25 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 3097

Penyelenggaraan ISCFF 2021, LandX Siap Dongkrak Potensi UMKM Di Medan

WEBINAR: Romario Sumargo, Co-Founder CMO LandX dalam webinar Indonesia Security CrowdFunding Forum (ISCFF) 2021 bertema ‘Peluang Securities Crowdfunding sebagai Metode Patungan Bisnis di Tengah Masa Pandemi’, yang dimulai di Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan pada tahun 2020, terdapat sekitar 4.900 pelaku usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal yang terdampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, hadirnya PT Numex Teknologi Indonesia atau populer dengan nama LandX, dapat mendorong pembangunan ekonomi di Indonesia maupun daerah.

WEBINAR: Romario Sumargo, Co-Founder CMO LandX dalam webinar Indonesia Security CrowdFunding Forum (ISCFF) 2021 bertema ‘Peluang Securities Crowdfunding sebagai Metode Patungan Bisnis di Tengah Masa Pandemi’, yang dimulai di Medan.

LandX ini pun menyelenggarakan Indonesia Security CrowdFunding Forum (ISCFF) 2021 bertema ‘Peluang Securities Crowdfunding sebagai Metode Patungan Bisnis di Tengah Masa Pandemi’, yang dimulai di Medan, Sabtu (11/9).

“ISCFF 2021 ini, kami berharap dapat meningkatkan literasi masyarakat akan finansial terutama keuangan dan investasi digital serta dapat melahirkan iklim investasi yang positif bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, sektor usaha UMKM dapat segera bangkit melakukan adaptasi dengan bantuan inovasi teknologi dan permodalan digital guna menjaga keberlangsungan usaha di masa pandemi,” kata Romario Sumargo, Co-Founder CMO LandX dalam webinar ISCFF 2021.

Ia mengungkapkan, ISCFF ini merupakan wujud nyata komitmen LandX dalam meningkatkan literasi masyarakat akan finansial di kala pandemi yang sangat dirasakan oleh para pelaku usaha UMKM saat ini.

“ISCFF 2021 sendiri adalah rangkaian kegiatan edukasi inklusi keuangan yang menyatukan para pelaku bisnis, pakar investasi dan investor melalui kegiatan webinar, UMKM Clinic serta forum interview yang akan diselenggarakan di 12 kota diawali Medan sebagai pembuka,” jelasnya.

Lilysan Wijaya, salah satu pembicara dan juga Founder UKM Roti Romi Roti Mimpi Indah mengatakan, pandemi Covid-19 memukul hampir semua sektor usaha, tidak terkecuali kalangan pelaku usaha UKM. Gelaran ISCFF 2021 yang digagas oleh LandX ini, akan sangat membantu pelaku UKM untuk beradaptasi dan bertransformasi ke arah digital.

“Transformasi ini harus dilakukan oleh teman-teman UKM untuk bertahan di era pandemi, dimana masyarakatnya saat ini memiliki perilaku senang berinvestasi, mengakses pasar, dan berbelanja online,” kata Lilysan.

Data terbaru dari asosiasi e-commerce menyebutkan, bahwa UMKM yang sudah menggunakan digital naik cukup signifikan, yakni dari 13 persen pada tahun lalu menjadi 23,9 persen atau 15,2 juta UMKM. Hal ini berbanding lurus dengan event yang diadakan oleh LandX dan menjadi kunci pemulihan ekonomi secara nasional kedepannya.

LandX adalah platform equity crowdfunding, di mana telah digunakan oleh 55ribu pengguna (investor) yang berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk pengembangan usaha yang dilakukan oleh bisnis, UMKM, dan usaha rintisan (startup) secara online, dan mendapatkan saham sebagai imbalannya.

Sejak berizin OJK, LandX sudah berhasil menyalurkan dana hingga 106,54 miliar rupiah kepada 20 pelaku usaha rintisan dan telah membagikan dividen sebesar Rp1,94 miliar kepada para investornya. (rel/ram).

Angkot Belum Bebas Asap Rokok, Anak dan Ibu Hamil Rentan Terpapar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meskipun Undang Undang tentang Kesehatan dan beberapa peraturan daerah atau peraturan wali kota di sejumlah kabupaten/kota telah diatur, bahwa sarana transportasi umum menjadi salah satu kawasan tanpa rokok (KTR). Namun, pada kenyataannya di Sumut justru orang bebas melakukan aktivitas merokok.

