28 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 3096

Tim LPPM USU Kenalkan Indigofera dan Sorgum untuk Pakan Ternak

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO- Masyarakat Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, memiliki potensi ternak yang cukup besar, baik ternak sapi maupun kambing. Namun, para peternak di desa itu sering terkendala dalam mencari rumput sebagai pakan ternak mereka.

Tim Pengabdian Masyarakat LPPM USU menyerahan tanaman Indigofera dan Sorgum sebagai bahan pakan ternak kepada Kelompok Ternak Bhineka Sejahtera dan Kelompok Tani Bakti Pancasila Desa Paluh Kurau.

Kegiatan mengarit atau mencari rumput untuk ternak mereka, cukup menyita waktu sehingga kegiatan memelihara ternak kurang diminati oleh anak-anak mereka. Apalagi, mereka juga sering mencari rumput sampai jauh ke desa lain.

Mengatasi permasalahan itu, Tim Pengabdian Masyarakat LPPM USU yang diketuai Rahmadhani Banurea SSi MSi didampingi Adrian Hilman STP MSc sebagai anggota, memperkenalkan tanaman Indigofera dan Sorgum lewat kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Paluh Kurau, Hamparan Perak, Deliserdang, Minggu (12/9/2021).

Adapun kegiatan yang dilakukan antara lain, penyuluhan dan praktek pembuatan pakan ternak berbahan daun Indogofera dan sorgum yang difermentasikan. Dalam penyuluhan, Achmad Sadeli SPt MSc selaku narasumber, menyampaikan informasi tentang kelebihan dari tanaman Indogofera dan Sorgum sebagai bahan pakan ternak dibandingkan bahan pakan ternak lainnya.

Tim Pengabdian Masyarakat LPPM USU mempraktekkan teknologi pembuatan pakan ternak dari daun Indigofera dan Sorgum di Desa Paluh Kurau Dusun IX.

Disebutnya, tanaman Indigofera dan Sorgum ini tidak hanya mudah ditanam, tapi juga memiliki kandungan nutrisi dan energi yang lengkap bagi ternak. Tanaman Indigofera memberikan nutrisi protein yang tinggi, sedangkan sorgum memberikan sumber energi tinggi bagi pakan ternak. Sorgum (Sorghum bicolor L Moench) merupakan tanaman serealia yang memiliki potensi untuk dibudidayakan baik di daerah kering maupun di daerah dengan curah hujan tinggi.

“Diharapkan, dengan menanam tanaman Indigofera dan Sorgum, para peternak bisa lebih menghemat waktu mencari rumput, dan yang pasti, peternak mendapat nilai lebih, yaitu nutrisi dan energi yang didapat dari tanaman Indigofera dan sorgum jauh lebih lengkap jika dibanding dengan pakan rumput, yang selama ini diberikan pada ternak,” ungkapnya.

Tokoh masyarakat di Desa Paluh Kurau, dalam kegiatan ini menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Tim LPPM USU yang telah membantu mereka dalam memperkenalkan pakan ternak dari tanaman Indigofera dan Sorgum. “Kami juga berharap kegiatan Pengabdiaan Masyarakat dari USU ini dapat terus berlanjut di tahun depan untuk kelangsungan dan pengembangan pakan ternak di Desa Paluh Kurau,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari USU juga melakukan penyerahan tanaman Indigofera dan bibit sorgum oleh Ketua Pengabdian Rahmadhani Banurea SSi MSi kepada aparat pemerintahan desa yang diwakili Kepala Dusun IX Desa Paluh Kurau Nasrun Damanik, didampingi Kelompok Peternakan Bhineka Sejahtera Desa Paluh Kurau M Ridwan dan Kelompok Tani Bakti Pancasila Desa Paluh Kurau, Syahrun. (adz)

Ortu Perlu Bangun Komunikasi Dua Arah Hindari Anak Kecanduan Pornografi

LABUSEL, SUMUTPOS.CO —Orang tua di era digitalisasi dewasa ini, penting memahami cara antisipasi kecanduan anak terhadap pornografi melalui berbagai platform digital maupun internet. Salah satunya yakni, dengan membangun komunikasi dua arah guna memberi pencerahan bahaya ataupun dampak akan hal tersebut.

WEBINAR: Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Kominfo RI diselenggarakan di Kabupaten Labusel, Sumut, dengan mengangkat tema besar “Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”, pada 19 Agustus 2021. (IST)

“Selain membangun komunikasi positif dua arah, ortu (orang tua) juga perlu menjelaskan konsekuensi dari apa yang dilakukan anak,” kata Diwana Lestari saat menjadi pemateri dalam Webinar Gerakan Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Kominfo RI di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Selatan), Sumatera Utara pada Kamis, 19 Agustus 2021.

Berbicara di sesi Etika Digital melalui tema ‘Bahaya Pornografi Bagi Perkembangan Otak Anak’, Diwana menjelaskan cara lain mengantisipasinya dengan memantau aktifitas daring anak, menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dilihat oleh anak, membatasi waktu pemakaian gawai, serta memasang filter pada gadget untuk menyaring konten yang masuk.

