26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3205

KPPU Temukan Harga PCR di Atas Rp525 Ribu

TES PCR: Petugas tenaga kesehatan (Nakes) melakukan tes PCR kepada seorang warga.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Kesehatan telah menetapkan harga tertinggi untuk tes Swab Polymerase Chain Reaction (PCR) sebesar Rp525 ribu. Namun ternyata, masih ada pihak yang mematok harga di atas harga itu.

TES PCR: Petugas tenaga kesehatan (Nakes) melakukan tes PCR kepada seorang warga.

Hal ini terungkap dari hasil pemantauan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) terhadap harga tes PCR di Kota Medan, Sumatera Utara. Kepala KPPU Kantor Wilayah (Kanwil) I, Ridho Pamungkas mengingatkan seluruh penyedia layanan tes Swab PCR mengikuti HET yang sudah ditetapkan Pemerintah. “Kalau dari pantauan kitan

banyak yang turun. Tapi masih ada di atas HET Rp525 ribu,” ucap Ridho kepada wartawan, Rabu (25/8).

Ridho mengatakan, untuk penyedia layanan swab PCR yang masih memberlakukan harga di atas HET akan menjadi fokus pemantauan dan pengawasan dari KPPU. Kemudian, untuk secepatnya melakukan penyesuaian harga yang sudah ditetapkan Pemerintah. “Kita perlu lagi melakukan penelitian, apakah harga di atas HET itu, ada servis tambahan diberikan,” jelas Ridho.

Kemudian, apakah harga swab di atas HET melihat kecepatan hasil tes keluar. Ridho mengatakan harga Rp525 ribu hasil keluar 1 x 24 jam dan hasil keluar 4 jam harga dibandrol mencapai Rp 1 juta. “Ini menjadi pengawasan dan KPPU melakukan pengawasan dimasing-masing wilayah kerja,” tutur Ridho.

Lanjut, Ridho mengatakan, terkait dengan kecepatan keluarnya hasil Swab PCR itu, merupakan pelayanan ekstra. Tapi, menurutnya harganya harus sesuai dengan HET, tidak boleh menetapkan harga sendiri. “Penyedia layanan ini (harga di atas HET) akan kita panggil dalam waktu dekat. Kita KPPU mau mempertanyakan kenapa harga masih di atas HET,” jelas Ridho.

Ridho mengakui ada dagang atau bisnis dalam penyediaan layanan swab PCR. Apa lagi, tes ini bukan saja untuk kepentingan medis saja. Tapi, menjadi syarat utama untuk perjalanan menggunakan pesawat terbang, yang ditetapkan oleh Pemerintah. “Jangan bermain-main harga dan memanfaatkan kondisi ini untuk mencari keuntungan berlebih,” tutur Ridho.

Ridho tidak mempermasalahkan soal ‘perang harga’ murah atau promo diberikan maskapai penerbangan untuk swab PCR bagi calon penumpang. Selama tidak merugikan masyarakat tidak jadi masalah. “Ada keuntungan berlebih menjadi pengawasan kita. Kalau kami memandang tidak ada masalah (harga swab PCR diberikan maskapai penerbangan). Apa lagi, promo dipaketkan dengan harga tiket pesawat. Kecuali perang harga, untuk menyingkirkan pesaing, itu yang tidak boleh,” kata Ridho.

Selain itu, Ridho mengungkapkan, KPPU bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumut melakukan pengawasan terhadap obat Covid-19 di Kota Medan maupun di Sumut ini. “Obat Covid-19, memang mekanisme diperuntukan kondisinya kritis sudah di rumah sakit. Bila dijual bebas di apotik harus pake resep dokter dan permintaan,” jelasnya.

Ridho menambahkan untuk pengawasan obat COVID-19, harga dijual kepada masyarakat masih sesuai dengan HET ditetapkan oleh Pemerintah.”Untuk saat ini, aman,” pungkas Ridho.(gus)

Usai Bertanding, Petinju Langkat Meninggal

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tinju Sumatera Utara berduka. Rina Diastari (21), petinju putri asal Langkat, Rabu (25/8) sore WIB meninggal dunia di RS Adam Malik Medan.

RUMAH DUKA: Suasana di rumah duka, Desa Pembangunan Langkat, Kecamatan Salapan, Rabu (25/8) malam. (IST).

Informasi dikumpulkan, Rina meninggal setelah sebelumnya sempat dirawat dan menjalani operasi di RS Adam Malik.

Rina dibawa ke RS Adam Malik sejak Senin (16/8), usai kalah RSC di laga final Selekda Tinju Sumut di Medan yang dilaksanakan Pengprov Pertina Sumut untuk menjaring atlet persiapan PON XXI/2024 Aceh- Sumut.

