25 C
Medan
Tuesday, January 13, 2026
Home Blog Page 3064

Suasana Duka di Rumah Pekerja Proyek, Rian Sempat Minta Pajang Foto ke Ibunya

KARO, SUMUTPOS.CO – Suasana duka menyelimuti rumah korban pekerja proyek yang tertimbun longsor di Kabupaten Karo. Akibat kejadian nahas ini, 5 orang menjadi korban, yakni Riswan (23), Agus (22), Rehan (19), Rian (21), dan Reza (19). Saat peristiwa, 2 korban sudah dievakuasi, yakni Riswan (23) dan Agus (22). Riswan mengalami patah kaki, sementara Agus dinyatakan meninggal dunia.

Senin (27/9), proses pencarian kembali dilanjutkan. Hasilnya, Rehan (19) dan Reza (19) dikabarkan sudah ditemukan dan dinyatakan meninggal dunia. Terakhir Rian (21), warga Dusun 1 Adimulyo, Desa Pasar 6 Kwala Mencirim, Sei Bingai, Kabupaten Langkat, hingga kini masih dalam proses pencarian.

Kabar duka ini sudah sampai ke telinga keluarga. Ayah Rian, Ruslan sudah merapikan rumah, dan mendirikan tenda sembari menunggu kabar anaknya yang menjadi korban longsor di proyek pembangunan irigasi, serta perbaikan penahan tebing itu.

Rian merupakan anak kedua dari 3 bersaudara. Menurut sang ayah, korban selama ini bekerja untuk membantu ekonomi keluarga. Menurut Ruslan, anak pertamanya sudah tutup usia sejak kecil. Karena itu, Rian pun ikut mencari nafkah setelah meluluskan bangku sekolah. Bagi dia, Rian merupakan anak yang baik dan selalu memberi perhatian besar kepada kedua orang tua, serta adiknya.

“Sejak tamat sekolah, Rian selalu bekerja menjadi buruh bangunan, dan sering merantau ke luar daerah,” ungkap Ruslan, yang tak kuasa menahan air mata jatuh membasahi pipinya.

Selama bekerja merantau di Tanah Karo, lanjut Ruslan, Rian pernah pulang ke rumah. Bahkan, dia berjanji akan pulang ke rumah setelah menyelesaikan pekerjaannya pada November 2021 mendatang.

Saat pulang sebentar ke rumah beberapa waktu lalu, istri Ruslan merasakan hal aneh. Rian meminta kepada ibunya untuk mencetak foto dan dipajang di rumah. Namun demikian, Ruslan menganggap hal tersebut biasa saja. Tidak ada firasat lebih, terkait permintaan cetak foto hingga dipajang di rumah.

“Namun ibunya (istri Ruslan), sempat merasa janggal, karena permintaan foto untuk dicetak dan dipajang di rumah,” ujarnya mengenang.

Sementara, jasad Agus sudah tiba di rumah duka, Dusun 1 Adimulyo, Desa Pasar 6 Kwala Mencirim, Sei Bingai, Kabupaten Langkat, pukul 02.00 dini hari WIB. Jasad korban sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat, yang diiringi isak tangis dari kedua orang tua dan warga.

Kepala Dusun 1 Sidomulyo, Suyono menjelaskan, Agus, Rian, dan Rehan yang menjadi korban adalah warganya. Agus anak tunggal, sementara Rehan anak pertama dari 2 bersaudara. Menurutnya, ketiga korban juga menjadi tulang punggung masing-masing keluarga dalam membantu perekonomiannya, sejak meluluskan bangku sekolah. Bahkan, Suyono menjelaskan, mereka tidak takut merantau demi bekerja meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

“Mereka sudah bekerja lebih kurang sebulan. Sebagian besar anak-anak muda di sini memang bekerja sebagai kuli bangunan dan sering merantau, karena faktor ekonomi keluarga yang mengharuskan mereka bekerja dengan cara merantau,” katanya.

Teman seorang korban, Bayu, tak menyangka mendengar peristiwa nahas tersebut. Dia menilai, ketiga korban adalah teman sepermainannya yang dikenal sosok mudah akrab dan bergaul.

“Mereka orang baik,” seru dia.

Kabar jasad Rehan dan Reza yang sudah ditemukan, pun terdengar sampai ke telinga keluarga. Ibunda Reza, Evi, menunggu kedatangan jasad anaknya di rumah, Jalan Gunung Bendahara, Binjai Selatan. Dia mendapat kabar kalau anaknya sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe, Tanah Karo.

Ibunda Reza masih terlihat dirundung sedih yang mendalam. Kepergian anak pertama dari 2 bersaudara ini, juga menjadi tulang punggung keluarga. Menurutnya, Reza berjanji akan membeli handphone saat pulang dari perantauan.

“Dia rencananya mau beli handphone saat pulang nanti,” ujar Evi sambil menangis sedih.

Bagi dia, Reza merupakan sosok anak yang manja.

“Bahkan sesekali suka meluk saya dan tidur juga kadang-kadang dengan saya,” beber Evi lagi, seraya berharap, agar jenazah anaknya segera tiba di rumah duka, untuk segera dikebumikan.

Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Binjai, Dian Amperansyah menyatakan, pihaknya mengirimkan bantuan personel untuk membantu evakuasi pada bencana alam longsor Tanah Karo itu.