“Dampak pornografi pada anak dapat memicu kecanduan atau narkolema, dapat memicu kejahatan dan gangguan seksual, dapat menyebabkan gangguan kepribadian, menyebabkan kesulitan konsentrasi, dan mengalami gangguan belajar,” terangnya.

Di samping itu, lanjut dia, pornografi dapat memberi dampak langsung pada perkembangan otak anak dan remaja, yang bisa menyebabkan kerusakan otak permanen bila tidak segera diatasi.

Terdapat dua bagian otak yang masing-masing berfungsi untuk berpikir logika atau Pre Frontal Corteks atau bagian otak depan dan emosi reaktif atau sistem limbik atau bagian tengah otak. Pada bagian Pre Frontal Corteks PFC, otak bertanggungjawab untuk mengontrol konsekuensi, tujuan masa depan, kecerdasan dan rasa peduli dengan orang lain.

“Sementara bagian limbik, otak bertanggungjawab untuk melindungi dari bahaya, keinginan untuk bersenang-senang, tidak peduli dengan konsekuensi dan hanya peduli pada diri sendiri,” pungkasnya.

Mia Marcellina, tenaga pendidik dan Roland Internasional Artist, menguatkan pernyataan Diwana. Bahwa ortu menurutnya memiliki tantangan untuk memberikan keamanan internet untuk anak.

“Yakni meliputi akses internet yang semakin mudah, bebas terkoneksi tanpa aturan, serta orang tua gagap teknologi. Peran yang dapat dilakukan orang tua, antara lain memahami internet jaringan sosial media, mengarahkan penggunaan perangkat dan media digital dengan tepat, komunikasi dan edukasi, menggunakan perangkat secara bijak, serta mengimbangi waktu penggunaan media digital dengan interaksi dunia nyata,” paparnya di sesi Keamanan Digital, melalui tema bertajuk “Peran Orang Tua Dalam Memberikan Tentang Keamanan Internet Untuk Anak”.

Ia pun beri tips menjaga keamanan anak selama berselancar di dunia maya. “Antara lain melindungi identitas digital anak, mengontrol dan mendampingi, memberi batasan dan mengatur frekuensi, serta tunjukan potensi kejahatan dan berbahaya di dunia maya,” pungkasnya.

Sementara di sesi Budaya Digital, Nana Ariani menjelaskan pendidikan akademis dan karakter meliputi akal budi, dimensi emosi, moral, etis, serta dimensi penghendakan atau konatif. “Konsep guru penggerak, sekolah penggerak, dan organisasi penggerak, apalagi yang diseleksi, akan melahirkan kelompok elit, yang dianggap sebagai aktor utama perubahan pendidikan,” kata Pengajar Praktik Guru Penggerak Kabupaten Labuhanbatu tersebut.

Konsep seperti ini, menurutnya tidak demokratis, berdampak pada pembiaran pemberdayaan pelaku pendidikan, yang secara simultan seharusnya diintervensi oleh Kemendikbud sebagai pelaksana kebijakan.

“Sumber daya manusia yang unggul merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Pelajar pancasila, mencakup kebhinekaan global, gotong royong, kreatif, bernalar kritis, mandiri, serta berketuhanan dan berakhlak mulia,” katanya dengan materi bertajuk “Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”.

Melengkapi paparan pemateri sebelumnya, Mandradhitya Kusuma, yang berbicara di sesi Kecakapan Digital melalui tema “Welcoming Gen Alpha: Chance and Challenge in Digital Skills”, menyampaikan generasi alpha tidak hanya tumbuh dengan kemudahan namun mereka juga diharap dapat menjadi generasi yang paling lama hidup, yang terdukung lebih baik secara material, yang terliterasi dan difasilitasi dengan teknologi, dan secara global akan menjadi generasi yang paling kaya yang pernah ada di dunia.

“Alpha disajikan sebagai generasi yang sangat ditandai oleh teknologi baru dan jaringan sosial, dengan masa depan yang lebih tidak pasti dalam menghadapi perubahan politik dan ekonomi yang cepat, dan dengan tekanan untuk memimpin perang melawan perubahan iklim dan transisi ke planet yang lebih berkelanjutan,” ujar Dosen STP Bandung dan Sekpro MTB STP Bandung itu.

Solusi untuk generasi berkelanjutan, sebut dia, meliputi sediakan ruang mendengar untuk generasi alpha, berikan kebebasan memanfaatkan teknologi dengan baik, lengkapi etika dan budi pekerti ekosistem digital, serta ubah pola pikir akan isu-isu berkelanjutan bumi.

Webinar diakhiri oleh Florencia Gracella dari
Beauty Influencer, yakni menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat para narasumber.

Sebagai keynote speaker, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.

Diketahui, kegiatan ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo tentang pentingnya SDM yang memiliki talenta digital. Berkenaan dengan itu, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera pada 77 kabupaten/kota dari Aceh hingga Lampung.

Ditjen Aptika memiliki target hingga 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital, yakni secara spesifik dimulai pada 2021. Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi di bidang digital.

Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta internet yang semakin masif oleh masyarakat, sehingga implementasi program literasi digital di daerah perlu terus digalakkan. (rel/dek)

Bantu Digitalisasi Guru dan Kepala Sekolah, Tanoto Foundation Luncurkan e-PINTAR

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Hari ini Tanoto Foundation meluncurkan platform e-PINTAR, suatu inovasi pengembangan profesi kependidikan untuk mengakomodasi kebutuhan pengembangan diri secara terus menerus bagi guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia.

e-PINTAR, platform pelatihan guru dan kepala sekolah berbasis digital yang dikembangkan Tanoto Fundation diluncurkan penggunaannya oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Dr. Iwan Syahril Ph.D dan CEO Global Tanoto Foundation, Dr. J. Satrijo Tanudjojo. Setelah di uji coba dan digunakan oleh 480 guru dari 17 provinsi di Indonesia, hasilnya 98,1% guru menyampaikan, ePINTAR meningkatkan kemampuan mengajar pembelajaran aktif dan membantu beradaptasi dalam penggunaan teknologi. Ist/Sumut Pos.

Menurut CEO (Global) Tanoto Foundation, Dr. J. Satrijo Tanudjojo, teknologi  merupakan enabler (alat bantu) yang mempunyai daya ungkit yang besar untuk bisa meningkatkan kualitas pendidikan. Kekuatan inilah yang mendorong Tanoto Foundation menyasar pemanfaatan teknologi untuk pelatihan guru berskala besar dan penyebaran praktik baik pengajaran.

“e-PINTAR ditujukan untuk mendukung digitalisasi pendidikan, terutama di area pengembangan kompetensi guru. Kami percaya guru harus jago memanfaatkan teknologi untukbelajar, agar mampu mendampingi siswanya yang sudah digitalnative duluan,” ungkap Satrijo ketika membuka acara peluncuran e-PINTAR, Selasa (14/9).

Para guru dan kepala sekolahdi seluruh Indonesia dapat mengakses platform e-PINTAR secara fleksibel,lintas waktu dan geografi. e-PINTAR menyediakan ruang bagi para peserta untuk berkomunikasi dengan fasilitator dan guru-guru peserta lainnya untuk saling belajar. Tanoto Foundation berkomitmen untuk melakukan perbaikan terus menerus atas konten-konten e-PINTAR agar tetap relevan dengan perkembangan pendidikan.

Sebagai platform pelatihan guru dan kepala sekolah berbasis digital, e-PINTAR telah di uji coba pada bulan April 2021oleh 500 guru di Indonesia terutama untuk daerah di luar mitra Program PINTAR.Setelah mengikuti uji coba, 98,1 persen peserta menyatakan e-pintar meningkatkan kemampuan mengajar pembelajaran aktif dan membantu beradaptas idalam penggunaan teknologi.

Konten-konten e-PINTAR diharapkan menjad ikontribusi peningkatan kapasitas guru melalui berbagai fitur seperti video dan kuis interaktif, artikel bacaan, penugasan, hingga forum diskusi. Klinik pemantapan materi dimana peserta dapat berkomunikasi dengan fasilitator juga diharapkan memberikan pemahaman lebih lanjut berkaitan dengan modul yang dipelajaridalam e-PINTAR. Peserta juga akan mendapatkan sertifikat jika telah menyelesaikan semua aktivitas pelatihan dalam platform e-PINTAR.

Kehadiran e-PINTAR turut diapresiasi oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Iwan Syahril Ph.D. Menurut Iwan, e-PINTAR merupakan solusi untuk menghadapi tantangan pembelajaran di masa pandemi.

“Saya sangat mengapresiasi upaya dari Tanoto Foundation yang telah menciptakan program e-PINTAR berbasis digital yang akan dapat diakses seluas-luasnya melalui  pintartanoto.id. Program ini memberi kesempatan pada guru-guru untuk terus melakukan pembelajaran, berlatih secara mandiri melalui learning management system,” tambahnya. (rel)

Rencana Merger Pelindo I-IV Dilakukan 1 Oktober Tahun Ini

Temu Media dalam Rangka Sosialisasi Integrasi Pelindo yang digelar di Kantor Pusat PT Pelindo IV di Makassar, Selasa (14/9).

MAKASSAR, SUMUTPOS.CO – Pemerintah segera mewujudkan penggabungan atau merger empat BUMN Pelabuhan yaitu PT Pelindo I-IV Persero pada tanggal 1 Oktober 2021. Dalam merger ini PT Pelindo II akan bertindak sebagai surviving entity atau perusahaan penerima penggabungan. Setelah merger, nama perusahaan hasil penggabungan menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

“Integrasi Pelindo akan meningkatkan produktifitas dan efisiensi melalui standarisasi proses bisnis dan pelayanan di pelabuhan. Situasi ini secara bertahap akan berdampak terhadap penurunan harga barang yang diangkut,” kata Direktur Utama Pelindo IV, Prasetyadi dalam ‘Temu Media’ yang digelar di Kantor Pusat PT Pelindo IV di Makassar,  Selasa (14/9).

