zlatan Ibrahimovic siap membawa AC Milan merebut puncak klasemen Serie A.
Milan yang saat ini berada di posisi kedua, hanya kalah selisih gol dari Napoli yang berada di puncak klasemen meski memiliki jumlah poin yang sama, termotivasi untuk bisa terus menempel Napoli bahkan menyalipnya dari puncak klasemen. Karenanya, Milan wajib memenangkan laga melawan Torino di Stadion San Siro pada Rabu (27/10) dini hari pukul 01.45 WIB.
Bermain di kandang jelas bisa memberikan keuntungan untuk skuad asuhan Stefano Pioli. Dengan berbekal hasil pada laga sebelumnya, di mana Rossoneri dapat menang meyakinkan atas Bologna dengan skor 4-2 pada Minggu (24/10), Milan diprediksi bisa mengatasi perlawanan Torino.
Masalahnya, Torino juga baru merasakan kemenangan di pekan sebelumnya. Torino mampu menghajar Genoa dengan skor 3-2. Kemenangan itu tiga poin pertama Torino dari lima laga terakhirnya di Liga Italia 2021-2022.
Torino memperlihatkan bahwa mereka asat ini sedang bangkit. Tapi, Milan tetap bisa mencari celah agar Torino bisa tumbang lagi saat mereka berjumpa di San Siro.
Apalagi Milan baru saja mendapatkan kabar baik setelah sejumlah pemain akhirnya kembali ke tim. Sebut saja seperti Theo Hernandez yang mulai pulih dari Covid-19, Franck Kessie yang sudah sembuh dari cedera, begitu juga Sandro Tonali dan Ismael Bennacer. Dengan kembalinya beberapa pemain itu, Milan jelas akan semakin kuat lagi. Milan juga tentu tak ingin sampai terpeleset dalam balapan di papan atas dengan Napoli. Untuk itu, Torino wajib mereka taklukkan. (bbs)
TINJAU: Wali Kota Medan Bobby Nasution bersama istri Kahiyang Ayu meninjau pelaksanaan vaksinasi terhadap pelajar di SMP Negeri 40 Medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan terus mematangkan rencana pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) untuk anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) kelas 4, 5, dan 6. Bahkan hari ini, Disdik Medan akan menggelar simulasi guna melihat persiapan yang telah dilakukan pihak sekolah.
Ilustrasi PTM.
“Besok (hari ini) rencananya kita buat simulasi PTMT tingkat SD,” kata Plt Kadis Pendidikan Kota Medan, Topan OP Ginting kepada Sumut Pos, Senin (25/10) malam.
Namun begitu, Topan belum dapat memberitahukan, sekolah mana yang akan dijadikan lokasi simulasi PTMT pada hari ini yang rencananya akan ditinjau langsung oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution.
“Kemungkinan kalau Pak Wali berkenan, Pak Wali yang akan meninjau langsung kegiatan simulasi PTMT tingkat SD besok (hari ini). Soal di mana sekolah yang akan kita jadikan lokasi simulasi PTMT-nya, itu nanti akan dikabari,” jawabnya.
Sekaligus kata Topan, pihaknya ingin menekankan kepada setiap pihak sekolah tingkat SD di Kota Medan, untuk benar-benar menyiapkan sarana protokol kesehatan di sekolah. Pasalnya, PTMT untuk tingkat SD rencananya akan dimulai pada 1 November mendatang.
“Basicnya tetap harus prokesnya, yaitu setiap sekolah wajib menerapkan prokes 5M. Hanya saja pengawasannya harus lebih ketat dari tingkat SMP, nantinya mungkin ada teknis yang sedikit berbeda. Semua nanti akan dipertegas kembali,” katanya.
Topan kembali mempertegas, simulasi PTMT tingkat SD yang akan digelar hari ini adalah khusus untuk siswa kelas 4, 5 dan 6. Sebab yang masih diizinkan Pemko Medan untuk menggelar PTMT tingkat SD pada 1 November nanti adalah siswa SD kelas 4, 5 dan 6.
“Sekali lagi yang direncanakan untuk mulai menggelar PTMT pada 1 November nanti adalah siswa SD kelas 4, 5 dan 6. Khusus untuk siswa SD 1, 2 dan 3, belum ada izin, maka jelas belum boleh menggelar PTMT. Siswa PAUD, TK, dan SD kelas 1, 2 dan 3 wajib belajar secara daring dari rumah,” pungkasnya.
