23 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 3161

Rencana Merger Pelindo I-IV Dilakukan 1 Oktober Tahun Ini

Temu Media dalam Rangka Sosialisasi Integrasi Pelindo yang digelar di Kantor Pusat PT Pelindo IV di Makassar, Selasa (14/9).

MAKASSAR, SUMUTPOS.CO – Pemerintah segera mewujudkan penggabungan atau merger empat BUMN Pelabuhan yaitu PT Pelindo I-IV Persero pada tanggal 1 Oktober 2021. Dalam merger ini PT Pelindo II akan bertindak sebagai surviving entity atau perusahaan penerima penggabungan. Setelah merger, nama perusahaan hasil penggabungan menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

“Integrasi Pelindo akan meningkatkan produktifitas dan efisiensi melalui standarisasi proses bisnis dan pelayanan di pelabuhan. Situasi ini secara bertahap akan berdampak terhadap penurunan harga barang yang diangkut,” kata Direktur Utama Pelindo IV, Prasetyadi dalam ‘Temu Media’ yang digelar di Kantor Pusat PT Pelindo IV di Makassar,  Selasa (14/9).

Seluruh Dirut Pelindo khusus hadir dalam kegiatan ini, yaitu, Dirut Pelindo I Prasetyo, Dirut Pelindo II Arif Suhartono, Dirut Pelindo III Boy Robyanto, serta jajaran Direksi Pelindo I, II, III dan IV.

Kegiatan yang dihadiri sejumlah pemimpin media nasional dan lokal baik yang berada di Makassar maupun di provinsi lainnya yang termasuk dalam kelolaan Pelindo IV ini, dimaksudkan untuk memberikan informasi dan pemahaman lebih luas kepada masyarakat, dalam hal ini media sangat berperan dalam menyebarluaskan informasi yang tepat. Kegiatan serupa telah diselenggarakan sebelumnya di wilayah kelolaan Pelindo I yang berpusat di Medan, wilayah Pelindo II di Jakarta, dan wilayah Pelindo III di Surabaya.

Seiring dengan penggabungan itu, visi Pelindo ke depan adalah​ “Menjadi Pemimpin Ekosistem Maritim Terintegrasi dan Berkelas Dunia”, dengan misi Pelindo adalah “Mewujudkan jaringan ekosistem maritim nasional melalui peningkatan konektivitas jaringan dan integrasi pelayanan guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.”

Lebih lanjut Prasetyadi menyebutkan, saat ini biaya logistik nasional masih tergolong tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara lain yakni sekitar 23% dari total Gross Domestic Product (GDP) Indonesia.  Hal itu disebabkan oleh operasi dan infrastruktur pelabuhan yang belum optimal.

“Dengan kondisi tersebut, pemerintah akan melakukan Integrasi Pelindo untuk meningkatkan konektivitas nasional dan standarisasi pelayanan pelabuhan, layanan logistik yang terintegrasi, serta meningkatkan skala usaha dan penciptaan nilai BUMN Layanan Pelabuhan melalui keunggulan operasional serta komersial dan keuangan,” jelasnya.

Menurut Prasetyadi, integrasi Pelindo juga akan memudahkan koordinasi pengembangan kawasan industri dan ekonomi khusus di sekitar pelabuhan di daerah-daerah sehingga mendorong peningkatan konektivitas hinterland yang akan berdampak pada meningkatnya volume ekspor-impor dan trafik pelabuhan. Dengan demikian selain berkontribusi positif pada perekonomian nasional, integrasi juga merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah.

Skema integrasi BUMN Pelabuhan dipilih karena mempertimbangkan beberapa faktor antara lain potensi penciptaan nilai yang efisien dan terkoordinasi secara sistematis, fokus kompetensi yang dimiliki saat ini, tingkat disrupsi yang tidak terlalu tinggi karena terdapat penyesuaian sinergi secara bertahap dari business as usual.

Selain itu cost of fund dapat dioptimalkan dengan sebagai entitas yang lebih besar dan kuat, entitas penerima penggabungan (surviving entity) bisa mengelola aset lebih baik dan efisien, serta penggabungan ini bisa segera diwujudkan karena bisnis yang dimiliki serupa.

Aktivitas Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Priok.

Direktur Utama Pelindo II dan Ketua OC Penggabungan Pelindo, Arif Suhartono, menjelaskan bahwa pasca merger, Pelindo akan membentuk empat klaster bisnis atau subholding untuk anak perusahaan-anak perusahaan yang dimiliki oleh Pelindo I-IV. Subholding dibentuk berdasarkan kategori bisnis. Keempat subholding tersebut adalah: (1) peti kemas, (2) non peti kemas, (3) logistik & hinterland development, dan (4) marine, equipment, & port services.

“Pemfokusan klaster-klaster bisnis akan meningkatkan kapabilitas dan keahlian yang akan berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan melalui kualitas layanan yang lebih baik dan peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya keuangan, aset, dan SDM,” tutur Arif Suhartono. 

