29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 3122

Harimau Sumatera di Medan Zoo Kurus Kering, Pengelola Akui Akibat Kondisi Keuangan

KURUS: Harimau Sumatera koleksi di Medan Zoo yang kurus kering akibat kurang asupan makanan. istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Viralnya seekor Harimau Sumatera yang merupakan salah satu satwa koleksi Kebun Binatang Medan (Medan Zoo) karena tubuhnya yang kurus kering dan memakan rumput, akhirnya membuat pihak Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan angkat bicara.

KURUS: Harimau Sumatera koleksi di Medan Zoo yang kurus kering akibat kurang asupan makanan. istimewa/sumutpos.

Selaku pihak pengelola sekaligus penanggungjawab Medan Zoo, PUD Pembangunan mengakui jika saat ini kondisi keuangan Medan Zoo memamg tengah mengalami kesulitann

Apalagi saat ini, pandemi Covid-19 belum kunjung berakhir dan semakin mempersulit kondisi keuangan PUD Pembangunan.

Akibatnya, PUD Pembangunan mengalami kesulitan dalam memberi makan satwa-satwa koleksi Medan Zoo, tak terkecuali Harimau yang menjadi koleksi primadona di Kebun Binatang tersebut.

Direktur Utama PUD Pembangunan Kota Medan, Gerald Patogi Siahaan, mengatakan bahwa selama ini, pemasukan utama kebun binatang milik Pemko Medan itu berasal dari retribusi tiket masuk para pengunjung. Sedangkan sisanya, didapatkan dari donasi masyarakat.”Kondisi ini betul disebabkan pandemi Covid-19, yang mana kurang lebih 1 tahun itu menyebabkan pemasukan, khususnya untuk Kebun Binatang ini sangat berkurang,” ucap Gerald, Sabtu (25/9).

Dikatakan Gerald, Medan Zoo baru beroperasi kembali sekitar dua minggu yang lalu. Itupun jumlah pengunjungmya masih terbatas, yakni hanya sekitar 200 hingga 300 orang per hari. Berbeda dengan sebelum Pandemi ataupun masa PPKM diterapkan, jumlah pengunjung bisa mencapai 2.000 hingga 4.000 orang per hari, utamanya di hari-hari libur dan weekend.

Sebagai Direktur yang baru dilantik Wali Kota Medan pada Rabu (22/9) lalu, Gerald mengaku akan berkomitmen untuk membenahi Medan Zoo semaksimal mungkin, terutama dalam pemberian makan para satwa. “Jadi ke depannya bagaimana kebutuhan pangan, kebutuhan hewan, khususnya makanan yang menjadi standar untuk seluruh binatang di kebun binatang, ini kita pikirkan,” ujarnya.

Gerald berharap, agar perusahaan-perusahaan swasta maupun para donatur, mau memberi donasi kembali agar hewan-hewan yang berada di Medan Zoo tetap dapat diberikan makanan sesuai standar. “Jadi di situ donasi sudah tidak ada. Mohon kita dibantu untuk PUD pembangunan. Kedepannya, kiranya swasta juga ikutan Donasi lagi,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, seekor Harimau Sumatera koleksi Medan Zoo seketika viral di Media Sosial. Harimau Sumatera bernama Baringin itu viral, lantaran tubuhnya yang kurus kering dan tampak sedang memakan rumput di dalam kandangnya.

Melihat video itu, masyarakat pun curiga jika Harimau tersebut kurus karena tidak adanya makanan sehingga Harimau tersebut sampai harus memakan rumput. Namun belakangan diketahui, Harimau Sumatera tersebut memang sedang sakit. (map/ila)

Poltekbang Medan Gelar Yudisium Diikuti 108 Perwira, Hasilkan SDM Berkualitas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan menggelar yudisium dan wisuda diikuti 108 perwira transportasi udara menggelar yudisium dan wisuda yang dipimpin langsung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Poltekbang Medan menggelar yudisium dan wisuda diikuti 108 perwira transportasi udara.(ist).

Kegiatan ini, dilaksanakan secara offline di Hotel Grand Mercure, Medan, Minggu (26/9). Dengan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat. Kemudian, secara online untuk para undangan, stakeholder dan orang tua wisudawan.

Yudisium dan wisuda kali ini diikuti oleh dari taruna-taruni lulusan Program D.III Pemanduan Lalu Lintas Udara (PLLU) angkatan XVII, D.III Teknik Telekomunikasi dan Navigasi Udara (TNU) angkatan XVI dan XVII. Kemudian Teknik Listrik Bandar Udara (TLB) XIII, XIV.

