27 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3203

Percepat Penanganan Covid-19, Bobby Ganti Plt Kadiskes, Vaksinasi Keliling di Tiap Lingkungan

TINJAU: Wali Kota Medan Bobby Nasution saat meninjau sejumlah lingkungan di Kecamatan Medan Helvetia, beberapa hari lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penanganan Covid-19 di Kota Medan masih terbilang lambat. Karenanya, Wali Kota Medan, Bobby Nasution kembali mencopot dr Syamsul Arifin Nasution dari posisi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes). Sebagai gantinya, Bobby menunjuk dr Mardohar Tambunan sebagai Plt Kadiskes.

TINJAU: Wali Kota Medan Bobby Nasution saat meninjau sejumlah lingkungan di Kecamatan Medan Helvetia, beberapa hari lalu.

“Ingin saya sampaikan, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan mulai hari ini dipegang Bapak Mardohar,” kata Bobby Nasution kepada wartawan, Kamis (26/8).

Dikatakan Bobby, penggantian Plt Kadis Kesehatan ini dilakukan untuk mempercepat penanganan Covid-19. Di mana sebelumnya, kata Bobby, Syamsul Nasution memang sempat melakukan isolasi mandiri karena dinyatakan positif Covid-19. “Memang sempat sakit (Covid-19) beliau, sekarang sudah pulang. Tapi bukan karena sakit terus digantikan, melainkan karena kebutuhan untuk mempercepat ini sekarang dipegang oleh Bapak Mardohar,” ujarnya lagi.

Ketika ditanya alasan pasti posisi Syamsul Arifin diganti, Bobby enggan menjelaskannya secara gamblang. Bobby hanya kembali mengatakan, hal itu dilakukan untuk kebutuhan percepatan penanganan Covid-19. “Iya, diganti Plt-nya. Tidak ada masalah, kita ingin mempercepat, intinya kita ingin mempercepat (penanganan Covid-19). Iya kita tidak bilang seperti itu, kita ingin mempercepat, organisasi juga menginginkan seperti itu,” katanya.

Selain mengganti Plt Kadis Kesehatan, Bobby Nasution juga menjelaskan, Pemko Medan masih mempunyai strategi lainnya dalam mempercepat penanganan Covid-19 di Kota Medan. Antara lain, menggelar vaksinasi di setiap lingkungan yang terjadwal.

Vaksinasi lingkungan ini, akan berlangsung mulai 1 September sampai Oktober mendatang. Untuk mendukung kegiatan itu, Pemko Medan bekerjasama dengan PT XL Axiata dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik. Dikatakan Bobby, vaksinasi ini dilakukan di wilayah lingkungan dan tidak mengganggu suplai vaksin untuk Kota Medan. “Namun akan menambah jumlah dosis yang didistribusikan pemerintah pusat ke ibu kota Sumatra Utara ini,” ujarnya.

Bobby menjelaskan, pihaknya ingin lebih mengutamakan penyuntikan vaksin di tingkat wilayah paling kecil, yakni tingkat lingkungan. Dengan demikian, vaksinasi terjadi di banyak titik lokasi dan dapat mencegah terjadinya penumpukan massa atau kerumunan.

Bobby pun meminta agar vaksinasi yang akan digelar nanti dapat menargetkan 500 dosis per hari selama dua bulan, dilakukan secara bergiliran di lingkungan-lingkungan yang jumlah warga yang divaksinnya dinilai masih rendah. “Target 500 dosis ini di luar target faskes di wilayah bersangkutan yang berjumlah 200 dosis,” tuturnya.

Bobby menyebutkan, saat ini target vaksinasi Pemko Medan adalah sebanyak 1,9 juta jiwa. Dari target itu, sebanyak 23 persen sudah tercapai untuk dosis pertama dan 15 sampai 16 persen lainnya telah selesai dilakukan vaksinasi dosis kedua.

“Yang menjadi kendala bagi kami adalah, jumlah vaksin yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Target faskes-faskes di Medan sebanyak 16.000 dosis per hari. Itu di luar vaksinasi yang dilakukan TNI/Polri, BUMN yang rata per hari bisa 5.000 dosis. Kalau vaksinnya ada, sebenarnya kita bisa mencapai 20 sampai 25 ribu per hari. Keterbatasan jumlah vaksinlah menjadi kendala utama,” pungkasnya.

Medan Sunggal Bebas Zona Merah

Kecamatan Medan Sunggal akhirnya mampu keluar dari zona merah penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Saat ini, tidak ada lagi lingkungan di Medan Sunggal yang diisolasi. Hal ini diakui Camat Medan Sungal, Indra Mulia Nasution kepada Sumut Pos, Kamis (26/8). “Isolasi lingkungan (di Medan Sunggal) saat ini sudah selesai. Tidak ada lagi lingkungan yang di isolasi,” kata Indra.

Sebelumnya, kata Indra, ada sembilan lingkungan dari 4 Kelurahan di Medan Sunggal yang di isolasi, antara lain Lingkungan 2 Kelurahan Sunggal, Lingkungan 2 Kelurahan Babura, Lingkungan 10 dan 11 Kelurahan Lalang, dan Lingkungan 8, 11, 14, 18, 19 Kelurahan Tanjungrejo. “Sudah selesai semalam semuanya. Saat ini, di Medan Sunggal juga terkonfirmasi agak menurun (angka penyebaran Covid-19),” ujarnya.

Diterangkan Indra, hal itu dapat tercapai karena pihaknya terus mengikuti instruksi Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk meningkatkan tracing dan testing di wilayahnya. Selain itu, Indra juga mengklaim, jika Medan Sunggal masih intens dalam melakukan penyemprotan disinfektan, khususnya di lingkungan-lingkungan yang diketahui terdapat masyarakat yang terpapar Covid-19.

“Lalu saat ini kita juga fokuskan Vaksinasi di puskesmas Kecamatan, yang di puskesmas itu khusus vaksin kedua,” terangnya.

Sebelumnya, di hari terakhirnya berkantor di Kecamatan Medan Helvetia, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengklaim angka penyebaran Covid-19 di Medan Helvetia mengalami penurunan cukup drastis. Menurut Bobby, keberhasilan penurunan angka penyebaran Covid-19 ini merupakan kerja keras semua pihak.

“Alhamdulillah dengan semangat kita semua, berdasarkan data angka penyebaran Covid-19 di wilayah Medan Helvetia menurun. Sejak saya bertugas di sini, angka terpapar positif di atas 44 kasus, dan per hari kemarin hanya 20 kasus bahkan ini hari ini kasus terpapar hanya 9 kasus,” jelasnya.