Menurutnya anak perusahaan-anak perusahaan Pelindo I-IV selanjutnya akan ditempatkan di masing-masing Subholding berdasarkan lini bisnisnya. Contohnya semua anak perusahaan Pelindo I-IV yang bergerak di bidang peti kemas akan masuk ke Subholding Peti kemas.

Pembentukan subholding dinilai tepat karena anak perusahaan-anak perusahaan tersebut akan tetap dengan identitasnya dan berdiri sendiri-sendiri. Yang berbeda adalah jika sebelumnya yang bertindak sebagai parent company adalah Pelindo I, II, III atau IV,  kini anak perusahaan tersebut berada di bawah pengawasan masing-masing dari keempat subholding sebagai business owner.

Menurut Prasetyadi, ke depannya juga diharapkan dapat mendukung pengembangan industri di kawasan sekitar pelabuhan, hingga lebih jauh mendorong peningkatan konektivitas hinterland (daerah atau tempat produksi yang terletak di sekitar pelabuhan), volume ekspor impor, dan trafik pelabuhan.

Dia menambahkan, penggabungan ini akan meningkatkan posisi Pelindo terintegrasi menjadi operator terminal peti kemas terbesar nomor 8 dunia dengan target throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs. “Melalui efek multiplier ekonomi, integrasi ini akan menumbuh kembangkan distribusi barang dan jasa antarwilayah, yang pada gilirannya disebabkan oleh indeksi kepuasan pelanggan yang makin tinggi, akan menciptakan investasi-investasi baru. Seiring itu, tenaga kerja bakal terserap lebih banyak.”

Sedangkan Arif menekankan, penggabungan ini akan memberikan potensi yang besar. “Dengan adanya integrasi ini akan lebih banyak penciptaan kreativitas atau bisnis baru yang semakin besar potensinya, dan nantinya di line bisnis akan menjadi satu misalnya di bisnis sektor peti kemas, standarisasi menjadi satu, sehingga pelayanan akan menjadi standar dari Sabang hingga Merauke.” 

Penggabungan BUMN Pelabuhan merupakan langkah tepat dan relevan untuk menyesuaikan dengan kemajuan industri yang makin pesat seiring kemajuan teknologi dan informasi. Sebagai perusahaan operator pelabuhan yang memiliki peran besar dalam menjaga rantai distribusi logistik dan berimplikasi pada kemajuan ekonomi negara, memang diperlukan terobosan melalui integrasi BUMN Pelabuhan. 

Hingga saat ini, Peraturan Pemerintah tentang Penggabungan BUMN Pelabuhan masih dalam proses penerbitan. Kemudian selanjutnya akan berlaku efektif setelah penandatanganan Akta Penggabungan.

Rencana integrasi ini juga telah mendapat dukungan penuh dari berbagai kalangan termasuk dari Serikat Pekerja seluruh Pelindo. Pada 24 Agustus 2021, Serikat Pekerja PT Pelindo IV menggelar rapat koordinasi yang salah satu agendanya adalah memberikan dukungan penuh atas Integrasi Pelindo. (Rel)

Raih Lebih 35% Kursi di DPRD, Rapidin Simbolon Janjikan Satu Mobil Fortuner untuk DPC PDIP

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Satu unit mobil Fortuner telah disiapkan Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon untuk DPC PDI Perjuangan yang mampu memenangi Pemilu Legislatif dengan perolehan kursi melebihi 35 persen dari jumlah kursi di masing-masing kabupaten/kota.

Hal tersebut disampaikan Rapidin Simbolon saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi dengan DPC PDI Perjuangan se-Sumut gelombang ketiga di Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut Jalan Jamin Ginting Medan, Selasa (14/9/2021).

“Janji dan komitmen saya, DPC yang memperoleh 35% kursi dari jumlah kursi yang tersedia di Pemilu 2024 akan saya hadiahi satu unit mobil Fortuner,” ujar Rapidin yang disambut amplus meriah dari 8 DPC yang hadir yaitu Medan, Deliserdang, Padangsidimpuan, Madina, Palas, Paluta, Samosir dan Nias Barat.

Rapidin juga menyatakan, hadiah tersebut dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada seluruh DPC PDI Perjuangan se-Sumut untuk merebut kemenangan pada Pemilu 2024. “Hadiah mobil itu untuk operasional partai, jadi bukan menjadi miliki pribadi, saya tegaskan mobil itu nantinya menjadi milik partai,” tegas Rapidin.

