BERASTAGI, SUMUTPOS.CO – Ade Jona Prasetyo resmi terpilih menjadi Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Provinsi Sumatera Utara (BPD HIPMI Sumut) Masa Bakti 2021-2024. Jona terpilih secara aklamasi dengan dukungan penuh dari seluruh Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kabupaten dan Kota se-Sumut pada Musda XVII HIPMI Sumut yang di Hotel Mikie Holiday Berastagi, Kabupaten Karo, Jumat (24/9) lalu.
KIBARKAN : Ketua Umum BPD HIPMI Sumut, Ade Jona Prasetyo kibarkan bendera pataka HIPMI.
Usai terpilih, Jona ingin langsung merealisasikan visi yang diusung pada saat kampanye lalu. “Saya berkomitmen memperkuat peran HIPMI sebagai lokomotif pembangunan ekonomi Sumatera Utara,” ujarnya.
Sementara untuk misi, Jona akan mewujudkan BPD HIPMI Sumut sebagai organisasi profesional yang mandiri, baik secara institusi maupun keanggotaan akan memperkuat tali silaturahmi dengan BPC HIPMI se-Sumut. Lalu, meningkatkan nilai tambah anggota HIPMI se-Sumut, serta persentase wirausahawan baru untuk menghasilkan regenerasi yang kompeten dengan memperluas jaringan bisnis baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
“Kita semua harus memperhatikan pengusaha di setiap daerah dan membantu UMKM memperbesar skala usahanya. HIPMI Sumut akan berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional,” ungkapnya.
Misi selanjutnya, memperkuat peran BPD HIPMI Sumut sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mempercepat pembangunan ekonomi dan mendorong terciptanya peraturan daerah yang berpihak kepada HIPMI dan pengusaha pemula. Terakhir, menanamkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap organisasi pada setiap kader HIPMI agar tercipta kolaborasi demi terwujudnya masa keemasan HIPMI.
Jona menjelaskan, semua misinya tersebut telah disusun secara rinci menjadi program kerja yang dirangkum dengan tagline REAL (Re-Connecting, Expand, Action, dan Loyalty).
Di awal kepemimpinannya ini, Jona akan mengutamakan program-program kerja prioritas yang telah dirancang untuk mendukung penuh pemerintah dalam menangani Covid-19.
“Kita harus saling bahu membahu untuk memulihkan kondisi ekonomi nasional akibat pandemi ini,” tegasnya.
Untuk diketahui, sebelumnya Jona telah bergabung dalam HIPMI Sumut sejak tahun 2014 dan belakangan menjabat sebagai Bendahara Umum BPD HIPMI Sumut.
“Bagi saya, HIPMI merupakan wadah untuk berkumpul dan memperluas jaringan bersama para pengusaha muda nasional. HIPMI selalu mengutamakan persahabatan di atas segalanya,” pungkasnya.
Jona memulai kariernya sebagai pengusaha sejak usia 23 tahun. Pada tahun 2015, Jona dan teman-temannya mendirikan PT. Wirasena Cipta Reswara Grup dan dipercaya menjadi Komisaris. Pada tahun 2018, perusahaan ini membuka anak perusahaan yang diberi nama PT. Sambas Wirasena Sinergi dan Jona diangkat sebagai Direktur Utama hingga saat ini.
Selain itu, Jona juga mendirikan PT. Sangga Lima Saudara, berinvestasi di perusahaan pertambangan, serta pada tahun 2020 diangkat menjadi Komisaris Utama PT. Agung Sejahtera Utama dan Bendahara Umum Pengprov ISSI Sumut.
Jona menyatakan HIPMI punya peran besar dalam perjalanan kariernya. Oleh karena itu, kini ia ingin menjadikan HIPMI Sumut sebagai wadah bagi para pengusaha pemula lainnya.
“Berkat HIPMI, saya semakin yakin bahwa potensi dari jiwa-jiwa muda yang memiliki tekad, spirit, dan kreativitas adalah kunci untuk menjawab tantangan disrupsi ekonomi,” katanya. (rel)
Gojek dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) membangun semangat dan optimisme masyarakat di tengah pandemi melalui karya jurnalistik berkualitas
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Gojek pada tahun ini kembali menggelar Kreasi Pewarta Anak Bangsa (KPAB), suatu ajang penghargaan bagi jurnalis yang menghasilkan karya jurnalistik berkualitas, bermanfaat bagi masyarakat serta turut berkontribusi membangun ekonomi digital di Indonesia.
Ajang ini memasuki tahun kedua setelah untuk pertama kalinya digelar dengan sukses pada 2020.
KPAB tahun ini digelar mulai 27 September 2021 hingga 30 Oktober 2021, berkolaborasi dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI). Kompetisi ini bertujuan membangun semangat masyarakat di tengah pandemi yang masih berlangsung, untuk produktif dengan tetap menjaga protokol kesehatan.
Program KPAB 2021 ini juga bagian dari perayaan 11 tahun Gojek, yang menandakan perjalanan untuk terus tumbuh bersama dan membuat perubahan positif, untuk masyarakat dan bangsa.
VP Corporate Communications Gojek sekaligus Ketua Penyelenggara Kreasi Pewarta Anak Bangsa, Audrey Progastama Petriny mengatakan, “Insan pers berkontribusi sangat besar dalam menginspirasi dan turut mencerdaskan bangsa melalui karya-karya jurnalistik. Insan pers juga berperan besar dalam mendorong Gojek untuk selalu berinovasi guna mendukung masyarakat menjalankan protokol kesehatan dan tetap produktif meski kita masih berada di tengah pandemi.”
