KUNKER: Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS Hanafi melakukan kunker di Tebingtinggi terkait PTM da PPKM.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menerima audiensi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Komisi D dari Fraksi PKS Hanafi di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.
KUNKER: Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS Hanafi melakukan kunker di Tebingtinggi terkait PTM da PPKM.
Dalam pertemuan tersebut tersebut, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan terkait jalan provinsi yang rusak akibat pembangunan jalan tol, serta pelaksanaan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di Kota Tebingtinggi yang saat ini sedang berlangsung.
“Dari pertemuan ini, Pemko Tebingtinggi menyampaikan kerusakan jalan di Kota Tebingtinggi khususnya jalan provinsi, ini disebabkan pembangunan jalan tol, yang mana disebutkan dalam perjanjian, apabila sudah selesai pembangunan jalan tol, akan di perbaiki. Kita berharap DPRD Provinsi Sumut menyampaikan aspirasi kami dan semoga ini bisa dituntaskan,”pesan Umar, Rabu (14/9) usai memimpin rapat.
Menurut Umar Zunaidi, dalam PTM itu juga menjadi persyaratan mengedepankan 5 aspek Siap, Siap sekolah, Siap guru, Siap murid, Siap kurikulum dan Siap orang tua. Ada ketegasan kalau nanti ada terkena Covid-19, baik guru maupun murid, maka sekolah tutup dulu.
Sebelumnya, disampaikan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Komisi D dari Fraksi PKS Hanafi bahwa kunjungan adalah audiensi terkait pemantauan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dan PTM di Kabupaten Kota se Provinsi Sumatera Utara.
“Sebagaimana dan sejauh mana penerapannya di Kabupaten Kota. Saya berkunjung ke Kota Tebingtinggi, terkait prokes levelisasi kota ini,” ucap Hanafi.
Ditambahkan Hanafi, dengan PTM yang sudah dimulai di Kota Tebingtinggi, Beliau berharap pemerintah Kota Tebingtinggi tetap berupaya dalam menerapkan 5 aspek Siap dan sinkron dengan sekolah yang berada dibawah naungan Provinsi seperti SMA dan SMK.
“Ini jadi inspirasi bagi saya, yang akan saya coba untuk sinkronkan dengan kebijakan Provinsi, Provinsi juga harus melakukan hal terbaik, bersinergi dengan sekolah yang berada dibawah naungan Provinsi (SMA dan SMK), ada sinkron dan regulasi yang jelas,” pungkas Hanafi. (ian/han)
TINJAU: Bupati Asahan, Surya BSc didampingi Kepala Dinas Pendidikan melakukan peninjauan pelaksanaan PTM di SD 014646 Air Teluk Kiri, Kecamatan Teluk Dalam.
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan H. Surya BSc melakukan peninjauan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SD 014646 Air Teluk Kiri Kecamatan Teluk dalam dan di SMP I Pulo Rakyat, Selasa (14/9).
TINJAU: Bupati Asahan, Surya BSc didampingi Kepala Dinas Pendidikan melakukan peninjauan pelaksanaan PTM di SD 014646 Air Teluk Kiri, Kecamatan Teluk Dalam.
Dalam kunjungannya, Bupati Asahan melakukan peninjauan jalannya proses belajar mengajar, melakukan pengecekan kelengkapan protokol kesehatan dan juga berinteraksi dengan sejumlah siswa yang hadir.
“Kunjungan ini untuk memastikan pelaksanaan PTM Terbatas berjalan dengan baik, dan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan secara ketat,” kata Surya.
Bupati Surya juga menyampaikan peninjauan ini dimaksudkan untuk memastikan proses pembelajaran tatap muka berjalan baik, serta tidak memicu terjadinya kerumunan.