“Kami menerjunkan Satgas PB yang dilepas langsung Pak Sekda, dalam rangka membantu pencarian korban bencana longsor di Tanah Karo. Dalam misi kemanusiaan, BPBD Binjai menerjunkan sebanyak 15 Satgas,” pungkasnya. (ted/saz)

PPP Sumut Gelar Rapimwil dan Raker, Dekati Umat dan Perhatikan Kaum Dhuafa

PIMPIN: Ketua DPW PPP Sumut Jafaruddin Harahap, saat memimpin Rapimwil dan Raker di Thempark Pantai Cermin, Sergai, Sabtu (25/9).ISTIMEWA.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa, diwakili Ketua Bidang OKK M Quyum Abdul Jabbar, membuka secara resmi Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) DPW PPP Sumut, sekaligus Rapat Kerja di Thempark Pantai Cermin, Sergai, Sabtu (25/9) lalu.

PIMPIN: Ketua DPW PPP Sumut Jafaruddin Harahap, saat memimpin Rapimwil dan Raker di Thempark Pantai Cermin, Sergai, Sabtu (25/9).ISTIMEWA.

Ketua DPW PPP Sumut, Jafaruddin Harahap dalam keterangan persnya, menyatakan, Quyum Abdul Jabbar dalam sambutannya pada Rapimwil tersebut, menginstruksikan agar seluruh kader melakukan kerja-kerja partai kepada 5 sasaran, yakni pertama pendekatan kepada umat. Artinya, kerja PPP bagaimana memperjuangkan aspirasi dan kepentingan umat, sehingga aspirasi mereka dapat diperjuangkan dengan baik.

“Kedua, memperhatikan kaum dhuafa yang ada di sekitar kita. Di lingkungan masing-masing. Sehingga, mereka dapat merasakan hadirnya PPP di dalam kehidupan mereka. Dan mampu memberikan kemaslahatan bagi kaum dhuafa,” ungkap Jafaruddin, Senin (27/9).

Ketiga, kaum milenial merupakan zamannya digital, pengguna media sosial adalah kaum milenial. Untuk itu perlu pendekatan dan informasi yang utuh kepada kaun milenial tentang PPP dan aktivitasnya. Sehingga mereka kaum milenial merasa diperhatikan, serta tertarik, dan dapat menyalurkan pilihan dan kreativitasnya di PPP.

Keempat, adalah kaum perempuan. Sebab, jumlah pemilih dari kaum perempuan cukup signifikan. Karena itu, khusus pengurus PPP yang perempuan agar bisa berinteraksi dan bersinergi dalam kegiatan dan program-program yang bersentuhan dengan perempuan itu sendiri. Dan yang kelima, adalah melakukan pendekatan kepada orang-orang yang memiliki pengaruh di tengah-tengah masyarakat.

“Dengan memperbanyak kunjungan silaturahim dan dialog kepada tokoh, ulama, dan orang yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat, maka diharapkan akan mampu meningkatkan elektoral PPP untuk bisa menang pada Pemilu 2024 mendatang,” jelasnya.

Hadir pada acara tersebut, Ketua DPW PPP Sumut Jafaruddin Harahap, Sekretaris H Usman Effendi Sitorus, Bendahara Darwin Marpaung, Wakil Ketua OKK Jonson Sihaloho, Aja Syahri , Wakil Ketua Faisal Hutabarat, dan seluruh pengurus serta Ketua DPC PPP se-Sumut secara virtual.

Ketua DPW PPP Sumut Jafaruddin Harahap, pada sambutannya menegaskan, Rapimwil ini diharapkan mampu mempercepat konsolidasi organisasi di tubuh PPP Sumut, sehingga kerja-kerja elektoral bisa dilaksanakan dengan baik. Selain itu, dalam Rapat Kerja yang dilakukan usai Rapimwil, Jafaruddin yang juga Anggota DPRD Sumut ini, berharap, kiranya dapat melahirkan program-program kerja yang bisa menyahuti aspirasi umat, sebagaimana yang disampaikan DPP pada pembukaan di awal. “Kita mempunyai target pada Pemilu 2024, yakni 3 anggota DPR RI, 10 anggota DPRD Sumut, dan 100 anggota DPRD kabupaten kota se-Sumut,” bebernya. (adz/saz)

Sumut 5 Besar Provinsi dengan Kasus Rabies Tertinggi: Humbahas, Samosir, dan Deliserdang Terbanyak

SUNTIK: Petugas menyuntikan vaksin ke hewan peliharaan milik masyarakat, saat vaksinasi rabies massal gratis secara drivethru di Halaman Kantor Balai Veteriner Kota Medan, Senin (27/9).M IDRIS/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara (Sumut) berada di posisi 5 besar provinsi dengan kasus rabies tertinggi di Indonesia, setelah Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Riau.

SUNTIK: Petugas menyuntikan vaksin ke hewan peliharaan milik masyarakat, saat vaksinasi rabies massal gratis secara drivethru di Halaman Kantor Balai Veteriner Kota Medan, Senin (27/9).M IDRIS/SUMUT POS

Kepala Balai Veteriner Kota Medan, drh Azfirman mengatakan, ada 3 daerah di Sumut penyumbang kasus terbanyak. Yakni Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas), Samosir, dan Deliserdang.