Janji hadiah ini disambut optimis oleh Ketua DPC Padangsidimpuan, Tati Hariani Tambunan yang optimis kalau mobil Fortuner hadiah dari Ketua DPD PDIP Sumut itu akan menjadi milik DPC Padangsidimpuan. “Padangsidimpuan optimis akan membawa pulang hadiah mobil Fortuner dari Ketua DPD, karena kami yakin akan mencapai target yang ditetapkan. Target kami pada Pemilu 2024 adalah menang Pileg dan Pilkada,” tegas Tati Hariani dengan penuh semangat

Rasa optimis juga disampaikan DPC-DPC lain. Ketua DPC PDI Perjuangan Samosir, Sorta Ertaty Siahaan yang baru dilantik juga mengklaim bahwa hadiah itu akan menjadi milik DPC Samosir. Demikian juga DPC Medan dan Nias Barat menyampaikan rasa optimismenya. (adz)

Promo Kulineran Bebas Ongkir GoFood, Jajan Hemat sambil Bantu UMKM

Saat ini GoFood sedang menggelar Promo Kulineran Bebas Ongkir (untuk jarak pengiriman terdekat). Promo ini digelar mulai tanggal 7 September sampai 20 September mendatang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Musim hujan sudah tiba. Suasana dingin, bikin tambah mager untuk berburu kuliner. Tapi perut sudah meronta-ronta minta dimanja. Daripada galau dan bingung, lebih baik yuk kita hunting kuliner terbaru di GoFood. Ada promo yang asyik dan pas di musim hujan seperti sekarang ini. Bisa makan enak, tanpa repot, sekaligus membantu UMKM di kota Medan, pluuus bebas ongkir lagi!

Saat ini GoFood sedang menggelar Promo Kulineran Bebas Ongkir (untuk jarak pengiriman terdekat). Promo ini digelar mulai tanggal 7 September sampai 20 September mendatang. Dan asyiknya lagi, promo ini melibatkan bagi mitra-mitra usaha UMKM yang baru bergabung di GoFood. Jadi kalau kamu jajan, kamu tidak cuma menghemat ongkir, tapi sekaligus membantu UMKM di kota Medan ini untuk terus berkembang.

Caranya gimana? Ya seperti biasa, kamu tinggal buka aplikasi Gojek kamu. Masuk ke fitur GoFood, nah disitu akan ada tuh banner-banner promo. Tinggal klik Promo Kulineran Bebas Ongkir dan kamu bisa pilih sesuka hati menu yang cocok di hati.

Dengan ratusan pilihan mitra usaha dan ribuan menu yang begitu beragam, kamu bahkan bisa jajan tanpa ongkir sampai seminggu ke depan. Ya iyalah, kan promonya masih sampai tanggal 20 September. Yang pasti kenyamanan memesan lewat GoFood dibarengi dengan rasa aman karena mitra-mitra Gojek yang membantu memesan makanan kamu sudah hampir seluruhnya divaksin. Kalau nggak percaya, bisa dicek deh di status mitra driver kamu saat pesan GoFood. Nah, sudah praktis, mudah, hemat dan kamu ikut bantu sektor UMKM. Paket lengkap kan.

Jadi kuylaah, mumpung ada Promo Kulineran Bebas Ongkir, kita bisa jajan hemat sambil bantu UMKM di Medan jadi hebat! (rel)

Tiga Pelaku Pembakar Mobil Polisi Sergai Ditangkap

KETERANGAN: Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) AKBP Robin Simatupang memberikan keterangan pers terkait pembakaran mobil dinas personel Polres Sergai, Senin (13/9).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Tiga pelaku pembakaran mobil personel Polres Serdang Bedagai (Sergai) diringkus Satreskrim Polres Sergai. Pembakaran yang terjadi pada (29/2/2020) sekitar pukul 02.30 WIB itu, terjadi dikediaman personel Polres Sergai di Lingkungaj VI, Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Adapun ketiga pelaku yang berhasil ditangkap berinisial ST (33), MIT (26), dan AS alias Cakil (33). Sedangkan seorang pelaku masih buron Iw alias Penger (40).

KETERANGAN: Kapolres Serdang Bedagai (Sergai) AKBP Robin Simatupang memberikan keterangan pers terkait pembakaran mobil dinas personel Polres Sergai, Senin (13/9).

“Pada bulan 29 Februari 2020, anggota kita bernama M Azhar Ritonga (44) dari Polsek Perbaungan melakukan penangkapan terhadap sindikat narkoba. Kita terus melakukan penangkapan narkoba. Namun, saat kita menangkap sindikatnya bernama Uto warga Dusun V, Desa Naga Lawan, AS alias Cakil, dan Iw, merasa terusik dan terganggu,” ujar Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang, Senin (13/9).

Kata Kapolres, pelaku AS alias Cakil dan Penger menyuruh anggotanya yang bernama MIT dan STdi Tanjung, melakukan pembakaran mobil petugas yang menangkap anggotanya.

“Cakil memberi imbalan sebesar Rp5 juta kepada anggotanya untuk membakar mobil anggota kita,” ujarnya.

Sementara itu, sebelum melakukan pembakaran, Penger menyiapkan sepeda motor. Kemudian ST bertugas membeli minyak bensin. Sedangkan MIT yang mensurvei mana rumah anggota Polres Sergai yang akan menjadi target pembakaran.

“Dilihatnya anggota kita ini sering memarkirkan mobil di depan gerasinya. ST dan MIT, mengendaraai sepeda motor yang disiapkan oleh Penger, mendatangi rumah korban dan menyiramkan minyak bensin serta membakar,” ujar AKBP Robin. “Setelah api mulai marak, asap masuk ke rumah korban. Korban pun mengetahui bahwa mobil miliknya dibakar, dan korban langsung menyiramkan air,” sambungnya.