Ia menambahkan melalui penyelenggaraan KPAB 2021, Gojek berharap semakin banyak karya-karya jurnalistik berkualitas. “Karya jurnalistik yang lahir untuk mengajak masyarakat tetap positif dan produktif di tengah pandemi ini sejalan dengan berbagai inovasi layanan yang dihadirkan oleh platform digital,” katanya.
AMSI menyambut baik kolaborasi ini. “Inisiatif ini sejalan dengan semangat kami untuk mendorong lahirnya lebih banyak karya-karya jurnalistik yang berkualitas. Kami berharap kompetisi ini dapat menggairahkan optimisme masyarakat agar tetap produktif selama pandemi tanpa mengabaikan protokol kesehatan,” kata Wenseslaus Manggut, Ketua Umum AMSI.
Gojek dan AMSI mengundang jurnalis cetak dan online di nasional dan daerah untuk berpartisipasi mengirimkan karya terbaiknya. Tema utama KPAB 2021 adalah: “Layanan platform digital, andalan bangkit bersama hadapi pandemi”.
#BangkitBersama adalah gerakan yang diinisiasikan ekosistem GoTo, yang terdiri dari Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial, untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia bersama-sama bangkit dari pandemi COVID-19.
Adapun teknologi dan layanan di GoTo mampu memberikan kontribusi sosial, di samping berbagai solusi bagi pelanggan, para UMKM dan juga pekerja sektor informal sehingga dapat mendukung masyarakat luas untuk #BangkitBersama menghadapi pandemi ini.
Peserta adalah jurnalis yang bekerja di media di cakupan wilayah sebagai berikut:
Nasional & Jabodetabek
Sumatra: Medan, Palembang, Batam
Indonesia Timur: Makassar, Manado, Balikpapan Banjarmasin
Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta: Bandung, Semarang, Jogja raya, Solo
Jawa Timur, Bali: Surabaya, Malang, Bali
Pemenang akan dipilih dari masing-masing wilayah tersebut.
Karya tulis yang dapat diikutsertakan dalam lomba adalah feature dengan batas karakter 2.000 – 5.000, yang dimuat di media cetak dan online mulai 1 September-30 Oktober 2021.
Para pemenang untuk masing-masing kategori wilayah akan mendapatkan hadiah berupa:
Kategori Nasional & Jabodetabek
Panitia akan memilih 18 peraih penghargaan dengan rincian hadiah sebagai berikut:
Juara 1 : Piagam penghargaan dan uang tunai Rp13 juta serta akses gratis GoPlay
selama satu tahun
Juara 2 : Piagam penghargaan dan uang tunai Rp10 juta serta akses gratis GoPlay
selama enam bulan
Juara 3 : Piagam penghargaan dan uang tunai Rp8 juta serta akses gratis GoPlay
selama tiga bulan
15 Cerita Pilihan masing-masing mendapatkan saldo GoPay senilai Rp 1 juta
Kategori Regional Panitia akan memilih 72 pemenang di masing-masing wilayah regional Sumatra, Indonesia Timur, Jabar Jateng DIY, Jatim Bali:
Juara 1 : Piagam penghargaan dan uang tunai Rp13 juta serta akses gratis GoPlay
selama satu tahun
Juara 2 : Piagam penghargaan dan uang tunai Rp10 juta serta akses gratis GoPlay
selama enam bulan
Juara 3 : Piagam penghargaan dan uang tunai Rp8 juta serta akses gratis GoPlay
selama tiga bulan
15 Cerita Pilihan masing-masing mendapatkan saldo GoPay senilai Rp 1 juta
KRITERIA PENILAIAN
Juri akan menilai karya jurnalistik berdasarkan kriteria penilaian seperti: kesesuaian dengan tema, orisinalitas ide, kualitas dan kedalaman penulisan, dan penyajian karya jurnalistik.
Dewan juri untuk penghargaan ini berasal dari AMSI dan perwakilan dari Gojek.
Terdapat voucher gratis berlangganan GoPlay selama 30 hari bagi 50 pendaftar pertama.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – SUMUTPOS.CO-Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang paling digemari di seluruh dunia, di mana para penggemar fanatiknya bahkan menjadikan sepak bola sebagai bagian dari hidup mereka. Demikian juga halnya di Indonesia yang memiliki banyak klub sepak bola dan mempunyai masyarakat penggemar yang berada di seluruh daerah.
Kompetisi sepak bola Liga 1 2021/2022 di masa pandemi Covid-19 ini telah mulai digulirkan sejak 27 Agustus lalu di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sementara itu, kompetisi sepak bola Liga 2 tahun 2021 juga telah dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan di Stadion Manahan pada 26 September 2021 dengan Tim Persis Solo melawan Putra Sunan Giri (PSG) Pati menjadi laga pembuka.
Untuk mendiskusikan penyelenggaraan Liga 2 di beberapa kota di luar Jawa-Bali yakni di Pekanbaru dan Palembang (PPKM Level 2), kemudian Balikpapan dan Palangkaraya (PPKM Level 3), selain juga dilaksanakan di beberapa kota Pulau Jawa, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali bersama Ketua PSSI menemui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (28/09).
