SERGAI, SUMUTPOS.CO – Setelah mendapat izin dari Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) terus melakukan berbagai upaya demi terlaksananya PTM di tengah pandemi Covid-19.
TINJAU: Wakil Bupati Sergai, Adlin Umar Yusri Tambunan bersama Kadisdik Sergai Suwanto saat meninjau pelaksanaan PTM Terbatas.
Wakil Bupati Sergai Adlin Umar Yusri Tambunan meminta kepada seluruh pihak baik guru, penjaga sekolah hingga murid dan juga orangtua, agar mengikuti Petunjuk Tekhnis (Juknis) dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat dalam pelaksanaan proses belajar mengajar tatap muka yang mulai dijalankan di Kabupaten Sergai,” bilang Adlin Umar Yusri Tambunan, saat meninjau simulasi pelaksanaan proses belajar mengajar tatap muka di SMP Negeri 1 dan SDN 108293 Kecamatan Perbaungan, Senin (6/9).
Adlin menyebutkan, simulasi yang dilakukan di sekolah sudah berjalan baik. Penerapan Prokes sudah berjalan semestinya. Seluruh pihak yang terkait dalam pelaksanaan PTM, baik guru, siswa maupun penjaga sekolah harus bisa menerapkan Prokes secara ketat.
“Seluruhnya harus menggunakan masker dan tidak berkerumun. Selalu mencuci tangan dengan sabun dan jika jam belajar mengajar selesai, langsung pulang ke rumah,” kata Adlin Umar Yusri Tambunan didampingi Kadis Pendidikan Suwanto.
Dalam kesempatan tersebut, Adlin meminta agar seluruh guru yang belum divaksin untuk segera divaksin. Agar yang belum divaksin segera ke puskesmas terdekat. Begitu juga jika terdapat gejala yang mengarah pada Covid-19, segera ditindaklanjuti. Hal ini agar tidak berdampak pada proses belajar mengajar di sekolah. Oleh karenanya. “Saya minta Prokes dijaga ketat. Bapak ibu guru harus memberika contoh kepada siswa,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kadis Pendidikan Sergai Suwanto, menjelaskan jika pihaknya bekerjasama dengan pihak swasta untuk mendatangkan vaksin yang akan diperuntukkan bagi para siswa yang belum divaksin.
“Kami sudah menggandeng Asosiasi Kelapa Sawit Indonesia. Data data siswa kita mulai dari SMP, SMA, Aliyah dan Tsanawiyah serta sederajat yang berjumlah kurang lebih 45 ribu siswa sudah kita serahkan. Kita harapkan dalam bulan ini rencana tersebut bisa terealisasi,” kata Suwanto.
Menurutnya, seluruh guru yang mengajar tatap muka harus sudah divaksin. Itu ada di Juknis, begitu juga penjaga dan petugas kebersihan sekolah. Sebelumnya, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Perbaungan, Sahara Andini mengatakan simulasi proses belajar mengajar tatap muka ini dilakukan dari jam 8 sampai jam 10.
Teknisnya, para siswa akan diperiksa suhu tubuhnya, lalu dilakukan penyemprotan disinvektan mulai dari gerbang masuk sekolah. Setelah itu mencuci tangan saat mau masuk ke kelas, dan duduknya juga dilakukan zig zag. Yang masuk juga dibatasi, hanya maksimal 20 siawa perkelas. (ian/han)
AUDIENSI: PMI Langkat beraudiensi ke Pemerintah Kabupaten Langkat, Senin (6/9).
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Langkat beraudiensi ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat, Senin (6/9). Dalam audeinsi itu, diterima Bupati Langkat Terbit Rencana PA melalui Wabup Langkat H. Syah Afandin, di Ruang Rapat Wakil Bupati Langkat di Kantor Bupati Langkat, Stabat.
AUDIENSI: PMI Langkat beraudiensi ke Pemerintah Kabupaten Langkat, Senin (6/9).
Turut mendampingi Wabup Langkat, Staf Ahli Bupati H Sujarno, Staf Ahli Bupati H Rudi Kinandung, Plt Asisten 1 Pemerintahan Basrah Pardomuan, Kadis PPKB dan PPA dr Sadikun Winato, dan Plt Kadis Kesehatan, dr Juliana.
Sementara rombongan PMI, dipimpin langsung Ketua PMI Langkat Aprizal Khan, didampingi Sekretaris PMI H Taufik Siregar, Bendahara PMI Suriyadi, Wakabid PMR dan Relawan Miswan, dan Kepala Markas PMI Efriansyah Beni.
Dalam kesempantan itu, Ketua PMI Langkat mengatakan, tujuan audensi PMI untuk membangun sinergitas dengan Pemkab Langkat, dalam pelayanan kesehatan yaitu donor darah.
“Eksistensi PMI Langkat di Sumut cukup baik, sehingga perlu dukungan dari Pemkab Langkat,” sebutnya.
Ketua PMI juga menyampaikan, bahwa PMI Langkat akan terus mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Langkat, dengan terus melaksanakan bahkti sosial seperti donor darah dan lainnya ditengah masyarakat.
Menanggapi itu, Wabup mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas donor darah yang telah diselenggarakan PMI Langkat.
Serta menyatakan, siap mendukung PMI Langkat melakukan berbagai kegiatan sosial untuk masyarakat Langkat. “Kami dukung dan diharapkan, PMI Langkat terus eksis melakukan kegiatan sosial,” pintanya.
Hadir pada audiensi itu, Asisten Deputi Direktur MR dan Pengawasan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, Rasidin, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langkat, Jimmy Carter. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Binjai, Muliyana.
Rasidin mengatakan, pihaknya siap bergandengan tangan dengan Pemkab Langkat untuk memberikan perlindungan jaminan sosial bagi tenaga honorer di Pemkab Langkat. Sesuai Inpres No.02 tahun 2021 tentang optimalisasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Serta surat edaran Gubsu yang disosialisasikan No: 560/7095/2021, tentang pelaksanaan program Jamsostek.(mag-6/azw)
) di Provinsi Sumatera Utara.
