PAKAIKAN MASKER: Kapolres Dairi, AKBP Wahyudi Rahman didampingi Kasatlantas AKP Herliandri memaikaikan masker kepada salahseorang pengemudi saat memimpin Operasi Patuh Toba di depan Mapolres Dairi, Selasa (21/9).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS .
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Hari pertama menjabat sebagai Kapolres Dairi, AKBP Wahyudi Rahman pimpin Operasi Patuh Toba. Operasi sendiri digelar di depan Mapolres Dairi Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Selasa (21/9).
PAKAIKAN MASKER: Kapolres Dairi, AKBP Wahyudi Rahman didampingi Kasatlantas AKP Herliandri memaikaikan masker kepada salahseorang pengemudi saat memimpin Operasi Patuh Toba di depan Mapolres Dairi, Selasa (21/9).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS .
Kasubbag Humas Polres, Iptu Donny Saleh menerangkan, Operasi Patuh Toba tahun ini mengambil tema, ‘Melalui operasi patuh toba 2021, kita tingkatkan disiplin protokol kesehatan dan tertib berlalulintas dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 serta mewujudkan kemananan, keselamatan tertib berlalulintas (Kamseltibcarlantas) yang mantap’.
Kepada personel yang melaksanakan Operasi Patuh Toba, Kapolres AKBP Wahyudi Rahman menekankan, agar bertindak humanis dan tidak bersikap arogan. Personel diharuskan untuk mengedepankan 3S, Senyum, Sapa, Salam saat menyetop kenderaan.
“Harus berbicara sopan agar tidak terjadi komplain dari pengemudi, serta selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) sebagai upaya pengendalian penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19),” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolres AKBP Wahyudi Rahman ikut menempelkan stiker imbauan pendisiplinan prokes serta memberikan masker dan handsanitizer kepada pengemudi.
Dalam kegiatan ini, turut hadir Wakapolres Kompol David P Silalah, Kabag Ops, Kompol Kashmir Sitanggang, Kasat Lantas AKP Herliandri, Kasubdenpom, Kapt Cpm Maihendri serta para pejabat utama dan personil Polres Dairi, terang Donny Saleh. (rud)
TERANGKAN: Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu (kiri) didampingi Kadis Kesehatan, Ruspal Simarmata menerangkan pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Dairi.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS .
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Warga di Kabupaten Dairi yang baru divaksin Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) baru 40%. Hal ini dikarenakan persediaan vaksin terbatas.
TERANGKAN: Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu (kiri) didampingi Kadis Kesehatan, Ruspal Simarmata menerangkan pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Dairi.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS .
Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Ruspal Simarmata di gedung DPRD Dairi, Senin (20/9) mengatakan, jumlah warga yang sudah divaksin masih rendah. Dan dirinya sudah memberitahukan hal tersebut kepada Presiden Jokowi saat pertemuan bersama kepala daerah se Sumatera Utara minggu lalu.
“Dalam kesempatan tersebut, presiden mengatakan bahwa kita tidak mendapatkan priorotas utama. Tetapi, kata presiden sudah ada kesepakatan dengan perusahaan pemasok vaksin sehingga bisa segera terpenuhi,” ujarnya.
Karena perkataan tersebut, Eddy Keleng Berutu merasa optimis, bahwa kekurangan vaksin akan segera berakhir. Dan dirinya yakin jumlah warga yang divaksin akan segera naik. Eddy menegaskan, untuk saat ini vaksinasi kita fokuskan di tiga kecamatan yakni Sidikalang, Sitinjo dan Silahisabungan.
Ketiga kecamatan dianggap rawan, karena untuk Sidikalang, jumlah terpapar dan meninggal dunia tinggi. Selanjutnya kecamatan Sitinjo serta Silahisabungan, dimana kedua kecamatan itu merupakan daerah wisata yakni lokasi Taman Wisata Iman (TWI) dan Silalahi sebagai kawasan trategis pariwisata nasional.
“Kita berencana kedua lokasi wisata akan segera dibuka, dengan syarat masyarakat di daerah itu sudah divaksin 75%,” ucap Eddy.
Untuk tahap selanjutnya, sebut Eddy, vaksinasi difokuskan ke kecamatan Sumbul dan Tigalingga. Dimana kedua kecamatan tersebut, aktifitas perekonomian lumayan tinggi.