“Peninjauan ini untuk memastikan apakah pelaksanaan PTM berjalan dengan baik, termasuk dengan sarana dan prasarana utamanya kelengkapan Prokes yang memadai dan tidak terjadi kerumunan di antara para siswa,” ucap Bupati Asahan.
pada kesempatan itu, Surya berharap kepada orangtua siswa untuk memberikan izin agar anaknya bisa mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Pun demikian, sifatnya tidak wajib karena harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
“Perlu saya tekankan kepada para orangtua siswa, tidak wajib memberikan izin kepada anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka, bila ada yang keberatan silahkan mengikuti pembelajaran secara daring (Virtual menggunakan Smartphone) ,” tegas Surya.
Terkait target, Surya meminta agar proses pembelajaran bisa berjalan terus seperti ini, karena berharap bahwa kondisi pandemi akan bisa dijaga dan bahkan turun ke depannya.
“Dan yang paling penting tantangannya adalah bahwa pembelajaran tidak hanya di 30 menit per jam pelajaran yang ada di sekolah, maka sesi-sesi ini harus dilakukan juga secara daring,” katanya.
Diakhir kunjungannya, Bupati Surya berpesan kepada tenaga pengajar dan para siswa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka agar penyebaran Covid-19 dapat dihindari. (dat/han)
REHAB: Salah Satu Bantuan Stimulan Perumahaan Swadaya atau bedah rumah yang menjadi primadona bagi Pemkab Humbahas untuk meningkatkan kualitas RTLH masyarakat didaerah itu.
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan (Humbahas) terus melanjutkan program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai salah satu upaya mengurangi angka kemiskinan di kabupaten ini.
REHAB: Salah Satu Bantuan Stimulan Perumahaan Swadaya atau bedah rumah yang menjadi primadona bagi Pemkab Humbahas untuk meningkatkan kualitas RTLH masyarakat didaerah itu.
Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor mengklaim , sejak awal kepimpinannya sudah berjanji akan menuntaskan RTLH di wilayahnya ini. Dari janjinya itu, sejak tahun 2016 hingga 2020 sudah menyelesaikan 6.320 unit RTLH. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan dengan beberapa kab/kota di Sumatera Utara.
“Jadi, saya berkomitmen mulai kepemimpinanku sejak 2016 hingga kedua periode ini untuk merehab seluruh rumah tidak layak huni menjadi rumah sehat layak huni,” katanya belum lama ini.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahaan dan Permukiman (Perkim) Anggin Manullang mengatakan , tercatat jumlah RTLH di Kabupaten Humbang Hasundutan dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan.
Sejak tahun 2016 sampai 2020, jumlah RTalah yang sudah direhab sebanyak 6.320 unit. Jumlah tersebut tersebar di 10 Kecamatan, dan 141 Desa dengan alokasi dana sebesar Rp 113.724.500.000.
Sementara pada 2021, Pemkab telah mengalokasikan anggaran untuk untuk mengcover rehab RTLH sebanyak 1048 unit rumah yang tersebar di sembilan kecamatan.
Jumlah ini, kata dia, sebanyak 899 unit bersumber dari APBN dengan alokasi dana sebesar Rp 17.980.000.000, yang tersebar di 52 Desa pada 7 kecamatan. Selanjutnya, 149 unit bersumber dari APBD Kabupaten dengan alokasi anggaran Rp 2.607.500.000, tersebar di 28 desa pada 9 kecamatan.
Lebih lanjut disampaikan, Anggiat bahwa untuk tahun 2022, pemerintahnya sudah mengusulkan penanganan RTLH sebanyak 3500 unit. Usulan itu tadi, katanya, sudah disampaikan kepada Kementerian PUPR melalui aplikasi e-RTLH.
“Tingginya capaian Penanganan RTLH ini, tidak terlepas dari kerja keras Bupati dalam berkoordinasi ke Kementerian PUPR. Oleh karena itu kita selaku masyarakat Humbahas wajar berterima kasih kepada bupati,” ujarnya.