Sama seperti penyelenggaraan Liga 1, Kompetisi Liga 2 juga akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan (Prokes) ketat. Persyaratan wajib bagi semua pemain, wasit, official, dan semua pihak yang terlibat dalam pertandingan harus sudah memperoleh vaksin 2 dosis serta sudah mendaftarkan diri di NAR dan aplikasi PeduliLindungi.
Prokes yang ditetapkan yakni harus melakukan tes PCR sebelum berangkat ke kota venue pertandingan, kemudian dilakukan tes lagi saat tiba di hotel venuepertandingan, serta setiap sebelum pertandingan. Penerapan Prokes 3M juga akan dilakukan di setiap area kompetisi (termasuk hotel). Pembuatan Pakta Integritas antara pemain, klub, dan pelaksana pertandingan juga dilakukan agar semua pihak disiplin menerapkan Prokes. Selain itu, dalam penyelenggaraan Liga 2 kali ini pertandingan dilaksanakan tanpa penonton seperti yang sudah diterapkan pada Liga 1.
Sementara itu, untuk di dalam area stadion saat pertandingan diatur maksimal hanya boleh 299 orang, yang terbagi dalam 4 zonasi, yaitu Zona 1 adalah area lapangan dan pinggir lapangan berjumlah 114 orang, Zona 2 adalah area ruang ganti berjumlah 7 orang, Zona 3 adalah area tribun yang berjumlah 115 orang, dan Zona 4 adalah area di luar stadion yang berjumlah 63 orang. Hal ini akan memudahkan praktik physical distancing dan mencegah kerumunan berlebihan.
“Ajang sepak bola adalah untuk prestasi, apalagi kita akan jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 di 2023 nanti. Kompetisi yang dijalankan itu penting untuk mengasah prestasi. Walaupun dari segi pemulihan ekonomi masih belum terlihat, karena seluruhnya diselenggarakan tanpa penonton,” jelas Menko Airlangga.
Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa Prokes yang dilaksanakan PSSI ini dapat menjadi contoh bagi penyelenggaraan kompetisi cabang olahraga yang lain. Dengan pertandingan yang ditayangkan di televisi maupun secara livestreaming dapat menjadi hiburan bagi masyarakat yang berada di rumah dalam masa pandemi ini.
Menpora Zainudin Amali mengatakan bahwa pihaknya akan menjalankan arahan dari Menko Perekonomian untuk selalu menjalankan prokes dengan sebaik-baiknya dalam setiap penyelenggaraan event olahraga di Indonesia.
“Dalam kompetisi pra-musim, Piala Menpora, Liga 1 dan 2, komitmen kami menjaga Prokes, karena kita harus punya tanggung jawab yang sama dalam menyukseskan upaya Pemerintah menangani Covid-19. Kemenpora juga selalu dimintai rekomendasi oleh Polri sebelum mereka mengeluarkan izin penyelenggaraan event olahraga,” ungkap Zainudin.
PSSI juga telah membentuk Satgas Covid-19 yang berisikan para ahli di bidang kedokteran dan penanganan Covid-19 yang akan bertugas di Kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Satgas ini akan bersinergi dengan Dinas Kesehatan setempat, Satgas Covid Nasional/Daerah, serta didukung oleh Tim Compliance Officers Prokes LIB dalam operasional penerapan Prokes di pertandingan dari mulai alat dan fasilitas kesehatan, Swab/PCR Test serta Tracking, Tracing, dan Treatment (3T).
Turut hadir dalam Konferensi Pers tersebut yakni Sekretaris Kemenko Perekonomian, Wakil Ketua PSSI, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, dan Direktur Operasional PSSI. (rep/fsr)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Penanganan Covid-19 di Indonesia terus mengalami perbaikan dan penurunan kasus, melanjutkan tren perbaikan yang telah terjadi sejak awal Agustus yang lalu. Jumlah Kasus Aktif per 27 September 2021 sebanyak 40.270 kasus, telah menurun 92,98% dari puncak kasus aktif data per 24 Juli 2021 (574.135 kasus). Demikian juga jumlah Kasus Konfirmasi Harian, yang selama 6 hari berturut-turut di bawah 3.000 kasus. Kondisi ini harus terus dijaga dan dipertahankan, dengan membangun kewaspadaan terhadap berbagai potensi munculnya gelombang baru.
Laju penyebaran kasus yang dilihat dari angka Reproduction Number (Rt) yang ada di bawah 1, menunjukkan bahwa Indonesia mengalami perbaikan yang signifikan. Dari data ourworldindata.org tercatat bahwa per 1 Juli 2021 Rt Indonesia sebesar 1,35. Namun pada 21 September 2021 sudah menurun tajam sehingga Rt Indonesia sebesar 0,62 (jauh lebih rendah dari Singapura 1,71 dan Malaysia 0,92). Rt 0,62 artinya setiap 1 kasus Covid-19 secara rata-rata menularkan ke 0,62 orang, sehingga jumlah transmisi kasus terus berkurang. Artinya laju penularan kasus di Indonesia sudah cukup terkendali.
“Laju Penyebaran Covid-19 di Indonesia semakin terkendali, di mana Rt seluruh Provinsi telah berada di bawah 1. Lima provinsi dengan nilai Rt tertinggi yaitu Maluku (0,88); Gorontalo (0,86); Jateng (0,82); DKI Jakarta (0,82); dan Banten (0,79),” papar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers terkait Hasil Ratas PPKM secara virtual, di Jakarta, Senin (27/09).