Ketiga pelaku pembakaran, Robin menegaskan merupakan sindikat narkoba, dan sudah pernah ditangkap. “Untuk Penger masih terus kita lakukan pengejaran, segera akan kita tangkap,” ujar Robin.

Pelaku AS alias Cakil mengaku baru dua tahun menjual narkotika jenis sabu. “Saya berjualan sabu sudah ada sekitar dua tahun,” akunya.(gsr/azw)

ujar Cakil kepada Kapolres Sergai.

Akibat perbuatan para pelaku, ketiganya terancam pasal 187 ke-1e, 2e jo 55, 56 dari KUHPidana 12 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Oknum TNI Tersangka Penembak Wartawan Meninggal Dunia

PAPARKAN: Oknum TNI, Praka A (tengah), tersangka penembak wartawan Mara Salem Harahap saat dipaparkan dalam keterangan pers di Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang oknum TNI, Praka A, yang diduga merupakan pelaku penembak wartawan Mara Salem Harahap atau Marsal (42), di Kabupaten Simalungun, pada Juni 2021 lalu, meninggal dunia. Diduga, oknum personel TNI itu, meninggal dunia saat ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Militer Pomdam I/BB.

PAPARKAN: Oknum TNI, Praka A (tengah), tersangka penembak wartawan Mara Salem Harahap saat dipaparkan dalam keterangan pers di Medan, beberapa waktu lalu.

Sebelum meninggal dunia, Praka A diketahui sempat mengalami sakit dan dirawat di Rumah Sakit (RS) Putri Hijau, Kota Medan. Setelah dinyatakan meninggal dunia, jasad Praka A kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk proses autopsi.

“Meninggal dunia pada hari Minggu (12/9) sekira pukul 20.00 WIB,” kata Kepala Penerangan Kodam I Bukit Barisan, Letkol Inf Donald Erickson Silitonga, kepada wartawan di Medan, Senin (13/9).

Dia juga menyebutkan, bahwa pihaknya telah membentuk tim untuk mengetahui penyebab kematian Praka A. Dia menuturkan pihaknya masih menunggu hasil otopsi dari RS Bhayangkara Medan.

“Kami lagi menginvestigasi dan yang bersangkutan kemarin malam otopsi di RS Bhayangkara Medan dan hasilnya belum tahu,” jelasnya.

Diketahui, tersangka Praka A diduga terlibat penembakan seorang wartawan Marsal Harahap di Kabupaten Simalungun. Akibat perbuatannya, Praka A terancam dipecat dari kesatuannya dan penjara paling lama 15 tahun.

Sebelumnya, Kepolisian menetapkan tiga tersangka kasus pembunuhan wartawan Marsal Harahap, di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut).

Keterangan itu disampaikan Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak didampingi Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Hasanuddin dalam konferensi pers di markas Polres Pematangsiantar, Kamis sore (24/6).

Ketiga tersangka berinisial YFP (31) dan S (57) warga Kota Pematangsiantar, dan A, seorang oknum TNI selaku eksekutor penembakan.

Kapolda Sumut mengungkapkan tersangka S sakit hati atas pemberitaan korban terkait peredaran narkoba di tempat hiburan malam miliknya, dan menyuruh orang untuk memberikan pelajaran.

Korban Marsal Harahap tewas dengan luka tembak di paha kirinya pada Jumat, 18 Juni 2021, tengah malam, saat dalam perjalanan pulang ke rumahnya yang berada di Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun. (dwi/azw)

Sidang Korupsi Pengutipan Biaya Sewa Pasar Induk Lau Chi, Pegawai PD Pasar Medan Didakwa Rugikan Negara Rp1,4 M

SIDANG: Pegawai PD Pasar Kota Medan, Aidil Syofyan terdakwa kasus korupsi menjalani sidang dakwaan secara virtual di PN Medan, Senin (13/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Aidil Syofyan (45) selaku pegawai Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan, menjalani sidang perdana secara virtual di Ruang Cakra 4 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (13/9). Warga Jalan Jemadi, Medan Timur ini, didakwa atas kasus dugaan korupsi pengutipan biaya sewa di Pasar Induk Lau Chi, yang merugikan negara Rp1,4 miliar.

SIDANG: Pegawai PD Pasar Kota Medan, Aidil Syofyan terdakwa kasus korupsi menjalani sidang dakwaan secara virtual di PN Medan, Senin (13/9).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Evi menguraikan dalam dakwaannya, pada 3 Juni 2014 Dinas Perumahan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Medan menyerahkan pengelolaan pasar induk tersebut kepada Pemko Kota Medan kemudian dikelola oleh PD Pasar.

