26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3204

Alumni Akpol 94 Tunggal Panaluan Gelar Baksos Serentak di Indonesia

Bersama: Wakapoldasu Brigjen Pol Dadang Hartanto foto bersama Alumni Akpol 94 Tunggal Panaluan lainnya salurka baksos, Rabu (25/8). dewi/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ikatan Alumni Akademi Kepolisiaan (Akpol) 1994 Tunggal Panaluan menggelar bakti sosial (baksos) serentak di seluruh Indonesia, Rabu (25/8).

Bersama: Wakapoldasu Brigjen Pol Dadang Hartanto foto bersama Alumni Akpol 94 Tunggal Panaluan lainnya salurka baksos, Rabu (25/8). dewi/sumutpos.

Pelaksanaan bakti sosial di Provinsi Sumatera Utara yang dilaksanakan di Mapolsek Hamparan Perak, Deliserdang tersebut, dipimpin Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto bersama Dir Resnarkoba Polda Sumut Kombes Pol Cornelius Wisnu P Adji, Dirlantas Polda Sumut Kombes Pol Valentino Tatareda dan Dir Intelkam Polda Sumut Kombes Pol Indra sebagai Alumni Akpol 1994.

Sebanyak 1.000 voucher belanja, 500 paket sembako serta 10.000 masker dibagikan secara simbolis kepada perwakilan bilal mayat, abang becak bermotor (betor), panti asuhan, masyarakat dan angkutan umum (Kesper).

Turut hadir dalam pembagian bantuan sosial itu, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Dayan, Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Hadi Wahyudi, Kapolsek Hamparan Perak, Camat Hamparan Perak, Babinsa Bhabinkamtibmas dan Pejabat TNI serta pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Dadang Hartanto mengaku bersyukur karena rekan-rekan seperjuangan Alumni Akpol 1994 Tunggal Panaluan bisa melaksanakan baksos, dengan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak Covid-19.

“Angkatan 1994 sudah 27 tahun meniti karir mengabdi di dalam organisasi Polri. Oleh karena itu, kami hari ini secara serentak di seluruh Indonesia tergerak membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19 dan PPKM,” ujarnya.

Dikatakannya, dampak sosial akibat penyebaran pandemi Covid-19 cukup dirasakan karena sudah berjalan selama satu tahun lebih. Oleh karena itu, kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama berjuang dan tidak mudah menyerah melawan Covid-19. “Saya bersama teman-taman Angkatan 94 terus berkomitmen memberikan yang terbaik kepada negara, masyarakat,” ungkapnya.

Dia meinta doa kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara (Sumut) agar terus diberikan kesehatan dalam menapaki karir dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat Bangsa dan negara.

Sementara itu, Perwakilan abang becak motor, Johan Merdeka, mengapresiasi baksos yang digelar Alumni Akpol 1994 Tunggal Panaluan dengan menyisihkan sedikit rezeki membantu warga. “Paket sembako beserta voucher yang diberikan sangat membantu di tengah situasi ekonomi yang sulit akibat penyebaran Covid-19 dan PPKM,” pungkasnya. (dwi/ila)

Siapkan Rp45 M Tangani Banjir, Pemko Medan Fokus pada Normalisasi 4 Sungai

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai salah satu bentuk keseriusan, Pemerintah Kota Medan mengaku telah menyiapkan anggaran sebesar Rp45 miliar untuk penanganan banjir di Kota Medan dari P-APBD 2021.

Nantinya, penanganan banjir tersebut akan dimulai dari pembenahan fungsi empat aliran sungai yang ada di Kota Medan. Adapun ke empat sungai yang dimaksud, yakni Sungai Babura, Sungai Bedera, Sungai Deli dan Sungai Sulang Saling.

“Kami sudah siapkan anggaran di P-APBD kemarin. Untuk penanganan (banjir) kita siapkan Rp25 miliar, plus Rp20 miliar untuk sulang-saling. Jadi totalnya sudah ada Rp45 miliar untuk sungainya saja. Jadi yang kemarin kita sempat ditantang mau enggak Pemko Medan siapkan anggaran khusus, ini langsung kami siapkan anggarannya,” ucap Wali Kota Medan Bobby Nasution, Rabu (25/8).

Dikatakan Bobby, penanganan banjir di Kota Medan tidak bisa dilakukan hanya dari hilir, melainkan harus dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan, baik dari penanganan sungai hingga saluran drainase.

“Penanganan banjir tidak bisa sporadis. Hal ini harus berkesinambungan, baik saluran drainase perkotaan, saluran sungai, ini harus kita kolaborasi dengan Balai Wilayah Sunga (BWS) dan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara,” ujarnya.

Dikatakan Bobby, sebelumnya pada Minggu (22/8) lalu, Sungai Babaturan sempat meluap dan menyebabkan ratusan rumah di Kota Medan terendam banjir. “Kemarin ketika subuh air naik di Sungai Babura. Paginya saya langsung koordinasi dengan BWS, kita langsung komunikasi bagaimana penanganannya,” katanya.

Dijelaskan Bobby, saat ini pihaknya sedang berfokus pada penanganan tiga sungai di Kota Medan yang sudah ditetapkan, yakni Sungai Babura, Sungai Bedera, dan Sungai Deli. Hanya saja penanganan yang juga melibatkan pihak BWS dan Pemprov Sumut ini belum bisa terlaksana tahun ini, melainkan baru akan bisa dimulai pada awal tahun 2022 mendatang.”Memang karena kita minta tahun ini juga, dan penganggarannya tidak bisa dipaksakan. Jadi tahun ini sudah mulai ditenderkan oleh BWS, namun pengerjaannya baru bisa dimulai tahun depan,” jelasnya.

Menurut Bobby, nantinya pintu air atau kanal akan difungsikan kembali. Dengan demikian, dapat mengurangi debit air yang akan masuk ke Sungai Deli.