Hadir secara offline, yang mewakili Kepala Pusat Pengembangan SDM Udara, Geny Luhung Prasodjo, M.M dan pelaksanaan orasi ilmiah secara online oleh Direktur PT. BATAM Aero Technic, Bapak I Nyoman Rai Pering Santana.

Dalam sambutannya, Direktur Poltekbang Medan, I Wayan Juliarta menyampaikan pesan kepada perwira transportasi udara bahwa perjuangan yang sudah dilakukan para wisudawan bukanlah perjuangan yang mudah.

“Sudah banyak rangkaian kegiatan pendidikan dan pelatihan yang cukup padat menguras tenaga dan pikiran, penuh dengan kedisiplinan dan tanggung jawab yang sudah dilalui. Hingga tibalah pada saat ini acara yang dinantikan oleh para wisudawan sekalian yang membawa kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri,” ujarnya.

I Wayan berharap, setelah lepas dari lembaga pendidikan ini, perwira transportasi akan mampu menjadi generasi dengan pribadi yang berani, unggul, profesional dan berakhlak, memiliki kompetensi yang luas dalam memahami permasalahan kerja di bidang transportasi udara khususnya bidang Pemanduan Lalu Lintas Udara, Teknik Listrik Bandara, dan Teknik Telekomunikasi & Navigasi Udara.

“Memiliki sikap yang profesional dan mental yang tangguh dengan berdasarkan nilai – nilai budaya Bangsa Indonesia yang Pancasilais, sehingga mampu berkontribusi bagi bangsa menuju Indonesia maju,”imbuhnya.

Ratusan lulusan ini, menghasilkan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan ditugaskan dijajaran Kemenhub. Yudisum dan wisuda kali ini menghasilkan wisudawan-wisudawan terbaik yaitu dari prodi D.III TLB angkatan XIII terdiri dari Jeremia Yonatan Panjaitan, Mohamad Rizky Darmawan, Ika Febriyanti br Bangun, angkatan XIV Lamsyah Abdil Hafiz, Mulia Supiadi Silalahi, dan Ade Ellis Sari Rangkuti.

Kemudian untuk prodi D.III TNU angkatan XVI yaitu Jason Juan Matthew, Erwin Lumban Gaol dan Dame Artha Marbun. Lalu, angkatan XVII Feri Opungsunggu, Daniel Wiranata Siagian, Nila Agustina. Untuk prodi D.III PLLU angkatan XVIIP yaitu Putu Wulan Anggita Sari, Husny Fadjry Ramadhan dan Luriandra Nadhifa Zetary.

Politeknik Penerbangan Medan merupakan Perguruan Tinggi Negeri di bawah Kementerian Perhubungan untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang mumpuni dan akan bekerja di transportasi udara.(gus)

Citilink Indonesia Raih Penghargaan Lake Toba Tourism Awards

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Citilink Indonesia mendapat penghargaan Lake Toba Tourism Awards” 2021/2022 dari Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) Foundation sebagai Lake Toba Leading Low Cost Airline.

Penyerahan penghargaan Lake Toba Tourism Awards.

Penghargaan diserahkan langsung oleh The President of ITTA Foundation, Panca R Sarungu kepada Manager West Aea 1 Citilink Infonesia Jerrimiaz immanuel.

Citink merupakan satu dari 32 penerima penghargaan yang diberikan ITTA dalam acara Lake Toba Tourism Award di Medan, belum lama ini dan dihadiri Gubernur Sumut diwakili Staf Ahli Gubernur Sumut Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan Sumber Daya Alam H Agus Tripriyono

The Pesident Of ITTA Foundation, Panca R Sarungu, mengatakan, Citilink dinilai berhasil mempertahankan konsistensi layanan. Konsistensi layanan seperti “on tim performance” , kenyamanan kabin dan layanan lainnya. Mengacu pada fakta itulah ITTA memberikan penghargaan.

Lake Toba Tourism Awards rencananya akan diadakan tahunan untuk memberikan apresiasi kepada jasa pariwisata di Sumut yang terdiri dari para pelaku pariwisata seperti: hotel, resort, villa, perjalanan wisata dan maskapai serta pendukung pariwisata seperti pejabat dan:UMKM yang mendukung pembangunan.

“Harapannya Citilink terus bisa mempertahankan layanan baik itu dan bisa juga mendorong penerbangan lain untuk memberikan pelayanan terbaik sehingga persaingan bisnis di penerbangan juga semakin sehat, “katanya.