Eddy menambahkan, jika vaksinasi terhadap warga sudah mencapai 75%, pembatasan pergerakan kegiatan masyarakat, akan dilonggarkan.
“Dan secara paralel, tempat isolasi mandiri akan kita pindahkan dari TWI ke BLK Sitinjo. Di sana, tempatnya sudah kita siapkan dengan baik,” pungkasnya. (rud/ram)
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu berharap, semua guru honorer yang memenuhi syarat dan ikut dalam seleksi perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun ini bisa lulus.
Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu.
Harapan itu disampaikan Bupati Eddy KA Berutu kepada wartawan disela menghadiri sidang Paripurna dalam agenda penyampaian nota pengantar Bupati tentang P-APBD Dairi di gedung dewan Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Senin (20/9).
“Tahun ini kita mendapat banyak kuota dari pemerintah pusat untuk perekrutan PPPK khususnya untuk tenaga pendidik (guru) honorer di sekolah negeri maupun swasta. Kuota kita cukup lumayan banyak. Kita berharap, semua peserta serius dan sungguh-sungguh sehingga bisa lulus. Kita juga patut mengapresiasi pemerintah pusat, karena dalam perekrutan ini cukup longgar,” ucap Eddy. .
Eddy menjelaskan, untuk seleksi kali ini, peserta diberi tiga kali kesempatan untuk memgikuti ujian bilamana tahap 1 dan 2 tidak lulus, bisa ikut di tahap tiga.
“Sehingga dengan kesempatan bisa tiga kali ikut ujian, kita harapkan mereka bisa lulus semuanya,” terangnya.
Ditambahkan Eddy, Ratusan tenaga honorer yang ikut seleksi PPPK tahun ini, sebelumnya sudah mengikuti pembekalan bimbingan teknis (Bimtek) selama 3 bulan yang dilakukan Dinas Pendidikan dengan mendatangkan narasumber dari Unimed.
Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dapot Hasudungan Tamba melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Mutasi dan Informasi, Martua Simarmata mengatakan, awalnya jumlah guru honor yang sudah mengisi formulir sebanyak 861.
Tetapi, setelah verifikasi jumlah guru honor dinyatakan memenuhi syarat (MS) hanya sebanyak 856 orang.
“Dan mereka yang berhak mengikuti ujian seleksi PPPK tahun 2021 ini,” tandasnya. (rud/ram)
PERBAIKI: Warga saat membantu perbaikan jembatan alternatif di Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas berfungsi kembali.
PALAS, SUMUTPOS.CO – Jembatan alternatif di ruas badan jalan lintas Provinsi Sumatera Utara ( Jalinsum), Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas (Palas) tepatnya di sekitar Desa Hulim yang beberapa waktu lalu ambruk, kini sudah dapat dilewati.
PERBAIKI: Warga saat membantu perbaikan jembatan alternatif di Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas berfungsi kembali.
“Saat ini, jalan itu telah bisa dilalui kembali masyarakat pengguna jalan, baik pengguna kenderaan bermotor roda empat dan roda dua,” kata Camat Sosopan Maralohot Siregar, Selasa (21/9).
Terkait selesaianya proses penangan jembatan yang ambruk dan longsor pada badan Jalinsum tersebut, ia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak.
Khususnya Dinas Binamarga dan Bina Konstruksi Pemerintah Provinsi Sumut yang telah memperbaiki kerusakan jalan itu, melalui pelaksana pekerjaan proyek dilokasi jembatan setempat.
Melalui proses penanganan perbaikan jalan tersebut, ia berharap, hubungan silaturrahmi dan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Palas.
Melalui pihaknya (Pemerintah Kecamatan Sosopan), dengan pihak Dinas Binamarga dan Bina Konstruksi Pemerintah Provinsi Sumut, melalui UPT Jalan dan Jembatan Gunung Tua, ke depan semakin baik.
Sebelumnya ambruknya jembatan alternatif ini terjadi sekira Jam 04 :30 WIB, hari Sabtu (18/9/2021) dinihari lalu.
Dituturkan Kepala Desa Hulim Hasibuan, ambruknya jembatan alternatif tersebut, diakibatkan terjangan arus deras Sungai Hulim yang berada dilokasi jembatan setempat. (ant/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO– Tiga tahun Pemrov Sumut di bawah Pimpinan Edy Rahmayadi belum bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Hal ini dinilai, disebabkan alokasi anggaran pembangunan selama periode 2018–2021 tidak berdasarkan pemetaan persoalan dan kebutuhan masyarakat yang berangkat dari hamparan data yang valid.