“Seperti di Pintu Air/Kanal, nanti akan diganti menjadi benar-benar buka tutup, akibatnya adalah hutan kota kita dibuat kolam, karena nanti itu (hutan kota) akan terbanjiri. Supaya kanalnya berfungsi, selama ini kan Kanal itu kering saja, airnya ditutup ke Sungai Deli dan kita alihkan ke Kanal, jadi intensitas air masuk ke Sungai Deli itu akan kita kurangi, begitu juga di Bederah dan Babura,” pungkasnya. (map/ila)

Jurnalis Rantauprapat Bagikan Masker dan Handsanitizer

BAGIKAN: Kapolres Labuhanbatu membagikan masker ke masyarakat dalam kegiatan sosial di Simpang IV Rantauprapat. ISTIMEWA/SUMU TPOS.

RANTAUPRAPAT, SUMUTPOS.CO – Turut serta membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Labuhanbatu, jurnalis media cetak dan elektronik membagikan 5.000 masker dan 350 handsanitizer kepada masyarakat, di Simpang VI Rantauprapat, Rabu (25/8).

BAGIKAN: Kapolres Labuhanbatu membagikan masker ke masyarakat dalam kegiatan sosial di Simpang IV Rantauprapat. ISTIMEWA/SUMUT POS.

Aksi komunitas jurnalis ini juga didukung Polres Labuhanbatu, Palang Merah Indonesia (PMI), PC Indonesia Tionghoa (INTI), Majelis Budhayana Indonesia (MBI), Yayasan Sosial Budi Agung Rantauprapat serta DPC Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad).

Salah seorang jurnalis Labuhanbatu, Robert Simatupang didampingi Ketua Hipakad Labuhanbatu, Andi Pati Dana Siagian mengatakan, aksi sosial ini berkat kerja sama sejumlah komunitas, organisasi masyarakat dan Polres Labuhanbatu, upaya menekan sebaran Covid-19 yang kian mengkhawatirkan.

Masker dan cairan pembersih tangan tersebut, sambung Robert, tidak hanya dibagikan kepada pengendara yang melintas, melainkan akan diantar langsung ke sejumlah rumah ibadah.

Bentuk kerja sama ini juga upaya menyadarkan pentingnya penerapan protokoler kesehatan, dikarenakan Labuhanbatu telah masuk situasi merah akan sebaran Covid-19.

“Terima kasih kepada pihak pihak yang memberikan dukungan, aksi ini merupakan awal untuk ke depannya,”kata Andi.

Sementara Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan didampingi Kasat Lantas, AKP Rusbenny mengungkapkan, dengan aksi sosial ini diharapkan masyarakat semakin disiplin dalam penerapan protokoler kesehatan seperti mengenakan masker, memakai handsanitizer, terlebih wilayah itu telah masuk status zona merah.

“Ayo tingkatkan disiplin, pakai masker, sering cuci tangan, jangan berkumpul jika tidak mendesak. Mari kita kuatkan imun dan jaga kesehatan,” imbau AKBP Deni Kurniawan.

Sementara, Ketua PC INTI Labuhanbatu, DR HC Sujian/Acan, Ketua Harian Yayasan Sosial Budi Agung Rantauprapat, Ir Johny SE DIP, Com, Ketua PMI Labuhanbatu, M Rusli dan Ketua MBI Labuhanbatu, Armansyah Kasan/Acuan mengaku akan terus mendukung pelaksanaan penekanan sebaran Covid-19. Ditambahkan, sikap wartawan yang ikut berpartisipasi pada aksi sosial, merupakan bentuk keperdulian akan situasi berkembangnya pandemi. “Kita apresiasi, salut. Ini bukti bahwa kawan-kawan jurnalis juga perduli akan kondisi hari ini,” ujarnya.(fdh/han)

Pre-Order Samsung Galaxy Z Fold3 dan Z Flip3 5G Tembus 8 Kali Lipat dari Foldable Series Pendahulunya

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Samsung Electronics Indonesia berhasil membukukan catatan positif terkait jumlah pemesanan dari seri smartphone foldable terbarunya, yaitu Samsung Galaxy Z Fold3 5G dan Samsung Galaxy Z Flip3 5G. Saat ini, jumlah pre-order untuk Galaxy Z Fold3 5G dan Z Flip3 5G di Indonesia mencapai delapan kali lipat dari total pre-order pada foldable series sebelumnya. Samsung sukses meramu inovasi fitur dan desain yang membuat foldable smartphone menjadi tren yang diminati lebih banyak konsumen terutama di Indonesia. Inovasi dan form factor yang dapat dilipat menghadirkan cara-cara baru bagi pengguna dalam menjalani berbagai kegiatannya dengan lebih maksimal.

“Terima kasih kepada konsumen setia kami yang telah melakukan pre-order Galaxy Z Fold3 dan Z Flip3 5G sejak tanggal 11 Agustus lalu hingga membuat pencapaian pre-order kami kali ini hingga 8 kali lipat dibandingkan pre-order foldable terdahulu. Kami senang inovasi kami diminati lebih banyak konsumen. Yang berarti, pengalaman foldable smartphone yang akan menghadirkan cara-cara baru dapat dinikmati dan bermanfaat untuk kehidupan semakin banyak orang, sekaligus menjadi tren baru di industri smartphone,” ujar Selvia Gofar, Head of Product Marketing IT & Mobile, Samsung Electronics Indonesia.

Form factor dan desain yang unik hingga fitur-fitur inovatif menjadi daya tarik bagi konsumen terhadap perangkat foldable terbaru dari Samsung. Hal ini terlihat pada Samsung Galaxy Z Flip3 5G yang hadir sebagai perangkat ideal bagi konsumen yang mementingkan perpaduan gaya dengan fungsionalitas. Hal tersebut diwujudkan melalui fitur inovatif bernama Flex Mode yang memberikan pengguna pengalaman unik dalam menangkap dan membagikan momen. Galaxy Z Flip3 5G juga hadir dengan tampilan yang lebih stylish dan ukuran yang lebih compact dibanding pendahulunya.