Di laga final, Rina yang bertanding di Kelas 54 Kg, berhadapan dengan Tiara (Medan). Laga di partai pamungkas ini dihentikan di ronde kedua, karena wasit menilai, Rina tidak layak lagi melanjutkan pertandingan.

Selanjutnya karena diduga mengalami pendaharahan di bagian kepala, Rina yang sebelumnya mantan karateka ini, pada Sabtu (21/8) menjalani operasi di bagian kepala.

“Kita sangat berduka atas kejadian ini. Tapi kita tidak bisa menolak ketentuan Yang Maha Kuasa. Rina meninggal setelah empat hari menjalani operasi di bagian kepala,” ujar Ketua Pengprov Pertina Sumut Romein Manalu ketika dikomfirmasi, Rabu (25/8) malam.

Romein menjelaskan, perangkat pertandingan sesungguhnya sudah menjalankan ketentuan sesuai aturan. Karenanya, ketika Rina mendapat tiga pukulan beruntun, wasit langsung menghentikan laga.

Ketua KONI Langkat HT Paris melalui Wakil Ketua Idris ketika dihubungi membenarkan, petinju putri kebanggaan Langkat Rina Diastari meninggal dunia di RS Adam Malik. ”Ini kami baru nyampai di rumah duka bang, di Desa Pembangunan Tanjung Langkat Kecamatan Salapian , mengantarkan jenazah almarhumah,” jelas Idris.

Kepergian Rina meninggalkan duka mendalam khusus bagi Pertina dan KONI Langkat. Sebab pada Kejurda Tinju Elite yang juga Selekda atlet untuk Pelatda PON 2024 yang digelar 13 hingga 16 Agustus lalu, Petina Langkat tampil di peringkat kedua dengan torehan empat medali emas, tiga perak dan dua perunggu.

Satu dari tiga medali perak tersebut adalah persembahan almarhumah Rina Diastari. Selamat Jalan Rina. (dek)

Penipuan Berkedok Investasi, Warga Simalingkar Divonis 33 Bulan

PUTUSAN: Naikta Revina Sembiring, terdakwa kasus penipuan menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan, Rabu (25/8).agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim diketuai Sayed Tarmizi menghukum Naikta Revina Sembiring dengan pidana selama 2 tahun 9 bulan (33 bulan) penjara. Warga Jalan Sawit Raya, Simalingkar, Medan Tuntungan ini terbukti bersalah melakukan penipuan ratusan juta berkedok investasi.

PUTUSAN: Naikta Revina Sembiring, terdakwa kasus penipuan menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan, Rabu (25/8).agusman/sumut pos.

Dalam amar putusannya, terdakwa Naikta dinilai telah memenuhi unsur bersalah sebagaimana Pasal 378 KUHPidana.

“Mengadili, menjatuhkan terdakwa Naikta Revina Sembiring oleh karenanya dengan pidana penjara selama 2 tahun 9 bulan penjara,” ujarnya dalam sidang virtual di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (25/8).

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya.

Atas putusan tersebut, majelis hakim memberikan waktu 7 hari kepada terdakwa maupun jaksa penuntut umum (JPU) Irma Hasibuan untuk menyatakan terima atau banding. Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan JPU, yang semula menuntut terdakwa selama 3 tahun penjara.

Kasus ini diketahui bermula rentang waktu 2018 hingga 2019. Sekitar bulan Januari 2019 saksi Tio Rista Purba bertemu saksi Lusianna Br Ginting yang mengatakan bahwa ia ikut dalam kegiatan Titip Trading Usaha Bersama yang dipegang oleh terdakwa Naikta Revina Sembiring, selanjunya saksi Lusianna Br Ginting mengajak saksi Tio Rista Purba untuk bergabung dan akan mempertemukan saksi Tio Rista Purba dengan terdakwa.

Setelah berkenalan, kemudian terdakwa menawarkan jenis paket-paket TTUB dengan mengatakan ada backup dananya senilai Rp2.000.000.000. Karena percaya dan yakin dengan perkataan terdakwa, pada bulan Februari 2019, saksi Tio Rista Purba menghubungi terdakwa untuk meminta nomor rekening milik terdakwa.

Kemudian, terdakwa mengirimkan nomor rekening milik terdakwa melalui WhatsApp dan saksi Tio Rista Purba mengirimkan uang ke rekening terdakwa beberapa tahapan dari puluhan hingga ratusan juta.

Setelah mendapat kwitansi pembayaran Titip Trading Usaha Bersama dan jangka waktu kontraknya, saksi Tio Rista Purba kembali mengirimkan uang ke rekening terdakwa. Namun pada pertengahan bulan Mei 2019 saksi Tio Rista Purba tidak menerima lagi uang dari terdakwa sesuai dengan modal dan profit yang dijanjikan oleh terdakwa dan saksi Tio Rista Purba menghubungi terdakwa untuk menanyakan kenapa tidak ada pembayaran modal dan pofit.

