MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebuah video yang menunjukkan pria diduga preman menganiaya pedagang wanita di Pajak Gambir, Kecamatan Percut Seisuan, Deliserdang, Sumatera Utara viral.
Pelaku dengan semena-mena memukuli wanita penjual sayur hingga tersungkur. Dalam video tampak pria memakai baju coklat lengan panjang memukuli, menendang wanita yang mengenakan baju merah jambu, sembari berkata-kata kasar.
Korban mencoba melawan, namun tidak cukup kuat. Korban pun mengerang kesakitan. Sedangkan anak korban yang tak tahan melihat penyiksaan ibunya, merekamnya lewat ponsel.
Informasi dihimpun, korban diketahui bernama Liti Wari Iman Gea (37). Insiden terjadi pada Minggu (5/9).
Saat itu korban yang sedang mencari nafkah didatangi dua orang dan diduga melakukan pungutan liar (pungli) dengan meminta sejumlah uang.
Korban yang menolak membuat pria itu mengamuk. Salah satu pria diduga preman dengan beringasnya menghajar wanita malang tersebut, hingga babak belur.
Terkait dengan viralnya video preman ini, polisi langsung bertindak dan menangkap seorang pelaku yang menganiaya korban.
Pelakunya sudah ditangkap,” kata Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan AKP M Karo Karo kepada SuaraSumut.id, Selasa (7/9).
Ia menjelaskan, pelaku berinisial BS ditangkap pada Senin (6/9/2021) malam di kafe di kawasan Tembung, Kecamatan Percut Seituan.
“Pelaku saat ini menjalani pemeriksaan dan interogasi di Polsek Percut Sei Tuan, untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” pungksnya.(ssd/azw)
TEWAS: Tahanan Polsek Medan Kota Aryes Prayudi Ginting diduga tewas tak wajar.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga bantuan hukum (LBH) Medan meminta Polsek Medan Kota melakukan ekshumasi (bongkar kuburan) terhadap Aryes Prayudi Ginting. Pasalnya, tahanan kasus narkotika itu dinilai meninggal tak wajar, yang diduga karena dianiaya.
TEWAS: Tahanan Polsek Medan Kota Aryes Prayudi Ginting diduga tewas tak wajar.
Meski polisi sudah membantah, bahwa Aryes meninggal karena sakit getah bening yang dideritanya. Namun, menurut LBH Medan bila memang tahanan tersebut meninggal bukan karena dianiaya, polisi semestinya juga mampu membuktikannya lewat rekam medis.
“Apakah meninggalnya karena sakit atau adanya dugaan penyiksaan? Serta hasil rekam medisnya seharusnya diberikan kepada istri atau keluarga Aryes sebagaimana amanat UU Praktik Kedokteran guna menghindari permasalahan hukum ke depannya,” kata Wakil Direktur LBH Medan Irvan Saputra SH MH, Selasa (7/9).
LBH Medan menilai, untuk membuktikan tahanan yang meninggal tersebut bukan karena dugaan penyiksaan, polisi tidak cukup hanya sekedar berbicara saja kepada media (publik) atau kepada keluarga Aryes.
“Polsek Medan Kota wajib membuktikan pernyataannya kepada publik dan keluarga dengan didukung adanya bukti surat (rekam medis) dari pihak yang berkompeten dalam hal ini rumah sakit atau dokter forensik,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, sudah sepatutnya secara hukum untuk membuktikan penyebab kematian tahanan di Polsek Medan Kota tersebut wajib segera melakukan ekshumasi atau bongkar kuburan guna melakukan bedah mayat agar dapat diketahui penyebab kematiannya.
“Hal ini berkaca dari pengalaman LBH Medan dalam menangani kasus dugaan penyiksaan di Polsek Sunggal yang saat ini masih dalam proses hukum,” terangnya.
Hal tersebut juga berguna untuk menghindarkan perspektif negatif masyarakat khususnya istri Aryes terhadap Polsek Medan kota. Pembuktian tersebut menurut LBH Medan merupakan tanggung jawab dari Polsek Medan kota, sebagaimana amanat Undang-undang yaitu jika kesehatan dan makanan tersangka yang ditahan pihak kepolisian merupakan tanggungjawab polsek terkait.
“Oleh karena itu, jika adanya kematian tahanan yang diduga tidak wajar pihak polsek wajib melakukan autopsi jika mayat belum dikuburkan dan apabila telah dikuburkan maka wajib dilakukan ekshumasi sebagaimana amanat Pasal 133, 134 dan 135 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),” jelasnya.
LBH Medan menilai alasan pihak Polsek Medan Kota mengatakan jika pihak keluarga tidak mau diautopsi dan ada surat pernyataannya tidak dapat dibenarkan secara hukum untuk dijadikan alasan tidak melakukan autopsi.
“Seharusnya pihak Polsek Medan Kota melakukan autopsi guna menghindari prasangka buruk masyarakat/keluarga korban terhadap kepolisian,” sebutnya.
Ke depan, LBH Medan mengimbau kepada masyarakat, apabila ada tersangka atau terdakwa meninggal dunia saat di tahanan atau di rumah sakit maka wajib minta untuk diautopsi agar tidak ada kecurigaan, apalagi jika meninggalnya tidak wajar.