Lewat fitur Flex Mode dan form factor unik yang dimilikinya, Galaxy Z Flip3 5G mampu menjadikan tiap momen dalam membuat konten menjadi penuh gaya dan lebih mengasyikkan. Berikut empat ide konten yang bisa kamu buat makin menarik dengan menggunakan Galaxy Z Flip3 5G:

Bebaskan tanganmu untuk berkreasi lewat konten DIY
Asah kreativitas dan kepekaan terhadap barang-barang di sekitarmu dengan membuat konten do it yourself (DIY) untuk menjadi inspirasi bagi para pengguna internet lainnya. Kamu pun bisa menciptakan konten DIY secara hands-free dengan mudah menggunakan Galaxy Z Flip3 5G berkat adanya fitur Flex Mode yang memungkinkan perangkat dalam posisi free-standing.
Kamu bisa meletakkan smartphone dengan berbagai sudut lipatan di posisi yang kamu inginkan dan langsung mulai merekam, baik itu menggunakan kamera di layar utama maupun kamera di Cover Screen. Tangan kamu pun bisa leluasa membuat berbagai kreasi, mulai dari mengubah toples plastik menjadi pot tanaman hingga membuat mainan dan hiasan dari barang-barang tak terpakai, tanpa harus memegang perangkat untuk merekam.

Buat konten hyperlapse secara seamless tanpa alat tambahan
Dalam menciptakan konten hyperlapse, perangkat yang digunakan harus berada dalam posisi stabil pada waktu yang relatif lama. Mengingat kita tampaknya tak mungkin memegang perangkat terus-terusan selama proses pembuatan tanpa merasa pegal atau membuat perangkat jadi goyang, fitur Flex Mode bisa menjadi jawaban akan tantangan tersebut.

Dengan hanya bermodalkan Galaxy Z Flip3 5G dan alas yang rata, kamu cukup meletakkan smartphone pada posisi tegak dan stabil, lalu mengarahkan kamera ke objek yang ingin direkam. Fitur Flex Mode pun akan memudahkan kamu dalam mengatur mode kamera ke hyperlapse di bagian bawah layar sembari melihat tampilan objek yang direkam di bagian atas layar secara seamless untuk proporsi gambar yang lebih baik. Kamu jadi bisa merekam pertumbuhan tanaman kesayangan kamu hingga proses dari kegiatan kamu dalam mendekorasi kamar dengan nyaman dan mudah, bahkan tanpa alat tambahan seperti tripod.

Bikin konten tutorial makeup makin mudah dengan fitur Flex Mode
Buat kamu yang senang menonton konten-konten kecantikan bisa memanfaatkan Galaxy Z Flip3 5G untuk membuat video tutorial makeup dengan mudah dan menunjukkan potensi diri kamu dalam merias wajah.

Caranya, kamu cukup meletakkan Galaxy Z Flip3 5G pada posisi 90 derajat di bidang yang rata. Dengan adanya fitur Flex Mode, kamu bisa utak-atik berbagai pengaturan di kamera seperti pencahayaan dan rasio gambar di bagian bawah layar sembari melihat preview perekaman di bagian atas layar dengan mudah dan seamless. Setelahnya, klik tombol rekam dan tunjukkan kreativitas kamu dalam merias wajah dengan berbagai koleksi makeup yang kamu punya.

Live broadcast makin seru dengan Galaxy Z Flip3 5G
Bagi kamu yang ingin mengekspresikan diri sekaligus terhubung langsung dengan dunia maya, kamu bisa melakukan live broadcast di platform media sosial favorit menggunakan Galaxy Z Flip3 5G. Berbekal fitur Flex Mode dan kemampuan perangkat tersebut untuk diletakkan secara tegak di berbagai posisi lipatan, kamu tidak perlu alat tambahan lainnya untuk menjaga posisi smartphone tetap stabil.

Dalam live broadcast tersebut, kamu bisa menceritakan kegiatan-kegiatan unik yang kamu lakukan selama berada di rumah, menunjukkan koleksi dari hal-hal yang kamu suka, menawarkan barang-barang preloved yang kamu punya, atau melakukan truth or dare bersama teman-teman terdekat. Apa pun kegiatan positif yang kamu lakukan, pengalaman live broadcast akan menjadi semakin menyenangkan karena tanganmu bebas melakukan berbagai hal tanpa perlu memegang smartphone untuk merekam.

“Samsung memahami bahwa setiap orang memiliki caranya sendiri dalam berkreasi dan mengekspresikan diri, terlebih di era media sosial seperti saat ini. Maka dari itu, Galaxy Z Flip3 5G telah dirancang untuk memberikan cara-cara baru bagi konsumen dalam membuat konten-konten positif nan inspiratif, salah satunya melalui fitur Flex Mode yang inovatif. Galaxy Z Flip3 5G dapat menjadi daily driver yang dapat diandalkan untuk menghidupkan berbagai momen di keseharian pengguna, termasuk saat mengisi waktu dengan membuat konten yang unik dan menarik,” tutup Selvia.

Dapatkan Samsung Galaxy Z Fold3|Galaxy Z Flip3 5G beserta pengalaman foldable terbarukan dan segala inovasi yang ditawarkan. Galaxy Z Fold3 5G dibanderol senilai Rp24.999.000 (12GB/256GB) dan Rp26.999.000 (12GB/512GB) dengan tiga pilihan warna, yaitu Phantom Black, Phantom Green, dan Phantom Silver. Galaxy Z Flip3 5G tersedia dalam pilihan warna Cream, Green, Lavender, dan Phantom Black yang bisa didapat dengan harga Rp14.999.000 (8GB/128GB) dan Rp15.999.000 (8GB/256GB).