Tetapi, terdakwa mencoba meyakinkan saksi bahwa dana tersebut aman dan ia bertanggung jawab. Namun, saat saksi bertemu terdakwa di rumah saksi Lusianna Br Giting, terdakwa menjelaskan bahwa perusahaannya sudah scame (kalah trading) dan sudah tutup dan pemilik perusahaan sudah lari.

Selanjutnya, sekitar bulan Juni 2019 saksi Tio Rista Purba dan saksi Lusianna Br Ginting, Feli Ginting, dan anaknya Indah Tiara pergi ke rumah terdakwa yang di Jalan Sei Ular Baru untuk menanyakan kegiatan Titip Trading Usaha Bersama tersebut. Namun, secara mengejutkan, dari pengakuan terdakwa bahwa backup dana senilai Rp2.000.000.000 tersebut, tidak ada dan kegiatan TTUB yang diciptakan terdakwa untuk melakukan kegiatan mengumpulkan dana. Investasi dana tersebut ternyata bodong. (man/azw)

Akibat perbuatan terdakwa tersebut saksi Tio Rista Purba mengalami kerugian sekitar Rp171.648.000. Dalam perkara ini, selain saksi Tio Rista Purba, masih banyak korban lain dari investasi bodong yang dikelola oleh terdakwa, dengan kerugian rata-rata ratusan juta rupiah. (man)

Ditangkap, Pengendara Motor Buang Sabu ke Jalan

PAPARKAN: Dua tersangka pemilik saat sabu-sabu dipaparkan Polsek Medan Baru, Rabu (25/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua pemuda yang berboncengan mengendarai sepeda motor Mio warna biru tanpa plat, tertangkap basah petugas Polsek Medan Baru membuang sabu-sabu ke jalan di Jalan Datuk Kabu, Pasar III Tembung. Akibatnya, mereka diboyong ke kantor polisi untuk proses hukum.

PAPARKAN: Dua tersangka pemilik saat sabu-sabu dipaparkan Polsek Medan Baru, Rabu (25/8).

Adapun kedua pengendara sepeda motor yang berboncengan tersebut, M Harun Alrasid Pasaribu (48) warga Jalan Datuk Kabu, Pasar III Tembung Gang Raja, Kecamatan Percut Seituan. Sedangkan rekannya yang duduk diboncengan adalah Rahmaddani (31) warga Jalan Perjuangan Gang Perjuangan 4, Bintang Meria, Kecamatan Batangkuis, Deliserdang.

“Kedua pemuda tersebut ditangkap petugas kita karena kepergok membuang 1 paket sabu saat melintas di Jalan Datuk Kabu, Pasar III Tembung. Keduanya memang menjadi target penangkapan berdasarkan hasil pengembangan informasi dari masyarakat,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu I Sitorus, Rabu (25/8).

Disebutkannya, kedua pemuda yang kini berstatus tersangka ini gerak-geriknya mencurigakan dan juga ciri-cirinya sesuai dari informasi masyarakat. “Petugas kita menghentikan laju sepeda motor tersangka. Saat akan digeledah, seorang tersangka berinisial R terus membuang suatu benda dari genggaman tangannya. Setelah diperiksa, ternyata diduga kuat narkoba jenis sabu,” sebut I Sitorus. (rus/azw)

Dia menuturkan, pengakuan tersangka, narkoba tersebut dibelinya secara patungan dari seseorang di Jalan Jermal XV tanah garapan, Percut Seituan, seharga Rp 50 ribu dan akan dipakai bersama. “Tersangka sudah ditahan dengan barang bukti satu paket kecil sabu. Saat ini, keduanya masih menjalani proses hukum lebih lanjut,” tandasnya. (ris)

Dituntut Mati Kasus Pengendalian Sabu 52 Kg, Lapas Tanjunggusta Pindahkan Napi ke Nusakambangan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Lapas (Kalapas) Klas I Medan, Erwedi Supriyatno berencana memindahkan terpidana hukuman mati yang telah dinyatakan berkekuatan hukum tetap (inkrah) ke Lapas Nusakambangan. Hal itu dikatakannya, terkait tuntutan mati Khalif Raja bin Sudasri, narapidana pengendali sabu seberat 52 kilogram.

“Terkait tuntutan pidana mati yang diberikan JPU dari Kejari Medan kepada narapidana Khalif Raja, kita sangat setuju sekali atas hukuman yang diberikan kepada warga binaan yang masih melakukan tindak pidana narkoba,” kata Erwedi kepada wartawan, Rabu (25/8).

Dia menjelaskan, perkara tersebut terjadi pada tahun 2020, pada saat itu dirinya baru serah terima dengan pejabat lama dan sudah ada komunikasi dengan Mabes Polri.

“Yang bersangkutan kami serahkan ke Mabes Polri, karna terlibat dalam peradaran narkotika pada Desember 2019. Saat itu Mabes Polri datang menjemput yang bersangkutan ke Lapas,” terangnya.