Positivity Rate juga terus konsisten menunjukkan tren penurunan sejak akhir Juli, dan minggu lalu rata-rata mingguan (7DMA) Positivity Rate sebesar 1,44%, sedangkan pada 26 September sebesar 1,18%. Jumlah orang yang diperiksa (Testing) sudah mengalami peningkatan tajam sejak pertengahan Agustus lalu.
Untuk luar Jawa Bali, tren kasus konfirmasi per 100 ribu penduduk/minggu mengalami perbaikan/penurunan di seluruh (27) Provinsi, dan per 26 September hanya 1 Provinsi yang masih di Level TK-3 yaitu Kalimantan Utara, ada 2 Provinsi yang di Level TK-2 yaitu Kalimantan Timur dan Bangka Belitung, sedangkan yang lain sebanyak 24 Provinsi sudah berada di Level TK-1.
Dalam Rapat Terbatas (Ratas) tentang Evaluasi PPKM pada 27 September 2021, Presiden Joko Widodo memberi arahan yang menekankan pada (1) Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) harus dilaksanakan dengan lebih ketat, karena menyangkut puluhan juta murid dan mahasiswa; (2) Pengaturan kedatangan dari luar negeri, baik WNI maupun WNA, untuk menjaga dari ancaman masuknya varian baru; (3) Target vaksinasi perlu terus dikejar pencapaiannya. “Bapak Presiden mengingatkan bahwa peningkatan mobilitas di lapangan perlu diiringi dengan kehati-hatian, serta target vaksinasi yang sudah ditetapkan harus terus dikejar pencapaiannya,” jelas Menko Airlangga.
Menurut data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) per 26 September 2021, Kasus Aktif Nasional tercatat sebanyak 42.769 kasus, dengan distribusinya di Jawa-Bali sebesar 35,75% dan Luar Jawa-Bali sebesar 62,84%. Sejak awal PPKM berbasis level (data 9 Agustus – 26 September), jumlah Kasus Aktif di luar Jawa-Bali terus menurun, dengan penurunan tertinggi terjadi di wilayah Nusa Tenggara sebesar -89,74%, disusul Sumatera sebesar sebesar -89,06%, Kalimantan sebesar -85,92%, Sulawesi sebesar -84,10%, dan Maluku-Papua sebesar -82,30%; sementara di Jawa-Bali kasus turun sebesar -93,36%.
Tingkat Kesembuhan atau Recovery Rate (RR) secara nasional adalah 95,62%, lebih baik dari RR Global yang tercatat sebesar 89,94%, sementara RR di Jawa-Bali sebesar 95,94% dan Luar Jawa-Bali sebesar 94,96%. Sedangkan Tingkat Kematian atau Case Fatality Rate (CFR) Nasional sebesar 3,36%, masih lebih tinggi dari CFR Global yang tercatat sebesar 2,05%, sementara CFR Jawa-Bali sebesar 3,50% dan Luar Jawa-Bali sebesar 3,08%.
Adapun hasil evaluasi penerapan PPKM pada minggu ini menunjukkan bahwa di luar Jawa Bali telah terjadi perbaikan secara signifikan dari minggu ke minggu, di mana untuk tingkat Provinsi sudah tidak ada lagi Provinsi dengan Level 4, ada 5 Provinsi dengan Level 3 (Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Aceh, Papua), sebanyak 21 Provinsi Level 2 dan ada 1 Provinsi yang sudah Level 1 yaitu Lampung.
Sedangkan untuk tingkat Kabupaten/Kota, hasil asesmen menunjukkan perbaikan nyata, di mana jumlah Kab/Kota dengan Level 4 dan Level 3 mengalami penurunan tajam, dan jumlah Kab/Kota dengan Level 2 dan Level 1 mengalami peningkatan. Saat ini hanya ada 1 Kab/Kota dengan Level 4 yaitu Kab. Bangka dan terdapat 76 Kab/Kota dengan Level 3. Sedangkan yang di Level 2 sebanyak 275 Kab/ Kota, dan sudah ada 34 Kab/ Kota dengan Level 1.
“Dari 10 Kab/Kota yang menerapkan PPKM Level 4 di luar Jawa-Bali, terdapat perbaikan level asesmen mingguan, yaitu ada 2 Kab/Kota mengalami perbaikan langsung ke Level 2 (Banjarmasin dan Kutai Kartanegara), dan 7 Kab/Kota perbaikan ke level 3. Hanya ada 1 Kab/Kota yang masih di Level 4 yaitu Kabupaten Bangka,” kata Menko Airlangga.
Capaian Vaksinasi
Berdasarkan data 27 September 2021 Pukul 15:00, total vaksinasi Dosis-1 adalah 87,42 juta penduduk (42%), Dosis-2 sebanyak 49,1 juta (23,58%), dan Dosis-3 adalah 911 ribu. Capaian vaksinasi di 10 Kab/Kota PPKM Level 4 di luar Jawa Bali (per 26 September 2021), ada 4 Kab/Kota yang angkanya sudah di atas rata-rata nasional (41,65%) yaitu Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kota Balikpapan, dan Kab. Bulungan.
“Kalau untuk capaian vaksinasi pada daerah penyelenggara kegiatan olahraga, khususnya PON, jumlah vaksinasi pada lima Kab/Kota penyelenggara yakni Dosis-1 rata-rata 62,4% dan Dosis-2 rata-rata 39%. Sementara, untuk penyelenggara World Superbike di Mandalika, lima Kab/Kota di Lombok telah mencapai vaksinasi Dosis-1 rata-rata 35,58% dan Dosis-2 rata-rata 13,9%,” ungkap Menko Airlangga.