“Total keseluruhan tempat berjualan sebanyak 1.213 unit. Dengan rincian, grosir (720 unit), Sub Grosir I dan II masing-masing (216 unit), sub grosir II (216 unit)), wisata buah (56 unit), ruko (4 unit) serta 1 unit kantin,” ujarnya dihadapan Hakim Ketua Sulhanudin.

Kemudian, lanjutnya, Direksi PD Pasar Kota Medan tertanggal 7 April 2015 kemudian mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang mengatur nilai sewa tempat berjualan. Untuk sewa grosir Rp7 juta, grosir sub I dan II Rp9 juta, wisata buah Rp5 juta, ruko Rp20 juta serta kantin Rp20 juta.

Mekanisme pembayaran, pihak penyewa yang menyetorkan uangnya melalui Kantor Pasar Induk Lau Cih Tuntungan. Selanjutnya Kepala Pasar Induk Lau Cih Tuntungan atau Kepala Cabang (Kacab) melakukan penyetoran ke PD Pasar Kota Medan, melalui terdakwa sebagai Kasubag Kas.

Seharusnya, penerimaan uang kontribusi sewa tempat berjualan tersebut dibukukan dan disetorkan ke BRI Kantor Cabang Medan Thamrin, atas nama PD Pasar Kota Medan.

Akan tetapi dalam praktiknya tidak demikian. Sebanyak 10 orang, termasuk terdakwa Aidil Syofyan yang menerima uang sewa dalam kurun waktu tahun 2015 hingga 2017. Yakni Budi Frisyah Putra, selaku Kepala Pasar Induk Tuntungan sejak 26 Agustus 2015 sampai 6 Oktober 2015 sebesar Rp4.772.683.500.

Kemudian, almarhum Syahrul Saragih Rp170.430.000, Lelly Amra Siregar selaku Direktur Administrasi Keuangan PD Pasar Kota Medan tahun 2012 sampai dengan 2016 Rp1.684.200.000, Cristian RL Sidabalok, salah seorang Pegawai Harian Lepas (PHL) di Pasar Induk Tuntungan sejak bulan Februari 2015 sampai pertengahan Tahun 2017 Rp130.500.000.

Basirudin selaku Kaur Pendapatan Cabang II PD Pasar Kota Medan sejak 16 Januari 2013 sampai 21 Juni 2017 Rp1.621.000.000, Didi Cemerlang selaku Kacab II PD Pasar Kota Medan sejak 17 April 2012 sampai tahun 2016 Rp796.000.000.

Lalu, Almarhum T Daniel Bustamam selaku Kaur Umum Cababg II PD Pasar Kota Medan Rp170.500.000, Edi Suranta Sembiring selaku Kepala Pasar Induk Tuntungan sejak 06 Oktober 2015 sampai 24 Agustus 2017 Rp487.000.000 serta Herdin Ketaren selaku Kaur Urusan Penertiban Rp27.900.000.

Sedangkan uang sewa yang diterima terdakwa dari 9 orang. Namun berdasarkan rekening koran Bank BRI Cabang Thamrin periode transaksi tahun 2015 sampai 2017 dan rekening Koran BTPN Cabang Putri Hijau periode transaksi tahun 2015, Buku Kas Umum Tahun 2015 sampai 2017, yang disetorkan terdakwa hanya sebesar Rp7.865.000.000.

Seharusnya, kata JPU, uang sewa tempat berjualan di Pasar Lau Chi Tuntungan sebagai uang masuk bagi PD Pasar Kota Medan sebesar Rp9.348.000.000. “Akibat perbuatan terdakwa, keuangan negara dirugikan sebesar Rp1.483.000.000,” bebernya.

Akibat perbuatannya, terdakwa diancam Pasal 2 ayat (1) junto (Jo) pasal 18 Undang Undang (UU) No 31 tahun 1999 yang diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Atau Pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 yang diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Usai mendengarkan dakwaan, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi. (man/azw)

Konsumen Monitor Proses Pemesanan dan Aktivasi Garansi Kendaraan Via Smartphone, MMKSI Optimalkan Fungsi Digital

SUMUTPOS.CO – Tren digitalisasi dalam urusan kepemilikan kendaraan semakin meningkat. Bisa dibilang setiap agen pemegang merek (APM) memiliki aplikasi yang berkaitan dengan mereknya.

Demikian juga dengan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) yang memiliki aplikasi digital bernama My Mitsubishi Motors ID (MMID).

Aplikasi ini oleh APM-nya terus ditingkatkan performanya untuk menunjang kemudahan dan kenyamanan bagi pemilik kendaraan Mitsubishi.

MMKSi mengoptimalkan fungsi digital dan pengembangan fitur baru pada aplikasinya tersebut.

Kini konsumen dimungkinkan untuk mengetahui dan melacak proses pemesanan kendaraannya, serta mengaktifkan garansi kendaraan dengan mudah melalui smartphone.

“Kemudahan dan kenyamanan pelanggan dalam mendapatkan layanan dalam keseluruhan proses kepemilikan kendaraan merupakan salah satu fokus utama kami,” kata Naoya Nakamura bos MMKSI.