Hal tersebut disampaikan juru bicara F-PDI Perjuangan Penyabar Nakhe pada Sidang Paripurna DPRD Sumut dengan agenda penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi terhadap Nota Keuangan dan Rancangan P-APBD TA 2021 di Ruang Sidang DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (22/9/2021).
“Fakta-fakta rusaknya hamparan data tersebut menggiring kami untuk berpendapat bahwa alokasi anggaran dari tahun ke tahun di Sumatera Utara selama periode pemerintahan tahun 2018–2021 tidak berdasarkan pada pemetaan persolan dan kebutuhan masyarakat yang berangkat dari hamparan data yang valid. Pendapat ini menjadi benar adanya sering dengan permintaan maaf saudara gubernur yang belum memberikan yang terbaik,” kata Penyabar Nakhe.
F-PDI Perjuangan menyampaikan, evaluasi anggaran dari tahun ke tahun sesungguhnya telah memberikan hamparan data yang cukup banyak, ditambah data-data yang berikan oleh Anggota DPRD Sumut hasil dari kunjungan kerja dapil, reses dan kegiatan-kegiatan lain yang telah disampaikan pada berbagai kesempatan di rapat-rapat DPRD bersama Gubsu maupun perangkat Pemprovsu. Hamparan data dapat menjadi jalan untuk Pemrovsu melakukan pemetaan terhadap persoalan dan kebutuhan masyarakat.
Berangkat dari pemetaan itu maka alokasi anggaran pembangunan disesuaikan dengan persoalan dan kebutuhan masyarakat, seperti pertanian, pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum. Dengan demikian alokasi anggaran pembangunan benar-benar bisa menjawab berbagai persoalan dan bisa menyentuh kebutuhan masyarakat real masyarakat Sumut.
Lebih lanjut, F-PDI Perjuangan menuding bahwa Gubsu sering merusak hamparan data saat memberikan jawaban-jawaban normatif dan apologatif dari pertanyaan, pernyataan, persoalan-persoalan dan kebutuhan masyarakat yang disampaikan Anggota DPRD Sumut. “Jawaban-jawaban normatif dan sangat apologatif tersebut berakibat pada rusaknya hamparan data yang seharusnya bisa kita dapati secara paripurna dari bandingan data yang diberikan oleh saudara gubernur. Banyak contoh rusaknya hamparan data yang diakibatkan dari hal itu, seperti data potensi learning loss dalam dunia pendidikan, jumlah pasien covid-19, data kemiskinan, data pengangguran, ruas dan panjang jalan yang rusak, dan lain sebagainya,” tegas Penyabar.
Dukung Edy Dua Periode F-PDI Perjuangan berharap Gubsu dan seluruh perangkatnya tidak mengulangi kesalahan yang sama untuk dua tahun sisa jabatannya dan mengajak Gubsu duduk bersama melakukan pemetaan persoalan dan kebutuhan masyarakat untuk menyusun alokasi anggaran pembangunan ke depan agar di dua tahun terakhir masa jabatan periode pertama Gubsu benar-benar tepat sasaran. Menurut F-PDI Perjuangan keberhasilan pembangunan di dua tahun terakhir akan membuka peluang kepada Edy Rahmayadi untuk mendapatkan dukungan maju kembali sebagai calon Gubsu untuk periode kedua
“Kami meyakini, ada keinginan dari saudara gubernur untuk melanjutkan masa kerjanya pada periode kedua yaitu periode tahun 2024 – 2029, mohon maaf kami bila hal itu salah dan kami berharap itu tidak salah. Tentunya kami akan memberikan apresiasi dan mungkin saja dukungan atas keinginan untuk melanjutkan pada periode kedua, dengan syarat bahwa di dua tahun anggaran tersisa masa kerja periode pertama saudara gubernur benar-benar berangkat dari data dan pemetaan yang sesuai dengan persolan dan kebutuhan masyarakat Sumut” pungkas Penyabar Nakhe. (adz)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Binjai seakan tak ambil pusing, mengenai putusan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dr Ratna Milda Nasution, yang dinyatakan terbukti secara sah dan bersalah dalam perkara tindak pidana penipuan dan penggelapan, oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kota Binjai. Pasalnya, Dinkes Kota Binjai selaku instansi yang mengurusi oknum PNS tersebut, belum mengetahui putusan dari PN Kota Binjai.
