SUNTIK: Petugas menyuntikan vaksin ke hewan peliharaan milik masyarakat, saat vaksinasi rabies massal gratis secara drivethru di Halaman Kantor Balai Veteriner Kota Medan, Senin (27/9).M IDRIS/SUMUT POS
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara (Sumut) berada di posisi 5 besar provinsi dengan kasus rabies tertinggi di Indonesia, setelah Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Riau.
SUNTIK: Petugas menyuntikan vaksin ke hewan peliharaan milik masyarakat, saat vaksinasi rabies massal gratis secara drivethru di Halaman Kantor Balai Veteriner Kota Medan, Senin (27/9).M IDRIS/SUMUT POS
Kepala Balai Veteriner Kota Medan, drh Azfirman mengatakan, ada 3 daerah di Sumut penyumbang kasus terbanyak. Yakni Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas), Samosir, dan Deliserdang.
“Saat ini kita masuk di posisi 5 besar. Makanya, vaksinasi massal terhadap hewan peliharaan yang kami lakukan ini, sangat penting untuk menurunkan angka kasus rabies,” ungkap Azfirman, di sela-sela kegiatan vaksinasi rabies massal gratis yang digelar secara drivethru di Halaman Kantor Balai Veteriner Kota Medan, Senin (27/9) siang.
Azfirman juga menjelaskan, pada 2021 terdapat 160 kasus terkonfirmasi positif rabies dan 38 kasus negatif di Sumut. Hal ini meningkat dibanding 2019 dan 2020. Berdasarkan data Balai Veteriner Kota Medan 2019, jumlah kasus terkonfirmasi positif rabies di Sumut ada 85 kasus, dan 2020 jumlahnya 49 kasus.
“Tahun ini terjadi peningkatan kasus di 23 kabupaten kota (Sumut). Semua kasus rabies tersebut berasal dari gigitan anjing. Ada 3 daerah dengan kasus terbanyak, yakni Humbahas, Samosir, dan Dliserdang,” bebernya.
Dia juga mengatakan, di Kabupaten Humbahas terdapat 66 kasus rabies. Jumlah ini meningkat dari 2020 yang hanya 8 kasus, dan 2019 satu kasus saja. Azfirman menyebutkan, hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Samosir dengan jumlah 42 kasus. Jumlah tersebut meningkat dari 2020 dengan 21 kasus. Namun, jumlah itu menurun dibanding 2019, yang mencapai 54 kasus.
“Deliserdang juga meningkat menjadi 22 kasus, 2020 hanya 5 kasus, dan 2019 terdapat 13 kasus,” tuturnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, terkait vaksinasi massal gratis terhadap hewan secara drivethru ini, selain dilakukan guna menekan angka kasus terkonfirmasi positif rabies di Sumut, juga dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia atau World Rabies Day (WRD).
“Kegiatan ini digelar secara drivethru, karena masih pandemi, yang belum memungkinkan kita berkumpul. Kegiatan ini untuk menyemarakkan Hari Rabies Sedunia atau WRD, yang diperingati setiap 28 September,” jelas Azfirman.
Sementara itu, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Maria Simora menuturkan, untuk menurunkan kasus rabies di Indonesia, pihaknya mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi rabies di sentra-sentra kesehatan hewan yang tersebar di setiap kabupaten kota.
“Di tiap kabupaten kota ada pusat kesehatan hewan. Di sana vaksinasi rabies bisa didapatkan gratis. Sejak 2010 sudah digiatkan di seluruh daerah,” pungkasnya. (ris/saz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keinginan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi meminjam dana atau mencari utangan untuk perbaikan jalan provinsi di sejumlah kabupaten dan kota tahun anggaran 2022, mendapat dukungan penuh dari Anggota Komisi D DPRD Sumut Yahdi Khoir Harahap. Menurut Yahdi, ikhtiar itu sangat penting dilakukan Gubsu Edy bila merujuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumut 2018-2023, terkhusus kondisi jalan mantap provinsi sebesar 95 persen.
Ilustrasi.
“Sebab bila mengandalkan APBD Sumut saja, target tersebut takkan tercapai sampai habis masa kepemimpinan Pak Edy. Sehingga diperlukan mencari dari sumber-sumber lain di luar APBD,” katanya menjawab Sumut Pos, Senin (27/9).
Soal jalan mantap 95 persen ini, sebut dia, menjadi bagian yang tak terpisahkan dari visi misi pasangan Eramas saat Pilgubsu 2018 lalu. “Bidang infrastruktur kalau saya tak salah, masuk visi nomor tiga pasangan Eramas,” ucapnya.
Pertimbangan lain sehingga membutuhkan dana talangan ini, hemat Yahdi, lantaran cakupan jalan provinsi yang cukup luas pada 33 kabupaten dan kota. Bahkan disebutnya secara nasional, Sumut berada di nomor tiga dengan cakupan luas yang ada jalan provinsinya.
“Makanya saat raker kami baru-baru ini, saya menyarankan dan telah menjadi salah satu butir rekomendasi Komisi D, bahwa langkah-langkah ekstra perlu ditingkatkan guna mencapai target jalan mantap kita. Begitupun di sisi lain, agar lebih mudah dalam mencapai target tersebut di samping kita masih dilanda pandemi Covid-19, target di RPJMD yang belum final dapat diturunkan di bawah 95 persen,” terang penasehat F-PAN DPRD Sumut itu.