“Saat ini kita masuk di posisi 5 besar. Makanya, vaksinasi massal terhadap hewan peliharaan yang kami lakukan ini, sangat penting untuk menurunkan angka kasus rabies,” ungkap Azfirman, di sela-sela kegiatan vaksinasi rabies massal gratis yang digelar secara drivethru di Halaman Kantor Balai Veteriner Kota Medan, Senin (27/9) siang.

Azfirman juga menjelaskan, pada 2021 terdapat 160 kasus terkonfirmasi positif rabies dan 38 kasus negatif di Sumut. Hal ini meningkat dibanding 2019 dan 2020. Berdasarkan data Balai Veteriner Kota Medan 2019, jumlah kasus terkonfirmasi positif rabies di Sumut ada 85 kasus, dan 2020 jumlahnya 49 kasus.

“Tahun ini terjadi peningkatan kasus di 23 kabupaten kota (Sumut). Semua kasus rabies tersebut berasal dari gigitan anjing. Ada 3 daerah dengan kasus terbanyak, yakni Humbahas, Samosir, dan Dliserdang,” bebernya.

Dia juga mengatakan, di Kabupaten Humbahas terdapat 66 kasus rabies. Jumlah ini meningkat dari 2020 yang hanya 8 kasus, dan 2019 satu kasus saja. Azfirman menyebutkan, hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Samosir dengan jumlah 42 kasus. Jumlah tersebut meningkat dari 2020 dengan 21 kasus. Namun, jumlah itu menurun dibanding 2019, yang mencapai 54 kasus.

“Deliserdang juga meningkat menjadi 22 kasus, 2020 hanya 5 kasus, dan 2019 terdapat 13 kasus,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, terkait vaksinasi massal gratis terhadap hewan secara drivethru ini, selain dilakukan guna menekan angka kasus terkonfirmasi positif rabies di Sumut, juga dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia atau World Rabies Day (WRD).

“Kegiatan ini digelar secara drivethru, karena masih pandemi, yang belum memungkinkan kita berkumpul. Kegiatan ini untuk menyemarakkan Hari Rabies Sedunia atau WRD, yang diperingati setiap 28 September,” jelas Azfirman.

Sementara itu, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Maria Simora menuturkan, untuk menurunkan kasus rabies di Indonesia, pihaknya mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi rabies di sentra-sentra kesehatan hewan yang tersebar di setiap kabupaten kota.

“Di tiap kabupaten kota ada pusat kesehatan hewan. Di sana vaksinasi rabies bisa didapatkan gratis. Sejak 2010 sudah digiatkan di seluruh daerah,” pungkasnya. (ris/saz)

Soal Rencana Cari Utangan untuk Perbaiki Jalan Provinsi, Gubsu Diminta Buat Kajian Matang

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keinginan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi meminjam dana atau mencari utangan untuk perbaikan jalan provinsi di sejumlah kabupaten dan kota tahun anggaran 2022, mendapat dukungan penuh dari Anggota Komisi D DPRD Sumut Yahdi Khoir Harahap. Menurut Yahdi, ikhtiar itu sangat penting dilakukan Gubsu Edy bila merujuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumut 2018-2023, terkhusus kondisi jalan mantap provinsi sebesar 95 persen.

Ilustrasi.

“Sebab bila mengandalkan APBD Sumut saja, target tersebut takkan tercapai sampai habis masa kepemimpinan Pak Edy. Sehingga diperlukan mencari dari sumber-sumber lain di luar APBD,” katanya menjawab Sumut Pos, Senin (27/9).

Soal jalan mantap 95 persen ini, sebut dia, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari visi misi pasangan Eramas saat Pilgubsu 2018 lalu. “Bidang infrastruktur kalau saya tak salah, masuk visi nomor tiga pasangan Eramas,” ucapnya.

Pertimbangan lain sehingga membutuhkan dana talangan ini, hemat Yahdi, lantaran cakupan jalan provinsi yang cukup luas pada 33 kabupaten dan kota. Bahkan disebutnya secara nasional, Sumut berada di nomor tiga dengan cakupan luas yang ada jalan provinsinya.

“Makanya saat raker kami baru-baru ini, saya menyarankan dan telah menjadi salah satu butir rekomendasi Komisi D, bahwa langkah-langkah ekstra perlu ditingkatkan guna mencapai target jalan mantap kita. Begitupun di sisi lain, agar lebih mudah dalam mencapai target tersebut di samping kita masih dilanda pandemi Covid-19, target di RPJMD yang belum final dapat diturunkan di bawah 95 persen,” terang penasehat F-PAN DPRD Sumut itu.

Begitupun, ia meminta supaya Gubsu memerintahkan jajaran terkaitnya agar upaya menjemput dana talangan tersebut berjalan sukses. “Tentu. Kiatnya adalah susun portofolio sebaiknya-baiknya, jangan nanti jadi beban masa depan. Jangan juga sampai mengganggu cash flow APBD Sumut. Pada prinsipnya saya kira kepala daerah mesti punya keberanian untuk itu, dan harus didukung pula dari pejabat-pejabat sekeliling dia,” ujarnya.