Palu Hakim-Ilustrasi
“Itu kan belum ada laporan ke kami. Kalau ada tembusan, baru ada dasar kami terkait adanya putusan,” ungkap Kepala Dinkes Kota Binjai, dr Sugianto, Selasa (21/9).
Menurut Sugianto, PN Kota Binjai biasanya menyurati ke Pemko Binjai, dalam hal ini Wali Kota Binjai, mengenai putusan Ratna. Kemudian Dinkes Kota Binjai menerima putusannya, setelah dari Wali Kota Binjai.
“Dan kemudian kami usulkan ke Inspektorat, mau diapakan nanti. Kalau sudah ketuk, pengadilan harus melaporkan hal ini ke Pemko Binjai. Dasar surat dari bagian hukum akan meminta untuk ditinjau ulang,” jelasnya lagi.
Singkat cerita, menurutnya, Inspektorat Kota Binjai yang menjatuhi sanksi kepada Ratna. Apakah wanita berusia 55 tahun tersebut dicopot dari status kepegawaiannya, atau hanya diganjar sanksi ringan.
Sementara itu, Humas PN Kota Binjai David Simare-mare, memberikan keterangan bertolak belakang dengan Kepala Dinkes Kota Binjai. Menurut David, pihaknya tidak pernah memberitahukan putusan pengadilan kepada Pemko Binjai. “Biasanya itu, pemberitahuan putusan kepada terdakwa diberikan kepada jaksa dan keluarga terdakwa. Jika terdakwa pakai pengacara, melalui pengacaranya lah,” jelasnya.
Namun demikian, PN Kota Binjai akan memberitahukan kepada Pemko Binjai, ketika ada surat datang.
“Artinya, Pemko Binjai yang bersurat kepada kami, kalau tahu ada oknum dari mereka yang sudah bersalah. Kami tidak pernah memberitahukan pengumuman kepada Pemko Binjai, meski terdakwa adalah oknum pegawai,” tegas David.
Sebelumnya, JPU Benny Surbakti, menuntut 3 tahun kurungan penjara. Terdakwa didakwa JPU dengan Pasal 378 Subsider 372, dan akhirnya divonis 2 tahun oleh majelis hakim. Oknum Kepala Puskesmas Pembantu di Kota Binjai itu, menjadi calo mengajak honorer di lingkungan Pemko Binjai untuk berubah status menjadi PNS dengan membayar sejumlah uang tunai, yang berbuntut penipuan hingga penggelapan.
Siska merupakan seorang korban yang merupakan guru honorer. Kenal dengan terdakwa di RSUD Djoelham Kota Binjai, dan ditawarkan masuk PNS dari jalur khusus. Bahkan, korban mendapat keyakinan, lantaran melakukan sambungan telepon video dengan mantan Wali Kota Binjai berinisial HMI selama 15 detik.
Singkat cerita, Siska akhirnya merugi Rp124 juta, karena melakukan pengiriman 5 hingga 6 kali, dan mayoritas tujuan rekening atas nama terdakwa. Korban lain, Ikhsan Nurdiawan yang juga guru honorer, terlibat kerugian Rp105 juta, yang melakukan kepengurusan PNS jalur khusus tersebut. Begitu juga Sindy Amelia, yang dilibatkan terdakwa berangkat ke Jakarta, dengan dalih mengambil SK PNS untuk ayahnya, yang dijanjikan menempati di lingkungan RSUD Djoelham. (ted/saz)
RESES: Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin-angin saat menggelar reses.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Waktu pelaksanaan reses masa sidang 3 tahun kedua untuk Tahun Anggaran 2021, yang telah dijadwalkan Badan Musyawarah DPRD Langkat selama 5 hari, dimanfaatkan dengan baik oleh Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin-angin, untuk menampung aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, yakni Dapil 3 (Kecamatan Sei Bingai, Bahorok, Salapian, Kuala, dan Kutambaru).
RESES: Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin-angin saat menggelar reses.
Di hari keempat, Senin (20/9) lalu, Sribana reses ke Kecamatan Sei Bingai, tepatnya di Dusun 8, Desa Pekan Sawah, didampingi Kepala Bapenda, perwakilan Dinas PU, Dinas Pertanian, Dinas Perkim, dan Dinas Kesehatan.