Begitupun, ia meminta supaya Gubsu memerintahkan jajaran terkaitnya agar upaya menjemput dana talangan tersebut berjalan sukses. “Tentu. Kiatnya adalah susun portofolio sebaiknya-baiknya, jangan nanti jadi beban masa depan. Jangan juga sampai mengganggu cash flow APBD Sumut. Pada prinsipnya saya kira kepala daerah mesti punya keberanian untuk itu, dan harus didukung pula dari pejabat-pejabat sekeliling dia,” ujarnya.
Senada disampaikan pengamat anggaran publik, Elfenda Ananda. Bahwa utang merupakan opsi terakhir untuk mewujudkan cita-cita pembangunan Gubsu Edy. “Apalagi kita tau banyak sekali terjadi belanja di Pemprovsu masih bisa diefisienkan dan ditekan dan harus ada terlebih dahulu yang dilakukan sebelum memutuskan karena utang itu nanti akan membuat beban di APBD di masa mendatang,” katanya.
Ia meminta Gubsu membuat kajian secara matang dan komprehensif sebelum mengambil opsi dimaksud. Karenanya ia menyarankan, sebisa mungkin program itu dapat diakomodir melalui APBD melalui program yang telah direncanakan. “Intinya, efisiensi saja belanja-belanja lain dulu agar pembangunan tidak sekadar arisan yang tipenya bergilir seperti banyak jalan yang diperbaiki namun kualitasnya justru menurun. Ke depan yang harus dipikirkan jangan lupa untuk kualitas pekerjaan, sebab kualitas yang buruk akan membebani anggaran di masa yang akan datang,” ujar mantan sekretaris FITRA Sumut itu. (prn)
SERAHKAN: Gubsu Edy Rahmayadi dan Kajati Sumut IBN Wiswantanu menunjukkan berita acara penyerahan alas hak lahan Sport Centre Sumut yang diserahkan warga penggarap.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) mengklaim berhasil melakukan penyelamatan aset Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu). Aset tersebut, seluas 243 hektare dari 300 hektare (ha) tanah yang direncanakan akan dibangun lokasi Sport Center, senilai Rp152 miliar, Senin (27/9).
SERAHKAN: Gubsu Edy Rahmayadi dan Kajati Sumut IBN Wiswantanu menunjukkan berita acara penyerahan alas hak lahan Sport Centre Sumut yang diserahkan warga penggarap.
Dari 300 ha tanah tersebut, setidaknya 145 orang penggarap tanah lokasi Sport Center di Desa Sena Kabupaten Deliserdang, menyerahkan tanah garapan mereka kepada Kejati Sumut. Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, IBN Wiswantanu mengatakan, tindakan penyelidikan yang sudah dilakukan Kejati Sumut tidak lain bertujuan untuk membantu pemerintah khususnya Pemprovsu dalam mendorong percepatan pembangunan Sport Center yang merupakan salah satu Proyek Strategis di Sumut.
“Proyek pembangunan Sport Center ini akan digunakan untuk PON 2024 dimana Provinsi Sumatera Utara sebagai tuan rumah PON ke XXI, serta membantu pemerintah dalam hal ini PTPN II untuk mengatasi permasalahan tentang tanah dan penyelamatan aset-aset BUMN yang cukup pelik di Sumatera Utara,” ungkapnya, di sela acara rapat Koordinasi Evaluasi PPKM dan Penyerapan Anggaran, Senin (27/9).
Terkait penggarap, paparnya, telah berjanji mencabut semua gugatan di pengadilan dan telah juga mencabut semua upaya hukum baik kasasi di Mahkamah Agung (MA). Kasi Penkum Kejati Sumut Yos Arnold Tarigan menyampaikan, penyelamatan aset tersebut, dilakukan dengan membentuk tim penyelidikan melalui Surat Perintah Operasi Intelijen tanggal 2 Juli 2021. Dari hasil operasi diketahui, tanah tersebut digarap oleh oknum-oknum masyarakat yang telah menguasai dan memilikinya, sehingga mengakibatkan terkendalanya penerbitan IMB dan pembangunan Sport Center oleh Pemprovsu.
Agar pembangunan tersebut dapat terlaksana dan proses percepatan pembangunan untuk kepentingan negara terealisasi, lanjutnya, maka Kajati Sumut memerintahkan melakukan tindakan yustisia, berupa tindakan persuasif untuk mengamankan tanah di lokasi Sport Center dari para penggarap. “Masyarakat penggarap menyerahkan dan membuat surat pernyataan secara suka rela seluas 243 hektar kepada Kejati Sumut untuk berjanji tidak akan menggarap, menguasai dan melakukan tindakan hukum keperdataan tanah tersebut,” jelasnya.
Dengan adanya penyelamatan aset tanah ini, tambahnya, maka pihak Pemprovsu dapat memohon penerbitan IMB dan pembangunan Sport Center dapat terlaksana dan terealisasi sesuai harapan.
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, mengapresiasi sikap 145 penggarap di lahan Sport Centre Sumut (Deli Sport City) yang menyerahkan alas hak mereka ke Kejaksaan Tinggi Sumut, Senin (27/9). Selama ini mereka menguasai lahan dengan luas 243 hektare, di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Menurut Edy melalui penyerahan alas hak tersebut, maka pembangunan Kawasan Sport Centre Sumut sudah semakin jelas.