Seluruh Dirut Pelindo khusus hadir dalam kegiatan ini, yaitu, Dirut Pelindo I Prasetyo, Dirut Pelindo II Arif Suhartono, Dirut Pelindo III Boy Robyanto, serta jajaran Direksi Pelindo I, II, III dan IV.

Kegiatan yang dihadiri sejumlah pemimpin media nasional dan lokal baik yang berada di Makassar maupun di provinsi lainnya yang termasuk dalam kelolaan Pelindo IV ini, dimaksudkan untuk memberikan informasi dan pemahaman lebih luas kepada masyarakat, dalam hal ini media sangat berperan dalam menyebarluaskan informasi yang tepat. Kegiatan serupa telah diselenggarakan sebelumnya di wilayah kelolaan Pelindo I yang berpusat di Medan, wilayah Pelindo II di Jakarta, dan wilayah Pelindo III di Surabaya.

Seiring dengan penggabungan itu, visi Pelindo ke depan adalah​ “Menjadi Pemimpin Ekosistem Maritim Terintegrasi dan Berkelas Dunia”, dengan misi Pelindo adalah “Mewujudkan jaringan ekosistem maritim nasional melalui peningkatan konektivitas jaringan dan integrasi pelayanan guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.”

Lebih lanjut Prasetyadi menyebutkan, saat ini biaya logistik nasional masih tergolong tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara lain yakni sekitar 23% dari total Gross Domestic Product (GDP) Indonesia.  Hal itu disebabkan oleh operasi dan infrastruktur pelabuhan yang belum optimal.

“Dengan kondisi tersebut, pemerintah akan melakukan Integrasi Pelindo untuk meningkatkan konektivitas nasional dan standarisasi pelayanan pelabuhan, layanan logistik yang terintegrasi, serta meningkatkan skala usaha dan penciptaan nilai BUMN Layanan Pelabuhan melalui keunggulan operasional serta komersial dan keuangan,” jelasnya.

Menurut Prasetyadi, integrasi Pelindo juga akan memudahkan koordinasi pengembangan kawasan industri dan ekonomi khusus di sekitar pelabuhan di daerah-daerah sehingga mendorong peningkatan konektivitas hinterland yang akan berdampak pada meningkatnya volume ekspor-impor dan trafik pelabuhan. Dengan demikian selain berkontribusi positif pada perekonomian nasional, integrasi juga merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah.

Skema integrasi BUMN Pelabuhan dipilih karena mempertimbangkan beberapa faktor antara lain potensi penciptaan nilai yang efisien dan terkoordinasi secara sistematis, fokus kompetensi yang dimiliki saat ini, tingkat disrupsi yang tidak terlalu tinggi karena terdapat penyesuaian sinergi secara bertahap dari business as usual.

Selain itu cost of fund dapat dioptimalkan dengan sebagai entitas yang lebih besar dan kuat, entitas penerima penggabungan (surviving entity) bisa mengelola aset lebih baik dan efisien, serta penggabungan ini bisa segera diwujudkan karena bisnis yang dimiliki serupa.

Aktivitas Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Priok.

Direktur Utama Pelindo II dan Ketua OC Penggabungan Pelindo, Arif Suhartono, menjelaskan bahwa pasca merger, Pelindo akan membentuk empat klaster bisnis atau subholding untuk anak perusahaan-anak perusahaan yang dimiliki oleh Pelindo I-IV. Subholding dibentuk berdasarkan kategori bisnis. Keempat subholding tersebut adalah: (1) peti kemas, (2) non peti kemas, (3) logistik & hinterland development, dan (4) marine, equipment, & port services.

“Pemfokusan klaster-klaster bisnis akan meningkatkan kapabilitas dan keahlian yang akan berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan melalui kualitas layanan yang lebih baik dan peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya keuangan, aset, dan SDM,” tutur Arif Suhartono. 

Menurutnya anak perusahaan-anak perusahaan Pelindo I-IV selanjutnya akan ditempatkan di masing-masing Subholding berdasarkan lini bisnisnya. Contohnya semua anak perusahaan Pelindo I-IV yang bergerak di bidang peti kemas akan masuk ke Subholding Peti kemas.

Pembentukan subholding dinilai tepat karena anak perusahaan-anak perusahaan tersebut akan tetap dengan identitasnya dan berdiri sendiri-sendiri. Yang berbeda adalah jika sebelumnya yang bertindak sebagai parent company adalah Pelindo I, II, III atau IV,  kini anak perusahaan tersebut berada di bawah pengawasan masing-masing dari keempat subholding sebagai business owner.

Menurut Prasetyadi, ke depannya juga diharapkan dapat mendukung pengembangan industri di kawasan sekitar pelabuhan, hingga lebih jauh mendorong peningkatan konektivitas hinterland (daerah atau tempat produksi yang terletak di sekitar pelabuhan), volume ekspor impor, dan trafik pelabuhan.