Dengan improvement baru yang disematkan pada aplikasi MMID, APM berharap dapat memberikan kenyamanan dan kepastian dengan kemudahan akses sistem digital yang terintegrasi secara real-time.

Ditambahkan Nakamura, konsumen dapat dengan mudah memonitor proses pemesanan, serta melakukan aktivasi garansi kendaraan, disamping fitur-fitur lain yang sudah tersemat pada aplikasi tersebut.

“Kami terus mempelajari pengembangan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan guna memaksimalkan kepuasan konsumen terhadap produk dan layanan Mitsubishi Motors di Indonesia,” kata Nakamura lebih lanjut.

Dengan dilibatkannya konsumen dalam proses aktivasi garansi kendaraan secara digital melalui aplikasi MMID, konsumen akan lebih dimudahkan baik dari sisi waktu maupun proses.

Konsumen juga akan lebih mudah mendapatkan informasi mengenai periode garansi efektif yang berlaku dan tercatat dengan jelas di aplikasi dengan basis lebih aktual dibandingkan metode sebelumnya.

Sehingga dapat menjadi referensi dan menghindari potensi kesulitan pada proses pengajuan klaim garansi kendaraan.

Selain dua fitur baru itu, pengguna aplikasi dan konsumen pemilik model kendaraan Mitsubishi Motors di Indonesia dapat memanfaatkan beragam menu fungsi pada aplikasi MMID untuk kenyamanan.

Adapun menu yang bisa dinikmati konsumen Mitsubishi, meliputi: Booking Test Drive, Mitsubishi Cars, Special Promo, Find Dealer, My Vehicle, Service Booking, 24 Jam Bengkel Siaga, Sparepart, Lacak Pesanan Kendaraan, dan My Coupon. (rel/ram)

BRI Jadi Induk Holding Ultra Mikro

BERSAMA: Menteri BUMN,ErickThohir bersama Dirut BNI Sunarso, Dirut Pegadaian Kuswiyoto, dan Dirut PNM Arief Mulyadi berfotobersama usai penandatanganan Akta Inbreng saham pemerintah pada Pegadaian dan PNM sebagai penyertaan modal negara kepada BRI selaku induk holding di Jakarta.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Holding Ultra Mikro yang melibatkan tiga entitas BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM resmi terbentuk. Hal ini seiring dilakukannya penandatanganan Akta Inbreng saham pemerintah pada Pegadaian dan PNM sebagai penyertaan modal negara kepada BRI selaku induk holding di Jakarta,Senin (13/9).

BERSAMA: Menteri BUMN,ErickThohir bersama Dirut BNI Sunarso, Dirut Pegadaian Kuswiyoto, dan Dirut PNM Arief Mulyadi berfotobersama usai penandatanganan Akta Inbreng saham pemerintah pada Pegadaian dan PNM sebagai penyertaan modal negara kepada BRI selaku induk holding di Jakarta.

Penandatanganan dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir bersama dengan Direktur Utama BRI Sunarso, dan dihadiri oleh Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, dan Direktur Utama PNM Arief Mulyadi serta Wakil Direktur Utama BRI yang sekaligus sebagai Ketua PMO (Project Management Office) Tim Privatisasi BRI Catur Budi Harto.

Milestone bersejarah bagi UMKM ini tidak mengubah porsi kepemilikan pemerintah atas saham pengendali di BRI. Di sisi lain, setelah holding terbentuk, negara tetap memiliki satu lembar saham merah putih seri A atau golden share di Pegadaian dan PNM.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bahwa hadirnya holding akan memperkuat model bisnis masing-masing perseroan. Menurutnya, BRI, Pegadaian dan PNM akan saling melengkapi memberikan layanan keuangan yang terintegrasi untuk keberlanjutan pemberdayaan usaha ultra mikro.

“Kehadiran holding ultra mikro ini akan meningkatkan pemberdayaan dan menyediakan pembiayaan yang lebih lengkap dan lebih murah, karena itu salah satu tujuan dari hadirnya Holding UMi melalui sinergi ketiga BUMN. Melalui co-location jejaring layanan BRI ke depan akan dilengkapi pula dengan loket untuk Pegadaian, maupun pos para account officer (AO) dari PNM Mekaar. Bahkan melalui berbagai simulasi, co-location mampu mencatatkan efisiensi karena menekan biaya operasional dan biaya dana (cost of fund),” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Bank BRI, Sunarso mengamini Erick. Menurutnya, Holding Ultra Mikro akan menghasilkan lembaga pemberdayaan mikro termasuk ultra mikro terbesar yang memiliki ekosistem keuangan terlengkap.

Ekosistem ultra mikro yang dibangun berdasarkan sinergi model bisnis BRI, Pegadaian, dan PNM akan mampu memberikan journey layanan keuangan yang terintegrasi bagi pelaku usaha di segmen tersebut. “Journey-nya dimulai dengan fase Empower di mana PNM melalui model bisnis Group Lending-nya memberikan program pemberdayaan kepada nasabah yang unfeasible dan unbanked untuk menjadi pengusaha ultra mikro yang lebih independen,” ujarnya.