Erwedi mengatakan, hal ini bentuk sebagai bentuk kerjasama dengan Mabes Polri dalam mengungkap perkara tersebut. Hingga akhirnya proses narapidana tersebut sampai ke tingkat penuntutan di PN Medan Selasa (24/8) kemarin.

“Jadi, kami sangat setuju sekali dengan tuntutan pidana mati untuk yang bersangkutan dan kami sangat mengapresiasi atas hukuman tersebut apabila yang bersangkutan terbukti melakukan peredaran narkotika,” ujarnya.

Ia menambahkan, terkait untuk pengamanan ke depannya, para narapidana yang ada di Lapas Klas I Medan akan mendapatkan pengawalan lebih ekstra dari petugas lapas.

“Untuk narapidana yang dihukum mati, apabila putusan sudah inkrah, kita akan secepatnya memindahkan yang bersangkutan ke Lapas Nusakambangan,” tegasnya. Diketahui, Khalif Raja merupakan terpidana kasus yang sama yang telah dihukum selama 20 tahun penjara.

Sebelumnya JPU Nurhayati Ulfia menuntut mati Khalif Raja, seorang napi yang mendekam di Lapas Klas I Medan. Khalif Raja bin Sudasri dituntut pidana mati oleh JPU di PN Medan, Selasa, (24/8)

Warga Jalan Menteng Indah, Kecamatan Medan Area itu dinilai terbukti menjadi pengendali sabu seberat 52 kg dari Lapas Klas I Medan.

Dalam nota tuntutan JPU menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 Ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Yakni tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman seberat 52 kg. (man/azw)

Tempa Mental dan Pupuk Kebersamaan, Peserta INJI Warrior Camp Terjang Jeram Sungai Bingai

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Peserta INJI Warrior Camp Angkatan I menjajal olahraga ekstrim arung jeram di Namo Sira-sira, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (25/8).

Para peserta terlihat antusias dan menikmati olahraga tersebut.

Menurut Direktur Sumatera Tropical Forest Journalism (STFJ) Rahmad Suryadi, arung jeram merupakan satu dari sekian agenda dalam pelatihan jurnalistik lingkungan ini.

Tujuannya untuk memupuk kebersamaan serta menempa mental para peserta. Selain itu, mereka juga diharap memahami teknik pemanfaatan jasa lingkungan berkelanjutan melalui kegiatan ini.

“Kita tahu bahwa seorang jurnalis yang ideal mesti tangguh serta bermental baja. Di sisi lain, pekerja pers juga dikenal punya ikatan solidaritas yang erat antar sesama. Jadi kita harap arung jeram ini mampu membentuk mereka,” ujar Rahmad.

Selepas arung jeram, peserta INJI Warrior Camp lanjut mengikuti outbound. Maksud dari kegiatan ini juga sama. Yakni membentuk karakter serta memupuk kebersamaan.

“Sebab visi konservasi hanya bisa terwujud dengan kebersamaan, tidak bisa sendiri-sendiri,” kata Rahmad.

Seperti diketahui, STFJ bersama sejumlah lembaga menggelar INJI Warrior Camp Angkatan I.

Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, yakni mulai Senin (23/8) hingga Sabtu (28/8), di Explore Sumatra, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Terdapat 30 mahasiswa-mahasiswi asal kampus di Sumatera Utara dan Aceh yang berhasil jadi peserta kegiatan usai melalui seleksi ketat.

Setiba di lokasi, peserta dan panitia melalui tes antigen dan menerapkan protokol kesehatan. Seperti menyediakan hand sanitizer dan masker.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan BBTNGL, TFCA, LCP, OIC, FKL, PFI Medan, WCS, Yayasan PETAI, Vesswic, CRU Aceh dan Explore Sumatra. (rel)

Tantang Kreatifitas Digital PTN dan PTS, Telkom Kembali Inisiasi Program TeSCA

TeSCA: Telkom secara resmi kembali menyelenggarakan program Telkom Smart Campus Awards (TeSCA) 2021 bertajuk “Digital Smart Campus Wujudkan Indonesia Tumbuh”.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali memberikan wujud nyata kontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik dengan memanfaatkan digitalisasi. 

 Kali ini sebagai dukungan untuk sektor pendidikan, Telkom secara resmi kembali menyelenggarakan program Telkom Smart Campus Awards (TeSCA) 2021 bertajuk “Digital Smart Campus Wujudkan Indonesia Tumbuh”.

Menurut Direktur Enterprise and Business Service Telkom, Edi Witjara TeSCA 2021 merupakan program pemeringkatan, awarding, dan publishing untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia beserta civitas academika baik dosen, mahasiswa/mahasiswi demi meningkatkan talenta digital nasional. 