Manager West Aea 1 Citilink Infonesia Jerrimiaz immanuel, mengaku bangga dapat penghargaannya Citilink.”Penghargaan ini dipastikan mendorong semangat manajemen dan karyawan Citilink untuk memberikan pelayanan lebih baik kepada penumpang,”katanya..

Staf Ahli Gubernur Sumut Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan Sumber Daya Alam H Agus Tripriyono, menyebutkan,
Pemerintah Provinsi Sumut mengapresiasi langkah Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) Foundation yang memberikan penghargaan kepada pengusaha industri dan pendukung pariwisata di Sumatera Utara.

Penghargaan “Lake Toba Tourism Awards” 2021/2022, katanya, akan menjadi pendorong pelaku pariwisata untuk bisa bertahan dan terus bisa berkembang di masa dan sesudah pandemi COVID-19.

Menurut Agus Tripriyono, sektor pariwisata sangat terpuruk dengan adanya pandemi COVID-19. Dengan adanya penghargaan, maka diharapkan pengusaha bisa lebih kuat menghadapi masa-masa sulit di tengah ada pandemi COVID-19.

Pemerintah sendiri, ujar dia, berusaha membantu mengatasi dampak pandemi COVID-19.”PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) dan vaksinasi yang dijalankan pemerintah bertujuan untuk bisa menekan angka penyebaran COVID-19 sehingga industri pariwisata dan lainnya bisa bergerak lagi,” katanya.

Lake Toba Tourism Awards rencananya akan diadakan tahunan untuk memberikan apresiasi kepada jasa pariwisata di Sumut yang terdiri dari para pelaku pariwisata seperti: hotel, resort, villa, perjalanan wisata dan maskapai serta pendukung pariwisata seperti pejabat dan:UMKM yang mendukung pembangunan.(gus)

Kecamatan Medan Marelan Razia Disiplin Prokes, Tak Pakai Masker, Puluhan Warga Diswab di Tempat

SWAB: Seorang warga diswab antigen karena tidak mengenakan masker di Kecamatan Medan Marelan.bagus/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pihak Kecamatan Medan Marelan bersama TNI/Polri dan Satpol PP Kota Medan melakukan razia penegakkan disiplin protokol kesehatan (Prokes) kepada masyarakat, Sabtu (25/9). Dalam razia tersebut, puluhan warga yang tidak mengenakan masker di-sweb di tempat.

SWAB: Seorang warga diswab antigen karena tidak mengenakan masker di Kecamatan Medan Marelan.bagus/sumutpos.

Razia yang berlangsung di Jalan Marelan Raya, Kelurahan Rengas Pulau ini dipimpin langsung oleh Camat Medan Marelan M.Yunus, S.stp didampingi oleh Pejabat Pendamping Pemko Medan Drs. Muslim Harahap.

Camat Medan Marelan, M. Yunus menjelaskan bahwa razia ini dilakukan guna menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Kecamatan Medan Marelan, serta mensosialisaikan kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan surat edaran Wali Kota Medan Bobby Nasution.

“Walaupun pandemi Covid-19 di Kota Medan sudah turun ke level III, namun kita semua harus tetap waspada dan wajib mematuhi prokes yang telah dianjurkan Pemerintah. Dalam razia ini, bagi masyarakat yang kedapatan tidak mengenakan masker, langsung kita testing dengan melaksanakan Swab Antigen di lokasi,” ucap Yunus kepada wartawan.

Meskipun telah dilakukan imbauan dan sosialisasi, Yunus mengungkapkan ternyata masih banyak masyarakat yang beraktivitas diluar rumah kedapatan tidak mengenakan masker. Bahkan, tidak sedikit warga masyarakat yang sedang berkendara tidak mengenakan masker langsung kabur saat diberhentikan Tim Satgas Covid-19.

Untuk itu, Yunus mengatakan pihaknya mengedukasi masyarakat untuk tetap menerapkan Prokes dalam kehidupan sehari-hari.”Tadi ada 51 warga masyarakat yang terkena razia karena tidak mengenakan masker dan langsung kita testing dengan Swab Antigen. Alhamdulillah, hasilnya negatif semua,” jelas M.Yunus.

M.Yunus berharap kepada masyarakat agar selalu tetap mematuhi prokes seperti memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Hal ini sangat membantu Pemerintah Kota Medan dalam menekan penyebaran Covid-19.