Lakukan pre-order di www.galaxylaunchpack.com atau Indosat Gallery dan XL Center sampai dengan 29 Agustus 2021 dan dapatkan penawaran khusus hingga Rp5.239.000 yang terdiri dari proteksi Samsung Care+ selama 1 tahun, e-voucher hingga Rp1.500.000 untuk pembelian aksesori di Samsung e-Store, dan cashback dari bank tertentu hingga Rp1.000.000. Selain itu, tersedia juga program buy-back 60% untuk pembelian smartphone foldable seri berikutnya di tahun depan dan program cicilan 0% sampai 24 bulan melalui mitra-mitra bank berikut: Mandiri, BRI, Panin Bank, Citibank, HSBC, BCA, Maybank, BNI, DBS, CIMB Niaga, OCBC, Standard Chartered, dan Bank Mega.(rel)

Meski Sempat Disoal, Pembangunan Jalan Parsoburan-Batas Labura Kembali Dilanjutkan

MENJAWAB: Kepala Dinas BMBK Sumut, Bambang Pardede menjawab wartawan soal kelanjutkan pengerjaan proyek jalan Parsoburan-batas Labura yang diperintahkan tender ulang Inspektorat Sumut. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumatera Utara tetap melanjutkan pengerjaan proyek jalan Parsoburan-batas Labuhanbatu Utara (Labura) yang diperintahkan tender ulang Inspektorat Provinsi Sumut.

MENJAWAB: Kepala Dinas BMBK Sumut, Bambang Pardede menjawab wartawan soal kelanjutkan pengerjaan proyek jalan Parsoburan-batas Labura yang diperintahkan tender ulang Inspektorat Sumut. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

“Karena beberapa alasan teknis dan adanya pernyataan KPA secara tertulis, paket Parsoburan-Bts Labura akan dilakukan dengan kualitas sesuai spesifikasi dan tidak akan merugikan keuangan negara,” kata Kepala Dinas BMBK Sumut, Bambang Pardede menjawab wartawan, Rabu (25/8).

Dikatakannya, pengerjaan proyek tersebut akan dilakukan dengan pengawasan yang ketat. “Dipastikan akan dilakukan uji petik dengan adanya pendampingan dari auditor, supaya pelaksanaan pekerjaan jalan benar-benar tepat mutu, tepat waktu dan tepat manfaat,” katanya.

Ia menegaskan, keputusan melanjutkan pengerjaan proyek ini sudah sesuai aturan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Termasuk ke Inspektorat yang memerintahkan tender ulang. “Semua sudah dikoordinasikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Inspektorat Sumut emerintahkan untuk dilakukan evaluasi dan penawaran ulang atas paket pengerjaan peningkatan kapasitas struktur jalan dalam provinsi ruas Parsoburan-batas Labura, di Kabupaten Toba.

Perintah ini menyusul hasil pemeriksaan khusus atas proses tender proyek dengan kode 17827027 dengan HPS Rp 26,80 miliar. Dalam prosesnya, tender proyek ini dimenangkan oleh PT Eratama Putra Prakarsa dengan harga penawaran Rp24,128 miliar.

Permasalahan proyek ini dljuga dipersoalkan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Jaring Mahasiswa LIRA Sumut yang menggelar demo di depan Kantor Gubernur, Kamis (8/7) lalu.

Inspektur Sumut, Lasro Marbun dalam suratnya kepada Kepala LKPP RI cq Direktur Penanganan Masalah Hukum tertanggal 19 Mei 2021, menyampaikan pihaknya telah melakukan pemeriksaan khusus atas tender ini menyusul Surat Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) RI No.9219/D.4.3/05/2021 tanggal 7 Mei.

“Berkenaan dengan hasil pemeriksaan khusus tersebut, telah disarankan kepada pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran untuk menyatakan tender gagal atas paket pekerjaan peningkatan kapasitas struktur jalan dalam provinsi ruas Parsoburan-Batas Labura di Kabupaten Toba TA. 2021 dengan kode 17827027,” kata Lasro dalam suratnya. “Memerintahkan Pokja 001 melakukan evaluasi penawaran ulang paket pekerjaan peningkatan kapasitas struktur jalan dalam provinsi ruas Parsoburan-Bts Labura di Kabupaten Toba,” sambungnya. (prn)

Protes Maraknya Pedagang Kaki Lima, Pedagang Pasar Sidikalang Jualan di Badan Jalan

AKSI PROTES: Sejumlah pedagang di Pusat Pasar Sidikalang, Kabupaten Dairi, menggelar aksi protes dengan berjualan di badan jalan karena barang dagangan sepi dari pembeli. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Aksi para pedagang itupun membuat arus lalu lintas di jalan Sekolah, lumpuh total. Sambil menjajakan barang dagangan, para pedagang resmi itu meminta Perusahaan Daerah (PD) Pasar Sidakalang, mengambil tindakan tegas terhadap pedagang liar yang berjualan di luar pasar.

AKSI PROTES: Sejumlah pedagang di Pusat Pasar Sidikalang, Kabupaten Dairi, menggelar aksi protes dengan berjualan di badan jalan karena barang dagangan sepi dari pembeli. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Para pedagang mengaku geram, karena dagangan mereka sepi pembeli. Hal itu dikarenakan, calon pembeli tidak masuk lagi ke dalam pasar dan membeli kepada pedagang di luar pasar. “Calon pembeli jadi belanja di luar pasar karena tidak masuk. Padahal kami di dalam bayar sama PD Pasar,”ujar salah seorang pedagang.

Amatan di lokasi, petugas Satpol PP dan PD Pasar Sidikalang meminta agar pedagang kembali berjualan di dalam pasar. Namun para pedagang memilih tetap menjajakan dagangannya di badan jalan.

Ketua Himpunan Pedagang Pusat Pasar Sidikalang, Lohot Pasaribu mengaku, pedagang kesal karena jalan sekolah di gunakan tempat berjualan, sehingga pembeli tidak lagi masuk ke dalam pasar.

“Perlu kami klarifikasi, aksi ini buka demo. Kami pedagang butuh biaya hidup, dari mana biaya hidup, kami berjualan. Itu yang kami lakukan pada hari ini, kami berjualan di jalan sekolah ini,”ujar Lohot.