 Pemeringkatan kampus tersebut, kata dia, dilakukan dengan menggunakan metodologi ZEN framework yang dikembangkan oleh Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Prof Dr Nizam, Ketua Umum Aptikom, Prof Zainal A Hasibuan, dan pakar IT nasional, Prof Richardus Eko Indrajit. 

“Sebagaimana yang disampaikan Bapak Presiden Jokowi bahwa Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital dalam 15 tahun ke depan atau setidaknya 600 ribu talenta per tahun, Telkom melakukan berbagai upaya untuk mendorong lahirnya talenta digital. Program TeSCA 2021 menjadi salah satu wujud upaya Telkom sebagai digital telco terdepan dalam melahirkan talenta-talenta digital terbaik,” katanya melalui pernyataan tertulis yang diterima Sumutpos.co, Selasa (24/8/2021). 

 Pihaknya berharap, pelaksanaan TeSCA 2021 dapat diikuti seluruh perguruan tinggi di Indonesia sehingga mampu meningkatkan digital adoption perguruan tinggi dan mengembangkan digital creativity dari civitas academika. 

“Dengan penerapan strategi pentahelix diharapkan dapat terjalin kerjasama yang baik antarkelima elemen yaitu Government, Academic, Media, Community, dan Business sehingga dapat menciptakan lebih banyak talenta digital sebagai generasi masa depan yang kompeten dan berdaya saing tinggi,” imbuh Edi. 

 Prof Nizam apresiasi upaya Telkom mendorong transformasi perguruan tinggi dalam memanfaatkan teknologi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan TeSCA ini. 

“Kami berharap agar perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia dapat berpartisipasi dan turut berperan aktif dalam mewujudkan kampus merdeka yang smart, kreatif dan inovatif untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing,” katanya. 

 Program TeSCA 2021 memiliki dua kategori penilaian yaitu Digital Adoption yang akan menobatkan perguruan tinggi terpilih di Indonesia, yang telah mengadopsi sistem digitalisasi sesuai dengan metodologi ZEN framework, sebagai institusi pendidikan “Campus of The Future” serta Digital Creativity yang akan akan menobatkan “The Future Generation: Civitas Academica”.

 Terdapat 5 (lima) kategori Digital Adoption PT yang meliputi Digital Infrastructure, Digital Service, Digital Learning, Digital Innovation, serta Smart Collaboration. Sedangkan untuk Digital Creativity Civitas Academica terdapat 6 (enam) kategori meliputi Lifestyle, Social & Community, Education & Information Distribution, Productivity, Entertainment & Home Intelligent, serta Games.

“Penghargaan TeSCA 2021 diharapkan dapat mengakselerasi penerapan Digital Smart Campus sehingga dapat membantu meningkatkan penilaian akreditasi PT di Indonesia. Selain itu, kami juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi dan kapabilitasnya agar memiliki daya saing di dunia kerja nanti. Selain itu bagi mahasiswa terpilih yang meraih penghargaan sebagai “The Future Generation” akan berkesempatan untuk mengembangkan karir di Telkom Indonesia,” sambung Edi. 

 Peluncuran progam ini dilakukan saat HUT ke-76 RI kemarin. Adapun untuk acara puncaknya, akan dilaksanakan bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2021, sebagai tonggak awal komitmen bersama untuk mewujudkan generasi bangsa yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing. 

 Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi laman www.tesca.id dan kanal media sosial @tescaindonesia.

“Melalui infrastruktur, platform, serta layanan digital yang Telkom miliki, kami berkomitmen dan siap mendukung perguruan tinggi dan civitas academika di Indonesia untuk dapat melahirkan talenta digital kebanggaan yang akan memberikan karya terbaik dan inovatif untuk bangsa dan negara,” tutup Edi. (rel/prn) 

Peringati HUT RI: #BangkitBersama dari Pandemi COVID-19, Gojek dan 90 Ribu Mitra Drivernya Gelar Kopdar, Kuis, dan Apresiasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Keseriusan komitmen Gojek untuk terus membantu mitra drivernya selama pandemi COVID-19, telah dilaksanakan dengan nyata sejak awal. Caranya, lewat berbagai inisiatif terkait bantuan pendapatan, penyediaan perlengkapan kesehatan, termasuk vaksinasi, serta bantuan yang meringankan beban biaya harian mitra driver.

Pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kali ini, Gojek mempertegas komitmennya melalui Festival #BangkitBersama Mitra Driver Gojek 2021 serta inisiatif-inisiatif lainnya. Antara lain, Kopdar Nusantara Hari Kemerdekaan. Berisi edukasi komprehensif soal manfaat vaksin yang diikuti oleh 90 ribu lebih mitra driver dari 61 kota.