“Sesuai dengan arahan Wali Kota Medan dalam upaya penekanan tingkat penyebaran Covid-19, mari sama-sama kita mematuhi dan menerapkan Prokes. Dan bagi masyarakat Kecamatan Medan Marelan yang belum melaksanakan Vaksin, kami himbau untuk segera mendaftarkan diri melalui kepala lingkungan domisili masing-masing agar dapat di Vaksin,” tanda Yunus.

Warga Pinggiran Rel Sukaramai II Mengeluh, Sampah Tak Pernah Diangkut

SOSIALISASI: M Rizki Nugraha saat menggelar sosialisasi di Kompleks Asia Mega, Kelurahan Sukaramai II, Sabtu (25/9).markus/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Lingkungan 15 Daerah Pinggir Rel Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Medan Area, mengeluhkan tumpukan sampah di daerah pemukimannya yang tidak pernah diangkat petugas pengangkutan sampah. Termasuk saat ini, saat pengangkutan sampah telah menjadi tanggungjawab pihak kecamatan.

SOSIALISASI: M Rizki Nugraha saat menggelar sosialisasi di Kompleks Asia Mega, Kelurahan Sukaramai II, Sabtu (25/9).markus/sumutpos.

Hal itu terungkap, dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) No.6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan yang digelar Anggota Komisi IV DPRD Medan, M Rizki Nugraha SE. Kegiatan yang berjalan dengan memenuhi protokol kesehatan tersebut, digelar di Kompleks Asia Mega Mas Lingkungan IV, Kelurahan Sukaramai II, Kecamatan Medan Area, Sabtu (25/9).

“Sampah di kawasan pemukiman saya (Daerah Pinggir Rel) tidak pernah diangkat. Untuk mengatasi agar tidak sampai menggung, warga disana berinisiatif untuk membakarnya. Tolonglah kami pak, bagaimana caranya agar sampah-sampah tersebut bisa diangkut,” keluh Dedek

Sedangkan warga lainnya, Nanang, mengeluhkan tentang tidak adanya lokasi untuk bak sampah di lingkungannya.”Bagaimana akan meletakkan bak sampah pak, sementara kami tidak punya lahan, adapun lahan ini milik Asia Mega Mas,” ungkapnya.

Menjawab keluhan Dedek, Rizki Nugraha mengatakan, dirinya akan segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan. Sebab saat ini, pengangkutan sampah sudah dilimpahkan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan ke pihak Kecamatan.”Segera saya sampaikan ke Kelurahan dan Kecamatan, supaya sampah di kawasan Daerah Pinggir Rel itu bisa diangkut,” jawabnya.

Sedangkan untuk menjawab keluhan Nanang, tentang tidak adanya lokasi penempatan bak sampah, Rizki pun mengakui jika masalah lokasi atau lahan memang menjadi kendala saat ini. Pun begitu, Rizki berjanji akan berkoordinasi ke pihak pengelola Asia Mega Mas agar dapat meminjamkan lahannya yang tidak terpakai untuk digunakan sebagai lokasi sementara bak sampah.

Masih dalam kegiatan Sosialisasi Perda No.6/2015 Tentang Pengelolaan Persampahan di Komplek Asia Mega Mas, Rizki juga mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk membuat pelatihan dan pembinaan kepada masyarakat, agar sampah yang awalnya dinilai tidak bermanfaat dan harus dibuang, bisa di olah sebagai sesuatu yang bermanfaat, bernilai ekonomis, dan menguntungkan masyarakat.

Apalagi saat ini, Pemko Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution, meminta Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan bersama pihak kecamatan untuk fokus dalam memaksimalkan pengelolaan sampah di Kota Medan.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Medan ini juga mengimbau kepada masyarakat yang hadir, agar tidak membuang sampah sembarangan. Sebab selain menimbulkan lingkungan yang kotor dan merusak estetika, sampah juga dapat mencemari lingkungan sehingga dapat menimbulkan penyakit.

Guna mendukung kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya itu, Rizki pun meminta kepada Pemko Medan agar menyediakan bak-bak sampah. Sehingga, masyarakat dapat dipermudah dalam membuang sampah rumahtangganya.

Seperti diketahui, Perda Nomor 6 tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan terdiri dari 18 Bab dan 32 pasal yang didalamnya juga terdapat sanksi pidana dan denda bagi setiap tindakan pelanggaran yang dilakukan. (map/ila)

Korwil Konfederasi SBSI Sumut Gelar FGD Digelar secara Virtual, Banyak Permasalahan Buruh Tak Terselesaikan

KETERANGAN: Ketua panitia, Jonson Pardosi bersama SBSI Sumut saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatanFocus Group Discussion (FGD).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Koordinator Wilayah (Korwil) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk Hukum Perburuhan secara virtual, Sabtu (25/9).