“Mejuah-juah man banta kerina,” ungkap Sribana, saat menyapa dan membuka reses yang dihadiri Kepala Desa Pekan Sawah, Mister Tarigan, Kepala Dusun Rela Surbakti, dan warga dusun yang mayoritas bersuku Karo.
“Sengaja saya bawa orang-orang dinas Pemkab Langkat, agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, seperti di bidang pembangunan, sosial, ekonomi, dan budaya. Sehingga dinas-dinas dapat mendengar langsung, dan bisa menjelaskan secara rinci apa yang diinginkan masyarakat,” jelasnya.
“Sampaikan saja usulan bapak dan ibu. Mudah-mudahan pada anggaran R-APBD 2022, dapat terealisasi,” kata Sribana lagi.
Selanjutnya, masing-masing dinas yang hadir menjelaskan program dan kegiatannya. Usai paparan dari dinas-dinas, masyarakat berkesempatan menyampaikan aspirasi, seperti permintaan bedah rumah, karena masih banyak di sana rumah tidak layak huni. Permohonan perbaikan drainase karena sering banjir, permohonan lanjutan pengaspalan dusun, pertanyaan cara memperoleh BPJS Kesehatan gratis, dan Kartu Program Indonesia Pintar (PIP), yang masing-masing disampaikan warga, yakni Sinar Ginting, Rela Surbakti, Kasim Sembiring, dan beberapa ibu-ibu warga dusun.
Semua pertanyaaan dan usulan masyarakat dijawab oleh Sribana dan dinas-dinas. Di antaranya oleh Dinas Perkim, yang menjelaskan, untuk mendapatkan bantuan bedah rumah, harus mengusulkan per kelompok, minimal 10 rumah. Selanjutnya Aleksander Sembiring dari Dinas Pendidikan, menjelaskan, untuk mendapatkan Kartu PIP, diusulkan dari pihak sekolah dengan melampirkan Kartu PKH, atau surat keterangan miskin, raport siswa, KTP, dan KK.
Usai menampung semua aspirasi, Sribana menyatakan, usulan masyarakat yang bersifat prioritas akan diutamakan, dan usulan-usulan itu akan jadi PR bagi dia selama duduk di DPRD Langkat.
Pada kesempatan resesnya itu, Sribana memberikan bantuan beras dan uang kepada beberapa lansia dan anak yatim sebagai bentuk tali asih. (mag-6/saz)
TINGGI: Gedung DPRD Binjai yang baru terlihat megah dan lebih tinggi dari kubah masjid yang bertepatan bersebelahan.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pembangunan atau rehabilitasi total Gedung DPRD Binjai terus menemui kendala. Setelah molor waktu rampung karena anggaran dipangkas untuk penanganan pandemi, kali ini masalahnya sedikit berbeda.
TINGGI: Gedung DPRD Binjai yang baru terlihat megah dan lebih tinggi dari kubah masjid yang bertepatan bersebelahan.
Gedung tersebut terlihat megah dan besar saat dalam pengerjaannya. Sayangnya, keberadaannya malah lebih tinggi daripada rumah ibadah, masjid yang ketepatan bersebelahan dengan kantor kalangan legislatif itu.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Binjai, Ridho Indah Purnama menjelaskan, saat ini pembangunan gedung itu masih terus berlanjut. Dia memperkirakan, Gedung DPRD Binjai yang megah ini rampung pada November 2021. “November ini sepertinya. Kan belum habis kontraknya,” ungkap Ridho, Selasa (21/9).
Menurut Ridho, pembangunan gedung ini sudah sesuai perencanaan. Namun, saat disinggung keberadaan Gedung DPRD Binjai yang ketepatan berdampingan dengan masjid, dia enggan berkomentar panjang. “Makanya ditinggikan orang itu (pengurus masjid) menaranya saya rasa,” tutur Ridho, yang juga menjabat Plt Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Binjai ini.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Binjai, Majid Ginting, juga sudah banyak menerima pertanyaan dari masyarakat, terkait keberadaan Gedung DPRD Binjai yang lebih tinggi kedudukannya daripada rumah ibadah untuk umat Islam tersebut. “Banyak juga yang bertanya kepada saya mengenai itu,” jelasnya.
Namun demikian, dia mengatakan, bukan Bappeda Kota Binjai yang melakukan perencanaanya, tapi Dinas PUPR Kota Binjai. “Kami enggak tahu, tapi usulannya di kami, makanya ditampung APBD anggaran pembangunannya,” jelas Majid lagi.