“LBH Medan juga meminta Kapolri untuk memerintahkan jajaranya menghentikan praktik-praktik yang diduga menyodorkan surat pernyataan atau video tidak mau melakukan autopsi. karena hal tersebut jelas bertentangan dengan UUD 1945, KUHAP dan UU No, 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, DUHAM (Deklarasi Universal HAM),” tandasnya.
Diketahui tahanan Polsek Medan Kota Aryes Prayudi Ginting diduga meninggal tidak wajar pada 23 Agustus 2021, ada beberapa kejanggalan diantaranya wajah membengkak dan lebam (badan membiru) seperti dugaan bekas penyiksaan. (man/azw)
LABUSEL, SUMUTPOS.CO—Teknologi kini merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Berkat alat pembelajaran modern, pendidikan tanpa henti kini dapat dilakukan, keterlibatan siswa meningkat, dan pengetahuan berkembang pesat.
WEBINAR: Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Kominfo RI diselenggarakan di Kabupaten Labusel, Sumut, dengan mengangkat tema besar “Menjaga dan Mendidik Anak di Era Digital” pada 12 Agustus 2021. IST
“Meski demikian, teknologi takkan pernah bisa menggantikan guru yang hebat, melainkan di tangan guru yang hebat, teknologi sangat transformatif,” kata Rina Agustini, Guru Tata Boga SMK ICB Cinta Wisata Bandung, saat jadi narasumber Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Provinsi Sumatera Utara, 12 Agustus 2021.
Menurutnya, manfaat teknologi untuk guru mencakup menyiapkan pelajaran dengan media campuran, serta guru dapat menyesuaikan dengan aneka ragam gaya belajar siswa.
“Penting bagi guru mempersiapkan ruang belajar digital, dengan cara pilih sistem manajemen pembelajaran, tinjau bahan pembelajaran online, membuat jadwal pembelajaran, pilih platform live streaming yang aman, serta pilih aplikasi yang mendorong kolaborasi,” katanya di sesi Keamanan Digital dengan materi bertema “Rekam Jejak Digital di Ranah Pendidikan”.
Rina menjelaskan, teknologi interaktif memungkinkan siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi dengan teman sekelas maupun guru.
“Manfaat bagi siswa, meliputi siswa dapat lebih aktif dalam belajar berkat kuis, permainan, jajak pendapat, konten video, serta semua orang bisa belajar sesuai dengan kemampuannya, sehingga siswa bisa mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka,” pungkasnya.
Frans Padak Demon, Konsultan Media International pada sesi Kecakapan Digital, menjabarkan unsur proses belajar antara lain menerima ilmu, menganalisa, diskusi dengan sesama murid dan guru, peran guru sebagai pengajar dan fasilitator, kemampuan untuk disiplin atur waktu dan belajar sendiri, serta kemudahan menggunakan platform dan peralatan pengajaran dan belajar.
“Tantangan belajar online ini meliputi adaptasi dari pertemuan tatap muka ke pertemuan online, masalah keterampilan mengoperasikan komputer, serta masalah pengolahan waktu,” katanya yang mengangkat tema “Digital Skill in Action: Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital”.
Kreatif dan inovatif menggunakan teknologi, lanjut dia dengan cara perubahan metode pengajaran, gunakan aneka software dan aplikasi untuk tingkatkan keterlibatan murid, tingkatkan motivasi murid dengan tugas-tugas pembuatan video, serta sistem manajemen pengajaran, seperti ruang guru dan google classroom.
Sugianto selaku Ketua Dewan Kesehatan Rakyat Sumut, di sesi Budaya Digital menjabarkan tantangan budaya dalam bermedia digital, meliputi kaburnya wawasan kebangsaan, menipisnya kesopanan dan kesantunan, berkurangnya toleransi dan penghargaan pada perbedaan, menghilangnya batas-batas privasi, serta pelanggaran hak cipta dan karya intelektual.
“Pilar kebangsaan mencakup antara lain Pancasila, UUD 1945, Negara kesatuan Republik Indonesia, serta Bhineka Tunggal Ika,” kata dia dalam materi bertajuk “Literasi Dalam Meningkatkan Wawasan Kebangsaan”.
Menurutnya, Pancasila merupakan falsafah negara dan pandangan atau cara hidup bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai cita-cita nasional.
“Pancasila menjadi karakter masyarakat Indonesia sehingga menjadi identitas atau jati diri Indonesia. Norma konstitusional UUD 1945 menjadi acuan dalam pembangunan karakter bangsa. Karakter yang dibangun pada manusia dan bangsa Indonesia ialah karakter yang memperkuat dan memperkukuh komitmen terhadap NKRI. Bhinneka Tunggal Ika bertujuan menghargai perbedaan atau keragaman namun tetap bersatu dalam ikatan sebagai bangsa Indonesia,” urainya.
Rahmad Aditiya, Dosen Fakultas Teknik Informatika UNIVA Labuhanbatu, menjelaskan media sosial merupakan sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, serta menciptakan isi blog, jejaring sosial, dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.