KETERANGAN: Ketua panitia, Jonson Pardosi bersama SBSI Sumut saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatanFocus Group Discussion (FGD).

Acara FGD tersebut bertemakan ‘Membangun Hubungan Industrial yang Bermartabat Berdasarkan Hukum dan Perundang-Undangan di Wilayah Provinsi Sumatera Utara’ dan dihadiri 48 perwakilan Serikat Pekerja/Buruh di Wilayah Sumatera Utara melalui via Zoom.

Selain itu, dihadiri juga oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi diwakili Kepala Dinasn Ketenagakerjaan Provinsi Sumut, Baharuddin Siagian, Kapolda Sumut, Irjen Panca Putra Simanjuntak melalui Wadirkrimsus, AKBP Patar Marlon Silalahi SIK, Kasubdit III Dit Intelkam Polda Sumut, AKBP Syamsul Bahri Siregar.

Kemudian dihadiri, Kepala Kejati Sumut, Ida Bagus Nyoman Wiswantanu melalui Yusuf Yusnar Yusuf, Sekretaris Deputi Direktur BPJS TK Sumbagut serta Pemateri Gindo Nadapdap dan Willy Agus Utomo.

Ketua panitia, Jonson Pardosi mengatakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ini digelar dikarenakan banyaknya permasalahan buruh yang tidak terselesaikan.”Maka, harapan kami dari kegiatan FGD ini dengan melihat banyaknya permasalahan buruh yang tidak terselesaikan, kami akan membuat rekomendasi dari kegiatan hari ini, agar Gubsu Bapak Edy Rahmayadi bisa mengeluarkan Perda yang berhubungan dengan UU perburuhan,” katanya.

Sekretaris K-SBSI Sumut ini juga menyampaikan, Perda itu dikeluarkan agar penyelesaian proses hak-hak buruh itu tidak terlalu panjang, dikarenakan selama ini proses permasalahan buruh sampai Kasasi di Mahkamah Agung (MA) ataupun yang sudah diputus di PHI juga tidak bisa terselesaikan harus melakukan Bipartit kembali.

“Jadi harapan kami kedepannya, dengan kegiatan FGD ini, LKS Tripartit Sumatera Utara, bisa berpesan dengan Gubernur Sumut bagaimana agar ada Perda yang baru dari Gubernur untuk menyelesaikan permasalahan buruh yang ada di Sumatera Utara yang tidak terselesaikan,” harapnya.

Selain itu, sambungnya, akibat pandemi Covid-19, banyak pekerja/buruh yang dirumahkan oleh perusahaan, sementara sesuai UU atau Peraturan, kalau buruh itu dirumahkan, perusahaan harus membayarkan setengah dari upah mereka setiap bulannya.

“Tapi faktanya, bagi buruh yang dirumahkan tidak dibayar upahnya sama sekali oleh perusahaan. Untuk itu, tujuan kegiatan hari ini, bagaimana LKS Tripartit Sumatera Utara mendorong Gubernur, supaya menyikapi keadaan ini, dan membuat UU melalui Pergub, hak-hak pada buruh ini terselesaikan,” jelasnya.

Jonson juga mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak melalui Dir Intelkam Polda Sumut, Kombes Dwi Indra Maulana SIK yang mana telah membantu kegiatan FGD ini bisa terlaksanakan dengan menyiapkan alat-alat IT. Sehingga, mereka bisa memakai untuk melakukan kegiatan ini melalui Zoom Meeting.

“Selain itu, panitia juga diberikan 50 paket sembako dari bapak Kapolda Sumut yang mana telah kami terima. Terima kasih atensi bapak Kapolda kepada kami K-SBSI Sumatera Utara,” pungkasnya. (man/ila)

Foto: Panitia Konfederasi SBSI Sumut menggelar FGD secara virtual tentang hukum perburuhan. (Ist)

Menko Airlangga Dorong Pemuda untuk Berkontribusi Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Berlangsungnya pandemi Covid-19 telah menyebabkan berbagai dampak bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Selama pandemi terjadi penurunan rasio penduduk bekerja terhadap jumlah penduduk usia kerja dibanding sebelum pandemi terjadi. Hal tersebut menjadikan pengangguran terbuka dan kemiskinan menjadi tantangan yang harus segera dapat diatasi.

“Untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19, Pemerintah terus melaksanakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai instrumen penanganan di sisi kesehatan maupun pemulihan ekonomi, yang mencakup aspek kesehatan, perlindungan sosial, dukungan bagi UMKM dan korporasi, dukungan bagi program prioritas, serta insentif usaha,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keynote speech pada webinar dengan tema Aktualisasi Pemuda dalam Pencegahan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Sabtu (25/09).

Penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) juga merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong upaya pemulihan ekonomi nasional, mengingat peran strategis UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Dalam upaya mendukung UMKM khususnya yang terdampak oleh pandemi, Pemerintah telah memberikan berbagai stimulus diantaranya melalui subsidi bunga baik KUR dan non KUR, Penempatan Dana Pemerintah pada Bank Umum Mitra, Imbal Jasa Penjaminan, Penjaminan Loss Limit, Banpres Produktif Usaha Mikro, Bantuan Tunai bagi Pedagang Kaki Lima dan Warung, serta PPh final UMKM yang ditanggung oleh Pemerintah.

Usaha dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional tentunya memerlukan peran serta dan partisipasi seluruh masyarakat, termasuk dari para pemuda dan kader Karang Taruna di seluruh Indonesia.

“Dalam upaya penanganan Covid-19, para pemuda dan kader Karang Taruna diharapkan dapat turut serta menjadi relawan dan berperan luas, misalnya dengan menjadi tenaga kesehatan, membantu mengampanyekan dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan vaksinasi dan melaksanakan 3M, membantu pengawasan penyaluran bansos agar tepat sasaran, dan berbagai aktivitas volunteer lainnya,” jelas Menko Airlangga.

Selain itu, kontribusi yang dapat dilakukan pemuda dalam pemulihan ekonomi nasional adalah melalui pemberdayaan masyarakat, salah satunya menjadi wirausaha sosial. Wirausaha sosial tidak hanya berorientasi profit, namun juga banyak menjalankan berbagai peran untuk memberdayakan masyarakat.

Melalui berbagai dukungan dari Pemerintah diharapkan juga dapat mendorong minat kalangan pemuda untuk berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional. Dukungan dari Pemerintah tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, membantu dan menjaga keberlangsungan usaha pelaku usaha mikro menghadapi dampak pandemi, pengembangan kompetensi, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta mengembangkan kewirausahaan.

“Saya sekaligus mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Karang Taruna ke-61. Karang Taruna merupakan organisasi sosial masyarakat yang berperan menghimpun, menggerakkan dan menyalurkan peran-serta generasi muda serta menjadi wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda. Karang Taruna diharapkan dapat turut mengaktualisasikan peranannya dalam mengatasi berbagai permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Indonesia saat ini. Semoga Karang Taruna dapat berperan besar dalam upaya pencegahan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam webinar tersebut yakni Menteri Sosial, Menteri BUMN, Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna, Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna dan Para Pemuda serta Kader Karang Taruna di seluruh Indonesia. (frh/fsr/*)

Dewi Kejut Diresmikan, Geol Manjakan Wisatawan Lewat Pesona Alam Pesisir

RESMIKAN: Sekdakab Langkat Indra Salahuddin, saat memotong pita peresmian Desa Wisata Berkelanjutan.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pariwisata bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta membuka lapangan pekerjaan bagi warga desa sekitar melalui peningkatan ekonomi kreatif. Karena itu, Pemkab Langkat pun mengukuhkan Kelompok Sadar Wisata Desa Pematangserai, dan meresmikan Desa Wisata Berkelanjutan (Dewi Kejut) yang akan mengelola objek wisata Getek Online (Geol) di Desa Pematangserai, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Kamis (23/9) lalu, yang ditandai pemotongan pita oleh Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, melalui Sekdakab Langkat Indra Salahuddin.

RESMIKAN: Sekdakab Langkat Indra Salahuddin, saat memotong pita peresmian Desa Wisata Berkelanjutan.

Kepala Desa Pematangserai, Kamaluddin mengatakan, Geol merupakan inovasi dari pemerintah desa melalui pemberdayaan Dana BUMDes, yang pengembangannya di dukung oleh Pemkab Langkat. Objek wisata yang baru lahir pada 2019 lalu ini, menambah keragaman lokasi wisata di Negeri Bertuah.

Bagi wisatawan yang suka bersantai di atas aliran sungai daerah pesisir, hobi memancing, dan suka menikmati makanan laut yang lezat, sangat cocok mengunjungi ojek wisata Geol ini.

Wisatawan juga akan dimanjakan dengan keindahan pesona alam pesisir dari atas getek yang berjalan menelusuri aliran Sungai Sei Serapuh. Wisatawan juga bakal ditawarkan masakan udang gala segar hasil sungai, yang sudah diolah dengan citarasa khas Melayu. Sambil minum air kelapa muda segar, yang juga langsung diambil dari pohonnya.