Progres Anggaran PEN
Realisasi Program PEN 2021, sampai dengan 24 September 2021 mencapai Rp404,70 Triliun atau sebesar 54,3% dari pagu Rp744,77 Triliun. Progres yang signifikan terjadi pada Kluster Perlindungan Sosial (Perlinsos) dan Kesehatan.
Realisasi Kluster Kesehatan sebesar Rp100,5 Triliun atau 46,8% dari pagu Rp214,96 Triliun;
Realisasi Kluster Perlinsos sebesar Rp116,02 Triliun atau 62,2% dari pagu Rp186,64 Triliun;
Realisasi Kluster Program Prioritas sebesar Rp60,70 triliun atau 51,5% dari pagu Rp117,94 Triliun;
Realisasi Kluster Dukungan UMKM dan Korporasi sebesar Rp68,38 Triliun atau 42,1% dari pagu Rp162,40 Triliun
Realisasi Kluster Insentif Usaha sebesar Rp59,08 Triliun atau 94,0% dari pagu Rp62,83 Triliun.
Turut hadir dalam Konferensi Pers tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim. (rep/fsr/hls)
MEDAN, SUMUTPIS.CO – Kehadiran PT Dairi Prima Mineral (DPM), merupakan anak perusahaan dari PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) di Kabupaten Dairi, Sumut dinilai dapat mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah tersebut.
Head of HSE dan Corporate Communication PT BRMS, A Zulkarnaen.(BAGUS/Sumut Pos).
Head of HSE dan Corporate Communication PT BRMS, A Zulkarnaen menjelaskan bahwa DPM berencana membangun pertambangan timah hitam di Kabupaten Dairi. Saat ini, pembangunan masih 10 persen pengerjaannya.
“Sehingga diperkirakan 2 tahun kedepan tambang timah hitam milik BRMS di Dairi sudah beroperasi,” ucap Zulkarnaen kepada wartawan di Kota Medan, Selasa (28/9).
Zulkarnaen menjelaskan pihaknya tengah melakukan pengurusan terhadap AMDAL tambang tersebut di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Ia mengatakan pada tahun 2005 yang lalu semua ijin sudah lengkap, hanya saja pihaknya melakukan pembaharuan.
“Pengajuan perijinan sedang kita urus, walaupun sebenarnya tahun 2005 sudah keluar ijinnya, namun kita harus melakukan pengajuan pembaharuan, seperti portal masuk tambang kita ubah tempatnya, gudang bahan peledak dekat lokasi tambanh kita jauhkan, dengan adanya pertimbangan inilah kita lakukan pengajuan perubahan,” sebut Zulkarnaen.
Namun begitu, Zulkarnaen mengatakan untuk AMDAL sendiri juga sedang menunggu dari Komisi Penilai Pertambangan kementerian Lingkugan Hidup. Sebab dalam pengurusan AMDAL kemungkinan dibutuhkan waktu yang lama, dan ini dibutuhkan kesabaran bagi perusahaan sendiri.
“Untuk luas lahan tambang di Dairi ada 60 hektar, dan ini kita juga sedang menunggu dari Dirjen BWSDM, diharapkan juga akan ijinnya segera selesai,” jelas Zulkarnaen.
Zulkarnaen mengungkapkan dalam membangun pertambangan timah hitam disatu kawasan pihaknya harus menelan beberapa rasional isu seperti bahwa pertambangan timbulkan perampasan tanah-tanah rakyat, pelanggaran HAM pencemaran, bencana alam, konflik horizontal maupun kesenjangan.
“Rasional isu ini bisa terjadi oleh kelompok/koalisi global, pesaing bisnis (baik yang di dalam maupun di luar negeri) dan calon investor, padahal kondisi saat ini kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan SDA, terjadi disinformasi, kelompok anti tambang telah mendapat simpati, citra pertambangan yang memang sudah terlanjur dirusak, isu LH, HAM, Demokrasi, dll selalu populer untuk diusung, dan semua ini memang sering terjadi dikawasan yang akan dibangun,” ujarnya.
Zulkarnaen mengharapkan dalam pembangunan pertambangan timah hitam di Dairi ini dapat menjadikan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat, memberikan manfaat baik dalam lingkungan yang sehat juga perekonomian yang maju di Kabupaten Dairi.(gus)
Foto: Istimewa Lilis Gusni, wali kelas 1V UPTD SDN 28 Indrapura, Kabupaten Batu Bara, berfoto bersama siswanya dalam permainan ‘Botol Pintar’ pada pelajaran Bahasa Indonesia kompetensi mendongeng.
BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Mendongeng, menjadi salahsatu kegemaran anak-anak di seluruh dunia. Kisah-kisahnya yang menarik dan sarat akan pesan-pesan moral, menjadi daya tarik tersendiri. Mendongeng menjadi salahsatu cara yang dipilih Lili Gusni, wali kelas 1V UPTD SDN 28 Indrapura, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, agar pembelajaran menarik minat siswa, dan siswa senang dan bahagia.