Dari analisis yang dilakukan Yayasan Pusaka Indonesia (YPI), fasilitas transportasi umum khususnya angkutan darat paling sering melakukan pelanggaran, baik angkutan antar lintas provinsi maupun angkutan kota.

Menurut Koordinator Program Tobacco Control YPI, Elisabet, pengendalian semakin sulit dilakukan karena umumnya yang melakukan pelanggaran itu justru para supir angkutan. Selain itu, juga dilakukan oleh penumpang. Karena itu, tidak ada yang melakukan kontrol terhadap perilaku merokok di angkutan umum.

“Kondisi angkutan yang padat, ruang yang tertutup, serta ventilasi yang kurang, membuat aktivitas merokok sangat berbahaya bagi penumpang. Bahaya ini khususnya bagi anak dan ibu hamil yang langsung terpapar dengan racun dari pembuangan asap di ruang yang sempit. Anak dan perempuan sering menjadi korban paparan asap rokok,” kata Elisabet kepada wartawan baru-baru ini.

Di sisi lain, lanjut dia, sosialisasi tentang Peraturan KTR masih kurang dilakukan oleh pemerintah daerah. Akibatnya, implementasi KTR tidak terlaksana dengan baik. “Orang tidak tahu lagi bahwa kita punya aturan dalam bernegara, bahwa merokok di sarana transportasi umum itu melanggar dan merugikan orang lain secara langsung,” ujar Elisabet.

Dia menyebutkan, keamanan dalam bertransportasi tidak semata hanya berbicara kondisi fisik transportasi atau sarana jalan. Melainkan, harusnya mempertimbangkan kenyamanan yang tidak mengganggu kesehatan. “Kendaraan umum yang sering melakukan pelanggaran adalah kendaraan umum non AC, tetapi masih ada juga didapati kendaraan umum AC,” paparnya.

Lebih lanjut Elisabeth mengatakan, untuk sarana transportasi kereta api, kapal laut, pesawat, aktivitas merokok memang sudah bisa dikendalikan. Namun, masih juga ditemukan areal tempat orang merokok yang belum sesuai, seperti berada di ruang tertutup masih di areal terminal.

Karenanya, diharapkan kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan sebagai penanggung jawab supaya tegas memberikan sanksi kepada pengelola wilayah. Artinya, peraturan yang sudah dibuat dengan mengeluarkan anggaran bisa diwujudkan untuk masa depan anak-anak bangsa.

Tak hanya itu, diharapkan juga partisipasi masyarakat untuk melaporkan aktivitas merokok yang melanggar di kawasan tanpa rokok. Adapun kawasan tanpa rokok sebagai tempat dilarang merokok, yaitu wilayah pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas bermain anak, sarana transportasi, rumah ibadah, area perkantoran dan fasilitas umum.

“Masyarakat bisa melaporkan melalui aplikasi pantau KTR, dengan mendownload aplikasi melalui playstore. Masyarakat bisa mengirimkan foto pelanggaran itu melalui aplikasi. Aplikasi ini akan diakumulasi dan dilaporkan kepada pemerintah setempat untuk ditindaklanjuti,” pungkasd Elisabet. (ris/ila)

Alkes ICU Covid-19 RSUD Pirngadi Kini Dilengkapi Fasilitas Berstandar Nasional

ICU COVID-19: Ruangan ICU Covid-19 RSU Pirngadi Medan. Ruangan ICU ini kini sudah dilengkapi fasilitas bersatndar nasional.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Alat kesehatan (alkes) di Ruang ICU Covid-19 RSUD dr Pirngadi Medan akhirnya dilengkapi. Ruangan yang diperuntukkan untuk pasien Corona dengan kondisi gejala berat tersebut, juga dilengkapi fasilitas berstandar nasional dengan kapasitas 20 bed dewasa dan 4 bed khusus untuk anak-anak.

ICU COVID-19: Ruangan ICU Covid-19 RSU Pirngadi Medan. Ruangan ICU ini kini sudah dilengkapi fasilitas bersatndar nasional.

Kelengkapan alkes di rumah sakit milik Pemko Medan itu dibantu oleh Kementerian Kesehatan. Sedangkan pembangun ruangan dibantu Kementerian PUPR.

Dirut RSUD dr Pirngadi Medan, dr Suryadi Panjaitan mengungkapkan seluruh fasilitas di ruangan ICU Covid-19 tersebut telah sesuai dengan standar. Selain ICU, ada juga ruangan untuk perawatan hemodialisa atau cuci darah untuk pasien gagal ginjal.