“Kenikmatannya pun tertambah dengan tiupan semilir angin saat berada di atas sungai,” ungkap Indra.

Selain itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Langkat, Nur Ely Heriani Rambe mengatakan, untuk dapat menikmati pesona dan fasilitas yang disajikan dari objek wisata Geol ini, wisatawan hanya cukup membayar sesuai pilihan paket dengan harga yang terjangkau. Dari harga tiket Rp10 ribu per orangnya, sampai ratusan ribu untuk berbagai macam variasi per paketnya.

Dia pun menjelaskan, wisatawan juga dapat lebih mengenal kepingan sejarah Kesultanan Langkat. Wisatawan akan diajak melintasi jalur sungai sekaligus berziarah memperkenalkan makam Panglima Mangi, yang bernama asli Lazimudin. Makamnya berada di Dusun 3, Desa Pematangserai, tidak jauh dari pinggiran tepi sungai yang dilintasi.

“Panglima Mangi merupakan panglima yang diangkat oleh Kesultanan Langkat Pertama, Sultan Musa. Beliau bertugas sebagai panglima keamanan daerah laut Pematangserai, dari ganguan perompak. Beliau adalah keturunan dari silsilah panglima yang berasal dari Siam, yakni Patani Thailand,” kata Nur.

Sementara itu, Indra meyakini, desa Dewi Kejut ini akan dapat mendorong pelestarian alam dan memberdayakan potensi keunikan budaya, serta nilai kearifan lokal, yang ada di tengah masyarakat, selain dari Geol.

Dia juga menginstruksikan dinas terkait untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan pengelola tempat wisata, guna mengekspos dan memberdayakan hasil komoditi lokal ke pasar yang lebih luas.

“Berikan dukungan untuk Geol dan objek wisata lainnya, guna kemajuan dan peningkatan ekonomi kerakyatan serta PAD Langkat, sesuai visi misi Bapak Bupati,” katanya. (mag-6/saz)

Pemkab Taput Upayakan Perbaikan Sarpras Damkar

TINJAU: Sekretaris Daerah Kabupaten Taput Indra S Simaremare, bersama Kepala Satpol PP Kabupaten Taput Rudi Sitorus, saat meninjau Pos Pemadam Kebakaran Siborong-borong sekaligus mengecek kesiapan personel, Sabtu (25/9).

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan, diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Taput Indra S Simaremare, bersama Kepala Satpol PP Kabupaten Taput Rudi Sitorus, meninjau Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Siborong-borong sekaligus mengecek kesiapan personel, Sabtu (25/9) lalu.

TINJAU: Sekretaris Daerah Kabupaten Taput Indra S Simaremare, bersama Kepala Satpol PP Kabupaten Taput Rudi Sitorus, saat meninjau Pos Pemadam Kebakaran Siborong-borong sekaligus mengecek kesiapan personel, Sabtu (25/9).

“Ada beberapa hal yang harus segera dibenahi sebagai kesiapan dalam penanganan bencana kebakaran ini. Belakangan ini, ada sebanyak 4 unit mobil damkar dengan kondisi memadai, yang dapat digunakan dalam penanganan kebakaran di Siborong-borong, Tarutung, Pahae Jae, dan Pangaribuan. Peninjauan ini dilakukan dengan melihat data statistik tingkat kebakaran dan disesuaikan pertimbangan sisi efisiensi dan efektivitas. Namun pada Juni 2021 lalu mobil Damkar Pos Siborong-borong mengalami kerusakan, usai penanganan kebakaran di Hutabaginda-Tarutung. Terkait kekosongan mobil damkar di Siborong-borong, untuk sementara kami menyiagakan mobil damkar dari Pangaribuan,” ungkap Indra.

“Saya sudah meninjau langsung dan mendengar penjelasan pemilik bengkel atas kondisi mobil damkar yang rusak. Kami kewalahan dalam mengganti sparepart rantai gearbox, alat tersebut sudah langka. Kami melihat ada 2 opsi terhadap mobil damkar tersebut, yakni sparepart akan tetap dipesan hingga ke Tiongkok, atau melakukan modifikasi dengan memasangkan sparepart merek lain,” imbuh Indra.