“Setelah sekian purnama belajar system daring (dalam jaringan, Red) efek pandemi Covid-19, akhirnya saya dapat kembali bertemu tatap muka dengan anak-anak didik sesuai SK Keputusan Bupati Batu Bara tanggal 1 September 2021. Tentu dengan protokol kesehatan secara ketat. Pada pertemuan pertama, anak-anak kelas IV yang saya bimbing masuk materi pelajaran Bahasa Indonesia dengan kompetensi dasar: menceritakan isi dongeng,” kata Lili Gusni, kepada Sumut Pos, kemarin.
Sedangkan kompetensi intinya adalah siswa mampu menyebutkan tokoh-tokoh dan sifat karakter tokoh dalam dongeng, serta menceritakan kembali isi dongeng.
“Agar pelajaran lebih menarik, saya membuat sebuah media pembelajaran yang saya beri nama ‘botol pintar’. Bahan-bahannya sederhana. Yakni kardus bekas, kertas karton warna hitam 1 kajang, kertas minyak warna kuning secukupnya, kertas origami, double tip, gunting, pisau carter, botol bekas ukuran sedang 6 unit, dan botol bekas ukuran besar 2 unit,” tutur salah satu fasilitator daerah Batubara Program Pintar Tanoto Foundation ini.
Selanjutnya, ia membimbing para siswa membuat ‘botol pintar’ dimaksud. Pertama, kardus dipotong lalu ditempel double tip. Setelah itu dilapisin karton dan susun hingga rapi. Kemudian botol bekas ukuran sedang dipotong kira-kira 6 cm, dan dilapisin dengan kertas minyak. Demikian juga botol besarnya.
“Fungsi dari botol kecil adalah untuk menempatkan pertanyaan-pertanyaan. Sedangkan botol ukuran besar, satu untuk menempatkan hadiah (reward) bagi siswa yang berhasil menjawab pertanyaan, dan botol satu lagi untuk hukuman (punishment). Tentu hukuman yang dimaksud di sini adalah hukuman yang mendidik. Misalnya siswa yang menjawab salah disuruh menyanyikan lagu Garuda Pancasila, dll,” ungkap penulis buku dongeng Fabel Ramadhan dan sejumlah buku lainnya ini, kalem.
Setelah ‘botol-botol’ selesai, Lili menceriterakan sebuah dongeng yang melegenda di tanah air, berjudul ‘Bawang Merah Bawang Putih’ Dongeng Melayu Indonesia yang berasal dari Riau ini mengisahkan tentang dua orang gadis yang memiliki paras yang cantik, namun memiliki sifat yang bertolak belakang. Nama mereka adalah Bawang Merah dan Bawang Putih.
“Saya ceritakan tentang keduanya yang memiliki seorang ibu yang kasih sayangnya berat sebelah serta serakah. Cerita saya akhiri dengan memberikan pengertian dan hikmah yag dapat diambil dari cerita tersebut,” lanjutnya.
Karena kisahnya menarik, menurut Lili Gusni, anak-anak didik terlihat menyimak cerita dengan seksama.
Foto: Istimewa Lilis Gusni, wali kelas 1V UPTD SDN 28 Indrapura, Kabupaten Batu Bara, memamerkan permainan ‘Botol Pintar’ pada pelajaran Bahasa Indonesia kompetensi mendongeng.
Selanjutnya, permainan dimulai. Lili Gusni memasukkan unsur MIKIR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi) yang diperolehnya dari Tanoto Foundation, dan memberikan pertanyan-pertanyaan terbuka kepada siswa. Tujuannya, agar siswa–siswi dapat berpikir kritis.
“Contohnya, pakah yang kau ketahui tentang tokoh dalam cerita itu? Dapatkah kamu menyebutkan tokoh dalam cerita itu? Apa pesan moral dari cerita dongeng bawang merah dan bawang putih?” ungkapnya.
Jawaban para siswa beragam. Lili menyampaikan jawaban yang menurutnya paling menarik. Ada siswa yang menjawab: Bawang Merah memiliki sifat pemarah, iri hati, dan mau menang sendiri. Sedangkan Bawang Putih memiliki sifat penyabar, suka menolong dan rendah hati.”
Ada juga yang menjawab: “Pesan moralnya adalah, selalu berikap baik dengan tulus dan iklas pada orang lain tanpa mengharap imbalan. Karena kalau kita jahat pada orang lain, akan kembali juga kepada kita.”
Membaca jawaban-jawaban para siswa yang beragam itu, menurut Lili, menunjukkan metode belajar dengan permainan ‘botol pintar’ ini berhasil mengajak siswa berperan lebih aktif dalam pelajaran. “Juga berhasil mendidik para siswa agar berani tampil dan percaya diri,” cetusnya.
Usai permainan, para siswa diminta membuat refleksi tentang pembelajaran yang dituangkan dalam kertas post it. Ditanya tentang hasil refleksi para siswa, guru yang meraih Juara Dua Lomba Menulis tentang Teacher Zaman Now tingkat nasional ini tersenyum lebar: “Sebagai guru, saya bahagia,” cetusnya. (rel/mea)
TINJAU: Kapoldasu, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak meninjau pelaksanaan vaksin di Kecamatan Tello, Kabupaten Nisel.
NISEL, SUMUTPOS.CO – Untuk memastikan masyarakat di pulau terpencil mendapatkan vaksin, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengunjungi Kecamatan Tello, Kabupaten Nias Selatan.
TINJAU: Kapoldasu, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak meninjau pelaksanaan vaksin di Kecamatan Tello, Kabupaten Nisel.