“Sport centre sudah direncanakan sejak awal 2019, tapi baru sekarang terurai dan terjawab. Tadi ada penandatanganan penyerahan kepada aparat hukum. Berarti orang-orang yang selama ini melakukan ini tanah saya, itu, dan apa segala macam, berarti ini sudah selesai,” katanya dalam Rakor Evaluasi PPKM dan Penyerapan Anggaran Penanganan Covid-19 se-Sumut, di Hotel Grand City Hall Jalan Balai Kota Medan.
Bahkan diakuinya, telah mendapat kabar dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut, sudah ada sertifikat dengan luas 300 hektare untuk kawasan sport centre. “Berarti dalam waktu sesingkat-singkatnya, sudah boleh kita bangun,” pungkas Edy.
Penyerahan alas hak oleh 145 penggarap itu juga diikuti dengan komitmen mereka, yakni berjanji mencabut semua gugatan di pengadilan dan telah juga mencabut semua upaya hukum baik kasasi di Mahkamah Agung (MA).
Para penggarap menyerahkannya ke Kejati Sumut dan oleh Kejatisu menyerahkan ke Pemprov Sumut. Selain Gubsu Edy, turut hadir menyaksikan Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Kepala BPK perwakilan Sumut, Eydu Oktain Panjaitan, dan pejabat terkait lainnya. “Tindakan penyelidikan yang sudah dilakukan Kejati Sumut tidak lain bertujuan untuk membantu pemerintah khususnya Pemprovsu dalam mendorong percepatan pembangunan sport centre yang merupakan salah satu poyek strategis di Provinsi Sumut,” ujar Kajatisu IBN Wiswantanu.
Ia mengatakan proyek pembangunan sport centre akan digunakan untuk PON XXI 2024 di mana Provinsi Sumut dan Aceh sebagai tuan rumah bersama. “Yang kami lakukan ini juga membantu pemerintah, dan juga dalam hal ini PTPN II, untuk mengatasi permasalahan tentang tanah dan penyelamatan aset–aset BUMN yang cukup pelik di Sumut,” bebernya. (man/prn)
JAYAPURA, SUMUTPOS.CO – Atlet sepatu roda Sumatera Utara (Sumut) Bripda Muhammad Khadafi, menorehkan prestasi dengan menyumbang medali perak pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Itu merupakan medali pertama bagi kontingen Sumut di ajang multi even 4 tahunan itu.
Roller skater nasional jebolan klub MIS (Medan Inline Skate) Medan itu tampil baik saat bertanding di Venue Sepatu Roda Buper Waena, Kota Jayapura, Papua, Senin (27/9) pagi.
Personel Direktorat Satuan Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polda Sumut itu merebut medali perak dari nomor final sprint mass start 100 meter putra dengan catatan waktu 7,783 detik.
Medali emas diraih atlet sepatu roda asal Papua, Dave Emmanuel Abel dengan catatan waktu 7.751 detik dan perunggu oleh atlet asal Sumatera Selatan, Muhammad Bagus Mardevi dengan catatan waktu 7.876 detik.
Pelatih sepatu roda Sumut Doli Muhammad Jafar Dalimunthe, mengaku bangga dan terharu dengan prestasi atletnya itu. Sebab, ia mampu memenuhi target awal yang ditetapkan Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Sumut.
Muhammad Khadafi juga telah membuat sejarah baru untuk Sumut memperoleh medali pertama di PON, sejak keikutsertaan pada PON 1985 di Jakarta. “Penantian itu berakhir bagi Sepatu Roda Sumut. Sejak keikutsertaan di PON XI tahun 1985, di Jakarta, Sepatu Roda Sumut akhirnya bisa menjadi juara,” kata Doli. (rel/dek)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dari total anggaran belanja Rp13,7 triliun pada APBD Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2021, yang terserap baru sekitar Rp6,576 triliun atau 48 persen. Padahal, pelaksanaan APBD tahun anggaran 2021 ini, sudah memasuki triwulan keempat atau waktu terakhir untuk penggunaannya.
Ilustrasi
“Saat ini anggaran di tahun 2021 di tanggal 27 September, itu baru 48 persen. Inilah harusnya yang kita kejar dan evaluasi, dan diambil langkah oleh Pak Kajati Sumut untuk mengkoordinasikan melalui rapat ke tingkat bupati/wali kota serta kapolres,” kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menjawab wartawan usai Rakor Evaluasi PPKM dan Penyerapan Anggaran Covid-19 se-Provinsi Sumut, di Ballroom Aston City Hall, Jalan Balai Kota Medan, Senin (27/9).
Karenanya, ia meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah melakukan akselerasi supaya serapan anggaran hingga tutup buku pada 20 Desember mendatang, mampu dimaksimalkan untuk masyarakat. “Inilah yang perlu kita kolaborasikan dengan APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah) sesuai instruksi presiden (mengenai penyerapan anggaran). Presiden menyatakan, utamakan gunakan APIP, dikawal melalui Polri dan kejaksaan, agar tidak bias dia ke mana-mana,” katanya.
Menurut Edy, pengelolaan anggaran yang baik sesuai perencanaan adalah tidak terjadi sisa lebih penggunaan anggaran (SiLPA). “Dalam proses pengelolaan (anggaran) ini dimulai dari perencanaan. Solusi terbaik adalah tidak ada SiLPA,” ujarnya.