Senada disampaikan pengamat anggaran publik, Elfenda Ananda. Bahwa utang merupakan opsi terakhir untuk mewujudkan cita-cita pembangunan Gubsu Edy. “Apalagi kita tau banyak sekali terjadi belanja di Pemprovsu masih bisa diefisienkan dan ditekan dan harus ada terlebih dahulu yang dilakukan sebelum memutuskan karena utang itu nanti akan membuat beban di APBD di masa mendatang,” katanya.

Ia meminta Gubsu membuat kajian secara matang dan komprehensif sebelum mengambil opsi dimaksud. Karenanya ia menyarankan, sebisa mungkin program itu dapat diakomodir melalui APBD melalui program yang telah direncanakan. “Intinya, efisiensi saja belanja-belanja lain dulu agar pembangunan tidak sekadar arisan yang tipenya bergilir seperti banyak jalan yang diperbaiki namun kualitasnya justru menurun. Ke depan yang harus dipikirkan jangan lupa untuk kualitas pekerjaan, sebab kualitas yang buruk akan membebani anggaran di masa yang akan datang,” ujar mantan sekretaris FITRA Sumut itu. (prn)

Kejati Sumut Selamatkan Aset Pemprovsu Senilai Rp152 Miliar, 145 Penggarap Serahkan 243 Hektare Lahan Sport Center

SERAHKAN: Gubsu Edy Rahmayadi dan Kajati Sumut IBN Wiswantanu menunjukkan berita acara penyerahan alas hak lahan Sport Centre Sumut yang diserahkan warga penggarap.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) mengklaim berhasil melakukan penyelamatan aset Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu). Aset tersebut, seluas 243 hektare dari 300 hektare (ha) tanah yang direncanakan akan dibangun lokasi Sport Center, senilai Rp152 miliar, Senin (27/9).

SERAHKAN: Gubsu Edy Rahmayadi dan Kajati Sumut IBN Wiswantanu menunjukkan berita acara penyerahan alas hak lahan Sport Centre Sumut yang diserahkan warga penggarap.

Dari 300 ha tanah tersebut, setidaknya 145 orang penggarap tanah lokasi Sport Center di Desa Sena Kabupaten Deliserdang, menyerahkan tanah garapan mereka kepada Kejati Sumut. Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, IBN Wiswantanu mengatakan, tindakan penyelidikan yang sudah dilakukan Kejati Sumut tidak lain bertujuan untuk membantu pemerintah khususnya Pemprovsu dalam mendorong percepatan pembangunan Sport Center yang merupakan salah satu Proyek Strategis di Sumut.

“Proyek pembangunan Sport Center ini akan digunakan untuk PON 2024 dimana Provinsi Sumatera Utara sebagai tuan rumah PON ke XXI, serta membantu pemerintah dalam hal ini PTPN II untuk mengatasi permasalahan tentang tanah dan penyelamatan aset-aset BUMN yang cukup pelik di Sumatera Utara,” ungkapnya, di sela acara rapat Koordinasi Evaluasi PPKM dan Penyerapan Anggaran, Senin (27/9).

Terkait penggarap, paparnya, telah berjanji mencabut semua gugatan di pengadilan dan telah juga mencabut semua upaya hukum baik kasasi di Mahkamah Agung (MA). Kasi Penkum Kejati Sumut Yos Arnold Tarigan menyampaikan, penyelamatan aset tersebut, dilakukan dengan membentuk tim penyelidikan melalui Surat Perintah Operasi Intelijen tanggal 2 Juli 2021. Dari hasil operasi diketahui, tanah tersebut digarap oleh oknum-oknum masyarakat yang telah menguasai dan memilikinya, sehingga mengakibatkan terkendalanya penerbitan IMB dan pembangunan Sport Center oleh Pemprovsu.

Agar pembangunan tersebut dapat terlaksana dan proses percepatan pembangunan untuk kepentingan negara terealisasi, lanjutnya, maka Kajati Sumut memerintahkan melakukan tindakan yustisia, berupa tindakan persuasif untuk mengamankan tanah di lokasi Sport Center dari para penggarap. “Masyarakat penggarap menyerahkan dan membuat surat pernyataan secara suka rela seluas 243 hektar kepada Kejati Sumut untuk berjanji tidak akan menggarap, menguasai dan melakukan tindakan hukum keperdataan tanah tersebut,” jelasnya.

Dengan adanya penyelamatan aset tanah ini, tambahnya, maka pihak Pemprovsu dapat memohon penerbitan IMB dan pembangunan Sport Center dapat terlaksana dan terealisasi sesuai harapan.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, mengapresiasi sikap 145 penggarap di lahan Sport Centre Sumut (Deli Sport City) yang menyerahkan alas hak mereka ke Kejaksaan Tinggi Sumut, Senin (27/9). Selama ini mereka menguasai lahan dengan luas 243 hektare, di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Menurut Edy melalui penyerahan alas hak tersebut, maka pembangunan Kawasan Sport Centre Sumut sudah semakin jelas.

“Sport centre sudah direncanakan sejak awal 2019, tapi baru sekarang terurai dan terjawab. Tadi ada penandatanganan penyerahan kepada aparat hukum. Berarti orang-orang yang selama ini melakukan ini tanah saya, itu, dan apa segala macam, berarti ini sudah selesai,” katanya dalam Rakor Evaluasi PPKM dan Penyerapan Anggaran Penanganan Covid-19 se-Sumut, di Hotel Grand City Hall Jalan Balai Kota Medan.