Indra juga menjelaskan, Bupati Taput telah beberapa kali mengusulkan penambahan armada damkar, termasuk melalui dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun lalu. “Namun sesuai indikator pinjaman, tak diperkenankan (pengadaan mobil damkar). Dan 2022, kami akan lakukan pengadaan satu unit mobil damkar melalui APBD,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, Indra meminta agar Kepala Satpol PP Kabupaten Taput membenahi sumber daya personel, dan secara rutin memeriksa kondisi mobil damkar.

“Segera laporkan jika ada masalah, jadi bisa akan dicarikan solusi. Pak Bupati tidak ingin hal serupa terjadi lagi. Kami pun meminta maaf atas keterlambatan dalam penanganan kebakaran lalu, semoga permasalahan ini segera teratasi. Bapak Bupati juga mengucapkan belasungkawa atas musibah ini, dan berharap agar masyarakat semakin waspada terhadap bencana, termasuk memastikan kondisi rumah sebelum ditinggalkan, seperti memeriksa api dan listrik,” imbaunya.

“Kami juga sedang membenahi kekurangan sarana-parasarana (sarpras), termasuk peningkatan personel, sehingga dapat lebih baik dalam penanganan kebakaran,” jelas Indra lagi. Pada kesempatan tersebut, Kepala Satpol PP, Rudi Sitorus menjelaskan, pada peristiwa itu pihaknya pun berupaya menurunkan personel dengan cepat dari Tarutung dan Pangaribuan, serta menghubungi Pemkab Humbanghasundutan (Humbahas), dan Otoritas Bandara Silangit.

“Terimasih atas dukungan Pemkab Humbahas dan pihak Bandara Silangit, yang menurunkan armadanya untuk mendukung kami. Hal seperti ini sudah beberapa kali terjadi, dan begitu pun sebaliknya, kami turut membantu apabila ada bencana di kabupaten tetangga. Seperti kejadian kebakaran di Doloksanggul beberapa waktu lalu,” bebernya.

“Peristiwa kebakaran pada Rabu, 22 September lalu, terjadi sekira pukul 11.55 WIB. Kemudian pada pukul 12.16 WIB, mobil Damkar dari Tarutung berangkat dan tiba kurang lebih dalam 20 menit. Personel kami langsung melakukan penanganan pemadaman api. Dan sekitar 30 menit kemudian, api sudah berhasil dikendalikan. Selanjutnya mobil damkar Humbahas tiba di lokasi, disusul mobil damkar Bandara Silangit, yang langsung membantu pendinginan dengan menyiram bara api,” pungkas Rudi. (rel/des/saz)

Gelar Vaksinasi Massal, Polsek Percut Seituan Gunakan 2 Tempat

ISTIMEWA PANTAU: Kapolsek Percut Seituan AKP Janpiter Napitupulu, saat memantau gelaran vaksinasi tahap pertama di wilayah hukum Polsek Percut Seituan, Sabtu (25/9).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Sektor (Polsek) Percut Seituan menggelar vaksinasi massal di 2 tempat, yakni Lapangan Sepak Bola Saentis dan Sekolah Perkumpulan Amal Bakti (PAB), Jalan Keadilan, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Sabtu (25/9) lalu. Masyarakat terlihat antusias mendatangi 2 lokasi tersebut, guna mendapatkan vaksinasi gratis.

ISTIMEWA PANTAU: Kapolsek Percut Seituan AKP Janpiter Napitupulu, saat memantau gelaran vaksinasi tahap pertama di wilayah hukum Polsek Percut Seituan, Sabtu (25/9).

Kapolsek Percut Seituan AKP Janpiter Napitupulu, pun memantau langsung kegiatan itu. Adapun tim vaksinatornya, yakni dari RS Murni Teguh dr Sri Banjarnahor, beserta tim Stikes Murni Teguh Medan.

Sebanyak 500 vaksin diberikan untuk mempercepat masyarakat mendapatkan kekebalan tubuh terhadap Covid-19. Dalam pelaksanaan vaksinasi, Janpiter juga memberikan cenderamata berupa pelakat ucapan terima kasih kepada panitia pelaksana vaksinasi. Dia menjelaskan, tujuan pelaksanaan vaksinasi ini, untuk mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, agar perekonomian masyarakat dapat pulih kembali.

“Polsek Percut Seituan akan terus melaksanakan vaksinasi sesuai dengan perintah pimpinan. Kami akan terus mendukung dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya, karena ini amanah. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan vaksinasi ini,” ungkap Janpiter.

Janpiter pun mengatakan, rangkaian kegiatan vaksinasi tahap pertama ini berjalan dengan baik dan lancar, serta mematuhi personel. Warga yang datang ikut vaksinasi pun tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes). (dwi/saz)