Selanjutnya, anggaran yang telah digunakan maupun tidak terserap itu, kata dia, mesti dilaporkan dan dipertanggungjawabkan. “Apa yang terjadi di SiLPA, itu biasanya karena ada trouble (masalah) seperti cuaca dan lain-lain yang tidak bisa diselenggarakan. Tapi saat ini yang kita alami, wartawan pasti tahu semua, lebih besar SiLPA daripada yang sudah dianggarkan,” kata mantan Pangkostrad itu.
Mengenai serapan anggaran penanganan pandemi Covid-19, selaku Kasatgas Penanganan Covid-19 Sumut, disebutnya itu dialokasikan tersendiri. Adapun refocusing pertama, pemprov merealokasi APBD Sumut 2020 senilai Rp1,5 triliun. “Dan untuk di TA 2021, saat ini (penyerapannya) sudah sampai Rp1,1 triliun. Tidak ada anggaran yang dipastikan seperti TA 2020. Tetapi ini yang dikelola (beberapa OPD) buat penanggulangan Covid ini. Yakni khusus tentang kesehatan, tentang stimulus ekonominya, dan tentang kesiapan UMKM terdampak Covid. Itulah dana yang digunakan dan untuk lengkapnya bisa ditanya ke BPK,” pungkasnya.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) IBN Wiswantanu, mendukung program pemerintah untuk memutus penyebaran Covid-19 dan menyukseskan pelaksanaan PPKM serta percepatan realisasi anggaran penanganan Covid-19 di Sumut. IBN Wiswantanu menekankan, perlunya kewaspadaan bersama untuk mencegah penularan Covid-19 dan perlunya percepatan herd immunity melalui vaksinasi kepada warga masyarakat Sumut. Dia menegaskan, bahwa dalam hal membantu percepatan penyerapan anggaran, kejaksaan memberikan pengawalan dan pendampingan hukum dalam pelaksanaan kegiatan. “Kejaksaan dapat memberikan bantuan pengawalan dan pendampingan, jika ada permintaan tertulis atau pemberian kuasa dari instansi pemerintah/BUMN/BUMD,” ujarnya.
Dengan demikian, katanya, aparat kejaksaan tidak akan turut serta dalam pelaksanaan kegiatan, akan tetapi hanya memberikan pendapat hukum, opini hukum, pendampingan hukum ataupun bantuan hukum.
Wiswantanu menyampaikan beberapa langkah percepatan penyerapan anggaran dan pelaksanaan kegiatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah antara lain Kejaksaan mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN), melalui monitoring, pengawalan dan pendampingan serapan anggaran di berbagai kegiatan yaitu realisasi anggaran untuk bantuan sosial, realisasi anggaran kesehatan dan perlindungan sosial, Jaksa Agung mendorong realisasi anggaran dan menjamin tidak ada kriminalisasi.
“Kejaksaan telah membentuk posko PPKM di seluruh Kejaksaan Negeri untuk pendampingan dalam penyerapan anggaran serta memberikan pendapat hukum, keselamatan dan keamanan masyarakat adalah hukum tertinggi sehingga seluruh komponen masyarakat harus bersatu padu dalam menekan penyebaran Covid-19,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kajati Sumut menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir. Itu sebabnya sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat untuk percepatan penanganan Covid-19 di Sumut secara berkesinambungan.
Pada kesempatan itu, perwakilan dari BPK RI Wilayah Sumut juga memberikan pengarahan terhadap percepatan penyerapan anggaran Covid-19. Beberapa hal terkait aturan dan tata kelola anggaran untuk penanganan Covid-19 dipaparkan.
Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Semanjuntak menyampaikan masih minimnya penyerapan anggaran penanganan Covid-19 perlu dibangun sinergi dan komunikasi antara pemangku kebijakan. “Aktifkan Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di daerah masing-masing agar penyerapan anggaran benar-benar tepat sasaran,” katanya.
Dalam rakor ini juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra, Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Sumatera Utara Eydu Oktain Panjaitan, Kasdam I Bukit Barisan Brigjen TNI Didied Pramudito, SE, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara, para Kajari, Bupati dan Walikota se-Sumut. (prn/man/ila)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Berbagai upaya Pemerintah yang didukung oleh masyarakat dalam menangani pandemi Covid-19 dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional telah mulai menunjukkan hasil yang membaik. Sebagai salah satu sektor yang terdampak pandemi, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga mendapat dukungan dari Pemerintah untuk bisa pulih.
Dukungan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pariwisata dan ekonomi kreatif disalurkan melalui berbagai program yaitu Bangga Berwisata di Indonesia, Bangga Buatan Indonesia, dan Indonesia Care/I Do Care di sektor perhotelan dan pariwisata. Dukungan juga telah diberikan kepada kegiatan perfilman, Bantuan Pemerintah untuk Usaha Pariwisata (BPUP) dan dukungan akomodasi hotel untuk para tenaga kesehatan.
Pemerintah melalui dana PEN juga mengalokasikan sebesar 7,67 triliun rupiah pada tahun ini, untuk mendukung pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional dan pelatihan SDM pariwisata.