Guna mendorong pemerintah daerah agar dapat memberikan perlindungan jaminan sosial bagi tenaga honorer pemda, juga termasuk untuk pekerja sosial dan pekerja rentan.
Sementara Wabup Langkat menyatakan, Pemkab Langkat siap mendukung sepenuhnya pelaksanaan Inpres No 02 tahun 2021 dan SE Gubsu.
Guna tercapainya, optimalisasi pelaksanaan program Jamsostek kepada bagi tenaga honorer di Pemkab Langkat, pekerja sosial dan rentan.
“Kita akan dukung, agar semua mendapatkan perlindungan secara baik dengan Jamsostek,” sebutnya.
Turut mendampingi Wabup Langkat pada audiensi ini, Asisten II Ekbang DH Hermansyah, Staf Ahli Bupati Bid Kemasyarakatan Hukum dan Politik H Rudi Kinandung, dan Kadisnaker Rajanami Yun Sukatami.
Terakhir, Wabup Langkat melanjutkan mengikuti vidcon dengan pemerintah Provinsi Sumut tentang penilaian kinerja kabupaten/kota dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi Tahun 2021, dari LCC Kantor Bupati Langkat, Stabat.
Di kesempatan ini Wabup Langkat memaparkan pelaksanaan program stunting yang telah dilaksanakan di Langkat.
Turut hadir Kadis Kominfo H Syahmadi, Kadis Pendidikan H Saiful Abdi, Kadis PPKB dan PPA dr Sadikun Winato,
Kadis PMD Sutrisuanto, Plt Kadis kesehatan dr Juliana, dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).
IKUTI: Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar mengikuti penilaian kinerja Kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting Tahun 2020 . Kegiatan digelar di Aula Cendana Lantai II Kabupaten Deliserdang, Senin (6/9).
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar mengikuti penilaian kinerja Kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting Tahun 2020 . Kegiatan digelar di Aula Cendana Lantai II Kabupaten Deliserdang, Senin (6/9).
IKUTI: Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar mengikuti penilaian kinerja Kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting Tahun 2020 . Kegiatan digelar di Aula Cendana Lantai II Kabupaten Deliserdang, Senin (6/9).
Acara yang diselenggarakan secara virtual tersebut dihadiri Pelaksan tugas (Plt) Kepala Bappeda Sumatera utara mewakili Gubernur Sumatera Utara, Plt Kadis Kesehatan Sumatera Utara, Para Kepala daerah yang berhadir melalui virtual dan tim panelis.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara ini. Semoga melalui acara ini tercipta komitmen dari seluruh pihak dalam melaksanakan delapan aksi konvergensi secara bersama dan terciptanya best practice dalam penanganan dan pencegahan serta percepatan penurunan stunting.
Pernyataan komitmen pelaksanaan stunting pada tanggal 3 Oktober 2019 di Jakarta, Kabupaten Deliserdang ditetapkan sebagai kabupaten prioritas penurunan stunting oleh pemerintah pusat dan sebagai awal kami melakukan pemetaan hingga ke tingkat desa. Melalui pemetaan tersebut pada tahun 2020 kami telah tetapkan 20 Desa, 25 Desa tahun 2021 dan pada tahun 2022 ditargetkan 45 desa sebagai lokus prioritas stunting.
Kondisi pada tahun 2020 status kesehatan masyarakat menghasilkan data Riset Kesehatan Dasar ( Riskesdas ) pada Tahun 2018 angka prevalensi stunting balita di Kabupaten Deliserdang cukup tinggi sebesar 25,7 persen.
Dari grafik tersebut terlihat bahwa intervensi yang dilakukan dapat menekan angka stunting menjadi 3,07 persen pada tahun 2020, oleh sebab itu Pemkab Deliserdang terus bekerja dan tetap berkomitmen agar ‘Deli Serdang Bebas Stunting’ atau disingkat ‘D’BEST’ dan Tahun 2020 Deliserdang terbaik penilaian aksi 1-4 tingkat Sumatera Utara.
“Saya memberikan penekanan komitmen terhadap seluruh perangkat daerah sampai pada tingkat desa/kelurahan untuk memastikan bahwa program pelaksanaan aksi 1 sampai dengan aksi 8 ini berjalan dengan optimal dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sehingga kabupaten Deli Serdang bebas dari stunting serta menuju masyarakat sadar stunting,” ujanrya.
Pemkab Deliserdang menyadari dengan situasi pandemi Covid-19 terjadi refocusing anggaran di tiap perangkat daerah, namun hal ini tidak menurunkan semangat kami. Melalui Perbup No 36 Tahun 2020 tentang pedoman penyusunan APBDes TA.2020, telah mengalokasikan anggaran Kader PKK, Bidan Desa dan Kader Posyandu agar memiliki pemahaman yang sama dan dapat mengoptimalkan perannya masing-masing. Pelatihan ini juga dilengkapi dengan aplikasi E-HDW (Human Development Worker) yang digunakan sebagai alat bantu kerja Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam melakukan pemantauan dan pendataan sasaran rumah tangga 1000 HPK (Hari Pertama Kelahiran).
Pada aksi 6 sistem manajemen data telah kami lakukan tabulasi melalui aplikasi EPPGBM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) laporan PAUD, laporan rumah tangga peserta JKN diharapkan akurasi dan ketetapan tersebut akan memberikan dampak positif positif terhadap intervensi program yang dilaksanakan.
Pada aksi 7 pengukuran dan publikasi stunting tetap dilaksanakan pada seluruh desa, namun untuk desa prioritas. Pada lokus dilakukan lebih intens, sehingga sebaran prevalensi stunting dapat dimonitor perkembangannya sebelum dan sesudah dilakukannya intervensi.
