Indonesia MTF Virtual Flash Sale 2021 akan berlangsung selama periode Agustus yaitu periode 18-21 Agustus 2021 untuk customer reguler, dan periode 23-27 Agustus 2021 khusus untuk nasabah Bank Mandiri.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mandiri Tunas Finance tidak hentinya memberikan inovasi-inovasi untuk terus mendorong perekonomian dan melayani kebutuhan masyarakat Indonesia. Di masa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) saat ini dan dalam rangka memeriahkan momen HUT Republik Indonesia Ke-76th, Mandiri Tunas Finance secara special mempersembahkan untuk masyarakat Indonesia MTF Virtual Flash Sale 2021.
Acaraakan berlangsung selama periode Agustus yaitu periode 18-21 Agustus 2021 untuk customer reguler, dan periode 23-27 Agustus 2021 khusus untuk nasabah Bank Mandiri. Setiap hari akan ada promo special dari setiap brand khusus dihadirkan untuk masyarakat Indonesia agar dapat memiliki mobil impian secara mudah.
Mandiri Tunas Finance menyelenggarakan Launching MTF Virtual Flash Sale 2021 yang dihadiri secara virtual oleh William Francis Indra selaku Direktur MTF dan Albertus Henditrianto selaku Deputi Direktur MTF. “Dengan diselenggarakan Launching MTF Virtual Flash Sale 2021 ini maka secara resmi MTF Virtual Flash Sale 2021 dimulai.” ujar William Francis Indra pada Rabu (18/8).
Untuk memeriahkan acara tersebut, MTF menggandeng berbagai rekanan diantaranya Bank Mandiri, Asuransi, ATPM, BliBli dan banyak rekanan lainnya. Selama periode Flash Sale, MTF mengadakan Live Promotion bersama partner-partner yang dapat disaksikan di akun instagram @mandiritunasfinance serta akun instagram partner-partner terkait.
Promo unggulan yang ditawarkan yaitu bunga special 2.9% tenor 3 tahun khusus untuk nasabah reguler, bunga special 2.45% tenor 1 tahun dan DP 10% khusus untuk nasabah Bank Mandiri, bunga special CashAja 7.6% tenor 3 tahun, free admin untuk all customer, santunan asuransi senilai 20 juta rupiah serta voucher belanja di BliBli dengan cashback 25%. “Promo-promo special tersebut tentunya hanya berlaku selama periode flash sale ini saja, just keep update & visit flashsale.mtf.co.id sekarang juga.” ujar Albertus Hendi pada Rabu (18/8). (rel)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pembatasan sosial ternyata bukanlah hambatan bagi anak muda. Laporan The Deloitte Global 2021 Millennial and Gen Z Survey mendapati para milenial dan Gen Z memanfaatkan masa-masa berada di rumah untuk mempelajari skill baru dan memperkuat kemampuan beradaptasi serta kreativitas mereka.
Mendukung para anak muda, Samsung menghadirkan Galaxy Tab S7 FE 5G sebagai perangkat pendamping untuk menyokong kreativitas dan produktivitas. “Samsung merancang Galaxy Tab S7 FE 5G untuk membantu anak muda yang mencari tool dan wadah yang dapat memuaskan passion mereka. Hadir dengan layar luas 12,4 inci, S Pen untuk berkreasi, serta dukungan Galaxy Ecosystem, Tab S7 FE 5G adalah instrumen kreatif yang dibutuhkan generasi masa kini,” ujar Elvira Dwi Anggraeni, IT & Mobile Product Marketing Manager, Samsung Electronics Indonesia.
Medium Pendukung Proses Kreatif Dengan layar 12,4 inci beresolusi 2560×1600 px, Galaxy Tab S7 FE 5G tak ubahnya medium kreatif yang detail dan jernih pada segala tempat dan kondisi pencahayaan. Berkombinasi dengan S Pen, layar Tab S7 FE 5G siap menjadi medium dalam proses kreatif penggunanya, mulai dari mencari ide, menajamkan, sampai mengeksekusinya.
Ide bisa muncul di mana dan kapan saja. Jangan biarkan ide itu menguap. Gunakan S Pen untuk menulis di layar Tab S7 FE 5G tanpa harus di-unlock terlebih dahulu. Setelah selesai, tekan Save dan ide-ide Anda sudah disimpan di Samsung Notes. Simpan Notes dengan judul dan tag yang memudahkan Anda mencari dan menajamkan ide-ide tadi di waktu kemudian.
Ide kreatif juga bisa didapatkan dengan mind mapping. Gunakan S Pen dan Samsung Notes atau S Pen dan aplikasi-aplikasi kreatif macam PENUP atau Clip Studio Paint untuk menggambar mind mapping yang menarik. Dan tak perlu khawatir, S Pen sudah termasuk dalam pembelian Samsung Galaxy Tab S7 FE 5G sehingga Anda bisa langsung menggunakannya. S Pen dirancang untuk menghadirkan pengalaman menulis/menggambar yang alami berkat latensi rendah dan diameter ujung S Pen 0,7mm untuk membuat goresan yang halus saat menggambar/menulis.
Proses kreatif juga akan makin nyaman ketika Anda bisa merasakan pengalaman seperti menggunakan PC dengan tablet Samsung Galaxy Tab S7 FE 5G ini. Cukup aktifkan fitur Samsung DeX untuk menampilkan task bar dan layout App seperti di layar PC dan gunakan bookcover keyboard untuk bekerja.
Tool untuk Riset dan Kolaborasi Saatnya mempertajam ide-ide kreatif Anda dengan beberapa cara, antara lain riset, brainstorming dan kolaborasi. Gunakan fitur Multi-Active Window pada Galaxy Tab S7 FE 5G untuk melakukan riset yang akan memperkaya ide kreatif Anda. Dengan fitur ini Anda bisa menjalankan tiga aplikasi sekaligus sehingga kinerja Anda semakin efisien. Misalnya, Anda bisa menjalankan browser untuk mengumpulkan bahan dari Internet, menjalankan Samsung Notes untuk mengumpulkan kepingan-kepingan informasi yang didapat dari Internet, sambil memutar track-track favorit Anda di Spotify untuk membangkitkan semangat kerja.
Lakukan video conference bersama tim untuk mematangkan ide. Samsung Galaxy Tab S7 FE 5G sudah dioptimalkan untuk menikmati pengalaman video conference yang nyaman. Dengan kamera depan di posisi center saat tablet berada dalam orientasi landscape, Anda akan tampak lebih fokus kepada lawan bicara.
Galaxy Tab S7 FE 5G juga sudah diperkuat dengan teknologi audio Dolby Atmos yang menghadirkan pengalaman 3D surround sound dan dual speaker yang didukung sound dari AKG untuk kualitas audio yang powerful di mana pun Anda bekerja. Jadi, brainstorming pun menjadi nyaman dan produktif.