“Program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) bagi pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pada tahun ini anggarannya juga ditingkatkan menjadi 60 milliar rupiah. Ini berarti meningkat hampir 3 kali lipat dibanding tahun 2020 yang anggarannya 24 milliar rupiah,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rakornas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2021, secara virtual pada Senin (27/09). Dijelaskan lebih lanjut bahwa sasaran peserta BIP adalah tujuh subsektor ekonomi kreatif yakni aplikasi, game developer, kriya, fashion, kuliner, film, dan sektor pariwisata.
Pada tahun 2020, Pemerintah memberikan dana hibah pariwisata sebesar 3,3 triliun rupiah kepada Pemerintah Daerah untuk menekan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Tahun 2021, nominal dana hibah pariwisata ditingkatkan menjadi 3,7 triliun rupiah yang ditujukan untuk membantu Pemerintah Daerah serta industri, hotel, dan restoran yang mengalami penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta gangguan finansial akibat pandemi Covid-19.
“Hibah ini mekanismenya ditransfer ke daerah yang ditujukan kepada Pemerintah Daerah dan usaha pariwisata di 101 kabupaten/kota berdasarkan berbagai kriteria yang telah ditetapkan,” tutur Menko Airlangga.
Kriteria-kriteria yang dimaksud yakni ibu kota dari 34 provinsi yang berada di 10 destinasi pariwisata prioritas dan 5 destinasi superprioritas. Juga daerah yang termasuk 100 calendar of event, destinasi branding juga daerah dengan pendapatan dari pajak hotel dan pajak restoran minimal 15 persen dari total PAD tahun anggaran 2019.
Pemerintah juga telah meluncurkan program Cleanliness, Health, Safety, And Environmental Sustainability (CHSE) yang merupakan bagian dari program Indonesia Care/I Do Care. Program tersebut dirilis demi mempersiapkan kemampuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menerapkan prinsip-prinsip kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan dalam setiap aspek kegiatannya.
Program Indonesia Care/I Do Caredijalankan beriringan dengan program lain yang tentunya diharapkan juga ditindaklanjuti dengan kerja sama antar Kementerian, misalnya dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata yang berstatus Taman Nasional sampai pembukaan kembali layanan penerbangan internasional dengan pembahasan dan diskusi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, serta pihak-pihak terkait lainnya.
“Dengan adanya prorgam-program dukungan Pemerintah tersebut, industri pariwisata diharapkan bisa meningkatkan standar pelayanannya agar mendapatkan kepercayaan dari wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” pungkas Menko Airlangga. (ltg/fsr)
MEDAN, SUMUTPOS.CO- Ketua Komisi D DPRD Sumut, Delpin Barus ST mengapresiasi inisiatif Bupati Batubara Zahir, mengusulkan pelebaran dan penataan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dari Simpang Gambus menuju Simpang Lima Puluh. Upaya ini dilakukan dalam rangka pengembangan kawasan Kota Lima Puluh sebagai ibu kota Kabupaten Batubara.
Demikian disampaikan Delpin Barus, ST kepada awak media usai memimpin Rapat Dengan Pendapat (RDP) antara Komisi D DPRD Sumut dengan Pemkab Batubara, DPRD Batubara, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sumut, dan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) II Medan, terkait usulan pelebaran dan penataan Jalan Lintas Sumatera oleh Pemkab Batubara kepada pemerintah pusat, Senin (27/9/2021).
“Saya selaku Ketua Komisi D DPRD Sumut sangat mengapresiasi langkah-langkah Bupati Batubara Bapak Zahir yang telah berinisiatif jemput bola untuk pengusulan pelebaran jalan tersebut. Saya kira usulan dari Pemkab Batubara ini sangat rasional dan realistis, mengingat Batubara kini telah menjadi daerah kawasan industri nasional yang menuntut adanya pertumbuhan infrastruktur dan sarana publik representatif,” kata Delpin Barus.
Menurut politisi PDI Perjuangan ini, dari hasil RDP Komisi D tadi, semua pihak sepakat dan mendukung usulan Bupati Batubara tersebut. Bahkan Komisi D DPRD Sumut siap mengawal dan mensupport penuh agar usulan ini dapat diterima oleh pemerintah pusat. “Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) II Medan, Selamat Ryasidi Simanjuntak yang hadir langsung dalam RDP tersebut juga siap mensupport usulan Pemkab Batubara tersebut”, ungkapnya.
Delpin juga berharap, supaya para kepala daerah di Sumut dapat meniru langkah Bupati Batubara ini yang tidak mau menunggu saja, namun terus berinisiatif mengusulkan berbagai program pembangunan infrastruktur kepada pemerintah pusat dalam rangka percepatan dan pertumbuhan pembangunan di daerah. (adz)
PEMBETONAN JALAN: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pembetonan jalan di Jalan Veteran Medan, baru-baru ini. Pemko Medan mentender ulang 27 paket proyek pekerjaan di ULP. istimewa/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi IV DPRD Medan menyayangkan kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, dalam hal ini Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setdako Medan yang melakukan tender ulang terhadap 27 paket proyek pengerjaan infrastruktur di Dinas PU Kota Medan.
PEMBETONAN JALAN: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pembetonan jalan di Jalan Veteran Medan, baru-baru ini. Pemko Medan mentender ulang 27 paket proyek pekerjaan di ULP. istimewa/sumutpos.