Pada aksi 8 review kinerja tahunan terdapat 11 cakupan indikator spesifik telah memperlihatkan data capaian yang baik, namun pada 9 indikator sensitif masih perlu kerja keras antara lain cakupan keluarga yang mengikuti bina keluarga balita 44,5 persen, cakupan desa menerapkan KRPL 6,6 persen, cakupan rumah tangga peserta JKN 64,6 persen dan cakupan orang tua mengikuti kelas parenting 64,41 persen.
Dengan berbagai permasalahan yang ada maka program ini tidak akan berjalan optimal jika hanya dilaksanakan oleh Pemkab Deliserdang, perlu keterlibatan masyarakat.
Dunia usaha dan lintas sektor melalui pendekatan holistik, integratif, tematik, dan spatial di samping itu perlu dilakukan secara terus menerus kegiatan kegiatan praktik baik dan inovasi baru yang dapat langsung memberikan dampak positif yang dirasakan masyarakat Deliserdang.
Beberapa inovasi yang telah dilakukan antara lain Sedulor (sehat dengan daun kelor), Marjaga Hati (Mari Buat Jamban Sehat Keluarga, hari ini dan tidak nanti), Sinande Bundaku Sayangi Ibu dan Anak Deliserdang: Hubungi Bidan Setiap Waktu), Sadoku (siap antar dokumen kependudukan) Perek Kencana (pelayanan bergerak keluarga berencana menjangkau wilayah terpencil dan perbatasan), dan PMT PAUD (Pemberian Makanan Tambahan PAUD). (red/azw)
TINJAU: Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak saat mengecek jalannya vaksin masal di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Stabat, Langkat, Selasa (7/9).
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat bersama GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Kabupaten Langkat melaksanakan vaksinasi dosis kedua di PT Amal Tani Kecamatan Sirapit, Langkat, Selasa (7/9).
TINJAU: Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak saat mengecek jalannya vaksin masal di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Stabat, Langkat, Selasa (7/9).
Pelaksanaan vaksinasi untuk para warga perkebunan PT Amal Tani, ditinjau langsung Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Edy Rahmayadi didampingi Wakil Bupati Langkat H Syah Afandin mewakili Bupati Langkat Terbit Rencana PA, dan Disambut Direktur Utama PTAmal Tani, Riahna Jamin Ginting.
Dalam kesempatan itu, Gubsu mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Langkat dan GAPKI, telah membatu pemerintah pusat dan Sumut menyelenggarakan vaksinasi bagi seluruh pekerja perkebunan kelapa sawit Sumut. “Para buruh juga harus jadi prioritas untuk divaksin, karena mendukung perkembanagan ekonomi nasional,” ujar Gubsu.
Gubsu pun berpesan, agar warga perkebunan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) meski sudah divaksin. Menjalankan 5M dalam setiap aktivitas keseharian.
Setelah meninjau, Gubsu juga menyempatkan diri mengelilingi lokasi perkebunan PT Amal Tani yang berada di Kecamatan Sirapit.
Ia menegaskan, bagi pihak yang ingin mengganggu perkebunan segera menyingkir, sebaliknya bagi yang berniat ikut mengembangkan kemajuan perkebunan bisa berjalan bersama.
Sementara Wabup, mengucapkan terima kasih kepada Gubsu dan rombongan telah menyempatkan diri meninjau langsung ke lokasi. “Semoga kehadiran Gubsu memberikan semangat kepada kita semua untuk terus berjuang melawan Virus Corona,” ujar Wabup.
Sembari menyampaikan jumlah peserta vaksin dosis kedua untuk pekerjaan perkebunan, ada 1.023 orang.
Sementara, Bupati Langkat Terbit Rencana PA menyambut langsung kedatangan Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak yang datang melalui jalur udara mengunakan helikopter, mendarat di Alunalun T Amir Hamzah, Stabat, Selasa (7/9).
Kedatangan Kapolda Sumut itu untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi dosis pertama bagi para santri di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Stabat, Langkat.
Kapolda Sumut menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi merdeka ini secara serentak dilaksanakan di Pesantren dan rumah ibadah semua agama wilayah Sumut.
Harapan dari program ini, sebut Kapolda Sumut, dapat mewujudkan vaksinasi merdeka secara nasional, hingga tercapainya 2 juta orang divaksin perharinya.
Sementara Bupati Langkat, mengucapkan terima kasih atas kedatangan Kapolda Sumut.
Ia meyakini kedatangan Kapolda Sumut memberikan semangat bagi Forkopimda Langkat untuk terus berjuang memutuskan penyebaran Covid-19. “Terima kasih Kapolda Sumut atas kehadiran meninjau vaksinasi para santri,” sebutnya.
Sembari menjelaskan, dari jumlah total 750 santri pesantren Ulumul Qur’an, terdapat 450 santri yang memenuhi syarat dan divaksin.
Turut hadir, Ketua DPRD Langkat Sribana Peranginangin, Usur Forkopimda Langkat, Kepala SPN Hinai Polda Sumut, Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok, Pasiops Kapten Inf Zulkarnaen mewakili Dandim 0203/LKT, Ketua Yayasan Pesantren Ulumul Qur’an Muhammad Iqbal.
Sebelumnya Bupati Langkat meninjau sosialisasi strategi peningkatan uji kendaraan melalui kerja sama dengan sistem administrasi manunggal satu atap (Speksi Mantap), bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat.
Sosialisasi ini ditandai penandatanganan MoU Speksi Mantap, oleh Kadis Perhubungan Langkat H Muliyono dengan Kepala Badan Pengelola Pajak Retribusi Daerah Pemprovsu Achmad Fadly, disaksikan Bupati Langkat.
Dikesempatan itu Bupati Langkat mengatakan, program Speksi Mantap ini untuk mewujudkan keselamatan lalu lintas dan transportasi angkutan yang aman, nyaman, dan lancar. “Keselamatan adalah harga mati tidak bisa ditawar,” ujar Bupati Langkat. Semoga, sebut Bupati, program ini meningkatkan pelayanan transportasi dan menjadi salah satu solusi menekan ataupun mengurangi angka kecelakaan lalulintas.