“Adanya ruangan ICU khusus pasien Covid-19 ini berkat dukungan dan ketegasan Wali Kota Medan untuk meningkatkan kualitas perawatan serta pelayanan kesehatan di Kota Medan. Karenanya, saat ini (RSUD dr) Pirngadi memiliki ruangan ICU Covid-19 dengan standar nasional dan fasilitas kesehatan sangat lengkap,” kata Suryadi kepada wartawan, Senin (13/9).

Menurut Suryadi, Wali Kota Medan sangat memprioritaskan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Hal ini tak lain untuk membantu masyarakat Kota Medan, khususnya pasien Covid-19 yang membutuhkan ICU.

“Adanya fasilitas tersebut tentu memotivasi kami untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan, termasuk keramahtamahan dalam menerima masyarakat yang akan berobat ke rumah sakit. Arahan Pak Wali agar kami tingkatkan terus pelayanan, layani masyarakat sebaik mungkin tanpa pandang bulu serta sampaikan dengan baik kondisi kesehatan pasien. Selain itu, juga memperhatikan kebersihan dan keindahan,” ujar Suryadi.

Dia menambahkan, sejak diresmikan beberapa waktu lalu, ruangan ICU Covid-19 itu saat ini sudah terisi 50 persen bed-nya. “Seluruh tenaga kesehatan fokus merawat pasien, baik itu secara langsung maupun memantau perkembangan kesehatan melalui layar monitor,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, alkes ruang ICU Covid-19 RSUD dr Pirngadi Medan masih belum lengkap. Padahal, ruangan tersebut sudah resmi beroperasi yang diresmikan Wali Kota Medan Bobby Nasution pada awal bulan ini (3/9).

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medis RSUD dr Pirngadi Medan, dr Risma mengakui memang masih ada alat yang belum lengkap, seperti Monitor ICU yang berfungsi untuk memonitor keadaan fisiologis pasien. Biasanya, proses monitoring ini dilakukan realtime sehingga melalui alat ini bisa mengetahui kondisi fisiologis dari pasien. Kemudian, belum adanya RO Water System untuk pendukung alat cuci darah.

“Kalau kendala ada alat yang belum masuk atau masih dalam perjalanan, seperti monitor baru 5 yang terpasang karena yang dibutuhkan 20 unit sesuai jumlah tempat tidur. Monitor di Ruang ICU Covid-19 itu sangat penting. Kalau itu tidak ada, tidak bisa melayani pasien kritis. Sebab, monitor itu untuk memantau kondisi pasien kritis yang masuk,” ujar Risma dihubungi wartawan, Senin (6/9).

Karenanya, saat ini ICU Covid-19 di RSUD dr Pirngadi Medan hanya bisa melayani 5 pasien saja lantaran monitornya baru ada 5 unit. Monitor itu merupakan bantuan dari Kemenkes. (ris/ila)

Komisi B Minta Diskop UKM, Anggarkan Rekrutmen PPKL

Ahmad Hadian.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sumatera Utara kesulitan membina para pelaku UKM dan koperasi lantaran keterbatasan sumber daya manusia. Baik untuk tenaga petugas penyuluh koperasi lapangan (PPKL), maupun dan tenaga pendamping UKM.

Ahmad Hadian.

“Tenaga pendamping koperasi (PPKL) yang ada di Sumut hanya 35 orang, itu pun orang rekrutan Kementerian Koperasi di mana honor mereka dibayar pusat,” kata Sekretaris Komisi B DPRD Sumut, Ahmad Hadian.

Menurut data Dinas Koperasi dan UKM Sumut, kata Hadian pada 2020 tercatat ada 12 ribuan koperasi binaan pemerintah provinsi. Berdasarkan jumlah tersebut, hanya sekitar 5.000-an koperasi yang aktif, dan sisanya nonaktif.

“Prihatin juga saya. Ini info dari Diskop UKM Sumut. Saat saya tanya kenapa tidak aktif, jawabnya selain karena dampak pandemi Covid-19 juga karena belum semua pengurus koperasi paham apa yang harus dilakukan. Bahkan banyak di antaranya belum tahu input data laporan online, bagaimana cara RAT dan sebagainya. Dinas Koperasi dan UKM juga mengaku kesulitan dalam hal membina mereka,” ungkapnya.

Atas kondisi itu, pihaknya meminta Dinas Koperasi dan UKM segera menganggarkan rekrutmen PPKL agar honornya dapat dibayar APBD Sumut.