“Selanjutnya, pada fase Integrate, saat nasabah PNM sudah menjadi feasible dengan kapasitas bisnis yang meningkat, dapat ditawarkan produk Ultra Mikro BRI dan Pegadaian. Tujuan akhir dari Integrated Journey dalam Ekosistem Ultra Mikro ini adalah fase Upgrade, di mana nasabah UMi telah berkembang menjadi pengusaha dengan kapasitas bisnis yang lebih matang dan siap naik kelas ke segmen Mikro,” imbuh Sunarso.

Lebih lanjut Sunarso menjelaskan potensi holding dari segi bisnis. Dari data yang dimiliki pihaknya, usaha ultra mikro yang membutuhkan pendanaan tambahan mencapai 45 juta nasabah pada 2018. Dari jumlah itu, yang sudah tersentuh lembaga keuangan formal baru sekitar 15 juta nasabah. “Pembentukan ekosistem ultra mikro akan memperkuat perjalanan BRI dalam mencapai aspirasi The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion, dan terus memberikan value berkelanjutan bagi seluruh stakeholders,” ujar Sunarso.

Sementara itu, Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto menambahkan jika sinergi ekosistem Ultra Mikro yang yang terbentuk karena holding akan memberikan akses layanan keuangan yang lebih luas dan lebih mudah kepada pelaku usaha di segmen tersebut.

Seiring dengan perkembangan usaha, kebutuhan pendanaan tambahan dapat dilayani juga oleh Pegadaian untuk produk gadai serta layanan investasi dalam bentuk Tabungan Emas juga dapat menjadi tambahan akses layanan keuangan kepada nasabah ultra mikro. Pegadaian akan melanjutkan peran pemberdayaan PNM melalui akses produk berbasis gadai dan layanan keuangan lainnya yang lebih luas kepada nasabah ultra mikro yang feasible dan bankable sehingga naik kelas.

Optimisme senada diungkapkan Direktur Utama Permodalan Nasional Madani Arief Mulyadi. Menurutnya, ketiga entitas sudah melakukan integrasi terutama dalam sumber daya, infrastruktur dan data.

“Kami tentunya lebih yakin ke depan dengan sinergi dan penguatan ekosistem UMi melalui holding akan semakin terakselerasi, dan ini tentunya sebuah kebanggaan bagi kami. Selain sebagai pemacu pertumbuhan, holding UMi ini akan memberikan nilai tambah untuk nasabah,” ujarnya. (dtc/ram)

Penyelenggaraan ISCFF 2021, LandX Siap Dongkrak Potensi UMKM Di Medan

WEBINAR: Romario Sumargo, Co-Founder CMO LandX dalam webinar Indonesia Security CrowdFunding Forum (ISCFF) 2021 bertema ‘Peluang Securities Crowdfunding sebagai Metode Patungan Bisnis di Tengah Masa Pandemi’, yang dimulai di Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan pada tahun 2020, terdapat sekitar 4.900 pelaku usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal yang terdampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, hadirnya PT Numex Teknologi Indonesia atau populer dengan nama LandX, dapat mendorong pembangunan ekonomi di Indonesia maupun daerah.

WEBINAR: Romario Sumargo, Co-Founder CMO LandX dalam webinar Indonesia Security CrowdFunding Forum (ISCFF) 2021 bertema ‘Peluang Securities Crowdfunding sebagai Metode Patungan Bisnis di Tengah Masa Pandemi’, yang dimulai di Medan.

LandX ini pun menyelenggarakan Indonesia Security CrowdFunding Forum (ISCFF) 2021 bertema ‘Peluang Securities Crowdfunding sebagai Metode Patungan Bisnis di Tengah Masa Pandemi’, yang dimulai di Medan, Sabtu (11/9).

“ISCFF 2021 ini, kami berharap dapat meningkatkan literasi masyarakat akan finansial terutama keuangan dan investasi digital serta dapat melahirkan iklim investasi yang positif bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, sektor usaha UMKM dapat segera bangkit melakukan adaptasi dengan bantuan inovasi teknologi dan permodalan digital guna menjaga keberlangsungan usaha di masa pandemi,” kata Romario Sumargo, Co-Founder CMO LandX dalam webinar ISCFF 2021.

Ia mengungkapkan, ISCFF ini merupakan wujud nyata komitmen LandX dalam meningkatkan literasi masyarakat akan finansial di kala pandemi yang sangat dirasakan oleh para pelaku usaha UMKM saat ini.

“ISCFF 2021 sendiri adalah rangkaian kegiatan edukasi inklusi keuangan yang menyatukan para pelaku bisnis, pakar investasi dan investor melalui kegiatan webinar, UMKM Clinic serta forum interview yang akan diselenggarakan di 12 kota diawali Medan sebagai pembuka,” jelasnya.