Turut hadir Ketua DPRD Langkat Sribana PA, para kepala perangkat daerah Pemkab Langkat, Kepala UPT Samsat Stabat, Kepala UPT Samsat Pangkalan Berandan, Kepala UPT samsat Binjai, Manajer LNK Gohor Lama, Manajer LNK Tanjung Beringin, PT Phokpan Pram 8 Batu 8 Kecamatan Wampu, dan lainnya. (mag-6/azw)
POLANDIA akan menjamu Inggris di PGE Narodowy, Warsawa, dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa Grup I, Kamis (9/9) dini hari pukul 01:45 WIB. Laga ini menjadi partai hidup mati bagi Polandia. Pasalnya, jika gagal meraih poin penuh, apalagi sampai kalah, peluang tim berjuluk Bialo-Czerwoni ini akan semakin kecil untuk lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar.
Hanya satu tim dari setiap grup yang bakal lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2022 nanti. Makanya, Polandia wajib menang melawan Inggris. Apalagi, Robert Lewandowski dan kolega saat ini tertinggal 5 poin dari Inggris yang berada di posisi teratas.
Dikutip dari Eurosport, pelatih Timnas Polandia, Paulo Sousa menyebut, timnya masih perlu melakukan banyak pembenahan. Pasalnya, mereka bisa kebobolan saat menghadapi tim seperti San Marino karena kesalahan sendiri.
“Kesalahan adalah bagian dari proses untuk mencapai hasil yang baik. Kami seharusnya bisa dalam posisi yang lebih baik [di klasemen] daripada saat ini, tetapi tim ini akan terus belajar,” kata Sousa. Menghadapi Inggris di matchday ke-6, Polandia tidak boleh melakukan kesalahan jika tidak ingin menderita kekalahan. Di pertemuan pertama, Polandia kalah 2-1 dari The Three Lions dan mereka tidak boleh kehilangan poin lagi.
Dalam dua laga sebelumnya, laga pertama mereka setelah Euro 2020, Polandia menang 4-1 atas Albania, kemudian menghabisi tuan rumah San Marino 7-1. Robert Lewandowski mencetak tiga gol dalam dua kaga tersebut, sedangkan Adam Buksa menyumbang empat gol, termasuk hat-trick ke gawang San Marino.
Di lain pihak, pelatih Inggris, Gareth Southgate, menargetkan kemenangan di laga kontra Polandia. Pasalnya, 3 poin dapat membuat selisih poin The Three Lions dengan rival terdekatnya itu semakin jauh. “Ini adalah kesempatan besar bagi kami (lolos ke Piala Dunia 2022), jika kami menang di Warsawa (atas Polandia) maka kami berpeluang besar menjadi juara grup,” kata Southgate, dikutip dari The Guardian. Peluang Inggris untuk menang pun cukup besar karena memiliki komposisi yang lebih bagus dibanding Polandia. Selain itu, The Three Lions juga memiliki tren yang bagus dalam beberapa laga terakhir.
Inggris sukses meraih dua kemenangan dengan skor identik 4-0, yakni atas tuan rumah Hungaria dan saat menjamu Andorra. Raheem Sterling, Harry Kane, Harry Maguire, dan Declan Rice masing-masing menyarangkan satu gol ke gawang Hungaria. Setelah itu, Jesse Lingard mencetak dua gol kontra Andorra, di mana dua gol lainnya diciptakan oleh Harry Kane (penalti) dan Buyako Saka.
Inggris memimpin klasemen sementara Grup I dengan poin sempurna 15 dari lima pertandingan. Diikuti Polandia (10), Albania (9), Hungaria (7), Andorra (3), dan San Marino (0). (bbs)
WISATA KESEHATAN: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno saat mengunjungi Danau Toba, beberapa waktu lalu. Saat ini, Kemenparekraf sedang mengembangkan wisata kesehatan.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Wisata kesehatan atau medical tourism menjadi salah satu program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang akan terus dikembangkan. Sebab, Indonesia merupakan surganya produk herbal dan memiliki pangsa pasar yang sangat besar. Kota Medan, Jakarta, dan Bali, rencananya dipromosikan dalam tujuan wisata tersebut.
WISATA KESEHATAN: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno saat mengunjungi Danau Toba, beberapa waktu lalu. Saat ini, Kemenparekraf sedang mengembangkan wisata kesehatan.
Tahap awal, program ini akan menyasar wisatawan nusantara (domestik) yang biasanya melakukan pengobatan ke laur negeri. Jika dikalkulasi, setiap tahunnya orang Indonesia menghabiskan lebih dari 11 miliar dolar untuk wisata kesehatan tersebut.
“Wisata kesehatan sendiri beberapa minggu lalu saya sudah mencoba melakukan health check up, adalah suatu program yang akan kami unggulkan terutama fokusnya kepada wisatawan nusantara yang selama ini hampir setiap tahun menghabiskan USD 11 miliar lebih untuk wisata kesehatan di luar negeri,” kata Menparekraf, Sandiaga Uno.
“Wisata kesehatan kebugaran dan herbal ini akan kita kembangkan karena kita punya pangsa pasar yang sangat besar,” tambahnya.
Dalam pengembangan wisata kesehatan ini, Kemenparekraf menggandeng beberapa instansi, baik dari lintas kementerian lain maupun pihak swasta, seperti Perkumpulan Dokter Wisata Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mendukung wisata kesehatan di Indonesia. “Kita fokus kepada good quality agar fasilitas kesehatan kita bisa bersaing dengan fasilitas kesehatan luar negeri terutama dari aspek pelayanan,” kata Sandiaga.
Sementara itu untuk lokasinya, Jakarta, Medan dan Bali rencananya akan dipromosikan sebagai tempat tujuan wisata kesehatan. “Untuk wisata kesehatan dikaitkan dengan medical tourism yang akan didorong itu di Medan, Jakarta dan Bali. Ini tentunya karena ketersediaan rumah sakit di tiga tempat tersebut,” kata Deputi 6 Kemenparekraf, Rizki Handayani.