Refreshing adalah Kunci Kreativitas Maksimal Bagaimana jika pematangan ide stuck? Stop dan ambil waktu jeda untuk mengistirahatkan dan menyegarkan pikiran. Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan dengan Galaxy Tab S7 FE 5G untuk me-recharge semangat kerja.
Cobalah binge watching film-film keren yang membawa Anda ke tempat-tempat ikonik dan indah di berbagai belahan dunia yang memanjakan mata dan sedikit memuaskan hasrat jalan-jalan. Main video game juga bisa membantumu lebih rileks. Studi menemukan bahwa video game dapat mengurangi emosi negatif, rasa frustasi, dan stres.
Dengan layar yang luas dan jernih serta audio yang powerful, Galaxy Tab S7 FE 5G adalah perangkat hiburan yang akan memuaskan mata dan pendengaran. Jika ingin audio yang lebih imersif, gunakan Samsung Galaxy Buds2 yang bisa dikoneksikan dengan Galaxy Tab S7 FE 5G dengan mudah dan cepat. Menariknya, kalau ada panggilan penting dari tim kerja atau atasan di smartphone, fitur Auto Switch akan memungkinkan Anda menjawab panggilan telepon tanpa repot berpindah setting, karena Galaxy Buds2 akan otomatis memindahkan audio ke smartphone, lalu kembali ke Tab S7 FE 5G begitu panggilan telepon usai.
Bagi konsumen yang berminat, dapatkan Samsung Galaxy Tab S7 FE 5G seharga Rp9.499.000 dalam 4 pilihan warna stylish: Mystic Black, Mystic Silver, Mystic Green, dan Mystic Pink, di Shopee, Blibli, Lazada, JD.ID, dan Tokopedia, juga melalui kemudahan home shopping delivery service di toko online Samsung.com. (rel)
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sesuai permintaan Presiden Joko Widodo dan Surat Edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcrption Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), harga tes PCR di Kualanamu International Airport (KNIA), Kabupaten Deliserdang, sudah turun menjadi Rp 525.000. Tarif baru ini berlaku mulai Rabu (18/8) dengan hasil 1×24 jam.
“PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pengelola Bandara Kualanamu telah berkoordinasi dengan Farmalab selaku penyedia fasilitas kesehatan yang menjalankan Airport Health Center untuk menurunkan tarif RT-PCR menjadi Rp525.000 sejalan dengan SE Kemenkes,” kata Manager of Branch Communication & Legal Bandara Kualanamu, Chandra Gumilar saat dihubungi wartawan, Rabu (18/8).
Candra menyebutkan, penurunan tes Covid-19 bukan hanya PCR, tapi antigen harganya juga turun. “Tes antigen turun menjadi Rp125.000,” sebutnya.
Candra menambahkan, PT Angkasa Pura II mendukung semua langkah terbaik pemerintah untuk mempercepat testing dan tracing yang bertujuan mendorong percepatan pemulihan ekonomi Nasional. “Kami mendukung penuh kebijakan dari pemerintah. Selama ini layanan tes kesehatan Covid-19 dioperasikan sebagai fasilitas untuk turut mendukung calon penumpang pesawat dapat memenuhi protokol kesehatan di tengah pandemi,” pungkasnya.
Untuk diketahui, calon penumpang pesawat harus menunjukkan kartu vaksinasi dan surat keterangan tes Covid-19 sesuai yang dipersyaratkan untuk dapat melakukan perjalanan di masa pandemi ini. Sebelumnya, batas tarif tertinggi untuk pemeriksaan RT-PCR termasuk pengambilan swab sebesar Rp900.000.
Belakangan Presiden Joko Widodo telah meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menurunkan harga tes PCR untuk Covid-19. Menurut Jokowi, menurunkan harga tes PCR merupakan salah satu cara untuk memperkuat pengetesan kasus Covid-19.
“Saya berbicara dengan Menteri Kesehatan mengenai hal ini, saya minta agar biaya tes PCR berada di kisaran Rp 450.000-Rp 550.000,” kata Jokowi dalam siaran yang ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (15/8/2021).
Selain itu, Presiden juga meminta, dengan harga tersebut, hasil tes PCR bisa keluar selambat-lambatnya dalam 1×24 jam. Menindaklanjuti intruksi Presiden, Kementerian Kesehatan RI telah mengumumkan penurunan batas biaya tertinggi tes PCR untuk Covid-19 pada Senin (16/8/2021). Harga tes PCR di Bandara Kualanamu yang sebelumnya Rp 800.000 sekarang menjadi Rp 525.000.(mbc)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akhirnya kembali mendapatkan angka tertinggi dalam perolehan kasus kesembuhan Covid-19, Rabu (18/8). Kali ini, Sumut mendapatkan 1.502 orang warganya yang kembali dinyatakan sehat dari paparan virus corona. Jumlah ini lebih banyak dari capaian tertinggi sebelumnya, yaitu 1.252 orang.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, dengan adanya penambahan 1.502 kasus sembuh tersebut, maka total kasus sembuh di Sumut naik dari 53.135 menjadi 54.637 orang. Bahkan, Sumut menjadi provinsi tertinggi keenam dalam menyumbangkan 29.794 kasus sembuh di Indonesia.
Sementara untuk kasus konfirmasi positif, Sumut mencatatkan penurunan angka yang signifikan. Di mana Sumut hanya melaporkan penambahan 869 kasus baru. Namun, total kasus positif di Sumut masih bergerak naik dari 83.398 menjadi 84.267 orang, sekaligus masih menjadi daerah terbanyak keempat dalam menyumbangkan 15.768 kasus baru konfirmasi nasional.
Sedangkan untuk kasus kematian, Sumut masih mencatatkan penambahan yang tinggi dengan 48 orang, sehingga akumulasinya naik dari 1.948 menjadi 1.996 orang. Melalui jumlah itu, Sumut juga menjadi daerah terbanyak kelima bersama Jawa Barat dalam menyumbangkan 1.128 orang kasus kematian di Tanah Air.
Karena itu, melalui data tersebut maka saat ini kasus aktif Covid-19 Sumut mengalami penurunan 681 poin, dari 28.315 dari hari sebelumnya menjadi 27.634 orang.
OTG Masuk Isoter
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah mengimbau, masyarakat Sumatera Utara yang terpapar Covid-19 tanpa gejala agar masuk isolasi terpusat atau Isoter. Terutama bagi yang sedang menjalani isolasi mandiri atau isoman, baik di rumah atau di luar lokasi isoter. “Kami menganjurkan di isoter, tapi juga tidak melarang untuk isoman. Asal ketentuannya dia penuhi,” kata Aris menjawab wartawan, Rabu (18/8).