Panca didampingi Wakapolda Brigjen Dadang Hartanto, Irwasda Kombes Armia Fahmi, Karoops Kombes Desman Tarigan, Kabid Propam Kombes Donal Simanjuntak SIK, Kabid TIK Kombes Raja Sinambela SIK, dan Kabid Humas Kombes Hadi Wahyudi SIK.
Kedatangan Kapoldasu dan rombongan untuk meninjau vaksinasi bagi pelajar dan masyarakat di Kantor Camat Tello. Dikempatan itu, Panca berinteraksi sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat agar tidak takut untuk di vaksin.
Tak hanya itu, jenderal bintang dua ini juga menyerahkan paket sembako kepada warga yang terdampak Covid-19, membantu program Pemerintah meringankan kebutuhan hidup masyarakat di tengah pandemi.
Panca mengatakan, kedatangannya bersama rombongan untuk memastikan akselerasi vaksinasi di pulau terpencil berjalan sesuai target.
“Ada 500 dosis vaksin yang kita sebar di Kecamatan Tello, nanti kita tambah lagi. Saya harapkan masyarakat di sini semua telah tervaksin,” katanya di sela-sela memantau vaksinasi, Minggu (26/9).
Menurutnya, program vaksinasi harus dilaksanakan secara merata di seluruh kabupaten/kota Sumut, termasuk di pulau terkecil Tello, Kabupaten Nisel.
“Saya tidak ingin lagi mendapat laporan masih adanya masyarakat di Sumatera Utara walaupun berada di pulau terkecil yang belum di vaksin. Oleh karena itu, kedatangan saya kemari untuk mempercepat program vaksinasi dalam mendukung Pemerintah memulihkan kesehatan nasional. Kita juga ingin pariwisata Di kepulaun Nias ini Tumbuh kembali,” harapnya. (dwi/han)
BUKA FSQ : Bupati Sergai, Darma Wijaya bersama Sekdakab Faisal Hasrimy, OPD dan Forkompinda membuka kegiatan Festival Seni Qasidah di Masjid Agung.
SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Bupati Sergai Darma Wijaya secara resmi membuka kegiatan Festival Seni Qasidah (FSQ) XVII tahun 2021, di halaman Masjid Agung Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai, Senin (27/9).
BUKA FSQ : Bupati Sergai, Darma Wijaya bersama Sekdakab Faisal Hasrimy, OPD dan Forkompinda membuka kegiatan Festival Seni Qasidah di Masjid Agung.
Tampak hadir dalam pembukaan FSQ tingkat Kabupaten Sergai, Sekdakab Faisal Hasrimy, Wakil Ketua DPRD Siswanto, Kakankemenag Zulkifli Sitorus, Ketua MUI Haspul Huznain, OPD dan Forkompinda Sergai.
Bupati Sergai Darma Wijaya mengatakan, penyelenggaraan FSQ ke-18 ini merupakan salah satu upaya dalam mengembangkan seni budaya islami guna meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
“Melalui kegitan FQS seperti ini, kita semua khususnya generasi muda Islam akan termotivasi untuk melestarikan seni budaya Islami yang sudah tergerus oleh zaman,” jelasnya.
Darma juga berharap dengan kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi antara masyarakat dan Pemkab Sergai, sebagaimana yang tertuang dalam tema penyelenggaraan kegiatan ini yaitu melalui FSQ ke-18 Kabupaten Sergai, kita ciptakan generasi Islami untuk mewujudkan masyarakat yang religius.
“Dengan penyelenggaraan kegiatan ini, ucapnya, visi Kabupaten Sergai dalam menjadikan Sergai yang maju terus, mandiri, sejahtera dan religius dapat terwujud. FSQ juga diharapkan dapat melahirkan generasi Islam yang berprestasi serta mencari bibit-bibit yang berkualitas yang nantinya akan menjadi duta Kabupaten Sergai pada festival tingkal provinsi maupun tingkat nasional,” paparnya.
Terakhir, Darma menjelaskan yang tak kalah penting, saya mengimbau kepada peserta dan para dewan juri FSQ unyuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan sering mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, hindari kontak langsung dan tetap menjaga jarak.
Sedangkan Ketua Panitia Penyelenggara Kegiatan oleh Sekdakan Faisal Hasrimy mengatakan kegiatan ini akan dilaksanakan mulai tanggal 27- 30 September mendatang.
“FSQ diikuti oleh 17 Kecamatan se Sergai dengan total peserta kafilah 277 orang. Sedangkan untuk cabang-cabang yang diperlombakan, terdiri dari dua yaitu Qasidah Klasik yang terbagi ke dalam cabang Qasidah Klasik Dewasa dengan jumlah peserta sebanyak 88 orang dan Cabang Qasidah Klasik Remaja yang akan diramaikan 131 peserta,” bilangnya.
Sedangkan cabang kedua adalah Bintang Vokalis Gambus yang terbagi ke dalam 3 bagian yaitu Vokalis Gambus Dewasa yang diikuti 21 orang, kemudian Vokalis Gambus Remaja dengan jumlah peserta sebanyak 24 orang dan terakhir Vokalis Gambus Anak-anak dengan peserta 13 orang. (ian/han)
SIMBOLIS: Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Musa Rajekshah memberikan secara simbolis bantuan untuk pembangunan Gereja HKBP Pandan Kota, Tapanuli Tengah, baru-baru ini.