Dia menambahkan, penggabungan ini akan meningkatkan posisi Pelindo terintegrasi menjadi operator terminal peti kemas terbesar nomor 8 dunia dengan target throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs. “Melalui efek multiplier ekonomi, integrasi ini akan menumbuh kembangkan distribusi barang dan jasa antarwilayah, yang pada gilirannya disebabkan oleh indeksi kepuasan pelanggan yang makin tinggi, akan menciptakan investasi-investasi baru. Seiring itu, tenaga kerja bakal terserap lebih banyak.”

Sedangkan Arif menekankan, penggabungan ini akan memberikan potensi yang besar. “Dengan adanya integrasi ini akan lebih banyak penciptaan kreativitas atau bisnis baru yang semakin besar potensinya, dan nantinya di line bisnis akan menjadi satu misalnya di bisnis sektor peti kemas, standarisasi menjadi satu, sehingga pelayanan akan menjadi standar dari Sabang hingga Merauke.” 

Penggabungan BUMN Pelabuhan merupakan langkah tepat dan relevan untuk menyesuaikan dengan kemajuan industri yang makin pesat seiring kemajuan teknologi dan informasi. Sebagai perusahaan operator pelabuhan yang memiliki peran besar dalam menjaga rantai distribusi logistik dan berimplikasi pada kemajuan ekonomi negara, memang diperlukan terobosan melalui integrasi BUMN Pelabuhan. 

Hingga saat ini, Peraturan Pemerintah tentang Penggabungan BUMN Pelabuhan masih dalam proses penerbitan. Kemudian selanjutnya akan berlaku efektif setelah penandatanganan Akta Penggabungan.

Rencana integrasi ini juga telah mendapat dukungan penuh dari berbagai kalangan termasuk dari Serikat Pekerja seluruh Pelindo. Pada 24 Agustus 2021, Serikat Pekerja PT Pelindo IV menggelar rapat koordinasi yang salah satu agendanya adalah memberikan dukungan penuh atas Integrasi Pelindo. (Rel)

Raih Lebih 35% Kursi di DPRD, Rapidin Simbolon Janjikan Satu Mobil Fortuner untuk DPC PDIP

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Satu unit mobil Fortuner telah disiapkan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon untuk DPC PDI Perjuangan yang mampu memenangi Pemilu Legislatif dengan perolehan kursi melebihi 35 persen dari jumlah kursi di masing-masing kabupaten/kota.

Hal tersebut disampaikan Rapidin Simbolon saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi dengan DPC PDI Perjuangan se-Sumut gelombang ketiga di Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut Jalan Jamin Ginting Medan, Selasa (14/9/2021).

“Janji dan komitmen saya, DPC yang memperoleh 35% kursi dari jumlah kursi yang tersedia di Pemilu 2024 akan saya hadiahi satu unit mobil Fortuner,” ujar Rapidin yang disambut amplus meriah dari 8 DPC yang hadir yaitu Medan, Deliserdang, Padangsidimpuan, Madina, Palas, Paluta, Samosir dan Nias Barat.

Rapidin juga menyatakan, hadiah tersebut dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada seluruh DPC PDI Perjuangan se-Sumut untuk merebut kemenangan pada Pemilu 2024. “Hadiah mobil itu untuk operasional partai, jadi bukan menjadi miliki pribadi, saya tegaskan mobil itu nantinya menjadi milik partai,” tegas Rapidin.

Janji hadiah ini disambut optimis oleh Ketua DPC Padangsidimpuan, Tati Hariani Tambunan yang optimis kalau mobil Fortuner hadiah dari Ketua DPD PDIP Sumut itu akan menjadi milik DPC Padangsidimpuan. “Padangsidimpuan optimis akan membawa pulang hadiah mobil Fortuner dari Ketua DPD, karena kami yakin akan mencapai target yang ditetapkan. Target kami pada Pemilu 2024 adalah menang Pileg dan Pilkada,” tegas Tati Hariani dengan penuh semangat

Rasa optimis juga disampaikan DPC-DPC lain. Ketua DPC PDI Perjuangan Samosir, Sorta Ertaty Siahaan yang baru dilantik juga mengklaim bahwa hadiah itu akan menjadi milik DPC Samosir. Demikian juga DPC Medan dan Nias Barat menyampaikan rasa optimismenya. (adz)

Promo Kulineran Bebas Ongkir GoFood, Jajan Hemat sambil Bantu UMKM

Saat ini GoFood sedang menggelar Promo Kulineran Bebas Ongkir (untuk jarak pengiriman terdekat). Promo ini digelar mulai tanggal 7 September sampai 20 September mendatang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Musim hujan sudah tiba. Suasana dingin, bikin tambah mager untuk berburu kuliner. Tapi perut sudah meronta-ronta minta dimanja. Daripada galau dan bingung, lebih baik yuk kita hunting kuliner terbaru di GoFood. Ada promo yang asyik dan pas di musim hujan seperti sekarang ini. Bisa makan enak, tanpa repot, sekaligus membantu UMKM di kota Medan, pluuus bebas ongkir lagi!

Saat ini GoFood sedang menggelar Promo Kulineran Bebas Ongkir (untuk jarak pengiriman terdekat). Promo ini digelar mulai tanggal 7 September sampai 20 September mendatang. Dan asyiknya lagi, promo ini melibatkan bagi mitra-mitra usaha UMKM yang baru bergabung di GoFood. Jadi kalau kamu jajan, kamu tidak cuma menghemat ongkir, tapi sekaligus membantu UMKM di kota Medan ini untuk terus berkembang.