Seperti diketahui, di Sumut ada sejumlah tempat isoter yang bisa menampung pasien Covid-19, diantaranya Asrama Haji Medan, Hotel Soechi, dan P4TK Medan. Menurut Aris, pasien yang menjalani perawatan di isoter bisa dengan mudah terpantau para tenaga kesehatan (nakes).
Agar diketahui secara berkala perkembangan kondisi kesehatan pasien. Ia menyebut, pasien OTG ataupun pasien yang memiliki gejala ringan bisa menjalani Isoman, asalkan tempatnya memenuhi sejumlah persyaratan. “Pertama harus ada pendampingan dari nakes. Rumahnya harus memenuhi syarat untuk isoman. Jangan orang di rumahnya ramai, dia mau isoman di situ. Kalau kamarnya cuma satu, orangnya di dalam ada 10 di rumah, mana kita kasih isoman,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut itu.
Sedangkan, bila pasien tinggal dalam suatu tempat hanya seorang diri, maka isoman boleh dilakukan. “Asal ada pendampingan dari nakes. Nakes melakukan pengecekan terjadwal. Dia juga harus tau status kondisi dia setiap hari. Misalnya dia harus punya alat Oximeter (pengukur kadar oksigen dalam darah). Jadi kalau kadar oksigen dalam darahnya cuma 70 persen, kita jemput,” ungkapnya.
ODGJ Terpapar Covid-19
Sementara, sejumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof M Ildrem, Medan, terpapar Covid-19. Wakil Direktur (Wadir) Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr M Ildrem, dr Lisni Elysah mengakui ada pasien ODGJ yang positif Covid-19.
Kata dia, jumlah ODGJ yang terpapar bukan belasan orang. “Baru 3 pasien yang positif. Kalau beredar infonya (belasan ODGJ), saya kurang tahu,” ujar Lisni kepada wartawan, kemarin.
Meski begitu, Lisni tak menjelaskan bagaimana kondisi ODGJ yang terinfeksi Covid-19 tersebut. Apakah dalam kondisi berat, sedang atau ringan? “Nantilah saya tanyakan,” ucapnya.
Saat dikonfirmasi kembali lewat sambungan seluler, Lisni enggan menyampaikan informasi terkait pasien ODGJ terpapar Covid-19. Bahkan, dia mengaku tidak tahu. “Enggak, enggak tahu saya. Maaf lah ya,” kata Lisni sembari menutup sambungan selulernya. Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah menyatakan belum ada menerima kabar dari RSJ Prof M Ildrem. Kendati demikian, Aris menegaskan, apabila memang sudah ada pasien ODGJ yang positif corona maka harus dipisahkan dari ODGJ lain. “Belum dapat kabar. Kalau memang benar, harus dipisahkan yang positif dan yang sehat. Para pasien positif itu tetap dirawat di sana karena pasien RSJ merupakan pasien yang ‘double’ perawatan,” ujarnya singkat. (ris/prn)
DAIRI, SUMUTPOS.CO—Masyarakat perlu memahami pinjaman online atau pinjol yang aman dan legal, sehingga tak mudah tertipu dengan setiap layanan dari platform digital yang menawarkannya.
WEBINAR: Webinar Literasi Digital diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara pada 29 Juli 2021. (IST)
Menurut Rizky Muhammad Ikhsan, selaku Partner RKK Law Firm, aspek-aspek penting dalam memahami pinjol yakni meliputi, aspek legalitas, aspek pengetahuan terhadap model bisnis pinjaman online, dan aspek perlindungan konsumen.
“Layanan peminjaman online berbasis teknologi informasi adalah penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah secara langsung melalui sistem elektronik dengan menggunakan jaringan internet,” terangnya saat menjadi narasumber dalam Webinar Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, di Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara pada 29 Juli 2021.
Berbicara di sesi Keamanan Digital, Rizky menyampaikan, manfaat peminjaman online legal antara lain mencakup penyelenggara pinjol terkait ketentuan-ketentuan hukum publik yang mengatur muatan kewajiban dan larangan bagi penyelenggara.
Kata dia, penyelenggara harus melalui rangkaian persyaratan agar terdaftar dan memeroleh izin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Dana yang dikeluarkan oleh pemberi pinjaman maupun dana yang diperoleh oleh penerima pinjaman merupakan dana yang sah, serta kegiatan peminjaman online selalu diawasi dan pinjaman online berkewajiban memberikan laporan bulanan dan tahunan kepada pengawas OJK,” katanya dengan mengangkat tema “Memahami Pinjaman Online yang Aman dan Legal”.
Fine Eirene Siahaan, Dosen HKBP Nommensen Pematangsiantar di sesi Budaya Digital mengatakan, dampak dari hal negatif di media sosial meliputi berita atau konten yang bersifat negatif atau hoaks akan menyebar luas dan membuat masyarakat percaya saja tanpa tau kebenarannya, saling menghina, tidak bertanggungjawab, serta hukum akan berjalan.
“Saat ini, terdapat beberapa hal negatif yang ada di medsos antara lain menyebar kebencian, mengandung SARA, dan menyebar isu yang kurang tepat atau hoaks,” katanya yang memberikan materi dengan tema “Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”.
Diakui Fine, kebebasan berpendapat dan berekspresi adalah hak setiap manusia bahkan diatur lewat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Akan tetapi, kebebasan berpendapat dan berekspresi ini harus dilakukan dengan bertanggungjawab.
“Media sosial itu ibarat pisau bermata dua karena bisa menjadi media untuk menyampaikan pendapat, namun juga menjadi sumber utama penyebaran hoaks. Etika berkomentar di medsos mencakup memberikan kalimat yang positif, berpikir dahulu, jadikanlah kritik yang membangun, bertanggung jawab, serta tidak berkomentar yang dapat menjatuhkan orang lain,” pungkasnya.
Insenalia Hutagalung, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jerman FKIP Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, menambahkan, internet adalah sebuah jaringan yang menghubungkan antar orang tanpa batas waktu di mana saja. Apalagi semakin cepatnya perkembangan teknologi dalam mengakses informasi, tentunya pada menggunakan internet ataupun teknologi pasti ada etikanya, yang biasa dikenal dengan cyber ethics atau etika cyber.
“Etika yang perlu diperhatikan dalam penggunaan digital, antara lain perhatikan kalimat penulisan dan tanda baca dalam mengunggah sebuah informasi, mematuhi hukum yang berlaku. Seperti UU Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan pertimbangan terhadap privasi diri dan orang lain,” katanya melalui materi bertema “Jarimu Harimaumu” di Sesi Etika Digital.
Adapun contoh pelanggaran etika cyber, sebut dia, mencakup penyebaran berita hoax, penyebaran ujaran kebencian, dan kasus penipuan lewat medsos.
“Tips berinternet yang aman antara lain pilah pilih konten yang mau dibaca, mengikuti akun yang positif, berhati-hati dalam menyebarkan berita, serta batasi penggunaan medsos,” katanya.