Kopdar Nusantara ini menghadirkan 2 pembicara yang memaparkan pentingnya vaksin dari tiga perspektif berbeda: Pertama, dr. Reisa Broto Asmoro – Tenaga Kesehatan / Duta Adaptasi Kebiasaan Baru: membentuk kekebalan tubuh dari risiko paparan virus COVID-19 melalui vaksinasi. Dan Irjen Imam Sugianto – Asops Kapolri: peran warga negara untuk menjalankan kewajiban saling melindungi satu sama lain melalui vaksin agar terhindar dari paparan virus COVID-19.

Kegiatan berikutnya adalah Kuis Semarak Bangkit Bersama Mitra Driver. Diselenggarakan secara daring pada 14 – 16 Agustus 2021 untuk memeriahkan HUT RI sekaligus mengedukasi kembali mitra driver terkait vaksinasi. Kuis yang dapat diikuti melalui aplikasi oleh seluruh mitra driver di Indonesia ini memperebutkan hadiah 13 unit sepeda motor, ratusan handphone dan puluhan ribu saldo GoPay senilai masing-masing Rp50.000.

Juga ada pemberian apresiasi kepada mitra yang telah divaksin. Inisiatif ini dijalankan di berbagai area operasional Gojek dengan beragam hadiah mulai dari saldo GoPay, handphone dan sepeda motor. Khusus di Jabodetabek, Gojek bekerja sama dengan PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia memberikan hadiah utama berupa satu unit kendaraan Mitsubishi Xpander Ultimate. Hadiah akan diberikan pada akhir September 2021.

Menggandeng Mitra Driver untuk sukseskan vaksinasi pemerintah. Gojek turut melibatkan mitra driver Gojek untuk berperan aktif mengantarkan masyarakat menuju tempat vaksin. Selain sebagai bentuk gotong royong, hal ini turut berpotensi memberi peningkatan order dan pendapatan bagi mitra driver. Lewat inisiatif ini 200.000 pengguna aplikasi memanfaatkan voucher potongan harga untuk dapat bermobilitas dari dan ke lokasi vaksinasi.

Pada gelaran Vaksinasi Merdeka oleh Polda Metro Jaya, memanfaatkan fitur GoCorp , Gojek juga telah memfasilitasi sekitar 70.000 perjalanan gratis, bagi relawan dan tenaga kesehatan untuk dapat menjangkau 900 titik vaksinasi selama periode vaksinasi dosis pertama di tanggal 1-17 Agustus 2021.

Gede Manggala – Head of Indonesia Region Gojek mengatakan, “Sejak awal, Mitra Driver Gojek telah menjadi urat nadi logistik nasional, garda terdepan membantu masyarakat memenuhi berbagai kebutuhan. Hari Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, menjadi momentum bagi kami untuk terus mendukung mitra driver, khususnya dalam memastikan mitra driver mendapat perlindungan tambahan lewat vaksin. Pendekatan persuasif kami jalankan seiring dengan langkah nyata menyediakan fasilitas vaksin maupun informasi agar semakin banyak mitra driver yang secara proaktif tergerak untuk mendatangi pusat layanan vaksinasi terdekat di wilayahnya.”

Selama 6 bulan program percepatan vaksinasi Gojek berjalan, apresiasi datang dari berbagai pihak. Berdasarkan survey persepsi mitra driver terhadap program vaksinasi menunjukkan bahwa 94% mitra driver puas terhadap layanan di Pos Pelayanan Vaksinasi Gojek-Halodoc maupun vaksinasi di kantor operasional Gojek. Fasilitas ini dinilai mitra driver pendaftarannya mudah (96%), berlangsung lancar dan tertib (96%), berlangsung cepat (94%) mengingat prosesnya difasilitasi secara teratur lewat aplikasi. 95% Mitra juga menilai petugas serta tenaga kesehatan yang ada, sangat membantu proses pelaksanaannya.

Lewat adanya inisiatif vaksinasi ini, 96% mitra juga merasa Gojek peduli terhadap kesehatan mereka berkat adanya posko vaksin khusus mitra driver. Terpenting, mitra driver mengaku merasa lebih aman (88%) dan percaya diri (90%), khususnya dari aspek keamanan dan kesehatan untuk kembali bekerja melayani kebutuhan masyarakat.

Hadir dalam acara diskusi pada Senin (23/8), dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid., Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan mengatakan, “Vaksinasi memberikan perlindungan pada diri kita, sehingga kita tidak menjadi sumber penularan bagi orang yang kita sayangi. Proteksi ini kita harapkan mampu menciptakan kekebalan kelompok dimana kita berharap vaksinasi ini segera kita selesaikan untuk menyasar 208 juta sasaran vaksinasi. Untuk mencapai ini, kami mendapatkan support luar biasa dari Gojek dan mitranya di mana masyarakat bisa mengakses [lokasi-lokasi] vaksinasi.”

dr. Nadia juga menekankan pentingnya edukasi seperti yang Gojek jalankan kepada mitranya. “Peran swasta sangat penting tak hanya menyediakan sentra vaksinasi, tapi juga dalam mengedukasi. Bayangkan berapa jumlah mitra Gojek yang dimiliki saat ini. Kalau mitra Gojek yang telah teredukasi ini mengajak keluarganya dan mengajak masyarakat sekitarnya untuk divaksin, ini luar biasa. Mitra Gojek juga bisa menjadi contoh buat masyarakat dan sekitarnya agar mau divaksin.”