“Ini telah saya sampaikan langsung kepada dinas tersebut, yang diwakili sekretaris dan para kabidnya saat RDP dengan Komisi B di gedung DPRD Sumut pada Kamis semalam. Saya minta ini harus action di APBD 2022,” katanya.

Pengadaan itu sangat penting, lanjut dia, mengingat di samping untuk mengembalikan kejayaan koperasi sebagai sokoguru perekonomian bangsa, juga menciptakan lapangan kerja bagi pemuda pemudi maupun para sarjana potensial yang dimiliki Sumut.

“Begitu pula dengan UMKM, harus ada pendampingnya seperti halnya tenaga PKH (Pendamping Keluarga Harapan), sarjana pendamping desa untuk pendamping dana desa. Ayo Dinas Koperasi UKM, kreatif dong melakukan terobosan-terobosan positif untuk kemajuan Sumatera Utara yang bermartabat,” pungkas sekretaris Fraksi PKS DPRDSU tersebut. (prn/ila)

Nelayan Kesulitan Dapat Solar Subsidi, DPRDSU Segera Gelar RDP Gabungan

DIABADIKAN: Ketua F-PKS DPRD Sumut, Jumadi didampingi Sekretaris Ahmad Hadian, Wakil Ketua Hendro Susanto, diabadikan bersama usai menerima aspirasi masyarakat nelayan yang tergabung dalam KNTI Sumut, di ruang F-PKS pada 9 September lalu. istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kelompok masyarakat nelayan yang tergabung dalam Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) di Suma-tera Utara, mengeluh soal sulitnya mereka saat ini memperoleh solar subsidi. DPRD Sumut lantas merespon, dengan segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak-pihak terkait.

DIABADIKAN: Ketua F-PKS DPRD Sumut, Jumadi didampingi Sekretaris Ahmad Hadian, Wakil Ketua Hendro Susanto, diabadikan bersama usai menerima aspirasi masyarakat nelayan yang tergabung dalam KNTI Sumut, di ruang F-PKS pada 9 September lalu. istimewa/sumutpos.

“Segera akan saya upayakan pertemuannya. Nanti kita rencanakan menghadirkan badan/lembaga terkait lainnya seperti Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut, Pertamina, serta Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Sumut,” kata Sekretaris Komisi B DPRD Sumut, Ahmad Hadian kepada Sumut Pos, Senin (13/9).

Ia menyatakan keprihatinan atas kondisi nelayan kecil yang tidak dapat mengakses haknya untuk mendapatkan BBM solar bersubsidi. “Banyak keluhan-keluhan serupa yang juga disampaikan kepada Komisi B. Termasuk soal distribusi pupuk bersubsidi dan bantuan-bantuan sejenis lainnya yang diperuntukkan pemerintah bagi kalangan masyarakat tertentu, akan tetapi tidak sampai ke tangan yang berhak,” ujarnya.

Penjadwalan RDP ini, kata dia, sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan KNTI Sumut ke Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Sumut pada 9 September 2021. Selain dirinya, hadir saat penyerahan surat aspirasi Ketua F-PKS, Jumadi, Wakil Sekretaris Hendro Susanto, dan anggota fraksi, Hanafi Ismed.

Penyerahan surat permohonan itu, disampaikan Plt Ketua KNTI Sumut sekaligus Ketua KNTI Kota Medan, M Isa Albasir, bersama dengan rekan organisasi koalisinya dari Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (FITRA) Sumut, Mas Khairani.

“Sudah bertahun-tahun nelayan tidak mendapatkan BBM solar bersubsidi, pak. Seperti nelayan di Medan, misalnya. Selama ini, dalam satu bulan, jatah untuk nelayan di Medan hanya 20 ton saja dengan harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp5.150 per liter. Masalahnya, yang jumlahnya sedikit itu pun, tidak tau ke mana larinya. Alhasil, nelayan terpaksa membeli kepada pedagang eceran seharga Rp7.000 sampai Rp7.500 per liternya,” keluh Basir saat itu.

Tujuan permohonan RDP, menurutnya, untuk membahas kebijakan pemerintah soal kenelayanan sekaligus peluncuran hasil survey nasional BBM bersubsidi untuk nelayan kecil di Sumut.