Menurut Bobby, hasil ini terbilang luar biasa. Diharapkan, setelah dirinya tidak berkantor di Medan Helvetia, angka penyebaran Covid-19 yang menurun tersebut bisa diteruskan dan dipertahankan. “Seminggu ini kita sudah berjibaku, jangan sampai seminggu ini turun besok naik lagi karena kita lalai. Terima kasih kepada camat dan jajaran, Puskesmas yang bekerja keras dalam penurunan angka penyebaran Covid-19 di Kecamatan Medan Helvetia,” katanya.

Diterangkan Bobby, ke depannya OPD terkait akan melakukan evaluasi dan monitoring di setiap kecamatan, khususnya lima kecamatan yang masih berada di zona merah. Dengan keberhasilan ini, Bobby meminta Camat Helvetia untuk dapat memberikan pemahaman terkait skema, langkah dan upaya yang dilakukan jajaran Kecamatan Medan Helvetia dalam melakukan penurunan angka penyebaran Covid-19.

Bukan Solusi Cerdas

Menyikapi ini, Ketua Komisi I DPRD Medan Rudiyanto Simangunsong menyayangkan Wali Kota Medan harus berkantor di kantor Camat Medan Helvetia hanya untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Menurut Rudiyanto, langkah yang dilakukan Bobby itu keliru.

Politisi PKS ini menilai, Wali Kota Medan tidak perlu harus turun tangan langsung dan berkantor di kantor camat, melainkan cukup mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah dijalankan Satgas Covid-19 Kota Medan. Menurut Rudiyanto, berkantor di zona merah bukan menjadi solusi utama, namun justru membuat resiko penyebaran virus semakin besar. “Dengan berkantor di kecamatan zona merah bukanlah solusi cerdas untuk mengurangi penyebaran virus. Wali Kota Medan harus bisa menjaga dirinya dari segala kemungkinan terburuk yang bakal menimpanya,” ucap Rudiyanto.

Politisi PKS itu menjelaskan, di dalam ajaran Agama Islam ada anjuran untuk dijalankan manusia apabila ada wabah di suatu tempat. Adapun anjuran tersebut, orang dari luar dilarang masuk, begitu juga yang ada di dalam dilarang keluar dari zona tersebut agar tidak terjadi penyebaran yang lebih masif. “Ada panduan dari Rasulullah SAW. Kalau daerah itu terkena wabah, yang dalam gak boleh keluar dan di luar gak boleh masuk. Itu pernah terjadi di zaman rasul, sakit thaun namanya,” tuturnya.

Rudiyanto mengatakan, dengan kecanggihan teknologi yang ada, Wali Kota Medan tetap bisa memantau perkembangan penanganan Covid-19 dari ruangannya di Balai Kota. “Jadi kalau saudara Wali Kota ingin melakukan hal itu, kami pikir dengan kecanggihan teknologi hari ini, kami menyarankan saudara Wali Kota tetap saja berkantor di ruangannya,” katanya.

Ia juga menyarankan Wali Kota Medan agar memanfaatkan era digitalisasi teknologi yang sudah semakin canggih. Rudiyanto pun mengkhawatirkan, pencitraan yang diharapkan malah bala yang didapat. “Kalau mau serius memantau perkembangan Covid-19 di wilayahnya, manfaatkan aja teknologi. Jangan sampai bala yang didapat. Penyakit bagi Wali Kota,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Rudiyanto mengakui Wali Kota Medan serius bekerja menekan pandemi Covid-19 di Kota Medan. Tetapi yang menjadi catatan di fraksinya, Wali Kota Medan menggunakan segala potensi yang ada untuk membantu masyarakat terdampak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dan tidak memaksimalkan potensi dari pihak ketiga (swasta).

“Wali Kota Medan bisa menyarankan kepada perusahaan-perusahaan yang ada di kota ini agar menyalurkan dana CSR mereka ke masyarakat terdampak PPKM. Pantauan terbaru kita di dapil (daerah pemilihan), pengusaha warnet dan play station juga terdampak penerapan PPKM. Sama sekali mereka tidak menerima bantuan. Belum lagi para pedagang kaki lima yang biasa berjualan di malam hari seperti tukang martabak, tukang bakso, tukang sosis dan lain sebagainya,” pungkasnya.

(map)

Gubsu Evaluasi Kemungkinan PTM, Infrastruktur Pendidikan Sudah Harus Siap

ARAHAN: Bupati Karo Cory, Seriwaty Sebayang didampingi Kadis Pendidikan, Dr Eddi Surianta Surbakti, MPd, memberikan pengarahan rencana dan simulasi PTM di SMP Negeri 1 Juhar, Kecamatan Juhar, Kabupaten Karo.solideo/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi mengaku tengah mengevaluasi kemungkinan membuka pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi Covid-19 dalam waktu dekat. Itu artinya, saat ini seluruh sekolah harus tetap melaksanakan pembelajaran secara daring atau online.

Ilustrasi PTM.

“Ini tadi saya baru panggil Sekda, perlu kita evaluasi dulu. Saya tak mau gara-gara anak kita ini mengejar ilmu, namun infrastruktur pendidikan kita yang belum siap, memang ada level I sampai III boleh, tapi dalam kondisi seperti ini. Orang tua atau emaknya saja susah dianjurkan pakai masker, bagaimana anaknya,” kata Edy menjawab wartawan di Masjid Agung Medan, Kamis (26/8).

“Jadi kalau anak kita kena (Covid-19) satu, oh repot kita. Wartawan juga sosialisasikan ini. Sabar dulu sampai benar-benar Covid ini bisa terkendali,” lanjutnya.

Menjawab adanya daerah lain seperti Tapanuli Utara yang telah lakukan asesmen dan simulasi untuk PTM, diakui Edy tetap saja nanti Satgas Penanganan Covid-19 Sumut sebagai penentu untuk memberikan izin dimaksud. “Nanti kan tetap kita yang harus tentuin. Kalau nanti kita lihat di daerah sana belum siap, saya tidak akan izinkan,” tegas mantan Pangkostrad tersebut.

Dalam empat hari belakangan ini, Provinsi Sumut mencatat angka kesembuhan pasien Covid-19 lebih baik dari sebelumnya. Menurut Edy, hal ini lantaran seluruh elemen masyarakat Sumut telah memahami tentang bahaya virus Corona.

“Karena rakyat ini sudah mulai mengerti kondisi Covid. Sebenarnya orang yang terpapar Covid bisa sembuh. Selain tetap menjaga protokol kesehatan, orang yang terpapar covid cukup beristirahat atau perlu di inkubasi selama 14 hari. Pasca covid, rata-rata berdampak pada bergumpalnya darah, kena paru-paru dan lain sebagainya, ini yang harus dijaga. Belum lagi ada penyakit-penyakit bawaan,” ungkap dia.