Bahkan diakuinya, telah mendapat kabar dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut, sudah ada sertifikat dengan luas 300 hektare untuk kawasan sport centre. “Berarti dalam waktu sesingkat-singkatnya, sudah boleh kita bangun,” pungkas Edy.

Penyerahan alas hak oleh 145 penggarap itu juga diikuti dengan komitmen mereka, yakni berjanji mencabut semua gugatan di pengadilan dan telah juga mencabut semua upaya hukum baik kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Para penggarap menyerahkannya ke Kejati Sumut dan oleh Kejatisu menyerahkan ke Pemprov Sumut. Selain Gubsu Edy, turut hadir menyaksikan Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Kepala BPK perwakilan Sumut, Eydu Oktain Panjaitan, dan pejabat terkait lainnya. “Tindakan penyelidikan yang sudah dilakukan Kejati Sumut tidak lain bertujuan untuk membantu pemerintah khususnya Pemprovsu dalam mendorong percepatan pembangunan sport centre yang merupakan salah satu poyek strategis di Provinsi Sumut,” ujar Kajatisu IBN Wiswantanu.

Ia mengatakan proyek pembangunan sport centre akan digunakan untuk PON XXI 2024 di mana Provinsi Sumut dan Aceh sebagai tuan rumah bersama. “Yang kami lakukan ini juga membantu pemerintah, dan juga dalam hal ini PTPN II, untuk mengatasi permasalahan tentang tanah dan penyelamatan aset–aset BUMN yang cukup pelik di Sumut,” bebernya. (man/prn)

Khadafi Sumbang Medali Pertama Sumut

JAYAPURA, SUMUTPOS.CO – Atlet sepatu roda Sumatera Utara (Sumut) Bripda Muhammad Khadafi, menorehkan prestasi dengan menyumbang medali perak pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Itu merupakan medali pertama bagi kontingen Sumut di ajang multi even 4 tahunan itu.

Roller skater nasional jebolan klub MIS (Medan Inline Skate) Medan itu tampil baik saat bertanding di Venue Sepatu Roda Buper Waena, Kota Jayapura, Papua, Senin (27/9) pagi.

Personel Direktorat Satuan Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polda Sumut itu merebut medali perak dari nomor final sprint mass start 100 meter putra dengan catatan waktu 7,783 detik.

Medali emas diraih atlet sepatu roda asal Papua, Dave Emmanuel Abel dengan catatan waktu 7.751 detik dan perunggu oleh atlet asal Sumatera Selatan, Muhammad Bagus Mardevi dengan catatan waktu 7.876 detik.

Pelatih sepatu roda Sumut Doli Muhammad Jafar Dalimunthe, mengaku bangga dan terharu dengan prestasi atletnya itu. Sebab, ia mampu memenuhi target awal yang ditetapkan Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Sumut.

Muhammad Khadafi juga telah membuat sejarah baru untuk Sumut memperoleh medali pertama di PON, sejak keikutsertaan pada PON 1985 di Jakarta. “Penantian itu berakhir bagi Sepatu Roda Sumut. Sejak keikutsertaan di PON XI tahun 1985, di Jakarta, Sepatu Roda Sumut akhirnya bisa menjadi juara,” kata Doli. (rel/dek)

Rp1,1 Triliun Habis untuk Tangani Covid, Jelang Triwulan IV, Serapan APBD Sumut Baru 48 Persen

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dari total anggaran belanja Rp13,7 triliun pada APBD Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2021, yang terserap baru sekitar Rp6,576 triliun atau 48 persen. Padahal, pelaksanaan APBD tahun anggaran 2021 ini, sudah memasuki triwulan keempat atau waktu terakhir untuk penggunaannya.

Ilustrasi

“Saat ini anggaran di tahun 2021 di tanggal 27 September, itu baru 48 persen. Inilah harusnya yang kita kejar dan evaluasi, dan diambil langkah oleh Pak Kajati Sumut untuk mengkoordinasikan melalui rapat ke tingkat bupati/wali kota serta kapolres,” kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menjawab wartawan usai Rakor Evaluasi PPKM dan Penyerapan Anggaran Covid-19 se-Provinsi Sumut, di Ballroom Aston City Hall, Jalan Balai Kota Medan, Senin (27/9).

Karenanya, ia meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah melakukan akselerasi supaya serapan anggaran hingga tutup buku pada 20 Desember mendatang, mampu dimaksimalkan untuk masyarakat. “Inilah yang perlu kita kolaborasikan dengan APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah) sesuai instruksi presiden (mengenai penyerapan anggaran). Presiden menyatakan, utamakan gunakan APIP, dikawal melalui Polri dan kejaksaan, agar tidak bias dia ke mana-mana,” katanya.

Menurut Edy, pengelolaan anggaran yang baik sesuai perencanaan adalah tidak terjadi sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA). “Dalam proses pengelolaan (anggaran) ini dimulai dari perencanaan. Solusi terbaik adalah tidak ada SiLPA,” ujarnya.