Genjot Vaksinasi Perlajar
Untuk memperluas pelaksanaan PTMT di Sumut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) terus meningkatkan vaksinasi pelajar. Hingga Senin (25/10), sekitar 47 persen sekolah di Sumut telah melakukan PTM, namun masih didominasi tingkat SMP dan SMA. Ke depannya SD dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan diupayakan untuk melakukan PTM.
“Kita akan upayakan mempercepat vaksinasi untuk pelajar, sejak kurang lebih tiga bulan lalu kita terus dorong ke pelajar agar PTM semakin luas. SD dan PAUD kita akan pertimbangkan karena anak-anak ini sangat butuh tatap muka di usianya,” kata Gubernur Edy Rahmayadi, usai rapat dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim di Aula Tengku Rizal Nurdin, Senin (25/10).
Hingga 23 Oktober 2021, ada 22 kabupaten/kota di Sumut yang berada di level 3, kemudian sembilan kabupaten/kota level 2 dan dua kabupaten/kota level 1. Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri PTM bisa dilakukan daerah di bawah level 4. Karena itu, Pemprov Sumut akan mendorong peningkatan PTM terbatas dan memperkuat pengawasan protokol Kesehatan.
“Tentu ada persyaratan yang harus dipenuhi seperti vaksinasi tenaga pengajar dan pelajar. Belajarnya juga dua kali seminggu dan dua jam per hari, dan tidak diperbolehkan buka kantin. Kita akan dorong sekolah-sekolah untuk memenuhi syarat-syarat PTM,” kata Edy Rahmayadi.
Sementara itu, Menteri Nadiem Makarim berharap, PTM terbatas di Sumut bisa segera meningkat ke angka 80 persen. Dia juga menekankan agar SD dan PAUD segera diberlakukan PTM, karena menurutnya dampak sekolah jarak jauh sangat besar untuk anak-anak SD dan PAUD.
“Riset kita dengan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) kita kehilangan 1 tahun pembelajaran. Bisa permanen dampaknya dan ini bisa menyebabkan learning loss terbesar dalam sejarah Indonesia, belum lagi yang putus. Dan ternyata dampak terbesar PJJ paling besar pada anak SD dan PAUD, mereka yang paling butuh tatap muka, dampaknya bisa permanen,” kata Nadiem, pada pertemuan yang juga dihadiri Bupati/Walikota se-Sumut secara virtual.
Nadiem meminta agar vaksinasi di Sumut semakin dipercepat, karena bukan hanya masalah pembelajaran, ini juga terkait keberlangsungan sekolah-sekolah swasta. “Kita harus percepat sekolah bisa PTM, termasuk yang swasta. Banyak sekolah swasta yang kesulitan finansial karena orang tua murid banyak yang tidak mau membayar uang sekolah,” kata Nadiem.
Hadir secara langsung pada pertemuan ini Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah dan Walikota Medan Bobby Nasution. Juga hadir jajaran Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset dan Teknologi serta OPD terkait Pemprov dan Pemda se-Sumut secara langsung dan virtual. (map/rel)
STASIUN KA: Suasana di Stasiun Besar Kereta Api Medan, belum lama ini. Mulai hari ini, pembelian tiket KA wajib menyertakan NIK.Diskominfo Sumut for Sumut Pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mulai hari ini, Selasa (26/10), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divisi) I Sumatera Utara mewajibkan calon penumpangnya menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada kolom nomor identitas saat pemesanan tiket kereta api.
STASIUN KA: Suasana di Stasiun Besar Kereta Api Medan, belum lama ini. Mulai hari ini, pembelian tiket KA wajib menyertakan NIK.Diskominfo Sumut for Sumut Pos.
Menurut Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, Mahendro Trang Bawono, aturan baru ini untuk mendukung program pemerintah dalam upaya penggunaan NIK di semua sektor layanan publik.
“Mulai 31 Agustus 2021 lalu, pelanggan KA Lokal diharuskan memasukkan NIK pada kolom nomor identitas saat melakukan pemesanan tiket. Sedangkan untuk KA antarkota berlaku mulai 26 Oktober 2021,” kata Mahendro kepada wartawan, Senin (25/10) sore.