Terlebih terhadap tenaga medis seperti dokter, lanjut Gubsu, juga sudah paham akan dampak Covid-19 berikut penanganan berikutnya agar pasien tetap bisa dalam kondisi sehat. “Dokter kita sudah berusaha untuk itu. Tenaga medis kita pun sudah mulai paham dan mahir dengan ini, sehingga penyembuhan lebih baik dari sebelum sebelumnya,” pungkasnya.

Vaksinasi Jadi Syarat PTM

Sementara, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) sangat menyayangkan pernyataan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim yang membolehkan PTM terbatas di sekolah yang berada pada PPKM Level 1-3, meskipun para siswa belum divaksinasi. Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri mengkhawatirkan kebijakan gegabah tersebut. Menurutnya, vaksinasi anak dan guru harus dituntaskan di sekolah tersebut sebelum dilaksanakannya PTM terbatas.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), progres vaksinasi anak usia 12-17 secara nasional masih lambat, baru mencapai 9,34 persen atau 2.494.621 untuk dosis pertama. Sementara vaksin dosis kedua sudah 1.432.264 atau 5,36 persen. Di mana sasaran vaksinasi anak usia 12-17 tahun sebanyak 26.705.490 orang. “Artinya meskipun sekolah di PPKM Level 1-3 tapi syarat vaksinasi anak belum terpenuhi,” ujar dia kepada JawaPos.com (grup Sumut Pos), Kamis (26/8).

Sementara itu, Sekretaris Nasional P2G Afdhal, menyoroti perbandingan kuantitas siswa yang sudah divaksinasi dengan rombongan belajar (rombel) atau kelas. Kata dia, dari data vaksinasi anak ini, perbandingannya 10:100. “Seandainya satu kelas terdiri dari 30 siswa, hanya 3 orang saja yang sudah divaksinasi dan 27 siswa yang belum divaksinasi. Perbandingan siswa yang sudah divaksinasi dengan yang belum sangat jauh. Jadi herd immunity di sekolah saja belum terbentuk. Tentu ini sangat membahayakan keselamatan anak,” ungkapnya.

Selain tuntasnya vaksinasi anak dan guru serta pemenuhan Daftar Periksa sarana-prasarana pendukung protokol kesehatan, syarat penting PTM Terbatas berikutnya adalah persetujuan atau izin dari orang tua. Pihaknya meminta sekolah jujur dan terbuka mengenai kesanggupan mereka untuk melaksanakan PTM Terbatas sesuai prokes.

Sekolah mesti menyampaikan data pemenuhan minimal 11 item daftar periksa pendukung PTM, data warga sekolah yang punya komorbid, masih terinfeksi Covid-19, sedang isoman atau dirawat di rumah sakit, dan data mengenai ketuntasan vaksinasi warga sekolah. Semua data di atas harus disampaikan kepada orang tua/wali murid apa adanya.

“Jika orang tua/wali murid sudah mendapatkan informasi jelas dan komprehensif mengenai kesiapan sekolah untuk PTM, data ini dapat dijadikan rujukan dan pertimbangan empiris bagi orang tua menentukan anaknya diizinkan PTM atau tetap PJJ,” pungkas dia.

Dibubarkan

Kegiatan perkenalan lingkungan sekolah bagi siswa-siswi baru di SMA Swasta Dharmawangsa, Jalan KL Yos Sudarso, Medan Barat, Kota Medan, dibubarkan Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Medan Barat, Kamis (26/8). Pantauan wartawan di sekolah tersebut, terlihat para siswa baru atau kelas X mengukuti kegiatan dengan tanpa menggunakan seragam sekolah. Kegiatan itu, berlangsung di lantai III gedung sekolah SMA Swasta Dharmawangsa.

Petugas gabungan Covid-19 beranjak naik ke ruang kelas tempat berlangsungnya kegiatan tersebut. Petugas mengingatkan pihak sekolah dan guru untuk segera memulangkan para siswa ke rumah masing-masing. Kegiatan ini, dinilai melanggar surat edaran Wali Kota Medan terkait penerapan PPKM di Kota Medan dengan meniadakan aktivitas belajar-mengajar secara tatap muka.

Kepala Satgas Covid-19 Kecamatan Medan Barat, Arif F Lubis menjelaskan, pembubaran aktivitas sekolah itu, berdasarkan laporan masyarakat. Kemudian, ditindaklanjuti untuk mencegah penyebaran virus Corona di sekolah tersebut.

“Kita dapat laporan masyakarat tadi bahwa ada giat sekolah tatap muka di sekolah Dharmawangsa. Kita lalu berkoordinasi dengan satgas Kota, satpol PP untuk datang bersama sama melakukan razia di lokasi tersebut,” sebut Arif kepada wartawan, kemarin siang.

Arif yang merupakan Camat Medan Barat menjelaskan, pihaknya juga memberikan teguran kepada pihak sekolah. Karena, selain SMA. Di sekolah ini, terdapat Universitas atau disebut Universitas Dharmawangsa. “Jadi tadi kita sudah meminta bapak Rektor untuk membubarkan siswa yang belajar tatap muka dan beliau menyampaikan akan patuh terhadap surat edaran tersebut. Nanti kita pantau lagi untuk tindak lanjutnya,” tutur Arif.

Arif tidak membantah, ada sejumlah tetap melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Untuk mengelabuhi petugas, para siswa saat di sekolah menggunakan pakaian biasa, bukan seragam sekolah. “Memang masih ada yang kucing-kucingan. Di depan tutup, di dalam tatap muka. Ini akan kita awasi terus terutama di lokasi yang dicurigai,” tandas Arif.

Berikan Solusi

Sementara itu, Rektor Universitas Dharmawangsa, Dr Zamakhsyari membantah di sekolah tersebut, melakukan aktivitas PTM. Melainkan perkenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru atau kelas X. “Saya selaku pimpinan universitas, pembelajaran secara tatap muka tidak ada. Itu dilakukan sejak Maret 2021. Tadi yang disidak, pengumpulan anak baru SMA. Ini tidak lepas, apa dimohonkan oleh para wali murid. Khususnya, kepala sekolah SMA pembelajaran (secara daring) sudah dilakukan 1 tahun setengah,” jelas Zamak.

Zamak mengkritik pemerintah yang dinilai tidak ada solusi untuk proses belajar-mengajar di sekolah di tengah pandemi Covid-19 ini. Karena, potensi anak didik semakin menurun selama pembelajaran secara daring. “Kita emang ingin secapatnya pandemi cepat berlalu. Tapi, kalau ini semakin berlarut juga merugikan dunia pendidikan,” kata Zamak.