Chika Audhika, Co-Founder dan CMO Bicara Project, pada sesi Kecakapan Digital memaparkan tema “Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital”.
Dijelaskannya beberapa tren pekerjaan yang paling dicari di 2021 antaranya, copywriter atau content writer, web developer, UI/UX designer, social media strategist, SEO specialist, dan data research.
“Tingkatkan digital skill dengan 3M yaitu, mengetahui macam-macam produk digital, menguasai produk digital, serta memanfaatkan produk digital. Manfaatkan digital skill dengan menciptakan branding, memperluas koneksi, dan memperkuat bisnis,” pungkasnya.
Webinar diakhiri Raynaldo Wijaya, Musisi dan Influencer befollowers 148 ribu, yang menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber.
Sebagai keynote speaker, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sebelumnya memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.
Diketahui, program ini bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan literasi digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 kota/kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI/Polri, orangtua, pelajar, penggiat usaha, pendakwah dan sebagainya.
Empat kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture di mana masing-masing kerangka mempunyai beragam tema. (rel/dek)
SIMBOLIS: Wabup Dairi, Jimmy AL Sihombing didampingi Ka Rutan Kelas IIB Sidikalang, Japaham Sinaga secara simbolis menyerahkan remisi kepada, Medi Lestari Aritonang salahsatu Napi tersandung kasus pembunuhan yang mendapat remisi 3 bulan. ( RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.)
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 255 orang narapidana (Napi) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidikalang, Kabupaten Dairi, mendapat keringanan hukuman (Remisi) dari pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-76 tahun 2021.
Seremoni pemberian remisi dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia oleh Menkumham, Yasona Laoly yang diikuti Rutan Kelas IIB Sidikalang secara virtual, Selasa (17/8). Untuk Napi di Rutan Kelas IIB Sidikalang diserahkan Wakil Bupati Dairi, Jimmy Andrea Lukita Sihombing didampingi Kepala Rutan, Japaham Sinaga serta jajaran Forkopimda.
Wabup Jimmy AL Sihombing didampingi Ka Rutan Sidikalang, Japaham Sinaga secara simbolis menyerahkan remisi kepada 2 orang Napi sebagai perwakilan. Kepada wartawan, Japaham menyampaikan, dalam rangka peringatan HUT RI Ke-76 tahun ini, sebanyak 255 orang warga binaan Rutan Kelas IIB Sidikalang mendapat remisi.
“Dari 255 orang itu, ada 5 orang langsung bebas hari ini,” ucap Japaham.
Japaham menyebutkan, jumlah warga binaan di Rutan Kelas IIB Sidikalang saat ini sebanyak 630 orang, dan sudah over kapasitas. Kapasitas kamar ideal, hanya 170 orang.
“Akibat over kapasitas, mereka (Napi) ada tidur di ayunan. Semua gang kamar mandi juga sudah penuh. Kita sudah lapor, dan tanpa dilaporpun, sebenarnya di sistem sudah nampak karena laporan online,” ungkapnya.
Japaham menyebutkan, penyebab over kapasitas karena ada titipan dari Lapas Pancurbatu dan Rutan Kabanjahe. Karena kedua lembaga itu saat ini sedang direnovasi, sehingga wajib terima.
Japaham berharap para Napi tetap mengikuti aturan dan menjalani pembinaan sesuai hukuman masing-masing dengan tenteram dan aman. Apalagi saat ini masih pemberlakuan disiplin protokol kesehatan (Prokes) dimasa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).
“Untuk saat ini, Kita hanya bisa memfasilitasi mereka memakai masker. Begitu juga masalah vaksinasi, saya berharap supaya Dinas Kesehatan Dairi memeberikan vaksin Covid-19, khususnya Napi titipan dari Lapas Pancurbatu dan Rutan Kabanjahe,” ungkapnya.
Acara seremoni pemberian remisi tersebut berlangsung dengan prokes ketat. Dan yang paling menarik adalah, seluruh pegawai Rutan pada perayaan HUT RI Ke-76 tahun ini, memakai pakaian adat tradisional. (rud/ram)
TINJAU: Wali Kota Medan Bobby Nasution berbincang dengan warga saat meninjau Isolasi Lingkungan 23 Kelurahan Mangga. (istimewa/sumut pos)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – WALI Kota Medan Bobby Nasution menyebutkan, dari total pasien Covid-19 di Kota Medan yang berstatus dalam perawatan, tidak semuanya dirawat di rumah sakit. Menurutnya, dari total 10.833 orang yang terpapar Covid-19 aktif di Medan, hanya sekitar 20 persen atau berkisar 2.166 orang yang menjalani perawatan di rumah sakit (RS).
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan yang di-update pada 15 Agustus 2021, terjadi peningkatan kasus konfirmasi sebanyak 556 kasus dalam satu hari. Dengan penambahan itu, totalnya kasus Covid-19 di Kota Medan bertambah menjadi 36.699 kasus. Dari total itu, 25.119 orang dinyatakan sembuh, 747 jiwa meninggal dunia, dan 10.833 orang dalam perawatan.
“Di rumah sakit kalau saya tidak salah, datanya hanya 20 persen dari total 10 ribu lebih kasus yang ada di Kota Medan. Nah ini kenapa? Jadi yang 8 ribuan ini bukan tidak tertampung di rumah sakit karena BOR kita penuh, tapi karena memang gejalanya itu masuk ke gejala ringan dan OTG (orang tanpa gejala),” kata Bobby kepada wartawan, kemarin.
Bobby menuturkan, dari total 10.833 orang tersebut, sekitar 8.000-an kasus OTG justru menjadi perhatian serius bagi Pemko Medan. Pasalnya, para OTG justru sangat berpotensi besar dalam menyebarkan penularan virus. “Hari ini kalau tidak salah 8 ribu lebih itu ada sektor yang bisa menyebarkan Covid-19 di Kota Medan,” ujarnya.
Dijelaskan Bobby, untuk menanggulangi besarnya jumlah masyarakat yang terpapar dengan kategori OTG hingga gejala sedang yang tidak dirawat di RS tersebut, Pemko Medan semakin intens dalam menyiapkan lokasi-lokasi Isoter. Harapannya, masyarakat yang dengan kategori OTG dan gejala ringan tersebut dapat segera diisolasi di tempat-tempat Isoter tersebut. “Ini kita tanggulangi mulai dari membuka isoter. Karena total 8 ribu potensi penyebar Covid-19 di Kota Medan itu bisa dilihat dari angka yang belum tertampung ataupun yang tidak ada di Rumah Sakit,” katanya.