Mahendro menjelaskan, penggunaan NIK ini juga bertujuan untuk memvalidasi status vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19 calon pelanggan. Dikatakannya, PT KAI telah mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding KAI. Hal itu, berlaku kepada seluruh calon penumpang kereta api. “Untuk pemesanan offline atau di stasiun kereta api. Calon penumpang dapat memberikan NIK kepada petugas kita saat memesan tiket,” sebutnya.
Kemudian, sesuai surat edaran Kemenhub No 69 Th 2021, penumpang KA antarkota diharuskan menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Penumpang juga wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum jadwal keberangkatan. Sedanglan Pelanggan usia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan.
KAI telah mengintegrasikan sistem boarding KAI dan aplikasi Peduli Lindungi sehingga data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 pelanggan akan otomatis muncul pada layar komputer petugas. Integrasi ini bertujuan untuk mempermudah pelanggan, memperlancar proses pemeriksaan dokumen, dan menghindari pemalsuan dokumen.
Bagi penumpang dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19. Untuk naik kereta api, penumpang harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius.
Kereta Api merupakan moda transportasi yang mengutamakan keselamatan, memastikan pelanggan dalam kondisi aman dan sehat, serta konsisten menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat. “KAI mendukung penuh upaya pemerintah dalam melakukan screening deteksi Covid-19 pada moda transportasi Kereta Api guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tandas Mahendro.(gus)
PELEBARAN: Sejumlah kendaraan melintas di jalur Medan-Berastagi yang sedang proses pengerjaan pelebaran di setiap tikungan tajam.istimewa/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selain dibutuhkan percepatan pembangunan jalan tol atau jalan layang, ruas Medan-Berastagi sedang dikaji agar diberlakukan ganjil-genap untuk kendaraan berat atau tonase tinggi, yang kerap melintas jalur tersebut. Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengaku tengah mengkaji kemungkinan skema ganjil-genap nomor kendaraan bermotor yang diperkenankan melalui jalan menuju objek wisata itu.
PELEBARAN: Sejumlah kendaraan melintas di jalur Medan-Berastagi yang sedang proses pengerjaan pelebaran di setiap tikungan tajam.istimewa/sumutpos.
“Sedang dikaji Paling bagus nanti kita atur mungkin seperti ganjil-genap, ini yang akan kita evaluasi,” katanya menjawab wartawan, Senin (25/10).
Diakui Edy, rencana penerapan pelarangan kendaraan tonase tinggi semisal setiap akhir pekan atau Minggu di ruas Medan-Berastagi, sangat dilematis dilakukan saat ini. “Dilema itu ya, karena truk-truk ini kan yang membawa logistik pertanian. Kedua mereka menurunkan logistik. Kalau itu tak boleh tak kita jalankan, nanti jadi persoalan. Tetapi kalau itu kita jalankan, itu daerah pariwisata. Nanti terganggulah semua,” katanya.
Di samping mempertimbangkan skema ganjil-genap, Gubsu menyebut saat ini tengah dilakukan pelebaran jalan pada ruas tersebut. Katanya, ke depan bakal dilakukan juga penguatan tebing-tebing di sepanjang jalur Medan-Berastagi untuk mencegah longsor.
“Itu kan dilebarkan, jalan itu diperkeras, diperkuat. Inilah ada perbaikan-perbaikan tanah, rute infrastruktur yang dari sini menuju Berastagi. Memang itu belum sempurna, tau-tau hujan seperti itu hingga longsor dia,” pungkasnya.
Belum Dianggarkan
Anggota Komisi D DPRD Sumut, Mangapul Purba menyatakan, perkembangan terbaru atas wacana pembangunan jalan tol/jalan layang Medan-Berastagi, belum dianggarkan melalui APBN. “Terakhir kita kunjungan ke Kementerian PUPR masih sebatas usulan, yang sudah dan sedang berjalan dikerjakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional adalah, pelebaran di beberapa titik yang rawan macet. Sampai hari ini masih sampai di situ,” katanya.
Kata dia, soal realisasi jalan tol masih membutuhkan kajian komprehensif, sebab selain kesiapan anggaran, juga faktor topografi wilayah pegunungan yang didominasi tebing di sana. “Maka jalan tolnya juga kan bukan tol biasa, lebih dominan harus seperti tol layang,” ungkapnya.