Selanjutnya, anggaran yang telah digunakan maupun tidak terserap itu, kata dia, mesti dilaporkan dan dipertanggungjawabkan. “Apa yang terjadi di SiLPA, itu biasanya karena ada trouble (masalah) seperti cuaca dan lain-lain yang tidak bisa diselenggarakan. Tapi saat ini yang kita alami, wartawan pasti tahu semua, lebih besar SiLPA daripada yang sudah dianggarkan,” kata mantan Pangkostrad itu.

Mengenai serapan anggaran penanganan pandemi Covid-19, selaku Kasatgas Penanganan Covid-19 Sumut, disebutnya itu dialokasikan tersendiri. Adapun refocusing pertama, pemprov merealokasi APBD Sumut 2020 senilai Rp1,5 triliun. “Dan untuk di TA 2021, saat ini (penyerapannya) sudah sampai Rp1,1 triliun. Tidak ada anggaran yang dipastikan seperti TA 2020. Tetapi ini yang dikelola (beberapa OPD) buat penanggulangan Covid ini. Yakni khusus tentang kesehatan, tentang stimulus ekonominya, dan tentang kesiapan UMKM terdampak Covid. Itulah dana yang digunakan dan untuk lengkapnya bisa ditanya ke BPK,” pungkasnya.

Kejatisu Dukung Percepatan Penyerapan Anggaran Penanganan Covid-19

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) IBN Wiswantanu, mendukung program pemerintah untuk memutus penyebaran Covid-19 dan menyukseskan pelaksanaan PPKM serta percepatan realisasi anggaran penanganan Covid-19 di Sumut. IBN Wiswantanu menekankan, perlunya kewaspadaan bersama untuk mencegah penularan Covid-19 dan perlunya percepatan herd immunity melalui vaksinasi kepada warga masyarakat Sumut. Dia menegaskan, bahwa dalam hal membantu percepatan penyerapan anggaran, kejaksaan memberikan pengawalan dan pendampingan hukum dalam pelaksanaan kegiatan. “Kejaksaan dapat memberikan bantuan pengawalan dan pendampingan, jika ada permintaan tertulis atau pemberian kuasa dari instansi pemerintah/BUMN/BUMD,” ujarnya.

Dengan demikian, katanya, aparat kejaksaan tidak akan turut serta dalam pelaksanaan kegiatan, akan tetapi hanya memberikan pendapat hukum, opini hukum, pendampingan hukum ataupun bantuan hukum.

Wiswantanu menyampaikan beberapa langkah percepatan penyerapan anggaran dan pelaksanaan kegiatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah antara lain Kejaksaan mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN), melalui monitoring, pengawalan dan pendampingan serapan anggaran di berbagai kegiatan yaitu realisasi anggaran untuk bantuan sosial, realisasi anggaran kesehatan dan perlindungan sosial, Jaksa Agung mendorong realisasi anggaran dan menjamin tidak ada kriminalisasi.

“Kejaksaan telah membentuk posko PPKM di seluruh Kejaksaan Negeri untuk pendampingan dalam penyerapan anggaran serta memberikan pendapat hukum, keselamatan dan keamanan masyarakat adalah hukum tertinggi sehingga seluruh komponen masyarakat harus bersatu padu dalam menekan penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kajati Sumut menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Itu sebabnya sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat untuk percepatan penanganan Covid-19 di Sumut secara berkesinambungan.

Pada kesempatan itu, perwakilan dari BPK RI Wilayah Sumut juga memberikan pengarahan terhadap percepatan penyerapan anggaran Covid-19. Beberapa hal terkait aturan dan tata kelola anggaran untuk penanganan Covid-19 dipaparkan.

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Semanjuntak menyampaikan masih minimnya penyerapan anggaran penanganan Covid-19 perlu dibangun sinergi dan komunikasi antara pemangku kebijakan. “Aktifkan Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di daerah masing-masing agar penyerapan anggaran benar-benar tepat sasaran,” katanya.

Dalam rakor ini juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra, Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Sumatera Utara Eydu Oktain Panjaitan, Kasdam I Bukit Barisan Brigjen TNI Didied Pramudito, SE, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara, para Kajari, Bupati dan Walikota se-Sumut. (prn/man/ila)

Pemerintah Dorong Pemulihan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Berbagai upaya Pemerintah yang didukung oleh masyarakat dalam menangani pandemi Covid-19 dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional telah mulai menunjukkan hasil yang membaik. Sebagai salah satu sektor yang terdampak pandemi, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga mendapat dukungan dari Pemerintah untuk bisa pulih.


Dukungan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pariwisata dan ekonomi kreatif disalurkan melalui berbagai program yaitu Bangga Berwisata di Indonesia, Bangga Buatan Indonesia, dan Indonesia Care/I Do Care di sektor perhotelan dan pariwisata. Dukungan juga telah diberikan kepada kegiatan perfilman, Bantuan Pemerintah untuk Usaha Pariwisata (BPUP) dan dukungan akomodasi hotel untuk para tenaga kesehatan.

Pemerintah melalui dana PEN juga mengalokasikan sebesar 7,67 triliun rupiah pada tahun ini, untuk mendukung pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional dan pelatihan SDM pariwisata.