Pembangunan Gedung DPRD Binjai itu, menelan anggaran senilai Rp45 miliar, dan dikerjakan dalam 2 tahap. Pembangunannya juga sempat mangkrak, dan disebut-sebut hal itu terjadi karena rekanan proyek sebelumnya. Proyek dengan 2 kali anggaran atau multiyears itu, tahap keduanya dikerjakan PT Manel Star.
Untuk sementara ini, seluruh aktivitas kalangan legislatif masih memakai gedung bernama Ovany, yang berstatus sewa di Jalan T Amir Hamzah, Binjai Utara. Terhitung sudah hampir 5 tahun seluruh anggota dewan berkantor di gedung tersebut, menunggu selesainya proses pembangunan Gedung DPRD Binjai yang baru.
Gedung baru untuk legislator itu dibangun berlantai 4. Fasilitas yang ada pada gedung baru itu, yakni satu ruang rapat paripurna, 3 ruang rapat komisi, 10 ruang fraksi, satu ruang rapat Badan Anggaran (Banggar), satu ruang rapat pleno, satu ruang wartawan, ruang kerja Setwan, hingga 3 ruang untuk unsur pimpinan DPRD Binjai.
Pembangunan gedung ini, awalnya dikerjakan oleh PT Cahaya Artha Indonesia, sebagai kontraktor. Namun, dalam pekerjaan perusahaan ini, terbilang lambat penyelesaiannya, berdasar batas waktu yang ditentukan oleh Pemko Binjai. Karena itu, perusahaan tersebut dikenakan penalti. Belum diketahui persis, besaran penalti karena melakukan sejumlah pelanggaran terhadap pembangunannya itu.
Karena tidak juga selesai dikerjakan, Dinas PUPR Kota Binjai kembali menganggarkan anggaran untuk pembangunan. (ted/saz)
BINCANG: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan saat berbincang dengan Gubernur Sumut dan Wali Kota Medan.
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, menghadiri rapat rencana pembangunan infrastruktur Kota Medan-Kabupaten Deliserdang di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jend Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (20/9) lalu.
BINCANG: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan saat berbincang dengan Gubernur Sumut dan Wali Kota Medan.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, langsung memimpin rapat dalam rangka persiapan perencanaan pembangunan sejumlah proyek strategis di Kota Medan, sebagai Ibukota Provinsi, serta yang terintegrasi di dalamnya.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut rencana sebelumnya, sebagai proses sinkronisasi antarkepala daerah.
“Kita gelar rapat ini, melanjutkan perencanaan pembangunan Ibukota, yang titik nolnya adalah Lapangan Merdeka Medan. Sempat terputus waktu direncanakan di akhir 2018. Tidak bisa dilaksanakan karena belum sinkronnya diskusi penyelesaianya, apa mau dijadikan apa,” ungkap Edy, usai rapat.
Dengan pertemuan tersebut, lanjut Edy, sinkronisasi antara Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deliserdang, dapat tercapai guna menindaklanjuti rencana pembangunan yang terintegrasi. Sehingga untuk peleksanaannya diharapkan dapat dimulai awal 2022 mendatang. Karena itu persiapannya dilakukan secepat mungkin. Mengingat rencana strategis ini sudah disampaikan sejak awal kepemimpinan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah di 2018 lalu.
“Pertama, diharapkan Lapangan Merdeka Medan itu kosong, khusus untuk tujuan kegiatan masyarakat. Direncanakan lagi oleh Wali Kota Medan untuk ada tempat parkir bawah tanah, ada 2 tingkat. Itu didukung. Kedua, menjadikan kawasan Kesawan sebagai tempat wisata heritage, rumah-rumah peninggalan lama,” jelasnya.
Selanjutnya, menurut Edy, tindak lanjut soal keberadaan sungai yang terhubung dari Deliserdang ke Medan. Sehingga pembahasannya harus mengikutsertakan daerah yang dilewati aliran sungai. Bagaimana agar kawasan sungai dapat direvitalisasi, berikut daerah aliran sungai (DAS), yang ada pembagian tugas antara pemerintah kabupaten/kota, provisi, dan pusat.