“Medsos marak akan berbagai tindakan kejahatan seperti penipuan online, berita hoaks, dan kiriman spam. Masyarakat dapat turut berperan aktif dalam memberantas kejahatan online dengan melaporkan konten yang berbahaya dan tidak sehat. Laporkan konten tersebut lewat form Kominfo, form polisi online, dan email Kominfo,” katanya di sesi Etika Digital dengan mengusung tema “Bijak Sebelum Mengunggah di Media Sosial”.
Ia memberi tips bermedsos dengan bijak dan tepat, dengan cara tidak berlebihan dalam membagikan hal pribadi, bijak dan berpikir ulang ketika ingin mengunggah sesuatu hal, lakukan detoks medsos secara berkala, berhenti membandingkan diri, serta jauhi drama medsos.
Webinar diakhiri Megan Lisandra Elmira, influencer dengan followers 12,4 ribu, dengan menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat para narasumber.
Sebagai keynote speaker, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.
Diketahui, kegiatan ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo tentang pentingnya sumber daya manusia yang memiliki talenta digital. Berkenaan dengan itu, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera pada 77 kabupaten/kota dari Aceh hingga Lampung.
Ditjen Aptika memiliki target hingga 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital, yakni secara spesifik dimulai pada 2021. Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi di bidang digital.
Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta internet yang semakin masif oleh masyarakat, sehingga implementasi program literasi digital di daerah perlu terus digalakkan. (rel/dek)
Atas kiri: Ryan Charland, President Director & CEO Manulife Indonesia. Kanan: Ibu Novita Rumngangun, Director & CMO Manulife Indonesia. Kiri bawah: Andy Noya, Founder Benih Baik.com.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Manulife Indonesia bersama platform crowdfunding, BenihBaik.com, kembali memberikan donasi untuk membantu penanganan COVID-19 yang terus melanda seluruh nusantara. Donasi diberikan dalam bentuk lebih dari 500 tabung oksigen atau senilai lebih dari Rp1,3 Miliar yang disalurkan kepada berbagai fasilitas kesehatan di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini sekaligus merupakan wujud kepedulian Manulife Indonesia yang senantiasa memberikan kontribusi untuk negeri melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).
“Share of humanity atau nilai kemanusiaan merupakan hal yang terus kami galakkan baik di internal Manulife maupun melalui kegiatan eksternal aksi berbagi. Mengacu pada situasi pandemi terkini, kami memberikan upaya konkret yang dapat membantu sesama yang membutuhkan. Kami memahami bahwa kebutuhan oksigen ini sangat krusial, oleh karena itu kami tidak dapat berdiam diri – kami ingin membantu sesama. Kami berharap upaya ini semakin memberikan dukungan kepada berbagai pihak dalam menekan angka pertumbuhan COVID-19” kata Ryan Charland, President Director & CEO Manulife Indonesia.
Lebih dari 36 tahun beroperasi dan telah melayani lebih dari 2 juta nasabah di Indonesia, Manulife semakin mengukuhkan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan maupun ketenangan pikiran bagi nasabah maupun keluarganya. Pada tahun 2020, Manulife Indonesia juga telah mendonasikan sebanyak 500 Alat Pelindung Diri (APD) melalui BenihBaik.com kepada para tenaga medis sebagai garda terdepan dalam memerangi COVID-19.
Dengan memiliki visi kemanusiaan yang sama, Benihbaik.com menyambut baik inisiatif Manulife Indonesia untuk bergotong royong dan terus peduli satu sama lain. Kerjasama ini diharapkan semakin bermanfaat tidak hanya untuk penderita yang membutuhkan oksigen dalam penanganan COVID-19, namun juga dalam memberikan dukungan nyata kepada para tenaga medis yang tak kenal lelah berjuang sejak pandemi melanda hingga saat ini.
Selain donasi tersebut, Manulife telah menunjukkan komitmennya dalam memerangi COVID-19 dengan membuat klaim terkait COVID-19 menjadi digital dan karenanya lebih mudah, melalui MiEClaim-nya, yang dapat diakses melalui website kami: www.manulife.co.id.
Sejauh ini, klaim tersebut telah dibayarkan sekitar Rp365 miliar. Manulife akan terus membuat keputusan finansial menjadi lebih mudah dan hidup lebih baik bagi para nasabahnya. (rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sumatera Utara, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan pemilik hak suara harus jeli dalam melihat siapa yang tepat memimpin partai berlambang mercy itu di Sumut. Menyongsong Pemilu, Pilpres, Pileg, dan Pilkada 2024, Partai Demokrat dinilai butuh pemimpin yang militansi, mengakar, dan mampu merebut hati rakyat.
Hal ini mengingat dinamika politik nasional sangat tinggi frekuensinya yang berimbas ke daerah. Apalagi saat ini Partai Demokrat berada di luar koalisi Pemerintah. Kondisi ini di satu sisi bisa memberikan kerugian, tapi di sisi lain justru dapat menjadi keuntungan besar bagi Partai Demokrat. Hal itu sangat tergantung kepada perkembangan situasi sosial politik dalam negeri.