Ia menjelaskan, kegiatan ini diikuti para siswa baru sekitar 30 persen dari kapasitas kelas dan menerapkan protokol kesehatan. “Ini baru beberapa hari saja, ya siswa baru mau tahu lah lingkungan sekolahnya lah. Ini siswa baru, dengan kapasitas 30 persen saja,” sebutnya.

Zamak mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung pemerintah, terutama Pemko Medan dalam percepatan penanganan Covid-19 di ibu kota Provinsi Sumut ini. “Kita sangat mensport dengan melakukan vaksinasi di Kampus kita. Seluruh pagawai, dosen dan pekerja Sudah selesai vaksinasi tahap kedua,” sebut Zamak.

Dengan begitu, Zamak menuntut kepada Pemko Medan untuk segara memberikan solusi untuk para pelajar dan mahasiswa agar dapat kembali beraktivitas belajar di sekolah maupun di kampus. “Kita mengikuti aturan, dalam hal ini. Pemerintah harus cepat merumuskan solusi yang adil (untuk pembelajaran di masa pendemi ini). Karena, kami yang langsung berhadapan dengan masyarakat,” ungkapnya.

Zamak menambahkan, belajar secara daring tidak efektif bagi siswa. Begitu juga, orang tua siswa merasakan tidak mendapatkan hak sepenuhnya pendidikan bagi anaknya. Sedangkan, uang sekolah tetap harus dibayarkan setiap bulannya. “Satu sisi, orang tua membeyar uang SPP. Tapi, anaknya tidak mendapatkan haknya. Pemerintah jangan melihat satu sisi saja. Tapi, harus memikirkannya. Berbeda kita dengan sekolah negeri, kita sekolah dan universitas swasta berapa lama stabilitas keuangan lembaga pendidikan berlarut dalam kondisi ini ekonomi masyarakat kurang baik,” pungkas Zamak.(prn/gus)

51 Perwira Polrestabes Medan Dimutasi, Kapolres Belawan Harus Mampu Jaga Kondusifitas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 51 perwira yang bertugas di lingkungan jajaran Polrestabes Medan dimutasi. Puluhan perwira yang dimutasi mulai dari pangkat Ipda (Inspektur Polisi Dua) hingga AKP (Ajun Komisaris Polisi).

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolrestabes Medan, dengan nomor : ST/42/VIII/2021 tertanggal 25 Agustus 2021. Selain itu, turut dimutasi juga 104 bintara berpangkat Bripda (Brigadir Polisi Dua) sampai Aiptu (Ajun Inspektur Polisi Satu).

Para perwira Polrestabes Medan yang dimutasi tersebut, di antaranya AKP Tri Eko yang menjabat Wakapolsek Medan Area menjadi Pama Polrestabes Medan. Sebagai penggantinya, adalah AKP Gabriellah Angelia yang sebelumnya menjabat Kaur Subbaghumas Bagops Polrestabes Medan.

Kemudian, Iptu Idem Sitepu yang dikukuhkan menjadi Kanit Intelkam Polsek Delitua, Iptu Sondy Raharjanto Kanit Reskrim Polsek Patumbak diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubnit 2 Unit Turjawali Sat Sabhara Polrestabes Medan, Iptu Martua Manik dikukuhkan menjadi Kanit Reskrim Polsek Delitua, Iptu Rianto dikukuhkan menjadi Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Zuhatta dimutasi sebagai Pama Polrestabes Medan, dan Ipda Alwan menjadi Panit 2 Reskrim Polsek Medan Helvetia.

Kasubbag Humas Polrestabes Medan Kompol Riama Siahaan membenarkan mutasi tersebut. Kata Riama, mutasi adalah hal yang biasa di tubuh Polri sebagai penyegaran penugasan personel. “Benar (mutasi), ada beberapa anggota yang diberi jabatan dari pimpinan dan ada juga yang dikukuhkan,” ujarnya singkat.

Sementara itu, jabatan Kapolres Pelabuhan Belawan ikut dimutasi. Bila sebelumnya AKBP Dr M Rahmani Dayan SH MH bertugas sebagai Kapolres Pelabuhan Belawan, kali ini ia dipercaya menjabat sebagai Dirtahti Polda Sumut. Sebagai gantinya, Polda Sumut mempercayakan mantan Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Aceh AKBP Faisal Rahmat Husein Simatupang S.I.K SH sebagai Kapolres Pelabuhan Belawan.

Atas rotasi tersebut, Komisi I DPRD Medan mengucapkan selamat kepada keduanya, baik kepada AKBP Rahmani Dayan maupun kepada AKBP Faisal Simatupang.”Terlepas keduanya sudah dilantik apa belum, saya belum tahu. Tapi yang pasti, kami di Komisi I mengucapkan selamat. Kepada Pak Dayan yang diberi amanah sebagai Dirtahti Polda Sumut, kami ucapkan selamat mengemban tugas baru, dan terimakasih atas kerja kerasnya selama ini,” ucap Anggota Komisi I DPRD Medan, Robi Barus kepada Sumut Pos, Kamis (26/8).

Dikatakan Robi, terkhusus kepada Kapolres Pelabuhan Belawan yang baru, pihaknya di Komisi I mengaku berharap banyak atas kinerja AKBP Faisal Simatupang. “Jujur saja, kami berharap banyak kepada Kapolres Belawan yang baru. Ada begitu banyak persoalan di kawasan Belawan dan sekitarnya yang menjadi wilayah hukum Polres Belawan. Selaku counterpart kami di Komisi I, kami berharap Kapolres Belawan yang baru dapat bekerjasama dengan baik,” ujar Robi.

Ditegaskan Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan ini, salah satu masalah yang harus menjadi perhatian utama ataupun perhatian khusus Kapolres Belawan yang baru adalah menjamin kondusifitas di kawasan Belawan dan sekitarnya. Pasalnya saat ini, masalah keamanan adalah hal yang paling krusial di kawasan Belawan.

“Kita sama-sama tahu, saat ini masalah keamanan itu selalu menjadi keluhan masyarakat Belawan. Banyaknya aksi tawuran yang melebar menjadi aksi penjarahan dan pengerusakan. Bahkan pengerusakan rumah ibadah beberapa waktu yang lalu harus menjadi perhatian khusus, itu harus jadi perhatian utama Kapolres Belawan yang baru. Kita mau Belawan itu damai dan kondusif,” tegasnya.

Robi pun meminta, nantinya Kapolres Belawan harus dapat mencari akar masalah yang kerap menjadi potensi timbulnya kericuhan di kawasan Belawan.