Pedagang mengancam akan terus berjualan di jalan sekolah sampai ada respon dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Dairi.

“Kenapa mereka bisa. Sementara yang didalam tidak laku bahkan pengeluaran banyak, harus bayar restribbusi, tidak bisa di tawar-tawar, begitu PD Pasar datang. Mau buka dasar atau belum, kami harus bayar, kata Lohot.

Sementara itu, Direktur PD Pasar, Jhon Tony Dabutar mengatakan, pedagang yang menjajakan dagangan di jalanan, di luar ranah PD Pasar. Pun begitu, sudah melakukan penertiban agar pedagang berjualan di dalam pasar.”

Di luar itu bukan ranah hukum kami. Hanya saja, kami yang dipercayakan memimpin PD pasar, kami arahkan ke dalam. Sebahagian ada yang mau, sebahagian enggak mau,”ujar Jhon Toni dan sudah mempersiapkan lapak pedagang yang berjualan di luar pasar.

Dijelaskan Jhon Toni, para pedagang mengaku lebih laris jualan di luar pasar. “Buktinya, ada sekitar 20 persen pedagang yang memiliki lapak di dalam pasar, malah ikut berjualan di luar,”ungkap Jhon Toni. (rud/han)

Bank Mestika Raih Penghargaan Sebagai The Best Bank 2021

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Bank Mestika Dharma Tbk, kembali raih penghargaan Bank Umum Terbaik tahun 2021 pada ajang Awards Best Bank 2021 versi majalah Investor dengan kategori ”Modal Inti antara Rp1 Trilliun-Rp 5 Trilliun”.

Presiden Direktur Bank Mestika, Achmad S. Kartasasmita.(ist).

Penghargaan itu, berlangsung Selasa (24/8) kemarin. Bank Mestika berhasil menjadi salah satu yang terbaik dalam pemeringkatan berdasarkan pengelompokan modal inti.

Dimana, Penghargaan ini telah diterima Perseroan dua kali berturut-turut, dimulai dari penilaian kinerja 2019 dan 2020.

Presiden Direktur Bank Mestika, Achmad S. Kartasasmita mengungkapkan penghargaan diraih tidak lepas dukungan dari stakeholder dan shareholder yang telah memberikan kepercayaan kepada Bank Mestika.

“Penghargaan yang diterima ini dipersembahkan kepada seluruh stakeholder dan shareholder yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada perseroan untuk terus berkembang dan dapat bertahan di masa pandemi,” sebut Achmad dalam keterangan tertulis, Rabu (25/8).

Penghargaan ini memiliki 12 kriteria pemeringkatan digunakan meliputi CAR 2020 (capital adequacy ratio), NPL 2020 (non performing loan), ROA 2020 (return on asset), ROE 2020 (return on equity), NIM 2020 (net interest margin).

Kemudian, BOPO 2020 (perbandingan beban operasional dengan pendapatan operasional), LDR 2020 (loan to deposit ratio), pertumbuhan pendapatan bunga bersih, pertumbuhan pendapatan operasional selain bunga, pertumbuhan laba operasional, pertumbuhan kredit, dan rasio cost to asset.

Bank Mestika terus memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Tidak lepas semangat untuk mengukir prestasi yang lebih baik di dunia perbankan di Indonesia ini.

“Kami berharap dengan adanya penghargaan ini memacu semangat mengukir prestasi dan membantu semua pihak dalam melewati krisis ini bersama -sama,” tutur Achmad.(gus)

PD IWO Deliserdang dan Tebingtinggi Dikukuhkan

PATAKA: Ketua PW IWO Sumut Yudhistira, menyerahkan pataka kepada pengurus daerah pada pengukuhan PD IWO Deliserdang dan Tebingtinggi di Aula Kantor Camat Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, Selasa (24/8).

BATANGKUIS, SUMUTPOS.CO – Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW IWO) Sumut, di bawah kepemimpinan Yudhistira, terus mengembangkan sayapnya ke sejumlah daerah di Provinsi Sumut.

PATAKA: Ketua PW IWO Sumut Yudhistira, menyerahkan pataka kepada pengurus daerah pada pengukuhan PD IWO Deliserdang dan Tebingtinggi di Aula Kantor Camat Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, Selasa (24/8).

Selasa (24/8) lalu, IWO Sumut mengukuhkan Pengurus Daerah (PD) IWO Deliserdang dan Tebingtinggi di Aula Kantor Camat Batangkuis, Kabupaten Deliserdang.

Selain dihadiri Ketua PW IWO Sumut Yudhistira, dan Sekretaris Andi Yusri, turut hadir Ketua Umum PP IWO Jodhi Yudono. Menurut Yudhistira, penggabungan pelantikan PD IWO Deliserdang dan Tebingtinggi ini, dilakukan mengingat keterbatasan keadaan akibat kebijakan PPKM di tengah pandemi Covid-19.

“Kendati saat ini kita diatur dengan berbagai kebijakan pemerintah akibat pandemi, kami berharap, hal itu tidak mengurangi semangat kawan-kawan dari PD IWO Deliserdang dan Tebingtinggi yang dilantik, untuk menjalankan amanah yang telah diberikan. Dan mampu berbuat yang terbaik di tengah masyarakat,” ungkap Yudhistira.

Pria yang karib disapa Yudis ini, juga menjelaskan, ke depan dunia jurnalistik dengan segala dinamikanya dan kemajuan teknologi yang begitu pesat, memiliki tantangan yang begitu besar.

“Satu kuncinya, keberadaan media yang tergabung dalam IWO, tetap mampu menjalankan amanah untuk menyuarakan suara rakyat. Dan terus mengedukasi masyarakat dengan segala pemberitaan tanpa kebohongan atau hoax,” tuturnya.

Dia juga berpesan, agar seluruh wartawan yang tergabung di IWO, tidak terlibat dalam hal-hal ilegal, membacking bisnis ilegal, dan melanggar hukum.