Ditambahkanya, Dinas PKP selaku OPD teknis rehab RTLH terkait itu berharap penanganan RTLH di Humbang Hasundutan tuntas selama kepemimpinan Bupati Dosmar Banjarnahor. (des/ram)
TIKUS: Para petani menunjukkan puluhan tikus yang dibunuh karena merusak sawah di Tapanuli Selatan.ist/SUMUT POS.
TAPANULI SELATAN, SUMUTPOS.CO – Petani di Desa Pasir Matogu, Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan memburu tikus yang menjadi musuh para petani. Sedikitnya 14 ribu hama tikus mati dalam kegiatan pemburuan tersebut.
TIKUS: Para petani menunjukkan puluhan tikus yang dibunuh karena merusak sawah di Tapanuli Selatan.ist/SUMUT POS.
“Per ekor hama tikus oleh Kepala Desa Pasir Matogu Iswandi Siregar dibayar Rp1.000. Jadi total dari 14 ribu tikus itu dibayar Rp14 juta,” kata Petugas POPT-PHP Batang Angkola – Muaratais, Ali Husni, Selasa (14/9).
Sebanyak 14 ribu ekor hama tikus hasil perburuan/gropyokan dilakukan masyarakat Pasir Matogu (5-12 September 2021)memiliki luas baku sawah 127 hektare dengan kondisi pertanaman kosong.
“Sedang gropyokan hama tikus pada Selasa (14/9) di Desa Tahalak Ujung Gading, Batang Angkola dengan luas baku sawah sekitar 64 hektare cuma berhasil menangkap mati 56 ekor tikus, dan tidak di bayar,” tambahnya.
Dikatakan, perburuan dilakukan mengantisipasi hama tikus, karena petani Batang Angkola akan segera musim tanam, agar tidak terulang seperti yang dialami tetangga yakni petani di Angkola Muaratais.
“Sejak musim hama tikus lebih kurang sebulan lalu kita sudah laporkan ke Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara kurang lebih 75 hektare padi sawah petani Angkola Muaratais mengalami rusak ringan, rusak berat bahkan puso atau gagal panen,” jelasnya.
Selama gropyokan hama tikus di dua kecamatan yakni Batang Angkola – Muaratais, POPT-PHP berkolaborasi dengan BPP, Kepala dan Perangkat Desa masyarakat petani, KTNA, PPL, dan KWT setempat, hasilnya 56 ekor hama ttikus. (ant/ram)
SUNTIK: Pelajar sedang disuntik vaksin Covid-19 untuk persiapan belajar tatapmuka.
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Jumlah pelajar di Kabupaten Humbang Hasundutan sudah mencapai 90 persen yang disuntik vaksin Covid-19.
SUNTIK: Pelajar sedang disuntik vaksin Covid-19 untuk persiapan belajar tatapmuka.
Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor melalui Kepala Dinas Kesehatan drg Hasudungan Silaban kepada sejumlah wartawan mengatakan, ada 23.055 orang pelajar usia 12 sampai 18 tahun di wilayahnya telah menerima vaksin atau sudah lebih dari 90 persen sudah mendapatkan kekebalan atas virus Corona.
Dari, jumlah keseluruhan target sasaran pelajar/remaja di Kabupaten Humbang Hasundutan sebanyak 25.745 orang.
Hasudungan menyebut, program vaksinasi Covid-19 termasuk untuk pelajar, sampai dengan 11 September 2021 sudah sebanyak 23.055 pelajar yang telah divaksin. Dengan rincian, yakni 23.055 vaksin dosis pertama dan 48 dosis kedua.
Hasudungan menuturkan, bahwa vaksinasi yang menyasar pelajar di Kabupaten Humbang Hasundutan telah dilaksanakan sejak awal Agustus 2021. Dengan target sasaran, mulai SMA/SMK dan SMP.
Menurut Hasudungan, serbuan vaksinasi ini digelar sebagai persyaratan kesiapan untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas.