“Mulai dari narkoba dan hal-hal lainnya yang selalu jadi pemicu terjadinya tawuran, ini kita minta untuk diselesaikan. Akar masalahnya yang diselesaikan, persoalan harus diberantas dari hulu,” ujarnya.

Selain itu, Robi juga mengingatkan tentang banyaknya masalah lain yang ada di kawasan Belawan dan sekitarnya, yakni masalah maraknya praktik perjudian yang selalu dikeluhkan oleh masyarakat.

“Mulai dari judi tembak ikan dan praktik-praktik judi lainnya, kita betul-betul berharap agar masalah itu bisa benar-benar dituntaskan. Kalau masalah-masalah ini dapat diselesaikan, kita yakin kedepannya kondusifitas di kawasan Belawan tidak akan tetap terjaga. Besar harapan kita kepada Kapolres Belawan yang baru. Dan sekali lagi, selamat bertugas,” pungkasnya. (ris/map/ila)

Kodam I/BB Gelar Vaksinasi di SMA Sutomo 1

TINJAU: Pangdam I Bukit Barisan, Mayjend TNI Hassanudin didampingi Ketua Yayasan Perguruan Sutomo Medan, Johan Arifin, Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir Khoe Tjok Tjin, tinjau vaksinasi Covid-19 di sekolah tersebut, Kamis (26/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kodam I Bukit Barisan melakukan vaksinasi Covid-19 kepada pelajar di Kota Medan. Kali ini vaksinasi dilakukan vaksinasi di SMA Swasta Sutomo 1, Jalan Letkol Martinus Lubis No.7, Medan, Kamis (26/8).

TINJAU: Pangdam I Bukit Barisan, Mayjend TNI Hassanudin didampingi Ketua Yayasan Perguruan Sutomo Medan, Johan Arifin, Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir Khoe Tjok Tjin, tinjau vaksinasi Covid-19 di sekolah tersebut, Kamis (26/8).

Kegiatan ini bertujuan mewujudkan herd immunity atau kekebalan kelompok untuk masyarakat yang sehat dan produktif, terkhusus kalangan pelajar.

“Sebenarnya ini untuk kegiatan (vaksinasi) yang kesekian kami dari TNI, dari Kodam I/BB, melaksanakan kegiatan vaksinasi. Kali ini sasarannya dengan Yayasan Perguruan Sutomo.

Kalau kemarin dengan Sekolah Santo Thomas,” kata Pangdam I/BB, Mayjend TNI Hassanudin menjawab wartawan usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMA Swasta Sutomo 1, Kamis (26/8).

Menurutnya, vaksinasi di SMA Sutomo 1 Medan berjalan tertib, lancar, dan terpenting dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. “Dan ini pun sangat baik untuk mengedukasi para generasi muda, khususnya para pelajar. Saya sangat senang dan optimis, sasaran untuk meningkatkan kekebalan kita secara menyeluruh bisa terlaksana. Mudah-mudahan grafik (kasus Covid) kita bisa melandai, dan kita bisa beraktivitas secara normal. Dan mungkin aktivitas sekolah tatap muka bisa dilaksanakan sesuai dengan kebijakan. Nanti kita tunggu,” terangnya.

Pangdam menyebut, pihaknya menyiapkan 1.000 dosis vaksin untuk sekolah tersebut. Sesuai dengan tahapan dan target, pihaknya siap upayakan sampai 4.000 dosis khusus para pelajar. “Paling terpenting adalah, setelah mereka divaksin tetap disiplin prokes 5M dalam aktivitas sehari-hari. Termasuk apakah nanti sekolah jadi dibuka, prokes ini harus terus kita lakukan untuk memutus rantai penularan,” pungkasnya.

Kehadiran Pangdam disambut Ketua Yayasan Perguruan Sutomo Medan, Johan Arifin, Kepala SMA Sutomo 1 Medan, Ir Khoe Tjok Tjin dan lainnya.

Johan Arifin mengucapkan terimakasih atas kerjasama dengan Kodam I/BB tersebut. “Prosesnya sangat profesional dan sebelum pelaksanaan ini kita juga sempat diskusi agar pelaksanaan vaksin ini berjalan lancar,” katanya.

Yayasan sendiri berharap agar nanti 5.000 lebih pelajar mereka dapat divaksin. “Hari ini kita dapat 1.000 siswa yang divaksin. Target kita 5000 lebih. Kita akan terus berkoordinasi dengan pemda, Kodam dan Polri agar dapat melaksanakan vaksinasi untuk siswa kita lainnya. Apalagi sudah setahun lebih mereka tidak belajar tatap muka dan tidak pernah bertemu dengan kawan-kawannya di sekolah,” ujarnya.

Adapun yang divaksin yakni pelajar SMA kelas III dan SMP kelas III. “Kami beralasan karena mereka ini mau meninggalkan sekolah. Untuk selanjutnya kita berharap yang divaksin siswa kelas I dan kelas I,” pungkasnya. (prn/ila)

Martua Sinurat Didapuk jadi Ketua Aklindo, Gubsu Edy Ajak Wujudkan Sumut Bermartabat

MUSDA: Pembukaan Musda IV DPD Perkumpulan Aklindo Sumut berlangsung secara virtual, Rabu (25/8). Martua Sinurat terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Aklindo Sumut periode 2016-2021. prans/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perkumpulan Afiliasi Konstruksi dan Instalasi Indonesia (Aklindo) Sumatera Utara diajak untuk mewujudkan Provisi Sumut yang maju, aman dan bermartabat.

MUSDA: Pembukaan Musda IV DPD Perkumpulan Aklindo Sumut berlangsung secara virtual, Rabu (25/8). Martua Sinurat terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Aklindo Sumut periode 2016-2021. prans/sumut pos.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi melalui Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdaprovsu, Mulyono, menyampaikan hal itu saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD Perkumpulan Aklindo Sumut bertajuk Indonesia Tangguh di Masa Era Baru Konstruksi secara virtual, Rabu (25/8).

Guna mewujudkan Sumut bermartabat itu, diharapkan agar ahli dan tenaga konstruksi anggota dari Perkumpulan Aklindo terus meningkatkan keahlian (skill). Pemprov Sumut mendukung peningkatan keahlian itu.

“Selamat bermusda. Kami berharap pengurus baru yang terpilih adalah yang mampu meningkatkan kompetensi para tenaga ahli profesional di Perkumpulan Aklindo Sumut,” ujar Mulyono.

Selain itu, Perkumpulan Aklindo diminta berkontribusi dalam pembangunann

sektor konstruksi instalasi listrik di Sumut. Diminta juga agar disiapkan masukan dan rekomendasi untuk program desa dan dusun di Sumut bebas dari kegelapan.