“Ketiga, adalah soal pengelolaan sampah (tempat pembuangan akhir/TPA), untuk dipelajari secara teknis. Dan juga Sport Centre, rumah sakit, yang akan dimulai di 2022. Khusus Sport Centre, pada 1 Oktober 2021 sudah harus dikerjakan. Ada areal olahraga, areal bisnis, pariwisata, hotel, taman terbuka, dan lainnya,” bebernya lagi.
Adapun untuk anggaranya, lanjut Edy, dari Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), yakni APBD, APBN, dan investor. Apalagi khusus Sport Centre, ditargetkan dapat digunakan saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024, yang Sumut menjadi tuang rumah bersama Provinsi Aceh.
Turut hadir di antaranya, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, Wali Kota Binjai diwakili Sekda Irwansyah Nasution, serta para pejabat terkait dari masing-masing daerah. (rel/saz)
BANGKIT:
Striker Juventus Paulo Dybala diharapkan mampu bangkit saat bertandang ke markas Spezia dalam lanjutan Serie A, Rabu (22/9) malam pukul 23.30 WIB.
HINGGA pekan keempat Serie A musim ini, Juventus masih tanpa kemenangan. Setelah ditahan imbang 2-2 oleh Udinese, kemudian berturut-turut dipecundangi Empoli 0-1 dan Napoli 1-2, Juventus kembali ditahan seri 1-1 oleh AC Milan di Turin, akhir pekan kemarin. Mereka pun untuk sementara terdampar di zona degradasi.
BANGKIT:
Striker Juventus Paulo Dybala diharapkan mampu bangkit saat bertandang ke markas Spezia dalam lanjutan Serie A, Rabu (22/9) malam pukul 23.30 WIB.
Melawat ke Stadio Alberto Picco, markas Spezia pada Rabu (22/9) malam pukul 23.30 WIB, menjadi momentum kebangkitan bagi La Vechia Signora. Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, yakin skuadnya akan segera meraih kemenangan di Serie A.
Allegri menyebut, timnya bermain lebih baik dalam beberapa laga terakhir, salah satunya saat menahan imbang AC Milan. Namun, tidak konsistennya permainan Juventus sepanjang 90 menit menjadi salah satu sebab mereka gagal meraih kemenangan.
Oleh karena itu, di laga selanjutnya menghadapi Spezia, Allegri berharap timnya bisa lebih stabil. “Kami kurang memiliki sedikit determinasi, tetapi kami sudah mempelajarinya. Kami harus lebih agresif sepanjang pertandingan dan harus memastikan dapat memenangkan setiap pertandingan,” ujar Allegri, dikutip dari situs web resmi klub.
Dengan permainan yang mulai membaik, Juventus diprediksi bakal meraih kemenangan pertamanya di Serie A saat menghadapi Spezia. Pasalnya, Spezia tampil tidak terlalu bagus meskipun sudah meraih kemenangan pertama saat menghadapi Venezia akhir pekan lalu.
Dikutip dari situs web resmi klub, para pemain Spezia langsung melakukan persiapan menghadapi Juventus setelah menang 1-2 melawan Venezia. Tim besutan Thiago Motta kemungkinan tidak diperkuat oleh Kevin Agudelo dan Ebrima Colley yang mengalami cedera.
Arkadiusz Reca juga mengalami cedera hingga akhir pekan. Sementara, Martin Erlic cedera pada menit ke-23 saat melawan Venezia juga mengalami cedera dan diperkirakan harus absen selama beberapa pekan ke depan.
Kendati demikian, hal tersebut tidak mempengaruhi persiapan tim. Spezia saat ini menempati posisi 13 di klasemen Liga Italia dengan mengumpulkan 4 poin. Menghadapi Juventus, Spezia harus memperbaiki lini pertahanan mereka yang rentan kebobolan.
Dari 4 pertandingan, gawang Jeroen Zoet sudah kebobolan 10 gol. Sementara dari catatan Whoscored, lini pertahanan Spezia kerap kalah dalam duel 1 lawan 1. Hal ini bakal menjadi masalah karena Juventus memiliki pemain-pemain berkualitas seperti Federico Chiesa, Paulo Dybala, hingga Juan Cuadrado.
Dari catatan empat pertemuan kedua tim, Juventus masih mendominasi dengan dua kemenangan, sekali seri dan sekali kalah. Teranyar, pertemuan pada November lalu, Juventus berhasil menekuk tuan rumah dengan skor kemenangan 4-1. (bbs)