TAPTENG, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyerahkan bantuan 500 sak semen pembangunan Gereja HKBP Pandan Kota, Kabupaten Tapanuli Tengah, baru-baru ini. Kemudian, 1 unit laptop yang nantinya digunakan untuk aktivitas ibadah di gereja.
SIMBOLIS: Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Musa Rajekshah memberikan secara simbolis bantuan untuk pembangunan Gereja HKBP Pandan Kota, Tapanuli Tengah, baru-baru ini.
Ketua DPD Partai Golkar Sumut Musa Rajekshah mengucapkan terima kasih karena pihak Gereja HKBP Pandan Kota mau menerima kedatangan dirinya. “Mudah-mudahan kehadiran kami dapat memberikan manfaat bagi jemaat gereja ini,” ungkapnya.
Ijeck sapaan Musa Rajekshah mengaku, melihat bentuk gereja yang dibangun, terlihat besar dan kokoh. Karenanya, dia berharap, para jemaat yang ada di Gereja HKBP Pandan Kota ini juga harus memiliki iman yang besar dan kokoh pula.
Karena itu, dia meminta, walaupun saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung, agar tidak mengurangi kekhidmatan jamaah untuk beribadah. Namun begitu, dalam pelaksanaan ibadah yang dilakukan, kesehatan juga harus terus dijaga. “Agama apapun tentunya harus memperkuat iman. Kalau iman kita kuat tentu tidak akan melakukan kesalahan, karena Tuhan pasti mengetahui dan akan dimintai pertanggungjawaban,” ungkap Ijeck yang juga yang juga Wakil Gubernur Sumut.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gereja HKBP Pandan Kota, T Panggabean menyampaikan, proses pembangunan gereja ini telah berlangsung selama 14 tahun. Saat ini, proses pembangunannya sudah mencapai 70 persen. “Kami berharap, memasuki tanggal 24 Desember 2021 ini kita sudah bisa memasuki gereja. Jadi dengan kedatangan Pak Wagub ini, akan menambah semangat seluruh jemaat,” tandasnya.
Pdt Saut Sinaga menambahkan, sebagai wakil Gubernur Sumut, awalnya dia berpikir mustahil untuk datang ke gereja ini. Namun, ternyata sosok Musa Rajekshah adalah seorang nasionalis sejati. “Kami berterima kasih Pak Ijeck menyempatkan waktu untuk datang ke sini untuk memberikan bantuan pembangunan gereja secara langsung,” ujarnya. (ris/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar meninjau pelaksanaan pembukaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Deliserdang 2021 di Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Jalan dr Mansyur Medan, Minggu (26/9) lalu.
Dalam sambutannya, Ali menyampaikan selamat kepada para peserta yang telah lulus seleksi administrasi. “Selamat kepada peserta ujian yang hari ini (Minggu) akan mengikuti tahap SKD. Ini artinya, para peserta sudah melewati satu dari 3 tahapan seleksi CPNS,” ungkap Ali.
Ali pun berharap kepada seluruh peserta, agar benar-benar percaya diri dalam menjalani rangkaian SKD ini. “Pengadaan CPNSD Kabupaten Deliserdang didasarkan kepada ketentuan dan peraturan yang berlaku, dengan mengedepankan prinsip transparansi, tidak dipungut biaya apapun alias gratis, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN),” jelasnya.
Tidak ada lagi oknum yang mengatasnamakan pemerintah dengan berbagai janji. Tidak ada yang dapat menolong kecuali diri para peserta sendiri.
“Saya harapkan, peserta harus percaya diri, serta yakin saat menjawab soal ujian dan yang terpenting adalah berdoa,” harap Ali lagi.
Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Supranawa Yusuf, dalam pembukaan SKD CPNS Kabupaten Deliserdang 2021, mengimbau, bagi yang tidak lulus passing grade, agar jangan patah semangat, karena akan masih ada kesempatan di tempat lain.
Dia juga mengatakan, agar para peserta SKD CPNS Kabupaten Deliserdang 2021 harus percaya diri terhadap kemampuan diri. “Jangan percaya dengan pihak yang menjanjikan kelulusan peserta, karena itu pasti suatu kebohongan,” tutur Supranawa.
“CAT BKN mengedepankan Cepat, Akuntabel, dan Transparan, sehingga hasil ujian peserta dapat dipantau melalui live streaming di akun Youtube official CAT BKN oleh siapapun. Dan hasil tersebut tidak bisa dimanipulasi,” imbuhnya.
Dia pun meminta kepada semua pihak, khususnya para peserta, untuk melaporkan bila melihat atau mengalami kejadian yang tidak benar. “Laporkan bila ada pihak atau oknum yang menawarkan dapat membantu kelulusan peserta,” tegas Supranawa.
Kepala BKD Kabupaten Deliserdang Yudi Hilmawan, melaporkan, berdasarkan Keputusan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KepmenPAN-RB) No 683 Tahun 2021, Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil Pemkab Deliserdang Tahun Anggaran 2021 berjumlah 2.875 orang, dengan rincian tenaga guru 2.806 orang, tenaga kesehatan 61 orang, dan tenaga teknis sebanyak 8 orang.
SKD dilaksanakan mulai 26 September hingga 2 Oktober 2021 mendatang di Gelanggang Mahasiswa USU, dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Dalam satu hari, seleksi dibagi dalam 3 sesi, dengan jumlah peserta sebanyak 150 orang. (rel/saz)