Di Medan misalnya, potensi warga setempat untuk keluar sangatlah besar. Harapannya dengan menyiapkan rumah sakit yang ada di Medan, maka masyarakat yang tinggal di Sumatera Barat atau Sumatera Utara sendiri tidak melakukan perjalanan ke laur negeri.
“Dalam artian beberapa penyakit seperti cancer di Indonesia sudah ada. Untuk marketnya sebenarnya lokasi untuk market sekarang Surabaya, Jakarta, Bandung, Palembang, itu market-market yang memang kita harapkan nanti memang yang melakukan pengobatan tetap di Indonesia,” kata Rizki.
Sementara, mengenai wisata herbal, antusiasme masyarakat terhadap program ini sangatlah tinggi, khususnya di Bali. Terutama di bidang kebugaran dan kecantikan, wisatawan mancanegara banyak yang menyasar wisata ini di Bali. “Mengenai pengobatan herbal, ada berapa tempat juga yang akan didorong pemerintah yaitu di Solo, Bali juga yang akan menjadi pusat wellness tourism,” tambah Rizki.
Berapa tahun belakangan ini, wisata kesehatan memang menjadi tren. Secara definisi, wisata kesehatan adalah wisata atau perjalanan yang dilakukan seseorang ke luar negeri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Di kawasan Asia sendiri, beberapa rumah sakit sudah memiliki reputasi yang baik dalam pelayanan wisata kesehatan.
Di beberapa negara seperti Singapura dan Thailand, bahkan pemerintah setempat telah memiliki agensi yang secara khusus melayani wisata kesehatan. Untuk kawasan Asia Tenggara, negara-negara yang paling diminati sebagai tujuan wisata kesehatan antara lain Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Kurangnya pelayanan kesehatan di negara sendiri dianggap menjadi salah satu alasan pelancong wisata kesehatan berbondong-bondong pergi ke negara lain. Selain itu, biaya pengobatan yang lebih murah dibandingkan negara sendiri hingga teknologi yang lebih canggih juga adalah alasan lainnya. Meski begitu, ada pula pelancong yang memilih untuk melakukan pemeriksaan atau mendapatkan pengobatan di luar negeri karena gengsi semata.
Menurut data pada tahun 2017, terdapat peningkatan populasi masyarakat yang bepergian untuk wisata kesehatan ke Thailand dan Malaysia, yaitu dari 8 persen menjadi 12 persen. Di Thailand sendiri, penduduk China menduduki peringkat pertama yang paling banyak melakukan wisata kesehatan. Sedangkan di Malaysia, Indonesia menjadi “kontributor” utama penyumbang devisa wisata kesehatan.
Selain masyarakat Indonesia, warga Singapura pun turut menjadi konsumen wisata di Malaysia. Pada umumnya warga Singapura memilih melakukan terapi jangka panjang yang membutuhkan biaya tinggi di Malaysia, seperti kemoterapi pada pasien kanker ataupun cuci darah (dialisis).
Berdasarkan sebuah survei yang dilakukan pada tahun 2017, disebutkan bahwa tindakan medis yang paling diminati di Asia berdasarkan peringkatnya adalah prosedur bayi tabung (IVF), penanganan kanker, ortopedi, mata (operasi katarak, lasik, dan sebagainya), jantung (prosedur kateterisasi, by pass jantung, saraf, anak, perawatan gigi, dan transplantasi organ.
Dari survei yang sama disebutkan bahwa alasan para konsumen melakukan wisata kesehatan adalah biaya yang lebih terjangkau, sistem kesehatan yang lebih berkualitas, staf medis (dokter, perawat, dsb) yang lebih berpengalaman dan memiliki reputasi baik, serta sekaligus pergi berlibur.
Negara Singapura menjadi tujuan utama wisata medis di Asia dan paling diminati oleh pasien internasional. Berdasarkan data dari Singapore Tourism Board (STB), pasien internasional yang datang ke Singapura setiap tahunnya bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan hingga melakukan prosedur bedah canggih seperti prosedur jantung, saraf, onkologi, mata, transplantasi organ, hingga anak. Bahkan pada tahun 2013, total devisa dari wisata kesehatan di Singapura mencapai angka $618,4 juta.
Berbeda dari Singapura, prosedur yang lebih diminati sebagai tujuan wisata kesehatan di Thailand adalah tindakan kosmetik, kulit, dan bedah plastik. Beberapa rumah sakit swasta di Thailand pun menjadi tujuan utama para konsumen.
Selain Singapura dan Thailand, Malaysia juga mendapatkan banyak keuntungan dari wisata kesehatan. Berdasarkan data pada tahun 2016, total pendapatan yang berasal dari wisata kesehatan menginjak angka $238,8 juta dari 900.000 turis wisata kesehatan.
Di Indonesia, peminat dan pelaku wisata kesehatan tak sedikit dan ini pada dasarnya adalah hak setiap orang untuk mendapatkan pelayanan terbaik. Meski sekarang wisata kesehatan lebih mudah didapat, apalagi sudah banyak biro perjalanan yang menawarkan layanan ini, Anda sebagai konsumen tetap harus bersikap kritis. Jangan sampai tergiur iming-iming iklan dan harga murah padahal kualitas pelayanan medisnya meragukan. (dtt/bbs)
VAKSINASI: Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak bersama Kasdam I/BB Brigjen TNI Didied Pramudito, dan Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, saat mengunjungi Vaksinasi Merdeka Polri di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Jalan Peringgan, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, Selasa (7/9).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali menerima vaksin Covid-19 dari Pemerintah Pusat, Selasa (7/9) siang. Kali ini, vaksin yang diterima sebanyak 606.240 dosis atau 143 koli vaksin Covid-19 di Terminal Kargo Bandara Kualanamu Internasional. Selanjutnya, dibawa ke Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Sumut.
VAKSINASI: Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak bersama Kasdam I/BB Brigjen TNI Didied Pramudito, dan Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, saat mengunjungi Vaksinasi Merdeka Polri di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Jalan Peringgan, Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, Selasa (7/9).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah mengatakan, ratusan ribu vaksin Covid-19 yang diterima terdiri dari dua jenis yaitu Coronavac dan Sinovac.