“Dan ini pembelajaran tatap muka terbatas sudah dilaksanakan, per 13 September,” kata dia.
Dikatakannya lagi, keseluruhan penerimaan vaksin di Kabupaten Humbang Hasundutan, meliputi SDM kesehatan, pelayanan publik, lansia, masyarakat umum dan rentan. Maka target sasaran vaksinasi di Kabupaten Humbang Hasundutan per 11 September sudah 108.583 orang.
Dari, jumlah keseluruhan target sasaran di Kabupaten Humbang Hasundutan sebanyak 146.415 orang.
Dengan rincian, vaksinasi dosis pertama telah mencapai 108.583 orang. Sementara, pada dosis kedua baru sekitar 48.717 orang.
Hasudungan menuturkan, agar pencapaian vaksinasi, pihaknya sudah memiliki langkah-langkah dalam percepatan vaksinasi Covid 19 diwilayahnya.
Salah satunya, dengan melakukan sasaran ketiap desa, selain dari dipusatkan di fasilitas kesehatan. “ Jadi sesuai arahaan Presiden dan diteruskan Bapak Bupati pelaksanaan vaksinasi harus bisa ditargetkan selesai dibukan Oktober,” ungkapnya.
Namun, lanjut dia, target hingga selesai pada bulan Desember , mulai dosis pertama hingga dosis kedua. “Kita kaji ini bisa selesai dibulan Desember, untuk dosis pertama hingga dosis kedua,” terangnya.
Untuk itu, ia mengharapkan kepada masyarakat dan remaja agar segera mendatangi pelayanan kesehatan untuk mendapatkan vaksinasi. “ Kita harapkan kepada masyarakat agar ikut mensukseskan program percepatan vaksinasi ini,” harapnya.(des/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO — Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melakukan pertemuan dengan Kapolda Sumut, Irjen Pol. RZ Panca Putra Simanjuntak, Pangdam I Bukit Barisan, Mayjend TNI Hasanuddin, dan Wali Kota Medan, Bobby Nasution di Lantai 10 Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Selasa (14/9).
Ilustrasi.
Adapun agenda pertemuan tersebut, informasinya seputar kesiapan Provinsi Sumut menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Kamis (15/9) mendatang. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar satu jam.
Namun sayang, usai pertemuan, baik Wali Kota Bobby, Kapolda Sumut, dan Pangdam I/BB, enggan memberi keterangan menjawab wartawan mengenai pembahasan dan poin-poin yang dihasilkan. Apalagi ada isu yang sebelumnya berkembang, pertemuan dimaksud sebagai tindak lanjut untuk membahas penanganan data Covid-19 antara Pemprovsu dan Pemko Medan.
“Saya belum mendapat informasi tentang pertemuan tersebut. Apalagi soal apa yang dibahas,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Irman Oemar menjawab Sumut Pos via seluler.
Termasuk saat disinggung pembahasan kesiapan protokoler atas penyambutan Presiden Jokowi, Irman juga belum mengetahui. Informasi lisan, menurutnya, sudah pihaknya ketahui. Namun secara resmi, diakui dia belum mendapat informasi dari kementerian/lembaga terkait.
“Jika sudah ada infonya akan segera saya kabari kepada rekan-rekan jurnalis,” pungkasnya.
Informasi yang berkembang di kantor Gubsu, kedatangan Presiden Jokowi ke Sumut kali ini guna memantau pelaksanaan vaksinasi di wilayah Deliserdang dan Kota Medan. Sekaligus pula membahas perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia terkhusus Sumut.