Di kesempatan yang sama, Ahmad Yani, Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan RI menuturkan, “Apa yang sudah dilakukan Gojek besar sekali manfaatnya, mengajak masyarakat berpartisipasi dalam vaksinasi. Sudah banyak yang dilakukan Gojek untuk membantu pemerintah dalam melaksanakan vaksinasi. Misalnya program satu mitra driver dapat [berpotensi] membawa satu lansia atau membawa pekerja lain untuk divaksin. Ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program kita semua dalam mempercepat vaksinasi. Saya kira, apa yang dilakukan Gojek sudah menjadi bagian dari dukungan korporasi untuk pemerintah.”

Upaya Gojek untuk mendukung mitranya akan terus berjalan sebagai wujud gotong royong Gojek dalam membantu mitra-mitranya melewati masa penuh tantangan ini. Sebelumnya Gojek telah menyediakan pos pelayanan vaksinasi bekerja sama dengan Halodoc, pemerintah daerah, TNI-Polri maupun otoritas pemerintah lainnya di puluhan kota di Indonesia. Hingga saat ini ratusan ribu mitra driver di 70 kota telah mengikuti program vaksinasi.

Program Kesejahteraan Mitra Driver dengan total bantuan senilai lebih dari Rp125 Miliar Rupiah juga telah dijalankan sejak tahun 2020 hingga saat ini. Mencakup 1). Bantuan keringanan beban biaya harian, misalnya lewat penyediaan sembako, serta makanan murah dan sehat bagi mitra dan keluarga, 2). Bantuan peralatan kesehatan lewat penyediaan masker, hand sanitizer, disinfektan serta program vaksinasi bagi mitra driver, serta 3). Bantuan pendapatan salah satunya memberikan dana tunai bagi mitra yang menjalani isolasi mandiri karena terpapar COVID-19 maupun pengembangan fitur-fitur baru yang dapat meningkatkan pendapatan mitra driver. (rel)

Burhanuddin Sitepu Layak Jadi Calon Ketua DPD Alternatif, Shohibul: Rewind Kejayaan Partai Demokrat

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Menyongsong Pemilu 2024, Partai Demokrat dinilai memiliki modal cukup besar. Pasalnya, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini pernah menjadi pemenang Pemilu pada 2009. Eksistensi Partai Demokrat juga telah teruji dengan Kongres Luar Biasa (KLB) ‘abal-abal’ di Sibolangit, yang melibatkan pejabat negara.

“Hal itu harus disadari betul oleh seluruh kader Partai Demokrat, khususnya di Sumatera Utara,” kata Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya (‘nBASIS), Shohibul Anshor Siregar kepada wartawan, Selasa (24/8).

Menurut Shohibul, di Indonesia pernah terjadi ‘tsunami’ politik pada 2009 lalu. Di mana Partai Demokrat mampu memenangi Pemilu dan Pilpres dan mengantarkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden Republik Indonesia untuk kedua kalinya. “Capaian Partai Demokrat di Pemilu 2009 itu sangat luar biasa. Paskareformasi, belum ada partai yang mampu menyamai capaian Demokrat itu, kecuali PDIP saat ini. Jadi, kader harus me-rewind kejayaan Demokrat,” ungkapnya.

Disebutkannya, ada agenda tetap konflik kepartaian di Indonesia yang harus dihindari Partai Demokrat. Agenda tetap konflik kepartaian tersebut yakni pertama, momentum pergantian pengurus untuk semua level, mulai tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan dan kelurahan. Kedua, penentuan figur untuk kandidat dalam konstestasi perebutan jabatan eksekutif di semua level, mulai presiden, gubernur, hingga bupati dan wali kota. Ketiga, penentuan kader untuk pencalonan pada Pemilu Legislatif, dan lainnya. “Agenda konflik ini jangan sampai terjadi di tubuh Partai Demokrat. Hindari konflik sekecil apapun,” pesan Shohibul.

Hal ini juga berkaitan dengan Musda DPD Partai Demokrat Sumut yang dalam waktu dekat bakal digelar. Dia berharap, kepada kader yang bakal maju agar menciptakan iklim politik yang santun, dan menghindari perpecahan.

Saat disebutkan nama-nama yang mulai muncul sebagai kandidat Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, seperti Herri Zulkarnain Hutajulu yang kini menjabat sebagai Plt Ketua Demokrat Sumut dan Lokot Nasution, Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, menurut Shohibul keduanya sama-sama memiliki peluang. Namun begitu, Shohibul berharap, ada satu kandidat lagi yang menjadi calon alternatif.