Dalam hitung-hitungan KNTI, lanjut dia, khusus untuk Kota Medan misalnya, dibutuhkan minimal 600 ton per bulan. Akan tetapi, pada kenyataannya, jumlah kebutuhan riil tersebut tidak pernah terwujud. “Itu hitungan untuk Medan, belum untuk daerah lain di seluruh Sumatera Utara. Sudah berulang-ulang kita mohonkan kepada Pertamina, pak. Sayangnya, Pertamina tidak memberikan tanggapan,” beber dia.

Rencananya, kegiatan RDP akan diikuti organisasi Koalisi Ketahanan Usaha Perikanan (KUSUKA) Nelayan seperti KNTI pusat, Seknas FITRA, International Budget Partnership (IBP), serta Inisiatif. “Kalau bisa kita upayakan dilakukan RDP gabungan dengan komisi terkait lainnya,” pungkas Hadian. (prn/ila)

Gagal Dibangun Tahun Ini, Pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang Tahun Depan

BELUM TUNTAS: Pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang belum tuntas. Pembangunan jembatan ini akan dilanjutkan tahun depan.markus/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Sicanang, Kecamatan Medan Belawan harus kembali harus bersabar. Pasalnya, pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang yang diharapkan dapat dilanjutkan dan selesai di tahun 2021 ini, batal terlaksana. Pemerintah Kota (Pemko) Medan memilih untuk membatalkan pengerjaan jembatan tersebut dan menundanya hingga tahun 2022 mendatang.

BELUM TUNTAS: Pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang belum tuntas. Pembangunan jembatan ini akan dilanjutkan tahun depan.markus/sumutpos.

Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman membenarkan ditundanya pembangunan jembatan yang menjadi urat nadi masyarakat Sicanang tersebut.”Pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang di tahun ini ditunda, akan kembali dilanjutkan tahun depan (2022),” ucap Aulia Rachman, Senin (13/9).

Aulia menjelaskan, pembangunan itu tertunda karena tidak adanya pihak kontraktor yang mengikuti lelang yang layak untuk membangun Jembatan Titi Dua Sicanang.”Yang menyebabkan itu batal, pertama si pemenang tender tidak sesuai dengan klasifikasi yang memang pembangunannya mengikuti dari pada konsultan,” ujarnya.

Ke depannya, kata Aulia, Pemko Medan juga akan mendesain ulang atau memperbaiki desain Jembatan Titi Dua Sicanang yang telah dikerjakan sejak 2019 lalu agar lebih baik dan lebih kuat dari desain sebelumnya. Salah satunya, membuat desain jembatan Titi Dua Sicanang yang lebih panjang dari ukuran desain sebelumnya.

“Akan didesain ulang supaya lebih bagus lagi, supaya si pemenang tender berikutnya bisa menyanggupi untuk kegiatan pembangunan dengan desain yang baru. Untuk saat ini tidak bisa, tidak ada kontraktor yang mumpuni. Kalau tidak mumpung tapi tetap kita menangkan, nanti kita yang salah,” katanya.

Diterangkan Tokoh Medan Utara ini, Pemko Medan tidak hanya akan mendesain ulang pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang dari segi ukuran yang lebih panjang, tetapi juga akan mendesain secara detail agar pembangunan tersebut dapat menghasilkan jembatan dengan daya tampung tonase yang lebih tinggi.

“Ini kita kan melanjuti pembangunannya, tapi harus di desain secara mendetail, kemarin kan masalahnya ada di tonase nya. Waktu lelang, ada kontraktor yang tidak cukup berkas, ada yang cukup berkas tapi tonase nya gak cukup, itu dia makanya gak komplit,” terangnya.

Aulia berharap, diundurnya pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang dapat memberi ruang kepada Pemko Medan untuk bisa membuat desain lanjutan pengerjaan yang lebih baik dan mendapatkan kontraktor yang mumpuni untuk melanjutkan pembangunan dengan mengikuti desain yang baru.

“Tahun depan akan kita tender ulang, kita mau Jembatan Sicanang dibangun dengan desain dan kualitas yang terbaik. Jangan sampai kejadian ambruk Jembatan Titi Dua Sicanang yang ketiga kali. Jadi kalau kita bilang, konsultan yang merancang dan mendesain jembatan yang kemarin itu tidak mumpung, Pak Wali pengen konsultan yang nanti bisa membuat desain da kualitas yang lebih baik,” jelasnya.

Meskipun begitu, kata Aulia, Pemko Medan tidak akam merombak bangunan jembatan yang saat ini sudah ada. Sebab, desain yang nanti akan dibuat lebih baik namun tetap menyesuaikan kondisi bangunan jembatan yang sudah ada saat ini.”Jadi tidak buang anggaran. Karena memang kultur tanah disana kan labil, makanya itu harus betul-betul desainnya bagus lah untuk merancang dan menyiasatinya,” terangnya.