Pasalnya dikhawatirkan, kebijakan tender ulang akan kembali memakan waktu, sehingga waktu pengerjaan proyek akan sangat terbatas. Sehingga, kualitas pengerjaan proyek tidak akan maksimal. Tak cuma itu, terbatasnya waktu pengerjaan akan berpengaruh terhadap minimnya serapan anggaran yang sangat berpotensi dalam menimbulkan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa).
“Pembatalan tender ulang 27 proyek telah menimbulkan asumsi buruk terhadap kinerja Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Jangan sampai ada kesan isu miring, bagi-bagi ‘kue’ (proyek) di Pemko Medan di tahun awal kepemimpinan Bobby,” ucap Sekretaris Komisi IV Burhanuddin Sitepu saat pembahasan P-APBD Pemko Medan 2021 bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan ULP Kota Medan di ruang komisi IV gedung DPRD Medan, Sabtu (25/9).
Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi IV Paul Mei Anton Simanjuntak didampingi Wakil Ketua Komisi Edy Eka Suranta S Meliala, Sekretaris Burhanudin Sitepu, dan pata anggota Komisi seperti Edwin Sugesti Nasution, Renville P Napitupulu, dan Syaiful Ramadhan.
Sedangkan dari Pemko Medan, turut dihadiri Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdako MedanTopan OP Ginting didampingi sejumlah stafnya. Juga dihadiri Sekretaris Dinas PU Kota Medan Ferri Ichsan, bersama Ka UPT Medan Selayang Maruli P Sitanggang dan Kasubbag Penyususunan Program Mardian Habibi Gultom.
Dalam rapat itu juga, Anggota Komsi IV Renville Pandapotan Napitupulu, mengatakan bahwa pembatalan proyek sangat berdampak pada waktu pengerjaan yang terbatas. “Bagaimana menghasilkan kualitas proyek yang bagus bila pengerjaannya terburu-buru di penghujung tahun. Belum lagi musim hujan yang dapat mengganggu pengerjaan di lapangan nanti,” cetus Renville.
Renville pun mencontohkan, tender ulang dapat mengganggu serapan anggaran karena proses ulang tender akan menghabiskan waktu yang cukup lama.”Lihat saja, buktinya hingga saat ini belum ada pengorekan drainase untuk pengerjaan hasil tender. Dimungkinkan bahan untuk drainase itupun bisa saja belum selesai,” katanya.
Wakil Ketua Komisi IV Edy Eka Suranta S Meliala alias Diko juga mengatakan hal yang senada. Dico pun berpendapat, hal itu bisa terjadi karena kurangnya koordinasi dan kolaborasi antara Dinas PU Medan dan Bagian ULP di Pemko Medan.
“Ini karena kurangnya koordinasi Dinas PU dan ULP, sehingga jadwal berantakan. Proses tender ulang pasti menyita waktu, kapan lagi pengerjaannya. Kami minta, kedepan hal ini tidak terjadi lagi,” pungkas Dico.
Anggota komisi lainnya, Edwin Sugesti Nasution juga mengaku pesimis bahwa pembangunan infrastruktur di Kota Medan dapat membaik dalam dua tahun ini, kalau kinerja bawahan Wali Kota Medan tidak tanggap dengan situasi dan apa yang diinginkan Wali Kota Medan.”Memang berapa tahun lagi kondisi Medan ini bisa bebas dari banjir,” cetus Edwin.
Menyahuti para anggota dewan, Kabag Pengadaan Barang Jasa Setdako Medan Topan OP Ginting, menyebutkan bahwa masalah tender ulang memang sudah diatur dalam Perpres No.16 dan diubah menjadi No.12 Tahun 2021. Tender ulang ulang yang dilakukan di ULP Pemko Medan, dilakukan karena banyaknya pengikut tender yang dinilai tidak memenuhi kualifikasi.
“Penyebabnya ketidaktersediaan alat utama sebagai pendukung, apalagi tender pada drainase dan trotoar yang menggunakan cetakan. Penyedia tidak lengkap sebagai dokumen persyaratan,” terang Topan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas PU Kota Medan Ferri Ichsan, menanggapi pertanyaan Edwin terkait banjir. Ferri menyebutkan, penyelesaian banjir dapat diatasi bila seluruh sungai di Kota Medan telah dinormalisasi. “Sungai harus dinormalisasi, jika belum tidak bisa diprediksi,” jawabnya.
Di akhir rapat, Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak, mendorong Dinas PU Kota Medan agar merealisasikan usulan perbaikan jalan dan drainase yang disampaikan lewat e-Pokir DPRD Medan.
Menurut Paul, usulan itu diharapkan dapat direalisasikan segera dan menjadi skala prioritas.”e-Pokir anggota DPRD Medan di Tahun 2019 dan 2020 banyak yang belum terealisasi,” pungkasnya. (map/ila)
Usulan itu kami teruskan yang datangnya dari keluhan masyarakat seperti jalan berlubang dan drainase rusak. Wajar kalau kami memperjuangkan agar segera dikerjakan,” pungkasnya. (map/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fraksi PDIP DPRD Kota Medan, menyatakan sikapnya yang sepakat dan sangat setuju dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution, untuk melarang keras dan memberantas setiap praktik pungli (pungutan liar) yang ada pada 3 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemko Medan, yakni Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar, PUD Pembangunan, dan PUD Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Medan.