Caranya gimana? Ya seperti biasa, kamu tinggal buka aplikasi Gojek kamu. Masuk ke fitur GoFood, nah disitu akan ada tuh banner-banner promo. Tinggal klik Promo Kulineran Bebas Ongkir dan kamu bisa pilih sesuka hati menu yang cocok di hati.

Dengan ratusan pilihan mitra usaha dan ribuan menu yang begitu beragam, kamu bahkan bisa jajan tanpa ongkir sampai seminggu ke depan. Ya iyalah, kan promonya masih sampai tanggal 20 September. Yang pasti kenyamanan memesan lewat GoFood dibarengi dengan rasa aman karena mitra-mitra Gojek yang membantu memesan makanan kamu sudah hampir seluruhnya divaksin. Kalau nggak percaya, bisa dicek deh di status mitra driver kamu saat pesan GoFood. Nah, sudah praktis, mudah, hemat dan kamu ikut bantu sektor UMKM. Paket lengkap kan.

Jadi kuylaah, mumpung ada Promo Kulineran Bebas Ongkir, kita bisa jajan hemat sambil bantu UMKM di Medan jadi hebat! (rel)

Tiga Pelaku Pembakar Mobil Polisi Sergai Ditangkap

KETERANGAN: Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) AKBP Robin Simatupang memberikan keterangan pers terkait pembakaran mobil dinas personel Polres Sergai, Senin (13/9).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Tiga pelaku pembakaran mobil personel Polres Serdang Bedagai (Sergai) diringkus Satreskrim Polres Sergai. Pembakaran yang terjadi pada (29/2/2020) sekitar pukul 02.30 WIB itu, terjadi dikediaman personel Polres Sergai di Lingkungaj VI, Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Adapun ketiga pelaku yang berhasil ditangkap berinisial ST (33), MIT (26), dan AS alias Cakil (33). Sedangkan seorang pelaku masih buron Iw alias Penger (40).

KETERANGAN: Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) AKBP Robin Simatupang memberikan keterangan pers terkait pembakaran mobil dinas personel Polres Sergai, Senin (13/9).

“Pada bulan 29 Februari 2020, anggota kita bernama M Azhar Ritonga (44) dari Polsek Perbaungan melakukan penangkapan terhadap sindikat narkoba. Kita terus melakukan penangkapan narkoba. Namun, saat kita menangkap sindikatnya bernama Uto warga Dusun V, Desa Naga Lawan, AS alias Cakil, dan Iw, merasa terusik dan terganggu,” ujar Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang, Senin (13/9).

Kata Kapolres, pelaku AS alias Cakil dan Penger menyuruh anggotanya yang bernama MIT dan STdi Tanjung, melakukan pembakaran mobil petugas yang menangkap anggotanya.

“Cakil memberi imbalan sebesar Rp5 juta kepada anggotanya untuk membakar mobil anggota kita,” ujarnya.

Sementara itu, sebelum melakukan pembakaran, Penger menyiapkan sepeda motor. Kemudian ST bertugas membeli minyak bensin. Sedangkan MIT yang mensurvei mana rumah anggota Polres Sergai yang akan menjadi target pembakaran.

“Dilihatnya anggota kita ini sering memarkirkan mobil di depan gerasinya. ST dan MIT, mengendaraai sepeda motor yang disiapkan oleh Penger, mendatangi rumah korban dan menyiramkan minyak bensin serta membakar,” ujar AKBP Robin. “Setelah api mulai marak, asap masuk ke rumah korban. Korban pun mengetahui bahwa mobil miliknya dibakar, dan korban langsung menyiramkan air,” sambungnya.

Ketiga pelaku pembakaran, Robin menegaskan merupakan sindikat narkoba, dan sudah pernah ditangkap. “Untuk Penger masih terus kita lakukan pengejaran, segera akan kita tangkap,” ujar Robin.

Pelaku AS alias Cakil mengaku baru dua tahun menjual narkotika jenis sabu. “Saya berjualan sabu sudah ada sekitar dua tahun,” akunya.(gsr/azw)

ujar Cakil kepada Kapolres Sergai.

Akibat perbuatan para pelaku, ketiganya terancam pasal 187 ke-1e, 2e jo 55, 56 dari KUHPidana 12 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Oknum TNI Tersangka Penembak Wartawan Meninggal Dunia

PAPARKAN: Oknum TNI, Praka A (tengah), tersangka penembak wartawan Mara Salem Harahap saat dipaparkan dalam keterangan pers di Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang oknum TNI, Praka A, yang diduga merupakan pelaku penembak wartawan Mara Salem Harahap atau Marsal (42), di Kabupaten Simalungun, pada Juni 2021 lalu, meninggal dunia. Diduga, oknum personel TNI itu, meninggal dunia saat ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Militer Pomdam I/BB.