Sementara waktu, lanjut Aulia, masyarakat dapat menggunakan jembatan sementara yang ada saat ini, sembari Pemko Medan melakukan sedikit perbaikan pada jembatan yang ada saat ini. (map/ila)

Bayar Pajak Kendaraan Bisa di Toko Ritel

MENJAWAB: Dirlantas Poldasu, Kombes Pol. Valentino Alfa Tatareda bersama Kepala BP2RD Sumut, Achmad Fadly (kanan) menjawab wartawan usai menyaksikan langsung pembayaran pajak kendaraan online via ritel melalui aplikasi e-Samsat Sumut Bermartabat, di salah satu ritel di Komplek Multatuli Jalan Multatuli Medan, Senin (13/9).ISTimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Inovasi e-Samsat Sumut Bermartabat terus berkembang sejak diluncurkan Januari 2021. Saat ini, masyarakat bisa langsung membayar di toko ritel yang terpasang i-Kios.

MENJAWAB: Dirlantas Poldasu, Kombes Pol. Valentino Alfa Tatareda bersama Kepala BP2RD Sumut, Achmad Fadly (kanan) menjawab wartawan usai menyaksikan langsung pembayaran pajak kendaraan online via ritel melalui aplikasi e-Samsat Sumut Bermartabat, di salah satu ritel di Komplek Multatuli Jalan Multatuli Medan, Senin (13/9).ISTimewa/sumutpos.

Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLJJ) via aplikasi tersebut, sebelumnya hanya bisa dilakukan melalui PT. Bank Sumut. Pengembangan aplikasi ini berkat sinergitas Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Sumut (BP2RD) dan Dirlantas Polda Sumut, di bawah payung Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT).

“Melalui pengembangan dari aplikasi e-Samsat Sumut Bermartabat, bayar PKB, BBNKB, dan SWDKLLJ kini dapat dilakukan di Indomaret, Alfamart, maupun ritel-ritel lain. Harapannya mempermudah masyarakat membayar kewajibannya, dan tidak perlu lagi langsung ke kantor-kantor Samsat kita,” kata Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol. Valentino Alfa Tatareda usai menyaksikan langsung pembayaran pajak kendaraan online via ritel melalui aplikasi e-Samsat Sumut Bermartabat, di salah satu ritel di Komplek Multatuli Jalan Multatuli Medan, Senin (13/9).

Menurutnya, ikhtiar bersama Pemprovsu melalui BP2RD ini sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Melalui kemudahan ini pula, kata Valentino, ke depan tidak ada lagi alasan masyarakat atau wajib pajak tidak memenuhi kewajibannya.

“Serta untuk mendukung pemerintah di sektor pajak kendaraan ini,” tuturnya didampingi Kepala BP2RD Sumut, Achmad Fadly, Direktur Utama PT Bank Sumut, Rahmat Pohan, dan Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sumut, Jhon Veredy Panjaitan.

Ia juga ingatkan, kemudahan ini ikut menuntut wajib pajak untuk memiliki surat elektronik (e-Mail). Meski sebagian besar masyarakat sudah memiliki dan memanfaatkannya dalam aktivitas sehari-hari, diakuinya masih ada pula yang belum punya bahkan tidak paham cara membuat e-Mail.

“Selain itu (retil) yang sudah punya i-Kios tentu sudah bisa dipakai untuk membayar PKB ini. Selanjutnya akan kami kembangkan ke gerai-gerai lainnya. Jadi memang semakin mudahlah, apalagi masyarakat kita sudah familiar dengan handphone. Begitupun yang belum punya e-Mail, harus cepat beradaptasi juga untuk bisa memanfaatkan layanan ini,” pungkasnya.

Senada, Kepala BP2RD Sumut, Achmad Fadly berharap, melalui layanan ini masyarakat semakin mudah untuk membayar kewajibannya, di mana sangat dibutuhkan pemerintah untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

“Seperti yang disampaikan pak direktur tadi, bahwa ini akan sangat membantu kita dalam sektor peningkatan pendapatan asli daerah Pemprovsu. Pada prinsipnya, kebersamaan kami dengan Samsat melalui koordinasi bapak Dirlantas Poldasu, dan tentu dukungan PT. Bank Sumut, kami secara terus menerus akan melakukan pendekatan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Pihaknya optimis melalui kemudahan pelayanan ini masyarakat semakin meningkatkan kepatuhan sebagai wajib pajak, sehingga PAD pada sektor tersebut dapat maksimal dicapai oleh pemerintah provinsi.