“Jika dilihat kondisi sekarang, di mana rakyat semakin hari semakin menjerit dengan kemiskinan, kesulitan ekonomi, lowongan kerja yang sangat kecil, pengangguran yang semakin bertambah, dan sinyalemen utang luar negeri yang semakin besar, tentu membuat citra buruk pemerintah di mata rakyat,” kata Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, DR Sakhyan Asmara MSP kepada wartawan, Selasa (7/9/2021).
Belum lagi ditambah masalah masuknya tenaga kerja asing, khususnya dari Tiongkok ke Indonesia, sementara para pencari kerja di negeri sendiri begitu sulit untuk mendapatkan pekerjaan, disusul polemik masalah ideologi, masalah agama, masalah sosial, masalah kesehatan khususnya dalam penanganan pandemi Covid-19 yang telah menimbulkan beban berat bagi masyarakat.
Sementara di sisi lain, korupsi tidak juga dapat dikikis habis, bahkan penegakan hukum secara kasat mata dilihat rakyat perlakuan yang tidak adil dan sangat memprihatinkan. “Sebenarnya masih sangat banyak masalah lain yang timbul saat ini dikarenakan pengelolaan manajemen pemerintahan dalam kabinet kerja, dinilai tidak bekerja secara optimal,” sebutnya.
Kondisi politik seperti itu, menurut Sakhyan, menyebabkan rakyat akan melirik kepada partai-partai yang tidak berada di dalam koalisi pemerintah. “Rakyat sangat menaruh harapan besar kepada Partai Demokrat untuk memimpin perubahan di Indonesia, menghapus citra buruk korupsi, kesulitan ekonomi, pengangguran, masalah sosial, masuknya TKA, hutang luar negeri dan lainnya. Rakyat saat ini menginginkan adanya perubahan signifikan dari kondisi yang sedang dihadapi sekarang ini,” ungkap Dosen Senior FISIP USU ini.
Disebutnya, itulah yang menjadi alasan kenapa Partai Demokrat sebagai partai yang berada di luar koalisi pemerintah akan dapat meraih keuntungan besar bila pandai dalam mengelola citra dan memilih para pimpinannya di daerah-daerah termasuk di Sumatera Utara yang tepat dan dapat merebut hati rakyat.
Berkaitan Musda Partai Demokrat Sumatera Utara yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP) ini menilai, DPP Partai Demokrat beserta para pemilik suara di Sumatera Utara, harus hati-hati dan cermat dalam menentukan siapa yang pantas diunggulkan, diusung, dan dipilih untuk menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara.
“Menurut saya, kriteria Ketua Partai Demokrat Sumatera Utara haruslah sosok yang mengenal dan dikenal di Sumatera Utara, terutama di lingkungan keluarga besar Partai Demokrat, dan mempunyai kemampuan untuk merebut hati rakyat. Calon yang tidak memenuhi kriteria seperti itu, apalagi calon yang hanya mengandalkan rekomendasi dari pusat, akan sangat berbahaya karena berdampak pada kerugian besar bagi Partai Demokrat di Sumatera Utara,” ungkapnya.
Sakhyan melihat potensi kader yang sudah teruji militansi dan loyalitasnya serta mengakar di tengah kader dan masyarakat cukup banyak. Sejumlah nama calon seperti Herri Zulkarnain, Armyn Simatupang dan Burhanuddin Sitepu termasuk memiliki kriteria tersebut. Mereka dikenal dan mengenal Sumatera Utara, punya militansi serta sudah mengakar. “Bahkan secara khusus saya melihat sosok Burhanuddin Sitepu yang lahir dari bawah, mempunyai kesetiaan dan loyalitas yang sangat tinggi kepada pimpinan Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY,” ungkapnya.
Menurut Sakhyan, hal itu ditunjukkan Burhanuddin Sitepu ketika Partai Demokrat dilanda upaya perebutan kepemimpinan partai melalui Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal. “Burhanuddin Sitepu tidak bergeser sedikitpun dari kesetiaannya kepada AHY, bahkan berani berhadap-hadapan dengan kaum penantang yang hendak melaksanakan KLB,” sebut mantan Deputi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ini.
Bukan itu saja, lanjut Sakhyan, Burhanuddin juga terus berbicara di media massa lokal dan nasional, menyuarakan penolakan terhadap KLB ilegal. Kegigihannya menentang upaya perampasan partai mendapat simpati dan dukungan masyarakat, sehingga muncul aksi penandatanganan petisi menolak KLB dari aliansi masyarakat sipil di Lapangan Merdeka Medan, saat itu. “Aksi dukungan masyarakat sipil itu bisa muncul tak terlepas dari adanya kewibawaan, kharisma dan kedekatan Burhanuddin Sitepu dengan tokoh lintas masyarakat di daerah ini,” tegasnya.
Mantan Kadispora Sumut ini juga menilai, sosok Burhanuddin Sitepu adalah seorang yang memiliki wibawa, marwah yang tinggi, namun tetap berjiwa kerakyatan. Ia sangat mudah bersosialisasi, berinteraksi dengan siapa saja, mulai dari kalangan atas sampai kepada masyarakat di lapisan bawah. “Dengan penampilannya seperti itu, ia banyak memperoleh simpati dari kaum ibu, para penggiat media sosial, kalangan aktivis pemuda maupun mahasiswa dan lain sebagainya. Sosok seperti itulah sebenarnya yang sangat diperlukan dalam kepemimpinan Partai Demokrat saat ini,” katanya.