“Program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) bagi pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pada tahun ini anggarannya juga ditingkatkan menjadi 60 milliar rupiah. Ini berarti meningkat hampir 3 kali lipat dibanding tahun 2020 yang anggarannya 24 milliar rupiah,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rakornas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2021, secara virtual pada Senin (27/09). Dijelaskan lebih lanjut bahwa sasaran peserta BIP adalah tujuh subsektor ekonomi kreatif yakni aplikasi, game developer, kriya, fashion, kuliner, film, dan sektor pariwisata.

Pada tahun 2020, Pemerintah memberikan dana hibah pariwisata sebesar 3,3 triliun rupiah kepada Pemerintah Daerah untuk menekan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Tahun 2021, nominal dana hibah pariwisata ditingkatkan menjadi 3,7 triliun rupiah yang ditujukan untuk membantu Pemerintah Daerah serta industri, hotel, dan restoran yang mengalami penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta gangguan finansial akibat pandemi Covid-19.

“Hibah ini mekanismenya ditransfer ke daerah yang ditujukan kepada Pemerintah Daerah dan usaha pariwisata di 101 kabupaten/kota berdasarkan berbagai kriteria yang telah ditetapkan,” tutur Menko Airlangga.

Kriteria-kriteria yang dimaksud yakni ibu kota dari 34 provinsi yang berada di 10 destinasi pariwisata prioritas dan 5 destinasi superprioritas. Juga daerah yang termasuk 100 calendar of event, destinasi branding juga daerah dengan pendapatan dari pajak hotel dan pajak restoran minimal 15 persen dari total PAD tahun anggaran 2019.

Pemerintah juga telah meluncurkan program Cleanliness, Health, Safety, And Environmental Sustainability (CHSE) yang merupakan bagian dari program Indonesia Care/I Do Care. Program tersebut dirilis demi mempersiapkan kemampuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menerapkan prinsip-prinsip kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan dalam setiap aspek kegiatannya.

Program Indonesia Care/I Do Caredijalankan beriringan dengan program lain yang tentunya diharapkan juga ditindaklanjuti dengan kerja sama antar Kementerian, misalnya dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata yang berstatus Taman Nasional sampai pembukaan kembali layanan penerbangan internasional dengan pembahasan dan diskusi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, serta pihak-pihak terkait lainnya.

“Dengan adanya prorgam-program dukungan Pemerintah tersebut, industri pariwisata diharapkan bisa meningkatkan standar pelayanannya agar mendapatkan kepercayaan dari wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” pungkas Menko Airlangga. (ltg/fsr)

Usulkan Pelebaran dan Penataan Jalan ke Pusat, Ketua Komisi D DPRD Sumut Apresiasi Bupati Batubara

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Ketua Komisi D DPRD Sumut, Delpin Barus ST mengapresiasi inisiatif Bupati Batubara Zahir, mengusulkan pelebaran dan penataan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dari Simpang Gambus menuju Simpang Lima Puluh. Upaya ini dilakukan dalam rangka pengembangan kawasan Kota Lima Puluh sebagai ibu kota Kabupaten Batubara.

Demikian disampaikan Delpin Barus, ST kepada awak media usai memimpin Rapat Dengan Pendapat (RDP) antara Komisi D DPRD Sumut dengan Pemkab Batubara, DPRD Batubara, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sumut, dan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) II Medan, terkait usulan pelebaran dan penataan Jalan Lintas Sumatera oleh Pemkab Batubara kepada pemerintah pusat, Senin (27/9/2021).

“Saya selaku Ketua Komisi D DPRD Sumut sangat mengapresiasi langkah-langkah Bupati Batubara Bapak Zahir yang telah berinisiatif jemput bola untuk pengusulan pelebaran jalan tersebut. Saya kira usulan dari Pemkab Batubara ini sangat rasional dan realistis, mengingat Batubara kini telah menjadi daerah kawasan industri nasional yang menuntut adanya pertumbuhan infrastruktur dan sarana publik representatif,” kata Delpin Barus.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, dari hasil RDP Komisi D tadi, semua pihak sepakat dan mendukung usulan Bupati Batubara tersebut. Bahkan Komisi D DPRD Sumut siap mengawal dan mensupport penuh agar usulan ini dapat diterima oleh pemerintah pusat. “Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) II Medan, Selamat Ryasidi Simanjuntak yang hadir langsung dalam RDP tersebut juga siap mensupport usulan Pemkab Batubara tersebut”, ungkapnya.

Delpin juga berharap, supaya para kepala daerah di Sumut dapat meniru langkah Bupati Batubara ini yang tidak mau menunggu saja, namun terus berinisiatif mengusulkan berbagai program pembangunan infrastruktur kepada pemerintah pusat dalam rangka percepatan dan pertumbuhan pembangunan di daerah. (adz)

Tender Ulang Proyek di ULP Pemko Medan, Jangan Sampai Bagi-bagi “Kue”

PEMBETONAN JALAN: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pembetonan jalan di Jalan Veteran Medan, baru-baru ini. Pemko Medan mentender ulang 27 paket proyek pekerjaan di ULP. istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi IV DPRD Medan menyayangkan kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, dalam hal ini Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setdako Medan yang melakukan tender ulang terhadap 27 paket proyek pengerjaan infrastruktur di Dinas PU Kota Medan.