Selain lokasi isoter, kata Bobby, pihaknya juga memberlakukan isolasi lingkungan bagi pasien bergejala ringan dan tanpa gejala. “Ini yang berpotensi untuk menyebarkan, 8 ribu inilah yang kita masukkan ke isoter, ataupun isolasi lingkungan yang memiliki standar yang ketat,” tuturnya.
Ditegaskan Bobby, pihaknya saat ini fokus untuk meningkatkan standar isolasi lingkungan di Kota Medan. Saat ini, kata Bobby, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan menjadi salah satu lokasi yang layak dijadikan lokasi percontohan penerapan isolasi lingkungan yang ketat. “Kami sudah sampaikan pada Senin yang lalu, di Kelurahan Mangga Kecamatan Tuntungan, sudah kami jadikan lokasi percontohan untuk menerapkan isolasi di tingkat lingkungan. Bagaimana keterlibatan masyarakat, organisasi-organisasi kepemudaan, peran ibu-ibu di tingkat lingkungan di kelurahan, bahkan dari setiap rumah yang terpapar ini bisa dipantau dari CCTV atau bisa berkomunikasi dari CCTV tersebut karena bisa connect ke handphone masing-masing,” pungkasnya.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST meminta setiap Kepala Lingkungan di Kota Medan untuk mendata secara rinci setiap warganya yang telah terpapar Covid-19. Bila memang terdapat lebih dari 5 rumah dalam lingkungan tersebut yang terpapar Covid-19, maka kepala lingkungan harus segara melaporkan hal ini kepada pihak Kelurahan dan Kecamatan agar segara dilakukan isolasi lingkungan.
“Dan seperti arahan Pak Wali Kota, harus ada pengawasan yang ketat setiap melakukan isolasi lingkungan, mulai dari penyediaan makanan dan obat-obatan untuk pasien, mengawasi yang bersangkutan agar tidak keluar rumah dan berinteraksi dengan orang lain dengan adanya CCTV, dan banyak hal lainnya,” kata Sudari kepada Sumut Pos, Selasa (17/8).
Tak cuma itu, Sudari juga meminta kepada masyarakat Kota Medan yamg terpapar Covid-19 untuk meningkatkan kesadarannya dengan bersedia melakukan isolasi di tempat-tempat Isoter yang telah disiapkan Pemko Medan, mulai dari Eks Hotel Soechi, Gedung P4TK, dan nantinya KM Bukit Raya yang akan beroperasi. Tak cuma itu, juga tersedia lokasi isoter dari Pemerintah Provinsi Sumut di gedung Asrama Haji.
“Jadi kalau kita sudah tahu kita ini positif, jangan karena kita rasa kita sehat-sehat saja lantas kita tidak mau menjalani isolasi. Sayangi keluarga kita, tetangga, dan orang-orang di sekeliling kita dengan tidak menularkan virus ini kepada orang lain, salah satunya dengan menjalani isolasi di tempat Isoter yang disediakan,” pungkasnya.
Bobby Berkantor di Zona Merah
Mulai hari ini, Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman, akan berkantor di kantor-kantor Camat pada kecamatan yang berstatus zona merah di Kota Medan. Hal ini ditegaskan langsung Bobby Nasution, sebagai upaya untuk memantau penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV dan penerapan isolasi lingkungan pada kecamatan-kecamatan yang masuk dalam kawasan zona merah.
“Kemarin saya minta, saya dan pak Sekda nanti mulai hari Rabu, kami berdua berkantor di kecamatan yang zona merah. Benar-benar camat itu harus mengerti bagaimana penerapan PPKM mikro, lurahnya, kepala lingkungan dan semuanya juga,” ucap Bobby, Senin (16/8).
Dikatakan Bobby, sejak beberapa hari lalu, saat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto berdiskusi dengan Lurah Mangga, sempat direncanakan agar setiap Lurah harus dapat menjadi koordinator dalam penerapan PPKM di tingkat kelurahan. “Bapak Panglima TNI sempat berdiskusi dan berdialog dengan bapak Lurah di Kelurahan Mangga. Beliau bilang, lurah itu harus menjadi komandonya, pimpinannya. Ada Babinsa, Babinkamtibmas ini harus dikoordinir,” ujarnya.
Bobby pun menekankan, berkantornya dirinya dan Sekda Kota Medan pada kantor-kantor Kecamatan yang masuk dalam zona merah, sekaligus untuk memantau penerapan empat aspek penanganan Covid-19 yang disampaikan Presiden Jokowi. “Ini nanti Hari Rabu sama pak Sekda saya berkantor di Kecamatan. Untuk bisa benar-benar memantau penerapan PPKM mikro dari empat yang disampaikan bapak Presiden, yaitu pembatasan mobilitas, tracing, testing yang mencapai target, isolasi terpadu dan yang terakhir vaksinasi yang optimal,” katanya.
Bobby juga menegaskan kepada seluruh warga Kota Medan, Pemko Medan menjamin kebutuhan makan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi meskipun orang tersebut masuk dalam kategori tanpa gejala. “Saya sudah sampaikan ke seluruh masyarakat Kota Medan, dan ini saya informasikan bagi masyarakat yang belum tahu. Kami Pemerintah Kota Medan dari awal berkomitmen, siapapun masyarakat Kota Medan yang terpapar Covid-19 kami biayai makannya yang bergizi,” tegasnya.
Untuk itu, Bobby meminta agar setiap kecamatan dan kelurahan dapat mendata seluruh pasien OTG di wilayahnya. Sebab, proses pendataan terkait siapa saja yang terpapar dan jumlah rumah yang terpapar sangat penting untuk menjadi langkah awal dalam mengambil tindakan penanganan di wilayah tersebut. “Walaupun lingkungan tersebut tidak masuk zona merah, tidak masuk zona orange, tapi apabila ada warganya yang terpapar, biar dia tetap di rumah, kita kasih makan tiga kali sehari,” terangnya.
Bobby pun menuturkan, seharusnya ada 8 ribuan warga Kota Medan yang makannya ditanggung oleh Pemko Medan karena terpapar Covid-19. “Ini komitmen kami biar isolasi mandiri di rumah itu bisa berjalan dengan baik.
Sementara itu, saat dihubungi via seluler, Plt Camat Medan Tuntungan Harry Tarigan, mengaku belum mendapatkan kabar mengenai Wali Kota dan Sekda Kota Medan yang berencana akan berkantor di kecamatan yang berstatus zona merah, salah satunya Kecamatan Medan Tuntungan. Namun Harry mengatakan, terdapat penurunan jumlah kasus konfirmasi Covid-19 di wilayahnya.
“Belum ada dapat kabar mengenai itu, tapi mungkin nanti akan dikabari. Ada penurunan kasus aktif per hari, kemarin Lurah Mangga sampaikan ke saya isolasi lingkungan jumlah yang positif mulai berkurang,” jawab Harry, Senin (15/8).