“Seperti diketahui, beberapa kasus tindak kekerasan yang menimpa rekan-rekan kita di lapangan, ada karena berlatar belakang hal-hal yang tidak semestinya dilakukan. Kami berharap kawan-kawan IWO bisa memahami itu,” tegas Yudhistira.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum PP IWO Jodhi Yudono, yang berharap, seluruh pengurus Deliserdang dan Tebingtinggi, selalu memegang komitmen seperti Ikrar IWO yang dibacakan dalam pelantikan.

“Jaga amanah yang diberikan, dan tetap jaga nama baik IWO yang saat ini sebagai satu organisasi wartawan yang cukup diperhitungkan. Pesan saya, terus suarakan kebenaran demi kepentingan masyarakat,” harapnya.

Untuk diketahui, kepemimpinan PD IWO Deliserdang dipercayakan kepada Feri Afrizal. Dan Ketua PD IWO Tebingtinggi dipercayakan kepada Ridwan Siahaan.

Sementara itu, masih dalam suasana ulang tahun IWO kesembilan tahun, turut pula dilakukan pemotongan tumpeng yang dilakukan Ketua PW IWO Sumut, sekaligus sebagai penutup kegiatan. (rel/adz/saz)

Zona Merah di Sumut Tinggal 3 Daerah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Zona merah (risiko tinggi) penyebaran Covid-19 di kabupaten/kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mulai berkurang. Jika pada pekan lalu ada delapan daerah, pada pekan ini zona merah tinggal tiga daerah, yaitu Kota Medan, Kabupaten Toba, dan Simalungun. Hal ini berdasarkan hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah seluruh Indonesia yang disampaikan pada website https://covid19.go.id/peta-risiko per 22 Agustus 2021.

Untuk daerah zona oranye (risiko sedang), otomatis saat ini jumlahnya meningkat menjadi 24 kabupaten/kota dari minggu sebelumnya 21 kabupaten/kota. Daerah zona oranye tersebut, antara lain Pakpak Bharatn

Samosir, Nias Barat, Tanjung Balai, Tebing Tinggi, Labuhanbatu, Mandailing Natal, Serdang Bedagai, Batu Bara, Padang Lawas. Selanjutnya, Deli Serdang, Dairi, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Sibolga, Karo, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu Utara, Binjai, Padangsidimpuan, Tapanuli Utara, Langkat, Asahan, dan Pematangsiantar.

Sementara, untuk zona kuning (risiko rendah) jumlahnya meningkat menjadi enam daerah dibanding minggu lalu yang berjumlah empat daerah. Enam daerah zona kuning tersebut, yakni Gunungsitoli, Tapanuli Tengah, Nias, Tapanuli Selatan, Nias Utara, dan Nias Selatan. Untuk daerah zona hijau masih sama seperti minggu lalu, nihil.

Terpisah, berdasarkan update perkembangan kasus Covid-19 yang dikeluarkan Kemenkes melalui BNPB, Sumut mencatatkan penambahan kasus sembuh 2.030 orang, sehingga totalnya naik dari 6.3752 menjadi 65.782 orang. Secara nasional, jumlah itu menempatkan Sumut menjadi provinsi tertinggi ketiga dalam menyumbangkan 33.703 kasus sembuh di Indonesia.

Terkait penambahan kasus baru positif, Sumut tercatat memperoleh 1.020 kasus sehingga totalnya naik dari 90.717 menjadi 91.737 orang. Dengan jumlah itu, Sumut juga menjadi daerah tertinggi ketiga dalam menyumbangkan 18.671 kasus baru nasional.

Kemudian, untuk kasus kematian, Sumut mencatatkan penambahan 28 orang, sehingga kasusnya naik dari 2.166 menjadi 2.194 orang. Dari jumlah itu, Sumut menjadi Provinsi tertinggi ke-10 menyumbangkan 1.041 kasus kematian di Tanah Air. Oleh karena itu, dengan data tersebut membuat kasus aktif Covid-19 Sumut turun sebesar 1.038 poin dari 24.799 menjadi 23.761 orang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah mengatakan, menurunnya zona merah kabupaten/kota di Sumut, salah satunya karena faktor kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. “Masyarakat mulai sadar akan pentingnya prokes. Menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan hindari kerumunan, semakin melekat dalam setiap aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, sambung Aris, menurunnya zona merah di Sumut juga dipengaruhi 3T yaitu testing, tracing, treatment, terutama di wilayah yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Di samping itu, juga vaksinasi. “Kami juga terus fokus melakukan 3T, untuk menekan penyebaran kasus Covid-19. Di sisi lain, vaksinasi terus berjalan,” katanya singkat melalui sambungan seluler. (ris)

Syarat Vaksin Untuk Masuk Mal, Bobby: Masih Kita Kaji

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setiap orang yang akan berkunjung ke mal harus sudah divaksin, ternyata tidak ada di dalam surat edaran (SE) Wali Kota Medan No.443.2/7469 tentang perpanjangn PPKM Level IV yang berlaku hingga 6 September. Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan, pihaknya saat ini masih mengkaji syarat vaksin untuk masuk mal tersebut.

Bobby beralasan, hingga saat ini baru sekitar 400 ribu warga Kota Medan yang sudah divaksinasi Covid-19, baik tahap I maupun tahap II. “Kalau yang boleh masuk mal itu yang sudah divaksin saja, berarti hanya 400-an ribu orang yang bisa masuk. Untuk itu, sekarang masih kita kaji, apakah syarat masuk mal itu yang sudah divaksin atau tidak, mengingat masih sedikit cakupan vaksin kita,” kata Bobby kepada wartawan, Rabu (25/8).

Dikatakan Bobby, dalam SE perpanjangan PPKM yang dikeluarkannya, memang tidak ada dituliskan bahwa pihak mal harus mewajibkan pengunjung untuk menunjukkan bukti Vaksinasi berupa sertifikat vaksinasi sebagai syarat untuk bisa masuk mal.