PEMBETONAN JALAN: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pembetonan jalan di Jalan Veteran Medan, baru-baru ini. Pemko Medan mentender ulang 27 paket proyek pekerjaan di ULP. istimewa/sumutpos.

Pasalnya dikhawatirkan, kebijakan tender ulang akan kembali memakan waktu, sehingga waktu pengerjaan proyek akan sangat terbatas. Sehingga, kualitas pengerjaan proyek tidak akan maksimal. Tak cuma itu, terbatasnya waktu pengerjaan akan berpengaruh terhadap minimnya serapan anggaran yang sangat berpotensi dalam menimbulkan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa).

“Pembatalan tender ulang 27 proyek telah menimbulkan asumsi buruk terhadap kinerja Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Jangan sampai ada kesan isu miring, bagi-bagi ‘kue’ (proyek) di Pemko Medan di tahun awal kepemimpinan Bobby,” ucap Sekretaris Komisi IV Burhanuddin Sitepu saat pembahasan P-APBD Pemko Medan 2021 bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan ULP Kota Medan di ruang komisi IV gedung DPRD Medan, Sabtu (25/9).

Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi IV Paul Mei Anton Simanjuntak didampingi Wakil Ketua Komisi Edy Eka Suranta S Meliala, Sekretaris Burhanudin Sitepu, dan pata anggota Komisi seperti Edwin Sugesti Nasution, Renville P Napitupulu, dan Syaiful Ramadhan.

Sedangkan dari Pemko Medan, turut dihadiri Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdako MedanTopan OP Ginting didampingi sejumlah stafnya. Juga dihadiri Sekretaris Dinas PU Kota Medan Ferri Ichsan, bersama Ka UPT Medan Selayang Maruli P Sitanggang dan Kasubbag Penyususunan Program Mardian Habibi Gultom.

Dalam rapat itu juga, Anggota Komsi IV Renville Pandapotan Napitupulu, mengatakan bahwa pembatalan proyek sangat berdampak pada waktu pengerjaan yang terbatas. “Bagaimana menghasilkan kualitas proyek yang bagus bila pengerjaannya terburu-buru di penghujung tahun. Belum lagi musim hujan yang dapat mengganggu pengerjaan di lapangan nanti,” cetus Renville.

Renville pun mencontohkan, tender ulang dapat mengganggu serapan anggaran karena proses ulang tender akan menghabiskan waktu yang cukup lama.”Lihat saja, buktinya hingga saat ini belum ada pengorekan drainase untuk pengerjaan hasil tender. Dimungkinkan bahan untuk drainase itupun bisa saja belum selesai,” katanya.

Wakil Ketua Komisi IV Edy Eka Suranta S Meliala alias Diko juga mengatakan hal yang senada. Dico pun berpendapat, hal itu bisa terjadi karena kurangnya koordinasi dan kolaborasi antara Dinas PU Medan dan Bagian ULP di Pemko Medan.

“Ini karena kurangnya koordinasi Dinas PU dan ULP, sehingga jadwal berantakan. Proses tender ulang pasti menyita waktu, kapan lagi pengerjaannya. Kami minta, kedepan hal ini tidak terjadi lagi,” pungkas Dico.

Anggota komisi lainnya, Edwin Sugesti Nasution juga mengaku pesimis bahwa pembangunan infrastruktur di Kota Medan dapat membaik dalam dua tahun ini, kalau kinerja bawahan Wali Kota Medan tidak tanggap dengan situasi dan apa yang diinginkan Wali Kota Medan.”Memang berapa tahun lagi kondisi Medan ini bisa bebas dari banjir,” cetus Edwin.

Menyahuti para anggota dewan, Kabag Pengadaan Barang Jasa Setdako Medan Topan OP Ginting, menyebutkan bahwa masalah tender ulang memang sudah diatur dalam Perpres No.16 dan diubah menjadi No.12 Tahun 2021. Tender ulang ulang yang dilakukan di ULP Pemko Medan, dilakukan karena banyaknya pengikut tender yang dinilai tidak memenuhi kualifikasi.

“Penyebabnya ketidaktersediaan alat utama sebagai pendukung, apalagi tender pada drainase dan trotoar yang menggunakan cetakan. Penyedia tidak lengkap sebagai dokumen persyaratan,” terang Topan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PU Kota Medan Ferri Ichsan, menanggapi pertanyaan Edwin terkait banjir. Ferri menyebutkan, penyelesaian banjir dapat diatasi bila seluruh sungai di Kota Medan telah dinormalisasi. “Sungai harus dinormalisasi, jika belum tidak bisa diprediksi,” jawabnya.

Di akhir rapat, Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak, mendorong Dinas PU Kota Medan agar merealisasikan usulan perbaikan jalan dan drainase yang disampaikan lewat e-Pokir DPRD Medan.

Menurut Paul, usulan itu diharapkan dapat direalisasikan segera dan menjadi skala prioritas.”e-Pokir anggota DPRD Medan di Tahun 2019 dan 2020 banyak yang belum terealisasi,” pungkasnya. (map/ila)

Usulan itu kami teruskan yang datangnya dari keluhan masyarakat seperti jalan berlubang dan drainase rusak. Wajar kalau kami memperjuangkan agar segera dikerjakan,” pungkasnya. (map/ila)