Seperti diketahui, adapun lima kecamatan penyumbang kasus Covid-19 tertinggi di Kota Medan dan masuk dalam kawasan Zona Merah, yakni Kecamatan Medan Tuntungan, Medan Sunggal, Medan Selayang, Medan Helvetia, dan Medan Johor.
Tambah 1.172 Kasus Positif
Sesuai data Kemenkes Provinsi Sumut yang disampaikan BNPB, Sumut kembali tercatat bertambah 1.172 kasus baru terkonfirmasi positif. Dengan penambahan tersebut, kini total kasus positif naik dari 82.226 menjadi 83.398 orang dan sekaligus menjadikan Sumut provinsi tertinggi keempat dalam menyumbangkan 20.741 kasus baru Covid-19 di Indonesia.
Untuk kasus sembuh, Sumut memperoleh penambahan 1.076 orang, sehingga totalnya naik dari 52.059 menjadi 53.135 orang. Dengan jumlah ini, Sumut juga menjadi provinsi terbanyak kedelapan dalam menyumbangkan 32.225 kasus sembuh di Indonesia.
Kemudian, untuk kasus kematian, Sumut memperoleh penambahan 11 orang, sehingga membuat totalnya naik dari 1.937 menjadi 1.948 orang. Melalui jumlah ini, Sumut berada di posisi ke-20 untuk daerah terbanyak dalam menyumbangkan 1.180 kasus kematian di Tanah Air. Dari data-data tersebut, maka Sumut kembali memperoleh penambahan 85 poin untuk kasus aktif Covid-19, setelah didapatkan peningkatan dari 28.230 menjadi 28.315 orang. (map/ris)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi menurunkan harga tes swab PCR di Jawa-Bali menjadi Rp495 ribu, dan di luar Jawa-Bali menjadi Rp525 ribu. Hal ini tertuang dalam surat edaran Kemenkes tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) pada 16 Agustus 2021, yang ditandatangani Direktur Jenderal Layanan Kesehatan, Abdul Kadir. Namun begitu, harga PCR di sejumlah rumah sakit di Sumut, khususnya Kota Medan, belum turun.
Sub Koordinator Hukormas Rumah Sakit Umum Pusat Haji (RSUPH) Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, sejauh ini pihaknya tengah melakukan proses penyesuaian terhadap tarif baru untuk swab PCR ini. Diakui dia, saat ini memang tarif yang berlaku masih di harga Rp750.000. “Secepatnya tarif baru akan kita sesuaikan. Soalnya, SE itukan dikeluarkan tanggal 16 Agustus, dan hari ini (kemarin, red) juga hari libur. Jadi, kami harus buat dulu SK penyesuaiannya,” kata Rosa melalui sambungan seluler, Selasa (17/8).
Rosa juga mengaku, bisa saja nanti tarif swab PCR di RSUPH Adam Malik lebih murah dari batas maksimum yang telah ditentukan Kemenkes. “Makanya, kita lihat dulu dan lakukan kajian, baru bisa menetapkan tarifnya berapa,” ujarnya.
Sementara, Kasubbag Hukum dan Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, Edison Peranginan-angin juga mengatakan akan melakukan penyesuaian terkait SE tarif swab PCR tersebut. Namun, pihaknya masih menetapkan tarif di harga Rp900.000. “Kita sedang proses pembuatan SK tarifnya. Kita memang sudah dengar kabar tersebut, dan direktur juga sudah menginstruksikan agar dibuat SK baru, menyusul batas tarif swab PCR yang ditetapkan pemerintah pusat,” katanya.
Diketahui, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta harga tes PCR diturunkan. Penurunan harga tes PCR bisa memperbanyak tes pemeriksaan Covid-19. “Salah satu cara untuk memperbanyak testing adalah dengan menurunkan harga tes PCR. saya sudah berbicara dengan Menkes mengenai hal ini. Saya minta agar biaya tes PCR berada di kisaran Rp450 ribu sampai Rp550 ribu,” kata Jokowi dalam keterangannya, Minggu (15/8).
Tak hanya menurunkan harga tes PCR, Jokowi juga meminta Menkes untuk mengatur agar hasil tes PCR bisa keluar dalam waktu 1 hari. “Saya juga minta agar tes PCR, bisa diketahui hasilnya dalam waktu maksimal 1×24 jam, kita butuh kecepatan,” tegas Jokowi. Menurut Presiden, tes PCR menjadi sangat penting dalam upaya untuk meningkatkan testing. Testing sendiri merupakan bagian dari penanganan pandemi Covid-19.
Gubsu Mau Gratis
Merespon pernyataan presiden Jokowi itu, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi justru lebih sepakat apabila swab PCR bebas biaya alias gratis. “Saya malah maunya gratis,” katanya menjawab wartawan, Selasa (17/8).
Kendati demikian, harapan agar swab PCR dapat dilakukan gratis perlu dikaji dari aspek perdagangan. Diakui Edy, hal tersebut bukan keahliannya dan menunggu kajian dari para ahli. “Jadi harus tunggu ahlinya itu, karena masalah perdagangan, yang saya kurang paham,” ujarnya.
Pada prinsipnya, Pemprov Sumut tetap akan berupaya maksimal melakukan penanganan pandemi Covid-19 di wilayahnya. Sebab, lanjut Edy, hal yang paling penting adalah bagaimana penyebaran Covid-19 di Sumut dapat diminimalisir bahkan hilang sehingga kehidupan menjadi normal kembali. “Apa pun keputusannya (soal harga PCR), saya berharap virus Covid-19 ini berakhir bagaimanapun caranya,” tegas mantan Pangkostrad itu.
Karenanya, Gubsu mengajak masyarakat ikut membantu pemerintah dalam menangani dan memutus penyebaran Covid-19 di Sumut dengan tetap menerapkan dan menjalankan protokol kesehatan. “Menjaga diri sendiri yang utama itu dengan memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” ajaknya.
Di sisi lain, Edy mengaku terus melakukan pembatasan mobilitas masyarakat dengan memaksimalkan penjagaan pagi hingga malam, yang bekerjasama dengan TNI dan Polri. Pembatasan mobilitas tersebut akan terus dievaluasi setiap harinya. Termasuk kebijakan perpanjangan PPKM oleh pemerintah pusat hingga 23 Agustus mendatang, pihaknya akan menyesuaikan aturan dimaksud seperti sebelumnya. “Kami akan melaksanakan semaksimal mungkin, baik itu pembatasan mobilitas, 3T (testing , tracing dan treatment) dan isolasi terpusat (isoter),” katanya.