“Benar, kita telah kembali menerima vaksin dari pemerintah pusat. Vaksin yang diterima kali ini jenis Sinovac dan Coronavac,” ujarnya melalui sambungan seluler.
Aris juga mengatakan, setelah tiba di gudang farmasi, vaksin tersebut kemudian akan segera didistribusikan ke kabupaten/kota. “Saat ini vaksinnya sudah diterima dan masih disimpan di gudang,” katanya singkat.
Dalam pengangkutan dari Bandara Kualanamu ke Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Sumut, vaksin Covid-19 tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari personel Brimob Polda Sumut. Pengawalan vaksin berjalan dengan aman dan tiba di Gudang Farmasi Dinkes Pemprovsu pada Pukul 13.30 WIB.
Sementara itu, terkait perkembangan Covid-19 di Provinsi Sumut, saat ini kembali diperoleh penambahan sebanyak 1.717 orang warga yang dinyatakan sembuh, sehingga totalnya naik dari 79.010 menjadi 80.727 orang. Melalui jumlah itu, Sumut menjadi Provinsi tertinggi kedua dalam menyumbangkan 14.159 kasus sembuh nasional.
Sedangkan untuk kasus konfirmasi, Sumut memperoleh penambahan 448 orang, sehingga total kasusnya naik dari 99.406 menjadi 99.854 orang. Dari jumlah itu, Sumut juga menjadi daerah terbanyak keempat dalam menyumbangkan 7.201 kasus konfirmasi positif di Indonesia.
Kemudian untuk kasus kematian, Sumut menambah 40 kasus baru menjadi 2.519 orang sekaligus menjadi daerah terbanyak keempat dalam menyumbangkan 683 kasus kematian dalam sehari di Tanah Air. Karena itu, berdasarkan data-data tersebut diketahui bahwa kasus aktif Covid-19 di Provinsi Sumut mengalami penurunan 1.309 poin, dari hari sebelumnya 17.917 menjadi 16.608 orang. (ris)
PENYEKATAN: Personel Polantas berjaga di lokasi penyekatan di persimpangan Jalan Juanda dan Jalan Brigjen Katamso dalam rangka PPKM Level 4 di Kota Medan.Triadi Wibowo/Sumut Pos .
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Medan kembali diperpanjang. Namun, dalam perpanjangan PPKM Level 4 kali ini, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi melakukan pelonggaran aturan. Pesta atau resepsi pernikahan yang sebelumnya dilarang, kini sudah boleh digelar. Sedangkan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah masih dilarang.
PENYEKATAN: Personel Polantas berjaga di lokasi penyekatan di persimpangan Jalan Juanda dan Jalan Brigjen Katamso dalam rangka PPKM Level 4 di Kota Medan.Triadi Wibowo/Sumut Pos .
PELONGGARAN tersebut tertuang dalam Instruksi Gubernur Sumut (Ingubsu) Nomor 188.54/40/INST/2021 tentang PPKM Level 4 di Sumut yang berlaku mulai 7 hingga 20 September 2021. Dilihat Sumut Pos kemarin, Ingubsu tersebut ditujukan kepada Wali Kota Medan, Wali Kota Sibolga, dan Bupati Mandailing Natal.
Adapun dalam Ingubsu untuk daerah yang menerapkan PPKM level IV, ada kelonggaran yang dilakukan Gubsu. Di antaranya mengizinkan digelarnya resepsi pernikahan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Namun kapasitasnya hanya 25 persen atau paling banyak 30 orang, serta tidak ada hidangan makanan di tempat.
Tidak hanya di Kota Medan, aturan itu juga berlaku di dua daerah lainnya yang berstatus PPKM Level 4 di Sumut, yakni Mandailing Natal (Madina) dan Sibolga. Namun untuk Madina dan Sibolga, aturan dari gubernur tersebut justru menjadi pengetatan. Sebab, masih lebih longgar kegiatan masyarakat sewaktu Madina berstatus level 2 maupun Sibolga yang berstatus level 3.
Sedangkan untuk level I sampai level III, ketentuan serupa sudah dikeluarkan berdasarkan Ingubsu Nomor 188.54/41/INST/2021. Bahwa untuk level III ditujukan kepada bupati/wali kota seperti Asahan, Batubara, Dairi, Deliserdang, Karo, Binjai, Pematangsiantar, Tebingtinggi, Labura, Langkat, Nias, Padanglawas, Pakpak Bharat, Samosir, Serdangbedagai, Simalungun, dan Toba.
Sementara untuk level II ditujukan kepada bupati/wali kota di wilayah Humbang Hasundutan, Gunung Sitoli, Padang Sidimpuan, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Labusel, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padang Lawas Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara.
Pastikan Infrastruktur Sebelum PTM
Sementara, Pemprov Sumut mengingatkan seluruh kepala daerah yang menerapkan PPKM Level I, II, dan III untuk memastikan infrastruktur sekolah sesuai protokol kesehatan sebelum mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayahnyan
masing-masing. “Kita memang menyerahkan kepala daerah untuk melihat daerahnya. Sebab (kepala daerah) lebih tau daerahnya meski izin tetap dari provinsi, namun bupati/wali kota-lah yang membuat keputusan,” kata Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah menjawab wartawan usai menghadiri paripurna di DPRD Sumut, Selasa (7/9).
Pemprov melalui Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, memang telah izinkan PTM digelar pada 1 September kemarin. Hal ini diatur melalui Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188.54/39/INST/2021 tentang pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di masa pandemi Covid-19 di Sumut. Instruksi ini ditujukan kepada bupati/wali Kota se-Sumut. “Memang beberapa daerah sudah dibolehkan. Tapi ada beberapa daerah termasuk Medan, belum memulai. Meski PTM sudah boleh, namun belum serentak dilakukan. Kita meminta kepala daerah ikut melihat daerahnya, jangan sampai dipaksakan juga,” katanya lagi.