“Ya, kita optimis Insya Allah penerimaan PAD di sektor ini semakin signifikan melalui pengembangan aplikasi ini, dan ikut serta tingkatkan kepatuhan masyarakat kita sebagai wajib pajak. Pengembangan aplikasi ini juga bagian dari komitmen Bapak Gubernur Edy Rahmayadi memberi kemudahan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

PT. Bank Sumut dan PT. Jasa Raharja menyambut baik pengembangan aplikasi ini. Menurut Rahmat Pohan, kehadiran aplikasi ini akan semakin memudahkan para nasabah dalam bertransaksi dalam hal pembayaran PKB. “Dan ke depannya ini tidak hanya kepada nasabah Bank Sumut, juga ke depan nasabah dari bank-bank lain dapat melakukan pembayaran serupa melalui mobile banking,” katanya.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sumut, Jhon Veredy Panjaitan mengatakan, dari sisi Jasa Raharja akan semakin cepat mendapat kepastian bagi masyarakat korban kecelakaan lalu lintas. “Tentu dengan adanya pengembangan aplikasi ini, selain lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat hingga ke pelosok-pelosok daerah, harapan kita insentifikasi pembayaran PKB, BBNKB, dan SWDKLLJ ini bisa dilakukan bersamaan,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh, aplikasi e-Samsat Sumut Bermartabat telah memiliki legalitas. Tingkat keamanan aplikasi ini juga diyakini sudah cukup baik, sebab telah melalui proses panjang dan pengkajian. Aplikasi ini bisa diunduh melalui Play Store dan App Store. Adapun aplikasi e-Samsat Sumut Bermartabat ini, telah diluncurkan oleh Gubernur Edy Rahmayadi pada 29 Januari 2021 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubsu Jalan Jenderal Sudirman Medan. (prn/ila)

BKKBN Pusat Sosialisasi Pendataan Keluarga di Madina

DIABADIKAN: Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan BKKBN Pusat, DR Indra Murty Surbakti, MA dan Anggota Komisi IX DPR RI, DR Saleh Partaonan daulay,M.Ag, M.Hum, MA diabadikan di sela-sela kegiatan sosialisasi pendataan keluarga di Kabupaten Madina.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat melakukan sosialisasi pendataan keluarga di Desa sido Jadi Kabupaten Madina. Dalam kegiatan ini, BKKBN diberikan mandat oleh Presiden RI, untuk memegang kendali terhadap percepatan penurunan angka stunting di Indonesia, dengan target penurunan angka stunting hingga 14% di tahun 2024.

DIABADIKAN: Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan BKKBN Pusat, DR Indra Murty Surbakti, MA dan Anggota Komisi IX DPR RI, DR Saleh Partaonan daulay,M.Ag, M.Hum, MA diabadikan di sela-sela kegiatan sosialisasi pendataan keluarga di Kabupaten Madina.

“Kami melakukan pendataan keluarga dengan parameter utama menggunakan metode by name by address untuk dipergunakan dalam menetapan hasil agar tepat sasaran”, ujar DR Indra Murty Surbakti, MA selaku Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan BKKBN Pusat.

Pelaksanaan sosialisasi ini juga dihadiri anggota Komisi IX DPR RI, DR Saleh Partaonan daulay,M.Ag, M.Hum, MA. “Target kelurga yang akan didata pada tahun ini adalah 3.671.967 keluarga terseber di 33 Kabupaten/Kota, 455 Kecamatan dan 6,108 Desa/Kelurahan,” ujar penyelanggara kegiatan dari BKKBN Sumut, Dra Rabiatun Adawiyah, MPHR. (rel/han)

Pemko Tebingtinggi Gelar Talk Show Penanganan PTM Terbatas di Sekolah

TALKSHOW: Binsar Situmorang dan Jubir Satgas Covid-19 Tebingtinggi dr Henny Sri Hartati, dalam talkshow di radio di Tebingtinggi. sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemko Tebingtinggi melalui Dinas Kominfo Kota Tebingtinggi menggelar kegiatan Talkshow di Radio DIS FM Tebingtinggi dengan mengambil tema pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi Covid-19.

TALKSHOW: Binsar Situmorang dan Jubir Satgas Covid-19 Tebingtinggi dr Henny Sri Hartati, dalam talkshow di radio di Tebingtinggi. sopian/sumut pos.