Saat ini di Sumut, total keseluruhan 860 tempat tidur dan baru 12 persen pasien yang dipindahkan menjalani isoter. Seperti di Kota Medan, isoter ini dipimpin langsung wali kota. Soal percepatan vaksinasi, juga terus dilakukan di Kota Medan dan kabupaten/kota lain. “Namun yang sudah kami laporkan bahwa ketersedian obat-obatan seperti remdesivir, actemra dan lainnya sudah tidak tersedia di beberapa RS, dan kami minta (pusat) percepat mengenai obat-obatan ini,” katanya.
Sedangkan untuk bantuan sosial, Pemprovsu hanya memberikan bantuan pada sektor produktif seperti perkebunan, pertanian, peternakan dan perikanan. Mengingat sektor konsumtif telah dilakukan pemerintah pusat dari APBN. (ris/prn)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi tak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap Ardelia Muthia Zahwa. Siswa SMA Harapan 1 Medan itu, dipercaya sebagai pembawa baki bendera dalam upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (17/8).
Gubsu Edy Rahmayadi bersama unsur Forkopimda Sumut, mengikuti Upacara HUT ke-76 Kemerdekaan RI di Istana Negara Jakarta secara virtual dari Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Selasa (17/08). Edy tampak kaget begitu melihat di layar, pembawa baki bendera merah putih pada upacara di Istana Negara itu adalah Paskibraka Nasional yang mewakili Sumut.
Ia tampak berbisik dengan Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting dan Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hasanuddin, yang duduk disamping kiri dan kanannya. Tidak hanya Edy, para unsur Forkopimda yang mengikuti upacara itu juga tampak kaget.
Usai upacara, didampingi seluruh Forkopimda, Edy menyampaikan kebanggaanya karena putri terbaik Sumut terpilih menjadi pembawa baki bendera pusaka di Istana Negara Jakarta. Ia adalah Ardelia Muthia Zahwa, siswa SMA Swasta Harapan 1 Medan. Ardelia sendiri adalah kelahiran Kota Tebingtinggi, 6 Desember 2004, yang merupakan anak ketiga dari Marsono, karyawan PTPN 3. “Kebanggaan kita, tadi yang membawa bendera utama, itu adalah Zahwa, putri Sumatera Utara,” ujar Edy.
Mantan Pangkostrad itu mengaku tidak kenal dengan Ardelia Muthia Zahwa. Ia bahkan baru mengetahui kalau Ardelia adalah siswa SMA Swasta Harapan 1 Medan. “Oh SMA Harapan, kelahiran Tebingtinggi,” ujar Edy setelah diberitahu.
Ia mengatakan, Provinsi Sumut dari sisi demografi, merupakan anugerah Tuhan, belum lagi dari sisi geografi, Sumut memiliki potensi yang banyak. “Untuk itu mari kita bersama-sama mengisi kemerdekaan ini dengan bersungguh hati,” pungkasnya.
Gelar Nobar di Sekolah
Dalam perjalanannya menjadi Paskibraka Nasional, wanita berusia 17 itu menjalani proses yang panjang. Dimulai tahapan seleksi paskibraka dari tingkat kabupaten/kota dan Sumut, Juni 2021, lalu. Ardelia pun, berhasil meraih keinginan menjadi anggota Paskibraka nasional. Ia dinyatakan lulus tingkat seleksi di Provinsi Sumut ini. Ia pun, berangkat ke Jakarta menjalani tugas mulianya mengibarkan sang saka merah putih di Istana Merdeka.
“Latihan mandirinya di rumah masing-masing, tapi dipandu dari pembina Paskhas. Kita tak ketemu, tapi daring dan dipantau. Mereka (anak didik) kirimkan video latihannya, ada pelatihnya yang memantau,” kata Kepala SMA Harapan 1 Medan, Anwar kepada wartawan usai nonton bareng Upacara HUT ke-76 Kemerdekaan RI melalui tayangan televisi di SMP Harapan 1 Medan, Selasa (17/8).
Anwar mengaku sangat bangga kepada Ardelia, yang kini duduk di bangku Kelas XI IPA itu. Dengan capaian prestasi tingkat nasional, Ardelia telah mengharumkan nama SMA 1 Harapan Medan. “Kami warga SMA Harapan merasa bangga dengan terpilihnya si Ardelia ini. Karena sudah lebih kurang 20 tahun belum pernah lagi ke Jakarta. Jadi kami terakhir itu 2001 yang ke Jakarta, setelah itu hanya untuk (perwakilan) daerah saja,” tuturnya.
Selain Anwar, seluruh guru di SMA Harapan 1 Medan berserta rekan-rekannya ikut bangga dan bahagia atas penampilan Ardelia di Istana Merdeka. Menurut Anwar, sosok Ardelia merupakan anak yang pintar dan cerdas. Selalu serius menghadapi tantangan yang dihadapi termasuk seleksi Paskibraka ini. “Kami merasa bangga dan memberikan aplaus kepada Ardelia,” kata Anwar.
Sangkin bangganya kepada Ardelia, Anwar mengaku sengaja menggelar nonton bareng Upacara HUT ke-76 Kemerdekaan RI melalui tayangan televisi untuk menyaksikan secara langsung penampilan Ardelia. “Nonton bareng ini tetap dengan menerapkan protokol kesehatan. Kami mulai upacara pagi jam 8. Kemudian pas detik-detik upacara, kami lanjutkan nonton bareng di Yayasan Pendidikan Harapan,” ungkap Anwar.
Melalui nonton bareng ini, Anwar berpesan kepada seluruh siswa Yayasan Harapan Medan, Ardelia menjadi sosok yang patut dicontoh untuk mengejar prestasi dengan serius dan gigih dalam berlatih. “Mudah-mudahan dengan nonton bareng ini, adik-adiknya bisa mengikuti jejak Ardelia kelak,” harapnya.
Anwar juga mengungkap, orang tua Ardelia turut serta nonton bareng bersama di sekolah. Kemudian, ada hadiah yang akan diberikan pihak sekolah kepada Ardelia nantinya. “Nanti kita akan beri perhatian khusus kepada Ardelia setelah pulang dari Jakarta. Mungkin yayasan akan memberikan sesuatu untuk Ardelia,” janjinya.
“Alhamdulillah, Itu dulu kita ada juga Irmayani sekitar tahun 1994. Jadi ada alumni kita juga dan sudah 27 tahun mengikuti seperti ini. Waktu zaman Presiden Soeharto. Baru ini yang membawa baki. Bersyukurlah tahun 2021 membawa hikmah bagi kami Yayasan Pendidikan Harapan bangga kepada Ardelia,” pungkas Anwar.
Orangtua Ardila Tegang
Orang tua Ardelia Muthia Zahwa, bangga melihat Ardelia sukses menjalankan tugas negaranya. “Alhamdulillah, kami sebagai orang tua merasa bersyukur dan bangga Ardelia dalam upacara 17 Agustus tahun ini. Saya anggap sukses menjalankan perintah atau tugas negara untuk mengibarkan bendera Merah-Putih di Istana Negara. Kami sangat bersyukur,” kata ayah kandung Ardelia, Marsono usai nonton bareng di SMA Harapan 1 Medan.