Begitupun, sebut Mangapul, saat ini yang harus dilakukan ialah pemetaan wilayah yang rawan longsor kemudian melakukan penanganan dini terhadap titik-titik tersebut supaya tidak terjadi longsor. “Lalu perlu dibuatkan pos siaga yang bisa memberi kode siaga ketika cuaca tidak baik, misalnya papan board seperti di jalan tol,” pungkasnya.
Kolega Mangapul di Komisi D, Yahdi Khoir Harahap juga menguatkan, perlu segera dilakukan upaya-upaya strategis agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Sebab wilayah itu sangat rawan terjadi bencana alam tanah longsor.
“Daerah itu memang rawan longsor dan lokasinya di titik itu-itu juga. Jadi, harus ada langkah serius yang dilakukan khususnya di ruas jalan tersebut sebagai upaya agar ruas itu aman dan nyaman bagi keselamatan masyarakat pengguna jalan,” katanya.
Ia menyebut ada beberapa solusi misalnya, membangun jalan alternatif menghindari jalur dimaksud. Lalu membangun jalan layang dan melebarkan dengan mengikis tebing sekaligus melakukan inforcement/penguatan tebing pada jalur tersebut.
Paling krusial yakni, menurut Yahdi, mewujudkan jalan tol Medan-Berastagi. “Memang semua alternatif tersebut membutuhkan biaya besar, tapi kan harus ada langkah-langkah serius dan konkret sebagai upaya untuk mewujudkannya,” ujarnya.
Pihak-pihak terkait ia minta harus melakukan studi komprehensif terhadap alternatif-alternatif itu. Apalagi ruas jalan itu adalah jalur vital menuju kawasan wisata dan penghasil utama sayur dan buah untuk Sumut. “Sementara merumuskan alternatif yang tepat, langkah temporer perlu segera dilakukan dengan melakukan penguatan-penguatan pada sisi tebing yang rawan longsor yang secara teknis tentu pihak terkait lebih memahaminya. Yang jelas jangan dibiarkan nyawa sia-sia terus berjatuhan di lokasi sekitar PDAM Tirtanadi dan lokasi lainnya yang rawan longsor. Kejadian tersebut yang sudah berulangkali terjadi. Jalur Medan-Berastagi juga adalah jalur yang ramai dan padat yang sering terjadi kemacetan,” pungkasnya. (prn)
SWAB:
Seorang ibu saat menjalani tes swab PCR beberapa waktu lalu. Pemerintah Indonesia mengklaim kasus penanganan Covid-19 di Indonesia masih terkendali.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Jokowi juga ingin melonggarkan syarat perjalanan. Menurutnya, masa berlaku tes PCR akan diperpanjang. “Arahan Presiden agar harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300ribu dan berlaku selama 3×24 jam untuk perjalanan pesawat,” kata Luhut dalam jumpa pers usai rapat terbatas evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (25/10).
SWAB: Seorang ibu saat menjalani tes swab PCR beberapa waktu lalu.
Luhut menyampaikan, rapat itu juga membahas berbagai kritik soal penerapan PCR saat kasus melandai. Luhut mengatakan pemerintah mendapat banyak masukan dan kritikan masyarakat ihwal kebijakan PCR untuk syarat perjalanan menggunakan pesawat. “Perlu dipahami, kebijakan PCR diberlakukan karena kami melihat risiko penyebaran makin meningkat karena mobilitas penduduk yang meningkat pesat dalam beberapa minggu terakhir,” ujarnya.
Dia menjelaskan, saat ini mobilitas masyarakat sudah meningkat. Ia mencontohkan mobilitas di Provinsi Bali saat ini sudah sama dengan musim libur akhir tahun lalu. “Kita belajar dari banyak negara yang melakukan relaksasi aktivitas masyarakat dan protokol kesehatan, kemudian kasusnya meningkat pesat meskipun tingkat vaksinasi mereka jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia,” tuturnya.
Karena itu, Luhut memohon agar masyarakat dapat memahami dan tidak emosional atas kebijakan yang diputuskan pemerintah atas tes PCR. “Saya mohon jangan kita lihat enaknya. Enak ini kita rileks berlebihan nanti kalau sudah ramai jangan juga ribut,” ujar dia.