Ekses kedatangan RI 1 ke Sumut, membatalkan kunjungan kerja Gubernur Edy Rahmayadi ke sejumlah kabupaten dan kota yang dimulai pada hari tersebut. Sesuai jadwal, Gubsu Edy dan rombongan bakal melakukan kunker ke Kota Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Toba, dan Kabupaten Humbang Hasundutan. (prn/ram)
SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Bupati Simalungun, Radiapoh H Sinaga mendapat kecaman dari DPRD Fraksi Nasdem lantaran banyak janji yang hingga saat ini belum direalisasi. Kecaman itu disampaikan Ketua DPRD Fraksi Simalungun, Bernhard Damanik di Gedung Dewan Pematang Raya, Kecamatan Raya, Senin (13/9).
Bupati Simalungun, Radiapoh H Sinaga.
Politisi yang dikenal vokal itu mengatakan, sejumlah janji bupati Radiapoh untuk menyejahterakan petani hingga saat ini belum terwujud. Dia memberi contoh, program korporasi petani dan nelayan Rp350 miliar belum terealisasi.
Selain itu, lanjut Damanik, program Kartu Sikerja yang kata bupati waktu kampanye akan memudahkan petani untuk mendapatkan pupuk subsidi, juga belum terealisasi.
“Padahal sudah hampir 6 bulan menjabat. Satupun janji Bupati Simalungun untuk kepentingan petani tidak ada yang,” ujar Bernhard.
Terkini, kata Bernhard, dana program korporasi petani dan nelayan senilai Rp350 miliar yang sudah diungkapkan bupati di rapat paripurna DPRD Simalungun, ternyata masih dibicarakan di Bappenas.
“Jika masih dibicarakan di Bappenas, artinya kan belum pasti. Tapi bupati sudah mengumumkan di rapat paripurna DPRD dan diberitakan banyak media, sehingga menjadi kabar baik bagi petani. Namun ternyata sampai saat ini tidak terealisasi,” sebut Bernhard.
Ke depan, Bernhard berharap, bupati tidak banyak janji terkait program pembangunan daerah jika belum jelas. (sin/ram)
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO- Masyarakat Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, memiliki potensi ternak yang cukup besar, baik ternak sapi maupun kambing. Namun, para peternak di desa itu sering terkendala dalam mencari rumput sebagai pakan ternak mereka.
Tim Pengabdian Masyarakat LPPM USU menyerahan tanaman Indigofera dan Sorgum sebagai bahan pakan ternak kepada Kelompok Ternak Bhineka Sejahtera dan Kelompok Tani Bakti Pancasila Desa Paluh Kurau.
Kegiatan mengarit atau mencari rumput untuk ternak mereka, cukup menyita waktu sehingga kegiatan memelihara ternak kurang diminati oleh anak-anak mereka. Apalagi, mereka juga sering mencari rumput sampai jauh ke desa lain.
Mengatasi permasalahan itu, Tim Pengabdian Masyarakat LPPM USU yang diketuai Rahmadhani Banurea SSi MSi didampingi Adrian Hilman STP MSc sebagai anggota, memperkenalkan tanaman Indigofera dan Sorgum lewat kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Paluh Kurau, Hamparan Perak, Deliserdang, Minggu (12/9/2021).
Adapun kegiatan yang dilakukan antara lain, penyuluhan dan praktek pembuatan pakan ternak berbahan daun Indogofera dan sorgum yang difermentasikan. Dalam penyuluhan, Achmad Sadeli SPt MSc selaku narasumber, menyampaikan informasi tentang kelebihan dari tanaman Indogofera dan Sorgum sebagai bahan pakan ternak dibandingkan bahan pakan ternak lainnya.
Tim Pengabdian Masyarakat LPPM USU mempraktekkan teknologi pembuatan pakan ternak dari daun Indigofera dan Sorgum di Desa Paluh Kurau Dusun IX.
Disebutnya, tanaman Indigofera dan Sorgum ini tidak hanya mudah ditanam, tapi juga memiliki kandungan nutrisi dan energi yang lengkap bagi ternak. Tanaman Indigofera memberikan nutrisi protein yang tinggi, sedangkan sorgum memberikan sumber energi tinggi bagi pakan ternak. Sorgum (Sorghum bicolor L Moench) merupakan tanaman serealia yang memiliki potensi untuk dibudidayakan baik di daerah kering maupun di daerah dengan curah hujan tinggi.