“Saat melantik 12 direksi BUMD Kota Medan di hari Rabu (22/9) itu, Wali Kota (Medan) menekankan, jangan ada pungli. Itu benar sekali, Fraksi PDIP sangat setuju, sangat-sangat sepakat. Kalau praktik pungli tidak dihapus, jangan harap PUD-PUD itu bisa maju,” ucap Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Medan, Robi Barus SE M.AP kepada Sumut Pos, Minggu (26/9).
Dikatakan Robi, setiap direksi memang harus dapat mencontohkan hal yang baik kepada jajarannya. Nantinya, bila setiap direksi bebas dari praktik-praktik pungli, maka hal itu dipastikan akan menurun kepada setiap jajaran yang ada dibawahnya.
“Tapi kalau para direksinya saja pungli, bagaimana mungkin mereka bisa memberantas pungli, mustahil itu. Maka kami sangat mengapresiasi pesan yang disampaikan Wali Kota Medan saat melantik ke-12 direksi itu, agar mereka tidak melakukan pungli. Saya fikir itu memang pesan yang paling tepat untuk disampaikan kepada setiap pejabat di lingkungan Pemko Medan saat dilantik, termasuk kepada para direksi BUMD,” ujarnya.
Robi Barus juga mengaku, akan mendorong Wali Kota Medan untuk melakukan tindakan tegas kepada setiap direksi BUMD apabila kedapatan melakukan praktik pungli.”Kita harapkan hal ini dapat ditanamkan baik-baik oleh para direksi di hati mereka masing-masing. Kita sudah melihat banyak contoh, mulai dari kepling, lurah, mereka dicopot karena melakukan pungli. Dan jujur saja, tindakan tegas seperti itu lah yang memang kita harapkan. Bukan tidak mungkin itu juga terjadi bagi para direksi, apabila mereka terbukti melakukan pungli,” tegasnya.
Selain itu, Robi Barus juga mengapresiasi Wali Kota Medan yang telah menanggapi dengan cepat adanya kekosongan jabatan direksi di PUD milik Pemko Medan. Sebab selama ini, Fraksi PDIP menilai bahwa ketiga BUMD tersebut belum dapat bekerja secara baik dan belum mampu menghasilkan PAD secara maksimal.
“Dengan adanya para direksi yang baru dilantik ini, kita harapkan setiap BUMD dapat menghasilkan dan meningkatkan profit, seperti yang juga disampaikan wali kota dalam pesannya saat melantik mereka. Karena kalau tidak bisa profit, untuk apa juga ada BUMD,” katanya.
Untuk itu, Ketua BKD DPRD Medan itu juga berpesan, agar para direksi dapat mengambil tanggungjawab moral dalam melayani masyarakat dan menghasilkan PAD bagi Kota Medan. PUD diharapkan tidak hanya akan sekadar menjadi BUMD, tapi dapat menolong Pemko Medan dalam menghasilkan sumber-sumber pendapatan. “Intinya tanggungjawab moral, mereka ada untuk membantu Pemko dalam melayani masyarakat dan menghasilkan PAD. Ditangan Wali Kota Medan Bobby Nasution, kita yakin BUMD-BUMD ini bisa jauh lebih maju,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Medan Bobby Nasution, melantik 12 direksi pada 3 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Medan di Ruang Rapat III Balai Kota Medan, Rabu (22/9) pagi.
Ditegaskan Bobby, sudah seharusnya Perusahaan Umum Daerah (PUD) Kota Medan menjadi sumber pendapatan bagi Kota Medan untuk melaksanakan pembangunan, namun seringkali tidak sesuai dengan ketentuan.
“Saudara direksi telah membacakan ikrar nya, yang salah satunya harus mendapatkan profit. Teman-teman tahu bagaimana kondisi PUD kita saat ini, dan teman-teman semua mendaftar. Oleh karena itu, teman-teman bagus di atas kertas (hasil seleksi), namun yang paling penting harus bisa dibuktikan di lapangan,” tegasnya. (map/ila)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Selama beberapa bulan terakhir ini, Poco telah meluncurkan banyak smartphone untuk masyarakat Indonesia. Mereka pun menawarkan berbagai smartphone di berbagai kisaran harga dengan performa juara.
Salah satu seri yang mereka tawarkan adalah POCO X series. Mereka pun menawarkan tiga smartphone sekaligus, yakni POCO X3 GT, POCO X3 Pro, serta POCO X3 NFC. Penasaran kan apa saja yang ditawarkan oleh POCO? Yuk kita intip keunggulan POCO X series bersama-sama!
POCO X3 NFC, Jawara di Rp2 Juta-an Bagi kalian yang sedang mencari smartphone Rp2 juta-an terbaik, kalian dapat melirik POCO X3 NFC. Soalnya, smartphone ini hadir dengan SoC Qualcomm Snapdragon 732G yang hadir dengan pilihan RAM 6GB dan 8GB, serta pilihan penyimpanan 64GB dan 128GB.
Layarnya pun sudah menggunakan layar berukuran 6,67 inci beresolusi FHD+. Refresh rate-nya mencapai 120Hz, yang cocok bagi para gamer. Dan untuk para penikmat multimedia, kalian akan mendapatkan kecerahan layar hingga 450 nits yang cocok digunakan di luar ruangan. Tak ketinggalan, hadir juga dukungan HDR10.