PAPARKAN: Oknum TNI, Praka A (tengah), tersangka penembak wartawan Mara Salem Harahap saat dipaparkan dalam keterangan pers di Medan, beberapa waktu lalu.

Sebelum meninggal dunia, Praka A diketahui sempat mengalami sakit dan dirawat di Rumah Sakit (RS) Putri Hijau, Kota Medan. Setelah dinyatakan meninggal dunia, jasad Praka A kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk proses autopsi.

“Meninggal dunia pada hari Minggu (12/9) sekira pukul 20.00 WIB,” kata Kepala Penerangan Kodam I Bukit Barisan, Letkol Inf Donald Erickson Silitonga, kepada wartawan di Medan, Senin (13/9).

Dia juga menyebutkan, bahwa pihaknya telah membentuk tim untuk mengetahui penyebab kematian Praka A. Dia menuturkan pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari RS Bhayangkara Medan.

“Kami lagi menginvestigasi dan yang bersangkutan kemarin malam otopsi di RS Bhayangkara Medan dan hasilnya belum tahu,” jelasnya.

Diketahui, tersangka Praka A diduga terlibat penembakan seorang wartawan Marsal Harahap di Kabupaten Simalungun. Akibat perbuatannya, Praka A terancam dipecat dari kesatuannya dan penjara paling lama 15 tahun.

Sebelumnya, Kepolisian menetapkan tiga tersangka kasus pembunuhan wartawan Marsal Harahap, di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut).

Keterangan itu disampaikan Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak didampingi Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Hasanuddin dalam konferensi pers di markas Polres Pematangsiantar, Kamis sore (24/6).

Ketiga tersangka berinisial YFP (31) dan S (57) warga Kota Pematangsiantar, dan A, seorang oknum TNI selaku eksekutor penembakan.

Kapolda Sumut mengungkapkan tersangka S sakit hati atas pemberitaan korban terkait peredaran narkoba di tempat hiburan malam miliknya, dan menyuruh orang untuk memberikan pelajaran.

Korban Marsal Harahap tewas dengan luka tembak di paha kirinya pada Jumat, 18 Juni 2021, tengah malam, saat dalam perjalanan pulang ke rumahnya yang berada di Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun. (dwi/azw)

Sidang Korupsi Pengutipan Biaya Sewa Pasar Induk Lau Chi, Pegawai PD Pasar Medan Didakwa Rugikan Negara Rp1,4 M

SIDANG: Pegawai PD Pasar Kota Medan, Aidil Syofyan terdakwa kasus korupsi menjalani sidang dakwaan secara virtual di PN Medan, Senin (13/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Aidil Syofyan (45) selaku pegawai Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan, menjalani sidang perdana secara virtual di Ruang Cakra 4 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (13/9). Warga Jalan Jemadi, Medan Timur ini, didakwa atas kasus dugaan korupsi pengutipan biaya sewa di Pasar Induk Lau Chi, yang merugikan negara Rp1,4 miliar.

SIDANG: Pegawai PD Pasar Kota Medan, Aidil Syofyan terdakwa kasus korupsi menjalani sidang dakwaan secara virtual di PN Medan, Senin (13/9).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Evi menguraikan dalam dakwaannya, pada 3 Juni 2014 Dinas Perumahan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Medan menyerahkan pengelolaan pasar induk tersebut kepada Pemko Kota Medan kemudian dikelola oleh PD Pasar.

“Total keseluruhan tempat berjualan sebanyak 1.213 unit. Dengan rincian, grosir (720 unit), Sub Grosir I dan II masing-masing (216 unit), sub grosir II (216 unit)), wisata buah (56 unit), ruko (4 unit) serta 1 unit kantin,” ujarnya dihadapan Hakim Ketua Sulhanudin.

Kemudian, lanjutnya, Direksi PD Pasar Kota Medan tertanggal 7 April 2015 kemudian mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang mengatur nilai sewa tempat berjualan. Untuk sewa grosir Rp7 juta, grosir sub I dan II Rp9 juta, wisata buah Rp5 juta, ruko Rp20 juta serta kantin Rp20 juta.

Mekanisme pembayaran, pihak penyewa yang menyetorkan uangnya melalui Kantor Pasar Induk Lau Cih Tuntungan. Selanjutnya Kepala Pasar Induk Lau Cih Tuntungan atau Kepala Cabang (Kacab) melakukan penyetoran ke PD Pasar Kota Medan, melalui terdakwa sebagai Kasubag Kas.

Seharusnya, penerimaan uang kontribusi sewa tempat berjualan tersebut dibukukan dan disetorkan ke BRI Kantor Cabang Medan Thamrin, atas nama PD Pasar Kota Medan.

Akan tetapi dalam praktiknya tidak demikian. Sebanyak 10 orang, termasuk terdakwa Aidil Syofyan yang menerima uang sewa dalam kurun waktu tahun 2015 hingga 2017. Yakni Budi Frisyah Putra, selaku Kepala Pasar Induk Tuntungan sejak 26 Agustus 2015 sampai 6 Oktober 2015 sebesar Rp4.772.683.500.