Ketua Umum DPP Perkumpulan Aklindo, Andy Amir Husri, meyampaikan apresiasi atas upaya Pemprov Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur Edy Rahmayadi, dalam menangani pandemi Covid-19.

Salah satu indikator keberhasilan penanganannya, sebut dia, adalah ekonomi Sumut yang berhasil tumbuh positif 4,95% (yoy) di triwulan II/2021, atau naik 1,83% dari triwulan I.

“Ini tentu kabar baik bagi pelaku usaha konstruksi. Dan kami di Perkumpulan Aklindo seluruh Indonesia, siap memberi kontribusi di era baru konstruksi dan juga untuk meningkatkan kemitraan positif dengan Pemprovsu” ujarnya.

Ketua DPD Perkumpulan Aklindo Sumut, Martua Sinurat ST, melaporkan Musda IV diikuti pengurus DPD Sumut dan DPC kabupaten/kota se Sumut. Selain merumuskan program kerja, Musda IV juga untuk memilih dan melantik pengurus DPD Perkumpulan Aklindo Sumut periode 2021-2026.

Martua melaporkan, Perkumpulan Aklindo saat ini adalah asosiasi jasa perusahaan jasa konstruksi bernama Aklindo. “Namun karena regulasi Kementerian PUPR, nama Aklindo berubah menjadi Perkumpulan Aklindo, yang tentunya hadir dengan semangat baru pula,” ujarnya.

Turut hadir secara virtual, di antaranya Ketua DPD Gapeknas Sumut, Junjungan Pasaribu, Ketua DPD Gapeksindo Sumut, Erikson Lumbantobing, Ketua DPD Askonas Sumut, Rikson Sibuea, Ketua BPD Gapensi Sumut, TM Pardede, dari PLN UIW Sumut, serta para ketua DPD Aklindo provinsi lain di Indonesia.

Adapun Martua Sinurat terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum DPD Perkumpulan Aklindo Sumut periode 2021-2026. Mendampinginya Hendri S Simorangkir sebagai Sekretaris Umum dan Rini Darmayanti Samosir sebagai Bendahara Umum, serta dilengkapi pengurus departemen. Selain itu juga ditetapkan program kerja.”Terimakasih kepada pengurus pusat, pengurus daerah dan cabang yang memercayai saya memimpin Perkumpulan Aklindo Sumut lima tahun ke depan,” ujar Martua.

Ia mengatakan anggota Perkumpulan Aklindo Sumut siap memberikan kontribusi bagi pembangunan infrastruktur Sumut di masa pandemi, termasuk ketenagalistrikan, jalan dan jalan tol dan sebagainya.

“Dan ini sekaligus untuk menanggapi ajakan Pak Gubernur Edy Rahmayadi untuk bersama-sama membangun Sumut yang bermartabat, Perkumpulan Aklindo Sumut mengapresiasinya dan siap menguatkan kontribusi,” pungkasnya. (prn/ila)

Teks Foto:

MUSDA: Pembukaan Musda IV DPD Perkumpulan Aklindo Sumut berlangsung secara virtual, Rabu (25/8/2021). Martua Sinurat terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum periode 2016-2021. IST

Nakes RSUD Pirngadi Divaksin Booster Covid

Disuntik vaksin: Seorang nakes RSUD dr Pirngadi Medan disuntik vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster), Kamis (26/8). idris/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Pirngadi Medan menjalani vaksinasi dosis ketiga atau booster Covid-19. Namun, vaksinasi tersebut tidak dilakukan sekaligus kepada seluruh nakes di rumah sakit milik Pemko Medan itu.

Disuntik vaksin: Seorang nakes RSUD dr Pirngadi Medan disuntik vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster), Kamis (26/8). idris/sumut pos.

Sekretaris Tim Vaksin RSUD dr Pirngadi Medan, Ester Pinem mengatakan, jumlah nakes yang akan mendapatkan vaksin ketiga ini sebanyak 1.432. Untuk stok vaksin yang diperoleh sebanyak 50 vial.

“Kita dikasih masih 50 vial, 1 vial itu bisa digunakan untuk 14 nakes. Jadi estimasi kita yaitu 50 x 14 berarti, sekitar 700-an nakes bisa mendapatkan booster dari 50 vial tersebut. Selebihnya, akan dibicarakan lagi dengan tim apakah dilanjutkan atau kita buat interval,” kata Ester, Kamis (26/8)n

Menurut Ester, vaksinasi ketiga ini dilakukan secara bertahap karena stok vaksin Moderna masih terbatas. Selain itu, ada juga nakes yang baru mendapatkan vaksin kedua. “Banyak juga nakes yang belum bisa divaksin booster karena baru melaksanakan vaksin kedua. Sebab, minimal usai vaksin kedua harus 3 bulan dulu baru bisa mendapatkan vaksin lanjutannya,” ujar dia.

Ester berharap, dengan adanya vaksin dosis ketiga ini dapat menurunkan angka nakes yang terpapar Covid-19. “Kita harapkan vaksinasi ini akan menurunkan angka Covid-19, minimal dengan vaksinasi ini dapat meringankan sakit jika terpapar Covid-19. Kalau saya menganggap, vaksinasi ini ibarat ketika hujan pakai payung. Meskipun basah, tapi tidak bakalan kuyup. Artinya vaksin ini dapat melindungi kita dari kondisi parah,” ujarnya.

Sementara, dr Hendrico Simarmata, dokter yang diperbantukan untuk screening vaksinasi mengatakan, vaksin Moderna sangat bermanfaat sekali bagi nakes, salah satunya untuk pencegahan. “Kita sudah melaksanakan vaksin pertama dan kedua. Sekarang ini, tambahan vaksin ketiga yang disebut booster. Artinya, ini tambahan antibodi yang diberikan kepada nakes. Vaksin Moderna inikan hampir sama dengan vaksin jenis Sinovac,” katanya.

Hendrico mengaku, sejak pelaksanaan vaksinasi booster di rumah sakit tersebut yang dimulai pada Rabu (25/8), belum ada laporan terjadinya KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) pada nakes yang sudah mendapatkan booster. “Untuk KIPI belum ada laporan yang kami terima. Saya pribadi juga sudah mendapatkan booster ini, memang ada rasa sakit tapi hanya di lokal suntikan saja. Beberapa hanya merasa demam atau meriang saja,” pungkas Hendrico. (ris)

Empat Mobil Mewah Gunakan Plat Palsu Konsulat Rusia, Polisi Amankan Seorang Dokter

DIAMANKAN: Mobil milik seorang dokter yang menggunakan plat palsu Konsulat Rusia. idris/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Gabungan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Satuan Lalu Lintas Polrestabes Medan, Sumatera Utara, menangkap seorang dokter berinisial MF karena menggunakan mobil dengan tanda nomor kendaraan bermotor (TNBK) Konsulat Rusia palsu.