Terpisah, Menteri Parriwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno juga menyampaikan hal senada. “Pak Presiden langsung menerima masukan yang tajam dari media sosial. Pak Presiden merespon, meminta agar haga batas atas PCR menjadi Rp300 ribu. Ini respons yang disampaikan pemerintah atas masukan dari masyarakat,” kata Sandiaga.
Dia juga mengatakan, pemerintah akan memberikan relaksasi ihwal batas waktu tes PCR yang semula 2×24 jam menjadi 3×24 jam. “Mudah-mudahan ini sedikit meringankan beban dari pelaku perjalanan,” tuturnya.
Penetapan tes PCR, kata Sandiaga, telah mempertimbangkan masukan dari pelbagai epidemiolog. Pemerintah ingin mengantisipasi terjadinya gelombang Covid-19 ketiga yang dimungkinkan terjadi pada masa liburan akhir tahun.
Namun ia mengakui, kebijakan tes itu berdampak besar bagi industri pariwisata. Ia mengatakan pelaku usaha wisata kembali menghadapi kondisi berat. Padahal sebelumnya, industri ini mulai bergerak menuju pemulihan. Bahkan, tingkat kunjungan turun 20-30 persen akibat kebijakan itu. “Padahal kami lagi mencoba meningkatkan pariwisata dan Bali tembus 10-11 ribu wisatawan domestik, yang berkunjung setiap hari,” kata Sandiaga.
Jumlah Penumpang di KNIA Normal
Pemberlakuan syarat tes RT-PCR bagi penumpang pesawat, belum begitu berpengaruh terhadap jumlah penumpang di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA). Manager of Branch Communication dan Legal PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) KNIA, Chandra Gumilar mengklaim, jumlah penumpang masih terbilang normal.
“Masih berjalan lancar dan normal. Pergerakan penumpang di Bandara Kualanamu per 24 Oktober 2021 sebanyak 9.693 pax dengan 86 flight,” kata Chandra Gumilar kepada Sumut Pos, Senin (25/10).
Dia menegaskan, seluruh stakeholder di Bandara Internasional Kualanamu berkomitmen untuk menerapkan ketentuan SE Menhub Nomor 88 Tahun 2021 ini dengan baik, sebagai upaya bersama dalam mencegah penyebaran Covid-19. “Ini demi kebaikan bersama. Selain itu kita juga wajib mematuhi peraturan Pemerintah tersebut,” tegasnya.
Dalam hal ini, lanjut Chandra, PT AP II (Persero) Bandara Kualanamu juga sedang menyosialisasikan ketentuan peraturan itu di akun resmi perusahaan penerbangan tersebut, agar diketahui masyarakat Sumut yang ingin bepergian menggunakan transportasi udara. “Kita sedang sosialisasikan ketentuan perjalanan dalam negeri dimaksud melalui akun resmi media sosial @ap2_kualanamu juga,” pungkasnya.
Risiko Penularan di Pesawat Rendah
Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru khusus untuk perjalanan domestik dengan transportasi udara. Penumpang di wilayah intra-Jawa dan Bali serta daerah dengan PPKM level 3 dan 4 wajib mengantongi dokumen tes RT-PCR. Aturan sebelumnya, penumpang dapat menunjukkan hasil tes rapid Antigen.
Kebijakan tersebut mendapat kritik dari masyarakat. Bahkan sejumlah orang menandatangani petisi di laman change.org untuk meminta pemerintah menghapus aturan wajib menunjukkan hasil tes PCR sebagai syarat perjalanan menggunakan pesawat. Selain rapid antigen yang dinilai lebih praktis, alasan lainnya adalah fakta bahwa penularan Covid-19 di pesawat terbukti lebih rendah daripada moda transportasi lain.
Menurut Dicky Budiman, epidemiolog dan peneliti pandemi Covid-19 dari Universitas Griffith, Australia, banyak contoh kejadian di mana tingkat persebaran Covid-19 di pesawat terbukti rendah. Laporan yang dimuat dalam The New England Journal of Medicine (NEJM), misalnya. Diceritakan bahwa pada 1 Februari 2020, sebuah operasi penerbangan dilakukan angkatan udara Jerman untuk mengevakuasi 126 warga negara Jerman dari Hubei, Tiongkok.