Lilysan Wijaya, salah satu pembicara dan juga Founder UKM Roti Romi Roti Mimpi Indah mengatakan, pandemi Covid-19 memukul hampir semua sektor usaha, tidak terkecuali kalangan pelaku usaha UKM. Gelaran ISCFF 2021 yang digagas oleh LandX ini, akan sangat membantu pelaku UKM untuk beradaptasi dan bertransformasi ke arah digital.

“Transformasi ini harus dilakukan oleh teman-teman UKM untuk bertahan di era pandemi, dimana masyarakatnya saat ini memiliki perilaku senang berinvestasi, mengakses pasar, dan berbelanja online,” kata Lilysan.

Data terbaru dari asosiasi e-commerce menyebutkan, bahwa UMKM yang sudah menggunakan digital naik cukup signifikan, yakni dari 13 persen pada tahun lalu menjadi 23,9 persen atau 15,2 juta UMKM. Hal ini berbanding lurus dengan event yang diadakan oleh LandX dan menjadi kunci pemulihan ekonomi secara nasional kedepannya.

LandX adalah platform equity crowdfunding, di mana telah digunakan oleh 55ribu pengguna (investor) yang berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk pengembangan usaha yang dilakukan oleh bisnis, UMKM, dan usaha rintisan (startup) secara online, dan mendapatkan saham sebagai imbalannya.

Sejak berizin OJK, LandX sudah berhasil menyalurkan dana hingga 106,54 miliar rupiah kepada 20 pelaku usaha rintisan dan telah membagikan dividen sebesar Rp1,94 miliar kepada para investornya. (rel/ram).

Angkot Belum Bebas Asap Rokok, Anak dan Ibu Hamil Rentan Terpapar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meskipun Undang Undang tentang Kesehatan dan beberapa peraturan daerah atau peraturan wali kota di sejumlah kabupaten/kota telah diatur, bahwa sarana transportasi umum menjadi salah satu kawasan tanpa rokok (KTR). Namun, pada kenyataannya di Sumut justru orang bebas melakukan aktivitas merokok.

Dari analisis yang dilakukan Yayasan Pusaka Indonesia (YPI), fasilitas transportasi umum khususnya angkutan darat paling sering melakukan pelanggaran, baik angkutan antar lintas provinsi maupun angkutan kota.

Menurut Koordinator Program Tobacco Control YPI, Elisabet, pengendalian semakin sulit dilakukan karena umumnya yang melakukan pelanggaran itu justru para supir angkutan. Selain itu, juga dilakukan oleh penumpang. Karena itu, tidak ada yang melakukan kontrol terhadap perilaku merokok di angkutan umum.

“Kondisi angkutan yang padat, ruang yang tertutup, serta ventilasi yang kurang, membuat aktivitas merokok sangat berbahaya bagi penumpang. Bahaya ini khususnya bagi anak dan ibu hamil yang langsung terpapar dengan racun dari pembuangan asap di ruang yang sempit. Anak dan perempuan sering menjadi korban paparan asap rokok,” kata Elisabet kepada wartawan baru-baru ini.

Di sisi lain, lanjut dia, sosialisasi tentang Peraturan KTR masih kurang dilakukan oleh pemerintah daerah. Akibatnya, implementasi KTR tidak terlaksana dengan baik. “Orang tidak tahu lagi bahwa kita punya aturan dalam bernegara, bahwa merokok di sarana transportasi umum itu melanggar dan merugikan orang lain secara langsung,” ujar Elisabet.

Dia menyebutkan, keamanan dalam bertransportasi tidak semata hanya berbicara kondisi fisik transportasi atau sarana jalan. Melainkan, harusnya mempertimbangkan kenyamanan yang tidak mengganggu kesehatan. “Kendaraan umum yang sering melakukan pelanggaran adalah kendaraan umum non AC, tetapi masih ada juga didapati kendaraan umum AC,” paparnya.

Lebih lanjut Elisabeth mengatakan, untuk sarana transportasi kereta api, kapal laut, pesawat, aktivitas merokok memang sudah bisa dikendalikan. Namun, masih juga ditemukan areal tempat orang merokok yang belum sesuai, seperti berada di ruang tertutup masih di areal terminal.

Karenanya, diharapkan kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan sebagai penanggung jawab supaya tegas memberikan sanksi kepada pengelola wilayah. Artinya, peraturan yang sudah dibuat dengan mengeluarkan anggaran bisa diwujudkan untuk masa depan anak-anak bangsa.

Tak hanya itu, diharapkan juga partisipasi masyarakat untuk melaporkan aktivitas merokok yang melanggar di kawasan tanpa rokok. Adapun kawasan tanpa rokok sebagai tempat dilarang merokok, yaitu wilayah pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas bermain anak, sarana transportasi, rumah ibadah, area perkantoran dan fasilitas umum.

“Masyarakat bisa melaporkan melalui aplikasi pantau KTR, dengan mendownload aplikasi melalui playstore. Masyarakat bisa mengirimkan foto pelanggaran itu melalui aplikasi. Aplikasi ini akan diakumulasi dan dilaporkan kepada pemerintah setempat untuk ditindaklanjuti,” pungkasd Elisabet. (ris/ila)