Sakhyan yakin, sosok Burhanuddin akan mampu merebut hati rakyat, karena memiliki kemampuan komunikasi politik yang baik. Tentu hal itu akan berdampak kepada perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilu yang akan datang. “Karenanya, bila Partai Demokrat Sumatera Utara berkeinginan menambah jumlah kursi di DPRD Provinsi dan di DPRD Kabupaten Kota Di Sumatera Utara, maka jawabnya adalah pilih sosok pemimpin Partai Demokrat yang mampu merebut hati rakyat,” pungkasnya. (adz)
Dari hasil riset Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LDUI), omzet UMKM yang bergabung dalam GoFood di tahun 2019 meningkat 36%, omzet social sellers GoSend meningkat 3%, dan omzet UMKM GoPay meningkat 7% sejak bergabung dengan Gojek.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kehadiran teknologi digital kini semakin dirasakan manfaatnya oleh para pelaku bisnis, termasuk juga sektor UMKM. Menurut catatan Kementerian Koperasi dan UMKM RI, saat ini sektor usaha UMKM yang sudah masuk ke ekosistem digital baru mencapai 19% atau sekitar 12 juta usaha UMKM. Pemerintah menargetkan untuk memasukkan 30 juta UMKM hingga 2024 mendatang.
Dalam skala kota Medan, peran ekosistem digital juga dirasakan manfaatnya. Salah satunya Gojek. Dari hasil riset Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LDUI) yang bertajuk “Peran Ekosistem Digital Gojek di Ekonomi Indonesia Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19” menemukan bahwa omzet UMKM yang bergabung dalam GoFood di tahun 2019 meningkat 36%, omzet social sellers GoSend meningkat 3%, dan omzet UMKM GoPay meningkat 7% sejak bergabung dengan Gojek. Sedangkan, 78% UMKM GoFood juga mengalami peningkatan volume transaksi dan 98% dari mereka mendapatkan pelanggan baru.
Tidak hanya berdampak terhadap UMKM di dalam ekosistem Gojek, UMKM di luar ekosistem Gojek, seperti penyedia bahan baku di pasar dan bengkel kendaraan juga mendapatkan manfaat dari kehadiran Gojek di kota Medan, dengan mengalami peningkatan omzet sebesar 30%.
Ketua Tim Penggerak PKK Sumatera Utara yang juga istri Gubernur Sumatera Utara, Ibu Nawal Lubis berharap ekosistem digital di Sumatera Utara ini bisa memberikan ruang yang lebih luas bagi perkembangan UMKM sekaligus menyerap tenaga kerja. “UMKM sebagai salah satu roda perekonomian di Provinsi Sumatera Utara memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memasuki pasar yang lebih luas. Tidak hanya pasar nasional, namun juga bahkan internasional. Tentu hal ini memberikan dampak positif bagi bisnis UMKM berbasis rumah tangga di Sumatera Utara. Hal penting lainnya adalah produk yang unik yang memanfaatkan potensi lokal. Hal ini menjadi nilai lebih bagi produk-produk lokal untuk bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” jelas Ibu Nawal.
Saat ini, dua aplikasi digital terbesar di Indonesia Gojek dan Tokopedia tengah berkolaborasi secara berkesinambungan mengembangkan potensi UMKM di Sumatera Utara, terutama kota Medan melalui #KolaborasiAnakMedan dalam payung besar program #BangkitBersama. Kerjasama ini membuka pasar bagi pelaku UMKM di Medan dan Sumatera Utara, sekaligus memberikan kesempatan kepada mitra driver untuk bisa mendapatkan penghasilan ekstra melalui kerjasama dua aplikasi ini.
Kini promo GoFood, juga bisa dilihat di dalam aplikasi Tokopedia lho. Pelanggan bisa mendapat potongan harga hingga Rp 60 ribu jika berbelanja di mitra usaha kuliner rekomendasi reviewer kuliner beken di Medan @Makanmana. Diantaranya di Rumah makan Tabona, Bakso Amat dan Martabak Yurich. Promo ini bisa dilihat di aplikasi Tokopedia sampai 14 September mendatang.
Sementara, bagi penyuka belanja di Tokopedia, kini jika membeli barang dari Kumpulan Toko Pilihan lokal di Medan, bisa mendapatkan Cashback hingga Rp 90 ribu Pelanggan juga bisa mendapatkan gratis ongkos kirim dengan GoSend.
Pasar digital, ternyata tidak hanya membuka peluang bagi para mitra usaha dalam aplikasi digital. Namun juga memberikan nilai lebih bagi para pelanggan melalui berbagai program diskon dan semakin banyaknya pilihan barang dan makanan yang dijumpai. Tunggu apa lagi, yuk kita manfaatkan promo-promo menarik ini. Langsung cek aplikasi Gojek dan Tokopedia kamu. Berangkaat! (rel)
Para peserta Diseminasi dan Pengumuman Hasil Laboratorium Air Sisa Proses PTAR di Padangsidimpuan.
BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe berhasil meningkatkan kualitas pengolahan air sisa proses yang dialirkan ke Sungai Batangtoru. Ini dibuktikan melalui hasil laboratorium air sisa proses periode triwulan IV/2020, triwulan I/2021, dan triwulan II/2021 yang diumumkan serentak di Medan dan Padangsidimpuan, pada Jumat, 3 September 2021.
Tenaga Ahli Divisi Evaluasi Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Sisa Proses Tambang Emas Martabe PTAR Drs. Chairuddin, M.Si mengemukakan, berdasarkan hasil uji laboratorium, air sisa proses Tambang Emas Martabe yang dialurkan ke Sungai Batangtoru pada ketiga triwulan tersebut secara konsisten memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Kami mengapresiasi PTAR karena terus berupaya meningkatkan hasil dari sistem pengolahan air sisa proses mereka. Seperti yang kita ketahui bersama, pada pembacaan hasil, tidak ada parameter yang melebihi baku mutu,” jelas Chairuddin di sela-sela diseminasi.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Sumatra Utara, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sumatra Utara, serta para ahli yang tergabung dalam Tim Terpadu di Medan. Sementara itu, di Padangsidimpuan, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Selatan Ir. Syahrir Siregar dan perwakilan masyarakat desa lingkar tambang, Lembaga Konsultasi Masyarakat Martabe (LKMM), dan Musyarawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Batangtoru dan Muara Batangtoru.
Adapun, pemenuhan kualitas air sisa proses Tambang Emas Martabe sesuai baku mutu yakni berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 202/2004 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi usaha dan/atau kegiatan Pertambangan Bijih Emas dan atau Tembaga, serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.68/MENLHK/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.
Secara rutin, setiap bulan Tim Terpadu bersama dengan Departemen Lingkungan PTAR melakukan pemantauan kualitas air sisa proses melalui pengambilan sampel air di Sungai Batangtoru. Parameter air yang dianalisis di antaranya tingkat keasaman air (pH), Total Suspended Solids (TSS), kadmium (Cd), kromium (Cr), merkuri (Hg), nikel (Ni), sianida (CN), arsen (As), tembaga (Cu), timbal (Pb), dan seng (Zn). Lokasi pengambilan sampel air dimulai pada titik ujung masuk pipa air sisa proses (inlet) dan ujung keluar pipa air sisa proses (outlet), Sungai Batangtoru pada 500 meter sebelum titik pelepasan air, titik percampuran air sisa proses dan air Sungai Batangtoru (outfall), serta 500 meter, 1.000 meter, 2.000 meter, dan 3.000 meter setelah pelepasan air. Sampel air sisa proses kemudian dikirimkan ke laboratorium independen PT Intertek Utama Services dan hasilnya juga disosialisasikan dan didiseminasikan kepada masyarakat lingkar tambang.
Direktur Hubungan Eksternal PTAR Sanny Tjan mengungkapkan pembentukan Tim Terpadu yang terdiri dari perwakilan berbagai elemen masyarakat dan keikutsertaan mereka dalam pemantauan rutin, merupakan salah satu upaya transparansi operasional yang dilakukan oleh Tambang Emas Martabe.
Tim Terpadu yang bertugas saat ini berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara No.188.44/807/KPTS/2019. Tim Terpadu terdiri dari perwakilan pemerintah daerah, ahli dari perguruan tinggi, perwakilan karyawan PTAR, serta perwakilan masyarakat dari desa/kelurahan di lingkar tambang yang anggotanya berganti melalui pembaruan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumatera Utara setiap 4 tahun sekali. Tim Terpadu telah terbentuk sejak tahun 2013.
“Kami selalu berupaya memastikan bahwa sistem pengolahan air di Tambang Emas Martabe telah melalui proses berkualitas tinggi, mematuhi izin, dan diawasi dengan sangat ketat, agar tidak memiliki dampak terhadap kualitas air di Sungai Batangtoru. Melalui pemantauan yang rutin, sosialisasi dan diseminasi hasil uji laboratorium ini, kita telah mendapatkan data otentik yang kami harapkan bisa menjadi dasar meningkatnya kepercayaan masyarakat dan pemerintah terhadap berkelanjutan dari praktik bisnis dan prosedur operasi standar Tambang Emas Martabe. Kami juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang secara rutin mengawal proses pengujian air sisa proses ini,” papar Sanny.
Diseminasi dan Pengumuman Hasil Laboratorium Air Sisa Proses PTAR dilaksanakan secara serentak di Medan dan Padangsidimpuan, serta secara virtual.
Komitmen Pengelolaan Keanekaragaman Hayati
Terpisah, Manajer Senior Komunikasi Korporat PTAR Katarina Siburian Hardono menambahkan, pemantauan dan pengolahan air di Tambang Emas Martabe hanya merupakan salah satu dari berbagai upaya pengelolaan lingkungan dan keanekaragaman hayati yang dilakukan. Upaya tersebut dilakukan diantaranya dengan berkoordinasi dan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut. Salah satunya dengan dukungan pelepasliaran Harimau Sumatra Sri Nabila ke Hutan Kappi, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Tak hanya itu, PTAR juga telah memberikan dukungan mobil patroli dan operasional, serta kandang transportasi harimau untuk Barumun Nagari Wildlife Sanctuary yang dikelola oleh Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala Medan (YPBMM).