Kemudian, almarhum Syahrul Saragih Rp170.430.000, Lelly Amra Siregar selaku Direktur Administrasi Keuangan PD Pasar Kota Medan tahun 2012 sampai dengan 2016 Rp1.684.200.000, Cristian RL Sidabalok, salah seorang Pegawai Harian Lepas (PHL) di Pasar Induk Tuntungan sejak bulan Februari 2015 sampai pertengahan Tahun 2017 Rp130.500.000.

Basirudin selaku Kaur Pendapatan Cabang II PD Pasar Kota Medan sejak 16 Januari 2013 sampai 21 Juni 2017 Rp1.621.000.000, Didi Cemerlang selaku Kacab II PD Pasar Kota Medan sejak 17 April 2012 sampai tahun 2016 Rp796.000.000.

Lalu, Almarhum T Daniel Bustamam selaku Kaur Umum Cababg II PD Pasar Kota Medan Rp170.500.000, Edi Suranta Sembiring selaku Kepala Pasar Induk Tuntungan sejak 06 Oktober 2015 sampai 24 Agustus 2017 Rp487.000.000 serta Herdin Ketaren selaku Kaur Urusan Penertiban Rp27.900.000.

Sedangkan uang sewa yang diterima terdakwa dari 9 orang. Namun berdasarkan rekening koran Bank BRI Cabang Thamrin periode transaksi tahun 2015 sampai 2017 dan rekening Koran BTPN Cabang Putri Hijau periode transaksi tahun 2015, Buku Kas Umum Tahun 2015 sampai 2017, yang disetorkan terdakwa hanya sebesar Rp7.865.000.000.

Seharusnya, kata JPU, uang sewa tempat berjualan di Pasar Lau Chi Tuntungan sebagai uang masuk bagi PD Pasar Kota Medan sebesar Rp9.348.000.000. “Akibat perbuatan terdakwa, keuangan negara dirugikan sebesar Rp1.483.000.000,” bebernya.

Akibat perbuatannya, terdakwa diancam Pasal 2 ayat (1) junto (Jo) pasal 18 Undang Undang (UU) No 31 tahun 1999 yang diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Atau Pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 yang diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Usai mendengarkan dakwaan, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi. (man/azw)

Konsumen Monitor Proses Pemesanan dan Aktivasi Garansi Kendaraan Via Smartphone, MMKSI Optimalkan Fungsi Digital

SUMUTPOS.CO – Tren digitalisasi dalam urusan kepemilikan kendaraan semakin meningkat. Bisa dibilang setiap agen pemegang merek (APM) memiliki aplikasi yang berkaitan dengan mereknya.

Demikian juga dengan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) yang memiliki aplikasi digital bernama My Mitsubishi Motors ID (MMID).

Aplikasi ini oleh APM-nya terus ditingkatkan performanya untuk menunjang kemudahan dan kenyamanan bagi pemilik kendaraan Mitsubishi.

MMKSi mengoptimalkan fungsi digital dan pengembangan fitur baru pada aplikasinya tersebut.

Kini konsumen dimungkinkan untuk mengetahui dan melacak proses pemesanan kendaraannya, serta mengaktifkan garansi kendaraan dengan mudah melalui smartphone.

“Kemudahan dan kenyamanan pelanggan dalam mendapatkan layanan dalam keseluruhan proses kepemilikan kendaraan merupakan salah satu fokus utama kami,” kata Naoya Nakamura bos MMKSI.

Dengan improvement baru yang disematkan pada aplikasi MMID, APM berharap dapat memberikan kenyamanan dan kepastian dengan kemudahan akses sistem digital yang terintegrasi secara real-time.

Ditambahkan Nakamura, konsumen dapat dengan mudah memonitor proses pemesanan, serta melakukan aktivasi garansi kendaraan, disamping fitur-fitur lain yang sudah tersemat pada aplikasi tersebut.

“Kami terus mempelajari pengembangan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan guna memaksimalkan kepuasan konsumen terhadap produk dan layanan Mitsubishi Motors di Indonesia,” kata Nakamura lebih lanjut.

Dengan dilibatkannya konsumen dalam proses aktivasi garansi kendaraan secara digital melalui aplikasi MMID, konsumen akan lebih dimudahkan baik dari sisi waktu maupun proses.

Konsumen juga akan lebih mudah mendapatkan informasi mengenai periode garansi efektif yang berlaku dan tercatat dengan jelas di aplikasi dengan basis lebih aktual dibandingkan metode sebelumnya.

Sehingga dapat menjadi referensi dan menghindari potensi kesulitan pada proses pengajuan klaim garansi kendaraan.

Selain dua fitur baru itu, pengguna aplikasi dan konsumen pemilik model kendaraan Mitsubishi Motors di Indonesia dapat memanfaatkan beragam menu fungsi pada aplikasi MMID untuk kenyamanan.

Adapun menu yang bisa dinikmati konsumen Mitsubishi, meliputi: Booking Test Drive, Mitsubishi Cars, Special Promo, Find Dealer, My Vehicle, Service Booking, 24 Jam Bengkel Siaga, Sparepart, Lacak Pesanan Kendaraan, dan My Coupon. (rel/ram)