Untuk baterai, POCO X3 NFC ini hadir dengan baterai berukuran 5160 mAh yang dapat bertahan seharian. Selain itu, hadir juga pengisian cepat 33W dan di dalam paket penjualan terdapat charger Type-C 33W. Dan sesuai namanya, hadir juga fitur NFC di smartphone ini.
Beralih ke kamera, smartphone ini hadir dengan empat kamera di belakang. Kamera utamanya hadir dengan lensa lebar beresolusi 64 MP, kamera ultra lebar beresolusi 13 MP dengan sudut pandang 119 derajat, kamera makro beresolusi 2 MP, dan terakhir adalah kamera depth sensor beresolusi 2 MP. Sedangkan kamera depannya beresolusi 20MP.
Untuk harga, saat ini POCO X3 NFC dijual mulai dari Rp2 juta-an di berbagai platform e-commerce.
POCO X3 Pro, Jawara di Rp3 Juta-an Untuk kalian yang mencari sebuah smartphone terbaik di kisaran harga Rp4 juta-an, kalian bisa lirik POCO X3 Pro. Soalnya, smartphone ini hadir dengan SoC Snapdragon 860 dengan RAM LPDDR4X dan penyimpanan UFS 3.1.
Pengguna akan dapat memilih dua varian, yakno varian dengan RAM 6GB dan penyimpanan 128GB atau varian 8GB dengan penyimpanan 256GB. Tentu saja, RAM dan penyimpanan ini cukup untuk digunakan untuk kegiatan sehari-hari bahkan bermain game berat.
Sementara untuk layar, POCO X3 Pro hadir dengan layar 6,67 inci beresolusi FHD+. Panelnya menggunakan panel LCD DotDisplay, dengan refresh rate 120Hz serta touch sampling rate 240Hz yang cocok untuk gamer.
Para penikmat multimedia juga akan dimanjakan dengan kehadiran dukungan HDR10. Dan bagi kalian yang suka menonton film di luar ruangan, smartphone ini hadir dengan kecerahan hingga 450 nits, yang hadir dengan fitur sunlight display serta reading mode 2.0 untuk dapat membaca dalam waktu yang lama.
Bagi kalian yang takut kehabisan daya, hadir juga baterai sebesar 5160 mAh. Terdapat juga dukungan pengisian daya cepat hingga pengisian daya cepat 33W, dimana dalam paket penjualan sudah terdapat charger Type-C 33W.
Hadir juga kamera yang tidak kalah canggihnya jika dibandingkan dengan jeroannya. POCO X3 Pro hadir dengan empat kamera, dengan kamera utamanya hadir dengan lensa lebar beresolusi 48 MP.
Lalu ada kamera ultra lebar beresolusi 8 MP, disusul oleh kamera makro beresolusi 2 MP, dan terakhir adalah kamera depth sensor beresolusi 2 MP. Sedangkan kamera depannya beresolusi 20MP.
Kalian dapat membeli POCO X3 Pro di official store online Xiaomi dengan harga mulai dari Rp3.599.000.
POCO X3 GT, Jawara di Rp4 Juta-an Dan yang terakhir, jika kalian mencari sebuah smartphone terbaik di harga Rp4 juta-an, kalian bisa memiliki POCO X3 GT. Smartphone ini memiliki spesifikasi smartphone flagship, namun harganya sangat terjangkau.
Smartphone ini hadir dengan SoC MediaTek, yakni Dimensity 1100. Bukan hanya kencang, namun juga SoC ini sudah mendukung modem 5G sehingga kalian dapat merasakan kecepatan 5G saat pemerintah meresmikan jaringan tersebut.
Kalian juga akan mendapatkan pilihan RAM hingga 8GB dan penyimpanan hingga 256GB yang menggunakan tipe penyimpanan UFS 3.1. Hadir juga fitur expandable RAM. dimana pengguna akan dapat memiliki RAM hingga 10GB.
Layar yang hadir di POCO X3 GT juga tak kalah kece. Hal ini berkat penggunaan layar 6,6 inci DotDisplay dengan resolusi layar FHD+. Layarnya juga sudah memiliki dukungan 120Hz refresh rate dan 240 Hz touch sampling rate serta fitur HDR.
Ada juga teknologi DynamicSwitch dimana smartphone ini dapat menyesuaikan refresh rate secara otomatis sesuai penggunaan. Hal ini akan membantu mengurangi masa pakai baterai karena tidak semua aplikasi perlu berjalan di refresh rate 120 Hz.
Tak ketinggalan, terdapat juga dukungan akurasi warna DCI-P3. Dengan dukungan DCI-P3 kamu akan mendapatkan akurasi warna yang sangat tinggi, sehingga cocok bagi pengguna yang senang mengedit video menggunakan smartphone
Smartphone ini juga hadir dengan total tiga kamera, dimana kamera utamanya sudah menggunakan resolusi 64 MP. Ada juga kamera ultrawide 8 MP, serta kamera macro 2 MP. Dan untuk kamera depan hadir sebuah kamera 16 MP.
Dan untuk baterai, POCO X3 GT menggunakan baterai sebesar 5000mAh. Baterai ini dapat bertahan lama dan hadir juga pengisian daya Turbo Charging 67W. Ini merupakan dukungan pengisian daya tercepat yang ada di kisaran harga ini, dimana kembali mengungguli para kompetitornya.
Jika kalian ingin membeli POCO X3 GT, kalian dapat membelinya mulai dari Rp4.399.000. (rel)