“Kami juga intensif bekerja sama dengan berbagai ahli dan pihak ketiga untuk mendukung perlindungan terhadap keanekaragaman hayati, baik melalui edukasi, sosialisasi, serta pencegahan perburuan dan perdagangan satwa liar. PTAR sangat peduli dan berkomitmen melakukan berbagai upaya positif untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian keanekaragaman hayati di wilayah operasional Tambang Emas Martabe,” pungkas Katarina. (rel)
BENGKULU, SUMUTPOS.CO – Perhelatan IndonesiaNEXT Season 5 sebagai salah satu program corporate social responsibility (CSR) unggulan dari Telkomsel telah mencapai puncaknya dengan diumumkannya 39 pemenang dari tiga kategori, yakni 3 pemenang Best of the Best Talent, 10 pemenang Best Talent dan 26 pemenang Runner Up Talent. Pengumuman pemenang tersebut dilakukan melalui acara “Crowning Session IndonesiaNEXT Season 5″ yang ditayangkan secara virtual pada 19 Agustus 2021 yang lalu.
Crowning IndonesiaNEXT Season 5 sendiri dihadiri oleh 39 best talents mahasiswa yang berasal dari 13 regional pelaksanaan kegiatan dengan cakupan 34 provinsi di Indonesia mulai dari provinsi Nanggroe Aceh Darussalam hingga provinsi Papua. Dari 13 regional tersebut, Telkomsel kemudian memilih tigapeserta terbaik, di antaranya Moses Johanes FebrianManuputty dari Universitas Cenderawasih Papua, Zulfa Nindiyana Sanjaya dari Universitas Negeri Semarang Jawa Tengah dan Dhita Krisdarmayanti dari Universitas Bengkulu. Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta terbaik, Telkomsel memberikan bantuan dana pendidikan.
General Manager Consumer Sales Region Sumbagsel Nyoman Adiyasa mengatakan, “Telkomsel mengucapkan selamat kepada para peserta terbaik IndonesiaNEXT Season 5 yang telah berhasil menunjukkan prestasinya dalam program ini. Telkomsel memposisikan program IndonesiaNEXT sebagai ajang dalam membuka peluang lebih luas kepada para mahasiswa di Indonesia agar dapat meningkatkan kapabilitas dan potensi demi mewujudkan Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh. Kami pun berharap program ini dapat mendorong pertumbuhan Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing tinggi dan komunitas digital talent masa depan Indonesia yang berkualitas unggul siap kerja.”
Pemenang dari IndonesiaNEXT Season 5 ini merupakan peserta yang telah melewati serangkaian aktifitas program, mulai dari inspiring webinars, Massive Online Open Course (MOOC), Hard Skill Training, International Certification, Soft Skill Training Area Bootcamp, Area Qualification Panel hingga National Bootcamp and National Qualification Panel. Proses seleksi yang ketat dilakukan dengan maksud agar program ini mampu mencetak SDM unggul yang memiliki daya saing tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional.
Pada ajang IndonesiaNext season 5 hadir sebagai pemenang 3rdBest of the Best Talent sosok remaja pintar dan enerjik dari Kota Bengkulu Dhita Krisdarmayanti yang berasal dari universitas Bengkulu. Dhita tampil dengan memukau selama perhelatan IndonesiaNext Season 5 ini berlangsung, dan dapat menyisihkan pesaing lainnya hingga menduduki peringkat 3rdBest of the Best Talent Nasional. Semangat juang dari Dhita dalam mengikuti perhelatan IndonesiaNext dapat menjadi motifasi bagi para mahasiwa lainnya untuk dapat lebih antusias dan fokus mencapai keberhasilan di segala bidang yang di harapkan.
Penyelenggaran IndonesiaNEXT Season 5 ini menjadi yang pertama diadakan secara daring karena menyesuaikan dengan masa pandemi COVID-19 yang masih berlangsung di Indonesia. Sebelumnya, selama empat tahun berturut-turut program IndonesiaNEXT dilaksanakan dengan metode tatap muka. Sebagai pemenang 3 besar dari Best of the Best Talent Dhita merasa bangga, dapat mewakili Sumatera masuk dalam kompetisi bergengsi tersebut. Dengan semangat juang yang tinggi dan memiliki perform yang terbaik, Dhita akhirnya di nobatkan sebagai 3RdBest of the Best Talent yang menyisihkan ribuan peserta lainnya dari seluruh Indonesia.