Namun sampai kemarin, Bobby menegaskan, jika pihaknya belum mengkaji hal tersebut. “Belum kita kaji. Yang paling penting adalah pengawasan, itu internal dari mal dulu seperti Satgas Covid-nya dulu. Mereka dulu yang harus dikasih pemahaman dengan benar. Jangan tidak pakai masker boleh masuk, jangan hanya cek-cek suhu karena sekarang banyak OTG dan kerumunan. Dari setiap tenant itu harus diberi pemahaman, seperti tempat makan harus berjarak,” tegasnya.

Terkait masalah stok vaksin, Bobby mengaku, jika saat ini stok di Kota Medan masih terbatas. Saat ini, sisa stok vaksin di Kota Medan hanya tinggal 13 ribu dosis. “Sisa vaksin kita hari ini tersisa ada sekitar 13 ribu dosis. Vaksinasi kalau target kita masih sangat baik produktivitasnya. Namun masih terbatas karena harus berjalan dengan stok vaksin yang ada,” ungkapnya.

Meski begitu, dalam waktu dekat stok vaksin sebanyak 100 ribu dosis dijadwalkan akan masuk ke Kota Medan. Menurutnya, dari 100 ribu dosis vaksin yang akan dikirim itu, 50 ribu dosis untuk Pemko Medan. Sementara sisanya 50 ribu dosis lagi untuk BUMN. “Mudah-mudahan vaksin ini akan segera dikirim,” kata saat diwawancarai wartawan baru-baru ini.

Menurut Bobby, target vaksinasi di Kota Medan masih terus berjalan. Bahkan, berjalan sangat baik sesuai dengan stok vaksin yang ada. “Kalau kita diberikan stok yang lebih, pastinya akan bisa lebih produktif lagi dalam menggelar vaksinasi. Karena, saat ini yang menjadi kendala kita adalah stok yang terbatas,” ujarnya.

Bobby mengaku, cakupan vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 23 persen. Sedangkan cakupan untuk dosis kedua masih sekitar 15-16 persen. “Cakupan dosis kedua masih rendah, karena yang kita kejar terus dalam satu minggu ini khusus vaksinasi dosis kedua. Sebelumnya sempat saya bilang 120 ribu lagi yang belum divaksin dosis kedua, sekarang sudah tinggal 60 ribu lagi dan akan kita kejar terus,” akunya.

Bobby menuturkan, ada banyak sumber penerimaan vaksin. Artinya, bukan hanya dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara saja, tapi ada dari TNI, Polri, Badan Intelejen Negara hingga BUMN, yang akan terus dilakukan koordinasi. “Hingga saat ini sudah tidak ada kendala dalam pelaksanaan vaksin. Bahkan sudah banyak masyarakat yang meminta untuk suntikan vaksin dosis pertama. Buktinya, di akun media sosial saya sudah banyak yang bertanya mengenai vaksin dosis pertama. Ini artinya masyarakat banyak yang ingin divaksin,” tuturnya.

Dia menambahkan, dengan divaksin diharapkan bisa memutus mata rantai Covid-19. Selain itu, juga ke depannya banyak menjadi indikator syarat dalam melakukan kegiatan, sehingga menjadi salah satu strategi untuk mengajak masyarakat untuk divaksin.

Dijelaskan Bobby, jika nantinya stok vaksin lebih stabil, maka pelaksanaan vaksinasi akan lebih baik. Dengan demikian, angka penambahan jumlah warga yang menerima vaksin akan meningkat lebih cepat. “Kalau kita diberikan stok yang lebih, kami pastinya bisa lebih produktif lagi. Ini yang menjadi salah satu kendala dalam produktivitas, yakni stok vaksin nya,” jelasnya.

Bobby menuturkan,saat ini Pemko Medan menargetkan 16 ribu dosis vaksin untuk disuntikkan setiap harinya. Namun hal itu belum bisa terwujud karena kondisi stok vaksin yang belum memadai. “Di faskes saja hanya puskesmas dan pustu data real yang kami hitung kurang lebih bisa 16 ribu. Baru dari puskesmas dan pustu belum dari TNI dan Polri. Belum dari sentra BUMN, belum dari faskes swasta, dan belum lagi yang melakukan vaksinasi massal. Ini sudah di atas 25 ribu per hari seharusnya,” pungkasnya.

Sementara, Vaksin Sinovac tiba di Sumut melalui Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), Deliserdang, Selasa (24/8) sore. Vaksin yang diproduksi perusahaan farmasi asal Tiongkok, Sinovac Biotech Ltd, tiba sebanyak 102.475 vial, menggunakan pesawat Garuda GA- 118 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK). Vaksin ini dikemas dalam 52 koli (kotak) oleh Bio Farma, di Jalan Pasteur Bandung yang dikirim TSA (Trijaya Semesta Abadi) Cargo selaku pihak ekspedisi ke Sumut, di antaranya 51 kotak masing-masing berisi 2.000 vial ditambah satu kotak lagi berisi 475 vial. Diduga, sejumlah vaksin adalah untuk kebutuhan 204.950 dosis.

Vaksin tersebut tiba di Terminal Cargo dengan pengamanan oleh petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Bandara Kualanamu, Deliserdang. Setelah diverifikasi dengan menscan barcode yang ada di luar kemasan kotak, selanjutnya 52 kotak vaksin Sinovac dibawa dengan pengamanan dan pengawalan Sat Gegana Brimob Polda Sumut, Satlantas dan Sat Sabhara Polresta Deliserdang ke gudang vaksin Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumut, di Jalan Prof HM Yamin Medan.