Dari total 126 penumpang, 10 orang diisolasi karena kontak erat dan menunjukkan gejala. Namun, hanya dua orang yang positif Covid-19 setiba di Jerman. Penelitian itu melaporkan, hanya 1,8 persen tingkat infeksi dari 114 spesimen yang diambil.
Rendahnya tingkat penularan Covid-19 di pesawat udara salah satunya dipicu sistem filtrasi udara HEPA (high efficiency particulate air) yang disuplai dalam kabin bertekanan selama penerbangan. Sistem sirkulasi udara itu dikatakan sama bagusnya dengan filter udara di rumah sakit.
Dicky menyebutkan, jika merujuk pada manajemen pengendalian pandemi berbasis risiko, moda transformasi udara paling kecil risikonya. ’’Risiko terjadinya klaster pesawat sangat kecil, bahkan paling kecil jika dibandingkan dengan moda transportasi lainnya,” katanya kepada Jawa Pos, kemarin.
Dia melanjutkan, HEPA filter di pesawat setara dengan sirkulasi udara 20 kali dalam 1 jam sehingga menurunkan potensi penularan. Belum lagi adanya penerapan prokes yang ketat. “(Risikonya, Red) rendah bahkan sebelum ada vaksin. Kalau semua prokes diterapkan, ketika pesawatnya penuh sekalipun, tidak terjadi itu klaster penularan meskipun ada penumpang yang teridentifikasi positif,” jelasnya.
Selain ke Jerman, ada beberapa penerbangan evakuasi dari Wuhan ke negara lain seperti Kanada pada awal pandemi. Penularannya juga relatif rendah. Karena itu, dia setuju syarat skrining tidak terlalu ketat. ’’Walaupun tidak dilonggarkan, sama sekali tidak. Tapi, kalau bicara PCR, ini kan satu alat konfirmasi diagnostik. Namanya konfirmasi ya sebelum itu ada screening, yakni memakai antigen,” terang Dicky.
SE Satgas yang sebelumnya menyebutkan boleh menggunakan antigen asalkan telah divaksin, menurut Dicky, sudah tepat. Syarat vaksinasi, tidak bergejala, dan tidak dalam status kontak bisa dijadikan patokan dalam screening perjalanan. “Bahkan nanti kalau perjalanan domestik, antardaerah yang populasi sudah divaksin 80 persen,” jelasnya.
Menurut Dicky, penggunaan antigen pada syarat penerbangan bukan dengan maksud melonggarkan, namun lebih mempertimbangkan cost-effectiveness dari tes. PCR, lanjut dia, adalah opsi terakhir. Efektivitas biaya itu harus dipenuhi tidak hanya soal murah, tapi juga mudah, cepat, dan memakan sumber daya yang lebih sedikit. ’’Kecuali pemerintah mau memberi subsidi,” tuturnya. (jpc/dwi)
PENGHARGAAN: Bupati Labuhanbatu, Erik Adtrada Ritonga memberi penghargaan kepada personel Polres Labuhanbatu yang berhasil mengungkap kasus pembunuhan. fajar/SUMUT POS.
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga memberi penghargaan kepada personel Polres Labuhanbatu yang berhasil mengungkap kasus pembunuhan di PT HSJ. Penghargaan disampaikan dalam upacara, di lapangan Mapolres Labuhanbatu, Jalan MH Thamrin, Rantauprapat, Senin (25/10).
PENGHARGAAN: Bupati Labuhanbatu, Erik Adtrada Ritonga memberi penghargaan kepada personel Polres Labuhanbatu yang berhasil mengungkap kasus pembunuhan. fajar/SUMUT POS.
Dalam pidatonya, Bupati Labuhanbatu mengucapkan terimakasih kepada Kapolres Labuhanbatu beserta jajaranya telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan di PT HSJ Kecamatan Bilah Hilir.
Korban pembunuhan dan curas atas nama Susiana alias Suriani, Kamis (14/ Okt 2021, di perumahan PT. HSJ Desa Sidomulyo, Kecamatan Bilah hilir.