DIAMANKAN: Mobil milik seorang dokter yang menggunakan plat palsu Konsulat Rusia. idris/sumutpos.

Adapun keempat mobil mewah yang diamankan, yaitu Hyundai warna hitam plat CC 37 02, Mercedes Benz plat CC 37 01, Pajero Sport hitam plat CC 37 07 dan mobil sport jenis sedan warna oranye BK 119 FZ dengan tambahan tempelan plat CC. Namun belakangan, tiga dari empat mobil mewah berplat CC tersebut dipulangkan. Sedangkan satu mobil lagi yakni Pajero Sport hitam plat CC 37 07 masih diamankan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, dari hasil pemeriksaan di Ditlantas Polda Sumut, plat kendaraan mobil mewah itu tidak terdaftar. Di sisi lain, setelah ditelusuri ternyata tidak ada Konsulat Rusia di Medan maupun Indonesia. “Dari hasil pengembangan yang dilakukan oleh Satreskrim Polrestabes Medan, mobil Pajero Sport ada dugaan unsur pidana. Sementara tiga kendaraan lainnya dikenakan tilang,” ujar Hadi, Kamis (26/8).

Terpisah, Plt Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Langgak Putra Marpaung mengatakan, pengungkapan kasus ini setelah adanya informasi dari masyarakat dan viral viral di media sosial tentang adanya beberapa kendaraan berplat CC 37 yang digunakan oleh seseorang.

Atas informasi tersebut, pada Selasa (24/8) sekitar pukul 17.30 WIB, personel Resmob Satreskrim Polrestabes Medan berhasil mengamankan mobil Hyundai plat CC 37 02 yang terparkir di halaman parkir rumah sakit di Jalan Listrik. Saat itu, sopir yang membawa mobil tersebut berinisial AT, menerangkan bahwa ada beberapa unit mobil lainnya yang berplat CC berada di salah satu rumah di Jalan HM Yamin. “Kita kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan 3 unit mobil lainya,” kata Rafles saat memberikan keterangan pers di Mapolrestabes Medan.

Rafles menyebutkan, untuk mobil Pajero Sport plat CC 37 07 tidak dilengkapi dokumen resmi dan hanya memiliki surat jalan. Mobil ini milik seorang wanita berinisial S yang masih kredit leasing dan dititipkan kepada dr MFN karena tidak bisa mengemudikannya. Namun, S tidak mengetahui nomor plat mobil tersebut sebenarnya adalah BK 1672 QR, diganti oleh dr MFN menjadi CC 37 07. “Kasusnya masih kita selidiki lebih lanjut,” pungkas Rafles.

Sementara, Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Sonny Siregar menambahkan, dalam kasus tersebut pihaknya memberikan sanksi pelanggaran berupa tilang terhadap tiga mobil mewah yang telah dipulangkan. “Setelah kita mendapatkan surat dari Direktorat Lalu Lintas yang menyatakan bahwa kendaraan berplat CC 37 tersebut tidak terdaftar, lalu kami bersama Satreskrim Polrestabes Medan langsung melakukan penindakan. Ada beberapa mobil yang akan kita pulangkan dan hanya kita beri sanksi tilang, dan ada juga yang akan dilanjutkan penyidikannya oleh Satreskrim Polrestabes Medan,” ujar Sonny. (ris/ila)

Teks foto : Mobil mewah yang diamankan Satreskrim Polrestabes Medan karena diduga menggunakan plat palsu Konsulat Rusia, Kamis (26/8). (M IDRIS)

Laksanakan Program DPP, DPD PAN Deliserdang Vaksin 1.000 Orang

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Deliserdang menggelar vaksinasi massal di empat lokasi, pada Selasa (24/8/21) dan Rabu (25/8/2021). Vaksinasi massal ini diikuti 250 orang di setiap lokasi.

Pelaksanaan vaksinasi masal tersebut bekerjasama dengan pihak Puskesmas setempat sebagai tim medis, yang dikoordinir Ketua DPD PAN Kabupaten Deliserdang  Ir Irawan MAP. Menurut Irawan, kegiatan ini didukung penuh oleh DPP PAN, khususnya Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay yang telah mengupayakan penyediaan vaksin Covid-19.

Pada Rabu kemarin, DPD PAN Deliserdang menggelar vaksinasi massal di Puskesmas, Jalan Puskesmas Pasar X, Desa Bandar Khalifah, Percut Sei Tuan, Deliserdang. Sebelumnya, vaksinasi massal juga dilaksanakan ditiga lokasi lainnya yakni di Kantor Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Puskesmas Lubukpakam,  Jalan Pangeran Diponegoro, Petapahan, Kecamatan Lubukpakam, dan Puskesmas Tanjungmorawa, Jalan Irian, Bandarlabuhan, Kecamatan Tanjungmorawa.

“Jadi totalnya ada 1.000 peserta yang kita vaksin dari keempat lokasi. Ini semua berkat kerja keras para kader PAN Deliserdang,” ujar Irawan yang juga anggota DPRD Deliserdang dua periode dari Dapil 6 meliputi Kecamatan Percut Sei Tuan dan Batang Kuis ini.

Irawan menjelaskan, vaksinasi massal yang dilaksanakan ini merupakan program DPP PAN yang dilaksanakan oleh DPD PAN Kabupaten Deliserdang, yang bertujuan membantu pemerintah dalam menurunkan angka penyebaran Covid 19. “Ini juga arahan dari Ketua Umum Bapak Zulkifli Hasan sebagai program memberi kemudahan dan kenyamanan kepada masyarakat yang mau divaksin, PAN hadir memberi solusi,” ujarnya.

Lebih lanjut Irawan bersyukur karena semuanya berjalan lancar sesuai arahan Ketum PAN Zulkifli Hasan. Dia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat yang telah ikut serta dalam pelaksanaan vaksinasi massal yang menjadi program DPD PAN dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Deliserdang. “Apresiasi terkhusus untuk semua kader PAN di Deliserdang yang turut serta mendukung dan ikut terjun dalam berjalannya pelaksanan vaksinasi massal ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Zein, seorang warga Desa Bandar Khalifah, Percut Seituan, mengucapkan ribuan terima kasih kepada DPD PAN Deliserdang, terkhusus Ketua DPD PAN Irawan. “Dengan program ini, kami lebih mudah mendapatkan vaksin, dan berharap agar tidak henti-henti berbuat yang terbaik untuk masyarakat,” harapnya. (adz)

FOZ Sumut Gelar Muswil ke-4, M Iqbal Farizi Terpilih jadi Ketua

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Forum Zakat (FOZ) Sumut menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-4 di Cafe Pecal Pincuk, Medan Sunggal, Rabu (25/8). Selain agenda laporan pengurus periode 2018-2021, juga dilaksanakan pemilihan pengurus baru.