“Sejak diselenggarakan pertama kali pada 2016, IndonesiaNEXT telah menjangkau lebih dari 60 ribu peserta dari berbagai universitas di seluruh Indonesia dengan lebih dari 5.000 sertifikasi internasional telah disahkan, sebagai wujud komitmen Telkomsel untuk menghadirkan dampak sosial positif secara luas dan merata hingga penjuru tanah air khususnya di bidang pendidikan. Maka dari itu, kami pun menatap optimis bahwa program ini dapat menjadi wadah lahirnya talenta dan SDM berkualitas yang dapat mempercepat akselerasi bangsa sehingga menjadi bangsa yang tangguh,” pungkas nyoman.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Wilayah Hukum dan HAM Sumut, Bidang Pelayanan Hukum menggelar dialog interaktif dilaksanakan secara online terkait Kebijakan Pemerintah memajukan Usaha Mikro dan Kecil Melalui Perseroan Perorangan, berlangsung di Cafe Rumah Pohon Medan, Senin (6/9).
Dalam rangka mendorong kemudahan berusaha di Indonesia, Pemerintah berupaya melakukan terobosan terhadap pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui UU Cipta Kerja terkait dengan pendirian Perseroan Perorangan.
Perseroan Perorangan merupakan suatu bentuk badan hukum yang memberikan perlindungan hukum kepada para pelaku usaha melalui pemisahan kekayaan pribadi dan perseroan dalam bentuk penyertaan modal, sekaligus memudahkan para pelaku usaha dalam mengakses pembiayaan dari perbankan, sebagaimana terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2021 tentang Modal Dasar Perseroan, serta Pendaftaran Pendirian, Perubahan, dan Pembubaran Perseroan yang memenuhi kriteria untuk Usaha Mikro dan Kecil dan Peraturan Menteri Hukum dan HAM R.I Nomor 21 Tahun 2021 tentang Syarat dan Tata Cara Pendaftaran Pendirian, Perubahan, Dan Pembubaran Badan Hukum Perseroan Terbatas.
Selaku Narasumber yaitu Ketua Program Study Fakultas Hukum Universitas Harapan Medan (Prof Dr.Alum Simbolon ,SH.,M.Hum) dan pihak perbankan diwakili Pemimpin Bidang Pemasaran BNI Cabang Medan( Dhana Sukhairy Pasaribu) serta Kepala Bidang Pelayanan Hukum dan HAM, Flora Nainggolan menjadi narasumber dalam acara tersebut.
Antusiasme masyarakat yang cukup tinggi terhadap perseroan perorangan menunjukkan kepercayaan dan harapan masyarakat yang tinggi terhadap kepedulian pemerintah akan pertumbuhan ekonomi kreatif pada umumnya dan secara khusus pada prospek perseroan perorangan.
Diharapakan, dengan Adanya Program ini diharapakan dapat lebih meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat dengan memudahkan para pengusaha kecil atau UMK untuk menjalankan usahanya.(gus/rel)
Teks foto : Kepala Bidang Pelayanan Hukum dan HAM, Flora Nainggolan saat menjadi narasumber.(ist)
MEDAN, SUMUTPOS.CO — Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi buka suara soal dukungannya kepada Lokot Nasution dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sumut, yang bakal dilaksanakan dalam waktu dekat.
Menurut dia siapapun yang datang kepadanya apalagi dalam konteks kontestasi seperti itu, akan didukungnya.
“Pokoknya semua orang yang datang sama saya, saya dukung. Perkara terpilih, kan bukan aku yang milih” katanya berkelakar menjawab Sumut Pos usai Salat Zuhur di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (6/9).
Diketahui, pada 30 Agustus lalu, Gubsu Edy menerima silaturahmi Wabendum DPP Partai Demokrat, Lokot Nasution di rumah dinasnya. Selain menyampaikan dukungan kepada Lokot, Edy turut memberi motivasi dan nasehat untuk kemajuan partai berlambang mercy tersebut. Dukungan Gubsu terhadap Lokot itu, justru mendapat reaksi berlebihan dari sebagian pengurus dan kader Demokrat Sumut.
Ihwal ini, Edy kembali menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan hal biasa. Termasuk soal istilah dukung mendukung.
“Semua yang datang ke tempatku orang yang mau maju, namanya aku gubernur, masa kularang. Semua kudukung, ‘oke kudukung kau, kan gitu’,” kata mantan Pangkostrad menirukan ucapannya kepada Lokot Nasution waktu itu. “Perkara nanti yang milih, kudoainlah yang bagus-bagus,” sambung Edy.
Terlepas dari polemik dukung mendukung tersebut, Edy menyampaikan harapannya agar Musda Partai Demokrat Sumut nanti berjalan lancar dan sukses. Bagi Edy, Demokrat merupakan partai besar di republik ini, mengingat pernah berkuasa selama 10 tahun.
“Demokrat ini partai yang pernah memimpin bangsa ini. Ada tiga partai yang pernah memimpin bangsa ini. Golkar, PDI Perjuangan, dan Demokrat. Saya bisa bicara karena ketiganya ini sudah bisa kita rasakan. Bagaimana saat Golkar mimpin, PDIP mimpin, dan Demokrat mimpin. Sempurnakah? Itu tergantung orang yang memandangnya. Tetapi yang perlu kalian tau, Demokrat pernah memimpin bangsa ini,” urainya.
Disinggung apakah dirinya berminat untuk terjun ke dunia politik dengan masuk ke Partai Demokrat dalam Musda nanti? “Nanti saya buat partai baru aja,” kelakarnya lagi seraya berlalu dari awak media. (prn)