Tujuan kegiatan ini tentunya untuk membahas secara detail bagaimana ketentuan dan juga mekanisme pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini di satuan pendidikan khususnya di Kota Tebingtinggi.

Narasumber pada talk show ini adalah Staff Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan sekaligus LO Satgas Covid-19 Pemprovsu untuk Kota Tebing Tinggi Binsar Situmorang, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Tebingtinggi dr Henny Sri Hartati, Kepala Dinas Kominfo Kota Tebingtinggi Dedi Parulian Siagian dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tebingtinggi Idham Khalid.

Binsar Situmorang mengatakan, pembelajaran secara tatap muka ini sudah ditunggu tunggu baik dari siswa maupun para orangtua. Kadis Kominfo Kota Tebingtinggi Dedi Parulian Siagian menjelaskan, para orangtua sangat mendukung pembelajaran secara tatap muka ini dapat dilaksanakan dan siswa-siswi juga sangat antusias bisa kembali belajar secara tatap muka.

“Kita sudah bertanya ke sekolah-sekolah pada waktu kunjungan Pak Binsar Situmorang, pada waktu itu kita ke SMP Negeri 1, kita tanya langsung ke siswa, para siswa lebih senang tatap muka ini karena secara daring lebih susah menerima pembelajaran dan bisa ketemu dengan teman-teman juga,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tebingtinggi Idham Khalid menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan sudah memastikan kesiapan untuk melaksanakan PTM Terbatas, misalnya pihak sekolah wajib memastikan kebersihan, ketersediaan hand sanitizer atau sabun untuk cuci tangan serta masker, kemudian guru sudah divaksin semua dan para siswa mengerti dalam menerapkan prokes.

Jubir Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Henny Sri Hartati juga mengatakan, pihaknya terus mengawasi PTM terbatas ini agar tidak menjadi penyebab meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Tebingtinggi.

“Dinkes Kota Tebingtinggi telah melakukan sampling untuk pemeriksaan Rapid Antigen terhadap guru dan murid. Sudah ada 18 SD yang kami lakukan Rapid Antigen dan semua hasilnya negatif. Selanjutnya kami akan ke SMP untuk Rapid Antigen. Kemudian untuk meningkatkan daya tahan tubuh murid-murid, kami akan bagikan vitamin untuk murid SD yg bersekolah untuk menjaga daya tahan tubuh,”ujar dr Henny Sri Hartati.(ian/han)

Vaksinasi Covid-19 di Humbahas Capai 74,11 Persen

Kadis Kesehatan drg Hasudungan Silaban.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Percepatan vaksinasi Covid-19, Humbang Hasundutan mendapat nomor urutan keempat dari kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Hingga per 11 September 2021, sudah 108.583 orang menerima vaksin dosis pertama dari target 146.415 orang.

Kadis Kesehatan drg Hasudungan Silaban.

Demikian disampaikan Kadis Kesehatan Pemkab Humbahas, drg Hasudungan Silaban. Dijelaskannya, untuk per harinya tim kesehatan melakukan penyuntikan 2.000 orang per hari. Sementara, permintaan Komite Peduli Covid dan Pemulihan Ekonomi dan Nasional (KCPN) per harinya harus bisa tembus seribu tujuh ratus suntikan.

“Perhari bisa kita tembus dua ribu kita melakukan suntikan. Mudah-mudahaan sebagai upaya mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok atau herd imunity demi menekan penyebaran virus, bisa kita selesaikan sampai Desember 2021 ini,” ungkap Hasudungan, Senin (13/9).

Kadis Kesehatan mengatakan, dalam percepatan vaksinasi ini merupakan program Presiden yang kemudian diteruskan oleh Bupati Dosmar Banjarnahor, yang meminta agar percepatan itu pada akhir Oktober selesai.

“Mudah-mudahaan bisa lakukan, tapi kita prediksi di akhir Desember selesai sampai dosis kedua,” katanya.

Menurut dokter gigi ini, untuk saat ini stok vaksin lebih dari cukup. Itu alasannya, atas komunikasi Bupati Dosmar Banjarnahor kepada Kementerian Kesehatan yang mendapatkan stok vaksin mencapai 50 ribu dosis, selain dari jatah reguler Provinsi Sumatera Utara sebanyak 60 ribuan dosis.

“Jadi dari data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, kita mendapat urutan keempat percepatan vaksinasi,”pungkasnya. (des/han)