Di kesempatan itu, pria yang akrab disapa Ijeck juga mengatakan, pihaknya bersama pemda se-Sumut terus menggenjot vaksinasi ke semua lapisan masyarakat. Selain untuk pembukaan PTM, hal ini bertujuan mencapai target kekebalan tubuh kelompok guna memutus rantai penularan virus Corona. “Upaya kita adalah bagaimana vaksin ini bisa menyeluruh ke masyarakat. Ini upaya yang memang bisa membantu menekan angka paparan covid kita,” katanya.
Disinggung lanjutan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Ijeck menyebut kondisinya tidak begitu banyak berubah. Begitupun diakuinya, di Sumut melalui beberapa kabupaten dan kota, laju perkembangan dari orang terpapar Covid, menunjukkan tren penurunan. Termasuk keterisian tempat tidur atau BOR di sejumlah rumah sakit rujukan Covid. “Akan tetapi kita terus menjaga supaya angka paparan ini tidak lagi meluas, makanya harus sama-sama kita jaga protokol kesehatan dan upaya vaksinasi menyeluruh ke masyarakat,” pungkasnya.
2 Sekolah Ketahuan Gelar PTM
Sementara, Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rakhmat Adi Syahputra Harahap mengatakan, Pemko Medan baru saja menerima Ingubsu soal perpanjangan masa PPKM Level IV di Kota Medan hingga 20 September 2021. “Ingubsunya sudah kita terima barusan, dan Pemko Medan segera mengeluarkan Surat Edaran terkait perpanjangan masa PPKM Level IV di Kota Medan,” ucap Rakhmat kepada Sumut Pos, Selasa (7/9).
Menurut Rakhmat, dengan diperpanjangnya masa PPKM Level IV di Kota Medan, maka Pemko Medan masih belum mengizinkan adanya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada sekolah-sekolah di Kota Medan. Diterangkan Rakhmat, Selasa (7/9) kemarin, Pemko Medan kembali menggelar razia ke sekolah-sekolah. Alhasil, Pemko Medan kembali menemukan adanya sekolah yang menggelar PTM secara diam-diam.
“Hari ini ada dua sekolah yang kita temukan menggelar PTM. Pertama, SDIT Khairin di Jalan Tuamang, Kelurahan Sidorejo Timur, Kecamatan Medan Tembung. Kedua, Sekolah Madrasah Al Ihsan, Jalan Suluh, Kelurahan Sidorejo juga,” terangnya.
Kepada kedua sekolah tersebut, jelas Rakhmat, pihak Satgas Kecamatan dan Kelurahan telah memberikan peringatan dan melakukan pembubaran kegiatan. “Kalau nanti kita temukan kembali melanggar, maka akan kita tindak lebih tegas. Semuanya harus tahu, saat ini PPKM Level 4 masih diperpanjang di Kota Medan. Ini harus dipatuhi, jangan ada lagi yang melanggar, apalagi sekolah yang mengumpulkan anak-anak,” pungkasnya.
Terpisah, Wali Kota Medan Bobby Nasution juga mengaku kalau PPKM Level 4 di Kota Medan kembali diperpanjang hingga 20 September 2021. “Seperti yang saya bilang kemarin, meskipun dari minggu-minggu kemarin kita tren penurunan, bahkan per kemarin penambahan kasusnya sudah di bawah 100 kasus dalam sehari, namun penilaian inikan bukan hanya dari tren penurunan, tapi banyak aspek seperti tingkat mobilitas, lalu kita jga melihat aglomerasi kita seperti Mebidang (Medan, Binjai, Deliserdang), bagaimana tren yang ada di sana,” kata Bobby usai menghadiri Paripurna DPRD Medan, Selasa (7/9).
Benar saja, berdasarkan data yang dirilis Badan Penanggulangan Benda Daerah (BPBD) Kota Medan per 6 September 2021, angka kasus positif Covid-19 meningkat 89 kasus menjadi 44.844 kasus. Sementara, angka kesembuhan meningkat 270 kasus menjadi 36.493. Dikatakan Bobby, salah satu alasan lainnya, rumah-rumah sakit yang ada di Kota Medan juga banyak diisi warga dari luar Kota Medan, mengingat Kota Medan merupakan Ibukota Provinsi.
“Contohnya saja, rumah sakit kita tidak hanya menampung dari masyarakat Kota Medan, tapi juga menampung masyarakat kabupaten/kota yang ada di Sumatera Utara. Ini juga beberapa aspek yang diperhitungkan kenapa Medan masih masuk ke level 4,” ujarnya.
Terkait keterisian tempat-tempat isolasi terpadu (Isoter), Bobby menyebutkan, jika tingkat keterisiannya masih jauh dari penuh, yakni 20 sampai 30 persen. Hal itu terjadi di 3 lokasi Isoter, yakni Eks Hotel Soechi, Gedung P4TK, dan KM Bukit Raya. “Rata-rata keterisiannya masih 20 sampai 30 persen. Ini yang terus kita upayakan, bagaimana yang terkonfirmasi positif kita minta kepada setiap kecamatan agar masuk ke Isoter apabila karakteristiknya rentan,” katanya.
Bobby pun menjelaskan, saat ini tingkat penyebaran Covid-19 pada 5 Kecamatan yang selalu menjadi kecamatan dengan tingkat penyebaran Covid-19 tertinggi mengalami penurunan. Adapun kelima kecamatan itu, yakni Kecamatan Medan Helvetia, Medan Johor, Medan Sunggal, Medan Tuntungan, dan Medan Selayang. “Dan saya gak mau kalau yang 5 ini turun, ada yang menggantikanya. Jangan ada penambahan kasus yang tiba-tiba meledak di kecamatan yang lain,” pungkasnya. (prn/map)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol RZ Panca Simanjuntak meyakini, bahwa empat kawanan perampok bersenjata api (Senpi) di toko emas, di Pasar Simpang Limun, Medan, akan tertangkap.
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Simanjuntak.