Plt Kapolsek Bandara Kualanamu Polresta Deliserdang, Iptu Jonni H Damanik ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya kedatangan 102.475 vial vaksin Covid-19 merek Sinavac, tiba di Bandara Internasional Kualanamu. “Iya benar, vaksin Covid-19 sudah tiba di Bandara Kualanamu,” ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Medan, Afif Abdillah mengatakan, kebijakan wajib vaksinasi agar bisa masuk Mal adalah kebijakan yang baik. Namun, kebijakan tersebut memang belum memungkinkan untuk bisa diterapkan saat ini, apalagi mengingat jumlah warga Medan yang divaksinasi masih cukup terbatas. “Sebenarnya baik sekali aturan itu, tapi saya rasa belum siap untuk saat ini. Memang betul kalau Pemko harus mengkaji kebijakan itu dulu, karena kalau itu betul-betul diterapkan, hanya berapa persen lah warga Medan yang bisa masuk Mal. Apalagi belum tentu semua yang sudah di vaksinasi pasti pergi ke Mal,” kata Afif kepada Sumut Pos, Rabu (25/8).

Namun bila nantinya jumlah masyarakat Kota Medan yang sudah divaksinasi sudah lebih dari 50 persen, maka sangat memungkinkan untuk kebijakan tersebut betul-betul diterapkan. Untuk itu, kata Afif, Komisi II DPRD Medan sangat mendorong agar Pemko Medan terus meningkatkan proses vaksinasi kepada masyarakat. Dengan begitu, geliat ekonomi dapat bertumbuh jauh lebih cepat dan Kota Medan bisa segera keluar dari situasi pandemi ini.

“Memang kita akui itu tidak mudah, apalagi saat ini stok vaksin sedang terbatas. Makanya sementara ini, yang paling penting untuk difokuskan di Mal adalah soal penerapan prokesnya, dengan begitu kita bisa menekan penyebaran Covid-19 ini secara maksimal, khususnya mencegah terjadinya klaster mal,” pungkasnya.

Keringanan bagi Pedagang di Malam Hari

Sebelumnya, Wali Kota Medan telah mengeluarkan surat edaran No.443.2/7469 tentang PPKM Level IV Covid-19 di Kota Medan. Menurut Plt Asisten Pemerintah dan Sosial (Aspemsos) Kota Medan, Muhammad Sofyan, berdasarkan SE itu, pasar tradisional, toko kelontong dan sejenisnya hanya boleh beroperasi hingga Pukul 20.00 WIB. Begitu juga dengan pusat-pusat perbelanjaan modern seperti mal, swalayan, dan sejenisnya juga diperbolehkan beroperasi hingga Pukul 20.00 WIB.

“Tentunya harus dengan prokes yang ketat, harus ada pembatasan kapasitas pengunjung, maksimal 50 persen. Mal hanya boleh beroperasi dari Pukul 10.00 sampai Pukul 20.00 WIB, tentunya dengan prokes yang ketat. Tapi khusus untuk Apotik, itu boleh beroperasi 24 jam,” ujar Sofyan kepada Sumut Pos, Rabu (25/8).

Sedangkan khusus untuk usaha kuliner yang menyediakan layanan makan/minum di tempat seperti warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan usaha UMKM sejenisnya, diperbolehkan beroperasi hingga Pukul 21.00 WIB. Namun untuk rumah makan, kafe, restoran, baik berskala kecil, sedang, hingga menengah, hanya diizinkan beroperasi hingga Pukul 20.00 WIB atau sampai jam 8 malam. “Kapasitasnya diperbolehkan hanya 25 persen, teknisnya per meja maksimal 2 orang. Itu wajib prokes, jaga jarak, cuci tangan, dan pakai masker bila sudah selesai makan/minum. Dan kita sarankan untuk tidak lagi nongkrong-nongkrong setelah makan,” katanya.

Khusus untuk pelaksanaan resepsi pernikahan, Pemko Medan masih melarangnya untuk dilakukan selama masa PPKM Level IV. Menanggapi hal ini, Sekretaris Fraksi PKS DPRD Medan, Syaiful Ramadhan meminta Pemko Medan memberi keringanan kepada para pelaku usaha yang buka pada sore hingga malam hari untuk bisa leluasa menjual barang dagangannya dengan tetap menjalankan dan mematuhi pelaksanaan protokol kesehatan. “Kita menerima sejumlah masukan, saran dan keluhan di masyarakat, salah satunya terkait pedagang yang berjualan dari sore hingga malam. Mereka mengeluh karena jam operasional mereka hanya tiga jam,” ucap Syaiful.

Anggota Komisi IV DPRD Medan ini mengatakan, banyak diantaranya pedagang yang menjajakan jualannya pada pukul 17.00 WIB, kemudian terpaksa harus menutup usahanya pada pukul 20.00 WOB karena adanya ketentuan PPKM Level IV. “Mereka mengeluh dengan pendeknya operasional. Mereka bilang, masak baru buka langsung disuruh tutup. Yang laku juga baru sedikit, bahkan ada yang dagangannya belum ada yang laku,” kata Syaiful.

Syaiful mengaku mendukung upaya pemko Medan untuk menerapkan pelaksanaan protokol kesehatan yang juga berlaku kepada para pedagang. “Bagi pedagang sepertinya tidak ada masalah, sebenarnya penerapan agar tidak makan di tempat juga masih bisa diterima dengan harapan jam operasionalnya bisa diperpanjang,” jelas Politisi Muda PKS ini.

Syaiful menilai, persoalan ini menjadi dilema, dimana masyarakat yang selama ini bergantung kehidupannya dari berjualan di malam hari harus berbenturan dengan penegakan aturan pembatasan aktifitas warga. “Bagi kita memang ini dilema, tapi kita yakin ada kebijaksanaan dimana masyarakat bisa tetap menghidupi keluarganya dan program pemerintah dalam upaya melawan virus corona juga bisa sukses dilaksanakan,” katanya.

Syaiful menjelaskan, salah satu sektor yang kini paling terpukul adalah para pelaku UMKM, khususnya yang mengais rejeki di malam hari. “Kami juga sudah meminta Pemko Medan agar meningkatkan upaya-upaya penanggulangan dengan melahirkan program-program perekonomian yang bisa membantu masyarakat,” pungkasnya. (map/ris/dwi)