“Diharapkan, dengan menanam tanaman Indigofera dan Sorgum, para peternak bisa lebih menghemat waktu mencari rumput, dan yang pasti, peternak mendapat nilai lebih, yaitu nutrisi dan energi yang didapat dari tanaman Indigofera dan sorgum jauh lebih lengkap jika dibanding dengan pakan rumput, yang selama ini diberikan pada ternak,” ungkapnya.
Tokoh masyarakat di Desa Paluh Kurau, dalam kegiatan ini menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Tim LPPM USU yang telah membantu mereka dalam memperkenalkan pakan ternak dari tanaman Indigofera dan Sorgum. “Kami juga berharap kegiatan Pengabdiaan Masyarakat dari USU ini dapat terus berlanjut di tahun depan untuk kelangsungan dan pengembangan pakan ternak di Desa Paluh Kurau,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari USU juga melakukan penyerahan tanaman Indigofera dan bibit sorgum oleh Ketua Pengabdian Rahmadhani Banurea SSi MSi kepada aparat pemerintahan desa yang diwakili Kepala Dusun IX Desa Paluh Kurau Nasrun Damanik, didampingi Kelompok Peternakan Bhineka Sejahtera Desa Paluh Kurau M Ridwan dan Kelompok Tani Bakti Pancasila Desa Paluh Kurau, Syahrun. (adz)
LABUSEL, SUMUTPOS.CO —Orang tua di era digitalisasi dewasa ini, penting memahami cara antisipasi kecanduan anak terhadap pornografi melalui berbagai platform digital maupun internet. Salah satunya yakni, dengan membangun komunikasi dua arah guna memberi pencerahan bahaya ataupun dampak akan hal tersebut.
WEBINAR: Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Kominfo RI diselenggarakan di Kabupaten Labusel, Sumut, dengan mengangkat tema besar “Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”, pada 19 Agustus 2021. (IST)
“Selain membangun komunikasi positif dua arah, ortu (orang tua) juga perlu menjelaskan konsekuensi dari apa yang dilakukan anak,” kata Diwana Lestari saat menjadi pemateri dalam Webinar Gerakan Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Kominfo RI di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Selatan), Sumatera Utara pada Kamis, 19 Agustus 2021.
Berbicara di sesi Etika Digital melalui tema ‘Bahaya Pornografi Bagi Perkembangan Otak Anak’, Diwana menjelaskan cara lain mengantisipasinya dengan memantau aktifitas daring anak, menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dilihat oleh anak, membatasi waktu pemakaian gawai, serta memasang filter pada gadget untuk menyaring konten yang masuk.
“Dampak pornografi pada anak dapat memicu kecanduan atau narkolema, dapat memicu kejahatan dan gangguan seksual, dapat menyebabkan gangguan kepribadian, menyebabkan kesulitan konsentrasi, dan mengalami gangguan belajar,” terangnya.
Di samping itu, lanjut dia, pornografi dapat memberi dampak langsung pada perkembangan otak anak dan remaja, yang bisa menyebabkan kerusakan otak permanen bila tidak segera diatasi.
Terdapat dua bagian otak yang masing-masing berfungsi untuk berpikir logika atau Pre Frontal Corteks atau bagian otak depan dan emosi reaktif atau sistem limbik atau bagian tengah otak. Pada bagian Pre Frontal Corteks PFC, otak bertanggungjawab untuk mengontrol konsekuensi, tujuan masa depan, kecerdasan dan rasa peduli dengan orang lain.
“Sementara bagian limbik, otak bertanggungjawab untuk melindungi dari bahaya, keinginan untuk bersenang-senang, tidak peduli dengan konsekuensi dan hanya peduli pada diri sendiri,” pungkasnya.