“Harapan saya dan masyarakat Labuhanbatu, semoga ke depannya Kepolisian labuhanbatu yang dipimpin oleh Kapolres AKBP Deni Kurniawan lebih profesional lagi dalam mengungkap kasus-kasus yang diluar nalar. Saya yakin dengan ide-ide dan pengalaman yang dimiliki oleh personel Polres Labuhanbatu, kasus-kasus yang ada di Labuhanbatu dapat cepat terungkap,” ujarnya.
Mudah-mudahan ucap Bupati, dengan pemberian penghargaan ini, personel Polres Labuhanbatu lebih profesional lagi dalam mengungkap kasus dan benar-benar menjadi pengayom bagi masyarakat Labuhanbatu, tutupnya.
Di sela kegiatan, Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan mengucapkan banyak terimakasih kepada Bupati Labuhanbatu beserta jajarannya atas perhatianya kepada Kepolisian Resor Labuhanbatu.
”Semoga apa yang Bupati berikan kepada unit Polres Labuhanbatu hari ini menjadi penyemangat kami dalam setiap penyelesaian kasus secara profesional,” ucap Kapolres.
Turut hadir mendampingi Bupati dilokasi tersebut, Asisten I Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Sarimpunan Ritonga, Kabag pemerintahan Cut Rifai, di saksikan Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP, Parikesit, dan seluruh perwira tinggi dan personil Reskrim Polres Labuhanbatu. (fdh/han)
SAMPAIKAN ASPIRASI: Para mahasiswa Uniraya saat menyampaikan aspirasi mereka di halaman kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, Senin(25/01).
NISEL, SUMUTPOS.CO – Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan diri dari Universitas Nias Raya (Uniraya) melakukan aksi damai di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan, Jalan Lagundri KM. 7 Teluk Dalam, Senin(25/10). Kedatangan mereka untuk mempertanyakan uang kuliah yang masih belum dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Nias Selatan (Dinas Pendidikan) kepada pihak Uniraya.
SAMPAIKAN ASPIRASI: Para mahasiswa Uniraya saat menyampaikan aspirasi mereka di halaman kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, Senin(25/01).
Dijelaskan pimpinan aksi mahasiswa, Witasa Halawa dalam orasinya menyampaikan, kedatangan mereka untuk mempertanyakan uang kuliah karena masih ditagih oleh pihak Uniraya.
“Kami ke sini mempertanyakan uang kuliah kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, apakah sudah dibayarkan kepada pihak kampus. Karena pihak kampus Yayasan Pendidikan Nias Selatan yang sekarang menjadi Universitas Nias Raya (Uniraya) masih melakukan penagihan ke kami (mahasiswa),” ucapnya.
Ia menyampaikan, mereka merasa tertekan dan tidak bisa mengikuti proses belajar di kampus, dan tidak diizinkan untuk mengikuti ujian semester”, ungkap Witasa Halawa.
Menanggapi tuntutan mahasiswa, Kepala Dinas Pendidikan Nias Selatan, Nurhayati Telaumbanua mengatakan, Pemkab Nias Selatan (Dinas Pendidikan) telah membayarkan uang kuliah mahasiswa dari tahun 2016 sampai dengan 2020 kepada pihak kampus.
“Uang kuliah dari tahun 2016 sampai dengan 2020 itu telah kami bayarkan ke pihak kampus”, ucap Kadis Pendidikan, Nurhayati Telaumbanua dan didampingi Sekretaris Dinas dan Kabid Yasatulo Lase.
Selanjutnya, Kadis Pendidikan menjelaskan bahwa untuk pembayaran uang kuliah tahun 2021 masih belum dibayarkan. Karena pihaknya telah beberapa kali meminta data mahasiswa dan juga SK kampus, hingga sekarang masih belum diberikan.
“Jadi itu bukan lagi kesalahan dari Dinas Pendidikan tetapi itu dari kampus itu sendiri”, ungkap Nurhayati Telaumbanua.
Kemudian, para mahasiswa memohon Kadis Pendidikan Nias Selatan supaya nama-nama penerima beasiswa dari kampus bisa mereka miliki. Karena salah seorang mahasiswa menyampaikan telah membayar uang kuliaj kepada pihak kampus, namun uang mereka belum dikembalikan.
Setelah menerima data penerima beasiswa, para mahasiswa pun memilih membubarkan diri dengan pengawalan pihak Polres Nias Selatan.(mag-10/han)