Marsono mengaku sangat tegang saat Ardelia melakukan tugasnya sebagai pembawa baki. Bahkan, Marsono merasa lebih gugup dibanding Ardelia yang menjalankan tugas. “Terus terang kami berdua merasa tegang, deg-degan. Mungkin lebih berdebar daripada si Ardelia di sana. Kami lebih gugup di sini,” ucap Marsono.
Marsono menerangkan, dalam keseharian, Ardelia merupakan anak ceria. Sejak duduk dibangku sekolah dasar (SD), Ardelia sudah menjadi pengibar bendera. “Si Ardelia ini kesehariannya termasuk anak ceria, dia hobinya basket, nari. Dan Paskibraka ini memang cita-cita dari SD, karena dari SD Ardelia sebagai pengibar di SD Kartika, SMPN 1 Medan juga sebagai pengibar. Alhamdulillah sekarang menjadi Paskibraka nasional dan dipercaya membawa baki. Hal ini sangat kami syukuri sebagai orang tua,” ucapnya.
Hal yang sama juga disampaikan ibu kandung Ardelia, Nurmala Santy. Dia mengaku merasa senang dan terharu melihat kesuksesan anaknya. “Saya sebagai orangtua merasa senang. Air matanya saya juga tak berhenti menetes. Alhamdulillah sukses. Semangat buat anak Mama. Majulah terus,” ucap Nurmala sembari menyebutkan, Ardelia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara.
Sementara, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Harapan Medan, Tapian Rondang Ni Bulan Lubis, mengatakan, pihaknya sangat bangga dengan Ardelia. Dia menyebut, ini merupakan suatu motivasi diberikan Ardelia kepada siswa lainnya ke depan. “Kami Yayasan Pendidikan Harapan sangat berbangga dan sangat haru melihat anak kami, yaitu Ardelia Muthia, menjadi pembawa bendera pusaka. Ini adalah merupakan motivasi bagi kita semua, bagi anak-anak untuk mencontoh teladan Muthia agar nantinya bisa menjadi Muthia-Muthia lainnya,” sebut Tapian Rondang.
Dia mendoakan Ardila semakin sukses ke depannya. Dia berharap, walau di masa pandemi, tetap terus tangguh menjadi siswa yang terbaik. Selain itu, Tapian Rondang menuturkan Ardelia merupakan anak yang rajin. Di masa daring, dia tetap tekun belajar dan patuh pada setiap apa yang ditugaskan kepada dirinya. “Ardelia adalah anak yang rajin, ulet. Walaupun masa daring ini, kita masih bisa memantau bagaimana proses belajar-mengajar oleh anak kita. Dia tidak pernah tidak menjalankan tugas walaupun tetap daring. Kami sangat salut, walaupun daring tetap menjalankan tugasnya sebagai siswa yang baik,” ujar Tapian Rondang. (prn/gus)
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Serdangbedagai terlihat kompak hadir pada acara pengibaran bendera merah putih di halaman kantor bupati, Selasa (17/8/2021).
PENGIBARAN : Upacara pengibaran Bedara Merah Putih di Kabupaten Sergai, Selasa (17/8). (IST)
Namun ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Serdang Bedagai tidak terlihat hadir. Informasi yang diperoleh karena ada keluarganya yang kemalangan di luar kota.
Sebelumnya, pada Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka mengikuti sidang tahunan MPR RI dan Pidato Kenegaraan Presiden RI HUT ke 76 kemerdekaan RI, Senin (16/8), Rizky Ramadhan hanya terlihat hadir secara virtual selama sidang berlangsung.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Serdangbedagai Budi SE ketika dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui alasan pasti Rizky Ramadhan tidak mengikuti acara Kenegaraan.
“Di DPC nya sendiri sampai sekarang tidak ada informasi. Sampai sekarang tidak ada keterangan lisan dan tulisan mengenai ketidakhadirannya,” ungkap Budi.
“Secara pemberitahuan personal beliau tidak ada, tapi dengar beritanya seperti itu (kemalangan),”ucapnya.
Pihaknya akan menindaklanjuti ketidakhadiran Ketua DPRD Sergai dr. Rizky Ramadhan Hasibuan ini dan akan mengkonfirmasinya terlebih dahulu.
“Kalau kami dari partai Gerindra akan mengkonfirmasikannya dulu ke yang bersangkutan. Karna ini acara kenegeraan dan bersifat Nasional, kalaupun ada halangan harusnya bisa dikonfirmasi ke kami,” ujar Budi.
Pengamat politik Universitas Sumatera Utara Agus Suryadi mengatakan, seorang pejabat harusnya lebih mementingkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau golongan. Karna seorang pejabat dipilih langsung oleh masyarakat untuk menyuarakan aspirasi rakyat.
“Ketua DPRD Sergai itu jabatan yang bergensi dan memiliki peran penting dalam mengambil kebijakan, harusnya ia lebih mementingkan kepentingan umum dibandingkan kepentingan pribadinya,”ungkap Agus.
Agus juga mengatakan ketidakhadiran Ketua DPRD Sergai ini tidak mencerminkan negarawan dia sebagai pejabat public. “Kita harus mempertanyakan itu, dimana bentuk negarawannya seorang pejabat saat ada acara kenegaraan dia tidak hadir,”ungkap Agus.
Secara etika juga Agus Suryadi menilai bahwa Ketua DPRD Sergai tidak memiliki etika yang baik.
“Harusnya dia memberikan contoh kepada anggotanya serta masyarakat. Ketidakhadirannya juga bisa berdampak pada anggapan masyarakat atas keharmonisan antar lembaga didaerah tersebut. Itu tentunya harus jadi perhatian dari partainya,”jelasnya.
Apalagi saat dilantik dan di Tes Wawasan Kebangsaan juga sudah jelas bahwa seorang pejabat harus lebih mementingkan kepentingan negara dan maayarakat dibandingkan kepentingan pribadi atau golongan.
“Secara etika ketidakhadiran ketua DPRD sergai pada rapat paripurna dan upacara penaikan bendera merah putih itu tidak ada. Artinya etikanya kurang. Itu moment setahun sekali yang harusnya diperhatikan,”tandasnya.
Seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi vertikal lainnya di Kabupaten Serdang Bedagai hadir untuk mengikuti upacara pengibaran Bendera Merah Putih.
Selaku Inspektur Upacara langsung dipimpin Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya. Turut hadir Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan, Sekdakab Faisal Hasrimy, Kapolres AKBP Robin S, Kajari Donny Haryono Setyawan, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Kakanwil Kemenag Sergai, Ketua MUI, Ketua FKUB, Kepala BNN, jajaran TNI Polri serta lainnya. (rel/dek)