Mia Marcellina, tenaga pendidik dan Roland Internasional Artist, menguatkan pernyataan Diwana. Bahwa ortu menurutnya memiliki tantangan untuk memberikan keamanan internet untuk anak.
“Yakni meliputi akses internet yang semakin mudah, bebas terkoneksi tanpa aturan, serta orang tua gagap teknologi. Peran yang dapat dilakukan orang tua, antara lain memahami internet jaringan sosial media, mengarahkan penggunaan perangkat dan media digital dengan tepat, komunikasi dan edukasi, menggunakan perangkat secara bijak, serta mengimbangi waktu penggunaan media digital dengan interaksi dunia nyata,” paparnya di sesi Keamanan Digital, melalui tema bertajuk “Peran Orang Tua Dalam Memberikan Tentang Keamanan Internet Untuk Anak”.
Ia pun beri tips menjaga keamanan anak selama berselancar di dunia maya. “Antara lain melindungi identitas digital anak, mengontrol dan mendampingi, memberi batasan dan mengatur frekuensi, serta tunjukan potensi kejahatan dan berbahaya di dunia maya,” pungkasnya.
Sementara di sesi Budaya Digital, Nana Ariani menjelaskan pendidikan akademis dan karakter meliputi akal budi, dimensi emosi, moral, etis, serta dimensi penghendakan atau konatif. “Konsep guru penggerak, sekolah penggerak, dan organisasi penggerak, apalagi yang diseleksi, akan melahirkan kelompok elit, yang dianggap sebagai aktor utama perubahan pendidikan,” kata Pengajar Praktik Guru Penggerak Kabupaten Labuhanbatu tersebut.
Konsep seperti ini, menurutnya tidak demokratis, berdampak pada pembiaran pemberdayaan pelaku pendidikan, yang secara simultan seharusnya diintervensi oleh Kemendikbud sebagai pelaksana kebijakan.
“Sumber daya manusia yang unggul merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Pelajar pancasila, mencakup kebhinekaan global, gotong royong, kreatif, bernalar kritis, mandiri, serta berketuhanan dan berakhlak mulia,” katanya dengan materi bertajuk “Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”.
Melengkapi paparan pemateri sebelumnya, Mandradhitya Kusuma, yang berbicara di sesi Kecakapan Digital melalui tema “Welcoming Gen Alpha: Chance and Challenge in Digital Skills”, menyampaikan generasi alpha tidak hanya tumbuh dengan kemudahan namun mereka juga diharap dapat menjadi generasi yang paling lama hidup, yang terdukung lebih baik secara material, yang terliterasi dan difasilitasi dengan teknologi, dan secara global akan menjadi generasi yang paling kaya yang pernah ada di dunia.
“Alpha disajikan sebagai generasi yang sangat ditandai oleh teknologi baru dan jaringan sosial, dengan masa depan yang lebih tidak pasti dalam menghadapi perubahan politik dan ekonomi yang cepat, dan dengan tekanan untuk memimpin perang melawan perubahan iklim dan transisi ke planet yang lebih berkelanjutan,” ujar Dosen STP Bandung dan Sekpro MTB STP Bandung itu.
Solusi untuk generasi berkelanjutan, sebut dia, meliputi sediakan ruang mendengar untuk generasi alpha, berikan kebebasan memanfaatkan teknologi dengan baik, lengkapi etika dan budi pekerti ekosistem digital, serta ubah pola pikir akan isu-isu berkelanjutan bumi.
Webinar diakhiri oleh Florencia Gracella dari Beauty Influencer, yakni menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat para narasumber.
Sebagai keynote speaker, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.
Diketahui, kegiatan ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo tentang pentingnya SDM yang memiliki talenta digital. Berkenaan dengan itu, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera pada 77 kabupaten/kota dari Aceh hingga Lampung.
Ditjen Aptika memiliki target hingga 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital, yakni secara spesifik dimulai pada 2021. Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi di bidang digital.
Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta internet yang semakin masif oleh masyarakat, sehingga implementasi program literasi digital di daerah perlu terus digalakkan. (rel/dek)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Hari ini Tanoto Foundation meluncurkan platform e-PINTAR, suatu inovasi pengembangan profesi kependidikan untuk mengakomodasi kebutuhan pengembangan diri secara terus menerus bagi guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia.
e-PINTAR, platform pelatihan guru dan kepala sekolah berbasis digital yang dikembangkan Tanoto Fundation diluncurkan penggunaannya oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Dr. Iwan Syahril Ph.D dan CEO Global Tanoto Foundation, Dr. J. Satrijo Tanudjojo. Setelah di uji coba dan digunakan oleh 480 guru dari 17 provinsi di Indonesia, hasilnya 98,1% guru menyampaikan, ePINTAR meningkatkan kemampuan mengajar pembelajaran aktif dan membantu beradaptasi dalam penggunaan teknologi. Ist/Sumut Pos.
Menurut CEO (Global) Tanoto Foundation, Dr. J. Satrijo Tanudjojo, teknologi merupakan enabler (alat bantu) yang mempunyai daya ungkit yang besar untuk bisa meningkatkan kualitas pendidikan. Kekuatan inilah yang mendorong Tanoto Foundation menyasar pemanfaatan teknologi untuk pelatihan guru berskala besar dan penyebaran praktik baik pengajaran.
“e-PINTAR ditujukan untuk mendukung digitalisasi pendidikan, terutama di area pengembangan kompetensi guru. Kami percaya guru harus jago memanfaatkan teknologi untukbelajar, agar mampu mendampingi siswanya yang sudah digitalnative duluan,” ungkap Satrijo ketika membuka acara peluncuran e-PINTAR, Selasa (14/9).
Para guru dan kepala sekolahdi seluruh Indonesia dapat mengakses platform e-PINTAR secara fleksibel,lintas waktu dan geografi. e-PINTAR menyediakan ruang bagi para peserta untuk berkomunikasi dengan fasilitator dan guru-guru peserta lainnya untuk saling belajar. Tanoto Foundation berkomitmen untuk melakukan perbaikan terus menerus atas konten-konten e-PINTAR agar tetap relevan dengan perkembangan pendidikan.
Sebagai platform pelatihan guru dan kepala sekolah berbasis digital, e-PINTAR telah di uji coba pada bulan April 2021oleh 500 guru di Indonesia terutama untuk daerah di luar mitra Program PINTAR.Setelah mengikuti uji coba, 98,1 persen peserta menyatakan e-pintar meningkatkan kemampuan mengajar pembelajaran aktif dan membantu beradaptas idalam penggunaan teknologi.
Konten-konten e-PINTAR diharapkan menjad ikontribusi peningkatan kapasitas guru melalui berbagai fitur seperti video dan kuis interaktif, artikel bacaan, penugasan, hingga forum diskusi. Klinik pemantapan materi dimana peserta dapat berkomunikasi dengan fasilitator juga diharapkan memberikan pemahaman lebih lanjut berkaitan dengan modul yang dipelajaridalam e-PINTAR. Peserta juga akan mendapatkan sertifikat jika telah menyelesaikan semua aktivitas pelatihan dalam platform e-PINTAR.
Kehadiran e-PINTAR turut diapresiasi oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Iwan Syahril Ph.D. Menurut Iwan, e-PINTAR merupakan solusi untuk menghadapi tantangan pembelajaran di masa pandemi.
“Saya sangat mengapresiasi upaya dari Tanoto Foundation yang telah menciptakan program e-PINTAR berbasis digital yang akan dapat diakses seluas-luasnya melalui pintartanoto.id. Program ini memberi kesempatan pada guru-guru untuk terus melakukan pembelajaran, berlatih secara mandiri melalui learning management system,” tambahnya. (rel)