“InsyaAllah, mudah-mudahan (ditangkap), yang jelas tim masih bekerja,” katanya kepada sejumlah wartawan di Medan, Senin (6/9) sore.
Saat ini, lanjutnya, tim gabungan kepolisian masih mengejar para pelaku tersebut. Mereka merupakan komplotan perampok bersenjata api. “Tenang saja, tim sampai sekarang masih bekerja di lapangan. Doakan saja bisa segera terungkap,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi kepada Sumut Pos, di Medan, Senin (6/9) juga mengatakan bahwatim masih mengejar pelaku-pelakunya. Dan masih di lapangan.
Dikatakannya, pihak Polda Sumut masih terus melakukan penyelidikan kasus perampokan itu, yang menyebabkan seorang juru parkir (Jukir) tertembak. “Kasusnya masih dalam penyelidikan. Mohon doanya saja agar pelakunya cepat tertangkap,” pintanya.
Sebelumnya, empat kawanan perampok dengan menggunakan Senpi menggasak dua toko emas, yakni Toko Emas Aulia Chan dan Toko Emas Masrul F, di Pasar Simpang Limun Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Sudirejo ll, Medan, Kamis (26/8), sekira pukul 14.30 WIB.
Kawanan rampok itu langsung kabur, usai menggasak emas sedikitnya 7Kg di dua toko tersebut dan sempat menembak tepat di leher seorang Jukir, Julius Sardi Simanungkalit (47). Akibat insiden itu, korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Poldasu, Jalan KH Wahid Hasyim Medan. (dwi/azw)
PAPARKAN: Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis SH, MH didampingi Kasat Reskrim AKP Fery Kusnadi SH MH saat mengadakan temu pers kasus kriminal di Halaman Sat Reskrim Mapolres Batubara, Senin (6/9).
BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis SH MH didampingi Kasat Reskrim AKP Fery Kusnadi SH MH ungkap 5 pelaku pencurian dari kasus yang berbeda, dalam temu pers kasus kriminal di Halaman Satuan Reskrim Mapolres Batubara. Senin, (6/9).
PAPARKAN: Kapolres Batubara AKBP Ikhwan Lubis SH, MH didampingi Kasat Reskrim AKP Fery Kusnadi SH MH saat mengadakan temu pers kasus kriminal di Halaman Sat Reskrim Mapolres Batubara, Senin (6/9).
Adapun kasus pencurian salah satunya di Toko Ponsel Bambang Celluler pada Jumat, (27/08) lalu di Dusun VI Harapan Jaya Desa Bangunsari Kecamatan Datuk Tanahdatar.
Setelah mendapatkan laporan dari Bambang pemilik toko ponsel, Tim Anti Bandit yang dibentuk Kapolres Batubara dibawah binaan Kasat Reskrim AKP Fery Kusnadi memburu para pelaku dan mengamankan 3 orang terduga yang berasal dari Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
Dalam buruannya Tim Anti Bandit Polres Batubara berhasil mengamankan 3 pelaku atas nama SR alias Hari alias Toco (32) warga Dusun IV Desa Pematang Tatal Kecamatan Perbaungan, RA alias Rudi (33) warga Dusun VI Desa Lidah Tanah Kecamatam Perbaungan, dan AD alias Bagol, (38) warga Dusun ll Desa Pematang Tatal Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, dan seorang tersangka lainnya yang merupakan otak pelaku masih dalam pencarian (buron) bernama Yudi (45) warga Dusun 1 Desa Nagakisar Kecamatan Pantaicermin.
Dari tangan pelaku diamankan, satu unit Laptop ACER 14 inch warna Hitam, 4 unit Handphone, 2 botol Parfum, 49 kartu ponsel, 3 unit speaker MP3 Portable, 2 buah Linggis sepanjang 1 meter, 1 buah kunci besi sepanjang 1 meter, 1 Unit Mobil Xenia
Selain melakukan pencurian diponcel milik Bambang ke-3 pelaku juga melakukan pencurian di Kantor JNE Ekspres Cabang Indrapura pada (13/08) lalu yang berada di Lingkungan lll Kelueahan Indrapura Kecamatan Airputih Kabupaten Batubara.
Dari tangan pelaku diamankan 2 buah linggis sepanjang satu meter, 1 buah kunci besi sepanjang satu meter, 1 potong jaket warna hitam, 1 potong daster warna hitam, 1 potong kaos warna hitam, dan 1 buah tas sandang warna biru.
Terhadap pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 363 ayat (2) KUHPidana, dengan ancaman hukuman pidana 9 tahun penjara.
Selanjutnya Kapolres Batubara mengungkapkan kasus Curanmor yang terjadi Pada Sabtu, (21/08) lalu sekira pukul 08.00 Wib di Dusun Ladang Lawas Desa Pasar Lapan Kecamatan Air Putih Kabupaten Batubara.
Adapun pelaku yang berhasil diamankan ZKN (25) warga Dusun Nangka Desa Tanah Merah Kecamatan Air Putih Kabupaten Batubara dan rekannya atas nama HM masih dalam pencarian (buron).
Ditangan ZKN disita satu unit ponse, dan terhadap pelaku disangkakan Pasal 363 ayat 1 ke 4e dari KUHPidana.
Terakhir pengungkapan kasus pencurian sepeda motor (Curanmor), tersangka atas nama FA alias Andi (30) warga Dusun Vll Desa Tanjung Muda Kecamatan Airputih Kabupaten Batubara.
Waktu kejadian, Rabu (18/08) sekira pukul 05.00 WIB di rumah warga yang terletak di Dusun Vll Desa Tanjung Muda Kecamatan Airputih.
Ditangan pelaku disita 1 Unit Sepeda Motor Yamaha Scorpio warna Silver B 6603 NPM No Rangka : MH35BP0047K077127, No Mesin :58P-077237, 1 Unit Hp merk Vivo Y30 bersama kotak, 1 buah Besi.
Terhadap pelaku ini disangkakan Pasal 363 Ayat 2 dari KUHPidana. (bnd/azw)