Ketika disebutkan nama Burhanuddin Sitepu, dosen UMSU ini menilai, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan ini layak untuk dipertimbangkan sebagai salah satu bakal calon ketua Demokrat Sumut. Menurut dia, Burhanuddin merupakan kader tulen Partai Demokrat.

Dari segi pengalaman, menurut Shohibul, Burhanuddin sudah tidak diragukan lagi. Menurut dia, Burhanuddin layak menjadi calon alternatif dari kedua nama yang sudah muncul ke permukaan. “Saya kenal Burhanuddin ini sejak 2008 lalu. Dia memang kader tulen Demokrat dan sudah tiga periode menjadi anggota DPRD Medan, bahkan sempat menjadi Pimpinan DPRD Medan pada periode 2014-2019 lalu,” ungkapnya.

Sementara berkaitan dengan suksesi Pemilu 2024, Shohibul juga menyarankan agar Partai Demokrat segera membereskan masalah struktur, kelembagaan dan jaringan partai secara nasional. Kemudian memobiliasai kader, baik legislator maupun aktivis di luar partai untuk terus mensuplai pemerintah dan rakyat gagasan-gagasan original yang menjadi solusi atas permasalahan aktual. Di Sumut misalnya, masalah infrastruktur, konflik pertanahan, bagi hasil perkebunan, rasionalisasi penanganan bencana Covid-19, dan lainnya.

Selain itu, Partai Demokrat juga harus segera merumuskan tema kampanye yang bakal diusung di 2024. Misalnya pertama, konstitusionalitas agenda pemerintahan termasuk Indonesia tanpa pengangguran. Kedua, berteriak bersama rakyat agar demokrasi gelombang ketiga tidak terjerumus pada pola-pola yang lebih mempersembahkan insentif bagi elitpolitik dan jaringannya untuk pengabdian kekuasaan. Ketiga, revisi UU Parpol untuk memastikan setiap partai beroleh alokasi (dari APBN) Rp1 triliun per tahun, dan lain-lain.(adz)

FKM USU Wujudkan Lingkungan ‘TASBIH’ di DAS Kelurahan Pulo Brayan Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Sungai Deli merupakan salah satu icon Kota Medan yang seharusnya dipelihara dengan baik. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Medan yang juga hendak merevitalisasi Sungai Deli.

Oleh karena itu dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertemakan “Mewujudkan Lingkungan TASBIH (Tertib, Aman, Sehat, Bersih, Indah, Harmonis) di Daerah Aliran Sungai (DAS)”, Kelurahan Pulo Brayan, Medan Barat, Rabu (4/8) lalu. Kegiatan pengabdian skema desa binaan ini diketuai Prof Drs Heru Santosa MS PhD dan didanai Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) USU dan didukung sepenuhnya oleh Dekan FKM USU, Prof Dr Dra Ida Yustina MSi.

Menurut Prof Heru, kegiatan ini merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab dosen dalam melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi. “Upaya mewujudkan lingkungan TASBIH ini merupakan salah satu kegiatan dari lima rangkaian PKM yang dilaksanakan di Kelurahan Pulo Brayan sebagai desa binaan,” katanya dalam siaran pers yang diterima Sumut Pos, Senin (23/8).

Kegiatan ini melibatkan masyarakat di lingkungan I, II, IV, VI, dan X yang berada di DAS dan dihadiri masing-masing kepala lingkungan serta dosen-dosen FKM USU. Dalam kesempatan itu, masyarakat setempat mengeluhkan dampak dari kebiasaan buang sampah sembarangan kepada tim yang melakukan observasi awal. “Banyak sekali lalat dan nyamuk masuk ke rumah bu, belum lagi aroma sampah yang luar biasa menyerbak, apalagi di musim hujan.” keluh seorang warga kepada tim PKM USU.

Menyahuti keluhan warga itu, Koordinator kegiatan, dr Rusmalawaty MKes dan Risanti Situmorang SKM MSc mengajak masyarakat untuk mengelola sampah dengan benar lewat metode 3R (Reduce, Reuse, recycle) melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah. Masyarakat pun tampak antusias mendengarkan pemaparan yang disampaikan dr Rusmalawaty MKes. Perubahan pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat juga diukur melalui pre test dan post test.

Menurut dr Rusmalawaty MKes, terjadi perubahan pengetahuan, sikap, dan tindakan oleh masyarakat dalam pengelolaan sampah setelah dilakukan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah yang benar. Kegiatan ini juga akan berlanjut dengan diadakannya perlombaan daur ulang sampah, pembentukan generasi milenial peduli lingkungan (Gemilang), dan perbaikan ruang terbuka di lingkungan tersebut.(adz)