Dalam sambutannya, Munawar selaku Ketua FOZ Sumut 2018- 2021, menyampaikan bahwa Muswil ini merupakan momen yang sangat penting bagi gerakan zakat di Sumatera Utara. “Ke depan, selayaknya amil harus bangga dengan profesinya. Amil adalah profesi yang sangat mulia dan disebutkan secara khusus dalam Alqur’an,” kata Munawar.

Sementara Sekretaris Umum Forum Zakat Nasional (Foznas), Irvan Nugraha menyampaikan selamat kepada seluruh peserta Muswil. Ia juga mengharapkan agar FOZ Sumut dapat melahirkan ide-ide terbaik, sekaligus menyusun langkah kerja terbaik ke depannya.

Irvan mengingatkan, FOZ adalah rumah besar bagi semua Organisasi Pengelola Zakat (OPZ). “FOZ ini selayaknya menjadi rumah besar bagi seluruh OPZ. Apalagi OPZ sendiri tugasnya sudah sangat berat dalam membantu para mustahik, sekaligus harus siap menjadi garda terdepan dalam menghadapi situasi pandemik ini,” ujarnya.

Setelah mendengar laporan pengurus lama, 18 OPZ yang hadir mengikuti sesi pemilihan pengurus baru, yang berlangsung dengan dinamis dan dalam suasana sejuk, dengan tetap merujuk pada AD/ART yang diterbitkan Foznas.

Terpilih sebagai ketua baru FOZ Sumut periode 2021-2024, M Iqbal Farizi, yang berasal dari Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sumut. Sedangkan sekretaris terpilih Sulaiman, dari Dompet Dhuafa (DD) Waspada. Sedangkan untuk posisi bendahara, terpilih Indra Firdaus, dari Daarut Tauhid (DT) Peduli.

Selaku ketua terpilih, M Iqbal Farizi menyampaikan paparan rencana FOZ Sumut ke depan. “Terkait program kerja, akan mengacu kepada hasil Munas Foznas 2021 di Malang. Penguatan Capacity Building Amil, Sinergi dengan berbagai pihak, dan Sertifikasi Amil, akan menjadi tema prioritas pengurus,” paparnya.

Ia juga mengajak semua OPZ di Sumut agar siap berbenah dan menguatkan sinergi. “Terlepas dari program kerja internal tiap lembaga, namun sinergi antar lembaga adalah salah satu keniscayaan guna mewujudkan perbaikan ummat,” ajaknya.

Usai terpilih dan dilantik oleh pengurus Foznas, yang direncanakan berlangsung selambatnya pertengahan September 2021, akan segera dilaksanakan rapat kerja guna menyusun program serta tahapan strategi organisasi. (adz)

Dukung PON XX Papua, PLN Perkuatan Keandalan Sistem Kelistrikan Merauke Siap 100 Persen

MERAUKE, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) berhasil merampungkan kontruksi infrastruktur kelistrikan untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX di Merauke, Papua. Perseroan menjamin keandalan pasokan listrik demi menyukseskan gelaran kompetisi olah raga nasional empat tahunan tersebut.

“Pada prinsipnya kami telah siap. Pekerjaan kelistrikan sudah selesai 100 persen dan diharapkan dapat mendukung optimal pengembangan olah raga nasional lewat gelaran PON XX di Merauke ini,” ujar Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda

Dirinya menuturkan, penyelesaian pekerjaan kelistrikan di Merauke ini dilakukan untuk 5 venue pertandingan dan 5 lokasi wisma atlet. Sistem kelistrikan ini juga meliputi seluruh venue seperti Hotel Swissbel, Arena Balap Motor Tanah Miring, Stadion Katalpal, GOR KONI Hiad Sai dan Gedung Archelaus Sai.

Selanjutnya Mess Martadinata, Mess Musamus, Wisma Bunda Pengharapan, Mess Katalpal, Mess Kompi Senapan B dan Mess Ndoremkai yang rencananya akan dijadikan sebagai wisma atlet.

Huda menambahkan, dalam persiapan menghadapi PON XX Papua di Merauke, PLN telah melakukan perbaikan dan pemeliharaan jaringan listrik dan pembangkit.

“Ini kami lakukan untuk memastikan pasokan listrik dari pembangkit dapat teraliri dengan baik saat kegiatan nanti,” tambahnya.

Sementara itu, terkait ketersediaan daya, pembangkit listrik yang ada sangat cukup untuk menyuplai daya yang dibutuhkan selama PON XX berlangsung.
Beban puncak Kabupaten Merauke saat ini 24,2 MW, sedangkan total daya pembangkit kami mampu mencapai 46,5 MW.

“Dengan perkiraan kebutuhan daya untuk PON XX sekitar 3,4 MW, maka pembangkit kami masih sangat cukup,” ucapnya.

Selain suplai dari pembangkit utama, PLN juga telah menyiapkan peralatan pendukung lain untuk mengamankan pasokan listrik di venue-venue dan lokasi strategis selama pertandingan nantinya berlangsung.

Beberapa di antaranya seperti 33 unit mobile genset kapasitas variatif antara 100 kW, 200 kW dan 500 kW, 2 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) 250 kVA, serta 6 Unit Gardu Bergerak (UGB) dengan kapasitas 250 VA dan 400 kVA. yang akan dipasang di venue-venue pertandingan dan lokasi strategis lainnya.

”Dengan backup ini, diharapkan tidak ada padam sama sekali saat kegiatan berlangsung,” pungkas Huda.

Kabupaten Merauke menjadi tuan rumah penyelenggaraan 6 cabang olahraga, yakni sepak bola putri, catur, bermotor, anggar, wushu dan gulat yang akan dilaksanakan di 5 venue berbeda.

Dengan persiapan dan antisipasi yang matang, PLN berupaya memastikan keandalan suplai listrik untuk PON XX di Merauke agar dapat terjaga tanpa adanya gangguan.

Pekan olah raga paling akbar di tanah air ini akan digelar pada 2-15 Oktober 2021 mendatang. Selain di Merauke, gelaran acara juga akan dipusatkan di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Mimika. PLN secara penuh mendukung penyelenggaraan dan sukses acara PON XX di Papua. (ila)